Jumat, 14 Oktober 2011

Bursa Regional Memerah, IHSG Terpangkas 3 Poin

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri reli empat hari dengan melemah tipis 3 poin membuka perdagangan akhir pekan. Situasi ekonomi global yang kembali terguncang oleh turunnya peringkat Spanyol membuat bursa regional memerah.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat di posisi Rp 8.880 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di Rp 8.900 per dolar AS.

Pada perdagangan preopening, IHSG menipis 5,528 poin (0,13%) ke level 3.670,856. Sedangkan Indeks LQ 45 turun tipis 1,125 poin (0,17%) ke level 650,927.

Mengawali perdagangan akhir pekan, Jumat (14/10/2011), IHSG dibuka turun tipis 3,469 poin (0,10%) ke level 3.671,915. Indeks LQ 45 dibuka melemah tipis 0,982 poin (0,15%) ke level 651,070.

Hingga pukul 9.35 waktu JATS, pergerakan IHSG masih belum mengembirakan, turun 10,646 poin (0,29%) ke level 3.664,738. Sementara Indeks LQ 45 menipis 2,011 poin (0,31%) ke level 650,041.

Kemarin, IHSG ditutup menguat 39 poin namun tidak berhasil mempertahankan level tertingginya di 3.700. Profit taking setelah kenaikan yang cukup tinggi membuat IHSG tak berhasil mempertahankan performa terbaiknya.

Kabar negatif datang dari Eropa, peringkat Spanyol diturunkan oleh Standard & Poor's sebanyak 1 notch dari "AA" menjadi "AA-" dengan outlook negatif akibat tingginya pengangguran, kondisi finansial yang lebih ketat dan melemahnya perekonomian negara mitra dagang utang Spanyol.

Bursa-bursa Asia langsung terkoreksi merespons sentimen negatif tersebut. Hanya bursa saham Singapura yang masih kuat naik tipis.

Berikut situasi di bursa regional pagi ini:
  • Indeks Komposit Shanghai turun 14,59 poin (0,60%) ke level 2.424,20.
  • Indeks Hang Seng melemah 252,60 poin (1,35%) ke level 18.505,21.
  • Indeks Nikkei 225 terpangkas 63,68 poin (0,72%) ke level 8.759,57.
  • Indeks Straits Times naik tipis 2,59 poin (0,09%) ke level 2.736,56.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka menguat di posisi Rp 8.880 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di Rp 8.900 per dolar AS.

(ang/ang)

Reli enam hari pasar saham Asia terhenti akibat Spanyol

Reli enam hari pasar saham Asia terhenti akibat Spanyol
TOKYO. Bursa Asia dibuka di zona merah pagi ini. Pada pukul 09.44 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific turun 0,6% menjadi 117,02. Dalam enam hari belakangan, indeks acuan di kawasan regional ini sudah naik 9,7%.

Sementara itu, indeks Nikkei 225 Stock Average Jepang turun 0,7%. Sedangkan indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,9% dan indeks Kospi Korea Selatan turun 0,7%.

Penurunan saham-saham berkapitalisasi besar turut mempengaruhi bursa regional. Beberapa di antaranya adalah Nissan Motor Co yang turun 1,9% di Tokyo, Mitsubishi UFJ Financial Group Inc yang turun 0,6% dan BHP Billiton Ltd yang turun 2,3%.

Berakhirnya reli bursa Asia selama enam hari terahir disebabkan oleh pemangkasan kredit utang Spanyol oleh Standard & Poor's. Pelaku pasar cemas, krisis Eropa akan memukul perekonomian Eropa. Itu sebabnya, saham-saham berbasis ekspor di Asia pagi ini tampak melempem.

"Investor berharap Eropa akan segera menemukan solusi mengenai krisis kredit utangnya. Jika hal itu tidak terjadi, pasar akan kembali merosot. Secara politis, sekarang ini sangat sulit menemukan solusi. Pemerintah AS dan Eropa hanya memiliki opsi penggelontoran stimulus yang terbatas," papar Lee King Fuei, fund manager Schroeders Plc.

Bursa Jepang melorot tersengat sentimen pemangkasan rating Spanyol

Bursa Jepang melorot tersengat sentimen pemangkasan rating Spanyol
TOKYO. Bursa Jepang dilanda aksi jual pagi ini. Pada pukul 09.10 waktu Tokyo, indeks Nikkei 225 Stock Average turun 0,5% menjadi 8.780,56. Sedangkan indeks Topix turun 0,7% menjadi 753,45. Dari setiap enam saham yang naik, ada satu saham yang melorot.

Sejumlah saham yang pergerakannya mempengaruhi bursa Asia antara lain: Nissan Motor Co yang turun 1,8%, Mitsubishi UFJ Financial Group Inc turun 0,9%, dan Canon Inc yang turun 2,1%.

Penurunan bursa Jepang terjadi setelah Standard & Poor's Rating Services memangkas kredit utang Spanyol sebanyak satu level. Hal itu memicu kecemasan investor mengenai perlambatan ekonomi Eropa yang akan mengguncang ekonomi Asia.

"Investor berharap Eropa akan segera menemukan solusi mengenai krisis kredit utangnya. Jika hal itu tidak terjadi, pasar akan kembali merosot. Secara politis, sekarang ini sangat sulit menemukan solusi. Pemerintah AS dan Eropa hanya memiliki opsi penggelontoran stimulus yang terbatas," papar Lee King Fuei, fund manager Schroeders Plc.

