Senin, 09 Mei 2011

Harga komoditas dunia akhirnya melaju setelah terjungkal 11% dalam lima hari

Harga komoditas dunia akhirnya melaju setelah terjungkal 11% dalam lima hari
SINGAPURA. Setelah mengalami penurunan mingguan terburuk sejak Desember 2008, harga komoditas akhirnya kembali melesat. Lonjakan harga komoditas terjadi setelah perekonomian AS kian membaik sehingga kemungkinan besar ikut mendorong permintaan akan bahan baku.

Pada pukul 12.00 waktu Singapura, Standard & Poor's GSCI Index naik 1,1% menjadi 681,74. Padahal dalam lima hari sebelumnya, indeks acuan komoditas dunia ini anjlok hingga 11%.

"Ada reaksi cepat dalam jangka pendek setelah dirilisnya data ketenagakerjaan AS. Saya memprediksi akan ada pemulihan setelah harga minyak bergerak turun dari US$ 113 menjadi US$ 92. Kita akan melihat kenaikan harga komoditas dalam beberapa hari ke depan," jelas Jonathan Barratt, managing director of Commodity Broking Services Pty di Sydney.

Catatan saja, hari ini, kontrak harga minyak untuk pengantaran Juni di New York Mercantile Exchange naik 1,9% menjadi US$ 98,99 per barel. Namun akhirnya, kontrak tersebut ditransaksikan di posisi US$ 98,82 per barel. Pada 6 Mei lalu, harga minyak melorot 2,6% menjadi US$ 97,18 per barel, yang merupakan harga terendah sejak 15 Maret lalu.

Lonjakan harga komoditas turut menyokong harga CPO di Malaysia

Lonjakan harga komoditas turut menyokong harga CPO di Malaysia
KUALA LUMPUR. Kontrak harga crude palm oil (CPO) naik untuk kali pertama dalam empat hari terakhir. Kondisi ini terjadi setelah harga komoditas mengalami reli pagi ini.

Pagi tadi, kontrak harga CPO untuk pengantaran Juli di Malaysia Derivatives Exchange naik sebanyak 0,9% menjadi 3.222 ringgit atau US$ 1.080 per metrik ton. Pada pukul 11.49 waktu Kuala Lumpur, kontrak yang sama berada di posisi 3.219 ringgit per ton.

"Saya memprediksi harga komoditas akan mengalami rebound dalam jangka pendek. Namun kenaikan harga CPO tergantung dari data statistik Malaysia yang dirilis besok. Sepertinya, data besok akan membuat harga CPO bergerak netral hingga bearish," jelas Ivy Ng, analis CIMB Investment Bank Bhd. Dia juga meramal, hari ini, harga CPO akan bergerak di kisaran 3.100 ringgit hingga 3.200 ringgit.

Pasca tsunami, Komatsu sudah naikkan kapasitas produksi

Pasca tsunami, Komatsu sudah naikkan kapasitas produksi
JAKARTA. Investor Relations PT United Tractors Tbk (UNTR) Aris Setiawan mengungkapkan, relokasi penuh pabrik Komatsu ke Indonesia belum akan dilakukan dalam jangka pendek. UNTR sendiri belum memiliki pembicaraan khusus menyangkut kepastian relokasi pabrik Komatsu.

"Kalau peningkatan kapasitas produksi memang sudah dilakukan sejak akhir 2008 dan dimaksimalkan lagi pada 2010," ujar Aris kepada KONTAN, Senin (9/4).

Asal tahu saja, pasca gempa dan tsunami yang melanda Jepang Maret silam, Komatsu juga kian menggenjot produksi alat berat di pabrik-pabrik Komatsu di luar Jepang. Khususnya, India dan Indonesia.

"Berapa kapasitas peningkatan dan persentasenya saat ini belum bisa disebutkan. Yang jelas peningkatan ini berjalan sepanjang April hingga Agustus 2011," ujar Aris.

Hadapi Azas Cabotage, Buana Listya Upgrade Kapal

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Calon emiten PT Buana Listya Tama memasukkan beberapa unit kapal untuk di-upgrade dengan tujuan menghadapi penerapan azas cabotage di bidang pelayanan sektor minyak dan gas bumi.

Demikian diungkap Direktur Utama PT Buana Listya Tama Henrianto Kuswendi dalam keterangan tertulisnya kepada INILAH.COM di Jakarta, Senin (9/5). ”Sejalan dengan itu, Perseroan berkeyakinan bahwa pendapatan dan laba bersih di tahun 2011 akan meningkat secara signifikan dibanding 2010 karena mereka memang unit-unit kapal terbesar Perseroan,” ungkapnya.

