Jumat, 22 April 2011

JPMorgan Chase Sepakat Bayar USD800 Juta ke Lehman

Lehman Brothers. Foto: AFP
NEW YORK - Perbankan raksasa asal Amerika serikat (AS) JPMorgan Chase setuju untuk membayar sekira USD800 juta, guna menyelesaikan klaim perusahaan yang bangkrut besar di Wall Street, Lehman Brothers pada 2008.

Wali amanat untuk Lehman Brothers, James Giddens, mengungkapkan bila dana perusahaan dan perusahaan Sekuritas akan membantu menutupi beberapa kerugian tersebut yang sempat membuat geger dan menjadi titik kunci dalam krisis keuangan global.

"Ini adalah tonggak sejarah. Perjanjian akan meningkatkan dana yang dimiliki oleh LBI Estate tersedia untuk didistribusikan ke pelanggan umum LBI lebih dari USD800 juta dalam bentuk tunai dan surat berharga," kata Giddens, dilansir dari AFP, Jumat (22/4/2011).

Dia mengatakan, bila kesepakatan tersebut terjadi setelah kedua belah pihak bekerja sama dan bahu membahu melalui masalah yang kompleks dan sulit ini.

Sekadar informasi, Lehman kolaps pada September 2008 yang menandai kebangkrutan terbesar dalam sejarah. Sehingga memicu keterkejutan pada sistem keuangan dan mau tak mau menyeret perekonomian global ke dalam resesi.

Adapun klaim dari kreditur diyakini sebesar USD875 miliar, namun banyak yang akan dihapuskan di bawah reorganisasi. Sebagian besar aset Lehman pun diakuisisi oleh bank asal Inggris, Barclays sebesar USD250 juta. Pihak JPMorgan Chase mengaku penyelesaian masalah ini tidak akan mempengaruhi perusahaan.

Harga Emas Kembali Cetak Rekor

Ilustrasi. Foto: okezone
LONDON - Harga emas kembali mencapai rekor tertinggi untuk sesi kelima pada Kamis waktu setempat. Serta harga perak menuju ke level terkuat sejak 1980 sebagai dampak dari menurunnya dolar Amerika Serikat (AS) ke level terendah.

Harga spot emas dibanderol sebesar USD1.502,10 per ounce dibandingkan sehari sebelumnya sebesar USD1.498,15 di New York. Sebelumnya harga emas sempat mencapai puncaknya pada USD1.508,75 per ounce. Sementara harga emas di AS untuk pengiriman Juni naik USD3,90 per ounce menjadi USD1.502,80.

"Kami telah melihat dolar AS melemah cukup banyak di seluruh papan perdagangan pagi ini, bahkan terhadap yen," kata analis Credit Suisse Tom Kendall, dilansir dari Reuters, Jumat (22/4/2011).

Harga emas telah meningkat 5,4 persen sepanjang bulan ini dan berada di jalur yang lurus setelah seminggu mencetak untung. Hal ini mencerminkan kekuatan baru di pasar komoditas.

Di samping itu, indeks Reuters-Jeffries CRB, sebuah benchmark global untuk harga komoditas, mencatat kenaikan terbesar selama satu hari dalam dua minggu pada Rabu kemarin.

Minyak Mentah Sempat Sentuh USD124,81/Barel

Ilustrasi
NEW YORK - Harga minyak mentah tampak stabil usai mengalami peningkatan harga. Tekanan terhadap komoditas energi terjadi lantaran investor tampak menarik dananya dari pasar komoditas.

Sebelumnya, minyak mengalami kenaikan harga ketika dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah hingga jatuh ke titik terendah sejak 2008 terhadap mata uang asing. Hal ini menjadi sentimen positif bagi harga komditas.

Laporan terpisah menunjukkan kecepatan aktivitas pabrik di daerah Mid-Atlantic AS turun pada bulan April. Selain itu, klaim pengangguran AS ada di atas 400.000 yang meragukan kecepatan pemulihan ekonomi AS dan hal itu dapat mempengaruhi permintaan energi.

Seperti dikutip dari Reuters, Jumat (22/4/2011), dolar jatuh di hari ketiga dan indeks dolar juga mendekati level terendah sepanjang waktu. Minyak mentah jenis brent untuk pengiriman Juni naik tipis 10 sen menjadi USD123,95 per barel setelah sebelumnya menguat hampir USD1 hingga USD124,81. Ini merupakan level tertinggi sejak 11 April lalu.

