Jumat, 19 Agustus 2011

Ambil Untung, IHSG Sesi I Ditutup Rontok 2,75%

INILAH.COM, Jakarta - IHSG pada sesi 1 perdagangan Jumat (19/8) ditutup melemah 2,75% ke level 3.910,07.

Pelemahan indeks siang ini seiring koreksi di bursa global.

Bursa AS dan Eropa kembali terkoreksi signifikan semalam sekitar 4-5% seiring beberapa sentimen negatif antara lain Morgan Stanley menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia menjadi 3,9% di 2011, rilis beberapa data ekonomi AS yang lebih buruk dari ekspektasi seperti jobless claims dan Philadelpia economic index serta potensi krisis likuiditas bank-bank di Eropa akibat krisis utang dan perlambatan ekonomi.

Harga minyak juga terkoreksi signifikan sekitar minus 6% ke level US$82,4/barel diikuti harga metal dunia seperti Nikel minus 3% dan Timah minus 5,2%.

Bursa Asia siang ini terkoreksi memfaktorkan koreksi signifikan yang terjadi di bursa global dan komoditas semalam ditambah dengan sentimen negatif dari Citigroup yang turut menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi AS setelah rilis data ekonomi yang mengecewakan semalam. Shanghai turun 1,33%, Hang Seng turun 2,38%, KLSE turun 1,27%, Nikkei turun 1,89%, STI turun 2,68%, dan Seoul turun 5,2%.

Harga minyak melanjutkan koreksinya ke level US$81,1/barel pagi tadi.

Sebanyak 244 saham tercatat turun siang ini, sedang 21 saham naik, dan 38 saham masih stagnan. Indeks LQ45 siang turun 3,13% ke level 692,94, sedang JII melemah 2,95% ke level 543,43.

Asing pun tercatat lebih banyak melakukan penjualan hingga siang ini dengan mencatatkan net foreign sell sebesar Rp728,98 miliar. Volume perdagangan siang ini mencapai 1,98 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp2,54 triliun.

Saham-saham yang turun tajam siang ini adalah ASII turun 4,94%, ITMG turun 4,38%, GGRM turun 3,12%, UNTR turun 3,18%, GDYR turun 8,16%, dan AALI turun 3,13%.

Sesi I Resesi Ekonomi Global Mengancam, IHSG Ambruk 110 Poin

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk 110 poin akibat adanya ancaman resesi di perekonomian global. Investor berlomba-lomba mengamankan portofolionya sebelum jatuh lebih dalam.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka jatuh 88,373 poin (2,20%) ke level 3.932,621 akibat jatuhnya bursa-bursa di Asia didorong proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia yang melambat.

Indeks langsung meluncur tajam saat dibukanya perdagangan dan parkir di level terbawahnya di 3.903,759. Investor mengamankan portofolionya akibat adanya ancaman resesi ekonomi global.

Pada penutupan perdagangan sesi I, Jumat (19/8/2011), IHSG anjlok 110,922 poin (2,76%) ke level 3.910,072. Sementara Indeks LQ 45 ambruk 22,402 poin (3,14%) ke level 692,936.

Seluruh saham-saham di lantai bursa terkena tekanan jual masif, hasilnya seluruh indeks sektoral di lantai bursa terkena koreksi. Koreksi paling dalam diderita indeks sektor aneka industri yang lebih dari empat persen.

Dana asing mengalir deras keluar dari lantai bursa, hanya dalam setengah hari perdagangan jumlahnya hampir mencapai satu triliun. Minta beli sangat minim dalam perdagangan hari ini.

Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 61.164 kali pada volume 2,383 miliar lembar saham senilai Rp 2,89 triliun. Sebanyak 21 saham naik, sisanya 244 saham turun, dan 38 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia terkoreksi semakin dalam. Sentimen negatif melambatnya ekonomi global pun sudah lebih dulu menghajar bursa Eropa dan AS semalam.

Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai melemah 33,92 poin (1,33%) ke level 2.525,55.
  • Indeks Hang Seng jatuh 475,67 poin (2,38%) ke level 19.540,60.
  • Indeks Nikkei 225 anjlok 166,57 poin (1,86%) ke level 8.777,19.
  • Indeks Straits Times ambruk 74,14 poin (2,62%) ke level 2.750,82.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Duta Anggada (DFKT) naik Rp 290 ke Rp 1.470, Tiga Raksa (TGKA) naik Rp 100 ke Rp 1.100, Sorini Agro (SOBI) naik Rp 50 ke Rp 2.250, dan Garda Tujuh (GTBO) turun Rp naik Rp 44 ke Rp 190.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 3.600 ke Rp 69.150, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 2.000 ke Rp 43.650, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.750 ke Rp 54.250, dan United Tractor (UNTR) turun Rp 800 ke Rp 24.300.

(ang/qom)

Bakrie Telecom Catatkan Rugi Rp179,69 Miliar

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) mengalami kerugian bersih sebesar Rp179,69 miliar pada semester 1-2011 dari sebelumnya mencatat laba Rp2,72 miliar tahun lalu.

Dalam laporan keuangan publikasi Perseroan Jumat (19/8) dijelaskan kerugian bersih di semester 1-2011 ini dipicu rugi usaha yang dialami perseroan sebesar Rp18,26 miliar dari sebelumnya mencatatkan laba sebesar Rp174,59 miliar. Beban usaha naik menjadi Rp1,39 triliun dari Rp1,20 triliun tahun lalu.

Namun laba selisih kurs mencatatkan kenaikan menjadi Rp154,36 miliar pada tegahn tahun 2011 dari periode yang sama 2010 sebesar Rp48,26 miliar. Pendapatan bunga juga turun menjadi Rp4,82 miliar dari Rp18,09 miliar tahun lalu. Tapi pendapatan usaha bersih naik tipis menjadi Rp1,378 triliun dari Rp1,376 triliun tahun lalu.

Kewajiban perseroan naik menjadi Rp7,59 triliun pada semester 1-2011 dari Rp7,16 triliun tahun lalu, sedang ekuitas turun menjadi Rp5,04 triliun dari Rp5,19 triliun tahun lalu.

Kupon Obligasi Agung Podomoro 10-11%

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) menawarkan kupon bunga obligasi sebesar 10%-11% untuk penerbitan obligasi Rp1,2 triliun.

Demikian seperti dikutip dari keterangan yang diterbitkan, Jumat (19/8). Perseroan menawarkan obligasi seri A berjangka waktu tiga tahun dengan julmlah pokok senilai Rp325 miliar memiliki kupon bunga sebesar 10% dan obligasi seri B berjangka waktu lima tahun dengan jumlah pokok senilai Rp875 miliar memiliki kupon bunga sebesar 11%.

Bunga obligasi akan dibayarkan setiap tiga bulan dengan tanggal pembayaran bunga obligasi yang bersangkutan. Pembayaran bunga obligasi pertama akan dilakukan pada 25 November 2011. Obligasi ini akan dijamin dengan jaminan khusus sebesar sekurang-kurangnya 125% dari jumlah terhutang.

Penggunaan dana penerbitan obligasi akan digunakan untuk pengembangan usaha melalui akuisisi beberapa perusahaan dan mengembangkan proyek dalam industri properti di Jakarta, Bali dan Bogor. Penjamin pelaksana emisi obligasi antara lain PT Deutsche Securities Indonesia, PT Indo Premier Securities, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Standard Chartered Securities Indonesia.

Adapun jadwal penerbitan obligasi antara lain tanggal efektif 18 Agustus 2011, masa penawaran umum pada 22-23 Agustus 2011, penjatahan pada 24 Agustus 2011, distribusi secara elektronik pada 25 Agustus 2011, dan pencatatan di BEI pada 26 Agustus 2011. [cms]

Analis Rekomendasi 'Speculative Buy' Saham BNBR

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) membukukan laba bersih semester 1-2011 sebesar Rp82 miliar dari sebelumnya rugi Rp303 pada semester 1-2010.

