Senin, 12 September 2011

Bursa Asia Tercemplung, Ikuti Koreksi AS-Eropa

Headline
INILAH.COM, Los Angeles – Bursa saham Asia melemah pada Senin (12/9) pagi, setelah kekhawatiran baru atas krisis utang Eropa menyebabkan penjualan tajam di pasar AS dan Eropa akhir pekan lalu.

Di Jepang, indeks Nikkei Average turun 2%, sedangkan S & P / ASX 200 Australia turun 2,8%, dan Selandia Baru melemah 1,5%. Bursa Korea Selatan, Taiwan dan China tutup karena libur.

Koreksi ini mengikuti pelemahan 2,7% dari Dow Jones Industrial Average dan S & P 500 serta jatunya Eropa Stoxx 600 sebesar 2,6% akhir pekan lalu.

"Kita telah melihat kinerja yang sangat buruk dari pasar AS pada Jumat. Dan pasar Eropa juga belum membaik, sehingga pasar lokal diperdagangkan turun, "kata Lucinda Chan direktur divisi Kekayaan Pribadi Macquarie. Demikian dikutip dari Yahoo.com.

Chan mengatakan situasi Eropa adalah fokus utama dan bahwa pasar benar-benar tidak yakin akan kemampuan Eropa menyelesaikan krisis utang.

Pengunduran diri dewan anggota Bank Sentral Eropa Juergen Stark, pendukung suku bunga tinggi, dipandang sebagai indikasi sengketa kebijakan di ECB. Saham keuangan, yang sangat sensitif terhadap perkembangan situasi utang Eropa, jatuh di Asia hari ini.

Di Sydney, Westpac Banking Corp turun 3,4%, Macquarie Group Ltd turun 3,9%, dan Commonwealth Bank of Australia melemah 3,6%.

Bank-bank Jepang juga anjlok tajam, dengan Mitsubishi UFJ Financial Group Inc turun 2,4%, sementara rivalnya yang lebih kecil, Shinsei Bank Ltd dan Aozora Bank Ltd turun 3,5% dan 4,4% masing-masing.

Tapi kerugian lebih buruk memukul saham eksportir, yang memiliki eksposur besar dari Eropa. Sony Corp jatuh 3,2%, Sharp Corp anjlok 4,6%, dan Nissan Motor Co turun 3,9%.

Saham Suzuki Motor Corp juga turun 3,3%, setelah berita bahwa Volkswagen, yang memiliki kemitraan dengan Suzuki, menuduh dituduh melanggar perjanjian kedua perusahaan dengan pengadaan mesin diesel dari pihak ketiga.

Saham pertambangan Australia jatuh, dengan BHP Billiton Ltd turun 2,9%, Rio Tinto Ltd turun 3,2%, dan Alumina Ltd melemah 4,6%.

Chan menambahkan, bagaimanapun, ke depannya, saham sumberdaya yang terdaftar di Sydney mungkin lebih aman, karena data ekonomi China yang dirilis pekan lalu menyarankan soft landing untuk perekonomian dunia terbesar kedua ini. "Dengan kemampuan China mendinginkan ekonomi mereka, ini positif untuk saham Australia, terutama sumber daya,” kata Chan.

Sementara emiten yang menguat pagi ini adalah penambang emas Papua-Australia, Newcrest Mining Ltd yang naik 0,2% dalam menghadapi kenaikan moderat untuk harga emas akhir pekan lalu. [ast]

Hemm.. Bapepam Baru Bahas Pre Closing Dengan BEI

INILAH.COM, Jakarta - Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) baru membahas penerapan pre closing dengan Bursa Efek Indonesia (BEI).

"Kita baru membahas penerapan pre closing. Penerapan closing akan dilakukan seiring penerapan jam perdagangan yang dimajukan," ujar Ketua Bapepam-LK Nurhaida, akhir pekan ini.

Lebih lanjut ia mengatakan, penerapan pre closing untuk menstabilkan harga agar sesuai dengan harga wajar. Kemungkinan pre closing ini dapat berlaku 10 menit-15 menit sebelum penutupan perdagangan. "Masih dalam pembahasan. Tapi sekitar 10 menit terakhir lah," kata Nurhaida.

Bila aturan tersebut jadi diterapkan, maka otoritas pasar modal tidak akan menghitung perdagangan yang dilakukan pada ketentuan pre closing . Diharapkan aturan tersebut akan menstabilkan harga. [hid]

Oktober, DPNS siap garap batubara

Oktober, DPNS siap garap batubara
JAKARTA. Rencana diversifikasi usaha PT Duta Pertiwi Nusantara Tbk (DPNS) bakal segera terealisasi. Produsen lem kayu ini bakal segera melakukan eksplorasi tambang batubara miliknya yang berada di Provinsi Jambi.

Siang Hadi Widjaja, Direktur Utama DPNS, menuturkan, perusahaan yang dipimpinnya tersebut saat ini sudah menyelesaikan tahap pengambilan foto udara. Selanjutnya perseroan ini akan melaporkan hasil studi kepada otoritas terkait guna memperoleh izin eksplorasi.

Pihak DPNS berharap izin eksplorasi bisa terbit tahun ini. "Kemungkinan, dalam 1-2 bulan izinnya bisa keluar," tutur Hadi kepada KONTAN, Jumat (9/9) lalu. Dus, emiten ini bisa mulai melakukan eksplorasi tambang di Oktober atau November.

Untuk melakukan eksplorasi, DPNS membutuhkan dana Rp 100 miliar-Rp 150 miliar. Dana ini juga dialokasikan untuk memenuhi biaya pembangunan infrastruktur pendukung pertambangan, terutama jalan.

