Kamis, 21 Juli 2011

TRST dan IDKM Masuk UMA

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mencermati pergerakan saham PT Indosiar Karya Media Tbk (IDKM) dan PT Trias Sentosa Tbk (TRST) karena mengalami aktivitas transaksi di luar kebiasaan (unusual market activity/UMA).

Selain itu, pengamatan dilakukan juga berdasarkan peningkatan harga saham yang dinilai tidak wajar. "Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan harga dan aktivitas transaksi saham ini," jelas Direktur Utama BEI Ito Warsito dalam keterbukaan informasi BEI di Jakarta, yang dikutip Kamis (21/7).

Bursa juga telah meminta konfirmasi kepada perusahaan tercatat pada 14 Juli lalu, dan jawaban dari perseroan telah diumumkan sehari sesudahnya. Oleh karena itu investor dihimbau untuk memperhatikan jawaban perseroan atas permintaan konfirmasi bursa, serta mencermati kinerja perseroan dan keterbukaan informasinya.

Selain itu, diminta mengkaji kembali rencana aksi perusahaan apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Lalu mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.

Berencana akuisisi lahan di Bali, saham SMRA melaju kencang

JAKARTA. Saham Summarecon Agung (SMRA) tersenyum sumringah pagi ini. Pada pukul 10.26, saham SMRA tercatat naik 1,72% menjadi Rp 1.180. Bahkan sebelumnya, saham perusahaan pengembang properti ini sempat bertengger di posisi Rp 1.190.

Disinyalir, aksi perburuan investor atas saham ini terkait dengan aksi korporasi perusahaan. Asal tahu saja, SMRA berencana mengakuisisi sejumlah lahan. Langkah tersebut, merupakan agenda aksi ekspansi bisnis perseroan jangka panjang.

Sejumlah daerah sedang SMRA lirik untuk pengembangan bisnis, terutama Bali.

Optimisme bailout Yunani bikin rupiah konsisten menguat di hari ketiga

Optimisme bailout Yunani bikin rupiah konsisten menguat di hari ketiga
JAKARTA. Apresiasi rupiah berlanjut untuk hari ketiga. Mata uang Garuda ini konsisten menguat di tengah optimisme kesepakatan antara pemimpin Perancis dan Jerman yang akan memecahkan kebuntuan terkait paket bailout Yunani. Sentimen positif ini mendorong permintaan terhadap aset emerging market.

Nilai tukar rupiah menguat 0,1% ke level Rp 8.537 per dollar AS, hingga pukul 10.22 di Jakarta. Pada tahun ini, rupiah sudah menguat 5,2% seiring dana asing yang masuk ke pasar saham Indonesia mencapai US$ 2,5 miliar, lebih dari jumlah yang mereka jual.

Sementara, dana asing di surat utang negara juga meningkat sebesar 2,9% pada bulan ini yaitu mencapai Rp 241,76 triliun hingga 18 Juli.

Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy mencapai kata sepakat terkait kondisi utang Yunani. Hal itu disampaikan juru bicara Merkel, sebelum pertemuan puncak hari ini untuk mengatasai merembetnya penyakit di pasar obligasi Eropa.

Ekonom United Overseas Bank Ltd. Ho Woei Chen menilai, kesepakatan atas Yunani berdampak positif pada mata uang Asia, karena itu akan meningkatkan sentimen pasar untuk mengambil risiko (risk appetite). "Kenaikan rupiah sejalan dengan sentimen umum pada mata uang Asia," ujarnya.

Pajak ekspor CPO dipangkas, saham AALI sempat terbang 1,3%

Pajak ekspor CPO dipangkas, saham AALI sempat terbang 1,3%
JAKARTA. Saham Astra Agro Lestari (AALI) melaju kencang pagi ini. Pada pukul 10.21, saham AALI tercatat naik 0,65% menjadi Rp 23.150. Pada transaksi sebelumnya, harga saham produsen CPO ini sempat menyentuh level Rp 23.300 atau melonjak 1,3%.

Sepertinya, aksi beli yang melanda saham-saham berbasis crude palm oil pagi ini terkait dengan pemangkasan pajak ekspor CPO di Indonesia. Asal tahu saja, pajak ekspor CPO mulai Agustus mendatang akan turun menjadi 15% dari sebelumnya 20%.

Laba di bawah prediksi analis, saham BBTN dilanda aksi jual

Laba di bawah prediksi analis, saham BBTN dilanda aksi jual
JAKARTA. Saham Bank Tabungan Negara (BBTN) dilanda aksi jual pagi ini. Pada pukul 10.00, saham BBTN tercatat melorot 0,56% menjadi Rp 1.760. Bahkan pada transaksi sebelumnya, saham BBTN sempat menyentuh level Rp 1.750.

Aksi jual yang melanda saham perbankan pelat merah ini terjadi di tengah kenaikan kinerja perusahaan. Sekadar informasi saja, BBTN mencatat laba bersih sebesar Rp 480 miliar pada Juni 2011 atau tumbuh 13,84% dibandingkan pada periode yang sama di 2010 yang sebesar Rp 422 miliar.