Harga kontrak minyak masih mendekati level terendah dalam sepekan

Harga kontrak minyak masih mendekati level terendah dalam sepekan
SYDNEY. Harga kontrak minyak ditransaksikan tak banyak perubahan mendekati level terendahnya dalam sepekan terakhir. Pada pukul 09.48 waktu Sydney, harga kontrak minyak untuk pengantaran November berada di posisi US$ 84,14 per barel di New York Mercantile Exchange. Kemarin, harga kontrak minyak turun 1,6% menjadi US$ 84,23 per barel, level paling rendah sejak 7 Oktober lalu. Kendati begitu, harga kontrak minyak sudah naik 1,4% pada pekan ini dan turun 7,9% di sepanjang tahun ini.

Sementara itu, harga kontrak minyak jenis Brent untuk pengantaran November turun 0,2% menjadi US$ 111,11 per barel di ICE Futures Europe Exchange kemarin.

Rendahnya harga minyak terjadi setelah cadangan minyak menanjak melebihi prediksi, sementara tingkat konsumsi minyak melorot. Sekadar informasi, data Departemen Energi AS merilis data, cadangan minyak pada pekan lalu menanjak 1,34 juta barel. Sementara, 15 analis yang disurvei Bloomberg memprediksi, cadangan minyak akan bertambah 800.000 barel.

Pagi ini, harga kontrak minyak terus melanjutkan penurunan setelah Standard& Poor's Rating Services memangkas peringkat utang jangka panjang Spanyol dari AA menjadi AA-. S&P beralasan, prospek perekonomian Spanyol berisiko melambat.

Kinerja JPMorgan di bawah estimasi, Wall Street ditutup di zona merah

Kinerja JPMorgan di bawah estimasi, Wall Street ditutup di zona merah
NEW YORK. Sebagian besar saham yang ditransaksikan di bursa AS melorot. Pada pukul 16.00 waktu New York, indeks Standard & Poor's 500 turun 0,3% menjadi 1.203,66. Namun, indeks S&P 500 sudah rebound 9,8% dari posisi terendahnya tahun ini pada 3 Oktober lalu hingga kemarin. Sedangkan indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,4% menjadi 11.478,13. Sementara Nasdaq Composite Index naik 0,6%.

Salah satu penyebab turunnya Wall Street adalah kinerja JPMorgan Chase & Co yang lebih rendah dari estimasi pasar. Selain itu, ada pula kecemasan bahwa kenaikan pasar saham yang terjadi saat ini terkait optimisme krisis utang Eropa sudah terlalu tinggi.

Pada transaksi kemarin, saham JPMorgan melorot 4,8% setelah melaporkan adanya penurunan laba sebesar 33%. Sementara, saham Yahoo! Inc berhasil menanjak 3,8% setelah dirumorkan tengah dilirik oleh KKR & Co dan Blackstone Group LP.

"Sangat sulit menemukan pelabuhan di tengah tiupan badai. Pengumuman hari ini tidak membuat kondisi perbankan menjadi lebih baik. Kita masih diselimuti masalah Eropa. Namun, pasar saham bergerak cukup baik belakangan dan saat ini pelaku pasar memilih beristirahat sebentar," papar Barry James, President of James Investment Research di Xenia, Ohio.

Catatan saja, indeks S&P 500 sudah naik 4,5% dalam tiga hari terakhir setelah Kanselir Jerman Angela Merkel menegaskan pimpinan Eropa akan melakukan apapun untuk memastikan perbankan memiliki ketersediaan dana yang cukup. Sejak 5 Agustus lalu, pergerakan indeks S&P 500 berfluktuasi di kisaran 1.074,77 dan 1.230,71.

Kabar Negatif dari Spanyol, IHSG Bisa Terkoreksi Lagi

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup menguat 39 poin namun tidak berhasil mempertahankan level tertingginya di 3.700. Profit taking setelah kenaikan yang cukup tinggi membuat IHSG tak berhasil mempertahankan performa terbaiknya.

Pada perdagangan, Kamis (13/10/2011), IHSG menguat 39,453 poin (1,08%) ke level 3.675,384. Sementara Indeks LQ 45 naik 6,546 poin (1,01%) ke level 652,052.

Aksi profit taking diprediksi berlanjut pada perdagangan Jumat (14/10/2011). Investor akan memanfaatkan pelemahan bursa regional untuk melanjutkan aksi jual saham, mengambil untung setelah kenaikan tajam sebelumnya.

Apalagi ada kabar negatif dari Eropa yakni penurunan peringkat Spanyol. Lembaga pemeringkat Standard & Poor's menurunkan peringkat Spanyol 1 noth dari "AA" menjadi "AA-" dengan outlook negatif akibat tingginya pengangguran, kondisi finansial yang lebih ketat dan melemahnya perekonomian negara partner dagang utang Spanyol.

Bursa Wall Street kemarin akhirnya melemah. Indeks Dow Jones dan S&P 500 ditutup melemah setelah mengalami penguatan cukup signifikan. Namun Nasdaq menguat berkat lonjakan saham Vertex Pharmaceuticals Inc.

Koreksi indeks Dow Jones dan S&P 500 terjadi setelah keluarnya laporan keuangan JPMorgan dan data perdagangan di China menunjukkan pelemahan, sehingga menambah kekhawatiran dampak melambatnya pertumbuhan ekonomi pada perolehan laba.

