Kamis, 16 Juni 2011

Yunani masih Bawa Bursa Eropa Negatif

Headline
INILAH.COM, London - Bursa saham Eropa pada perdagangan Kamis (16/6) turun terseret saham sektor perbankan karena kekhawatiran utang Yunani.

Indeks FTSE turun 0,9% ke 5.685,49, indeks DAX turun 0,8% ke 7.057 dan indeks CAC turun 1,1% ke 3.761. Hal yang sama juga dialami bursa Asia yang memerah seperti indeks Hang Seng turn 1,7% ke 21.942,73, indeks Nikkei turunn 1,7% ke 9.411,28, indeks Shanghai turun 1,55 ke 2.664,28 dan indeks ASX turun 1,9% ke 4.472,20.

"Ada sedikit kepanikan di pasar. Investor membicarakan tentang efek Lehman akan menular jika Yunani akan bangkrut," kata trader senior di ETX Capital, Markus Huber yang dikutip dari yahoo.finance.com.

Salah seorang Dewan Direktur Bank Sentral Eropa, Nout Wellink mengatakan di Belanda kalau bantuan ke Yunani akan membawa banyak ketidakpastian dan risiko. Untuk itu perlu dua kali lipat dana bailout untuk menghindari penularan di Eropa.

Sedangkan diri hari tadi, Wall Street juga negatif. Indeks Dow Jones turun 178,84 poin atau 1,48% ke level 11.897,27. Indeks S&P 500 turun 22,45 poin atau 1,74% ke level 1.265,42. Indeks Nasdaq turun 47,26 poin atau 1,76% ke level 2.631,46.

Terganjal UU PT, Hotel Sahid Tak Bagi Dividen

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) PT Hotel Sahid Jaya Internasional Tbk (HSJI) memutuskan tahun 2011 perseroan tidak membagikan dividen kepada pemegang saham.

Hal ini dikarenakan laba perseroan masih dibatasi undang-undang PT. “Meskipun perseroan masih untung, namun tahun ini kita tidak bisa membagikan dividen karena dibatasi undang-undang PT,” ungkap Direktur Keuangan HSJI, M Nurdin, usai RUPS LB di Hotel Sahid Jakarta, Kamis, (16/6).
Meski begitu, pihak perseroan berjanji akan memberikan dividen itu pada tahun mendatang atau di 2012. “Dividen mudah-mudahan saja bisa dibayar tahun depan,” tukas dia.

Tahun ini perseroan berencana akan mencari belanja modal perusahan/capex dari internal maupun eksternal, dengan porsi 30-70%. Capex tersebut rencananya akan digunakan perseroan untuk mengembangkan fasilitas hotel dan renovasi kamar hotel. “Mudah-mudah saja renovasi kamar sebanyak 70 kamar disemester dua ini bisa selesai. Sehingga pada tahun 2011 ini jumlah kamar kita bisa mencapi 470 kamar,” ungkap dia.

Untuk diketahui jumlah kamar HSJI saat ini berjumlah 400 kamar. [cms]

China berupaya redam laju inflasi, harga CPO tumbang hingga 1%

China berupaya redam laju inflasi, harga CPO tumbang hingga 1%
JAKARTA. Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) tumbang karena spekulasi bank sentral China akan mengambil langkah-langkah untuk mengendalikan inflasi. Hal ini meningkatkan kekhawatiran bakal terpangkasnya permintaan minyak sawit.

Kontrak CPO untuk pengiriman Agustus di Malaysia Derivatives Exchange jatuh 1% ke level RM 3.236 atau setara US$ 1.060 per metrik ton, dan mengakhiri sesi perdagangan pagi di RM 3.250 per metrik ton di Kuala Lumpur.

Spekulasi pengetatan inflasi muncul setelah bank sentral memerintahkan para pemberi pinjaman untuk menyisihkan lebih banyak dana. Bank sentral China mengumumkan peningkatan rasio cadangan bank, pada 14 Juni lalu. Hal ini dilakukan untuk meredam inflasi. Pada Mei lalu, inflasi China mengalami percepatan 5,5%, yang merupakan laju tercepatnya hampir tiga tahun. Padahal, negara Asia sebagai pengonsumsi terbesar minyak nabati.

Wakil presiden futures & options at OSK Investment Bank Bhd. Ryan Long mengatakan, cadangan perbankan meningkat di China dan mengekspektasikan kenaikan suku bunga lebih lanjut bisa mengurangi konsumsi minyak tropis, seperti CPO. "Koreksi harga minyak mentah kemarin juga mempengaruhi pasar minyak sawit saat ini," tuturnya.

