Selasa, 31 Januari 2012

Harga emas tertekan, tersengat faktor Yunani

NEW YORK. Harga kontrak emas dunia melorot dari posisi tertinggi dalam tujuh pekan di New York. Kemarin (30/1), pada pukul 13.38 waktu New York, harga kontrak emas untuk pengantaran April turun 0,1% menjadi US$ 1.734,40 per troy ounce di Comex, New York. Pada 27 Januari lalu, harga emas sempat bertengger di posisi US$ 1.743 per troy ounce, tertinggi sejak 8 Desember lalu.

Jika dihitung, di sepanjang bulan ini, harga emas sudah melaju 11%. Lonjakan tersebut sudah melampaui kenaikan harga emas rata-rata di sepanjang 2011 lalu yang hanya sebesar 10%.

Beberapa faktor turut mempengaruhi pergerakan harga emas. Salah satunya adalah penguatan dolar AS setelah Yunani memberikan sinyal berlawanan terhadap kebijakan ekonomi sebagai persyaratan mendapatkan bantuan. Faktor tersebut menekan pesona emas sebagai investasi alternatif.

"Investor saat ini malas mengambil risiko. Penguatan dolar memperlemah posisi emas," jelas Rick Trotman, senior research analyst MLV & Co di New York.

Setelah empat pekan reli, bursa AS ditutup merah

NEW YORK. Mayoritas saham yang ditransaksikan di bursa AS ditutup melempem. Pada pukul 16.00 waktu New York, indeks Standard & Poor's 500 turun 0,3% menjadi 1.313,01. Sedangkan indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,1% menjadi 12.653,72.

Sejumlah saham yang pergerakannya mempengaruhi bursa AS antara lain: Apple Inc dan Microsoft Corp yang setidaknya naik 1,2%. Sementara, Bank of America Corp turun 3%, Halliburton Co turun 1,1%, Chesapeake Energy Corp turun 1,1%, dan Gannett Co anjlok 6,9%.

Penurunan Wall Street kali ini dipengaruhi oleh kejadian di Eropa. Asal tahu saja, pimpinan Eropa tidak sepakat dengan Yunani mengenai program penyelamatan kedua.

"Sangat sulit melakukan perubahan substansif di Eropa. Dalam jangka pendek, ada keraguan mengenai kesediaan Yunani dan mungkin beberapa negara Eropa lain untuk menjalankan reformasi fiskal. Isu apapun yang menghambat kemajuan di kawasan euro akan menyebabkan aksi jual," urai Kevin Caron, market strategist Stifel Nicolaus & Co di New Jersey.

Sekadar informasi, penurunan indeks S&P 500 pada hari ini terjadi setelah reli selama empat pekan berturut-turut. Reli itu dipicu oleh rencana the Federal Reserve untuk menahan suku bunga acuan pada level rendah.

Krisis Utang Yunani Buntu, Wall Street Hanya Melemah Tipis

New York - Saham-saham di bursa Wall Street ditutup melemah tipis seiring pembicaraan utang Yunani yang mengalami kebuntuan. Namun saham-saham menunjukkan ketangguhannya sehingga ditutup hanya melemah tipis.

Indeks saham sempat melemah lebih dari 1% menyusul kebuntuan pembicaraan restrukturisasi utang antara pemerintah Yunani dan para pemegang surat utang senilai 200 miliar euro. Kegagalan kesepakatan terjadi menjelang pertemuan para pemimpin Eropa.

Namun pada sesi sore, pelemahan saham-saham tertahan. Optimisme pasar saham AS bisa menghadapi masalah di Eropa sudah membuncah sejak awal tahun 2012, dengan indeks S&P 500 sudah menguat hingga 4,7% pada bulan ini. Para manajer keuangan memilih tidak terlalu menghiraukan perkembangan di Eropa dan kembali ke data-data positif AS.

"Aksi yang kita punya hari ini sangat menyerupai dengna apa yang kita lihat sejauh ini pada tahun 2012," ujar Ryan Larson, kepala perdagangna saham RBC Global Asset Management seperti dikutip dari Reuters, Selasa (31/1/2012).

"Kami melihat ketangguhan yang ditunjukkan pada pasar saham AS dan saya kira itu adalah tema yang akan kita lihat selama 2012," tambahnya.

Pada perdagangan Senin (30/1/2012), indeks Dow Jones industrial average ditutup melemah tipis 6,74 poin (0,05%) ke level 12.653,72. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 3,32 poin (0,25%) ke level 1.313,01 dan Nasadq melemah 4,61 poin (0,16%) ke level 2.811,94.

Saham-saham finansial paling mengalami tekanan akibat perkembangan negatif di Eropa tersebut. Saham Bank of America turun 3% menjadi US$ 7,06, dengan indeks GSPF merosot 1% dan menjadi penggerus utama indeks S&P 500.

Sementara indeks saham material, teknologi dan telekomunikasi memimpin penguatan setelah pasar Eropa tutup. Indeks material S&P 500, GSPM sudah naik hingga 11% sepanjang tahun ini, namun ditutup sedikit melemah pada Senin.

Saham Apple juga membantu mengurangi pelemahan di Nasdaq setelah Morgan Stanley mengatakan produsen iPhone itu dapat menambah China Telecom dan China Mobile sebagai distributornya pada tahun depan. Saham Apple naik 1,3% menjadi US$ 453,01.

Volume perdagangan cukup rendah, dengan transaksi di New York Stock Exchange mencapai 6,2 miliar lembar saham, di bawah rata-rata pergerakan dalam 200 hari terakhir sebesar 7,8 miliar lembar saham.

(qom/qom)

Senin, 30 Januari 2012

Koreksi 71 Poin, IHSG Jatuh Paling Dalam di Asia

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh 71 akibat aksi ambil untung di saham-saham unggulan. Koreksi ini membuat IHSG jatuh paling dalam diantara bursa-bursa Asia.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat tipis di posisi Rp 8.985 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan akhir pekan lalu di Rp 8.990 per dolar AS.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka turun tipis 5,974 poin (0,15%) ke level 3.980,436 akibat sentimen pertumbuhan ekonomi AS yang tak sesuai ekspektasi pasar. Secara teknikal indeks juga masuk fase bearish.

Indeks terus menurun sejak dibukanya perdagangan pagi tadi. Maraknya sentimen negatif membuat investor khawatir perekonomian dunia kembali lesu.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG ambles 75,303 poin (1,89%) ke level 3.911,107 akibat investor ramai-ramai melepas saham untuk mengambil untung. Maraknya sentimen negatif dari global dan regional membuat indeks hampir tinggalkan level 3.900.

