Senin, 26 September 2011

Aksi 'Pungut' Saham Murah Bakal Berlanjut

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan lalu mengalami penurunan terburuk hingga menembus titik terendahnya sejak September 2010. IHSG tak kuasa menahan besarnya tekanan sentimen negatif global, terutama setelah Bank Sentral AS mengumumkan soal risiko penurunan ekonomi AS.

Mengawali perdagangan pekan lalu, IHSG langsung merosot karena sentimen negatif krisis Yunani yang semakin memburuk. Belum selesai sentimen krisis Eropa berakhir, pasar saham harus terhempas setelah Bank Sentral AS mencatat risiko penurunan yang signifikan pada perekonomian AS.

Tekanan tersebut sempat menghempaskan IHSG ke titik terburuknya sejak September 2010, sekaligus menjadi yang terburuk di Asia. Namun menutup perdagangan pekan lalu, IHSG akhirnya berhasil ditutup menguat meski sebagian besar bursa regional melemah.

Berikut pergerakan IHSG sepanjang pekan lalu:
  • Senin (19/9/2011), IHSG terjungkal 80,129 poin (2,09%) ke level 3.755,052.
  • Selasa (20/9/2011), IHSG turun tipis 2,942 poin (0,08%) ke level 3.752,110.
  • Rabu (21/9/2011), IHSG terpangkas 54,616 poin (1,46%) ke level 3.697,494.
  • Kamis (22/9/2011), IHSG terjun bebas 328,351 poin (8,89%) ke level Rp 3.369,143.
  • Jumat (23/9/2011), IHSG ditutup menguat 57,203 poin (1,69%) ke level 3.426,346.

Penguatan IHSG diprediksi berlanjut pada perdagangan Senin (26/9/2011) ini. Investor akan melanjutkan aksi beli pada saham-saham unggulan yang sudah sangat murah, meski masih dalam kewaspadaan penuh di tengah situasi bursa global yang masih diliputi kekhawatiran resesi.

Sementara bursa Wall Street akhirnya menutup perdagangan pekan lalu di teritori positif setelah sempat terpuruk, bahkan mencatat pekan terburuknya sejak era krisis tahun 2008.

Pada perdagangan Jumat (23/9/2011), indeks Dow Jones menguat 37,65 poin (0,35%) ke level 10.771,48. Indeks Standard & Poor's 500 menguat 6,87 poin (0,61%) ke level 1.136,43 dan Nasdaq menguat 27,56 poin (1,12%) ke level 2.483,23.

Namun bursa regional sudah mulai membaik, hanya bursa Tokyo yang masih terkoreksi tajam setelah libur panjang 3 hari perdagangan pada pekan lalu. Berikut posisi pergerakan bursa regional Senin pagi ini:
  • Indeks Nikkei-225 melemah 34,70 poin (0,41%) ke level 8.525,56.
  • Indeks S&P/ASX menguat 51,7 poin (1,33%) ke level 3.954,9.
  • Indeks KOSPI naik 23,06 poin (1,36%) ke level 1.720,50.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Panin Sekuritas:
Komitmen G-20 untuk bersama mengatasi krisis ekonomi global yang tengah diancam resesi serta komitmen BI untuk mengintervensi pasar menjadi katalis positif bagi IHSG pada penutupan perdagangan pekan lalu. IHSG berhasil rebound +1,70% sekaligus mengakhiri penurunan besar yang terjadi pada hari Kamis. Meski demikian kami melihat untuk beberapa waktu ke depan, indeks masih akan dibayangi oleh ancaman dampak dari krisis hutang di Eropa. Meningkatnya volatilitas pasar dalam beberapa pekan terakhir juga merupakan refleksi dari indikasi melemahnya indeks. Hari ini kami proyeksikan indeks akan bergerak pada kisaran support-resistance 3.360-3.500. Jika sentimen regional berlanjut, peluang trading pada saham bluechip yang pekan lalu turun dalam.

eTrading Securities:
IHSG Jumat (23/9) menjadi satu-satunya indeks yang berada di zona hijau se-Asia dan ditutup naik 57 point (+1.70%) ke level 3,426.35 menyusul aksi beli yang dilakukan oleh sejumlah investor lokal yang percaya akan kuatnya fundamental ekonomi Indonesia.

