Rabu, 07 September 2011

IHSG Hari Ini Diprediksi Naik Didukung Saham Asia

INILAH.COM, Jakarta - IHSG pada perdagangan Rabu (7/9) ini diperkirakan akan kembali menguat seiring sentimen positif dari bursa regional.

Namun demikian, menurut analisa Samuel Sekuritas dalam ulasan pasarnya hari ini, potensi profit taking cukup besar khususnya pada saham-saham yang telah menguat selama 2 hari terakhir dan seiring IHSG telah outperform terhadap bursa global dalam 2 hari terakhir.

Bursa Eropa dan AS kemarin kembali bergerak melemah meski sempat mengalami intraday rebound di akhir sesi perdagangan. Rilis data ISM non-manufacturing AS di bulan Agustus yang jauh lebih baik dari ekspektasi masih belum mampu membawa bursa AS menguat. Bursa Eropa masih dalam tekanan koreksi seiring rilis data factory order Jerman di bulan Juli lebih rendah dari ekspektasi.

Sementara harga minyak dunia menguat ke level US$86.5/barel seiring spekulasi pasokan minyak akan menurun akibat badai di Teluk Meksiko.

Bursa Asia pagi ini dibuka di teritori positif seiring nilai tukar Yen yang kembali melemah setelah Swiss menyatakan akan menjaga penguatan nilai tukarnya. Harga minyak relatif flat di level US$86,5/barel pagi ini.

Indosurya: Waspadai bila penguatan IHSG mulai berkurang

Indosurya: Waspadai bila penguatan IHSG mulai berkurang
JAKARTA. Sentimen global yang kurang kondusif akan kembali menekan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Apalagi, menurut Managing Research Indosurya Asset Management Reza Priyambadha, kemarin, asing tercatat net sell, dan semalam bursa AS dan Eropa masih dalam area pelemahan.

Reza memperkirakan, pada perdagangan hari ini, IHSG akan berada pada support 3.808 - 3.849, dengan resistance di 3.910 - 3.931.

Menurutnya, secara teknikal, IHSG membentuk hanging man setelah terjadi inverted hammer yang mengindikasikan akan tertahannya penguatan IHSG. MACD mencoba membentuk golden cross dengan histogram negatif yang memendek. Sementara, RSI, william's %R, dan Stochastic masih mencoba kembali bergerak menuju area overbought (jenuh beli), namun mulai tertahan.

"Investor harus tetap waspada bila penguatan IHSG mulai berkurang," ujarnya.

Bursa Asia rebound tersokong oleh pelemahan yen

Bursa Asia rebound tersokong oleh pelemahan yen
TOKYO. Pasar saham Asia rebound setelah tiga hari terkoreksi. Reli bursa tertopang pelemahan yen dan turunnya valuasi bursa regional ke level termurah sejak 2008 silam.

Indeks MSCI Asia Pasifik melaju 1,1% pada pukul 10.04 pagi di Tokyo. Setiap delapan saham naik berbanding satu saham yang melemah. Sementara, indeks Nikkei 225 reli 1,5%, indeks Kospi menguat 2,1%, indeks S&P/ASX 200 maju 1,7%, dan Straits Times Index naik 0,77%.

Kemarin, valuasi indeks MSCI Asia Pasifik turun menjadi 11,7 kali perkiraan laba. Ini level terendahnya sejak November 2008.

Di sisi lain, kemarin, yen melemah karena spekulasi Jepang akan mengikuti langkah Swiss melemahkan mata uangnya.

Manajer ekuitas SMBC Nikko Securities Inc. Hiroichi Nishi memperkirakan, investor kembali membeli saham seiring melemahnya yen terhadap dollar AS. Pelemahan yen mendongkrak proyeksi pendapatan eksportir. "Valuasi harga juga menunjukkan saham sudah murah, dan indikator teknikal menunjukkan pasar saham mendekati zona buy," ujarnya, di Tokyo, hari ini.

BNBR pangkas defisit Rp 35 triliun

BNBR pangkas defisit Rp 35 triliun
JAKARTA. PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR) akhirnya mengumumkan skema kuasi reorganisasi. Dalam prospektus Selasa (6/9), BNBR berniat menghapus defisit sebesar Rp 35 triliun yang tercantum pada laporan keuangan Juni 2011.

Sebelumnya, manajemen BNBR mengungkapkan hanya akan menghapus defisit sebesar Rp 27 triliun. Dalam rencana terkini, BNBR juga menghapus rugi dari pos selisih nilai transaksi restrukturisasi sebesar Rp 5,27 triliun, dan pos rugi investasi jangka pendek yang belum terealisasi sebesar Rp 2,06 triliun.

Untuk melakukan skema ini, BNBR menyiapkan penyesuaian nilai aset dan liabilitas, meski hanya mendapatkan selisih Rp 273,70 miliar. BNBR menyebutkan, nilai ini tidak signifikan sebagai faktor pengurang defisit.

