Rabu, 28 Desember 2011

Isu Iran Paksa Bursa Eropa Bergerak Tipis

Headline
INILAH.COM, London - Bursa saham Eropa cenderung melemah pada perdagangan Rabu (28/12) dengan kekhawatiran terhadap ancaman Iran untuk menghentikan pasokan minyak yang melalui Selat Hormuz.

Indeks FTSE naik 0,02% ke 5.514, indeks CAC turun 0,03% ke 3.102 dan indeks DAX turun 0,4% ke 5.861. Untuk indeks saham bluechip naik 0,1%. Demikian mengutip yahoofinance.com.

Meskipun menerima kebijakan baru dengan injeksi likuiditas besar-besaran oleh Bank Sentral Eropa (ECB) tetapi indeks saham sektor bank turun 0,6%. Sebab sesama bank tidak ada saling kepercayaan sehingga mereka memilih instrumen deposito di fasiltias seperti di ECB dari pada meminjamkan satu sama lain.

"Ini soal keengganan bank yang harus meminjamkan satu sama lain. Mereka lebih memilih menahan dana dari pada masuk dalam pasar antar bank," kata Chriss Weston, dari IG Markets.

Sementara bursa saham Asia mayoritas juga melemah seperti indeks Hang Seng turun 0,7%, indeks Shanghai turun 0,3%, indeks Nikkei turun 0,2%, indeks Kospi turun 0,9%, indeks STI turun 0,2%.

Perbankan Zona Euro Ramai-ramai Simpan Dana di ECB

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Bank-bank zona euro dilaporkan menyimpan sejumlah dana di Bank Sentral Eropa (ECB), beberapa hari usai bank sentral tersebut menyuntikan likuiditas. Ada apa?

Bank-bank tersebut menempatkan dana hampir 412 miliar euor atau sekitar US$539 miliar dalam fasilitas deposito ECB selama libur Natal, yang menyebabkan suku bunga rendah. Saat kondisi normal deposit ini hanya digunakan bank-bank untuk memarkir kelebihan dana tunai.

Penggunaan fasilitas deposit ini terjadi sesudah penyuntikan likuiditas ECB, oleh lebih dari 520 bank yang meminjam 489 miliar euro dari ECB minggu lalu dengan skema pinjaman 3 tahun. Menurut analis, hal ini justru menunjukkan bahwa banyak dari dana yang disediakan oleh bank sentral belum dimanfaatkan oleh bank.Namun mereka juga mengingatkan bahwa terlalu dini untuk menilai ECB berhasil dalam pemberian pinjaman pada saat perdagangan hari libur tipis.

Rekor sebelumnya untuk penggunaan fasilitas deposito ECB tercatat sebesar 384 miliar euro pada Juni 2010. Popularitas fasilitas ini naik-turun dengan adanya krisis keuangan, dimana setiap peningkatan dana yang besar terjadi bisa menjadi indikasi bukti ketegangan pasar. Volume pasar antar bank telah merosot dalam beberapa bulan terakhir.

Fasilitas deposito ECB hanya memiliki suku bunga 0,25%, lebih redah dibanding tingkat suku bunga 1% yang diberikan ECB dalam penyuntikan likuiditas berskema 3 tahun. Pengamat pasar setuju bahwa suntikan likuiditas telah memangkas risiko kegagalan bank Eropa, tetapi menunjukkan bahwa bank-dan nasabah mereka-kemungkinan masih kurang percaya diri untuk meningkatkan pasokan kredit.

"Meskipun suntikan likuiditas dengan skema tiga tahun cukup besar, namun bank masih khawatir akan sistem saat ini terkait ketidakpastian kondisi Uni Eropa," ungkap analis perbankan Morgan Stanley Huw van Steenis, seperti dikutip dari CNBC.com di Jakarta, Rabu (28/12). Penggunaan fasilitas deposito hingga tahun baru menunjukkan bahwa bank sentral telah gagal dalam meringankan neraca bank.

Sebuah tes ketertarikan akan surat utang Eropa akan berlangsung saat lelang surat utang Italia berjangka waktu 6 bulan sebesar 9 miliar euro dan surat utang berjangka waktu 2 tahun sebesar 2,5 miliar euro. Roma juga berencana melelang surat utang dengan nilai antara 5-8 miliar euro pada hari Kamis waktu setempat. Beberapa analis khawatir bila bank tetap memilih untuk menyimpan dana di ECB daripada berinvestasi di surat utang Italia.

Harga emas turun ke titik terendah dalam sepekan

Harga emas turun ke titik terendah dalam sepekan
SINGAPURA. Harga emas turun ke titik terendah dalam sepekan ini. Penurunan harga ini akibat kekhawatiran eskalasi krisis utang Eropa yang akan memberatkan pertumbuhan ekonomi global serta menurunnya permintaan dari India dan China.

Di pasar spot, harga emas sudah turun sebesar 0,5% ke level US$ 1.586,13 per troy ounce. Ini merupakan harga terendah sejak 19 Desember 2011 lalu.

Sedangkan harga kontrak emas untuk pengiriman Februari sudah turun 0,4% ke level US$ 1.588,8 per troy ounce di Bursa Comex, New York.

Melorotnya harga emas seiring dengan kebijakan China yang melarang perdagangan emas di pasar spot dan berjangka di Shanghai Gold Exchange dan Shanghai Futures Exchange. Kebijakan China ini sebagai upaya untuk menindak tegas perdagangan ilegal emas.