Hampir seluruh sektor mengalami kenaikan kecuali agriculture (-0.31%), mining (-0.43%), property (-0.05%) dan trade (-0.08%) dengan total transaksi di bursa tercatat sebanyak 9.1 juta lot atau setara dengan Rp5.4 triliun.

Tercatat sebanyak 133 saham mengalami kenaikan, 107 saham mengalami penurunan, 60 saham tidak mengalami perubahan dan 153 saham tidak diperdagangkan sama sekali. Saham-saham yang menjadi penahan turunnya bursa a.l. BBCA, BBRI, BMRI, TLKM dan INTP sementara yang menjadi pemberat bursa hari ini a.l. ADRO, ICBP, BUMI, UNTR dan BYAN. Asing hari ini tercatat melakukan net sell pada pasar regular sebesar Rp546 milliar dengan saham-saham yang paling banyak di jual adalah BBNI, BORN, BBRI, ASII dan TLKM. Rupiah ditutup menguat 83 point ke level Rp 8,941 terhadap US Dollar.

Secara teknikal, candlestick IHSG membentuk pola hanging man yang mengindikasikan sinyal Bullish reversal. Sementara dari pergerakan indikator tampak stochastic berpotensi membentuk golden cross di area oversold sementara RSI bergerak Reversal di area oversold. Pada perdagangan hari ini (26/9) IHSG diperkirakan berpotensi rebound dan akan bergerak pada range 3338-3515. Sementara itu, saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. ASII, INDF, dan BBRI.

(qom/qom)

Inilah Saham Pilihan Senin (26/9)

INILAH.COM, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan menguat pada perdagangan saham Senin (26/9). Hal itu didukung dari saham sudah jenuh jual dan laporan keuangan emiten.

“IHSG akan kembali rebound karena IHSG sudah terlalu dalam jatuh dari peak 4.195 dan sudah oversold,” ujar Kepala Riset PT Batavia Prosperindo Sekuritas Billy Budiman saat dihubungi Minggu (25/9).

Lebih lanjut ia mengatakan, pertemua-pertemuan penting yang diadakan setiap Negara dan bank sentral untuk menyelamatkan ekonomi dunia menjadi pelaku pasar. Selain itu, Bank Indonesia (BI) diharapkan dapat melakukan intervensi rupiah jadi aman sehingga mendorong kenaikan IHSG. Billy memprediksikan IHSG akan berada di level support 3.380 dan level resistance 3.550.”Investor lebih baik manfaatkan kesempatan rebound ini untuk keluar dulu dan kurangi posisi di saham karena long term trend IHSG sudah patah sekarang,” kata Billy.

Sementara itu, Analis Senior PT HD Capital Tbl Yuganur Widjanarko menuturkan, laporan keuangan emiten, saham yang sudah jenuh jual dan murah serta harapan window dressing akan mendorong kenaikan IHSG pada Senin (26/9). IHSG akan berada di level support 3.400-3.300-3.260 dan level resistance 3.550-3.570-3.825.

Adapun saham-saham yang menjadi pilihan, Yuganur merekomendasikan saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI), saham PT Astra International Tbk (ASII), saham PT Alam Sutera Tbk (ASRI), dan saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). “Saya rekomendasikan buy untuk saham-saham tersebut,” tutur Yuganur.

Sementara Billy merekomendasikan saham ASII, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), saham PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA), saham PT Charoen Phokpand Indonesia Tbk (CPIN), dan saham PT Mitra Adi Perkasa Tbk (MAPI).

Euro bergerak perkasa atas dollar AS dan yen

Euro bergerak perkasa atas dollar AS dan yen
TOKYO. Pergerakan euro menguat pada transaksi pagi ini terhadap dollar AS. Pada pukul 07.38 waktu Tokyo, euro menguat ke level US$ 1,3535 dari US$ 1,35 di New York pada 23 September lalu.