Seperti diinformasikan sebelumnya, perseroan memprioritaskan industri perkapalan nasional untuk melakukan segala jenis kegiatan pelayaran di perairan Indonesia, dalam kapasitasnya sebagai penunjang produksi sektor migas dan sektor industri nasional lainnya, yang juga disebutkan sebagai azas Cabotage, berdasarkan Undang-Undang Pelayaran No. 17 tahun 2008 dan dipertegas dengan Peraturan Menteri Perhubungan No. PM. 73 tahun 2010 yang kemudian telah diperjelas mengenai pelaksanaannya melalui Peraturan Pemerintah No.22 tahun 2011 dan Peraturan Menteri Perhubungan No. 48 tahun 2011, secara penuh telah mulai berlaku sejak tanggal 7 Mei 2011 kemarin.

Seperti diketahui, perseroan juga berencana mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam waktu dekat, dimana pada tanggal 3 Mei 2011 yang lalu baru saja menyelesaikan tahapan International Road Show sehubungan dengan pelaksanaan proses book building, dan diharapkan akan dapat memperoleh pernyataan efektif IPO dari Bapepam-LK pada tanggal 10 Mei 2011, sehingga dapat melakukan pencatatan saham perdananya selambat-lambatnya pada tanggal 23 Mei 2011. [cms]

JPMorgan pangkas rekomendasi, saham PGAS sempat melorot 1,2%

JPMorgan pangkas rekomendasi, saham PGAS sempat melorot 1,2%
JAKARTA. Saham PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) hari ini dilanda aksi jual. Pada pukul 10.18, saham PGAS tercatat melorot 1,2% menjadi Rp 4.175. Ini merupakan penurunan paling besar sejak 21 April lalu.

Anjloknya saham PGAS terjadi setelah rekomendasi sahamnya dipangkas. Asal tahu saja, JPMorgan hari ini menurunkan rekomendasi saham PGAS dari sebelumnya overweight menjadi underweight.

Bapepam-LK: Rencana APOL mencari modal masih terkendala

JAKARTA. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) telah menerima rencana PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk (APOL) untuk mencari modal baru dengan menggandeng mitra strategis atau melakukan penawaran saham baru ke publik (rights issue).

APOL menempuh langkah ini karena membutuhkan dana segar supaya bisa bertahan di tengah tumpukan utang. "Mereka (manajemen APOL) mengungkapkan, ada beberapa mitra strategis yang mau masuk, tetapi mereka belum bilang siapa saja," ujar Gonthor R. Aziz, Kepala Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Jasa Keuangan Bapepam-LK, pekan lalu.

Menurut catatan KONTAN, salah satu nama investor strategis yang dikabarkan hendak masuk APOL adalah Saratoga Capital. Ada dua opsi yang hendak Saratoga tempuh, yaitu melalui pembelian surat utang baru yang diterbitkan APOL atau melalui rights issue perusahaan pelayaran itu (KONTAN Edisi 19 Oktober 2010). Namun, terkait nama Saratoga sebagai calon investor baru APOL, Gonthor mengaku belum bisa mengonfirmasi.

Ia hanya mengungkapkan, sampai saat ini, baik rencana masuknya mitra strategis maupun rights issue, masih terkendala. Pangkalnya, manajemen APOL belum bersepakat dengan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk dalam hal penunjukkan penasihat keuangan. BRI adalah wali amanat obligasi II tahun 2008 senilai Rp 600 miliar yang diterbitkan oleh APOL.

BRI meminta APOL menunjuk penasihat keuangan yang independen dan menyusun rencana bisnis terkait restrukturisasi. APOL diberi tenggat waktu hingga awal Juni 2011 untuk menyerahkan laporan restrukturisasi.

APOL tercatat tidak mampu membayar kupon bunga ke-11 dan ke-12 obligasi II tahun 2008 senilai total Rp 51,55 miliar. Alasannya, kondisi likuiditas perseroan ini tidak memungkinkan.

Demand Batu Bara China Siap Dongkrak IHSG

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Laju IHSG pekan ini, diprediksi menguat. Ekspektasi terkendalinya inflasi Mei seiring penurunan harga komoditas dan besarnya demand batu bara dari China menjadi katalisnya.

Pengamat pasar modal Willy Sanjaya mengatakan, potensi penguatan indeks saham domestik pekan ini salah satunya karena besarnya defisit batu bara di China. Kondisi itu menurutnya, memaksa negeri Tirai Bambu membuat kontrak-kontrak panjang dengan emiten-emiten batu bara di Indonesia. China mencari tempat-tempat stok batu bara yang bisa melakukan penjualan lebih besar seperti Indonesia.

Dia memperkirakan, pekan ini, IHSG ^JKSE akan menciptakan support di level 3.759 dan 3.855 sebagai level resistance-nya. Indeks akan bergerak dalam kisaran tersebut.