Maka, manajemen memilih memangkas nilai nominal saham untuk seri saham A, B, dan C. Masing-masing nilai nominal saham dipangkas dari Rp 5.000, Rp 700, dan Rp 200, menjadi Rp 2.600, Rp 364 serta Rp 104.

Memang, langkah ini akan membuat modal perusahaan merosot. Modal dasar turun dari Rp 80 triliun menjadi Rp 41,6 triliun. Sedang nilai modal ditempatkan dan disetor berkurang dari Rp 21,51 triliun menjadi Rp 11,19 triliun. Dari pemangkasan ini, manajemen mendapat selisih Rp 34,72 triliun.

Perjumpaan antara defisit dan selisih (set off) dua skema ini bukan hanya menghilangkan defisit di atas kertas, tapi juga menyisakan saldo positif di akun modal disetor sebesar Rp 144,17 miliar.

Dalam prospektusnya, manajemen BNBR mengungkapkan, rencana kuasi reorganisasi ditujukan untuk memperbaiki kondisi laporan keuangan. Apalagi, BNBR mengklaim, sudah hampir merampungkan rencana restrukturisasi utangnya.

Manajemen BNBR masih harus menunggu rencana ini disetujui oleh para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang akan digelar pada 6 Oktober 2011. BNBR menginginkan kuasi sudah bisa terlaksana pada Desember 2011.

Rights issue

Satrio Utomo, Kepala Riset Universal Broker Indonesia menilai, kuasi akan berdampak baik terhadap investor. Bukan hanya beban keuangan lebih ringan tanpa defisit, harga saham juga bisa naik. "Nantinya, jika perusahaan mendapat laba, bisa dibagikan sebagai dividen," kata dia, kemarin. Namun, tidak ada jaminan BNBR tidak akan merugi selama lima tahun kedepan.

Kuasi ini juga bisa melancarkan aksi korporasi BNBR. Satrio bilang, beredar hembusan kabar, BNBR akan melakukan penerbitan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) alias rights issue.

BNBR bisa memanfaatkan dana hasil rights issue tersebut untuk melunasi utang afiliasinya ke China Investment Corp (CIC).

Aksi profit taking bisa picu koreksi emas berlanjut

Aksi profit taking bisa picu koreksi emas berlanjut
SINGAPURA. Emas berpeluang melemah untuk hari yang kedua. Koreksi logam mulia ini kemungkinan disebabkan aksi jual sebagian investor setelah emas mencetak rekor di atas US$ 1.920 per ons troy. Profit taking juga mungkin dilakukan untuk menutupi kerugian pada investasi lainnya.

Emas untuk pengiriman segera diperdagangkan di level US$ 1.874,47 per ons troy pada pukul 7.31 waktu Singapura. Sementara, kontrak emas untuk pengiriman Desember di Comex-New York sedikit bergeser ke US$ 1.874 per ons troy, setelah menorehkan rekor tertinggi di US$ 1.923,70.

Selain aksi ambil untung, koreksi harga logam mulia ini juga bisa dipicu oleh penguatan dollar AS. Dollar reli untuk keenam kalinya terhadap mata uang utama dunia, termasuk Swiss Franc, setelah bank sentral Swiss menetapkan batas nilai tukar, dan berniat mempertahankan target suku bunga minimum.

Analis HSBC Securities USA Ltd. James Steel menilai, langkah bank sentral Swiss itu seharusya bullish untuk emas. Pasalnya, langkah tersebut mengurangi jumlah mata uang safe haven yang tersedia untuk investor. Namun, harga emas yang sudah tinggi menghambat permintaan dan meningkatkan suplai.

"Koreksi lebih lanjut pada pasar saham juga bisa menyebabkan likuidasi emas, sebab investor harus mendapatkan uang tunai," ujar James, hari ini.

MTLA hitung ulang kebutuhan pinjaman

JAKARTA. PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) mengutak-atik rencana pendanaan. MTLA ingin mengubah komposisi pendanaan karena hasil penjualan di atas ekspektasi.

Dalam rencana pendanaan semula, MTLA akan mencari pinjaman senilai Rp 400 miliar di 2012. Hasil utang Rp 150 miliar dialokasikan untuk membangun pintu gerbang tol Metland Puri, dan sekitar Rp 200 miliar-Rp 250 miliar untuk pengembangan Metropolitan Grand Mall.

Namun karena penjualannya di atas target, MTLA pun berniat menutup sebagian kebutuhan dana dengan kas internal. "Penjualan kami saat ini rata-rata diatas 30% dari target," kata Olivia Surodjo, Vice Director Corporate Affairs and Corporate Secretary MTLA, Selasa (6/9).

Komposisi pendanaan yang baru memang baru terlihat di tahun depan, setelah perhitungan nilai penjualan di sepanjang 2011 tuntas. "Kami akan hitung apa masih perlu menggunakan pinjaman bank," kata Olivia.