Euro juga menguat ke posisi 103,67 yen dari sebelumnya 103,40 yen pada pekan lalu. Sekadar tambahan, euro sempat menyentuh posisi 102,22 yen pada pekan lalu, level yang tidak pernah terlihat sebelumnya sejak 2001. Sedangkan nilai tukar dollar berada pada posisi 76,57 yen dari sebelumnya 76,61 yen.

Keperkasaan euro pagi ini disebabkan oleh langkah pemerintah Eropa yang saat ini terus mengkaji kebijakan-kebijakan untuk menyelamatkan perekonomian mereka. Hal itu meredakan kecemasan mengenai kemungkinan default utang luar negeri yang akan memicu penyebaran krisis finansual yang lebih luas lagi.

Kemarin, Gubernur Bank Sentral Estonia Ulo Kaasik mengungkapkan, bank sentral Eropa akan mengambil langkah-langkah strategis untuk menyokong perekonomian Eropa, termasuk diantaranya memangkas suku bunga acuan.

"Ada pembicaraan serius pada pertemuan pimpinan Eropa pada pekan lalu yang kemungkinan berujung pada bailout besar bagi Eropa. Ada juga pembicaraan Bank Sentral Eropa akan memangkas suku bunga acuan. Hal itu dapat menyuplai likuiditas yang terbatas. Semua pernyataan itu positif bagi pergerakan euro," ungkap Imre Speizer, strategist di Westpac Banking Corp, Auckland.

Bursa futures AS bergerak positif awal pekan ini

Bursa futures AS bergerak positif awal pekan ini
TOKYO. Bursa futures AS dibuka positif pagi ini. Pekan lalu, penurunan indeks Dow Jones Industrial Average merupakan penurunan mingguan terbesar sejak 2008.

Pada pukul 07.33 waktu Tokyo, indeks futures Standard & Poor's 500 yang habis masa berlakunya Desember naik 1% menjadi 1.140,60. Pada transaksi sebelumnya, indeks futures S&P 500 sempat turun 0,7%. Sementara, indeks futures Dow Jones naik 0,8% menjadi 10.785.

Indeks futures bursa AS yang positif terdongkrak oleh pertemuan International Monetary Fund (IMF) di Washington. Pada pertemuan itu, Menteri Keuangan AS Timothy F Geithner mengingatkan, kegagalan dalam memerangi guncangan ekonomi Yunani dapat mengancam penyebaran gagal bayar (default) ke sistem perbankan dunia. Hal senada juga diungkapkan oleh miliarder dunia George Soros. "Harus dilakukan sesuatu untuk menjaga perbankan Eropa karena Yunani kemungkinan tidak bisa menghindari default," jelasnya.

Indeks AS pekan lalu
Sementara itu, Jack Ablin, analis Harris Private Bank, Chicago, berpendapat pasar saat ini sudah sangat murah akibat sentimen default Yunani. "Jika kita tidak melihat harga saham turun lagi, investor akan sangat senang. Harga saham di pasar saat ini sudah sangat murah," jelasnya.

Catatan saja, pada pekan lalu, bursa AS dilanda aksi jual setelah the Federal Reserve mengatakan resiko pada perekonomian AS meningkat. Selain itu, investor juga mencemaskan para penentu kebijakan dunia akan gagal dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

Selain itu, sepanjang pekan lalu, saham Alcoa Inc dan DuPont Co terjungkal lebih dari 14% yang merupakan penurunan saham terbesar pada indeks Dow. Sedangkan saham-saham produsen bahan baku pada indeks S&P 500 anjlok 12%, penurunan terbesar dari sepuluh sektor industri yang ditransaksikan.

Jumat, 23 September 2011

Meski Asing masih Obral, IHSG Tetap Naik 1,7%

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Bursa saham Indonesia ditutup menguat 57,2 poin atau 1,7% ke 3.436,35. Volume perdagangan mencapai 4,5 miliar saham seniliai Rp5,2 triliun.

Perdagangan diwarnai 147 saham naik, 110 saham turun dan 62 saham stagnan. IHSG mengalami net foreign sell Rp603,3 miliar dengan penjualan asing mencapai 1,9 triliun dan pembelian asing Rp1,3 triliun.

