Selasa, 28 Juni 2011

Tunggu Laporan Sem-I, Wall Street Positif

Headline
INILAH.COM, New York - Bursa saham Amerika Serikat ditutup positif pada perdagangan saham Senin (27/6) karena dipengaruhi pelaku pasar menunggu laporan keuangan semester pertama dan proposal Perancis untuk mengatasi utang Yunani.
("Bank sentral Eropa mengerti dampak yang terjadi akibat utang Yunani, dan pelaku pasar sedang mencari tahu bagaimana penyelesaian utang Yunani,"ujar Managing Director and Portfolio Manager Bel Air Investment Advisors Gary Flam, seperti dikutip dari marketwatch.com.

Indeks Dow Jones naik 108,98 poin atau 0,9% ke level 12.043,56. Saham Microsoft Corp memimpin kenaikan saham ke level 3,7%. Perseroan mengharapkan akan mengumumkan versi software Office yang dapat diakses lewat internet. Selain itu, saham Bank of America Corp naik 3,1% setelah analis Rochdale Securities LLC Richard Bove menyatakan undervalued dan saham akan naik seiring pendapatan.

Indeks S&P 500 naik 11,64 poin atau 0,9% ke level 1.280,09 di mana saham teknologi perseroan mencatatkan kenaikan di antara 10 grup industri. Selain itu, saham consumer discreationary juga rally dengan naik 4,5% didukung saham Amazon.com setelah Morgan Stanley memasukan ritel online dalam best ideas.

Saham bank pun terpengaruh isu peraturan untuk modal untuk melindungi perbankan. Hal ini dikarenakan sistem keuangan global beberapa tidak terbatas.

Indeks Nasdaq naik 35,39 poin atau 1,3% ke level 2.688,28. Setiap saham jatuh lebih dari dua mencatatkan untung di bursa saham New York di mana volume perdagangan saham mencapai 835 juta saham.

Selain itu, bank Perancis memberikan proposal rencana untuk menolong Yunani dari gagal bayar dengan mengizinkan dana pinjaman yang dapat dibayar dalam jangka lama ke Yunani. Pembuat kebijakan di Yunani mengharapkan voting dapat dilakukan minggu ini.

Setelah penutupan perdagangan Nike Inc melaporkan hasil kinerja dari kuartal keempat. [cms]

IHSG Masih Terkoreksi, Ikuti Aksi Investor Asing

Headline
INILAH.COM, Jakarta- Bursa saham Indonesia pada Selasa (28/6) masih berpeluang lanjutkan koreksi. Investor pun disarankan untuk mengikuti arus asing yang net buy di saham-saham berfundamental kuat.

Isfhan Helmi, analis dari Waterfront Sekuritas mengatakan, koreksi yang terjadi di bursa domestik tidak membahayakan, karena IHSG secara teknikal masih di atas rata-rata harian 20 hari (MA-20), yang di level 3.802. “Level 3.802 menjadi support jika ada koreksi lanjutan,” ujarnya kepada INILAH.COM.

Menurutnya, pelaku pasar masih terus cermati proses vote Yunani soal syarat Uni Eropa dalam restrukturisasi utang Yunani. Hal ini akan membuat pasar cenderung sideways.

Selain itu, masalah inflasi kawasan kini menjadi perhatian bagi investor di pasar saham Indonesia, apalagi inflasi inti kini mulai meningkat. Ia menilai, meskipun China berencana membeli surat-surat utang negara Eropa yang bermasalah, namun karena ada peningkatan inflasi inti, bisa saja China masih lanjutkan kenaikan GWM.

“Ini berarti, kendati ada ekspektasi kenaikan inflasi inti pada Juni, BI masih punya ruang untuk menaikkan suku bunga, meski belum urgent,” paparnya. Di tengah situasi ini, Isfhan merekomendasikan investor untuk mengikuti arus asing yang masih net buy di saham-saham berfundamental kuat.

Pilihannya adalah Bank Mandiri (BMRI), Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan Harum Energy (HRUM).Emiten terakhir ini dipilih karena neraca keuangan kuat dengan kas berlimpah. “Sehingga dividen pay out-nya besar,” tutupnya.

Indeks Harga Saham Gabungan pada Senin (27/6) ditutup melemah 35,13 poin (0,91%) ke 3.813,42. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia didukung volume transaksi sebesar 3,658 miliar lembar saham senilai Rp2,551 triliun. Sebanyak 68 saham menguat, 180 saham melemah, dan 82 stagnan.

Asing mengkontribusi koreksi IHSG sore ini, dimana nilai transaksi jual bersih (net foreign sell) mencapai Rp70 miliar. Rinciannya adalah transaksi jual sebesar Rp968 miliar dan transaksi beli mencapai Rp897 miliar. [mdr]

Harap-harap Cemas Yunani, Rupiah Rebound

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Selasa (28/6) diprediksi menguat seiring peluang technical correction dolar AS. Namun, pasar masih harap-harap cemas atas Yunani.

Periset dan analis senior PT Monex Investindo Futures Albertus Christian mengatakan, potensi penguatan rupiah hari ini karena peluang koreksi teknikal pada dolar AS. Di sisi lain, data AS diperkirakan masih berpengaruh negatif bagi mata uang negara adidaya itu.

Menuruntya, data ISM Manufaktur AS yang akan dirilis pada Jumat (1/7) diperkirakan jatuh. Angkanya diperkirakan jatuh ke level 51,5 bahkan mungkin bisa lebih rendah dari itu, dari angka sebelumnya 53,5. "Hari ini, rupiah akan bergerak dalam kisaran 8.590-8.620 per dolar AS,” katanya kepada INILAH.COM.

Di sisi lain, lanjutnya, rupiah juga akan mengalami technical rebound setelah melemah ke level 8.623 pada perdagangan kemarin. Tapi, dilihat dari tren teknikalnya, rupiah cenderung melemah. "Jika tembus 8.620, potensi pelemahan berikutnya ke 8.640 per dolar AS," imbuh Christian.

