Jumat, 20 Mei 2011

'Speculative Buy' ADRO, Daya Tawar Kuat

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Laju saham ADRO, Jumat (20/5) diprediksi menguat. Secara teknikal tampak jelas bargaining position di saham ini sangat kuat sehingga berpeluang tembus Rp3.425. Speculative buy!

Pengamat pasar modal dari Capital Bridge Indonesia Aji Martono mengatakan, potensi penguatan saham PT Adaro Energy (ADRO) akhir pekan ini salah satunya karena faktor teknikal. Menurutnya, meski pergerakannya memang agak lamban tapi volume perdagangan dalam dua hari terakhir, menunjukkan minat beli yang cukup berlebih di saham ini.

Karena itu, Aji menegaskan, akumulasi saham ADRO masih cukup layak bagi investor. Dia melihat, saham batu bara ini berpeluang bergerak dan menembus level tertingginya Rp2.425 dari level Rp2.375 pada penutupan kemarin. “ADRO berpeluang bergerak dalam kisaran support Rp2.275 dan resistance Rp2.475,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (19/5) malam.

Pada perdagangan Kamis (19/5) saham ADRO ditutup menguat Rp25 (1,06%) menjadi Rp2.375 dibandingkan sebelumnya di level Rp2.350. Harga intraday tertingginya mencapai Rp2.400 dan terendah Rp2.350. Volume transaksi mencapai 75,9 juta unit saham senilai Rp179,6 miliar dan frekuensi 3.007 kali.

Lebih lanjut dia menjelaskan, aksi akumulasi, secara teknikal sangat jelas akan terjadi pada perdagangan akhir pekan ini. Artinya, bargaining position masih terjadi di saham ini meskipun hari ini merupakan akhir pekan di mana biasanya transaksi rawan profit taking. “Karena itu, kemungkinan penguatan ke depan masih mungkin terjadi di saham ADRO,” tandas Aji.

Dari sisi fundamental, saham ADRO masih punya ruang untuk menguat. Sebab, fundamental emiten ini sangat mumpuni. Apalagi, laporan keuangan emiten ini untuk kuartal I/2011 dirilis positif.

ADRO mencatat laba bersih sebesar US$108,9 juta pada triwulan I/2011 atau naik 11,7% dibandingkan pada periode yang sama 2010. “Karena itu, ADRO layak dengan target harga Rp3.200 per saham dan sekaligus saham ini masih murah untuk diakumulasi,” timpalnya.

Situasi itu juga mendapat dukungan dari kenaikan harga minyak mentah dunia ke level US$100,21 per barel. Sebab, substitusi dari pergerakan harga minyak mentah dunia adalah sektor batu bara.

“Bargaining batu bara juga akan terjadi sehingga mengerek naik harganya,” ucapnya. Kondisi itu akan membawa dampak positif secara tidak langsung bagi saham-saham batu bara termasuk ADRO.

Aji merekomendasikan pelaku pasar meraih capital gain untuk jangka pendek di saham ADRO dengan pola speculative buying. “Tapi, untuk jangka menengah panjang, lebih baik buy position untuk saham ini,” imbuh Aji. [mdr]

Elnusa berharap, BI beri sanksi Bank Mega

Elnusa berharap, BI beri sanksi Bank Mega
JAKARTA. Perselisihan antara PT Elnusa Tbk (ELSA) dengan PT Bank Mega Tbk semakin memanas. Setelah resmi menggugat secara perdata bank milik konglomerat Chairul Tandjung itu ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Elnusa meminta mediasi Bank Indonesia (BI) untuk menyelesaikan sengketa ini.

Kuasa Hukum Elnusa Dodi S. Abdulkadir mengungkapkan, hari ini (20/5), Elnusa mengirimkan surat permohonan kepada BI. Isinya tak lain permintaan agar BI memberikan sanksi kepada Bank Mega atas "kelalaian" yang mengakibatkan deposito Elnusa senilai Rp 111 miliar dibobol. "Berikan sanksi sesuai hukum perbankan dan kembalikan dana Elnusa," ujar dia, kemarin (19/5).

Elnusa berkukuh, raibnya duit deposito tersebut merupakan tanggung jawab Bank Mega. Alasan Elnusa, sebagai bank, Bank Mega memiliki divisi manajemen risiko yang bertugas mengecek keaslian dokumen pencairan dana yang menjadi pangkal sengketa tersebut. "Berdasarkan bukti yang ada, kami tidak pernah menarik dana selain Rp 50 miliar, jadi seharusnya Rp 111 miliar itu masih ada," tandas Dodi.

Pelaporan ke otoritas perbankan ini merupakan upaya lanjutan setelah dua emiten ini tidak menemukan titik temu. "Kami sama-sama mempertahankan persepsi masing-masing," kata Direktur Utama ELSA Suharyanto.

Elnusa berkeras menyatakan, jenis deposito miliknya adalah deposito berjangka. Sebaliknya, Bank Mega bersikukuh, deposito Elnusa merupakan deposito on call. Kasus ini juga menyeret dua pejabat dua korporasi tersebut, yakni Kepala Cabang Bank Mega Jababeka Cikarang Itman Harry Basuki, dan Direktur Keuangan Elnusa Santun Nainggolan.

BI sendiri telah menegaskan posisinya. BI tidak mengambil peran sebagai mediator bagi keduanya dalam kasus ini. "BI itu sebagai apa? Kami hanya pengawas bank. Kalau masalah dana, terserah mereka saja," tutur Difi A. Johansyah, Pelaksana tugas Direktur Perencanaan Strategis dan Hubungan Masyarakat BI (Harian KONTAN, 18 Mei 2011). Asal tahu saja, bukan sekali ini Elnusa meminta bantuan mediasi dari BI.

Elnusa mengaku belum mengantisipasi kemungkinan terburuk jika duit mereka tidak kembali. "Kami optimis uangnya kembali," ujar Suharyanto.

Pejabat sementara Direktur Keuangan Elnusa Lucy Sycilia bilang, dana itu merupakan bagian dari kebutuhan dana kegiatan operasional selama tiga bulan. Per bulan, perseroan memerlukan sekitar Rp 38 miliar untuk membiayai operasional. "Hingga April 2011 kas kami ada Rp 740 miliar, jadi tidak masalah," tutur dia.

Dana tersebut termasuk kategori dana cadangan. Penempatannya selama ini disesuaikan dengan kebutuhan. Jika kebutuhan operasional tengah tinggi, dana cadangan akan banyak ditempatkan pada rekening giro di bank. Jika tidak, dana ditempatkan di deposito berjangka.

Reminder Cum Dividen AALI,BBLD,TOTL 20/05/2011

Hari ini 20 May 2011 adalah Cum Date untuk pelaksanaan kegiatan Corporate Action sebagai berikut:

No.

Kode Efek

Nama Efek

Jenis Kegiatan

1.

AALI

ASTRA AGRO LESTARI Tbk

Dividen Tunai Rasio Rp 640.- per saham

2.

BBLD

BUANA FINANCE Tbk

Dividen Tunai Rasio Rp 35.- per saham

3.

TOTL

TOTAL BANGUN PERSADA Tbk

Dividen Tunai Rasio Rp 14.67.- per saham

Wow, bursa Asia bergerak liar pagi ini!

Wow, bursa Asia bergerak liar pagi ini!
TOKYO. Mayoritas saham di bursa Asia bergerak volatil. Sejumlah saham pertambangan mengalami penurunan setelah harga minyak dan baja melorot di New York. Sentimen tersebut membayangi data ekonomi AS tentang penurunan klaim pengangguran AS.

Pada pukul 09.50 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific naik 0,1% menjadi 134,82. Kenaikan bursa Asia ini terjadi setelah indeks kawasan regional keluar masuk zona merah selama lima kali.

Sejumlah saham yang mempengaruhi pergerakan bursa Asia antara lain: BHP Billiton Ltd turun 1,5%, Tokyo Electric Power Co anjlok 6,2%, dan Hyundai Heavy Industries Co naik 1,8%.

"Ekspektasi terhadap outlook perekonomian kian membaik. Kendati begitu, stabilnya pergerakan yen dan kenaikan bursa saham AS menjadi sentimen positif bagi pasar," jelas Norikazu Kitta, strategist Nikko Cordial Securities Inc.

LPKR Semakin Merajai Mal Indonesia

INILAH.COM, Jakarta - PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) semakin kuat menjadi pemain di bisnis mal di Indonesia dengan menguasai Lippo Mapletree Indonesia Retail Trust (LMIRT).

Perseroan akan menerbitkan saham baru sebanyak 1,45 miliar lembar saham. Aset LPKR menjadi US$4 miliar atau senilai Rp34 triliun dalam 3-4 tahun. Risiko perseroan juga sudah dinilai semakin menurun. Sahamnya diperkirakan akan memiliki level support di 650.

Pada perdagangan kemarin saham LPKR turun Rp70 ke Rp680 dengan volume mencapai 362.765 saham senilai Rp125,06 miliar sebayak 2.933 kali transaksi.

Krakatau Steel Jadi Basis Industri Baja

SERANG - Wakil Presiden Boediono mengaku optimistis PT Krakatau Steel Tbk (KS) akan bisa menjadi basis industri baja nasional. Untuk bisa mewujudkan itu, pembangunan pabrik baja patungan Krakatau Steel dengan Posco Korea Selatan memerlukan dukungan semua pihak.

Boediono mengatakan prospek pabrik baja ke depan akan sangat bagus,terutama KS yang akan menjadi ujung tombak baja nasional. “Upaya untuk membuat basis industri baja dapat terlaksana,” kata Wakil Presiden Boediono saat meninjau lokasi rencana pemancangan tiang pembangunan pabrik baja patungan PT Krakatau Steel dengan Posco Korea Selatan di Cilegon.