Sementara permintaan di India menurun seiring dengan melemahnya nilai tukar rupee. "Pelemahan nilai tukar rupee telah menahan harga emas tetap tinggi dan membendung hasrat warga India membeli perhiasan," katan James Steel, Analis HSBC Securities USA Inc.

Net Buy Asing Gagal Angkat IHSG Sesi I

INILAH.COM, Jakarta - Pada perdagangan sesi I Rabu (28/12) IHSG ditutup turun 0,43% ke level 3.773,11.

Penurunan indeks siang ini masih seiring sentimen negatif dari koreksi yang terjadi di bursa regional memfaktorkan data ekonomi AS yang mixed terutama penurunan harga rumah di beberapa wilayah AS dan rilis data factory output Jepang di bulan November yang turun 2,6% seiring penurunan ekspor negara tersebut karena tingginya nilai tukar Yen dan banjir di Thailand. Di Asia, selain KLSE yang naik 0,31%, semua saham mengalami koreksi. Shanghai turun 0,66%, Hang Seng turun 0,67%, Nikkei turun 0,06%, STI turun 0,29%, dan Seoul turun 1,12%.

Bursa AS dan Eropa semalam bergerak sideways dengan volume perdagangan yang sangat tipis seiring investor masih dalam masa libur panjang akhir tahun. Sentimen positif dari rilis data consumer confidence AS di bulan Desember yang kembali naik lebih tinggi dari ekspektasi terkompensasi oleh sentimen negatif penurunan harga rumah di beberapa wilayah AS.

Sebanyak 97 saham terpantau turun siang ini, 90 saham naik, dan 111 saham masih stagnan. Indeks LQ45 sesi I ditutup turun 0,63% ke level 665,77, sedang JII turun 0,57% ke level 529,51.

Volume perdagangan siang ini sebanyak 1,07 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp608,46 miliar. Namun asing masih terus berada di pasar hingga siang ini dengan mencatatkan net foreign buy senilai Rp91,42 miliar.

Saham-saham yang turun tajam siang ini adalah MBAI turun 6,32%, ASII turun 0,74%, GGRM turun 0,73%, AALI turun 1,16%, BYAN turun 1,39%, dan ITMG turun 0,52%.

Pilih Saham Target Window Dressing

INILAH.COM, Jakarta – Laju IHSG hingga penutupan diprediksi melemah. Tapi, saham-saham berfundamental kuat dan berkapitalisasi besar bakal jadi target window dressing.

Pada sesi pertama perdagangan Rabu (28/12), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 16,31 poin (0,43%) ke level 3.773,111. Begitu juga indeks saham unggulan LQ45 yang turun 4,25 poin (0,63%) ke angka 665,766.

Laju indeks siang ini sangat sepi, hanya didukung oleh volume transaksi yang tercatat mencapai 1,06 miliar lembar saham di pasar reguler dan total mencapai 4,3 miliar. Sementara itu, nilai transaksi hanya mencapai Rp608,4 miliar di pasar regular dari total Rp1,01 triliun dan frekuensi 39.921 kali.

Sebanyak 89 saham menguat, sedangkan 97 saham melemah dan 111 saham stagnan. Hanya saja, pelemahan indeks, justru diwarnai aksi beli dari investor asing yang mencatatkan transaksi nilai beli bersih (net foreign buy) sebesar Rp91,4 miliar. Rinciannya, transaksi beli mencapai Rp278,8 miliar sedangkan transaksi jual sebesar Rp187,4 miliar.

Mayoritas sektor saham mendukung pelemahan indeks. Saham sektor infrastruktur memimpin pelemahan 0,78%, disusul keuangan 0,68%, pertambangan 0,57%, aneka industri 0,44%, industri dasar 0,36%, manufaktur 0,31%, perkebunan 0,19%, konsumsi 0,16%, dan perdagangan 0,02%. Hanya sektor properti yang menguat 0,48%.

Kepala Riset Valbury Asia Securities Alfiansyah memperkirakan, laju indeks saham domestik hingga penutupan sore nanti bakal melemah. “Support indeks berada di level 3.763 dan resistance 3.811,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (28/12).

Menurutnya, pelemahan indeks hari ini salah satunya dipicu oleh kondisi eksternal yang tidak mendukung sehingga memiliki risiko yang tinggi bagi market. Karena itu, pelaku pasar lebih memilih untuk memegang cash dibandingkan transaksi saham. “Pasar masih melihat bayang-bayang negatif yang bisa menekan kondisi pasar,” ujarnya.

Momentum itu, dimanfaatkan untuk aksi ambil untung (profit taking) seiring minimnya insentif ke pasar untuk mengimbangi sentiment negatif. “Kecuali, jika ada berita yang signfikan positifnya. Tapi, hingga penutupan hari ini insentif positif itu di market diperkirakan tidak muncul,” ungkap Alfiansyah.

Bayang-bayang negatif, lanjtunya, datang dari Eropa di mana pasar menghawatirkan ancaman downgrade dari lembaga pemeringkat pada awal 2012. Berbagai lembaga akan kembali mengkaji semua peringkat utang kawasan eurozone. “Dikhawatirkan, mereka tidak akan segan-segan untuk kembali men-downgrade peringkat utang Uni Eropa,” paparnya.

