Jumat, 21 Januari 2011

JSX


Dilihat tekanan IHSG ari ini indek bertahan di support pertama 3350 ini. Akan tetapi kalo tekanan terhadap IHSG masih berlanjut, maka mungkin IHSG berpeluang ke 3150-3200.
Jadi cermati Laporan keuangan dan data inflasi suku bunga.
Pilih dan focus barang2 yg menurut anda layak dikoleksi. Good Luck.

Pusat tetap incar 7% saham Newmont

Date : Jan 21 2011, 10:33
Title : News Story
Header : Pusat tetap incar 7% saham Newmont


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Perebutan 7% saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) jatah divestasi
tahun 2010 kian seru. Pemerintah pusat rupanya tetap menginginkan porsi 7%
saham senilai US$ 271,6 juta tersebut meski Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat
(DPR) tak merestui.
Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan, sesuai perjanjian kontrak
karya dengan Newmont porsi saham itu terlebih dahulu ditawarkan ke pemerintah
pusat. "Saat ini pemerintah pusat sudah menyatakan minatnya," ujarnya, Kamis
(20/1).
Menurut Agus, hingga kini pemerintah masih mengkaji siapa yang mewakili
pemerintah untuk mengeksekusi jatah divestasi itu, bisa Badan Usaha Milik
Negara (BUMN) atau Pusat Investasi Pemerintah (PIP). "Biar pemerintah pusat
menyelesaikan kajiannya lebih dulu," ujar mantan Direktur Utama Bank Mandiri
itu.
Seperti diketahui, sesuai kontrak karya, pemegang saham asing Newmont
wajib mendivestasikan 51% saham asingnya ke pihak nasional dengan jadwal paling
akhir Maret 2010. Karena PT Pukuafu, perusahaan tambang nasional telah memiliki
20% maka hanya 31% saham saja yang dilepas bertahap.
Sebanyak 24% jatah divestasi 2006, 2007, 2008, dan 2009 sudah jatuh ke
tangan PT Multi Daerah bersaing. Perusahaan ini merupakan patungan bentukan
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kabupaten Sumbawa dan kabupaten
Sumbawa Barat, dengan PT Multicapital, perusahaan milik Grup Bakrie.
Sebelumnya Komisi VII DPR menolak keinginan pemerintah menguasai 7% saham
2010 dengan alasan tidak strategis. DPR sepakat agar saham Newmont jatah
divestasi 2010 diserahkan saja ke daerah.
[ Hans Henricus Benedictus ]

KONTAN Fri, 21 Jan 2011 ( 10:14:36 WIB )


=======================================================================================

Semua sektor kian melemah, IHSG dibuka turun 4,01%

Date : Jan 21 2011, 10:33
Title : News Story
Header : Semua sektor kian melemah, IHSG dibuka turun 4,01%


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Bukannya semakin mereda, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pa
pembukaan pagi ini, semakin menurun tajam 4,01% di level 3319,9.
Hingga pukul 09.40 WIB, hanya 4 saham yang mengalami kenaikan, 13 saham
masih dalam keadaan stagnan, sedangkan 176 saham turun.
Semua sektor di bursa masih melemah, kondisi terparah masih dialami sektor
barang konsumsi yang turun 6%. Setelah itu keterpurukan juga dialami sektor
manufaktur yang juga turun 4,67%.
Indeks anjlok karena turunnya saham bluechips, Kalbe Farma Tbk sebesar
12,17% ke Rp 2.500,25, dan Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) yang turun 9,26%
ke Rp 44.300. Top loosers yang menyumbang anjloknya nilai bursa adalah Unilever
Indonesia Tbk yang turun 7,8% ke Rp 14.000, dan Indo Tambangraya Megah Tbk yang
turun 7,47% ke Rp 45.200.
Top gainers pada pembukaan pagi ini diraih ATPK Resources Tbk (ATPK) yang
melaju pesat naik 22,4% ke Rp 235 dan Rig Tenders Tbk (RIGS) yang naik 4,48% ke
Rp 700.
[ Dyah Ayu Kusumaningtyas ]

KONTAN Fri, 21 Jan 2011 ( 10:04:16 WIB )


=======================================================================================

Pertumbuhan China capai 9,8%, waspada tingkat inflasi

Date : Jan 21 2011, 10:32
Title : News Story
Header : Pertumbuhan China capai 9,8%, waspada tingkat inflasi


Story
=======================================================================================

BEIJING. Pertumbuhan ekonomi China pada kuartal IV 2010 terus melaju. Data
Biro Statistik China menunjukkan, pertumbuhan Negeri Panda tersebut mencapai
9,8% seiring melonjaknya produksi industri dan penjualan ritel.
Otomatis, kondisi tersebut membuat pasar saham di Asia hingga Eropa
dilanda aksi jual. Pasar dunia cemas, Pemerintah China akan menaikkan suku
bunga acuan dan menghambat laju pertumbuhan ekonomi.
Sekadar tambahan, Shanghai Composite Index anjlok 2,9% sehingga ditutup di
level terendah dalam empat bulan terakhir. Sedangkan indeks MSCI Asia Pacific
turun 1,3%. Di Frankfurt Stock Exchange, saham Volkswagen AG yang merupakan
produsen mobil terbesar Eropa di China anjlok 5%.
Angka pertumbuhan China itu berhasil melampaui estimasi nilai tengah 22
ekonom yang disurvei Bloomberg sebesar 9,4%. Sementara itu, data indeks harga
konsumen turun menjadi 4,6% pada Desember. Sebelumnya, Citigroup Inc dan Credit
Suisse Group AG memprediksi, tingkat inflasi China kemungkinan akan melonjak
mencapai 6% pada paruh pertama 2011.
"Jika perekonomian terus tumbuh pada level saat ini, maka tingkat
inflasinya harus tetap diwaspadai," jelas Liu Li-Gang, ekonom Australia and New
Zealand Banking Group Ltd.
Sementara itu, sejumlah ekonom juga meramal, China kemungkinan besar akan
membuka pintu untuk penguatan yuan lebih besar lagi. Langkah ini penting untuk
menghambat kenaikan harga dan meredakan ketegangan perdagangan dengan AS.
[ Barratut Taqiyyah, Bloomberg ]

KONTAN Fri, 21 Jan 2011 ( 09:45:58 WIB )


=======================================================================================

ELSA terbitkan MTN US$ 50 juta akhir bulan ini

Date : Jan 21 2011, 09:25
Title : News Story
Header : ELSA terbitkan MTN US$ 50 juta akhir bulan ini


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Kebutuhan dana yang mendesak menjadi alasan PT Elnusa Tbk (ELSA)
mempercepat penerbitan surat utang jangka menengah alias medium term notes
(MTN). ELSA ingin menerbitkan MTN senilai US$ 50 juta atau Rp 450 miliar di
akhir Januari 2011, lebih cepat daripada rencana semula, yaitu akhir kuartal
pertama 2011.
ELSA merancang MTN-nya memiliki jangka waktu tiga tahun. Emiten ini akan
menggunakan dana hasil penerbitan MTN untuk memenuhi anggaran belanja modal
alias capital expenditure (capex) senilai US$ 100,2 juta atau setara Rp 901,8
miliar.
Alokasi capex adalah investasi di sejumlah jasa hulu migas terintegrasi.
Perincian anggaran, untuk jasa geoscience senilai US$ 35,65 juta, jasa driling
terintegrasi
US$ 9,59 juta dan jasa integrated oilfield US$ 54,95 juta. Sekitar 70%
dari capex ditutup dengan hasil penerbitan MTN. Sisanya akan dipenuhi ELSA
dengan pinjaman bank.
Direktur Keuangan ELSA Santun Nainggolan menambahkan, ELSA masih menjadi
kontraktor proyek Donggi Senoro. "Kami tidak ikut konsorsium, hanya sebagai
kontraktor saja," lanjut dia.
Divisi oilfield services (OFS) ELSA, bulan ini memperoleh kontrak baru
senilai US$ 23 juta. Angka itu hampir separuh dari target pemasukan divisi OFS
sepanjang tahun ini, yaitu US$ 55 juta. Elnusa juga mengantongi kontrak carry
over senilai US$ 131,59 juta dari jasa hulu migas.
ELSA menargetkan pendapatan sepanjang tahun ini Rp 5,5 triliun, atau
mengalami pertumbuhan 37% daripada estimasi pendapatan di 2010, yaitu Rp 4,1
triliun. Sedang laba usaha di 2011 ditargetkan Rp 334 miliar, meningkat 280%
dibandingkan estimasi keuntungan bersih di 2010, yaitu Rp 88 miliar.
[ Anna Suci Perwitasari, KONTAN ]

KONTAN Fri, 21 Jan 2011 ( 09:14:23 WIB )


=======================================================================================

Ini Dia 149 Pasien Gayus Tambunan

JAKARTA - Kementerian Keuangan tadi pagi menyerahkan data 149 wajib pajak kepada Mabes Polri melalui Direktur Tipikor Mabes Polri Brigjen Pol Ike Edwin. Sebanyak 149 wajib pajak ini diduga merupakan "pasien" terdakwa kasus penggelapan pajak Gayus Halomoan Tambunan.

Dari data yang diperoleh okezone, Sabtu (15/1/2011), beberapa wajib pajak, merupakan perusahaan besar yang cukup dikenal publik. Termasuk perusahaan milik konglomerat Indonesia sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie.

Jadi, berikut daftar 149 wajib pajak yang pernah dilayani oleh Gayus semasa bekerja di Direktorat Pajak Kementerian Keuangan.

