Selasa, 22 Februari 2011

Lima saham bluechips yang membuat indeks tergerus di sesi I

Date : Feb 22 2011, 13:22
Title : News Story
Header : Lima saham bluechips yang membuat indeks tergerus di sesi I


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melorot di sesi I.
Pada pukul 12.00, indeks tercatat turun 1,04% menjadi 3.461,144.
Saham-saham yang berpengaruh besar menggerus kinerja indeks antara lain:
- PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI)
Saham BBRI melorot 3,06% menjadi Rp 4.750 di sesi I. Sejumlah broker yang
tercatat melepas saham ini adalah DBS Vickers Securities senilai Rp 22,71
miliar, Kim Eng Securities senilai Rp 11,95 miliar, dan PT Citigroup Securities
senilai Rp 11,91 miliar.
- PT Adaro Energy (ADRO)
Saham ADRO melorot 3,03% menjadi Rp 2.400 di sesi I. Sejumlah broker yang
tercatat melepas saham ini adalah Bahana Securities senilai Rp 12,65 miliar,
CLSA Indonesia senilai Rp 10,93 miliar, dan Kim Eng Securities senilai Rp 6,62
miliar.
- PT Bank Mandiri (BMRI)
Saham BMRI melorot 1,67% menjadi Rp 5.900 di sesi I. Sejumlah broker yang
tercatat melepas saham ini adalah Merrill Lynch Indonesia senilai Rp 22,93
miliar, JP Morgan Securities senilai Rp 18,31 miliar, dan Deutsche Securities
senilai Rp 17,58 miliar.
- PT Telkom Indonesia (TLKM)
Saham TLKM melorot 1,32% menjadi Rp 7.500 di sesi I. Sejumlah broker yang
tercatat melepas saham ini adalah Macquarie Capital senilai Rp 6,38 miliar, Kim
Eng Securities senilai Rp 6,20 miliar, dan RBS Asia Securities senilai Rp 4,93
miliar.
- PT Indocement Tunggal Prakarsa (INTP)
Saham INTP melorot 2,61% menjadi Rp 14.900 di sesi I. Sejumlah broker yang
tercatat melepas saham ini adalah Credit Suisse Securities senilai Rp 8,27
miliar, Phillip Securities senilai Rp 5,96 miliar, dan Ciptadana Securities
senilai Rp 3,91 miliar.
[ Barratut Taqiyyah ]

KONTAN Tue, 22 Feb 2011 ( 12:49:21 WIB )


=======================================================================================

Terkait rencana merger Indosiar-SCTV, BEI beri waktu tiga hari



Date : Feb 22 2011, 13:20
Title : News Story
Header : Terkait rencana merger Indosiar-SCTV, BEI beri waktu tiga hari


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) akan memanggil tiga emiten
terkait rencana merger dua stasiun televisi nasional Indosiar dan SCTV.
Direktur Pengawasan Bursa Efek Indonesia (BEI) Urip Budiprasetyo menuturkan,
BEI memberi waktu tiga hari dari hari ini untuk PT Indosiar Karya Media Tbk
(IDKM), PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), dan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk
(EMTK) memberikan penjelasan lisan kepada Bursa.
"Bursa mau tahu detil rencana mereka. Kami minta mereka datan dan
menjelaskan langsung biar tidak salah persepsi," ujar Urip, Selasa (22/2).
Urip berharap ketiga emiten tersebut bisa hadir secepatnya. Apabila
penjelasan dilakukan sesegera dan sejelas mungkin, ada kemungkinan suspensi
terhadap SCMA, IDKM, dan EMTK dapat segera dicabut.
"Kasihan investor kalau terlalu lama suspensi. Tapi ketiganya itu
perusahaan terbuka, jadi wajib menyampaikan dengan jelas rencana-rencana kerja
mereka," lanjut Urip.
Jika sampai batas hari ketiga keiga emiten tersebut tak menghadap ke BEI,
maka jelas suspensi terhadap saham ketiganya bakal berlanjut. Urip tak bisa
mengatakan hingga kapan suspensi bakal dilakukan.
"Imej mereka sebagai perusahaan publik kan bisa terpengaruh kalau
susepensi berlanjut. Jadi mereka harus datang setelah dipanggil," tandas Urip.
[ Astri Karina Bangun ]

KONTAN Tue, 22 Feb 2011 ( 13:13:42 WIB )


=======================================================================================

Sesi I Bursa Asia Berguguran, IHSG Jatuh 36 Poin

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak mengikuti jatuhnya bursa-bursa di Asia akibat memanasnya situasi politik di Timur Tengah. Pada penutupan sesi siang indeks terkoreksi 36 poin.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG langsung anjlok 52,572 poin (1,50%) ke level 3.445,071. Indeks tertekan sentimen negatif bursa regional dan global.

Indeks bahkan sempat jatuh ke posisi terendahnya di level 3.437,294 pada awal perdagangan. Setelah itu, indeks terus berjalan di zona merah, posisi tertingginya hanya mampu mencapai level 3.497,364.

Pada penutupan perdagangan sesi I, Selasa (22/2/2011), IHSG jatuh 36,499 poin (1,04%) ke level 3.461,144. Sementara Indeks LQ 45 terkoreksi 7,523 poin (1,21%) ke level 612,583.

Kerusuhan yang terjadi di negara-negara penghasil minyak Timur Tengah membuat harga minyak melonjak. Investor pun banyak yang mengamankan portofolionya sembari mencermati perkembangan atas kisruh politik tersebut.

Aksi jual kembali melanda lantai bursa. Seluruh sektor industri di Bursa Efek Indonesia (BEI) masuk zona merah. Pelemahan terdalam diderita sektor konstruks, finansial dan tambang.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 45.745 kali pada volume 1,311 miliar lembar saham senilai Rp 1,978 triliun. Sebanyak 27 saham naik, 152 saham turun, 58 saham stagnan.

Seluruh bursa di Asia semakin tertekan hingga siang ini, melemah semakin dalam dibandingkan pagi tadi. Naiknya harga minyak dunia serta naiknya risiko berinvestasi mempengaruhi psikologis para investor.

Berikut kondisi bursa-bursa regional hingga siang hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai ambruk 61,19 poin (2,09%) ke level 2.871,05.
  • Indeks Hang Seng anjlok 448,71 poin (1,91%) ke level 23.036,71.
  • Indeks Nikkei 225 terkoreksi 190,70 poin (1,76%) ke level 10.666,83.
  • Indeks Straits Times jatuh 42,03 poin (1,37%) ke level 3.028,57.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indomobil (IMAS) naik Rp 350 ke Rp 6.900, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 350 ke Rp 37.900, Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 250 ke Rp 22.300, dan Multi Prima (LPIN) naik Rp 100 ke Rp 2.375.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.100 ke Rp 46.850, Indocement (INTP) turun Rp 400 ke Rp 14.900, Harum Energy (HRUM) turun Rp 250 ke Rp 8.400, dan Bukit Asam (PTBA) turun Rp 200 ke Rp 19.500.
(ang/qom)

Jadwal Pelaksanaan Stock Split Saham LSIP (PT. London Sumtra Indonesia Tbk)

Jadwal Pelaksanaan Stock Split Saham LSIP (PT. London Sumtra Indonesia Tbk)

NoKegiatanTanggal
1Akhir Perdagangan Saham Nominal Lama (Nominal Rp. 500.-)24 Feb 2011
2Mulai Perdagangan Saham Nominal Baru (Nominal Rp. 100.-)25 Feb 2011
3Tgl. Penentuan Hasil Stock Split Nominal Lama (Recording Date) 01 Mar 2011
4 Tgl. Distribusi saham hasil Stock Split Nominal Baru 02 Mar 2011


Keterangan : Pemecahan Nilai Nominal lama Rp.500,- per saham menjadi Nominal Baru Rp. 100.- per saham
Rasio Pemecahan Unit Saham = 1 : 5

Cemas pemulihan ekonomi global terhambat, bursa Asia tergerus hebat

Date : Feb 22 2011, 09:10
Title : News Story
Header : Cemas pemulihan ekonomi global terhambat, bursa Asia tergerus hebat


Story
=======================================================================================

TOKYO. Mayoritas bursa saham di Asia meluruh. Investor saat ini merasa
cemas kalau ketidakstabilan politik di Timur Tengah dan Afrika Utara akan
menghambat pemulihan ekonomi global.
Pada pukul 09.52 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific turun 0,8% menjadi
138,56. Pada minggu lalu, indeks acuan di kawasan regional ini naik 3%,
tertinggi sejak periode mingguan yang berakhir 3 Desember.
Sementara itu, indeks Nikkei 225 Stock Average Jepang dan indeks Kospi
Korea Selatan masing-masing jeblok 1,8%. Sedangkan indeks S&P/ASX 200 Australia
turun 0,6% dan NZX 50 Index turun 0,7%.
Saham-saham yang mempengaruhi pergerakan bursa Asia adalah: Samsung
Engineering Co melorot 6,1% di Seoul, Qantas Airways Ltd turun 1,2% di Sydney,
dan Inpex Corp naik 1,2% di Tokyo.
"Ada ketidakpastian mengenai kondisi Timur Tengah. Investor dipastikan
memilih untuk melihat dan menunggu," jelas Yasushi Noguchi, strategist SMBC
Friend Securities Co.
[ Barratut Taqiyyah, Bloomberg ]

KONTAN Tue, 22 Feb 2011 ( 08:54:43 WIB )


=======================================================================================

Krisis politik kian bergejolak, kredit rating Bahrain dan Libya terpangkas

Date : Feb 22 2011, 08:58
Title : News Story
Header : Krisis politik kian bergejolak, kredit rating Bahrain dan Libya terpangkas


Story
=======================================================================================

DUBAI. Aksi unjuk rasa yang kian memanas di Bahrain dan Libya membuat
peringkat kredit rating kedua negara Arab itu terpangkas.
Kemarin, pemeringkat Standard & Poor's menurunkan rating obligasi jangka
panjang Bahrain satu level menjadi A-, grade investasi keempat paling rendah
dari rating yang ada. Sementara, untuk rating obligasi jangka pendek diturunkan
menjadi A-2.
Kondisi serupa juga dialami Libya, di mana Fitch memangkas rating obligasi
jangka panjang menjadi BBB, dua level di atas grade tidak layak investasi, dari
sebelumnya BBB+.
"Sangat jelas, persepsi resiko di kedua negara kian meningkat. Jika solusi
yang ditawarkan setengah-setengah, hal itu belum bisa menenangkan kecemasan
investor terhadap krisis di kawasan itu," jelas Alia Moubayed, senior economist
Barclays Capital.
[ Barratut Taqiyyah, Bloomberg ]

KONTAN Tue, 22 Feb 2011 ( 08:11:19 WIB )


=======================================================================================

Emas, Minyak Melonjak Gara-gara Libya, Bursa Saham Terpukul

London - Harga minyak mentah dunia melonjak ke titik tertingginya dalam 2,5 tahun terakhir dipicu kerusuhan di Libya yang semakin memanas. Kondisi tersebut langsung memukul indeks saham di berbagai belahan dunia, sementara emas makin berkilau.

