Senin, 12 Desember 2011

Harga emas tergerus karena investor memburu dollar

Harga emas tergerus karena investor memburu dollar
SINGAPURA. Harga emas tergelincir, seiring menguatnya dollar AS. Mata uang safe haven ini perkasa di tengah kekhawatiran krisis utang Eropa masih bertahan, bahkan setelah para pemimpin menyepakati soal fiskal di Eropa. Penguatan dollar meredupkan daya tarik emas sebagai sebagai investasi alternatif.

Emas untuk pengiriman segera turun 0,2% ke level US$ 1.707,65 per ons troy, dan diperdagangkan di US$ 1.709,85 pada pukul 10.21 waktu Singapura. Sementara, kontrak emas untuk pengiriman Februari di Comex, New York, tergerus 1,2% ke posisi US$ 1.696,3 per ons troy pada pukul 11.30 di Jakarta.

Pekan lalu, Uni Eropa dipimpin Jerman dan Perancis menyepakati aturan pengetatan anggaran dan menmabah dana talangan senilai 200 miliar euro (US$ 267 miliar) untuk kawasan Euro.

Namun, analis Everbright Futures Co. Sun Yonggang menilai, pasar belum melihat Eropa membuat rencana yang bisa efektif menyelesaikan inti permasalahan di Eropa, yaitu mengurangi utang negara. "Isu yang belum terselesaikan di Eropa akan menjaga dollar tetap kuat terhadap euro, sehingga ini akan menekan harga emas," ujarnya.

Meski begitu, Everbright Futures menyebut, permintaan investasi emas masih kuat, seperti terlihat pada exchange-traded funds (ETF). Kepemilikan emas di ETF mencapai rekor tertinggi yaitu sebanyak 2.358,206 metrik tons pada 6 Desember lalu.

Dollar AS menguat 0,2% terhadap enam mata uang utama dunia, setelah tertekan 0,3% pada 9 Desember.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar