Rabu, 01 Juni 2011

Sesi I Mei Inflasi Tipis, IHSG Menguat 10 Poin

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 10 poin setelah keluarnya data inflasi tipis di Mei tahun ini. Saham-saham komoditas pun menjadi incaran penanam modal.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka naik tipis 1,255 poin (0,03%) ke level 3.838,222. Indeks stagnan karena investor masih menunggu pengumuman data inflasi.

Indeks bergerak fluktuatif sepanjang perdagangan sesi I dengan laju yang serba tipis. Namun mendekati pengumuman Badan Pusat Statistik (BPS) tiba-tiba IHSG naik cukup tinggi dan sempat menembus level 3.856,614.

Pada penutupan perdagangan sesi I, Rabu (1/6/2011), IHSG menguat tipis 10,488 poin (0,27%) ke level 3.847,455. Sementara Indeks LQ 45 naik 2,217 poin (0,32%) ke level 684,471.

BPS mengumumkan pada Mei 2011 terjadi inflasi 0,12%. Inflasi dipicu kenaikan harga sandang dan perumahan sepanjang Mei 2011.

Inflasi kumulatif Januari-Mei 2011 adalah 0,51%, sementara inflasi yoy di Mei mencapai 5,98%. Menyambut data ekonomi ini IHSG naik lebih tinggi ketimbang tadi pagi yang bergerak serba tipis.

Saham-saham berbasis komoditas terutama perkebunan menjadi incaran investor, indeks agrikultur naik hingga 1,6%. Sementara sektor industri dasar, infrastruktur dan perdagangan masih menjadi pemberat bursa.

Perdagangan pun berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 67.632 kali pada volume 4,523 miliar lembar saham senilai Rp 2,680 triliun. Sebanyak 111 saham naik, 88 saham turun, dan 102 saham stagnan.

Bursa-bursa di regional masih bergerak mixed dengan laju serba minim hingga perdagnagan tengah hari ini. Melemahnya bursa Jepang didorong saham-saham perbankan di tengah ketidakpastian investor terhadap lambatnya pertumbuhan dan tingginya inflasi.

Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang ini:
  • Indeks Komposit Shanghai melemah 6,75 poin (0,25%) ke level 2.736,73.
  • Indeks Hang Seng turun tipis 33,14 poin (0,14%) ke level 23.650,99.
  • Indeks Nikkei 225 naik tipis 23,82 poin (0,25%) ke level 9.717,55.
  • Indeks Straits Times menguat 17,74 poin (0,56%) ke level 3.177,67.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Petrosea (PTRO) naik Rp 2.250 ke Rp 42.750, Astra Internasional (ASII) naik Rp 850 ke Rp 59.600, Asuransi Ramayana (ASRM) naik Rp 500 ke Rp 2.900, dan SMART (SMAR) naik Rp 400 ke Rp 8.000.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multibreeder (MBAI) turun Rp 1.400 ke Rp 25.500, Axiata (EXCL) turun Rp 250 ke Rp 5.900, United Tractor (UNTR) turun Rp 200 ke Rp 22.800, dan Gudang Garam (GGRM) turun Rp 150 ke Rp 43.400.
(ang/dnl)

Bahan Pangan Turun, Mei Justru Inflasi 0,12%

Logo BPS
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan tingkat inflasi pada bulan Mei 2011 sebesar 0,12 persen dengan inflasi inti sebesar 0,27 persen. Namun, inflasi ini bukan disebabkan oleh kenaikan harga bahan pangan.

"Inflasi inti bukan karena kenaikan yang tidak berkaitan dengan pangan," ujar Deputi Bidang Statistik, Distribusi dan Jasa BPS Jamal, saat konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta, Rabu (1/6/2011).

Dengan demikian, inflasi sepanjang bulan Januari hingga Mei 2011 tercatat 0,51 persen, sedangkan inflasi year-on-year (YoY) sebesar 5,98 persen dengan inflasi inti Y0Y sebesar 4,64 persen.

Adapun penyumbang inflasi disebabkan oleh makanan jadi, rokok dan tembakau inflasi 0,04 persen, perumahan inflasi 0,06, sandang termasuk emas 0,05 inflasi. Sementara itu, bahan makanan justru mengalami deflasi 0,07 persen,

Dari 66 kota sebanyak 51 kota terjadi inflasi, sedangkan 15 kota terjadi deflasi. Adapun inflasi tertinggi terjadi di kota Ambon yang sebesar 1,66 perseb dan Kendari sebesar 1,08 persen. Sedangkan kota yang terjadi deflasi yaitu Tarakan sebesar 1,14 persen dan Lhokseumawe sebesar 1,13 persen.

"Kenaikan inflasi di Ambon disebabkan oleh emas, ikan, sayur seperti tomat. Sedangkan di Tarakan karena cabai dan harga kacang," pungkas Jamal.(adn)

(rhs)

Mata uang Asia ramai-ramai menguat atas dollar

Mata uang Asia ramai-ramai menguat atas dollar
SINGAPURA. Mayoritas mata uang Asia menguat pagi ini. Penguatan terbesar dialami oleh dollar Taiwan. Penyebabnya, pertumbuhan ekonomi Taiwan yang positif menarik dana asing untuk masuk dan bank sentral diprediksi akan menaikkan kembali suku bunga acuannya untuk menahan laju inflasi.

Pada pukul 11.32 waktu setempat, dollar Taiwan menguat 0,7% menjadi NT$ 28,583. Sementara, won Korea Selatan menguat 0,3% menjadi 1.076,25, dollar Singapura menguat 0,2% menjadi S$ 1,2309, dan ringgit Malaysia menguat 0,1% menjadi 3,0085.

"Resiko inflasi di Asia kian meningkat dan bank sentral di kawasan regional akan terus menaikkan suku bunga acuannya. Kondisi ini mendorong penguatan mata uang," jelas Shigehisa Shiroki, chief trader on the Asian and emerging market team Mizuho Corporate Bank Ltd di Tokyo.

Krisis Yunani Capai Titik Terang, Euro Cemerlang

Medium
Kabar menyejukkan mengenai krisis utang Yunani dan lemahnya data perekonomian AS membawa euro mencapai level tertinggi baru dalam 3 pekan terhadap dollar pada sesi perdagangan Selasa (31/5).

Mengutip pernyataan dari sumber yang tidak disebutkan identitasnya, Wall Street Journal menulis bahwa Jerman mempertimbangkan untuk tidak lagi mendesak Yunani menjadwal ulang utangnya. Kabar tersebut datang seiring dengan upaya intensif Eropa untuk paket bailout tambahan bagi Yunani dan pernyataan ketua grup menteri keuangan Zona Euro Jean-Claude Juncker yang Senin lalu mengungkapkan optimismenya bahwa Yunani akan segera mendapatkan paket bantuan yang dibutuhkannya.

Sementara itu, data yang dirilis semalam menunjukkan kondisi perekonomian AS kian memburuk. Kepercayaan konsumen AS turun tajam di bulan Mei, dari 66,0 (setelah direvisi) menjadi 60,8. Turun tajamnya kepercayaan konsumen bisa berdampak signifikan bagi perekonomian AS. Belanja konsumen merupakan pilar utama perekonomian AS yang berperan besar dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi sejak resesi.

Data AS lainnya menunjukkan tanda-tanda kian melemahnya sektor properti. Indeks harga-harga rumah dari S&P/Case-Shiller turun 4,2 persen pada kuartal pertama menyusul penurunan 3,6 persen pada kuartal ke empat sebelumnya.

Berikutnya, aktivitas bisnis di kawasan Chicago juga menunjukkan penurunan yang cukup signifikan. Indeks Chicago PMI turun menjadi 56,6 bulan Mei dari sebelumnya 67,6 pada bulan April.

Melambatnya pertumbuhan ekonomi AS dapat memaksa Federal Reserve melanjutkan kebijakan moneter ekstra longgarnya. Sementara di lain pihak, indikasi menguatnya perekonomian Zona Euro bisa kian meyakinkan ECB untuk menaikkan lagi suku bunganya meski masih dibelit krisis hutang.

Terhadap dolar, euro melonjak hingga catatan tertinggi 1.4422 sebelum kemudian ditutup di 1.4392, menguat sekitar hampir 0,8 persen dari level penutupan Senin.

Sementara itu, poundsterling juga sempat mencapai level tertinggi 1 bulan di kisaran 1.6546 terhadap dollar. Gain poundsterling, meski demikian, tidak bertahan lama. Memasuki sesi perdagangan AS, poundsterling berbalik terkoreksi tajam. Pada akhir sesi perdagangan, poundsterling ditutup melemah sekitar 0,16 persen di 1.6449 terhadap dollar.

Sedangkan terhadap franc Swiss, dolar nampak stabil usai melemah hingga rekor terendah dalam sejarah. Dolar ditutup menguat 0,2 persen di 0.8539 terhadap franc.