Minyak mentah di AS untuk pengiriman Juni naik 70 sen menjadi USD112,15, tak jauh ari periode hari sebelumnya yang parkir di USD112,48. Premium Brent untuk AS menurun 60 sen menjadi USD11,80 per barel.

"Brent telah kehilangan momentum kecil di pasar. Tapi harga minyak masih bisa memberikan keuntungan besar, khusunya untuk minyak mentah AS dan menyebarkan yang sedikit unwinding sekarang," kata analis energi Gene McGillian.

Kerusuhan dan ancaman geopolitik untuk pasokan minyak di Afrika dan Timur Tengah tetap mendukung kenaikan harga.

Sementara dolar telah melemah pekan ini setelah Standard & Poor's memotong prospek utang pemerintah AS negatif, memimpin beberapa analis valuta asing untuk mempromosikan potensi euro sebagai cadangan mata uang alternatif.

Kedua harga jenis minyak itu telah melonjak pada hari Rabu setelah pemerintah AS melaporkan minyak mentah dan produk olahan persediaan menurun.

Holcim Bayar Dividen Akhir Mei Rp23/Saham

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) pada 31 Mei 2011 akan melakukan pembayaran dividen untuk tahun buku 2010 senilai Rp23 per saham.

Demikian dikutip dari keterangan resmi perseroan Kamis (21/4). Untuk total dividen yang akan dibayarkan mencapai Rp178,194 miliar atau setara 21,5% dari laba bersih 2010 senilai Rp828,422 miliar.

Sedangkan cum dividen di pasar reguler dan negosiasi dijadwalkan pada 11 Mei 2011, di pasar tunai pada 16 Mei 2011, sedangkan ex dividen di pasar tunai dan pasar negosiasi pada 12 Mei 2011, sedangkan di pasar tunai pada 18 Mei 2011.

Sementara tanggal pencatatan pemegang saham yang berhak atas dividen (recording date) pada 16 Mei 2011 dan pembayaran dividen akan dilakukan pada 31 Mei 2011.

Kenaikan Harga Emas Belum Berhenti


New York - Harga emas terus menanjak menembus rekor baru lagi seiring makin merosotnya dolar AS. Harga emas masih bertahan di level psikologis US$ 1.500 per ounce.

Emas yang sudah menembus US$ 1.500 per ounce untuk pertama kalinya pada Rabu lalu, kembali naik bersamaan dengan kenaikan aset-aset yang berisiko seperti saham-saham karena tekanan inflasi.

Pada perdagangan Kamis (21/4/2011), harga emas di pasar spot naik 0,6% menjadi US 1.507,21 per ounce setelah sempat menembus rekor di US$ 1.508,75. Harga emas berjangka untuk pengiriman Juni juga naik 4,90 dolar menjadi US$ 1.503,80.

Harga perak juga naik 2,7% menjadi US$ 46,44 per ounce. Perdagangan berjangka emas sangat aktif dengan volume mencapai 170.000 lot.

Dolar AS kemarin tercatat merosot tajam terhadap sekumpulan mata uang. Euro tercatat menguat tajam hingga 1,46 dolar untuk pertama kalinya dalam setahun terakhir sebelum akhrinye terkoreksi tipis. Euro tercatat ditutup pada 1,455 dolar.

Dolar AS juga merosot atas yen ke posisi 81,85 yen, dibandingkan sebelumnya di 82,54 yen. Prospek rendahnya suku bunga AS terus menekan dolar AS, apalagi setelah lembaga pemeringkat memangkas outlook AS karena masalah defisit anggaran.

"Dolar AS sedang berada di tengah trend penurunan. Jadi dolar bukan lagi safe haven dalam sudut pandang sultnya pemerintah AS memecahkan defisit anggaran dan emas mendapatkan keuntungan darinya," ujar Leo Larkin, analis dari Standard & Poor's seperti dikutip dari Reuters, Jumat (22/4/2011).

Harga emas sepanjang bulan ini sudah naik hingga 5 persen dan mencatat kenaikan selama 6 pekan berturut-turut, merefleksikan penguatan di seluruh pasar komoditas.

Pelemahan dolar AS itu juga ikut menaikkan harga minyak mentah dunia. Minyak light sweet pengiriman Juni naik 84 sen menjadi US$ 112,29 per barel, minyak Brent naik 14 sen menjadi US$ 123,99 per barel.