Kendati ada perubahan rencana pendanaan, namun jadwal pembangunan kedua proyek tidak berubah. Proyek mal mulai bergulir bulan ini, dan dijadwalkan selesai 18 bulan. Proyek itu menelan investasi sekitar Rp 400 miliar hingga Rp 450 miliar.

MTLA akan menggunakan hasil penjualan saham perdananya, senilai Rp 200 miliar, untuk menutup kebutuhan dana pembangunan mal selama tahun ini.

Pembangunan interchange dimulai akhir tahun. Estimasi masa pembangunan adalah 1,5 tahun. Proyek itu akan dikerjakan anak perusahaan MTLA, yang bernama Metroland Permata Development bersama dengan mitranya yang mengembangkan proyek residensial Puri Metland 2, yaitu PT Karya Deka.

Pengembang Puri Metland 2 itu juga menggandeng perusahaan properti milik grup Agung Sedayu dan PT BSM dalam pembangunan interchange. Hitungan MTLA, dana pembangunan interchange yang menjadi tanggungan pengembang Puri Metland 2 adalah Rp 150 miliar.

Di proyek Puri Metland 2, komposisi saham MTLA dan Karya Deka masing-masing adalah 50,01% dan 49,99%. Proyek residensial itu memiliki lahan seluas 60 hektare (ha). Perumahan itu akan dipasarkan setelah proyek pintu tol sudah dibangun. Alasannya, pintu tol akan menaikkan harga tanah hingga dua kali lipat dari saat ini, yang berkisar Rp 3,5 juta-Rp 4 juta per meter persegi.

CPO gagal bertahan di level RM 3.000

CPO gagal bertahan di level RM 3.000
JAKARTA. Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) kembali gagal mempertahankan level RM 3.000 per metrik ton. Harga CPO untuk pengiriman November 2011 di Bursa Berjangka Malaysia, Selasa (6/9), menurun 1,30% menjadi RM 2.978 per ton setara US$ 998 per metrik ton. Ini merupakan posisi terendah harga CPO dalam dua pekan terakhir.

Koreksi harga CPO mengekor pergerakan harga minyak mentah di Bursa New York, yang sudah terpangkas 5,15% selama tiga hari perdagangan terakhir. Para investor berspekulasi bahwa laju perekonomian Amerika Serikat semakin melemah. Kondisi ini bisa menekan permintaan terhadap bahan bakar. Jangan lupa, AS merupakan konsumen energi terbesar di dunia.

Krisis ekonomi di Amerika Serikat dan kawasan Eropa merupakan dua pemicu utama kejatuhan harga sejumlah komoditas, termasuk minyak mentah dan CPO. "Volatilitas harga dalam jangka pendek tidak dapat dihindari," ujar Xin Yi Chen, analis Barclays Capital, seperti dikutip Bloomberg, kemarin.

Ibrahim, Analis Senior Harvest International Futures, menilai, krisis AS dan Eropa belum akan mereda dalam waktu dekat. Hal tersebut jelas akan menekan harga minyak sawit mentah.

Semua orang kini melihat langkah yang akan dilakukan para pengambil kebijakan untuk memberikan kepastian terhadap masa depan pasar finansial global.

Namun, Chen berpendapat tekanan terhadap harga minyak sawit mentah tidak akan signifikan. Chen memprediksi, permintaan terhadap komoditas energi itu masih kuat.

Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Fadhil Hasan, memproyeksikan volume ekspor CPO Indonesia di sepanjang tahun ini bisa mencapai 18 juta ton. Jumlah tersebut meningkat 15% dibandingkan volume ekspor CPO selama 2010 yang mencapai 15,65 juta ton. "Volume ekspor CPO selama semester kedua tahun ini kemungkinan akan mencapai 10 juta ton," ungkap Fadhil.

GAPKI juga memprediksi harga rata-rata CPO sepanjang tahun ini berkisar US$ 1.000 hingga US$ 1.100 per metrik ton. Harga itu tumbuh berkisar 20%-32% daripada harga rata-rata CPO di 2010, yaitu US$ 832 per metrik ton.

Ibrahim melihat level support harga CPO dalam jangka pendek berada di posisi RM 2.950 per ton. "Investor menunggu langkah Presiden AS Barack Obama dalam mengatasi krisis ekonomi di negara itu," ujar dia.

Tapi Ibrahim yakin harga CPO hingga akhir September ini berpeluang menanjak ke RM 3.150 per metrik ton.

Saham SDRA Tengah Dibidik Bank Qatar

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Bank asal Qatar dikabarkan tertarik membeli 7% saham PT Bank Himpunan Saudara Tbk (SDRA) melalui private placement di harga Rp250-275 per saham.

Harga itu berdasarkan valuasi PER 5-7 kali merujuk kinerja selama semester 1-2011. Harga ini relatif murah karena PER sektoral mencapai 12 kali. Placement saat ini dalam tahap negosiasi.