Jika indeks berhasil tembus ke atas resistance 3.855, penguatan indeks berikutnya ke level 3.900. “Sedangkan level 4.000 masih jauh,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Minggu (8/5).

Pada perdagangan Jumat (6/6), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup turun 17,72 poin (0,46%) ke level 3.798,55. Begitu juga saham unggulan LQ45 yang melemah 3,28 poin (0,48%) ke 677,61.

UBS AG sebelumnya menyatakan, China kemungkinan besar akan menaikkan permintaan sumber bahan bakar batu bara sebesar 1 juta metrik ton untuk kebutuhan sepekan. Asal tahu saja, manufaktur China tumbuh di luar estimasi dan 70% industri di negeri itu bergantung pada pasokan listrik yang menggunakan energi batubara. “Kondisi itu, otomatis memaksa produsen batu bara dalam negeri lebih produktif untuk dijual ke China,” papar Willy.

Di sisi lain, lanjut Willy, penguatan indeks juga masih mendapat dukungan dari penguatan nilai tukar rupiah yang saat ini berada di level 8.575 per dolar AS. Lalu, cadangan devisa RI terus bertambah ke level US$113,8 miliar.

“Artinya, ekonomi dalam negeri secara umum masih stabil dan dari sisi ini, tidak ada tanda-tanda yang bisa memicu pelemahan indeks,” ungkap Willy. Apalagi, dalam sepekan terakhir, investor asing konsisten dalam posisi net buy sehingga mencapai angka yang menggembirakan di atas Rp1 triliun.

Willy memang mengakui, bursa saham dikagetkan oleh penurunan harga minyak mentah dunia sebesar 14% dari level US$114 per barel ke level US$98 per barel. Tapi, menurutnya, kondisi itu memicu sentiment positif sekaligus negatif.

Di satu sisi, pelemahan harga komoditas menyebabkan terjaganya inflasi Mei ini. Di sisi lain, harga batu bara cenderung turun sehingga bisa jadi tekanan bagi saham-saham di sektor ini. “Tapi, karena besarnya demand batu bara dari China, meski harga minyak mentah dunia turun, saham-saham di sektor batu bara justru berpotensi menguat,” ungkapnya.

Willy berkeyakinan, IHSG akan kembali menguat ke atas 3.800. “Sektor saham pertambangan batu abra yang akan jadi penggerak utama indeks pekan ini,” timpalnya.

Saham-saham pilihannya, PT Bumi Resources (BUMI), PT Adaro Energy (ADRO), PT Berau Coal Energy (BRAU), PT Tambang Bukit Asam (PTBA) dan PT Indo Tambang Raya (ITMG).

Lalu, PT Benakat Petroleum Energy (BIPI), PT Energi Mega Persada (ENRG), PT United Tractors (UNTR), PT Berlian Laju Tanker (BLTA) dan PT Krakatau Steel (KRAS). “Saya rekomendasikan strong buy saham-saham tersebut,” imbuh Willy. [mdr]

UNTR menanti relokasi produksi Komatsu

UNTR menanti relokasi produksi Komatsu
JAKARTA. Distributor alat berat PT United Tractors Tbk (UNTR) bakal kedatangan tamu besar. Djoko Pranoto, Presiden Direktur UNTR mengungkapkan, produsen alat berat asal Jepang Komatsu tengah mempertimbangkan relokasi seluruh produksinya di Jepang ke Indonesia.

Namun, Djoko belum bisa memastikan kapan hal itu bisa terealisasi. Selama ini, anak usaha PT Astra International Indonesia Tbk (ASII) ini menjadi distributor tunggal Komatsu di Indonesia.

Selain bertujuan mengatasi gangguan distribusi akibat bencana tsunami dan gempa di Jepang, alasan lain Komatsu merencanakan relokasi adalah potensi pasar alat berat di Asia Tenggara.

Dalam catatan UNTR, kebutuhan akan alat berat di Asia Tenggara mencapai 30.000 unit per tahun. "Indonesia berpotensi menjadi tujuan relokasi," kata dia, Jumat (6/5). Dalam waktu dekat, kata Djoko, manajemen UNTR akan bertemu kembali dengan pihak Komatsu.

Johnny Darmawan, Direktur ASII menambahkan, rencana relokasi ini akan membantu efisiensi. Keberadaan Komatsu memang menjadi andalan UNTR. Pendapatan UNTR dari mesin kontraktor atau alat berat yang disuplai Komatsu masih jadi penopang utama, yakni hampir setengah total pendapatan.

Sebagai gambaran, pendapatan UNTR dari penjualan alat berat mencapai Rp 16,8 triliun tahun lalu. Sedangkan total pendapatan mereka mencapai Rp 37,3 triliun.

