Jumat, 24 Juni 2011

Krisis Italia, Tekan Wall Street Memerah

Headline
INILAH.COM, New York - Kekhawatiran terhadap krisis utang Italia yang tertular krisis Uni Eropa telah memaksa bursa saham Wall Street pada perdagangan Jumat (24/6) berada di zona negatif.

Indeks Dow Jones turun 0,3% ke 12.005, indeks Nasdaq turun 0,4% ke 2.65 dan indeks S&P turun 0,2% ke 1.280. Indeks Dow yang melemah dipimpin saham Pfizer. Indeks S&P tertekan sektor teknisi adn perawatan kesehatan. Sementara sektor utilitas menguat sehingga menahan pelemahan indeks.

Dari sisi ekonomi, data pemesanan barang tahan lama untuk bulan mei naik 1,9%. Kenaikan diini ditopang pemesahan peralatan untuk transportasi. Sedangkan Departemen Perdagangan AS merevisi pertumbuhan ekonomi kuaral I menjadi 1,8% dari target semula 1,9%. Revisi ini sejaln dengan pertumbuhan ekonomi kuartal IV tahun lalu sebesar 3,1%.

Harga minyak mentah dunia di AS untuk jenis light sweet flat mendekati US$91 per barel. Sedangkan jenis Brent diperdagangkan di bawah US$107 per barel. Minyak dunia jatuh setelah rilis stok minyak mentah pemerintah AS naik 60 juta barel untuk 30 hari ke depan.

Saham Asia menguat, dan indeks kawasan menyudahi koreksi tujuh pekan berturut-turut, di tengah spekulasi China tidak akan mengambil langkah untuk mendinginkan ekonomi, dan meredanya kekhawatiran krisis utang Eropa akan merugikan bank. Indeks Nikkei 225 Stock Average naik 0,9%.

Indeks Hang Seng di Hong Kong menguat 1,9%. Indeks komposit Shanghai juga naik 2,2%, tertinggi dalam empat bulan, setelah PM China Wen Jiabao mengatakan, upaya untuk membendung inflasi telah bekerja, mengurangi kekhawatiran bahwa pemerintah akan menaikkan suku bunga.

META bakal akuisisi satu pelabuhan di tahun ini

JAKARTA. PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) bakal merampungkan pendirian divisi usaha bidang pelabuhan dan transportasi, di tahun ini.

Direktur Utama META M Ramdani Basri mengatakan, perseroan menyiapkan investasi senilai US$ 200 juta - US$ 250 juta untuk rencana kerja tersebut.

Sebagai langkah awal, perseroan sedang membidik akuisisi satu pelabuhan yang sudah beroperasi. Adapun lokasi pelabuhan yang diincar pilihannya di pulau Sumatera atau Sulawesi. "Kami berharap akuisisi ini bisa selesai pada September tahun ini," ujar Direktur Keuangan META Danni Hasan, Jumat (24/6).

Pendanaan untuk investasi tersebut bisa berasal dari tambahan modal dari pemegang saham, kas internal, pinjaman perbankan, maupun lewat strategic partner.

Dia menambahkan saat ini utang perbankan perseroan mencapai Rp 750 miliar, dengan periode pembayaran tertentu. Per Mei debt to equity rasio META sebesar 0,7 kali. Rata-rata industri infrastruktur antara 2 atau 3 kali. "Posisi kami sangat aman untuk membayar kewajiban bank tahun ini," kata Danni.

Sentimen negatif The Fed dan Yunani menekan rupiah 0,1% di pekan ini

Sentimen negatif The Fed dan Yunani menekan rupiah 0,1% di pekan ini
JAKARTA. Rupiah tertekan dalam sepekan ini. Itu artinya, mata uang Garuda ini sudah melemah selama dua pekan terakhir.

Minggu ini, nilai tukar rupiah melemah 0,1% dan berada di posisi Rp 8.599 per dollar AS, pada pukul 4 sore di Jakarta. Meski begitu, di tahun ini, rupiah sudah terapresiasi 4,3%.

Kekhawatiran atas melambatnya pemulihan ekonomi global dan krisis utang Yunani mengurangi minat pasar terhadap aset emerging market. Data Kementrian Keuangan menunjukkan, selama empat hari di minggu ini, dana asing yang keluar dari obligasi pemerintah sebesar 2% menjadi Rp 233,17 triliun.

Sentimen negatif pasar muncul setelah The Fed memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi 2011, dan menaikkan perkiraan tingkat pengangguran. Sementara, pemerintah Yunani membutuhkan persetujuan parlemen untuk mendapat bantuan 78 miliar euro.

Namun, hari ini, Direktur pengelolaan moneter Bank Indonesia Hendar menyebut, pelemahan rupiah saat ini bersifat sementara, dan mata uang akan kembali melanjutkan tren menguat terhadap dollar AS.

Sementara, harga obligasi pemerintah naik sepekan ini. Data Inter-Dealer Market Association menunjukkan, imbal hasil obligasi yang jatuh tempo Juli 2021 turun 18 basis poin ke 7,49%.