Wall Street Lanjutkan Penguatan


New York - Penguatan di bursa Wall Street belum berhenti didorong oleh positifnya laporan keuangan. Sehatnya laporan keuangan mampu menutupi sentimen negatif dari data ekonomi yang mengecewakan.

Laporan keuangan Apple yang sangat baik terus memberikan sentimen positif. Saham Apple tercatat menguat hingga 2,4% menjadi US$ 350,70. Sementara General Electric (GE) melaporkan labanya melonjak hingga 80%, namun sahamnya turun 2,2%.

Pada perdagangan Kamis (21/4/2011), indeks Dow Jones menguat 52,45 poin (0,425) ke level 12.505,99. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 7,02 poin (0,53%) ke level 1.337,38 dan Nasdaq menguat 17,65 poin (0,63%) ke level 2.820,16.

Volume perdagangan masih tipis, dengan transaksi di New York Stock Exchange hanya sebesar 6,45 miliar lembar saham, di bawah rata-rata harian tahun lalu yang sebesar 8,47 miliar lembar saham.

"Secara obyektif, musim laporan kali ini masih beragam. Namun karena sebagian besar laporan keuangan terbaru cukup kuat, maka meningkatkan persepsi akan terjadi semester I yang cukup baik tahun ini," ujar Tommy Huie, analis dari M&I Investment Management seperti dikutip dari Reuters, Jumat (22/4/2011).

Klaim awal pengangguran turun 13.000 menjadi 403.000 pada pekan yang berakhir pada 16 April. Rata-rata analis memperkirakan klaim baru kembali di bawah level 400.000 menjadi 390.000 setelah sebelumnya melonjak tajam.

Aktivitas pabrikan di kawasan Atlantik-Tengah AS melambat secara tajam selama April dan jumlah klaim pengangguran turun melebihi ekspektasi pada pekan lalu. Hal tersebut berimplikasi perekonomian sedang berjuang untuk terus mendapatkan momentumnya.

"Klaim itu tidak turun terlalu besar dan aktivitas pabrikan turun menunjukkan bahwa kita dapat lebih menyerupai sebuah pembalikan. Saya tidak melihat bagaimana kita dapat mempertahankan gain ini," ujar Donald Selkin, analis dari National Securities.

Kamis, 21 April 2011

Naik Tipis 6 Poin, IHSG Cetak Rekor di 3.800


Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan terakhir pekan ini dengan mengukir rekor terbarunya setelah naik tipis 6 poin. Indeks pun menembus level 3.800.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 8.625 per dolar AS dibandingkan penutupan kemarin di Rp 8.645 per dolar AS.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG bertambah 10,792 poin (0,28%) ke level 3.805,554. Indeks terinspirasi penguatan bursa-bursa utama dunia.

Indeks langsung terbang tinggi pada awal pembukaan perdagangan sampai ke titik tertingginya di 3.813,177. Namun sayangnya, aksi ambil untung kembali melanda lantai bursa sehingga memaksa indeks jatuh ke zona merah.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG terkoreksi tipis 3,442 poin (0,10%) ke level 3.791,320. Posisi indeks yang sudah sangat tinggi dimanfaatkan investor untuk aksi ambil untung.

Sepanjang perdagangan sesi II, indeks bergerak fluktuatif dan sempat modar-mandir antara zona merah dan hijau. Saham-saham bank masih banyak dilepas investor, sementara saham-saham di sektor aneka industri melaju dengan kencang.

Menutup perdagangan, Kamis (21/4/2011), IHSG naik tipis 6,319 poin (0,17%) ke level 3.801,081. Sementara Indeks LQ 45 menguat tipis 0,169 poin (0,02%) ke level 682,366.

Indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bergerak mixed hingga sore hari ini sehingga membuat IHSG bergerak fluktuatif. Posisi terdalam yang sempat disinggahi IHSG adalah 3.784,937.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 109.946 kali pada volume 3,790 miliar lembar saham senilai Rp 4,682 triliun. Sebanyak 116 saham naik, 87 saham turun, dan 121 saham stagnan.

Investor asing masih konsisten melakuka pembelian bersih (foreign net buy) seperti halnya pada penutupan perdagangan sesi I tadi siang, jumlah pembeliannya sebesar Rp 407,451 miliar di seluruh pasar.

Bursa-bursa regional stabil di zona hijau sejak awal perdagangan pagi tadi hingga sore hari ini. Sentimen positif bursa global dapat diserap dengan baik, kecuali oleh IHSG.

