Jumat, 26 Agustus 2011

PGAS catatkan penurunan pendapatan di semester I

PGAS catatkan penurunan pendapatan di semester I
JAKARTA. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp 9,41 triliun dengan laba operasi sebesar Rp 4,06 triliun di semester satu 2011. Angka tersebut turun tipis dibandingkan pendapatan usaha dan laba operasional periode yang sama di 2010 lalu yang mencapai Rp 9,52 triliun dan Rp 4,57 triliun.

Perubahan ini disebabkan oleh adanya penurunan volume penyaluran distribusi serta terjadinya peningkatan pada beban pokok dan beban operasi. Peningkatan beban pokok diakibatkan oleh kenaikan harga beli gas dari perpanjangan kontrak dan kontrak gas baru. Sedangkan untuk laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk (laba bersih) pada semester satu tahun ini, PGAS mencatatkan sebesar Rp 3,26 triliun.

Pada bidang usaha transmisi, PGAS menyalurkan gas sebesar 846 MMSCFD dan usaha distribusi menyalurkan gas sejumlah 782 MMSCFD kepada pelanggan rumah tangga, komersial, industri dan pembangkit listrik. Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, volume penjualan bisnis distribusi mengalami penurunan 5%. Hal ini dikarenakan turunnya volume yang diperoleh PGN dari produsen gas di hulu.

“Fluktuasi pasokan akibat prioritas alokasi gas dan kegiatan pemeliharaan di sektor hulu masih terjadi selama semester satu tahun ini. Namun beberapa minggu terakhir ini kondisinya berangsur membaik. Ke depan, kami harapkan agar alokasi gas bumi yang diberikan kepada PGN dapat terus meningkat, mengingat dampaknya yang positif untuk mendorong pergerakan roda perekonomian nasional," kata Hendi Prio Santoso, Direktur Utama PGAS dalam rilis yang diterima Kontan.

Menurutnya PGAS tetap akan berkomitmen untuk mendukung peningkatan produksi gas bumi nasional dan penyalurannya untuk memenuhi kebutuhan gas di dalam negeri. Namun keberhasilannya sangat ditentukan oleh kerja sama dari sektor hulu, konsistensi kebijakan Pemerintah dan dukungan dari stakeholders akan peran dan kontribusi yang dapat diberikan oleh PGAS.

Terkait upaya pemenuhan permintaan gas bumi, bulan lalu PGN telah menandatangani Head of Agreement (HoA) dengan PT Indogas Kriya Dwiguna untuk gas sejumlah 20 Bbtud. HoA ini merupakan kesepakatan pengelolaan dan pemanfaatan gas dari Lapangan Terang Sirasun Batur yang dikelola dan dioperasikan oleh Kangean Energi Indonesia, Ltd. Diharapkan gas ini dapat mengalir di triwulan pertama tahun 2012 kepada para pengguna gas bumi yang berlokasi di wilayah Jawa Timur.

Sejalan dengan Instruksi Presiden No 1 Tahun 2010 mengenai Inpres No. 1 Tahun 2010 tentang Percepatan Pelaksanaan Prioritas Pembangunan Nasional Tahun 2010 serta Penugasan Pemerintah pada rapat koordinasi dengan Wakil Presiden tanggal 18 Januari 2010, PGAS melaksanakan pembangunan terminal penerimaan LNG di Sumatera Utara dan Teluk Jakarta. Diharapkan upaya ini akan membantu upaya pemenuhan kebutuhan gas bumi di dalam negeri.

Upaya lain yang dilakukan adalah partisipasi di bidang hulu gas bumi. Anak usaha PGAS, telah ikut serta pada pengembangan Coal Bed Methane atau Gas Metana Batubara, melalui keikutsertaan pada kontrak kerja sama untuk pengembangan Blok CBM di Sumatera Selatan. Sejalan dengan visi dan misinya, PGAS terus mengupayakan peningkatan ketersediaan pasokan gas baik konvensional maupun non-konvensional untuk pemenuhan kebutuhan gas di dalam negeri.

Di bulan Agustus 2011 ini, PGAS juga membayarkan dividen final kepada para pemegang saham termasuk di dalamnya pembayaran dividen kepada Negara sebesar Rp 1,99 triliun sebagai tindak lanjut keputusan RUPS Tahunan tanggal 27 Juni 2011.

MYOH Ubah Bisnis Investasi ke Tambang

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Myoh Technology Tbk (MYOH) akan mengubah usaha menjadi perusahaan investasi di usaha pertambangan batu bara serta jasa pertambangan melalui anak perusahaan.

Demikian seperti dikutip dari keterangan yang diterbitkan Jumat (26/8). Perseroan akan melakukan pengambilalihan terhadap seluruh saham yang dikeluarkan dan disetor penuh pada PT Sims Jaya Kaltim sebesar 99,9%. Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham dengan pemegang saham SIMS dilakukan pada 26 Agustus 2011. Adapun nilai keseluruhan pengambilalihan saham ini sebesar US$60 juta. Pengambilalihan saham ini sebanyak 1.998 atau 99,9% dari saham yang dikeluarkan Samtan CO. Ltd. dan sebanyak 40 saham atau 2% dari seluruh saham yang dikeluarkan dan disetor penuh pada Sims milik Samtan USA. PT SIMS bergerak di bidang jasa kontraktor pertambangan umum dan pemeliharaan alat berat bagi pertambangan di Kalimantan Timur.