1. A Rahma Abbas
2. BUT Chevron Indonesia Company
3. BUT MOHG Management Ple Ltd
4. BUT Pan Pacific Hotel & Resort Indonesia
5. BUT Tokyo Electic Power Service Co. Ltd
6. CV Sumber Setia Abadi
7. Justinus Christophorus K
8. Muktar Widjaya
9. PD Chander Vinod Laroya
10. PT Adei Plantation & Industy
11. PT Adijaya Perdana Mandiri
12. PT Adisarana Indotama
13. PT Aditarwan
14. PT Adriwana Krida
15. PT Aica Indonesia
16. PT Aker Kvaerner Subsea
17. PT Asahi Synchrotech Indonesia
18. PT Asianagro Abadi
19. PT Asianagro Lestari
20. PT Astellas Pharma Indonesia.
21. PT Berkatnugraha Sinarlestari
22. PT Bina Sawit Abadi Pratama
23. PT Bintang Utama Lestari
24. PT Bosch Rexroth
25. PT Branita Sandhini
26. PT Bukaka Teknik Utama, Tbk
27.
PT Bumi Resources, Tbk (BUMI)
28. PT Cakrawala Mega Indah
29. PT Capri Nusa Raya
30. PT Cemerlang Abadi
31. PT Ceria Worley
32. PT Chevron Oil Products Indonesia
33. PT Chiyoda Internasional Indonesia
34. PT Chuo Senko Indonesia
35. PT Cibalitung Tunggal Plantation
36. PT Citra Link Indonesia
37. PT Daitoh Indar Indonesia
38. PT Delta Dunia Petroindo Tbk--> Delta Dunia Makmur Tbk (DOID)
39. PT Dowell Anadrill Schlumberger
40. PT Dunia Express
41. PT Dwi Prima Sembada
42. PT Ecorn Consulting
43. PT Excelcomindo Pratama-->XL Axiata Tbk. (EXCL)
44. PT Federal Internasional Finance
45. PT Ford Motor Indonesia
46. PT Fun Motor Indonesia
47. PT Garuda Mataram Motor
48. PT Golden Jaya Abadi
49. PT Gotrans interna Express
50. PT Hasil Jaya Industri
51. PT Honda Trading Indonesia
52. PT Horiguchi Engineering Indonesia
53. PT IDS Manufacturing
54.
PT Indah Kiat Pulp & Paper,Tbk (INKP)
55.
PT Indocement Tunggal Prakarsa (INTP)
56. PT Intan Anugerah Kharisma
57. PT Internasional Paint Indonesia
58. PT Iris Sistem Inforindo
59. PT Jae Hyun Indonesia
60. PT Jasa Teknologi Informasi IBM
61. PT Java Tobacco
62. PT Jewelry Design Services
63. PT JVC Indonesia
64. PT Kaisar Motorindo Industri
65. PT Kapuas Prima Coal
66. PT Karya Cipta Karsa
67. PT KDDI Indonesia
68. PT Kelola Jaya Artha
69. PT Kido Jaya
70. PT Kizone Internasional
71. PT Kornet Trans Utama
72. PT Koryo Internasional Indonesia
73. PT Kuala Pelabuhan Indonesia
74. PT Kurnia Jaya Raya
75. PT Kyung Dong Indonesia
76. PT Kyungseung Trading Indonesia
77. PT Ladangrumput Suburabadi
78. PT Les Nouveaux Premier Real Property Indonesia
79. PT Marga Nusantara Jaya
80. PT Maskapai Perkebunan Leidong West Indonesia
81. PT Marta Unikatama
82. PT McDermott Indonesia
83. PT Meares Soputan Mining
84. PT Mega Kemiraya
85. PT Melputra Garmindo
86. PT Mesitechmitra Purnabangun
87. PT Metec Semarang
88. PT Mintek Dendrill Indonesia
89. PT Mitra Infoparama
90. PT Mitraland Harapan Sejati
91. PT Molten Aluminium Producer Indonesia
92. PT Multi Adiguna Manunggal
93. PT Multi Rentalindo
94. PT Multi Teknindo Inforonika
95. PT Nelco Indonesia
96. PT Newmont Nusa Tenggara
97. PT Nissan Motor Distributor Indonesia
98. PT Nusantara Secom Infotech
99. PT OOCL Indonesia
100. PT Otsuka Indonesia
101. PT Pacific Wira Berjaya
102. PT Panasia Intersarana
103. PT Pantja Motor
104. PT Paramita Praya Prawatya
105. PT Pertamina Bina Medika (Pertamedika)
106. PT Pertamina Dana Ventura
107.
PT Petrosea,Tbk (PTRO)
108. PT Petrosea-PT Clough
109. PT Pindo Deli Pulp & Paper Mills
110. PT Pitamas Data Sempurna
111. PT Plaza Adika Lestari
112. PT Prawarasa Gemilang
113. PT Praquaman Konsultan
114. PT Proses Meterial Indonesia
115. PT Prudential Life Assurance
116. PT Quadra Media Publika
117. PT Rakintam Electical
118. PT Reckitt Benckiser
119. PT Rezdamurni Putramandiri
120. PT RTM Viditra Pratama
121. PT Sanko Gosei Technologi
122. PT Santan Batubara
123. PT Sawit Asahan Indah
124. PT Serasu Autoraya
125. PT Sgwicus Indonesia
126. PT Sibalec
127. PT Sierad Produce,Tbk (SIPD)
128. PT SK Food Indonesia
129. PT SKF Indonesia
130. PT SMI Electronic Indonesia
131. PT Sun Motor Indonesia
132. PT Supramatra Abadi
133. PT Sura Indah Wood Industries
134. PT Sun Hyundai Motor
135. PT Symrise
136. PT Tapian Nadenggan
137. PT Tegar Exporindo Jaya
138. PT Teguh Sinar Abadi
139. PT Thiess Contractors Indonesia
140. PT Tjahja Sakti Motor
141. PT Trisula Ulung Medasurya
142. PT Triwahana Jaya
143.
PT Tunas Baru Lampung, Tbk. (TBLA)
144. PT U Finance Indonesia
145. PT Wangsa Indra Permana
146. PT Widjaya Karya
147. PT Wiratama Dharma Perkasa
148. Suyardi Syukur
149. Toru Inoue

Sumber :
http://news.okezone.com/read/2011/01/15/339/414224/ini-dia-149-pasien-gayus-tambunan

Meski yen menguat, penjualan HEXA terangkat pertambangan

Date : Jan 21 2011, 09:07
Title : News Story
Header : Meski yen menguat, penjualan HEXA terangkat pertambangan


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Nilai tukar yen terhadap dollar Amerika Serikat (AS) yang terus
menguat menjadi alasan PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA) menaikkan harga jual
alat beratnya. HEXA juga berencana menekan margin per unit alat berat tahun
ini. Maklum, sebagian besar alat berat yang dijual HEXA berasal dari Jepang.
Imbasnya, HEXA memikul beban harga beli yang naik. "Margin per unit pasti
berkurang. Kami akan menaikkan harga alat berat merek Hitachi 5%-10%," kata
Sekretaris Perusahaan HEXA Heri Akhyar, Rabu (19/1). Selain Hitachi, HEXA juga
menjual alat berat merek John Deere, Rotobec Grapples dan Waratah.
Heri mengatakan, pengaruh penguatan yen terhadap laba korporasi secara
keseluruhan tidak ada. "Malah laba meningkat akibat permintaan yang tinggi,"
kata dia.
Selain penguatan nilai tukar yen, HEXA juga harus berhadapan dengan
kenaikan harga baja. Sebagai contoh, margin untuk unit excavator diturunkan
10%. Namun, rata-rata margin yang dipatok HEXA tetap 10%-12%.
Setelah menurunkan margin keuntungan, Heri optimistis HEXA bisa menjual
sebanyak 2.300 unit alat berat pada setahun yang periodenya April 2010-Maret
2011.
Dalam proyeksi manajemen HEXA, penjualan selama periode tersebut bisa
mencapai US$ 500 juta atau setara dengan Rp 4,5 triliun. Angka itu naik 47,06%
dibanding perolehan pada periode yang sama tahun 2009.
Sejak April-Desember 2010 penjualan HEXA telah melampaui US$ 300 juta atau
setara Rp 2,7 triliun. "Tiga bulan ke depan penjualan akan meningkat tajam.
Klien sudah pesan dari jauh-jauh hari, tinggal kami antar," tutur Heri. Selama
tiga bulan ke depan, pendapatan HEXA bisa mencapai Rp 1,8 triliun.
Selama sembilan bulan pertama periode April 2010-Maret 2011, HEXA telah
menjual 1.600 unit alat berat, atau rata-rata 177 unit per bulan. Bandingkan
dengan rata-rata penjualan HEXA untuk tahun buku sebelumnya, yaitu 50 unit per
bulan. Pemicu kenaikan penjualan adalah permintaan dari industri tambang.
Heri bilang, laba HEXA bisa naik menjadi US$ 40 juta. Pada periode April
2009-Maret 2010, HEXA mencatatkan laba senilai US$ 34 juta.
[ Adisti Dini Indreswari, KONTAN ]

KONTAN Fri, 21 Jan 2011 ( 08:59:22 WIB )


=======================================================================================

Investor beralih dari emas ke pasar valuta

Date : Jan 21 2011, 09:00
Title : News Story
Header : Investor beralih dari emas ke pasar valuta