Aksi ambil untung sangat gencar terjadi di lantai bursa, bahkan indeks sempat jatuh ke posisi terdalamnya di level 3.896,400. Posisi indeks mulai masuk ke tren bearish.

Mengakhiri perdagangan awal pekan, Senin (30/1/2012), IHSG ditutup jatuh 71,250 poin (1,79%) ke level 3.915,160. Sementara Indeks LQ 45 ditutup anjlok 15,653 poin (2,23%) ke level 686,969.

Lambatnya pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) yang hanya 2,8%, meleset dari perkiraan analis di 3%, membuat kekhawatiran tersendiri di mata pelaku pasar. Bursa di Asia sudah menyambut negatif berita ini.

Aksi jual dilakukan oleh investor asing dan lokal. Transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih senilai Rp miliar di seluruh pasar.

Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 99.160 kali pada volume 8,099 juta lot saham senilai Rp 4,122 triliun. Sebanyak 48 saham naik, sisanya 224 saham turun, dan 74 saham stagnan.

Bursa-bursa jatuh semakin dalam mengikuti koreksi yang diderita bursa saham dalam negeri. Tapi tetap saja, IHSG yang menderita paling dalam di Asia.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional sore ini:
  • Indeks Komposit Shanghai ambruk 34,08 poin (1,47%) ke level 2.285,04.
  • Indeks Hang Seng jatuh 341,26 poin (1,66%) ke level 20.160,41.
  • Indeks Nikkei 225 anjlok 48,17 poin (0,54%) ke level 8.793,05.
  • Indeks Straits Times ambles 33,30 poin (1,14%) ke level 2.882,96.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Surya Toto (TOTO) naik Rp 1.200 ke Rp 52.000, Elang Mahkota (EMTK) naik Rp 300 ke Rp 3.700, Bank Mayapada (MAYA) naik Rp 260 ke Rp 1.700, dan Nipress (NIPS) naik Rp 100 ke Rp 3.300.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 2.300 ke Rp 77.100, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.050 ke Rp 55.500, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 950 ke Rp 36.800, dan Unilever (UNVR) turun Rp 900 ke Rp 19.600.
(ang/dnl)

Utang Yunani Paksa Bursa Eropa Negatif

Medium
INILAH.COM, London - Kegagalan Yunani dan kreditor swasta menyepakati debt swap sebelum KTT Uni Eropa telah menekan bursa saham Eropa pada perdagangan Senin (30/1).

Indeks FTSE turun 0,6% ke 5.698, indeks CAC turun 0,7% ke 3.292 dan indeks DAX turun 0,8% ke 6.457. Sektor perbankan mengalami penurunan terdalam pada awal perdagangan hari ini. Indeks saham bank Eropa turun 1,6%.

"Ini semua sangat negatif, Yunani masih mencoba mendapatkan kesepakatan dan ada kekhawatiran krisis akan menular ke negara lain," kata Joe Rundle, kepala perdagangan di ETX Capital. Demikian mengutip cnbc.com.

Pemimpin Uni Eropa hari ini akan melakukan KTT di Brussels. Krisis utang masih menjadi tema utama dalam pertemuan itu. Sebab krisis yang telah berjalan 2 tahun lebih telah menurunkan kepercayaan investor dan konsumen. Hal ini menjadi bola salju karena akan menurunkan belanja masyarakat sehingga memukul pendapatan swasta.

Hari ini, pemerintah Italia dan Prancis akan melelang obligasi. Meskipun Fitch Ratings telah menurunkan peringkat utang Italia dari A-plus menjadi A-minus. Prancis harus kehilangan peringkat utangnya dari AAA menjadi AA oleh S&P.

Apakah Euro Akan Bertahan?

Headline
INILAH.COM, Davos - Saat makan malam perpisahan untuk Kepala Bank Nasional Swiss Philipp Hildebrand, beberapa tamu termasuk para gubernur bank sentral terdahulu dan saat ini diserahi selembar kertas kosong. Untuk apakah kertas ini?

Ternyata, sebelum mereka memulai makan malam, mereka diminta untuk menuliskan pandangan mereka akan kemungkinan keruntuhan euro dalam lima tahun ke depan. Selain itu, mereka ditanya apa langkah yang akan mereka ambil untuk pasar keuangan bila dihadapkan dalam keadaan tersebut.

Saat diumumkan usai makan malam, bankir-bankir internasional tersebut menyatakan hampir tidak dapat menemukan solusi untuk membantu krisis Eropa.

Rata-rata tamu yang datang, dari Swiss, zona euro, Amerika Utara dan Amerika Latin, memperkirakan peluang euro untuk bertahan hingga lima tahun ke depan hanya sebesar 21%. Mereka menyimpulkan bahwa di pasar, euro dalam lima tahun ke depan hanya akan bertahan 35% dari nilai tukar saat ini. Sementara beberapa bankir lainnya enggan untuk mengungkapkan isi kesimpulan yang ada.

Berbeda dengan pandangan sebelum Natal tahun lalu, beberapa pihak kini berharap mata uang euro akan menguat tahun ini seiring dengan kucuran dana murah yang diberikan Bank Sentral Eropa (ECB). "Kami tahu pasti bahwa kita telah terhindar dari krisis utama, krisis kreditn krisis pendanaan," tutur Kepala Delegasi ECB Mario Draghi, seperti dikutip dari Reuters, Senin (30/1). Para bankir yang hadir pun setuju atas pernyataan tersebut.

Sinyal positif lainnya adalah pernyataan yang dikeluarkan Yunani bahwa kesepakatan dengan kreditur swasta terkait kepemilikan obligasi nyaris mendekati kata sepakat, yaitu 70% kreditur telah menerima ketentuan yang diajukan. Hal tersebut merupakan bagian dari dana talangan tahap kedua. Alternatif restrukrisasi utang ini sebenarnya berpotensi stagnan dan kacau. Bahkan jika Yunani diselamatkan lagi, masih banyak yang harus dilakukan untuk memulihkan kepercayaan pasar pada kelangsungan jangka panjang euro.

Kesangsian atas keberlangsungan 'hidup' mata uang euro sangat terlihat di Amerika Utara dan Asia, dimana para investor tidak sabar dan tidak lagi percaya dengan sikap Uni Eropa.