Djoko mengaku, sampai kuartal pertama tahun ini, penjualan alat berat masih tumbuh meski menghadapi kendala distribusi. Bahkan, sejak April, Komatsu mulai meningkatkan jumlah alokasi alat beratnya ke Indonesia. Namun, Gideon Hasan, Direktur keuangan UNTR, enggan mengatakan jumlahnya. "Saya lupa angka pastinya," kata dia.

Tahun ini, manajemen UNTR menargetkan, penjualan alat berat Komatsu tumbuh menjadi 7.000 unit. Tahun lalu, penjualan alat berat hanya 5.400 unit. "Sampai April, UNTR sudah menjual 3.000 unit alat berat," kata dia.

Pengamat pasar modal Irwan Ariston Napitupulu menilai, rencana kedatangan Komatsu ke Indonesia jelas akan menguntungkan bagi UNTR.
Lokasi yang lebih dekat antara pabrik Komatsu dan UNTR akan meminimalisasi kendala pengiriman. "Bahkan, pengiriman tidak akan menjadi masalah lagi," kata dia. Dengan begitu, harga jual dari UNTR bisa lebih bersaing.

Asing tingkatkan kepemilikan sahamnya, rupiah pun perkasa

Asing tingkatkan kepemilikan sahamnya, rupiah pun perkasa
JAKARTA. Pergerakan rupiah pagi ini menguat atas dollar. Penyebabnya, investor asing meningkatkan kepemilikannya atas aset-aset di Indonesia.

Asal tahu saja, data yag dirilis Bursa Efek Indonesia menunjukkan, investor asing membeli saham di Indonesia dengan nilai mencapai US$ 181 juta. Selain itu, penguatan rupiah yang sudah mencapai 4,8% di sepanjang 2011 juga terjadi seiring spekulasi kalau bank sentral akan menoleransi apresiasi untuk menahan laju inflasi barang-barang impor.

"Bank sentral sudah menegaskan mereka akan memperbolehkan apresiasi rupiah pada saat-saat tertentu. Sentimen untuk rupiah adalah positif," jelas Ralph Birger Poetiray, head of interbank trading PT Bank DBS Indonesia di Jakarta.

Pada pukul 08.20, rupiah menguat 0,2% menjadi 8.564 per dollar.

Reli enam sektor mengangkat IHSG 0,08%

Reli enam sektor mengangkat IHSG 0,08%
JAKARTA. Mengawali pekan ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat tipis 0,08% menuju level 3.801,84. Reli enam sektor berhasil mengangkat IHSG ke zona hijau.

Sektor yang mengalami penguatan dipimpin oleh pertambangan disusul pertanian, aneka industri, konstruksi, perdagangan, dan infrastruktur. Sedangkan sektor yang mendarat di zona merah di antaranya keuangan, consumer goods, industri dasar, dan manufaktur.

Saham-saham yang menduduki posisi top gainers antara lain PT United Tractors Tbk (UNTR) naik 1,27% ke Rp 24.000, PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) naik 1,15% ke Rp 2.200, dan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat Tbk (BJBR) naik 0,81% ke Rp 1.250.

Sementara PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) yang turun 1,44% ke Rp 3.425 dan PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) yang turun 1,32% ke Rp 375 memimpin posisi top losers.

Pada pembukaan perdagangan pagi ini, tercatat 58 saham mengalami penguatan. Sementara 25 lainnya melemah dan 90 lainnya belum ada pergerakan.

ADHI Raih Kontrak Baru Senilai US$131,9 Juta

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Adhi Karya Tbk (ADHI) telah meraih kontrak baru senilai US$131,9 juta dari Pertamina EP pada kuartal kedua 2011.

Demikian seperti dikutip dari siaran pers yang diterima INILAH.COM, Senin (9/5). Proyek pembangunan central processing plant Area Gundih yang merupakan bagian dari proyek pengembangan Gas Jawa bagian Timur adalah proyek engineering procurement constructions bidang minyak dan gas. Dalam pelaksanaan proyek ini, ADHI membentuk konsorsium bekerjasama dengan PT Inti Karya Persada Teknik dengan porsi 49:51.

Perseroan telah mendapatkan kontrak ini pada 29 April 2011 dari Pertamina EP selaku pemilik proyek. Lingkup pekerjaan proyek ini central processing plant yang berada di Gundih, Blora. Jawa Tengah. Proyek ini direncanakan selesai dalam waktu 24 bulan. Kontrak ini menambah daftar jumlah proyek yang sedang digarap ADHI antara lain PLTU 2X7 MW Tembilahan senilai Rp277 miliar, PLTU 3X7 MW Sintang senilai Rp357 miliar, Road Widening Toll ROad Kebun Jeruk -Tangerang Barat senilai Rp131 miliar, dan menara The Convergence Indonesia senilai Rp185 miliar.