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Pesona harga emas kembali meredup. Harga kontrak emas untuk
pengiriman Februari 2011 di Divisi Comex, New York Mercantile Exchange (NYMEX),
kemarin pukul 20.00 WIB, terkoreksi 0,88% menjadi US$ 1.358,20 per ons troi.
Membaiknya data-data ekonomi Amerika Serikat menjadi salah satu pemicu
koreksi harga emas. Produksi industri di negeri Paman Sam naik 0,8% pada
Desember 2010, atau melampaui perkiraan para analis. Bukan hanya itu, mengacu
survei Bloomberg, penjualan rumah di AS mungkin akan naik 4,1% pada bulan
Desember 2010 lalu.
"Sentimen pasar untuk emas telah bergeser sejak akhir 2010. Ini karena
kecemasan terhadap krisis ekonomi semakin berkurang," kata Anne-Laure Tremblay,
Analis BNP Paribas di London, seperti dikutip Bloomberg, kemarin.
Di sisi lain, ANZ Banking Group Ltd memangkas perkiraan harga emas dan
platinum di 2011. ANZ memproyeksikan harga rata-rata emas tahun ini senilai US$
1.453 per ons troi, atau menyusut 3,3% dari perkiraan sebelumnya. Harga
rata-rata platinum juga diprediksi melorot 3,2% dari estimasi sebelumnya
menjadi US$ 1.886 per ons troi.
"Permintaan terhadap safe haven mulai berkurang karena sentimen ekonomi
Eropa terus membaik," tulis Analis ANZ Banking Group Mark Pervan dan Natalie
Robertson, dalam risetnya.
Analis yang dihubungi KONTAN menyebutkan, pelaku pasar tengah mencermati
kebijakan otoritas moneter di setiap negara terkait ancaman inflasi tinggi.
Beralih ke valuta
Ibrahim, Analis Askap Futures, menyatakan, investor saat ini cenderung
membuang aset dalam bentuk komoditas, termasuk emas, dan mengalihkannya ke mata
uang, seperti dollar AS dan yen Jepang.
Sampai tadi malam, indeks dollar AS yang mencerminkan pergerakan the green
back terhadap enam valuta utama dunia bergerak naik 0,24% ke posisi 78,83.
Sejumlah harga komoditas juga kompak menurun. Hal itu terlihat dari laju
indeks CRB Reuters-Jefferies yang melorot 0,58% ke 331,49. Indeks ini
mencerminkan pergerakan harga 19 komoditas paling likuid di dunia.
Herry Setyawan, Analis Indosukses Futures, mengemukakan, saat ini para
spekulan cenderung mengalihkan dananya dari emas ke aset lain yang lebih likuid
tetapi aman, seperti obligasi, deposito, maupun cash (mata uang). "Meskipun
return yang ditawarkan instrumen tersebut kecil," ucap dia.
Koreksi yang terjadi di mayoritas indeks bursa regional juga tidak lantas
mendongkrak harga emas. Hingga beberapa hari ke depan, emas dinilai bukan
pilihan yang menarik sebagai instrumen investasi. "Investor masih wait and see
melihat perkembangan pasar terkini. Mereka lebih senang memegang valuta,
terutama dollar AS dan yen Jepang," ujar Ibrahim.
Namun prospek harga emas masih tetap berkilau. Herry memprediksi harga
emas hari ini (21/1) akan berada di kisaran US$ 1.300 per ons troi, sedang
Ibrahim mematok US$ 1.350 per ons troi. Hingga kuartal I-2011, Ibrahim menaksir
harga emas paling tinggi menyentuh US$ 1.400 per ons troi.
[ Sandy Baskoro, Asep Munazat Zatnika, KONTAN ]

KONTAN Fri, 21 Jan 2011 ( 08:29:23 WIB )


=======================================================================================

Di posisi sideways, saham ADRO, TLKM , ASII jadi penggerus indeks

Date : Jan 21 2011, 08:59
Title : News Story
Header : Di posisi sideways, saham ADRO, TLKM , ASII jadi penggerus indeks


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Saham AALI, ADRO, dan TLKM menjadi tiga saham utama pengerus
indeks, hari ini. Hingga penutupan perdagangan sore ini, IHSG terbenam 2,27%.
Saham ADRO koreksi 7,55% ke Rp 2.450, TLKM turun 3,21% ke Rp 7.550, dan ASII
melemah 2,45% ke Rp 47.800.
Analis PT Samuel Sekuritas Indonesia, Muhammad Al Fatih menyebut, ketiga
saham tersebut terseret lemahnya sentimen pasar karena kecemasan inflasi dan
kondisi sosial politik terkait ketidakpastian kenaikan TDL, pembatasan BBM
susbsidi, dan kelangkaan bahan pangan.
Lanjut Al Fatif, koreksi saham ADRO juga terkait prediksi bakal turunnya
harga batubara karena kenaikan sudah terlalu tinggi. "Diprediksi masalah suplai
yang terganggu akibat banjir bisa pulih 3-4 bulan ke depan, sementara kebutuhan
mulai normal karena musim dingin mulai berakhir," ujarnya.
Secara teknikal, saham ADRO juga sudah mencapai level resistance, sehingga
terjadi koreksi untuk jangka pendek hingga menengah. Target harganya di Rp
2.450 - Rp 2.900, hingga sebulan ke depan. Namun, kata Al Fatih, untuk jangka
panjang trennya masih bullish.
Sementara, penurunan pada saham ASII karena posisi jangka menengah saat
ini sedang sideways dengan kecenderungan di support Rp 46.250. Dengan posisi
market yang berbahaya, kalau dalam jangka pendek level support tertembus, maka
tren jangka menengah bisa berbalik turun.
Adapun, saham TLKM juga sedang berada di dekat support Rp 7.050, dengan
tren jangka menengah dan panjang cenderung sideways. "Kalau lepas dari support,
maka tren jangka panjang berubah turun," kata Al Fatih.
[ Dupla Kartini ]

KONTAN Thu, 20 Jan 2011 ( 16:51:22 WIB )


=======================================================================================

Kamis, 20 Januari 2011

Ini Dia 149 Pasien Gayus Tambunan

JAKARTA - Kementerian Keuangan tadi pagi menyerahkan data 149 wajib pajak kepada Mabes Polri melalui Direktur Tipikor Mabes Polri Brigjen Pol Ike Edwin. Sebanyak 149 wajib pajak ini diduga merupakan "pasien" terdakwa kasus penggelapan pajak Gayus Halomoan Tambunan.

Dari data yang diperoleh okezone, Sabtu (15/1/2011), beberapa wajib pajak, merupakan perusahaan besar yang cukup dikenal publik. Termasuk perusahaan milik konglomerat Indonesia sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie.

Jadi, berikut daftar 149 wajib pajak yang pernah dilayani oleh Gayus semasa bekerja di Direktorat Pajak Kementerian Keuangan.

1. A Rahma Abbas
2. BUT Chevron Indonesia Company
3. BUT MOHG Management Ple Ltd
4. BUT Pan Pacific Hotel & Resort Indonesia
5. BUT Tokyo Electic Power Service Co. Ltd
6. CV Sumber Setia Abadi
7. Justinus Christophorus K
8. Muktar Widjaya
9. PD Chander Vinod Laroya
10. PT Adei Plantation & Industy
11. PT Adijaya Perdana Mandiri
12. PT Adisarana Indotama
13. PT Aditarwan
14. PT Adriwana Krida
15. PT Aica Indonesia
16. PT Aker Kvaerner Subsea
17. PT Asahi Synchrotech Indonesia
18. PT Asianagro Abadi
19. PT Asianagro Lestari
20. PT Astellas Pharma Indonesia.
21. PT Berkatnugraha Sinarlestari
22. PT Bina Sawit Abadi Pratama
23. PT Bintang Utama Lestari
24. PT Bosch Rexroth
25. PT Branita Sandhini
26. PT Bukaka Teknik Utama, Tbk
27.
PT Bumi Resources, Tbk (BUMI)
28. PT Cakrawala Mega Indah
29. PT Capri Nusa Raya
30. PT Cemerlang Abadi
31. PT Ceria Worley
32. PT Chevron Oil Products Indonesia
33. PT Chiyoda Internasional Indonesia
34. PT Chuo Senko Indonesia
35. PT Cibalitung Tunggal Plantation
36. PT Citra Link Indonesia
37. PT Daitoh Indar Indonesia
38. PT Delta Dunia Petroindo Tbk--> Delta Dunia Makmur Tbk (DOID)
39. PT Dowell Anadrill Schlumberger
40. PT Dunia Express
41. PT Dwi Prima Sembada
42. PT Ecorn Consulting
43. PT Excelcomindo Pratama
44. PT Federal Internasional Finance
45. PT Ford Motor Indonesia
46. PT Fun Motor Indonesia
47. PT Garuda Mataram Motor
48. PT Golden Jaya Abadi
49. PT Gotrans interna Express
50. PT Hasil Jaya Industri
51. PT Honda Trading Indonesia
52. PT Horiguchi Engineering Indonesia
53. PT IDS Manufacturing
54.
PT Indah Kiat Pulp & Paper,Tbk (INKP)
55.
PT Indocement Tunggal Prakarsa (INTP)
56. PT Intan Anugerah Kharisma
57. PT Internasional Paint Indonesia
58. PT Iris Sistem Inforindo
59. PT Jae Hyun Indonesia
60. PT Jasa Teknologi Informasi IBM
61. PT Java Tobacco
62. PT Jewelry Design Services
63. PT JVC Indonesia
64. PT Kaisar Motorindo Industri
65. PT Kapuas Prima Coal
66. PT Karya Cipta Karsa
67. PT KDDI Indonesia
68. PT Kelola Jaya Artha
69. PT Kido Jaya
70. PT Kizone Internasional
71. PT Kornet Trans Utama
72. PT Koryo Internasional Indonesia
73. PT Kuala Pelabuhan Indonesia
74. PT Kurnia Jaya Raya
75. PT Kyung Dong Indonesia
76. PT Kyungseung Trading Indonesia
77. PT Ladangrumput Suburabadi
78. PT Les Nouveaux Premier Real Property Indonesia
79. PT Marga Nusantara Jaya
80. PT Maskapai Perkebunan Leidong West Indonesia
81. PT Marta Unikatama
82. PT McDermott Indonesia
83. PT Meares Soputan Mining
84. PT Mega Kemiraya
85. PT Melputra Garmindo
86. PT Mesitechmitra Purnabangun
87. PT Metec Semarang
88. PT Mintek Dendrill Indonesia
89. PT Mitra Infoparama
90. PT Mitraland Harapan Sejati
91. PT Molten Aluminium Producer Indonesia
92. PT Multi Adiguna Manunggal
93. PT Multi Rentalindo
94. PT Multi Teknindo Inforonika
95. PT Nelco Indonesia
96. PT Newmont Nusa Tenggara
97. PT Nissan Motor Distributor Indonesia
98. PT Nusantara Secom Infotech
99. PT OOCL Indonesia
100. PT Otsuka Indonesia
101. PT Pacific Wira Berjaya
102. PT Panasia Intersarana
103. PT Pantja Motor
104. PT Paramita Praya Prawatya
105. PT Pertamina Bina Medika (Pertamedika)
106. PT Pertamina Dana Ventura
107.
PT Petrosea,Tbk (PTRO)
108. PT Petrosea-PT Clough
109. PT Pindo Deli Pulp & Paper Mills
110. PT Pitamas Data Sempurna
111. PT Plaza Adika Lestari
112. PT Prawarasa Gemilang
113. PT Praquaman Konsultan
114. PT Proses Meterial Indonesia
115. PT Prudential Life Assurance
116. PT Quadra Media Publika
117. PT Rakintam Electical
118. PT Reckitt Benckiser
119. PT Rezdamurni Putramandiri
120. PT RTM Viditra Pratama
121. PT Sanko Gosei Technologi
122. PT Santan Batubara
123. PT Sawit Asahan Indah
124. PT Serasu Autoraya
125. PT Sgwicus Indonesia
126. PT Sibalec
127. PT Sierad Produce,Tbk (SIPD)
128. PT SK Food Indonesia
129. PT SKF Indonesia
130. PT SMI Electronic Indonesia
131. PT Sun Motor Indonesia
132. PT Supramatra Abadi
133. PT Sura Indah Wood Industries
134. PT Sun Hyundai Motor
135. PT Symrise
136. PT Tapian Nadenggan
137. PT Tegar Exporindo Jaya
138. PT Teguh Sinar Abadi
139. PT Thiess Contractors Indonesia
140. PT Tjahja Sakti Motor
141. PT Trisula Ulung Medasurya
142. PT Triwahana Jaya
143.
PT Tunas Baru Lampung, Tbk. (TBLA)
144. PT U Finance Indonesia
145. PT Wangsa Indra Permana
146. PT Widjaya Karya
147. PT Wiratama Dharma Perkasa
148. Suyardi Syukur
149. Toru Inoue