ISAT memutuskan bayar dividen Rp 59,55 per saham

ISAT memutuskan bayar dividen Rp 59,55 per saham
JAKARTA. PT Indosat Tbk (ISAT) akan membagi dividen senilai Rp 59,55 per saham. Rapat Umum Pemagang saham ISAT pada hari ini (24/6) sudah menyetujui pembayaran dividen ini.

Deputi Kementerian Negara BUMN Bidang Perbankan dan Jasa Keuangan Parikesit Suprapto menyebut, jumlah dividen tersebut mencapai 50% dari laba bersih tahun 2010.

Saat ini, pemerintah Indonesia memegang 14,29% saham ISAT.

META tunggu pengumuman prakualifikasi proyek Umbulan

JAKARTA. PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) masih menunggu hasil prakualifikasi Proyek Sistem Penyedia Air Minum (SPAM) Umbulan Jawa Timur yang bakal diumumkan pada 30 Juni 2011.

Sekedar mengingatkan Umbulan merupakan salah satu pilot project Public Private Partnership (PPP). Untuk tender proyek senilai Rp 1,8 triliun tersebut, META menggandeng tiga perusahaan lain.

META bertindak sebagai pemimpin konsorsium dengan porsi permodalan 70%. Adapun mitra lain yang digandeng adalah PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), serta dua perusahaan internasional teknologi air dan water treatment Ranhil, dan Moya Dayan.

"Pengumuman pemenang tender akan dilakukan pada akhir kuartal keempat tahun ini," ujar Managing Director META Bernadus Djonoputro, Jumat (24/6).

Pembiayaan VRNA tumbuh 84% menjadi Rp 1,39 triliun di tahun lalu

JAKARTA. Total pembiayaan PT Verena Multifinance Tbk (VRNA) pada tahun lalu meningkat 84% dibanding tahun sebelumnya. Keterbukaan informasi perseroan menunjukkan pembiayaan di 2010 mencapai Rp 1,39 triliun, dibanding tahun sebelumnya Rp 747 miliar.

Angka pembiayaan tersebut disumbang dari divisi mobil bekas senilai Rp 1,291 triliun, lalu pembiayaan mobil baru Rp 47 miliar, dan non otomotif Rp 52 miliar. Peningkatan paling besar terjadi pada pembiayaan non otomotif yang naik 550% dari tahun 2009, dan pembiayaan mobil bekas yang meningkat 86,5% dari pencapaian 2009.

Bertumbuhnya pembiayaan berhasil menggiring naiknya laba bersih perseroan. Perusahaan pembiayaan otomotif dan barang penunjang usaha ini mengantongi laba bersih senilai Rp 25,9 miliar pada tahun lalu, atau melesat 60% dibanding tahun 2009 yang hanya Rp 16,2 miliar.

Adapun, untuk menggenjot kinerjanya, maka perseroan tahun ini berencana menambah satu hingga dua cabang lagi di wilayah Jawa dan Sumatera. VRNA juga akan memperkuat bisnisnya di segmen pasar non otomotif.

Kinerja perseroan akan didukung pertumbuhan di industri otomotif, di mana Gaikindo memperkirakan penjualan mobil di tahun ini bakal naik 10% menjadi 841.000 unit.

Hingga kuartal pertama tahun ini, VRNA sudah membukukan total pembiayaan Rp 329 miliar, atau tumbuh 26% dari kuartal pertama tahun lalu yang sebesar Rp 261 miliar. Adapun, laba bersihnya naik 12,5% menjadi Rp 4,8 miliar di akhir Maret tahun ini.

Paket Bantuan Yunani akan Dorong Wall Street Naik

Headline
INILAH.COM, New York - Pasar saham Wall Street untuk perdagangan Jumat (24/6) dipresiksi naik. Hal ini dipicu berita tentang kemajuan penyelesaian krisis utang Yunani menumbuhkan optimisme investor.

Futures di Dow Jones Industrial Average naik 53 poin ke 12.029 dan futures pada indeks Standard & Poor 500 naik 5,70 poin menjadi 1.282,70. Nasdaq 100 berjangka naik 13,75 poin ke 2.251,50, demikian dikutip dari yahoo.finance.com.

Blue-chip Dow Jones ditutup turun 0,5% pada hari Kamis, tetapi secara signifikan pulih dari kerugian setelah jatuh sebanyak 1,9% selama sesi tersebut. Pada akhir perdagangan, sentiment investor didukung oleh berita bahwa Yunani telah setuju dengan Uni Eropa dan Dana Moneter Internasional terhadap paket reformasi yang komprehensif.

Ini akan membuka jalan bagi negara sarat utang tersebut untuk menerima lebih banyak bantuan dari pemberi pinjaman internasional. Jadi diharapkan akan mencegah default utang.

Namun, rintangan utama berikutnya adalah mendapatkan paket privatisasi dan penghematan ini disetujui oleh parlemen Yunani. Pasar ekuitas Eropa, yang turun tajam di sesi sebelumnya, rebound pada Jumat ini.

