Jumat, 05 Agustus 2011

Bakrieland Raih Pinjaman Rp500 M untuk Modal Kerja

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) mendapatkan dana pinjaman sebesar Rp500 miliar untuk modal kerja seperti city property dan pembangunan residential.

Hal itu disampaikan Direktur Utama PT Bakrieland Development Tbk Hiramsyah Thaib, Kamis (4/8) malam. "Kita sudah dapatkan pinjaman sebesar Rp500 miliar. Pinjaman yang sudah dicairkan sekitar Rp200 miliar," ujar Hiramsyah.

Tapi Hiramsyah enggan menjelaskan lebih detil mengenai pinjaman tersebut.
Lebih lanjut ia mengatakan, pinjaman ini digunakan untuk modal kerja seperti city property dan pembangunan residential. Perseroan telah menganggarkan belanja modal senilai Rp2,5 triliun dalam waktu dua tahun. Belanja modal sebagian besar digunakan untuk pengembangan proyek residential di Sentul dan Jonggol.

Hiramsyah menuturkan, proyek residential akan memberikan kontribusi signifikan pada semester kedua 2011. Hal ini dikarenakan masyarakat akan fokus pada investasi properti setelah pertengahan tahun masyarakat telah menganggarkan biaya pendidikan dan lebaran. [cms]

3 Mitra Strategis Tertarik Lirik Bakrie Tool Road

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Tiga calon mitra strategis tertarik untuk PT Bakrie Toll Road, anak usaha PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) sebelum melakukan penawaran umum saham perdana Bakrie Toll Road paling lambat awal 2012.

Hal itu disampaikan Direktur Utama PT Bakrieland Development Tbk Hiramsyah Thaib, Kamis (4/8) malam. "Sudah ada tiga calon mitra strategis yang tertarik dengan PT Bakrie Toll Road, ada lokal dan asing," ujar Hiramsyah.

Sebelumnya perseroan akan mencari mitra strategis untuk Bakrie Toll Road sebelum melepas saham ke publik. Hiramsyah menuturkan, PT Bakrie Toll Road akan melepas 20%-30% saham ke publik paling lambat pada awal kuartal pertama 2012. Tapi penawaran umum saham perdana ini tergantung dari kondisi pasar saham.

Menurut Investor Relation PT Bakrieland Development Tbk Nuzirman Nurdin, kontribusi PT Bakrie Toll Road masih sekitar 5%-7% terhadap total pendapatan perseroan. Saat ini, PT Bakrieland Development Tbk masih akan fokus untuk mengembangkan proyek residential. [cms]

Petinggi perusahaan mengundurkan diri, saham INCO rontok

Petinggi perusahaan mengundurkan diri, saham INCO rontok
JAKARTA. Harga saham PT International Nickel Ind. Tbk (INCO) melorot sebesar 6,13% ke level Rp 3.825 per saham pada pukul 11.30 WIB. Berdasarkan data Bloomberg, harga produsen nikel ini merupakan yang terendah 5 Mei 2010 lalu.

Anjloknya harga saham INCO ini terjadi setelah para petinggi perusahaan itu mengundurkan diri. Per Juni lalu, setidaknya enam orang petinggi di perusahaan ini mengundurkan diri.

Kabar terbaru, Presiden Direktur INCO Tony Wenas juga tengah mempersiapkan pengunduran dirinya. Seorang sumber KONTAN yang dekat dengan INCO bercerita, pria yang berma lengkap Clayton Allen Wenas ini sudah mengumumkan pengunduran diri di depan karyawan INCO di Sorowako, Sulawesi, Kamis (28/7) lalu.

Tony mengulang pernyataannya, Jumat (29/7), di depan karyawan di Jakarta. "Per September 2011 Tony sudah tidak memimpin INCO lagi," terang sang sumber.

Padahal Tony baru bergabung dengan INCO pada Maret 2010 lalu. Menurut kabar yang beredar, Tony memilih hengkang lantaran tidak nyaman dengan kondisi INCO. "Salah satunya karena adanya ketidakharmonisan dalam tubuh INCO," tutur sumber KONTAN tadi.

Sesi I Anjlok Paling Tajam di Asia, IHSG Terjun Bebas 212 Poin

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun bebas 212 poin akibat aksi jual masif. Banyak investor investor mengamankan portofolionya dalam menyikapi situasi global yang kini penuh risiko.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka langsung merosot tajam 134,502 poin (3,27%) ke level 3.987,584. Investor panik dan mengamankan portofolionya karena khawatir AS akan kembali masuk ke resesi.

Koreksi IHSG semakin lama semakin tajam, tidak tanggung-tanggung indeks sempat mendarat di level 3.904,569. Tekanan jual melanda seluruh saham yang ada di pasar modal.