Minyak mentah untuk pengiriman Juli di New York Mercantile Exchange kemarin turun US$ 4,56 per barel ke posisi US$ 94,81 per barel. Ini adalah level terendahnya sejak 22 Februari. Koreksi harga minyak terjadi seiring jatuhnya indeks manufaktur di wilayah New York, dan Departemen Energi mengatakan permintaan bahan bakar AS turun untuk pertama kalinya dalam lima minggu.

Sementara, stok minyak sawit Malaysia per Mei naik ke level tertinggi 16 bulan seiring naiknya produksi. Long bilang, kemungkinan kenaikan produksi pada bulan depan akan lebih rendah. "Tapi, secara umum produksi Malaysia masih naik, dan ini sentimen negatif untuk harga CPO," imbuhnya.

Penawaran saham perdana Indo Strait diramal akan diminati investor ritel

JAKARTA. Penjamin emisi IPO PT Indo Straits Tbk, PT Sinarmas Sekuritas menilai investor ritel akan lebih meminati penawaran perdana saham Indo Straits.

"Institusi mungkin terbatas karena perusahaan ini kan tidak terlalu besar," ujar Presiden Direktur Sinarmas Sekuritas Kokarjadi Chandra, Kamis, (16/6).

Setelah menangani IPO Indo Straits, Sinarmas bersiap untuk penjaminan emisi IPO PT Golden Mines Energy dan PT Telesindo.

"Mudah-mudahan akhir tahun ini bisa dilakukan," kata Kokarjadi.

Sekedar informasi, PT Golden Mines Energy sudah melakukan mini public expose dengan Bursa Efek Indonesia. Adapun saham yang dilepas ke publik sekitar 20% dari modal disetor.

"Mudah-mudahan secepatnya bisa lanjut ke Bapepam-LK," tambah Kokarjadi.

Mengenai rencana IPO PT Telesindo, Kokarjadi belum mau berbicara banyak. Namun, menurutnya perseroan bakal menggunakan laporan keuangan Juni 2011 untuk bisa melantai di Bursa Efek Indonesia tahun ini.

Tahun Depan, Bank Sulselbar Kaji Rencana IPO

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Bank Sulselbar belum merencanakan untuk melakukan IPO tahun ini. Namun kemungkinan tahun depan baru akan melakukan kajian hal tersebut.

"Kita masih tunggu obligasi kedua, kemarin kan sudah yang pertama dengan nilai Rp500 miliar. Paling 2012 lah baru kita rencana untuk IPO," kata Direktur Utama Bank Sulselbar, Ellong Tjandra usai acara MoU dengan Microsoft Indonesia di Jakarta, Kamis (16/6).

Pada kuartal I 2011 ini, perseroan mencatatkan total kredit yang sudah disalurkan mencapai Rp4,3 triliun atau naik 20% dibanding kuartal I 2010 yang berada di posisi Rp3,1 triliun. "Posisi kredit ini hampir sama dengan DPK kita, dan ini sudah hampir seperti yang diharapkan," ujarnya.

Ellong juga menjelaskan saat ini porsi kredit yang disalurkan oleh BPD yang sudah berganti nama sejak 10 Mei lalu menjadi Bank Sulselbar ini, sudah mencapai 38% untuk kredit produktif. "Ini kan artinya sudah tidak jauh dari apa yang diharapkan BI yaitu 60% konsumtif, 40% produktif," ujarnya.

Lebih jauh dia menjelaskan porsi kredit produktif yang sudah dikucurkan ini lebih menyasar sektor perdagangan dan pertanian bagi masyarakat di daerah Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar). "Bahkan kita punya produk kredit Pundi Usaha Rakyat (PUR) yang memang kita khususkan untuk sektor pertanian," jelasnya.

Sementara guna menaikan funding di sisi Dana Pihak Ketiga (DPK), BPD masyarakat Sulawesi Selatan dan Barat ini telah meluncurkan produk tabungan yang dinamakan Tabungan Sayang Petani.

"Saat ini sudah ada 13 ribu nasabah, dengan total DPK senilai Rp20 miliar. Mereka (petani) tertarik karena minimum dana untuk menyetor hanya sekitar Rp50 ribu, dan ini bebas biaya apapun. Jadi kita kumpulkan uang mereka, lantas kita salurkan lagi kepada mereka," tuturnya. [hid]

Newmont IPO, Kapitalisasi Pasar BEI Naik Rp60 T

INILAH.COM, Jakarta - Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) akan bertambah Rp60 triliun apabila PT Newmont Nusa Tenggara mencatatkan saham perdana di BEI.

Hal itu disampaikan, Direktur Utama BEI, Ito Warsito di sela-sela diskusi Tantangan Pasar Modal Indonesia dalam Integrasi Pasar Modal ASEAN, Melalui Keterbukaan Informasi dan Penerapan IFRS di Jakarta, Kamis (16/6). "Newmont akan listing di semester II, Freeport menyusul kemudian," kata Ito.