Para bankir dan pelaku ekonomi dalam pertemuan tingkat tinggi pihak swasta yang berlangsung selama empat hari di Davos, banyak memberikn apresiasi atas kemajuan di Eropa.

Di pihak lain juga digelar pertemuan tertutup antara Draghi dengan Direktur Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde untuk mencari solusi memperkuat pertahanan keuangan dalam melindungi zona euro.

Pertemuan yang juga dihadiri oleh menteri keuangan Perancis, Jerman dan Amerika Serikat, membicarakan rencana dana talangan senilai 1,5 triliun euro yang akan dibahas dalam pertemuan IMF April mendatang. Demikian diungkap salah satu partisipan.

Besar dana tersebut sebenarnya tergantung pada persetujuan Jerman atas mekanisme dana talangan baru sebesar 500 miliar euro, seiring dana talangan yang ada senilai 250 miliar euro yang dikucurkan ke Yunani, Portugal dan Irlandia.

Kanselir Jerman Angela Merkel tidak memberikan sinyal pasti atas dana talangan tersebut, selama di Davos. Beberapa pembuat kebijakan dan pelaku pasar berasumsi bahwa peningkatan dana penyelamatan yang ada akan memulihkan kepercayaan secara signifikan.

Dalam sebuah acara informal di Davos ini, mayoritas peserta mengatakan mereka percaya pada kelangsungan jangka panjang mata uang tunggal atau sekitar 10 tahun ke depan.

Keraguan pasar terfokus pada kemampuan Eropa untuk mengendalikan ekses fiskal di tengah pertumbuhan yang lambat dan tingkat pengangguran tinggi, serta kesenjangan yang tumbuh dalam daya saing ekonomi antara utara dan selatan Eropa.
"Pasar mengatakan bahwa kita mungkin memiliki keyakinan dalam 6 bula, tetapi kita tidak yakin kita memiliki keyakinan untuk 5 tahun atau 10 tahun," ungkap Wakil Ketua Grup Klien Institusional Citigroup Inc, Samuel Di Piazza.

Harga emas jatuh dari level tertinggi tujuh pekan

JAKARTA. Harga emas jatuh dari level tertinggi dalam tujuh pekan. Emas terkoreksi seiring menguatnya dollar AS, yang dipicu oleh rencana pemimpin Uni Eropa untuk membahas penanganan krisis utang.

Kontrak emas untuk pengiriman April di divisi Comex - New York, tergerus 0,2% ke level US$ 1.732, 6 per ons troy pada perdagangan elektronik pukul 14.15 WIB. Akhir pekan lalu (27/1), kontrak yang sama menyentuh level tertinggi sejak 8 Desember lalu, yaitu di US$ 1.740,02 per ons troy.

Nilai tukar euro melemah terhadap dollar AS, sebelum para pemimpin Uni Eropa bertemu di Brussels, hari ini. Uni Eropa siap untuk merampungkan perjanjian pengawasan defisit yang dipimpin oleh Jerman.

Yang Shandan, trader senior dari Cinda Futures Co. menuturkan, dengan segala ketidakpastian ekonomi dan geopolitik di dunia, posisi emas sebagai safe haven tidak akan turun tajam. Emas bisa terus naik hingga mencapai level US$ 1.800, bahkan jika dollar juga menguat.

"Sebuah koreksi sangat normal terjadi, setelah emas menguat dengan cepat," ujarnya.

Bursa Eropa Berpotensi Melemah

Headline
INILAH.COM, London - Bursa saham Eropa pada perdagangan Senin (29/1) diprediksi akan melemah menjelang KTT Uni Eropa di Brussels. Pertemuan ini merupakan KTT pertama di tahun 2012.

Indeks FTSE berpotensi melemah 12 poin, indesk DAX berpotensi trun 22 poin dan indeks CAC akan trun 18 poin. Bursa Asia sudah menunjukkan pelemahan seperti indeks Hang Seng turun 0,85, indeks Nikkei turun 0,5%, indeks Shanghai turun 0,9%, indeks ASX turun 0,3%, indeks Kospi turun 1,2%m indeks STI turun 0,7%. Demikian mengutip yahoofinance.com.

Para pemimpin Uni Eropa telah menyetujui rencana melakukan integrasi fiskal. Yunani berpotensi dapat menghindari gagal bayar pada Maret 2012 saat sejumlah obligasi jatuh tempo. Athena menghadapi pembayaran obligasi jatuh tempo senilai 14,5 miliar euro pada 20 Maret mendatang.

Jerman telah mendesak supaya Yunani lebih menggenjot pajak dan melakukan penghematan fiskal. Hal ini sebagai syarat menerima bailout 130 miliar euro atau senilai US$171,3 miliar. Menteri Keuangan Yunani, Evangelos Venizelos mengklaim telah menekankan dan mempertahankan kontrol terhadap anggaran.

Hari ini, pemerintah Italia dan Prancis akan melelang obligasi. Meskipun Fitch Ratings telah menurunkan peringkat utang Italia dari A-plus menjadi A-minus. Prancis harus kehilangan peringkat utangnya dari AAA menjadi AA oleh S&P.

Pasar juga mencermati pertemuan Perdana Menteri Italia, Mario Monti akan bertemu dengan Merkel dan Sarkozy menjelang kedatangan kepala pemerintahan Eropa lainnya di Brussels.

Minyak Dunia Melemah di Asia

Headline
INILAH.COM, Singapura - Minyak mentah dunia melemah pada perdagangan Senin (30/1). Investor masih menghawatirkan pasokan minyak dari Iran dan Sudan Selatan.

Minyak AS jenis light sweet turun 58 sen menjadi US$98,98 per barel di New York Mercantile Exchange (NYMEX). Sementara minyak jenis Brent turun 33 sen menjadi US$111,13 per barel di London. Demikian mengutip cnbc.com.

Pasar minyak dunia juga mencermati rencana pertemuan para pemimpin Uni Eropa di Brussels hari ini. Mereka diharapkan dapat menghasilkan solusi permanen untuk mengatasi krissi utang Uni Eropa. Apalagi saat ini, krisis utang Eropa masih tetap menimbulkan ketidakpastian. Bursa Asia, logam dasar melemah karena ketidakpastian Eropa.

"Perekonomian yang diprediksi memburuk di Eropa sehingga menekan harga minyak," kata Victor Shum, mitra senior pada minyak Purvin & Gertz.