Pada penutupan perdagangan sesi I, Jumat (5/8/2011), IHSG terjun bebas 212,081 poin (5,15%) ke level 3.910,005. Sementara nilai Indeks LQ 45 ambruk 40,003 poin (5,48%) ke level 690,101.

Indeks sektoral di pasar modal rata-rata terkoreksi lebih dari 5% akibat aksi jual masif di seluruh saham tadi. Transaksi hari ini langsung melonjak cukup tinggi akibat aksi ambil untung.

Hanya dalam beberapa jam saja dana asing langsung mengalir keluar lantai bursa, nilainya hingga siang ini cukup sudah cukup besar. Beberapa saham terkena autoreject batas bawah karena koreksi yang cukup dalam.

Investor memilih keluar dari pasar modal dalam rangka mengantisipasi terjadinya krisis akibat AS yang diprediksi masuk ke masa resesi. Belum lagi ditambah krisis utang di Eropa yang belum tuntas sampai sekarang.

Perdagangan hari ini berjalan ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 109.282 kali pada volume 5,298 miliar lembar saham senilai Rp 4,822 triliun. Hanya 5 saham naik, sisanya 304 saham turun, dan 11 saham stagnan.

Bursa-bursa di regional masih terpuruk di zona merah, namun pelemahannya masih belum apa-apa jika dibandingkan IHSG yang turun lebih dari 5%. Kekhawatiran akan AS kembali masuk ke masa resesi menghantui para investor.

Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang ini:
  • Indeks Komposit Shanghai jatuh 50,52 poin (1,88%) ke level 2.633,52.
  • Indeks Hang Seng terjun bebas 1.022,08 poin (4,67%) ke level 20.862,66.
  • Indeks Nikkei 225 ambruk 348,16 poin (3,60%) ke level 9.311,02.
  • Indeks Straits Times anjlok 101,19 poin (3,26%) ke level 3.005,82.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Century Textille (CNTX) naik Rp 800 ke Rp 8.700, Tempo Scan (TSPC) naik Rp 250 ke Rp 3.025, Surya Citra Media (SCMA) naik Rp 100 ke Rp 6.350, dan Sinarmas (SMMA) naik Rp 25 ke Rp 3.325.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Schering Plough (SCPI) turun Rp 6.900 ke Rp 28.500, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 3.000 ke Rp 45.300, Astra Internasional (ASII) turun Rp 2.800 ke Rp 67.600, dan Gudang Garam (GGRM) turun Rp 2.600 ke Rp 50.100.

(ang/qom)

ELTY tolak jadi pembeli siaga right issue BKSL

ELTY tolak jadi pembeli siaga right issue BKSL
JAKARTA. PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) menyatakan tidak berminat jadi pembeli siaga atau mengambil jatah dalam penerbitan saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (Non-HMETD) yang dilakukan PT Sentul City Tbk (BKSL).

"Kami sudah putuskan tidak akan ambil di saat mereka lakukan penerbitan itu," kata Sekretaris Perusahaan ELTY Nurziman Nurdin, Kamis (4/8).

Nurziman bilang, salah satu alasan manajemen ELTY memutuskan untuk tidak jadi pembeli siaga dalam hajatan right issue itu karena lahan yang akan diakuisisi BKSL menggunakan dana penerbitan saham baru itu tidak krusial. "Sebenarnya saat ini kita sudah merasa cukup dengan rencana Pemda Bogor yang akan membangun jalan tol melalui Sirkuit Sentul. Dengan adanya akses disana, bisa jadi pintu masuk ke Sentul Nirwana," ujarnya.

Sentul Nirwana merupakan lahan yang berada di Jonggol yang kepemilikannya dimiliki bersama oleh ELTY dan BKSL. Luas lahan tersebut mencapai 12.000 hektare.

Di sisi lain, dengan keputusan tidak ambil bagian dalam penerbitan saham baru BKSL, dipastikan kepemilikan ELTY di BKSL akan terdilusi. Namun, Direktur Utama ELTY Hiramsyah S Thalib menyebut, tidak masalah jika saham terdilusi, karena penerbitan saham hanya 10% dari saham yang disetor. "Jadi kalau terdilusi hanya sedikit. Saat ini kita punya sekitar 5,6% dan jika terdilusi tinggal 4,5% lah," tukasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, BKSL akan mengeluarkan 2,854 miliar saham baru seri C tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (Non-HMETD) di harga penawaran Rp 117 per saham. BKSL akan mendapat dana segar mencapai Rp 333,92 miliar. Sebagian besar dari perolehan dana tersebut yaitu sebesar Rp 276,81 miliar akan digunakan untuk akuisisi PT Aftanesia Raya. Adapun, Aftanesia akan menggunakan dana itu untuk melunasi utang kepada PT Biomedia Investment Ltd.