Sumber :
http://updatetaxnews.blogspot.com/2011/01/ini-dia-149-pasien-gayus-tambunan.html

ECB : Ekonomi Eropa masih negatif, suku bunga belum akan naik

Date : Jan 20 2011, 16:37
Title : News Story
Header : ECB : Ekonomi Eropa masih negatif, suku bunga belum akan naik


Story
=======================================================================================

FRANKFURT. European Central Bank (ECB) memberikan sinyal tak akan menaikan
suku bunga acuan dalam waktu dekat. Hal tersebut dinilai belum mendesak
meskipun angka inflasi Eropa sudah diatas perkiraan.
"Suku bunga saat ini masih diperlukan," ujar Presiden Jean Claude Trichet.
Inflasi Desember 2010 tembus 2,2% diatas ekspektasi pasar maupun pemerintah
yang sebesar 2%. Inflasi tersebut paling tinggi selama 2 tahun terakhir. Tapi
ECB tak mengubah suku bunga acuan di level 1%.
"Dewan Pengurus melihat tekanan inflasi tersebut bersifat jangka pendek,
terutama karena harga energi. Kebijakan yang diambil ECB saat ini sangat
relevan," ujar Trichet.
Tahun ini, ECB memperkirakan angka inflasi rata-rata sekitar 1,8%tahun dan
1,5% tahun depan.
"Peningkatan inflasi saat ini bukan alarm kenaikan suku bunga," kata
Anggota Dewan Eksekutif ECB Juergen Stark.
Menurutnya prospek ekonomi Eropa masih akan dalam zona negatif. Tahun ini,
ECB memperkirakan pertumbuhan ekonomi Eropa hanya sebesar 1,4% lebih lambat
ketimbang tahun lalu yang sebesar 1,7%.
[ Dyah Megasari, Bloomberg ]

KONTAN Thu, 20 Jan 2011 ( 16:23:06 WIB )


=======================================================================================

Bursa Asia Berguguran, IHSG Terpangkas 80 Poin



Jakarta - Sebanyak 225 saham melemah, sehingga memaksa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpangkas hingga 80 poin seiring dengan pelemahan di bursa-bursa regional. Penurunan bursa-bursa di Asia ini merupakan yang paling parah dalam lima bulan terakhir.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah ke posisi Rp 9.070 per dolar AS dibandingkan penutupan kemarin di Rp 9.055 per dolar AS.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG terkoreksi 11,918 poin (0,34%) ke level 3.522,366. Indeks melemah terkena imbas memerahnya bursa global dan regional.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG merosot hingga 74,930 poin (2,13%) ke level 3.459,354. Pelemahan itu memaksa indeks kembali nongkrong di level 3.400.

Dan menutup perdagangan, Kamis (20/1/2011), IHSG anjlok 80,166 poin (2,27%) ke level 3.454,118. Sementara Indeks LQ 45 turun 16,018 poin (2,57%) ke level 605,717.

Sentimen negatif dari bursa global dan regional membuat indeks tertekan. Investor masih mengamankan portofolionya karena khawatir indeks masih akan melemah lebih dalam lagi.

Seluruh sektor industri di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih terjerat di zona merah, tak satu pun yang bisa menguat. Minimnya informasi positif baik dari dalam maupun luar negeri membuat indeks tak kuasa bergerak ke atas.

Saham-saham yang menderita pelemahan paling dalam berada di sektor komoditas, yaitu pertambangan dan perkebunan. Keduanya melemah dengan signifikan, lebih dari 3%.

Posisi tertinggi yang bisa diraih indeks hari ini berada di level 3.534,002 pada pembukaan perdagangan. Sementara posisi terendahnya di level 3.441,630, jatuh lebih dari 90 poin.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 93.452 kali pada volume 3,567 miliar lembar saham senilai Rp 5,034 triliun. Sebanyak 34 saham naik, 225 saham turun dan 49 saham stagnan.

Transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign nett sell) tipis sebanyak Rp 38,605 miliar.

Bursa-bursa di Asia pun berguguran, sepanjang perdagangan bergerak di teritori negatif. Penurunan ini merupakan yang paling parah melanda bursa regional dalam lima bulan terakhir.

Berikut kondisi bursa-bursa regional hingga sore hari ini:

* Indeks Komposit Shanghai terpuruk 79,64 poin (2,89%) ke level 2.678,45.
* Indeks Hang Seng ambruk 415,92 poin (1,70%) ke level 24.003,70.
* Indeks Nikkei 225 terkoreksi 119,79 poin (1,13%) ke level 10.437,31.
* Indeks Straits Times anjlok 38,99 poin (1,20%) ke level 3.202,97.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Maskapai Reasuransi (MREI) naik Rp 130 ke Rp 680, Ace Hardware (ACES) naik Rp 100 ke Rp 2.575, Bank Danamon (BDMN) naik Rp 100 ke Rp 5.850, dan Pioneerindo (PTSP) naik Rp 90 ke Rp 465.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam katagori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITM) turun Rp 2.100 ke Rp 48.850, Schering Plough (SCPI) turun Rp 2.000 ke Rp 32.000, Gudang Garam (GGRM) tuurn Rp 1.350 ke Rp 36.200, dan Astra Internasional (ASII) turun Rp 1.200 ke Rp 47.800.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah ke posisi Rp 9.070 per dolar AS dibandingkan penutupan kemarin di Rp 9.055 per dolar AS. (ang/qom)

Semua sektor tertekan, IHSG terbenam 2,27%


Date : Jan 20 2011, 16:28
Title : News Story
Header : Semua sektor tertekan, IHSG terbenam 2,27%


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Bursa kembali terpuruk pada penutupan sore, kamis (20/1). Indeks
Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi 2,27% ke level 3454,118.
Hanya 31 saham yang naik, sedangkan 212 saham melemah, dan 45 saham
lainnya masih tidak bergerak. Transaksi ditutup pada volume perdagangan 3,57
miliar dengan nilai transaksi 5 triliun.
Semua sektor terkoreksi dengan sektor pertambangan yang menukik tajam
sejumlah 3,03%, diikuti sektor barang konsumsi yang terkoreksi 2,92%.
Kemerosotan paling tajam terjadi pada saham Prasidha Aneka Niaga Tbk
(PSDN) yang turun 34,44% ke Rp 59. Di peringkat kedua ada saham Suryamas
Dutamakmur Tbk yang turun 9,09% ke Rp 110.
Sementara, saham top gainers yang masih bertahan adalah Aneka Kemasindo
Utama Tbk (AKKU) yang naik 24,35% ke Rp 143, di peringkat kedua ada Pioneerindo
Gourmet Int I Tbk yang naik 24% ke Rp 465. Selain itu, saham yang masih ada di
era hijau adalah Maskapai Reasuransi Ind Tbk (MREI) yang naik 23,64% di harga
Rp 680.
[ Dyah Ayu Kusumaningtyas ]

KONTAN Thu, 20 Jan 2011 ( 16:20:45 WIB )


=======================================================================================

Harga emas terseret koreksi di pasar saham Asia

Date : Jan 20 2011, 15:27
Title : News Story
Header : Harga emas terseret koreksi di pasar saham Asia


Story
=======================================================================================

SYDNEY. Harga emas terseret koreksi yang terjadi di pasar saham Asia.
Koreksi saham menyebabkan pelaku pasar beralih ke dollar AS, sehingga
mengurangi permintaan terhadap emas sebagai alternatif investasi.
Hingga pukul 15.06 WIB, emas untuk kontrak pengiriman Februari 2011 di
Divisi COMEX-AS, turun dari US$ 1.370,2 per ons troy menjadi US$ 1.362,8 per
ons troy.
Pasar saham Asia melemah mengikuti kejatuhan bursa AS setelah data
perumahannya turun ke level terendah dalam setahun terakhir. Faktor inilah yang
menggiring pasar cenderung memburu dollar, dan mengurangi permintaan emas.
Hingga pukul 12.55 WIB, pairing euro terhadap dollar AS turun dari 1,3473 ke
1,3437.
Kepala penjualan dari Investec Bank (Australia) Ltd, Darren Heathcote
menyebut, harga emas telah mengikuti apa yang terjadi pada dollar beberapa hari
terakhir ini.
Adapun, Australia and New Zealand Banking Group Ltd. memangkas prediksi
harga emas tahun ini menjadi rata-rata US$ 1.453 per ons troy, atau turun 3,3%
dari perkiraan tahun lalu.
"Permintaan safe haven memudar dengan sentimen perbaikan ekonomi di Eropa.
Sementara, pasar mata uang kurang mendukung, dengan dolar AS cenderung menguat
di 2011 dan ke depannya," ujar analis Mark Pervan and Natalie Robertson dari
ANZ Banking Group Ltd.
[ Dupla Kartini, Bloomberg ]

KONTAN Thu, 20 Jan 2011 ( 15:26:19 WIB )


=======================================================================================

Biaya proteksi obligasi korporasi di Eropa membengkak

Date : Jan 20 2011, 15:26
Title : News Story
Header : Biaya proteksi obligasi korporasi di Eropa membengkak


Story
=======================================================================================