Pada perdagangan Senin (21/2/2011), minyak Brent tercatat melonjak hingga 2,50 dolar menjadi US$ 105 per barel, yang merupakan titik tertinggi dalam 2,5 tahun terakhir.

Bursa-bursa Eropa pun langsung berguguran.
  • Indeks FTSE 100 London merosot 1,12% ke level 6.014,8.
  • Indeks DAX Frankfurt merosot 1,41% ke level 7.321,81.
  • Indeks CAC Paris turun 0,44% ke level 4.097,41.
Bursa Wall Street tercatat masih libur perdagangan pada Senin kemarin.

Saham-saham di Eropa merosot dipicu oleh kombinasi masalah lonjakan harga minyak dan tanda-tanda terus naiknya suku bunga serta bukti-bukti laporan keuangan yang tidak terlalu baik.

Melonjaknya harga minyak mentah dunia akan memicu inflasi, yang saat ini menjadi perhatian utama investor global.

"Situasi di Libya sepertinya cukup buruk dan kita melihat aliran dana ke investasi safe-haven karena itu," ujar ALan McQuaid, kepala ekonomi Bloxham Stockbrokers seperti dikutip dari Reuters, Selasa (22/2/2011).

Selain harga minyak, komoditas lain yang melonjak adalah emas. Harga logam mulia ini tercatat melonjak hingga 1% menembus lagi US$ 1.400 per ounce. Investor berlomba-lomba mengalihkan investasinya ke tempat yang aman dari inflasi seperti emas.

Di pasar Spot, harga emas melonjak hingga US$ 1.408,20 per ounce dan sempat menemus US$ 1.405,23. Harga emas naik 16,65 dolar (1,2%) dibandingkan penutupan sebelumnya. Hraga emas berjangka pengiriman April naik hingga 18,40 dilar ke level US$ 1.407,10.

"Aksi demonstrasi dan kekhawatiran di negara tersebut (Libya) meningkat. Lihat betapa mudahnya emas menembus US$ 1.300, US$ 1.395 dan sekarang level psikologis US$ 1.400. Sepertinya tidak ada orang yang mencari harga emas yang lebih rendah," ujar Bayram Dincer, analis dari LGT Capital Management.

Seperti diketahui, situasi di Libya saat ini semakin tak terkendali. Para demonstran telah menguasai sejumlah pangkalan militer, senjata dan tank-tank tempur. Putra pemimpin Libya, Muammar Khadafi, Saif al-Islam Gaddafi pun mengingatkan, perang saudara di negeri itu akan menghancurkan kekayaan minyak Libya. Puluhan orang dikabarkan tewas karena situasi yang semakin memanas itu.
(qom/qom)

Senin, 21 Februari 2011

Bergerak Fluktuatif, IHSG Ditutup Melemah Tipis 3 Poin


Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan di zona merah dengan pelemahan 3 poin. Hari ini, indeks bolak-balik antara teritori positif dan negatif.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat tipis di Rp 8.850 per dolar AS dibandingkan penutupan akhir pekan lalu di Rp 8.860 per dolar AS.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG langsung berada di jalur hijau, naik 12,983 atau 0,37% ke level 3514,48. Indeks masih bisa menguat tipis di awal perdagangan.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG ditutup melemah tipis 7,290 poin (0,21%) ke level 3.494,207. Koreksi atas saham-saham berkapitalisasi besar membuat IHSG akhirnya luruh ke jalur merah.

Menutup perdagangan, Senin (21/2/2011), IHSG turun tipis 3,854 poin (0,12%) ke level 3.497,643. Sementara Indeks LQ 45 naik tipis 1,356 poin (0,21%) ke level 620,106.

Pada awal perdagangan, indeks sempat naik tajam ke level tertingginya di 3.520,641. Tak berapa lama, profit taking atas saham-saham bank membuat indek terjun bebas ke level terendahnya di 3.489,105.

Tak kuasa menahan banyaknya aksi jual, indeks akhirnya menyerah di zona merah. Mayoritas sektor industri di Bursa Efek Indonesia (BEI) melemah.

Namun beberapa sektor masih ada yang bisa mencetak penguatan, seperti agribisnis, pertambangan, konsumer dan perdagangan. Saham konsumer menjadi penopang kejatuhan bursa hari ini sehinga tidak terlalu dalam.

Meski investor asing membukukan pembelian bersih (foreign nett buy) sebesar Rp 307,134 miliar di seluruh pasar, namun indeks belum mampu naik ke teritori positif.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 112.016 kali pada volume 2,99 miliar lembar saham senilai Rp 3,918 triliun. Sebanyak 88 saham naik, 121 saham turun, 85 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia bergerak mixed sore hari ini, dengan rata-rata bergerak tipis. Beberapa diantaranya masih bisa mencetak penguatan.

Berikut kondisi bursa-bursa regional sore hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai melesat 32,96 poin (1,14%) ke level 2.932,76.
  • Indeks Hang Seng turun 109,82 poin (0,47%) ke level 23.485,42.
  • Indeks Nikkei 225 naik tipis 14,73 poin (0,14%) ke level 10.857,53.
  • Indeks Straits Times melemah 20,85 poin (0,68%) ke level 3.066,07.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.800 ke Rp 37.550, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 750 ke Rp 47.950, Multibreeder (MBAI) naik Rp 600 ke Rp 12.200, dan HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 350 ke Rp 25.800.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 950 ke Rp 52.050, Sarana Menara (TWR) turun Rp 600 ke Rp 11.000, Indocement (INTP) turun Rp 350 ke Rp 15.300, dan Bank Danamon (BDMN) turun Rp 300 ke Rp 6.350.
(ang/qom)

BJBR mencetak laba bersih sebesar Rp 893 miliar


Date : Feb 21 2011, 14:50
Title : News Story
Header : BJBR mencetak laba bersih sebesar Rp 893 miliar


Story
=======================================================================================

JAKARTA. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten TBk (BJBR)
mencatat laba bersih sebesar Rp 893 miliar. Laba bersih BJBR ini tumbuh 25%
dibandingkan tahun 2009 lalu yang sebesar Rp 709 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan yang belum diaudit ke Bank Indonesia,
pendapatan bunga bersih menyumbang laba sebesar Rp 2,5 3 triliun. Sementara
pendapatan non operasional menyumbang laba sebesar Rp 28,26 triliun.
Namun, perolehan laba tersebut tergerus oleh beban operasional yang besar.
Beban operasional selain bunga bersih tercatat sebesar Rp 1,368 triliun. Hampir
sebagian besar habis untuk beban tenaga kerja yang mencapai Rp 580, 782 miliar.
Direktur Utama BJBR Agus Ruswendi mengatakan laba bersih perusahaannya
tidak akan jauh berbeda dengan laporan keuangan unaudited ke Bank Indonesia
ini. "Nanti akan kami sampaikan Maret," katanya kepada KONTAN, Senin (21/2).
Untuk tahun ini, BJBR menargetkan laba bersih sebesar Rp 1,16 triliun.
Rencananya, mereka akan menggenjot pertumbuhan kredit hingga 30%.
[ Nina Dwiantika ]

KONTAN Mon, 21 Feb 2011 ( 14:38:47 WIB )


=======================================================================================

Profit Taking, IHSG Sesi I Ditutup Turun 0,19%


INILAH.COM, Jakarta - IHSG pada perdagangan sesi I Senin (21/2) turun 0,19% ke level 3.494,56 mengikuti pelemahan saham Asia dan aksi profit taking yang dilakukan investor lokal.

Sebanyak 113 saham tercatat turun, 75 saham naik dan 81 saham stagnan. Namun, asing pada perdagangan sesi I Senin (21/2) ini terpantau lebih banyak melakukan pembelian. Tercatat asing membeli 263,64 juta saham senilai Rp702,67 miliar, sedang penjualan hanya 199,04 juta saham senilai Rp526,47 miliar atau terjadi net foreign buy sebesar Rp176,19 miliar.

Mayoritas saham Asia terpantau melemah seperti Hang Seng jatuh 0,37%, Nikkei turun 0,04%, Seoul melemah 0,49%.

Volume perdagangan sebanyak 1,51 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp1,66 triliun. Indeks LQ45 turun 0,12% ke level 617,99, sedang JII turun 0,28% ke level 498,44.

Saham-saham yang turun tajam pada sesi I ini adalah ASII turun 1,13% ke Rp52.400, INTP turun 2,55% ke Rp15.250, TOWR turun 3,44% ke Rp11.200, BDMN turun 4,51% ke Rp6.350, LSIP turun 2,28% ke Rp10.700, dan MDRN turun 10,63% ke Rp2.100.