Dengan NNT dapat mencatatkan saham perdana di BEI maka diperkirakan akan meningkatkan kapitalisasi pasar senilai Rp60 triliun. "Kita lihat nanti, apakah benar Rp 60 triliun. Yang pasti akan ada pertambahan yang cukup, karena Newmont salah satu yang ditunggu-tunggu," ujar Ito.

Selain NNT, PT Freeport Indonesia diharapkan dapat mencatatkan saham perdana di BEI. Ito memperkirakan, Freeport dapat mencatatkan saham perdana pada 2012.

BEI terus berburu calon emiten kakap. Salah satunya perusahaan pengelola sumber daya alam (SDA). Dengan fokus bisnis mereka yang mengeruk sumber alam negara, tentu perusahaan jenis ini layak menjadi emiten di BEI.

Sebelumnya, Presiden Direktur PT Newmont Nusa Tenggara, Martiono Hadianto mengatakan, proses IPO perseroan akan tertunda. NNT masih fokus menyelesaikan divestasi sisa saham 7%. "Ya Insyallah rencananya tahun ini, konsen divestasi dulu lah, habis divestasi baru kita ketemu lagi," tutur Martiono.

Perseroan memang berencana melepas 10% saham baru untuk ditawarkan kepada publik. Rencana IPO ini sudah disetujui oleh 82,2% pemegang saham dalam RUPSLB 2010 lalu. [hid]

Saham EXCL Bertenaga ke Level Rp7.500

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Valuasi saham PT XL Axiata (EXCL) dinilai paling murah 16 kali dibandingkan rata-rata industri 19 kali. Dengan ekspansi Broadband Internet Access, valuasi fundamental emiten ini di level Rp7.500.

Analis Infovesta Utama Praska Putrantyo mengatakan, untuk saham di sektor telekomunikasi dirinya menjagokan saham PT XL Axiata (EXCL). Menurutnya, emiten ini memperluas pangsa pasar dengan menerbitkan produk-produk dan fitur-fitur baru.

Lalu, emiten juga gencar ekspansi Broadband Access untuk wilyah-wilayah di Indonesia. Kondis itu, lanjutnya, menopang gencarnya pengguna telekomunikasi untuk beralih ke bisnis wireless. “Itu yang bisa mendorong pendapatan EXCL,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (16/6).

Di sisi lain, saham ini juga menarik karena Price Earnings Ratio (PER) yang masih rendah 16 kali di bawah rata-rata industri 19 kali. “Karena itu, secara valuasi fundamental, Target Price EXCL di level Rp7.500 di akhir tahun. Saya rekomendasikan buy dan hold,” imbuh Praska.

Pada perdagangan Kamis (16/6) pukul 13.15 WIB, saham EXCL ditransaksikan menguat Rp50 (0,80%) ke level Rp6.250 dari posisi sebelumnya Rp6.200. Harga tertingginya mencapai Rp6.300 dan terendah Rp6.100. Volume transaksi mencapai 9,7 juta unit saham senilai Rp60,5 miliar dan frekuensi 986 kali.

Sinarmas Sekuritas Tangani IPO Golden Mines & Telesindo

Ilustrasi
JAKARTA - Selain menangani initial public offering (IPO) PT Indo Straits, PT Sinarmas Sekuritas juga menjadi penjamin emisi pelaksana (underwritter) PT Golden Mines Energy. Perusahaan ini melepas 20 persen sahamnya ke publik.

"Untuk Golden Mines Energy, kita baru melakukan mini expose ke Bursa Efek Indonesia (BEI), mudah-mudahan tahun ini bisa IPO," papar Presiden Direktur Sinarmas Sekuritas Kokarjadi Chandra yang bertindak menjadi underwrtitter dalam Due Diligence dan Public Expose Penawaran Saham Umum Perdana Indo Straits di Hotel JW Marriot, Jakarta, Kamis (16/6/2011).

Tak hanya itu, Sinarmas Sekuritas juga tengah menangani IPO PT Telesindo. "Untuk Telesindo kita masih jauh. Akhir tahun ini mudah-mudahan bisa IPO, dan kalau mereka jadi IPO tahun ini mereka akan memakai buku laporan keuangan Juni," pungkasnya.

Di sisi lain, dia mengklaim saham perdana PT Indo Straits lebih banyak diminati oleh investor ritel. "Kemungkinan saham Indo Straits ini diminanti oleh para investor ritel, karena Indo Straits ini masih relatif kecil perseroannya. Kalau investor institusi biasanya lebih memilih perusahaan yang relatif sudah besar," ungkapnya.

Untuk porsi asing dan domestik, Kokaryadi menuturkan bahwa keduanya memiliki potensi untuk menyerap saham Indo Straits ini.
(wdi)

Semen Gresik Investasi di Papua, Padang, dan Aceh

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Semen Gresik Tbk (SMGR) akan melakukan investasi besar-besaran di tiga wilayah di Indonesia.

