Kamis, 20 Januari 2011

Ini Dia 149 Pasien Gayus Tambunan

JAKARTA - Kementerian Keuangan tadi pagi menyerahkan data 149 wajib pajak kepada Mabes Polri melalui Direktur Tipikor Mabes Polri Brigjen Pol Ike Edwin. Sebanyak 149 wajib pajak ini diduga merupakan "pasien" terdakwa kasus penggelapan pajak Gayus Halomoan Tambunan.

Dari data yang diperoleh okezone, Sabtu (15/1/2011), beberapa wajib pajak, merupakan perusahaan besar yang cukup dikenal publik. Termasuk perusahaan milik konglomerat Indonesia sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie.

Jadi, berikut daftar 149 wajib pajak yang pernah dilayani oleh Gayus semasa bekerja di Direktorat Pajak Kementerian Keuangan.

1. A Rahma Abbas
2. BUT Chevron Indonesia Company
3. BUT MOHG Management Ple Ltd
4. BUT Pan Pacific Hotel & Resort Indonesia
5. BUT Tokyo Electic Power Service Co. Ltd
6. CV Sumber Setia Abadi
7. Justinus Christophorus K
8. Muktar Widjaya
9. PD Chander Vinod Laroya
10. PT Adei Plantation & Industy
11. PT Adijaya Perdana Mandiri
12. PT Adisarana Indotama
13. PT Aditarwan
14. PT Adriwana Krida
15. PT Aica Indonesia
16. PT Aker Kvaerner Subsea
17. PT Asahi Synchrotech Indonesia
18. PT Asianagro Abadi
19. PT Asianagro Lestari
20. PT Astellas Pharma Indonesia.
21. PT Berkatnugraha Sinarlestari
22. PT Bina Sawit Abadi Pratama
23. PT Bintang Utama Lestari
24. PT Bosch Rexroth
25. PT Branita Sandhini
26. PT Bukaka Teknik Utama, Tbk
27.
PT Bumi Resources, Tbk (BUMI)
28. PT Cakrawala Mega Indah
29. PT Capri Nusa Raya
30. PT Cemerlang Abadi
31. PT Ceria Worley
32. PT Chevron Oil Products Indonesia
33. PT Chiyoda Internasional Indonesia
34. PT Chuo Senko Indonesia
35. PT Cibalitung Tunggal Plantation
36. PT Citra Link Indonesia
37. PT Daitoh Indar Indonesia
38. PT Delta Dunia Petroindo Tbk--> Delta Dunia Makmur Tbk (DOID)
39. PT Dowell Anadrill Schlumberger
40. PT Dunia Express
41. PT Dwi Prima Sembada
42. PT Ecorn Consulting
43. PT Excelcomindo Pratama
44. PT Federal Internasional Finance
45. PT Ford Motor Indonesia
46. PT Fun Motor Indonesia
47. PT Garuda Mataram Motor
48. PT Golden Jaya Abadi
49. PT Gotrans interna Express
50. PT Hasil Jaya Industri
51. PT Honda Trading Indonesia
52. PT Horiguchi Engineering Indonesia
53. PT IDS Manufacturing
54.
PT Indah Kiat Pulp & Paper,Tbk (INKP)
55.
PT Indocement Tunggal Prakarsa (INTP)
56. PT Intan Anugerah Kharisma
57. PT Internasional Paint Indonesia
58. PT Iris Sistem Inforindo
59. PT Jae Hyun Indonesia
60. PT Jasa Teknologi Informasi IBM
61. PT Java Tobacco
62. PT Jewelry Design Services
63. PT JVC Indonesia
64. PT Kaisar Motorindo Industri
65. PT Kapuas Prima Coal
66. PT Karya Cipta Karsa
67. PT KDDI Indonesia
68. PT Kelola Jaya Artha
69. PT Kido Jaya
70. PT Kizone Internasional
71. PT Kornet Trans Utama
72. PT Koryo Internasional Indonesia
73. PT Kuala Pelabuhan Indonesia
74. PT Kurnia Jaya Raya
75. PT Kyung Dong Indonesia
76. PT Kyungseung Trading Indonesia
77. PT Ladangrumput Suburabadi
78. PT Les Nouveaux Premier Real Property Indonesia
79. PT Marga Nusantara Jaya
80. PT Maskapai Perkebunan Leidong West Indonesia
81. PT Marta Unikatama
82. PT McDermott Indonesia
83. PT Meares Soputan Mining
84. PT Mega Kemiraya
85. PT Melputra Garmindo
86. PT Mesitechmitra Purnabangun
87. PT Metec Semarang
88. PT Mintek Dendrill Indonesia
89. PT Mitra Infoparama
90. PT Mitraland Harapan Sejati
91. PT Molten Aluminium Producer Indonesia
92. PT Multi Adiguna Manunggal
93. PT Multi Rentalindo
94. PT Multi Teknindo Inforonika
95. PT Nelco Indonesia
96. PT Newmont Nusa Tenggara
97. PT Nissan Motor Distributor Indonesia
98. PT Nusantara Secom Infotech
99. PT OOCL Indonesia
100. PT Otsuka Indonesia
101. PT Pacific Wira Berjaya
102. PT Panasia Intersarana
103. PT Pantja Motor
104. PT Paramita Praya Prawatya
105. PT Pertamina Bina Medika (Pertamedika)
106. PT Pertamina Dana Ventura
107.
PT Petrosea,Tbk (PTRO)
108. PT Petrosea-PT Clough
109. PT Pindo Deli Pulp & Paper Mills
110. PT Pitamas Data Sempurna
111. PT Plaza Adika Lestari
112. PT Prawarasa Gemilang
113. PT Praquaman Konsultan
114. PT Proses Meterial Indonesia
115. PT Prudential Life Assurance
116. PT Quadra Media Publika
117. PT Rakintam Electical
118. PT Reckitt Benckiser
119. PT Rezdamurni Putramandiri
120. PT RTM Viditra Pratama
121. PT Sanko Gosei Technologi
122. PT Santan Batubara
123. PT Sawit Asahan Indah
124. PT Serasu Autoraya
125. PT Sgwicus Indonesia
126. PT Sibalec
127. PT Sierad Produce,Tbk (SIPD)
128. PT SK Food Indonesia
129. PT SKF Indonesia
130. PT SMI Electronic Indonesia
131. PT Sun Motor Indonesia
132. PT Supramatra Abadi
133. PT Sura Indah Wood Industries
134. PT Sun Hyundai Motor
135. PT Symrise
136. PT Tapian Nadenggan
137. PT Tegar Exporindo Jaya
138. PT Teguh Sinar Abadi
139. PT Thiess Contractors Indonesia
140. PT Tjahja Sakti Motor
141. PT Trisula Ulung Medasurya
142. PT Triwahana Jaya
143.
PT Tunas Baru Lampung, Tbk. (TBLA)
144. PT U Finance Indonesia
145. PT Wangsa Indra Permana
146. PT Widjaya Karya
147. PT Wiratama Dharma Perkasa
148. Suyardi Syukur
149. Toru Inoue

Sumber :
http://updatetaxnews.blogspot.com/2011/01/ini-dia-149-pasien-gayus-tambunan.html

ECB : Ekonomi Eropa masih negatif, suku bunga belum akan naik

Date : Jan 20 2011, 16:37
Title : News Story
Header : ECB : Ekonomi Eropa masih negatif, suku bunga belum akan naik


Story
=======================================================================================

FRANKFURT. European Central Bank (ECB) memberikan sinyal tak akan menaikan
suku bunga acuan dalam waktu dekat. Hal tersebut dinilai belum mendesak
meskipun angka inflasi Eropa sudah diatas perkiraan.
"Suku bunga saat ini masih diperlukan," ujar Presiden Jean Claude Trichet.
Inflasi Desember 2010 tembus 2,2% diatas ekspektasi pasar maupun pemerintah
yang sebesar 2%. Inflasi tersebut paling tinggi selama 2 tahun terakhir. Tapi
ECB tak mengubah suku bunga acuan di level 1%.
"Dewan Pengurus melihat tekanan inflasi tersebut bersifat jangka pendek,
terutama karena harga energi. Kebijakan yang diambil ECB saat ini sangat
relevan," ujar Trichet.
Tahun ini, ECB memperkirakan angka inflasi rata-rata sekitar 1,8%tahun dan
1,5% tahun depan.
"Peningkatan inflasi saat ini bukan alarm kenaikan suku bunga," kata
Anggota Dewan Eksekutif ECB Juergen Stark.
Menurutnya prospek ekonomi Eropa masih akan dalam zona negatif. Tahun ini,
ECB memperkirakan pertumbuhan ekonomi Eropa hanya sebesar 1,4% lebih lambat
ketimbang tahun lalu yang sebesar 1,7%.
[ Dyah Megasari, Bloomberg ]

KONTAN Thu, 20 Jan 2011 ( 16:23:06 WIB )


=======================================================================================

Bursa Asia Berguguran, IHSG Terpangkas 80 Poin



Jakarta - Sebanyak 225 saham melemah, sehingga memaksa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpangkas hingga 80 poin seiring dengan pelemahan di bursa-bursa regional. Penurunan bursa-bursa di Asia ini merupakan yang paling parah dalam lima bulan terakhir.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah ke posisi Rp 9.070 per dolar AS dibandingkan penutupan kemarin di Rp 9.055 per dolar AS.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG terkoreksi 11,918 poin (0,34%) ke level 3.522,366. Indeks melemah terkena imbas memerahnya bursa global dan regional.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG merosot hingga 74,930 poin (2,13%) ke level 3.459,354. Pelemahan itu memaksa indeks kembali nongkrong di level 3.400.

Dan menutup perdagangan, Kamis (20/1/2011), IHSG anjlok 80,166 poin (2,27%) ke level 3.454,118. Sementara Indeks LQ 45 turun 16,018 poin (2,57%) ke level 605,717.

Sentimen negatif dari bursa global dan regional membuat indeks tertekan. Investor masih mengamankan portofolionya karena khawatir indeks masih akan melemah lebih dalam lagi.

Seluruh sektor industri di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih terjerat di zona merah, tak satu pun yang bisa menguat. Minimnya informasi positif baik dari dalam maupun luar negeri membuat indeks tak kuasa bergerak ke atas.

Saham-saham yang menderita pelemahan paling dalam berada di sektor komoditas, yaitu pertambangan dan perkebunan. Keduanya melemah dengan signifikan, lebih dari 3%.