Hanya saja, pergerakan rupiah akan tertahan. Sebab, pasar masih menantikan hasil voting penghematan fiskal Yunani berupa kenaikan pajak dan pemangkasan anggara pada Rabu (29/6) dan voting penjualan aset-aset negara sekaligus alokasi dana bailout pada Kamis (30/6).

Asal tahu saja, kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Senin (27/6) ditutup melemah 20 poin (0,23%) ke level 8.615/8.625 per dolar AS.

ICON Rencana Merger dengan GWA

Headline
INILAH.COM, Jakarta PT Island Concepts Indonesia Tbk (ICON) yang beregrak di bidang jasa akomodasi berencana melakukan merger dengan PT Gama Wahyu Abadi (GWA), perusahaan perdagangan dan industri.

Dalam prospektusnya disampaikan penggabungan ini akan berakibat penurunan kepemilikan saham (dilusi) sebesar 65,59% yang disebabkan penerbitan saham baru perseroan sebagai hasil konversi saham GWA menjadi saham perseroan. Setelah efektif bergabung, pemegang saham GWA akan memegang sebesar 65,59% dan pemegang saham ICON sebesar 34,41% dari saham ditempatkan dan disetor pada perusahaan hasil penggabungan.

Merger ini dilakukan untuk sinergi usaha, di mana GWA merupakan afiliasi dari ICON dan Direktur Utama ICON adalah Komisaris GWA. Perusahaan hasil merger diharapkan bisa melakukan ekspansi usaha lebih pesat lagi, naik dengan cara pertumbuhan organik dan anorganik dengan perusahaan sejenis, ataupun akuisisi aset berupa hotel-hotel maupun villa-villan yang sudah beroperasi, terutama di daerah Bali.

Inilah Rekomendasi Saham Selasa (28/6)

INILAH.COM, Jakarta - Pencetakan IHSG ke level tertinggi barunya kemarin sedikit terbentur oleh imbas sentimen regional, namun masih tetap optimistis karena daily MACD sudah cross up buy sehingga downside momentum berkurang.

Pada perdagangan kemarin IHSG ditutup melemah 0,96% ke level 3.813,43 dengan nilai transaksi mencapai Rp2,39 triliun. Analis Senior HD Capital Yuganur Wijanarko memprediksi level support IHSG Selasa (28/6) akan berada di 3.770-3.730, dan level resistance di 3.880-3.950.

Yang menjadi saham-saham pilihan menurut Yuga, di antaranya Bank Mandiri (BMRI) dengan target Rp7.350 (Close 27/06 Rp7.000). Fundamental perseroan yang menarik PER 2011 11x (di bawah sektor) dan ROE 26% (profitabilitas di atas rata-rata emiten IHSG yang 24%) dapat menarik minat investor untuk mengakumulasi saham perbankan BUMN yang seharusnya tidak diperdagangkan di level serendah ini dan masih dalam tahap konsolidasi yang telah berlangsung cukup lama. Entry (1) Rp7.000, Entry (2) Rp.6.800, Cut loss point: Rp6.600.

Saham lainnya yang direkomendasi buy adalah United Tractors (UNTR) dengan target Rp24.150 (Close 27/06: Rp23.550). Bila terjadi koreksi minor untuk menutup price gap bawah di Rp23.250, menurut Yuga dapat digunakan investor sebagai kesempatan untuk menambah posisi dalam saham yang sedang mengalami minor uptrend ini (telah membentuk higher high dan higher low). Entry (1) Rp23.150, Entry (2) Rp22.650, Cut-loss point: Rp21.900.

Saham Adaro Energy (ADRO) juga direkomendasikan buy oleh Yuga dengan target Rp.2.500 (Close 27/06 Rp2.400). Dengan bergeraknya daily stochastic menukik di atas 50-line memberikan kemungkinan besar bahwa trading range selama lima hari yang terjadi antara level Rp2.325-2.400, harga saham akan breakout ke target atas di Rp2.500. Bila hal ini terjadi maka daily MACD akan memberikan signal buy untuk confirm bahwa tren sudah beralih ke jangka pendek naik (minor uptrend). Entry: (1) Rp2.400, Entry (2) Rp2.325, Cut loss point: Rp2.275.

Selanjutnya, Yuga juga merekomendasikan buy untuk saham Bank BRI (BBRI) dengan target Rp6.800 (Close 27/06 Rp6.400). Saham ini hanya tinggal menunggu waktu untuk breakout dari formasi konsolidasi triangle yang terbentuk lebih dari dua bulan antara resistance Rp6.550 dan support lower end di Rp6.200 sehingga rekomen akumulasi di kisaran Rp6.400-6.200 bila terjadi pullback ke daerah tersebut. Entry: (1) Rp6.400, Entry (2) Rp6.200, Cut loss point: Rp6.050.

Akumulasi Saham Batu Bara Saat Minyak US$98

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Laju saham-saham di sektor batu bara, Selasa (28/6) diprediksi bakal technical rebound. Tapi untuk investor jangka panjang, idealnya, akumulasi saham sektor ini saat harga minyak US$98 per barel.

Analis Sekuritas Ekokapital Cece Ridwanullah mengatakan, pada saat market tidak menentu, mengakumulasi saham-saham di sektor batu bara sangat menarik untuk trader jangka pendek dengan pola permainan yang cepat. Masalahnya, harga minyak turun ke level US$90 per barel. Padahal, saham-saham di sektor ini ramai ditransaksikan saat harga minyak US$98.

Idealnya memang, akan lebih baik mengakumulasi saham-saham batu bara pada saat harga minyak mendekati level US$98 per barel. Sebab terbukti, setelah harga minyak turun ke bawah level tersebut, harga batu bara dan saham-saham di sektor ini terus turun. “Tapi, untuk saat ini trader memiliki peluang gain meskipun semata technical rebound,” katanya kepada INILAH.COM. Berikut ini wawancara lengkapnya:

Setelah IHSG turun mendekati level psikologis 3.800, bagaimana Anda memprediksi laju saham-saham di sektor batu bara?