Sisanya, Rp 55,108 miliar akan digunakan perseroan untuk modal kerja dan pengembangan usaha. Sementara, Rp 2 miliar untuk membeli saham Aftanesia yang dipegang Ridwan Imam dan Irwansyah, sehingga BKSL menguasai 100% saham Aftanesia.

Harga saham-saham unggulan rontok

Harga saham-saham unggulan rontok
JAKARTA. Saham-saham unggulan di bursa lokal rontok. Harga saham PT Astra International Tbk (ASII) sudah anjlok sebesar 3,76% menjadi Rp 67.750 per saham pada pukul 10.54 WIB.

Harga saham ASII ini merupakan yang terendah sejak 13 Juli lalu. Harga saham produsen otomotif terbesar di Indonesia ini sempat mencatatkan nilai tertinggi 27 Juli lalu sebesar Rp 75.000 per saham.

Begitu juga dengan saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG). Harga saham produsen batubara berkualitas tinggi ini sudah anjlok 5,59% menjadi Rp 45.600 per saham. Ini merupakan level terendah sejak 7 Juli lalu.

Sementara saham PT Gudang Garam TBk (GGRM) sudah turun sebesar 4,84%. Harga saham produsen rokok ini sudah turun ke level Rp 50.150 per saham.

Penurunan harga saham unggulan ini seiring dengan anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Hingga pukul 11.08 WIB, IHSG sudah anjlok 4,98%ke level 3.916,934.

Semua indeks sektoral memerah. Penurunan yang paling besar adalah indeks sektor pertanian yang turun 5,84%.

Rupiah terseret ke level terlemah lima pekan

Rupiah terseret ke level terlemah lima pekan
JAKARTA. Rupiah jatuh ke level terlemahnya dalam lima pekan terakhir. Mata uang Garuda ini tertekan karena kekhawatiran perlambatan pemulihan ekonomi di AS menekan sentimen positif pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai lebih dari 6% .

Mata uang Garuda melemah 0,6% ke Rp 8.557 per dollar AS, hingga pukul 10.47 di Jakarta. Rupiah bahkan sempat menyentuh Rp 8.599 per dollar AS, yang merupakan level terlemahnya sejak 30 Juni.

Nilai tukar rupiah ini terdepresiasi untuk hari kedua, seiring tertekannya pasar saham global karena sentimen negatif data industri dan belanja konsumen di AS. Laju produksi industri AS di bulan Juli merupakan yang paling lambat sejak Februari 2010. Sementara, belanja konsumen pada Juni tumbang untuk pertama kalinya dalam hampir dua tahun terakhir.

Hari ini, Badan Pusat Statistik merilis data produk domestik bruto Indonesia naik 6,49% pada kuartal kedua, dari bulan sebelumnya di 6,47%. Dana asing yang keluar dari pasar saham Indonesia mencapai US$ 66,5 juta, lebih besar dari yang mereka jual, kemarin.

Ekonom regional dari Barclays Capital Prakriti Sofat menyebut, pasar masih khawatir terhadap risiko melemahnya pertumbuhan global setelah indikator ekonomi AS melemah. "Sentimen eksternal jelas mendominasi pasar mata uang," ujarnya, hari ini, di Singapura.

Sentimen negatif global belum berpotensi hentikan reli harga SUN

JAKARTA. Reli harga obligasi pemerintah (Surat Utang Negara/SUN) terus berlanjut sejak akhir pekan kemarin. Pada Kamis (4/8), indeks IDMA Government Bond yang mencerminkan harga rata-rata SUN, meloncat ke posisi 105,02 atau naik 0,28% dari hari sebelumnya di 104,73.

Corporate Secretary Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) Tumpal Sihombing mengatakan, lonjakan harga obligasi karena optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hari ini, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data produk domestik bruto (PDB) yang mencapai 6,5%, lebih tinggi dibanding kuartal pertama yang naik 6,46%.

Bank Indonesia (BI) pun telah memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan mencapai 6,8% di tahun ini, setelah naik 6,1% pada tahun lalu.

"Sentimen kekhawatiran perlambatan ekonomi AS yang juga ikut andil di penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), belum berpotensi menghentikan reli harga SUN," tuturnya, Jumat (5/8).

Data Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) menunjukkan, harga Surat Berharga Negara (SBN) yang terlihat dari IBPA-IGB Clean Price Index pada penutupan kemarin (4/8) menguat ke level 123,7567, setelah pada pembukaan berada di level 123,3481.