Pada perdagangan kemarin, saham SDRA ditutup naik Rp5 ke level Rp210.

Diburu Investor, Saham GOLD Menuju Rp1.000

Headline
Saham PT Golden Retailindo Tbk (GOLD) dikabarkan akan diakumulasi sejumlah investor strategis dan akan menggiringnya hingga ke level Rp1.000.

Hal ini seiring pencapaian laba perseroan yang diperkirakan akan naik 1,5 kali lipat pada kuartal 3-2011 karena ditopang program efisiensi. Selain itu, kabarnya penjualan juga naik dua kali lipat.

Pada perdagangan kemarin, saham GOLD ditutup autoreject ke atas atau naik 23% menjadi Rp600.

Investor Berburu Saham Murah, Saham Asia Naik

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Saham Asia tersentak naik Rabu (7/9) pagi setelah turun 2 hari berturut-turut karena kekhawatiran terus-menerus tentang masalah utang zona euro, mengirim investor bergegas untuk menjauh dari pasar saham.

Mengutip Reuters, CNBC Asia FTSE 100 Index, yang mengukur pasar di Asia, naik 0,7 persen. Nikkei Jepang naik disebabkan investor berburu saham murah setelah kekhawatiran utang Eropa menyebabkan Nikkei jatuh ke level terendahnya dalam 2,5 tahun pada penutupan hari sebelumnya. Nikkei naik 1,8 persen menjadi 8.741,42. Topix yang lebih luas naik 1,4 persen menjadi 751,82.
Saham Seoul dibuka naik 2,5 persen setelah tiga hari berturut-turut mengalami penurunan meskipun ada kekhawatiran terus-menerus tentang masalah utang Eropa yang telah melukai saham.

Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) diperdagangkan naik 2,5 persen ke 1.811,19.

Bursa Australia juga dibuka naik setelah mengalami penurunan tajam baru-baru ini, meskipun saham-saham AS jatuh untuk hari ketiga berturut-turut di tengah kekhawatiran tentang krisis utang Eropa yang menyeret turunnya ekonomi dunia.

Investor akan mengamati data GDP kuartal kedua. Ekonomi Australia diperkirakan akan bangkit kembali dari penurunan pada kuartal Maret, yang mungkin tidak seburuk awalnya yang dilaporkan setelah data terakhir menunjukkan revisi kenaikan besar untuk belanja modal pada kuartal pertama.

S & P / ASX 200 indeks naik 1,6 persen menjadi 4.139,2. Sementara acuan Selandia Baru, NZX 50 Indeks naik 0,5 persen menjadi 3.288,018 pada awal perdagangan.

Duh! Wall Street Masih Terseret Krisis Utang Eropa

Headline
INILAH.COM, New York - Bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah pada penutupan perdagangan saham Selasa (6/9) dipengaruhi kekhawatiran krisis utang Eropa.

Indeks Dow Jones turun 100.96 poin atau 0,90% ke level 11.139,30. Indeks S&P 500 turun 8,73 poin atau 0,74% ke level 1.165,4. Indeks Nasdaq turun 6,5 poin atau 0,26% ke level 2.473.83.

Investor mengalihkan dana ke kas untuk mengurangi resiko. Hal ini dipengaruhi keraguan penyelesaian krisis utang Eropa. Italia dan Yunani didorong memperketat anggaran dan Jerman menolak untuk menyediakan tambahan dana. Kekhawatiran krisis utang Eropa ini membuat ekonomi global menuju resesi.

Kebanyakan saham perbankan mencatatkan penurunan terbesar pada perdagangan saham Selasa (6/9). Indeks KBW ditutup mendekati 2%. JPMorgan dan Bank of Amerika turun lebih dari 3% pada perdagangan saham Selasa.

Indeks Volatility CBOE naik 9,4% ke level 37.08. "Sekarang ketidakpastian begitu besar, indeks saham kemungkinan mengalami penurunan," ujar Chief Strategist RDM Financial Michael Sheldon, seperti dikutip dari yahoofinance.com.

Beberapa broker termasuk Nomura memotong target harga untuk peminjam terbesar. Saham Bank of America Corp turun 3,6% ke level US$6,99 dan JPMorgan Chase and Co turun 3,4% ke level US$33.44.

Saham Sunoco Inc naik 5,3% ke level US$38,03 setelah perusahaan akan fokus ke operasi logistik. Saham Temple-Inland Inc naik 25% ke level US$30,85 setelah International Paper Co menyetujui membeli saham Temple-Inland Inc sebesar US$32 per saham. International Paper naik 8,9% ke level US$27,77.