Lalu, pasar juga masih mencemaskan lonjakan yield obligasi Eropa pada tiap lelang yang memberikan pengaruh cukup kuat pada pasar modal global. Di sisi lain, pasar masih menantikan rencana AS untuk melanjutkan program stimulus ekonomi yakni Quantitative Easing (QE) tahap ketiga. “Jika direalisasikan, seharusnya jadi sentiment positif di market. Sebab, kebijakan itu diekspektasikan akan mendongkrak perekonomian AS menjadi lebih baik pada 2012,” tuturnya.

Dalam situasi market yang tak pasti, menurutnya, strategi yang cocok adalah pola trading jangka pendek pada saham-saham yang berfundamental kuat dan berkapitalisasi besar. Memang, dalam tekanan jual yang kuat, saham-saham dalam kategori ini juga bakal terimbas negatif. “Tapi, saham-saham ini berpeluang jadi penggerak indeks untuk membentuk pola window dressing dalam 3 hari sisa perdagangan 2011,” ucapnya.

Saham-saham pilihannya adalah PT Astra Internasional (ASII), PT Bank Mandiri (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Telkom (TLKM), PT Indofood Sukses Makmur (INDF), PT Semen Gresik (SMGR), PT Indocement Tunggal Prakasa (INTP), PT Bukit Asam (PTBA), PT Astra Agro Lestari (AALI) dan PT United Tractor (UNTR). “Saya rekomendasikan buy on weakness saham-saham tersebut dengan pola trading jangka pendek,” imbuhnya.

Tekanan Jual Tinggi, IHSG Berkurang 16 Poin

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkena tekanan jual sehingga berkurang 16 poin. Investor kurang bergairah berdagang sehingga volume dan nilai transaksi tipis seperti perdagangan sebelumnya.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG berkurang 6,619 poin (0,18%) ke level 3.782,806 terseret arus negatif bursa Asia. Volume perdagangan yang masih serba tipis membuat indeks sulit bergerak ke atas.

Tekanan jual langsung terjadi begitu pembukaan perdagangan, bahkan indeks sempat parkir di posisi terendahnya hari ini 3.768,972. Indeks Sama sekali tak menyentuh zona hijau hari ini.

Pada penutupan perdagangan, Rabu (28/12/2011), IHSG berkurang 16,314 poin (0,43%) ke level 3.773,111. Sementara Indeks LQ 45 menipis 4,249 poin (0,63%) ke level 665,766.

Saham-saham berbasis infrastruktur paling banyak terkena tekanan jual, disusul oleh saham-saham di sektor finansial dan aneka industri. Hanya indeks sektor properti yang masih bertahan di zona hijau dengan penguatan tipis.

Investor kurang bergairah dalam bertransaksi karena sudah menjelang akhir-akhir perdagangan di tahun 2011. Aksi poles saham alias window dressing yang biasanya terjadi di penghujung tahun sepertinya belum banyak dilakukan hari ini.

Aksi jual saham banyak dilakukan investor lokal, sementara investor asing menjadi pihak penampung. Transaksi asing hingga siang ini tercatat melakukan pembelian bersih.

Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 39.921 kali pada volume 4,302 miliar lembar saham senilai Rp 1,156 triliun. Sebanyak 89 saham naik, sisanya 97 saham turun, dan 111 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia akhirnya kompak berjalan di zona merah. Bursa Jepang yang sempat menguat akhirnya jatuh akibat melambatnya belanja konsumen di negeri matahari terbit itu.

Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai melemah 14,23 poin (0,66%) ke level 2.151,97.
  • Indeks Hang Seng turun 125,50 poin (0,67%) ke level 18.503,67.
  • Indeks Nikkei 225 menipis 6,31 poin (0,07%) ke level 8.434,25.
  • Indeks Straits Times turun tipis 6,84 poin (0,26%) ke level 2.666,78.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indomobil (IMAS) naik Rp 500 ke Rp 13.350, Ace Hardware (ACES) naik Rp 150 ke Rp 4.150, Goodyear (GDYR) naik Rp 100 ke Rp 9.550, dan Nippon Indosari (ROTI) naik Rp 100 ke Rp 3.350.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multibreeder (MBAI) turun Rp 750 ke Rp 11.100, Astra Internasional (ASII) turun Rp 550 ke Rp 73.450, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 450 ke Rp 60.650, dan Astra Agro (AALI) turun Rp 250 ke Rp 21.250.

(ang/qom)

Profesor Harvard & eks Pejabat Kemenkeu Jadi Calon Petinggi Fed

Washington - Presiden AS Barack Obama menominasikan profesor Harvard dan mantan pejabat Kementerian Keuangan AS untuk menjadi anggota Dewan Gubernur Bank Sentral AS. Dua nama itu diajukan setelah calon-calon sebelumnya ditolak partai Republik.

Dua calon tersebut adalah Profesor Jeremy Stein yang merupakan ahli dalam pergerakan pasar saham, manajemen risiko dan perbankan. Calon lainnya adalah Jerome Powell, mantan petinggi Kementerian Keuangan di era pemerintahan Presiden George H.W. Bush.

"Latar belakang mereka yang jelas dan pengalaman, digabungkan dengan pengetahuan ekonomi dan kebijakan moneter yang mengesankan membuat mereka sangat kometen untuk memainkan peranan yang penting ini," jelas Obama dalam pernyataannya seperti dikutip dari AFP, Rabu (28/12/2011).

Jika Senat AS menyetujui nominasi ini, maka mereka akan mengisi dua dari 7 posisi Dewan Gubernur Bank Sentral AS yang saat ini kosong. Mengisi dua posisi yang lowong menjadi tantangan tersendiri bagi Obama. Pada Juni lalu, Senat menolak pengajuan pemenang Nobel Peter Diamond karena dianggap tidak cukup pengalaman atau kebijakan.