Laba bersih tersebut ditopang oleh pertumbuhan kredit yang mencapai Rp 56,49 triliun di Juni 2011 atau tumbuh sebesar 21,46% dibandingkan pada Juni 2010 yang sebesar Rp 46,51 triliun.

Menurut Kepala Riset eTrading Securities Betrand Reynaldi, Secara overall pertumbuhan laba bersih cukup baik serta indicator seperti NPL berada di posisi 3,65% dan CAR 15,85%. "Namun laba bersih di kuartal I tahun ini mencapai 44% dari prediksi laba bersih 2011 konsesus analis yakni Rp 1,09 triliun.

Saat ini tujuh analis merekomendasikan beli, tujuh analis merekomendasikan hold, dan dua analis merekomendasikan jual dengan target harga rata-rata Rp 1.950.

Inilah Saham-saham Siap Giring IHSG ke 4.300

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Usaha AS menghindari default (gagal bayar) dinilai semakin memperkuat tren bullish IHSG. Hingga September 2011, indeks domestik bakal bertenger di level 4.300. Inilah saham-saham pendukungnya.

Technical analyst dari Jsxpro.com Tommy Yu memperkirakan, Indeks Harga Saham Gabungan IHSG ^JKSE saat ini masih up trend dan sangat solid naik. Berdasarkan hitungan teknikal, menurut Tommy, pada September-Oktober 2011, indeks domestik berpeluang bertenger di level Rp4.300.

Adapun saham-saham yang bakal menjadi penggerak indeks ke level tersebut, menurutnya adalah saham-saham di sektor perbankan dan PT Astra Internasional (ASII) meskipun selalu tergantung pada timing-nya. “Sebelumnya penggerak indeks adalah sektor perbankan sekarang giliran properti. Tapi, secara umum penggerak utama indeks adalah sektor perbankan,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (20/7).

Tommy memperkirakan, selain ASII, saham seperti PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Bank Central Asia (BBCA) dan PT Bank Mandiri (BMRI) bakal menjadi pendongkrak indeks. “Itulah trio banking yang bakal dorong IHSG ke level 4.300,” tandas Tommy.

Dalam situasi ini, lanjutnya, strategi yang tepat adalah ‘let your profit run’ (membiarkan keuntungan terus naik). Artinya, dalam situasi market yang koreksi, jangan buru-buru merealisasikan keuntungan. “Terutama untuk long term investor lebih baik hold saja dulu, let your profit run,” tandasnya.

Tapi, untuk trader jangka pendek, saham-saham perbankan lebih baik profit taking saja terlebih dahulu. Untuk saat ini, disarankan tidak membeli terlebih dahulu saham-saham tersebut. “Untuk trading (investor jangka pendek) lebih baik melepas saham-saham di sektor ini karena baru saja mengalami kenaikan yang tajam,” tandasnya.

Trader, lanjutnya, bisa fokus pada saham-saham di sektor properti atau saham lain. Tapi, jika saham-saham perbankan sudah balik arah (menguat), bisa kembali mengintai saham di sektor tersebut. “Untuk trading bukan saat yang tepat mengambil ASII dan perbankan,” timpalnya.

Sebab, lanjut Tommy, swing ke atas saham-saham perbankan dan ASII sudah cukup panjang dan sekarang sudah saatnya untuk koreksi. “Lebih baik tunggu buy on weakness karena trennya masih naik tapi bukan waktu yang tepat untuk beli,” ujarnya.

Dihubungi terpisah, pengamat pasar modal Willy Sanjaya mengatakan, pada intinya investor domestik tak perlu khawatir kondisi batas atas uang AS. Pasar lebih baik fokus pada IHSG yang berada pada garis bullish. “Obama yang sudah mendukung proposal kenaikan batas utang AS, akan menambah indeks domestik jadi semakin bullish,” tandasnya.

Hanya saja, menurut Willy, jika sebelumnya bullish indeks didukung oleh saham ASII dan saham-saham sektor perbankan, sekarang akan ditopang saham-saham yang secara valuasi tertinggal jauh. “Buktinya, saham-saham di sektor properti sekarang mendapat giliran untuk naik,” ujarnya.

Karena itu, imbuhnya, saham-saham yang tertinggal di sektor properti, pertambangan dan saham-saham BUMN bakal mendorong indeks ke 4.300 pada September 2011. Sebab, indeks ke level 4.300 tidak bisa tercapai tanpa didukung fondasi yang kuat yakni harus didukung oleh semua saham.

Saham-saham pilihan Willy adalah PT Perusahaan Gas Negara (PGAS), PT International Nickel Indonesia (INCO), PT Antam (ANTM) dan PT Timah (TINS). Lalu, PT Bumi Resources (BUMI) dan PT Darma Henwa (DEWA).

Di sektor properti PT Kawasan Industri Jababeka (KIJA) , PT Sentul City (BKSL) dan PT Bakrieland Development (ELTY). “Saya rekomendasikan strong buy saham-saham tersebut,” ujarnya.