Di pasar energi, minyak mentah untuk pengiriman Agustus naik 58 sen menjadi US$91,60 per barel di perdagangan elektronik Jumat sore.

Hari ini, investor menunggu dirilisnya data ketiga produk domestik bruto kuartal pertama AS serta data durable goods order untuk Mei.

Pasar Menantikan Voting Fiskal Yunani

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Rupiah ditutup stagnan meski IHSG tembus resistance 3.840. Bursa saham terdongkrak aksi net buy asing, sedangkan pelaku pasar uang lebih memilih wait and see atas voting pemangkasan fiskal Yunani.

Periset dan analis senior PT Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, stagnannya penutupan rupiah hari ini dipicu oleh variatif (mixed)-nya sentimen di market. Di satu sisi, data AS pada Rabu (22/6) malam menunjukkan bahwa, kebijakan moneter AS mungkin masih akan longgar dalam beberapa bulan ke depan untuk menopang pertumbuhan ekonomi AS.

Kondisi itu, menjaga outlook dolar AS melemah. Hanya saja, di lain pihak, investor masih dibayangi ketidakpastian bailout utang Yunani. "Karena itu, sepanjang perdagangan rupiah tidak bergerak banyak dalam kisaran terlemahnya 8.605 dan terkuatnya 8.595 per dolar AS,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Jumat (24/6). Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Jumat (24/6) ditutup stagnan di level 8.595/8.605 per dolar AS.

Firman mengatakan, sentimen Yunani masih belum pasti, walaupun pemimpin Uni Eropa sudah memberikan janji untuk memberikan bantuan, jika Parlemen Yunani meloloskan kebijakan penghematan fiskal pada voting 28 Juni 2011. "Ketidakpastian bailout Yunani membuat pasar enggan mendorong rupiah melanjutkan penguatannya ataupun pelemahannya," ungkap Firman.

Menurutnya, pasar lebih memilih wait and see atas voting itu hingga Selasa (28/6/2011). "Jika ternyata Parlemen Yunani tidak mencapai kesepakatan, kemungkinan terburuknya adalah bursa saham akan kembali anjlok dan rupiah akan tertekan ke bawah lalu dolar AS akan menguat," papar Firman.

Hanya saja, lanjut Firman, risikonya terlalu tinggi bagi Parlemen Yunani jika menolak penghematan fiskal yang menjadi syarat untuk mendapatkan bailout. "Parlemen Yunani kemungkinan akan mendukung program penghematan fiskal dengan bargaining politik berupa insentif pajak bagi industri dan UKM (Usaha Kecil Menengah)," tandas Firman.

Sementara itu, dolar AS melemah terhadap mayoritas mata uang utama termasuk terhadap euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa). "Sebab, The Ifo Business Climate Index Jerman, angkanya dirilis lebih tinggi 114,5 dari prediksi 113,6 dan angka sebelumnya 114,2," tuturnya.

Hanya saja penguatan euro tidak mendongkrak rupiah karena investor domestik lebih memilih sikap wait and see. "Terhadap euro, dolar AS melemah ke level US$1,4278 dari posisi sebelumnya US$1,4257 per euro," imbuh Firman.

Dari bursa saham, analis Panin Securities Purwoko Sartono mengatakan, penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) hari ini sebesar 24,91 poin (0,65%) ke level 3.848,558 salah satunya dipicu oleh aksi beli bersih investor asing (net foreign buy) sebesar Rp405,7 miliar.

Di sisi lain, bursa saham China memimpin penguatan pasar Asia di tengah ekspektasi penurunan inflasi dengan segera. Selebihnya, pasar juga merespon positif parlemen Yunani yang sudah memberikan mosi percaya pada Perdana Menteri George Papandreou untuk memimpin negara itu yang sedang dilanda krisis utang. “Pasar tetap optimistis bahwa Yunani akan terhindar dari default (gagal bayar),” tandasnya. [mdr]

Bayar Utang, Beban META Turun

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Nusantara Infrastruktur Tbk (META) catatkan adanya penurunan rugi bersih pada 2010 dari Rp41,79 miliar menjadi Rp34,48 miliar telah terjadi pembayaran utang.
"Ini mengakibatkan beban terbesar perseroan ada pada utang bunga bank, perseroan berencana membayar utang kepada Bank Mega sebesar Rp100 miliar agar rasio utang terhadap ekuitas akan lebih baik lagi," ujar Direktur META, Danni Hasan di Jakarta, Jumat (24/6).

Penurunan ini disebabkan bisnis infrastruktur padat modal dengan tingkat utang bank relatif tinggi. Utang perseoan kepada Bank Mega saat ini tercatat sebesar Rp100 miliar, dengan kewajiban angsuran saat ini sebesar Rp20 miliar. "Untuk yang Rp20 miliar ini adalah utang jangka pendek, yang lainnya jangka panjang," jelasnya.