Posisi tertinggi yang bisa diraih indeks hari ini berada di level 3.534,002 pada pembukaan perdagangan. Sementara posisi terendahnya di level 3.441,630, jatuh lebih dari 90 poin.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 93.452 kali pada volume 3,567 miliar lembar saham senilai Rp 5,034 triliun. Sebanyak 34 saham naik, 225 saham turun dan 49 saham stagnan.

Transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign nett sell) tipis sebanyak Rp 38,605 miliar.

Bursa-bursa di Asia pun berguguran, sepanjang perdagangan bergerak di teritori negatif. Penurunan ini merupakan yang paling parah melanda bursa regional dalam lima bulan terakhir.

Berikut kondisi bursa-bursa regional hingga sore hari ini:

* Indeks Komposit Shanghai terpuruk 79,64 poin (2,89%) ke level 2.678,45.
* Indeks Hang Seng ambruk 415,92 poin (1,70%) ke level 24.003,70.
* Indeks Nikkei 225 terkoreksi 119,79 poin (1,13%) ke level 10.437,31.
* Indeks Straits Times anjlok 38,99 poin (1,20%) ke level 3.202,97.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Maskapai Reasuransi (MREI) naik Rp 130 ke Rp 680, Ace Hardware (ACES) naik Rp 100 ke Rp 2.575, Bank Danamon (BDMN) naik Rp 100 ke Rp 5.850, dan Pioneerindo (PTSP) naik Rp 90 ke Rp 465.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam katagori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITM) turun Rp 2.100 ke Rp 48.850, Schering Plough (SCPI) turun Rp 2.000 ke Rp 32.000, Gudang Garam (GGRM) tuurn Rp 1.350 ke Rp 36.200, dan Astra Internasional (ASII) turun Rp 1.200 ke Rp 47.800.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah ke posisi Rp 9.070 per dolar AS dibandingkan penutupan kemarin di Rp 9.055 per dolar AS. (ang/qom)

Semua sektor tertekan, IHSG terbenam 2,27%


Date : Jan 20 2011, 16:28
Title : News Story
Header : Semua sektor tertekan, IHSG terbenam 2,27%


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Bursa kembali terpuruk pada penutupan sore, kamis (20/1). Indeks
Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi 2,27% ke level 3454,118.
Hanya 31 saham yang naik, sedangkan 212 saham melemah, dan 45 saham
lainnya masih tidak bergerak. Transaksi ditutup pada volume perdagangan 3,57
miliar dengan nilai transaksi 5 triliun.
Semua sektor terkoreksi dengan sektor pertambangan yang menukik tajam
sejumlah 3,03%, diikuti sektor barang konsumsi yang terkoreksi 2,92%.
Kemerosotan paling tajam terjadi pada saham Prasidha Aneka Niaga Tbk
(PSDN) yang turun 34,44% ke Rp 59. Di peringkat kedua ada saham Suryamas
Dutamakmur Tbk yang turun 9,09% ke Rp 110.
Sementara, saham top gainers yang masih bertahan adalah Aneka Kemasindo
Utama Tbk (AKKU) yang naik 24,35% ke Rp 143, di peringkat kedua ada Pioneerindo
Gourmet Int I Tbk yang naik 24% ke Rp 465. Selain itu, saham yang masih ada di
era hijau adalah Maskapai Reasuransi Ind Tbk (MREI) yang naik 23,64% di harga
Rp 680.
[ Dyah Ayu Kusumaningtyas ]

KONTAN Thu, 20 Jan 2011 ( 16:20:45 WIB )


=======================================================================================

Harga emas terseret koreksi di pasar saham Asia

Date : Jan 20 2011, 15:27
Title : News Story
Header : Harga emas terseret koreksi di pasar saham Asia


Story
=======================================================================================

SYDNEY. Harga emas terseret koreksi yang terjadi di pasar saham Asia.
Koreksi saham menyebabkan pelaku pasar beralih ke dollar AS, sehingga
mengurangi permintaan terhadap emas sebagai alternatif investasi.
Hingga pukul 15.06 WIB, emas untuk kontrak pengiriman Februari 2011 di
Divisi COMEX-AS, turun dari US$ 1.370,2 per ons troy menjadi US$ 1.362,8 per
ons troy.
Pasar saham Asia melemah mengikuti kejatuhan bursa AS setelah data
perumahannya turun ke level terendah dalam setahun terakhir. Faktor inilah yang
menggiring pasar cenderung memburu dollar, dan mengurangi permintaan emas.
Hingga pukul 12.55 WIB, pairing euro terhadap dollar AS turun dari 1,3473 ke
1,3437.
Kepala penjualan dari Investec Bank (Australia) Ltd, Darren Heathcote
menyebut, harga emas telah mengikuti apa yang terjadi pada dollar beberapa hari
terakhir ini.
Adapun, Australia and New Zealand Banking Group Ltd. memangkas prediksi
harga emas tahun ini menjadi rata-rata US$ 1.453 per ons troy, atau turun 3,3%
dari perkiraan tahun lalu.
"Permintaan safe haven memudar dengan sentimen perbaikan ekonomi di Eropa.
Sementara, pasar mata uang kurang mendukung, dengan dolar AS cenderung menguat
di 2011 dan ke depannya," ujar analis Mark Pervan and Natalie Robertson dari
ANZ Banking Group Ltd.
[ Dupla Kartini, Bloomberg ]

KONTAN Thu, 20 Jan 2011 ( 15:26:19 WIB )


=======================================================================================

Biaya proteksi obligasi korporasi di Eropa membengkak

Date : Jan 20 2011, 15:26
Title : News Story
Header : Biaya proteksi obligasi korporasi di Eropa membengkak


Story
=======================================================================================

LONDON. Credit default swap (CDS) Eropa memperlihatkan, biaya perlindungan
terhadap obligasi korporasi kembali membengkak.
Markit iTraxx Europe Index yang dicatat JP Morgan Chase & Co pada pukul
7:30 waktu London memperlihatkan biaya proteksi 50 perusahaan Eropa yang
memiliki yield tinggi sudah naik 8,5 basis poin menjadi 417,5.
Indeks juga merekam, biaya proteksi 125 perusahaan dengan peringkat
obligasi investasi-grade naik 1,5 basis poin menjadi 104.5. Kenaikan biaya
menyusul kekhawatiran terhadap obligasi senior milik 25 bank dan asuransi yang
naik 0,5 basis poin menjadi 177 dan indeks subordinasi naik 0,5 bps menjadi
294,5.
Dalam indeks tersebut, 1 bps CDS berarti melindungi sekitar 10 juta euro
atau setara dengan US$ 13,4 juta obligasi dari potensi gagal bayar dengan tenor
lima tahun.
Informasi saja, Markit iTraxx Europe Index adalah patokan biaya
perlindungan obligasi terhadap potensi default dan memberikan sinyal dalam
persepsi kualitas kredit.
[ Dyah Megasari, Bloomberg ]

KONTAN Thu, 20 Jan 2011 ( 15:09:26 WIB )


=======================================================================================

BUMI vs ADRO vs ITMG vs PTBA vs HRUM vs BORN vs BYAN







Harga SUN tenor pendek melonjak drastis di pasar sekunder

Date : Jan 20 2011, 14:49
Title : News Story
Header : Harga SUN tenor pendek melonjak drastis di pasar sekunder


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Harga Surat Utang Negara (SUN) beberapa seri pada perdagangan
sesi I di pasar sekunder melonjak drastis. Seri FR27 misalnya, harga SUN yang
jatuh tempo pada 2015 ini mencapai level 109,30 naik 12,38% dari posisi kemarin
(19/1) di level 124,75. Secara otomatis, yield atau tingkat imbal hasil FR27
menciut jadi 6,99% dari yang sebelumnya 8,18%.
Berbeda dengan SUN tenor pendek, harga seri FR52 yang jatuh tempo 2030
justru turun dari 103,25 menjadi 102,75. Sebaliknya, yield seri ini sedikit
naik menjadi 10,17% (20/1) dari yang sebelumnya 10,11%.
Indeks hasil perhitungan Himpunan Pedagang Surat Utang Negara (Himdasun)
sempat naik tipis ke level 99,72 (19/1) dari posisi 99,47 (18/1) yang merupakan
posisi terendah sejak 2 tahun terakhir. Biasanya, pasar kembali melakukan aksi
beli setelah harga SUN terkoreksi. Saat ini pasar menanti angka inflasi yang
akan berpengaruh pada suku bunga acuan atau BI rate. "Tenor pendek memiliki
resiko yang lebih rendah terhadap kenaikan suku bunga ketimbang tenor yang
lebih panjang," ujar Analis Obligasi Mandiri Sekuritas, Handy Yunianto.
Sekedar informasi, angka credit default swap (CDS) Indonesia per 19
Januari kemarin berada di level 141,71% naik dari 139,04% (18/1).
Berikut harga SUN pada perdagangan sesi I
FR30 jatuh tempo 2016
116,00 yield 7,07 (20/1)
110,75 yield 8,20 (19/1)
FR 34 jatuh tempo 2021
132,00 yield 8,16 (20/1)
128,50 yield 8,59 (19/1)
[ Dyah Megasari ]

KONTAN Thu, 20 Jan 2011 ( 14:42:36 WIB )


=======================================================================================

Laba BMRI 2010 naik 18,71% jadi Rp 8,5 triliun

Date : Jan 20 2011, 13:55
Title : News Story
Header : Laba BMRI 2010 naik 18,71% jadi Rp 8,5 triliun


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Laba bersih PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) naik 18,71% menjadi Rp 8,5
triliun pada 2010. Tahun sebelumnya, laba bersih bank milik BUMN ini mencapai
Rp 7,16 triliun.
"Bank Mandiri terdepan bersama BRI. Pencapaian keuntungan Rp 8,5 triliun,
jauh naik dari 2009," ujar Menteri BUMN Mustafa Abubakar, hari ini (20/1).
Namun, Direktur Utama BMRI Zulkifli Zaini masih enggan mengakui pencapaian
kinerja tahun 2010. "Masih terlalu dini menyebutkan laba karena neraca Desember
2010 masih dalam proses audit," ujarnya.
Saat ini, BMRI masih menyiapkan proses penerbitan saham baru. Wakil
Menteri BUMN, Pandu Djajanto memastikan BMRI bakal menawarkan saham baru mulai
24 Januari mendatang.
[ Bernadette Christina, Nina Dwiantika, Astri Kharina Bangun, Didik
Purwanto ]

KONTAN Thu, 20 Jan 2011 ( 13:16:45 WIB )


=======================================================================================

Tertekan 206 saham, IHSG ditutup turun 2,12%


Date : Jan 20 2011, 12:50
Title : News Story
Header : Tertekan 206 saham, IHSG ditutup turun 2,12%