Perseroan ini tengah menggodok berbagai opsi untuk memperoleh dana tersebut. Hadi merencanakan, pendanaan bakal berasal dari kas internal dan pinjaman beberapa pihak. Saat ini, DPNS masih menjajaki para calon kreditur itu.

Proses eksplorasi diperkirakan selesai dalam tempo 9 bulan-12 bulan. Hal ini tergantung kondisi lapangan tambang saat eksplorasi. Dengan demikian, DPNS kemungkinan baru bisa memproduksi batubara mulai akhir 2012 atau awal 2013. "Itu tergantung pada eksplorasi, kalau bisa lebih cepat, kami bisa produksi lebih cepat juga," jelas Hadi.

DPNS sudah mematok target produksi batubara 500.000-750.000 ton per tahun di tahun pertama beroperasi.

Hadi menuturkan, langkah diversifikasi usaha mutlak perlu. Pasalnya, DPNS tidak bisa menaikkan produksi lem kayu akibat permintaan pasar yang sudah maksimal.

Meski begitu, DPNS optimistis bisa mencetak penjualan Rp 107 miliar di akhir tahun, lebih tinggi 10% dari realisasi pendapatan di 2010 lalu. Sedang laba bersih ditargetkan tumbuh 10% mencapai Rp 14,7 miliar.

Hadi bilang, target itu tidak sulit tercapai. Pasalnya, volume penjualan dan harga jual rata-rata masih bisa naik tahun ini. "Sekarang tergantung permintaan, bisa bagus atau tidak," tandas dia.

Di semester I-2011, DPNS meraih penjualan Rp 56,03 miliar dan laba bersih sebesar Rp 10 miliar.

Bursa Asia gontai dihantui pesimisme global

Bursa Asia gontai dihantui pesimisme global
JAKARTA. Situasi pasar global yang masih digelayuti pesimisme membuat laju bursa Asia selama pekan kemarin kurang gairah. Menutup pekan perdagangan, Jumat (9/9) sebagian besar bursa di kawasan Asia Pasifik anjlok. Indeks MSCI Asia Pasifik tercatat merosot 0,87% ke level 772,65%. Selama sepekan ini, indeks MSCI Asia Pasifik turun 1,1%.

Indeks Kospi Korea Selatan misalnya, tergerus hingga 1,83%. Indeks Nikkei 225 Jepang juga melemah ke posisi 8.737,66 (0,63%). Indeks Hang Seng di Hong Kong juga turun ke posisi 19.866,63 atau 0,23%. Praktis, hanya tiga indeks saham Asia yang menutup pekan di zona positif, yakni Taiwan Taiex, S&P/ASX 200 Index, dan indeks bursa New Zealand NZX 500.

Emiten-emiten kakap di bursa Asia menyeret kelesuan bursa. Saham Honda Motor Corporation jatuh 6,4% akibat buruknya data lapangan kerja Amerika Serikat (AS). Sebanyak 40% pendapatan produsen mobil itu berasal dari pasar Amerika Utara.

Saham HSBC Holdings juga tergerus 3,3% akibat kenaikan premi asuransi kredit dan gagal bayar di Eropa. Maklumlah, bank ini tercatat sebagai kreditur terbesar di Eropa.

Bursa juga tetap bergeming, kendati berhembus sentimen positif dari rencana pemerintah AS mengucurkan stimulus lapangan kerja US$ 447 miliar. Kekhawatiran pasar atas makin buruknya situasi di Eropa terbukti lebih kuat menyetir arah bursa.

Indeks MSCI Asia Pasifik sempat tergerus 5,1% ke posisi 756,71, Senin (3/9). Namun terangkat lagi ke level 779,44 pada Kamis (8/9), sebelum kembali terperosok, menjadi 772,65 akhir pekan ini. "Volatilitas mungkin akan tetap tinggi hingga ada kejelasan tentang penyelesaian krisis Eropa," ujar Nader Naeimi, analis AMP Capital Investors di Sydney, seperti dikutip Bloomberg, Sabtu (11/9).

Fadil, analis Harumdana Berjangka, menilai, pasar Asia saat ini berada di fase konsolidasi. Perkiraan dia, awal pekan ini indeks masih akan tertekan kendati ada peluang kenaikan menjelang tutup pekan. "Jika ada katalis positif dari AS dan Eropa, fase konsolidasi ini tidak akan lama," imbuh dia.

Namun, ia sendiri pesimis katalis itu muncul. Pasalnya, AS dan Eropa terlalu banyak melontarkan pernyataan tanpa tindakan konkret. Fadil memprediksi, Kospi masih akan merosot sekitar 2%-3% menuju 1.700-1.750. Hang Seng juga bisa merosot hingga 18.800-19.000.

Kiswoyo AJ, analis Askap Futures, memprediksi sebaliknya. Indeks bursa Asia masih akan rebound di akhir bulan ini. Terlebih dengan harga yang sudah rendah seperti sekarang. Kospi, menurutnya berpeluang ke posisi 1.900, sedangkan Nikkei akan naik ke level 9.000.

IHSG Kembali Dibayangi Pelemahan

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan lalu berhasil kembali merengkuh level 4.000 meski kemudian lepas di akhir pekan. IHSG sempat melesat tajam pada pertengahan pekan setelah sempat libur panjang lebaran.

Mengawali perdagangan pekan lalu setelah libur panjang, IHSG langsung menguat meski bursa-bursa regional melemah. IHSG selanjutnya terus menguat seiring pulihnya bursa regional meski masih dibayangi kekhawatiran krisis di AS dan Eropa.