Dia juga menuturkan saat ini perseroan sedang dalam tahap negosiasi dengan Bank Mega terkait tingkat suku bunga pinjaman yang diberikan Bank Mega terhadap perseroan. "Saat ini tingkat bunganya mencapai 13%, makanya sedang kita usahakan agar Bank Mega mau menurunkan setidaknya menjadi 9% atau 10% lah," tuturnya.

Lebih jauh dia menjelaskan awalnya utang yang harus dibayar oleh perseroan mencapai Rp850 miliar, denan membayar Rp100 miliar, maka tingkat bunga pinjaman akan turun. "Karena walaupun cuma turun 1%, itu akan sangat berpengaruh. Satu persen kan artinya Rp8 miliar," tambahnya.

Namun dia juga menegaskan perseroan tidak akan mengganti partner dalam hal financing guna mendanai investasi untuk mengakuisisi pelabuhan dan proyek water treatment yang saat ini sedang menjadi prioritas perseroan. "Cukup Bank Mega saja yang memberi pinjaman. Financing yang kita dapat kan Rp750 miliar, masih bisa dapat Rp2 triliun. Sementara line equity kita ada Rp1 triliun, kalau ditotal kan mencapai Rp3 triliun, masih cukup lah," tegasnya.

Pendapatan terbesar perseroan saat ini datang dari ruas jalan tol Serpong-Pondok Aren yang memberikan kontribusi sebesar Rp101,02 miliar atau meningkat 19,5% dibanding pendapatan 2009 yaitu sebesar Rp84,52 miliar. Sementara volume lalu lintas jalan tol yang dioperasikan BSD ini mengalami peningkatan 9,3% pada 2010 menjadi 64.990 kendaraan per hari dibanding 2009 sebanyak 59.459 kendaraan per hari. [hid]

ISAT Fokus Lunasi Utang Berbunga Tinggi

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Indosat Tbk (ISAT) fokus untuk melunasi utang dengan melakukan refinancing utang berbunga tinggi pada 2011.

"Kita akan melunasi utang dengan membayar utang dengan bunga paling tinggi, selain itu melakukan refinancing utang," ujar Direktur Utama PT Indosat Tbk, Harry Sasongko di Jakarta, Jumat (24/6).

Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya mengkaji untuk menjual beberapa aset perusahaan dalam memenuhi kas internal yang lebih baik. Pemenuhan kas internal lebih baik untuk melunasi utang.

Tapi Harry enggan untuk menjelaskan lebih detil aset yang dijual. Sebelumnya perseroan berencana melunasi utang sebesar US$200 juta pada 2011. "Semua kita kaji, Indosat memiliki aset seperti perkantoran yang cukup banyak," tutur Harry.

Perseroan juga menganggarkan belanja modal 2011 sebesar Rp5,8 triliun hingga Rp6,5 triliun pada 2011. Harry mengatakan, sekitar 80% belanja modal untuk seluler dan sisanya untuk fiber optik dan satelit.

Harry menambahkan, perseroan menargetkan EBITDA margin sebesar 48% pada 2011 dibandingkan periode sama sebelumnya sebesar 46,6%. Hal ini didukung dari pelanggan berkualitas dan produk baru yang dikeluarkan pada kuartal kedua dan ketiga 2011. [hid]

Garap Pelabuhan, META Siapkan Dana US$250 Juta

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Nusantara Infrastruktur Tbk (META) siapkan dana US$250 juta untuk akuisisi pelabuhan dan proyek water treatment.

"Perseroan melihat kapasitas pelabuhan laut di Indonesia masih jauh tertinggal dibanding negara tetangga, sedangkan perekonomian Indonesia ditopang dari aktifitas regional yang membutuhkan pelabuhan. Selain itu posisi demografis Indonesia yang strategis juga kan membuat betapa pentingnya pelabuhan tersebut," demikian menurut Direktur META, Danni Hasan di Jakarta, Jumat (24/6).

Dalam pengembangan sektor pelabuhan ini rencananya perseroan akan membuka layanan kargo, pergudangan, dan kontainer. Perseroan juga berencana untuk mengakuisisi pelabuhan yang berada di wilayah Sumatera atau Sulawesi dengan nilai investasi US$200 juta.

"Tapi nilai ini (US$200 juta) tidak hanya untuk akuisisi pelabuhan saja, tapi ini untuk keseluruhan. Karena kan range yang kita sediakan sebesar 250 juta US$ hingga 300 juta US$," jelasnya.

Mengenai pemilihan wilayah yaitu Sumatera atau Sulawesi, menurutnya hal ini sudah berdasarkan analisis perseroan untuk memilih dua wilayah tersebut. "Kita kan langsung lihat prosedur revenue dan profitnya, ini fokus untuk yang brown field ya, kami harapkan September ini lah bisa kita akuisisi pelabuhan yang sudah beroperasi ini, karena kita bukan membangun pelabuhan baru, tapi mengakuisisi yang sudah beroperasi," ujarnya. [hid]

'Wait and See' Yunani, Rupiah Stagnan di 8.595

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Jumat (24/6) ditutup stagnan di level 8.595/8.605 per dolar AS. Pasar wait and see atas voting bailout Yunani 28 Juni.