Menurut para ahli, dua calon ini cukup adil karena terdiri dari 1 orang Demokrat dan 1 orang Republik. Stein telah bekerja pada pemerintahan Obama selama 6 bulan di tahun 2009 sebagai anggota Dewan Penasihat Ekonomi Gedung Putih dan penasihat Kementerian Keuangan. Ia mengajar keuangan di Harvard dan sebelumnya bekerja di Massachusetts Institute of Technology Sloan School of Management. Stein juga merupakan anggota Financial Advisory Roundtable Bank Sentral New York.

Sementara Powell akan menjadi satu-satunya anggota Dewan Gubernur Bank Sentral AS dengan pengalaman bekerja di Wall Street. Ia sebelumnya adala pengacara dan bankir investasi di New York sebelum akhirnya bergabung dengan kementerian keuangan. Ia sebelumnya merupakan partner dari Carlyle Group, perusahaan investasi swasta yang berkaitan dengan pemerintahan Presiden Bush.

(qom/qom)

Data Ekonomi AS Turun Terbatas, Saham Asia Mixed

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Saham Asia pada perdagangan Rabu (28/12) pagi mixed dengan volume perdagangan kecil, dengan beberapa pasar seperti Korea dan Australia jatuh, tetapi data ekonomi AS positif dengan turun terbatas.

Reuters melaporkan Nikkei average Jepang diperdagangkan flat, meskipun Tokyo Electric Power Co underperformed di pasar luar negeri setelah Menteri perdagangan Jepang mendesak utilitas bermasalah untuk mempertimbangkan agar sementara akan di bawah kontrol negara. Nikkei naik 0,2 persen ke 8.456,33, meskipun itu masih terjebak di antara rata-rata pergerakan saham selama 25 hari di 8.465,8 dan retracement 50% dari rally akhir November sampai awal Desember di 8.431. Sementara indeks Topix naik 0,1 persen ke 724,76.

Saham Seoul dibuka turun tapi diperkirakan akan downside terbatas karena data ekonomi AS positif dan setelah spekulasi yang menyebabkan kerugian pada hari Selasa. Indeks jatuh dipimpin saham-saham telekomunikasi, di mana SK Telecom turun 5,96 persen dan KT anjlok 5,31 persen. Indeks harga saham gabungan Korea (KOSPI) turun 0,86 persen pada pukul 00.05 GMT.

Saham Australia turun pada sesi pagi setelah perdagangan tidak relatif berubah, mengikuti Wall Street. Benchmark S & P/ASX 200 indeks naik 1,6 poin ke 4.142. Benchmark Selandia Baru NZX 50 indeks naik 0,3 persen menjadi 3.225,7 pada perdagangan pagi yang sepi.

Ditutup variatif, hanya Dow Jones yang memerah

Ditutup variatif, hanya Dow Jones yang memerah
NEW YORK. Meski bergerak di zona merah pada awal perdagangan, bursa Wall Street ditutup bervariasi, Selasa (27/12). Hanya Dow Jones yang berada di teritori negatif.

Rinciannya, Dow Jones Industrial Average (DJIA) terbenam 2,65 poin atau 0,02% ke 12.291,35. Indeks S&P, maju 0,1 poin atau 0,01% ke 1.265,43 dan bursa teknologi Nasdaq, lompat 6,56 poin atau 0,25%.

Pasar bergerak dengan spekulasi bahwa The Federal Reserve mempertimbangkan akan melanjutkan program pelonggaran kuantitatif (quantitative easing) tahun depan.

Sebagian bursa di Wall Street kembali terangkat oleh indeks keyakinan konsumen yang naik ke level 64,5 di Desember ini. Angka tersebut merupakan titik tertinggi dalam delapan bulan terakhir. Bulan lalu, indeks kepercayaan konsumen ada di level 55,2.

Namun Dow Jones tersengat oleh kekhawatiran beberapa masalah yang ada di Eropa.

Wall Street Flat dalam Volume Ekstra Tipis

New York - Saham-saham di bursa Wall Street ditutup flat setelah bergerak pada kisaran sempit dengan volume yang ekstra tipis. Investor berhenti sejenak setelah reli yang mendorong indeks saham naik hingga 5% pada pekan lalu.

Pergerakan saham-saham sangat labil antara teritori positif dan negatif. Sentimen positif datang dari data keyakinan konsumen yang lebih baik dari ekspektasi dan menembus titik tertingginya dalam 8 bulan selama Desember. Keyakinan konsumen terutama berasal dari optimisme terhadap membaiknya pasar tenaga kerja dan situasi finansial.

Sentimen tersebut sudah mendorong Wall Street naik tajam pada pekan lalu. Dan kini yang tersisa hanyalah penantian investor sebelum akhirnya pasar saham 2011 berakhir.

"Ini adalah pekan yang ulet untuk perdagangan teknikal ataupun fundamental terutama karena pemain besar sudah pergi," jelas Joseph Cusick, analis senior dari OptionXpress Inc seperti dikutip dari Reuters, Rabu (28/12/2011).

Pada perdagangan Selasa (27/12/2011), indeks Dow Jones industrial average ditutup melemah tipis 2,65 poin (0,02%) ke level 12.291,35. Indeks Standard & Poor's 500 menguat tipis 0,10 poin (0,01%) ke level 1.265,43 dan Nasdaq menguat 6,56 poin (0,25%) ke level 2.625,20.

