Rabu, 05 Oktober 2011

Asing Jual, IHSG Ditutup hanya Naik 0,7%

INILAH.COM, Jakarta - Bursa saham Indonesia pada perdagangan Rabu (5/10) naik 23,79 poin atau 0,73% ke 3.293,24. Volume perdagangan mencapai 3,6 miliar saham senilai Rp3,3 triliun.

Penguatan indeks didukung 159 saham naik, 71 saham turun dan 74 saham stagnan. Investor asing dalam posisi net foreign sell hingga Rp491,1 miliar dengan penjualan asing mencapai Rp1,6 triliun dan pembelian asing sebesar Rp1,1 triliun.

Indeks JII turun 1,6 poin ke 454,13, indeks ISSI naiik 0,4 poin ke 107,07 dan indeks LQ45 naik 4,6 poin ke 574,09. Penguatan dimotori sektor konsumsi yang naik tetinggi hingga 19,64 poin ke 1.168 disusul sektor pertambangan naik 17,7 poin ke 2.239. Sementara pelemahan terdalam dialami sektor industri dasar hingga 21,9 poin ke 1.038 disusul sektor perkebunan turun 10,4 poin ke 1.817,83.

Beruntung IHSG tetap bertahan di zona positif hingga penutupan. Sebab bursa regional mayoritas memerah dengan sentimen krisis Eropa. Level tertinggi hari ini di 3.315,69 dan terendah di level 3.269,54.

Bursa Asia mayoritas memerah seperti indeks Hang Seng turun 3,45 ke 16.250, indeks Nikkei turun 0,8% ke 8.382, indeks Shanghai turun 0,2% ke 2.359 dan indeks ASX naik 1,45 ke 3.926.

Sementara bursa Eropa menguat seperti indeks FTSE naik 1,8% ke 5.033, indeks DAX naik 2,1% ke 5.330 dan indeks CAC naik 2,55 ke 2.922.

Kekhawatiran Regional Hambat Apresiasi IHSG

INILAH.COM, Jakarta – IHSG akhirnya berhasil ditutup menguat, di tengah kekhawatiran regional. Saham BUMI pun tercatat sebagai saham teraktif hari ini .

Pada perdagangan Rabu (5/10), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 13,15 poin (0,4%) ke level 3.282,59, dengan intraday tertinggi di 3.315,68 dan terendah di 3.269,54. Demikian pula indeks saham unggulan LQ45 yang naik 2,32 poin (0,4%) ke level 571,77.

Sepanjang perdagangan, indeks bergerak di teritori positif, dengan kecenderungan melemah. Dibuka langsung naik 0,53% ke level 3.286, indeks bergerak fluktuatif hingga pada sesi pertama bertengger di level 3.284 dan akhirnya ditutup di level 3.282.

Satrio Utomo, analis dari Universal Broker Indonesia mengatakan, IHSG hari ini berhasil ditutup menguat karena telah memasuki area oversold secara teknikal. Namun, bursa regional yang variatif menekan penguatan lebih lanjut. “Pelaku pasar di bursa-bursa kawasan Asia terlihat masih ketakutan, kalau tidak mau dibilang hati-hati. Jadi semua memang masih mixed,” ujarnya.

Sentimen negatif bursa Asia dipicu aksi Moody’s yang menurunkan rating utang Italia 3 level dari Aa2 menjadi A2 dengan outlook negatif serta pernyataan potensi downgrade berikutnya pada negara-negara Eropa dengan rating dibawah Aaa.

Sementara bursa AS berhasil ditutup menguat 2% semalam, meski selama intraday bergerak melemah seiring sentimen positif dari otoritas Uni Eropa yang menyatakan adanya kesepakatan untuk merekapitalisasi perbankan yang terkena dampak krisis utang di Eropa.

Menurut Tommy, kalau kenaikannya berlangsung di jam-jam awal perdagangan, ketika bursa di kawasan Eropa masih buka, mungkin ini bisa dikatakan sinyal bullish. Namun, karena kenaikan terjadi setelah bursa Eropa tutup, pasar cenderung berhati-hati.

Sudah Jenuh Jual, IHSG Rebound 23 Poin

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil rebound 23 poin karena secara teknikal sudah berada di posisi yang sangat jenuh jual. Aksi beli selektif dilakukan terhadap saham-saham yang sudah murah.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 8.920 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di posisi Rp 9.100 per dolar AS.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG menguat 17,109 poin (0,52%) ke level 3.286,560. Poin yang dicetak IHSG masih belum terlalu tinggi karena situasi global yang belum kondusif.

Aksi beli selektif mendorong IHSG sampai ke puncaknya hari ini di level 3.315,685. Sayangnya, tekanan jual asing masih belum reda sehingga laju IHSG sedikit terhambat.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG menguat 14,951 poin (0,45%) ke level 3.284,402 akibat aksi beli di saham murah oleh investor domestik. Masih adanya tekanan jual asing membuat laju IHSG tersendat.

Aksi beli tidak seramai pagi tadi memasuki perdagangan sesi II, pergerakan IHSG pun tidak terlalu tinggi. Sepanjang perdagangan, indeks sama sekali tidak menyentuh zona merah.

Menutup perdagangan, Rabu (5/9/2011), IHSG naik 23,788 poin (0,72%) ke level 3.293,239. Sementara Indeks LQ 45 menguat 4,631 poin (0,81%) ke level 574,088.