Berikut kondisi bursa-bursa di Asia sore ini:
  • Indeks Komposit Shanghai naik 20,18 poin (0,67%) ke level 3.027,21.
  • Indeks Hang Seng menanjak 242,21 poin (1,01%) ke level 24.138,31.
  • Indeks Nikkei 225 menguat 78,95 poin (0,82%) ke level 9.685,77.
  • Indeks Straits Times bertambah 27,02 poin (0,85%) ke level 3.192,82.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Multi Bintang (MLBI) naik Rp 5.000 ke Rp 290.000, Dian Swastatika (DSSA) naik Rp 1.100 ke Rp 26.000, Goodyear (GDYR) naik Rp 950 ke Rp 11.450, dan Astra Internasional (ASII) naik Rp 650 ke Rp 55.800.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Tembaga Mulia (TBMS) turun Rp 1.800 ke Rp 7.200, Mayora (MYOR) turun Rp 250 ke Rp 11.500, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 200 ke Rp 47.800, dan Malindo (MAIN) turun Rp 150 ke Rp 5.400.
(ang/qom)

Asiariver Ingin Segera Akuisisi Saham DGIK

INILAH.COM, Jakarta - PT Asiariver Advisors mengharapkan proses akuisisi 20% saham PT Duta Graha Indah Tbk (DGIK) akan selesai bulan Mei mendatang.

Demikian dikutip dari keterangan resmi perseroan yang diterbitkan Kamis (21/4). Saat ini proses negosiasi sudah mencapai tahap akhir untuk menuju eksekusi rencana tersebut.

Asiariver Advisors menilai, DGIK merupakan kontraktor infrastruktur swasta yang memiliki jaringan luas di seluruh Indonesia. Adapun sektor konstruksi dan infrastruktur adalah sektor yang paling diuntungkan oleh pertumbuhan makroekonomi Indonesia yang dalam 5-10 tahun ke depan diprediksi menjadi salah satu raksasa ekonomi Asia bersama India dan China.

Akuisisi ini dilakukan dengan membeli 20% saham pendiri, transaksi itu akan menjadi lebih sederhana dan lebih pasti. DGIK juga mengharapkan Asiariver tahap pertama mengeksekusi 10% saham pendiri terlebih dahulu.

Pada perdagangan pukul 14:50 WIB saham DGIK naik Rp1 ke Rp144 dengan volume perdagangan mencapai 57.391 saham senilai Rp4,1 miliar sebanyak 558 kali transaksi.

Pasca masuk daftar UMA, saham CMPP anjlok hingga 24%


JAKARTA. Saham PT Centris Multi Persada Pratama Tbk (CMPP) anjlok hingga 24,47% ke level Rp 355 per saham, hingga pukul 14.03 WIB.

Padahal, kemarin, Bursa Efek Indonesia memasukkan saham ini dalam daftar Unusual Market Activity (UMA) karena terjadi peningkatan harga dan aktivitas transaksi saham yang diluar kebiasaan. Pada periode 15 April hingga 20 April, saham CMPP sudah melonjak sebesar 92% ke level Rp 470. Bursa sedang mencermati perkembangan harga dan transaksi saham ini.

Tapi, hari ini, saham emiten yang bergerak di bisnis transportasi ini justru berbalik turun, dan menempati posisi wahid saham top losers di BEI.

INDY mulai tawarkan obligasi hasil restrukturisasi dengan yield 6,875% -7,375%

SINGAPURA. PT Indika Energy Tbk (INDY) mulai menawarkan obligasi hasil restrukturisasi obligasi sebelumnya dengan yield antara 6,875% hingga 7,375%.

Sebelumnya, perusahaan tambang dan servis ini menyatakan ada dua utang yang akan diperbaharui. Pertama, utang dari anak usaha Indo Integrated Energy BV yang diterbitkan 8 Mei dan jatuh tempo 2012. Kedua, utang dari Indo Integrated Energy II BV dengan tenor 2009-2016.

Perpanjangan utang ini melibatkan INDY dan Indika Inti Corporindo selaku pihak penjamin serta HSBC Institutional Trust Service selaku waliamanat. Tawarkan Pemanis Dari surat utang senior yang diterbitkan Indo Integrated BV senilai US$ 250 juta, INDY menawarkan penukaran (exchange offer) senilai US$ 165 juta.