Asal tahu saja, pada Selasa (19/7) waktu setempat atau Rabu (20/7) dinihari Presiden AS Barack Obama mengatakan, waktu mulai menipis untuk sebuah kesepakatan menaikkan batas utang. Presiden Barack Obama pun mendukung proposal dari dua partai (Republik dan Demokrat) untuk rencana pemangkasan defisit guna menghindari default (gagal bayar). [mdr]

Indeks masih mempertahankan penguatan setelah tembus rekor kemarin

Indeks masih mempertahankan penguatan setelah tembus rekor kemarin
JAKARTA. Setelah mencatatkan rekor baru, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Kamis (21/7) pagi ini masih bertahan di jalur penguatan meskipun indeks Dow Jones Industrial (DJI) terjerembab ke zona merah. Indeks dibuka di posisi 4.055,030 setelah menguat 4,398 poin.

Sektor-sektor yang memimpin reli dan mendorong penguatan IHSG pagi ini antara lain industri dasar, konstruksi, dan barang konsumen. Sementara sektor aneka industri dan pertambangan mengalami koreksi.

Hingga pukul 09.40, di bursa saham tercatat kenaikan 67 saham dan penurunan 56 saham. Sedangkan 91 saham lain masih stagnan.

Saham PT Bhakti Capital Indonesia Tbk (BCAP) yang meroket 20,48% ke Rp 500 memimpin top gainers. Selanjutnya, ada PT Titan Kimia Nusantara Tbk (FPNI) yang naik 9,03% ke Rp 158 dan PT Bhakti Investama Tbk (MYTX) yang naik 6,90% ke Rp 930.

Sementara itu, saham-saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) yang turun 5,25% ke Rp 225, PT Mulia Industrindo Tbk (MLIA) yang turun 3,51% ke Rp 550, dan PT Asia Pacific Fibers Tbk (POLY) yang turun 3,45% ke Rp 28 bertenggr sebagai top losers.

Menurut Kepala Riset Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo, sentimen negatif dari DJI diperkirakan akan membuat IHSG hari ini bergerak bervariasi pada kisaran 4.020-4.100. "Potensi penguatan lebih lanjut masih terlihat pada saham-saham batubara dan crude palm oil (CPO)," ujarnya.

Sektor perbankan memimpin lonjakan bursa Asia pagi ini

Sektor perbankan memimpin lonjakan bursa Asia pagi ini
TOKYO. Mayoritas saham di bursa Asia melaju pagi ini. Lonjakan dipimpin oleh saham-saham perbankan Asia setelah Prancis dan Jerman setuju untuk membantu menyelesaikan krisis utang Yunani dalam pertemuan hari ini. Sementara itu, saham-saham teknologi mengalami penurunan setelah Hynix Semiconductor Inc melaporkan penurunan laba.

Pada pukul 10.14 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific naik 0,1% menjadi 136,91. Kenaikan tersbeut kian mendekati level tertinggi sejak 8 Juli lalu.

Sejumlah saham yang mempengaruhi pergerakan bursa Asia diantaranya: Mitsubishi UFJ Financial Group Inc yang naik 0,8% di Tokyo, Hana Financial Group Inc yang naik 1,4% di Seoul, dan Hynix turun 0,4% di Seoul.

Sekadar tambahan saja, Kanselir Jerman Angelina Merkel dan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy menyetujui untuk bekerjasama dalam membantu menyelesaikan permasalahan Yunani dalam pertemuan yang berlangsung hari ini di Brussels. Sementara, Perdana Menteri Yunani George Papandreou bilang, pemimpin Eropa harus menunjukkan bahwa mereka mampu menyelesaikan masalah utang agar Italia dan Spanyol bisa terhindar dari penyebaran krisis.

Reminder Cum Date Dividen APLI, ASDM 21/07/2011

Berikut ini kami informasikan bahwa Hari ini 21 July 2011 adalah Cum Date untuk pelaksanaan kegiatan Corporate Action sebagai berikut :

No.

Kode Efek

Nama Efek

Jenis Kegiatan

1.

APLI

ASIAPLAST INDUSTRIES Tbk

Dividen Tunai Rasio Rp20.- per saham

2.

ASDM

ASURANSI DAYIN MITRA Tbk

Dividen Tunai Rasio Rp35.- per saham

Saham DILD Bertenaga ke Level Rp500

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Laju saham DILD, Kamis (21/7) diprediksi menguat karena grafiknya sudah menunjukkan starting menguat. Valuasinya pun masih murah. Beli di level Rp345-355 lalu hold hingga Rp380 tercapai.

Pengamat pasar modal Irwan Ariston Napitupulu mengatakan, potensi penguatan saham PT Intiland Development (DILD) hari ini salah satunya dipicu oleh tren bullish saham-saham sektor properti dalam dua hari terakhir. Kemarin sektor ini sudah naik 4,8% dan hari sebelumnya mencapai 2,8%.

Dalam dua hari terakhir, lanjutnya, pasar akan fokus pada saham-saham sektor properti. Dia memperkirakan, sektor properti masih menarik hari ini. Saham DILD yang paling menarik di sektor ini. “Saham-saham properti yang lain sudah dua hari naik sehingga rawan profit taking di hari ketiga ini meskipun ada beberapa saham yang kenaikannya masih moderat,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (20/7).