Sepekan setelah libur lebaran, IHSG terus bergerak menguat di tengah situasi pasar global yang bergejolak hingga akhirnya tertahan aksi profit
taking dan imbas pelemahan bursa saham global karena meningkatnya kekhawatiran investor. Pergerakan IHSG sepanjang pekan lalu
  • Senin (5/9/2011), IHSG menguat 24,441 poin (0,63%) ke level 3.866,172.
  • Selasa (6/9/2011), IHSG menguat 23,799 poin (0,61%)ke level 3.889,971.
  • Rabu (7/9/2011), IHSG ditutup melesat 111,462 poin (2,86%) ke level 4.001,433.
  • Kamis (8/9/2011), IHSG naik tipis 3,957 poin (0,09%) ke level 4.005,390.
  • Jumat (9/9/2011), IHSG ditutup menipis 6,888 poin (0,18%) ke level 3.998,502.

Namun jatuhnya bursa Wall Street yang diikuti bursa-bursa regional di awal pekan ini akan membawa sentimen negatif ke bursa Indonesia. IHSG pada perdagangan Senin (12/9/2011) diprediksi bergerak diteritori negatif.

"Sepekan ke depan, IHSG masih akan bergerak dalam kisaran sempit. Pelemahan bursa saham AS di akhir pekan bisa mempengaruhi perdagangan di BEI. Diperkirakan IHSG pekan depan akan bergerak pada rentang support 3.753-3.876 dan resistance 4.074-4.120," ujar Reza Priyambada, Managing Research Indosurya Asset Management.

Bursa Wall Street pada akhir pekan lalu mengalami koreksi yang cukup tajam. Pada perdagangan Jumat (9/9/2011), indeks Dow Jones tercatat merosot hingga 303,68 poin (2,69%) ke level 10.992,13. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 31,67 poin (2,67%) ke level 1.154,23 dan Nasdaq melemah 61,15 poin (2,42%) ke level 2.467,99.

Pelemahan tersebut langsung diikuti oleh bursa-bursa regional. Indeks Nikkei-225 di Bursa Tokyo pagi ini tercatat sudah melemah 197,22 poin (2,26%) ke level 8.540,33.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Kresna Sekuritas:

Minimnya katalis positif di market membuat IHSG kembali berkonsolidasi dalam rentang yang sempit. Keputusan kongres AS mengenai stimulus fiskal akan menjadi sentimen pendorong bursa global hari ini. Jika IHSG berhasil melewati 4.020 maka peluang IHSG untuk mencapai level 4.086 akan semakin besar. Untuk hari ini IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 3940-4080.

Indosurya Asset Management:

Pada perdagangan Senin (12/9) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.969-3.983 dan resistance 4.020-4.043. IHSG membentuk shooting star di posisi atas yang menandakan akan kembali adanya reversal. Posisi candle sudah di atas middle bollinger bands namun, masih di bawah upper bollinger bands. MACD masih berusaha naik dengan histogram positif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic mulai melemah di sekitar area overbought. Respon negatif investor terhadap imbas pelemahan bursa saham global dan adanya aksi profit taking dimungkinkan akan menekan laju pergerakan IHSG hari ini. Investor mewaspadai aksi profit taking yang kemungkinan masih akan berlanjut. Meski dalam kondisi yang serba tidak pasti namun, hal ini bisa dijadikan untuk mengambil posisi buy on weakness.

eTrading Securities:

IHSG pada Jumat (9/9) ditutup turun 7 point (-0.17%) ke level 3,998.50 dengan total transaksi tercatat sebanyak 7.83 juta lot atau setara dengan Rp3.3 triliun. Hampir seluruh sektor pada perdagangan mengalami penurunan kecuali sektor consumer (+0.53%), property (+0.98%) dan trade (+2.01%). Tercatat sebanyak 103 saham mengalami kenaikan, 105 saham mengalami penurunan, 87 saham tidak mengalami perubahan dan 158 saham tidak diperdagangkan sama sekali.

Saham-saham yang menjadi motor penggerak bursa a.l. DSSA, GGRM, ICBP, SMMA dan AMRT sementara yang menjadi pemberat bursa hari ini a.l. ASII, BBRI, EXCL, ADRO dan BDMN. Asing tercatat melakukan net buy pada pasar regular sebesar Rp26 miliar dengan saham-saham yang paling banyak di beli a.l. ASII, BMRI, BUMI, ICBP dan UNTR.

Secara teknikal, pada perdagangan Jumat kemarin (9/8) IHSG kembali tidak berhasil menembus level resistance di 4020 dengan candlestick yang kembali membentuk pola spinning top sementara indikator stochastic telah bergerak melandai di area overbought dan RSI mulai bergerak downtrend. Pada perdagangan hari ini (12/9) IHSG diperkirakan berpotensi bergerak mixed dengan kecenderungan terkoreksi dan akan pada range 3961-4020 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l ASRI dan UNTR.

(qom/qom)

Apakah IHSG Terus Bergairah Pekan Depan?

Jakarta - Pasca libur Lebaran 2011, pasar modal Indonesia kembali bergairah. Terjadi penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sejak Senin (5/9/2011), setelah pada sisa waktu sebelum libur Lebaran, indeks hanya berada di level 3.841,73.

Pada perdagangan awal pekan ini, IHSG langsung meningkat 28 poin (0,73%) ke level 3.870,13. Pasar modal Indonesia pun menguat sendiri ditengah kondisi global yang diterpa sentimen negatif akibat pelemahan Wall Street.

Sehari berselang, IHSG tidak tertahankan untuk naik dan akhirnya ditutup pada level 3.889,97 pada sesi akhir perdagangan Selasa (6/9/2011). Indeks bahkan kembali berada di level 4.000 pada pertengahan pekan di awal September.

IHSG berhasil menduduki posisi tertinggi 4.028,48 sejak melemah signifikan pada bulan Agustus 2011. Meski demikian, kenaikan indeks mereda dan parkir di level 4.001,43 di akhir perdagangan Rabu lalu.