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Sejumlah 206 saham yang memerah menyebabkan Indeks Harga Saham
Gabungan (IHSG) pada penutupan sesi pagi, kembali anjlok signifikan, yaitu
minus 2,12% ke level 3.459,354. Hanya 23 saham yang menghijau, sementara 35
saham lagi stagnan.
10 sektor yang diperdagangkan beradu kuat mendorong kejatuhan indeks.
Koreksi tertinggi terjadi di sektor pertambangan yang merosot 3,06%.
Nilai perdagangan yang tercipta sebesar Rp 2,5 triliun dengan total volume
sebanyak 1,7 miliar saham.
Prasidha Aneka Niaga Tbk (PSDN) memimpin barisan saham yang memerah
setelah jatuh 34,44% ke Rp 59. Disusul Bhakti Capital Indonesia Tbk (BCAP) yang
merosot 25% ke Rp 225. Asia Natural Resources Tbk (ASIA) melemah 10% ke Rp 72,
Bisi International Tbk (BISI) turun 7,27% ke Rp 1.530, dan pendatang baru
Martina Berto Tbk (MBTO) terkoreksi 6,90% ke Rp 540.
Lima besar top gainers diisi Pioneerindo Gourmet International Tbk (PTSP)
yang menguat 24% ke Rp 465, Allbond Makmur Usaha tbk (SQMI) naik 12% ke Rp 168.
First Media Tbk (KBLV) yang diisukan bakal dijual Group Lippo berada di posisi
ketiga setelah mengalami kenaikan 10,26% ke Rp 1.290. Surya Semesta Internusa
Tbk (SSIA) naik 5,56% ke Rp 950, dan Lamicitra Nusantara Tbk (LAMI) menguat
4,57% ke Rp 183.
[ Teddy Gumilar ]

KONTAN Thu, 20 Jan 2011 ( 12:29:13 WIB )


=======================================================================================

Pemerintah ingin harga rights issue BMRI lebih tinggi


Date : Jan 20 2011, 12:49
Title : News Story
Header : Pemerintah ingin harga rights issue BMRI lebih tinggi


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Pemerintah menghendaki harga penawaran saham terbatas atau rights
issue PT Bank Mandiri Tbk lebih tinggi dari harga sebelum roadshow di level Rp
4.000-Rp 6.150 per saham. Pemerintah beralasan, kondisi pasar modal mulai
stabil sehingga harga rights issue BMRI berpeluang lebih tinggi.
Menteri BUMN Mustafa Abubakar menyatakan manajemen BMRI bersama para
penjamin emisi telah merampungkan roadshow. Pemerintah masih menunggu laporan
Joint Lead Underwriter (JLU) hingga dua hari ke depan.
"Kelihatannya masih masuk dalam harga range. Mudah-mudahan harga di pasar
modal bisa di luar range agar ada ruang menaikkan harga," ungkap Mustafa, Rabu
(19/1).
Menteri BUMN mengaku sudah bersepakat dengan Bapepam-LK soal kemungkinan
perubahan harga rights issue BMRI. Inti kesepakatannya: jika harga saham BMRI
di pasar modal meningkat dalam dua hari ke depan, Bapepam memberi kesempatan
bank pelat merah ini untuk menyesuaikan harga penawarannya. "Jadi boleh
dinaikkan, tapi sekarang (kemarin) belum ada keputusan karena underwriter
sedang mengolahnya," imbuh Mustafa.
BMRI akan melepas 2,33 miliar saham baru di kisaran harga Rp 4.000-Rp
6.150 per saham. Lewat aksi itu, BMRI membidik perolehan dana antara Rp 9,3
triliun hingga
Rp 14,4 triliun. Setiap pemegang 8.985 saham lama yang tercatat hingga 10
Februari 2011 berhak membeli 1.000 saham baru. Dengan skema itu, pemerintah
selaku pemegang saham mayoritas BMRI berhak mengeksekusi 1,5 miliar saham.
Pemerintah memastikan tidak akan mengeksekusi haknya dan akan mengundang
investor strategis. Tapi Mustafa enggan membeberkan identitas calon investor
strategis. "Saya belum bisa komentar tentang itu," kata dia.
Deputi Menteri BUMN Bidang Perbankan dan Jasa Keuangan, Parikesit
Suprapto, menambahkan, setelah rights issue, pemerintah akan menguasai 60%
saham BMRI. "Kami tak mengeksekusi saham rights issue karena tidak ada alokasi
dana dari APBN," kata Parikesit.
Dengan 40% kepemilikan saham publik, manajemen BMRI optimistis laba
bersihnya akan meningkat.
Pahala N. Mansyuri, Direktur Keuangan BMRI, memproyeksikan laba bersih
BMRI bisa bertambah Rp 400 miliar-Rp 500 miliar setelah rights issue. Sebab,
BMRI akan memperoleh insentif (diskon) pajak sebesar 5%. Maklum saja, jumlah
saham yang beredar di pasar minimal 40% dari total sahamnya.
[ Didik Purwanto, Avanty Nurdiana, KONTAN ]

KONTAN Thu, 20 Jan 2011 ( 11:47:32 WIB )


=======================================================================================

JSX



Kalo dilihat indek tekanan hari ini, indek berpeluang ke arah 3350.

AALI vs LSIP vs SGRO vs BWPT vs UNSP vs TBLA vs GZCO







BISI

SMGR vs INTP vs SMCB



Angka perumahan anjlok, harga minyak di level terendah pekan ini

Date : Jan 20 2011, 09:26
Title : News Story
Header : Angka perumahan anjlok, harga minyak di level terendah pekan ini


Story
=======================================================================================

SYDNEY. Anjloknya angka pembangunan rumah di AS tidak hanya menyeret pasar
saham, tapi juga menyeret harga minyak mentah.
Minyak untuk kontrak pengiriman Februari 2011 di Pasar NYMEX-AS turun 0,46
poin ke US$ 90,40 per barel hingga pukul 11.45 a.m. waktu Sydney. Kemarin,
minyak ditutup di US$ 90,86 per barel. Sementara, minyak pada kontrak teraktif
di bulan Maret turun 0,29 poin ke US$ 91,52 sebarel.
Angka housing starts per Desember turun 4,3% menjadi 529,000 unit, meleset
dari perkiraan pasar yaitu 550.000 unit. Melesetnya pertumbuhan sektor
perumahan ini mengindikasikan pemulihan ekonomi mungkin melambat.
Harga minyak juga turun setelah American Petroleum Institute melaporkan
cadangan minyak mentah AS meningkat 3,53 juta barel menjadi 340,6 juta.
Analis dan broker di Tradition Energy di Stamford, Gene McGilian menyebut,
data tersebut bukan indikator ekonomi yang positif, dan pasar masih fokus pada
faktor eknomi. "Kita melihat bagaimana pergerakan dolar dan ekuitas," ujarnya.
[ Dupla Kartini, Bloomberg ]

KONTAN Thu, 20 Jan 2011 ( 08:20:15 WIB )


=======================================================================================

BEI: Masalah terletak di sistem pendukung datafeed

Date : Jan 20 2011, 09:05
Title : News Story
Header : BEI: Masalah terletak di sistem pendukung datafeed


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Sekitar 15 menit sebelum penutupan perdagangan, sejumlah trader
mengaku kesulitan dalam melakukan transaksi online trading. Rupanya, ada
gangguan yang terjadi pada sistem data pendukung di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Banyak trader yang menyayangkan terjadinya hal ini. "Bagaimana BEI mau
memangkas jam istirahat kalau hal seperti ini masih saja terjadi," ujar salah
seorang trader yang tak mau namanya disebut.
Namun, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Wan Wei Yiong
bilang, sistem perdagangan berjalan normal hingga penutupan pasar pukul 16.00.
"Memang ada masalah di sistem pendukungnya yaitu datafeed," jelasnya.
Yiong menambahkan, power supply ke datafeed terputus sore ini pukul 15.46.
"Namun saat ini sudah betul lagi," imbuhnya. Asal tahu saja, datafeed ini
digunakan untuk memperoleh informasi perdagangan secara real time dari
Bloomberg, RTI, Stockwatch, dan lain-lain.
[ Astri Karina Bangun, Barratut Taqiyyah ]

KONTAN Wed, 19 Jan 2011 ( 17:29:08 WIB )


=======================================================================================

Rabu, 19 Januari 2011

Saham UNVR, BBRI, dan TLKM jadi penggerus indeks

Date : Jan 19 2011, 15:18
Title : News Story
Header : Saham UNVR, BBRI, dan TLKM jadi penggerus indeks


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Saham UNVR, BBRI, dan TLKM menjadi penyeret indeks, hari ini.
Hingga pukul 14.23 WIB, IHSG terseret 0,63% ke level 3.526,16.
Adapun, saham UNVR sudah terkoreksi 2,8% ke level Rp 15.650 per saham.
Sementara, saham BBRI turun 3% Rp 4.850 per saham, dan saham TLKM turun 0,64%
ke 7.750
Analis Lauthandana Securindo, Willy Sanjaya menyebut, koreksi ketiga saham
tersebut karena pengaruh isu dari dari negeri. Menurutnya, pasar masih cemas
terhadap inflasi, suku bunga yang belum ada perubahan, dan kondisi sosial
politik yang agak memanas akhir-akhir ini karena tudingan kebohongan terhadap
pemerintah.
Sementara, kata Willy, dari sisi emiten sendiri tidak ada alasan khusus
yang menyeret saham-saham tersebut. Tapi, saat ini pasar memang menunggu
laporan keuangan 2010, sehingga indeks sulit naik dan cenderung tekanan jual.
"Pasar tidak punya pegangan, dalam posisi mencari arah, sehingga yang
ditunggu adalah rilis laporan keuangan dan rencana pembagian dividen,"
terangnya.
[ Dupla Kartini ]

KONTAN Wed, 19 Jan 2011 ( 14:30:43 WIB )


=======================================================================================

Penurunan harga SUN sudah diprediksi investor

Date : Jan 19 2011, 15:16
Title : News Story
Header : Penurunan harga SUN sudah diprediksi investor