Irwan memperkirakan, hari ini saham DILD akan bergerak dalam kisaran support Rp335 dan Rp360 sebagai level resistance-nya. “Target berikutnya Rp380 per saham,” ujarnya.

Pada perdagangan Rabu (20/7) saham DILD ditutup menguat Rp25 (7,69%) ke level Rp350 dari posisi sebelumnya Rp325. Harga intraday tertingginya mencapai Rp360 dan terendah Rp320. Volume transaksi mencapai 126,1 juta unit saham senilai Rp43,04 miliar dan frekuensi 2.273 kali.

Dari sisi grafiknya pun, saham DILD menarik karena baru starting naik pada perdagangan kemarin sehingga masih bertenaga naik hari ini dan hari-hari berikutnya. Saham ini juga menarik jika dilihat dari harga tertingginya dalam sejarah di level Rp700 pada 2010. “Artinya, level saat ini masih sangat murah,” tandas Irwan.

Karena itu, Irwan memperkirakan, potensi penguatan ke depannya ke level Rp400-430 terbuka lebar. Apalagi, DILD juga belum memecahkan resistance terakhir di level Rp380. Sementara itu, saham-saham properti yang lainnya sudah naik signifikan. “Karena itu, Kamis (21/7) ini, saham DILD potensial naik,” ungkapnya.

Selain itu, DILD juga mendapat dukungan dari faktor fundamental. Price to Book Value (PBV) DILD masih di level 1 (satu) kali. Sebab, book value-nya di level Rp323. Sementara itu, saham-saham properti lain rata-rata sudah mencapai 2 kali. Apalagi, Price to Earnings Ratio (PER) saham ini masih di level 11 kali. “Secara fundamental, saham DILD murah dan dari sisi grafiknya pun starting naik,” ucapnya.

Ia menjelaskan, grafik DILD memperlihatkan pembelian yang signifikan. Potential gain-nya pun signifikan ke level Rp380 untuk hari ini hingga besok. “Level ini juga bukanlah strong resistance. Jadi, untuk jangka pendek oke dan jangka menengah pun oke,” tutur Irwan.

Coba bandingkan dengan PT Summarecon Agung (SMRA) yang menjadi leader di sektor properti. Menurutnya, PBV-nya sudah di level 3 kali dan PER-nya sudah di atas 30 kali. “SMRA secara valuasi sudah tak lagi murah secara grafik masih sideways-starting naik dengan target resistance Rp1.200,” ujarnya.

Karena itu, dengan performance DILD yang sangat oke dan sektor properti yang sudah kembali bangkit, hingga akhir tahun, saham ini ditargetkan bakal kembali ke level Rp500. “Sedangkan target 12 bulan ke depan di level Rp700,” papar Irwan.

Di atas semua itu, Irwan merekomendasikan beli di level Rp345-355. Karena baru starting naik, level tersebut merupakan pembelian yang oke. “Lalu, hold hingga Rp380 tercapai untuk pemain jangka pendek 3-5 hari ke depan. Jika level tersebut ditembus, target berikutnya Rp420-430,” ungkapnya.

Tapi, lanjutnya, bagi yang sudah punya posisi bisa menaikkan trailing stop (mengunci keuntungan) dari level Rp335, lalu hold. Jika tembus Rp360 ke level Rp365, trailing stop dinaikan ke level Rp345 dari Rp355. Dengan menaikkan trailing stop, pelaku pasar bisa mendapatkan profit yang signifikan saat market bullish. “Jangan cepat-cepat profit taking,” imbuhnya. [mdr]

Indosurya: Pelemahan bursa AS bisa membuat indeks ikut terjerembab

Indosurya: Pelemahan bursa AS bisa membuat indeks ikut terjerembab
JAKARTA. Dalam hasil riset yang dirilis hari ini, Indosurya Asset Management memprediksi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan berada pada support 4.007-4.029 dan resistance 4.063-4.076.

"IHSG membentuk spinning tops dimana sebelumnya membentuk hammer. Biasanya setelah terbentuk hammer di atas mengkonfirmasi adanya koreksi namun, karena didukung oleh sentimen positif menjadikan IHSG mampu berbalik arah," jelas Managing Research Indosurya Reza Priyambada.

Dia menjelaskan, MACD masih terbatas kenaikannya dengan histogram positif yang mendatar. RSI, William\'s %R, dan Stochastic masih berada di atas area overbought dan bergerak dalam rentang tipis.

"Meski sentimen positif masih beredar, namun, melihat dari pelemahan bursa saham AS dimungkinkan IHSG pun ikut terpengaruh. Apalagi kondisi ini bisa dimanfaatkan untuk profit taking," jelasnya.

eTrading: Perhatikan saham ITMG, PGAS, dan SMGR, waspadai profit taking

JAKARTA. Pada perdagangan Rabu (20/7), indeks Dow Jones ditutup turun 15,5 point (0,12%) ke level 12.571,90. Penurunan tersebut menyusul kekhawatiran yang muncul akan gagalnya upaya pemerintah AS dalam menetapkan batas kredit negara tersebut.