Meski jelang akhir pekan, IHSG mengalami penurunan terbatas (0,175) ke level 3.998,5, tetap saja sudah terjadi tren peningkatan. Bahkan secara teknikal IHSG telah menembus level resistance di 4020 dengan candlestick yang kembali membentuk pola spinning top sementara indikator stochastic telah bergerak melandai di area overbought.

Berdasarkan riset Kresna Securities, pada perdagangan pekan depan indeks akan bergerak mixed dan berpotensi menjajal level baru 4.086. "Minimnya katalis positif di market, membuat IHSG kembali berkonsolidasi dalam rentang yang sempit. Keputusan kongres AS mengenai stimulus fiskal akan menjadi sentimen pendorong bursa global, dengan kisaran 3940-4080," ungkap Departemen Riset Kresna Securities, seperti dikutip detikFinance, Minggu (11/9/2011).

Menurut Direktur Invesment Banking PT Makinta Securities Harry Kurniawan, arus modal asing memang telah kembali masuk Indonesia, namun masih terbatas. Ini karena minimnya pilihan saham-saham yang ada di Bursa Efek Indonesia (BEI).

"Indonesia kan size-nya kecil. Mungkin masuk, tapi kecil. Lebih karena menahan sementara. (Investor asing) Mereka masih berhitung. Market (global) terlanjur jatuh, dan mereka juga sedang menunggu komitmen atas kebijakan-kebijakan baru," kata Harry.

"Lagi pula saat ini saham-saham big cap udah ngga likuid. Emiten-emiten lain likuiditasnya rendah. Mereka juga ga mau bisa beli, kemudian ga bisa keluar (jual). Potensi pasar Indonesia besar, tapi sedikit-sedikit," imbuhnya.
(wep/hen)

Lagarde Mentahkan Laporan Kekurangan Modal Bank Eropa 200 Miliar Euro

Jakarta - Direktur IMF Christine Lagarde, menegaskan, bahwa adanya dokumen rancangan IMF yang menunjukan kekurangan modal 200 miliar euro atau US$ 273,2 miliar yang dialami oleh bank-bank Eropa, merupakan hal yang menyesatkan (misleading). Sampai saat ini kreditur masih menyelesaikan studinya.

"Ada kesalahan melaporkan tentang 200 miliar euro, angka itu masih tentatif," kata Lagarde dalam sebuah konferensi pers usai pembicaraan keuangan G7 dan G8 di kota Marseille Prancis seperti dikutip dari Reuters, Minggu (11/9/2011)

"Ini bukan tes stres, bahwa yang dilakukan IMF bukan kebutuhan kapital global, untuk lembaga perbankan Eropa dan kami masih dalam diskusi dengan mitra Eropa untuk menilai metodologi global, hingga kita mencapai draf tentatif. Ini akan dipublikasikan sebelum akhir September," jelas Lagarde.

Sebelumnya, ada laporan IMF memprediksi, bank-bank di Eropa kemungkinan akan mengalami kekurangan modal senilai total 200 miliar euro. Akibat neraca bank-bank Eropa yang mengalami masalah serius, karena imbas krisis utang negara-negara zona euro. IMF dijadwalkan baru akan mempublikasikan hasil analisanya pada pertemuan antara IMF dan Bank Dunia pada akhir September 2011 mendatang.

Masalah ini telah menimbulkan sengketa sengit dengan penguasa zona euro dengan perkiraan sirkulasi menunjukkan kerusakan serius pada neraca bank-bank Eropa dari kepemilikan mereka atas utang zona euro yang bermasalah.

(hen/wep)

Jumat, 09 September 2011

Akhir Pekan, IHSG Ditutup di Bawah 4.000

INILAH.COM, Jakarta – Akhir pekan ini, indeks gagal bertahan di area positif. Aksi jual menjelang penutupan, meruntuhkan penguatan sepanjang sesi. IHSG pun terseret ke bawah level 4.000.

Pada perdagangan Jumat (9/9), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 6,89 poin (0,17%) ke level 3.998,50, dengan intraday terendah di 3.998,50 dan tertinggi di 4.028,48. Demikian pula indeks saham unggulan LQ45 yang turun 4,44 poin (0,63%) ke level 705,25.

IHSG menghabiskan hampir sepanjang sesi di teritori positif. Dibuka menguat 7,7 poin atau 0,19% menjadi 4.013, indeks bergerak fluktuatif di zona hijau hingga pada sesi pertama berada di level 4.016. Namun, tekanan profit taking menjelang penutupan, menyeret indeks ke level 3.998.

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia didukung volume transaksi sebesar 3,914 miliar lembar saham senilai Rp 3,326 triliun dan frekuensi 103.296 kali. Sebanyak 107 saham naik, sisanya 113 saham turun, dan 94 saham stagnan.

Koreksi terjadi, meski dana asing mengalir masuk. Nilai transaksi beli bersih (net foreign buy) tercatat sebesar Rp53 miliar. Rinciannya adalah transaksi beli sebesar Rp966 miliar dan transaksi jual mencapai Rp913 miliar.

Beberapa emiten yang melemah antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 700 ke Rp 70.300, Axiata (EXCL) turun Rp 250 ke Rp 5.350, Asahimas (AMFG) turun Rp 200 ke Rp 8.700, dan Samudera Indonesia (SMDR) turun Rp 200 ke Rp 4.300.

Emiten-emiten lain yang melemah antara lain Dian Swastatika (DSSA) naik Rp 2.650 ke Rp 16.750, Sarana Menara (TOWR) naik Rp 500 ke Rp 11.500, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 450 ke Rp 59.800, dan United Tractor (UNTR) naik Rp 400 ke Rp 25.300.