Menurut Menteri BUMN Musatafa Abu Bakar, tiga wilayah tersebut akan dikembangkan oleh SMGR tersebut adalah Papua, Aceh dan Padang. "Malah akan dicari satu lagi pabrik yang akan dibangun di Aceh untuk mengembangkan SMGR," ujarnya, Kamis (16/6).

Mustafa menjelaskan, investasi SMGR di daerah Papua bukan membangun pabrik melainkan akan membangun curah (penampungan sementara semen), tetapi di Padang akan dibangun pabrik untuk mendukung jumlah produktifitas semen yang dihasilkan oleh SMGR. "Kalau di Maluku saya belum mendapatkan kabarnya, tetapi yang pasti terlaksana di tiga wilayah tersebut," jelasnya.

Mustafa menegaskan, tujuan SMGR untuk melakukan investasi di tiga wilayah tersebut, untuk pemerataan dan juga untuk mendukung program pemerintah dalam mewujudkan MP3EI untuk membangun dan mengembangkan infrastruktur di Indonesia. "Tujuan ini harus didukung oleh Kementerian BUMN," tegasnya. [cms]

Hotel Sahid Targetkan Laba Rp24,63 Miliar di 2011

Medium
INILAH.COM, Jakarta - PT Hotel Sahid Jaya Internasional Tbk (HSJI) memperoleh pendapatan usaha sebesar Rp123,9 miliar di 2010 atau naik 23,8% dibandingkan tahun 2009.

Sementara laba bersih perseroan juga mengalamai kenaikan yang cukup signifikan yaitu sebesar 94,07% dari tahun sebelumnya (2009). Demikian keputusan hasil rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPS LB) yang dilaksanakan perseroan hari ini Kamis (16/6) di Hotel Sahid Jakarta. "Kinerja yang baik ini menggambarkan keberhasilan perseroan dalam meningkatkan pemanfaatan aset-asetnya untuk menghasilkan laba," ungkap Direktur Keuangan HSJI, M Nurdin.

NUrdin menambahkan, dibandingkan periode yang sama tahun lalu laba bersih perusahaan dikuartal pertama 2011 juga meningkat 71,7%. "2011, kita targetkan pertumbuhan penjualan sebesar 31% atau mencapai Rp 162,34 miliar sedangkan untuk laba kita harapkan meningkat sebesar 38% atau menjadi Rp24,63 miliar," pungkas dia. [cms]

Telesindo Shop Targetkan IPO Q4-2011

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Telesindo Shop kemungkinan akan melakukan penawaran umum saham perdana pada kuartal keempat 2011.

"Akhir tahun ini diperkirakan akan selesai. Kemungkinan Telesindo Shop akan memakai buku laporan keuangan Juni," ujar Direktur Utama PT Sinarmas Sekuritas Kokarjadi Chandra, Kamis (16/6).

Seperti diketahui, Telesindo Shop pernah dikabarkan akan melakukan penawaran umum saham perdana dengan melepas 30% saham ke publik. Dana hasil penawaran umum saham perdana diperkirakan sebesar Rp300 miliar. Telesindo Shop merupakan distributor ponsel yang memliki sekitar 500 gerai yang tersebar di bebagai kota di Indonesia. Telesindo Shop juga mendistribusikan ponsel merek TiPhone yang cukup berkontribusi bagi pendapatan perusahaan. Dengan volume penjualan Ti Phone sekitar 100 ribu unit, perseroan mampu mencetak laba Rp 50 miliar per bulan.

Selain itu, PT Sinarmas Sekuritas sedang menangani penawaran umum saham perdana PT Golden Mines Energy. Kokarjadi menuturkan, perseroan telah melakukan mini expose kepada Bursa Efek Indonesia (BEI). Jumlah saham yang dilepas ke publik kemungkinan sekitar 20%. PT Golden Mines Energy diharapkan dapat mencatatkan saham perdana pada Agustus 2011. "Kita harapkan mendapatkan kontrak pra efektif pada Juni ini," tambah Kokarjadi. [cms]

Baliout Yunani Tak Pasti, Bursa Eropa Terpukul

Headline
INILAH.COM, London - Saham Eropa diperkirakan dibuka melemah pada Kamis (16/6) setelah jatuh tajam pada Rabu, akibat terpukul sentimen ketidakpastian bailout utang Yunani dan data manufaktur yang melemah di AS.

Mengutip Reuters, Perdana Menteri Yunani George Papandreou berencana untuk merombak kabinet dan meminta mosi kepercayaan dari parlemen terhadap aksi protes yang berlangsung Rabu. Sumber mengatakan kepada Reuters Rabu bahwa ia telah menawarkan pengunduran diri jika ini berarti pemerintah dari persatuan nasional akan mendorong melalui reformasi yang diperlukan untuk menyelamatkan Yunani dari default.