Pada perdagangan Kamis (13/10/2011), indeks Dow Jones ditutup melemah 40,72 poin (0,35%) ke level 11.478,13. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 3,59 poin (0,30%) ke level 1.203,66 dan Nasdaq menguat 15,51 poin (0,60%) ke level 2.620,24.

Bursa-bursa regional langsung ikut melemah. Berikut pergerakan bursa regional pada Jumat pagi ini:
  • Indeks S&P/ASX turun 27,4 poin (0,65%) ke level 4.217,1.
  • Indeks Nikkei-225 melemah 40,34 poin (0,46%) ke level 8.782,91.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Panin Sekuritas:
IHSG kembali melanjutkan kenaikan pada perdagangan kemarin. Meski demikian dapat terlihat pergerakan saham bluechip mulai terbatas serta mulai muncul tekanan jual menjelang penutupan perdagangan. Euforia penurunan suku bunga BI Rate mulai mereda. Selain itu, investor kembali fokus pada masalah krisis hutang Eropa serta kekhawatiran pelemahan ekonomi global. Hari ini kami proyeksikan indeks akan bergerak mixed pada kisaran support-resistance 3.625-3.730.

eTrading Securities:
Perdagangan IHSG Kamis (13/10) ditutup naik 39.45 point (+1.09%) ke level 3,675.38 dengan jumlah transaksi sebanyak 18 juta lot dan nilai transaksi sebesar Rp6 triliun. Hampir seluruh sektor saham pada perdagangan kemarin mengalami penguatan kecuali sektor consumer (-0.44%).

Tercatat sebanyak 164 saham mengalami penguatan, 68 saham mengalami penurunan, 70 saham tidak mengalami perubahan dan 153 saham tidak diperdagangkan sama sekali. Saham-saham yang menjadi pendorong bursa a.l. ASII, BDMN, PTBA, BYAN dan INDF, sedangkan saham-saham yang menjadi pemberat bursa pada hari ini a.l. GGRM, TLKM, UNVR, PGAS dan TPIA. Asing tercatat melakukan net buy sebesar Rp933.9 miliar dengan saham yang paling banyak di beli adalah BUMI, ASII, BMRI, BBNI dan PTBA. Rupiah diperdagangkan kembali menguat 45 point ke level Rp8,870 per US Dollar.

Secara teknikal, Candlestick IHSG berpotensi membentuk poia spinning top yang mengindikasikan sinyal bearish reversal. MA 5 dan MA 20 telah berhasil membentuk golden cross namun Indikator stochastic sudah memasuki area overbought Pada perdagangan hari ini (14/10), diperkirakan IHSG berpotensi untuk bergerak fluktuatif dengan kecenderungan terkoreksi, diperkirakan IHSG akan bergerak pada range 3620-3714 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l ISAT, JPFA, dan EXCL.

(qom/qom)

Kamis, 13 Oktober 2011

Asing Tambah Posisi, IHSG Menguat 1%

INILAH.COM, Jakarta - Bursa saham Indonesia menguat 39,45 poin atau 1,009% ke 3.675,38 pada perdagangan Kamis (13/10). Volume perdagangan mencapai 8,8 miliar saham senilai Rp5,8 triliun.

Perdagangan diwarnai dengan 165 saham naik, 88 saham turun dan 71 saham stagnan. IHSG mengalami net foreign buy mencapai Rp908,1 miliar dengan pembelian asing sebesar Rp2,08 triliun dan penjualan asing sekitar Rp1,1 triliun.

Indeks JII naik 7,08 poin ke 509,57, indeks ISSI naik 1,5 poin ke 118,55 dan indeks LQ45 naik 6,5 poin ke 652. Penguatan didukung sektor pertambangan yang naik 55,7 poin ke 2.619 disusul sektor industri dasar yang naik 33,03 poin ke 1.213.

IHSG memasuki fase distribusi sekitar level strong resistance area antara 3.700–3.718. "Indikator memang belum memperlihatkan konfirm top reversal namun relatif rawan untuk hal itu terjadi," kata pengamat pasar modal, Stefanus Mulyadi Handoko.

Namun, jika terjadi koreksi dalam beberapa hari keepan maka target koreksi terdekat di 3.580-3.590. "Sejauh IHSG tidak mampu tembus level 3718 tetap disarankan SOS untuk saham- saham yang telah naik cukup signifikan atau paling tidak mulai kurangi posisi," katanya mengingatkan.

Penguatan ini bertahan seiring dengan bursa Asia yang tetap menghijau seperti saham Shanghai naik 0,7% ke 2.448, indeks Hang Seng naik 2,3% ke 18.752, indeks KLSE naik 1,07% ke 1.443, indeks Nikkei naik 0,9% ke 6.823, indeks STI naik 0,7% ke 2.757, indeks Kospi naik 0,7% ke 1.823.

Penghijauan sembilan sektor angkat indeks sebesar 1% di sesi sore

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berada di zona positif hingga penutupan sore. Pada pukul 16.00, IHSG tercatat naik1,09% menjadi 3.675,384.

Sembilan sektor menyokong lonjakan indeks sore ini. Sejumlah sektor yang menyokong indeks antara lain: sektor industri lain-lain dan sektor pertambangan dengan kenaikan masing-masing sebesar 2,80% dan 2,17%. Kendati begitu, masih ada juga sektor yang turun yakni consumer goods sebesar 0,44%.