Kenaikan ini terutama dikarenakan adanya pembukukan pendapatan dari penghapusan bunga sebesar Rp362,1 miliar (vs 1H10 Rp0). Pendapatan penghapusan bunga ini terjadi pada 2Q11. Dari sisi top line, pendapatan naik tipis 7,4% menjadi Rp6,5 triliun dan laba kotor turun 5,1% menjadi Rp1,9 triliun seiring dengan kenaikan COGS yang signifikan yakni naik 13,7%. Namun secara QoQ, pendapatan pada 2Q11 mencapai Rp3,7 triliun naik signifikan 32,1% QoQ.

Sementara itu dari bottom line, pada 1Q11 BNRR masih membukukan rugi bersih Rp286,5 miliar. Leverage membaik, di mana DER turun menjadi 1,3x dari 1Q11 1,43x. "Kami pun merekomendasikan speculative buy BNBR," ujar Samuel Sekuritas dalam ulasan pasarnya Jumat (19/8).

GJTL optimis penjualan tahun ini bisa tumbuh hingga 25%

GJTL optimis penjualan tahun ini bisa tumbuh hingga 25%
JAKARTA. PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) optimis dapat meningkatkan kinerjanya pada semester kedua tahun ini. Pada semester pertama 2011, perseroan berhasil mencetak penjualan bersih sebesar Rp 5,82 triliun. Pada paruh kedua 2011, perseroan optimis dapat mencetak penjualan sebesar Rp 5,94 triliun hingga Rp 6,43 triliun.

Alhasil, penjualan sepanjang tahun ini bisa mencapai Rp 11,76 triliun hingga Rp 12,25 triliun. "Kita ingin cetak penjualan lebih tinggi 20% - 25% dibandingkan tahun lalu yang sebanyak Rp 9,8 triliun," ujar Direktur GJTL Catharina Widjaja, di Jakarta, Kamis (18/8).

Perseroan optimis dapat mencapai target itu seiring pulihnya permintaan ban dari Amerika Serikat (AS) dan Eropa. Catharina bilang, setahun belakangan, permintaan dari sana terbilang seret akibat krisis finansial. Disamping itu, permintaan ban dari lokal saat ini juga terus meningkat seiring peningkatan produksi sepeda motor dan mobil.

Namun, GJTL menghadapi persoalan serius terkait kenaikan harga bahan baku terutama karet. Hal ini membuat gross margin perseroan sedikit terpangkas. Untuk meminimalisir dampak itu, GJTL telah menaikkan harga jual ban sekitar 10% pada semester pertama lalu. Perseroan juga berniat kembali menaikkan harga ban pada paruh kedua tahun ini.

"Kami masih godok besaran kenaikannya, tapi tidak akan melebihi semester pertama," tandas Catharina.

Pergerakan aussie tertekan dollar AS dan yen

Pergerakan aussie tertekan dollar AS dan yen
SINGAPURA. Sudah dua hari belakangan, dollar Australia mengalami pelemahan versus dollar AS. Sebabnya, pasar saham Asia turut mengekor penurunan bursa saham global.

Selain itu, mata uang yang juga kerap dipanggil aussie ini sudah keok selama empat pekan berturut-turut terhadap yen. Pelaku pasar bertaruh, bank sentral Australia akan memangkas suku bunga acuannya di tengah kecemasan akan pertumbuhan global yang melambat.

"Pasar saham sepertinya masih akan terus tertekan di Asia. Kita kemungkinan tidak akan melihar reli yang cukup besar lagi atas aussie," papar Roland Randall, senior strategist for rates and foreign exchange TD Securities Inc di Singapura.

Catatan saja, pada pukul 13.18 waktu Sydney, aussie melemah ke level US$ 1,0369 dari US$ 1,0391 di New York kemarin. Aussie juga keok ke level 79,32 yen dari 79,57 yen.

ELTY sudah gunakan Rp 2,5 triliun dana rights issue

ELTY sudah gunakan Rp 2,5 triliun dana rights issue
JAKARTA. PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) sudah menghabiskan dana right issue sebesar Rp 2,5 triliun. Perusahaan properti milik Grup Bakrie ini sendiri telah menerbitkan saham baru alias right issue sebesar Rp 3,2 triliun di Juli tahun lalu.