Instrumen yang ditawarkan sebagai pengganti adalah surat utang yang akan diterbitkan Indo Energy Finance BV. INDY merancang ketentuan utang yang berbeda dalam surat utang barunya.

Sayang, tidak disebutkan syarat maupun jangka waktu yang diminta INDY. Namun, perusahaan menjanjikan consent fee US$ 7,5 setiap US$ 1.000 surat utang 2012 pihak yang setuju dengan perubahan tersebut.

INDY juga meminta persetujuan untuk mengubah indenture surat utang yang diterbitkan 2009. Surat utang yang jatuh tempo 2016 ini memiliki nilai nominal US$ 230 juta. Bagi pihak yang menyetujui perubahan indenture ini, INDY akan memberikan consent fee sebesar US$ 17,5 untuk tiap surat utang 2006 bernilai nominal US$ 1.000.

Bursa Eropa Diprediksi akan Menguat

Medium
INILAH.COM, London - Bursa saham Eropa diperkirakan akan dibuka menguat menjelang libur panjang pada akhir pekan ini.

Pada perdagangan kemarin bursa Eropa merupakan penutupan tertinggi untuk pekan ini. Penguatan ditopang perolehan laba dari industri mobil dan sektor teknologi. Saham teknologi didukung pendapatan positif dari perusahaan chip AS yaitu Intel yang sahamnya naik 7,8%. Hari ini Nokia akan mengumumkan kinerja pendapatannya untuk kuartal I 2011.

Produsen chip asal Belanda ASML dan STMicroelectonics dari Prancis serta desainer chip asal Inggis ARM Holding dan Infineon dari Jerman diprediksi akan mengalami peningkatan pendapatan.

Namun krisis utang di Eropa terus membayangi bursa. Spanyol dengan mengalami permintaan yang kuat terhadap lelang obligasi. Utang Yunani mendorong imbal hasil obligasi Spanyol cukup tinggi.

Hari ini Jerman akan merilis indeks bisnis untuk bulan April dan Inggris akan mengeluarkan indeks penjualan ritel bulan Maret.

Sementara Wall Street ditutup positif dengan data pendapatan besar pada perdagangan saham Rabu (20/4). Investor mendapatkan hal mengecewakan tetapi hal tak terduga datang dari saham bluechip di mana saham Intel Corp dan United Technologies Corp mencatatkan keuntungan saham tertinggi, yang dikutip dari yahoo.finance.com.

Saham Intel naik 7,8% ke level US$21,41 di mana saham United Tech mencatatkan untung 4,3% ke level US$85,90. Tren pendapatan positif berlanjut hingga penutupan pasar dengan saham Apple Inc naik 2,7% ke level US$351,80. Pendapatan untuk saham teknologi terus beranjak naik. Saham IBM turun 0,4% ke level US$164,75 setelah melaporkan penurunan divisi layanan global pada kuartal pertama.

Sebagaian Capex Adira Ditopang Bank Danamon

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk(ADMF) melakukan joint financing bank Danamon untuk memenuhi kebutuhan belanja modal atau capex sekitar Rp8 triliun pada 2011.

“Untuk total kebutuhan dana, kami perkirakan minimal sekitar Rp8 triliun. (Nilai) Itu kami topang dari berbagai unsur, seperti penerbitan obligasi, pinjaman perbankan dan juga joint financing dengan Bank Danamon selaku induk usaha kami,” ujar Direktur Utama ADMF, Stanley Setia Atmadja di Jakarta, Kamis (21/4).

Stanley mengharapkan, penerbitan obligasi ini dapat menghimpun dana sebesar Rp2 triliun. Selain itu, perseroan mendapatkan dana joint financing dari Bank Danamon. Sekitar 90% dana belanja modal akan didapatkan dari bank Danamon.

“Sebagian besar akan kami ambilkan dari joint financing. Bisa mencapai 90%. Selebihnya baru dari dana obligasi dan pinjaman perbankan. Untuk pinjaman perbankan sendiri yang sudah commit ada Bank Jabar dan Bank Panin. Total ada lima bank,” kata Stanley.

Perseroan menargetkan kinerja perusahaan hingga 15 persen dibanding kinerja tahun lalu. Target pertumbuhan tersebut berlaku umum untuk pembiayaan baru, pendapatan, laba bersih dan beragam capaian kinerja lainnya. “Rata-rata bakal tumbuh sekitar 15%. Dalam hal pembiayaan baru, misalnya, kami berharap ada pertumbuhan 15% dari pembiayan baru di tahun lalu yang sebesar Rp25,9 triliun,” ujar Stanley.