Pada perdagangan lainnya, pergerakan harga emas dunia terbilang rancu tanpa menunjukkan tren yang jelas. Meski sempat naik menembus level $1540 untuk pertama kalinya dalam 4 pekan terakhir, emas mesti melepas kembali gain-nya tersebut dan berbalik ditutup melemah 0,25 persen di $1534.60 per troy ounce. Para pelaku pasar, dalam hal ini, mengambil sikap wait-and-see mengenai perkembangan krisis hutang Yunani. (atz)

(qom/qom)

Serasi Autoraya Patok Kupon Obligasi Rp 800 miliar di 7,5-10,5%

Jakarta - Perusahaan jasa transportasi milik grup Astra, PT Serasi Autoraya (SERA) menawarkan tingkat bunga obligasi Rp 800 miliar pada kisaran 7,5-10,5%. Masa penawaran dijadwalkan pada 28 dan 30 Juni 2011.

Menurut hasil penawaran umum dan public expose SERA, obligasi perseroan terdiri dari empat seri. Dimana seri A memiliki tenor 370 hari, dengan indikasi bunga 7,5%-8,5%. Obligasi Serasi Autoraya II seri B memiliki tenor dua tahun, dimana kisaran bunga 8,5-9,5%.

Sisanya seri C dengan jangka waktu tiga tahun dan seri D empat tahun. Seri C ditawarkan pada kisaran imbal hasil 9%-10%, dan seri D 9,5%-10.5%.

Dana hasil obligasi ini akan dipergunakan untuk membeli sebanyak empat ribu kendaraan jenis multi purpose vehicle (MPV) atau pick up atau boks atau truk untuk disewakan. Ada pun kendaraan tersebut akan dibeli perseroan dari pihak terafiliasi (Astra) dan pihak ketiga.

Sebagai penjamin pelaksana emisi (underwritter), perseroan telah menunjuk PT Victoria Sekuritas, PT OSK Nusadana Securities Indonesia, PT Mandiri Sekuritas dan PT Indo Premier Securities. Obligasi mendapat peringkat IdA+ (outlook stabil) dari Pefindo.

Masa penawaran awal terlaksana di 1-15 Juni 2011. Pernyataan efektif pada 24 Juni, dengan masa penawaran 28-30 Juni. Masa penjatahan di 1 Juli dan pencatatan di bursa terlaksana di 6 Juli.

Perseroan merupakan anak usaha grup Astra dengan fokus bisnis penyedia jasa transportasi, baik pelanggan ritel atau korporasi tersebut. Masyarakat lebih mengenal sebagao Toyota Rent a Car atau TRAC.

Serasi Autoraya juga memiliki bisnis persewaan mobil dan motor, penjualan mobil bekas, taksi, dan jasa logistik, serta ekspedisi. Perseroan memiliki 33 cabang, 53 outlet penyewaan, 14 service point, dan 359 bengkel.

(wep/ang)

BPS: Mei Terjadi Inflasi 0,12%

Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pada Mei 2011 terjadi inflasi 0,12%. Inflasi dipicu kenaikan harga sandang dan perumahan sepanjang Mei 2011.

Hal ini disampaikan oleh Deputi Bidang Statistik Distrinbusi dan Jasa BPS Djamal dalam jumpa pers di kantornya, Jalan DR. Soetomo, Jakarta, Rabu (1/6/2011).

"Inflasi kumulatif Januari-Mei 2011 adalah 0,51%, sementara inflasi yoy di Mei mencapai 5,98%," jelas Djamal.

Dari 66 kota, sebanyak 51 kota mengalami inflasi dan sisanya 15 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Ambon sebesar 1,66% dan Kendari 1,08%.

"Inflasi terendah Mataram, Kediri, dan Denpasar 0,02. Deflasi tertinggi Tarakan 1,14% karena harga cabai turun," kata Djamal.

Djamal mengatakan, sepanjang Mei 2011 ini harga makanan masih menurun dan menyumbang deflasi sebesar 0,07%.

Makanan jadi, minuman, dan rokok menyumbang inflasi 0,04%, perumahan, air, listrik, gas menyumbang inflasi 0,06. Kemudian sandang termasuk emas menyumbang inflasi 0,05%.

(dnl/qom)

Dalam 5 Bulan, Aksi Beli Asing Capai Rp14,5 T

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Investor asing masih optimis dengan pasar saham Indonesia. Hal ini terlihat dari aksi beli yang dilakukan mencapai Rp14,5 triliun dalam waktu lima bulan.

"Dari Januari hingga kemarin, net buy asing mencapai Rp14,5 triliun,dibandingkan tahun lalu sebesar Rp21 triliun," ujar Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Ito Warsito, Rabu (1/6).

Lebih lanjut ia mengatakan, industri pasar modal Indonesia semakin berkembang. Hal ini didukung investasi semakin mengalir dan meningkat ke pasar modal Indonesia. Kepemilikan investor domestik pun mulai bertambah di Indonesia. "Kepemilikan asing di saham turun menjadi 63% dibandingkan lima tahun lalu sebesar 70%," kata Ito.

Rata-rata transaksi harian year to date mencapai Rp5,2 triliun pada 2011 dibandingkan rata-rata tahun lalu sebesar Rp4,8 triliun. Jumlah investor yang tercatat di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencapai 350 ribu rekening.

Ito mengatakan, pihaknya mengharapkan pasar modal Indonesia dapat berkembang dengan peningkatan jumlah investor. [hid]

Harga minyak meroket, saham GIAA terjungkal

Harga minyak meroket, saham GIAA terjungkal
JAKARTA. Saham PT Garuda Indonesia (GIAA) kembali jeblok pada transaksi pagi ini. Pukul 11.02, saham GIAA tercatat melorot 3,7% menjadi Rp 520. Ini merupakan penurunan terbesar sejak 22 Febuari lalu.

Disinyalir, anjloknya harga saham GIAA seiring dengan meroketnya harga minyak dunia. Asal tahu saja, kemarin, harga minyak dunia naik 2,1% di New York. Kondisi ini akan membuat beban operasional GIAA kian bertambah.

Sambut Pengumuman Inflasi, IHSG Menguat Tipis

ilustrasi
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai langkahnya di awal bulan Juni ini dengan dibuka menguat tipis meski bursa global terpantau anjlok, sambil menunggu pengumuman inflasi bulan Mei.

IHSG, Rabu (1/6/2011) pukul 09.35 JATS terpantau naik tipis 3,21 poin ke 3.840,18. Sementara itu indeks LQ45 juga naik tipis 0,12 poin ke 682,37 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 0,5 poun ke 530,88.

Bursa Asia pagi ini menunjukkan pergerakan mixed diantaranya indeks Hang Seng yang melemah 11,73 poin atau 0,05 persen ke 23.672,4, sedangkan indeks Nikkei 225 naik 2,19 poin atau 0,02 persen ke 9.695,92 dan Strait Times naik 10,49 poin atau 0,33 persen ke 3.170,42.

Hingga saat ini, volume transaksi tercatat sebesar 769 juta lembar saham dengan nilai Rp587,8 miliar. Sebanyak 82 saham menguat, 55 saham melemah 91 saham bergerak stagnan.

Saham yang bergerak menguat (top gainers) diantaranya PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) naik Rp150 ke Rp16.950, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) naik Rp150 ke Rp14.850, PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) naik Rp100 ke Rp6.950 dan PT Astra Internasional Tbk (ASII) naik Rp100 ke Rp58.850.

Sementara saham yang melemah (top lossers) adalah PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) turun Rp350 ke Rp46.650, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp250 ke Rp16.750 dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) turun Rp150 ke Rp16.750. (adn)
(rhs)

Saham-saham bluechips perbankan menjadi incaran investor

Saham-saham bluechips perbankan menjadi incaran investor
JAKARTA. Saham-saham bluechips perbankan dilanda aksi beli pagi ini. Ambil contoh, saham PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI). Per pukul 10.56, saham BBRI naik 1,57% menjadi Rp 6.450. Lonjakan juga dialami saham PT Bank Central Asia (BBCA) yang naik 1,41% menjadi Rp 7.200.

Melonjaknya saham perbankan kali ini dipicu oleh spekulasi mengenai melambatnya tingkat inflasi Indonesia. Itu juga menandakan, bank sentral akan menahan diri untuk tidak menaikkan suku bunga acuan.

Hasil survei Bloomberg menunjukkan, tingkat inflasi tahunan pada Mei akan naik 5,94% dibanding 6,16% pada April. Dijadwalkan, data inflasi akan dirilis hari ini oleh Badan Pusat Statistik.

Spekulasi inflasi melambat, rupiah lanjut menguat untuk hari yang kelima

Spekulasi inflasi melambat, rupiah lanjut menguat untuk hari yang kelima
JAKARTA. Rupiah menguat pagi ini, dan sukses melanjutkan penguatannya untuk hari yang kelima. Keperkasaan rupiah didorong spekulasi inflasi bakal melambat selama bulan lalu.

Nilai tukar rupiah menguat 0,1% ke level Rp 8.539 per dollar AS, pada pukul 10.51 di Jakarta. Kemarin, mata uang Garuda ini menyentuh Rp 8.531 per dollar AS, level terkuatnya sejak 12 Mei.

Mata uang diperdagangkan di dekat level tertinggi tiga minggu seiring meningkatnya dana asing yang masuk ke surat utang pemerintah Indonesia. Dana asing yang masuk ke obligasi meningkat 1,2% menjadi Rp 224,06 triliun selama bulan lalu hingga 30 Mei. Sementara, dana asing yang membeli saham lokal mencapai US$ 29 juta, lebih besar dari jumlah yang dijual dalam dua hari, selama pekan ini.