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) memang turun 35,13 poin (0,91%) ke level 3.813,425. Tapi, indeks masih ditahan di atas level psikologis 3.800. Karena itu, secara teknikal indeks berpotensi up trend. Hanya saja, krisis utang Yunani belum mendapat kepastian. Akibatnya, IHSG mengikuti pelemahan indeks regional. Karena itu, koreksi IHSG sangat wajar seiring koreksi yang terjadi di bursa Asia.

Dalam situasi pasar yang tidak menentu, saham-saham yang sudah berada di titik terendah berpontensi rebound tak terkecuali sektor batu bara. Secara umum, saham-saham batu bara sudah mencapai level support-nya karena mengalami koreksi yang banyak sehingga sangat menarik untuk diakumulasi.

Spesifik sahamnya?

Salah satunya adalah PT Indo Tambang Raya (ITMG) yang kemarin menguat signifikan Rp900 (2%) ke level Rp45.800 setelah mencapai level support Rp44.600. ITMG bakal menembus level resistance-nya hari ini karena sebelumnya sudah memecahkan level support . Kemarin ditutup di level Rp45.800 dan untuk jangka pendek, ITMG bisa mencapai Rp47.800. Sedangkan level support berada di level Rp44.400.

Bagaimana dengan saham BORN?

Begitu juga dengan saham PT Borneo Lumbung Energi (BORN) dengan support di level Rp1.390-1.360 dan resistance Rp1.500. Sebab, BORN pernah mencapai harga tertingginya di level Rp1.860. Karena itu, untuk jangka pendek, saham ini akan menguat ke level Rp1.500. BORN merupakan saham batu bara paling murah.

Saham ADRO bagaimana?

PT Adaro Energy (ADRO) sempat bertahan di level Rp2.375-2.400. ADRO akan bergerak dalam kisaran support Rp2.325 dan resistance Rp2.550. Saham lain PT Harum Energy Indonesia (HRUM) sudah mendekati harga tender offer di level Rp9.050. Kelihatan, investor asing masih bercokol di saham ini. Tapi, saham ini stagnan di level Rp9.400 kemarin.

Artinya, lanjut Cece, jika bursa regional bergerak positif dan harga minyak naik, saham HRUM bakal ditarik naik hingga 9.800. Level support HRUM di Rp9.050-9.000 dan resistance 9.750-9.950. Lalu, PT Tambang Bukit Asam (PTBA) yang juga sudah cukup terkoreksi dengan level support 20.450 dan untuk level resistance jangka pendek di level Rp21.500.

Lantas apa rekomendasi Anda untuk saham-saham tersebut?

Saya rekomendasikan trading jangka pendek saham-saham tersebut dengan permainan yang cepat.

Bagaimana dengan koreksi harga minyak ke level US$90 per barel?

Justru itu masalahnya. Harga minyak melemah ke level US$90 per barel. Sedangkan saham-saham di sektor batu bara, akan ramai ditransaksikan jika harga minyak tembus US$98 per barel. Inilah yang jadi kendala hingga saat ini yang menyebabkan harga batu bara stabil di kisaran US$119-121 per metrik ton berdasarkan harga mingguan di Newcastle.

Bukan hanya batu bara, harga nikel dan komoditas lain pun stabil. Jika harga minyak turun ke bawah US$90 per barel, harga batu bara dan komoditas lain sangat riskan turun. Level support minyak masih di US$90. Minyak bisa rebound ke US$98 jika krisis utang Eropa usai. Diharapkan harga minyak naik seriring adanya kejelasan terkait bailout Yunani pekan depan setelah penghematan fiskal di-votng besok Rabu (29/6) dan Kamis (30/6).

Hingga level berapa potensi koreksi harga minyak?

Peluang koreksinya ke level US$88 per barel. Tapi, dalam pekan ini, harga minyak bakal ditahan di level US$90-an per barel. Karena itu, potensi kenaikan saham-saham di sektor batu bara semata faktor technical rebound karena sudah mencapai titik support. Selain technical rebound, harga minyak diharapkan kembali menguat sehingga harga batu bara juga terdongkrak.

Lantas, apa saran Anda untuk investor jangka panjang?

Idealnya memang, akan lebih baik mengakumulasi saham-saham batu bara pada saat harga minyak mendekati level US$98 per barel. Sebab terbukti, setelah harga minyak turun ke bawah level tersebut, harga batu bara dan saham-saham di sektor ini terus turun. Tapi, untuk saat ini trader memiliki peluang gain meskipun semata technical rebound. [mdr]

Kebijakan perbankan global tidak mengkhawatirkan, bursa AS di tutup menguat

Headline
NEW YORK. Bursa saham AS di tutup menguat pada perdagangan Senin (27/6), rebound dari pelemahannya selama tiga hari terakhir. Penguatan bursa AS dipimpin oleh naiknya saham Microsoft Corp. dan saham-saham perbankan yang tersengat sentimen kebijakan baru untuk menjaga sistem keuangan global yang dianggap tidak memberatkan.

Bursa Standard & Poor's 500 menanjak 0,9% ke level 1.280,10 pada penutupan pasar pukul 16:00 waktu setempat. Saham-saham teknologi meningkat 1,4%, menjadi yang tertinggi di antara 10 grup saham di indeks S&P. Dan Bursa Dow Jones industrial average menguat 108,98 poin atau 0,91% ke level 12.043,56.

Sentimen positif datang dari Data Corp. Internasional yang menyatakan pengeluaran dana untuk ekspansi perusahaan swasta dan pemerintah di AS untuk sektor teknologi akan meningkat 5,6% di 2011. Angka estimasi ini meningkat dua kali lipat untuk Produk Domestik Bruto AS.

Beberapa saham perbankan seperti, Bank of America menguat 3,1%, saham Citigroup Inc. naik 1% dan saham PNC Financial Services Group Inc. menanjak 2,2%.

Scott Tapley analis dari Source Investment Advisors Inc. mengatakan, peraturan baru tentang modal baru dari Basel Committee untuk pengawasan perbankan ternyata tidak terlalu berat dari yang dikhawatirkan. "Itu membuat kemungkinan pembayaran dividen akan berjalan normal," ujarnya.