Investor domestik mendominasi aksi beli di lantai bursa, sementara investor asing masih mengamankan portofolionya. Saham-saham berbasis konsumer memimpin penguatan bursa, sebaliknya saham-saham aneka industri menjadi pemberat.

Transaksi investor asing tercatat masih melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 502,369 miliar di pasar reguler dan negosiasi.

Perdagangan hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 98.060 kali pada volume 3,658 miliar lembar saham senilai Rp 3,556 triliun. Sebanyak 156 saham naik, sisanya 71 saham turun, dan 74 saham stagnan.

Bursa saham mendapat semangat dari menguatnya bursa-bursa saham di Eropa, didorong penguatan saham-saham bank. Sayangnya, bursa regional belum bisa merespons dengan baik sentimen ini dan hanya bergerak mixed.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia sore ini:
  • Indeks Nikkei 225 melemah 73,14 poin (0,86%) ke level 8.382,98.
  • Indeks Straits Times naik tipis 4,47 poin (0,18%) ke level 2.535,49.
  • Indeks Kospi anjlok 39,67 poin (2,33%) ke level 1.666,52.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.150 ke Rp 52.250, Century Textile (CNTX) naik Rp 1.050 ke Rp 7.250, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 1.000 ke Rp 35.600, dan Bank Mega (MEGA) naik Rp 500 ke Rp 3.000.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 1.400 ke Rp 57.300, Dian Swastatika (DSSA) turun Rp 900 ke Rp 11.400, Sepatu Bata (BATA) turun Rp 500 ke Rp 56.000, dan Bukit Asam (PTBA) turun 450 ke Rp 13.950.

(ang/qom)

Peluang Resesi 40% di 2012, Pengangguran 9,5%

Medium
INILAH.COM, Jakarta - Kemungkinan bahwa ekonomi AS akan memasuki resesi sekarang mendekati 50-50 akibat pengangguran yang besar dan mengintensifkan tekanan dari Eropa, ekonom Goldman Sachs mengatakan.

Mengutip CNBC, Januari Hatzius, Kepala Ekonom Goldman menetapkan resesi berpeluang terjadi sekitar 40% dan mengatakan tingkat pengangguran melonjak ke kisaran menuju 9 persen pada pertengahan 2012. Sedangkan yang masih klop dengan perkiraan perusahaan bahwa sebuah resesi - atau dua kuartal berturut-turut pertumbuhan negatif - adalah bukan skenario yang paling mungkin, tanda-tanda peringatan berhembus Selasa menggarisbawahi kekhawatiran tentang penyebaran utang Eropa pada ekonomi AS yang sudah rapuh.

"Pada akhirnya, lita melakukan jumpa pers," kata Hatzius. "Kami pada dasarnya mengindikasikan bahwa kita berpikir risiko sedang substansial dan meningkat, terutama mengingat penurunan sudah berlangsung di pasar tenaga kerja, meskipun itu akan terjadi secara bertahap. Siklus bisnis AS telah sangat rentan terhadap meningkatnya pengangguran dan memburuknya dinamika di pasar tenaga kerja.

Di sisi lain, juga diramalkan akan adanya korelasi ke tempat resesi lainnya yang mengalami penurunan mungkin relatif pendek dan dangkal, bahkan jika pemulihan selanjutnya mungkin akan lambat. "Bagian dari siklus ekonomi AS, yang biasanya paling menderita selama resesi, yang terletak di tingkat yang lebih rendah, sehingga mereka tidak memiliki banyak ruang untuk jatuh," kata Hatzius. Pada saat yang sama, konsumen juga telah berbelanja tiga tahun terakhir sejak puncak krisis keuangan mengurangi utang mereka, berarti mereka juga kurang rentan terhadap guncangan berat.

"Sektor swasta telah membuat kemajuan besar dalam meningkatkan ketahanan neraca," kata Hatzius. "Sektor rumah tangga telah mengurangi utang. Sistem perbankan telah berhasil mengumpulkan sejumlah besar modal, khususnya relatif ke tempat itu lima tahun yang lalu."

Bahkan jika AS tidak benar-benar melihat resesi, prospek terbatas. Goldman memproyeksikan pertumbuhan sebesar 0,5 persen untuk kuartal pertama 2012, meskipun telah meningkatkan perkiraan untuk sisa tahun 2011.

Hatzius mengatakan tiga tekanan yang berasal dari zona euro, yaitu ekspor, kondisi keuangan dan ketersediaan kredit, uang akan memukul AS. "Risikonya adalah jelas untuk kami (non-resesi) perkiraan adalah bahwa perlambatan dalam pertumbuhan dan kerusakan yang terkait di pasar tenaga kerja akan mulai feeding ke dirinya sendiri dan mendorong ekonomi ke dalam resesi melalui kecepatan yang dinamis," katanya.

Itu akan membawa tingkat pengangguran menjadi 9,5 persen dan jika itu datang tanpa resesi itu akan menjadi pertama kalinya dalam sejarah bahwa tingkat pengangguran telah meningkat lebih dari (0,35 poin persentase) tanpa resesi. Di tempat lain dalam ekonomi global, Goldman memperkirakan akan mixed. "Zona euro juga dapat memasukkan resesi atau dekat dengan itu, tapi pasar negara berkembang akan mengalami pertumbuhan tahun depan," kata ekonom Goldman.