Indeks JII naik 6,8 poin ke 468,25, indeks ISSI naik 1,2 poin ke 110,96 dan LQ45 naik 14,5 poin ke 592,72. Penguatan didukung sektor perbankan yang naik 16,9 poin ke 448,09 disusul sektor infrastruktur yang naik 15,9 poin ke 665,15.

Sedangkan sektor pertambangan masih turun 11,06 poin ke 2.529 disusul sektor perkebunan turun 6,4 poin ke 2.041,51. Meskipun dibuka di zona negatif tetapi indeks terus melakukan perlawanan dan sesi kedua cenderung flat di zona positif. Level terendah di 3.258,37 dan tertinggi di 3.426,83.

Akhir pekan, indeks rebound 1,7% dari penurunan terbesar sejak 2008

Akhir pekan, indeks rebound 1,7% dari penurunan terbesar sejak 2008
JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tersenyum sumringah pada penutupan akhir pekan. Pukul 16.00, indeks tercatat naik 1,7% menjadi 3.426,346.

Enam sektor menghijau. Sektor keuangan merupakan sektor dengan kenaikan tertinggi sebesar 3,93%. Baru kemudian disusul oleh sektor industri dasar sebesar 3,37% dan sektor infrastruktur yang naik 2,45%.

Jumlah saham yang naik hingga akhir perdagangan mencapai 134. Sementara, 106 saham turun dan 60 saham lainnya tak bergerak. Volume transaksi melibatkan 4,548 miliar dengan nilai mencapai Rp 5,389 triliun.

Saham-saham yang menduduki posisi top gainers antara lain: PT Inti Agri Resources (IIKP) naik 25% menjadi Rp 650, PT Indonesian Paradise (INPP) naik 24% menjadi Rp 310, dan PT Prima Alloy Steel (PRAS) naik 22% menjadi Rp 122.

Sedangkan saham-saham top losers, yakni: PT Multibreeder Adirama (MBAI) turun 19,79% menjadi Rp 15.400, PT Agis (TMPI) turun 10,9% menjadi Rp 139, dan PT Fortune Indonesia (FORU) turun 8,82% menjadi Rp 155.


Tunggu Bank Dunia & IMF, Saham Eropa Bakal Rebound

Headline
INILAH.COM, London - Saham Eropa diprediksi akan menguat pada pembukaan Jumat (23/9) setelah aksi lepas saham Asia semalam diikuti dengan hari malapetaka bagi pasar Eropa dan AS pada hari Kamis, dengan saham di Eropa jatuh sebanyak 5 persen.

Mengutip CNBC, Indeks FTSE London diperkirakan akan naik 41 poin, indeks DAX Jerman meningkat 60 poin, sementara CAC 40 Perancis naik 40 poin. Ada beberapa berita menarik pada awal pembukaan Eropa Jumat, di mana Dow futures AS naik 104 poin dan indeks ASX 200 Australia menguat 1,8 persen dari posisi terendah sesi sebelumnya.

Namun, indeks Korea SelatanKOSPI terus merana dengan turun sekitar 4,4 persen setelah jatuh 4,8 persen pada awal perdagangan hari ini. Banyaknya berita buruk sepanjang hari Kamis memastikan indeks di Eropa, Amerika dan Asia, terpukul semua. Data manufaktur China yang mengecewakan, menunjukkan perlambatan untuk bulan ketiga berturut-turut karena permintaan melemah di Eropa dan Asia dipengaruhi oleh saham Eropa dan data PMI Jerman yang lebih buruk dari yang diperkirakan memicu kekhawatiran bahwa pembangkit semangat Eropa sedang kehilangan momentum.

Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde dan Presiden Bank Dunia Robert Zoellick memperingatkan secara terpisah bahwa situasi ekonomi global "berbahaya", digabung dengan sentimen negatif pasar selama pertemuan tahunan berikutnya di Washington DC. Para pemimpin Australia, Kanada, Meksiko, Afrika Selatan, Inggris dan Korea Selatan menulis kepada Presiden Prancis Nicholas Sarkozy mendesak solusi yang cepat untuk masalah utang negara di zona euro yang terus mengekspresikan kekhawatiran penularan, sementara para pejabat dari negara-negara BRIC mengatakan mereka akan mempertimbangkan memberikan lebih banyak uang ke IMF.