Volume perdagangan saham lebih rendah dari biasanya sebesar 7,9 miliar saham di bursa saham New York, American Stock Exchange dan Nasdaq. [hid]

Reksadana saham loyo selama Agustus

Reksadana saham loyo selama Agustus
JAKARTA. Kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melempem bulan lalu, berimbas terhadap performa reksadana berbasis saham. Mengutip data Infovesta Utama, sebanyak 79 reksadana saham yang beredar di pasar saat ini, menderita penurunan imbal hasil selama 29 Juli hingga 26 Agustus 2011.

Rudiyanto, analis Infovesta Utama, mengungkapkan, dalam periode tersebut, IHSG tergerus 7%. Rata-rata imbal hasil reksadana saham atau Infovesta Equity Fund Index juga mengalami penurunan sebesar itu. "Imbal hasil semua produk reksadana saham, negatif," kata dia kepada KONTAN, kemarin.

Produk reksadana milik PT Prospera Asset Management yakni Prospera Bijak muncul sebagai reksadana berkinerja terburuk, Agustus lalu. Imbal hasil produk ini turun 11,6% (lihat tabel). "Sepanjang Agustus, sentimen global dari Amerika Serikat dan Eropa sudah menyeret bursa. Otomatis, reksadana saham ikut turun," jelas Rudiyanto. Reksadana saham menempatkan dana investasi mereka di ekuitas hingga di atas 80%.

Edbert Suryajaya, analis Infovesta Utama, menilai, cukup dalamnya penurunan imbal hasil beberapa reksadana adalah akibat pemilihan portofolio saham oleh manajer investasi (MI). "Saham LQ45 tercatat sebagai yang paling banyak turun," imbuhnya.

Volatilitas masih tinggi

Kendati demikian, kinerja reksadana saham sepanjang tahun ini, yakni mulai Januari hingga Agustus 2011 masih tumbuh, yakni 0,96%. Masih jauh di bawah kinerja IHSG yang mencapai 3,73%, di periode yang sama.

Edbert menilai, volatilitas pasar saham dalam satu-dua bulan ini masih akan tinggi. Dia menyarankan agar nasabah mengalihkan risiko dengan menggenggam reksadana campuran atau reksadana pendapatan tetap.

Untuk reksadana saham, investor bisa memburu reksadana saham berbasis saham sektor konsumsi, di tengah situasi yang masih labil saat ini. "Sektor ini tidak terpengaruh sentimen global," kata Edbert. Sebaliknya, investor sebaiknya menghindari sektor komoditas.

Analis masih optimistis prospek reksadana saham hingga akhir tahun masih bagus. Karakter reksadana saham sejatinya juga merupakan investasi jangka panjang. "Masih ada kepercayaan jika koreksi bursa saat ini hanya sementara," kata Edbert. Mumpung harganya turun, saat ini justru tepat untuk subscription.

Rudiyanto memprediksi, IHSG masih mampu menembus 4.300, akhir tahun ini. Fundamental ekonomi Indonesia dan prospek kinerja emiten di bursa domestik, masih bisa diharapkan. MI juga melontarkan optimisme senada. Idhamsyah Runizam, Direktur Utama BNI Asset Management, menilai, Indonesia sudah terbukti cukup tahan terhadap gejolak ekonomi global.

IHSG diprediksi bergerak terbatas

IHSG diprediksi bergerak terbatas
JAKARTA. Ketidakpastian kondisi global diperkirakan masih akan menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Padahal, menurut para analis, bursa masih bisa melanjutkan penguatan, hari ini.

Parningotan Julio, analis Teknikal Batavia Prosperindo Sekuritas memperkirakan, IHSG hari ini akan bergerak di antara support 3.850 dan resistance 3.910.

Secara teknikal, penguatan didukung indikator seperti Relative Strength Index (RSI) dan Stochastic yang bergerak uptrend. Namun, ketidakpastian bursa global akan memberi kecenderungan IHSG bergerak sideways dalam beberapa hari ke depan.

Alwi Assegaf, analis Universal Broker melihat, penurunan yang selama ini melanda bursa Amerika Serikat (AS) berpotensi mengundang aksi bargain hunting sehingga bursa juga berpeluang menguat lagi. Hari ini bursa diperkirakan bergerak terbatas di kisaran 3.850 - 3.930.

IHSG, kemarin, bertahan di zona hijau, menguat tipis 0,62% di level 3.889,97. Menurut Alwi, penguatan terdorong kenaikan yang terjadi di bursa Eropa. "Terdorong sentimen positif sedikit saja, IHSG langsung bisa naik," kata dia.

Meski kemarin melemah, Kepala Riset Real Time Futures Wahyu Tribowo Laksono memperkirakan, rupiah hari ini bergerak stabil cenderung menguat, hari ini. Menurutnya, rupiah merupakan mata uang yang cukup kuat di Asia. Kurs hari ini diperkirakan berkisar Rp 8.350 hingga
Rp 8.580 per dollar AS.

Kemarin, rupiah melemah dari Rp 8.542 per dollar AS menjadi Rp 8.558.