Yunani dan kreditor swasta diharapkan memnemukan kesepakatan debt swap pada pekan ini. Sebab kesepakatan itu sangat penting untuk memastikan bailout baru.

Namun, pembicaraan semakin bermasalah sebagai pemberi pinjaman resmi menuntut reformasi yang tidak populer di negara yang sarat utang. Seperti Yunani harus melakukan kenaikan pajak dan menghemat anggaran dengan mengurangi defisit.

Pertumbuhan ekonomi AS di kuartal keempat sedikit mengecewakan pasar. Apalagi AS merupakan konsumen minyak terbesar di dunia. hal ini, juga ikut menekan harga minyak.

Sementara Badan Energi Atom Internasional (IAEA) melakukan inspeksi di Iran . Hal ini untuk memastikan program nuklirnya yang kontroversial yang telah menarik sanksi keras dari AS dan sekutunya. Delegasi IAEA mulai inspeksi pada hari Minggu kemarin.

Kunjungan IAEA bisa menyulut retorika lebih antara Teheran dan Barat dalam beberapa hari ke depan. Dengan demikian akan menambahkan volatilitas lebih kuat ke pasar minyak.

Iran telah berjanji untuk menghentikan ekspor minyak segera "beberapa" negara, tetapi menunda perdebatan parlemen tentang penghentian diusulkan untuk penjualan minyak mentah ke Uni Eropa, mengirim sinyal yang saling bertentangan dalam sengketa.

Uni Eropa, yang menyumbang seperempat dari penjualan minyak mentah Iran pada kuartal ketiga tahun 2011. Namun mereka akan menerapkan embargo terhadap minyak Iran mulai Juli mendatang. Sementara Amerika Serikat ingin supaya pembeli minyak di Asia juga menghentikan impor dari Iran.

Selain Iran, gangguan pasokan di Afrika juga didukung harga minyak. Sudan Selatan telah benar-benar menutup produksi minyak. Faktor keamanan memaksa Sudan menambah biaya angkutan ekspor. Rencananya produksi akan restart setelah dua pihak mencapai kesepakatan tentang keamanan perbatasan dan wilayah Abyei yang disengketakan.

Eksportir utama Afrika lainnya, Nigeria telah produksi minyak mentah lagi. Setelah Royal Shell Belanda selesai perbaikan pipa minyak yang rusak.

Saham Bank Beri Sinyal Bearish IHSG

INILAH.COM, Jakarta – Hingga penutupan IHSG diprediksi melemah. Jika Hang Seng gagal tutup di atas 20.384 dan IHSG di atas 3.969, pertanda dalam trend turun. Tetaplah duduk manis menunggu!

Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomo mengatakan, Indeks Dow Jones Industrial (DJI) ditutup dengan koreksi tipis, 0,58%. Tapi, meski tipis, koreksi ini telah membuat indeks DJI ditutup di bawah suport pertamanya 12.695 walaupun masih cukup jauh di atas suport keduanya 12.550. “DJI ditutup dengan signal bearish,” katanya di Jakarta, Senin (30/1).

Sementara itu, trend dari bursa regional segera berubah menjadi trend turun. Hanya saja, pasar harus tetap menyikapi koreksi ini dengan berhati-hati. “Alasan yang pertama adalah karena koreksi terjadi pada hari Jumat,” ujarnya.

Sering kali ada sentimen-sentimen baru selama weekend membuat kondisi market di hari Senin bisa jauh berbeda dengan hari Jumat. “Meski, hingga kini, sepertinya belum ada sentimen positif baru,” papar dia.

Sentimen dari hasil Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Eropa yang berlangsung di akhir minggu juga terlihat mixed. Di satu sisi, kalau dana stabilisasi Eropa (The European Stability Mechanism/ESM) disetujui untuk menggantikan dana stabilisasi darurat (The European Financial Stability Facility/EFSF), sentimennya adalah positif.

Akan tetapi, kata Satrio, karena Jerman menunda keputusan ini hingga Maret. Sentimennya menjadi negatif. Sedangkan sentimen dari dalam negeri bisa dikatakan tidak ada yang kuat. “Sentimennya sentimen laporan keuangan perbankan,” ujarnya.

Namun, lanjutnya, analis terlihat berhati-hati dalam mensikapi laporan keuangan Full Year 2011 yang akan keluar, ditambah dengan pertanyaan mengenai bagaimana sebenarnya impact dari campur tangan BI terhadap pengaturan margin perbankan pada Oktober lalu.

Di atas semua itu, Satrio menjelaskan, PT Bank Mandiri (BMRI) akhir pekan lalu ditutup dengan signal bearish setelah menembus gap Rp6.950-7.000. “Apakah ini pertanda bahwa banking akan menyeret IHSG turun?” kata Satrio mempertanyakan.

Level support BBRI hari ini di Rp7.000 dan suport PT Bank Central Asia (BBCA) di Rp7.900-8.000.

Sementara itu, saham PT Astra Internasional (ASII) akhir pekan lalu memberikan signal positif. Akan tetapi, potensi penguatannya terbatas ke Rp79.000-80.000. “Karena itu, saya hari ini lebih cenderung melihat suport dari ASII di Rp78.250-78.400,” imbuhnya.

Di lain pihak, GGRM akhir pekan lalu juga ditutup di suport Rp56.550. Kalau masih ditembus juga, potensi penurunannya bisa mencapai Rp52.500-55.000. Saham-saham lain seperti PT United Tractor (UNTR), PT Indo Tambang Raya (ITMG), PT Semen Gresik (SMGR), dan PT Indocement Tunggal Prakasa (INTP) juga masih berada dalam trend turun. “Pasar masih rawan aksi profit taking,” ucapnya.

Memang, lanjut Satrio, jika melihat signal di ASII kemarin, dan IHSG yang juga ditutup di atas resistance, harusnya awal pekan ini mengambil posisi (positioning) hari ini. “Tapi, dengan adanya signal negatif di DJI dan BMRI, saya hari ini mau lihat regional dulu,” ucapnya.

Kalau indeks Hang Seng ternyata gagal ditutup di atas 20.384, terutama kalau di tutup di bawah 20.300 dan IHSG terlihat bakal gagal ditutup di atas 3.969, berarti IHSG memang kembali berada dalam trend turun. “Regional juga mendukung trend turun tersebut dan kalau regional dan IHSG berada dalam trend turun lagi, berarti saya tetap duduk manis menunggu,” imbuhnya.