Periset dan analis senior PT Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, stagnannya penutupan rupiah hari ini dipicu oleh variatif (mixed)-nya sentimen di market. Di satu sisi, data AS pada Rabu (22/6) malam menunjukkan bahwa, kebijakan moneter AS mungkin masih akan longgar dalam beberapa bulan ke depan untuk menopang pertumbuhan ekonomi AS.

Kondisi itu, menjaga outlook dolar AS melemah. Hanya saja, di lain pihak, investor masih dibayangi ketidakpastian bailout utang Yunani. "Karena itu, sepanjang perdagnagan rupiah tidak bergerak banyak dalam kisaran terlemahnya 8.605 dan terkuatnya 8.595 per dolar AS,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Jumat (24/6).

Lebih jauh Firman mengatakan, sentimen Yunani masih belum pasti, walaupun pemimpin Uni Eropa sudah memberikan janji untuk memberikan bantuan pada Yunani, jika Parleman Yunani meloloskan kebijakan penghematan fiskal pada voting 28 Juni 2011. "Ketidakpastian bailout Yunani membuat pasar enggan mendorong rupiah melanjutkan penguatannya ataupun pelemahannya," ungkap Firman.

Menurutnya, pasar lebih memilih wait and see atas voting itu hingga Selasa, 28 Juni 2011. "Jika ternyata Parlemen Yunani tidak mencapai kesepakatan, kemungkinan terburuknya adalah bursa saham akan kembali anjlok dan rupiah akan tertekan ke bawah lalu dolar AS akan menguat," papar Firman.

Hanya saja, lanjut Firman, risikonya terlalu tinggi bagi Parlemen Yunani jika menolak penghematan fiskal yang menjadi syarat untuk mendapatkan bailout. "Karena itu, Parlemen Yunani kemungkinan akan mendukung program penghematan fiskal dengan bargaining politik berupa insentif pajak bagi industri dan UKM (Usaha Kecil Menengah)," tandas Firman.

Sementara itu, imbuh Firman, dolar AS melemah terhadap mayoritas mata uang utama termasuk terhadap euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa). "Sebab, The Ifo Business Climate Index Jerman, angkanya dirilis lebih tinggi 114,5 dari prediksi 113,6 dan angka sebelumnya 114,2," tuturnya.

Tapi, dikatakan Firman, penguatan euro tidak mendongkrak rupiah karena investor domestik lebih memilih sikap wait and see. "Terhadap euro, dolar AS melemah ke level US$1,4278 dari posisi sebelumnya US$1,4257 per euro," imbuh Firman.

CNKO Prioritaskan Pasar Batubara Domestik

Headline
INILAH.COM, Jakarta – PT Exploitasi Energi Indonesia Tbk (CNKO) tahun ini menargetkan penjualan batubara untuk pangsa pasar domestik lebih besar dari target penjualan sebesar 2,9 juta ton di tahun ini.

Perusahan menargetkan hanya akan mengekspor batubara 100.000 - 200.000 ton. “Ekspor hanya China dan India yang sudah melakukan penjajakan,” ujar Direktur Utama CNKO, Jansen Surbakti usai rapat umum pemegang saham tahunan (RUPS) di Gedung WTC Jakarta, Jum’at (24/6).

Perseroan, hingga saat ini sudah menjual batubara dengan sistem kontrak sebesar 400.000-500.000 ton ke PLN, Indonesia Power dan beberapa perusahaan kecil lainnya. Untuk suplyy batubara ke PLN mulai tahun ini dengan volume 1,5 juta ton/tahun selama 5 tahun.

Sedangkan suplly ke Indonesia Power sudah berjalan sejak tahun 2005 dengan volume 1 juta ton per tahun dan akan berakhir di tahun 2012.

Perusahaan menjual batubara dengan kisaran harga Rp500.000/MT – Rp750.000/MT. Perusahaan optimis bisa mencapai target penjualan tahun ini. Selain itu, tender supply batubara untuk PLTU 2x7 MW di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, yang bekerjasama dengan PLN, perseroan mengatakan hingga saat ini belum ada peserta yang mendaftar.

“Perusahaan dan PLN sudah membuka tender 2 kali namun sejauh ini belum ada yang berminat,” pungkas dia.

Terkait hal itu dirinya memperkirakan hal ini bisa jadi karena kecilnya supply batubara yang dibutuhkan yaitu sekitar 12.000 ton/bulan. Kalori yang dibutuhkan untuk pembangkit ini adalah minimum 5.000 kcal/kg AR. PLTU ini diperkirakan akan Commercial On Date (COD) pada bulan Agustus ini. [hid]

Sentimen Minyak dan Yunani, Angkat Bursa Asia

Headline
INILAH.COM, Sydney - Saham Asia menguat, dan indeks kawasan menyudahi koreksi tujuh pekan berturut-turut, di tengah spekulasi China tidak akan mengambil langkah untuk mendinginkan ekonomi, dan meredanya kekhawatiran krisis utang Eropa akan merugikan bank.