Rata-rata semua yield SUN turun yang mengindikasikan resiko kepemilikan obligasi pemerintah terus berkurang dan menambah nilai surat utang tersebut. Sebut saja, yield seri FR0057 yang bertenor 30 tahun, kemarin ditutup di posisi 8,312% dari 8,517% di hari sebelumnya. Kemudian yield SUN seri FR0058 yang bertenor 21 tahun turun menjadi 8,034% kemarin, dari sebelumnya 8,039%

ELTY Temukan Pembeli Tanah Rasuna Episentrum

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Manajemen PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) mengatakan, pihaknya telah mendapatkan pembeli untuk pengembangan luas lahan sekitar tiga hektar di Rasuna Episentrum senilai Rp500 miliar.

"Ada dua perusahaan dari satu grup yang membeli luas tiga hektar lahan di Rasuna Episentrum," ujar Investor Relations PT Bakrieland Development Tbk Nuzirman Nurdin, Kamis (4/8) malam.

Lebih lanjut ia mengatakan, nilai pembelian lahan seluas tiga hektar tersebut sekitar Rp500 miliar. Lahan seluas tiga hektar tersebut akan dibangun perkantoran. Saat ini luas land bank di Rasuna Episentrum sekitar 13 hektar. Nuzirman mengklaim, saat ini sudah banyak pihak yang tertarik untuk membeli lahan di Rasuna Episentrum. Land bank tersebut akan dibangun apartemen dan perkantoran.

Sementara itu, Direktur Utama PT Bakrieland Development Tbk Hiramsyah Thaib menuturkan, pihaknya menarik mitra strategis untuk menambah nilai proyek perseroan sehingga pasarnya semakin luas. Selain itu, pengembangan proyek pun semakin cepat dilakukan perseroan. [cms]

Panik Jual, IHSG Dibuka Anjlok 3,12% ke 3.993,09

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Pada perdagangan Jumat (5/8) ini, IHSG dibuka melemah 3,12% ke level 3.993,09.

Pelemahan indeks pagi ini mengikuti anjloknya Wall Street dan Bursa Asia menyusul kekhawatiran ekonomi global, yang menyebabkan investor juga mengalami panik jual pagi ini. Asing terpantau melakukan aksi jual dengan mencatatkan net foreign sell sebesar Rp565,18 miliar.

Dow semalam ditutup turun 4,31%. Di Asia, Shanghai turun 1,78%, Hang Seng turun 4,14%, KLSE turun 1,28%, Nikkei turun 3,36%, STI turun 2,75%, dan Seoul turun 3,3%.

Sebanyak 172 saham tercatat turun pagi ini, sedang 88 saham yang naik, dan 86 saham stagnan. Indeks LQ45 dibuka turun 4,38% ke level 698,09, sedang JII turun 3,9% ke level 544,85.

Volume perdagangan pagi sebanyak 5,23 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp6,06 triliun.

Saham-saham yang turun tajam pagi ini adalah ASII turun 4,82%, ITMG turun 5,79%, GGRM turun 4,17%, UNTR turun 5,13%, AALI turun 5,17%, dan PTBA turun 4,07%.

Bapepam masih kaji perpanjangan refloat saham BAEK

Bapepam masih kaji perpanjangan refloat saham BAEK
JAKARTA. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) sedang mengkaji permintaan HSBC Holdings Plc untuk memperpanjang masa pelepasan kembali saham ke publik (refloat) atas saham Bank Ekonomi Raharja Tbk (BAEK). Adapun batas akhir kewajiban refloat HSBC adalah 21 Agustus 2011.

"HSBC minta perpanjangan enam bulan lagi, kami masih mengkajinya," ujar Gonthor Ryantori Aziz, Kepala Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa Bapepam-LK, Kamis (5/8).

Gonthor bilang, pihaknya harus melihat terlebih dahulu alasan yang bersangkutan, apakah sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Dalam aturan Bapepam-LK No IX.H.1 tentang Pengambilalihan Perusahaan Terbuka yang telah direvisi awal tahun ini, pemberian perpanjangan masa refloat dilakukan jika terjadi penurunan harga saham perusahaan yang diambil alih sehingga merugikan pemegang saham pengendali. Kondisi lainnya, jika pemegang saham pengendali telah melakukan refloat tetapi tidak ada pihak yang bersedia menyerapnya.

Gonthor mengatakan, pada April 2011 lalu, HSBC sudah menyampaikan dokumen permintaan perpanjangan waktu itu kepada Bapepam-LK. Mereka beralasan, minat investor terhadap saham Bank Ekonomi rendah sehingga tidak terserap pasar.

HSBC mengklaim, pihaknya akan mengalami kerugian signifikan jika memaksa menjual pada harga murah. Saat ini HSBC Holdings menguasai 2,64 miliar saham atau 98,94% saham Bank Ekonomi Raharja.