Ramai-ramai Lepas Saham, IHSG Ambles 75 Poin

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambles 75 poin akibat investor ramai-ramai melepas saham untuk mengambil untung. Maraknya sentimen negatif dari global dan regional membuat indeks hampir tinggalkan level 3.900.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka turun tipis 5,974 poin (0,15%) ke level 3.980,436 akibat sentimen pertumbuhan ekonomi AS yang tak sesuai ekspektasi pasar. Secara teknikal indeks juga masuk fase bearish.

Indeks terus menurun sejak dibukanya perdagangan pagi tadi. Maraknya sentimen negatif membuat investor khawatir perekonomian dunia kembali lesu.

Aksi ambil untung pun gencar terjadi di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI). Bahkan, indeks sempat jatuh hingga posisi terendahnya hari ini di 3.909,950.

Pada penutupan perdagangan sesi I, Senin (30/1/2012), IHSG ambles 75,303 poin (1,89%) ke level 3.911,107. Sementara Indeks LQ 45 ambruk 15,241 poin (2,17%) ke level 687,381.

Lambatnya pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) yang hanya 2,8%, meleset dari perkiraan analis di 3%, membuat kekhawatiran tersendiri di mata pelaku pasar. Bursa di Asia sudah menyambut negatif berita ini.

Atas koreksi tersebut, indeks menjadi bursa yang jatuh paling dalam di Asia. Dana asing yang sepekan lalu sudah mulai keluar dari bursa kini kembali berlanjut, hingga siang ini investor asing sudah menjual bersih dengan nilai yang cukup besar.

Seluruh indeks sektoral di lantai bursa pun terpangkas, dengan koreksi yang cukup hebat. Rata-rata koreksinya lebih dari 1%, bahkan ada beberapa yang mencapai 2% seperti indeks sektor konsumer dan agribisnis.

Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 48.074 kali pada volume 4,06 juta lot saham senilai Rp 1,863 triliun. Sebanyak 28 saham naik, sisanya 228 saham turun, dan 54 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia masih kompak terjebak di teritori negatif. Tanpa adanya bantuan sentimen positif, sepertinya hari ini regional akan terus 'memerah'.

Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai menipis 7,42 poin (0,32%) ke level 2.311,70.
  • Indeks Hang Seng melemah 100,35 poin (0,49%) ke level 20.401,32.
  • Indeks Nikkei 225 turun 48,50 poin (0,55%) ke level 8.792,72.
  • Indeks Straits Times berkurang 17,83 poin (0,61%) ke level 2.898,43.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Sekawan Prima (SIAP) naik Rp 70 ke Rp 360, Asuransi Bina Dana (ABDA) naik Rp 30 ke Rp 770, Triwira (TRIL) naik Rp 28 ke Rp 109, dan Sumber Alfaria (AMRT) naik Rp 25 ke Rp 3.925.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 1.950 ke Rp 77.450, Unilever (UNVR) turun Rp 1.050 ke Rp 19.450, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 900 ke Rp 55.650, dan Indocement (INTP) turun Rp 850 ke Rp 16.800.

(ang/qom)

Rupiah keok karena spekulasi ekonomi Asia melambat

JAKARTA. Spekulasi melambatnya perekonomian regional memicu rupiah melemah untuk hari yang kedua. Mata uang Garuda tergerus 0,2% ke posisi Rp 9.003 per dollar AS pada pukul 9.47 di Jakarta.

Kekhawatiran atas kondisi perekonomian Asia menyebabkan surutnya permintaan terhadap aset-aset domestik, sehingga otot rupiah pun tergerus. Spekulasi tersebut muncul, seiring lemahnya proyeksi beberapa data ekonomi Asia yang bakal dirilis pekan ini.

Salah satunya, ekspor Indonesia pada Desember lalu yang diprediksi hanya naik 4,1%, lebih rendah dari pencapaian November yang sebesar 8,3%. Ini merupakan kenaikan terkecil sejak September 2009. Pemerintah dijadwalkan merilis data tersebut pada 1 Februari. Selain itu, pertumbuhan manufaktur China diprediksi terkontraksi pada bulan ini.

Taufan Tito, trader valas dari Bank Rakyat Indonesia menuturkan, bank sentral tidak ingin rupiah melemah terlalu dalam, yang bisa menambah masalah pada inflasi. "Untuk saat ini, rupiah cenderung mendekati level 8.900 dibanding level 8.500. Ini memicu kekhawatiran adanya perlambatan ekonomi," ujarnya.

China Rencana Bangun Pasar Global Yuan

Headline
INILAH.COM, Beijing - China akan membuat pusat perdagangan global Yuan Shanghai, kliring dan harga pada tahun 2015.

Reuters melaporkan rencana negara tersebut untuk menjadikan China sebagai sebuah pusat keuangan internasional. Rencana rinci, yang diterbitkan bersama oleh badan perencanaan ekonomi negara dan pemerintah Shanghai, menunjukkan skala ambisi China dalam menciptakan versi sendiri dari New York, London atau Hong Kong. Pembangunan Nasional dan Komisi Reformasi membayangkan sebuah pusat perdagangan dengan volume pasar keuangan non forex tahunan sebanyak 1.000 triliun yuan (US$158,3 triliun) pada tahun 2015 dari kurang dari 400 triliun pada tahun 2010.

Rencana tersebut mengatakan harga tengah kurs yang diterbitkan oleh bank sentral di pasar yuan onshore akan menjadi patokan pasar perdagangan yuan untuk domestik dan asing, dan didukung pemerintah Shanghai Interbank Offered Rate, atau Shibor, akan menjadi patokan untuk kredit yuan dimana-mana.

China juga akan mendorong perusahaan di luar negeri untuk menjual saham dengan mata uang yuan di pasar saham domestik, tapi rencana itu tidak memberikan jadwal secara rinci.

PM China: Utang Pemerintah Aman dan Terkontrol

Medium
Perdana Menteri China Wen Jiabao mengatakan utang pemerintah negara pada tingkat yang secara keseluruhan di level aman dan terkontrol, yang dananya untuk proyek penting yang akan dipastikan dan menawarkan pengereman masalah yang akan dilakukan dengan cara untuk menghindari risiko sistemik.

Investor telah mengkhawatirkan skala utang yang dibangun oleh pemerintah daerah China, yang dapat mengancam stabilitas sistem perbankan.