Valuasi Bursa di Asia Menarik. Saatnya Beli?

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Bursa saham di Asia terus melemah dengan sedikit sinyal pembalikan arah pada kuartal baru. Saatnya memanfaatkan saham dengan valuasi rendah atau menumpuk dana tunai?

"Ada peluang beli yang bagus sekarang dan jika Anda memiliki uang tunai, itu tidak akan aman, inflasi akan datang," kata Martin Hennecke, Direktur Associate penasehat keuangan, Tyche.

Menurutnya, bank sentral di AS dan Eropa cenderung menyuntikkan lebih banyak uang ke perekonomian mereka dan sebagai hasilnya, inflasi akan diekspor ke seluruh dunia. “Saham mungkin bukan benar-benar hal terburuk untuk dimiliki, karena tidak bisa berkembang atau dicetak semudah uang tunai atau obligasi," katanya.

Dengan indeks utama termasuk Hang Seng Hong Kong yang jatuh ke level terendah 2009 pada Senin kemarin, Hennecke dan Brook McConnell, kepala aset perusahaan manajemen South Ocean Management, mengalihkan perhatian ke saham-saham China.

"Saya cenderung menambah posisi di sini, dengan saham Hong Kong diperdagangkan 2 dan 3 kali pendapatan. Itu baru luar biasa," kata McConnell.

Me Connell menambahkan, investor tidak harus memprediksi kapan atau menunggu pasar Hong Kong terkoreksi, tetapi harus fokus pada potensi keuntungan yang dapat diperoleh selama 12 bulan mendatang, mulai sekarang.

Hennecke juga setuju investor tidak harus mencermati untuk jangka pendek di pasar. Ia pun merekomendasikan investor melihat saham konsumen China, yang selain murah, menawarkan lindung nilai terhadap inflasi. "Secara teori saham-saham ini dapat mengapung di atas inflasi, karena bisa menaikkan harga untuk barang dan jasa yang dijual, seiring inflasi," kata Hennecke.

Di luar China, Tim Schroeders, Manager Portfolio di Pengana Capital, melihat beberapa kesempatan luar biasa di sektor sumber daya global. Ia mengatakan, untuk investor yang lebih hati-hati, emas masih merupakan tempat yang sangat bagus untuk berinvestasi, terutama atas dasar risiko imbalan. “Jika inflasi berjalan naik dan sedikit menonjol daripada ekspektasi pasar, emas akan bermanfaat. "

Schroeders merekomendasikan membeli saham perusahaan emas terbesar dunia yang terdaftar di bursa saham.

Pada prediksi 12 bulan, harga untuk pendapatan berkali-kali di bawah 10, itu adalah nilai yang sangat baik atas dasar risiko / imbalan, katanya. "Saham adalah murah seperti yang kita lihat dalam waktu yang sangat lama."

Sementara beberapa manajer uang menggunakan kejatuhan valuasi saham Asia untuk memborong saham yang murah, Khiem Do, Kepala tim multi aset Asia di Baring Asset Management, mengatakan ia memiliki eksposur ekuitas sangat rendah saat ini.

Menurutnya, dengan minimnya sentimen di pasar saham, sebagian besar dana Baring Asset Management telah dialokasikan untuk uang tunai, emas dan obligasi termasuk Treasurys AS, obligasi Jerman dan Australia.

"Sejauh jangka menengah dikhawatirkan seperti yang kita semua, situasi di Eropa harus diselesaikan, dan itulah sebabnya kami ingin tetap mempertahankan posisi konservatif saat ini," ujarnya. [ast]

Yes.. Saham Bank Picu Bursa Eropa Menguat

Headline
INILAH.COM, London - Saham perbankan mendorong kenaikan bursa saham Eropa pada perdagangan Rabu (5/10) setelah Menteri Keuangan Eropa melindungi bank yang memberi pinjaman ke daerah.

Indeks FTSE naik 1,5% ke 5.022, indeks DAX naik 1,6% ke 5.300 dan indeks CAC naik 2,05% ke 2.909. Investor merasa beruntung karena harga saham sudah termasuk murah setelah mengalami penurunan selama tiga hari, seperti dikutip dari yahoofinance.com.

"Kita masih perlu strategi untuk menyelesaikan krisis utang Eropa dan AS. Rebound ini mungkin tidak akan lama walaupun saham terlihat murah," kata Jeremy Batstone-Carr analis di Charles Stanley.

Otoritas Eropa dinilai selalu gagal dalam mencari solusi dengan kebijakan yang kuat. Saat ini mereka dalam situasi yang genting karena waktunya tidak akan lama seperti semula. "Sampai kita mendapatkan jawaban maka pasar akan mendapatkan harga murah," lanjutnya.

Pada Selasa kemarin, Menteri Keuangan Eropa telah sepakat untuk melindungi bank-bank sebagai akibat dari keraguan keputusan bailout untuk Yunani.

Bursa Asia masih melemah seperti indeks Hang Seng turun 3,4% ke 16.250, indeks Nikkei turun 0,6% ke 8.382, indeks Shanghai turun 0,2% ke 2.359 dan indeks ASX naik 1,4% ke 3.926.

Emas makin diburu setelah Moody's memangkas peringkat utang Italia

Emas makin diburu setelah Moody's memangkas peringkat utang Italia
SINGAPURA. Harga emas terus naik untuk keempat kalinya dalam lima hari ini. Investor mencoba melindungi asetnya dari ketidakpastian ekonomi global dengan mengempit emas. Apalagi dengan adanya sentimen negatif dari penurunan peringkat utang Italia oleh Moody's Investors Service.