Hari ini, Biro Pusat Statistik akan mengumumkan tingkat inflasi per Mei. Ekonom memproyeksi kenaikan harga konsumen bakal melambat untuk bulan yang keempat. Inflasi Mei diperkirakan di 5,94%, dibandingkan April yang mencapai 6,16%.

Ekonom Oversea-Chinese Banking Corp. Gundy Cahyadi menyebut pasar berekspektasi inflasi akan relatif melambat hari ini, sehingga meningkatkan sentimen di pasar obligasi. "Ada beberapa optimisme baru yang muncul dari zona euro atas kemungkinan rencana bailout Yunani. Hal ini juga membantu mengangkat sentimen di seluruh pasar," imbuhnya.

Perdana Menteri Luksemburg Jean-Claude Juncker mengatakan, para pemimpin Uni Eropa akan memutuskan tambahan bantuan untuk Yunani pada akhir Juni ini, dan telah mengesampingkan restrukturisasi total utang Yunani.

Meroket 6,5%, saham ASRI terus cetak rekor

JAKARTA. Saham PT Alam Sutera Realty (ASRI) melesat hingga menorehkan rekor baru. Pada pukul 10.49, saham ASRI melonjak 6,45% menjadi Rp 330. Ini merupakan level tertinggi sejak saham ini diperdagangkan untuk publik pada Desember 2007 lalu.

Data Bloomberg menunjukkan, sejumlah broker yang memburu saham ini antara lain: Phillip Securities senilai Rp 6,84 miliar, Deutsche Securities senilai Rp 4,95 miliar, dan Kresna Graha Securities senilai Rp 4,88 miliar.

Aksi beli yang melanda saham ASRI terkait dengan kinerja perusahaan. Pada kuartal I 2011, laba bersih ASRI naik dua kali lipat dibanding tahun lalu menjadi Rp 158,5 miliar atau setara dengan US$ 18,6 juta.

Rencana atas Yunani membuat harga minyak menanjak ke level US$ 103

Rencana atas Yunani membuat harga minyak menanjak ke level US$ 103
SYDNEY. Sudah tiga hari belakangan, kontrak harga minyak dunia mengalami kenaikan di New York. Lonjakan tersebut seiring adanya sinyal bahwa Uni Eropa akan menyetujui bantuan terhadap Yunani tanpa menekan kegagalan negara tersebut dalam membayar utangnya. Hal itu memicu spekulasi akan peningkatan permintaan minyak.

"Ada sedikit rasa lega terkait Yunani dan hal itu memicu spekulasi kalau permintaan minyak akan bertambah," jelas Jonathan Barratt, managing director Commodity Broking Services Pty di Sydney.

Asal tahu saja, pagi tadi, kontrak harga minyak dunia naik 51 sen menjadi US$ 103,21 per barel di New York Mercantille Exchange. Pada pukul 12.06 waktu Sydney, kontrak yang sama berada di posisi US$ 103,09 sebarel. Kemarin, harga minyak melonjak US$ 2,11 menjadi US$ 102,70, level tertinggi sejak 10 Mei lalu.

Sedangkan kontrak harga minyak jenis Brent untuk pengantaran Juli di ICE Futures Europe Exchange London naik 39 sen atau 0,3% menjadi US$ 117,12 sebarel. Kemarin, kontrak yang sama naik US$ 2,05 atau 1,8% menjadi US$ 116,73 sebarel.

Dollar keok ke level terendah dalam tiga bulan atas euro

Dollar keok ke level terendah dalam tiga bulan atas euro
TOKYO. Pergerakan dollar melemah ke level terendah dalam tiga minggu terakhir hari ini versus euro. Pada pukul 11.50 waktu Tokyo, dollar melemah ke level US$ 1,4421 per euro dari posisi US$ 1,4396 kemarin.

"Masih ada ketidakpastian terkait outlook perekonomian AS. Ini yang menyebabkan aksi jual dollar," jelas Hiroichi Nishi, equities manager SMBC Nikko Securities Inc di Tokyo.

Asal tahu saja, pemerintah AS akan merilis data mengenai manufaktur untuk bulan Mei hari ini. Sejumlah ekonom yang disurvei Bloomberg memprediksi, tingkat manufaktur AS akan mengalami perlambatan pertumbuhan yang paling rendah sejak Oktober lalu. Penyebabnya, pengusaha hanya membuka sedikit lapangan kerja pada bulan lalu.

Laba bersih melonjak dua kali lipat, saham ASRI cetak rekor tertinggi

JAKARTA. Saham PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) mencetak level rekor setelah kinerja emiten properti ini melonjak di kuartal pertama tahun ini.

ASRI melejit 4,8% ke level Rp 325 per saham, pada pukul 10.14 WIB. Ini level penutupan tertingginya sejak pertama kali tercatat di bursa pada Desember 2007.

Perusahaan pengembang properti ini melaporkan laba bersihnya selama kuartal pertama 2011 melonjak lebih dari dua kali lipat dari tahun sebelumnya, yaitu menjadi Rp 158,5 miliar.

Bapepam-LK Minta Emiten Laksanakan GCG

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Bapepam-LK menekankan emiten untuk melaksanakan good corporate governance (GCG). Hal ini mendukung kepercayaan berinvestasi di pasar modal sehingga pasar modal akan sehat.

"Sangat berharap emiten bersama regulator untuk memajukan pasar modal Indonesia. Kepercayaan bisa dipertahankan, prinsip GCG tetap dipertahankan dalam jangka panjang," ujar Kepala Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK). Nurhaida, Selasa (31/5) dalam acara penganugerahan lima emiten terbaik 2010 versi IFR.

Lebih lanjut ia mengatakan, GCG ini menekankan keterbukaan informasi. Keterbukaan informasi ini dibutuhkan oleh investor agar dapat yakin terhadap pilihan investasinya. Menurut Nurhaida, sering emiten menganggap keterbukaan sesuatu yang sulit dilakukan.

"Keterbukaan informasi itu merepotkan bagi emiten dan menjadi beban sehingga berusaha go private dan itu disayangkan. Padahal prinsip GCG itu ada transparansi, independen, dan fairness, dan prinsip itu sangat dipentingkan dan menjadi bagian dari GCG," kata Nurhaida.

Terkait kasus pembobolan dana PT Elnusa Tbk di PT Bank Mega Tbk, Nurhaida mengharapkan, kedua emiten tersebut dapat memberikan keterbukaan informasi dengan jelas kepada publik. "Elnusa dan Bank Mega wajib memberikan keterbukaan informasi yang signifikan, dan ranah Bapepam-LK melihat keterbukaan informasi yang sudah diungkapkan kepada publik," ujar Nurhaida. [hid]

IHSG dibuka melemah tipis 0,05%

IHSG dibuka melemah tipis 0,05%
JAKARTA. Sehari sebelum cuti bersama, Rabu (1/6) pagi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan tipis 0,05% ketika perdagangan dibuka pukul 09.30 WIB. Padahal, indeks MSCI Asia Apex 50 menguat pagi ini.

Hanya empat sektor yang bertahan di zona hijau pagi ini, antara lain keuangan, konstruksi, pertambangan, dan pertanian. Sisanya terperosok ke zona merah.

Jumlah saham yang menguat lebih banyak dibanding yang melemah, yaitu 47 dibanding 24. Sedangkan 77 saham lainnya belum mengalami pergerakan harga.

Di posisi teratas top losers ada PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) yang turun 2,10% ke Rp 3.500, PT Adaro Energy Tbk (ADRO) yang turun 1,02% ke Rp 2.425, dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) yang turun 0,93% ke Rp 5.350.

Sementara itu posisi top gainers dipimpin oleh saham-saham keuangan dan pertambangan, antara lain PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang naik 1,41% ke Rp 7.200, PT International Nickel Indonesia Tbk (INCO) yang naik 1,05% ke Rp 4.825, dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang naik 0,76% ke Rp 3.325.

BUMI Fokus Turunkan Beban Utang

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Direktur Utama PT Bumi Resources Tbk (BUMI), Ari Hudaya mengatakan, pihaknya akan fokus menurunkan utang. Perseroan merencanakan menurunkan utang sebesar US$1 miliar dengan menggunakan dana internal.

"Kita berencana mau menurunkan utang sebesar US$1 miliar. Sekarang sudah turun sekitar US$300 juta," ujar Ari, seusai Rapat Umum Pemegang Saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), kemarin.

Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya akan membayar utang dari dana internal. Terkait utang BUMI kepada CIC senilai US$1,9 miliar, Ari menuturkan, utang tersebut belum jatuh tempo. Selain itu, perseroan berencana untuk menggunakan dana internal membiayai belanja modal pada 2011.

Seperti diketahui, PT Bumi Resources Tbk memiliki kas sebesar US$253,41 juta pada 2010.Jumlah kewajiban dan ekuitas perseroan sebesar US$8,77 miliar pada 2010. [hid]

Ditopang Pertambangan, IHSG Rabu Pagi Menguat 0,1%

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Bursa saham Indonesia pada perdagangan Rabu (1/6) dibuka naik 7,8 poin atau 0,1% ke 3.837,18.