FTSE diperkirakan akan dibuka turun 12 poin, DAX Jerman diperkirakan turun 9 poin dan indeks CAC 40 Perancis turun 20 poin. London FTSE ditutup 60,58 poin menjadi 5.742,55 pada Rabu dengan penutupan terendah sejak 18 Maret 2011.

DAX Index turun 89,71 poin menjadi 7.115,08 dan indeks CAC 40 ditutup 57,73 poin ke 3.806,85.

Saham perifer di bawah tekanan, Thomson Reuters Peripheral Indeks Euro Zone Index turun 3,4 persen akibat Menteri Keuangan Zona Euro gagal menyepakati bagaimana membuat kreditor swasta berkontribusi untuk paket bailout baru untuk Yunani.

Saham AS ditutup melemah tajam karena dolar naik di tengah kekhawatiran penularan dari utang Yunani dan setelah pengumuman Papandreou yang akan membentuk pemerintahan baru. Data manufaktur Negara Bagian New York tiba-tiba menciut akibat kekhawatiran pasar selama bulan Juni yang juga memicu kekuatan ekonomi AS, dengan saham Asia dibuka lebih rendah pada hari Kamis. Euro merosot ke $ 1,4154, level terendah sejak 27 Mei.

Data ekonomi keluar pada Kamis antara lain buletin bulanan Bank Sentral Eropa yang keluar pada pukul 09:00 waktu London. Data dari CPI Italia untuk Mei juga akan keluar pukul 9:00 dan lapangan kerja untuk kuartal pertama Uni Eropa akan keluar pukul 10.00.

Di Perancis, laporan pasar minyak IEA untuk Juni akan keluar pukul 9:00 am waktu London. Di Inggris, angka penjualan ritel untuk bulan Mei dan data produksi mobil akan dirilis pada 09:30. Menteri Keuangan Perancis Christine Lagarde akan memberikan pidato di Paris mengenai sistem keuangan internasional pada pukul 09:00 waktu London.

Di London, pertemuan formal pertama dari Komite Kebijakan Keuangan interim akan berlangsung, dengan Gubernur Bank of England Mervyn King, di antara para anggota komite.

St Petersburg International Economic Forum (SPIEF) akan berlangsung pada hari Kamis dengan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, Perdana Menteri China Hu Jintao dan Perdana Menteri Spanyol Jose Luis Zapatero semua diharapkan untuk hadir.

Bursa Koreksi, Saatnya Akumulasi Saham Bakrie

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Bursa saham Indonesia memang sedang dirundung koreksi. Namun, investor masih bisa mencermati saham dari grup Bakrie.

Pengamat pasar modal Willy Sanjaya mengatakan, koreksi bursa yang terjadi kali ini, menyulitkan pelaku pasar melakukan daily trading. Namun, kondisi ini sebenarnya bisa dimanfaatkan sebagai momentum untuk akumulasi beli saham-saham yang sudah terdiskon tajam, “Seperti saham-saham di grup Bakrie yang hari ini mengalami tekanan cukup dalam,” ujarnya kepada INILAH.COM.

Salah satu saham pilihannya adalah PT Bakrie and Brothers (BNBR) yang menurutnya sangat murah di level Rp69-70 dengan kuasi reorganiasasinya yang lancar. “Sebab, harga terendahnya di level Rp50,” ucapnya.

Seperti diketahui, manajemen BNBR akan segera menuntaskan rencana kuasi reorganisasi pada kuartal tiga tahun ini,untuk mengurangi defisit beban pembukuan. Kuasi reorganisasi akan mencatatkan nilai aset BNBR sesuai dengan kondisi sebenarnya saat ini.

Kinerja perseroan per 31 Desember 2010, mencatatkan defisit dan selisih nilai restrukturisasi entitas sepengendali sebesar Rp38,2 triliun. Dari jumlah tersebut, sebanyak Rp27,7 triliun merupakan defisit akibat kerugian investasi pascakrisis 2008 lalu.

Selain itu, aksi korporasi BNBR adalah menganggarkan US$5 miliar 3-5 tahun kedepan untuk fokus kepada sektor energidan proyek listrik. Bakrie Group mulai menggarap sejumlah proyek energy di Indonesia. Proyek tersebut antara lain adalah PLTU Tanjung Jati A, proyek listrik di Kalimantan TImur dengan kapasitas 2x18 MW dan Sumut dengan kapasitas 2x10 MW.

Perseroan juga siap melepas Bakrie Pipe Industries (BPI) karena banyak pihak yang tertarik untuk mengakuisisi. Sebelumnya, BNBR telah menjual PT Seamless Pipe Indonesia Jaya (SPIJ) kepada Tenaris SA, perusahaan manufaktur pipa baja terbesar di dunia.