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Meski Moody's Investor Service menaikkan rating credit Indonesia
dari Ba2 menjadi Ba1 beberapa hari lalu, namun dampaknya belum menjalar ke
pasar saham dan obligasi. Sebagai bukti, pasar saham masih menunjukkan koreksi
dalam dua minggu pertama tahun ini. Sementara, harga surat utang negara sempat
menyentuh titik terendah sejak Juli 2010.
Menurut Venkatraman Anantha Nageswaran, Chief Investment Officer Bank
Julius Bar, peringkat Moody's tak terlalu berdampak signifikan terhadap pasar
saham dan obligasi Indonesia. Pasalnya, "Investor sudah berspekulasi sebelumnya
tentang kenaikan peringkat tersebut," jelasnya. Dia menambahkan, saat ini,
kecemasan investor lebih tertuju pada tingkat inflasi di Asia yang semakin
membumbung.
Head of Debt Research PT Danareksa Sekuritas pun berpendapat sama.
Menurutnya, penurunan harga surat utang negara bukan sesuatu yang
mengkhawatirkan. "Harga SUN turun karena pasar sudah memprediksi ada kenaikan
rating di awal tahun. Kecuali kalau naik satu lagi ke level investment grade,
baru efeknya jadi lebih besar," ujar Budi, Rabu, (19/1).
Menurut Budi jika sudah di level investment grade, maka kondisi pasar
Indonesia akan lebih menarik.
[ Barratut Taqiyyah, Astri Karina Bangun ]

KONTAN Wed, 19 Jan 2011 ( 15:03:08 WIB )


=======================================================================================

JSX

Sembilan sektor melemah, indeks terkoreksi 0,61%

Date : Jan 19 2011, 13:18
Title : News Story
Header : Sembilan sektor melemah, indeks terkoreksi 0,61%


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Penguatan bursa di menit-menit awal perdagangan ternyata tidak
berlangsung lama. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) malah melemah karena 9
sektor masuk ke zona merah. IHSG pada sesi pagi ditutup melemah 0,61% ke level
3.526,95..
Sebanyak 105 saham turun, dan hanya 63 saham yang berhasil menguat,
sementara 77 saham diam ditempat.
Sektor yang melemah paling dalam adalah sektor industri dasar yang
terkoreksi 1,43%, disusul sektor consumer good yang melorot 1,34%. Sektor
perdagangan juga masih terkoreksi 1,12%. Sektor lainnya rata-rata melemah di
bawah 0,1%. Tercatat hanya sektor aneka industri yang berhasil maju ke zona
hijau dengan penguatan tipis 0,90%.
Pemimpin top losers masih Bhakti Capital Indonesia (BCAP) dengan koreksi
25% ke Rp 300, disusul oleh Suryamas Duta Makmur (SMDM) yang tergelincir 9,09%
ke Rp 120. Sumber Alfaria (AMRT) turun 8,33% ke Rp 2.750. Saham MSCI yang
terkoreksi adalah SMGR atau Semen Gresik dengan penurunan 2,82% ke Rp 8.600,
dan saham Unilever (UNVR) yang melemah 2,80% ke Rp 15.650.
Penghuni top gainers adalah Pudjiadi& Sons Estate yang naik 21,50% ke Rp
2.300, disusul Bank Capital (BACA) Indonesia yang menguat 9,82% ke Rp 123.
Anggota MSCI indeks yang melesat paling tajam adalah Bank Internasional
Indonesia (BNII) dengan penguatan 4,62% ke Rp 680, disusul Bank Mandiri (BMRI)
yang naik tipis 1,79% ke Rp 5.700. Saham ASII dan INCO juga berhasil menguat
1,06% dan 1,04%.
[ Dian Pitaloka Saraswati ]

KONTAN Wed, 19 Jan 2011 ( 12:32:04 WIB )


=======================================================================================

Inflasi tinggi dan ekonomi China akan pengaruhi Asia tahun ini

Date : Jan 19 2011, 13:17
Title : News Story
Header : Inflasi tinggi dan ekonomi China akan pengaruhi Asia tahun ini


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Outlook perekonomian Asia di 2011 masih akan dibayangi kenaikan
inflasi yang cukup tinggi. Venkatraman Anantha Nageswaran, Investment Officer
Bank Julius Bar mengingatkan, kondisi perekonomian dunia pada paruh pertama
2010 sangat sulit. Sejumlah faktor yang mempengaruhi antara lain pengetatan
kebijakan China, krisis utang Eropa, dan melorotnya perekonomian AS.
"Namun kondisi tersebut membaik di paruh kedua 2010 karena AS banyak
mencetak uang, data perekonomian AS yang positif, dan langkah bank sentral
Eropa yang menggelontorkan banyak dana segar ke sistem finansial," jelasnya.
Nah, bagaimana dengan outlook Asia tahun ini? Secara umum, lanjut
Venkatraman, kondisi ekonomi Asia cukup positif. "Hanya saja ada kecemasan
inflasi yang membayangi," imbuhnya.
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi inflasi antara lain kenaikan harga
makanan dan harga komoditas. Khusus komoditas, pergerakan harga minyak akan
berpengaruh besar. "Kami memprediksi, harga minyak dunia bisa menyentuh di atas
level US$ 100 sebarel," paparnya. Kondisi itu tidak akan bagus bagi Asia.
Nageswaran menambahkan, China sebagai salah satu poros ekonomi Asia akan
berpengaruh besar atas kondisi ekonomi Asia secara keseluruhan.
Dia memprediksi, dalam jangka pendek, China akan terus melakukan
pengetatan kebijakan moneter. Selain itu, tingkat inflasi China juga akan naik
sehingga membuka kemungkinan bank sentral China menaikkan suku bunga acuan.
"Pada semester I ini, pasar saham China akan mendapat sejumlah tantangan. Hal
ini akan membayangi Asia," urainya.
[ Barratut Taqiyyah ]

KONTAN Wed, 19 Jan 2011 ( 12:00:43 WIB )


=======================================================================================

Harga jagung terus terkerek naik akibat seretnya pasokan

Date : Jan 19 2011, 13:17
Title : News Story
Header : Harga jagung terus terkerek naik akibat seretnya pasokan


Story
=======================================================================================

CHICAGO. Harga jagung terus melanjutkan reli menuju harga tertingginya
dalam 30 bulan, sebagai akibat dari kecemasan investor karena pasokan global
yang menyusut.
Produksi jagung di AS melorot sebesar 4,9% tahun lalu. Pemerintah AS pun
memotong prediksi pasokan jagung global menjadi 127 juta metrik ton, menjadi
yang terendah sejak 2007. "Saat ini harga jagung belum cukup tinggi untuk bisa
menurunkan permintaan," kata Greg Grow Direktur Agribisnis Archer Financial
Services di Chicago.
Harga komditas jagung di Chicago Board of Trade (CBOT) untuk pengiriman
Maret 2011 melompat 8,5 sen atau 1,3% menjadi US$ 6,572 per bushel pada 10:24
waktu setempat. Sebelumnya, harga jagung menyentuh angka US$ 6,577 per bushel
yang menjadi harga tertinggi sejak Juli 2008.
[ Ragil Nugroho ]

KONTAN Wed, 19 Jan 2011 ( 11:32:30 WIB )


=======================================================================================

Kenaikan inflasi menahan pertumbuhan UNVR

Date : Jan 19 2011, 13:15
Title : News Story
Header : Kenaikan inflasi menahan pertumbuhan UNVR


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Ancaman inflasi tinggi sudah di depan mata. Badan Pusat Statistik
(BPS) mencatat, inflasi sepanjang tahun lalu mencapai 6,96%. Kenaikan harga
bahan pangan menyumbang inflasi terbesar, yakni 3,5%.
Kenaikan harga pangan tentu berpotensi menahan laju pertumbuhan penjualan
barang-barang konsumsi (consumer goods), termasuk produk PT Unilever Indonesia
Tbk (UNVR).
Analis NISP Sekuritas, Lyana Margareth, memprediksi, kenaikan harga pangan
masih akan terjadi hingga beberapa bulan ke depan. Melonjaknya harga pangan,
terutama beras, bakal mengganjal pertumbuhan UNVR. Pasalnya, segmen yang rentan
terhadap kenaikan harga pangan adalah masyarakat ekonomi kelas menengah dan
bawah.
Menurut Lyana, sebesar 50% pengeluaran belanja dua golongan ini dipakai
untuk konsumsi makanan. Ketika harga pangan mendaki, anggaran belanja
masyarakat menengah ke bawah mengalami penyesuaian. "Kebutuhan yang tak terlalu
mendesak akan dieliminasi, misalnya keperluan toiletries," kata dia.
Lyana memprediksi penjualan UNVR untuk kedua segmen itu sepanjang 2010 dan
2011 masing-masing hanya tumbuh 7,5% dan 8,5%.
Analis Mandiri Sekuritas Yohan Setio memperkirakan kinerja UNVR semakin
berat, mengingat harga bahan baku terus menanjak. Misalnya minyak sawit mentah
atau crude palm oil (CPO). Harga CPO untuk pengiriman April 2011 di bursa
Malaysia, Selasa (18/1) pukul 16.34 WIB, senilai US$ 1.197 per ton. Harga ini
cenderung meningkat dibandingkan tahun lalu.
Namun analis mengakui UNVR memiliki konsumen loyal yang bersedia
menanggung kenaikan harga. UNVR tidak pernah kesulitan menaikkan harga jual
produknya.
Saham sudah mahal
Yohan menghitung, pendapatan UNVR tahun ini mencapai Rp 21,1 triliun.
Jumlah ini naik 7,65% dari estimasi tahun lalu. Laba bersihnya juga diprediksi
tumbuh 11,76% menjadi Rp 3,8 triliun. "Selain kontribusi konsumen yang sudah
ada, penjualan UNVR ditopang oleh pelanggan baru," kata dia.
Lyana menaksir pendapatan UNVR sepanjang 2011 mencapai Rp 21,87 triliun,
naik 9,83% dari tahun lalu. Laba bersihnya diperkirakan naik 9,92% menjadi Rp
3,644 triliun.
Meski kinerjanya tumbuh, harga saham UNVR dinilai kemahalan. Lyana
menghitung rasio harga terhadap laba atau price to earning ratio (PER) UNVR
sebesar 32,8 kali. Hitungan Yohan, PER UNVR tahun ini 33 kali. "Sebenarnya
harga ini masih wajar mengingat UNVR selalu tepat waktu membagi dividen, tak
punya utang dan pertumbuhannya positif," tutur Yohan.
Lyana merekomendasikan jual UNVR dengan target harga Rp 13.150 per saham.
Yohan menyarankan tahan dengan target Rp 16.000 per saham. Sedang Bonny Budi
Setiawan, analis UBS Securities, merekomendasikan netral dengan target Rp
15.800 per saham. Harga saham UNVR kemarin ditutup menurun 2,13% menjadi Rp
16.100 per saham.
[ Raka Mahesa W, KONTAN ]

KONTAN Wed, 19 Jan 2011 ( 10:57:43 WIB )


=======================================================================================