Dalam peninjauan itu, Boediono tiba di kawasan KS sekitar pukul 15.00 WIB dan langsung meninjau lokasi rencana pemancangan tiang pertama pembangunan proyek PT Krakatau Posco yang rencananya akan dilakukan pada tanggal 1 Juli 2011 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Setelah meninjau lokasi rencana pemancangan pabrik baja tersebut yang berlokasi di Desa Kubangsari Ciwandan Kota Cilegon, selanjutnya Wapres yang didampingi Meneg BUMN Mustafa Abubakar dan Menteri Perindustrian MS Hidayat mendapatkan penjelasan mengenai rencana peningkatan kapasitas perusahaan secara keseluruhan dari Direktur Utama PT KS Fajwar Bujang.

Direktur Utama KS Fajwar Bujang mengatakan, investasi Krakatau Steel dan Krakatau Posco merupakan inveatasi strategis dengan dampak yang cukup besar bagi perekonomian nasional.“Dampak lanjutan implementasi akan mendorong investasi lebih lanjut pada industri hilir seperti industri perkapalan, otomotif manufaktur dan industri alat berat,” kata Fajwar.

Dalam presentasinya Fajwar menyampaikan kegagalan investasi akan berdampak buruk bagi investasi asing di Indonesia. Untuk itu, dukungan investasi diperlukan dari berbagai instansi pemerintah, pelaku industri dan masyarakat. “Saya berharap dapat diterbitkan Keputusan Presiden untuk proyek pengembangan Krakatau Steel khususnya Krakatau Posco,” paparnya. (teguh mahardika)
(Koran SI/Koran SI/wdi)

Minyak Dunia Mahal, Elnusa Tingkatkan Eksplorasi

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Elnusa Tbk mengaku kenaikan harga minyak dunia ikut mendongkrak kinerja perseroan, baik dari sisi ekplorasi maupun produksi.

"Kenaikan harga minyak dunia buat kami baik, sebab tingginya harga minyak membuat kegiatan wpnb di BP Migas menjadi meningkat baik kegiatan eksplorasi maupun produksi," ungkap Direktur Utama Elnusa, Waluyo di
Jakarta, kemarin.

Sementara terkait raibnya uang perseroan sebesar Rp 111 miliar apakah menganggu keuangan perseroan dirinya menegaskan tidak terganggu. "Meski dana perseroan kami ada yang hilang, namun posisi uang kas kami hingga akhir April 2011 ini masih Rp 740 miliar," tukas dia.

Seperti diketahui hingga akhir tahun 2011 perseroan menargetkan pendapatan usaha Rp5,28 triliun. Adapaun proyeksi angka tersebut ditargetkan mayoritas diperoleh dari segmen integrated upstream services sebesar Rp3,03 triliun dengan porsi target masing-masing Rp1,79 triliun dari integrated service Rp700,81 miliar dari integrated drilling service dan Rp503,27 dari integrated oilfiled service.

Sementara dari segmen downstrem services dan suporting upstream services ditargetkan masing-masing Rp1,73 triliun dan Rp464,70 miliar. [hid]

MEDC jajaki pembangunan PLTG 120 MW di Batam

JAKARTA. PT Medco Energi International Tbk (MEDC) tengah menjajaki pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) di Batam untuk membantu penambahan pasokan listrik di wilayah tersebut.

"Kami akan bangun PLTG di Batam dengan sumber gas dari block West Natuna. Produksinya nanti sekitar 120 megawatt," ujar Direktur Utama MEDC Lukman Mahfoedz, Kamis (19/5).

Saat ini, MEDC sudah mengoperasikan 60% kebutuhan listrik di Batam dengan kapasitas 160 megawatt.

Namun, Lukman belum dapat membeberkan nilai proyek tersebut. "Sekarang masih dalam tahap studi dan perundingan dengan kontraktor serta operator terkait," jelasnya.

Tahun lalu, MEDC mengantongi perpanjangan tiga kontrak kerjasama. Ketiganya adalah Blok Bawean, Blok A di Nanggroe Aceh Darussalam, dan Blok South&Central Sumatra. Blok Bawean dan Sumatra sudah berproduksi. Sementara itu, di Blok A MEDC masih melakukan pengembangan. Blok A direncanakan berproduksi pada 2013.

Saat ini produksi MEDC sekitar 57.000 barrel oil equivalent per hari. Perseroan menargetkan pada 2014 dan 2015 produksi bisa meningkat menjadi 70.000 barrel oil equivalent per hari dan 90.000 barrel oil equivalent per hari.

Lukman menuturkan nilai proyek-proyek MEDC yang bakal rampung dalam empat tahun mendatang bisa mencapai US$ 1,2 miliar.

Industri reksadana hadapi tantangan berat tahun ini

Industri reksadana hadapi tantangan berat tahun ini
JAKARTA. Industri reksadana menghadapi tantangan tak ringan di tahun ini. Penjualan produk investasi ini terancam berjalan pelan setelah Bank Indonesia (BI) membekukan unit bisnis wealth management di 23 bank awal bulan ini. Pemasaran produk reksadana terkena getah sanksi pengawas perbankan itu.