Selain itu, perseroan akan menjual seluruh aset dan kewajiban perseroan kepada pihak terafiliasi yaitu PT Pyxis Ultimate Solutions. Penandatanganan perjanjian pengikatan jual beli aset dan pengalihan usaha dilakukan pada 25 Agustus 2011. Nilai penjualan aset ini sebesar Rp1,50 miliar.

Perseroan akan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk meminta persetujuan pemegang saham agar mengubah bisnis usaha menjadi bisnis pertambangan dan menjual aset perseroan serta memenuhi ketentuan Peraturan No.IX.E.1 dan Peraturan No.IX.E.2. RUPSLB akan diadakan pada 30 September 2011

Seperti diketahui, PT Myoh Technology Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di bidang teknologi informasi bagi industri perhotelan. [cms]

Tertekan Regional, IHSG Dibuka Turun 0,7%

Headline
INILAH.COM, Jakarta - IHSG pada perdagangan Jumat (26/8) dibuka melemah 0,7% ke level 3.817,1.

Pelemahan indeks pagi ini seiring pergerakan bursa regional yang negatif.

Menurut Samuel Sekuritas dalam ulasan pasarnya hari ini, Volume perdagangan juga diperkirakan akan relatif sepi seiring hari ini adalah hari terakhir perdagangan sebelum libur panjang lebaran. Indeks diperkirakan akan bergerak sideways dalam rentang yang relatif sempit antara 3.821 – 3.887.

Bursa AS ditutup terkoreksi semalam seiring rilis data initial jobless claims yang lebih buruk dari ekspektasi dan sell-off yang terjadi di bursa Jerman akibat pelarangan short selling di beberapa bursa Eropa.

Citigroup dan UBS AG menurunkan estimasi pertumbuhan dunia masing-masing menjadi 3,8% dan 3,3%. Harga minyak bergerak cukup volatile semalam dengan sempat terkoreksi sekitar 4% sebelum akhirnya ditutup di level US$85/barel. Harga metal menguat tipis semalam dengan Nikel +0,1% dan Timah +0,4%.

Bursa Asia dibuka terkoreksi pagi ini meski tidak sedalam koreksi yang terjadi di bursa AS semalam seiring sentimen positif dari kembali melemahnya nilai tukar Yen dan menantikan pidato gubernur The Fed sore ini.

Sebanyak 25 saham tercatat turun pagi ini, sedang hanya 2 saham yang naik, dan 18 saham masih stagnan. Indeks LQ45 dibuka turun 1% ke level 669,63, sementara JII turun 1,1% ke level 523,78. Asing juga terpantau lebih banyak melakukan penjualan pagi ini dengan mencatatkan net foreign sell sebesar Rp12,41 miliar.

Volume perdagangan pagi sebanyak 24,87 juta saham dengan nilai transaksi mencapai Rp46,67 miliar.

Saham-saham yang turun tajam pagi ini adalah ASII turun 1,7%, UNTR turun 1,25%, PTBA turun 1,55%, TLKM turun 2,77%, BBCA turun 2,5%, dan INTP turun 1,01%.

Pagi ini, market masih wait and see

Pagi ini, market masih wait and see
JAKARTA. Hari ini merupakan hari terakhir dibukanya pasar saham Indonesia sebelum akhirnya libur panjang pekan depan. Kepala Riset Universal Broker Satrio Utomo mengatakan, secara umum, market memang masih dalam kondisi wait and see.

"Risk averter terlihat kurang begitu berminat untuk mengambil posisi menjelang libur lebaran yang berlangsung seminggu. Pelaku pasar global juga menunggu pidato dari Bernanke nanti malam," jelasnya.

Dia menambahkan, sentimen negatif akibat koreksi sebesar 170,89 poin (1,51%) pada indeks Dow Jones Indstrial bisa saja memperburuk keadaan. Akan tetapi, bursa Asia yang hanya cenderung flat pada pagi hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepertinya juga bakal bergerak flat-turun pada kisaran 3.761-3.886. "Hanya penutupan dibawah 3.761 yang membuka potensi pelemahan ke 3.650-3.675," imbuhnya.

Sementara itu, Betrand Reynaldi, Kepala Riset eTrading Securities mengatakan, secara teknikal, pada perdagangan hari ini diperkirakan IHSG masih akan bergerak konsolidasi. "Dari pergerakan indikator tampak stochastic telah membentuk golden cross namun tidak didukung dengan pergerakan RSI yang telah bergerak landai," jelasnya.

IHSG diprediksi akan bergerak pada range 3.794-3.881 dengan kecenderungan sideways. eTrading merekomendasikan, saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain BBCA dan KIJA.

Menakar Risiko IHSG Selama Libur Lebaran

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Hari ini market dihadapkan pada dua even besar: data GDP AS dan pidato Gubernur The Fed nanti malam. Hari ini juga adalah hari terakhir perdagangan jelang libur lebaran. Seberapa besar risikonya?