Harga emas untuk pengiriman segera naik 0,7% ke level US$ 1.634,75 per ounce dan sebelumnya diperdagangkan di angka US$ 1.627,65 per ounce pada 14:55 waktu setempat. Harga emas ini telah turun 2,1% kemarin (4/10), setelah sebagian investor menjual emas untuk menutupi kerugiannya di produk investasi yang lain.

Sementara itu, harga emas untuk pengiriman Desember 2011 menguat 0,9% ke level US$ 1.629,70 per ounce, setelah terpangkas 2,5% kemarin.

"Pasar memilih emas sebagai produk investasi yang dirasa paling aman saat ini selama krisis Eropa masih mengancam. Peningkatan permintaan terbesar berasal dari India dan China," ujar Jonathan Barratt Managing Director Commodity Broking Service Pty.

Menurut Threadneedle Asset Management Ltd. Holdings, fundamental emas untuk investasi jangka panjang masih kuat selama bank sentral dan para investor melanjutkan pembelian portofolio dengan melakukan diversifikasi produk.

Ups! Spanyol Gagal Keluar dari Krisis Utang

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Akibat perekonomian Spanyol gagal untuk menyeret diri keluar dari lumpur yang diciptakan oleh beban utang, Menteri Pekerjaan Valeriano Gomez mengakui bahwa kemungkinan akan kehilangan target pertumbuhan tahun ini.

Gomez mengatakan dalam sebuah wawancara dengan CNBC bahwa pemerintah menragetkan pertumbuhan produk domestik bruto sebesar 1,3 persen di 2011. "Kami mungkin tidak bisa mencapainya akibat ekonomi yang goyah di ambang resesi lagi dan pengangguran terus melambung," ujarnya.

Pada hari Selasa, muncul data bahwa Spanyol mengalami peningkatan pengangguran, tercatat September terburuk selama setidaknya 15 tahun, dengan 4,2 juta orang saat ini mengklaim manfaat pengangguran setelah PHK di sektor publik. Angka pengangguran sebesar 21 persen adalah yang tertinggi di Eropa. "Pertumbuhan 1 persen tahun ini jelas tidak cukup untuk menciptakan lapangan kerja," kata Gomez.

Dia meminta rekan zona euro Spanyoluntuk mempertimbangkan cara-cara alternatif meningkatkan pertumbuhan, daripada terus melakukan langkah-langkah penghematan. "Target defisit akan tercapai tahun ini dan tahun depan, tetapi kita harus menganalisis pada tingkat Eropa apakah target pertumbuhan akan tercapai," katanya. "Jelas negara dapat mencapai target defisit dengan memotong pengeluaran atau menaikkan pajak, tetapi kami kemudian akan memasuki siklus di mana resesi adalah risiko. Hasilnya tidak akan mengurangi defisit yang berasal dari pertumbuhan ekonomi yang kuat dan peningkatan keuangan publik dan pengurangan defisit struktural. Kita perlu menghindarinya."

"Dalam konteks peningkatan konsolidasi fiskal, kita akan berakhir dalam sebuah spiral dengan resesi lebih atau berakhir stagna," ia memperingatkan. "Kita perlu menganalisis bagaimana memulihkan pertumbuhan maksimum di bagian Eropa (negara-negara PIIGS)."

Bersama dengan Portugal, Irlandia, Yunani dan Italia, Spanyol dipandang sebagai salah satu wilayah negara euro yang paling berisiko default pada pembayaran utang. Ekonomi Spanyol tumbuh 0,4 persen dalam tiga bulan pertama tahun 2011 dan hanya 0,2 persen dalam tiga bulan ke depan. Analis semakin khawatir bahwa pertumbuhan mungkin akan jatuh ke wilayah negatif pada kuartal terakhir 2011 setelah Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi jauh lebih rendah dari 0,8 persen untuk Spanyol tahun ini.

Gomez mengatakan bahwa perekonomian Spanyol harus mampu menciptakan lapangan kerja antara 40-50 ribu hingga akhir tahun, dan saat ini masih sangat rendah.

"Kita harus memecahkan masalah likuiditas di sektor keuangan dan itu adalah kunci untuk keluar dari masalah ini," katanya. "Saya pikir negara ini sekarang siap untuk menyelesaikan krisis keuangan. Ini memiliki kondisi untuk kembali ke pertumbuhan, tetapi membutuhkan modal penting dan mendesak rekapitalisasi lembaga-lembaga keuangan kita."

Dia percaya ekspor merupakan kunci untuk merangsang pertumbuhan di Spanyol. "Spanyol harus mempertahankan tingkat ekspor yang tinggi dan kapasitas daya saing yang tinggi," katanya.

Bank Tetap Jatuh, Saham Eropa Bakal Rebound?

Headline
INILAH.COM, London - Saham Eropa Rabu (5/10) diperkirakan dibuka naik setelah semua indeks utama ditutup turun pada Selasa di tengah kekhawatiran bahwa bank menghadapi ancaman yang lebih buruk dari ketakutan dari zona euro.