Sabtu lalu, regulator perbankan global mengatakan bahwa perbankan butuh menaikkan modalnya 2,5%, di bawah perkiraan pasar yang ditakutkan mencapai 3%.

Sementara itu, bursa komoditi di S&P GSCI yang menaungi 24 komoditi melemah 0,3%. Harga komoditi daging babi, perak dan gandum anjlok lebih dari 2,6%. Pelemahan ini merupakan yang terendah sejak Januari 2011.

IHSG Siap-siap Ikut Menguat

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin masih mengalami tekanan jual yang cukup besar sehingga ditutup melemah 35 poin. Situasi ekonomi dunia yang penuh risiko dipicu krisis utang Yunani membuat investor enggan masuk ke pasar saham.

Pada perdagangan awal pekan, Senin (27/6/2011), IHSG ditutup jatuh 35,133 poin (0,92%) ke level 3.813,425. Sementara Indeks LQ 45 ditutup anjlok 6,236 poin (0,92%) ke level 675,259.

Menguatnya kembali bursa-bursa utama dunia diharapkan bisa menjadi sentimen positif di pasar. Investor akan kembali masuk secara perlahan-lahan sehingga membuat IHSG pada perdagangan Selasa (28/6/2011) bergerak lagi di teritori positif.

Bursa Wall Street tadi malam akhirnya ditutup menguat setelah mengalami tekanan beruntun selama 3 hari berturut-turut. Penguatan saham-saham perbankan setelah keluarnya aturan modal minimum mampu mendorong indeks saham ke teritori positif.

Pada perdagangan Senin (27/6/2011), indeks Dow Jones ditutup menguat 108,98 poin (0,91%) ke level 12.043,56. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 11,65 poin (0,92%) ke level 1.280,10 dan Nasdaq menguat 35,39 poin (1,33%) ke level 2.688,28.

Bursa Jepang juga langsung ikut menguat. Mengawali perdagangan Selasa, indeks Nikkei-225 tercatat sudah naik 105,11 poin (1,10%) ke level 9.683,42.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Kresna Sekuritas:

Melandainya pemulihan ekonomi AS dan masih belum jelasnya penyelesaian krisis Yunani membuat IHSG kembali menguji level support psikologis. Sentimen global diperkirakan membuat IHSG kembali bergerak konsolidasi di kisaran 3,780-3,855 dengan INDY dan SMGR sebagai saham pilihan.

Panin Sekuritas:

Tekanan jual dari bursa regional yang disebabkan oleh krisis hutang Yunani menjadi pendorong turunnya indeks kemarin. Kami memproyeksikan indeks dalam jangka pendek masih akan dibayangi oleh kondisi makro ekonomi global. Hari ini kami perkirakan indeks masih akan bergerak melemah terbatas. Pergerakan saham pertambangan dan perkebunan masih akan dibatasi oleh volatilitas harga komoditas global. Sementara kisaran support-resistance hari ini berada di 3.792-3.827.

eTrading Securities:

IHSG kemarin ditutup turun 35 point (-0.91%) ke level 3,813.43 mengikuti pergerakan sejumlah bursa global dan regional lainnya.Seluruh sektor mengalami penurunan hari ini dan tercatat sebanyak 67 saham mengalami kenaikan, 161 saham mengalami penurunan, 83 saham tidak mengalami perubahan dan 137 saham tidak diperdagangkan sama sekali.

Saham-saham yang menjadi penahan turunnya IHSG kemarin a.l. ITMG, UNVR, UNTR, MYOR dan BMTR sementara yang menjadi pemberat IHSG a.l. ASII, BUMI, TLKM, GGRM dan SMGR.Asing tercatat melakukan net buy sebesar Rp115 miliar pada pasar regular dengan saham-saham yang paling banyak dibeli a.l. UNTR, BBRI, BMRI, ENRG dan SMGR.

Secara teknikal, IHSG pada perdagangan hari ini (28/6) diperkirakan akan bergerak menguji garis mid Bollinger band yang juga merupakan support kuatnya di level 3801 melihat pergerakan indicator stochastic yang berpotensi membentuk deathcross di area overbought dan RSI telah bergerak downtrend reversal. IHSG diperkirakan akan bergerak konsolidasi pada range 3,778-3843. Sementara itu, saham-saham yang layak diperhatikan antara lain ITMG dan LSIP.

(qom/qom)

Saham Bank Sukses Angkat Wall Street

New York - Bursa Wall Street akhirnya menguat setelah mengalami tekanan beruntun selama 3 hari berturut-turut. Penguatan saham-saham perbankan setelah keluarnya aturan modal minimum mampu mendorong indeks saham ke teritori positif.

Tanda-tanda positif dari krisis Yunani untuk pemberian persetujuan rencana restrukturisasi utang turut memberikan sentimen positif. Namun investor belum sepenuhnya meyakini penguatan akan terus berlangsung.

Penguatan yang terjadi pada Senin awal pekan ini merupakan tanda-tanda yang baik, namun investor masih berhati-hati dalam membaca pergerakan. Seperti diketahui, indeks S&P 500 sudah merosot hingga 7% sejak April dan volume perdagangan kali ini masih tipis, di bawah rata-rata.

"Kita tidak melihat ini menjadi awal dari reli yang besar. Namun penguatan yang baik di pasar ini dan harapannya menjadi dasar yang baik dalam jangka pendek," ujar Tom Ghriskey, chief investment officer Solaris Asset Management seperti dikutip dari Reuters, Selasa (28/6/2011).

Pada perdagangan Senin (27/6/2011), indeks Dow Jones ditutup menguat 108,98 poin (0,91%) ke level 12.043,56. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 11,65 poin (0,92%) ke level 1.280,10 dan Nasdaq menguat 35,39 poin (1,33%) ke level 2.688,28.

Transaksi perdagangan masih sepi, dengan volume perdagangan di New York Stock Exchange hanya sebesar 6 miliar lembar saham, di bawah rata-rata harian yang sebesar 7,57 miliar lembar saham.