Spekulasi stok menyusut, minyak rebound dari level terendah sepekan

Spekulasi stok menyusut, minyak rebound dari level terendah sepekan
SYDNEY. Minyak mentah rebound dari level terendah dalam sepekan di New York. Reli harga minyak terjadi karena investor berspekulasi stok minyak mentah akan menyusut. Apalagi, badai di Teluk Meksiko memicu indikasi permintaan akan melebihi pasokan di AS.

Minyak WTI untuk pengiriman Oktober naik 54 sen ke level US$ 86,56 per barel pada perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange, dan berada di US$ 86,49 pada pukul 08.45 waktu Sydney. Kemarin, kontrak yang sama turun 43 sen ke posisi US$ 86,02. Ini penutupan terendahnya sejak 26 Agustus.

Sementara, minyak Brent untuk penyelesaian Oktober naik US$ 2,81, atau 2,6% ke US$ 112,89 per barel, di ICE Futures Europe Exchange, kemarin.

Ekonom yang disurvei Bloomberg memprediksi, besok, Departemen Energi AS akan merilis adanya penurunan persediaan minyak sebesar 2,25 juta barel per pekan lalu.

Selain itu, National Hurricane Center melaporkan, gangguan yang terjadi di Teluk Meksiko berpotensi 30% berubah menjadi badai tropis. Padahal, Bureau of Ocean Energy Management menyebut, sekitar 60,5% produksi minyak dan 41,6% dari produksi gas alam di Teluk Meksiko telah ditutup setelah Badai Tropis Lee melewati kawasan ini.

Penilaian ulang aset ADMG kelar akhir bulan

JAKARTA. Proses kuasi reorganisasi PT Polychem Indonesia Tbk (ADMG) masih bergulir. Perusahaan yang bergerak di bisnis kimia tersebut masih melakukan penilaian kembali aset dan kewajiban yang dimiliki perseroan ini.

Proses revaluasi aset ADMG diperkirakan rampung akhir bulan ini. "Setelah selesai, tentu kami akan langsung ajukan kepada Bapepam-LK," kata Richard I. Tursadi, Sekretaris Perusahaan ADMG ke KONTAN, Selasa (6/9).

Emiten kimia ini melakukan revaluasi aset berdasarkan laporan keuangan per akhir 2010. Per akhir tahun lalu, nilai total aset ADMG adalah
Rp 3,77 triliun.

Dalam hitungan pengelola ADMG, setelah revaluasi, nilai asetnya di buku akan meningkat 27,05% menjadi Rp 4,79 triliun. Dari total aset tersebut, nilai aset tidak lancar akan naik dari Rp 2,22 triliun menjadi Rp 3,26 triliun. Revaluasi tidak berdampak terhadap pos kewajiban. Utang ADMG diperkirakan tetap sebesar Rp 2,52 triliun.

Perseroan juga tengah merampungkan agenda lain sebagai rangkaian kuasi reorganisasi. Misalnya, ADMG tengah merevaluasi transaksi perubahan ekuitas perusahaan.

Perusahaan kimia ini juga kembali menghitung rugi belum direalisasikan dari pemilikan efek yang tersedia untuk dijual. Agenda terakhir, perseroan ini melakukan restrukturisasi entitas pengendali.

Richard bilang, jika bersih-bersih laporan keuangan ini kelar, maka ADMG bisa menghapus saldo defisit Rp 1,30 triliun. Defisit tersebut timbul dari rugi selisih kurs akibat utang dalam mata uang asing sebagai efek krisis ekonomi 1997 silam.

Selain itu, ADMG juga berniat kembali membagi dividen. Perseroan ini berharap pembagian dividen dapat mulai dilakukan pada 2012 nanti.

Di samping meneruskan proses kuasi reorganisasi, ADMG juga melakukan penghitungan ulang target pendapatan maupun laba yang hendak dicapai tahun ini. Hal ini dilakukan lantaran kondisi perekonomian global saat ini masih terus dilanda ketidakpastian. "Soalnya, kondisi perekonomian dunia berpengaruh juga kepada kinerja kami," jelas Richard.

Sekadar catatan, pada semester satu yang lalu, perseroan ini mencetak penjualan bersih sebesar Rp 2,57 triliun. Angka tersebut naik sebesar 35,46% ketimbang penjualan di periode yang sama pada 2010, yaitu Rp 1,9 triliun.

Bahkan, laba bersih di paruh pertama 2011 naik drastis, yaitu sebesar 449,73% menjadi Rp 247,07 miliar. Di periode yang sama tahun sebelumnya, ADMG mencatatkan laba bersih Rp 44,94 miliar.

Richard juga menegaskan ADMG tidak memiliki rencana aksi korporasi di paruh kedua tahun ini.

Agung Podomoro Resmi Akuisisi Putra Adhi Land

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) telah melakukan perjanjian pengikatan jual beli saham dalam rangka akuisisi terhadap 99,9% saham PT Putra Adhi Prima (PAP).