Komentar Wen ini dilaporkan kantor People's Daily, Senin seperti dikutip Reuters, yang dibuat dalam sebuah pidato yang didating kembali awal Januari di government's flagship financial work conference. Wen berjanji untuk mengandung dan meredakan risiko utang pemerintah dan menghindari penyebaran risiko keuangan. "Saat ini, utang pemerintah secara keseluruhan aman dan terkontrol," katanya.

"Kita sedang mengatasi masalah pengelolaan utang pemerintah lokal yang sangat serius. Melalui pembenahan dan peraturan, tren memperluas kendaraan investasi telah secara efektif berisi."

Kantor audit negara China mengatakan awal bulan ini telah menemukan 530 miliar yuan (US$84 miliar) penyimpangan yang melibatkan utang pemerintah lokal. Tapi gambaran itu hanya sebagian kecil dari 2-3 triliun yuan dari pinjaman, yang ekonom percayai tertimbun di utang pemerintah daerah di yuan 10,7 triliun pada akhir 2010.

Harga minyak tergerus untuk hari yang kedua

SYDNEY. Harga minyak mentah melemah untuk hari yang kedua. Koreksi harga minyak terjadi menjelang pertemuan para pemimpin Uni Eropa hari ini, untuk membahas krisis utang. Sejauh ini, krisis Eropa telah memperlambat perekonomian global, dan menimbulkan kekhawatiran penurunan konsumsi bahan bakar.

Kontrak minyak WTI untuk pengiriman Maret tergerus sebesar 49 sen ke posisi US$ 99,07 per barel dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange. Kontrak yang sama bergeser ke level US$ 99,17 pada pukul 13.18 waktu Sydney. Sementara, minyak Brent untuk pengiriman Maret melemah 26 sen ke US$ 111,20 per barel di bursa ICE Futures Europe, London.

Sore ini, Uni Eropa akan bertemu di Brussels untuk menyelesaikan perjanjian defisit yang dipimpin oleh Jerman. Mereka juga akan membahas undang-undang untuk dana penyelamatan 500 miliar euro, yang akan dibentuk tahun ini. Pada 28 Januari lalu, Yunani dan kreditur swasta berhadap bisa mencapai kesepakatan terkait restrukturisasi utang dalam beberapa hari mendatang.

Ric Spooner, kepala analis CMC Markets menilai, hambatan terpenting berikutnya adalah pengumuman resmi mengenai restrukturisasi utang Yunani. "Sedangkan, dari sisi pasokan minyak, investor akan mengawasi setiap perkembangan dari Iran dalam menanggapi embargo ekspor minyak ke Uni Eropa," ujarnya, di Sydney.

Iran berselisih dengan negara-negara barat atas tuduhan menggunakan program nuklir sebagai kedok untuk mengembangkan senjata. Iran yang merupakan produsen minyak kedua terbesar di grup OPEC, menyangkal tuduhan tersebut. Namun, pada 23 Januari lalu, Menteri luar negeri Uni Eropa sepakat melarang impor minyak Iran mulai Juli, dan membekukan aset bank sentral Iran.

Jelang KTT Uni Eropa, Saham Asia Tenggelam

Medium
INILAH.COM, Jakarta - Saham Asia mengalami pelemahan di awal perdagangan Senin (30/1), dipicu data yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi AS lebih lambat dari perkiraan dan masalah yang belum terselesaikan dalam krisis utang Yunani.

Investor bersikap wait and see menjelang KTT Uni Eropa (UE) sore hari. Para pemimpin Blok UE akan menandatangani dana penyelamatan permanen untuk zona euro dan diperkirakan akan menyetujui anggaran berimbang sesuai aturan dalam undang-undang nasional, dengan masalah-masalah yang belum terpecahkan di Yunani membayangi selama diskusi.

Reuters mencatat FTSE CNBC Asia 100 indeks, yang mengukur pasar di Asia, menyelinap 0,3 persen. Saham average Nikkei Jepang jatuh di awal perdagangan, terbebani oleh hasil pendapatan perusahaan yang mengecewakan, sementara pertumbuhan ekonomi kuartal 4-2011 AS lebih lemah dari yang diperkirakan meski tumbuh pada kecepatan tercepatnya dalam 1,6 tahun. Nikkei turun 0,2 persen ke 8.820,98, mengarah kerugian ketiganya berturut-turut, sementara indeks topix turun 0,2 persen ke 759,74.

Saham Seoul jatuh pada perdagangan awal akibat investor mengambil jeda setelah empat minggu reli, mengamati hasil pembicaraan utang Yunani dan sinyal ekonomi lebih lanjut sebelum menempatkan taruhan tambahan. Kejatuhan saham dipimpin saham bank, dengan Shinhan Financial turun 1,7 persen, sementara Woori Financial jatuh 1,8%. Indeks harga saham gabungan Korea (KOSPI) turun 0,5 persen.

Saham Australia flat di awal perdagangan, menimbang data pertumbuhan ekonomi AS yang menunjukkan lebih lambat dari yang diperkirakan dan masalah yang belum terselesaikan dalam krisis utang Yunani. Benchmark S&P/ASX 200 indeks hampir datar di 4.925,5. Selandia baru benchmark NZX 50 indeks naik ke 3.296,4.

Produk RDPT persiapan masuk ke pasar

JAKARTA. Tiga reksadana penyertaan terbatas (RDPT) siap meluncur ke pasar dalam waktu dekat ini. Kepala Biro Pengelolaan Investasi Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Fakhri Hilmi menjelaskan, saat ini, regulator tengah memproses izin tiga produk terbaru RDPT.

Fakhri menjelaskan, ketiga permohonan RDPT tersebut memiliki aset dasar berupa usaha di sektor riil. "Namun, belum dapat disebutkan secara rinci karena izinnya belum keluar. Nanti, kalau sudah keluar akan kami umumkan," ujar Fakhri, akhir pekan lalu.

Untuk produk RDPT, regulator baru memperbolehkan manajer investasi (MI) menginvestasikan dana di sektor riil. Hal tersebut sesuai dengan surat edaran Bapepam-LK ke para MI. Aturan yang terbit di 2010 itu melarang penerbitan RDPT dengan aset dasar di luar sektor riil. Aturan itu bermaksud mendukung perkembangan sektor riil.

Tapi sebenarnya mulai 2011 lalu, Bapepam LK telah menggodok revisi peraturan IV.C.5 tentang reksadana berbentuk kontrak investasi kolektif penyertaan terbatas alias RDPT. Dalam revisi tersebut, aset dasar RDPT bakal semakin bervariasi karena MI tak hanya boleh menempatkan dana pada sektor riil tapi juga bisa berinvestasi pada Usaha Kecil Menengah (UKM) dan portofolio efek.

Namun, hingga hari ini, aturan tersebut belum diluncurkan karena masih terganjal masalah perbedaan pengertian dalam catatan keuangan antara UKM dengan perusahaan pada umumnya.

MI sudah siap
Walau masih terbatas, sejumlah manajer investasi sudah mulai melirik menerbitkan RDPT dengan aset dasar sektor riil pada tahun ini.
Ambil contoh PT BNI Asset Management. MI tersebut berencana menerbitkan RDPT, yang dananya akan dialokasi kan untuk membiayai sejumlah proyek sektor riil.

Proyek yang dijajaki BNI antara lain proyek properti, pembangkit listrik, pembangunan pelabuhan, dan proyek-proyek infrastruktur yang digarap oleh perusahaan pelat merah. "Mudah-mudahan bisa cepat selesai. Nilainya sekitar Rp 200 miliar hingga Rp 300 miliar," ujar Direktur Utama BNI Asset Management Idhamshah Runizam.

Tahun ini, BNI Asset Management menargetkan bisa meraup tambahan dana kelolaan sekitar Rp 2 triliun, menjadi Rp 7 triliun. Di akhir tahun lalu, dana kelolaan mereka adalah sekitar Rp 5 triliun. Dari target penambahan itu, sekitar Rp 400 miliar ingin diraih dari reksadana terbuka atau open end sedangkan sisanya sekitar Rp 1,6 triliun akan diperoleh dari reksadana terproteksi dan RDPT.

PT Kresna Graha Sekurindo Tbk (KREN) juga hendak menerbitkan RDPT di awal tahun ini. Komisaris KREN Andreas Tanadjaya menjelaskan, target perolehan dana RDPT ini adalah Rp 1 triliun. "Kami akan luncurkan satu RDPT dulu. Kalau bisa, sebelum Maret 2012 sudah diluncurkan karena permintaannya saat ini sudah banyak," ujar dia. Dalam rencana terkini KREN, RDPT tersebut akan menempatkan dana kelolaannya di proyek-proyek infrastruktur.

Demikian juga PT Permodalan Nasional Madani Investment Management (PNM IM) yang berencana menerbitkan RDPT di semester I tahun ini. Produk tersebut akan digunakan untuk pembiayaan usaha mikro kecil (UMK) melalui unit layanan modal mikro (ULaMM) PNM.

Menurut Bapepam-LK, calon RDPT tersebut masih tergolong beraset dasar sektor riil karena bertujuan untuk menggerakkan sektor riil. "RDPT masih akan diluncurkan dengan menggandeng PNM IM sebagai diversifikasi pembiayaan selain dari perbankan. Namun, nilainya belum ditentukan," kata Arief Mulyadi, Kepala Divisi Pengembangan Kapasitas Usaha PNM, induk perusahaan PNM IM, kepada KONTAN.

Bursa Asia tumbang menjelang pertemuan Uni Eropa

TOKYO. Ketidakpastian dalam perekonomian global kembali memicu jatuhnya bursa saham Asia. Indeks acuan regional tumbang untuk pertama kalinya dalam empat hari perdagangan. Indeks MSCI Asia Pacific melemah 0,2% ke posisi 122,74 pada pukul 09.47 di Tokyo. Sementara, indeks Nikkei 225 tergerus 0,46%, lalu indeks Kospi jatuh 0,98%, dan indeks Australia S&P/ASX 200 melemah 0,13%.

Bursa regional tertekan menjelang pertemuan puncak Eropa untuk membahas krisis utang. Pasar juga tertekan karena data pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal keempat di bawah ekspektasi. Padahal, pekan lalu, bursa regional berhasil mencapai penguatan mingguan yang terpanjang setidaknya dalam satu tahun terakhir. Itu terjadi, lantaran ada sentimen positif dari China, juga ada sinyal pemulihan ekonomi AS dan Eropa.

Pagi ini, beberapa saham berkapitalisasi besar melemahkan otot indeks. Misalnya, saham pemasok bahan bangunan James Hardie Industries SE yang pasar terbesarnya di AS, tumbang 1,7% di Sydney. Lalu, saham produsen mesin industri, Mitsubishi Electric Corp. anjlok 12% di Tokyo, setelah pemerintah mengubah beberapa kontrak pertahanan dan kedirgantaraan.

Toshiyuki Kanayama, analis pasar Monex Inc. menyebut, pertumbuhan ekonomi AS di bawah perkiraan, dan itu menjadi sentimen negatif. "Pasar terlihat terlalu panas (overheated), sehingga investor cenderung menggunakan laporan tersebut sebagai alasan untuk menjual atau profit taking," ujarnya, di Tokyo.

Pasar SUN semarak, harga kian tinggi

JAKARTA. Setelah Indonesia menyabet investment grade, pasar Surat Utang Negara (SUN) semakin bergairah. Harga SUN bertenor 10 tahun melambung mencapai rekor tertinggi dalam empat bulan pada pekan lalu. Analis obligasi memprediksi, kenaikan harga SUN dan penurunan imbal hasil (yield) masih terbuka, meski tidak besasr.

Semarak pasar SUN terlihat dari hasil dua lelang SUN yang berlangsung di awal tahun ini. Lelang pertama pada Selasa (10/01), permintaan penempatan dana yang masuk dari investor mencapai Rp 27,6 triliun. Angka itu hampir empat kali lipat daripada target perolehan dana pemerintah, yang cuma Rp 7 triliun.

Lelang kedua di Kamis (26/01) lebih ramai lagi. Dari target Rp 7 triliun, permintaan penempatan dana yang masuk delapan kali lipatnya, yakni Rp 50,13 triliun. Akhirnya, pemerintah pun mengambil lebih banyak dari target yaitu sebesar Rp 10,5 triliun.

Tingginya minat investor itu melambungkan harga SUN mulai yang bertenor pendek hingga panjang. SUN seri benchmark FR0061 yang betenor 10 tahun menyentuh harga tertinggi sejak Oktober 2011 pada level 111,630, di Kamis (26/01). Yield-nya pun merosot menjadi 5,503%.
Harga SUN seri acuan FR0058 sudah mendaki duluan. Pada Senin (23/01), SUN berjangka 20 tahun itu, menembus harga tertingginya di level 118,005, dengan yield sebesar 6,626%.