Sekitar 164 saham ditransaksikan naik. Sedangkan 68 saham lainnya melorot dan 70 saham lainnya tak berubah posisi. Volume transaksi hari ini melibatkan 9,043 miliar saham senilai Rp 6,025 triliun.

Saham-saham penghuni top gainers hari ini adalah: PT SMR Utama (SMRU) naik 25% menjadi Rp 750, PT Voksel Electric (VOKS) naik 24,56% menjadi Rp 710, dan PT Pioneerindo Gourmet (PTSP) naik 24,24% menjadi Rp 820.

Tiga saham yang menduduki posisi top losers yaitu: PT Mulia Industrindo (MLIA) turun 12,24% menjadi Rp 430, PT Capitalinc Investment (MTFN) turun 11,11% menjadi Rp 320, dan PT Rigs Tenders (RIGS) turun 10% menjadi Rp 495.

IHSG Gagal Bertahan di Level 3.700

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 39 poin atas aksi beli asing yang cukup tinggi. Sayangnya, indeks gagal bertahan di level 3.700 dan hanya numpang lewat.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 8.875 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di Rp 8.940 per dolar AS.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG menguat 23,871 poin (0,65%) ke level 3.659,802 didorong rendahnya kekhawatiran atas krisis utang Eropa. Tingginya indeks dibayangi aksi ambil untung.

Aksi ambil untung terjadi di awal-awal perdagangan, tepat setelah indeks naik tinggi. Aksi ini tidak serta-merta membuat indeks jatuh ke zona merah karena aksi beli masih marak.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG menanjak 56,751 poin (1,56%) ke level 3.692,682. Membaiknya sentimen krisis utang Eropa dan harga komoditas memicu aksi beli investor baik domestik maupun asing.

Maraknya aksi beli sempat mendorong indeks menyentuh level psikologis 3.702,756. Namun, banyak investor yang berhati-hati dengan melepas portofolionya setelah posisi IHSG cukup tinggi.

Menutup perdagangan, Kamis (13/10/2011), IHSG menguat 39,453 poin (1,08%) ke level 3.675,384. Sementara Indeks LQ 45 naik 6,546 poin (1,01%) ke level 652,052.

Hanya saham-saham berbasis konsumer yang terkena profit taking sehingga melemah cukup dalam. Sisa indeks sektor lainnya menghijau, dipimpin saham-saham tambang.

Transaksi investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 943,896 miliar di seluruh pasar. Saham-saham yang banyak diburu asing antara lain Bumi Resources Tbk (BUMI), Astra Internasional (ASII), Adaro Energy (ADRO), dan Bank Mandiri (BMRI).

Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 206.192 kali pada volume 9,034 miliar lembar saham senilai Rp 6,025 triliun. Sebanyak 172 saham naik, sisanya 78 saham turun, dan 75 saham stagnan.

Bursa-bursa saham utama di regional masih betah di zona hijau dengan penguatan yang signifikan. Harapan adanya penyelesaian utang di krisis utang Eropa semakin cerah setelah ada sinyal persetujuan dari Slovakia.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional sore ini:
  • Indeks Komposit Shanghai naik 18,79 poin (0,78%) ke level 2.438,79.
  • Indeks Hang Seng melonjak 428,35 poin (2,34%) ke level 18.757,81.
  • Indeks Nikkei 225 menguat 84,35 poin (0,97%) ke level 8.823,25.
  • Indeks Straits Times naik tipis 2,42 poin (0,09%) ke level 2.740,17.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Astra Internasional (ASII) naik Rp 1.950 ke Rp 67.900, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 1.200 ke Rp 17.400, Goodyear (GDYR) naik Rp 800 ke Rp 9.800, dan Bayan (BYAN) naik Rp 750 ke Rp 20.000.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 2.050 ke Rp 58.950, Adira Mutifinance (ADMF) turun Rp 250 ke Rp 10.250, Unilever (UNVR) turun Rp 150 ke Rp 15.850, dan Chandra Asri (TPIA) turun Rp 150 ke Rp 3.350.

(ang/qom)

Aksi Ambil Untung Tekan Bursa Eropa

Headline
INILAH.COM, London - Bursa Eropa dibuka melemah tertekan oleh aksi ambil untung (profit taking) para investor yang dipicu oleh proyeksi penurunan angka perdagangan China.

Indkes FTSE turun 11,59 poin (0,21%) ke 5.430,26, indeks GDAXI naik 7,95 poin (0,13%) menjadi 6.002,42, dan indeks CAC40 naik 8,14 poin (0,25%) ke 3.237,90.

Sektor tambang adalah yang paling tertekan atas munculnya data proyeksi tersebut. Indeks STOXX Europe 600 Basic Resources turun 1,2%, indeks FTSEurofirst 300 turun 0,4% ke 973,63 setelah menduduki posisi tertinggi dalam 9 pekan sehubungan dengan munculnya kabar kesepakatan untuk meratifikasi penambahan dana penyelamatan zona Eropa.

Saham Rolls-Royce naik 7,9%, usai Pratt & Whitney menyatakan akan membeli saham Rolls-Royce melalui konsorsium International Aero Engines senilai US$1,5 miliar. [Reuters/mre].

Harga emas diprediksi masih akan menanjak

Harga emas diprediksi masih akan menanjak
SINGAPURA. Harga kontrak emas diprediksi akan kembali menanjak hari ini. Pada pukul 13.05 waktu Singapura, harga kontrak emas untuk pengantaran cepat ditransaksikan tak banyak berubah di posisi US$ 1.676,80 per troy ounce. Pada transaksi sebelumnya, kontrak yang sama sempat naik 0,5% menjadi US$ 1.684,38.