BNII Tawarkan Kupon Bunga Obligasi 10,75%

INILAH.COM, Jakarta - PT Bank International Indonesia Tbk (BNII) menawarkan kupon bunga sebesar 10,75% dengan penawaran obligasi sebesar Rp1,5 triliun.

Demikian seperti dikutip dari prospektus singkat yang diterbitkan Senin (9/5). Dari jumlah pokok obligasi yang ditawarkan sebesar Rp1,5 triliun terdiri dari obligasi subordinasi sebesar Rp1,2 triliun yang dijamin secara kesanggupan penuh. Sisa dari jumlah pokok yang ditawarkan sebanyak-banyaknya sebesar Rp300 miliar dijamin secara kesanggpuan terbaik. Bila jumlah dalam kesanggpuan terbaik tidak terjual sebagian atau seluruhnya maka atas sisa yang tidak terjual tersebut tidak menjadi kewajiban perseroan untuk menerbitkan obligasi subordinasinya.

Obligasi subordinasi ini ditawarkan dengan nilai 100% dari jumlah pokok obligasi subordinasi pada tanggal emisi. Bunga obligasi subordinasi dibayarkan setiap triwulan sesuai dengan tanggal pembayaran bunga obligasi perseroan. Pembayaran bunga obligasi subordinasi pertama akan dilakukan pada 19 Agustus 2011 sedangkan pembayaran bunga obligasi subordinasi terakhir pada 19 Mei 2018.

Obligasi ini telah mendapatkan rating AA dengan stable outlook dari PT Fitch Rating Indonesia dan PT Pefindo. Perseroan telah menunjuk PT Bahana Securities, PT Indo Premier Securities, dan PT Mandiri Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Ada pun yang bertindak sebagai wali amanat PT Bank Mandiri Tbk.

Untuk jadwal tanggal efektif pada 6 Mei 2011, masa penawaran umum pada 10-13 Mei 2011, tanggal penjatahan pada 16 Mei 2011, distribusi secara elektronik pada 19 Mei 2011, dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 20 Mei 2011.

Buru Saham Murah, Saham Asia Senin (9/5) Pagi

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Saham di pasar saham Asia menguat Senin (9/5) karena investor memburu saham murah dibantu laporan tenaga kerja AS yang naik, meskipun keuntungan yang tajam mungkin terbatas sebelum dibanjiri data ekonomi China minggu ini.

Reuters melaporkan selloff saham komoditi yang didorong kondisi pasar pekan lalu melihat ekuitas global dan mata uang yang melemah tajam, menyebabkan investor beralih ke safe haven seperti obligasi AS dan dolar.
CNBC Asia FTSE 100 Index, yang mengukur pasar di seluruh Asia, naik 0,4 persen. Acuan Pasar Jepang, Nikkei N225 dibuka naik 0,23 persen ke level 9.881,67, sementara Topix meningkat 0,39 persen menjadi 859,83. Toyota Motor naik tipis disebabkan rencana perseroan untuk pada rencana untuk membuat plug-in kemampuan standar untuk model Prius hybrid yang dijadwalkan pada 2014.

Saham Seoul menguat akibat sentimen positif dari kemajuan dalam pemulihan ekonomi AS, dengan operator seperti Asiana Airlines naik karena kejatuhan harga minyak. Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) naik 0,43 persen ke 2.156,68.

Saham Australia dibuka lebih tinggi dengan perbaikan di pasar tenaga kerja AS membantu untuk mengurangi kerugian harga logam dan minyak, yang mendorong sektor sumber daya. Origin Energy Australia dilaporkan telah mengakuisisi 40 persen perusahaan eksplorasi panas bumi Chilian Energia Andina SA (EASA). Saham pembuat pupuk Incitec Pivot dan bahan peledak naik setelah melaporkan kenaikan 22 persen laba semester pertama, didukung oleh harga pupuk yang lebih tinggi dan meningkatkan permintaan untuk bahan peledak di Amerika Utara.

ADRO Diselimuti Rumor, Strong Buy!

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Laju saham ADRO, Senin (9/5) diprediksi menguat. Beredar rumor, emiten ini menandatangani kontrak baru batu bara untuk dua tahun ke depan dengan SCIEG asal China. Strong Buy!

Pengamat pasar modal Willy Sanjaya mengatakan, potensi penguatan saham PT Adaro Energy (ADRO) awal pekan ini salah satunya karena adanya rumor bahwa emiten ini menandatangani kontrak baru batu bara untuk dua tahun ke depan dengan Shanxi Coal Import & Export Group Co, Ltd (SCIEG).