Untuk indeks JII turun 1,2 poin ke 530,1, indeks ISSI turun 0,08 poin 123,73 dan indeks LQ0,24 poin ke 682,4. Sektor pertambangan masih menguat 8,3 poin ke 3,224,3, sektor perkebunan naik 2,6 poin ke 2.387.

Saham yang naik seperti DSSA naik Rp150 ke Rp16.950, AMFG naik Rp100 ke Rp6.950, ASII naik Rp100 ke Rp58.850, HRUM naik Rp100 ke Rp9.250, SMAR naik Rp100 ke Rp7.700.

Sementara turunnya kepercayaan konsumen AS menekan bursa Asia pada perdagangan Rabu (1/6). Investor khawatir data ini sebagai tanda lambatnya pemulihan ekonomi global.Indeks Nikkei turun 0,2% menjadi 9.671,27 sementara Topix turun 0,3% menjadi 835,70. Indeks Hang Seng turun 0,2% ke 23.632,4, indeks Shanghai turun 0,4% ke 2.730. Indeks Kospi naik tipis o,3% menjadi 2.149,24. Bursa Autralia turun 0,04% ke 4.706,5.

Sementara Wall Street dini hari tadi ditutup menguat dengan prospek paket bailout Yunani. Saham Intel menguat 1,4%. Indeks Dow Jones naik dengan rata-rata saham bluechip naik 1%. Untuk indeks S&P naik 14 poin dan indeks Nasdaq didukung saham teknologi berat naik 38 poin atau 1,4%.

Data AS Tekan Bursa Asia Jadi Negatif

Headline
INILAH.COM, Singapura - Turunnya kepercayaan konsumen AS menekan bursa Asia pada perdagangan Rabu (1/6). Investor khawatir data ini sebagai tanda lambatnya pemulihan ekonomi global.

Pergerakan bursa Asia ditopang saham Nissan Motor Co yang meraih kenaikan penjualan 34% di AS namun sahamya turun 1%. Saham Hynix Semiconductor Inc turun 2,3 di Seoul. Saham NTT DoCOMo Inc, operator telepon terbesar Jepang turun 1,8% setelah Moody's melakukan kaji ulang kemungkinan akan downgrade peringkat kreditnya.

"Masih ada beberapa ketidakpastian tentang prospek ekonomi AS," kata Hirocihi Nishi, manajer ekuitas di Nikko Securities SMBC Inc di Tokyo seperti dikutip dari yahoo.finannce.com.

Indeks Nikkei turun 0,2% menjadi 9.671,27 sementara Topix turun 0,3% menjadi 835,70. Indeks Hang Seng turun 0,2% ke 23.632,4, indeks Shanghai turun 0,4% ke 2.730.

Bursa Seoul dibuka flat setelah kenaikan tajam kemarin. Inflasi yang kuat membebani investor di pasar modal. Namun saham Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering naik 2,7% tetapi Lotte Shopping turun. Indeks Kospi naik tipis o,3% menjadi 2.149,24.

Bursa Autralia turun 0,04% ke 4.706,5 dengan gerakan yang datar setelah harga tembaga mencapai level tertinggi selama sebulan terakhir. Investor memperkirakan data PDB negatif dengan penurunan 1,1%.

Garuda Tambah Armada 69 Peswat hingga 2015

Headline
INILAH.COM, Makassar -PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), akan menambah armada menjadi 153 pesawat hingga 2015 nanti dengan total investasi US$1,2 miliar dari leasure.

Penambahan armada yang terdiri dari jenis B737-800NG, A330-200 dan B777-300ER untuk mendukung pengembangan jaringan atau rute penerbangan dan ekspansi sesuai dengan program Garuda, Quantum Leap.

"Penambahan armada sampai 2015 didanai oleh leasure sehingga kita tidak mengeluarkan," kata Dirut GIIA, Emirsyah Satar usai melaunching Makassar sebagai hub ke-III Garuda di Makssar, Selasa (31/5) malam.

Menurut Emirsyah, sesuai dengan perkembangan pasar dan peningkatan ekonomi di berbagai kawasan maka Garuda senantiasa mengembangkan jaringan penerbangannya bagi peningkatan pelayanan kepada pengguna jasa. Saat ini Garuda Indonesia memiliki 84 pesawat yang melayani berbagai daerah tujuan domesktik dan internasional.

Rute baru selain membuka hub di Makassar yang akan melayani 13 penerbangan, yakni dari Makassar ke 12 daerah di wilayah timur Indonesia ditambah rute Makassar - Singapura, juga penambahan frekuensi yaitu; Jakarta - Palembang, Jakarta - Batam, Jakarta -Padang, Jakarta - Surabaya, Jakarta - Balikpapan, Jogjakarta - Denpasar, Surabaya - Denpasar, Surabaya - Makassar, masing-masing ditambah satu kali penerbangan sehari.

Untuk rute internasional, Garuda juga menambah frekuensi penerbangan dari Jakarta ke Beijing dari 3 menjadi 5 penerbangan per minggu, Denpasar - Seoul dari 3 menjadi 5 penerbangan per minggu, Jakarta - Singapura dari 7 menjadi 8 penerbangan setia harinya, dan Jakarta - Bangkok dari sekali menjadi 2 penerbangan setiap hari. [hid]

Rintis proyek biodiesel, Adaro gandeng UNTR dan Komatsu

Rintis proyek biodiesel, Adaro gandeng UNTR dan Komatsu
JAKARTA. Bisnis pengolahan bahan bakar biodisel menarik minat emiten sektor pertambangan, PT Adaro Energy Tbk (ADRO). Emiten ini menggandeng PT United Tractors Tbk (UNTR) dan PT Komatsu untuk pengembangan pabrik pengolahan biodiesel fuel.

Garibaldi Thohir, Presiden Direktur Adaro, mengungkapkan, proyek kerjasama ini masih dalam tahap uji coba yang berlangsung satu tahun. Proyek biodiesel ini dilakukan untuk menyiasati harga minyak mentah dunia yang cenderung makin mahal. "Kenaikan harga minyak dunia bisa mempengaruhi harga solar," kata dia, kemarin (31/5).

Biodiesel fuel akan dihasilkan dari pengolahan biji jarak. Rencananya, bahan bakar nabati ini akan diujicobakan pada kendaran tambang di Kalimantan Selatan. Dalam rentang satu tahun ke depan, proyek ini diperkirakan bisa menghasilkan 1,2 ton biodiesel per hari, atau setara dengan 8.000 ton setahun. Tahun 2011 ini, baru 100 truk yang akan menggunakan bahan bakar nabati tersebut.

Selama ini, Adaro memanfaatkan solar sebagai bahan bakar angkutan tambangnya, yang menggunakan dump truck tipe HD 785. Kelak, dump truck ini akan mengunakan bahan bakar campuran antara biodiesel dan solar. "Komposisi antara biodiesel dengan solar 20:30," jelas Sekretaris Perusahaan Adaro Devindra Ratzarwin.

Dengan memanfaatkan biodiesel, Adaro bisa meningkatkan efisiensi biaya operasional. Maklum, dalam satu tahun Adaro mengonsumsi solar hingga 2 juta kiloliter. Mereka mengharapkan pemanfaatan biodiesel ini bisa menekan penggunaan solar hingga 20%.

Sejauh ini, Adaro menggelontorkan dana investasi senilai US$ 1,6 juta untuk proyek ini. Nilai investasi ini kemungkinan akan terus bertambah. Namun, berapa total nilai investasi proyek ini, Devindra enggan mengungkapkan.

Sedangkan Komatsu, sejauh ini sudah mengeluarkan dana investasi senilai ¥ 200 juta. Namun, perusahaan asal Jepang ini tidak menargetkan dana investasi tersebut bisa kembali tahun ini juga. Pasalnya, proyek ini sifatnya masih uji coba. "Belum ada target angka ekonomis untuk tahun ini," ujar Kunio Nuji, Presiden Direktur Komatsu.

Kinerja Adaro tahun 2010 kurang mengesankan. Laba bersih mereka turun menjadi Rp 2,21 triliun dari Rp 4,3 triliun di tahun 2009.


Harga emas melorot seiring spekulasi Yunani mengalami default

Harga emas melorot seiring spekulasi Yunani mengalami default
SINGAPURA. Kontrak harga emas dunia kembali melorot. Investor cemas, Yunani akan menjadi negara Eropa pertama yang mengalami gagal bayar utang.

Pagi tadi, kontrak harga emas untuk pengantaran cepat di Comex New York turun 0,3% menjadi US$ 1.531,45 per troy ounce. Pada pukul 09.42 waktu Singapura, kontrak yang sama berada di level US$ 1.531,45. Kemarin, harga emas mencapai US$ 1.540,78. Ini merupakan level tertinggi sejak 4 Mei lalu.

"Beberapa investor melihat, Yunani akan menerima bailout untuk menghindari gagal bayar. Sehingga, mereka memilih menjual emas yang dimiliki," jelas Hwang Il Doo, senior trader KEB Futures Co.