Merger KAEF dan INAF molor lagi

Date : Jan 19 2011, 13:12
Title : News Story
Header : Merger KAEF dan INAF molor lagi


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Rencana pembentukan induk badan usaha milik negara (BUMN) farmasi
seperti berjalan di tempat. Dalam rencana semula, pemerintah berniat menggabung
PT Indofarma Tbk (INAF) dan PT Kimia Farma Tbk (KAEF).
Namun, tenggat waktu pembentukan holding kembali molor. Dalam rencana
terakhir, deadline penggabungan kedua perusahaan itu adalah Februari tahun ini.
"Merger belum bisa terjadi Februari ini, karena masih proses," ungkap Irnanda
Laksanawan, Deputi Bidang Usaha Industri Strategis dan Manufaktur Kementerian
BUMN.
Ini berarti penundaan ketiga sejak rencana penggabungan digagas Maret
2009. Dalam rencana awal, deadline penggabungan adalah Agustus 2009. Jadwal
penggabungan kemudian diulur hingga pertengahan 2010, yang kemudian kembali
terlewati.
Irnanda menjelaskan, belum ada kemajuan yang signifikan dalam proses
penggabungan kedua perusahaan. Bahkan, kini belum ada yang bisa memastikan
kapan ide pembentukan holding farmasi itu bakal terwujud.
Baik manajemen INAF maupun pengelola KAEF menyatakan hanya bisa menunggu.
Direktur Keuangan INAF, Djakfarudin Junus menyatakan, produsen obat generik itu
telah menyerahkan proses merger ke pemerintah. Menurut Djakfarudin, proses
penggabungan baru sampai tahap penunjukan konsultan keuangan. Konsultan ini
yang akan merancang proses merger INAF dan KAEF.
Direktur Utama KAEF Sjamsul Arifin menuturkan, saat ini perusahaannya
tetap rencana bisnis sesuai dengan roadmap pembentuk holding. "Tapi kalau
masalah progress itu wewenang pemerintah. Kami hanya menerima saja apa yang
menjadi keputusannya," jelas Sjamsul.
INAF dan KAEF masing-masing memiliki rencana korporasi sendiri di tahun
ini. INAF ingin membangun pabrik tablet fixed dose combination (FDC) untuk
tuberkulosis. Investasi untuk membangun pabrik obat yang menyasar pasar ekspor
itu adalah Rp 27 miliar.
Sementara, KAEF dalam proses mendirikan perusahaan patungan bersama dengan
perusahaan pemerintah China dengan investasi senilai US$ 10 juta. Perusahaan
patungan itu ditargetkan beroperasi di tahun ini juga.
[ Didik Purwanto, KONTAN ]

KONTAN Wed, 19 Jan 2011 ( 10:49:39 WIB )


=======================================================================================

Sentimen pendapatan emiten AS topang laju bursa Asia

Date : Jan 19 2011, 13:12
Title : News Story
Header : Sentimen pendapatan emiten AS topang laju bursa Asia


Story
=======================================================================================

TOKYO. Pasar saham Asia mayoritas menghijau hari ini. Indeks bursa-bursa
utama Asia naik setelah perusahaan di AS, Apple Inc dan Internasional Business
Machines Corp merilis laporan pendapatan melebihi perkiraan pasar.
Didukung pula spekulasi langkah China untuk menahan laju inflasi yang
dinilai tidak akan memangkas laju ekspansi ekonominya. China diperkirakan besok
bakal merilis angka pertumbuhan produk domestik bruto lebih dari 9%.
Hingga pukul 10.15 WIB, indeks Nikkei 225 menguat 0,19% ke 10.538,9,
indeks Hang Seng naik 1% ke 24.395, dan indeks Kospi melaju 0,70% ke 2.111,14.
Straits Times Index juga berhasil naik tipis 0,05% ke 3.251,99, dan IHSG juga
berhasil menguat tipis 0,07% ke 3551,3.
Performa positif pasar Asia itu tercermin dari indeks MSCI Asia Pacific
yang naik 0,5% ke 139,60, hingga 10.20 a.m. waktu Tokyo.
Manajer ekuitas Nikko Cordial Securities Inc Hiroichi Nishi mengatakan
setelah perbaikan ekonomi makro di AS, faktor-faktor mikro seperti pemulihan
pendapatan mulai terlihat. "Proyeksi perekonomian yang buram mulai pudar,"
ujarnya.
[ Dupla Kartini, Bloomberg ]

KONTAN Wed, 19 Jan 2011 ( 10:24:46 WIB )


=======================================================================================

Delapan sektor memerah, IHSG masih terkoreksi

Date : Jan 19 2011, 13:11
Title : News Story
Header : Delapan sektor memerah, IHSG masih terkoreksi


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih betah saja di teritori
negatif. Pada pembukaan pasar pagi ini, pukul 9.52 WIB, IHSG bergerak tipis di
zona merah dan tercatat sempat turun 0,12% menyentuh level 3544,490.
Kondisi ini terjadi lantaran dari 10 sektor yang diperdagangkan, 8
diantaranya memerah, yang dipimpin sektor consumer goods. Sektor pertambangan
yang hanya menguat tipis 0,12% tak mampu memberi angin segar bagi indeks.
Meski jumlah saham yang menguat lebih banyak daripada yang melemah, yaitu
58 berbanding 50, namun tidak mampu mengangkat laju IHSG. Sementara 70 saham
lainnya memilih diam di tempat.
Top losers diisi saham-saham antara lain Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT)
yang anljlok 6,67% ke Rp 2.800, Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM) yang turun 5,39%
ke Rp 125, dan Bakrie Telecom Tbk (BTEL) yang melemah 2,22% ke Rp 220.
Sementara, jajaran saham pengerek bursa diisi antara lain First Media Tbk
(KBLV) yang terbang 23,97% ke Rp 1.500, Intanwijaya Internasional Tbk (INCI)
yang menguat 9,09% ke Rp 360, dan Trias Sentosa Tbk (TRST) yang naik 7,69% ke
Rp 280.
[ Teddy Gumilar ]

KONTAN Wed, 19 Jan 2011 ( 10:03:51 WIB )


=======================================================================================

Harga batubara melonjak akibat kenaikan harga minyak dan banjir Queensland

Date : Jan 19 2011, 13:10
Title : News Story
Header : Harga batubara melonjak akibat kenaikan harga minyak dan banjir Queensland


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Banjir di Queensland Australia serta naiknya harga minyak dunia
membuat harga batubara terkerek. Saat ini, Harga batubara termal di pelabuhan
Newcastle di New South Wales, patokan untuk Asia, melonjak US$ 6,70 atau 5,1%
menjadi US$ 138,50 per metrik ton pada pekan yang berakhir 14 Januari. Angka
ini merupakan angka tertinggi sejak September 2008.
Banjir di Queensland merupakan bencana banjir paling parah sejak 50 tahun
kebelakang yang dialami Australia. Banjir ini menelan kerugian sebesar US$ 2,3
milliar. Akibatnya hanya 15% saja pabrik batubara dari total 75 tambang
batubara yang beroperasi.
Australia sendiri merupakan produsen batu bara terbesar yang menyumbang
dua per tiga kebutuhan dunia. Batubara asal Australia sekitar 90% produksinya
berasal dari Queensland. Banjir inilah yang diprediksi mengerek harga batu bara
secara global.
Queensland sebagai salah satu daerah yang terkena banjir, mampu
memproduksi batubara sebanyak 245 juta ton pada 2010. Jumlah ini menyumbang
pasokan batubara dunia sebanyak 21%. Namun karena banjir perkiraan akan
memangkas produksi hingga 15 juta ton.
Saat ini perusahaan besar yang beroperasi di Queensland adalah Rio Tinto,
BHP Biliton dan Xstrata. Kalangan industri menyatakan, meski mayoritas tambang
batu bara di kawasan itu siap beroperasi penuh maupun sebagian, namun
diperlukan waktu beberapa bulan untuk mencapai kapasitas normal.
Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia Irwandi bilang kondisi
bencana ini diperkirakan segera pulih dan masa perbaikan tidak lebih dari 1
tahun. Karena itu, jika suplai mencukupi kebutuhan maka harga global akan
kembali normal.
Industri batubara dalam negeri menurut Irwandi tidak akan akan terpengaruh
dengan harga di pasar global. Pasalnya, Indonesia sendiri banyak volume
produksinya hingga mencapai 270 juta ton.
Sedangkan kebutuhan batubara dalam negeri hingga mencapai 70 hingga 90
juta ton. Pengaruh harga dalam negeri murni terpengaruh pasokan dan
permintaan."Tapi pasokan batubara saya pikir masih mencukupi," ungkapnya.
Hanya saja jika tidak diawasi produsen akan lebih memilih ekspor untuk
memenuhi kebutuhan global. Saat ini 70% dari total produksi batubara lokal
untuk pasar ekspor, dan sisa 30% untuk kebutuhan dalam negeri.
Nah, jika kebutuhan global meningkat, ada potensi produsen lebih fokus
memasok untuk kebutuhan global, dan suplai di dalam negeri bisa berkurang dan
harga pun ikut terdongkrak."Itu tanggung jawab pemerintah untuk memproteksi
kebutuhan dalam negeri dan tidak terlalu fokus ke ekspor," ungkap Irwandi.
[ Yudo Widiyanto ]

KONTAN Wed, 19 Jan 2011 ( 09:46:18 WIB )


=======================================================================================

13 BUMN jaga harga surat utang negara

Date : Jan 19 2011, 12:59
Title : News Story
Header : 13 BUMN jaga harga surat utang negara