"Sebagian besar kita gunakan untuk akuisisi Bukit Jonggol Asri," kata Direktur Utama ELTY Hiramsyah S Thalib di Jakarta, Kamis (18/8). ELTY berencana menguasai 51% saham di BJA, namun hingga saat ini, perusahaan baru memberikan dana Rp 1 triliun yang digunakan sebagai pembayaran awal akuisisi tersebut.

Sebenarnya, untuk memiliki 51% saham Bukit Jonggol, ELTY harus membayar Rp 1,9 triliun. Rencana pelunasan tersebut akan dilakukan akhir tahun ini dengan menggunakan sisa dana right issue. Kemarin pun (18/8), ELTY telah mengubah penggunaan dana right issue-nya, dimana sekitar Rp 200 miliar yang sebelumnya digunakan untuk kebutuhan Bakrie Toll Road, dialihkan untuk pelunasan akuisisi itu.

Selain untuk membayar uang muka untuk akuisisi BJA, dana right issue yang sudah digunakan untuk proyek di epicentrum sebesar Rp 200 miliar. Sedangkan untuk Bakrie Toll Road, perusahaan sudah menghabiskan dana mencapai Rp 500 miliar yang digunakan untuk pembebasan lahan dan pemeliharaan. ELTY pun telah menggunakan Rp 75 miliar untuk mendanai proyek rusunami miliknya. Sedangkan sisanya untuk pembelian lahan di Bogor.

BUMI Raup Laba Bersih US$278,57 Juta

Headline
INILAH.COM,Jakarta - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatatkan laba bersih sebesar US$278,57 juta pada semester pertama 2011 atau naik 2,7% dari periode sama sebelumnya US$271,04 juta.

Demikian seperti dikutip dari laporan keuangan yang diterbitkan Jumat (19/8). Pendapatan perseroan naik dari US$1,44 miliar pada semester pertama 2010 menjadi US$1,79 miliar pada semester pertama 2011. Laba kotor perseroan naik dari US$540,52 juta pada semester pertama 2010 menjadi US$740,09 juta pada semester pertama 2011. Laba usaha perseroan naik dari US$386,25 juta pada semester pertama 2010 menjadi US$548,74 juta pada semester pertama 2011.

Perseroan mencatatkan laba atas transaksi derifatif naik dari US$87,07 juta pada semester pertama 2010 menjadi US$212,75 juta pada semester pertama 2011 dan laba selisih kurs naik menjadi US$74,35 juta pada semester pertama 2011.

Kewajiban perseroan naik dari US$5,83 miliar pada Desember 2010 menjadi US$6,23 miliar pada Juni 2011. Aset perseroan naik dari US$7,31 miliar pada semester pertama 2010 menjadi US$7,61 miliar pada semester pertama 2011. Kas perseroan turun dari US$229,85 juta pada Desember 2010 menjadi US$60,38 juta pada Juni 2011. [cms]

Meski ingin refinancing utang, saham UNSP tetap dilanda aksi jual

Meski ingin refinancing utang, saham UNSP tetap dilanda aksi jual
JAKARTA. Saham PT Bakrie Sumatra Plantations (UNSP) pagi ini turut terperosok dalam. Pada pembukaan tadi, saham BTEL sempat tergerus 4,9% menjadi Rp 385. Namun pada pukul 10.34, saham UNSP tercatat turun 2,47% menjadi Rp 395.

Kabar terbaru, UNSP menargetkan refinancing utang senilai US$ 210 juta tuntas pada September mendatang. Asal muasal utang itu adalah obligasi senilai US$ 185 juta yang jatuh tempo pada 1 November 2011 plus utang anak perusahaan yang nilainya berkisar US$ 20 juta-US$ 25 juta.

Harry M. Nadir, Direktur Keuangan UNSP menjelaskan, perusahaan perkebunan itu mendapatkan komitmen dari clubdeal yang terdiri dari lebih dari tiga bank. Satu diantaranya adalah Credit Suisse dan bank lokal. Target pinjamannya sampai US$ 250 juta.