Perdagangan berjalan sangat sepi, dengan transaksi di New York Stock Exchange hanya 3,59 miliar lembar saham, atau hanya setengah dari transaksi harian yang sebesar 7,9 miliar lembar.

Salah satu saham yang bergerak cukup besar adalah Sears Holdings Corp yang merosot hingga 27,2% menjadi US$ 33,38 setelah peritel itu berencana menutup 100 dari 120 unit Kmart and Sears sekaligus menyatakan pendapatannya bakal merosot hingga setengahnya sejak tahun lalu.

Doug Roberts, chief investment strategist Channel Capital Research.com mengatakan, saham-saham sepertinya akan bergerak menguat hingga akhir tahun meski jika kenaikannya tipis.

"Kta mungkin akan melihat sedikit dorongan naik, tapi volumenya tidak banyak. Tanpa hadirnya berita buruk, kita mungkin akan melihat kenaikan dalam 4 hari kedepan," jelasnya.

(qom/qom)

Selasa, 27 Desember 2011

Asing Net Buy, IHSG hanya Turun 0,2% ke 3.789

INILAH.COM, Jakarta - Bursa saham Indonesia melemah 7,7 poin atau 0,2% ke 3.789,43 pada penutupan perdagangan Selasa (27/12). Volume perdagangan mencapai 4,8 miliar saham senilai Rp2,3 triliun.

Perdagangan diwarnai dengan 139 saham turun, 98 saham naik dan 90 saham stagnan. IHSG mengalami net foreign buy Rp106,8 miliar dengan penjualan asing mencapai Rp916,4 miliar dan penjualan asing Rp809,5 miliar.

Indeks JII turun 0,2 poin ke 532,56, indeks ISSI naik 0,04 poin ke 123,88 dan indeks LQ45 turun 1,3 poin ke 670,02. Pelemahan terdalam dialami sektor konsumsi hingga 14,8 poin ke 1.292,11 dan penguatan tertinggi dialami sektor perkebunan 13,16 poin ke 2.158,10.

Sementara bursa Asia mayoritas melemah seperti indeks Shanghai turun 1,09%, indeks Nikkei turun 0,4%, indeks Kospi turun 0,8%. Sedangkan indeks Hang Seng naik 1,3%. Untuk indeks ASX libur.

Saham yang menguat seperti saham ASII naik Rp300 ke Rp74.000, EMTK naik Rp275 ke Rp3.275, AALI naik Rp250 ke Rp21.500, BYAN naik Rp200 ke Rp17.950, SMAR naik Rp200 ke Rp6.900, AMGR naik Rp200 ke Rp10.950, PTBA naik Rp150 ke Rp17.350, UNTR naik Rp150 ke Rp25.050, ISAT naik Rp100 ke Rp5.350.

Saham yang melemah seperti saham GGRM turun Rp700 ke Rp61.100, UNVR turun Rp450 ke Rp18.300, AMDF turun Rp400 ke Rp11.000, DSSA naik Rp300 ke Rp11.000, ITMG turun Rp250 ke Rp38.000, INTP naik Rp150 ke Rp17.500.

Asing Keluar, IHSG Sesi I Ditutup Turun 0,83%

INILAH.COM, Jakarta - Pada perdagangan sesi I Selasa (27/12) IHSG ditutup turun 0,83% ke level 3.765,41.

Penurunan indeks siang ini seiring koreksi yang terjadi di bursa regional. Sentimen negatif regional ini berasal dari statement bank sentral Jepang yang menyatakan penurunan neraca perdagangan Jepang disebabkan oleh perlambatan ekonomi dunia dan rilis data consumer confidence Korea Selatan di bulan Desember yang melemah. Nikkei turun 0,36%, dan Seoul turun 1,14%.

Di pasar dalam negeri, investor asing pun melakukan aksi jual menyikapi hal tersebut. Tercatat siang ini, asing melakukan net foreign sell sebesar Rp69,19 miliar.

Volume perdagangan diperkirakan akan relatif sepi sepanjang pekan ini karena telah memasuki musim libur akhir tahun. Indeks hari ini diperkirakan akan bergerak sideways dengan rentang support-resistance di level 3.770 – 3.820.

Bursa AS kembali ditutup menguat di akhir pekan lalu dan melanjutkan relinya dalam 4 hari berturut-turut seiring rilis data durable goods order dan penjualan rumah baru di bulan November yang lebih baik dari ekspektasi.

Sebanyak 145 saham terpantau turun siang ini, 58 saham naik, dan 88 saham masih stagnan. Indeks LQ45 sesi I ditutup turun 0,93% ke level 665,14, sedang JII turun 0,88% ke level 528,03.

Volume perdagangan siang sangat kecil hanya 736,93 juta saham dengan nilai transaksi sebesar Rp470,28 miliar.

Saham-saham yang turun tajam siang ini adalah ASII turun 1,08%, GGRM turun 0,88%, ITMG turun 1,30%, IMAS turun 3,42%, ADMF turun 3,50%, dan INTP turun 1,74%.

Indeks tertekan penurunan 133 saham di sesi I

JAKARTA. Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terlihat melempem di sesi I. Pada pukul 12.00, indeks tercatat turun 0,84% menjadi 3.765,414.

Sekitar 54 saham naik, sementara 133 saham lainnya dilanda aksi jual. Sedangkan posisi 83 saham lain diam tak bergerak. Volume transaksi hari ini melibatkan 1,638 miliar saham senilai Rp 1,070 triliun.