Kemarin, harga emas sempat menyentuh posisi US$ 1.692,18 per troy ounce, yang merupakan level paling tinggi sejak 23 September lalu seiring pelemahan dollar. Sementara itu, harga kontrak emas untuk pengantaran Desember turun 0,2% menjadi US$ 1.678,50 per troy ounce di COmex New York.

"Harga emas naik, tersokong oleh pelemahan dollar," jelas Natalie Robertson, analis Australia & New Zealand Banking Group Ltd.

Pergerakan harga emas hari ini lebih dipicu adanya ekspektasi bahwa Slovakia akan menyetujui rancangan dana bailout untuk memperkuat posisi euro. Kondisi tersebut meningkatkan pesona emas dalam mata uang dollar AS. Asal tahu saja, Slovakia merupakan satu-satunya negara dari 17 negara yang menolak European Financial Stability Facility.

Namun, diprediksi, Slovakia akan menyetujui rencana pemberian bailout tersebut paling lama besok setelah partai oposisi terbesar di negara itu menolak keputusan pemerintah.

"Harga emas naik seiring dengan melemahnya dollar," jelas Natalie Robertson, analis Australia & New Zealand Banking Group Ltd.

Mengapa Wall Street Diwarnai Aksi Demo?

Headline
INILAH.COM, New York - Mungkin sulit menjabarkan kelompok yang melakukan aksi di kawasan Wall Street. Tetapi salah satu alasannya mereka terjerat dalam student debt.

Salah satu peserta aksi, Rose Swidden yang datang ke taman Zuccotti di Lower Manhattan kawasan New York utara, selama ini dua belajar ilmu pertanian di Sunny Cobleskill. Dia mengharapkan lulus pada bulan Mei yang terjerat utang US$35.000. Saat ini, dia belum tahu cara melunasi utang itu.

"Kami melakukan apa yang disarankan, cari perguruan tinggi dan belajar. Anda akan mendapatkan pekerjaan. Anda akan mendapatkan rumah dan Anda akan keren," katanya.

Namun hal itu tidak terwujud hingga dia akan menyelesaikan studinya. "Dan itulah yang kami lakukan hingga selesai. Tetapi sekarang apa?," tegasnya, yang dikutip dari yahoofinance.com.

Tema utama dalam aksi yang menduduki kawasan Wall Street adalah menuntut adanya pembebasan biaya kuliah. Termasuk mengampuni student debt tentunya.

Saat ini tidak mungkin terealisi dengan kondisi ekonomi AS. Tetapi banyak pelajar AS telah terjerat dalam utang tersebut.

Selain Rose, ada FinAid.org yang merupakan situs bagi pelajar AS yang mengalami nasib student debt clock. Dari data mereka, utang mahasiswa AS terus melambung di atas US$1 triliun dalam hitungan bulan.

Para mahasiswa sempat mengalami booming kartu kredit pada tahun 2010. Mereka menggunakan kartu kredit untuk membiayai kuliah. Hasilnya sebagian besar lulusan 2011 memiliki utang hingga US$27.204.

Biaya kuliah merupakan salah satu pendorong inflasi inti dalam krisis utang di AS saat ini, menurut US Bureau of Labor Statistics.

Hal ini karena mahasiswa dan keluarganya tidak menyesuaikan pilihan pergurian tinggi dengan kondisi keuangan mereka. Selain itu, keahliannya tidak sesuai dengan pasar tenaga kerja.

Hal ini dialami Angelina yang juga mengikuti aksi itu. Dia lulusan perguruan tinggi bidang seni liberal bulan Mei lalu. Setelah lulus tidak memiliki prospek pekerjaan untuk bidangnya meskipun harus menanggung utang hingga US$28.000.

"Saya bisa meraih gelar untuk ilmu praktis seperti psikologi. Tetapi saya tertarik dengan seni liberal dan sekarang saya mengalami kesulitan," katanya.

Asing Net Buy, IHSG Sesi I Menguat 1,5%

INILAH.COM, Jakarta - Pergerakan IHSG Sesi I pada perdagangan Kamis (13/10) menguat 56,75 poin atua 1,5% ke 3.692,68. Volume perdagangan mencapai 5,3 miliar saham senilai Rp3,04 triliun.

Perdagangan diwarnai dengan 190 saham naik, 50 saham turun dan 65 saham stagnan. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp443,4 miliar dengan pembelian asing mencapai Rp1 triliun dan penjualan asing sebesar Rp557,2 miliar.

Indeks JII naik 9,6 poin ke 512,10, indeks ISSI naik 2,07 poin ke 119,10 dan indeks LQ45 naik 10,4 poin ke 655,97. Penguatan didukung sektor pertambangan yang naik 68,7 poin ke 2.632 disusul sektor perkebunan naik 48,5 poin ke 2.004.

Indeks sempat mengalami pelemahan karena aksi profit taking mendekati zona merah sehingga membentuk level terendah di 3.636,57. Namun akhirnya menguat lagi dengan level tertinggi di 3.696.

"IHSG masih di area beli, namun ada aksi ambil untung jangka pendek yang dilakukan investor untuk beralih ke portofolio sektor lain," kata analis saham Milenium Danatama Securities, Ahmad Riyadi, kepada INILAH.COM.