Mengutip CNBC, indeks FTSE diperkirakan akan naik 67 poin, indeks DAX di Frankfurt diperkirakan dibuka naik 90 poin dan indeks CAC 40 diperkirakan akan lebih tinggi 47 poin. Indeks STOXX Europe 600 Banking Index akan berakhir turun 4 persen atau lebih kecil dari penurunan Selasa di 5,6 persen, sementara FTSE ditutup 2,58 persen menjadi 4.944,44, terpukul ke nilai penutupan terendah sejak Juli 2010.

Komisaris untuk urusan ekonomi Uni Eropa Olly Rehn mengatakan kepada Financial Times bahwa Menteri Keuangan Uni Eropa telah sepakat untuk memperhatikan posisi dari modal bank Eropa dan sedang mempertimbangkan rencana untuk mengkoordinasikan rekapitalisasi pada pertemuan mereka di Luksemburg.

Rehn mengakui bahwa para pembuat kebijakan zona euro telah gagal untuk bisa menenangkan kekhawatiran pasar bahwa bank tidak mungkin menahan krisis saat ini dan rally mendorong berita malam di Wall Street setelah hari-hari yang penuh gejolak.

Namun, pengumuman tersebut didahului oleh credit rating Moody's yang mendowngrade Italia dari AA2 ke A2 yang datang hanya setelah penutupan Wall Street hari itu.

Di Asia semalam, saham kehilangan keuntungan karena investor tetap khawatir tentang kemampuan dari zona euro untuk mengatasi krisis utang, meskipun ada jaminan baru bahwa kepala keuangan zona euro akan bertindak untuk melindungi bank-bank.

Euro beringsut mendekati level terendah dalam sembilan bulan di $ 1,3145 terhadap dolar di perdagangan Asia pada hari Selasa sebelum kembali sedikit ke $ 1,3284 dan terhadap yen, mata uang umumnya melemah 0,8 persen, mencapai terendah dalam 10 tahun rendah dari 101,82 yen sebelum pulih tipis.

Kanselir Jerman Angela Merkel akan bertemu dengan Presiden Komisi Uni Eropa Jose Manuel Barroso pada pukul 12:30 waktu London dan akan melakukan konferensi pers bersama pada pukul 15:15.

Prospek pajak transaksi keuangan Eropa cenderung menjadi agenda bersama dengan kekhawatiran atas bantuan tahap berikutnya ke Yunani dan tindakan yang akan diambil pada sektor perbankan.

Angka PDB Inggris untuk kuartal kedua tahun ini keluar pada hari Rabu pukul 9:30 dengan pernyataan perdagangan dari raksasa ritel Inggris Tesco dan Sainsbury. Perkiraan PDB kuartal kedua untuk Uni Eropa akan diumumkan pada pukul 10:00. Sebuah data dari sektor jasa di Eropa juga akan dirilis, dimulai pada pukul 8:50 dengan Prancis, Jerman pada pukul 8:55, Uni Eropa pada pukul 9:00 dan Inggris pukul 9:30.

Aksi beli BBRI & TLKM menopang laju IHSG di sesi pagi

JAKARTA. Aksi beli saham-saham, terutama bluechips berhasil menyokong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga bertahan di zona hijau pada sesi pertama.

Bloomberg mencatat, dua bluechips yang banyak dikoleksi pasar dan telah menopang posisi indeks, yaitu saham Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). BBRI ditutup reli 2,83% ke level Rp 5.450 per saham. Sementara, TLKM naik 2,01% ke Rp 7.600 per saham.

Mayoritas broker asing masih mendominasi pembelian kedua saham ini. Hingga sesi pertama berakhir, sejumlah 17,7 juta saham BBRI yang telah diboyong investor.

Adapun, tiga broker yang paling banyak mengoleksi saham BBRI dari sisi nilai pembelian, yaitu Deutsche Securities Indonesia mencapai Rp 28,57 miliar. Diikuti, BNP Paribas Securities Indonesia senilai Rp 10,70 miliar, dan Merrill Lynch Indonesia Rp sejumlah 10,33 miliar.

Sementara itu, volume saham TLKM yang dikoleksi sejumlah 8,99 juta saham. Deutsche Securities Indonesia menjadi broker dengan nilai pembelian terbesar, yaitu mencapai Rp 41,69 miliar. Lalu, J.P. Morgan Securities Indonesia sejumlah Rp 19,82 miliar, dan Kim Eng Securities sejumlah Rp 6,36 miliar.

Reli 119 saham menggiring IHSG ke zona hijau di sesi I

JAKARTA. Hingga sesi pertama perdagangan berakhir, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bertahan di zona hijau. IHSG ditutup menguat 14,95 poin atau sekitar 0,46% ke level 3.284,40.

Reli 119 saham mampu menyokong posisi indeks, meskipun mayoritas pasar Asia bergerak melemah. Sementara, 67 saham masih tergerus, dan 74 saham lainnya belum beranjak dari level penutupan kemarin.

Tujuh sektor yang diperdagangkan di bursa berhasil menguat, dipimpin sektor keuangan yang naik 1,11% dan sektor pertambangan yang maju 0,90%. Sedangkan, tiga sektor yang masih memerah, yaitu perkebunan yang jatuh 1,02%, sektor aneka industri melemah 1%, dan sektor manufaktur yang turun tipis 0,13%.

Transaksi di sesi pagi terbilang sepi, yaitu hanya melibatkan sekitar 2,096 milair saham. Nilai transaksi tercatat sekitar Rp 1,846 triliun.