Head of Research Division PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomo mengatakan, di hari terakhir perdagangan jelang libur lebaran 2011, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ^JKSE) dihadapkan pada dua event besar dari AS yakni Gross Domestic Product (GDP) AS dan pidato Gubernur The Fed Ben Bernanke di Jackson Hole, negara bagian Wyoming, Jumat (26/8) malam WIB.

Dari kedua even ini bisa kelihatan bahwa pelaku pasar akan hati-hati di hari terakhir perdagangan. Karena itu, seperti kemarin, arah IHSG hari ini berpeluanng variatif (mixed). Memang cenderung naik, tapi pasar akan hati-hati mengambil posisi. “Support IHSG di level 3.800 dan 3.890 sebagai resistance pertama dan 3.925 sebagai resistance kedua,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (25/8).

Pada perdagangan Kamis (25/8), IHSG ditutup melemah terbatas 2,64 poin (0,07%) ke level 3.844,37, dengan intraday terendah di 3.835,02 dan tertinggi di 3.886,17. Demikian pula indeks saham unggulan LQ45 yang turun tipis 1,96 poin (0,29%) ke level 676,40.

Lebih jauh Satrio menjelaskan, jika pidato Bernanke membalikkan selera pasar, market Indonesia sudah libur pekan depan. “Karena itu orang cenderung menghindari risiko Jumat (26/8) ini dengan lebih memilih wait and see,” ujarnya.

Tapi, Satrio melihat, tren jangka pendek dan jangka panjang IHSG, masih dalam posisi bullish. Karena itu, akan rugi jika pasar dalam posisi menjual. Tapi, memang untuk jangka menengah, arah IHSG masih fluktuatif belum jelas dengan kecenderungan flat. “Belum jelas arah mana yang akan diambil apakah penguatan atau pelemahan. Tapi, untuk jangka pendek sudah ada kecenderungan naik,” ucap Satrio.

Karena itu, dia menyimpulkan, jika jangka pendek naik, tapi jangka menengahnya fluktuatif, menandakan IHSG berpotensi menguat terbatas. Di sisi lain, kalaupun turun akan terbatas. Artinya, jika pasar ingin mengambil risiko selama libur lebaran, tentu risikonya itu tidak terlalu besar. “Terutama karena tren jangka panjang yang masih bullish,” ungkapnya.

Meski begitu, dia mewanti-wanti agar pasar tetap hati-hati tapi tetap harus punya posisi. Tentunya, dengan tidak terlalu banyak karena arah market belum jelas. “Investor wajib punya posisi 20-30% dari total portofolio itu sudah cukup. Maksimum 50% jangan lebih,” urainya.

Lebih jauh dia menambahkan, masih yakin IHSG akan mencapai 5.000 tahun depan. Pasar juga sudah tahu, tren jangka pendek-panjang IHSG bullish. Tinggal memastikan posisi jangka menengahnya. “Untuk Jumat ini, jika situasi perdagangan seprti kemarin, peluang naik pun bisa,” kata Satrio.

Di atas semua itu, secara umum, semua saham direkomendasikan dalam posisi hold. Tapi, untuk long term, saat market volatile seperti ini bisa menbeli saham-saham yang pergerakannya cukup aktif.

Saham-saham pilihannya di lapis pertama adalah PT Astra Internasional (ASII), PT Gudang Garam (GGRM), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Bank Central Asia (BBCA) dan PT Bank Mandiri (BMRI).

Saham pilihan di lapis dua adalah PT Bank Negara Indonesia (BBNI), PT United Tractors (UNTR) dan PT Indofood Sukses Makmur (INDF). Sedangkan saham pilihan di lapis ketiga adalah PT Gajah Tunggal (GJTL), PT Mitra Adiperkasa (MAPI) dan PT Charoen Pokphand Indonesia (CPIN). “Saham-saham lapis ketiga mengalami penurunan secara bergantian,” turutnya.

Dia merekomendasikan buy on weakness dan akumulasi untuk jangka menengah saham-saham tersebut. Jika menunggu sinyal yang benar-benar positif, investor harus menunggu apakah IHSG bisa ditutup di atas 4.020. “Tapi, untuk mencapai level tersebut masih jauh untuk hari Jumat ini dengan kecenderung market yang mendatar sehingga sulit bagi IHSG menguat hingga 100 poin,” timpalnya.

Pasalnya, Jumat ini merupakan hari terakhir perdagangan jelang liburan panjang dan investor tidak terlalu berani mengambil risiko. Setidaknya, jika IHSG hari ini bisa ditutup di atas 3.890 sudah menjadi sinyal yang bagus untuk menjual saham-saham tadi setelah libur lebaran. “Sebab, arah market baru akan jelas setelah libur lebaran 2011,” imbuh Satrio. [mdr]

Data ekonomi beragam, bursa Asia bergerak liar

Data ekonomi beragam, bursa Asia bergerak liar
TOKYO. Bursa Asia bergerak mengambang antara zona hijau dan merah. Pada pukul 10.22 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific naik 0,3% menjadi 120,07. Sebelumnya, indeks acuan di kawasan regional ini sempat turun 0,2%.

Sementara itu, indeks Nikkei 225 Stock Average turun 0,2% setelah bergerak liar, indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,2%, dan indeks Kospi Korea Selatan naik 0,4%.