LONDON. Credit default swap (CDS) Eropa memperlihatkan, biaya perlindungan
terhadap obligasi korporasi kembali membengkak.
Markit iTraxx Europe Index yang dicatat JP Morgan Chase & Co pada pukul
7:30 waktu London memperlihatkan biaya proteksi 50 perusahaan Eropa yang
memiliki yield tinggi sudah naik 8,5 basis poin menjadi 417,5.
Indeks juga merekam, biaya proteksi 125 perusahaan dengan peringkat
obligasi investasi-grade naik 1,5 basis poin menjadi 104.5. Kenaikan biaya
menyusul kekhawatiran terhadap obligasi senior milik 25 bank dan asuransi yang
naik 0,5 basis poin menjadi 177 dan indeks subordinasi naik 0,5 bps menjadi
294,5.
Dalam indeks tersebut, 1 bps CDS berarti melindungi sekitar 10 juta euro
atau setara dengan US$ 13,4 juta obligasi dari potensi gagal bayar dengan tenor
lima tahun.
Informasi saja, Markit iTraxx Europe Index adalah patokan biaya
perlindungan obligasi terhadap potensi default dan memberikan sinyal dalam
persepsi kualitas kredit.
[ Dyah Megasari, Bloomberg ]

KONTAN Thu, 20 Jan 2011 ( 15:09:26 WIB )


=======================================================================================

BUMI vs ADRO vs ITMG vs PTBA vs HRUM vs BORN vs BYAN







Harga SUN tenor pendek melonjak drastis di pasar sekunder

Date : Jan 20 2011, 14:49
Title : News Story
Header : Harga SUN tenor pendek melonjak drastis di pasar sekunder


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Harga Surat Utang Negara (SUN) beberapa seri pada perdagangan
sesi I di pasar sekunder melonjak drastis. Seri FR27 misalnya, harga SUN yang
jatuh tempo pada 2015 ini mencapai level 109,30 naik 12,38% dari posisi kemarin
(19/1) di level 124,75. Secara otomatis, yield atau tingkat imbal hasil FR27
menciut jadi 6,99% dari yang sebelumnya 8,18%.
Berbeda dengan SUN tenor pendek, harga seri FR52 yang jatuh tempo 2030
justru turun dari 103,25 menjadi 102,75. Sebaliknya, yield seri ini sedikit
naik menjadi 10,17% (20/1) dari yang sebelumnya 10,11%.
Indeks hasil perhitungan Himpunan Pedagang Surat Utang Negara (Himdasun)
sempat naik tipis ke level 99,72 (19/1) dari posisi 99,47 (18/1) yang merupakan
posisi terendah sejak 2 tahun terakhir. Biasanya, pasar kembali melakukan aksi
beli setelah harga SUN terkoreksi. Saat ini pasar menanti angka inflasi yang
akan berpengaruh pada suku bunga acuan atau BI rate. "Tenor pendek memiliki
resiko yang lebih rendah terhadap kenaikan suku bunga ketimbang tenor yang
lebih panjang," ujar Analis Obligasi Mandiri Sekuritas, Handy Yunianto.
Sekedar informasi, angka credit default swap (CDS) Indonesia per 19
Januari kemarin berada di level 141,71% naik dari 139,04% (18/1).
Berikut harga SUN pada perdagangan sesi I
FR30 jatuh tempo 2016
116,00 yield 7,07 (20/1)
110,75 yield 8,20 (19/1)
FR 34 jatuh tempo 2021
132,00 yield 8,16 (20/1)
128,50 yield 8,59 (19/1)
[ Dyah Megasari ]

KONTAN Thu, 20 Jan 2011 ( 14:42:36 WIB )


=======================================================================================

Laba BMRI 2010 naik 18,71% jadi Rp 8,5 triliun

Date : Jan 20 2011, 13:55
Title : News Story
Header : Laba BMRI 2010 naik 18,71% jadi Rp 8,5 triliun


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Laba bersih PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) naik 18,71% menjadi Rp 8,5
triliun pada 2010. Tahun sebelumnya, laba bersih bank milik BUMN ini mencapai
Rp 7,16 triliun.
"Bank Mandiri terdepan bersama BRI. Pencapaian keuntungan Rp 8,5 triliun,
jauh naik dari 2009," ujar Menteri BUMN Mustafa Abubakar, hari ini (20/1).
Namun, Direktur Utama BMRI Zulkifli Zaini masih enggan mengakui pencapaian
kinerja tahun 2010. "Masih terlalu dini menyebutkan laba karena neraca Desember
2010 masih dalam proses audit," ujarnya.
Saat ini, BMRI masih menyiapkan proses penerbitan saham baru. Wakil
Menteri BUMN, Pandu Djajanto memastikan BMRI bakal menawarkan saham baru mulai
24 Januari mendatang.
[ Bernadette Christina, Nina Dwiantika, Astri Kharina Bangun, Didik
Purwanto ]

KONTAN Thu, 20 Jan 2011 ( 13:16:45 WIB )


=======================================================================================

Tertekan 206 saham, IHSG ditutup turun 2,12%


Date : Jan 20 2011, 12:50
Title : News Story
Header : Tertekan 206 saham, IHSG ditutup turun 2,12%


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Sejumlah 206 saham yang memerah menyebabkan Indeks Harga Saham
Gabungan (IHSG) pada penutupan sesi pagi, kembali anjlok signifikan, yaitu
minus 2,12% ke level 3.459,354. Hanya 23 saham yang menghijau, sementara 35
saham lagi stagnan.
10 sektor yang diperdagangkan beradu kuat mendorong kejatuhan indeks.
Koreksi tertinggi terjadi di sektor pertambangan yang merosot 3,06%.
Nilai perdagangan yang tercipta sebesar Rp 2,5 triliun dengan total volume
sebanyak 1,7 miliar saham.
Prasidha Aneka Niaga Tbk (PSDN) memimpin barisan saham yang memerah
setelah jatuh 34,44% ke Rp 59. Disusul Bhakti Capital Indonesia Tbk (BCAP) yang
merosot 25% ke Rp 225. Asia Natural Resources Tbk (ASIA) melemah 10% ke Rp 72,
Bisi International Tbk (BISI) turun 7,27% ke Rp 1.530, dan pendatang baru
Martina Berto Tbk (MBTO) terkoreksi 6,90% ke Rp 540.
Lima besar top gainers diisi Pioneerindo Gourmet International Tbk (PTSP)
yang menguat 24% ke Rp 465, Allbond Makmur Usaha tbk (SQMI) naik 12% ke Rp 168.
First Media Tbk (KBLV) yang diisukan bakal dijual Group Lippo berada di posisi
ketiga setelah mengalami kenaikan 10,26% ke Rp 1.290. Surya Semesta Internusa
Tbk (SSIA) naik 5,56% ke Rp 950, dan Lamicitra Nusantara Tbk (LAMI) menguat
4,57% ke Rp 183.
[ Teddy Gumilar ]

KONTAN Thu, 20 Jan 2011 ( 12:29:13 WIB )


=======================================================================================

Pemerintah ingin harga rights issue BMRI lebih tinggi


Date : Jan 20 2011, 12:49
Title : News Story
Header : Pemerintah ingin harga rights issue BMRI lebih tinggi


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Pemerintah menghendaki harga penawaran saham terbatas atau rights
issue PT Bank Mandiri Tbk lebih tinggi dari harga sebelum roadshow di level Rp
4.000-Rp 6.150 per saham. Pemerintah beralasan, kondisi pasar modal mulai
stabil sehingga harga rights issue BMRI berpeluang lebih tinggi.
Menteri BUMN Mustafa Abubakar menyatakan manajemen BMRI bersama para
penjamin emisi telah merampungkan roadshow. Pemerintah masih menunggu laporan
Joint Lead Underwriter (JLU) hingga dua hari ke depan.
"Kelihatannya masih masuk dalam harga range. Mudah-mudahan harga di pasar
modal bisa di luar range agar ada ruang menaikkan harga," ungkap Mustafa, Rabu
(19/1).
Menteri BUMN mengaku sudah bersepakat dengan Bapepam-LK soal kemungkinan
perubahan harga rights issue BMRI. Inti kesepakatannya: jika harga saham BMRI
di pasar modal meningkat dalam dua hari ke depan, Bapepam memberi kesempatan
bank pelat merah ini untuk menyesuaikan harga penawarannya. "Jadi boleh
dinaikkan, tapi sekarang (kemarin) belum ada keputusan karena underwriter
sedang mengolahnya," imbuh Mustafa.
BMRI akan melepas 2,33 miliar saham baru di kisaran harga Rp 4.000-Rp
6.150 per saham. Lewat aksi itu, BMRI membidik perolehan dana antara Rp 9,3
triliun hingga
Rp 14,4 triliun. Setiap pemegang 8.985 saham lama yang tercatat hingga 10
Februari 2011 berhak membeli 1.000 saham baru. Dengan skema itu, pemerintah
selaku pemegang saham mayoritas BMRI berhak mengeksekusi 1,5 miliar saham.
Pemerintah memastikan tidak akan mengeksekusi haknya dan akan mengundang
investor strategis. Tapi Mustafa enggan membeberkan identitas calon investor
strategis. "Saya belum bisa komentar tentang itu," kata dia.
Deputi Menteri BUMN Bidang Perbankan dan Jasa Keuangan, Parikesit
Suprapto, menambahkan, setelah rights issue, pemerintah akan menguasai 60%
saham BMRI. "Kami tak mengeksekusi saham rights issue karena tidak ada alokasi
dana dari APBN," kata Parikesit.
Dengan 40% kepemilikan saham publik, manajemen BMRI optimistis laba
bersihnya akan meningkat.
Pahala N. Mansyuri, Direktur Keuangan BMRI, memproyeksikan laba bersih
BMRI bisa bertambah Rp 400 miliar-Rp 500 miliar setelah rights issue. Sebab,
BMRI akan memperoleh insentif (diskon) pajak sebesar 5%. Maklum saja, jumlah
saham yang beredar di pasar minimal 40% dari total sahamnya.
[ Didik Purwanto, Avanty Nurdiana, KONTAN ]

KONTAN Thu, 20 Jan 2011 ( 11:47:32 WIB )


=======================================================================================

JSX



Kalo dilihat indek tekanan hari ini, indek berpeluang ke arah 3350.