Dari sepuluh sektor yang ditransaksikan, sembilan sektor kompak memerah. Beberapa di antaranya yakni sektor industri lain-lain yang turun 1,09%, sektor pertambangan turun 1,04%, dan sektor manufaktur turun 1,03%. Sedangkan sektor agrikultur menjadi satu-satunya sektor yang berhasil naik, meski tipis, sebesar 0,06%.

Tiga saham penghuni top losers antara lain: PT SMR Utama (SMRU) yang turun 7,25% menjadi Rp 640, PT Asuransi Harta Aman (AHAP) turun 6,83% menjadi Rp 191, dan PT Titan Kimia Nusantara (FPNI) turun 6,78% menjadi Rp 165.

Sedangkan saham-saham top gainers di sesi I adalah PT Duta Anggada Realty (DART) naik 19,7% menjadi Rp 395, PT Wicaksana Overseas (WICO) naik 11,29% menjadi Rp 69, dan PT Suparma (SPMA) naik 6,52% menjadi Rp 245.

IHSG di Persimpangan: Follow

INILAH.COM, Jakarta – Laju IHSG hari ini jadi penentuan. Jika support 3.775 ditembus, laju indeks bakal mendatar antara support 3.600-3.75 hingga resistance 3.800-3.875. Follow the market!

Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomo mengatakan, market saat ini masih menunggu apakah menembus resistance atas support. Pasar masih wait and see apakah ‘year eend rally’ akan terjadi atau tidak. “Semua itu, masih ditunggu-tunggu,” katanya kepada di Jakarta, Selasa (27/12).

Menurutnya, hingga hari ini, signal IHSG masih belum jelas. Indeks Dow Jones Industrial (DJI) Jumat (23/12) malam memang masih ditutup di bawah resistance 12.303. IHSG juga masih ditutup di bawah resisten 3.811. “Mau nembus ke atas, mau melanjutkan trend, mau rally sampai minggu pertama-kedua Januari, semua memang masih menunggu penentuan,” ujarnya.

Dan, kata dia, penentuannya memang hari-hari ini. Menurutnya, arah pergerakan harga ada tiga: naik, turun, atau flat. Kalau mau naik, IHSG harus menembus resistance. Tapi kalau suport 3.775 yang ditembus, berarti memang marketnya masih flat. “Flat dengan support di kisaran 3.600-3.675 dan resisten di 3.800-3.875,” ungkap Satrio.

Karena itu, baik naik atau turun, pelaku pasar lebih baik follow the market. Kalau tembus resistance, berarti bakal nambah posisi, bahkan menggunakan margin jika diperlukan. “Tapi kalau suport yang ditembus, berarti saya akan kembali ke posisi minim,” timpalnya.

Nanti kalau IHSG di bawah 3.700, pelaku pasar baru kembali belanja saham. “Trend naik jangka pendek sedang berada di persimpangan. Lanjut atau tidak, tergantung Eropa mau ke mana. Semoga lanjut ke atas deh,” imbuhnya.

Rupiah tertekan tipisnya likuiditas dollar

Rupiah tertekan tipisnya likuiditas dollar
JAKARTA. Rupiah kembali tertekan ke titik terendah satu minggu. Nilai tukar mata uang Garuda tergerus spekulasi para importir yang tengah memburu dollar untuk membayar tagihan yang jatuh tempo.

Nilai tukar rupiah tergelincir 0,4% dari posisi 23 Desember ke Rp 9.093 per dolar AS pada 9:30 waktu Jakarta. Rupiah sempat menyentuh Rp 9.200, titik terlemah sejak 15 Desember. Pasar setempat ditutup kemarin dalam rangka cuti bersama.

"Likuiditas dollar umumnya tipis di akhir tahun," jelas Saktiandi Supaat, kepala riset valas di Malayan Banking Bhd, Singapura. Ia memprediksi, rupiah kembali tertekan dollar AS ke Rp 9.150 pada akhir Maret 2012.

China Rencana Tambah Emas di Cadangan Devisa

Headline
INILAH.COM, Jakarta - China akan membeli emas untuk lebih diversifikasi dan melindungi cadangan devisa.

Hal ini disampaikan Kepala Riset Bank Sentral China Zhang Jianhua dalam komentarnya yang diterbitkan kemarin. "Emas telah menjadi safe heaven untuk menghindari risiko investor ketika aset lain dari obligasi pemerintah untuk properti kehilangan nilai," ujarnya dalam tulisannya di koran Bank Sentral 'Financial News' seperti dikutip Reuters.

"Pemerintah China perlu lebih mengoptimalkan portofolio aset valuta asing dan mencari titik entri yang relatif rendah untuk membeli emas," tukas Zhang.

Beijing telah menghabiskan dana sebesar US$3,2 triliun untuk cadangan devisa emas seperti diungkapkan para analis.

Yi Geng, Kepala Administrasi Devisa Negara mengatakan awal tahun ini pasar emas terlalu kecil dan terlalu fluktuatif untuk cadangan devisa China. Menurut Bank Sentral China, china saat ini memegang 33,89 juta ons emas pada cadangan, tidak berubah sejak april 2009.

zhang menulis bahwa sebagian besar bank sentral dunia diperkirakan akan memompa likuiditas yang lebih tinggi ke pasar uang untuk mendukung pertumbuhan ekonomi negaranya yang kendur - seperti Bank of England yang mulai kembali meredakan program kuantitatif - emas hanya akan terlihat lebih menarik. "Itu tidak diketahui apakah penyuntikan dana baru akan membantu meningkatkan kepercayaan investor yang lagi rapuh, tetapi itu cukup dapat diprediksi bahwa likuiditas akan banjir lagi untuk menciptakan tambahan tekanan inflasi," katanya.