Saham-saham yang mempengaruhi pergerakan bursa Asia diantaranya: Honda Motor Co yang turun 1% di Tokyo, Billabong International Ltd turun 3,9% di Sydney, dan Fairfax Media Ltd naik 8,7% di Sydney.

"Data ekonomi AS saat ini menunjukkan hasil beragam, sehingga gagal mendongkrak kepercayaan investor. Selain itu, investor juga tak lagi berharap akan kemungkinan the Federal Reserve melakukan pelonggaran kebijakan moneter," jelas Yutaka Yoshii, strategist Mito Securities Co di Tokyo.

Sekadar tambahan informasi, sepanjang tahun ini hingga kemarin, indeks MSCI Asia Pacific sudah anjlok 13%. Sementara, indeks S&P 500 sudah turun 7,8%, dan Stoxx Europe 600 Index turun 18%.

IHSG Hari Ini Bakal Tertekan Bursa Regional

Headline
INILAH.COM, Jakarta - IHSG pada perdagangan Jumat (26/8) diperkirakan akan bergerak melemah seiring pergerakan bursa regional.

Menurut Samuel Sekuritas dalam ulasan pasarnya hari ini, Volume perdagangan juga diperkirakan akan relatif sepi seiring hari ini adalah hari terakhir perdagangan sebelum libur panjang lebaran. Indeks diperkirakan akan bergerak sideways dalam rentang yang relatif sempit antara 3.821 – 3.887.

Bursa AS ditutup terkoreksi semalam seiring rilis data initial jobless claims yang lebih buruk dari ekspektasi dan sell-off yang terjadi di bursa Jerman akibat pelarangan short selling di beberapa bursa Eropa.

Citigroup dan UBS AG menurunkan estimasi pertumbuhan dunia masing-masing menjadi 3,8% dan 3,3%. Harga minyak bergerak cukup volatile semalam dengan sempat terkoreksi sekitar 4% sebelum akhirnya ditutup di level US$85/barel. Harga metal menguat tipis semalam dengan Nikel +0,1% dan Timah +0,4%.

Bursa Asia dibuka terkoreksi pagi ini meski tidak sedalam koreksi yang terjadi di bursa AS semalam seiring sentimen positif dari kembali melemahnya nilai tukar Yen dan menantikan pidato gubernur The Fed sore ini.

Laba PGN Turun 0,89% Jadi Rp4,42 Triliun

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 0,89% menjadi Rp4,42 triliun dari Rp4,46 triliun pada periode yang sama 2010.

Dalam laporan publikasinya Jumat (26/8) disebutkan penurunan laba bersih tengah tahun 2011 ini disebabkan penurunan laba operasional menjadi hanya Rp4,05 triliun dari Rp4,57 triliun tahun lalu. Namun, perseroan meraup laba dari perubahan nilai wajar derivatif bersih sebesar Rp199,97 miliar dari sebelumnya rugi Rp68,57 miliar. Perseroan juga berhasil meraup laba kurs bersih sebesar Rp68,14 miliar pada semester 1-2011 dari sebelumnya rugi Rp7,69 miliar.

Pendapatan perusahaan semester 1-2011 juga turun menjadi Rp9,4 triliun dari Rp9,52 triliun tahun lalu. Total kewajiban medio 2011 mencapai Rp17,59 triliun, dengan ekuitas sebesar Rp14,23 triliun.

Harga Saham ETWA Berpotensi Menuju Rp800

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Harga saham PT Eterindo Wahanatama Tbk (ETWA) berpeluang ke level Rp800 dalam waktu dekat.

Kabarnya, perseroan mendapatkan komitmen pendanaan dari perusahaan finansial domestik untuk mendukung ekspansi membeli kebun sawit. Selain itu, kabarnya perusahaan CPO terbesar di dunia dan produsen biodiesel yang mencatatkan sahamnya di bursa Singapura sedang menjajaki pembelian saham ETWA.

Pada perdagangan kemarin, saham ETWA ditutup mewnguat Rp10 ke level Rp445.

TINS kembangkan turunan timah

TINS kembangkan turunan timah
JAKARTA. PT Timah Tbk (TINS) berniat lebih fokus mengembangkan dan memproduksi tin soldier dan tin chemical. Saat ini, tingkat produksi TINS untuk kedua produk turun timah itu masih sangat rendah.

Abrun Abubakar, Sekretaris Perusahaan TINS, menuturkan, emiten itu sebenarnya sudah memiliki fasilitas penghasil kedua produk itu sejak beberapa tahun silam. Namun perusahaan pelat merah ini belum fokus memacu produksi produk-produk tersebut.

Abrun mencontohkan, kapasitas terpasang pabrik tin soldier mencapai 2.100 ton per tahun. Namun utilisasi pabrik ini sampai sekarang baru menyentuh 200-250 ton per tahun.

Begitu pula di pabrik tin chemical. Kapasitas terpasang pabrik tersebut mencapai 10.000 ton per tahun. "Hingga tahun lalu, produksinya masih kurang dari 1.000 ton, itu pun untuk kepentingan produk sample," ujar Abrun di Jakarta, Rabu (24/8).