Saham MDLN sempat terjun 10% setelah dikabarkan dilirik perusahaan Singapura

JAKARTA. Sentimen negatif dari bursa global dan regional rupanya membuat saham-saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) ikut dilanda aksi jual. Padahal, sejumlah emiten dikabarkan tengah dilirik investor dari luar untuk diakuisisi. Salah satunya adalah saham PT Modernland Realty (MDLN).

Rumor yang beredar di pasar menyebut, MDLN saat ini tengah membicarakan akuisisi dengan perusahaan properti asal Singapura.

Pada pukul 10.25, saham MDLN anjlok 2,99% menjadi Rp 325. Bahkan sebelumnya, saham MDLN sempat terjun bebas hingga 10,44% menjadi Rp 300.

Pasar saham tumbang, rupiah lanjut melemah untuk hari kedua

Pasar saham tumbang, rupiah lanjut melemah untuk hari kedua
JAKARTA. Rupiah lanjut melemah untuk hari yang kedua di tengah Kekhawatiran melambatnya pemulihan ekonomi global. Sentimen tersebut menumbangkan pasar saham global, serta meredam permintaan aset negara berkembang.

Mata uang Garuda jatuh 0,1% ke level Rp 8.557 per dollar AS pada pukul 10.27 di Jakarta. Bahkan, pada awal perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah sempat menyentuh level terlemahnya sejak 10 Agustus di Rp 9.570 per dollar AS.

Indeks saham regional MSCI Asia Pasifik mengalami koreksi tertajam sejak 8 Agustus, setelah indeks kepercayaan konsumen AS bulan ini jatuh ke level terendah sejak resesi 2009. Sebelumnya, pada 16 Agustus, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono juga menyebut perlambatan ekonomi global kemungkinkan akan mengganggu pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Selama Agustus ini, rupiah bahkan sudah tertekan 0,6%, lantaran dana asing yang keluar dari pasar saham Indonesia mencapai US$ 548 juta hingga 18 Agustus.

Kepala treasury PT Bank DBS Indonesia Wiwig Santoso menyebut, semua mata uang di kawasan regional ini lebih melemah karena kekhawatiran perlambatan ekonomi global. "Sebagian besar indeks saham utama berada di teritori merah," ujarnya, di Jakarta.

Bakrie Beli Rekajasa Akses

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Grup Bakrie melalui PT Capital Manager Asia (CMA) Indonesia mengakuisisi 100% saham PT Rekajasa Akses, operator pemegang lisensi 4G dengan investasi sebesar US$50 juta.

Presiden Direktur PT Bakries Telecom Tbk (BTEL) Anindya Bakrie mengutarakan dari investasi sebesar US$50 juta, sekitar 25% merupakan nilai akuisisi, dan sisanya 75% untuk mengembangkan jaringan dan infrastruktur. CMA sendiri merupakan induk usaha PT Visi Media Asia, perusahaan media yang akan melangsungkan penawaran umum perdana (IPO) pada September-Oktober 2011. "Setelah mengakuisisi Rekajasa, CMA membuka peluang erjasama operasi antara Rekajasa dan BTEL," ujarnya.

Menurutnya, akusisi Rekajasa merupakan bagian dari mewujudkan media & technology vision 2015 (Bakrie TMT) yang telah dicanangkan Grup Bakrie beberapa waktu lalu.

Rekajasa memiliki keunggulan lisensi 4G secara nasional, dengan jumlah pelanggan sebanyak 630. Alokasi pita frekuensi yang dimiliki Rekajasa juga melengkapi portofolio dan membesarkan varian jenis layanan. "Dengan bandwith sebesar 12,5 Mhz yang berjalan di pita frekuensi 3,3 Ghz secara nasional, kami yakin menjadi operator 4G yang mampu melayani beragam kebutuhan layanan data pita lebar," tukasnya.

Digosipkan akan akuisisi StarOne, saham BTEL terjun 5% lebih

Digosipkan akan akuisisi StarOne, saham BTEL terjun 5% lebih
JAKARTA. Saham Bakrie Telecom (BTEL) mengalami penurunan tajam pagi ini. Pada pukul 10.15, saham BTEL tergerus 5,13% menjadi Rp 370. Bahkan sebelumnya, saham ELTY sempat melorot hingga menyentuh posisi Rp 355.

Spekulasi yang beredar di pasar, BTEL juga tengah mengincar divisi bisnis CDMA milik PT Indosat Tbk (ISAT) tersebut.

Sumber KONTAN menuturkan, saat ini BTEL gencar mendekati Indosat. Bahkan masuknya Danny Buldansyah, mantan Wakil Direktur Utama BTEL, ke Qatar Telecom, dikabarkan untuk memuluskan rencana ini.

Presiden Direktur BTEL Anindya Bakrie tidak menyangkal maupun mengiyakan kabar BTEL mendekati StarOne. "Kami terus melakukan pembicaraan dan membuka peluang dengan semua semua operator," tutur dia.

Mengekor AS dan Asia, IHSG sudah tergerus 2,60%

Mengekor AS dan Asia, IHSG sudah tergerus 2,60%
JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tergerus mengikuti jatuhnya bursa Amerika Serikat dan regional Asia. Pada Jumat (19/8), pukul 9.44 WIB, IHSG sudah tumbang 2,60% ke posisi 3.917,514.

Seluruh sektor tertekan, dengan sektor industri dasar memimpin kejatuhan sebesar 3,71%. Lalu, disusul sektor sektor agrikultur yang juga rontok 3,24%.

Sebanyak 202 saham tergelincir ke zona merah, dan hanya 7 saham yang berhasil naik. Sedangkan, 15 saham lainnya masih diam di tempat.

Saham yang menempati deretan top losers pagi ini, diantaranya PT Ristia Bintang Mahkota Sejati Tbk (RBMS) yang tergelincir 19,78% ke posisi Rp 73. Kemudian, saham PT Apac Citra Centertex Tbk (MYTX) yang ikut terkoreksi 16,67% ke Rp 150, dan di rangking ketiga ada saham PT Capitalinc Investment Tbk (MTFN) yang juga turun 13,16% ke Rp 330.

Sedangkan top gainers pagi ini, antara lain saham PT Central Omega Resource Tbk (DKFT) yang terbang 24,58% ke Rp 1.470, dan saham PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO) yang naik 10,27%ke Rp 161.

Prediksi perlambatan ekonomi Eropa, AS, dan China membuat harga minyak turun

Prediksi perlambatan ekonomi Eropa, AS, dan China membuat harga minyak turun
SYDNEY. Di New York, kontrak harga minyak dunia masih menunjukkan tren penurunan. Investor bertaruh, permintaan minyak akan melorot di tengah melambatnya pertumbuhan ekonomi di Eropa, AS, dan China.

"Kondisi ekonomi global saat ini tidak terlihat baik dan kemungkinan masih bakal ada kabar buruk lainnya. Selain itu, volatilitas pasar akan tetap terjadi. Ada potensi kembali terjadinya resesi di AS. Berita itu tidak baik bagi pasar minyak," papar Jonathan Barratt, Managing Director Commodity Broking Services Pty di Sydney.

Catatan saja, pagi tadi, kontrak harga minyak untuk pengantaran September turun sebesar US$ 1,48 menjadi US$ 80,90 per barel di New York Mercantile Exchange. Pada pukul 10.03 waktu Sydney, kontrak yang sama berada di posisi US$ 81,04 sebarel. Sepanjang pekan ini, harga minyak sudah anjlok 5,1%.

Sementara itu, kontrak harga minyak jenis Brent untuk pengantaran September turun 0,8% menjadi US$ 106,10 per barel di ICE Futures Europe Exchange di London. Sepanjang pekan ini, penurunannya sudah mencapai 1,8%, namun masih 41% lebih tinggi dalam setahun terakhir.


Eropa kian mencemaskan, harga emas dobrak rekor baru di New York

Eropa kian mencemaskan, harga emas dobrak rekor baru di New York
NEW YORK. Kemarin malam, kontrak harga emas futures kembali mendobrak rekor ke posisi US$ 1.829,70 per troy ounce. Permintaan emas sebagai safe haven kian memuncak akibat kecemasan akan perekonomian global yang memicu aksi jual pada bursa saham.