Emas dalam pembelian tradisional sebagai lindung nilai terhadap risiko inflasi dan telah reli ke level tertingginya karena bank sentral telah terlibat dalam kebijakan moneter dan mencetak uang untuk mulai kembali bangkit dari krisis keuangan di tahun 2008 / 2009.

Perdagangan Sepi, Saham Asia Dibuka Mixed

Medium
INILAH.COM, Jakarta - Saham Asia stabil pada hari Selasa (27/12) dengan volume perdagangan sangat tipis akibat investor menepi sejenak hingga pasar AS kembali dibuka setelah pekan panjang dan keluarnya data yang dapat memberikan petunjuk atas prospek pertumbuhan ekonomi AS.

Reuters melaporkan pasar di Selandia baru, Australia, dan Hong Kong masih tutup untuk liburan Natal yang diperpanjang dan perdagangan diperkirakan akan tetap tenang dengan volume yang kecil.

Nikkei average Jepang dibuka turun 0,43 persen ke 8.443. Saham Sony naik 0,3 persen ke 1.398 yen setelah perusahaan setuju untuk menjual sahamnya di perusahaan patungan LCD ke Samsung seharga $940 juta. Saham Samsung di Korea Selatan juga diperdagangkan lebih tinggi, hampir 1 persen setelah berita ini.

Keio Corp Jepang beringsut naik 0,2 persen ke level tertinggi dalam dua bulan ke 551 yen setelah Harian Bisnis Nikkei mengatakan operator kereta api berencana untuk mengakuisisi anak usaha real estat, Tokyo Electric Power co (Tepco) awal bulan depan. Sementara, saham Tepco diperdagangkan turun 0,9 persen ke 211 yen.

Di Korea, saham Seoul naik, di mana investor mengabaikan data ekonomi yang negatif.

Indeks sentimen konsumen Korea Selatan jatuh tajam pada bulan Desember akibat kekhawatiran tentang krisis utang dan perlambatan ekonomi global, menurut survei bank sentral yang dirilis pada hari Selasa. Indeks harga saham gabungan Kores (KOSPI) naik 0,2.

Ini dia daftar saham pencetak untung di 2011

JAKARTA. Tahun ini kinerja pasar saham Indonesia terbilang loyo. Bila dihitung sejak awal tahun hingga penutupan perdagangan pekan lalu (23/12), kinerja IHSG hanya tumbuh sekitar 2,53%.

Meski bursa suram, masih ada, lo, saham yang mampu mencetak keuntungan fantastis tahun ini. Tengok saja daftar saham top gainers 2011.

Di urutan pertama ada saham PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO). Di awal tahun, saham ini masih dilego Rp 64 per saham. Akhir pekan lalu, harga saham ini sudah naik jadi Rp 570 per saham.

GTBO sudah memberi keuntungan 819,35%. Bahkan, harga saham ini sempat mencapai Rp 640 (15/12), 10 kali lipat dari harga awal tahun.

Harga saham perusahaan batubara ini mulai bergerak liar setelah berhasil mencetak laba bersih Rp 86,9 miliar di kuartal tiga, setelah tahun sebelumnya merugi Rp 21,9 miliar. Perseroan untung lantaran bisnis batubaranya mulai memberikan keuntungan.

Saham lain yang masuk daftar top gainers tahun ini adalah PT Myoh Technology Tbk (MYOH). Sepanjang tahun ini, saham perusahaan teknologi ini naik 380,30%. Saham MYOH bergerak tajam setelah perusahaan ini melakukan serangkaian aksi korporasi, termasuk mengumumkan rencana masuk bisnis batubara.

Meski kinerja dahsyat, analis menilai pergerakan saham-saham tadi lantaran ada bandar yang menggerakkan. "Mereka menggoreng saham tersebut sehingga peningkatannya signifikan," kata Reza Priyambada, Managing Research Indosurya Asset Management, Senin (26/12).

Karena itu, bila dilihat secara fundamental, belum tentu saham-saham top gainers tadi bakal kembali mencetak prestasi yang sama tahun depan. Meski begitu, investor bisa menjadikan saham-saham tadi sebagai alternatif membiakkan dana di saat pasar saham tidak bergairah.

Sebagian besar saham yang masuk daftar top gainers memang saham tidur. Tapi ada juga saham yang memang memiliki fundamental bagus, seperti PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA).

Jumat lalu (23/12) harga SSIA sudah naik jadi Rp 720, dari Rp 225 di awal tahun. Analis OSK Nusadana Securities Arief Budiman memprediksi harga saham ini masih bisa naik jadi Rp 1.000 per saham tahun depan.

Namun, jika Anda mau memburu saham top gainers yang terhitung saham tidur, Reza menyarankan agar investor mengetahui terlebih dulu penyebab pergerakan tajam harga saham tersebut.

Selain itu, investor tidak boleh serakah. Investor harus siap keluar jika sudah mendapatkan keuntungan lumayan. Reza menyarankan investor sebaiknya keluar bila sudah raih keuntungan 15%-20%.