Perusahaan asal China itu akan mengimpor batu bara dari ADRO sebesar 100 juta metrik ton. Karena itu, Willy yakin, akan terjadi pembelian besar-besaran pekan ini di saham ADRO. Meski rumor, ini tetap menandakan adanya investor yang berminat di saham batu bara ini.

“ADRO akan mengarah ke level resistance Rp2.375 dan Rp2.275-2.225 sebagai level support-nya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Minggu (8/5).

Pada perdagangan Jumat (6/5), saham ADRO ditutup melemah Rp25 (1,07%) ke level Rp2.300 dari sebelumnya Rp2.325. Harga intraday tertingginya mencapai Rp2.350 dan terendah Rp2.275. Volume transaksi mencapai 89,1 juta unit saham senilai Rp206,3 miliar dan frekuensi 3.358 kali.

Lebih jauh Willy mengatakan, potensi penguatan ADRO juga mendapat dukungan dari krisis suplai batu bara di China. Kondisi itu, memicu melonjaknya permintaan batu bara ke seluruh dunia. “Semua itu, saya perkirakan akan memicu peningkatan revenue ADRO sebesar 200% untuk full year 2011,” tandas Willy.

Pasalnya, besarnya defisit batu bara di China, memaksa negeri Tirai Bambu membuat kontrak-kontrak panjang dengan emiten-emiten batu bara di Indonesia seperti ADRO. “China mencari tempat-tempat stok batu bara yang bisa melakukan penjualan lebih besar seperti Indonesia,” ucapnya.

UBS AG sebelumnya menyatakan, China kemungkinan besar akan menaikkan permintaan sumber bahan bakar batu bara sebesar 1 juta metrik ton untuk kebutuhan sepekan. Asal tahu saja, manufaktur China tumbuh di luar estimasi dan 70% industri di negeri itu bergantung pada pasokan listrik yang menggunakan energi batubara. “Kondisi itu, otomatis memaksa produsen batu bara dalam negeri lebih produktif untuk dijual ke China,” papar Willy.

Lebih jauh Willy memang mengakui, bursa saham dikagetkan oleh penurunan harga minyak mentah dunia sebesar 14% dari level US$114 per barel ke level US$98 per barel. Tapi, menurutnya, kondisi itu memicu sentiment positif sekaligus negatif.

Di satu sisi, pelemahan harga komoditas menyebabkan terjaganya inflasi Mei ini. Di sisi lain, harga batu bara cenderung turun sehingga bisa jadi tekanan bagi saham-saham di sektor ini. “Tapi, karena besarnya demand batu bara dari China, meski harga minyak mentah dunia turun, saham-saham di sektor batu bara justru berpotensi menguat,” kata Willy mantap.

Terlepas faktor demand batu bara dari China, dilihat dari pola teknikalnya, ADRO cenderung menguat. “Saya rekomendasikan, strong buy ADRO,” imbuh Willy. [mdr]

Asuransi Laris, ASBI Akan Melesat ke Rp600

Headline
INILAH.COM, Jakarta- Saham PT Asuransi Bintang Tbk (ASBI) diperkirakan akan naik ke level Rp600 dalam waktu dekat. Ada apa?

Aksi teror pascakematian Osama Bin Laden semakin marak. Hal tersebut ditengarai membuat para pelaku ekonomi melakukan langkah-langkah antisipatif, dengan mengambil asuransi terorisme dan sabotase, sekalipun premi yang harus dibayar tinggi.

ASBI pun diperkirakan akan kecipratan sentimen positif. Emiten ini akan memperoleh peningkatan pendapatan yang signifikan atas larisnya produk asuransi tersebut. Saham ASBI pun tampaknya akan dikerek ke level Rp 600 dalam waktu dekat.

Sejumlah investor sudah terlihat memburu saham ASBI sejak akhir pekan lalu. Pada perdangan Jumat (6/5) kemarin, ASBI ditutup menguat Rp90 ke Rp450. [ast]

Saham BIPI Diminati Perusahaan asal China

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Saham PT Benakat Petroleum Energy Tbk (BIPI) diminati perusahaan asal China yaitu China Energy Ltd.

China Energy Ltd dikabarkan akan membeli sekitar 26% saham BIPI melalui penawaran saham terbatas. Kabar itu akan membuat saham BIPI naik ke level Rp420 per saham. Pada perdagangan saham Jumat (6/5), saham BIPI menguat 2,4% atau Rp3 ke level Rp128 per saham.

Penguatan Yen, Bursa Jepang Melemah

Headline
INILAH.COM, Los Angeles – Bursa Jepang melemah beberapa menit di awal perdagangan. Saham otomotif jatuh atas keprihatinan penguatan yen dan kekurangan daya yang mungkin terjadi di Jepang, meredam senitmen positif data pekerjaan AS dan apresiasi Wall Street.