Wow, ASII menjadi emiten dengan kapitalisasi terbesar di BEI


Date : Feb 21 2011, 12:05
Title : News Story
Header : Wow, ASII menjadi emiten dengan kapitalisasi terbesar di BEI


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Saham bluechip PT Astra International Tbk (ASII) menjadi saham
yang memiliki kapitalisasi terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2010.
Per tanggal 30 Desember 2010, ASII mencatatkan kapitalisasi pasar sebesar Rp
221 triliun.
Selain menempati kapitalisasi terbesar di lantai bursa, ASII juga meraup
net quality income (NQI) sebesar Rp 4 triliun tahun 2010.
NQI merupakan salah satu alat ukur finansial internal ASII.
Penghitungannya, tambahan pendapatan (income) setelah dikurangi tambahan biaya
dari pengembangan dan implementasi sebuah proyek inovasi.
Pada tahun 2010, dari seluruh inovasi dan pengembangan yang dilakukan grup
Astra secara keseluruhan, NQI ASII mencapai Rp 4,09 triliun.
Perolehan ini meningkat tajam sebanyak 154,4% dibandingkan NQI 2009 yang
mencapai Rp 1,608 triliun.
"Angka ini menunjukkan semangat karyawan dan perusahaan untuk melakukan
inovasi dan pengembangan terus meningkat sehingga hasil yang dicapai pun ikut
meningkat dari tahun ke tahun," ujar Presiden Direktur ASII Prijono Sugiarto
seperti yang dikutip KONTAN dalam rilis Peringatan Ulang Tahun ASII ke-54,
Senin, (21/2).
[ Astri Karina Bangun ]

KONTAN Mon, 21 Feb 2011 ( 12:00:06 WIB )


=======================================================================================

Krisis geopolitik dan inflasi angkat emas ke level tertinggi 7 pekan terakhir

Date : Feb 21 2011, 11:53
Title : News Story
Header : Krisis geopolitik dan inflasi angkat emas ke level tertinggi 7 pekan terakhir


Story
=======================================================================================

SEOUL. Harga emas melesat ke level tertinggi dalam 7 minggu terakhir
karena memanasnya situsi di Timur Tengah. Merebaknya kerusuhan di wilayah itu
menyebabkan naiknya permintaan investor terhadap emas.
Pada pukul 09.12 WIB, emas untuk kontrak pengiriman April di divisi COMEX,
bursa NYMEX-AS, sempat melaju ke US$ 1.396,7 per ons troy. Ini level
tertingginya sejak 4 Januari lalu. Adapun, hingga 11.24 WIB,si kuning ini sudah
reli 0,53% ke level US$ 1.395,9 per ons troy, dari penutupan sebelumnya di US$
1.388,6 per ons troy.
Jaringan kabel AS mengatakan, hampir 100 orang telah tewas dalam protes
anti-pemerintah di Libya. Kemarin, ribuan orang berdemonstrasi di Benghazi,
kota kedua terbesar di Libya.
Hwang Doo Il, trader senior dari KEB Futures Co. mengatakan, harga emas,
perak, dan paladium semuanya naik karena investor memburu aset aman dalam
mengantispasi kekerasan di Timur Tengah. "Tidak heran jika emas sampai naik di
atas US$ 1.500 per ons troy pada bulan mendatang," ujarnya.
Akhir pekan lalu, 11 dari 15 analis dan trader yang disurvei Bloomberg
juga memprediksi, emas akan menguat pekan ini. Eugen Weinberg, kepala
penelitian komoditas dari Commerzbank AG menyebut, kenaikan emas terutama
didorong kekhawatiran inflasi dan risiko geopolitik di Timur Tengah. "Emas juga
akan kian terdongkrak karena meningkatnya permintaan fisik dari China,"
ujarnya.
[ Dupla Kartini, Bloomberg ]

KONTAN Mon, 21 Feb 2011 ( 11:52:13 WIB )


=======================================================================================

Rekomendasi buy untuk saham BBRI & ANTM



Date : Feb 21 2011, 11:50
Title : News Story
Header : Rekomendasi buy untuk saham BBRI & ANTM


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Samuel Sekuritas Indonesia merilis hasil risetnya hari ini. Dari
riset tersebut, tim analis Samuel merekomendasikan buy untuk saham PT Bank
Rakyat Indonesia (BBRI).
Alasannya, BBRI berhasil membukukan net interest income sebesar Rp 28,06
triliun dan laba bersih Rp 9 triliun pada 2010. "Laba bersih ini naik 17%
(YoY), in line dengan estimasi kami dan pasar," jelas tim analis seperti yang
tercantum pada situsnya www.e-samuel.com.
Rekomendasi buy serupa juga diberikan untuk saham PT Aneka Tambang (ANTM).
Pasalnya, perusahaan tambang ini akan bekerja sama dengan PLN yang telah
ditunjuk oleh kementrian ESDM untuk mengakuisisi 58,8% saham PT Inalum milik
Nippon Asahan Aluminium Co Ltd senilai US$ 700 juta.
[ Barratut Taqiyyah ]

KONTAN Mon, 21 Feb 2011 ( 11:46:47 WIB )


=======================================================================================

Saham INDF melaju seiring rencana IPO anak usaha



Date : Feb 21 2011, 11:45
Title : News Story
Header : Saham INDF melaju seiring rencana IPO anak usaha


Story
=======================================================================================

Kategori: ; JAKARTA. Saham PT Indofood Sukses Makmur (INDF) pagi ini pukul
10.59 naik 1,06% menjadi Rp 4.750. Kenaikan saham terjadi karena salah satu
anak perusahaan INDF berencana initial public offering (IPO).
Adalah PT Salim Ivomas Pratama, anak usaha INDF di sektor agribisnis, yang
bersiap melepas sebagian sahamnya melalui penawaran saham perdana.
INDF saat ini menguasai 60,4% saham Salim Ivomas. Manajemen INDF belum
bersedia membeberkan rencana IPO Salim Ivomas, termasuk berapa jumlah saham
yang siap dilepas ke publik.
Yang jelas, "Apabila rencana IPO terlaksana, Salim Ivomas akan tetap
menjadi anak perusahaan INDF," kata Direktur dan Sekretaris Perusahaan INDF,
Werianty Setiawan, dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia, Jumat
(18/2) pekan lalu.
Data Bloomberg menunjukkan, sejumlah broker yang memburu saham ini adalah:
Kim Eng Securities senilai Rp 4,56 miliar, Bahana Securities senilai Rp 1,93
miliar, dan Bumiputera Capital Indonesia senilai Rp 1,19 miliar.
[ Barratut Taqiyyah ]

KONTAN Mon, 21 Feb 2011 ( 10:57:21 WIB )


=======================================================================================

Penjualan SGRO tumbuh 4% di tahun lalu


Date : Feb 21 2011, 10:40
Title : News Story
Header : Penjualan SGRO tumbuh 4% di tahun lalu


Story
=======================================================================================

JAKARTA. PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) memproyeksikan volume penjualannya
tahun lalu tumbuh 4% dibanding penjualan 2009.
Selama 2009, SGRO mencatatkan volume penjualan sebanyak 264.160 ton. Jadi,
volume penjualan emiten ini sepanjang 2010 bisa mencapai 274.726 ton.
Manajemen SGRO juga optimistis kinerja keuangan perusahaan ini akan
meningkat. Pasalnya, harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) pada
tahun lalu meningkat.
Head of Investor Relations SGRO Michael Kesuma kepada KONTAN, Jumat (18/2)
pekan lalu menyebutkan, harga jual rata-rata CPO naik 7% sepanjang tahun lalu
menjadi RM 2.748 per ton. Tapi dia enggan membeberkan secara mendetail nilai
pendapatan dan laba bersih SGRO di akhir 2010. Yang pasti, sebesar 90% produk
CPO SGRO terserap pasar domestik. Sisanya 10% produksi menyasar pasar ekspor,
seperti Singapura dan Malaysia.
Pada tahun ini SGRO berencana menambah lahan tertanam seluas 10.000
hektare (ha). Program ini telah bergulir sejak tahun lalu, yakni 50.000 ha
dalam lima tahun, atau 10.000 ha per tahun. "Jika mulai ditanami sekarang, baru
bisa panen empat tahun lagi," imbuh Michael.
SGRO saat ini sudah memiliki 100.000 ha lahan kelapa sawit yang mencakup
kebun inti dan plasma. Seluas 76.000 ha lahan berada di Sumatra Selatan, dan
sisanya di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.
Manajemen SGRO belum bersedia mengemukakan target kinerja tahun ini. "Kami
tidak menetapkan target tertentu. Kami hanya fokus memproduksi CPO dan
menjualnya dengan harga tinggi," kata Michael. Dengan harga jual rata-rata CPO
di awal tahun ini senilai RM 3.700 per ton, Michael berharap kinerja SGRO ikut
terdongkrak.
Selain minyak sawit, SGRO mulai memperluas usahanya, yaitu komoditas sagu.
Pabrik sagu di Riau yang mulai dibangun sejak akhir tahun lalu ditargetkan
beroperasi kuartal empat tahun ini. Pabrik tersebut berkapasitas produksi 100
ton per hari. "Prospek sagu bagus dan permintaannya juga cukup lumayan," ujar
Michael.
[ Adisti Dini Indreswari, KONTAN ]

KONTAN Mon, 21 Feb 2011 ( 10:34:34 WIB )


=======================================================================================

Pemilik lama bisa membeli saham baru jatah pemerintah


Date : Feb 21 2011, 10:39
Title : News Story
Header : Pemilik lama bisa membeli saham baru jatah pemerintah