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Pasar obligasi terus mengalami tekanan hebat. Sinyal ini terbaca
dari indeks harga Surat Utang Negara (SUN) yang terus merosot selama sepekan
lebih. Kemarin (18/1) indeks harga SUN kembali terjerembab ke level terendah
semenjak Juni 2010 di level 99,47.
Padahal pada akhir tahun 2010, indeks harga SUN masih perkasa di level
106,05. Penurunan cukup dalam ini memang tidak lepas dari kekhawatiran investor
terhadap ekspektasi inflasi tinggi pada bulan ini.
Beberapa SUN jangka panjang seperti FR0054 telah menyentuh harga terendah
sejak Juli 2010 di level 94,84. Tak heran yield SUN bertenor 20 tahun ini ikut
terkerek naik menjadi 10,1% per tahun.
Tak ketinggalan harga SUN seri FR0050, juga menurun cukup dalam. Kemarin
harga SUN tenor 27 tahun ini juga menyentuh level terendah sejak Juli 2010 di
99,5. Turun 12,71% dari posisi seminggu lalu. Imbal hasil SUN FR0050 pun
menanjak dan kini bertengger di 10,56%.
Naik turun harga SUN memang hal biasa. Tapi, ini menjadi sinyal waspada
bagi pemerintah. Sebab, jika harga SUN turun terus, pemerintah harus membayar
tinggi imbal hasil bunga SUN.
Wajar saja bila pemerintah berupaya menjaga supaya harga SUN tak terjun
bebas. Salah satu upayanya adalah dengan pembentukan Bond Stabilization Fund
(BSF).
Lewat mekanisme ini, pemerintah menugaskan Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
berkocek tebal menjadi pembeli siaga alias stand by buyer SUN ketika harganya
jatuh.
Tercatat ada 13 BUMN yang bakal mendapat tugas ekstra itu. Deputi Menteri
BUMN Bidang Perbankan dan Jasa Keuangan Parikesit Suprapto menjelaskan, 13 BUMN
tersebut berasal dari sektor perbankan, asuransi, serta investasi. "Kalau
perbankan itu ada empat bank, asuransi tujuh, lalu ada Jamkrindo. Sedangkan
untuk BUMN sekuritas hanya sebagai arranger," ujar Parikesit, Selasa (18/1).
Namun, Parikesit enggan menyebutkan besaran dana yang akan disiapkan BUMN
untuk pembelian SUN. Yang jelas, tidak ada batasan bagi BUMN untuk membeli SUN
ketika harganya jeblok.
Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan Rahmat Waluyanto
menjelaskan, secara teknis BUMN baru bisa melakukan pembelian ketika harga SUN
benar-benar jatuh dan sudah mencapai batas bawah.
Pemerintah sudah menyiapkan Crisis Management Protocol yang akan berfungsi
memberikan sinyal bagi BUMN untuk mulai masuk memborong SUN. "Nanti penentuan
batas bawah harga SUN ketika jatuh berdasarkan operasi pasar terbuka," kata
Rahmat.
Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk, Sofyan Basir menyatakan
bahwa BRI siap membeli surat utang pemerintah bila memang ada krisis. "Apalagi
kalau sudah diamanatkan Menteri BUMN," ujarnya.
[ Bambang Rakhmanto, Adisti Dini, Avanty Nurdiana ]

KONTAN Wed, 19 Jan 2011 ( 09:34:41 WIB )


=======================================================================================

Produksi semen diprediksi 44 juta ton di 2011

Date : Jan 19 2011, 12:56
Title : News Story
Header : Produksi semen diprediksi 44 juta ton di 2011


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Ketua Umum Asosiasi Semen Indonesia, Oerip Timuryono memprediksi,
hingga akhir tahun 2011 akan ada peningkatan volume sebesar 6-8% dari tahun
2010. Pada akhir tahun 2010 lalu industri semen mencapai volume 40 juta ton,
maka hingga akhir 2011 ini diperkirakan mencapai 43 juta hingga 44 juta ton.
"Ini meningkat dengan pertumbuhan pasar, pada tahun 2009 industri semen
masih 0%," ungkap Oerip, Selasa (18/1).
Namun, ekspor semen tahun ini diprediksi hanya 2 juta ton atau turun
dibanding 2010 lalu yang mencapai 3 juta ton. Tapi, penurunan tersebut diiringi
naiknya permintaan semen di dalam negeri.
Oerip juga mengatakan, produksi semen tahun ini diperoleh dari
pabrik-pabrik yang mempunyai total kapasitas produksi 47 juta ton. "Tentu kami
fokus untuk menggarap pasar dalam negeri," katanya.
Menurut riset Credit Suisse Group AG yang dikutip Bloomberg, harga semen
global pada 2011 akan mengalami kenaikan sekitar 1,2%. Namun ia bilang pada
awal tahun ini belum ada gejala peningkatan harga semen di pasaran domesti.
Oerip bilang, kenaikan harga semen di dalam negeri lebih dipengaruhi
suplai dan permintaan. "Tahun ini ada peningkatan kapasitas hingga 1,6 juta
ton," ungkapnya.
Memang kenaikan harga batu bara pasti memberikan pengaruh terhadap
industri, terutama terhadap ongkos produksi. Saat ini penggunaan energi batu
bara pada industri semen mencapai 30% dari total biaya produksi seluruhnya.
Masing masing produsen punya kebijakan dan strategi bisnis. Oerip bilang,
meskipun harga semen global naik, tidak langsung berpengaruh kepada harga jual
semen dalam negeri. Oerip bilang selama pasokan semen dan permintaan aman, para
produsen belum ada rencana untuk menaikan harga.
[ Yudo Widiyanto ]

KONTAN Wed, 19 Jan 2011 ( 08:50:00 WIB )


=======================================================================================

Selasa, 18 Januari 2011

Rating naik dan isu inflasi membuat rupiah jalan di tempat

Date : Jan 18 2011, 13:34
Title : News Story
Header : Rating naik dan isu inflasi membuat rupiah jalan di tempat


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Hari ini, posisi rupiah tak banyak mengalami perubahan. Rupanya,
aksi jual di pasar saham membuat berita mengenai kenaikan peringkat obligasi
Indonesia oleh Moody's tak berpengaruh banyak.
Asal tahu saja, pada 17 Januari kemarin, investor asing menjual
kepemilikan sahamnya dengan total nilai mencapai US$ 13,4 juta. Sementara,
Moody's menaikkan rating obligasi Indonesia dari sebelumnya Ba2 menjadi Ba1.
"Pasar bereaksi positif terhadap kenaikan rating karena hal itu menandakan
bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia cukup solid," jelas Lindawati Susanto, head
of foreign exchange trading PT Bank Resona Perdania kepada Bloomberg. Kendati
begitu, lanjutnya, reaksi investor tidak sebagus yang diharapkan karena mereka
masih mengamati tingkat inflasi Indonesia.
Pada pukul 11.55, posisi rupiah tak banyak berubah di level 9.073, sama
dengan posisi kemarin.
[ Barratut Taqiyyah ]

KONTAN Tue, 18 Jan 2011 ( 11:58:15 WIB )


=======================================================================================

Per 1 Febuari, BEI berlakukan dua peraturan baru

Date : Jan 18 2011, 13:31
Title : News Story
Header : Per 1 Febuari, BEI berlakukan dua peraturan baru


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) menerbitkan dua perubahan peraturan,
yakni peraturan IIA tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas dan peraturan
nomor IIIA tentang keanggotaan bursa.
Kedua peraturan tersebut efektif berlaku per 1 Februari 2011. Perubahan
ini dilatarbelakangi perlunya harmonisasi peraturan-peraturan di bursa.
Khusus untuk peraturan II-A, perubahan dilakukan karena ada beberapa
materi peraturan perdagangan yang belum tersatukan dalam induk peraturan II-A
sebelumnya. Aturan tersebut hanya ada dalam bentuk surat edaran atau SK
Direksi. Misalnya, mengenai penetapan Unusal Market Activity (UMA).
"Selain itu perubahan perlu untuk menyempurnakan beberapa materi agar
sesuai dengan kebutuhan dan dinamika pasar saat ini," ujar Direktur Perdagangan
dan Pengaturan Anggota Bursa Wan Wei Yong dalam jumpa pers, Selasa, (18/1).
Masih menyangkut perubahan II-A, ada lima hal yang menjadi sorotan.
Pertama, penegasan ketentuan umum yang harus ditaati anggota bursa efek (AB).
Kedua, pengaturan lebih detail mengenai titip jual dan beli. Ketiga,
pelaksanaan transaksi di pasar negosiasi. Keempat, perubahan mengenai
pemungutan biaya transaksi dan dana jaminan. Kelima, pendetailan aturan
penghentian perdagangan.
Sementara untuk peraturan III-A, hal penting yang perlu diperhatikan
antara lain sebagai berikut. Pertama, selama tiga tahun sejak 1 Februari 2011
bursa memberikan masa transisi kepada AB untuk memenuhi kewajiban pemenuhan
sarana dan prasarana BCP remote trading AB.
Kedua, bursa memberi masa transisi selama enam bukan sejak 1 Februari 2011
untuj memiliki sistem pengawasan dan petugas pengawas pola transaksi nasabah di
luar kewajaran. Hal ini ditujukan bagi AB yang menyediakan Fasilitas
Penyampaian Pesanan Secara Langsung bagi Nasabah.
[ Astri Karina Bangun ]

KONTAN Tue, 18 Jan 2011 ( 11:26:04 WIB )


=======================================================================================

Diisukan lagi dilobi POSCO, saham KRAS mungkin digiring ke Rp 2.500

Date : Jan 18 2011, 13:30
Title : News Story
Header : Diisukan lagi dilobi POSCO, saham KRAS mungkin digiring ke Rp 2.500


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Isu bakal masuknya industri baja raksasa Korea Selatan POSCO, ke
PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) kembali hangat di kalangan pelaku pasar.
Pengamat pasar modal dari Lautandhana Securindo, Willy Sanjaya menyebut,
bahkan POSCO diisukan sedang melobi pemerintah untuk bisa membeli 10% saham
emiten produsen baja terbesar di tanah air itu.
Menurutnya, sejumlah bandar juga dikabarkan lagi bersiap mengakumulasi
saham KRAS, dan menggiringnya hingga ke level Rp 2.500 per saham dalam waktu
dekat.
Pada pukul 10.48 WIB, saham KRAS sempat naik 10 poin atau 0,86% ke level
Rp 1.170 per saham. Namun, per pukul 11.10 WIB, harganya kembali ke level
penutupan kemarin di Rp 1.160 per saham.
[ Dupla Kartini ]

KONTAN Tue, 18 Jan 2011 ( 11:23:02 WIB )


=======================================================================================

Morgan Stanley naikkan prediksi harga tembaga dan emas hingga 2015

Date : Jan 18 2011, 13:30
Title : News Story
Header : Morgan Stanley naikkan prediksi harga tembaga dan emas hingga 2015


Story
=======================================================================================

NEWYORK. Morgan Stanley dalam laporannya menyatakan untuk menaikkan
estimasi harga tembaga dan emas hingga tahun 2015.
Mereka berkespektasi harga tembaga akan berada di kisaran harga US$ 4,45
per pon pada 2011 atau naik 24% dari estimasi sebelumnya.
Sementara, untuk harga emas Morgan memprediksi harga rata emas berada di
angka US$ 1.400 per troy ounce tahun ini, atau naik 6% dari prediksi harga
sebelumnya.
[ Rizki Caturini ]

KONTAN Tue, 18 Jan 2011 ( 11:14:39 WIB )


=======================================================================================