Menurutnya, IHSG masih cenderung naik dengan sentimen penurunan harga minyak dunia sert pertumbuhan ekonomi di kuartal IV yang akan lebih baik. "Ekspektasi pasar cenderung pada sektor pertambangan, perbankan dan properti," katanya.

Saham yang masih menguat seperti saham ASII naik Rp1.500 ke Rp67.450, GYDR naik Rp1.450 ke Rp10.450, UNTR naik Rp900 ke Rp23.450, ITMG naik Rp850 ke Rp42.850, PTBA naik Rp750 ke Rp16.950, DSSA naik Rp700 ke Rp14.200, MAPI naik Rp575 ke Rp5.000, AALI naik Rp550 ke Rp18.650, BYAN naik Rp550 ke Rp19.800, JPFA naik Rp475 ke Rp4.900, INDF naik Rp300 ke Rp5.600, INTP naik Rp300 ke Rp15.000, SMGR naik Rp300 ke Rp8.600, BDMN naik Rp250 ke Rp5.050, MYOR naik Rp250 ke Rp13.900.

Saham yang melemah seperti saham GGRm turun Rp2.000 ke Rp59.000, AMFG turun Rp100 ke Rp7.500, LTKM turun Rp100 ke Rp7.250, TPIA turun Rp100 ke Rp3.400.

Lonjakan sektor pertambangan berhasil membuat indeks sumringah di sesi I

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup positif pada sesi I. Per pukul 12.00, IHSG naik 1,56% menjadi 3.692,682.

Seluruh sektor memberikan sinyal hijau. Sektor pertambangan mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 2,68%. Baru kemudian disusul oleh sektor agrikultur dan sektor industri dasar dengan kenaikan masing-masing sebesar 2,48% dan 2,32%.

Sekitar 180 saham ditransaksikan naik. Sementara, 45 saham melorot dan 59 saham lainnya tak bergerak. Volume transaksi hari ini melibatkan 5,377 miliar saham senilai Rp 3,136 triliun.

Saham-saham yang mencatatkan kenaikan terbesar adalah: PT Pioneerindo Gourmet (PTSP) naik 24,24% menjadi Rp 820, PT Nusantara Inti Corpora (UNIT) naik 24% menjadi Rp 310, dan PT SMR Utama (SMRU) naik 23,33% menjadi Rp 740.

Sementara, saham-saham yang bercokol di posisi top losers adalah PT Sat Nusapersada (PTSN) turun 20% menjadi Rp 16, PT Prima Alloy Steel (PRAS) turun 13,25% menjadi Rp 72, dan PT Lamicitra Nusantara (LAMI) turun 6,74% menjadi Rp 166.

Menanjak 56 Poin, IHSG Dekati Level 3.700

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melirik level psikologis 3.700 setelah menanjak 56 poin. Membaiknya sentimen krisis utang Eropa dan harga komoditas memicu aksi beli investor baik domestik maupun asing.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG menguat 23,871 poin (0,65%) ke level 3.659,802 didorong rendahnya kekhawatiran atas krisis utang Eropa. Tingginya indeks dibayangi aksi ambil untung.

Aksi ambil untung terjadi di awal-awal perdagangan, tepat setelah indeks naik tinggi. Aksi ini tidak serta-merta membuat indeks jatuh ke zona merah karena aksi beli masih marak.

Pada penutupan perdagangan sesi I, Kamis (13/10/2011), IHSG menanjak 56,751 poin (1,56%) ke level 3.692,682. Indeks LQ 45 menguat 10,464 poin (1,62%) ke level 655,970.

Saham-saham komoditas masih menjadi primadona perdagangan sejak beberapa hari lalu, tak terkecuali hari ini. Indeks sektor agri dan tambang menguat paling tinggi diantara lainnya.

Penguatan ini juga tak lepas dari dana asing yang mulai mengucur masuk lantai bursa. Hingga siang ini, pembelian bersih (net buy) asing nilainya sudah lebih dari Rp 400 miliar.

Aksi beli yang terjadi hari ini didorong turunnya kekhawatiran akan default utang Yunani atas komitmen kuat ECB membantu peningkatan dana talangan yang dibutuhkan perbankan di zona Euro setelah Slovakia memberikan sinyal persetujuan.

Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 110.281 kali pada volume 5,377 miliar lembar saham senilai Rp 3,136 triliun. Sebanyak 188 saham naik, sisanya 50 saham turun, dan 65 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia akhirnya kompak menguat setelah pagi tadi bergerak mixed. Inflasi China yang masih terkendali mengangkat rasa percaya diri investor.

Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang ini:
  • Indeks Komposit Shanghai naik 12,19 poin (0,50%) ke level 2.432,19.
  • Indeks Hang Seng melonjak 350,62 poin (1,91%) ke level 18.680,08.
  • Indeks Nikkei 225 menanjak 93,43 poin (1,07%) ke level 8.832,33.
  • Indeks Straits Times menguat 12,61 poin (0,46%) ke level 2.750,36.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Astra Internasional (ASII) naik Rp 1.500 ke Rp 67.450, Goodyear (GDYR) naik Rp 1.450 ke Rp 10.450, United Tractor (UNTR) naik Rp 900 ke Rp 23.450, dan Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 850 ke Rp 42.850.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 2.000 ke Rp 59.000, Asahimas (AMFG) turun Rp 100 ke Rp 7.500, Telkom (TLKM) turun Rp 100 ke Rp 7.250, dan Chandra Asri (TPIA) turun Rp 100 ke Rp 3.400.