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Pemegang saham lama atau existing shareholders PT Bank Mandiri
Tbk (BMRI) berpeluang membeli saham baru. Seharusnya, saham itu menjadi jatah
pemerintah dalam rights issue BMRI. "Untuk porsi pemerintah, (pemegang saham
existing) menjadi pertimbangan. Tapi hal itu tidak menjadi prioritas," ujar
Direktur Keuangan dan Strategi BMRI, Pahala Nugraha Mansury, kepada KONTAN,
Minggu (20/2).
Dalam aksi korporasi ini, BMRI melepas 2,33 miliar saham dengan harga
penawaran Rp 5.000 per saham. Jadi, BMRI bisa meraup dana maksimal Rp 11,65
triliun.
Pemerintah selaku pengendali BMRI tidak mengeksekusi haknya dan berniat
melepas 1,56 miliar saham BMRI kepada 49 investor strategis seharga Rp 5.250
per saham. Sayangnya, Pahala tidak bersedia menjelaskan komposisi pembeli saham
yang menjadi jatah pemerintah itu.
Yang pasti, investor asing pun akan mendapatkan alokasi jatah sebesar 40%
saham BMRI milik pemerintah tersebut. Alhasil, melalui aksi korporasi itu,
pemerintah bakal menerima dana senilai Rp 389,5 miliar.
Penentuan selisih harga jual saham milik pemerintah senilai Rp 250 per
saham sebelumnya cukup alot. Pemerintah dan Bank Mandiri sempat menunda
pengumuman harga rights issue itu sampai dua kali. Pemerintah semula meminta
selisih harga Rp 300 per saham. Kata sepakat akhirnya tercapai dengan mengacu
kepada kesamaan selisih harga dengan hak pemerintah saat rights issue PT Bank
Negara Indonesia Tbk (BBNI).
Kendati masih dalam tahap finalisasi, manajemen BMRI mengharapkan bisa
memperoleh dana hasil rights issue sesuai dengan target awal, yaitu Rp 11,65
triliun.
Pasca aksi right issue, porsi kepemilikan pemerintah di BMRI bakal
tergerus dari semula 66,73% menjadi 60% dari total saham. Sedangkan porsi
investor publik akan bertambah menjadi 40%.
[ Didik Purwanto, KONTAN ]

KONTAN Mon, 21 Feb 2011 ( 10:31:48 WIB )


=======================================================================================

BI rate bisa menahan bisnis properti

Date : Feb 21 2011, 10:39
Title : News Story
Header : BI rate bisa menahan bisnis properti


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Bank Indonesia menjamin kenaikan bunga acuan atau BI rate tidak
akan mempengaruhi bunga kredit bank, termasuk kredit properti. BI mengikat
industri perbankan lewat aturan transparansi bunga kredit atau prime lending
rate.
Dengan aturan ini, BI bisa mengawasi komponen penyusun suku bunga kredit
bank. Termasuk mengawasi tingkat bunga deposito dan tabungan. BI berwenang
meminta bank menciutkan komponen biaya tertentu, agar bunga kredit tidak naik.
Jaminan dari BI sejatinya merupakan berkah bagi emiten sektor properti.
Maklumlah, sebesar 75%-80% dari total pembelian rumah di Indonesia melalui
Kredit Kepemilikan Rumah (KPR).
Seperti diketahui, BI pada awal bulan ini telah mengerek bunga acuan
sebesar 25 basis poin (0,25%) menjadi 6,75%. Ini adalah kenaikan pertama sejak
18 terakhir.
Analis Bhakti Securities Reza Nugraha berpendapat kenaikan BI rate sebesar
0,25%, jika pun diikuti dengan menanjaknya bunga KPR, tidak akan berpengaruh
signifikan ke sektor properti. Tapi bila BI rate pada tahun ini naik antara
0,75%-1%, bisa berdampak negatif ke pertumbuhan sektor properti.
Reza menghitung, jika BI rate naik sebesar 0,75%-1%, bunga KPR berpotensi
naik menjadi sekitar 11%-12%. Saat ini, kata dia, bunga KPR di rentang 9,5%
hingga 10%.
Jika kenaikan bunga KPR sebesar 11%-12%, maka penjualan properti hanya
tumbuh setinggi 7%-10% sepanjang tahun ini. Dan jika bunga KPR di bawah 10%,
Reza mengestimasi, penjualan properti sepanjang 2011 bisa meningkat 10%-15%.
Analis Majapahit Securities Supriyadi memperkirakan jika bunga acuan naik
100 basis poin, maka bunga KPR akan mencapai 13%-14%. "Apabila BI rate naik 100
basis poin, BI tidak mungkin bisa mengatur, karena cost of fund perbankan akan
naik. Jika bunga kredit tidak dinaikkan, laba bank akan tergerus," imbuh
Supriyadi.
Dia memprediksikan, penjualan properti tahun ini bisa tumbuh 10%, dengan
mempertimbangkan kenaikan bunga KPR. Tapi jika KPR tidak naik, pertumbuhan
penjualan properti bisa 15%.
Ekspansi properti
Yang pasti, proyeksi pertumbuhan ekonomi sekitar 6%-6,5% pada tahun ini
berpeluang mendongkrak bisnis properti. Sebagaimana hukum ekonomi, pertumbuhan
ekonomi akan mendorong daya beli. "Kenaikan pendapatan mendorong sebagian orang
membeli rumah demi memenuhi kebutuhan primernya," kata Budhy Siallagan, Analis
eTrading Securities.
Dus, emiten properti yang gencar berekspansi berpotensi menikmati
pertumbuhan penjualan signifikan. Tentu, pengembang tak ingin kehilangan
momentum ekspansi saat bunga rendah.
PT Alam Sutera Tbk (ASRI), misalnya, mengembangkan kawasan superblok I
Alam Sutera dan membangun kawasan baru di Pasar Kamis, Tangerang. Emiten
lainnya, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) memperluas kota mandiri BSD City
tahap 2. Kemudian PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) yang mulai menambah area
properti ke pinggiran Jakarta.
Langkah diversifikasi usaha juga ditempuh para pengembang. Misalnya PT
Lippo Karawaci Tbk (LPKR) yang terus menggenjot divisi health care, yakni
rumahsakit.
Summarecon Agung Tbk (SMRA) juga tidak mau ketinggalan. SMRA akan
mengembangkan pusat perbelanjaan pada tahun ini. APLN juga berencana membangun
beberapa mal baru di pulau Jawa dan luar pulau Jawa.
Langkah diversifikasi tentunya akan menambah pendapatan emiten properti.
"LPKR, misalnya, akan memperoleh tambahan pendapatan dari rumahsakit," kata
Supriyadi. Bisnis mal, apartemen, dan rumahsakit, menurut Reza, bisa
mengkompensasi tertahannya pertumbuhan penjualan rumah di tahun ini apabila BI
rate naik tajam.
Dus, bisnis properti masih cerah. Berikut ini rekomendasi analis terhadap
empat saham sektor properti.
[ Raka Mahesa W, KONTAN ]

KONTAN Mon, 21 Feb 2011 ( 10:29:26 WIB )


=======================================================================================

BIPI siapkan US$ 100 juta untuk akuisisi tambang

Date : Feb 21 2011, 10:38
Title : News Story
Header : BIPI siapkan US$ 100 juta untuk akuisisi tambang


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Manajemen PT Benakat Petroleum Energy Tbk (BIPI) mengalokasikan
dana US$ 100 juta atau Rp 900 miliar untuk mengakuisisi tambang batubara dan
ladang minyak baru pada tahun ini.
BIPI juga menyisihkan dana US$ 13 juta untuk anak usahanya di sektor
migas, yaitu Benakat Barat Petroleum.
Sumber pendanaan akuisisi berasal dari komitmen pinjaman dari sebuah bank
asing kepada BIPI. "Kami dapat pinjaman US$ 50 juta hingga US$ 100 juta," kata
Direktur BIPI Firlie Ganinduto kepada KONTAN, Jumat (18/2) lalu.
BIPI selama ini sudah memiliki dua tambang batubara di Kalimantan Timur.
Tapi kualitas batubara di lapangan tersebut tak sesuai ekspektasi. "Kami masih
mengkaji kemungkinan untuk melepas tambang tersebut," ujar Firlie. Dua tambang
batubara ini ditaksir memiliki cadangan hingga 44 juta ton.
Perseroan memang sedang gencar menjalankan restrukturisasi sejumlah aset
yang kurang berkontribusi terhadap total pendapatan konsolidasi perusahaan.
Manajemen BIPI tengah mengincar tambang baru yang sudah berproduksi. BIPI
mengharapkan tambang ini bisa segera berkontribusi ke pendapatan perusahaan.
Firlie melihat tambang batubara yang berada di Pulau Kalimantan masih
memiliki prospek cerah. "Sudah ada beberapa tambang yang kami lirik," ungkap
dia.
Sebagian besar pendapatan BIPI selama ini ditopang sektor minyak dan gas
(migas). Tapi produksi minyak BIPI pada tahun lalu meleset dari target, bahkan
jauh di bawah target yang ditetapkan. Namun Firlie masih enggan membeberkan
jumlah produksi minyak sepanjang tahun lalu.
[ Anna Suci Perwitasari, KONTAN ]

KONTAN Mon, 21 Feb 2011 ( 10:28:19 WIB )


=======================================================================================

ANTM dan PLN siap ambil alih Inalum


Date : Feb 21 2011, 10:34
Title : News Story
Header : ANTM dan PLN siap ambil alih Inalum


Story
=======================================================================================