Asal tahu saja, kemarin malam, indeks Standard & Poor's 500 sempat turun 5%. Selain itu, krisis utang Eropa dicemaskan akan membuat pasar perbankan di kawasan itu tak beroperasi dan memangkas pengucuran pembiayaan.

"Ada sentimen negatif yang datang dari situasi utang di Eropa. Kecemasan di pasar saham mendorong investor memburu emas," jelas Sterling Smith, analyst Country Hedging Inc.

Kontrak harga futures emas untuk pengantaran Desemper melompat US$ 28,20 atau 1,6% menjadi US$ 1.822 pada pukul 13.45 waktu New York di Comex, New York. Dengan demikian, harga emas ditutup di harga rekor selama tiga hari belakangan. Sepanjang 2011, lonjakan harga si logam mulia ini sudah mencapai 28%.

"Jika emas terus menanjak dalam tingkatan ini beberapa hari ke depan, kemungkinan harga emas bisa menyentuh US$ 2.000 pada akhir bulan ini," kata Smith.

Pada akhir Juli lalu, posisi harga emas masih berada di level US$ 1.632,20 per troy ounce.

Kembali cetak rekor, hari ini emas batangan Logam Mulia tembus Rp 552.000

Kembali cetak rekor, hari ini emas batangan Logam Mulia tembus Rp 552.000
JAKARTA. Setelah sempat surut sejenak, harga emas batangan di dalam negeri kembali menlonjak. Hari ini (19/9), divisi Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menjual harga emas batangan dengan harga tertinggi hingga Rp 552.000 per gram. Ini berlaku untuk pembelian emas batangan seberat 1 gram.

Sementara, harga emas batangan seberat 1 kilogram (kg) yang biasa menjadi acuan pasar kini telah mencapai Rp 510.000 per gram. Sejauh catatan KONTAN, ini merupakan rekor harga tertinggi baru untuk emas batangan seberat 1 kg. Sebelumnya, rekor harga emas batangan untuk berat yang sama adalah Rp 503.000 per gram. Harga tersebut tercapai pada tanggal 11 Agustus lalu.

Pergerakan harga emas batangan ini mengekor harga kontrak emas di New York yang semalam juga sempat menembus rekor baru di angka US$ 1.839,8 per troy ounce (setara 31,1 gram). Buruknya data-data perekonomian Amerika Serikat menjadi pemicu kenaikan harga emas tersebut. Maklum, dalam kondisi ekonomi yang terpuruk, investor akan cenderung mencari emas sebagai alat untuk melindungi nilai uang mereka.

Catatan saja, harga di atas merupakan harga jual yang ditetapkan Logam Mulia untuk para konsumennya. Jika ingin menghitung perkiraan keuntungan investasi di emas batangan, kita harus melihat harga beli kembali (buy back) yang ditetapkan oleh Logam Mulia saat ini.

Nah, harga pembelian kembali (buyback) yang berlaku hari ini adalah Rp 495.000 per gram. Pada akhir 2010, harga jual emas batangan 1 kg di Logam Mulia masih Rp 414.000 pergram. Artinya, tahun ini, emas batangan telah memberikan keuntungan sekitar 23%.

Berikut ini adalah daftar harga dan persediaan emas batangan di Logam Mulia per 19-08-2011, pukul 8:15:00

sumber: www.logammulia.com


GramPrice per Bar (Rp)Price per Gram (Rp)Stock
1552.000552.000---------
21.062.000531.000Ready
2.51.317.000526.800Ready
31.572.000524.000Ready
42.082.000520.500Ready
52.602.500520.500Ready
105.165.000516.500---------
2512.837.000513.480Ready
5025.597.000511.940Ready
10051.124.000511.240---------
250127.580.000510.320Ready
1000510.000.000510.000---------
http://investasi.kontan.co.id/v2/read/1313720639/75731/Kembali-cetak-rekor-hari-ini-emas-batangan-Logam-Mulia-tembus-Rp-552.000

Refinancing UNSP bakal tuntas September

Refinancing UNSP bakal tuntas September
JAKARTA. PT Bakrie Sumatra Plantation Tbk (UNSP) menargetkan refinancing utang senilai US$ 210 juta tuntas pada September mendatang. Asal muasal utang itu adalah obligasi senilai US$ 185 juta yang jatuh tempo pada 1 November 2011 plus utang anak perusahaan yang nilainya berkisar US$ 20 juta-US$ 25 juta.