Saham-saham sektor finansial yang mencatat kinerja terburuk sepanjang tahun ini akhirnya berhasil mencetak gain yang cukup besar. Indeks finansial S&P tercatat naik 1,1%, dengan saham Bank of America naik 3,1%, JPMorgan Chase naik 1%.

Pada Sabtu lalu, regulator perbankan global, Basel mengatakan perbankna perlu mendorong kenaikan modalnya hingga 2,5% persen poin, bukan 3% poin seperti yang semula dikhawatirkan. Aturan itu berarti bank-bank masih memiliki dana untuk membayar dividen dan membeli kembali sahamnya.

Demikian pula saham-saham sektor lain yang sudah mengalami tekanan jual cukup besar berhasil menguat. Indeks teknologi S&P tercatat naik 1,4%.

(qom/qom)

Senin, 27 Juni 2011

Merugi 3 Hari, Indeks Futures AS Rebound

Headline
INILAH.COM, New York - Indeks futures saham AS Senin (27/6) naik, menempatkan Wall Street pada jalur untuk rebound setelah tiga hari merugi, meskipun investor tetap berhati-hati terhadap masa depan fiskal Yunani.

Mengutip Reuters, parlemen Yunani akan mulai perdebatan terkait rencana penghematan yang sangat tidak populer bahwa Uni Eropa dan Dana Moneter Internasional mengatakan harus disetujui sebagai syarat bailout tahap kelima uang Yunani sebesar 110 miliar euro (156,2 miliar). Seorang menteri Yunani memperingatkan "bencana" jika syarat itu diblokir parlemen. Trader melihat kemungkinan default Yunani, dan S & P mengindikasikan dari pergerakan pasar selama 200 hari yang menyiratkan terjadi penjualan besar di pasar dalam 2 bulan yang membuat indeks turun sekitar 7 persen.

"Investor bertaruh terhadap hasil vote perlemen Yunani," kata James Dailey, TIM manajer portofolio Dana Strategi Aset di Harrisburg, Pennsylvania. \ "Kami kembali 'oversold'."

Investor sangat menantikan data indeks manufaktur Mei dari Chicago Fed Midwest, core PCE number dan pendapatan pribadi, yang terlihat naik 0,4 persen, sama seperti bulan lalu. Semua data keluar pukul 8:30 pagi EDT dan manufaktur yang kuat dapat menghilangkan ketakutan dari permintaan global melambat.

Perusahaan dijadwalkan untuk melaporkan hasil kuartalan Senin, termasuk Nike Inc (NKE.N). S & P 500 futures naik 3 poin dan berada di atas nilai wajar, formula yang mengevaluasi harga dengan memperhitungkan suku bunga, dividen dan waktu untuk kadaluwarsa pada kontrak. Dow Jones Industrial Average berjangka naik 24 poin dan Nasdaq 100 berjangka naik 7,75 poin.

Raksasa Tembakau Philip Morris International Inc (PM.N) mengancam akan menggugat pemerintah Australia atas rencana untuk menjadi negara pertama yang memperkenalkan, brand-less packaging for cigarette. Sebuah jenis baru dari pil diabetes yang dikembangkan oleh Bristol-Myers Squibb Co (BMY.N) dan AstraZeneca Plc (AZN.L) (AZN.N) adalah efektif dalam studi dua tahun, tetapi menyebabkan efek terhadap kandung kemih dan kanker payudara yang ditemukan di pasien penggunan obat ini.

Citigroup Inc (CN) mengatakan kepada para pejabat pemerintah bahwa 3.400 pelanggan kartu kredit yang terkena hack menderita kerugian sekitar $ 2,7 juta, Wall Street Journal melaporkan. Saham Citigroup naik 1 persen menjadi $ 39,60 dalam perdagangan premarket.

PGN Setor Dividen Total Rp 3,7 Triliun

Jakarta - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) membagikan dividen total Rp 3,743 triliun, atau 60% dari total laba bersih pada tahun buku 2010.

Menurut Corporate Secretry PGAS, Sri Budi Mayaningsih, dividen tunai yang akan dibagikan mencapai Rp 3,5 triliun. Dividen interm sebesar Rp 10,2 per lembar atau Rp 247,244 miliar telah dibagikan pada 4 Januari 2011.

Pembagian dividen sudah didasarkan atas keputusan RUPS Tahunan hari ini, di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Senin (27/6/2011).

Sehingga sisa dividen yang belum dibayar mencapai Rp 144,24 per saham, atau sekitar Rp 3,496 triliun.

Pada perdagangan hari ini, harga saham PGAS ditutup turun 50 poin (1,24%) ke level Rp 3.975 per lembar. Sahamnya ditransaksikan 557 kali senilai Rp 47,622 miliar dengan volum 23.813 lot.

(wep/ang)

Voting Yunani Pacu Degup Jantung Pasar

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Rupiah dan indeks saham domestik kompak melemah. ‘Degup jantung’ pasar terpacu karena tegang menantikan voting penghematan fiskal Yunani pada Rabu (29/6) dan Kamis (30/6).

Periset dan analis senior PT Monex Investindo Futures Albertus Christian mengatakan, pelemahan rupiah hari ini dipicu oleh investor yang kembali tegang menantikan penyelesaian krisis utang Yunani. Menurutnya, pasar menantikan hasil voting parlemen negeri Para Dewa itu untuk program penghematan fiskal agar mendapat bailout baik dari Uni Eropa maupun dari International Monetary Fund (IMF).

Pada Rabu (29/6) voting akan dilakukan untuk pemangkasan anggaran dan kenaikan pajak. Lalu, pada Kamis (30/6) parlemen akan mem-voting penjualan aset-aset negara sekaligus akan menentukan pos-pos mana saja yang akan dibailout. "Karena itu, sepanjang perdagangan rupiah mencapai level terlemahnya 8.623 dan terkuatnya 8.610 per dolar AS,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Senin (27/6).

Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Senin (27/6) ditutup melemah 20 poin (0,23%) ke level 8.615/8.625 per dolar AS dari posisi akhir pekan lalu 8.595/8.605.