JAKARTA. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) tampaknya tidak akan sendirian
mengeksekusi 58,88% saham PT Indonesia Asahan Aluminimum (Inalum) milik Nippon
Asahan Alumnium Co Ltd (NAA). Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)
baru saja menunjuk PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) ikut mengambil alih saham
Inalum.
Direktur Bisnis dan Manajemen Risiko PLN, Murtaqi Syamsuddin menyatakan,
PLN telah menerima surat dari Kementerian ESDM untuk mengakuisisi Inalum.
Direktur Utama ANTM Alwin Syah Loebis juga sempat menyatakan perusahaan yang
dipimpinnya siap mengambil alih mayoritas saham Inalum.
Apabila PLN ikut serta dalam proses akuisisi saham Inalum, maka ANTM tidak
perlu mengeluarkan dana terlalu besar. Untuk mengambil alih saham NAA di
Inalum, pemerintah harus menyediakan dana sedikitnya US$ 700 juta.
Di Inalum, ANTM nantinya bakal mendapatkan smelter pengolahan aluminium.
Sedangkan PLN bertanggung jawab pada pengelolaan pembangkit tenaga listriknya.
Langkah strategis
Sekretaris Perusahaan ANTM Bimo Budi Satrio enggan mengomentari opsi
kemungkinan kerjasama dengan PLN. Manajemen ANTM juga masih menunggu komando
dari pemerintah. "Belum ada info. Kami masih menunggu dari pemerintah," ujar
Bimo kepada KONTAN, Jumat (18/2) pekan lalu.
Pemerintah Indonesia saat ini menguasai 41,12% saham Inalum. Sedangkan,
58,88% saham Inalum berada di tangan NAA. Kerjasama proyek Inalum telah
berjalan sejak 1975 dan akan berakhir pada 2013. Pemerintah akan mengambil alih
seluruh saham Inalum, setelah kerjasama dengan Jepang berakhir.
Sambil menunggu jatuh tempo kesepakatan itu, Indonesia dan Jepang akan
menggelar rangkaian pertemuan untuk membahas tata cara pengalihan saham ini.
Inalum saat ini memiliki kapasitas produksi sekitar 230.000-240.000 ton per
tahun.
Analis Waterfront Securities, Isfhan Helmy Arsad menilai masuknya PLN
dalam rangka pengambilalihan Inalum cukup strategis. "Dengan begitu dana yang
harus dikeluarkan ANTM tidak terlalu banyak," kata dia.
Isfhan berpendapat, yang terpenting dalam aksi ini adalah apabila seluruh
saham milik NAA dikuasai pemerintah. Jika ANTM memperoleh smelter alumina, maka
akan mendukung kinerja perusahaan. "Bisnis Antam tentunya akan terintegrasi ke
proyek ini," imbuh dia.
Di sisi lain, PLN juga akan akan memperoleh keuntungan tersendiri.
Sekarang tinggal melihat bagaimana skema kedua perusahaan untuk mengakuisisi
58,88% saham Inalum milik investor asal Jepang itu.
Isfhan saat ini masih menyarankan tahan saham ANTM. Rekomendasi itu
sejalan masih banyaknya proyek yang akan dilaksanakan ANTM. Selain mengincar
Inalum, ANTM juga tengah menggarap proyek smelter Chemical Grade Alumina di
Tayan, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.
Harga ANTM pada penutupan Jumat (18/2) lalu tetap sebesar Rp 2.200 per
saham.
[ Anna Suci Perwitasari, Titis Nurdiana ]

KONTAN Mon, 21 Feb 2011 ( 10:23:36 WIB )


=======================================================================================

Analis: Penguatan IHSG akan tertahan koreksi di bursa regional

Date : Feb 21 2011, 09:39
Title : News Story
Header : Analis: Penguatan IHSG akan tertahan koreksi di bursa regional


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berpeluang
menguat, walaupun terbatas, hari ini.
VP Riset Valbury Asia Nico Omer Jonckheere menyebut, bursa lokal akan
sedikit terseret koreksi yang terjadi di bursa regional. Meski begitu, masih
ada peluang untuk naik terbatas karena secara teknikal saat ini masih berada
dalam posisi netral.
"Setelah beberapa hari lalu menguat dari posisi sold, saat ini masih
netral, belum overbought," ujarnya.
Apalagi, kata Nico, secara fundamental ada banyak emiten yang sudah
merilis laporan keuangan yang cukup bagus hasilnya, terutama dari sektor
perbankan.
Dia memperkirakan, indeks hari ini akan bergulir di kisaran 3.470-3.530.
Secara teknikal untuk jangka pendek, Nico merekomendasikan saham-saham
BBRI, MYOR, BORN, GGRM, dan UNSP.
Adapun, untuk sektor yang tahun ini cukup kuat menurutnya, antara lain
komditas seperti batubara dan CPO, sektor consumer goods, sektor infrastruktur,
dan properti.
[ Dupla Kartini ]

KONTAN Mon, 21 Feb 2011 ( 09:33:46 WIB )


=======================================================================================

Empat emiten baru masuk bursa Maret ini

Date : Feb 21 2011, 09:16
Title : News Story
Header : Empat emiten baru masuk bursa Maret ini


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Pasar saham Indonesia memang masih bergejolak. Tapi rupanya hal
itu tidak membuat perusahaan-perusahaan yang berniat melepas saham perdananya
di bursa mengurungkan niatnya.
Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) sedang
memproses permohonan dari empat perusahaan yang berencana melakukan penawaran
saham perdana. Keempat perusahaan tersebut akan masuk bursa pada Maret ini.
Perusahaan yang berniat menggelar initial public offering (IPO) tersebut
antara lain PT Mitra Bahtera Segara Sejati serta PT Sidomulyo Selaras. Dua
perusahaan lain yang berminat masuk bursa saham adalah PT Sejahtera Raya
Anugrah Jaya dan PT Buana Listya Tama.
Kepala Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa Bapepam-LK M. Noor
Rachman menuturkan, keempat perusahaan ini masih menunggu pernyataan efektif.
"Kalau pemeriksaan sudah selesai maka pernyataan efektif bisa segera
diberikan," ungkap Noor Rachman akhir pekan lalu (18/2).
Sayang, Noor Rachman masih enggan membeberkan target perolehan dana serta
nilai saham yang bakal dilepas ke pasar. Namun ia menjanjikan masing-masing
perusahaan akan segera menggelar paparan publik jika sudah mendapat pernyataan
efektif.
Menerbitkan MTN
Selain itu, Bapepam-LK juga tengah memeriksa permohonan penerbitan
obligasi dari tiga perusahaan. Di antaranya ada PT Wahana Ottomitra Multiartha
Tbk yang berniat menerbitkan obligasi senilai Rp 1 triliun.
Lalu ada PT Verena Multi Finance yang berniat menerbitkan obligasi Rp 500
miliar dan PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) yang akan menerbitkan obligasi
IV/2011 sebesar Rp 800 miliar plus medium term notes (MTN) senilai Rp 400
miliar. "Mereka juga ingin penerbitan bisa dilakukan Maret ini," tandas Noor
Rachman.
Bapepam-LK juga sedang memproses penawaran saham baru (rights issue) dari
PT Enseval Putera Megatrading Tbk (EPMT). Anak usaha PT Kalbe Farma Tbk ini
menargetkan bisa meraup Rp 300 miliar dari rights issue.
Namun Bapepam-LK mengaku belum menerima permohonan IPO dari PT Bumi
Kencana Eka Sakti dan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (Bank Jatim).
Padahal kedua perusahaan ini sempat mempublikasikan rencana menggelar IPO tahun
2011. "Kami belum menerima proposal selain yang sudah disebutkan," tegas Noor
Rachman.
Heri Santoso, Sekretaris Perusahaan PT Dian Swastika Sentosa Tbk (DSSA)
yang juga induk usaha Bumi Kencana mengakui pihaknya memang belum melaporkan
rencana IPO Bumi Kencana ke Bapepam-LK. Sebab, IPO tersebut masih dalam tahap
pembicaraan di manajemen. "Perseroan belum memutuskan porsi saham yang akan
dilepas," tutur Heri.
Begitu juga dengan IPO Bank Jatim. Bank milik Pemerintah Daerah Jawa Timur
itu, semula ingin menggelar IPO di April 2011. Namun rencana itu diundur
menjadi September 2011. "Kami sedang minta persetujuan Rapat Umum Pemegang
Saham dan menyelesaikan proses administrasi dan legal," kata Direktur Utama
Bank Jatim Muljanto.
[ Didik Purwanto ]

KONTAN Mon, 21 Feb 2011 ( 09:14:14 WIB )


=======================================================================================

Indek diprediksi kisaran 3450-3550

Seiring komoditas naik, indek kita akan mencoba level 3550 ini. Saham yg bisa diperhatikan saham BUMI, ITMG, ASII, PGAS, ANTM, INCO, dan TINS.

PGAS

Siring minyak naik ke level 91, PGAS akan menguji level 4000. Resistant PGAS 4100 dan support di 3800.

Jumat, 18 Februari 2011

Indeks sore berhasil ditutup di atas level 3.500


Date : Feb 18 2011, 16:23
Title : News Story
Header : Indeks sore berhasil ditutup di atas level 3.500


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil terjaga di zona
hijau, setelah semua sektor membukukan kenaikan yang signifikan. Hingga
penutupan sesi terakhir, IHSG berhasil naik 1,95% ke level 3.501,497. Sebanyak
157 saham naik, dan 56 saham terkoreksi. Pasar juga ramai akhir pekan ini
dengan volume perdagangan mencapai 3,993 milliar dengan nilai perdagangan
mencapai Rp 6,33 trilliun.
Sektor yang berhasil mengerek bursa adalah sektor consumer good dengan
kenaikan sebesar 3,33%, disusul sektor aneka industri yang menguat 3,39%,
sektor konstruksi sebesar 2,87%, dan sektor finansial sebesar 2,62 %. Sementara
sektor lainnya menguat diatas 1%. Hanya sektor infrastruktur yang masih ragu
kenaikannya.
Pemimpin top gainers adalah Kedawung Setia Industrial (KDSI) yang menanjak
25% ke Rp 250, Cowell Developement (COWL) di posisi kedua dengan penguatan
13,76% ke Rp 124, dan Modern Internasional (MDRN) naik 10,59% ke Rp 2.350.
Anggota MSCI indeks yang berhasil menjadi anggota top gainers adalah Gudang
Garam (GGRM) dengan penguatan sebesar 6,88% ke Rp 35.750 dan Bank Mandiri
(BMRI) yang melesat 6,31% ke Rp 5.900.
Saham yang tersungkur di tengah penguatan bursa adalah Tempo Inti Media
(TMPO) dengan koreksi sebesar 8,43% ke Rp 76, Bank Artha Graha Internasional
yang melorot 8,08% ke Rp 91, dan Eterindo Wahanata (ETWA) anjlok 6,98% ke Rp
200. Satu-satunya anggota MSCI indeks yang jatuh adalah Charoen Pokhpand yang
turun 0,63% ke Rp 1.590.
[ Dian Pitaloka Saraswati ]