Indeks MSCI Asia Pacific naik 1,2% menjadi 132,19, dan selama sepekan naik 2%, terbesar sejak periode yang berakhir 22 April. Lebih dari tiga saham naik untuk setiap yang jatuh.

Nader Naeimi, strategist untuk AMP Capital Investors Ltd, Sydney mengatakan, harga minyak yang tinggi merupakan kendala besar pada pemulihan yang rapuh, namun segala sesuatu yang memberi energi pada pasar adalah positif untuk pertumbuhan, "Dengan Yunani, mereka mengelola masalah, dan setiap kemajuan untuk menghindari penularan ke seluruh Eropa akan positif."

Indeks S & P / ASX 200 Australia naik 0,2%, sedangkan indeks Kospi di Korea Selatan naik 1,7%. Indeks Hang Seng di Hong Kong menguat 1,9%. Indeks komposit Shanghai juga naik 2,2%, tertinggi dalam empat bulan, setelah PM China Wen Jiabao mengatakan, upaya untuk membendung inflasi telah bekerja, mengurangi kekhawatiran bahwa pemerintah akan menaikkan suku bunga.

Indeks Nikkei 225 Stock Average naik 0,9%. Investor asing menjadi penjual bersih saham Jepang pekan lalu, melepas 142,8 miliar yen (US$ 1,7 miliar) saham lebih dari yang mereka beli, terbesar sejak pekan yang berakhir 27 Agustus.

Semua 10 kelompok industri di indeks Asia Pasifik menguat dipimpin saham keuangan. Aluminum Corp of China Ltd naik 2,9% di Hong Kong. BHP Billiton Ltd (BHP), perusahaan pertambangan utama dunia dengan pelanggan terbesar adalah China, naik 0,7%.

"Ada kekhawatiran mengenai apakah China bisa mengendalikan inflasi dan mempertahankan perkembangan yang cepat, jawaban saya adalah ya," tulis Wen dalam sebuah opini di koran Financial Times. "China telah membuat pembatasan kenaikan harga prioritas peraturan makroekonomi dan memperkenalkan sejumlah kebijakan yang ditargetkan. Tingkat harga keseluruhan dalam kisaran terkendali dan diperkirakan akan terus turun. "

Mizuho Financial Group Inc, bank terbesar ketiga Jepang dari nilai pasar, naik 1,6% di Tokyo setelah pemimpin Uni Eropa berjanji untuk menyelamatkan Yunani dari default. Sedangkan di Sydney, Commonwealth Bank of Australia (CBA), pemberi pinjaman terbesar dari nilai pasar, naik 1,3% dan National Australia Bank Ltd naik 0,8%.

Sony Corp (6758), eksportir elektronik konsumen utama Jepang dan Samsung Electronics Co, yang menerima lebih dari 20% penjualan dari Eropa, naik masing-masing 2,4% di Jepang dan 2,5% di Seoul.

Indeks saham utama di Asia naik setelah pemimpin Uni Eropa berjanji menstabilkan perekonomian kawasan euro, untuk mencegah default Yunani, asalkan suara parlemen negara itu mendukung dari 78 miliar euro (US$ 111 miliar) pemotongan anggaran pekan depan.

Upaya Eropa terbaru untuk membendung krisis utang muncul, setelah obligasi negara-negara euro yang berhutang merosot dan pejabat di AS dan China memperingatkan bahwa kegagalan daerah euro untuk mengembalikan kepercayaan mengancam ekonomi dunia.

"Fakta bahwa Eropa akan membantu Yunani adalah positif untuk pasar," kata Juichi Wako, strategist senior di Tokyo Nomura Holdings Inc "Ini berarti ada sedikit potensi krisis akan menular ke negara-negara tetangga. "

Qantas Airways Ltd, maskapai terbesar Australia, naik 1,9% di Sydney setelah harga minyak turun 4,6% di New York kemarin. Cathay Pacific Airways Ltd, maskapai terbesar di Hongkong, naik 5,3%. Air China Ltd, maskapai terbesar dunia dari kapitalisasi pasar, melonjak 7,8% di Hong Kong dan China Airlines Ltd, maskapai terbesar Taiwan, naik 3,5%.

"Dalam jangka pendek, harga minyak jatuh merupakan faktor positif bagi maskapai penerbangan," kata Danny Yan, manajer dana di Haitong International Asset Management. "Namun, maskapai masih menghadapi tantangan. Keputusan untuk meningkatkan pasokan minyak hanya sementara. "

Produsen minyak Woodside Petroleum Ltd (WPL) tenggelam 0,5% di Sydney, sementara rivalnya Santos Ltd turun 0,8%. Produsen lepas pantai CNOOC Ltd tenggelam 1% di Hong Kong.