Saat ini, PT Timah mulai melihat pengembangan produk turunan timah sebagai suatu keharusan bagi produsen. Apalagi, Pemerintah Indonesia berniat melarang ekspor timah mentah mulai 2014 mendatang.

Untuk itu, tahun ini perseroan gencar meningkatkan kapasitas produksi tin chemical. Targetnya, di akhir tahun nanti perseroan ini bisa memproduksi 6.000 ton tin chemical per tahun.

Produksi tersebut bakal digunakan untuk memenuhi kebutuhan berbagai macam industri di China dan Amerika Serikat (AS). Namun TINS belum mematok target kontribusi penjualan tin chemical bagi pendapatan.

Sementara untuk tin soldier, PT Timah berniat meningkatkan kapasitas produksi hingga mencapai kapasitas maksimum. Tapi perseroan ini belum berani mematok besaran peningkatan produksi, lantaran pasarnya masih belum besar.

Tambah lagi, produk ini memiliki masa kadaluarsa. Produk ini akan kehilangan kegunaannya, jika disimpan terlalu lama.

Sementara itu, di semester I-2011, TINS hanya berhasil mencetak penjualan logam timah 17.457 metrik ton, turun 12% dibanding penjualan di semester I-2010. Untungnya, harga jual logam timah naik 69% menjadi US$ 29.541 per metrik ton.

Dus, Timah masih bisa mencetak pendapatan Rp 4,83 triliun, naik 29% dibanding pendapatan semester I-2010. Laba bersih TINS bahkan mengalami kenaikan 113,98% menjadi Rp 689 miliar.

Diincar Investor, CNKO Berpotensi ke Rp300

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Fund Manager asing dan lokal kabarnya sedang memburu saham PT Exploitasi Energi Indonesia Tbk (CNKO).

Hal itu menyusul kabar perusahaan baja India yang mengincar saham perseroan untuk memasok batubara ke pabrik bajanya. Selain itu, anak usaha Sinarmas ke sektor tambang disebut-sebut tengah mengincar saham CNKO, sehingga berpotensi menembus Rp300.

Pada perdagangan kemarin, harga saham CNKO ditutup naik Rp3 ke level Rp114.

Bursa Asia Berayun Jelang Pertemuan The Fed

Headline
INILAH.COM, Sydney – Bursa saham Asia bergerak di kisaran ketat Jumat (26/8). Investor tampaknya enggan membuat langkah berani menjelang pertemuan Federal Reserve AS di Wyoming nanti.

Indeks Nikkei Stock Average Jepang turun 0,1%, Indeks Kospi Korea Selatan turun 0,2% dan indeks S&P / ASX 200 Australia tergelincir 0,1%, dengan ketiga indeks berayun antara wilayah positif dan negatif.

Saham AS ditutup melemah 1,5% semalam untuk istirahat setelah menguat tiga sesi berturut-turut, menjelang pidato gubernur Federal Reserve Ben Bernanke. "Ruang lingkup untuk kejutan pasar cukup besar, dalam pandangan kami," kata ahli strategi di Barclays Capital. Demikian dikutip dari Yahoo.com.

"Bernanke mungkin mengecewakan pasar dengan cara yang berbeda, atau kejutan dengan memberikan pidato kuat yang mendukung pelonggaran kuantitatif dan manfaat dari versi aslinya," kata mereka.

Beberapa bank berada di bawah tekanan, dengan Daiwa Securities Group Inc turun 2% dan Shinsei Bank Ltd jatuh 1,1% di Tokyo.

Namun, di sektor energi, saham perusahaan minyak Jepang JX Holdings Inc naik 3,1%, sedangkan Caltex Australia Ltd naik 2,2% di Sydney.

Patokan minyak mentah Nymex berjangka rebound di akhir perdagangan karena Badai Irene meningkatkan kekhawatiran tentang produksi kilang di Pantai Timur AS.

Kelompok Media Australia Fairfax Holdings Ltd melonjak 8,4%, setelah perusahaan mengatakan akan mendorong penawaran umum perdana salah satu unitnya. [ast]

Bursa Asia diramal jeblok, pergerakan aussie keok

Bursa Asia diramal jeblok, pergerakan aussie keok
SYDNEY. Dollar Australia masih menunjukkan pelemahan pagi ini. Mata uang yang kerap dipanggil Aussie ini berada 1,1% dari level paling lemah dalam seminggu terakhir atas dollar AS. Adanya prospek bursa Asia akan mengalami aksi jual mengikuti Wall Street menjadi pemicunya. Selain itu, investor juga mencemaskan kemungkinan perlambatan ekonomi AS di kuartal dua, yang datanya bakal segera dirilis hari ini.

"Perlambatan ekonomi AS yang kian melambat menjadi kecemasan terbesar investor. Selain itu, aussie dan kiwi mengikuti pergerakan bursa saham yang tumbuh mini," jelas Richard Grace, chief currency strategist and head of international economist di Commonwealth Bank.

Pada pukul 08.51 waktu Sydney, dollar Australia berada di level US$ 1,0430 dari sebelumnya US$ 1,0431 di New York kemarin. Sepanjang pekan ini, aussie sudah menguat 0,3%.

Sementara itu, kiwi ditransaksikan di level 82,78 US sen dari 82,70 kemarin.