KONTAN Fri, 18 Feb 2011 ( 16:17:21 WIB )


=======================================================================================

BIPI akan jual saham Elnusa



Date : Feb 18 2011, 10:20
Title : News Story
Header : BIPI akan jual saham Elnusa


Story
=======================================================================================

JAKARTA. PT Benakat Petroleum Energy Tbk (BIPI) berniat menjual
kepemilikannya di PT Elnusa Tbk (ELSA). Hasil penjualan saham akan digunakan
BIPI untuk melunasi promissory notes alias surat utang jangka pendek yang akan
jatuh tempo pada 12 Maret mendatang.
Direktur BIPI Firlie Ganindito menyebut, alasan penjualan adalah
kontribusi ELSA tidak sesuai ekspektasi. "Saat mengambil ELSA, BIPI memikirkan
untuk investasi jangka panjang, tapi ternyata saat ini keadaannya tidak
sesuai," ujar Firlie, kepada KONTAN, Rabu (16/2).
BIPI semula berharap pembelian saham ELSA akan membuka jalannya masuk ke
bisnis jasa sektor minyak dan gas. Sejauh ini, harapan tersebut belum
terlaksana.
BIPI resmi menguasai 37,15% saham ELSA pada awal Juli tahun lalu. Untuk
membeli saham ELSA dari PT Tridaya Esta Maret itu, BIPI menerbitkan promissory
notes ke induk perusahaannya, PT Indotambang Perkasa, senilai Rp 894,81 miliar.
Sebagian promissory notes, tepatnya Rp 302,5 miliar, sudah dilunasi pada
kuartal III 2010. Tunggakan promissory notes yang masih tersisa senilai Rp
592,51 miliar tersebut, harus dilunasi BIPI pada 12 Maret 2011. BIPI bisa
menjual hingga 24,6% saham ELSA untuk melunasi promissory notes itu.
Harga premium
Sekitar 12,55% saham ELSA sudah dijaminkan BIPI untuk mendapat pinjaman
dari Amadia Investment, tahun lalu. Untuk mengantongi pinjaman senilai US$ 30
juta atau setara Rp 270 miliar tersebut, BIPI juga mengagunkan saham PT Delta
Samudra, yang berbisnis batubara.
Fasilitas pinjaman dari Amadia itu dikenai bunga 12% per tahun.
BIPI perlu melepas aset investasi karena tipisnya dana kas yang tersedia.
Per akhir September 2010, nilai kas BIPI Rp 63 miliar. Firlie memastikan, BIPI
tidak akan mengulur masa jatuh tempo. "Tetap akan kami lunasi on schedule kok,"
tutur dia.
Namun Firlie masih enggan menyebut berapa besar saham ELSA yang akan
dilepas BIPI. "Kami masih kaji untuk melepas semuanya atau hanya sebagian,"
lanjut dia.
Kepala Riset E-Trading Securities Betrand Raynaldi memproyeksi, rencana
penjualan ELSA akan memperbaiki neraca keuangan BIPI. "Karena bukan pemegang
saham mayoritas, BIPI tidak bisa mengendalikan ELSA," kata dia, kemarin.
Jadi, BIPI tidak masuk mengonsolidasi pendapatan dan laba bersih ELSA.
BIPI juga akan kesulitan menjual saham ELSA di harga premium karena jumlah yang
dimilikinya terbatas,.
Spekulasi yang beredar di pasar, BIPI akan menawarkan ELSA seharga Rp 500
per saham, lebih tinggi dari harga belinya, Rp 330 per saham.
Betrand memperkirakan, BIPI meminta harga premium untuk menutup beban
bunga. Tapi, "Sepertinya susah mencari pembeli yang mau mengambil di harga
premium," ujarnya.
[ Anna Suci Perwitasari, Avanty Nurdiana ]

KONTAN Fri, 18 Feb 2011 ( 10:17:29 WIB )


=======================================================================================

ASII, INTP, SMGR, SMCB




ASII akan menguji level 52.000an, INTP telah menebus resisten 15.000 tren UP dimana akan menguji level 16.000. SMGR akan menguji level 9.000. SMCB akan menguji level 1950.

Diprediksi masih bergerak sideways, IHSG berada dalam fase konsolidasi


Date : Feb 18 2011, 09:00
Title : News Story
Header : Diprediksi masih bergerak sideways, IHSG berada dalam fase konsolidasi


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Pada perdagangan hari Kamis (17/2) kemarin, indeks Dow Jones
ditutup naik 29 point atau 0,24% ke level 12.318,14. Kenaikan tersebut menyusul
keluarnya data manufaktur dan pendapatan perusahaan yang melebihi estimasi
analis, meskipun pertumbuhan consumer price AS juga melampaui prediksi.
Sementara, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sendiri kemarin (17/2) masih
bergerak sideways dan ditutup naik 17 point atau 0,51% ke level 3.434.
"Kemarin, asing tercatat melakukan net buy sebesar Rp 411 miliar, dengan
sektor yang paling banyak adalah otomotif dan perbankan," jelas Kepala Riset
eTrading Securities Betrand Reynaldi.
Dia menambahkan, secara teknikal, IHSG masih berada dalam fase konsolidasi
terlihat dari pergerakan indeks dalam beberapa hari terakhir yang sideways.
Pada perdagangan hari Jumat (18/2) ini, IHSG diperkirakan masih akan
bergerak dikisaran 3.346 hingga 3.489. Adapun saham-saham yang dapat
diperhatikan adalah PT Astra International Indonesia (ASII), Bank Tabungan
Negara (BBTN), dan Indocement Tunggal Prakasa (INTP).
[ Barratut Taqiyyah ]

KONTAN Fri, 18 Feb 2011 ( 08:37:46 WIB )


=======================================================================================

Kamis, 17 Februari 2011

IHSG Menguat 17 Poin Terdorong Bursa Asia

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 17,595 poin terdorong penguatan bursa regional. Selain itu, arus dana asing juga mulai kembali masuk ke bursa dengan adanya foreign net buy sebanyak Rp 125,205 miliar

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat tipis di posisi Rp 8.878 per dolar AS dibandingkan penutupan kemarin di Rp 8.892 per dolar AS

Mengawali perdagangan IHSG menguat 8,773 poin (0,26%) ke level 3.425,558. Pergerakan bursa regional yang serba tipis membuat investor kembali ragu-ragu sehingga IHSG tidak banyak melangkah.

Pada perdagangan sesi I, IHSG ditutup menguat 14,876 poin (0,44%) ke level 3.431,661. Kembalinya menguatnya saham Astra mampu menopang kenaikan IHSG.

Menutup perdagangan, Kamis (17/2/2011), IHSG menguat 17,595 poin (0,51%) ke level 3.434,380. Sementara Indeks LQ 45 naik 3,956 poin (0,65%) ke level 604,625.

Posisi terendah indeks hari ini berada di level 3.414,658. Indeks juga sempat mendaki ke level tertingginya di 3.440,727.

Investor banyak memburu saham-saham di sektor aneka industri, industri dasar dan manufaktur. Namun demikian, tidak semua sektor bisa menguat, beberapa masih melemah seperti sektor perkebunan, konsumer, dan finansial.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi mencapai 88.727 kali pada volume 3,119 miliar lembar saham senilai Rp 4,370 triliun. Sebanyak 121 saham naik, 89 saham turun dan 94 saham stagnan.

Transaksi investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) sebesar Rp 125,205 miliar di pasar reguler dan tunai.

Mayoritas bursa di Asia menguat tipis sore ini. Namun bursa Singapura masih tertekan dan berada di zona merah

Berikut kondisi bursa-bursa regional di sore hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai naik tipis 3,07 poin (0,10%) ke level 2.926,96.
  • Indeks Hang Seng menguat 144,87 poin (0,63%) ke level 23.301,84.
  • Indeks Nikkei 225 menguat tipis 28,35 poin (0,26%) ke level 10.836,64.
  • Indeks Straits Times turun tipis 8,01 poin (0,26%) ke level 3.086,71.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Astra Internasional (ASII) naik Rp 1.700 ke Rp 51.000, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 1.450 ke Rp 46.350, Indocement (INTP) naik Rp 600 ke Rp 15.050, dan Semen Gresik (SMGR) naik Rp 300 ke Rp 8.700.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 650 ke Rp 33.450, Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp 550 ke Rp 21.750, London Sumatera (LSIP) turun Rp 350 ke Rp 10.550, dan Sumi Indo (IKBI) turun Rp 260 ke Rp 1.600. (ang/dnl)

Pasokan terbatas, harga timah bakal melejit

Date : Feb 17 2011, 13:28
Title : News Story
Header : Pasokan terbatas, harga timah bakal melejit


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Produksi timah dari Indonesia yang merupakan eksportir terbesar
di dunia, diperkirakan turun tahun ini. Artinya, tahun ini merupakan tahun
kedua penurunan produksi timah terjadi.
Johan Murod, Direktur PT Bangka Belitung Timah Sejahtera La Nina
menyebabkan penambang kesulitan melakukan kegiatan operasional. "Selama 2011
mungkin hanya sekitar 60.000-70.000 metrik ton," ujarnya, Kamis (17/2).
Produksi tersebut lebih rendah dari target yang dipasang pemerintah yaitu
90.000 metrik ton. Tahun lalu, produksi Bangka Belitung Timah Sejahtera
sebanyak 78.965 metrik ton.
Standard Bank Plc Leon Westgate sebelumnya mengatakan bahwa timah memiliki
ketidakseimbangan supply-demand terbesar dari semua logam mulia, dengan defisit
signifikan pada 2011 dan 2012. Harga bakal melejit jika kondisi seperti ini
berlangsung hingga tahun depan.
"Hujan membanjiri tambang, penambang mampu bekerja hanya dua atau tiga
hari dalam seminggu, bukan enam hari seperti biasa," ujar Johan. Bahkan, jika
cuaca sangat buruk, pekerja sama sekali tak melakukan proses produksi.
Di London Metal Exchange (LME) tahun lalu, harga timah melompat 59% dan
menjadi logam yang memiliki performa terbaik. Kontrak untuk pengiriman tiga
bulan mencapai puncaknya pada US$ 32.799 per ton pada 15 Februari dan
diperdagangkan di US$ 32.450 jam 10:59, hari ini.
[ Dyah Megasari, Bloomberg ]