Sementara, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup naik 27 point (0,67%) ke level 4,.050,63 dengan asing tercatat melakukan net sell pada pasar regular sebesar Rp 26,7 miliar. Saham-saham yang paling banyak dilepas adalah BMRI, TLKM, ITMG, BBCA, dan PGAS.

"Secara teknikal, kenaikan IHSG pada perdagangan kemarin didukung dengan volume yang meningkat," ujar Kepala Riset eTrading Securities Betrand Reynaldi.

Dia menambahkan, investor juga perlu mewaspadai aksi profit taking melihat pergerakan indikator stochastic yang telah membentuk deathcross di area overbought dan RSI yang juga telah berada di area overbought.

Pada perdagangan hari ini (21/7), "IHSG kami perkirakan akan bergerak pada kisaran 4.005-4.072. Saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain ITMG, PGAS, dan SMGR," pungkasnya.

Pembajakan pejabat MI mulai marak

JAKARTA. Industri reksadana semakin seksi. Indikasinya, laju perpindahan wakil manajer investasi dari satu Manajer Investasi (MI) ke MI lain mulai meningkat. Praktik ini lazim disebut pembajakan, seperti halnya di perbankan. Apalagi, industri reksadana sebentar lagi juga bakal kedatangan sedikitnya lima MI baru.

Pengurus inti di sejumlah MI ramai-ramai pindah gerbong. Kabar terakhir adalah hijrahnya Direktur Utama Danareksa Investment Management (DIM), John D. Item, yang menyeberang ke Indo Premier Investment Management. John tidak sendirian. Dia memboyong dua anak buahnya, yakni Ernawan R. Salimsyah, Senior Portfolio Manager Asset Management DIM; dan Diah Sofiyanti, Head of Bank Distribution & Retail Marketing DIM. Diah mengakui kebenaran kabar tersebut. "Ya, efektif per 1 Agustus (kami) sudah ada di tempat baru," imbuhnya.

Sebelumnya, Putut Endro Andanawarih, Direktur First State Investment bergabung ke Manulife Aset Manajemen Indonesia. Di perusahaan barunya, Putut menjabat sebagai Investment Specialist. "Saya bergabung ke Manulife sejak 6 Juni tahun ini," ujar Putut lewat pesan singkat ke KONTAN, kemarin.

Industri berkembang

Eksekutif lain yang hengkang dari tempat lama adalah Ari Pitoyo, Kepala Riset Mandiri Sekuritas. Ari dikabarkan pindah ke Prudential Asset Management dan menduduki posisi Direktur Investasi.

Putut Endro yang sudah sebulan bergabung dengan Manulife mengungkapkanalasan kepindahannya karena industri reksadana semakin berkembang. Dus, para MI membutuhkan orang-orang yang paham reksadana, baik dari sisi pengalaman maupun kualitas. "Ini hal yang wajar di saat industri sedang bergerak dinamis," kata dia. Sayangnya, orang-orang yang berpengalaman di industri ini masih terbatas. Padahal tidak sedikit MI yang ingin berekspansi.

Keterbatasan SDM di industri reksadana semakin menegaskan kalau ketersediaan tenaga ahli tak sebanding dengan membeludaknya permintaan. Inilah yang menyebabkan praktek saling membajak semakin nyata.

Apalagi, "Ada iming-iming pendapatan yang dijanjikan biasanya lebih besar dibandingkan perusahaan lama," tutur seorang sumber KONTAN. Mantan direksi salah satu MI ini menyebutkan, nilai gaji seorang pejabat MI papan atas di Indonesia saat ini bisa mencapai Rp 100 juta per bulan. Pada 2009, nilainya masih sekitar Rp 60 juta per bulan.

Diah sendiri mengelak perpindahannya lantaran dikompensasi dengan harga lebih tinggi. "Saya tidak mau bicara angka, ya," tuturnya.

Djoko Hendratto, Kepala Biro Pengelolaan Investasi Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, menyatakan, tren perpindahan pejabat MI berdampak positif bagi industri reksadana. "Nantinya orang yang profesional dan berpengalaman tersebar di seluruh MI," ujar dia.

Djoko bilang, pejabat yang pindah dari tempat lama berpeluang mendapatkan bayaran lebih tinggi di perusahaan baru. Toh, tren perpindahan adalah hal yang wajar. Ini bukan hanya terjadi di industri reksadana, tapi asuransi dan perbankan.

Terlalu muda atau tua, margin bisa tertekan

Terlalu muda atau tua, margin bisa tertekan
JAKARTA. PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) mengumumkan produksi crude palm oil (CPO) semester I tahun ini meningkat menjadi 594.163 ton. Angka ini 26,20% di atas pencapaian periode yang sama tahun lalu. Manajemen optimistis, produksi di semester II tumbuh lebih pesat karena cuaca bersahabat.

Meski begitu, analis Mandiri Sekuritas Hariyanto Wijaya mencatat, biaya produksi emiten ini meningkat akibat banyak lahan baru. Akibatnya, marjin kotor AALI menjadi paling rendah di antara emiten kebun lain, tertekan karena biaya produksi meningkat akibat banyak lahan matang baru. Marjin kotor AALI merupakan yang terendah di antara emiten perkebunan dengan kapitalisasi besar lainnya meskipun average selling price (ASP) bersaing.