Direktur Keuangan PT Adira Dinamika Multi Finance I Made Dewa Susila menuturkan, komposisi pembiayaan sekitar 2/3 untuk motor dan 1/3 untuk mobil pada 2011. [hid]

KIAS Bayar SAL Senilai Rp78 Miliar

INILAH.COM, Jakarta - PT Keramika Indonesia Assosiasi Tbk (KIAS) menjelaskan telah melunasi utang Senior Amortizing Loan (SAL) senilai Rp78 miliar.

Demikian dikutip dari keterbukaan informasi yang diterbitkan BEI, Kamis (21/4). Pembayaran dilakukan hari ini berdasarkan opini kewajaran atas rencana pelunasan SAL dari penilai independen KJPP Herly, Ariawan & Rekan.

Sumber pendanaan untuk pembayaran SAL berasal dari pinjaman jangka panjang Bank Pan Indonesia (Panin). Pembayaran itu tidak berdampak pada operasional perseroan, walaupun harus mencatat selisih antara nilai yang dibayarkan dengan nilai SAL yang terdapat dalam buku perusahaan. Selain itu perusahaan harus menanggung tambahan bunga pinjaman atas kredit dari Bank Panin tersebut.

Buka 200 Cabang, BNI Investasi Rp600 Miliar


JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) bakal melakukan ekspansi dengan membuka 200 cabang baru pada tahun ini. Untuk itu, bank pelat merah itu menyiapkan investasi hingga Rp600 miliar.

Direktur Jaringan dan Layanan Bank Negara Indonesia (BNI) Honggo Widjojo mengatakan sekitar 50 persen dari 200 cabang baru tersebut akan dibuka di Pulau Jawa dan sisanya akan dibangun di Luar Jawa.

"Cabang yang akan dibuka dalam berbagai jenis mulai dari kantor cabang utama, cabang pembantu hingga kantor kas," ujarnya ketika ditemui seusai acara seminar BNI di JCC, Jakarta, Kamis (21/4/2011).

Dia menjelaskan sebanyak 78 cabang baru telah dibuka dan mulai beroperasi pada kuartal l/2011. Adapun pada kuartal II-2011 dia menargetkan akan membuka sekitar 75 cabang lagi. "Jadi target kami minimal 75 persen dari target yakni sekitar 150 cabang baru telah dibuka pada semester satu. Sisanya akan kami buka semester selanjutnya," jelasnya.

Menambahkan penjelasannya investasi pada setiap cabang antara Rp1,5 miliar hingga Rp3 miliar yang dibebankan pada keuangan tiga hingga lima tahun. "Karena tidak semuanya beli, ada juga yang sewa sehingga investasi bukan dibebankan pada satu tahun saja," imbuhnya.

Hingga Maret 2011, BNI telah memiliki 1.364 cabang dan setra kredit. Cabang tersebut diantara adalah 167 kantor cabang utama, 879 kantor cabang layanan, dan 11 kantor kas. Adapun untuk ATM, BNI telah membangun 5.008 unit.

Kinerja melejit, harga saham KKGI cetak rekor

JAKARTA. Saham PT Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI) mencetak rekor setelah kinerja perseroan melejit pada kuartal pertama tahun ini.

KKGI naik 4,2% ke level Rp 4.925 hingga penutupan sesi pertama, hari ini. Ini level penutupan tertingginya sejak tercatat di bursa pada Juli 1991.

Pasar memburu saham emiten tambang batubara ini setelah laba bersihnya di kuartal pertama 2011 naik hampir empat kali lipat dari tahun sebelumnya yaitu menjadi Rp 81,9 miliar. Labanya melejit seiring produksi bahan bakar yang meningkat.

Sesi I Kena Koreksi, IHSG Cuma Singgah Sebentar di 3.800


Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi tipis 3 poin akibat aksi profit taking di saham-saham bank. IHSG menjadi satu-satunya bursa di Asia yang melemah.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG bertambah 10,792 poin (0,28%) ke level 3.805,554. Indeks terinspirasi penguatan bursa-bursa utama dunia.

Indeks langsung terbang tinggi pada awal pembukaan perdagangan sampai ke titik tertingginya di 3.813,177. Namun sayangnya, aksi ambil untung kembali melanda lantai bursa sehingga memaksa indeks jatuh ke zona merah.