Willy juga menyarankan saham PT Bumi Resources Minerals (BRMS) yang dijual ke Vallar sebesar 75% di level harga Rp850 dan PT Bakrieland Development (ELTY). “Emiten-emiten ini menarik karena sudah terkoreksi dalam,” katanya.

Senada dengan Yuganur Widjanarko dari HD Capital yang mengatakanGrup Bakrie masih bisa menjadi pilihanhari ini. Terutama karena antisipasi pengurangan outstanding debt. Apalagi situasi penguatan rupiah akan mempermudah grup Bakrie mempercepat restrukturisasi utang. “Hal ini akan memicu peningkatan laba dari pengurangan beban bunga hutang,” ujarnya dihubungi terpisah.

Beberapa saham yang menjadi pilihannya adalah Bumi Resources (BUMI), Energi Mega Persada (ENRG) dan Dharma Henwa (DEWA).”Rekomendasibeli saham-saham ini,” katanya.

Menurutnya, saham BUMI menarik terkait aksi korporasi yang memangkas hutang serta outlook batubara yang kondusif untuk 2011. Investor pun berpeluang akumulasi saham berkapitalisasi terbesar di sektor batubara dan grup bakrie pascakoreksi yang terjadi beberapa hari terakhir. “Saham BUMI berpeluang menguat dengan target harga dapat mencapai Rp3.450,” ujarnya.

Sedangkan Christine Salim dari Samuel Sekuritas memperkirakan harga saham BUMI bisa mencapai level Rp3.950. Ia menuturkan, harga saham BUMI telah anjlok sekitar 5% menyusul pengumuman dari Vallar atas kesepakatan yang telah membingungkan pasar.

Namun, teka-teki ini belum juga terselesaikan, yakni tujuan dari penerbitan CB terkait rencana de-leverage. BUMI kini diperdagangkan dengan PER 2011-2012 sebesar 15.2 kali -12.9 kali, dengan target harga Rp3 950/share. “Kami sedang menunggu hasil kinerja yang akan dirilis bulan ini. Maintain buy untuk BUMI,” katanya. [ast]

Reminder Cum Date Dividen CPIN, IGAR,LSIP 16/06/2011

Hari ini 16 June 2011 adalah Cum Date untuk pelaksanaan kegiatan Corporate Action sebagai berikut :

No.

Kode Efek

Nama Efek

Jenis Kegiatan

1.

CPIN

CHAROEN POKPHAND INDONESIA Tbk

Dividen Tunai Rp 39.80.- per saham

2.

IGAR

CHAMPION PACIFIC INDONESIA Tbk

Dividen Tunai Rp 25.- per saham

3.

LSIP

PP LONDON SUMATRA INDONESIA Tbk

Dividen Tunai Rp 61.- per saham

IHSG Sesi I Melemah 0,9% Ikuti Bursa Asia dan AS

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 34 poin setelah saham-saham unggulan terkena tekanan jual. Saham berbasis agrikultur dan pertambangan jadi korban profit taking.

INILAH.COM, Jakarta - Bursa saham Indonesia pada sesi I perdagangan Kamis (16/6) ditutup turun 34,54 poin atau 0,9% ke 3.759,71. Volume perdagangan mencapai 2,3 miliar saham senilai Rp1,4 triliun.

Perdagangan diwarnai dengan 215 saham turun, 31 saham naik dan 48 saham stagnan. Indeks JII turun 3,5 poin ke 518,32, indeks ISSI turun 1,01 poin ke 120,49 dan indeks LQ45 turun 6,03 poin ke 666,13. Sektor pertambangan masih memimpin penurunan hingga 45,2 poin ke 3.192,01 disusul sektor perkebunan turun 40,5 poin ke 2.293,38.

IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp53,9 miliar dengan pembelian asing mencapai Rp552,8 miliar dan penjualan asing sebesar Rp498,8 miliar. Pergerakan indeks sangat lamban dengan hanya dapat menyentuh level tertinggi di 3.793,98 dan level terendah di 3.742,31.

Mayoritas bursa Asia melemah seperti indeks Hang Seng turun 1,4% ke 22.020, indeks Nikkei turun 1,55 ke 9.425, indeks Shanghai turun 1,1% ke Rp2.674,38, indeks ASX turun 1,6% ke Rp4.490.

Saham yang tertekan seperti saham DSSA turun Rp1.000 ke Rp15.000, GGRM turun Rp950 ke Rp45.300, ADMF turun Rp450 ke Rp12.950, AALI turun Rp300 ke Rp22.750, ITMG turun Rp250 ke Rp46.150, PTBA turun Rp250 ke Rp20.750, SMAR turun Rp250 ke Rp20.750, UNTR turun Rp250 ke Rp22.650, BMRI turun Rp200 ke Rp6.750, SCMA turun Rp200 ke Rp4.800.