Hariyanto menghitung, akan ada tambahan 11,3% lahan matang AALI tahun ini, sehingga luas menjadi 16.709 hektare (ha). Dia juga menghitung biaya produksi per kilogram tandan buah segar (TBS) untuk lahan yang baru matang setahun, yang meliputi perawatan sampai panen sebesar Rp 7.419, lebih mahal dibandingari biaya produksi untuk lahan yang sudah mencapai usia produktif sebesar Rp 2.782

Padahal, pohon sawit berusia empat tahun, misalnya, baru menghasilkan 9 ton TBS per ha per tahun. Jauh lebih rendah ketimbang Padahal, pohon kelapa sawit yang baru berumur empat tahun baru bisa menghasilkan 9 ton TBS per ha per tahun. Bandingkan dengan dengan pohon berusia produktif (9-15 tahun) yang menghasilkan 24 ton TBS per ha per tahun. Karena itu, Hariyanto memprediksi, earning per share (EPS) AALI tahun depan bisa melorot.

Di sisi lain, lebih dari separuh pohon AALI sudah berusia lebih dari 15 tahun, melewati usia produktif. "Produksi AALI hanya bisa tumbuh single digit di tahun-tahun mendatang, kurang 7%," kata Hariyanto, Rabu (20/7).

Willy Gunawan, analis Andalan Artha Advisindo Sekuritas mengingatkan, AALI harus mengeluarkan dana penanaman pohon baru agar bisa menjaga kelangsungan produksi. Dia yakin, AALI tak akan kesulitan mengingat arus kas yang kuat.

Senada dengan itu, Ricardo Silaen, analis Kim Eng Securities, memprediksi produksi CPO AALI tahun ini bisa tumbuh 12% (year-on-year) menjadi 1,25 juta ton. Perkiraan ini ini tinggi ketimbang target manajemen yang 1,1 juta ton.

Sebaliknya, Hariyanto masih pesimistis akan keberhasilan penanaman baru karena landbank AALI tersebar di lokasi yang berbeda. Umur rata-rata pohon kelapa sawit AALI yang sudah melewati usia produktif juga menjadi perhatian Willy Gunawan, analis Andalan Artha Advisindo Sekuritas. "AALI harus mengeluarkan dana untuk penanaman pohon baru untuk menjaga kelangsungan produktivitasnya," kata Willy.

Dengan arus kas yang kuat dan nyaris tidak punya utang, Willy memperkirakan AALI tidak akan mengalami kesulitan melakukan penanaman. Namun Hariyanto masih pesimis akan keberhasilan penanaman baru karena landbank AALI tersebar di lokasi yang berbeda.

Harga CPO

Ketiga analis tersebut memperkirakan harga CPO masih tetap tinggi tahun ini, didorong permintaan terutama dari China, India, Timur Tengah, Eropa, dan Indonesia. "Harga masih tinggi dalam jangka menengah, meski cenderung volatile jangka pendek," kata Willy. Asumsi dia, harga CPO tahun ini
US$ 950 dan US$ 1.000 tahun depan. Ricardo memprediksi, harga CPO US$ 1.000 per ton.

Proyeksi Hariyanto, harga CPO di tahun ini dan tahun depan datar di US$ 1.100 per ton. Meski begitu, Hariyanto menilai kenaikan harga CPO tidak bisa menutup penurunan marjin AALI

Namun,Sedangkan Willy melihat permintaan akan CPO masih kuat, terutama di Cina, India, Timur Tengah, Eropa dan Indonesia sendiri di mana CPO umum digunakan sebagai minyak goreng. Sedangkan di Eropa CPO lebih banyak digunakan sebagai campuran biofuel.

"Harga masih tinggi dalam jangka menengah, meskipun ada kecenderungan volatile dalam jangka pendek," ramal Willy. Dia memprediksi harga CPO per tonnya sebesar US$ 950 tahun ini, dan US$ 1.000 tahun depan.

Estimasi harga CPO versi Ricardo tidak jauh berbeda, yaitu sebesar US$ 1.000 per ton, dan ada peluang untuk terkoreksi. "Jika itu terjadi, penyeabnya lebih karena produksi berlimpah," ujar dia. daripada penurunan permintaan," ujarnya.

Melihat potensi kenaikan harga CPO, Willy merekomendasikan buy AALI dengan target harga Rp 29.295 per saham berdasarkan price to earning ratio (PER) 16,1 kali dan EV/EBITDA 9,4 kali.

Ricardo juga merekomendasi buy dengan target harga Rp 27.400, mencerminkan PER 2011 15,2 kali.

Sementara Hariyanto memilih merekomendasi neutral. Berdasarkan PER 2012 15 kali, dia menetapkan target harga Rp 23.000.

Harga saham AALI kemarin Rp 22.950 per saham


Harga karet bikin beban produksi GJTL naik

Harga karet bikin beban produksi GJTL naik
JAKARTA. Harga karet yang meroket rupanya menjadi sentimen negatif bagi PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL). Kenaikan harga bahan baku ban tersebut membuat biaya produksi melonjak tinggi.