Dalam keterangannya ke BEI kemarin malam dijelaskan PAP merupakan perusahaan yang menguasai sekitar 85 hektar lahan di Kabupaten Bogor yang akan dikembangkan sebagai perumahan dan resort.

Pengambilalihan saham di PAP ini merupakan bentuk realisasi terhadap rencana penggunaan dana hasil penawaran umum obligasi I Agung Podomoro Land 2011.

BUDI yakin penjualan naik meski harga tapioka turun

BUDI yakin penjualan naik meski harga tapioka turun
JAKARTA. Meski harga tapioka turun, PT Budi Acid Jaya Tbk (BUDI) tetap yakin penjualan di semester II-2011 akan meningkat. Mawarti Wongso, Sekretaris Perusahaan BUDI, mengatakan harga tapioka turun 10% menjadi Rp 4.500 per kilogram (kg). "Suplainya sedang melimpah, jadi harga sedikit turun," jelas dia ke KONTAN.

Selama ini penjualan tepung tapioka menyumbang sekitar 65% dari keseluruhan penjualan perseroan. Di semester satu lalu, penjualan tepung tapioka mencapai Rp 963,66 miliar. Produk ini biasanya diserap beberapa industri, yaitu makanan, kertas dan kimia.

BUDI optimistis bisa tetap mencetak penjualan Rp 2,5 triliun tahun ini, meski harga tapioka turun. Produsen tepung tapioka ini berharap varian produk lain bisa mengkompensasi penurunan harga tapioka.

Saat ini BUDI juga memproduksi produk turunan tapioka, seperti glukosa dan fruktosa. Perseroan ini memiliki tiga pabrik di Jawa Barat, Jawa Timur dan Lampung. Ketiga pabrik tersebut sudah bisa memproduksi 160.000 ton glukosa dan fruktosa per tahun. "Kami yakin ini bisa menutupi efek turunnya harga tapioka," imbuh Mawarti.

Sektor agribisnis pimpin bisnis INDF

Sektor agribisnis pimpin bisnis INDF
JAKARTA. Kinerja PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) diperkirakan akan lebih melaju lebih kencang lagi di sisa tahun ini. Sepanjang semester I lalu, INDF mencatat pertumbuhan penjualan year-on-year sebesar 20,5% menjadi Rp 21,84 triliun. Sedangkan laba yang dapat diatribusikan pada pemilik entitas induk tumbuh 12% menjadi Rp 1,58 triliun.

Andrey Wijaya, analis OSK Nusadana Securities Indonesia menilai, kinerja INDF semester I-2011 sejalan dengan ekspektasinya. Permintaan barang konsumsi yang semakin kencang di semester II, diperkirakan akan mendongkrak pertumbuhan laba sampai 48% di akhir tahun nanti.

Di semester II, Andrey memperkirakan, sektor agribisnis akan memimpin pertumbuhan pendapatan. Kontribusi sektor agribisnis menjadi angin segar bagi kinerja INDF di semester I lalu yang tumbuh 42,9%. Sekadar catatan, selama ini, sektor mi instan, merupakan penyumbang terbesar INDF.

Stevanus Juanda, analis dari JP Morgan menambahkan, divisi gula akan menyetir pendapatan terbesar sektor ini. Memang, rata-rata harga minyak kelapa sawit (CPO) tetap rendah, namun pendapatan akan terdongkrak harga dan kernel dan karet.

Meski penjualan mi instan di semester I melesu, hanya naik 4,2% secara tahunan, Andrey dan Stevanus optimis, permintaan mi instan akan naik lagi di kuartal III. Prediksi itu merujuk ke siklus tahunan INDF.

Tepung Bogasari

Tidak semua unit usaha INDF diperkirakan melesat. Unit tepung terigu Bogasari diperkirakan akan menghadapi persaingan yang lebih ketat di sisa tahun ini.

Yualdo Yudoprawiro, analis Samuel Sekuritas mencatat, kini terdapat 14 sampai 16 pabrik tepung yang aktif di Indonesia. Tentu, peningkatan persaingan antar pabrik bisa menggerus pangsa pasar Bogasari di Indonesia.

Ketatnya persaingan ini sudah terlihat sejak semester I lalu. Meski Bogasari mencatat pertumbuhan penjualan 18% secara tahunan, dalam catatan Andrey, margin laba bersih sebelum bunga dan pajak (EBIT) menyempit dari 15% menjadi 7,5%.

Stevanus juga menilai, harga bahan baku gandum yang terus menanjak akan menggerus keuntungan Bogasari. Dalam hitungan tim riset komoditas JP Morgan, harga jual bahan baku gandum akan naik dari US$7,4 per gantang menjadi US$7,6 per gantang pada kuartal II-2012.
Namun, dia menambahkan, rencana pemangkasan utang INDF akan menjaga pertumbuhan laba bersih.