Yah.. IHSG Akhirnya Ditutup Turun 0,17%

INILAH.COM, Jakarta - Bursa saham Indonesia pada perdagangan Jumat (9/9) ditutup turun 6,89 poin atau 0,17% ke 3.998,50. Volume perdagangan 3,9 miliar saham senilai Rp3,2 triliun.

Perdagangan diwarnai dengan 113 saham turun, 107 saham naik dan 94 saham stagnan. IHSG masih mengalami net foreign buy sebesar Rp52,3 triliun dengan pembelian asing mencapai Rp966,9 miliar dan penjualan asing sekitar Rp913,7 miliar.

JII turun 2,4 poin ke 552, indeks ISSI turun 0,07 poin ke 129,46 dan indeks LQ45 turun 4,4 poin ke 705,25. Penguatan sektor perdagangan 10,9 poin ke 555,20 dan sektor konsumsi 7,07 ke 1.336,23 tidak mampu menahan pelemahan indeks. Sebab sektor pertambangan turun 13,06 poin ke 3.003,15 disusul sektor industri dasar turun 8,8 poin ke 1.275.

Indeks tidak dapat bertahan di level 4.000 an karena masih konsolidasi. Level tertinggi hari ini berada di 4.028,48 dan terendah di 3.991,58.

Menurut pengamat pasar modal, Sem Susilo, saat indeks bervolatilitas tinggi seperti sekarang ini pergerakannya sangat tergantung pergerakan terkini indikator intermarket. "Hari ini IHSG bergerak di level konsolidatif wajar," katanya kepada INILAH.COM.

Tetapi outlook market IHSG untuk oktober-Desember akan psitif. Jadi maybe mulai Oktober sampai dengan Desember IHSG akan stabil dan cendrung membaik. "Karena selain ada sentimen stimulus intermarket, juga ada sentimen seasonalitas natalan, tahun baru dan windowdressing akhir tahun," jelasnya.

Pelemahan juga dialami bursa Asia seperti indeks Hang Seng turun 0,25 ke 19.866, indeks Nikkei turun 0,6% ke 8.737, indeks Shanghai turun 0,055 ke 2.947 dan indeks ASX naik 0,16% ke 4.194,70.

Aksi profit taking melanda IHSG di akhir pekan

JAKARTA. Aksi profit taking melanda Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini. Alhasil, pada pukul 16.00, indeks ditutup dengan penurunan 0,17% menjadi 3.998,502.

Dari sepuluh sektor yang ditransaksikan, ada tujuh sektor yang memerah. Sektor industri dasar turun paling dalam sebesar 1,06%. Sementara, sektor perdagangan mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 2,01%.

Di sepanjang transaksi sesi II, 105 saham ditransaksikan turun. Sedangkan 103 saham naik dan 87 saham lain tak berubah posisi. Volume transaksi hari ini melibatkan 3,914 miliar saham senilai Rp 3,326 triliun.

Saham-saham yang menghuni posisi top losers hari ini antara lain: PT Equity Development (GSMF) yang turun 17,95% menjadi Rp 96, PT Skybee (SKYB) turun 8,57% menjadi Rp 640, dan PT Mustika Ratu (MRAT) turun 7,94% menjadi Rp 580.

Sedangkan saham-saham penghuni top gainers adalah: PT Tifico Fiber Indonesia (TFCO) naik 24,62% menjadi Rp 24,62, PT Dian Swastatika Sentosa (DSSA) naik 18,79% menjadi Rp 16.750, dan PT Trada Maritime (TRAM) naik 12,64% menjadi Rp 980.

Menipis 6 Poin, IHSG Tinggalkan Level 4.000

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menipis 6 poin akibat tekanan jual di penghujung perdagangan. Atas koreksi ini IHSG tinggalkan level 4.000.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah tipis di posisi Rp 8.575 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di posisi Rp 8.570 per dolar AS.

Mengawali perdagangan akhir pekan pagi tadi, IHSG dibuka menguat tipis 7,400 poin (0,18%) ke level 4.012,790. Bursa Asia yang positif berhasil semangati indeks.

Meski mampu bertahan di zona hijau, pergerakan IHSG masih serba tipis. Investor masih belum yakin rencana program pekerjaan Presiden AS Barrack Obama bisa terealisasi dengan baik.

Posisi tertinggi yang bisa didaki oleh indeks berada di level 4.028,484. Investor banyak memburu saham-saham lapis dua yang berpotensi menguat.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG naik tipis 10,657 poin (0,26%) ke level 4.016,047. Investor masih ragu untuk tanamkan modalnya.

Hampir sepanjang perdagangan sesi II indeks berada di zona hijau, namun tekanan jual di menjelang penutupan akhirnya pertahanan IHSG jebol juga dan jatuh ke zona merah.

Mengakhiri perdagangan akhir pekan, Jumat (9/9/2011), IHSG ditutup menipis 6,888 poin (0,18%) ke level 3.998,502. Sementara Indeks LQ 45 melemah tipis 4,438 poin (0,63%) ke level 705,250.

Investor mengekor aksi jual yang terjadi di bursa-bursa Asia. Saham-saham unggulan pun terkena aksi ambil untung dan melemah cukup dalam.

Mayoritas indeks sektoral kini berbalik arah ke teritori negatif, dipimpin oleh sektor industri dasar. Sementara sektor konsumer, properti, dan perdagangan masih bertahan di zona hijau dengan penguatan tipis.