Indeks Nikkei Stock Average turun 0,2% menjadi 9,841.41, sedangkan Topix turun 0,2% pada 855,19. Perdana Menteri Jepang Naoto Kan menyerukan penutupan pembangkit nuklir atas masalah keamanan. Dengan dolar diperdagangkan di bawah level 81 yen, saham pembuat otomotif anjlok.

Nissan Motor Co turun 1,2%, Toyota Motor Corp melemah 0,6%. Kedua perusahaan ini akan merilis laporan laba dalam sepekan. Beberapa saham eksportir teknologi naik, seperti Elpida Memory Inc yangnaik 1,4%, dan Sony Corp naik 1,6% meskipun ada labbar penundaan pembukaan kembali jaringan game online menyusul pelanggaran keamanan utama. [ast]

Saham BIPI Bisa Naik Tiga Kali Lipat

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Laju saham BIPI diprediski bertenaga naik hingga tiga kali lipat dari harga IPO. Selain sudah lepas dari harga lock-nya, China Energy Ltd bakal masuk ke emiten ini melalui private placement sebesar 26%.

Pengamat pasar modal Willy Sanjaya mengatakan, saham PT Benakat Petroleum Energy (BIPI) akhir-akhir ini sangat aktif. Menurutnya, setelah genap setahun dari bulan Februari 2010 di mana harga Initial Public Offering (IPO) di level Rp140, saham ini langsung melejit ke level Rp280 per saham saat listing.

Setelah itu, turun ke level Rp86-an per saham. Apalagi, tahun lalu, masih melaporkan minus laporan keuangan 2010. “Tapi kuartal I/2011 sudah positif bersamaan lock-nya pas setahun dibuka. Pada awal Maret 2011, saham ini langsung berlari naik,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Minggu (8/5).

Sesuai pengalaman, lanjut Willy, saham yang lepas dari lock-nya, akan lari tiga kali lipat dari harga IPO. Artinya, Rp140 dikali tiga (Rp140x3=Rp420 per saham). “Dengan dukungan volume transaksi yang cukup besar akhir-akhir ini, BIPI akan menjadi sangat solid untuk terus bergerak naik,” tandas Willy.

Selain itu, lanjutnya, beredar rumor yang sangat menarik. Salah satunya, raksasa perusahan energi China yakni China Energy Ltd (CEGY) yang listing di Singapura dan China akan masuk ke dalan BIPI melalui private placement di kisaran harga Rp165-210 per saham. “Totalnya, sebesar 26% untuk memperkuat bisnis mereka hingga ke luar negeri,” ungkapnya.

Dengan demikian, Willy menargetkan harga saham BIPI untuk 2011 ini akan berada di level Rp420 per saham.

Pada perdagangan Jumat (6/5) saham BIPI ditutup naik Rp3 (2,40%) jadi Rp126 per saham dari sebelumnya Rp125. Harga intraday tertingginya mencapai Rp133 dan terendah Rp121. Volume transaksi mencapai 73,1 juta unit saham senilai Rp9,5 miliar dan frekuensi 1.035 kali.

Strategi untuk Emas: Buy on Dips!

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Dalam pekan ini, harga emas diperkirakan naik ke level US$1.512 per troy ounce. Komoditas ini sudah jenuh jual dan dolar AS cenderung melemah seiring naiknya angka pengangguran AS.

Periset dan analis senior PT Monex Investindo Futures Albertus Christian mengatakan, potensi penguatan harga emas pekan ini salah satunya karena faktor teknikal. Menurutnya, dari sisi ini, harganya yang sudah oversold (jenuh jual) seiring koreksi yang terjadi sepekan lalu.

Selama pekan lalu, menurut Christian, emas sudah turun sebesar 6,15% dari level US$1,576 di awal pekan ke level US$1.479 per troy ounce akhir pekan lalu. Ini merupakan level koreksi yang sangat besar.

“Karena itu, untuk jangka pendek (pekan ini), harga emas berpeluang rebound ke level US$1.512 per tory ounce,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Minggu (8/5). Untuk jangka panjang (6 bulan), emas masih berpotensi menguat ke level US$1.600 per troy ounce.

Lebih jauh Christian menjelaskan, koreksi harga emas pekan lalu dipicu oleh kenaikan margin requirement di bursa komoditas Chicago Mercantile Exchange dan faktor Soros Fund management yang mengurangi kepemilikannya di emas untuk proteksi deflasi. “Selain itu, kenaikan yang tajam sebelumnya, membuat harga emas yang sudah overbought (jenuh beli) sehingga terjadi tekanan,” ucapnya.