Menurut Catharina Widjaja, Sekretaris Perusahaan GJTL, di kuartal pertama saja kenaikan harga karet mencapai 30%. Padahal harga bahan baku ban tersebut setara 80% dari total komponen harga pokok produksi.

Meski begitu, perusahaan pembuat ban ini optimistis penjualan hingga akhir tahun masih bisa tumbuh hingga 25%. Tahun lalu, GJTL berhasil membukukan penjualan bersih Rp 9,85 triliun. "Kenaikan penjualan itu akan ditopang oleh kenaikan volume produksi dan harga jual," kata Catharina, Rabu (20/7).

Untuk itu, GJTL akan terus meningkatkan kapasitas produksi hingga 2012 nanti. Produsen ban GT Radial ini menargetkan kapasitas produksi ban radial bisa mencapai 45.000 ban pada tahun ini dan 50.000 ban pada 2012. Per semester pertama lalu, kapasitas produksi ban radial GJTL sudah mencapai 42.000 unit.

Selain itu, GJTL menargetkan kapasitas produksi ban sepeda motor bisa bertambah hingga 105.000 ban selama setahun. "Hingga semester pertama, kapasitas produksinya sudah mencapai 90.000 ban per tahun.

Sekadar info, volume produksi GJTL tahun lalu mencapai 37.000 unit ban radial. Sementara kapasitas produksi ban sepeda motor mencapai 75.000 unit per tahun.

Dengan penambahan produksi, GJTL menargetkan penjualan bisa meningkat hingga mencapai US$ 2 miliar dalam lima tahun.

Hingga semester pertama saja kapasitas produksi ban radial sudah mencapai 42.000 ban per tahun. Sedang untuk ban sepeda motor, GJTL menargetkan hingga tahun 2012 kapasitas produksi akan bertambah menjadi 105.000 ban ban per tahun. "Hingga smester pertama, kapasitas produksinya sudah mencapai 90.000 ban per tahun.

Dari penambahan kapasitas produksi ini, dalam lima tahun kedepan GJTL menargetkan angka penjualan bisa mencapai US$ 2 miliar dalam tempo lima tahun. Catharina yakin target tercapai Chatarina beralasan, target ini bisa tercapai bila melihat meningkatnya perkembangan proyek-proyek infrastruktur. Hal ini akan yang meningkat, hal itu diperkirakan bisa mendongkrak industri otomotif.

Selain itu, GJTL saat ini juga tengah menjajaki kerjasama sebagai pemasok ban dengan beberapa perusahaan otomotif. "Saat ini kami menjajaki kerja sama dengan Proton dan Daihatsu," beber Catharina.

Bursa Asia Berjuang Lanjutkan Penguatan

Headline
INILAH.COM, Sydney – Bursa Jepang dan Korea melemah, meskipun bursa Australia naik tipis pada awal perdagangan Kamis (21/7). Pertemuan kunci Eropa mengenai krisis utang Yunani menjadi fokus pasar.

Indeks Nikkei Stock Average turun tipis 0,1%, dan indeks Kospi di Korea Selatan kehilangan 0,2%, meskipun indeks S&P/ASX 200 Australia naik tipis 0,3% ditunjang kenaikan saham sumber daya dan finansial.

Pasar Tokyo dan Seoul melompat 1,2% pada Rabu kemarin, sementara Sydney mengakhiri sesi naik 1,8%, di tengah optimisme meningkatnya prospek untuk kesepakatan utang AS sebelum batas waktu 2 Agustus.

“Tapi harapan itu memudar selama perdagangan AS kemarin, dan negosiasi untuk menaikkan batas utang AS melemah," menurut ahli strategi di Barclays Capital, demikian dikutip dari yahoofinance.com.

Produsen mobil melemah di Tokyo, setelah membukukan laba yang kuat, dengan Honda Motor Co turun 0,6%.

Samsung Electronics Co turun 1,5% di Korea Selatan, dan LG Chem Ltd turun 4,3% setelah melaporkan bahwa laba kuartal turun 3,3% dibandingkan tahun lalu, di tengah melemahnya industri. Saham Hynix Semiconductor Inc kehilangan 0,6% setelah membukukan penurunan laba bersih 34% pada kuartal kedua karena harga chip yang lebih rendah.

Perusahaan tambang menguat di Sydney, dengan harapan atas data manufaktur China. BHP Billiton Ltd naik 0,6%, sementara Newcrest Mining Ltd naik 0,9%, setelah perusahaan melaporkan bahwa produksi emas kuartal keempat naik 16%.

Saham perbankan juga menguat di Australia, dengan Australia & New Zealand Banking Group Ltd naik 0,9%.

Pemimpin zona Euro akan bertemu di Brussels untuk mencoba menuntaskan solusi definitif untuk masalah utang kawasan.

Surat kabar Financial Times melaporkan bahwa Jerman dan Perancis telah mencapai kesepakatan bersama tentang bailout Yunani.