Minyak mentah untuk pengiriman Agustus jatuh 4,6% menjadi US$ 91,02 per barel di New York kemarin, penutupan terendah sejak 18 Februari, setelah Badan Energi Internasional (IEA) mengumumkan akan merilis stok darurat untuk meredakan kekurangan. Ini adalah ketiga kalinya lembaga berbasis di Paris telah mengkoordinasikan penggunaan stok darurat sejak berdiri pada 1974. [mdr]

Inilah Daftar 'Top Foreign Buy' Jumat (24/6)

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Saham ENRG hari ini terbanyak dibeli investor asing mencapai 69,6 juta saham dari volume perdagangan 340,7 juta saham dengan total transaksi Rp71,2 miliar.

Demikian dikutip dari data BEI, jumat (24/6). IHSG ditutup naik 0,63% ke 3.847,98. Volume perdagangan sore ini mencapai 3,51 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp3,17 triliun.

Urutan kedua saham LPKR mencapai 59,4 juta saham dari volume perdagangan 180,6 juta saham dengan total transaksi senilai Rp117,6 miliar. Urutan ketiga saham SIMP mencapai 20,6 juta saham dari volume perdagangan 26,8 juta saham dengan total transaksi senilai Rp31,9 miliar. Urutan keempat saham BBRI mencapai 14,7 juta saham dari volume perdagangan 23,04 juta saham dengan total transaksi senilai Rp148,1 miliar.

Urutan kelima saham CPIN mencapai 14,1 juta saham dari volume perdagangan 27,8 juta saham dengan total transaksi senilai Rp53,5 miliar. Urutan keenam saham BBTN mencapai 11,4 juta saham dari volume perdagangan 21,7 juta saham dengan total transaksi senilai Rp36,4 miliar. Urutan ketujuh saham TURI mencapai 10,3 juta saham dari volume perdagangan 38,7 juta saham dengan total transaksi senilai Rp22,5 miliar.

Urutan kedelapan saham KIJA mencapai 9,5 juta saham dari volume perdagangan 29,8 juta saham dengan total transaksi senilai Rp3,7 miliar. Urutan kesembilan saham KAEF mencapai8,9 juta saham dari volume perdagangan 116,7 juta saham dengan nilai transaksi Rp32,4 miliar. Urutan kesepuluh saham ADRO mencapai 8,6 juta saham dari volume perdagangan 32,3 juta saham dengan nilai transaksi Rp77,06 miliar.

Inilah Daftar 'Top Foreign Sell' Jumat (24/6)

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Saham BNBR hari ini terbanyak dijual investor asing mencapai 74,5 juta saham dari volume perdagangan 236,1 juta saham dengan total transaksi Rp16,1 miliar.

Demikian dikutip dari data BEI, jumat (24/6). IHSG ditutup naik 0,63% ke 3.847,98. Volume perdagangan sore ini mencapai 3,51 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp3,17 triliun.

Urutan kedua saham BUMI mencapai 37,8 juta saham dari volume perdagangan 67,3 juta saham dengan total transaksi senilai Rp210,7 miliar. Urutan ketiga saham ELTY mencapai 11,5 juta saham dari volume perdagangan 372,9 juta saham dengan total transaksi senilai Rp55,4 miliar. Urutan keempat saham ASRI mencapai 8,06 juta saham dari volume perdagangan 13,3 juta saham dengan total transaksi senilai Rp41,8 miliar.

Urutan kelima saham TRUB mencapai 7,3 juta saham dari volume perdagangan 28,2 juta saham dengan total transaksi senilai Rp1,7 miliar. Urutan keenam saham BBKP mencapai 5,8 juta saham dari volume perdagangan 8,1 juta saham dengan total transaksi senilai Rp5,6 miliar. Urutan ketujuh saham BORN mencapai 5,4 juta saham dari volume perdagangan 20,8 juta saham dengan total transaksi senilai Rp29,7 miliar.

Urutan kedelapan saham BLTA mencapai 3,9 juta saham dari volume perdagangan 11,6 juta saham dengan total transaksi senilai Rp3,5 miliar. Urutan kesembilan saham CTRP mencapai 3,5 juta saham dari volume perdagangan 12,6 juta saham dengan nilai transaksi Rp5,3 miliar. Urutan kesepuluh saham BUDI mencapai 2,8 juta saham dari volume perdagangan 9,08 juta saham dengan nilai transaksi Rp2,3 miliar.

Saham KAEF Teraktif Diperdagangkan Jumat (24/6)

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Saham Kimia Farma Tbk (KAEF) teraktif diperdagangkan pada hari ini dengan transaksi mencapai 3.041 kali senilai Rp32,4 miliar dengan volume 116,7 juta saham.

Demikian dikutip dari data BEI, jumat (24/6). IHSG ditutup naik 0,63% ke 3.847,98. Volume perdagangan sore ini mencapai 3,51 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp3,17 triliun.

Urutan kedua saham BUMI dengan transaksi sebanyak 2.649 kali senilai Rp210,7 miliar dengan volume perdagangan mencapai 67,3 juta saham. Urutan ketiga saham JTPE dengan transaksi sebanyak 2.366 kali senilai Rp16,1 miliar dengan volume perdagangan mencapai 10,4 juta saham. Urutan keempat saham LPKR dengan transaksi sebanyak 2.146 kali senilai Rp117,6 miliar dengan volume perdagangan mencapai 180,6 juta saham.