Banyak bank pemasar reksadana memilih tiarap untuk sementara alias tidak menerima produk baru dari para manajer investasi (MI). "Sanksi itu akan berefek terhadap pertumbuhan industri reksadana tahun ini," kata John D. Item, Presiden Direktur Danareksa Investment Management (DIM), Kamis (19/5).

Ia mencontohkan, Danareksa sempat merilis produk baru berjenis reksadana terproteksi. Namun, "Ada bank yang tidak mau (memasarkan) karena menunggu interpretasi (aturan) BI," ujar dia. Praktis, distribusi produk baru DIM menjadi tertunda.

Karma P. Siregar, Vice President Bussiness Alliance Batavia Prosperindo Asset Management, berujar setali tiga uang dengan John. Batavia berniat meluncurkan produk reksadana terproteksi anyar Juni nanti. "Tapi, durasi perizinannya lama di BI, lebih lama dari biasanya," kata dia.

Berdasar aturan yang berlaku selama ini, setiap produk baru yang dipasarkan oleh bank harus mendapat persetujuan BI. Sejak ada kebijakan pembekuan kegiatan 23 wealth management, pengurusan izin pemasaran oleh bank menjadi lebih lama.

Padahal, banyak MI yang mengandalkan penjualan produk melalui bank. Di Danareksa misalnya, 50% dari penjualan produk mereka bukukan melalui 14 bank. "Kami malah 100% distribusi produk melalui bank," imbuh Karma.

Edward Lubis, Direktur Bahana Asset Management, juga mengeluhkan hal yang sama. Bahana terpaksa mengurungkan rencana merilis produk reksadana baru mereka yang berjenis reksadana terproteksi Mei ini karena banyak bank yang terkena sanksi BI. "Sebanyak 30% produk kami terjual melalui bank," kata dia.

Sejatinya, para MI bisa menggarap potensi nasabah lama wealth management. Mengingat, kebijakan BI sebatas larangan penambahan nasabah baru. Maka itu, MI optimistis, prospek pertumbuhan reksadana belum habis.

Untuk reksadana saham, Danareksa optimistis pertumbuhannya bisa mencapai 18% tahun ini. "Kami berharap masalah ini segera selesai. Kami khawatir, regulator mematikan semut dengan bom, bahaya dampaknya untuk industri," tandas John.

Ancaman pesaing

Tekanan industri reksadana juga datang dari pasar saham. "Saham lesu padahal bobot terbesar di reksadana saham," kata John. Reksadana saham mencapai 36,23% dari nilai total nilai aktiva bersih reksadana. Di sisi lain, para MI juga harus menghadapi kian kompetitifnya para pesaing. "Bank Pembangunan Daerah semakin agresif menawarkan bunga deposito tinggi sehingga investor banyak yang tertarik menempatkan dananya di sana daripada membeli reksadana," ucap John.

Sedangkan dengan perusahaan asuransi, MI kalah dalam pemasaran. Bank cenderung lebih senang memasarkan unitlink karena fee yang mereka terima lebih besar ketimbang memasarkan reksadana. "Batas fee ini belum diatur oleh Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan," imbuhnya.

Bergerak mix, bursa Jepang keluar masuk zona hijau

Bergerak mix, bursa Jepang keluar masuk zona hijau
TOKYO. Saham-saham di bursa Jepang pagi ini bergerak mix-up. Indeks acuan Nikkei terlihat keluar masuk zona hijau.

Pada pukul 09.27 waktu Tokyo, indeks Nikkei 225 Stock Average naik 0,2% menjadi 9.641,48. Sebelumnya, indeks Nikkei sempat turun 0,1%. Sementara itu, indeks Topix turun 0,1% menjadi 831,15.

Sejumlah saham yang mempengaruhi pergerakan bursa Jepang diantaranya: Takeda yang naik 0,7%, Mitsubishi Corp turun 0,7%, dan Tokyo Electric Power Co turun 5,9%.

Profit Taking Ancam IHSG!

Ilustrasi
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibayangi oleh aksi profit taking di tengah sentimen positif dan negatif yang mempengaruhi pergerakan IHSG pada akhir pekan ini. IHSG pun dprediksikan cenderung bergerak mixed pada perdagangan kali ini.

"IHSG kali ini berada dikisaran support 3.840 dan resistance di 3.880," ungkap Reserch Analyst Panin Sekuritas Purwoko Sartono di Jakarta, Jumat (20/5/2011).

Adapun sentimen positif yang menanungi pergerakan IHSG pada kali ini yaitu menguatnya harga komoditas dan juga bursa regional. Harga emas bergerak tipis sementara harga perak mulai bergerak naik. Sebelumnya harga emas ini mengalami kenaikan akibat melemahnya dolar Amerika Serikat (AS).