Untuk saham yang menguat seperti saham MERK naik Rp1.000 ke Rp120.000, LMSH naik Rp450 ke Rp5.900, BYAN naik Rp150 ke Rp19.750, SMGR naik Rp150 ke Rp9.550, TPIA naik Rp100 ke Rp3.900, BFIN naik Rp75 ke Rp4.650.

Bank Swadesi akan bayar dividen Rp 23 per saham

JAKARTA. PT Bank Swadesi Tbk (BSWD) bakal membagikan dividen tunai senilai Rp 23 per saham atau total Rp 19,964 miliar, pada 26 Juli 2011.

Nilai dividen tersebut setara 56,89% dari laba bersih tahun lalu.

Adapun, cum dividen atau batas akhir perdagangan saham dengan hak dividen di pasar reguler dan negosiasi hingga 7 Juli 2011. Sementara, cum dividen di pasar tunai sampai 12 Juli 2011.

Hingga penutupan kemarin, harga saham BSWD bertahan di Rp 600 per saham. Dengan mengacu pada harga tersebut, maka potensi keuntungan dari dividen yang bakal diterima setiap pemegang saham sekitar 0,038%.

Investor asing masih mendominasi penjualan bluechips di sesi I

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus rela kehilangan 34,54 poin di sesi I. Alhasil, posisi terakhir indeks saat ini adalah 3.759,71.

Aksi jual saham bluechips turut menyeret kejatuhan indeks. Berikut daftarnya:

- PT Bank Mandiri (BMRI)
Saham BMRI ditutup turun 2,88% menjadi Rp 6.750 di sesi I. Sejumlah broker yang melepas kepemilikannya atas saham ini antara lain: CLSA Indonesia senilai Rp 29,42 miliar, Valbury Asia Securities senilai Rp 19 miliar, dan CIMB Securities senilai Rp 11,38 miliar.

- PT Bumi Resources (BUMI)
Saham BUMI ditutup turun 3,05% menjadi Rp 3.175 di sesi I. Sejumlah broker yang melepas kepemilikannya atas saham ini antara lain: OSK Nusadana Securities senilai Rp 27,22 miliar, CIMB Securities senilai Rp 25,31 miliar, dan Citigroup Securities senilai Rp 12,80 miliar.

- PT Gudang Garam (GGRM)
Saham GGRM ditutup turun 2,05% menjadi Rp 45.300 di sesi I. Sejumlah broker yang melepas kepemilikannya atas saham ini antara lain: CIMB Securities senilai Rp 11,68 miliar, Credit Suisse Securities senilai Rp 2,54 miliar, dan eTrading Securities senilai Rp 2,20 miliar.

- PT Adaro Energy (ADRO)
Saham ADRO ditutup turun 2,08% menjadi Rp 2.350 di sesi I. Sejumlah broker yang melepas kepemilikannya atas saham ini antara lain: Citigroup Securities senilai Rp 8,46 miliar, Ciptadana Securities senilai Rp 4,74 miliar, dan Evergreen Capital senilai Rp 2,35 miliar.

- PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI)
Saham BBRI ditutup turun 0,78% menjadi Rp 6.350 di sesi I. Sejumlah broker yang melepas kepemilikannya atas saham ini antara lain: CIMB Securities senilai Rp 10,06 miliar, Kim Eng Securities senilai Rp 7,01 miliar, dan Macquarie Capital senilai Rp 6,57 miliar.

Berencana bayar utang, AKKU akan jual aset utama senilai Rp 9,764 miliar

JAKARTA. Guna melunasi utangnya, PT Aneka Kemasindo Utama Tbk (AKKU) berencana menjual tanah dan bangunan milik perseroan yang berlokasi di Tangerang, kepada PT Asia Prima Packaging (APP).

Nilai penjualan aset ini sejumlah Rp 9,764 miliar. Transaksi yang bakal dilakukan AKKU merupakan transaksi material karena nilainya mencapai 65,8% dari nilai ekuitas perusahaan. Maka, perseroan akan meminta persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham terkait rencana ini, pada Kamis (16/6).

Perseroan dalam keterbukaan informasi menyebut, penjualan aset dilakukan untuk mendapatkan dana guna melunasi sebagian utang kepada PT Dunamis Manunggal Energy yang akan jatuh tempo November 2012. Adapun, total utang perusahaan kepada Dunamis Manunggal mencapai Rp 12,985 miliar per 31 Maret 2011.