Pada penutupan perdagangan sesi I, Kamis (21/4/2011), IHSG terkoreksi tipis 3,442 poin (0,10%) ke level 3.791,320. Sementara Indeks LQ 45 turun, 1,803 poin (0,27%) ke level 680,394.

Posisi indeks yang sudah sangat tinggi dimanfaatkan investor untuk aksi ambil untung. Saham-saham bank menjadi bulan-bulanan investor setelah beberapa perdagangan terakhir sempat jadi primadona.

Indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak mixed, setengahnya berada di zona merah dan sisanya masih mampu menguat.

Meski melemah, arus dana asing masih mengalir masuk lantai bursa dengan nilai yang tidak terlalu besar. Investor asing terpantau melepas saham-saham tambang.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 61.432 kali pada volume 2,032 miliar lembar saham senilai Rp 2,267 triliun. Sebanyak 98 saham naik, 113 saham turun, dan 81 saham stagnan.

Seluruh bursa-bursa di Asia masih mampu cetak poin hingga siang ini seiring sentimen positif dari Wall Street yang ditutup positif semalam. Sayangnya, IHSG tidak bisa mengikuti laju penguatan bursa-bursa dunia ini.

Berikut kondisi bursa-bursa regional hingga siang ini:
  • Indeks Komposit Shanghai naik 20,60 poin (0,69%) ke level 3.027,64.
  • Indeks Hang Seng menguat 203,03 poin (0,85%) ke level 24.099,13.
  • Indeks Nikkei 225 bertambah 58,02 poin (0,60%) ke level 9.664,84.
  • Indeks Straits Times merekah 30,61 poin (0,97%) ke level 3.196,41.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Multi Bintang (MLBI) naik Rp 5.000 ke Rp 290.000, Dian Swastatika (DSSA) naik Rp 600 ke Rp 25.500, Astra Otoparts (AUTO) naik Rp 450 ke Rp 16.800, dan Astra Internasional (ASII) naik Rp 450 ke Rp 55.600.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indocement (INTP) turun Rp 350 ke Rp 17.200, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 200 ke Rp 22.000, Indo Tambangraya (ITMG) turun 200 ke Rp 47.800, dan Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 150 ke Rp 6.950.

Pasca sentuh level 3.800, IHSG bergerak liar dipicu profit taking


JAKARTA. Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) cukup volatil hingga siang ini. Setelah sempat menembus level 3.800 pagi tadi, kemudian indeks bergerak ke zona merah dengan koreksi tipis 0,08% ke 3.791,913, pada pukul 11.52, jelang penutupan sesi pagi.

Lima sektor tertekan, sementara lima sektor lainnya masih bertahan di zona hijau. Sektor yang tertekan paling tajam yaitu sektor perbankan dengan koreksi 0,52%. Sedangkan, sektor yang masih perkasa yaitu industri lain-lain dengan penguatan 0,90%.

Analis teknikal dari Jsxpro.com Tommy Yu menyebut, koreksi yang terjadi karena pasar rehat sesaat. Namun, dia melihat masih ada peluang lanjut reli, bahkan hingga pekan depan.

Menurutnya, koreksi terjadi karena investor melakukan aksi ambil untung (taking profit), apalagi menjelang libur.

Adapun, untuk perdagangan sepanjang hari ini, Tommy memperkirakan indeks bisa bergerak dua arah. "Tapi, tidak akan kemana-mana, bisa bergerak negatif atau positif sekitar 20%," prediksinya.

Tommy bilang, market akan konsolidasi dulu. "Bagi trader biasa mengurangi posisi dulu hari ini, karena besok libur," sarannya.

Adira Tawarkan Bunga Obligasi V di 7,3%-9,90%


INILAH.COM, Jakarta - PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk menawarkan obligasi V tahun 2011 senilai Rp2 triliun dengan kisaran kupon bunga 7,30%-9,90%.

Perseroan menawarkan obligasi dengan empat seri. Obligasi tersebut terdiri dari obligasi seri A berjangka waktu 370 hari dengan kisaran kupon bunga 7,30%-7,80%. Obligasi seri B berjangka waktu 24 bulan dengan kupon bunga 8%-8,70%. Obligasi seri C berjangka waktu 36 bulan dengan kupon bunga 8,75%-9,50%. Selain itu, perseroan juga menawarkan obligasi seri D berjangka waktu 48 bulan dengan kupon bunga 8,90%-9,90%.