Fitch Ratings kemarin mengatakan, Yunani kemungkinan akan mendapatkan pinjaman yang dibutuhkan untuk menghindari gagal bayar.

Saham ADRO Lebih Atraktif untuk Bulanan

INILAH.COM, Jakarta – Laju saham ADRO, Rabu (1/6) diprediksi menguat terbatas seiring kenaikan kemarin yang diiringi besarnya volume transaksi. Tapi, untuk durasi bulanan, saham ini jauh lebih atraktif.

Analis Infovesta Utama Praska Putrantyo mengatakan, potensi penguatan saham PT Adaro Energy (ADRO) hari ini salah satunya karena faktor teknikal setelah penguatan kemarin diiringi besarnya volume transaksi. Hanya saja penguatannya semakin terbatas.

Setelah itu, lanjut Praska, saham batu bara ini berpeluang terkoreksi untuk melanjutkan penguatan berikutnya. Kondisi itu, bisa dilihat dari pola-pola pergerakan harga ADRO selama ini. “Karena itu, hari ini, ADRO cenderung menguat terbatas ke level Rp2.500 dan Rp2.400 sebagai level support-nya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Selasa (31/5).

Pada perdagangan Selasa (31/5) saham ADRO ditutup menguat Rp75 (3,15%) ke level Rp2.450 dari posisi sebelumnya Rp2.375. Harga intraday tertingginya mencapai Rp2.475 dan terendah Rp2.375. Volume transaksi mencapai 319,7 juta unit saham senilai Rp777,1 miliar dan frekuensi 4.867 kali.

Karena potensi penguatannya terbatas dan terancam koreksi, saham ADRO sangat atraktif untuk jangka menengah. Kalaupun jangka pendek, minimal 1-2 bulan ke depan. “ADRO lebih oke untuk bulanan bukan untuk mingguan atau harian,” timpal Praska.

Sebab, imbuhnya, secara teknikal, jika tembus Rp2.500, saham ini bisa menguat ke level Rp2.650-2.700. Dia memaparkan, dari sisi ini, harga saham ADRO masih legging dibandingkan saham-saham batu bara yang lain. “Pada saat saham-saham batu bara yang lain naik, harga ADRO cenderung tertinggal,” tuturnya.

Selain faktor teknikal, potensi gain di saham ADRO juga karena penggeraknya yaitu permintaan batu bara dari India, China dan Jepang untuk kebutuhan industri mereka. Hanya saja, ADRO lebih tepat untuk jangka menengah sehingga investor harus lebih sabar. “Berbeda dengan saham BUMI (PT Bumi Resources) dan BORN (PT Borneo Lumbung Energi) yang volatilitasnya sangat menarik,” ungkapnya.

Dia menegaskan, untuk hari ini, ADRO berpeluang melanjutkan penguatan menuju Rp2.500. Tapi, penguatannya relatif terbatas. Tapi, kondisi itu, sangat tergantung pada kondisi bursa luar negeri. “Untuk lebih aman, lebih baik beli untuk durasi bulanan,” tandas Praska.

Apalagi, dari sisi fundamental pun, saham ini sangat menarik. Memang, dari sisi perbandingan industri, Price Earning Ratio (PER) ADRO saat ini cukup mahal di level 34 kali dibandingkan BUMI, PT Indo Tambang Raya (ITMG) atau PT Tambang Bukit Asam (PTBA). “Tapi, secara fundamental, prospek ADRO masih menjanjikan,” tukasnya.

Sebab, ADRO fokus pada batubara untuk eskpor. Pada saat yang sama, potensi permintaan batu bara di kuartal III/2011 yang cenderung naik membuat saham ini semakin menjanjikan. Karena itu, secara fundamental, Praska menargetkan harga saham ADRO di level Rp2.650 untuk 2011.

Tapi, secara teknikal, target ini berpeluang terlampaui karena faktor level-level psikologis teknikal yang mendorong ADRO naik lebih tinggi lagi. “Saya rekomendasikan ADRO, buy on weakness di level Rp2.400 atau Rp2.425 lalu hold dengan target sell di level Rp2.475 atau Rp2.500,” imbuh Praska. [mdr]

Bursa Asia memerah seiring ketidakpastian outlook ekonomi AS

Bursa Asia memerah seiring ketidakpastian outlook ekonomi AS
TOKYO. Mayoritas saham di bursa Asia dibuka melorot pagi ini. Beberapa faktor yang menyebabkan anjloknya bursa Asia adalah penurunan tingkat kepercayaan konsumen AS dan harga rumah AS. Data tersebut memberikan sinyal kalau pemulihan ekonomi AS kian melambat.

Pada pukul 10.00 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific turun 0,3% menjadi 135,92. Sejumlah saham yang pergerakannya mempengaruhi bursa Asia yakni: Nissan Motor Co yang turun 1% di Jepang, NTT DoCoMo Inc turun 1,8% di Jepang, dan Hynix Semiconductor Inc yang turun 2,3% di Korea Selatan.

"Masih ada ketidakpastian mengenai outlook perekonomian di AS. Ini yang menyebabkan indeks cemas," jelas Hiroichi Nishi, equities manager di SMBC Nikko Securities Inc.

CTRA mencari peruntungan sampai Negeri China

JAKARTA. PT Ciputra Development Tbk (CTRA) merambah pasar luar negeri. Agenda ekspansi CTRA di luar kandang adalah mengembangkan kota mandiri yang berlokasi di Shenyang, China.

Tahap pertama proyek Shenyang akan bergulir di semester kedua tahun ini. Dalam proyek itu, CTRA menggandeng pengembang lokal, yaitu Yolo Group. Sepertiga dari nilai total investasi Shenyang, US$ 60 juta, menjadi tanggungan CTRA.

Andai proyek Shenyang sukses, imej CTRA bisa terangkat. "CTRA merupakan perusahaan pengembang properti pertama di Indonesia yang punya proyek di luar negeri," kata Natalia Sutanto, Analis Bahana Securities,
Selasa (31/5).

Namun karena porsi CTRA hanya sepertiga, Natalia belum bisa memprediksi dampak proyek Shenyang terhadap emiten itu. "Menurut aturan setempat, proyek properti rampung dahulu, sebelum kegiatan pemasaran. Jadi dampaknya baru terasa tahun depan," tambah Natalia.

Luar Jawa

Tanpa ekspansi ke luar negeri pun, perusahaan yang dikendalikan Ciputra itu mencetak hasil memuaskan. Nilai penjualan CTRA per akhir April 2011 mencapai Rp 1 triliun, dari target Rp 3 triliun setahun. "Keunggulan CTRA dibanding perusahaan sejenis adalah menguasai pasar luar Jawa," kata Natalia.

CTRA memiliki sejumlah proyek di daerah yang kaya akan komoditas seperti Balikpapan dan Banjarmasin. Jika tren harga komoditas tetap tinggi, perusahaan properti ini bakal menikmati perbaikan daya beli masyarakat.

Analis OSK Nusadana Securities Lydia Suwandi mencatat dalam risetnya, tahun lalu CTRA agresif berekspansi ke Luar Jawa untuk menjawab permintaan pasar. Ia mencatat sebagian besar proyek CTRA dikerjakan dengan skema joint operation.

CTRA akan meluncurkan proyek joint venture di 13 kota tahun ini. Satu di antaranya adalah Lot 11 di proyek Ciputra World di Jakarta. Lydia memprediksi belasan proyek baru tersebut akan menambah pemasukan CTRA hingga Rp 500 miliar.

Dalam kalkulasi Lydia, CTRA yang memiliki landbank seluas 1.500 hektare akan menikmati pendapatan Rp 1,96 triliun di tahun ini, atau tumbuh 13%-32% dari 2010. Sedangkan laba bersih diproyeksikan Rp 291 miliar.

Namun beban operasi CTRA sepanjang kuartal pertama melebihi ekspektasi JP Morgan Securities Liliana Bambang. Realisasi biaya melonjak hingga 35% year-on-year. "Keterlambatan proyek Ciputra World Jakarta bisa menjadi resiko bagi CTRA," ujar Liliana dalam risetnya. Proyeksi Liliana, pendapatan dan laba bersih CTRA sepanjang 2011 masing-masing Rp 2,06 triliun dan Rp 287 miliar.

Natalia dan Lydia sama-sama memasang rekomendasi buy untuk CTRA. Natalia memasang target harga Rp 520 yang mencerminkan rasio price to earning (PE) 2011 sebesar 18 kali. Target harga versi Lydia Rp 580 yang mencerminkan rasio PE 2011-2012 berkisar 30,2 kali-22,9 kali.

Liliana menyematkan rekomendasi overweight untuk CTRA. Dalam hitungan Liliana, harga CTRA bisa mencapai Rp 495 dengan rasio PE per akhir tahun ini 20,6 kali.

Harga saham CTRA, Selasa (31/5), melemah 1,19% menjadi Rp 415 per saham..

IHSG masih Tetap akan Menguji Level 3.872

INILAH.COM, Jakarta - Pergerakan IHSG pada perdagangan Rabu (1/6) diprediksi melanjutkan penguatan dengan menguji level 3.872 lagi. Pasar menunggu pengumuman data BPS dengan ekspektasi deflasi.