Dollar melemah, harga emas di London mencatatkan kenaikan

Dollar melemah, harga emas di London mencatatkan kenaikan
NEW YORK. Harga kontrak emas mencatatkan kenaikan di London. Pada pukul 16.54 waktu New York, harga kontrak emas untuk pengantaran cepat naik 60 sen menjadi US$ 1.606,95 per troy ounce. Sementara, transaksi pada perdagangan Comex di New York ditutup karena libur Natal.

Kenaikan harga kontrak emas terjadi setelah dollar ditransaksikan melemah terhadap euro. Hal ini mendongkrak pesona emas sebagai aset alternatif.

Jika dihitung, di sepanjang tahun ini, harga kontrak emas sudah melaju 13%. Investor memburu emas karena mencemaskan pertumbuhan ekonomi global akan melambat sehingga mendongkrak permintaan si kuning kinclong sebagai haven. Kendati begitu, harga emas masih turun 1% sejak 30 September lalu.

"Pasar emas sepertinya mengalami rebound. Harga emas kemungkinan akan terus menanjak tahun depan seiring pelemahan dollar," jelas Rich Ilczyszyn, chief market strategist and founder liftrader.com di Chicago.

Catatan saja, dollar ditransaksikan melemah 0,3% terhadap euro selama masa liburan kemarin.

Bauran Teknikal-Fundamental Maksimalkan Profit

INILAH.COM, Jakarta – Market masuki momentum window dressing, disusul Januari Effect 2012. Strategi yang membaurkan indikator teknikal dan fundamental dinilai bisa memaksimalkan profit.

Pada perdagangan Jumat (23/12), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup menguat tipis 1,71 poin (0,05%) ke level 3.797,151 dengan intraday tertinggi 3.821,988 dan terendah 3.777,024. Begitu juga dengan indeks saham unggulan LQ45 yang naik 0,41 poin (0,06%) ke level 671,388.

Analis dari Capital Bridge Indonesia Aji Martono mengatakan, window dressing menjadi momentum bagi para fund manager untuk memperbaiki performance portofolio pada tutup buku 2011. Karena itu, menurutnya, banyak harga saham-saham yang akan lebih baik dari harga sebelumnya.

Akibatnya, kata dia, hingga akhir 2011, IHSG berpotensi ditutup di level 3.850-3.900 yang merupakan titik resistance dengan sisa perdagangnan 4 hari lagi untuk 2011. “Tapi, dengan apresiasi dari Fitch Rating yang memberikan gelar investment grade dan bakal disusul oleh Moody’s dan S&P, akan membuat semakin atraktifnya investasi di lantai bursa,” katanya kepada INILAH.COM.

Lalu, lanjut Aji, pada momentum January Effect 2012, level 3.900 bakal ditembus sebelum mencapai target resistance 4.000 pada Januari. “Indeks akan kembali pada titik psikologis 4.000 dengan asumsi investment grade,” tandasnya.

Di sisi lain, dia menilai, krisis utang Eropa, justru akan membuat investor mengalihkan dana-dana segarnya ke Asia dan melihat grade yang bagus yang tidak lain adalah Indonesia. “Memang, January Effect tidak akan terjadi pada awal-awal bulan, melainkan setelah para fund manager selesai berlibur akhir 2011,” tuturnya.

Para fund manager, menurutnya, akan melirik saham-saham yang berfundamental kuat, terutama saham-saham bluechip yang pada 2011 memberikan profit signifikan. Mereka akan mengakumulasi kembali saham-saham tersebut sehingga terefleksi positif pada pergerakan IHSG.

Selain itu, lanjutnya, para fund manager juga berburu dividend yield pada saham-saham yang berfundamental kuat. Apalagi, mereka juga melihat laju invetasi di Indonesia cukup bagus sehingga memberikan ruang besar bagi capital gain pada 2012. “Inilah yang akan dilakukan pada Januari 2012,” timpalnya.

Secara historis, ucap Aji, January effet, dilakukan pada pekan kedua bulan Januari. Itu juga yang mungkin terjadi pada Januari 2012. “Bahkan, sangat mungkin hingga pekan pertama Februari, mereka bargaining position,” tandas Aji.

Adapun, saham-saham yang berpeluang terdongkrak window dressing dan January Effect, menurutnya, adalah saham-saham berkapitalisasi besar yang menjadi index mover dan saham-saham berfundamental bagus BUMN. Di antaranya PT Telkom (TLKM), PT Semen Gresik (SMGR), PT Bank Mandiri (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI). “Hampir semua saham BUMN cukup menarik karena punya good will yang menarik,” tuturnya.

Termasuk juga, saham-saham di sektor konstruksi seperti PT Wijaya Karya (WIKA), PT Pembangunan Perumahan (PTPP) dan PT Adhi Karya (ADHI). Begitu juga dengan PT Jasa Marga (JSMR) yang mendiversifkasi usahanya ke sektor properti.

Lalu, seiring konversi minyak ke gas dan UU Agraria, PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) akan lebih mudah menyalurkan gasnya. “Karena itu, jika terjadi technical correction pada saham-saham tersebut sebaiknya investor jeli mengakumulasi saham-saham tersebut,” paparnya.

Di atas semua itu, Aji menyarankan, agar pelaku pasar tetap hati-hati dalam trading. Ia menyarankan untuk membaurkan strategi teknikal dan fundamental. Tindakan ini dinilainya bisa memaksimalkan profit dan mengurangi kerugian. “Seiring investment grade, januari Effect 2012 bisa jauh lebih atraktif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” imbuhnya.