(ang/qom)

Indeks acuan Negeri Sakura menanjak ke level tertinggi dalam sebulan

Indeks acuan Negeri Sakura menanjak ke level tertinggi dalam sebulan
TOKYO. Bursa Jepang menanjak pada transaksi hari ini. Pada pukul 12.38 waktu Tokyo, indeks Nikkei 225 Stock Average naik 1,3% menjadi 8.851,02. Level tersebut kian mendekati posisi tertingginya sejak 16 September lalu. Sedangkan indeks Topix naik 1,1% menjadi 761,67.

Sejumlah saham yang pergerakannya mempengaruhi bursa Negeri Sakura ini antara lain: Mitsubishi UFJ Financial Group Inc yang naik 1,8%, Fanuc Corp yang naik 3,4%, dan Advantest Corp yang naik 6,2%.

"Akhirnya, kecemasan krisis utang Eropa akan mengguncang perekonomian global mulai mereda. Sentimen pasar mulai membaik," jelas Mitsushige Akino, analis Ichiyoshi Investment Management Co.

Catatan saja, indeks Topix sudah merosot sebesar 16% di sepanjang tahun ini hingga kemarin.

Mata uang Asia perkasa menyambut berita positif Eropa

Mata uang Asia perkasa menyambut berita positif Eropa
SEOUL. Mata uang Asia kembali perkasa. Hari ini, won Korea Selatan dan peso Filipina yang memimpin penguatan. Pada pukul 11.40 waktu Seoul, won menguat 0,8% menjadi 1.158,03 per dollar. Sementara, peso Filipina menguat 0,2% menjadi 43,31 dan dollar Taiwan menguat 0,2% menjadi NT$ 30,339.

Won Korea Selatan bertengger di level paling perkasa dalam tiga pekan terakhir di posisi 1.154,78 setelah Senat AS menyetujui kesepakatan perdagangan bebas dengan Korsel. Selain itu, dalam tiga hari terakhir, nilai pembelian saham-saham di Negeri Ginseng itu mencapai US$ 185 juta.

Sedangkan peso Filipina bercokol di posisi terkuat dalam empat minggu belakangan di tengah optimisme akan program pemerintah dalam meningkatkan anggaran belanja untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Sekadar tambahan, kemarin, Presiden Benigno Aquino merilis paket stimulus senilai US$ 1,7 miliar.

"Stimulus paket ekonomi akan berdampak positif bagi perekonomian. Peso mendapat keuntungan dengan adanya berita positif dari Eropa," jelas Ed Garcia, currency trader East West Banking Corp di Manila.

Secara umum, penguatan mata uang Asia pada hari ini terdongkrak optimisme bahwa Eropa akan berhasil menangani krisis utang. "Pasar saat ini cukup lega dengan adanya berita positif dari Eropa. Jika ingin melihat pasar saham terus melanjutkan reli, harus ada aksi nyata dari rencana yang dibuat," jelas Oh Suk Tae, head of research SC First Bank Korea Ltd.

Setelah empat hari tertekan, rupiah menguat hari ini

Setelah empat hari tertekan, rupiah menguat hari ini
JAKARTA. Rupiah akhirnya menguat dan mengakhiri tekanan yang terjadi selama empat hari. Data antar bank lokal yang dihimpun Bloomberg menunjukkan, nilai tukar rupiah menguat 0,1% ke level Rp 8.920 per dollar AS pada pukul 9.10 di Jakarta.

Otot rupiah terdongkrak setelah dana asing kembali masuk ke aset domestik. Data bursa menunjukkan, asing membeli saham lokal senilai US$ 131 juta, lebih besar dari jumlah yang mereka jual dalam tiga hari pertama di pekan ini.

Investor ingin mengambil keuntungan dari pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pada 11 Oktober, Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution memaparkan, ekonomi Indonesia mungkin akan tumbuh 6,6% di tahun ini, setelah tumbuh 6,1% di 2010.

Sementara itu, Deputi Gubernur BI Hartadi Sarwono memastikan, bank sentral akan menjual dollar AS bila diperlukan untuk memudahkan volatilitas nilai tukar rupiah.

Kepala treasury PT Bank Resona Perdania Lindawati Susanto menyebut, dana asing akan kembali masuk ke pasar saham. "Bank sentral telah berkomitmen untuk masuk ke pasar untuk mengurangi volatilitas," ujarnya di Jakarta, hari ini.

Kemarin, harga obligasi pemerintah reli untuk hari kelima setelah Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 6,50%. Adapun, data Inter-Dealer Market Association menunjukkan, imbal hasil obligasi pemerintah bertenor 10 tahun turun dua basis poin menjadi 6,56%.

Reminder Cum Date Dividen BWPT dan Right Issue KIJA 13/10/2011

Berikut ini kami informasikan bahwa pada hari ini 13 October 2011 adalah Cum Date untuk pelaksanaan kegiatan Corporate Action sebagai berikut :

No.

Kode Efek

Nama Efek

Jenis Kegiatan

1.

BWPT

BW PLANTATION Tbk.

Dividen Tunai Rasio Rp 9.- per saham

2.