Harga minyak melorot dari level tertinggi dalam dua hari

Harga minyak melorot dari level tertinggi dalam dua hari
MELBOURNE. Kontrak harga minyak dunia melorot dari level tertinggi dua hari di New York. Penurunan tersebut juga memangkas kenaikan mingguan pertama dalam lima pekan. Penyebabnya, investor bertaruh, adanya data yang menunjukkan perlambatan di AS mengindikasikan permintaan bensin akan melorot.

Asal tahu saja, analis memprediksi, perekonomian AS akan tumbuh melambat pada kuartal dua dibanding estimasi sebelumnya. Sementara kemarin, data Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan, tingkat klaim pengangguran secara tidak terduga naik pada pekan lalu. Selain itu, badai Irene juga akan membuat sejumlah kilang minyak di East Coast ditutup.

Alhasil, pagi tadi, kontrak harga minyak untuk pengantaran Oktober turun 41 sen menjadi US$ 84,89 per barel di New York Mercantille Exchange. Pada pukul 08.36 waktu Sydney, kontrak yang sama berada di posisi US$ 84,94. Kemarin, harga minyak naik 14 sen menjadi US$ 85,30 per barel, level tertinggi sejak 23 Agustus lalu. Dalam sepekan terakhir, harga minyak sudah naik 3,3% dan 16% dalam setahun terakhir.

Sementara itu, kontrak harga minyak jenis Brent naik 0,4% menjadi US$ 110,62 sebarel di ICE Futures Europe exchange, kemarin.

Bursa Jepang Naik Tipis, Ditopang Pelemahan Yen

Headline
INILAH.COM, Los Angeles - Saham Jepang mengabaikan koreksi pada pembukaan, yang terinspirasi kerugian semalam di AS, dan dengan cepat menguat karena pelemahan yen mendorong beberapa saham eksportir.

Indeks saham unggulan Nikkei Stock Average naik tipis 0,2% menjadi 8,785.77, sementara Topix naik 0,2% pada 753,20.

Dolar kembali berada di atas 77 yen, sehingga beberapa saham sensitif mata uang diperdagangkan menguat. Seperti Elpida Memory Inc yang naik 3,1%, Nintendo Co naik 1%, dan Sony Corp naik 0,8%, meskipun taregt harga target dipangkas oleh Credit Suisse.

Sektor keuangan sebagian besar melemah menjelang pertemuan Federal Reserve AS di Jackson Hole, Wyoming. Shinsei Bank Ltd kehilangan 2,4%, sedangkan Daiwa Securities Group Inc turun 2,3%. [ast]

Inilah Spekulasi Seputar Pidato Bernanke

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Jumat (26/8) diprediksi melemah terbatas. Meski spekulasi pidato Bernanke nanti malam bakal memperlemah dolar AS, paket bailout Yunani belum pasti.

Periset dan analis senior PT Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, potensi pelemahan rupiah hari ini dipicu oleh situasi Yunani yang belum pasti mendapatkan paket bailot. Kondisi itu, akan jadi tekanan bagi rupiah meskipun pasar fokus pada pidato Gubernur The Fed Ben Bernanke di Jackson Hole, negara bagian Wyoming, Jumat (26/8) ini nanti malam WIB.

Firman menegaskan, meskipun pidato Bernanke dipersepsikan bakal memperlemah dolar AS, hal itu belum pasti memperkuat rupiah. Sebab, hal itu baru sebatas persepsi. Apalagi, bagi investor yang tidak mau mengambil risiko terlalu banyak seharusnya melakukan profit taking atas rupiah jelang libur lebaran. "Karena itu, rupiah cenderung melemah terbatas, dalam kisaran 8.600-8.560 per dolar AS," katanya kepada INILAH.COM.

Hanya saja, lanjut Firman, kalaupun rupiah melemah sangat kencang, BI akan kembali mengintervensi. "Meski faktor Yunani berpengaruh besar atau apapun yang terjadi pada data-data ekonomi terakhir ini, fokus pasar tetap masih pada pidato Bernanke Jumat ini," tandasnya.

Pasar, lanjut Firman, mencari indikasi apakah bank sentral AS bersedia untuk mengucurkan stimulus lebih lanjut. Yang berkembang di pasar saat ada beberapa persepsi. "Sebagian anggota dewan gubernur The Fed mengingikan Bernanke memberikan isyarat Quatitative Easing (QE) ketiga," ujarnya.

Hanya saja, lanjut Firman, sinyal tersebut susah didapat. Sebab, tiga petinggi The Fed, sebelumnya menentang keputusan The Fed terakhir yakni menahan suku bunga rendah hingga pertengahan 2011. "Tapi, ada asumsi juga yang berkembang, kalau The Fed mungkin akan memperpanjang program roll over pembelian obligasi yang sudah jatuh tempo," papar Firman.

Obligas yang berasal dari Quantitative Easing (QE) sebelumnya yang jatuh tempo akan diganti dengan obligasi baru dengan tenor yang lebih panjang setelah QE tahap dua senilai US$600 miliar berakhir Juni 2011. "Semua itu jadi tekanan bagi dolar AS," tandasnya.