KONTAN Thu, 17 Feb 2011 ( 13:15:05 WIB )


=======================================================================================

Naik 3,96%, ASII jadi penopang indeks sesi pagi


Date : Feb 17 2011, 12:47
Title : News Story
Header : Naik 3,96%, ASII jadi penopang indeks sesi pagi


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Saham PT Astra International TBK (ASII) menjadi saham utama
penopang indeks di sesi pertama, hari ini.
Hingga penutupan perdagangan sesi pagi ini, Indeks Harga Saham Gabungan
naik 0,44% ke 3.431,661. Adapun, saham ASII berhasil naik 3,96% ke level Rp
51.250 per saham. Bahkan, harganya sempat bergerak ke Rp 51.350 WIB.
Saham emiten otomotif ini melaju setelah perseroan melaporkan kenaikan
penjualan kendaraan per Januari sebesar 5,4% dari bulan sebelumnya, yaitu
menjadi 73.849 unit.
Broker asing yang paling aktif mentransaksikan saham ini, yaitu UBS
Securities Indonesia, JP Morgan Securities, dan Credit Suisse Securities.
Adapun, volume transaksi saham ini tercatat 12.997, dengan nilai sekitar Rp
327,03 miliar
Sementara, analis teknikal dari Jsxpro.com, Tommy Yu menyebut, secara
teknikal, ASII saat ini mencoba break dari tren penurunannya (down trend).
[ Dupla Kartini ]

KONTAN Thu, 17 Feb 2011 ( 12:18:58 WIB )


=======================================================================================

Meski nilai perdagangan tipis, IHSG berhasil naik 0,44%


Date : Feb 17 2011, 12:44
Title : News Story
Header : Meski nilai perdagangan tipis, IHSG berhasil naik 0,44%


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Siang ini Indeks Harga Saham Gabungan ditutup di jalur hijau,
setelah berhasil naik 0,44% ke level 3.431,661.
Pasar tak terlalu ramai dengan total nilai perdagangan hanya Rp 2 triliun
yang melibatkan sekitar 1,6 miliar saham.
Penguatan terjadi di 7 sektor dengan catatan tertinggi ditorehkan sektor
aneka industri sebesar 3,61%. Sementara sektor yang memerah dipimpin sektor
keuangan yang anjlok 0,53%.
Posisi top gainers dipuncaki Gowa Makassar Tourism Development Tbk (GMTD)
yang terbang 24,53% ke Rp 660. Disusul Champion Pacific Indonesia Tbk (IGAR)
yang melesat 16,18% ke Rp 395. Tifico Fiber Indonesia Tbk (TFCO) menguat 10% ke
Rp 440. Bayu Buana Tbk (BAYU) naik 9,09% ke Rp 240, dan Bank Himpunan Saudara
1906 Tbk (SDRA) menghijau 8,57% ke Rp 190.
Di sisi berseberangan, lima besar top losers secara berurutan diisi
Nusantara Inti Corpora Tbk (UNIT) yang anjlok 26,57% ke Rp 105. Sumi Indo Kabel
Tbk (IKBI) meluncur turun 13,98% ke Rp 1.600. Betonjaya Manunggal Tbk (BTON)
melemah 12,99% ke Rp 335. Radiant Utama Interinsco Tbk terkoreksi 8,16% ke Rp
225, dan Mahaka Media Tbk (ABBA) melemah 7,95% ke Rp 162.
[ Teddy Gumilar ]

KONTAN Thu, 17 Feb 2011 ( 12:29:39 WIB )


=======================================================================================

Optimis ekonomi global pulih, bursa Asia melaju

Date : Feb 17 2011, 08:56
Title : News Story
Header : Optimis ekonomi global pulih, bursa Asia melaju


Story
=======================================================================================

TOKYO. Proyeksi positif ekonomi Amerika Serikat memunculkan sentimen
positif di bursa saham Asia. Hari ini, mayoritas indeks bursa Asia menguat, dan
menggiring posisi indeks regional ke level tertinggi satu pekan terakhir.
Indeks MSCI Asia Pacific naik 0,7% ke 138,94 pada pukul 09.49 waktu Tokyo.
Pekan lalu, indeks ini terbenam 2,7% setelah China menaikkan biaya pinjaman dan
protes anti-pemerintah intensif di Mesir.
Australia S & P / ASX 200 Index dan indeks New Zealand NZX 50,
masing-masing naik 0,2%. Sementara, indeks Nikkei 225 sudah melaju 0,7%, dan
indeks Kospi Korea Selatan sedikit berubah.
Pasar semakin optimis akan pemulihan ekonomi, setelah bank sentral AS
memproyeksikan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi di tahun ini. Sentimen
pasar semakin baik karena emiten merilis laba yang melampaui ekspektasi.
Sekitar 453 perusahaan dalam indeks MSCI Asia Pacific Index telah
melaporkan laporan kinerja sejak 1 Januari untuk kuartal terbaru. Adapun, 177
diantaranya melaporkan pendapatan yang melebihi perkiraan analis.
Mitsushige Akino dari Ichiyoshi Investment Management Co. menyebut,
investor berekspektasi ke depan pasar saham akan naik, karena positifnya data
ekonomi dan kuatnya laba yang diperoleh emiten.
"Perbaikan di pasar perumahan dan belanja konsumen merupakan langkah awal
untuk mempertahankan pemulihan," lanjut Akino.
[ Dupla Kartini, Bloomberg ]

KONTAN Thu, 17 Feb 2011 ( 08:42:07 WIB )


=======================================================================================

Divestasi 7% Saham Newmont akan Diborong ANTM

Headline
Foto: Istimewa
Oleh:
Pasar Modal - Kamis, 17 Februari 2011 | 08:08 WIB

INILAH.COM, Jakarta - PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dipastikan akan membeli 7% saham Newmont Nusa Tenggara (PT NNT).

Langkah ini sesuai dengan tujuan menjadikan ANTM sebagai perusahaan tambang terbesar milik pemerintah. Untuk memuluskan hal itu, pemerintah melalui PT PPA akan menyuntik dana segar dan menempatkan direksinya di Newmont.

Pada perdagangan kemarin saham ANTM stagnan di Rp2.200 dengan volume perdagangan 31.350 saham senilai Rp34,6 miliar sebanyak 1.471 kali transaksi.

Rabu, 16 Februari 2011

Peluang kenaikan IHSG tahun ini diramal tak sefantastis tahun lalu

Date : Feb 16 2011, 16:32
Title : News Story
Header : Peluang kenaikan IHSG tahun ini diramal tak sefantastis tahun lalu


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Meski tren kenaikan masih membayangi IHSG tahun ini, namun
peningkatannya tak akan sebesar 2010 yang mencapai 46%. Demikian ungkap
Direktur PT UOB Kay Hian Securities Stefanus Susanto dalam Workshop bertajuk
2011 Timing Untuk Memobilisasi Dana di Pasar Modal Melalui IPO, Rights Issue,
dan Emisi Obligasi di Jakarta, Rabu (16/2).
"Tahun 2011, jika IHSG bisa tumbuh 23% saja tahun ini sudah hebat. Resiko
di 2011 lebih berat dibandingkan tahun lalu," kata Stefanus.
Resiko yang dimaksud adalah pertumbuhan ekonomi global yang diperkirakan
turun 4,2% pada 2011. Selain itu, inflasi di seluruh dunia juga diperkirakan
akan lebih tinggi dari tahun lalu. Kendati demikian, Indonesia masih akan
menjadi pilihan investasi bagi investor asing. Pasalnya, carry trade masih
berlangsung. Bank sentral Amerika Serikat dan Eropa juga tetap mempertahankan
suku bunga di bawah 1%.
Sementara itu, perekonomian Indonesia sendiri diproyeksikan dapat tumbuh
sekitar 6,3%-6,4% pada tahun ini. Hal ini memberikan sentimen positif bagi
investor. "Likuiditas masih berlimpah. Pasar Indonesia masih seksi di mata
asing dana akan terus masuk ke Indonesia," ungkap Stefanus.
[ Astri Karina Bangun ]

KONTAN Wed, 16 Feb 2011 ( 16:25:47 WIB )


=======================================================================================

Berjuang keras, indeks berhasil kembali ke level pembukaan


Date : Feb 16 2011, 16:29
Title : News Story
Header : Berjuang keras, indeks berhasil kembali ke level pembukaan


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Setelah dilanda aksi jual pada transaksi sebelumnya, Indeks Harga
Saham Gabungan (IHSG) berhasil kembali ke level pembukaan di posisi 3.416,785
pada Rabu (16/2). Sepanjang transaksi hari ini, ada 84 saham yang menguat.
Sementara, 113 saham lainnya masih di jalur merah dan 79 saham lainnya masih
diam di tempat.
Penutupan kali ini diakhiri dngan volume bursa sebesar 2,34 miliar yang
bernilai Rp 4,13triliun.
Enam sektor menguat, dengan penguatan tertinggi berhasil dicetak oleh
sektor barang konsumsi yang naik 1,2% dan sektor manufaktur yang naik 0,36%.
Sedangkan empat sektor lainnya masih melaju di jalur merah. Seperti sektor
agrikultur yang terpuruk paling dalam sebesar 1,87%.
Top gainers yang masih mampu menguat di jalur hijau antara lain Nusantara
Inti Corpora Tbk (UNIT) yang naik 34.91% ke Rp 143. Selain itu ada Mahaka Media
Tbk (ABBA) yang mengejar naik 33,33% ke Rp 176 dan juga saham Gowa Makassar
Tourism Dev Tbk (GMTD) yang naik 24,71% ke Rp 530
Saham yang cukup terkoreksi paling signifikan adalah saham Lippo General
Insurance Tbk (LPGI) sebesar 24,66% ke Rp 1.100, Centrin Online Tbk (CENT) yang
turun 14,71% ke 116, dan Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN) juga turun 11,59% ke
Rp 1.450.
[ Dyah Ayu Kusumaningtyas ]