Demikian diungkap pengamat pasar modal, Desmond Wira kepada INILAH.COM, kemarin. "Kalau dilihat untuk besok (hari ini), ada peluang besar IHSG melanjutkan penguatan. Apalagi data inflasi mei kalau saya perkirakan tidak akan terl alu buruk. Bahkan kalaupun inflasi tidak terlalu tinggi. Jadi ada potensi BIrate akan tetap. Jadi saham bisa terdorong naik lagi. Prediksi saya IHSG akan bergerak di range 3.820-3.872," jelasnya.

Sementara Wall Street dini hari tadi ditutup menguat dengan prospek paket bailout Yunani. Saham Intel menguat 1,4%. Indeks Dow Jones naik dengan rata-rata saham bluechip naik 1%. Untuk indeks S&P naik 14 poin dan indeks Nasdaq didukung saham teknologi berat naik 38 poin atau 1,4%.

Pergerakan IHSG sebenarnya masih berada pada pola konsolidasi. Kalau dari sisi teknikal saat ini membentuk pola segitiga tapi melebar. Jadi sebenarnya kenaikan ini mungkin hanya sementara. "Kalau besok (hari ini) deflasi atau inflasi tapi kecil, BI rate tetap, saham perbankan bisa naik, tidak cuma perbankan tapi hampir semua saham bisa naik terutama dari perbankan, otomotif dan konsumsi."

Saham yang perlu dicermati ASII, BBRI, ADRO, AKRA, BHIT. Pergerakan IHSG beberapa hari ini mengikuti bursa regional dan eropa, seperti yang terjadi kemarin. Di dalam negeri, investor masih menanti data inflasi, tapi akhirnya terdorong bursa regional dan eropa. Termasuk melemahnya dolar AS

Volume transaksi pada perdagangan kemarin, yang cukup besar dimotori saham bigcap. Ini menunjukkan investor cukup bergairah untuk mengoleksi saham. Berbeda dengan beberapa hari lalu yang hanya diwarnai saham lapis kedua dan ketiga.

IHSG kemarin ditutup naik 10,8 poin atau 0,28% ke 3.836,97. Volume perdagangan 9,1 miliar saham senilai Rp7,2 triliun. IHSG mengalami net foreign buy mencapai Rp237,3 miliar dengan penjualan asing sebesar Rp2 triliun dan pembelian asing mencapai Rp2,2 triliun.

AUTO 'Stock Split' Mulai 11-30 Juni 2011

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) akan mulai melaksanakan stock split pada 11 Juni hingga 30 Juni 2011.

"Pembayaran dividen tunai pada 10 Juni. Jadwal stock split sudah disetujui BEI dan Bapepam-LK. Stock split dilakukan pada 11 Juni hingga 30 Juni," ujar Direktur PT Astra Otoparts Tbk, Robby Sani, Selasa (31/5) malam.

Lebih lanjut ia mengatakan, stock split ini dilakukan dengan perbandingan 1:5. Dengan pelaksanaan stock split, Robby mengharapkan, tranksasi perdagangan saham lebih banyak dan likuid. Selain itu, harga saham AUTO terjangkau investor.

Saat ini, jumlah saham AUTO yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) 771.157.280 lembar saham. Harga saham AUTO ditutup di level Rp16.100 pada perdagangan saham Selasa (31/5). [hid]

ADRO akan Akuisisi 4 Perusahaan Batubara

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Adaro Energy Tbk (ADRO) dikabarkan akan mengakuisisi empat perusahaan tambang batubara di Kalimantan dan Sumatera.

Langkah ini untuk mendukung peningkatan produksi perseroan yang ditargetkan mencapai 48 juta ton atau naik 13,7%. Pada kuartal I 2011, produksi batubara perseroan baru mencapai 10 juta ton.

Pada perdagangan kemarin, saham ADRO ditutup naik Rp75 ke Rp2.450 dengan volume mencapai 639,5 ribu saham senilai Rp777,1 miliar sebanyak 4.867 kali transaksi.

ELTY Jalin Kerjasama dengan PT Sarinah

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) dikabarkan menjalin kerjasama dengan PT Sarina (Persero).

Perseroan juga dikabarkan memiliki rencana untuk memperbanyak land bank dan menggelar IPO anak usaha. Kabar ini menjadi sentimen positif sehingga saham perseroan diprediksi akan menuju level Rp500.

Pada perdagangan kemarin saham ELTY ditutup naik Rp2 ke Rp161 dengan volume perdagangan 1,399 juta saham senilai Rp109,2 miliar sebanyak 5.011 kali transaksi.

Mongolian Mining Beli Tambang Batu Bara Kokas

Headline
INILAH.COM, Hong Kong - Mongolia Mining Corp (MMC), perusahaan pertama milik Mongolia yang terdaftar di bursa Hong Kong, setuju membeli tambang batu bara kokas Mongolia QGX Batubara Ltd dari mayoritas perusahaan yang dimiliki Kerry Group sebesar US$ 464,47 juta.

Dalam pernyataan Rabu (1/6), perusahaan itu mengatakan seluruh QGX akan dijual seharga US$ 379,47 juta secara tunai dan sisanya US$ 85 juta melalui pinjaman konversi MMC yang berakhir dalam 18-21 bulan.

MMC mengatakan akuisisi tersebut akan membantu perusahaan memperluas bisnis pertambangan batu bara kokas dan memantapkan posisinya sebagai penambang batu bara kokas terkemuka di Mongolia.

Kesepakatan itu adalah akuisisi terbesar oleh perusahaan pertambangan Mongolia ketimbang perusahaan lain di negara tersebut.

Konglomerat Kerry, dengan bisnis dari properti hingga hotel, dan bagian dari kepemilikan taipan Robert Kuok, telah membeli 90% dari QGX pada 2008 sebesar US$ 259 juta. [ast]

Awal Perdagangan, Bursa Jepang Tergelincir

Headline
INILAH.COM, Los Angeles- Saham Jepang diperdagangkan terkoreksi pada Rabu (1/6) pagi, dengan saham bergerak moderat pada sebagian besar sektor.

Indeks Nikkei Stock Average turun 0,2% menjadi 9.671,27 setelah dibuka sedikit menguat, sementara Topix kehilangan 0,3% menjadi di 835,70.

Saham yang melemah adalah NTT DoCoMo Inc yang turun 1,9% setelah Moody's mengatakan utang perusahaan ada potensi untuk di-downgrade. Demikian juga Mizuho Financial Group Inc yang turun 1,6% setelah regulator mengatakan kepada bank untuk meningkatkan operasinya setelah kegagalan komputer menutup ATM dan fungsi lainnya awal tahun ini.

Namun, saham Sony Corp naik 0,5% setelah laporan mengatakan perusahaan itu berusaha untuk mengurangi separuh kerugian usaha pada unit televisi. [ast]

Laba Naik, Investor akumulasi GDST

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Saham PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk (GDST) akan dikerek naik ke level Rp250 dalam waktu dekat.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan kemarin, laba bersih GDST pada kuartal pertama 2011 naik 55,7% menjadi Rp62,91 miliar dibandingkan dengan Rp40,4 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Sedangkan penjualan bersih tercatat naik 48,89% menjadi Rp552,27 miliar dibandingkan dengan sebelumnya Rp370,91 miliar.

Sejumlah investor besar disebut – sebut mengakumulasi beli saham GDST seiring kabar, bahwa sebuah perusahaan asing hendak masuk dalam kepemilikan GDST. Berita yang beredar adalah GDST akan diangkat ke Rp 250 dalam waktu dekat.

Pada penutupan Selasa (31/5), GDST ditutup naik 16 poin (10,46%) ke level Rp169. Jumlah perdagangan mencapai Rp13.54 miliar. [ast]

Volatilitas Saham BORN Sangat Atraktif

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Laju saham BORN, Rabu (1/6) diprediksi menguat terbatas. Tapi, dilihat dari sisi volatilitasnya saham ini sangat atraktif untuk trading jangka pendek.

Analis Infovesta Utama Praska Putrantyo mengatakan, potensi penguatan saham PT Borneo Lumbung Energi (BORN) hari ini karena faktor teknikal. Menurutnya, meski penguatan kemarin tipis, tapi volume transaksi cenderung naik.

Karena itu, saham ini masih akan melanjutkan penguatan hari ini meskipun terbatas. Menurutnya, dari sisi pergerakan volatilitasnya,saham BORN sangat menarik. Karena itu, bermain di saham ini lebih jangka pendek.

“BORN akan menguat terbatas hari ini di kisaran support Rp1.480 dan resistance Rp1.550. Saham BORN, cocok untuk trading harian. Trading buy,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Selasa (31/5) malam.

Pada perdagangan kemarin, saham BORN ditutup menguat Rp20 (1,33%) ke level Rp1.520 dibandingkan sebelumnya di level Rp1.500. Harga intraday tertingginya di level Rp1.520 dan terendah Rp1.490. Volume transaksi mencapai 23,03 juta unit saham senilai Rp34,5 miliar dan frekuensi 923 kali.

Saat Beli Saham BUMI di Level Rp3.300-3.400

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Laju saham BUMI, Rabu (1/6) diprediksi naik tipis. Dengan momentum tekanan jual belakangan ini, saat tepat masuk di saham sejuta umat ini. Buy on support untuk trading jangka pendek!