Adapun, deretan saham yang berhasil menempati posisi top gainers di siang ini, yaitu saham Agis Tbk (TMPI) yang meroket 28,57% ke Rp 90. Diikuti, Akbar Indo Makmur Stimec Tbk (AIMS) yang melejit 25% ke Rp 250, juga saham Bank Mega Tbk (MEGA) yang naik 20% ke Rp 3.000.

Sementara, saham-saham yang terbenam di posisi top losers, diantaranya Intikeramik Alamasri Tbk (IKAI) yang tumbang 16,44% ke Rp 122. Lalu, Jaya Konstruksi Manggala Prata Tbk (JKON) yang jatuh 13,68% ke Rp 820, dan Star Pacific Tbk (LPLI) yang turun 11,67% ke Rp 159.

Lokal Pertahankan IHSG Sesi I Ditutup Positif

INILAH.COM, Jakarta - IHSG pada perdagangan sesi I Rabu (5/10) masih bertahan di zona positif dengan ditutup naik 0,47% ke level 3.285,06.

Penguatan indeks siang ini seiring sentimen positif dari penguatan bursa AS semalam, namun diperkirakan akan terkompensasi sentimen negatif dari penurunan rating Italia oleh Moody’s.

Bursa AS berhasil ditutup menguat sekitar 2% di akhir perdagangan semalam meski selama intraday bergerak melemah seiring sentimen positif dari otoritas Uni Eropa yang menyatakan mulai adanya kesepakatan untuk merekapitalisasi bank-bank yang terkena dampak krisis utang di Eropa. Harga komoditas dunia bergerak mixed dengan minyak kembali melemah ke level US$75,6/barel sementara Nikel -1,5% dan Timah +2,4%.

Bursa Asia siang ini mixed dengan kecenderungan melemah setelah Moody’s menurunkan rating utang Italia 3 level dari Aa2 menjadi A2 dengan outlook negatif ditambah dengan pernyataan potensi downgrade berikutnya pada negara-negara Eropa dengan rating dibawah Aaa. Shanghai turun 0,25%, Hang Seng turun 3,4%, Nikkei turun 0,88%, Seoul turun 2,19%. Sementara KLSE naik 0,55%, dan STI naik 0,06%.

Sebanyak 126 saham naik siang ini, sedang 76 saham turun, dan 80 saham stagnan. Indeks LQ45 sesi I ditutup naik 0,61% ke level 572,94, sedang JII naik 0,21% ke level 453,44.

Volume perdagangan siang ini sebanyak 1,63 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp1,59 triliun. Namun, asing terpantau masih melanjutkan aksi jual hingga siang ini dengan mencatatkan net foreign sell sebesar Rp138,45 miliar.

Saham-saham yang menguat tajam siang ini adalah GGRM naik 0,97%, MEGA naik 20%, UNTR naik 1,29%, HMSP naik 0,68%, DKFT naik 8,75%, dan ASRM naik 14,56%.

'Badai' Hantam Bursa Athena dan Sapu Saham Bank

Medium
INILAH.COM, Athena - Badai menghantam Athena Stock Exchange dan menyapu saham bank.

Mengutip Greek economic news portal Capital.gr, pada perdagangan Selasa (4/10) kemarin, Indeks ditutup anjlok 6,28% ke level 730,33. Saham bank jatuh 8,6%, di mana beberapa bahkan menderita kerugian dua digit.

Kepedulian terhadap pertemuan Eurogroup dan penundaan bailout ke-6 lebih berat daripada kata-kata menenangkan dari Menteri Keuangan Yunani Evangelos Venizelos bahwa Yunani default tidak ada pada diskusi, bahwa Yunani akan selalu tetap di euro dan bahwa negara memiliki likuiditas sampai pertengahan November.

September, volume transaksi multilateral BBJ naik 13,8%

September, volume transaksi multilateral BBJ naik 13,8%
JAKARTA. Volume transaksi multilateral di Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) pada September 2011 naik 13,8% dibandingkan bulan sebelumnya. Data BBJ menunjukkan, sepanjang September, volume kontrak mulatilateral mencapai 8.166 lot, berbanding volume Agustus sejumlah 7.176 lot.

Transaksi terbesar masih didominasi produk Kontrak Indeks Emas (KIE), GOLD250, KGEUSD, dan Olein.

Direktur BBJ Roy Sembel menyebut, secara umum kenaikan bulanan sebesar 13,8% ini terbilang cukup besar. "Transaksi di BBJ dalam beberapa bulan terakhir juga konsisten menguat, termasuk pada Agustus lalu, di saat transaksi di bursa komoditas lain justru turun," ujarnya, hari ini (5/10).

Adapun, jika kinerja transaksi multilateral pada September tahun ini dibandingkan dengan September 2010, maka terjadi kenaikan signifikan yaitu sebesar 725,4%. "Bulan ini, mencetak rekor tertinggi lagi untuk volume mulatilateral," imbuh Roy.

Sementara itu, volume transaksi mulatilateral kumulatif dalam sembilan bulan pertama di tahun ini juga meningkat 229% dibanding total transaksi tahun lalu. Sepanjang Januari - September 2011, tercatat volume transaksi mencapai 49.167 lot, dibandingkan volume transaksi di 2010 yang hanya 15.949 lot.

Sementara, untuk kumulatif transaksi bilateral, sepanjang Januari-September 2011 naik 61% menjadi 5,755 juta lot, dari total volume tahun lalu sekitar 5,401 juta lot.