Transaksi investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) tipis senilai Rp 52,868 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 103.296 kali pada volume 3,914 miliar lembar saham senilai Rp 3,326 triliun. Sebanyak 107 saham naik, sisanya 113 saham turun, dan 94 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia terkena sentimen negatif melemahnya bursa-bursa saham di Eropa, padahal pagi siang tadi masih ada beberapa yang cetak poin.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional di sore ini:
  • Indeks Komposit Shanghai turun tipis 1,19 poin (0,05%) ke level 2.497,75. Â
  • Indeks Hang Seng turun 46,19 poin (0,23%) ke level 19.866,63. Â
  • Indeks Nikkei 225 melemah 55,46 poin (0,63%) ke level 8.737,66.
  • Indeks Straits Times anjlok 30,77 poin (1,08%) ke level 2.826,13. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Dian Swastatika (DSSA) naik Rp 2.650 ke Rp 16.750, Sarana Menara (TOWR) naik Rp 500 ke Rp 11.500, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 450 ke Rp 59.800, dan United Tractor (UNTR) naik Rp 400 ke Rp 25.300.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 700 ke Rp 70.300, Axiata (EXCL) turun Rp 250 ke Rp 5.350, Asahimas (AMFG) turun Rp 200 ke Rp 8.700, dan Samudera Indonesia (SMDR) turun Rp 200 ke Rp 4.300.
(ang/dnl)

Cardig Aero Lepas 313.030.000 Saham ke publik

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Cardig Aero Services akan melepas saham sebesar 313.030.000 saham ke publik pada Oktober 2011.

"PT Cardig Aero Services akan melepas 313.030.000 saham ke publik," ujar Kepala Biro Sektor Jasa Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), Gonthor R.Aziz, Jumat (9/9).

Lebih lanjut ia mengatakan, perseroan diperkirakan akan melakukan penawaran umum saham perdana pada Oktober 2011. Perseroan telah menunjuk PT Bahana Securities sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Tujuan penawaran umum saham perdana untuk penyelesaian kewajiban perseroan, ekspansi dan modal kerja.

PT Cardig Aero Services bergerak di bidang usaha keamanan pesawat dan pengurusan cargo. [hid]

SMSM targetkan pendapatan Rp 1,8 triliun hingga akhir 2011

JAKARTA. PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM) menargetkan pendapatan selama 2011 mencapai Rp 1,8 triliun. "Kita pun targetkan laba bersih tahun ini bisa naik menjadi Rp 205 miliar," kata Direktur SMSM Ang Andr Pribadi di Jakarta, Jumat (9/9).

Untuk menggenjot pendapatan sepanjang tahun ini, perseroan masih akan mengandalkan ekspor produk-produk ke luar negeri. "Potensi pertumbuhan produk kami masih sangat besar, per tahunnya bertumbuh 10% hingga 20%," lanjutnya.

Sebenarnya, perusahaan sempat meyakini pendapatan tahun ini bisa tembus hingga Rp 2 triliun. Namun, menguatnya nilai tukar rupiah malah mengurangi nilai jual produk-produk keluaran SMSM yang selama ini 76% di jual ke luar negeri.

Sebagai catatan, hingga akhir Juni lalu, SMSM baru berhasil mencetak pendapatan sebesar Rp 875 miliar. Sedangkan laba bersih produsen filter ini baru Rp 148 miliar. Walaupun begitu manajemen SMSM tetap optimis target tahun ini dapat terpenuhi.

"Kami sangat yakin karena dari siklus tren penjualan biasanya meningkat di semeter kedua. Biasanya costumer ada target dan mereka akan lebih banyak beli di semester kedua," pungkas Ang Andri.

Takut Bubble, BI Awasi Ketat Gadai Emas Syariah

Jakarta - Bank Indonesia (BI) memperketat pengawasan gadai emas yang dilakukan bank syariah supaya tidak terjadi penggelembungan (bubble). Saat ini, BI sudah sampai pada tahap pengawasan.

Menurut Direktur Direktorat Perbankan Syariah Bank Indonesia Mulya E Siregar, sebelumnya BI sudah memberikan imbauan kepada bank-bank syariah yang marak lakukan gadai emas. Setelah masuk tahap pengawasan, tahap berikutnya yang akan dilakukan BI ada mengeluarkan peraturan.

"Kalau mereka enggak melakukan apa-apa, baru kita buat peraturannya. Ada proses, jangan ujug-ujug buat peraturan, nanti bank syariahnya enggak kreatif kalau semuanya diatur. Pertama diimbau, lalu diawasi, baru diatur," ungkapnya di Gedung Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (9/9/2011).

Ia mengatakan, kegiatan gadai emas tersebut masuk ke akad qardh yang merupakan pelengkap dari pembiayaan syariah. Bank sentral tak ingin qardh tersebut membesar dan menjadi yang utama daripada kegiatan perbankan syariah.

"Ada batasan dalam portofolio pembiayaan atau qardh dalam rangka gadai. Berapa kali gadai itu dilakukan, LTV (load to value) berapa, atur sendirilah. Jangan enggak ada batasan karena fatwa DSN, qardh itu hanya sebagai akad pelengkap jangan dong jadi dominan," ungkapnya.

Qardh merupakan akad pinjaman kepada nasabah demi tujuan komersial maupun sosial dengan ketentuan dana tersebut wajib dikembalikan kepada lembaga keuangan syariah dengan jangka waktu yang telah ditentukan.

Fatwa Dewan Syariah Nasional MUI nomor 79/DSN-MUI/III/2011 menyebutkan, pembiayaan qardh sebagai pelengkap untuk tujuan komersial bisa menggunakan dana nasabah. Adapun akad qardh yang berdiri sendiri untuk tujuan sosial tidak boleh menggunakan dana nasabah atau harus menggunakan modal.

Hingga akhir Juni 2011 portofolio pinjaman qardh mencapai Rp 7,36 triliun, naik hampir 3 kali lipat dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 2,44 triliun. Porsi pembiayaan qardh sekitar 8,9% dari seluruh portofolio pinjaman bank syariah yang mencapai Rp 82,61 triliun.
(ang/dnl)

Eropa dibuka memerah

LONDON. Sesaat setelah dibuka, bursa Eropa langsung melorot ke zona merah. Pada pukul 08.31 waktu London, Stoxx 600 turun 0,4% menjadi 229,64. Dengan demikian, sepanjang pekan ini, indeks acuan Eropa itu sudah merosot 1,2%.