Para ahli strategi di Barclays Capital mengatakan bahwa setiap diskusi terkait konsolidasi fiskal Uni Eropa berpotensi menghasilkan solusi melegakan yang berkelanjutan. [ast]

Dikabarkan Tender Offer, SPMA Melaju Kencang

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Shangton Ltd. dan UBS Singapore dikabarkan akan menambah porsi kepemilikan sahamnya di PT Suparma (SPMA) melalui tender offer di harga Rp 600.

Berdasarkan data keuangan akhir tahun lalu, SPMA mencetak laba bersih yang naik 10% dibandingkan akhir tahun sebelumnya. Penjualan tahun ini diproyeksikan akan naik sekitar 14-20%. Demikian yang dikemukakan salah seorang pelaku pasar.

Sepanjang kuartal pertama 2011, perseroan sudah mencatatkan penjualan bersih Rp 392 miliar, atau naik 3% dari periode yang sama tahun lalu. Naiknya penjualan bersih didukung meningkatnya harga rata-rata bahan baku pulp dan produk kertas.

Selain itu, di tahun ini SPMA akan membangun instalasi mesin pembuatan kertas baru untuk mengantisipasi peningkatan permintaan produksi dan pembangunan instalasi penanganan limbah produksi.

Pada perdagangan Rabu (20/7) kemarin, SPMA ditutup auto reject pada akhir sesi di level Rp360 atau meningkat 70 poin (24,14%). Volume transaksi tercatat sebesar 187.45 juta lembar saham, senilai Rp62,73 miliar. [ast]

Tambang dan Bank Dukung Bursa Australia

Headline
INILAH.COM, Sydney – Bursa Australia naik pada awal perdagangan Kamis (21/7), dipimpin kenaikan saham sektor perbankan dan sumber daya.

Indeks acuan S & P / ASX 200 naik 0,4% menjadi 4.566,10. Saham keuangan mengikuti kenaikan di AS, dengan Macquarie Group Ltd dan AMP Ltd masing-masing naik 1,1%, dan National Australia Bank Ltd naik 1,0%.

Saham tambang bergerak menguat, dengan Fortescue Metals Ltd naik 1,3%, dan BHP Billition Ltd dan Rio Tinto Ltd masing-masing naik 0,3%, menjelang rilis awal manufaktur China hari ini. [ast]

Saham Jepang Dibuka Menguat

Headline
INILAH.COM, Sydney - Saham Jepang bergerak menguat pada awal perdagangan Kamis (21/7), melanjutkan kenaikan tajam dalam sesi sebelumnya, di tengah optimisme pada isu-isu utang global.

Indeks acuan Nikkei Stock Average naik 0,1% menjadi 10.016.79. Fast Retailing Co, naik 1,8% dan Fujifilm Holdings Corp naik 1,2%. [ast]

Wall Street Tertekan Jatuh Tempo 'Debt Ceiling'

Headline
INILAH.COM, New York - Bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan saham Rabu (20/7). Hal ini dipengaruhi deadline debt ceiling yang mendekati dan hasil kinerja Apple Inc.

Saham Apple mencatatkan kenaikan tertinggi setelah melaporkan pendapatan per kuartal jauh dari yang diharapkan. Saham Apple naik 2,7% ke level US$386,90 tetapi sisi lain pelaku pasar konsentrasi melihat perkembangan penyelesaian debt ceiling di Washington. Pemerintah dan Kongres sedang bernegoisasi untuk menyepakati debt ceiling Amerika Serikat sebelum 2 Agustus.

"Masalah terbesarnya adalah debat soal debt ceiling, padahal waktu semakin mendesak agar ada kesepakatan itu. Pasar juga akan mendapatkan berita mengenai hasil kinerja," tutur Managing Director Beam Capital Management LLC Mohannad Aama, seperti dikutip dari yahoofinance.com.

Indeks Dow Jones turun 15,51 poin atau 0,12% ke level 12.571,91. Indeks S&P 500 turun 0,89 poin atau 0,07% ke level 1.325,84. Indeks Nasdaq turun 12,29 poin atau 0,43% ke level 2.814,23.

Saham teknologi turun pada perdagangan saham Rabu (20/7). Di mana saham Yahoo Inc turun 7,6% ke level US$13,48 setelah laporan hasil kinerja. Saham Microsoft Corp turun 1,7% ke level US$27,06.

Saham sektor keuangan mencatatkan performa baik di mana saham US Bancorp naik 4,4% ke level US$26,14. Manajemen US Bancorp mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 57%. Indeks Bank KBW naik 1,5%.

Saham Intel Corp turun 0,7% ke level US$22,84 sementara saham American Express Co naik 0,3% ke level US$52,26.

Sebelumnya masalah utang Eropa dan peningkatan US debt ceiling mempengaruhi pasar saham. Pada Selasa lalu, ada kesepakatan budget sebesar US$3,75 miliar. Pimpinan Uni Eropa harus mencari solusi masalah utang Yunani. Penjualan rumah pun mengalami penurunan pada Juni.

Volume perdagangan saham sebesar 6,38 miliar saham diperdagangkan di New York Stock Exhange, NYSE Amex, dan Nasdaq di bawah rata-rata harian sebesar 7,48 miliar saham. [ast]