Aksi Jual Asing Hambat Laju IHSG

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 14 poin akibat aksi beli di saham murah oleh investor domestik. Masih adanya tekanan jual asing membuat laju IHSG tersendat.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG menguat 17,109 poin (0,52%) ke level 3.286,560. Poin yang dicetak IHSG masih belum terlalu tinggi karena situasi global yang belum kondusif.

Aksi beli selektif mendorong IHSG sampai ke puncaknya hari ini di level 3.315,685. Sayangnya, tekanan jual asing masih belum reda sehingga laju IHSG sedikit terhambat.

Pada penutupan perdagangan sesi I, Rabu (5/10/2011), IHSG menguat 14,951 poin (0,45%) ke level 3.284,402. Sementara Indeks LQ 45 naik tipis 3,481 poin (0,61%) ke level 572,938.

Investor asing mulai akumulasi saham murah, meski pemodal asing masih melakukan jual bersih hingga siang hari ini. Saham-saham bank dan tambang yang kemarin jatuh, kini mulai diburu karena harganya sudah murah.

Beberapa saham-saham masih ada yang terkena tekanan jual, seperti di sektor agrikultur, aneka industri, dan manufaktur. Sedangkan sisa indeks sektoral lainnya sudah mampu cetak poin, dipimpin sektor finansial.

Perdagangan hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 57.786 kali pada volume 2,096 miliar lembar saham senilai Rp 1,846 triliun. Sebanyak 123 saham naik, sisanya 76 saham turun, dan 79 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia masih bergerak mixed hingga siang ini. Sentimen yang beredar hari ini cukup beragam, mulai dari menguatnya Wall Street hingga buruknya penyelesaian krisis utang Eropa.

Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang ini:
  • Indeks Nikkei 225 melemah 74,39 poin (0,88%) ke level 8.381,73.
  • Indeks Straits Times naik tipis 2,07 poin (0,08%) ke level 2.533,09.
  • Indeks Kospi anjlok 41,51 poin (2,43%) ke level 1.664,68.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 500 ke Rp 51.600, Bank Mega (MEGA) naik Rp 500 ke Rp 3.000, United Tractor (UNTR) naik Rp 250 ke Rp 19.600, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 200 ke Rp 29.400.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Dian Swastatika (DSSA) turun Rp 1.200 ke Rp 11.100, Astra Internasional (ASII) turun Rp 600 ke Rp 58.100, Sepatu Bata (BATA) turun Rp 500 ke Rp 56.000, dan Indomobil (IMAS) turun Rp 500 ke Rp 10.100.
(ang/dnl)

Sektor Swasta dan Publik Yunani Mogok Massal

Fed Tuding China Rusak Pemulihan Ekonomi Global
INILAH.COM, Athena - Sektor swasta dan publik di Yunani melakukan aksi mogol selama 24 jam.

Mengutip sebuah situs di negara itu, pelayanan publik akan ditutup, rumah sakit negara akan bekerja dengan personel gawat darurat saja. Pengacara juga akan bergabung dalam aksi pemogokan.

Gangguan utama berikutnya diperkirakan dalam transportasi umum, meskipun beberapa serikat pekerja belum membuat pengumuman yang pasti sejauh ini. Hal ini lebih mungkin bahwa Metro akan beroperasi selama beberapa jam untuk memfasilitasi orang untuk bergabung untuk memprotes.

Kereta api dan Proastiakos akan mogok juga selama 24 jam. Pelaut akan bergabung dengan pemogokan serta Lalu Lintas Udara Controller. Sedikitnya 30.000 pegawai negeri diberhentikan dan dipensiundinikan dan dilakukan pemotongan upah karyawan, dan kenaikan pajak. Pemogokan umum yang lain dijadwalkan untuk pada 19 Oktober 2011.

Rebound harga minyak memacu MEDC reli 2,1%

Rebound harga minyak memacu MEDC reli 2,1%
JAKARTA. Rebound harga minyak mentah berjangka memacu reli saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC). Saham emiten minyak terbesar di tanah air ini menguat 2,1% ke level Rp 1.40 per saham pada pukul 10.45 WIB.

Harga minyak mentah dunia rebound sebesar 3,7% ke posisi US$ 78,46 per barel pada perdagangan di pasar Asia. Ini reli pertamanya setelah tiga hari sebelumnya tergerus tajam.

Fed Tuding China Rusak Pemulihan Ekonomi Global

Fed Tuding China Rusak Pemulihan Ekonomi Global
INILAH.COM, Jakarta - Ketua Federal Reserve AS telah menuduh China merusak prospek pemulihan ekonomi global melalui intervensi di pasar mata uang yang disengaja untuk menurunkan nilai renminbi.

Berbicara hanya beberapa jam setelah pemerintah China menkritik tajam RUU mata uang di kongres AS yang akan menghukum Beijing untuk dugaan manipulasi mata uang, Ben Bernanke mengatakan kepada sebuah komite Kongres bahwa renminbi undervalued adalah untuk mencegah menyeimbangkan permintaan global menuju ekonomi pasar yang berkembang. "Saat ini, perhatian kita adalah bahwa kebijakan mata uang China yang menghambat apa yang mungkin menjadi proses pemulihan lebih normal dalam ekonomi global," katanya seperti dilaporkan Financial Times. "Rasanya sakit terjadi sampai batas tertentu dari pemulihan".