Sebanyak 10% saham Bank Ekonomi Raharja yang dimiliki oleh HSBC Holdings harus dilepas kepada publik. Pergerakan saham Bank Ekonomi Raharja memang kurang likuid karena porsi saham yang beredar di publik hanya 1,06% atau 28,18 juta saham.

Sebeliumnya, wasit pasar modal itu memberikan izin perpanjangan masa refloat kepada Malayan Banking Berhard (Maybank) atas saham Bank Internasional Indonesia (BNII). Sejatinya, masa refloat bank asal Malaysia ini berakhir November 2010 dan Bapepam-LK memberikan perpanjangan waktu selama enam bulan, sampai Juni 2011. Untuk kedua kalinya Maybank kembali mengajukan penundaan refloat selama enam bulan. Berarti batas waktu akan berakhir Desember 2011.

Maybank berkewajiban menggelar refloat setelah mengakuisisi 55,6% saham Bank International Indonesia pada Maret 2008 silam, dengan membeli dari anak usaha Temasek Holdings, Fullerton Financial Holdings Pte. Ltd, serta bank asal Korea Selatan, yaitu Kookmin Bank.

Teseret kejatuhan bursa global, IHSG dibuka anjlok 5,02%

Teseret kejatuhan bursa global, IHSG dibuka anjlok 5,02%
JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka anjlok pada perdagangan akhir pekan (5/8) ini. Indeks melorot tajam 5,02% ke posisi 3.916,073, pada pukul 09.37 WIB.

Sampai berita ini diturunkan, tercatat belum ada saham yang naik. Sebanyak 246 saham terkoreksi, dan 7 saham lainnya masih stagnan.

Semua sektor bergerak di zona merah, dengan pelemahan terbesar terjadi pada sektor konstruksi yang anjlok 5,65%, dan sektor pertambangan yang jatuh 5,52%.

Saham pengisi top losers antara lain, PT Asiaplast Industries Tbk (APLI) yang turun 16,67% ke Rp 130, kemudian di peringkat kedua ada saham PT Star Pasific Tbk (LPLI) yang juga terpuruk 16% ke Rp 210, dan juga saham Pyridam Farma Tbk (PYFA) yang turun 13,91% ke Rp 189.
Sementara ini, belum ada saham yang menempati posisi top gainers pagi ini.

Panik Jual, Bursa Asia Anjlok 3-4%

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Saham Asia turun 3 sampai 4 persen pada Jumat (5/8) setelah panik jual memicu kejatuhan Wall Street sejak krisis keuangan global, membuat investor menjauh dari pasar dan berebut kas dan obligasi pemerintah.

Hal-hal rumit adalah bahwa Jepang dan Swiss telah melakukan intervensi minggu ini untuk melemahkan mata uang mereka, yang dianggap paling aman di negara maju. Ini membuat investor untuk mencari tempat lain jika volatilitas pasar keuangan sangat besar.

Mengutip Reuters, CNBC Asia FTSE 100 Index, pasar mengukur pasar di Asia, turun 3,3 persen. Saham acuan Jepang Nikkei jatuh ke level terendah sejak gempa 11 Maret, terpukul oleh penurunan tajam di pasar AS karena kekhawatiran terhadap ekonomi global yang didominasi mood dan offset akibat dorongan dari intervensi mata uang Jepang dan pelonggaran moneter hari sebelumnya.

Indeks acuan Nikkei langsung terjun mendekati 9.300, di mana indeks melayang untuk beberapa waktu setelah turun mengikuti situasi saat gempa bulan Maret. Nikkei turun 3,8 persen ke 9.288,56 pada perdagangan pagi awal setelah terpukul ke level terndah intraday di 9.264,09 segera setelah pembukaan. Indeks Topix jatuh di bawah 800-an, untuk pertama kalinya sejak 17 Maret, turun 3,4 persen menjadi 798,33. Mitsubishi Heavy Industries turun 4,7 persen dan Hitachi kehilangan 4 persen dalam perdagangan pagi setelah sumber mengatakan pembicaraan antara kedua perusahaan untuk menggabungkan beberapa infrastruktur bisnis kemungkinan akan ditangguhkan.

Saham Seoul turun tajam karena kekhawatiran tentang ekonomi global memicu aksi jual, melanggar di bawah level psikologis 2.000 secara signifikan. Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) turun 3,4 persen menjadi 1.950,64. Indeks dibuka turun 4,03 persen. Konsumen bermain melawan tren penurunan dengan pandangan bahwa saham kebal terhadap downdraft ekonomi global.