Target harga saham ITMG berada di posisi Rp 56.800

Date : Jan 18 2011, 13:29
Title : News Story
Header : Target harga saham ITMG berada di posisi Rp 56.800


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Tahun ini, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) optimistis dengan
pertumbuhan bisnisnya. Terkait hal itu, produsen batubara ini menganggarkan
capital expenditure (capex) sebesar Rp 990 miliar untuk tahun 2011.
Selain itu, ITMG juga memproyeksikan pendapatan perusahaan bisa mencapai
US$ 2,115 miliar atau Rp 19 triliun lebih. Sekretaris perusahaan ITMG Roslini
Onwardi mengatakan, belanja modal tahun ini naik 8,9% dibanding tahun lalu
sebesar US$ 101 juta atau sekitar Rp 909 miliar.
"Menurut kami, capex yang di anggarkan oleh ITMG akan meringankan beban
operational mereka. Sebab, capex tersebut akan digunakan untuk membeli alat
berat dan membangun jalan angkut batubara (haul road)," jelas Kepala Riset
eTrading Betrand Reynaldi.
Saat ini, 13 analis merekomendasikan buy, sembilan analis merekomendasikan
hold, dan tiga analis lainnya merekomendasikan sel. Adapun target harga ITMG
berada di posisi Rp 56.800.
Catatan saja, pada pukul 10.43, saham ITMG berada di posisi Rp 51.700 atau
turun tipis 0,19%.
[ Barratut Taqiyyah ]

KONTAN Tue, 18 Jan 2011 ( 10:46:52 WIB )


=======================================================================================

Gosip Jamsostek bikin saham BJBR melesat

Date : Jan 18 2011, 13:28
Title : News Story
Header : Gosip Jamsostek bikin saham BJBR melesat


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memerah, namun, saham
Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJBR) bergerak positif. Pada
pukul 10.23, saham BJBR tercatat naik 2,59% menjadi Rp 1.190.
Ada beberapa alasan yang membuat saham BJBR diburu investor. Menurut salah
seorang sumber KONTAN yang tak mau namanya disebut, saat ini saham BJBR tengah
dilirik oleh PT Jamsostek. "Jamsostek berniat membeli 5% saham BJBR," bisik
sumber KONTAN.
Selain itu, BJBR juga dikabarkan berencana membeli kembali (buyback)
sahamnya pada level Rp 1.700 dalam waktu dekat. Jika dibandingkan dengan posisi
harga hari ini, maka, nilai pembelian buyback saham tersebut lebih tinggi
42,86%.
[ Barratut Taqiyyah ]

KONTAN Tue, 18 Jan 2011 ( 10:31:42 WIB )


=======================================================================================

Indeks masih melorot, mengekor bursa Asia

Date : Jan 18 2011, 13:27
Title : News Story
Header : Indeks masih melorot, mengekor bursa Asia


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Lesunya bursa Asia karena kecemasan atas krisis utang eropa,
diikuti juga oleh Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). IHSG dibuka menukik ke
level 3.513,037 atau turun 0,61% pada pukul 09.40.
Pada transaksi pagi ini, hanya ada 33 saham yang ditransaksikan positif.
Sementara, 72 saham lainnya mengalami penurunan dan 61 saham masih diam di
tempat.
Semua sektor masih terbakar. Penurunan terbesar dialami sektor consumer
goods dan sektor keuangan dengan koreksi masing-masing sebesar 1,37% dan 1,19%.
Saham bluechips yang menyeret penurunan bursa adalah Unilever Indonesia
Tbk(UNVR) yang turun 2,43% ke Rp 16.100 dan Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)
yang terkoreksi 1,77 % ke Rp 5.550. Sedangkan top loosers yang menyumbang
penurunan bursa saham hari ini adalah saham Duta Pertiwi Nusantara Tbk (DPNS)
yang terjun 12,22% ke Rp 395 dan Midi Utama Indonesia Tbk(MIDI) yang turun
4,11% ke 350.
Top gainers bursa yang membuka bursa dengan semangat adalah Bank Capital
Indonesia Tbk (BACA) yang naik 9,09 ke Rp 120, Indo Citra Finance Tbk ( INCF)
yang naik 19,81% ke Rp 3.175, dan First media Tbk (KBLV) yang naik 19,51% ke Rp
980.
[ Dyah Ayu Kusumaningtyas ]

KONTAN Tue, 18 Jan 2011 ( 10:01:54 WIB )


=======================================================================================

Group Lippo berencana lepas saham KBLV

Date : Jan 18 2011, 13:26
Title : News Story
Header : Group Lippo berencana lepas saham KBLV


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Group Lippo dikabarkan akan memperbesar kapitalisasi pasar dengan
melepas saham mayoritas di perusahaan jasa layanan internet dan televisi
berbayar PT First Media Tbk (KBLV). Rumor tersebut muncul dari penawaran sumber
anonim di Wallstreet journal dengan pengawas penjual Lippo, Bank of Amerika
Merrill Lynch.
Sumber anonim tersebut menyebutkan, Lippo sedang mencari dana US$ 600
juta-800 juta dari penjualan anak usahanya tersebut. Sebanyak lebih dari 10
perusahaan dan private equity telah berminat untuk membeli saham tersebut. Ada
juga beberapa perusahaan yang berminat membeli maksimal US$ 500 juta. Nilai
tersebut bahkan lebih besar dari kapitalisasi pasar KBLV yang hanya sebesar US$
158 juta.
Sekretaris Perusahaan First Media Harianda Noerlan menolak menjelaskan
lebih rinci perihal aksi korporasinya tersebut. "Kami belum bisa memberi
komentar. Secepatnya kami akan memberi pers release," ungkap Harianda kepada
KONTAN, Senin (17/1).
Rumor tersebut membuat saham KBLV meroket. Berdasarkan perdagangan saham
kemarin, saham KBLV ditutup naik 18,29% menjadi Rp 970 per saham.
[ Didik Purwanto ]

KONTAN Tue, 18 Jan 2011 ( 09:22:45 WIB )


=======================================================================================

Indeks berpeluang terkoreksi tipis, kisaran pergerakan 3.525-3.620

Date : Jan 18 2011, 13:26
Title : News Story
Header : Indeks berpeluang terkoreksi tipis, kisaran pergerakan 3.525-3.620


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Ditengah-tengah berita kenaikan rating yang diberikan oleh
Moody's, pada perdagangan Senin (17/1), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)
ditutup melemah 33 point atau 0,94% ke level 3.535,73.
Sepanjang transaksi kemarin, investor asing tercatat melakukan net sell
sebesar Rp 100 miliar dengan penjualan terjadi di sektor perbankan dan
pertambangan batubara.
"Kami melihat adanya technical correction di mana pada tiga hari
sebelumnya IHSG mengalami kenaikan," jelas Kepala Riset eTrading Securities
Betrand Reynaldi.
Betrand meramal, pada perdagangan Selasa (18/1), indeks berpotensi
menguat. Kendati begitu, terbuka juga peluang indeks terkoreksi meski tipis.
Dia memprediksi, pergerakan IHSG akan bergerak dikisaran 3.525 hingga 3.620.
Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain PT Bumi Resources
(BUMI), PT Bank Mandiri (BMRI), dan Indofood Sukses Makmur (INDF).
[ Barratut Taqiyyah ]

KONTAN Tue, 18 Jan 2011 ( 09:18:38 WIB )


=======================================================================================

Bertambah Rp 85 Triliun, Total Utang Pemerintah Capai Rp 1.676 Triliun

Jakarta - Total utang pemerintah Indonesia hingga akhir 2010 tercatat mencapai Rp 1.676,15 triliun. Dengan demikian, total utang pemerintah di tahun 2010 mengalami peningkatan hingga Rp 85,49 triliun dibanding 2009 yang berjumlah Rp 1.590,66 triliun. Namun secara persentase terhadap PDB turun dari 28% do 2009 menjadi 26% di 2010.

Jika dihitung dengan denominasi dolar AS, jumlah utang pemerintah hingga akhir 2010 mencapai US$ 186,42 miliar. Bertambah US$ 17,2 miliar dibandingkan akhir 2009 yang berjumlah US$ 169,22 miliar.

Demikian data yang dirilis Ditjen Pengelolaan Utang Kemenkeu yang dikutip detikFinance, Selasa (17/1/2011).

Utang tersebut terdiri dari pinjaman US$ 68,04 miliar dan surat berharga US$ 118,39 miliar. Dengan menggunakan PDB Indonesia yang sebesar Rp 6.253,79 triliun, maka rasio utang Indonesia tercatat sebesar 26,8%.

Sementara rincian pinjaman yang diperoleh pemerintah pusat hingga akhir 2010 adalah:

  • Bilateral : US$ 41,83 miliar
  • Multilateral: US$ 23,13 miliar
  • Komersial : US$ 3,02 miliar
  • Supplier : US$ 60 juta.

Jumlah total surat utang pemerintah yang belum dilunasi hingga akhir 2010 mencapai US$ 118,39 miliar. Naik dibandingkan 2009 yang sebesar US$ 104,2 miliar, kenaikannya cukup besar.

Jumlah utang Indonesia jumlahnya terus meningkat dari tahun ke tahun, namun rasio utang terhadap PDB memang menunjukkan penurunan. Hal itu sejalan dengan terus meningkatnya PDB Indonesia.

Berikut catatan utang pemerintah pusat sejak tahun 2000 berikut rasio utangnya terhadap PDB:

  • Tahun 2000: Rp 1.234,28 triliun (89%)
  • Tahun 2001: Rp 1.273,18 triliun (77%)
  • Tahun 2002: Rp 1.225,15 triliun (67%)
  • Tahun 2003: Rp 1.232,5 triliun (61%)
  • Tahun 2004: Rp 1.299,5 triliun (57%)
  • Tahun 2005: Rp 1.313,5 triliun (47%)
  • Tahun 2006: Rp 1.302,16 triliun (39%)
  • Tahun 2007: Rp 1.389,41 triliun (35%)
  • Tahun 2008: Rp 1.636,74 triliun (33%)
  • Tahun 2009: Rp 1.590,66 triliun (28%)
  • Tahun 2010: Rp 1.676,15 triliun (26%).