KONTAN Wed, 16 Feb 2011 ( 16:20:49 WIB )


=======================================================================================

Mandiri Sekuritas: BI rate sulit dipangkas

Date : Feb 16 2011, 13:13
Title : News Story
Header : Mandiri Sekuritas: BI rate sulit dipangkas


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Keinginan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) agar suku bunga acuan (BI
rate) dipangkas sulit tercapai. Pasalnya, jika BI rate kembali diturunkan maka
ekspektasi inflasi akan bergerak semakin liar.
Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas Destry Damayanti mengatakan, jika Bank
Indonesia menurunkan suku bunga acuan akan menunjukkan sikap inkonsistensi bank
sentral. "Bisa menurunkan kredibilitas Bank Indonesia dan pemerintah," katanya,
Rabu (16/2).
Apalagi, Destry menduga, tekana inflasi ke depan akan semakin tinggi
seiring dengan naiknya harga komoditas dan aktivitas ekonomi yang semakin
meningkat. "Jadi tentunya kebijakan moneter yang tepat dan konsisten
dikombinasikan dengan kebijakan fiskal untuk menstabilisasi harga dan suplai
makanan yang harus dilakukan oleh pemerintah dan BI," jelasnya.
Destry memperkirakan, BI rate akan kemungkinan naik lagi sebesar 25 basis
poin menjadi 7%. "Bulan depan tetap. Kami perkirakan Mei dan Juni," terangnya.
Sebelumnya anggota Komisi XI DPR Kemal Stamboel meminta BI menurunkan suku
bunga acuan. DPR tidak setuju dengan langkah bank sentral yang telah menaikkan
suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 6,75% karena akan memicu
lonjakan suku bunga kredit. Untuk itu, DPR meminta BI mengevaluasi dan
menurunkan suku bunga acuan bulan depan.
[ Irma Yani ]

KONTAN Wed, 16 Feb 2011 ( 13:05:25 WIB )


=======================================================================================

Sesi I, indeks masih memerah dengan penurunan 0,4%


Date : Feb 16 2011, 12:23
Title : News Story
Header : Sesi I, indeks masih memerah dengan penurunan 0,4%


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di sesi I terus
berada di zona merah. Hingga akhirnya pada pukul 12.00, indeks ditutup dengan
penurunan 0,36% menjadi 3.404,422.
Mayoritas sektor mencatatkan penurunan. Tiga sektor yang tergerus paling
dalam antara lain sektor agrikultur sebesar 1,18%, sektor industri lain-lain
sebesar 0,84%, dan sektor finance sebesar 0,83%. Kendati begitu, ada empat
sektor yang menghijau yakni sektor consumer goods sebesar 0,46%, sektor
konstruksi sebesar 0,17%, sektor perdagangan sebesar 0,12%, dan sektor
infrastruktur sebesar 0,04%.
Sekitar 103 saham melorot. Sementara yang naik hanya 58 saham dan yang
tidak berubah ada 85 saham. Adapun volume transaksi di sesi I mencapai 1,2
miliar saham senilai Rp 2.001 triliun.
Posisi top losers dihuni oleh PT Centrin Online (CENT) turun 14,71%
menjadi Rp 116, PT Asuransi Harta Aman (AHAP) turun 8,7% menjadi Rp 105, PT
Pudjiadi Prestige (PUDP) turun 7,89% menjadi Rp 350, PT Ace Hardware (ACES)
turun 6,25% menjadi Rp 2.250, dan PT Bank Artha Graha (INPC) turun 6,25%
menjadi Rp 90.
Sedangkan posisi top gainers dihuni oleh Gowa Makassar Torims (GMTD) naik
24,71% menjadi Rp 530, PT Indo Kordsa (BRAM) naik 15,91% menjadi Rp 2.550, PT
Matahari Putra Prima (MPPA) naik 15,28% menjadi Rp 1.660, PT Pan Pacific
International (APIC) naik 12,50% menjadi Rp 270, dan PT Verena Multi Finance
(VRNA) naik 10,62% menjadi Rp 125.
[ Barratut Taqiyyah ]

KONTAN Wed, 16 Feb 2011 ( 12:18:47 WIB )


=======================================================================================

Saham MPPA terbang 16,67% seiring disetujuinya pembagian dividen


Date : Feb 16 2011, 10:10
Title : News Story
Header : Saham MPPA terbang 16,67% seiring disetujuinya pembagian dividen


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Saham PT Matahari Putra Prima (MPPA) pagi ini melonjak tajam.
Pada pukul 09.56, saham MPPA terbang 16,67% menjadi Rp 1.680. Ini merupakan
kenaikan tertinggi sejak 5 Oktober lalu.
Disinyalir, lonjakan saham MPPA terkait persetujuan pemegang saham
mengenai rencana pembagian dividen senilai Rp 4,5 triliun.
[ Barratut Taqiyyah ]

KONTAN Wed, 16 Feb 2011 ( 10:01:18 WIB )


=======================================================================================

IHSG Kembali Konsolidasi


Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Senin awal pekan lalu akhirnya ditutup menguat dan bertahan di level 3.400 hingga akhir perdagangan. IHSG berhasil menguat setelah terus menerus tertekan pada pekan sebelumnya.

Pada perdagangan Senin (14/2/2011), IHSG akhirnya ditutup menguat hingga 25,001 poin (0,74%) ke level 3.416,767. Indeks LQ 45 juga menguat 5,049 poin (0,85%) ke level 600,168.

Setelah kemarin libur perdagangan, IHSG pada Rabu (16/2/2011) diprediksi bergerak flat cenderung melemah. Investor masih belum percaya diri untuk masuk ke pasar di tengah kondisi bursa utama dunia yang sedang lesu, sehingga memilih untuk konsolidasi.

"Pada perdagangan hari Rabu (16/2) IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran 3,342 - 3,458 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. BBCA, ITMG dan AALI," demikian rekomendasi dari eTrading Securities.

Bursa Wall Street tadi malam ditutup melemah. Investor mundur sejenak setelah saham-saham di AS yang masih rentan sudah menguat hingga menembus titik tertingginya dalam 2,5 tahun. Saham-saham energi dan material dasar memimpin pelemahan, dengan indeks S&P 500 mencatat hari terburuknya sejak 28 Januari.

Pada perdagangan Selasa (15/2/2011), indeks Dow Jones ditutup melema 41,55 poin (0,34%) ke level 12226,64. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 4,31 poin (0,32%) ke level 1.328,01 dan Nasdaq melemah 12,83 poin (0,46%) ke level 2.804,35.

Namun Bursa Jepang mengawali perdagangan Rabu ini dengan penguatan tipis. Indeks Nikkei-225 dibuka naik 12,19 poin (0,11%) ke level 10.758,86.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Panin Sekuritas:

Hari ini kami perkirakan indeks akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat melanjutkan kenaikan 2 hari perdagangan sebelumnya. Pergerakan indeks didukung oleh menguatnya bursa regional menyusul reboundnya harga komoditas dan juga pengumuman data GDP Jepang yang diatas ekspektasi. Kami melihat saham berbasis pertambangan, perkebunan, dan semen akan dapat menjadi salah pilihan trading pada hari ini. Kisaran support-resistance 3.390-3.439.

eTrading Securities:

Pada perdagangan hari Senin (14/2) IHSG ditutup naik 25 point (+0.74%) ke level 3,416.76 dengan jumlah volume perdagangan yang relatif tipis. Asing pada hari ini tercatat melakukan Net Buy sebesar Rp47 milliar di pasar regular, sementara pada pasar negosiasi asing mencatatkan Net Buy sebesar Rp1,715 miliar yang mayoritas disebabkan perdagangan right BMRI di pasar negosiasi. Secara teknikal pergerakan IHSG pada hari ini belum dapat dijadikan konfirmasi berakhirnya fase konsolidasi IHSG karena tipisnya volume perdagangan hari ini. Pada perdagangan hari Rabu (16/2) IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran 3,342 - 3,458 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. BBCA, ITMG dan AALI.

Kresna Sekuritas:

IHSG mulai berkonsolidasi di area positif setelah pekan lalu dalam tekanan. IHSG diperkirakan masih akan mencoba area positif dengan bergerak di kisaran 3,380-3,480 dengan PTBA dan BBRI sebagai saham pilihan.

Indosurya Securities:

Pada perdagangan Rabu (16/2) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.375-3.396 dan resistance 3.433-3.450. Penguatan IHSG sebelum libur membentuk candle shooting star yang umumnya mengindikasikan keinginan kekuatan daya beli untuk mengangkat harga namun, tertahan oleh kekuatan daya jual yang ingin menekan harga. MACD telah membentuk death cross dengan histogram positif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic mencoba mendekati area overbought . Berita-berita selama libur terdapat indikasi adanya tarik menarik sentimen positif dan negatif namun, dapat dimungkinkan dipakai untuk melanjutkan penguatan IHSG hari
ini. Meskipun berita positif berupa mulai kondusifnya politik di Mesir dan data makroekonomi dari China dan Jepang namun, juga menyimpan potensi berita negatif karena ketidakpastian kepemimpinan selanjutnya di Mesir dan masih tingginya tingkat inflasi di China yang dimungkinkan bagi China untuk kembali menaikkan GWM atau bahkan suku bunga acuannya.
(qom/qom)