Saham Australia tertarik kembali dari posisi terendah sebelumnya, tetapi masih 3,8 persen lebih rendah dalam perdagangan pagi karena kekhawatiran tentang penyebaran krisis utang Eropa dan melemahnya ekonomi AS melaju kerugian di seluruh papan. S & P / ASX 200 indeks turun 162,4 poin menjadi 4.114,1, setelah perdagangan awal terendah pada dua tahun di 4.097,5. Yang diikuti penurunan sebesar 1,3 persen pada Kamis, dengan total kerugian sekitar 7,7 persen selama seminggu. Bendahara Australia Wayne Swan mencoba untuk menenangkan ketakutan dengan mengatakan pasar lokal dalam pertumbuhan Asia-Pasifik kuat meskipun krisis utang Eropa, meskipun ia memperingatkan kawasan itu tidak kebal terhadap kekacauan.

Saham China dibuka 2,4 persen lebih rendah, setelah menjual di pasar global di tengah kekhawatiran ekonomi global. Shanghai Compositet turun di 2.620,3. Saham Hong Kong menembus level terendah untuk tahun ini karena kekhawatiran krisis memburuk di Eropa dan pertumbuhan ekonomi global mendorong investor membuang aset berisiko.

Indeks Hang Seng anjlok 4,8 persen pada 20.829,4, level terendah dalam sepuluh bulan.

Bapepam-LK evaluasi KPD Rp 54 triliun

Bapepam-LK evaluasi KPD Rp 54 triliun
JAKARTA. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan mulai membenahi karut marut industri keuangan. Regulator tengah memeriksa 1.000 kontrak pengelolaan dana (KPD) beserta pihak-pihak terkait, mulai dari manajer investasi, wakil manajer investasi, bank kustodian, agen penjual, hingga wakil agen penjual reksadana.

"Kami sedang memeriksa 1.000 KPD senilai Rp 54 triliun," ujar Djoko Hendratto, Kepala Biro Pengelolaan Investasi Bapepam-LK, Kamis (4/8). Tapi dia tak bersedia menjabarkan indentitas pengelola KPD tersebut.

Pemeriksaan ini mengacu Peraturan Bapepam-LK Nomor V.G.6 tentang Pedoman Pengelolaan Portofolio Efek Untuk Nasabah Secara Individual. Beleid ini terbit pada 16 April 2010. Regulator pasar modal itu memberikan jangka waktu hingga 16 April 2011 bagi MI untuk memenuhi aturan tersebut. Bapepam juga akan mengevaluasi 80 MI, 21 agen penjual reksadana (Aperd), 17 bank kustodian, 1.938 wakil manajer investasi (WMI), dan 12.105 wakil agen penjual reksadana (Waperd).

Djoko mengungkapkan, pemeriksaan menyeluruh terhadap pelaku industri pengelolaan investasi itu sudah berlangsung sejak 2007. Dari hasil evaluasi itu, Bapepam mencabut izin para pelaku industri. Hingga Juli 2011, ada 38 MI, 17 WMI, 8 Aperd, dan 3.353 Waperd yang bermasalah. Sanksinya berupa pencabutan izin. Ada pula mereka yang mengembalikan lisensi.

Pada 2010, Bapepam membenahi produk KPD yang semula tidak diatur. Maka itu, terbitlah Peraturan Bapepam-LK Nomor V.G.6 tersebut.
Kala itu, Bapepam mengevaluasi 750 KPD senilai Rp 48 triliun. Salah satu KPD yang bermasalah melibatkan PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) yang dikelola tiga MI, yaitu Jakarta Investment, Reliance Asset Management, dan Harvestindo Asset Management.

Ketiga MI tidak melaporkan bahwa mereka mengelola KPD milik Askrindo. Belakangan, kisruh KPD senilai kurang dari Rp 500 miliar itu masuk ranah hukum.