Lebih jauh Christian mengatakan, pasar sendiri optimistis, parlemen akan menyetujuinya. Sebab, Perdana Menteri George Papandreou sudah melakukan reshuffle kabinet. "Tapi, pasar tetap cemas sebelum hasilnya memang bisa diketahui," ungkapnya.

Sementara itu, dolar AS melemah terhadap mayoritas mata uang utama termasuk terhadap euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa) sebesar 0,03% ke level indeks dolar AS 76,19. Koreksi dolar AS dipicu oleh profit taking setelah mencapai level terkuatnya US$1,4140 dan indeks dolar AS mencapai 76,59 pekan lalu.

Di sisi lain, pasar juga menantikan keputusan parlemen AS terkait limit utang negara adidaya itu dari US$14,3 trilun ke level US$16,5 triliun untuk menutup defisit fiskal 15,7%. Karena itu, pasar tidak terlalu berani mendorong dolar AS terlalu kuat. Apalagi, market juga mencemaskan potensi default (gagal bayar) di AS. "Terhadap euro, dolar AS ditransaksikan melemah ke level US$1,4198 dari sebelumnya US$1,179 per eurro," imbuh Christian.

Dari bursa saham, Head of Researh Valbury Asia Securities Alfiansyah mengatakan, pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) sebesar 35,13 poin (0,91%) ke level 3.813,425 salah satunya dipicu oleh faktor teknikal. “Indeks pekan lalu rally cukup kuat sehingga memicu profit taking,” ujarnya.

Di sisi lain, indeks domestik juga mendapat sentimen negatif dari eksternal di mana bursa regional dan global cenderung mengalami tekanan jual. Kondisi itu, dipicu oleh sentimen negatif yang kembali membayangi pasar khususnya pasar global sehingga berimbas negatif ke bursa regional Asia termasuk IHSG.

Pasar, lanjut Alfiansyah, terimbas negatif dari pernyataan China yang kesulitan untuk meredam inflasi yang terjadi di negeri tirai bambu itu. “Kondisi itu, juga bakal memicu kenaikan tingkat suku bunga,” paparnya.

Sementara itu, dari Eropa, market juga masih dibayangi sentimen negatif terkait krisis utang Yunani. Setelah Perdana Menteri Yunani George Papandreou mendapatkan mosi percaya dari parlemen, dia juga akan dihadapkan pada voting Rabu (29/6) dan Kamis (30/6).

Voting itu untuk pemangkasan anggaran, kenaikan pajak, dan penjualan aset-aset negara sebagai syarat bailout. “Pasar masih wait and see apakah itu juga akan disetujui oleh parlemen atau tidak,” timpalnya.

Dari dalam negeri, pasar juga akan fokus pada inflasi Juni 2011 yang diperkirakan tinggi. “Meski inflasi, BI sendiri akan mempertahankan BI rate di level 6,75%,” ucapnya. [mdr]

PGAS Anggarkan Capex US$200 Juta di 2011

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) menganggarkan belanja modal sebesar US$200 juta pada 2011.

"Belanja modal pada 2011 sekitar US$200 juta," ujar Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara Tbk Hendi Prio Santoso, Senin (27/6).

Sementara itu, Direktur Keuangan PGAS Riza Pahlevi mengatakan, dana belanja modal 2011 akan digunakan untuk pembangunan LNG receive terminal, penyelesaian pembayaran kegiatan investasi di tahun sebelumnya, dan penambahan jalur distribusi. Dana belanja modal ini belum termasuk dana untuk akuisisi. "Dana belanja modal didapatkan dari kas internal," kata Riza.

Tapi Riza enggan menjelaskan lebih detil realisasi belanja modal yang telah dianggarkan hingga Mei 2011.

Terkait pembagian dividen 60%, Hendi menuturkan, dividen payout ratio tersebut masih dalam kapasitas yang baik dan dapat disanggupi perseroan. Hingga kini perseroan belum menentukan opsi pendanaan lain untuk pengembangan usaha.

Sebelumnya Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) menyetujui pembagian dividen 2010 sebesar Rp3,74 triliun atau 60% dari laba bersih 2010 sebesar Rp6,24 triliun.

Perseroan akan membagi sisa dividen sebesar Rp3,49 triliun atau sebesar Rp144,24 per saham yang dibagikan secara tunai kepada pemegang saham. [cms]

Sentimen AS-Yunani, Rontokkan Bursa Asia

Headline
INILAH.COM, Singapura - Saham Asia jatuh terdalam sepekan menjelang rilis data yang mungkin menunjukkan ekonomi AS goyah. Kekhawatiran Yunani tidak dapat melewati pemangkasan anggaran untuk mendapat bailout, menekan prospek eksportir.

Indeks MSCI Asia Pacific tergelincir 1,1% menjadi 130,78, dengan lebih dari dua saham jatuh untuk setiap yang naik.

"Konsumen adalah pendorong utama ekonomi AS, dan jika kepercayaan diri melemah, akan menyeret turun ekonomi secara keseluruhan,” kata Shane Oliver, kepala strategi investasi di AMP Capital Investors Ltd., Sydney ''Dan jika konsumen AS sedang berjuang, itu artinya menghapus pasar ekspor Asia.''

Indeks Nikkei 225 Stock Average, indeks Kospi Korea Selatan dan S & P / ASX 200 Australia turun 1%. Indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,6%, sedangkan indeks komposit Shanghai menguat 0,4%.

Kontrak pada indeks Standard & Poor 500 sedikit berubah hari ini. Di New York, indeks turun 1,2% akhir pekan lalu, atas kekhawatiran krisis utang Eropa. Selain Oracle Corp yang menekan saham teknologi.

Belanja konsumen di AS kemungkinan naik di laju paling lambat untuk hampir satu tahun dan manufaktur layu karena prospek pekerjaan yang redup. Biaya komoditas yang meningkat juga membebani pemulihan ekonomi terbesar dunia. Ekonom mengatakan data yang dirilis pekan ini akan menunjukkan hal tersebut.