Berdasarkan kinerjanya, Andrey memberi rekomendasi buy saham INDF dengan target harga Rp 7.500 per saham yang mencerminkan price to earning ratio (PER) 16,5 kali dan 17.9 kali, untuk tahun 2011 dan 2012.

Stevanus merekomendasikan neutral untuk INDF dengan alasan harga di pasar sudah mendekati target harganya, Rp 6.000 per saham. Target harga Stevanus merefleksikan PER INDF sebesar 12,9 kali di 2012.

Senada, Yualdo juga melihat harga INDF sudah mendekati fair value. Dia merekomendasikan hold dengan target harga Rp 6.000 per saham.
Pada penutupan Selasa (6/9), harga INDF tidak bergerak dari hari sebelumnya, yaitu Rp 5.950 per saham.

IHSG Menguat, Beberapa Saham Unggulan Masih Oke

INILAH.COM, Jakarta – Bursa saham Indonesia Rabu (7/9) diperkirakan melanjutkan penguatan. Beberapa saham unggulan bisa jadi pilihan menarik.

Yuganur Wijanarko dari HD Capital mengatakan, secara teknikal IHSG mulai mencoba keluar dari formasi konsolidasi yang terbentuk antra range 3.809 dan 3.886 dengan potensi breakout menuju Rp3.950. Aksi ini didukung penguatan regional dan data ekonomi domsetik yang sesuai ekspektasi BI serta likuiditas domestik yang masih mengalir dari efek BI rate tetap. “IHSG akan bergerak di level support 3.830-3.750-3.650 dan resistance 3.950-4.070,”ujarnya.

Salah satu saham piihannya adalah Charoen Pokphan (CPIN). Penutupan diatas moving average 5 harian (Rp.2.760) dan posisi moving average 5 dan 10 harian yang masih membentuk sinyal golden cross menyimpulkan bahwa upaya untuk kembali mencetak new high di atas Rp.2.925 sedang berlangsung. Emitten ini cocok untuk proxy strategi consumer sector, domestic demand theme.“Rekomendasi beli dengan target Rp2.775,”katanya.

SahamAstra International (ASII) juga menjadi pilihan. Penutupan diatas harga tertinggi selema 7 hari terakhir (Rp.67.800) merupakan signal positif untuk ASII keluar dari trading range sempit ini untuk mencoba proses kembali ke gap atas Rp.70.500 yang belum tertutup. “Rekomendasi beli dengan target Rp70.500,”ucapnya.

Yuga juga menjagokan saham Bank BRI (BBRI), dengan target harga dapat mencapai Rp7.100. Sektor perbankan dinilai memiliki kapitalisasi terbesar di IHSG (33%) sehingga bisa dipastikan akan memimpin momentum market dalam technical rebound keluar dari trading range.

Selain itu, outlook suku bunga dan kepercayaan konsumen masih optimis didukung oleh rupiah stabil dan tidak terpengaruhnya sector mikro UKM terhadap factor luar. “Rekomendasi beli untuk BBRI,”ujarnya.

Saham lain pilihannya adalah Adaro Energy (ADRO). Menurutnya, sektor pertambangan batubara (coal) memiliki 20% dari kapitalisasi IHSG, dimana emitten dengan kapitalisasi terbesar masih tetap ADRO, yang secara teknikal sudah terlalu jenuh beli (oversold) setelah koreksi yang berkelanjutan ini dan seharusnya mengundang bargain hunters untuk memicu technical rebound setidaknya untuk menguji moving average 10 hari di Rp.2.200. “Rekomendasi beli dengan target harga di Rp2.200,” tutupnya.

Pada perdagangan Selasa (6/9), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 23,80 poin (0,62%) ke level 3.889,97, dengan intraday tertinggi di 3.891,02 dan terendah di 3.829,60. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia didukung volume transaksi sebesar 4,261 miliar lembar saham, senilai Rp 5,018 triliun dan frekuensi 135.725 kali.

Sebanyak 130 saham naik, sisanya 82 saham turun, dan 100 saham stagnan. Kendati menguat, aliran dana asing masih deras mengalir keluar. Nilai transaksi jual bersih asing (net foreign sell) mencapai Rp402 miliar. Rinciannya adalah transaksi jual mencapai Rp2,468 triliun dan transaksi beli sebesar Rp2.066 triliun. [mdr]

Petrosea Teken Kontrak Senilai US$930 Juta

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Petrosea Tbk (PTRO) telah menandatangani Amended and Restated Agreement For Overburden Removal dengan PT Adimitra Baratama Nusantara.

Hal ini disampaikan Direktur PTRO TG Shankar daalan keterangannya ke BEI, kemarin sore.

Adapun kontrak tersebut mempunyai jangka waktu hingga 31 Desember 2019. Sedang nilai kontraknya mencapai sekitar US$930 juta.