Hasil IPO Garuda diramal bisa melampaui kebutuhan modal

Date : Jan 18 2011, 09:10
Title : News Story
Header : Hasil IPO Garuda diramal bisa melampaui kebutuhan modal


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Penjamin emisi meyakini PT Garuda Indonesia Tbk bisa mendapatkan
harga penjualan saham perdana yang bagus. "Harga pasti bisa bagus, kami sudah
memperhitungkan faktor dan kondisi bursa" ucap Sunu Widyatmoko, Direktur
Investment Banking Bahana Securities, kemarin (17/1). Bahana merupakan salah
satu penjamin emisi IPO Garuda.
Jika melihat minat calon investor yang hadir dalam roadshow di Hong Kong,
Garuda memang pantas berbesar hati. Garuda menggelar roadshow intial public
offering (IPO) ke lima kota di luar negeri.
Manajemen Garuda, kemarin, menggelar pertemuan dengan calon investor di
Hong Kong. "Kami menemui enam calon investor secara one-on-one dan mengadakan
pertemuan dengan sekitar 30 calon investor secara bersama-sama," tutur Emirsyah
Satar, Direktur Utama Garuda.
Emir menambahkan, para calon investor optimistis dengan kondisi ekonomi
Indonesia dan potensi bisnis penerbangan. Para investor, tutur Emir, yakin
dengan potensi bisnis Garuda yang merupakan satu-satunya maskapai berkategori
full service airline di Indonesia.
Keunggulan lain yang dijual pengelola Garuda adalah rute domestik. "Garuda
merupakan maskapai penerbangan dengan rute domestik terbanyak di Asia," jelas
Emir.
Garuda saat ini melayani 19 rute internasional dan 31 rute domestik. Di
pasar domestik, perusahaan pelat merah ini menguasai 19% pasar. "Total pasar
domestik sekitar 40 juta orang," imbuh Emir.
Garuda berniat melepas sebanyak-banyaknya 9,36 miliar unit saham atau
setara 36,4% dari total sahamnya. Yang akan dijual 7,4 miliar saham baru dan
1,9 miliar saham hasil konversi utang Bank Mandiri. Harga indikasi saham IPO
Garuda berkisar Rp 750 hingga Rp 1.100 per saham.
Emir tak menutup kemungkinan IPO mendatangkan dana yang lebih besar
daripada kebutuhan modal Garuda saat ini, yaitu US$ 350 juta. "Kelebihan itu
akan membuat kami lebih fleksibel melakukan ekspansi," ujar dia.
Emir memastikan maskapai tersebut tidak memiliki rencana untuk mempercepat
pembayaran utang.
[ Harris Hadinata, KONTAN ]

KONTAN Tue, 18 Jan 2011 ( 09:03:08 WIB )


=======================================================================================

TOTL siapkan dana Rp 30 miliar buat akuisisi lahan

Date : Jan 18 2011, 09:09
Title : News Story
Header : TOTL siapkan dana Rp 30 miliar buat akuisisi lahan


Story
=======================================================================================

JAKARTA. PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) tengah mencari lokasi untuk
membangun perkantoran di bilangan Jakarta Selatan. Proyek perkantoran itu
merupakan proyek kedua TOTL tahun ini, setelah membangun kondotel di Bali yang
ditargetkan kelar Maret 2011 mendatang.
Sekretaris Perusahaan TOTL Elvina Apandi menuturkan, emiten itu telah
menyiapkan dana Rp 30 miliar untuk membeli tanah untuk gedung perkantoran.
"Dana itu diambil dari kas internal perusahaan," ujar Elvina, kemarin.
TOTL menggulirkan sejumlah proyek baru di tahun ini. Satu di antaranya
adalah kondotel yang berada di Tanjung Benoa, Bali. Proyek tersebut digarap
langsung oleh anak perusahaan TOTL, yaitu PT Total Persada Development. Untuk
mengembangkan proyek pertamanya itu, Total Persada menggunakan hasil penjualan
awal alias pre-sales. Saat ini, Total Persada telah mengantongi Rp 50 miliar
dari penjualan awal.
Sekedar informasi, dana untuk mengakuisisi lahan di Jakarta sekaligus
pembangunan kondotel di Bali tidak termasuk dalam anggaran belanja modal alias
capital expenditure (capex) TOTL.
Tahun ini, TOTL hanya mengalokasikan belanja modal Rp 15 miliar. Dana itu
hanya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan operasional seperti membeli
peralatan, perlengkapan dan sistem teknologi informasi, dan piranti lunak
(software).
Meski begitu, laba proyek garapan Total Persada ini bakal masuk kantong
TOTL. Dengan target penyelesaian kuartal I 2011, proyek kondotel di Bali
diharapkan bisa menyetor pendapatan dan laba bersih bagi sang induk.
Elvina bilang, Total Persada diharapkan bisa menyumbang pendapatan sampai
Rp 60 miliar. Jadi, pengelola TOTL berharap bisa memenuhi target pendapatan
senilai Rp 1,7 triliun sepanjang tahun 2011.
TOTL juga berharap Total Persada akan menyumbang sebagian laba bersih Rp
10 miliar dari total laba perseroan. TOTL membidik total laba bersih mencapai
Rp 90 miliar sampai akhir tahun.
Sebagai perbandingan, pendapatan TOTL tahun lalu mencapai Rp 1,5 triliun.
Laba bersih yang berhasil dikantongi mencapai Rp 70 miliar.
[ Amailia Putri Hasniawati, KONTAN ]

KONTAN Tue, 18 Jan 2011 ( 08:56:32 WIB )


=======================================================================================

Lunasi obligasi, ISAT siapkan dana Rp 1,1 triliun

Date : Jan 18 2011, 09:09
Title : News Story
Header : Lunasi obligasi, ISAT siapkan dana Rp 1,1 triliun


Story
=======================================================================================

JAKARTA. PT Indosat Tbk (ISAT) siap melunasi obligasi jatuh tempo pada
tahun ini senilai total Rp 1,1 triliun.
ISAT memiliki dua jenis surat utang yang akan ditebus tahun ini. Pertama,
surat utang konvensional senilai Rp 815 miliar. Kedua, sukuk ijarah yang
nilainya Rp 285 miliar. Kedua surat utang tersebut akan jatuh tempo pada 21
Juni 2011 mendatang.
Manajemen ISAT bakal memakai kas internal untuk melunasi seluruh utang
obligasinya. "Dana internal kami masih mencukupi," ujar Presiden Direktur ISAT
Harry Sasongko kepada KONTAN, akhir pekan lalu.
Per 30 September 2010, ISAT membukukan kas dan setara kas senilai Rp 6,2
triliun. Jumlah ini meningkat 177% dari periode yang sama tahun 2009. Melihat
kasnya yang cukup besar, operator telekomunikasi pengusung merek Mentari ini
belum berniat mencari pinjaman baru di tahun ini.
Harry mengakui bahwa bisnis telekomunikasi suara (voice) mulai jenuh
mengingat tingkat penetrasi pasar sudah terbilang tinggi. Maka itu, ISAT tahun
ini akan memfokuskan lini bisnis data.
Pada tahun lalu, layanan data menyumbang sekitar 35% dari total pendapatan
konsolidasi perusahaan. Nah, pada 2011 ISAT menargetkan pendapatan layanan data
menyumbang sebesar 40% dari total pendapatan.
ISAT masih menyusun daftar belanja modal pada tahun ini. Dana ini tentu
akan diprioritaskan ke layanan data.
Selain itu, manajemen ISAT akan terus memberikan layanan nilai tambah bagi
pelanggan, bukan melulu soal banting harga. Sederhananya, tarif ISAT bukan yang
paling murah, tapi kompetitif. "Jadi bukan semata-mata bersaing dalam harga,
melainkan fokus ke kualitas," imbuh Harry.
[ Sandy Baskoro, Yuwono Triatmodjo, KONTAN ]

KONTAN Tue, 18 Jan 2011 ( 08:53:09 WIB )


=======================================================================================

WOMF berniat terbitkan obligasi Rp 1 triliun di kuartal I 2011

Date : Jan 18 2011, 09:07
Title : News Story
Header : WOMF berniat terbitkan obligasi Rp 1 triliun di kuartal I 2011


Story
=======================================================================================

JAKARTA. PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOMF) berniat merilis
obligasi di kuartal I 2011. Anak perusahaan PT Bank Internasional Indonesia Tbk
(BNII) itu bakal merilis obligasi senilai Rp 1 triliun, lebih rendah daripada
nilai yang direncanakan semula, Rp 1,5 triliun.
WOMF akan menerbitkan obligasi dengan jangka waktu (tenor) antara
satu-tiga tahun. "Minimal Rp 1 triliun karena banyak perusahaan yang akan
menerbitkan obligasi di waktu yang sama," ujar Suwandi Wiratno, Presiden
Direktur WOMF, Jumat (14/1). Dia mengaku, tak khawatir WOMF harus bersaing
dengan perusahaan sejenis yang juga akan menerbitkan obligasi.
Namun, Suwandi belum bersedia memastikan nilainya. Alasannya, saat ini
masih dalam tahap penjajakan dengan pihak penjamin emisi (underwriter) yaitu
DBS Vickers Sekuritas, Danareksa Sekuritas dan NISP Sekuritas. Nilai akhir
obligasi baru diketahui setelah bookbuilding.
Perusahaan pembiayaan yang akan menerbitkan obligasi di waktu yang hampir
bersamaan antara lain PT Verena Oto Finance Tbk (VRNA) dengan target perolehan
dana Rp 500 miliar di kuartal II 2011. Lalu PT Astra Sedaya Finance (ASF)
berniat menerbitkan obligasi dengan target Rp 1,5 triliun di kuartal I 2011.
"Kami belum bisa membocorkan kupon obligasi itu karena akan bersaing dengan ASF
dan VRNA," kata Suwandi.
WOMF sudah memproses pernyataan pra efektif dari Bapepam-LK untuk obligasi
barunya. Kalau tidak ada aral, pernyataan efektif sudah keluar akhir bulan ini
dan obligasi bisa terbit Februari.
Dana hasil obligasi ini akan dialokasikan sepenuhnya untuk pembiayaan
motor tahun 2011. WOMF menargetkan, pembiayaan motor naik 15% menjadi sekitar
713.000 unit, dari tahun lalu 620.000 unit. WOMF mengincar nilai pembiayaan
selama tahun ini Rp 8,28 triliun, meningkat dari tahun 2010, Rp 7,2 triliun.
Suwandi memastikan, hasil penerbitan obligasi itu tidak digunakan untuk
membayar utang yang jatuh tempo di tahun ini. WOMF harus melunasi utang senilai
Rp 185 miliar di bulan Mei dan Rp 590 miliar di November. "Utang tersebut akan
kami refinancing. Sebagian lagi akan dilunasi dengan kas internal. Tapi sampai
kini kami belum menentukan porsinya," jelas dia.
[ Didik Purwanto, KONTAN ]

KONTAN Tue, 18 Jan 2011 ( 08:47:50 WIB )


=======================================================================================