Obligasi ini telah mendapatkan peringkat AA+ dengan outlook stabil dari PT Pemeringkat Efek Indonesia. "Kupon bunga obligasi 7,3%-9,90% yang ditawarkan pada masa bookbuilding," tutur Direktur PT DBS Vickers Securities Indonesia Rudy Budiarjo, Kamis (21/4).

Penggunaan dana hasil penawaran obligasi akan digunakan untuk pembiayaan konsumen kendaraan bermotor. Perseroan telah menunjuk penjamin pelaksana emisi obligasi antara lain PT DBS Vicker Securities Indonesia, PT Indo Premier Securities, PT Mandiri Sekuritas, PT Standard Chartered Securities Indonesia. Ada pun yang bertindak sebagai wali amanat PT Bank Negara Indonesia.

Jadwal sementara penawaran obligasi yaitu masa bookbuilding pada 21 April-5 Mei 2011, tanggal efektif pada 13 Mei 2011, masa penawaran 18-20 Mei 2011, penjatahan 23 Mei 2011, distribusi obligasi secara elektronik 25 Mei 2011, dan pencatatan obligasi pada Bursa Efek Indonesia 26 Mei 2011. [hid]

Akusisi tertunda, saham DAVO tumbang 3,57%


JAKARTA. Saham PT Davomas Abadi Tbk (DAVO) tumbang 3,57% ke level Rp 81 per saham, hingga pukul 11.37 WIB. Koreksi ini memperpanjang kejatuhannya kemarin yang mencapai 4,6%.

Saham produsen bubuk kakao ini terseret sentimen negatif setelah PT Uniflora Prima menunda pelaksanaan akuisisi 51,86% saham DAVO. Uniflora sebagai pengakuisisi mayoritas saham DAVO kesulitan mencari pendanaan untuk melunasi utang perseroan kepada pemilik surat utang berdenominasi dollar AS.

Kondisi investor internasional yang tidak cukup kondusif menyebabkan Uniflora juga menunda penerbitan obligasi untuk mendanai pembayaran utang DAVO.

Pemulihan Ekonomi Global Dorong Rekor IHSG


INILAH.COM, Jakarta - Kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai level 3.801 pukul 10.30 WIB dinilai masih wajar. Penguatan didukung pasar keuangan global yang membaik karena pemulihan ekonomi global semakin jelas.

Hal itu disampaikan Head of Research PT Sinarmas Sekuritas Jeffry Tan, saat dihubungi di Jakarta, Kamis (21/4). "Secara valuasi PE 2011 IHSG di 16 x sudah agak fairly priced," ujar Jeff.

Lebih lanjut ia mengatakan, faktor penguatan IHSG belakangan ini juga didorong pasar keuangan global yang membaik. Hal ini dikarenakan indikasi pulihnya ekonomi global semakin jelas. Tetapi IHSG yang naik terlalu cepat juga kurang sehat.

Sementara itu, pengamat pasar modal Felix Sindhunata menuturkan, penguatan IHSG memang didorong dari faktor eksternal. Salah satu faktornya yaitu laporan keuangan perusahaan teknologi di Amerika Serikat dan data properti Amerika Serikat yang bagus. "Faktor eksternal dominan memberikan dampak ke Asia," kata Felix.

Meski IHSG melaju tinggi dan mencetak rekor di level 3.800. Ada beberapa hal yang harus dicermati. Menurut Felix, hal yang perlu dicermati antara lain risiko inflasi, utang di Eropa dan utang Amerika Serikat yang besar. Hal itu menjadi risiko pasar yang dapat menjadi bumerang buat pasar.

Di sisi lain, Jeff mengatakan, pasar global akan mengalami satu ancaman yang sulit diprediksi implikasi karena The Fed akan menghentikan kebijaksanaan quantative easing part II. Hal itu dapat menjadi ancaman terdekat buat bursa saham. "Melihat dua bulan ke depan pasar global akan mengalami ancaman yang sulit diprediksi, tapi fundamental kita masih kuat," tutur Felix.

IHSG mencatatkan rekor tinggi dengan level 3.794,762 pada perdagangan saham Rabu (20/4). Volume perdagangan mencapai 5,8 miliar saham senilai Rp5,7 triliun. IHSG mengalami net foreign buy mencapai Rp385,3 miliar dengan penjualan asing sebesar Rp1,4 triliun dan pembelian asing mencapai Rp1,7 triliun.