Namun, penjualan tanah dan bangunan ini akan berdampak pada aktivitas usaha perseroan, yaitu tidak lagi memiliki lokasi kegiatan usaha. Oleh karena itu, AKKU sepakat menyewa lokasi tersebut dari APP selama lima tahun, dengan biaya sewa Rp 200 juta per tahun.

Saat ini, Oil and Gas Ventures Limited tercatat sebagai pemegang mayoritas saham AKKU. Sementara, kepemilikan publik hanya 4,93%.

Aksi jual atas 200 saham membenamkan indeks di sesi I

Aksi jual atas 200 saham membenamkan indeks di sesi I
JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini kembali terpukul. Pada penutupan sesi I, indeks tercatat melorot 0,91% menjadi 3.759,708.

Pada transaksi di sesi I, hanya ada 29 saham yang naik. Sementara, 200 saham melorot dan 47 saham lainnya tak berubah. Adapun volume transaksi hanya melibatkan 2,361 miliar saham senilai Rp 1,672 triliun.

Sektor yang mengalami penurunan terbesar dipimpin oleh sektor agrikultur yang melorot 1,74%. Baru kemudian disusul oleh sektir perdagangan dan pertambangan dengan penurunan masing-masing sebesar 1,60% dan 1,40%. Sementara, hanya ada satu sektor yang menanjak yakni sektor industri dasar dengan kenaikan 0,11%.

Saham-saham penghuni top losers siang ini antara lain: PT Asuransi Dayin Mitra (ASDM) yang melorot 12% menjadi Rp 330, PT Cahaya Kalbar (CEKA) yang melorot 11,11% menjadi Rp 960, dan PT Suryamas Dutamakmur (SMDM) yang melorot 10,29% menjadi Rp 122.

Sedangkan saham penghuni top gainers antara lain: PT Surabaya Agung Industri (SAIP) yang naik 24,49% menjadi Rp 305, PT Duta Pertiwi Nusantara (DPNS) naik 11,32% menjadi Rp 590, dan PT Lionmesh Prima (LMSH) naik 8,26% menjadi Rp 5.900.

Sesi I Marak Profit Taking, IHSG Jatuh 34 Poin

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 34 poin setelah saham-saham unggulan terkena tekanan jual. Saham berbasis agrikultur dan pertambangan jadi korban profit taking.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka terpangkas 25,931 poin (0,69%) ke level 3.768,320 akibat dihantui banyaknya sentimen negatif, mulai dari melemahnya bursa Asia dan global, sampai krisis utang Yunani yang semakin menjadi-jadi.

Indeks sama sekali tak mampu bergerak ke atas akibat berbagai sentimen negatif tersebut. Setelah sempat turun hingga ke level terendahnya 3.742,312, indeks hanya mampu meredam laju pelemahannya.

Pada penutupan perdagangan sesi I, Kamis (16/6/2011), IHSG terkoreksi 34,543 poin (0,92%) ke level 3,759,708. Sementara Indeks LQ 45 melemah 6,030 poin (0,90%) ke level 666,132.

Tekanan jual melanda saham-saham unggulan, teruatama yang berbasis komoditas. Indeks sektor agrikultur dan pertambangan. Indeks sektor industri dasar menjadi satu-satunya penopang kejatuhan bursa hari ini, sisanya terjebak tak berdaya di zona merah.

Profit taking banyak dilakukan oleh investor lokal, sementara pemodal asing justru melakukan akumulasi terlihar dari transaksinya yang tercatat melakukan pembelian bersih meski nilainya belum besar.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 42.166 kali pada volume 2,361 miliar lembar saham senilai Rp 1,672 triliun. Sebanyak 31 saham naik, 215 saham turun, dan 48 saham stagnan.

Pergerakan bursa-bursa di Asia belum banyak berubah sejak tadi pagi, malah beberapa ada yang jatuh semakin dalam. Sentimen negatif yang datang dari bursa global membuat investor semakin gencar melepas portofolionya.

Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai turun 26,30 poin (0,97%) ke level 2.679,13.
  • Indeks Hang Seng anjlok 323,69 poin (1,45%) ke level 22.020,08.
  • Indeks Nikkei 225 ambruk 117,17 poin (1,22%) ke level 9.457,15.
  • Indeks Straits Times melemah 29,02 poin (0,95%) ke level 3.025,80.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Merck (MERK) naik Rp 1.000 ke Rp 120.000, Multibreeder (MBAI) naik Rp 750 ke Rp 25.750, Lionmesh (LMSH) naik Rp 450 ke Rp 5.900, dan Semen Gresik (SMGR) naik Rp 150 ke Rp 9.550.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Dian Swastatika (DSSA) turun Rp 1.000 ke Rp 15.000, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 950 ke Rp 45.300, Adira Finance (ADMF) turun Rp 450 ke Rp 12.950, dan Astra Agro (AALI) turun Rp 300 ke Rp 22.750.
(ang/dnl)