Harry M. Nadir, Direktur Keuangan UNSP menjelaskan, perusahaan perkebunan itu mendapatkan komitmen dari clubdeal yang terdiri dari lebih dari tiga bank. Satu diantaranya adalah Credit Suisse dan bank lokal. Target pinjamannya sampai US$ 250 juta.

Pinjaman baru bertenor lima tahun tersebut berbunga sekitar 8%-10% per tahun atau lebih rendah dibanding bunga obligasi perusahaan yang bebannya 10,75% pertahun. “Selisih 1%-2% aja sudah lumayan. Bisa menghemat sekitar US$ 4 juta,“ kata Harry. Refinancing ini membuat arus kas UNSP lebih longgar dan terlepas dari tekanan karena ada perpanjangan jatuh tempo.

Pinjaman akan dicairkan setelah perusahaan mendapat persetujuan pemegang saham. Catatan saja, UNSP telah dua kali mengadakan RUPS namun tak memenuhi kuorum. UNSP ingin menjaminkan aset kebun pada kreditur barunya.

Nantinya, sebesar US$20-US$25 juta dari pinjaman tersebut akan digunakan untuk mengembangkan pabrik oleokimia. “Total capex untuk oleokimia sekitar US$60 juta dan sudah direalisasikan sekitar US$10 juta," kata Harry.

Rencananya, tahun 2012 UNSP akan membangun pembangkit listrik untuk pabrik oleokimia itu, menggantikan pembangkit bermesin diesel. Tujuannya adalah memangkas biaya energi hingga 40%. Pembangunan powerplant tersebut membutuhkan dana sekitar U$15-US$20 juta.

Selain itu, UNSP ingin akan menambah satu lagi lini produksi. Agenda ini ditargetkan selesai 2012. “Setelah semua selesai pendapatan kami bisa naik tiga kali lipat dari saat ini," kata Harry.

Raka Mahesa Wardhana

Indeks acuan di Asia tergerus di atas 2%, Kospi paling parah

Indeks acuan di Asia tergerus di atas 2%, Kospi paling parah
TOKYO. Mayoritas saham di bursa Asia keok. Penyebabnya, perekonomian global menunjukkan tanda melemah serta krisisi utang Eropa akan menghancurkan sistem perbankan.

Pada pukul 10.50 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific turun 2,5% menjadi 120,13. Dengan demikian, bursa acuan di kawasan regional ini sudah melorot selama empat minggu berturut-turut. Sekitar 20 saham melorot, berbanding dengan satu saham yang naik.

Sementara itu, indeks Kospi terperosok hingga 4,4%, yang merupakan penurunan terbesar sejak Januari 2009 lalu. Sedangkan indeks Nikkei 225, Hang Seng, dan S&P/ASX 200 kompak memerah dengan penurunan masing-masing 2,02%, 2,63%, dan 2,83%.

Saham-saham yang mempengaruhi bursa Asia antara lain: BHP Billiton Ltd turun 3% di Sydney, BBillabong International Ltd anjlok 19% di Sydney, Mitsubishi UFJ Financial Group Inc turun 1,4% di Tokyo, dan Toyota Motor Corp turun 1,6% di Tokyo.

"Semua yang tengah terjadi menggerus kepercayaan investor. Tingkat kepercayaan bisnis stagnan dan pertumbuhan ekonomi global melambat. Sementara, krisis utang Eropa tambah parah dan tanpa ada koordinasi dalam penyelesaiannya. Kasus terburuknya adalah kita kembali krisis finansial 2008 lalu," jelas Matt Riordan dari Paradice Investment Management Pty.