Seperti dikutip dari Reuters, Kamis (19/5/2011) harga emas di pasar spot stabil USD1.496 per ounce, sedikit berubah dari yang sebelumnya USD1.496,60. Untuk harga perak di pasar spot naik 1,6 persen menjadi USD35,58 setelah mengalami kenaikan tiga persen pada sesi sebelumnya.

Adapun saham-saham pilihan kali ini diantaranya adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Intraco Penta Tbk (INTA), dan PT Budi Acid Jaya Tbk (BUDI).

Seperti diketahui, IHSG, pada penutupan perdagangan Kamis (19/5/2011) menguat 19,6 poin atau 0,5 persen ke 3.859,81. Sementara LQ45 naik 4,85 poin atau 0,7 persen menjadi 689,38.

(wdi)

Rekor IHSG Mulai Goyah

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup menguat 19 poin dan berhasil mengukir rekor baru di 3.859,810. Penguatan saham-saham bank memiliki andil paling besar dalam raihan rekor baru ini.

Pada perdagangan, Kamis (19/5/2011), IHSG menanjak 19,601 poin (0,51%) ke level 3.859,810. Sementara Indeks LQ 45 naik 4,853 poin (0,70%) ke level 689,378.

Setelah menembus rekor tertinggi, posisi IHSG kini rawan profit taking, meski dorongan sentimen positif dari penguatan global masih ada. IHSG pada perdagangan Jumat (20/5/2011) diprediksi bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat tipis.

Tadi malam bursa Wall Street ditutu menguat meski sempat ada data perekonomian negatif yang keluar. Saham Linkedln meraup sukses pada debut perdananya di pasar saham.

Pada perdagangan Kamis (19/5/2011), indeks Dow Jones ditutup menguat 45,14 poin (0,36%) ke level 12.605,32. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 2,92 poin (0,22%) ke level 1.343,60 dan Nasdaq menguat 8,31 poin (0,30%) ke level 2.823,31.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Kresna Sekuritas:

IHSG kembali mencetak rekor baru meskipun diperdagangkan dalam rentang yang sempit. IHSG masih berpeluang untuk mencetak rekor baru dan diperkirakan bergerak di kisaran 3,820-3,890 dengan TLKM dan PTBA sebagai saham pilihan

Panin Sekuritas:

IHSG berhasil melanjutkan kenaikan besar yang terjadi sehari sebelumnya. Naiknya IHSG kemarin dipengaruhi oleh menguatnya harga komoditas dan juga bursa regional. Ekspektasi akan berlanjutnya kebijakan suku bunga rendah oleh The Fed dan permintaan komoditas yang meningkat dari China menjadi sentimen positif bagi bursa regional. Disisi lain pergerakan bursa regional juga dipengaruhi oleh kekhawatiran akan dampak resesi Jepang. Sementara untuk hari ini kami perkirakan indeks akan bergerak mixed terbatas ditengah ancaman aksi ambil untung. Kami proyeksikan indeks akan bergerak pada kisaran support-resistance 3.840-3.880. Saham pilihan : BBRI, INTA, BUDI.

eTrading Securities:

IHSG kemarin ditutup naik 19.6 point (+0.51%) ke level 3,859.81 menyusul spekulasi yang beredar mengenai kemungkinan naiknya rating utang Indonesia pada tahun ini. Dalam perdagangan hari ini tercatat sebanyak 18.6 juta lot transaksi dengan nilai transaksi sebesar Rp 8.1 triliun dimana hampir seluruh sektor mengalami penguatan kecuali sektor consumer, property, infrastructure dan trade. Sebanyak 112 saham mengalami penguatan, 122 saham mengalami penurunan, 81 tidak mengalami perubahan dan 129 saham tidak diperdagangkan sama sekali.

Saham-saham yang menjadi pendorong bursa hari ini a.l. ASII, BBRI, BMRI, BBCA dan ITMG sementara yang menjadi pemberat bursa hari ini a.l. TLKM, LPKR, UNTR, EXCL dan PLIN. Asing tercatat melakukan net buy sebesar Rp 666.3 miliar pada pasar reguler dengan saham yang paling banyak dibeli adalah BBRI, BMRI, ADRO, ASII dan SMGR. Rupiah sendiri kembali melanjutkan penguatan terhadap US$ dengan naik 10 point ke level Rp8,553 per US$ menyusul sinyal dari pemerintah AS yang mengisyaratkan tidak akan merubah tingkat suku bunganya.

Secara teknikal, perlu diwaspadai adanya aksi profit taking melihat candlestick IHSG yang telah menembus garis upper bollinger band. Sementara dilihat dari pergerakan indkator stochastic dan RSI tampak masih bergerak uptrend mencoba memasuki area overbought. Pada perdagangan hari ini (19/5), IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran 3,824-3,879 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. BMRI, PTBA, dan PGAS.

(qom/qom)

Masih Ada Peluang di Saham Bank

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Penguatan indeks harga saham gabungan Kamis (19/5) tak lepas dari peran saham-saham sektor perbankan. Hampir seluruh saham bank besar mengalami kenaikan.