AALI vs LSIP vs SGRO vs BWPT vs UNSP vs TBLA vs GZCO







BISI

SMGR vs INTP vs SMCB



Angka perumahan anjlok, harga minyak di level terendah pekan ini

Date : Jan 20 2011, 09:26
Title : News Story
Header : Angka perumahan anjlok, harga minyak di level terendah pekan ini


Story
=======================================================================================

SYDNEY. Anjloknya angka pembangunan rumah di AS tidak hanya menyeret pasar
saham, tapi juga menyeret harga minyak mentah.
Minyak untuk kontrak pengiriman Februari 2011 di Pasar NYMEX-AS turun 0,46
poin ke US$ 90,40 per barel hingga pukul 11.45 a.m. waktu Sydney. Kemarin,
minyak ditutup di US$ 90,86 per barel. Sementara, minyak pada kontrak teraktif
di bulan Maret turun 0,29 poin ke US$ 91,52 sebarel.
Angka housing starts per Desember turun 4,3% menjadi 529,000 unit, meleset
dari perkiraan pasar yaitu 550.000 unit. Melesetnya pertumbuhan sektor
perumahan ini mengindikasikan pemulihan ekonomi mungkin melambat.
Harga minyak juga turun setelah American Petroleum Institute melaporkan
cadangan minyak mentah AS meningkat 3,53 juta barel menjadi 340,6 juta.
Analis dan broker di Tradition Energy di Stamford, Gene McGilian menyebut,
data tersebut bukan indikator ekonomi yang positif, dan pasar masih fokus pada
faktor eknomi. "Kita melihat bagaimana pergerakan dolar dan ekuitas," ujarnya.
[ Dupla Kartini, Bloomberg ]

KONTAN Thu, 20 Jan 2011 ( 08:20:15 WIB )


=======================================================================================

BEI: Masalah terletak di sistem pendukung datafeed

Date : Jan 20 2011, 09:05
Title : News Story
Header : BEI: Masalah terletak di sistem pendukung datafeed


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Sekitar 15 menit sebelum penutupan perdagangan, sejumlah trader
mengaku kesulitan dalam melakukan transaksi online trading. Rupanya, ada
gangguan yang terjadi pada sistem data pendukung di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Banyak trader yang menyayangkan terjadinya hal ini. "Bagaimana BEI mau
memangkas jam istirahat kalau hal seperti ini masih saja terjadi," ujar salah
seorang trader yang tak mau namanya disebut.
Namun, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Wan Wei Yiong
bilang, sistem perdagangan berjalan normal hingga penutupan pasar pukul 16.00.
"Memang ada masalah di sistem pendukungnya yaitu datafeed," jelasnya.
Yiong menambahkan, power supply ke datafeed terputus sore ini pukul 15.46.
"Namun saat ini sudah betul lagi," imbuhnya. Asal tahu saja, datafeed ini
digunakan untuk memperoleh informasi perdagangan secara real time dari
Bloomberg, RTI, Stockwatch, dan lain-lain.
[ Astri Karina Bangun, Barratut Taqiyyah ]

KONTAN Wed, 19 Jan 2011 ( 17:29:08 WIB )


=======================================================================================

Rabu, 19 Januari 2011

Saham UNVR, BBRI, dan TLKM jadi penggerus indeks

Date : Jan 19 2011, 15:18
Title : News Story
Header : Saham UNVR, BBRI, dan TLKM jadi penggerus indeks


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Saham UNVR, BBRI, dan TLKM menjadi penyeret indeks, hari ini.
Hingga pukul 14.23 WIB, IHSG terseret 0,63% ke level 3.526,16.
Adapun, saham UNVR sudah terkoreksi 2,8% ke level Rp 15.650 per saham.
Sementara, saham BBRI turun 3% Rp 4.850 per saham, dan saham TLKM turun 0,64%
ke 7.750
Analis Lauthandana Securindo, Willy Sanjaya menyebut, koreksi ketiga saham
tersebut karena pengaruh isu dari dari negeri. Menurutnya, pasar masih cemas
terhadap inflasi, suku bunga yang belum ada perubahan, dan kondisi sosial
politik yang agak memanas akhir-akhir ini karena tudingan kebohongan terhadap
pemerintah.
Sementara, kata Willy, dari sisi emiten sendiri tidak ada alasan khusus
yang menyeret saham-saham tersebut. Tapi, saat ini pasar memang menunggu
laporan keuangan 2010, sehingga indeks sulit naik dan cenderung tekanan jual.
"Pasar tidak punya pegangan, dalam posisi mencari arah, sehingga yang
ditunggu adalah rilis laporan keuangan dan rencana pembagian dividen,"
terangnya.
[ Dupla Kartini ]

KONTAN Wed, 19 Jan 2011 ( 14:30:43 WIB )


=======================================================================================

Penurunan harga SUN sudah diprediksi investor

Date : Jan 19 2011, 15:16
Title : News Story
Header : Penurunan harga SUN sudah diprediksi investor


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Meski Moody's Investor Service menaikkan rating credit Indonesia
dari Ba2 menjadi Ba1 beberapa hari lalu, namun dampaknya belum menjalar ke
pasar saham dan obligasi. Sebagai bukti, pasar saham masih menunjukkan koreksi
dalam dua minggu pertama tahun ini. Sementara, harga surat utang negara sempat
menyentuh titik terendah sejak Juli 2010.
Menurut Venkatraman Anantha Nageswaran, Chief Investment Officer Bank
Julius Bar, peringkat Moody's tak terlalu berdampak signifikan terhadap pasar
saham dan obligasi Indonesia. Pasalnya, "Investor sudah berspekulasi sebelumnya
tentang kenaikan peringkat tersebut," jelasnya. Dia menambahkan, saat ini,
kecemasan investor lebih tertuju pada tingkat inflasi di Asia yang semakin
membumbung.
Head of Debt Research PT Danareksa Sekuritas pun berpendapat sama.
Menurutnya, penurunan harga surat utang negara bukan sesuatu yang
mengkhawatirkan. "Harga SUN turun karena pasar sudah memprediksi ada kenaikan
rating di awal tahun. Kecuali kalau naik satu lagi ke level investment grade,
baru efeknya jadi lebih besar," ujar Budi, Rabu, (19/1).
Menurut Budi jika sudah di level investment grade, maka kondisi pasar
Indonesia akan lebih menarik.
[ Barratut Taqiyyah, Astri Karina Bangun ]

KONTAN Wed, 19 Jan 2011 ( 15:03:08 WIB )


=======================================================================================

JSX

Sembilan sektor melemah, indeks terkoreksi 0,61%

Date : Jan 19 2011, 13:18
Title : News Story
Header : Sembilan sektor melemah, indeks terkoreksi 0,61%


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Penguatan bursa di menit-menit awal perdagangan ternyata tidak
berlangsung lama. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) malah melemah karena 9
sektor masuk ke zona merah. IHSG pada sesi pagi ditutup melemah 0,61% ke level
3.526,95..
Sebanyak 105 saham turun, dan hanya 63 saham yang berhasil menguat,
sementara 77 saham diam ditempat.
Sektor yang melemah paling dalam adalah sektor industri dasar yang
terkoreksi 1,43%, disusul sektor consumer good yang melorot 1,34%. Sektor
perdagangan juga masih terkoreksi 1,12%. Sektor lainnya rata-rata melemah di
bawah 0,1%. Tercatat hanya sektor aneka industri yang berhasil maju ke zona
hijau dengan penguatan tipis 0,90%.
Pemimpin top losers masih Bhakti Capital Indonesia (BCAP) dengan koreksi
25% ke Rp 300, disusul oleh Suryamas Duta Makmur (SMDM) yang tergelincir 9,09%
ke Rp 120. Sumber Alfaria (AMRT) turun 8,33% ke Rp 2.750. Saham MSCI yang
terkoreksi adalah SMGR atau Semen Gresik dengan penurunan 2,82% ke Rp 8.600,
dan saham Unilever (UNVR) yang melemah 2,80% ke Rp 15.650.
Penghuni top gainers adalah Pudjiadi& Sons Estate yang naik 21,50% ke Rp
2.300, disusul Bank Capital (BACA) Indonesia yang menguat 9,82% ke Rp 123.
Anggota MSCI indeks yang melesat paling tajam adalah Bank Internasional
Indonesia (BNII) dengan penguatan 4,62% ke Rp 680, disusul Bank Mandiri (BMRI)
yang naik tipis 1,79% ke Rp 5.700. Saham ASII dan INCO juga berhasil menguat
1,06% dan 1,04%.
[ Dian Pitaloka Saraswati ]

KONTAN Wed, 19 Jan 2011 ( 12:32:04 WIB )


=======================================================================================

Inflasi tinggi dan ekonomi China akan pengaruhi Asia tahun ini

Date : Jan 19 2011, 13:17
Title : News Story
Header : Inflasi tinggi dan ekonomi China akan pengaruhi Asia tahun ini


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Outlook perekonomian Asia di 2011 masih akan dibayangi kenaikan
inflasi yang cukup tinggi. Venkatraman Anantha Nageswaran, Investment Officer
Bank Julius Bar mengingatkan, kondisi perekonomian dunia pada paruh pertama
2010 sangat sulit. Sejumlah faktor yang mempengaruhi antara lain pengetatan
kebijakan China, krisis utang Eropa, dan melorotnya perekonomian AS.
"Namun kondisi tersebut membaik di paruh kedua 2010 karena AS banyak
mencetak uang, data perekonomian AS yang positif, dan langkah bank sentral
Eropa yang menggelontorkan banyak dana segar ke sistem finansial," jelasnya.
Nah, bagaimana dengan outlook Asia tahun ini? Secara umum, lanjut
Venkatraman, kondisi ekonomi Asia cukup positif. "Hanya saja ada kecemasan
inflasi yang membayangi," imbuhnya.
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi inflasi antara lain kenaikan harga
makanan dan harga komoditas. Khusus komoditas, pergerakan harga minyak akan
berpengaruh besar. "Kami memprediksi, harga minyak dunia bisa menyentuh di atas
level US$ 100 sebarel," paparnya. Kondisi itu tidak akan bagus bagi Asia.
Nageswaran menambahkan, China sebagai salah satu poros ekonomi Asia akan
berpengaruh besar atas kondisi ekonomi Asia secara keseluruhan.
Dia memprediksi, dalam jangka pendek, China akan terus melakukan
pengetatan kebijakan moneter. Selain itu, tingkat inflasi China juga akan naik
sehingga membuka kemungkinan bank sentral China menaikkan suku bunga acuan.
"Pada semester I ini, pasar saham China akan mendapat sejumlah tantangan. Hal
ini akan membayangi Asia," urainya.
[ Barratut Taqiyyah ]