Analis Infovesta Utama Praska Putrantyo mengatakan, saham PT Bumi Resources (BUMI) sangat menarik saat ini. Dia merekomendasikan positif saham sejuta umat ini karena memanfaatkan momentum setelah aksi jual.

Sebab, lanjutnya, dalam tiga bulan terakhir, saham BUMI sudah menguat signifikan dari level Rp2.500 per saham ke level saat ini yang bertahan di atas level Rp3.300. Karena itu, dari sisi pergerakan volatilitasnya, saham BUMI sangat menarik. “Karena itu, bermain di saham BUMI lebih jangka pendek dengan strategi buy on weakness dalam artian trading buy,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Selasa (31/5).

Dia menegaskan, saham BUMI Cenderung rebound hari ini tapi terbatas. Sebab, investor saat ini masih wait and see atas situasi market. Praska menyarankan, masuk di kisaran Rp3.300-3.400. Level tersebut sangat pas untuk amulasi saham BUMI dengan target sell di kisaran Rp3.550-3.600 untuk range trading-nya. “BUMI cocok untuk trader harian. Trading buy,” tandas Praska.

Pada perdagangan Selasa (31/5), saham BUMI ditutup melemah Rp75 (2,22%) ke level Rp3.300 dibandingkan sebelumnya Rp3.375. Harga intraday tertingginya di level Rp3.375 dan terendah Rp3.300. Volume transaksi mencapai Rp185,9 juta unit saham senilai Rp621,04 miliar dan frekuensi 3.047 kali.

Yunani Gagal Bayar, Penguatan Rupiah Terhambat

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Rabu (1/6) diprediksi menguat terbatas. Negatifnya sentimen dari China, AS dan Eropa memicu peralihan aset ke emerging market termasuk rupiah.

Periset dan analis senior PT Monex Investindo Futures Albertus Christian mengatakan, potensi penguatan rupiah hari ini salah satunya dipicu oleh market yang menanti rilis data manufaktur China pagi ini yang angkanya diperkirakan lebih rendah dari bulan sebelumnya. Kondisi itu, mengindikasikan terjadinya perlambatan ekonomi.

Menruutnya, jika data yang dirilis sesuai perkiraan, akan terjadi pelemahan dolar AS lebih lanjut. Sebab, pasar akan beralih ke emerging market di luar AS, Eropa dan China. "Karena itu, rupiah cenderung menguat dan akan bergerak dalam kisaran 8.500-8.545 per dolar AS,” katanya kepada INILAH.COM.

Data The HSBC China Purchasing Managers Index (PMI) diperkirakan angkanya turun jadi 50,8 dari sebelumnya 51,10 yang akan dirilis pada pukul 8.00 WIB, pagi ini. Begitu juga dengan data manufaktur yang dirilis versi Mdf China Manufacturers yang angkanya diperkirakan turun jadi 52,2 dari sebelumnya 52,9.

Tapi, secara keseluruhan, rupiah cenderung flat karena kenaikannya yang terbatas. Sebab, pasar masih menunggu data kunci ekonomi AS yakni non-farm payroll yang akan dirilis Jumat (3/6).

Apalagi, Yunani memiliki potensi default (gagal bayar) lebih dini dibandingkan perkiraan sebelumnya. Pasar memperkirakan, default Yunani tak terhindarkan akhir tahun ini. "Tapi ternyata diperkirakan terjadi Juli ini," timpalnya.

Kondisi itu, lanjut Christian, akan menjadi kenyataan jika Uni Eropa dan International Monetary Fund (IMF) tidak memberikan dana talangan berikutnya untuk Yunani. "Apalagi, wacana restrukturisasi utang masih jadi perdebatan. Banyak pihak yang menentang termasuk European Central Bank (ECB)," paparnya.

Di sisi lain, IMF sendiri menginginkan adanya persyaratan pengetatan anggaran. Mekanisme detilnya, di antaranya adalah revisi pajak seperti yang diinginkan Yunani sendiri supaya tidak terlalu rugi.

Menurut Christian, karena banyak mekanisme yang belum terpenuhi sehingga memicu banyak ketidakpastian. Karena itu, investor cenderung menghindari aset-aset berisiko. "Saat ini, IMF sedang mereviw progres fiskal Yunani dan Uni Eropa secara keseluruhan," imbuh Christian.

Asal tahu saja, kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Selasa (31/5) ditutup menguat tipis 5 poin (0,05%) ke level 8.538/8.548 per dolar AS.

PTPN III dan Golden Energy mematangkan rencana IPO

JAKARTA. Rencana penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) PT Perkebunan Nusantara III kembali bergulir. Perusahaan perkebunan itu berharap bisa masuk ke Bursa Efek Indonesia (BEI) di akhir tahun ini.

PTPN III ingin IPO karena kebutuhan dana untuk pengembangan bisnis sawit dan karet hingga 2014 cukup besar, yakni Rp 6 triliun. "Kami perlu dana murah dan tidak bisa mengandalkan pinjaman bank saja. Kami harus IPO dengan target sekitar Rp 3 triliun," ujar Amri Siregar, Direktur Utama PTPN III, Selasa (31/5). Nilai IPO itu setara 30% dari total ekuitas PTPN III yang mencapai Rp 8 triliun.

Amri ingin IPO terwujud akhir tahun ini dengan menggunakan laporan keuangan per akhir Juni 2011. Namun berkembang spekulasi bahwa Kementerian BUMN ingin mendahulukan pembentukan holding BUMN perkebunan daripada IPO PTPN III.

Amri enggan menanggapi kabar itu. Ia cuma menyatakan, PTPN III akan memakai hasil IPO untuk mengembangkan perkebunan dari hulu hingga hilir serta membayar utang jangka panjang.

Perusahaan lain yang siap menggelar IPO adalah Golden Energy Mines, anak usaha
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA). Hermawan Tarjono, Sekretaris Perusahaan DSSA, menyebutkan, perusahaan asal India dan Korea Selatan tertarik membeli Golden Energy. Satu investor akan masuk dengan membeli 40% saham. "Pengambilalihan bisa di saat IPO sekaligus melalui transaksi penjualan strategis," kata Hermawan, kemarin.

Calon investor yang berpeluang besar masuk Golden Energy adalah perusahaan asal India, yaitu Coal India. Tapi peluang perusahaan Korea masih terbuka. Yang jelas, PT United Tractor Tbk yang semula mengincar saham Golden telah mundur.

Golden Energy akan IPO pada Agustus tahun ini dengan melepas 20% saham setara 1,25 miliar saham. Harga IPO berkisar Rp 2.300-Rp 3.500 per saham. Perusahaan batubara ini bisa meraup maksimal dana Rp 4,38 triliun.

Modal 10 perusahaan efek masih mepet

JAKARTA. Tenggat waktu pemberlakukan aturan minimal modal disetor perusahaan efek (PE) sebesar Rp 70 miliar, akan berakhir di penghujung tahun ini. Namun, masih banyak perusahaan efek yang nilai modalnya di bawah ketentuan tersebut.

Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) mencatat, masih ada 10 perusahaan efek yang bertindak sebagai perantara pedagang efek (PEE) dan manajer investasi (MI), bermodal pas-pasan. Sebut saja PT Panca Global Securities Tbk. Perusahaan efek yang mengantongi izin sebagai PEE sekaligus MI, nilai modal disetornya saat ini baru Rp 55 miliar. Kesepuluh perusahaan itu harus memutar otak mengerek modalnya, jika tidak ingin terkena semprit wasit pasar modal.

Hendra H. Kustarjo, Direktur Utama Panca Global, mengungkapkan, perusahaannya sudah menyiapkan rencana untuk menaikkan modalnya menjadi Rp 70,84 miliar.

Caranya, Panca Global akan menempuh kapitalisasi agio saham. "Rencana kami, rasio kapitalisasi agio saham kami adalah 500:25," ujar dia, beberapa waktu lalu. Artinya, setiap pemegang satu lot saham maka ia akan mendapatkan 25 lembar saham bonus.

Adapun PT Makinta Securities, modal disetornya juga masih sebesar Rp 55 miliar. Direktur Makinta Securities Harry Kurniawan menjelaskan, perseroannya akan mengoptimalkan saldo laba untuk mengerek nilai modal. "Saldo laba kami jika dikonversi untuk modal, sudah mencukupi," ujar dia.

Peningkatan kinerja

Namun, untuk menempuh cara ini, mereka harus mengantongi izin dari pemegang saham. Penambahan modal juga bisa dilakukan dengan meminta pemegang saham menambah andilnya.

Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 153/PMK.010/2010, perusahaan efek dengan dua kegiatan tersebut harus memiliki modal disetor minimal Rp 70 miliar, paling lambat 31 Desember 2011. Nilai modal minimal perusahaan efek yang berperan sebagai PEE dan MI akan naik lagi menjadi Rp 75 miliar, paling lambat akhir 2012.