Tengok saja harga saham PT Bank Mandiri (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Bank Central Asia (BBCA) dan PT Bank Negara Indonesia (BBNI), semuanya menguat. Menariknya, banyak pelaku pasar yakin, saham perbankan masih menjanjikan gain di masa depan. Optimisme itu muncul lantaran hilangnya kekhawatiran terjadi inflasi tinggi tahun ini. Apalagi, Maret dan April malah terjadi deflasi.

Dengan begitu bisa dipastikan tingkat suku bunga perbankan tidak akan mengalami kenaikan yang berarti. “Rendahnya tingkat bunga akan membuat bisnis bank semakin cerah,” kata seorang analis. Makanya, ia belum mengubah prediksinya bahwa tahun ini pertumbuhan kredit dan laba bersih yang diraih perbankan akan berkisar 20-25%.

Lantas bagaimana dengan nasib saham-sahamnya? Dengan adanya tambahan laba bersih sebesar Rp1,5 triliun dari penjualan saham Garuda Indonesia, plus ekspansi kredit yang dilakukan, diprediksi Bank Mandiri tahun ini akan mencatatkan laba sangat besar. Bahkan, ada yang meramalkan keuntungan bank terkaya di Tanah Air ini akan melewati prestasi yang dicapai BRI.

Jadi tak aneh kalau Kim Eng Securities, dalam risetnya, mematok harga BMRI di level Rp8.500. Nah, jika dibandingkan dengan harga yang terbentuk saat ini (19/5) berarti efek ini masih memiliki potensi penguatan 17%.

Potensi yang tak kalah menariknya tersimpan di saham BBRI. Sebagai bank yang memiliki jaringan paling luas, BBRI dipastikan akan mampu menaikkan kreditnya secara signifikan. Dan sahamnya diprediksi akan segera menuju Rp7.200.

BBCA juga menawan. Tahun ini kreditnya diperkirakan akan tumbuh 21% menjadi Rp181 triliun. Otomatis laba bersih yang diraihnya pun bakal melonjak. Saham ini, diperkirakan bakal segera naik ke Rp7.800.

BBNI juga memiliki peluang yang besar untuk menguat. Saham bank yang diprediksi tahun ini akan meraih laba bersih Rp5 triliun ini dalam waktu dekat akan menanjak ke Rp4.200. [mdr]

Wallstreet Positif Didukung IPO Linkedln

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Bursa saham Amerika Serikat ditutup positif pada perdagangan saham Kamis (19/5) didukung penawaran umum saham perdana Linkedln.

Data ekonomi menggambarkan aktifitas pabrik melambat di wilayah mid-Atlantic dan penjualan perumahan turun pada minggu ini, dan klaim jobless masih sesuai track untuk pemulihan.

Saham Linkedln Corp naik lebih dari dua digit dari harga penawaran umum saham perdana. Sahan Linkedln sempat menyentuh level US.121,97 atau naik 171%, dan harga ini di atas penawaran umum saham perdana sebesar US$45. Saham ini ditutup di level US$94,25 atau naik 110%.

Indeks Dow Jones naik 45,14 poin atau 0,36% ke level 12.605,32. Indeks S&P 500 naik 2,92 poin atau 0,22% ke level 1.343,60. Indeks Nasdaq naik 8,31 poin atau 0,30% ke level 2.823,31.

Investor memindahkan investasi ke area sektor defensif di pasar saham seperti perawatan kesehatan dan utilities, di mana sektor itu kurang sensitif terhadap pelemahan pasar saham.

Saham semiconductor turun setelah Goldman Sachs memotong rating Intel Corp. Selain itu, rating Applied Materials juga berada di posisi terendah. Saham Intel turun 1,4% ke level US$23,54 dan saham Applied Materials turun 1,2% ke level US$14,33. Indeks semiconductor PHLX turun 0,9%.

Saham, obligasi, emas dan euro diharapkan turun pada tiga bulan setelah The Fed mengakhiri program pembelian obligasi atau quantitative easing kedua.

Volume perdagangan saham sebesar 6,2 miliar saham di bursa saham New York Stock Exchange, NYSE Amex dan Nasdaq dibandingkan rata-rata sebesar 8,4 miliar tahun lalu. [ast]

Inilah Saham Penggerak Bursa AS, Kamis (19/5)

Headline
INILAH.COM, New York- Bursa Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Kamis (19/5). Saham apa saja yang menjadi penggeraknya?

Beberapa saham yang menguat antara lain :

LinkedIn Corp menguat lebih dari dua kali lipat dan ditutup pada US$ 94,25. Saham situs jaringan profesional ini baru memulai debutnya di pasar.

PetSmart Inc naik 7,6% setelah jaringan toko hewan peliharaan melaporkan laba kuartal pertama di atas ekspektasi Wall Street.