Desmon Silitonga, analis Millenium Danatama Indonesia Asset Management, mengatakan, dengan meraih peringkat investment grade, Indonesia punya peluang besar kebanjiran dana asing, baik dana jangka pendek maupun dana panjang. "Peringkat ini juga secara langsung akan membuat risk premium Indonesia turun," kata Desmon. Aliran dana asing dan penurunan premi risiko Indonesia itulah yang akan mengerek harga SUN tahun ini.

Fadlul Imamsyah, Head of Equity Investment CIMB Principal Asset Management, optimistis harga SUN masih bisa menanjak. Alasan Fadlul, Bank Indonesia (BI) kini giat menggunakan SUN sebagai instrumen kebijakan moneternya. "Faktor positif masih lebih dominan daripada sentimen negatifnya," kata Fadlul. BI memiliki amunisi dana sekitar Rp 70 triliun hingga Rp 80 triliun untuk mendukung operasi tersebut.

Sudah makin terbatas
Biar begitu, kenaikan harga SUN, menurut Fadlul, sudah tidak akan terlalu tinggi. "Yield obligasi pemerintah saat ini sudah semakin rendah, hingga ruang untuk penurunannya lagi sudah terbatas. Dengan demikian kenaikan harga SUN di pasar sekunder juga akan terbatas," ujar dia.

Dia menduga, yield obligasi pemerintah akan turun apabila laju inflasi sepanjang 2012 ini turun. Asumsi tersebut mempertimbangkan bahwa ekspektasi yield SUN satu tahun relatif mengikuti pergerakan inflasi sepanjang satu tahun. Dia mencontohkan, saat ini yield obligasi pemerintah bertenor satu tahun sekitar 3,8% hingga 3,9%.

"Inflasi satu tahun juga sama sekitar 3,8%. Kalau dengan tenor yang lebih panjang, maka ekspektasi yield-nya adalah inflasi plus risk premium. Sehingga kalau inflasi turun, maka yield juga akan turun," ujar dia.

Namun, laju inflasi bisa menjadi senjata yang memukul balik harga SUN. Apabila pemerintah jadi membatasi penggunaan bahan bakar (BBM) atau justru menaikkan harga BBM, inflasi pasti akan naik sehingga yield SUN juga terkerek dan harga SUN melemah. "Pergerakan yield akan dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah terkait BBM," kata Syuhada Arief, Vice President Investment CIMB Principal Asset Management akhir pekan lalu.

I Made Adi Saputra, analis obligasi NC Securities, menambahkan, kenaikan harga SUN kini terbatas karena imbal hasil SUN saat ini sudah semakin rendah. Tak hanya itu, akumulasi yang dilakukan investor asing juga dipengaruhi oleh kestabilan nilai tukar rupiah. Apabila nilai tukar rupiah melemah, ada potensi asing akan melakukan penjualan. "Ini akan mendorong harga SUN kembali turun," imbuh I Made.

Tenang, Sentimen Downgrade Fitch Hanya Sesaat

INILAH.COM, Jakarta - Fitch Rating memangkas peringkat utang Spanyol dan Italia pada akhir pekan lalu, lalu bagaimanakah dampaknya terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan ini?

Pengamat pasar modal David Cornelis mengungkapkan, pemangkasan rating tersebut telah diproyeksikan pasar saham. Namun untuk waktu dan dampaknya secara spesifik yang belum diketahui pasar saham.

"Efek dari downgrade (pemangkasan) pasti sudah diproyeksikan sebelumnya, jadi penurunan rating tersebut hanya sekadar sentimen jangka pendek ke pasar. Secara jangka panjang sudah terfaktorkan ke dalam valuasi secara umum untuk 2012, sejak akhir tahun lalu," tuturnya kepada INILAH.COM di Jakarta, akhir pekan lalu.

Dengan demikian, lanjutnya, pemangkasan tersebut tidak akan memberikan kejutan bagi pasar. Pasalnya, sikap Fitch Rating ini merupakan bentuk konfirmasi dari kemungkinan-kemungkinan asumsi negatif yang ada terkait krisis Eropa.

"Secara fundamental, tentu mengkonfirmasi probabilitas asumsi-asumsi negatif yang memang sudah difaktorkan ke dalam valuasi sebelumnya. Jadi tentu pasar tidak surprised (terkejut) lagi dengan berita ini, 'setidak surprise-nya juga' nanti ketika S&P memberi Indonesia 'investment grade' mengikuti Fitch dan Moody's sebelumnya," paparnya.

Menurutnya, selama sepekan kemarin, IHSG telah lima kali gagal menembus level psikologis dan masih sangat fluktuatif dalam perdagangan harian dengan deviasi tipis di level rata-rata 3.963. "(IHSG) bergerak mixed dalam trading range seminggu terakhir, bermain aman di zona sempit dengan support dan resistance 3.939-4.002.," ungkapnya.

Ia menyatakan, IHSG untuk jangka pendek masih akan terkonsolidasi dengan risiko penurunan di kisaran 3.910-3.887. Sementara pergerakan IHSG untuk jangka menengah dan panjang masih berpotensi menguat. Selama pekan ini IHSG diprediksikan akan bergerak pada kisaran 3.887-4.110.

"Trading range sepekan 3.887-4.110, dengan stocks pick (pilihan saham) ADRO (Adaro Enegy Tbk), ASII (Astra International Tbk), BTEL (Bakrie Telecom Tbk),
HRUM (Harum Energy Tbk), INCO (International Nickel Indonesia Tbk), SMGR (Semen Gresik Tbk), dan TINS (Timah Tbk)," ujarnya.

Seperti diketahui, Fitch memangkas peringkat kredit utang Italia dan Spanyol, serta beberapa negera Eropa lainnya. Hal ini mengindikasikan akan adanya pemangkasan lebih lanjut dalam dua tahun ke depan.

Lembaga pemeringkat rating ini menyatakan, negara-negara tersebut dalam jangka pendek rentan terkena guncangan moneter dan keuangan. "Akibatnya negara-negara ini, menurut pandangan Fitch, tidak memperoleh manfaat penuh dari status cadangan mata uang euro," ungkap pernyataan tersebut, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (28/1).

Fitch memangkas rating Italia ke A-minus dari A-plus, Spanyol untuk A dari AA-minus, Belgia untuk AA dari AA-plus, Slovenia untuk A dari AA-minus dan Siprus menjadi BBB-minus dari BBB atau hanya satu takik (notch) di atas status 'sampah'. Semua status diberi pandangan negatif (negative outlook).