Pembelian naik 0,1% pada Mei, kenaikan terkecil sejak Juni 2010, menurut estimasi ekonom. Indeks Kepercayaan konsumen Conference Board akan meningkat menjadi 61 di Juni dari posisi terendah enam bulan 60,8 pada Mei, menurut survei. Indeks pabrik Institute for Supply Management turun menjadi 51,8 bulan ini dari 53,5 pada Mei, menurut median survei. Angka di atas 50 adalah sinyal ekspansi.

Toyota Motor Corp, produsen mobil utama dunia dari penjualan, turun 2,3% di Tokyo. Sony Corp, pembuat konsol game PlayStation dan televisi Bravia, tergelincir 2,1%. Nintendo Co, pembuat game konsol Wii yang mendapat 45% penjualannya dari Amerika, kehilangan 1,2%.

Samsung Electronics Co, eksportir elektronik konsumen terbesar Korea Selatan dan terbesar kedua dunia, turun 2% di Seoul, setelah Apple Inc menggugat perusahaan pengisian pelanggaran paten.

Lembaga keuangan Asia-Pasifik jatuh setelah Komite Basel Pengawasan Perbankan, menetapkan standar modal untuk bank-bank di seluruh dunia. Dalam sebuah pernyataan pada 25 Juni, bank yang dianggap terlalu besar untuk gagal, harus memegang 2,5% tambahan modal sebagai upaya mencegah krisis keuangan lain. Sebanyak 30 pemberi pinjaman mungkin menghadapi beberapa tingkat biaya tambahan.

Commonwealth Bank of Australia Ltd, pemberi pinjaman negara terbesar daria nilai pasar, tergelincir 1,3% di Sydney, setelah regulator menaikkan persyaratan kecukupan modal untuk pemberi pinjaman terbesar dunia. China Construction Bank Corp, pemberi pinjaman terbesar kedua di negara itu dari nilai pasar, turun 0,8% di Hong Kong. HSBC Holdings Plc, bank terbesar Eropa dari nilai pasar, turun 1,5%.

“Langkah-langkah ini akan membantu mengatasi eksternalitas negatif dan moral hazard yang ditimbulkan bank-bank yang penting secara sistemik global, "kata Jean-Claude Trichet, Presiden Bank Sentral Eropa, dalam laporan panitia perbankan setelah pertemuan di Basel, Swiss.

Perdana Menteri George Papandreou menghadapi ujian kedua dalam sepekan, menyusul pemberian suara anggota parlemen pada rencana penghematan lima tahun yang harus dilewati Yunani untuk mendapatkan bailout lebih lanjut. Yunani membutuhkan pinjaman dari Eropa dan Dana Moneter Internasional untuk menutupi 6,6 miliar euro (US$ 9,3 miliar) obligasi jatuh tempo pada Agustus.

Cosco Pacific Ltd, yang mengoperasikan fasilitas kontainer di pelabuhan Piraeus Yunani, turun 3,3% di Hong Kong. Esprit Holdings Ltd, busana Hong Kong yang memfaktorkan Eropa sebagai pasar terbesar, tergelincir 4%. Mazda Motor Corp, produsen mobil Jepang yang mendapat 18% penjualan dari Eropa, turun 1%. [mdr]

Tegang Nantikan Voting Yunani, Rupiah Rontok

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Senin (27/6) ditutup melemah 20 poin (0,23%) ke level 8.615/8.625 per dolar AS dari posisi akhir pekan lalu 8.595/8.605.

Periset dan analis senior PT Monex Investindo Futures Albertus Christian mengatakan, pelemahan rupiah hari ini dipicu oleh tnvestor yang kembali tegang menantikan penyelesaian krisis utang Yunani. Menurutnya, pasar menantikan hasil voting parlemen negeri Para Dewa itu untuk program penghematan fiskal agar mendapat bailout baik dari Uni Eropa maupun dari International Monetary Fund (IMF).

Pada Rabu (29/6) voting akan dilakukan untuk pemangkasan anggaran dan kenaikan pajak. Lalu, pada Kamis (30/6) parlemen akan mem-voting soal penjualan aset-aset negara sekaligus akan menentukan pos-pos mana saja yang akan dibailout. "Karena itu, sepanjang perdagangan rupiah mencapai level terlemahnya 8.623 dan terkuatnya 8.610 per dolar AS,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Senin (27/6).

Lebih jauh Christian mengatakan, pasar sendiri optimistis, parlemen akan menyetujuinya. Sebab, Perdana Menteri George Papandreou sudah melakukan reshuffle kabinet. "Tapi, pasar tetap cemas sebelum hasilnya memang bisa diketahui," ungkapnya.

Sementara itu, dolar AS melemah terhadap mayoritas mata uang utama termasuk terhadap euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa) sebesar 0,03% ke level indeks dolar AS 76,19. Koreksi dolar AS dipicu oleh profit taking setelah mencapai level terkuatnya US$1,4140 dan indeks dolar AS mencapai 76,59 pekan lalu.

Di sisi lain, pasar juga menantikan keputusan parlemen AS terkait limit utang negara adidaya itu dari US$14,3 trilun ke level US$16,5 triliun untuk menutup defisit fiskal 15,7%. Karena itu, pasar tidak terlalu berani mendorong dolar AS terlalu kuat. Apalagi, market juga mencemaskan potensi default (gagal bayar) di AS. "Terhadap euro, dolar AS ditransaksikan melemah ke level US$1,4198 dari sebelumnya US$1,179 per eurro," imbuh Christian.

PGAS Bagi Dividen Rp3,74 Triliun

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) menyetujui pembagian dividen 2010 sebesar Rp3,74 triliun atau 60% dari laba bersih 2010 sebesar Rp6,24 triliun.

Perseroan akan membagi sisa dividen sebesar Rp3,49 triliun atau sebesar Rp144,24 per saham yang dibagikan secara tunai kepada pemegang saham. Sebelumnya perseroan telah membagikan dividen interim 2010
Sebesar Rp247,24 miliar atau Rp10,20 per saham.