Syneron Medical Ltd, saham terdaftar di AS, naik 6,3% setelah perusahaan perlengkapan kosmetik Israel melaporkan pendapatan kuartal pertama di atas ekspektasi.

Toro Co naik 5,1% setelah produsen peralatan perawatan rumput menaikkan proyeksi laba 2011.

Saham-saham yang melemah antara lain :

Advanced Auto Parts Inc turun lebih dari 10%, sehari setelah pengecer bagian otomotif melaporkan hasil kuartal pertama yang mengecewakan.

Big Lots Inc turun 10,5%, sehari setelah The Wall Street Journal melaporkan pengecer diskon ini memutuskan untuk tidak menjual sahamnya.

Buckle Inc jatuh 14% setelah produsen merchandise ini melaporkan pendapatan kuartal pertama di bawah perkiraan Wall Street.

Casual Male Retail Group Inc turun 6,6% setelah peritel besar untuk pakaian pria itu melaporkan laba kuartal pertama di bawah estimasi.

Country Style Cooking Restaurant Chain Co, yang terdaftar di bursa AS, turun 30% setelah operator gerai makanan cepat saji di China melaporkan laba kuartal pertama di bawah ekspektasi.

Smart Technologies Inc yang terdaftar di AS juga turun hampir 28%, setelah pembuat white-board digital memproyeksikan penurunan 5% dari pendapatan fiskal 2012.

Williams-Sonoma Inc turun 4,8% setelah penjual perabot rumah mewah melaporkan hasil kuartalan. [ast]

Kepala Tepco Jepang Mengundurkan Diri

Headline
INILAH.COM, Tokyo – Kepala utilitas Tokyo Electric Power Co (Tepco) Masataka Shimizu akan mengundurkan diri untuk bertanggung jawab atas kerugian dalam tahun fiskal lalu, menyusul kecelakaan di pabrik nuklir Fukushima Daiichi.

Hal ini diungkapkan Yomiuri Shimbun, Jumat (20/5). Auditor untuk perusahaan, Katsutoshi Chikudate kemungkinan besar akan menggantikan Shimizu.

Jurubicara Tepco mengatakan perusahaan berencana mengumumkan perubahan personel beserta pendapatan untuk tahun fiskal yang berakhir Maret, pada 0600 GMT atau 13.00 WIB. [ast]

Akhir Pekan, Pilih Saham Unggulan

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Bursa saham Indonesia pada perdagangan Jumat (20/5) diperkirakan akanmelanjutkan penguatan. Saham unggulan bisa jadi pilihan akhir pekan ini.

Analis BNI Sekuritas Andri Zacharias mengatakan, setelah berhasil tembus 3.849, IHSG masuk trend jangka menengah bullish uptrend, dengan target level tertinggi baru di kisaran 3.923.

"Tapi kenaikan ini masih dalam tahap akumulasi karena saham-saham komoditas masih cenderung konsolidasi," ujarnya kepada INILAH.COM. Menurutnya, saham komoditas terganggu pola kenaikannya karena penguatan rupiah dan turunnya harga-harga komoditas.

Sementara dari aspek fundamental domestik tidak ada katalis negatif karena trend deflasi diperkirakan masih berlanjut hingga kuartal III. Market pun berekspektasi suku bunga turun, terlihat pada penurunan yield Surat Utang Negara (SUN) jangka pendek yang sudah di 5%.

"Artinya pemerintah menilai dalam jangka pendek tidak ada risiko inflasi," ucapnya. Dengan potensi turunnya tingkat suku bunga dan apresiasi rupiah, saham-saham konsumsi menjadi motor apresiasi indeks lebih lanjut.

Di tengah situasi ini, Andri merekomendasikan saham-saham unggulan seperti Astra International (ASII) dengan target harga Rp63.500, kemudian Gajah Tunggal (GJTL) dan Indofood Sukses Makmur (INDF), masing-masing dengan target harga Rp3.300 dan Rp6.300.

Saham lain yang juga disarankan berasal dari sektor perbankan, seperti Bank Mandiri (BMRI), Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan Bank Negara Indonesia (BBNI), dengan target harga masing-masing Rp7.350, Rp6.650 dan Rp4.175.

Pada perdagangan Kamis (19/5), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 19,601 poin (0,51%) ke level 3.859,810. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia didukung volume transaksi sebesar 9,333 miliar lembar saham, senilai Rp 8,11 triliun dan frekuensi 130.649 kali. Sebanyak 95 saham naik, 131 saham turun, dan 88 saham stagnan.

Penguatan bursa domestik didukung aksi beli asing, yang mencatatkan nilai transaksi beli bersih (net foreign buy) sebesar Rp30 miliar. Rinciannya adalah transaksi beli mencapai Rp2,647 triliun dan transaksi jual sebesar Rp2,616 triliun. [mdr]

Pelemahan yen atas euro dan dollar sudah terjadi selama lima hari berturut-turut

Pelemahan yen atas euro dan dollar sudah terjadi selama lima hari berturut-turut
TOKYO. Pergerakan yen pagi ini melemah terhadap euro. Dengan demikian, keoknya yen sudah terjadi selama lima hari berturut-turut. Pasar berspekulasi, Bank of Tokyo hari ini akan tetap mempertahankan kebijakan stimulus moneter untuk menyokong perekonomian setelah terjungkal ke jurang resesi.