Kenaikan modal ini bertujuan meningkatkan kinerja perusahaan efek. Maka itu, " Modal disetor perusahaan efek perlu ditingkatkan," ujar Menteri Keuangan Agus Martowardojo yang membawahi Bapepam-LK. Namun untuk MI lain yang saldo labanya kurang dari Rp 70 miliar maka para pemegang saham harus menyetor tunai kepada perusahaan. Misal, sebuah MI hanya mempunyai saldo laba untuk modal disetor Rp 65 miliar, maka kekurangan Rp 10 miliar harus ditambah dari setoran para pemegang saham.

Bursa emerging market bersemangat seiring penangan masalah Yunani

Bursa emerging market bersemangat seiring penangan masalah Yunani
NEW YORK. Mayoritas saham di bursa emerging market mengalami lonjakan. Dengan demikian, kondisi ini sudah terjadi selama empat hari berturut-turut. Pasar emerging market bergairah karena pemerintah Eropa kembali memberikan bantuan tambahan untuk mengatasi krisis finansial di Yunani.

Pada pukul 16.00 waktu New York, indeks MSCI Emerging Market naik 1,7% menjadi 1.167,97. Sepanjang Mei, bursa emerging market sudah turun 3%. Ini merupakan penurunan bulanan terbesar sejak Mei 2010 lalu.

Sementara itu, indeks Kospi Korea Selatan naik 2,3%, ISE National 100 index Turki naik 2,5%, dan Bovespa index Brazil naik 1%.

"Investor percaya permasalahan Yunani akan segera teratasi dengan pengaturan baru. Meski begitu, masalah ini belum akan hilang dalam waktu dekat," jelas Scott Lim, chief executive officer MIDF Amanah Asset Management Bhd di Kuala Lumpur.

Cek agenda penting di pasar Asia hari ini!

TOKYO. Sejumlah event berikut diprediksi akan mempengaruhi transaksi perdagangan di pasar obligasi dan mata uang Asia.

Jepang:
- Chief Cabinet Secretary Yukio Edano akan menggelar media briefing pada pukul 11.00 dan 16.00 waktu Tokyo.
- Kementrian Keuangan dijadwalkan akan menjual obligasi berjangkawaktu 10 tahun senilai 2,2 triliun yen.
- Tingkat yield untuk obligasi pemerintah dengan bunga 1,1% yang jatuh tempo Maret 2021 adalah 1,15%.

China:
- Berdasarkan estimasi analis yang disurvei Bloomberg, Manufacturing purchasing manager index akan turun ke posisi 51,6 pada Mei dari 52,9 pada April.
- Tingkat yield untuk obligasi pemerintah dengan bunga 3,83% yang jatuh tempo Maret 2021 adalah 3,83%.

India:
- Kementrian Perdagangan akan mempublikasikan data perdagangan April hari ini.
- Kementrian Keuangan akan menjual surat utang berjangka waktu 91 hari dan 364 hari masing-masing senilai 80 miliar rupe dan 30 miliar rupe.
- Tingkat yield untuk obligasi pemerintah dengan bunga 7,80% yang jatuh tempo April 2021 adalah 8,40%.

Korea Selatan:
- Hari ini pemerintah dijadwalkan untuk merilis data consumer price index yang diprediksi akan naik 4,2% pada Mei dibanding tahun sebelumnya.
- Nilai tengah analis yang disurvei Bloomberg menunjukkan, surplus neraca perdagangan Korea Selatan pada Mei adalah US$ 4,5 miliar. Pada April lalu, nilai surplus mencapai US$ 5,8 miliar.
- Tingkat yield untuk obligasi pemerintah dengan bunga 3% yang jatuh tempo Desember 2013 adalah 3,59%.

Indonesia:
- Hari ini, pemerintah dijadwalkan akan merilis data inflasi. Analis yang disurvei Bloomberg memprediksi, tingkat inflasi tahunan pada Mei akan mencapai 5,94%. Sebagai perbandingan, tingkat inflasi tahunan April berada di posisi 6,16%.
- Surplus neraca perdagangan diprediksi akan mencapai US$ 1,4 miliar pada April, dibandingkan dengan US$ 1,8 miliar pada Maret.
- Tingkat yield untuk obligasi pemerintah dengan bunga 8,25% yang jatuh tempo Juli 2021 adalah 7,39%.

Dollar is back! Return dollar mengalahkan saham, komoditas, dan obligasi

Dollar is back! Return dollar mengalahkan saham, komoditas, dan obligasi
NEW YORK. Dalam sebulan terakhir, dollar menguat. Ini merupakan penguatan bulanan pertama sejak November lalu. Bahkan penguatannya berhasil mengalahkan saham, komoditas, dan obligasi.

Data Global Broad Market Index yang dirilis Bank of America Merrill Lynch menunjukkan, pada Mei lalu, US Dollar Index -yang mengukur kekuatan dollar versus enam mata uang utama dunia- naik 2,2%. Sebagai perbandingan, MSCI World Index melorot 2,45% pada bulan lalu. Sementara, indeks S&P GSCI Total Return Index dari 24 komoditas anjlok hingga 6,89%. Sedangkan rata-rata return obligasi hanya 1,12% hingga 30 Mei lalu.

Salah satu penyebab penguatan dollar adalah trader memilih meninggalkan euro dan pindah ke dollar seiring kecemasan akan gagal bayar utang Yunani. Selain itu, the Federal Reserve juga tengah bersiap untuk menghentikan pencetakan uang untuk membeli surat utang atau yang lebih dikenal dengan quantitative easing.

Pada saat yang bersamaan, ekonom juga memangkas prediksi pertumbuhan ekonomi AS. Kondisi itu membuat permintaan akan aset-aset yang aman seperti dollar dan memudarkan pesona saham dan komoditas.

"Hal utama yang membantu penguatan dollar adalah krisis utang di zona Eropa. Namun, kami masih bearish terhadap dollar," jelas Peter Rosenstreich, chief currency analyst Swissquote Bank SA di Jenewa.

Roadmap krisis Yunani turut membuat Wall Street bergairah

Roadmap krisis Yunani turut membuat Wall Street bergairah
NEW YORK. Mayoritas saham di bursa AS ditutup melaju kemarin malam. Pada pukul 16.00 waktu New York, indeks S&P 500 naik 1,1% menjadi 1.345,20. Dengan demikian, indeks S&P sudah naik selama empat hari berturut-turut. Sedangkan indeks Dow Jones Industrial Average ditutup dengan kenaikan 0,1% menjadi 12.569,79.

Sejumlah saham yang pergerakannya turut mempengaruhi bursa AS antara lain: Apple Inc yang reli 3,1%, Intel Corp naik 1,4%, dan General Dynamics Corp melaju 4,2%.

"Ada roadmap untuk krisis Yunani. Itu sebabnya investor bereaksi positif. Di AS, kita melihat ada data yang juga lumayan. Namun data tersebut belum menegaskan apakah kita tidak akan mendapatkan QE3. Data tersebut hanya menunjukkan kalau kebijakan moneter akan longgar untuk sementara waktu," papar Madelynn Matlock, analis Huntington Asset Advisors di Cincinnati.

Toyota Astra Financial tawarkan bunga obligasi maksimal 9,75%

Toyota Astra Financial tawarkan bunga obligasi maksimal 9,75%
JAKARTA. PT Toyota Astra Financial Services (TAFS) menawarkan kupon obligasi di kisaran 7,5% hingga 9,75%. Obligasi senilai Rp 750 miliar itu akan diterbitkan dalam tiga seri.

Seri A dengan tenor satu tahun menawarkan indikasi bunga atau kupon di kisaran 7,5%-8,25% setahun. Seri B yang berjangka waktu dua tahun memberikan bunga sekitar 8,25%-9,25%, dan seri C yang jatuh tempo tiga tahun mendatang menawarkan bunga di kisaran 9%-9,75% per tahun.

Surat utang anak usaha Astra Group itu mendapatkan peringkat AA- dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Yang bertindak sebagai penjamin emisi adalah PT Trimegah Securities Tbk, PT HSBC Securities Indonesia, dan PT Indo Premier Securities.

Masa penawaran awal (bookbuilding) rencananya akan digelar pada 31 Mei sampai 15 Juni 2011. Jika lancar, TAFS memperkirakan, pernyataan efektif dari Bapepam-LK akan mereka peroleh pada 23 Juni 2011 mendatang.

Selanjutnya, penawaran Umum akan dilakukan pada 27 Juni hingga 1 Juli 2011 mendatang. Adapun penjatahan diperkirakan akan berlangsung pada 4 Juli 2011 sehingga pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) bisa terealisasi pada 8 Juli 2011.

Direktur Keuangan TAFS Kurnadi Tandudjaja menjelaskan, TAFS akan menggunakan dana obligasi tersebut untuk membiayai ekspansi pembiayaan. "Tahun ini, kita targetkan bisa membiayai 50.900 unit mobil dengan total nilai Rp 7,8 triliun," ujarnya di Jakarta, Selasa (31/5)

Target nilai pembiayaan itu meningkat 16,4% dari tahun lalu yang sebesar Rp 6,7 triliun. Tahun lalu, TAFS membiayai 46.500 unit kendaraan.

Hingga April 2011, realisasi nilai pembiayaan mobil TAFS telah mencapai Rp 2,5 triliun untuk 17.139 unit mobil.