Secara umum, koreksi emas pekan lalu dipicu oleh faktor panic selling di sektor komoditas. Tapi, itu bukan indikasi pemulihan ekonomi global. “Karena itu, setelah situasi mereda, emas akan melanjutkan tren penguatan sebelumnya,” ungkapnya.

Dia menegaskan, emas masih berpeluang rebound ke depannya. Sebab, dalam sepekan terakhir, harga perak pun sudah turun 28%. Kondisi itu, memicu oversold (jenuh jual) pada komoditas ini.

Pekan lalu, harga perak melemah ke level US$33,71 per ounce dari level 47,87 level awal pekan lalu. Karena itu, dia menegaskan, secara teknikal mengandaikan terjadinya rebound. Sebab, harga emas dan berperak berkorelasi positif.

Selain faktor teknikal, lanjut Christian, kenaikan tingkat pengangguran AS ke level 9% juga dapat memicu pelemahan dolar AS. Karena itu, komoditas emas menjadi atraktif karena berada di level harga yang cukup murah. Apalagi, emas berada dalam denominasi dolar AS.

Sebelumnya, juga dirilis klaim tunjangan pengangguran yang melonjak sebesar 43 ribu di pekan terakhir April jadi 474 ribu. “Dalam sepekan ke depan, emas akan bergerak dalam kisaran US$1.460-1.512 per troy ounce,” papar Christian.

Namun demikian, mengingat Jepang masih diliputi suasana libur yang terkenal disebut Golden Week Holiday (hari libur nasional Jepang berturut-turut sepekan penuh) pelaku pasar bisa mengambil strategi buy on dips untuk transaksi di komoditas emas. “Sebab, volume transaksi akan tipis,” ucapnya.

Strategi buy on dips adalah mengakumulasi beli ketika terjadi penurunan berlebihan pada level koreksi Fibonacci Retrenchment 50-61,8%. Secara historis, selalu ada pola Fibonacci retrenchment.

Dia menjelaskan, setiap harga emas dalam kondisi up trend, ada potensi koreksi 50-61,8% di level US$1,442 (50%) dan US$1,410 (61,8%). “Di level-level tersebut bisa akumulasi beli dan bagi yang sudah punya posisi, hold saja,” imbuh Christian. [mdr]

Awal Pekan, IHSG Bersiap Rebound

Headline
INILAH.COM, Jakarta- Bursa saham Indonesia pada Senin (9/5) diperkirakan akan rebound. Saham tambang, perkebunan dan konsumer akan menjadi katalisnya.

Ahmad Riyadi, analis Milenium Danatama mengatakan, IHSG pekan ini berpeluang berbalik arah dan menguat. “Hal ini karena proses bottoming indeks sifatnya jangka pendek, hanya dipicu oleh aksi profit taking saham-saham blue chip,”ujarnya kepada INILAH.COM.

Menurutnya, setelah menembus level 3.800, sudah wajar IHSG terkoreksi dan menjalani pola konsolidasi. Namun konsolidasi ini sifatnya minor, karena volume dan likuiditas market masih stabil, “Karena setelah profit taking di saham-saham blue chip, investor membeli saham-saham second liner yang membukukan kinerja bagus pada 2010 dan kuartal pertama 2011,” katanya.

Di tengah situasi ini, Ahmad merekomendasikan saham otomotif Astra International (ASII) juga menjadi pilihannya karena membukukan keuntungan bagus di kuartal pertama 2011, “Ini menunjukkan potensi dividen besar,”ucapnya.

Saham lain yang disarankan adalah saham perkebunan CPO. Menurutnya, saham sektor ini belum banyak bergerak, meskipun harga komoditas migas dan logam sudah fluktuatif. Beberapa emiten pilihannya adalah Bakrie Sumatra Plantation (UNSP), Tunas Baru Lampung (TBLA) dan Astra Agro Lestari (AALI)

Adapun emiten batu bara Adaro Energy (ADRO). Selain harga batu bara yang masih tinggi, kemampuan perseroan merealisasikan target produksi yang naik tahun ini, menjadi katalisnya,” Hal ini didukung valuasi yang masih relatif rendah, “tutupnya.

Pada perdagangan Jumat (6/6), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 17,72 poin (0,46%) ke level 3.798,55. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia didukung volume transaksi sebesar 5,731 miliar lembar saham, senilai Rp 4,97 triliun dan frekuensi 158.578 kali.

Sebanyak 80 saham naik, 155 saham turun, dan 93 saham stagnan. Kendati terkoreksi, asing masih mencatatkan aksi beli, dengan nilai transaksi beli bersih (net foreign buy) mencapai Rp239 miliar. Rinciannya adalah transaksi beli sebesar Rp1,706 triliun dan transaksi jual mencapai Rp1,467 triliun. [mdr]