Spekulasi itu diperkuat dengan pernyataan Perdana Menteri Naoto Kan yang memprediksi bank sentral akan tetap mempertahankan kebijakan penggelontoran stimulus.

"Bank of Japan diprediksi akan tetap memperloggar kebijakan moneter untuk menyokong pemulihan ekonomi pasca gempa. Sementara, rekan-rekannya di negara lain malah memperketat kebijakan," jelas Hitoshi Asaoka, senior strategist Mizuho Trust & Banking Co.

Pada pukul 09.35 waktu Tokyo, yen melemah ke posisi 116,88 per euro dari 116,79 di New York kemarin. Sedangkan dollar diperdagangkan di posisi US$ 1,4307 per euro dari US$ 1,4309 per euro. Sementara nilai tukar dollar atas yen berada di posisi 81,70 yen dari 81,61 yen.

Sekadar mengingatkan, perekonomian Jepang sepanjang kuartal I 2011 terjungkal ke jurang resesi setelah melorot 3,7%.

Restrukturisasi terhambat, modal kerja POLY seret

JAKARTA. Manajemen PT Asia Pacific Fibers Tbk (POLY) harap-harap cemas menunggu apakah PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) akan menyetujui rencana restrukturisasi utang berjaminan sebesar US$ 284 juta. Restrukturisasi akan membuat keuangan POLY sehat.

"Pemerintah mengkaji kemungkinan rencana restrukturisasi setelah menghentikan upaya penjualan lewat lelang aset di akhir 2010," kata V Ravi Shankar, Presiden Direktur POLY, Kamis (19/5).

Tanpa restu PPA, unit usaha eks Texmaco Grup itu sulit mendapat pinjaman. Tahun ini, sebagian besar modal kerja POLY masih ditalangi pemegang saham terbesarnya Damiano Investment. Dari kebutuhan modal US$ 20 juta, manajemen mengaku, pemegang saham hanya bisa menyediakan maksimal US$ 11 juta. "Sisanya tergantung restrukturisasi," kata Ravi.

Manajemen sudah menyiapkan beberapa rencana kerja, seperti memperbesar kapasitas produksi fiber. Perusahaan yang memproduksi poliester ini juga ingin memperbesar porsi kain kebutuhan khusus (speciality) dari 8% menjadi 30% di 2012. "Cost speciality lebih besar, tapi harga penjualan lebih tinggi," kata Ravi.

Manajemen khawatir, Damiano akan kesulitan menyediakan dana dalam kondisi global yang lesu. "Kalau itu tidak bisa dihindari, kami akan dinyatakan pailit," ujar Ravi.

Penggunaan poliester yang semakin booming membuat manajemen POLY gemas karena tidak leluasa berekspansi. "China yang dulu importir, kini memegang pangsa pasar terbesar dunia," kata Ravi.

Tahun ini, POLY berhadapan dengan tantangan penurunan harga kapas dan kompetitor poliester. Ini memaksa POLY menurunkan margin yang pernah naik tinggi di 2010. "Kemungkinan akan ada penurunan 15% - 20% di kuartal kedua," kata Ravi. Namun, manajemen POLY berharap permintaan yang tinggi membantu mereka mempertahankan penjualan pada tahun ini.

Setelah anjlok dalam, investor kembali berinvestasi minyak

Setelah anjlok dalam, investor kembali berinvestasi minyak
SYDNEY. Kontrak harga minyak dunia pagi ini melesat di New York. Investor berspekulasi, penurunan harga minyak kemarin terlalu besar. Selain itu, besarnya penurunan pengajuan klaim pengangguran AS yang di atas estimasi memberikan sinyal kalau permintaan minyak di Negeri Paman Sam itu akan mengalami kenaikan.

Pagi ini, kontrak harga minyak naik 0,6%. Kemarin, harga minyak mengalami penurunan sebesar 1,6%. "Market saat ini sedang terbelah mengenai data ekonomi dari AS. Harga minyak tengah mengalami konsolidasi sepanjang minggu ini," jelas Jonathan Barratt, managing director of Commodity Broking Services Pty di Sydney.

Catatan saja, kontrak harga minyak untuk pengantaran Juli di New York Mercantile Exchange naik 55 sen menjadi US$ 99,48 per barel tadi pagi. Pada pukul 10.14 waktu Sydney, kontrak yang sama berada di level US$ 99,35 per barel.

Sementara itu, kontrak harga minyak jenis Brent untuk pengantaran Juli naik 0,2% menjadi US$ 111,62 per barel di ICE Futures Europe exchange London. Kemarin, kontrak yang sama turun 88 sen menjadi US$ 111,42 per barel, level terendah sejak 17 Mei lalu.