Sejumlah saham yang dilanda aksi jual diantaranya: Porsche SE yang terjungkal 9,3% , STMicroelectronics NV yang turun 2,6%, dan Infineon Technologies AG yang turun 2,6%. Selain itu, Verbund AG juga turun sebesar 6,2%.

"Situasi perekonomian semakin memburuk. Hal ini tergantung pada langkah apa yang akan diambil oleh penentu kebijakan di Eropa. Selama indikator ekonomi masih tetap seperti ini dan emerging market memperketat kebijakan moneternya, kenaikan pada pasar saham akan sangat terbatas," jelas Markus Steinbeis, head of equity portfolio management Unterfoehring.

Default di salah satu provinsi China menekan bursa Asia

Default di salah satu provinsi China menekan bursa Asia
TOKYO. Sore ini, sebagian besar bursa saham Asia tertekan. Pada pukul 15.51 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific turun 0,5% menjadi 121,41.

Sementara itu, indeks Nikkei 225 Stock Average Jepang turun 0,6%, indeks Kospi Korea Selatan turun 1,8%, indeks S&P/ASX 200 naik 0,2%, dan indeks Hang Seng Hongkong turun 0,1%. Sedangkan indeks Shanghai Composite China turun 0,2%.

Sejumlah saham yang pergerakannya mempengaruhi bursa Asia antara lain: Fanuc Corp yang melorot paling besar diantara produsen mesin, Industrial & Commercial Bank of China Ltd turun 0,4%, Unimicron Technology Corp naik 6,9%, dan China Yurun Food Group Ltd naik 1,6%.

Beberapa sentimen negatif yang membuat bursa Asia tergerus adalah anjloknya saham-saham perusahaan pembuat mesin serta adanya data yang menunjukkan salah satu provinsi di China gagal bayar (default) atas utangnya.

"Default atas utang akan menjadi masalah yang besar bagi pemerintah lokal dengan memangkas investasi di sektor infrastruktur. Investor banyak melakukan aksi jual karena cemas perlambatan ekonomi akan terus menyeret kejatuhan indeks," urai Richard Chen, strategist Jianghai Securities Co di Shanghai.

Bursa Eropa Melemah Tanpa Ketidakpastian Fed

Headline
INILAH.COM, London - Bursa saham Eropa turun tipis pada perdagangan Jumat (9/9) setelah penurunan Wall Street karena Fed tidak menawarkan solusi meningkatkan pertumbuhan AS.

Indeks FTSE turun 0,2% ke 5.339,47, indeks DAX turun 0,6% ke 5.375,41 dan indeks CAC turun 0,5% ke 3.070,51, yang dikutip dari yahoofinance.com.

"Investor menahan diri karena tidak dapat membaca pasar secara jelas. Tidak ada alasan yang kuat untuk melakukan suatu keputusan sampai ada kebijakan yang kredibel," Direktur di Seven Investment Managemen, Justin Urquhart Stewart.

Fed dinilai tidak melakukan kepastian papapun dalam pidatonya di Jackson Hole. Kamis kemairn, Obama telah menawarkan paket stimulus untuk penerapan tenaga kerja senilai US$447 miliar di hadapan Kongres. Sedangkan dari data China, bulan Agustus mengalami penurunan laju inflasi menjadi 6,2% dari bulan Juli sebesar 6,5%.

Melirik Daya Tarik Saham PGAS

Medium
INILAH.COM, Jakarta – Kendati ada risiko penurunan margin keuntungan, saham PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) ternyata masih menarik. Apa pasalnya?

Morgan Stanley tetap mempertahankan rekomendasi 'Netral- Equal Weight' untuk PGAS meski ada resiko penurunan margin keuntungan. “Hal ini seiring rencana perseroan merenegosiasi harga kontrak gas,” ungkapnya dalam riset terbaru.

Menurut analisis Morgan Stanley, proses nego ulang harga yang membuat PGAS menaikkan harga beli gas dari Santos menjadi sekitar US$5 /mmbtu, akan disertai peningkatan volume produksi Santos hingga 100 mmscfd, dari kontrak sebelumnya yang mematok volume gas Santos di 90 mmscfd.

Dengan kesepakatan harga kontrak gas di US$di 5 /mmbtu dari Santos dengan volume gas 100 mmscfd, maka bagi hasil yang diperoleh BP Migas (pemerintah) dari operator minyak dan gas akan meningkat. Selain itu, akan meminimalisir dampak penurunan margin untuk jangka menengah.

“Apalagi PGN sudah cukup diuntungkan dengan menjual gas dari blok Northern Sumatera di harga US$9 /mmbtu,”terangnya.

Awalnya BP Migas meminta PGAS untuk menekan spread harga beli dan jual dengan produsen hingga di bawah US$3 /mmbtu. Namun, hal ini berpotensi menurunkan margin hingga 60%. Selain itu, BP Migas ternyata juga tidak bisa begitu saja intervensi PGN untuk menaikkan harga, mengingat perseroan sudah terikat kontrak dengan produsen.

Padahal pemerintah membutuhkan penambahan revenue bagi hasil gas di tengah turunnya volume produksi minyak dalam negeri, “Alhasil, nego ulang kontrak pun terpaksa dilakukan PGN,” jelasnya.

Saham PGAS pada perdagangan Jumat (9/9) sesi siang terpantau turun Rp25 ke level Rp2.900 per lembarnya. Yuganur Wijanarko, analis dari HD Capital menilai, koreksi PGAS di bawah level 3.000 adalah keterlaluan.