Pembagian sisa dividen dilakukan pada 4 Januari 2011. "Kita bagi sisa dividen Rp144,24 per saham," ujar Direktur Utama PGAS Hendi Prio Santoso, Senin (27/6). Perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp6,24 triliun pada 2010 dibandingkan periode sama sebelumnya Rp6,23 triliun.

Pendapatan perseroan dari Rp18,02 triliun pada 2009 menjadi Rp19,17 triliun. Selain itu, laba usaha perseroan naik dari Rp7,68 triliun pada 2009 menjadi Rp9,04 triliun pada 2010 sedangkan laba kotor perseroan naik dari Rp10,80 triliun pada 2009 menjadi Rp12,54 triliun pada 2010. [cms]

Saham BUMI Teraktif Diperdagangkan Senin (27/6)

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Saham Bumi Resources Tbk (BUMI) teraktif diperdagangkan pada hari ini dengan transaksi mencapai 4.074 kali senilai Rp347,3 miliar dengan volume 115,07 juta saham.

Demikian dikutip dari data BEI, Senin (27/6). IHSG ditutup turun 35,13 poin atau 0,9% ke 3.813,43. Volume perdagangan 3,6 miliar saham senilai Rp2,5 triliun. IHSG mengalami net foreign sell sebesar Rp70,4 miliar dengan penjualan asing mencapai Rp968,2 miliar dan pembelian asing Rp897,7 miliar.

Urutan kedua saham LCGP dengan transaksi sebanyak 3.164kali senilai Rp7,4 miliar dengan volume perdagangan mencapai 135,5 juta saham. Urutan ketiga saham MICE dengan transaksi sebanyak 2.739 kali senilai Rp29,02 miliar dengan volume perdagangan mencapai 52,6 juta saham. Urutan keempat saham EKAD dengan transaksi sebanyak 2.651 kali senilai Rp24,3 miliar dengan volume perdagangan mencapai 37,9 juta saham.

Urutan kelima saham PYFA dengan transaksi sebanyak 2.065 kali senilai Rp18 miliar dengan volume perdagangan mencapai 74,05 juta saham. Urutan keenam saham JTPE dengan transaksi sebanyak 1.963 kali senilai Rp13,1 miliar dengan volume perdagangan mencapai 8,1 juta saham. Urutan ketujuh saham BORN dengan transaksi sebanyak 1.953 kali senilai Rp9,3 miliar dengan volume perdagangan mencapai 38,9 juta saham.

Urutan kedelapan saham APLI dengan transaksi sebanyak 1.731 kali senilai Rp9,3 miliar dengan volume perdagangan mencapai 45,1 juta saham. Urutan kesembilan saham MIRA dengan transaksi sebanyak 1.693 kali senilai Rp9,9 miliar dengan volume perdagangan mencapai 63,2 juta saham. Urutan kesepuluh saham INAF dengan transaksi sebanyak 1.625 kali senilai Rp9,9 miliar dengan volume perdagangan mencapai 65,3 juta saham.

Inilah 10 Top Foreign Sell Saham Senin (27/6)

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Penjualan yang dilakukan investor asing hari ini menekan IHSG yang ditutup turun 0,96% ke level 3.813,43.

Investor asing tercatat menjual 592,75 juta saham senilai Rp968,27 miliar atau terjadi net foreign sell sebesar Rp70,47 miliar. Dari data yang dihimpun INILAH.COM, 10 saham terbesar yang dijual asing pada perdagangan hari ini adalah BUMI, menduduki posisi teratas yang dijual atau sebanyak 42,22 juta saham. Urutan kedua terbesar saham yang dijual asing adalah BNBR sebanyak 40,14 juta saham.

Urutan ketiga terhadap saham ASRI yang dijual asing sebanyak 15,63 juta saham, diikuti LPKR sebanyak 13,58 juta saham, BLTA 9,19 juta saham, TRUB 8,5 juta saham, ARNA 6,96 juta saham, JAWA 5,16 juta saham, BUDI 4,75 juta saham dan MICE 4,35 juta saham.

Sumalindo tak Bagi Dividen

Headline
INILAH.COM, Jakarta - RUPST PT Sumalindo Lestari Jaya Tbk (SLJ) menyetujui untuk tidak memberikan dividen kepada para pemegang saham untuk tahun buku 2010.

Demikian hasil rapat umum pemegang saham (RUPS) dan public expose yang dilaksanakan perusahaan di Jakarta, Senin (27/6). “Memang secara pembukuan kita untung, tapi itu bukan dari operating. Oleh sebab itu kita tidak bisa bagi dividen,” tukas Wakil Presiden Direktur SLJ, David, di Jakarta Senin (2/6).

Selain tidak membagikan dividen, perseroan juga menyetujui untuk menjual saham perseroan sebesar 50.937.500 saham atau setara 62,5% di PT Kalimantan Powerindo kepada PT Bangun Djaya Perkasa.

Hasil penjualan saham tersebut rencananya dananya akan digunakan untuk keperluan capex perseroan. “Capex sedang kita hitung angkanya, jadi saya tidak bisa berikan gambaran pastinya,” katanya. [cms]

Inilah 10 Top Foreign Buy Saham Senin (27/6)

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Pembelian investor asing hari ini mengurangi tekanan terhadap IHSG yang turun 0,96% ke level 3.813,43.

Investor asing tercatat membeli 395,41 juta saham senilai Rp897,79 miliar. Dari data yang dihimpun INILAH.COM, 10 saham terbesar yang diborong asing pada perdagangan hari ini adalah ENRG menduduki posisi teratas yang dibeli sebanyak 99,46 juta saham. Urutan kedua terbesar saham yang dibeli asing adalah DEWA sebanyak 16,24 juta saham.

Urutan ketiga terhadap saham BBRI yang dibeli asing sebanyak 10,66 juta saham, diikuti BMRI sebanyak 6,08 juta saham, ADRO 5,34 juta saham, DOID 5,15 juta, EMDE 5 juta saham, TURI 4,75 juta saham, BMTR 4,56 juta saham, BBNI 4,46 juta.