KONTAN Wed, 19 Jan 2011 ( 12:00:43 WIB )


=======================================================================================

Harga jagung terus terkerek naik akibat seretnya pasokan

Date : Jan 19 2011, 13:17
Title : News Story
Header : Harga jagung terus terkerek naik akibat seretnya pasokan


Story
=======================================================================================

CHICAGO. Harga jagung terus melanjutkan reli menuju harga tertingginya
dalam 30 bulan, sebagai akibat dari kecemasan investor karena pasokan global
yang menyusut.
Produksi jagung di AS melorot sebesar 4,9% tahun lalu. Pemerintah AS pun
memotong prediksi pasokan jagung global menjadi 127 juta metrik ton, menjadi
yang terendah sejak 2007. "Saat ini harga jagung belum cukup tinggi untuk bisa
menurunkan permintaan," kata Greg Grow Direktur Agribisnis Archer Financial
Services di Chicago.
Harga komditas jagung di Chicago Board of Trade (CBOT) untuk pengiriman
Maret 2011 melompat 8,5 sen atau 1,3% menjadi US$ 6,572 per bushel pada 10:24
waktu setempat. Sebelumnya, harga jagung menyentuh angka US$ 6,577 per bushel
yang menjadi harga tertinggi sejak Juli 2008.
[ Ragil Nugroho ]

KONTAN Wed, 19 Jan 2011 ( 11:32:30 WIB )


=======================================================================================

Kenaikan inflasi menahan pertumbuhan UNVR

Date : Jan 19 2011, 13:15
Title : News Story
Header : Kenaikan inflasi menahan pertumbuhan UNVR


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Ancaman inflasi tinggi sudah di depan mata. Badan Pusat Statistik
(BPS) mencatat, inflasi sepanjang tahun lalu mencapai 6,96%. Kenaikan harga
bahan pangan menyumbang inflasi terbesar, yakni 3,5%.
Kenaikan harga pangan tentu berpotensi menahan laju pertumbuhan penjualan
barang-barang konsumsi (consumer goods), termasuk produk PT Unilever Indonesia
Tbk (UNVR).
Analis NISP Sekuritas, Lyana Margareth, memprediksi, kenaikan harga pangan
masih akan terjadi hingga beberapa bulan ke depan. Melonjaknya harga pangan,
terutama beras, bakal mengganjal pertumbuhan UNVR. Pasalnya, segmen yang rentan
terhadap kenaikan harga pangan adalah masyarakat ekonomi kelas menengah dan
bawah.
Menurut Lyana, sebesar 50% pengeluaran belanja dua golongan ini dipakai
untuk konsumsi makanan. Ketika harga pangan mendaki, anggaran belanja
masyarakat menengah ke bawah mengalami penyesuaian. "Kebutuhan yang tak terlalu
mendesak akan dieliminasi, misalnya keperluan toiletries," kata dia.
Lyana memprediksi penjualan UNVR untuk kedua segmen itu sepanjang 2010 dan
2011 masing-masing hanya tumbuh 7,5% dan 8,5%.
Analis Mandiri Sekuritas Yohan Setio memperkirakan kinerja UNVR semakin
berat, mengingat harga bahan baku terus menanjak. Misalnya minyak sawit mentah
atau crude palm oil (CPO). Harga CPO untuk pengiriman April 2011 di bursa
Malaysia, Selasa (18/1) pukul 16.34 WIB, senilai US$ 1.197 per ton. Harga ini
cenderung meningkat dibandingkan tahun lalu.
Namun analis mengakui UNVR memiliki konsumen loyal yang bersedia
menanggung kenaikan harga. UNVR tidak pernah kesulitan menaikkan harga jual
produknya.
Saham sudah mahal
Yohan menghitung, pendapatan UNVR tahun ini mencapai Rp 21,1 triliun.
Jumlah ini naik 7,65% dari estimasi tahun lalu. Laba bersihnya juga diprediksi
tumbuh 11,76% menjadi Rp 3,8 triliun. "Selain kontribusi konsumen yang sudah
ada, penjualan UNVR ditopang oleh pelanggan baru," kata dia.
Lyana menaksir pendapatan UNVR sepanjang 2011 mencapai Rp 21,87 triliun,
naik 9,83% dari tahun lalu. Laba bersihnya diperkirakan naik 9,92% menjadi Rp
3,644 triliun.
Meski kinerjanya tumbuh, harga saham UNVR dinilai kemahalan. Lyana
menghitung rasio harga terhadap laba atau price to earning ratio (PER) UNVR
sebesar 32,8 kali. Hitungan Yohan, PER UNVR tahun ini 33 kali. "Sebenarnya
harga ini masih wajar mengingat UNVR selalu tepat waktu membagi dividen, tak
punya utang dan pertumbuhannya positif," tutur Yohan.
Lyana merekomendasikan jual UNVR dengan target harga Rp 13.150 per saham.
Yohan menyarankan tahan dengan target Rp 16.000 per saham. Sedang Bonny Budi
Setiawan, analis UBS Securities, merekomendasikan netral dengan target Rp
15.800 per saham. Harga saham UNVR kemarin ditutup menurun 2,13% menjadi Rp
16.100 per saham.
[ Raka Mahesa W, KONTAN ]

KONTAN Wed, 19 Jan 2011 ( 10:57:43 WIB )


=======================================================================================

Merger KAEF dan INAF molor lagi

Date : Jan 19 2011, 13:12
Title : News Story
Header : Merger KAEF dan INAF molor lagi


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Rencana pembentukan induk badan usaha milik negara (BUMN) farmasi
seperti berjalan di tempat. Dalam rencana semula, pemerintah berniat menggabung
PT Indofarma Tbk (INAF) dan PT Kimia Farma Tbk (KAEF).
Namun, tenggat waktu pembentukan holding kembali molor. Dalam rencana
terakhir, deadline penggabungan kedua perusahaan itu adalah Februari tahun ini.
"Merger belum bisa terjadi Februari ini, karena masih proses," ungkap Irnanda
Laksanawan, Deputi Bidang Usaha Industri Strategis dan Manufaktur Kementerian
BUMN.
Ini berarti penundaan ketiga sejak rencana penggabungan digagas Maret
2009. Dalam rencana awal, deadline penggabungan adalah Agustus 2009. Jadwal
penggabungan kemudian diulur hingga pertengahan 2010, yang kemudian kembali
terlewati.
Irnanda menjelaskan, belum ada kemajuan yang signifikan dalam proses
penggabungan kedua perusahaan. Bahkan, kini belum ada yang bisa memastikan
kapan ide pembentukan holding farmasi itu bakal terwujud.
Baik manajemen INAF maupun pengelola KAEF menyatakan hanya bisa menunggu.
Direktur Keuangan INAF, Djakfarudin Junus menyatakan, produsen obat generik itu
telah menyerahkan proses merger ke pemerintah. Menurut Djakfarudin, proses
penggabungan baru sampai tahap penunjukan konsultan keuangan. Konsultan ini
yang akan merancang proses merger INAF dan KAEF.
Direktur Utama KAEF Sjamsul Arifin menuturkan, saat ini perusahaannya
tetap rencana bisnis sesuai dengan roadmap pembentuk holding. "Tapi kalau
masalah progress itu wewenang pemerintah. Kami hanya menerima saja apa yang
menjadi keputusannya," jelas Sjamsul.
INAF dan KAEF masing-masing memiliki rencana korporasi sendiri di tahun
ini. INAF ingin membangun pabrik tablet fixed dose combination (FDC) untuk
tuberkulosis. Investasi untuk membangun pabrik obat yang menyasar pasar ekspor
itu adalah Rp 27 miliar.
Sementara, KAEF dalam proses mendirikan perusahaan patungan bersama dengan
perusahaan pemerintah China dengan investasi senilai US$ 10 juta. Perusahaan
patungan itu ditargetkan beroperasi di tahun ini juga.
[ Didik Purwanto, KONTAN ]

KONTAN Wed, 19 Jan 2011 ( 10:49:39 WIB )


=======================================================================================

Sentimen pendapatan emiten AS topang laju bursa Asia

Date : Jan 19 2011, 13:12
Title : News Story
Header : Sentimen pendapatan emiten AS topang laju bursa Asia


Story
=======================================================================================

TOKYO. Pasar saham Asia mayoritas menghijau hari ini. Indeks bursa-bursa
utama Asia naik setelah perusahaan di AS, Apple Inc dan Internasional Business
Machines Corp merilis laporan pendapatan melebihi perkiraan pasar.
Didukung pula spekulasi langkah China untuk menahan laju inflasi yang
dinilai tidak akan memangkas laju ekspansi ekonominya. China diperkirakan besok
bakal merilis angka pertumbuhan produk domestik bruto lebih dari 9%.
Hingga pukul 10.15 WIB, indeks Nikkei 225 menguat 0,19% ke 10.538,9,
indeks Hang Seng naik 1% ke 24.395, dan indeks Kospi melaju 0,70% ke 2.111,14.
Straits Times Index juga berhasil naik tipis 0,05% ke 3.251,99, dan IHSG juga
berhasil menguat tipis 0,07% ke 3551,3.
Performa positif pasar Asia itu tercermin dari indeks MSCI Asia Pacific
yang naik 0,5% ke 139,60, hingga 10.20 a.m. waktu Tokyo.
Manajer ekuitas Nikko Cordial Securities Inc Hiroichi Nishi mengatakan
setelah perbaikan ekonomi makro di AS, faktor-faktor mikro seperti pemulihan
pendapatan mulai terlihat. "Proyeksi perekonomian yang buram mulai pudar,"
ujarnya.
[ Dupla Kartini, Bloomberg ]

KONTAN Wed, 19 Jan 2011 ( 10:24:46 WIB )


=======================================================================================

Delapan sektor memerah, IHSG masih terkoreksi

Date : Jan 19 2011, 13:11
Title : News Story
Header : Delapan sektor memerah, IHSG masih terkoreksi