Terutama mengingat emiten ini memiliki potensi profitabilitas tinggi (ROE 40%) dan fair value fundamental, setelah downgrade earnings akibat kenaikan biaya gas yang dipatok di angka Rp.3.400. Yuga pun mengaku masih memberi rekomendasi positif untuk PGAS. “Saya masih melihat target harga PGAS dapat mencapai Rp3.200,” ujarnya. [ast]

Agustus, dana kelolaan mayoritas reksadana pendapatan tetap syariah naik

Agustus, dana kelolaan mayoritas reksadana pendapatan tetap syariah naik
JAKARTA. Kinerja mayoritas reksadana pendapatan tetap syariah meningkat pada Agustus lalu. Data PT Infovesta Utama menunjukkan, dana kelolaan atau Nilai Aktiva Bersih (NAB) lima dari delapan produk reksadana pendapatan tetap syariah meningkat.

Kenaikan dana kelolaan reksadana pendapatan tetap syariah dipimpin produk Sam Sukuk Syariah Sejahtera yang naik 32% menjadi Rp 33 miliar, dari bulan sebelumnya Rp 25,6 miliar. Disusul, produk MNC Dana Syariah dengan peningkatan dana kelolaan sebesar 21% menjadi Rp 85,36 miliar, dari Rp 70,97 miliar di bulan sebelumnya.

Sedangkan, NAB produk reksadana Medali syariah turun paling besar, yaitu 5,4% menjadi Rp 35,36 miliar, dari bulan sebelumnya Rp 37,5 miliar.

Manajer Investasi (MI) dari MNC Aset Manajemen Akbar Syarif mengaku, kenaikan dana kelolaan di bulan Agustus lebih besar dibanding bulan-bulan sebelumnya. Dia bilang, rata-rata bulan sebelumnya hanya naik 20%. "Bahkan sempat turun di bulan Januari hingga Maret lalu," ungkapnya, Jumat (9/9).

Akbar juga menyebut, saat ini masih sedikit MI yang menerbitkan produk pendapatan tetap syariah karena masih kesulitan dalam pengelolaannya. Kendala utamanya masih terkait keterbatasan underlying aset. "Obligasi pemerintah yang berbasis syariah saja masih sedikit apalagi obligasi korporasi berbasis syariah. Sepanjang tahun ini, belum ada korporasi yang launching obligasi berbasis syariah," jelas Akbar.

Padahal, menurutnya, portofolio MNC Dana Syariah tersusun dari 45% obligasi pemerintah syariah, 40% obligasi korporasi syariah, dan sisanya cash deposito yang digunakan untuk mengantisipasi adanya aksi redemption oleh nasabah.

Edbert Suryajaya, analis PT Infovesta Utama mengamini kondisi tersebut. Menurutnya, sepanjang tahun ini, jumlah produk obligasi pemerintah yang berbasis syariah lebih kurang 200 produk, sedangkan jumlah obligasi korporasi berbasis syariah belum mencapai 100 produk.

Meski begitu, Edbert bilang, selama Agustus lalu, kinerja reksadana pendapatan tetap berbasis syariah, masih jauh di atas reksadana saham syariah. Rata-rata imbal hasil produk reksadana pendapatan tetap syariah pada periode 29 Juli 2011 - 26 Agustus 2011 sekitar 0,36%,. "Lebih besar dibanding rata-rata imbal hasil reksadana saham syariah yang malah turun 6,77% di periode yang sama," katanya, hari ini (9/9).

Sepanjang sepekan, mata uang Asia melemah

Sepanjang sepekan, mata uang Asia melemah
SEOUL. Mata uang Asia melemah sepanjang pekan ini. Sebagai bukti, Bloomberg-JPMorgan Asia Dollar Index, yang mengukur kekuatan sepuluh mata uang Asia teraktif (selain Jepang), turun 0,5% dalam lima hari terakhir. Ini merupakan penurunan terbesar dalam sepekan sejak minggu yang berakhir 5 Agustus lalu. Won Korea Selatan dan dollar Singapura menjadi dua mata uang Asia yang melemah paling besar.

Pada pukul 12.30 waktu Seoul, berdasarkan data Bloomberg, pasangan (pair) dollar AS dan won (USD/KRW) berada di angka 1.074,63. Berarti, sepanjang pekan ini won sudah melemah sebesar 1,1%. Pelemahan juga terjadi pada pair dollar AS dan dollar Singapura (USD/SGD) ke posisi S$ 1,2147, atau melemah 0,9%. Sedangkan pair dollar AS dan peso (USD/PHP) melemah ke posisi 42,485 atau keok 0,8%.

Pelemahan mata uang Asia pekan ini dipicu oleh kecemasan investor akan tersendatnya pemulihan ekonomi AS serta krisis utang Eropa. Alhasil, mereka lebih memilih untuk memburu aset-aset yang lebih aman ketimbang aset emerging market.

"Data tenaga kerja AS sangat lemah. Pelaku pasar memilih menunggu apakah the Fed akan menggelontorkan stimulus moneter nantinya," jelas Nick Verdi, currency strategist Barclays Capital.

Sementara itu, mata uang Asia hari ini berkecenderungan bergerak stagnan hingga menguat. Menurut Mika Martumpal, analis valas Bank Commonwealth, pernyataan Presiden Barack Obama yang berencana menyuntikkan dana senilai US$ 447 miliar ke dalam sistem perekonomian menjadi sentimen positif bagi pasar.

"Stimulus fiskal yang diajukan Obama lebih tinggi dari ekspektasi pasar sebelumnya yang hanya sebesar US$ 300 miliar. Hal ini mendongkrak optimisme investasi global secara keseluruhan," jelas Mika.