Urutan kelima saham EKAD dengan transaksi sebanyak 2.092 kali senilai Rp30,2 miliar dengan volume perdagangan mencapai 48,04 juta saham. Urutan keenam saham BULL dengan transaksi sebanyak 2.055 kali senilai Rp8,9 miliar dengan volume perdagangan mencapai 54,3 juta saham. Urutan ketujuh saham MIRA dengan transaksi sebanyak 1.965 kali senilai Rp11,8 miliar dengan volume perdagangan mencapai 76,8 juta saham.

Urutan kedelapan saham BBRI dengan transaksi sebanyak 1.937 kali senilai Rp148,1 miliar dengan volume perdagangan mencapai 23,04 juta saham. Urutan kesembilan saham TLKM dengan transaksi sebanyak 1.921 kali senilai Rp109,01 miliar dengan volume perdagangan mencapai 15,08 juta saham. Urutan kesepuluh saham LCGP dengan transaksi sebanyak 1.896 kali senilai Rp4.8 miliar dengan volume perdagangan mencapai 92,2 juta saham.

Penutupan akhir pekan yang ceria bagi IHSG

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengekor pergerakan bursa Asia akhir pekan ini. Pada penutupan sore, indeks tercatat naik 0,63% menjadi 3.847,62.

Mayoritas sektor menghijau. Kenaikan tertinggi dialami oleh sektor aneka industri dengan lonjakan 1,37%. Baru kemudian disusul oleh sektor manufaktur dan industri dasar dengan kenaikan masing-masing sebesar 1,03% dan 0,97%.

Saham-saham yang mengalami kenaikan tertinggi (top gainers) antara lain: PT Ekadharma International (EKAD) yang naik 25% menjadi Rp 650, PT Indah Alumunium (INAI) yang naik 14% menjadi Rp 415, dan PT Prasidha Aneka Niaga (PSDN) yang naik 13% menjadi Rp 150.

Sementara, saham-saham penghuni top losers diantaranya: PT ATPK Resources (ATPK) turun 12% menjadi Rp 141, PT Jakarta Kyoei Steel Works (JKSW) turun 11% menjadi Rp 125, dan PT Perdana Bangun Pusaka (KONI) turun 9% menjadi Rp 200.

Dirut Dipertahankan, Indosat Ganti Direktur Keuangan

Jakarta - Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Indosat Tbk (ISAT) menyetujui perombakan jajaran direksi. Direktur Utama tetap dipegang Harry Sasongko, sementara Direktur Keuangan Indosat Peter Kuncenwicz diberhentikan.

Posisi kosong Peter Kuncenwicz, akan diisi oleh Curt Stefan Carlsson sebagai Direktur Keuangan yang baru sesuai dengan keputusan RUPS

"Pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih kepada Peter yang telah bekerja sama selama dua tahun," kata Harry usai RUPS di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jumat (24/6/2011).

Berikut susunan anggota direksi ISAT yang baru dan akan berlaku mulai 1 September 2011:
  • Direktur Utama : Harry Sasongko
  • Direktur : Curt Stefan Carlosson
  • Direktur : Hans Christiaan Moritz
  • Direktur : Fadzri Sentosa
  • Direktur : Laszlo Imre Barta

(wep/ang)

Rasio Dividen Sinarmas Multiartha 0,48%

JAKARTA: PT Sinarmas Multiartha Tbk membagikan dividen sebesar Rp1 per lembar saham kepada pemegang saham dari laba bersih konsolidasi sebesar Rp1,27 triliun yang diperoleh pada tahun lalu. Direktur Sinarmas Multiartha Kurniawan Udjaja mengatakan laba bersih merupakan laba kondolisasi yang diperoleh melalui beberapa anak usaha perseroan.

Alokasi dividen paling besar, katanya, digunakan sebagai laba ditahan, sementara sisanya dana cadangan sesuai dengan UU Perseroan Terbatas.

“Dividen dibagikan kepada pemegang saham sebesar Rp1 per saham dari laba bersih konsolidasi kami pada tahun lalu. Laba kami tersebut meningkat 82% dari tahun sebelumnya Rp700 miliar,” katanya saat dihubungi usai rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) di Jakarta, hari ini.

Dengan dividen Rp1 per dividen dan jumlah saham beredar pada tahun lalu sebanyak 6,22 miliar lembar saham sehingga total dividen yang dibagikan sebesar Rp6,22 miliar atau sebesar 0,48% dari total laba bersih Rp1,27 triliun.

Tahun lalu besaran nominal dividen perseroan juga tidak berubah sebesar Rp1 per saham dari laba bersih 2009 Rp700,09 miliar.

Kurniawan mengatakan besaran laba bersih yang ditahan tersebut akan digunakan untuk memperkuat modal ekspansi sejumlah anak usaha perseroan baik bank, asuransi, maupun multifinance.(mmh)