KIJA

KAWASAN INDUSTRI JABABEKA Tbk

Right Issue Rasio Setiap 500 saham yang dimiliki dapat 219 Right (500:219) , harga pelaksanaan Rp 250.- per saham
Efektif Perdagangan dan Pelaksanaan tgl. 20-26 Oktober 2011, Kode Right : KIJA-R

Target IHSG Berikutnya, 3.800-3.900

INILAH.COM, Jakarta – IHSG berpeluang melaju ke target resistance 3.800-3.900. Hanya saja, penembusan 3.600 kemarin, harus dilihat konfirmasi kekuatannya hingga akhir pekan ini.

Pada perdagangan Rabu (12/10), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup naik 104,178 poin (2,95%) ke level 3.635,931, dengan intraday tertinggi di 3.637,12 dan terendah di 3.516,62. Demikian pula indeks saham unggulan LQ45 yang naik 22,606 poin (3,63%) ke level 645,506.

Pengamat pasar modal David Cornelis mengatakan, dalam jangka pendek indeks saham domestik mulai ke arah penguatan. Artinya, ada sinyal bullish di market saat ini, namun perlu dikonfirmasi di level resistance terdekatnya.

Sedangkan dalam jangka menengah, lanjut David, indeks masih dalam trading range (sideline di level support 3.300 hingga resistance 3.600). “Ini menunggu konfirmasi, apakah kembali ke bullish track atau msh akan sideways, atau balik kembali ke bearish menuju support kuat di sekitar 3.200-3300,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (12/10).

Menurutnya, penentuan konfirmasi tersebut ada di level 3.600-3.700. Jika ditembus ke atas, artinya dalam jangka menengah IHSG kembali positif. Karena itu, setelah tembus resistance 3.600 pada perdagangan Rabu (12/10), arah IHSG dalam jangka pendek, kecenderungannya tetap naik menuju resist selanjutnya di 3.800-3.900.

Hanya saja, David menggarisbawahi, setelah mampu tembus 3.600, harus dilihat konfirmasi kekuatan penembusan itu dalam 2 hari yang tersisa di pekan ini. “Saat ini, masih ada resistances minor di sekitar 3.600-3.700. “Arahnya cenderung ke atas menembus resistance itu ke arah 3.800-an dalam jangka pendek. Sebab, sentiment saat ini cenderung positif,” ucap David.

Hanya saja, dia menegaskan, pasar perlu konfirmasi kekuatan sinyal bullish itu, apakah terus menembus resistance-resistance minor atau tidak. “Kalau penembusan ke atas level psikologis 3.600 kuat, level 3.600 itu dapat dijadikan support,” ungkap dia.

Dia menegaskan, resistance 3.600 itu akan berubah menjadi support ketika tertembus dan cukup kuat tidak jatuh lagi ke bawah 3.600 dalam 2 hari ini. “Maka, jika tetap berada di atas 3.600. Dalam jangka pendek-menengah, IHSG kembali ke 'track bullish'nya dan menuju ke next target di 3.800-3.900,” ungkapnya.

Secara fundamental, earning season dan penurunan BI rate pekan ini dapat menjadi katalis kenaikan IHSG dalam jangka pendek setelah menguat dalam 6 hari terakhir. Tapi, itu juga diselingi koreksi sehat di akhir pekan lalu.

Dia berpendapat, BI rate tidak perlu turun lebih lanjut setelah diturunkan ke level 6,5% sejak ditetapkan Februari lalu 6,75%. Inflasi maupun ekspektasi inflasi memang rendah, namun volatilitas di pasar uang masih perlu diperhatikan. “Jika pergerakan Rupiah terlalu ‘liar’ dapat memberi efek negatif ke pasar modal (IHSG) dalam jangka pendek,” tandasnya.

Lebih jauh David menjelaskan, dalam view jangka menengah, IHSG akan terpangkas hingga double digit dari penutupan akhir tahun lalu. Menurutnya, dengan P/E sekitar 14 kali, sektor pertambangan dan pertanian menjadi menarik karena sudah terdepresiasi sangat dalam.

Begitu juga sektor aneka industri dan konsumsi serta keuangan yang menjadi primadona karena sifatnya sebagai defensive stocks ketika market sedang gonjang-ganjing.

Dalam jangka menengah, Indonesia tetap tidak akan dapat terlepas dari pengaruh krisis perekonomian global (khususnya Eropa & AS). Sebab, efek transmisi dan tautan antar pasar/bursa, sedikit banyaknya akan terguncang karena faktor eksternal tersebut.

Namun, menurutnya, dampak krisis global ke Indonesia masih terbatas melalui jalur perdagangan riil saja (tidak meluas ke makro).

Dari luar negeri, David menambahkan, Yunani berencana mengeluarkan 880 juta euro untuk obligasi sebagai jaminan berdasarkan kesepakatan bailout senilai 109 miliar euro. Jika tidak ditanggulangi, bisa saja terjadi domino efek ke perlambatan ekonomi (bahkan krisis ekonomi) Jerman dan Perancis, serta pasar keuangan bergolak di seluruh dunia.

Di sisi lain, penerbitan Eurobond bukan solusi untuk mencegah penularan krisis dari Yunani. Penerbitannya, menurut David, justru akan menaikkan biaya pinjaman obligasi negara lain.

Stimulus fiskal yang bersumber dari utang luar negeri saat ini relatif sulit diterapkan karena banyak negara yang mengalami defisit anggaran lebih besar ketimbang Produk Domestik Bruto (PDB)-nya. “Kebijakan ini harus sangat hati-hati dan bisa kontraproduktif dengan kebijakan The Fed ‘Operation Twist’,” imbuh David. [ast]