Saham CPIN Masih Kokoh Melaju ke Rp3.000

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Laju saham CPIN, diperkirakan menguat Jumat (5/8) ini. Tren kenaikan saham sektor konsumsi, murahnya valuasi dan kokohnya fundamental menjadi katalisnya. Rekomendasi buy on support.
Analis Sekuritas Ekokapital Cece Ridwanullah mengatakan, saham-saham sektor konsumsi seperti PT Charoen Pokphand Indonesia (CPIN) masih menarik akhir pekan ini karena potensial melanjutkan kenaikannya. Sebab, sektor ini menguat 2,15% kemarin.
Apalagi, lanjutnya, tren bullish Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ^JKSE) masih terjaga, karena ditutup di atas 4.100 kemarin di level Rp4.122 setelah mencapai level terlemahnya 4.095. “Saham yang paling menarik akhir pekan ini adalah CPIN dengan target mendekati Rp3.000 sebagai level resistance –nya. Sedangkan level support di angka Rp2.750,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (4/8).
Pada perdagangan Kamis (4/8), saham CPIN ditutup menguat Rp100 (3,63%) ke level Rp2.850 dari posisi sebelumnya Rp2.750. Harga intraday tertingginya mencapai Rp2.875 dan terendah Rp2.750. Volume transaksi mencapai 49,9 juta unit saham senilai Rp140,4 miliar dan frekuensi 3.278 kali.
Potensi penguatan CPIN pun, lanjut Cece, mendapat dukungan dari sisi valuasi dan fundamental emiten. Menurutnya, saham ini lebih murah dibandingkan PT Japfa Comfeed Indonesia (JPFA). Price to Earnings Ratio (PER) CPIN masih di angka 18 kali dibandingkan PT Indofood Sukses Makmur (INDF) di level 19-20 kali.
Dari fundamental pun, ditegaskan Cece, saham CPIN sangat positif. Emiten ini berhasil mencetak laba bersih Rp1,256 triliun untuk semester I/2011. Laba bersih perseoran tersebut naik 33,20% dibandingkan tahun sebelumnya pada periode yang sama Rp943 miliar. Kenaikan laba bersih ditopang kenaikan penjualan 26,27% menjadi Rp8,781 triliun.
Hanya saja, Cece mengingatkan, pelaku pasar hari ini tetap harus melihat pergerakan bursa regional. Sebab, pasar secara umum masih fokus pada krisis di Italia dan Spanyol di mana yield obligasinya terus merangkak naik dari hari ke hari mendekati 7%.
Di sisi lain, lanjutnya, pasar juga akan mencermati data non-farm payroll AS yang akan dirilsi Jumat (5/7) ini. Apalagi, dalam dua hari terakhir, asing benar-benar merealisasikan keuntungan. Sebelumnya Rp500-an miliar dan kemarin Rp565 miliar. “Itu juga harus menjadi perhatian pasar. Tapi, rupiah masih kokoh di level 8.495 per dolar AS,” ucapnya.
Karena itu, jika bursa regional menguat, saham CPIN dipastikan bakal naik. Artinya, untuk memastikan kenaikan saham ini harus melihat terlebih dahulu bagaimana situasi market. Tapi, kelihatan, investor asing kembali melakukan pembelian di saham ini. “Saya rekomendasikan buy on support untuk CPIN. Tapi, jika tembus level resistance-nya, beli saja di harga pasar, follow the market,” imbuh Cece. [mdr]

Direksi INCO rame-rame mundur

Direksi INCO  rame-rame mundur
JAKARTA. PT International Nickel Indonesia Tbk (INCO) bak bahtera yang sedang limbung. Beberapa pejabat yang memegang posisi penting di perusahaan tambang ini mengundurkan diri.

Hingga Juni lalu, setidaknya enam orang petinggi di perusahaan ini mengundurkan diri. Kabar terbaru, Presiden Direktur INCO Tony Wenas juga tengah mempersiapkan pengunduran dirinya.

Seorang sumber KONTAN yang dekat dengan INCO bercerita, pria yang berma lengkap Clayton Allen Wenas ini sudah mengumumkan pengunduran diri di depan karyawan INCO di Sorowako, Sulawesi, Kamis (28/7) lalu.

Tony mengulang pernyataannya, Jumat (29/7), di depan karyawan di Jakarta. "Per September 2011 Tony sudah tidak memimpin INCO lagi," terang sang sumber.

Padahal Tony baru bergabung dengan INCO pada Maret 2010 lalu. Menurut kabar yang beredar, Tony memilih hengkang lantaran tidak nyaman dengan kondisi INCO. "Salah satunya karena adanya ketidakharmonisan dalam tubuh INCO," tutur sumber KONTAN tadi.

Tony sendiri menolak mengomentari kabar pengunduran dirinya. Ia hanya mengatakan saat ini masih menjabat sebagai CEO di anak usaha Vale Ltd tersebut. "Penggantian direksi merupakan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham," kata dia kepada KONTAN, Kamis (4/8).

Sejatinya, INCO memiliki agenda penting saat ini, yaitu mempertahankan tambangnya di Sulawesi. Pemerintah Daerah Sulawesi Tenggara beberapa waktu lalu sempat meminta INCO angkat kaki dari wilayah tersebut.

Sebelum ini Tony menegaskan INCO tidak akan melepas wilayah tambangnya. "Tahun ini atau tahun depan kami tidak akan lepas konsesi tambang kami," tegas dia.

Selain Tony, di awal tahun Chief Operating Officer INCO Ciho D. Bangun telah mengundurkan diri. Lalu di April Sekretaris Perusahaan INCO Indra Ginting juga hengkang.