Suara mayoritas Senat AS pada hari Senin membuka perdebatan tentang RUU, jelas ditujukan untuk China, yang akan memberlakukan tarif impor dari negara-negara dengan mata uang undervalued. Pada hari Selasa, pemerintah China mengecam RUU di tiga rilisnya secara bersamaan dengan kementerian luar negeri, bank sentral dan Menteri Perdagangan, yang menyatakan RUU itu dapat memicu "perang dagang".

"Dengan menggunakan alasan 'ketidakseimbangan mata uang, RUU itu meningkatkan masalah nilai tukar, mengambil tindakan proteksionis, dan serius melanggar aturan Organisasi Perdagangan Dunia dan sangat mengganggu ekonomi China-AS dan hubungan perdagangan. China menyatakan oposisi dengan tegas untuk itu," ujar juru bicara kementerian luar negeri Ma Zhaoxu.

Sejak awal tahun ini, China telah membiarkan renminbi naik hanya 3 persen terhadap dolar. Sementara keluhan tentang misalignments nilai tukar di AS telah diredam karena dolar telah jatuh tahun ini terhadap kebanyakan mata uang mitra dagangnya, kemudian reli lagi baru-baru ini yang mengancam daya saing ekspor Amerika. Komentar Bernanke ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran tentang pelemahan baru di AS dan ekonomi global, meskipun ia tidak mengomentari RUU mata uang AS itu sendiri.

Pada hari Selasa, John Boehner, ketua Partai Republik DPR, menyarankan kehati-hatian atas RUU ini dengan mengatakan itu melampaui kewenangan Kongres. "Saya pikir itu cukup berbahaya untuk menggerakkan undang-undang melalui Kongres AS untuk memaksa seseorang untuk berurusan dengan nilai mata uang mereka," kata Boehner.

Rupiah keok karena sentimen pemangkasan peringkat utang Italia

Rupiah keok karena sentimen pemangkasan peringkat utang Italia
JAKARTA. Sentimen krisis Eropa kembali memicu tekanan pada rupiah. Hari ini, mata uang Garuda keok untuk hari ketiga.

Data kompilasi perbankan lokal menunjukkan, posisi rupiah tergerus 0,4% ke level Rp 8.940 per dollar AS pada pukul 9.51 di Jakarta. Sepanjang September, rupiah pun sudah melemah sebanyak 2,9%.

Otot rupiah melemah karena kabar negatif dari kawasan Eropa. Pasalnya, kemarin, negara-negara Eropa menunda pengucuran bailout baru untuk Yunani. Tak hanya itu, Moody's Investors Service memangkas peringkat utang Yunani sebanyak tiga level ke A2, karena kekhawatiran terhadap kemampuan pemerintah Italia mengendalikan utang.

Kedua sentimen itu memicu surutnya permintaan pada aset negara berkembang yang berisiko lebih tinggi.

Analis valuta asing dari PT Bank Himpunan Saudara Rully Nova menilai, rupiah melemah karena sentimen negatif dari gejolak keuangan global. "Namun, Bank Indonesia masih akan berada di pasar untuk melindungi rupiah," ujarnya, hari ini, di Jakarta.

Pada 3 Oktober lalu, Direktur kebijakan moneter Bank Indonesia Hendar menegaskan, bank sentral akan menstabilkan rupiah. BI akan melakukan intervensi di pasar mata uang, dengan mengatur pembelian dan penjualan valuta asing.

10 Tahun Bank of New York Manipulasi Valas

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Selama 10 tahun, Bank of New York Mellon menipu ribuan klien dalam transaksi pertukaran mata uang asing, pendapatan $ 2 miliar, menurut gugatan yang diajukan Selasa oleh Jaksa Agung New York Eric Schneiderman.

Mengutip Reuters, dari tahun 2001 sampai sekarang, bank terlibat dalam "kampanye multi-cabang dari penipuan" dirancang untuk menginduksi klien swasta dan pemerintah untuk percaya bahwa mereka akan menerima peringkat terbaik untuk transaksi mata uang asing.

Dalam kenyataannya, menurut dugaan, harga transaksi BNY Mellon mencatatkan yang terburuk atau hampir yang terburuk setiap hari. BNY Mellon kemudian mengantongi untuk dirinya sendiri perbedaan antara harga hari terburuk dan harga pasar yang ada pada saat transaksi dijalankan. Seorang juru bicara BNY Mellon mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa gugatan itu didasarkan pada kesalahpahaman mendasar dari pasar valuta asing dan peran bank kustodian.

Menurut gugatan itu, BNY Mellon membuat kesalahan untuk beberapa perusahaan terkenal, dana investasi, lembaga pendidikan, dana pensiun, dan organisasi pemerintah di dunia, termasuk Microsoft, Sears Roebuck & Co, Bank Dunia, Duke University, dan The Walt Disney Company. New York adalah negara terbaru untuk membawa klaim melawan BNY Mellon, yang telah berjuang melawan tuduhan FX yang berlebihan selama berbulan-bulan.

Virginia dan Florida mengajukan tuntutan hukum terhadap perusahaan pada bulan Agustus.

Jaksa Agung New York mengatakan gugatan, yang dibawa oleh kota New York, menambahkan klaim baru untuk tindakan whistleblower yang ada di bawah segel yang diajukan oleh FX Analytics pada tahun 2009.