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih betah saja di teritori
negatif. Pada pembukaan pasar pagi ini, pukul 9.52 WIB, IHSG bergerak tipis di
zona merah dan tercatat sempat turun 0,12% menyentuh level 3544,490.
Kondisi ini terjadi lantaran dari 10 sektor yang diperdagangkan, 8
diantaranya memerah, yang dipimpin sektor consumer goods. Sektor pertambangan
yang hanya menguat tipis 0,12% tak mampu memberi angin segar bagi indeks.
Meski jumlah saham yang menguat lebih banyak daripada yang melemah, yaitu
58 berbanding 50, namun tidak mampu mengangkat laju IHSG. Sementara 70 saham
lainnya memilih diam di tempat.
Top losers diisi saham-saham antara lain Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT)
yang anljlok 6,67% ke Rp 2.800, Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM) yang turun 5,39%
ke Rp 125, dan Bakrie Telecom Tbk (BTEL) yang melemah 2,22% ke Rp 220.
Sementara, jajaran saham pengerek bursa diisi antara lain First Media Tbk
(KBLV) yang terbang 23,97% ke Rp 1.500, Intanwijaya Internasional Tbk (INCI)
yang menguat 9,09% ke Rp 360, dan Trias Sentosa Tbk (TRST) yang naik 7,69% ke
Rp 280.
[ Teddy Gumilar ]

KONTAN Wed, 19 Jan 2011 ( 10:03:51 WIB )


=======================================================================================

Harga batubara melonjak akibat kenaikan harga minyak dan banjir Queensland

Date : Jan 19 2011, 13:10
Title : News Story
Header : Harga batubara melonjak akibat kenaikan harga minyak dan banjir Queensland


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Banjir di Queensland Australia serta naiknya harga minyak dunia
membuat harga batubara terkerek. Saat ini, Harga batubara termal di pelabuhan
Newcastle di New South Wales, patokan untuk Asia, melonjak US$ 6,70 atau 5,1%
menjadi US$ 138,50 per metrik ton pada pekan yang berakhir 14 Januari. Angka
ini merupakan angka tertinggi sejak September 2008.
Banjir di Queensland merupakan bencana banjir paling parah sejak 50 tahun
kebelakang yang dialami Australia. Banjir ini menelan kerugian sebesar US$ 2,3
milliar. Akibatnya hanya 15% saja pabrik batubara dari total 75 tambang
batubara yang beroperasi.
Australia sendiri merupakan produsen batu bara terbesar yang menyumbang
dua per tiga kebutuhan dunia. Batubara asal Australia sekitar 90% produksinya
berasal dari Queensland. Banjir inilah yang diprediksi mengerek harga batu bara
secara global.
Queensland sebagai salah satu daerah yang terkena banjir, mampu
memproduksi batubara sebanyak 245 juta ton pada 2010. Jumlah ini menyumbang
pasokan batubara dunia sebanyak 21%. Namun karena banjir perkiraan akan
memangkas produksi hingga 15 juta ton.
Saat ini perusahaan besar yang beroperasi di Queensland adalah Rio Tinto,
BHP Biliton dan Xstrata. Kalangan industri menyatakan, meski mayoritas tambang
batu bara di kawasan itu siap beroperasi penuh maupun sebagian, namun
diperlukan waktu beberapa bulan untuk mencapai kapasitas normal.
Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia Irwandi bilang kondisi
bencana ini diperkirakan segera pulih dan masa perbaikan tidak lebih dari 1
tahun. Karena itu, jika suplai mencukupi kebutuhan maka harga global akan
kembali normal.
Industri batubara dalam negeri menurut Irwandi tidak akan akan terpengaruh
dengan harga di pasar global. Pasalnya, Indonesia sendiri banyak volume
produksinya hingga mencapai 270 juta ton.
Sedangkan kebutuhan batubara dalam negeri hingga mencapai 70 hingga 90
juta ton. Pengaruh harga dalam negeri murni terpengaruh pasokan dan
permintaan."Tapi pasokan batubara saya pikir masih mencukupi," ungkapnya.
Hanya saja jika tidak diawasi produsen akan lebih memilih ekspor untuk
memenuhi kebutuhan global. Saat ini 70% dari total produksi batubara lokal
untuk pasar ekspor, dan sisa 30% untuk kebutuhan dalam negeri.
Nah, jika kebutuhan global meningkat, ada potensi produsen lebih fokus
memasok untuk kebutuhan global, dan suplai di dalam negeri bisa berkurang dan
harga pun ikut terdongkrak."Itu tanggung jawab pemerintah untuk memproteksi
kebutuhan dalam negeri dan tidak terlalu fokus ke ekspor," ungkap Irwandi.
[ Yudo Widiyanto ]

KONTAN Wed, 19 Jan 2011 ( 09:46:18 WIB )


=======================================================================================

13 BUMN jaga harga surat utang negara

Date : Jan 19 2011, 12:59
Title : News Story
Header : 13 BUMN jaga harga surat utang negara


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Pasar obligasi terus mengalami tekanan hebat. Sinyal ini terbaca
dari indeks harga Surat Utang Negara (SUN) yang terus merosot selama sepekan
lebih. Kemarin (18/1) indeks harga SUN kembali terjerembab ke level terendah
semenjak Juni 2010 di level 99,47.
Padahal pada akhir tahun 2010, indeks harga SUN masih perkasa di level
106,05. Penurunan cukup dalam ini memang tidak lepas dari kekhawatiran investor
terhadap ekspektasi inflasi tinggi pada bulan ini.
Beberapa SUN jangka panjang seperti FR0054 telah menyentuh harga terendah
sejak Juli 2010 di level 94,84. Tak heran yield SUN bertenor 20 tahun ini ikut
terkerek naik menjadi 10,1% per tahun.
Tak ketinggalan harga SUN seri FR0050, juga menurun cukup dalam. Kemarin
harga SUN tenor 27 tahun ini juga menyentuh level terendah sejak Juli 2010 di
99,5. Turun 12,71% dari posisi seminggu lalu. Imbal hasil SUN FR0050 pun
menanjak dan kini bertengger di 10,56%.
Naik turun harga SUN memang hal biasa. Tapi, ini menjadi sinyal waspada
bagi pemerintah. Sebab, jika harga SUN turun terus, pemerintah harus membayar
tinggi imbal hasil bunga SUN.
Wajar saja bila pemerintah berupaya menjaga supaya harga SUN tak terjun
bebas. Salah satu upayanya adalah dengan pembentukan Bond Stabilization Fund
(BSF).
Lewat mekanisme ini, pemerintah menugaskan Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
berkocek tebal menjadi pembeli siaga alias stand by buyer SUN ketika harganya
jatuh.
Tercatat ada 13 BUMN yang bakal mendapat tugas ekstra itu. Deputi Menteri
BUMN Bidang Perbankan dan Jasa Keuangan Parikesit Suprapto menjelaskan, 13 BUMN
tersebut berasal dari sektor perbankan, asuransi, serta investasi. "Kalau
perbankan itu ada empat bank, asuransi tujuh, lalu ada Jamkrindo. Sedangkan
untuk BUMN sekuritas hanya sebagai arranger," ujar Parikesit, Selasa (18/1).
Namun, Parikesit enggan menyebutkan besaran dana yang akan disiapkan BUMN
untuk pembelian SUN. Yang jelas, tidak ada batasan bagi BUMN untuk membeli SUN
ketika harganya jeblok.
Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan Rahmat Waluyanto
menjelaskan, secara teknis BUMN baru bisa melakukan pembelian ketika harga SUN
benar-benar jatuh dan sudah mencapai batas bawah.
Pemerintah sudah menyiapkan Crisis Management Protocol yang akan berfungsi
memberikan sinyal bagi BUMN untuk mulai masuk memborong SUN. "Nanti penentuan
batas bawah harga SUN ketika jatuh berdasarkan operasi pasar terbuka," kata
Rahmat.
Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk, Sofyan Basir menyatakan
bahwa BRI siap membeli surat utang pemerintah bila memang ada krisis. "Apalagi
kalau sudah diamanatkan Menteri BUMN," ujarnya.
[ Bambang Rakhmanto, Adisti Dini, Avanty Nurdiana ]

KONTAN Wed, 19 Jan 2011 ( 09:34:41 WIB )


=======================================================================================

Produksi semen diprediksi 44 juta ton di 2011

Date : Jan 19 2011, 12:56
Title : News Story
Header : Produksi semen diprediksi 44 juta ton di 2011


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Ketua Umum Asosiasi Semen Indonesia, Oerip Timuryono memprediksi,
hingga akhir tahun 2011 akan ada peningkatan volume sebesar 6-8% dari tahun
2010. Pada akhir tahun 2010 lalu industri semen mencapai volume 40 juta ton,
maka hingga akhir 2011 ini diperkirakan mencapai 43 juta hingga 44 juta ton.
"Ini meningkat dengan pertumbuhan pasar, pada tahun 2009 industri semen
masih 0%," ungkap Oerip, Selasa (18/1).
Namun, ekspor semen tahun ini diprediksi hanya 2 juta ton atau turun
dibanding 2010 lalu yang mencapai 3 juta ton. Tapi, penurunan tersebut diiringi
naiknya permintaan semen di dalam negeri.
Oerip juga mengatakan, produksi semen tahun ini diperoleh dari
pabrik-pabrik yang mempunyai total kapasitas produksi 47 juta ton. "Tentu kami
fokus untuk menggarap pasar dalam negeri," katanya.
Menurut riset Credit Suisse Group AG yang dikutip Bloomberg, harga semen
global pada 2011 akan mengalami kenaikan sekitar 1,2%. Namun ia bilang pada
awal tahun ini belum ada gejala peningkatan harga semen di pasaran domesti.
Oerip bilang, kenaikan harga semen di dalam negeri lebih dipengaruhi
suplai dan permintaan. "Tahun ini ada peningkatan kapasitas hingga 1,6 juta
ton," ungkapnya.
Memang kenaikan harga batu bara pasti memberikan pengaruh terhadap
industri, terutama terhadap ongkos produksi. Saat ini penggunaan energi batu
bara pada industri semen mencapai 30% dari total biaya produksi seluruhnya.
Masing masing produsen punya kebijakan dan strategi bisnis. Oerip bilang,
meskipun harga semen global naik, tidak langsung berpengaruh kepada harga jual
semen dalam negeri. Oerip bilang selama pasokan semen dan permintaan aman, para
produsen belum ada rencana untuk menaikan harga.
[ Yudo Widiyanto ]

KONTAN Wed, 19 Jan 2011 ( 08:50:00 WIB )


=======================================================================================