Setelah itu beberapa pejabat juga ikut mundur, termasuk Direktur Mining INCO Harry Asmar. Terakhir, Juni lalu Direktur Media dan Komunikasi INCO Jannus T.H. Siahaan juga ikut mundur.

Meski manajemen INCO tengah goyang, analis menilai kinerja INCO tidak akan terlalu terganggu. "Tapi sentimen ini bisa mempengaruhi pergerakan saham, koreksinya mungkin dalam," tutur Satrio Utomo, Kepala Riset Universal Broker Indonesia.

Harga saham INCO memang terus melandai. Pada penutupan Kamis (4/8), INCO menyentuh harga terendahnya di tahun ini, Rp 4.075 per saham. Jika diukur dari harga tertingginya, Rp 5.150 per saham pada 7 Maret lalu, harga INCO sudah melorot 20,87%.

DAVO Tawarkan Saham ke Investor Besar

Medium
INILAH.COM, Jakarta - PT Davomas Abadi Tbk (DAVO) disebut-sebut pelaku pasar tengah menawarkan saham ke perusahaan makanan terbesar dunia.

Hal ini terkait rencana Nestle yang akan membangun pabrik dan kebun cokelat di Indonesia. Kabar ini disebut-sebut akan dimanfaatkan bandar untuk mengkerek DAVO hingga ke level Rp200 dalam waktu dekat.

Pada perdagangan kemarin, saham DAVO ditutup turun Rp1 ke level Rp71.

Saham MTDL Berpeluang Menuju Rp500

Medium
INILAH.COM, Jakarta - Saham PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) berpeluang untuk terangkat ke level Rp300-500 dalam waktu dekat.

Dari berita beberapa pelaku pasar, perusahaan mesin pencari dari AS sedang mengincar saham perseroan untuk membangun bisnisnya di Indonesia. Selain itu, kabarnya perseroan bakal mengakuisisi perusahaan untuk mendongkrak kinerja keuangan.

Pada perdagangan kemarin, sahanm MTDL ditutup naik Rp1 ke level Rp127.

Bursa saham Asia-Pasifik terbakar, dari Jepang sampai Australia membara

Bursa saham Asia-Pasifik terbakar, dari Jepang sampai Australia membara
JAKARTA. Ibarat wabah, kekhawatiran akan terjadinya resesi yang bersumber dari Amerika Serikat (AS) menyebar dengan cepat ke kawasan Asia Pasifik pagi ini. Menyusul bursa Jepang yang telah anjlok pagi tadi, bursa-bursa saham di kawasan Asia Pasifik juga berguguran.

Beberapa saat setelah dibuka, indeks S&P/ASX 200 di Australia telah turun 4,26% menjadi 2.094,20. Di Hong Kong, indeks Hang Seng juga anjlok 4,69% menjadi 2.0861,66. Sementara, Kospi, indikator bursa saham Korea Selatan, merosot 3,74% menjadi 1.942,96.

Di Singapura, indeks FTSE Straits Times juga turun 3% lebih menjadi 3.012,61. Sementara, indeks FTSE Bursa Malaysia turun 1,61% menjadi 1.521,92.

Hingga berita ini ditulis belum terlihat tanda-tanda aksi jual investor akan berhenti.

Universal: Koreksi IHSG maksimal 30% dari posisi terakhir

Universal: Koreksi IHSG maksimal 30% dari posisi terakhir
JAKARTA. Kepala Riset Universal Broker Indonesia Satrio Utomo mengatakan sulit bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan pada tren naiknya, setelah Dow Jones Industrial terkoreksi tajam.

Namun, menurutnya, yang terpenting adalah koreksi ini sepertinya hanya jangka pendek (maksimal dua pekan sampai dua bulan), dengan level koreksi yang sehat, tidak melebihi 30% dari posisi IHSG terakhir. Satrio juga optimis, arah IHSG tahun depan masih tetap di level 5.000.

Satrio bilang, bagi trader, positioning sebaiknya baru mulai dilakukan ketika indeks sudah mencapai kisaran target jangka pendek di 3.890 - 4.000.

Saham yang menarik untuk jangka panjang tetap saja berkutat di antara kelompok otomotif dan alat berat, seperti ASII, UNTR, HEXA, dan INTA. Lalu, sektor perbankan seperti BBRI, BMRI, BBNI, dan BBCA. Sementara, saham sektor konsumsi yaitu GGRM, UNVR, MAPI, dan GJTL, serta, pakan ternak seperti CPIN dan JPFA.

"Perhatikan support kuat dari saham-saham tersebut berupa retracement 50%-nya," saran Satrio.