Hanya saja, lanjut Firman, sentimen dari Eropa masih belum stabil terutama kecemasan terhadap pemberian bailout untuk Yunani pascakesepakatan pemberian jaminan Yunani terhadap Finlandia untuk mengamankan pemberian bailout dari salah satu negara Skandinavia itu. "Yunani sudah oke memberikan jaminan kolateral itu," ucap Firman.

Tapi, beberapa negara zona Eropa yang lain seperti Austria, Belanda, Belgia, Slovakia, dan Slovenia juga meminta jaminan kolateral yang sama sehingga tidak memungkinkan lagi bagi Yunani untuk memberikan jaminan itu. Di lain pihak Jerman sudah menentang kebijakan tersebut.

Agar paket bailout untuk Yunani bisa disetujui, kesepakatan Yunani-Finlandia itu harus diterima oleh seluruh negara anggota Uni Eropa. Karena Jerman sudah menentang, kemungkinan paket tersebut tidak diterima. "Pada saat yang sama, Finlandia tetap kekeuh ingin mendapatkan jaminan itu," timpal Firman.

Semua itu, ditegaskan Firman, menunjukkan Uni Eropa sendiri sedang konflik yang akan membuat pemberian bailout jadi terlambat. Semakin lama bailout Yunani diberikan, semakin berat beban yang harus ditanggung oleh Yunani. "Ini terlihat dari yield obligasi Yunani dengan tenor dua tahun naik sangat tinggi hingga 44%," ujarnya.

Di atas semua itu, rupiah terperangkap dalam pelemahan ekonomi zona AS dan Eropa. Tapi, dari sisi domestik profit taking pun cukup deras mengingat pasar akan libur panjang sepekan penuh di pekan depan untuk Lebaran. "Mereka juga tidak akan mengambil posisi terlampau banyak dengan penantian atas Pidato Bernanke dan zona Eropa yang belum pasti," imbuhnya.

Asal tahu saja, kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Kamis (25/8) ditutup melemah 27 poin (0,31%) ke level 8.575/8.585 per dolar AS.

WIKA Kantongi Kontrak Baru Senilai Rp7,91 Triliun

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) diperkirakan meraih kontrak baru mencapai Rp7,91 triliun per Agustus 2011.

"Kita telah mendapatkan kontrak baru mencapai Rp7,91 triliun. Tapi itu belum termasuk dari anak usaha. Kalau kontrak baru termasuk anak usaha bisa mencapai Rp8 triliun," ujar Sekretaris Perusahaan WIKA, Natal Argawan Pardede, Kamis (25/8) malam.

Adapun proyek-proyek yang didapatkan pada semester kedua antara lain proyek out of pit crushing and conveying Kalimantan Selatan senilai Rp738,08 miliar. Proyek PLTGU Borang 60 MW di Sumatra Selatan senilai Rp296,57 miliar, Bandara Sepinggan Balikpapan senilai Rp335,9 miliar, proyek pembangunan Jembatan Merah Putih Ambon senilai Rp226,92 miliar.

Untuk proyek Bandara I Gusti Ngurah Rai Rp560 miliar,PLTG Rengat 20 MW Riau senilai Rp128 miliar, dan Hauling Road GBU di Kalimantan senilai Rp311 miliar, dan Proyek JORR W2 senilai Rp180 miliar.

Natal mengatakan, perseroan optimis dapat meraih laba bersih sebesar Rp350 miliar dan pendapatan Rp7,4 triliun pada 2011. Hal ini didukung dari kontrak-kontrak baru yang didapat perseroan. "Kita masih optimis dapat mencapai target kita, diharapkan kuartal ketiga kontrak baru yang didapat lebih besar," kata Natal. [hid]

Wall Street Melemah Jelang Pidato Bernanke

Headline
INILAH.COM, New York - Bursa Amerika Serikat melemah pada penutupan perdagangan Kamis (25/8). Investor lebih banyak memegang dana tunai menjelang pidato Ben Bernanke.

Saham di Jerman melemah dan data ekonomi seperti bursa tenaga kerja melemah memberikan sentimen negatif ke bursa saham. Sebelumnya saham naik pada awal minggu ini, sebagian harapan ekonomi Amerika Serikat akan naik dari stimulus The Fed.

"Ada asumsi bahwa tidak ada pengumuman untuk kebijakan moneter, tetapi pasar membentuk hal itu pada minggu ini," ujar Managing Director Lazard Capital Market di New York Art Hogan seperti dikutip dari yahoofinance.com.

Pimpinan The Fed Ben Bernanke diharapkan dapat memberikan pencerahan untuk memperbaiki ekonomi. Bernanke akan dijadwalkan memberi pidato pada Jumat (27/8) pukul 10 waktu setempat.

Saham dibuka melesat, setelah Warren Buffet menyatakan akan mengambil saham perbankan seperti Bank of America senilai US$5 miliar.

Indeks S&P 500 naik 3,2% sepanjang minggu ini. Hal ini dapat menjadi sentimen positif.

Indeks Dow Jones turun 170,89 poin atau 1,51% ke level 11.149,82. Indeks S&P 500 turun 18,33 poin atau 1,56% ke level 1.159,27. Indeks Nasdaq turun 48,06 poin atau 1,95% ke level 2.419,63.

"Saya pikir apa yang terjadi bursa saham adalah posisi atau mengubah posisi untuk setiap kejadian, saya tidak yakin untuk investasi sebenarnya," ujar CEO Mogavero Lee and Co Doreen Mogavero.

Saham Bank of America naik 9,4% ke level US$7,65 dengan volume perdagangan 855 miliar saham atau hampir 10% dari total volume perdagangan. Saham Citigroup naik 4,9% ke level US$29,03 tetapi rencana investasi Buffett tidak terlalu mempengaruhi sektor perbankan.

Indeks keuangan S&P yang sempat naik di level positif menjadi turun 0,46% pada penutupan perdagangan saham.

Saham Apple Inc turun 0,65% ke level US$373,72 setelah Chief Executive Steve Jobs mengundurkan diri.

Adapun volume perdagangan saham sebesar 8,9 miliar saham di bursa saham New York, NYSE Amex dan Nasdaq, di atas rata-rata harian sekitar 7,9 miliar saham.

European benchmark FTSEurofirst 300 index turun 1,3% dan Germany's Dax turun 1,7%. [ast]

Masih Berpotensi Menguat, Pilih Saham Unggulan

Headline
INILAH.COM, Jakarta- Bursa saham domestik pada Jumat (26/8), perdagangan terakhir sebelum libur panjang, masih berpeluang menguat. Saham unggulan bisa jadi pilihan.

Satrio Utomo dari Universal Broker Indonesia mengatakan bottom IHSG di 3.590 saat ini sudah cukup jauh. Ini berarti trend jangka menengah - panjang sudah bullish, “Trend bukan turun lagi, apalagi setelah resistan 3.825 tertembus,” ujarnya kepada INILAH.COM.

Ia menilai, tidak ada masalah bagi investor untuk menahan portofolio selama libur lebaran. Pelaku pasar memang harus tetap punya posisi, karena secara teknikal sudah naik, “Meski resiko penurunan indeks masih ada jika pidato Ben Bernanke tidak memenuhi ekspektasi.”

Seperti diketahui, Jumat malam ada rilis data pertumbuhan (PDB) AS dan pidato The Fed, dengan kemungkinan 50:50 akan memberi sentimen ke indeks.

PDB AS diekspektasikan agak turun, dengan pertumbuhan kuartal dua diperkirakan hanya naik 1,1% ketimbang 1,3 pada kuartal pertama 2011. Quantitative Easing QE membuat inflasi di China dan Eropa naik, karena melimpahnya dolar AS di pasar. “Justru dampaknya buruk untuk pertumbuhan ekonomi AS lebih lanjut,”paparnya.

Di tengah situasi ini, ia merekomendasikan investor hold untuk saham big caps. Sedangkan aksi cut loss masih bisa dengan menyisakan beberapa saham. “Sebaiknya jangan beli agresif dengan margin karena bahaya,”ucapnya.

Adapun untuk aksi beli, Tommy menilai, investor bisa memilih beberapa emiten lapis pertama. “Karena kalaupun terjadi koreksi, akan rebound dengan cepat.”

Beberapa saham pilihannya adalah Astra Interantional (ASII), Gudang Garam (GGRM), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Mandiri (BMRI), Bank Central Asia (BBCA), Bank Negara Indonesia (BBNI), Indofood (INDF), United Tractor (UNTR), Chaoren Pokphand (CPIN), Gajah Tunggal (GJTL), dan Mitra Adiperkasa (MAPI),”Rekomendasik beli untuk saham-saham ini,”ujarnya.

Pada perdagangan Kamis (25/8), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 2,64 poin (0,07%) ke level 3.844,37, dengan intraday terendah di 3.835,02 dan tertinggi di 3.886,17. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia didukung volume transaksi sebesar 5,998 miliar lembar saham, senilai Rp 4,218 triliun dan frekuensi 91.531 kali.

Sebanyak 118 saham naik, sisanya 102 saham turun, dan 98 saham stagnan. Koreksi bursa didukung keluarnya dana asing, dimana nilai transaksi jual bersih (net foerign sell) mencapai Ro317 miliar. Rinciannya adalah transaksi jual sebesar Rp2,078 triliun dan transaksi beli sebesar Rp1,760 triliun. [mdr]

WIKA Raih Laba Bersih Rp141,46 Miliar

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) mencatatkan laba bersih naik tipis dari Rp140,76 miliar pada semester pertama 2010 menjadi Rp141,46 miliar pada semester pertama 2011.

Demikian seperti dikutip dari siaran pers Kamis (25/8). Laba bersih perseroan diikuti kenaikan penjualan sebesar 31,47% dari Rp2,52 triliun pada semester pertama 2010 menjadi Rp3,31 triliun pada semester pertama 2011.

Sekretaris perusahaan WIKA, Natal Argawan Pardede menuturkan, penjualan perseroan naik karena peningkatan kontrak baru di bidang konstruksi sipil, bangunan gedung, utilitas dan energi yang didukung oleh laba dari kerja sama operasi. Sedangkan laba bersih naik tipis karena penyertaan investasi perseroan lebih besar tahun lalu dibandingkan 2011.

Laba kotor naik dari Rp270,43 miliar pada semester pertama 2010 menjadi Rp304,91 miliar pada semester 2011. [hid]