Semua mata akan tertuju ke Washington pada Jumat karena pertemuan tahunan Bank Dunia dan IMF akan dimulai dan Menteri Keuangan G20 dan Gubernur Bank Sentral bertemu di Ibukota AS ini untuk meningkatkan rencana pemulihan global yang akan diserahkan kepada kepala negara menjelang KTT G20 4 November di Cannes.

Sebuah konferensi pers akan berlangsung pukul 1:00 am di London dengan Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schaeuble dan Presiden Bundesbank Jens Weidmann berbicara dari Washington. Data ekonomi keluar hari Jumat meliputi survei data kepercayaan bisnis dari Perancis pada saat 7:45 di London, diikuti oleh Data PPI Spanyol pada jam 8:00. Di Inggris, British Bankers' Association akan mengeluarkan statistik perbankan pada pukul 09:30.

Intervensi Diyakini Ajak Rupiah Menguat

Headline
INILAH.COM, Jakarta- Intervensi Bank Indonesia (BI) terhadap rupiah, telah membawa mata uang RI ini menguat perlahan. Apakah apresiasi rupiah akan bertahan hingga sore nanti?

Pada perdagangan Jumat (23/9), data Bloomberg pukul 11.00 WIB menunjukkan, rupiah ditransaksikan di level 8.949, atau menguat 74 poin dari penutupan kemarin di level 9.023 per dolar AS. Sementara di pasar spot antar bank, rupiah sudah berada di kisaran 8.600 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya di 8.750.

Apresiasi rupiah diyakini akibat intervensi BI. Hari ini saja, bank sentral tersebut dikabarkan sudah mengeluarkan sekitar US$ 30 juta untuk membeli rupiah, sehingga ketersediaan dolar di pasar tetap dalam jumlah banyak. Sementara kemarin, BI mengintervensi pasar valas dengan membeli SBN (Surat Berharga Negara) dalam jumlah besar.

Helmi Therik, pengamat pasar modal dari AAA Securities mengatakan, investor saat ini masih menghindari pasar saham dan obligasi. Mereka terus melakukan deleveraging, dipicu memburuknya perbankan Eropa yang telah menyebabkan interbank distrust, “Hal ini terlihat dari makin mengeringnya likuiditas di pasar uang antar bank, dengan benchmark LIBOR terus meningkat,”katanya kepada INILAH.COM.

Ia menuturkan, di Eropa, ada peningkatan resiko kredit default dan risiko likuiditas yang memicu investor terus melakukan deleveraging, dengan mengurangi porsi aset finansial yang terus turun. “Hal ini dilakukan karena 'mark to market' akan menyebabkan loss besar-besaran di perbankan Eropa,” ujarnya.

Sementara investor yang berharap ada gelontoran likuiditas dari program QE jilid tiga The Fed harus menelan kekecewaan, karena The Fed hanya melakukan swap obligasi dari jangka pendek ke panjang, sehingga praktis tidak ada likuiditas baru terserap di pasar keuangan. “Adapun kebijakan fiskal dengan rancangan Job Creation Obama masih terhambat di kongres,” ucapnya.

Namun, Helmi menilai, yang terjadi saat ini pasar emerging market Asia dan Indonesia adalah risk aversion, sehingga hanya berlangsung sementara. Selain itu, ada dukungan dari fundamental Indonesia masih bagus, dengan inflasi rendah. “Resiko likuiditas juga masih minim di Indonesia karena perbankan masih memiliki likuiditas cukup dengan LDR rata 70% dan DPK tumbuh > 20%,” paparnya.

Senada dengan Lana Soelistianingsih dari Samuel Sekuritas. Menurutnya, terkoreksinya pasar global semalam, akan membawa imbas negatif ke pasar Asia. Namun, pasar Indonesia sudah mengalami oversold yang berpotensi memikat kembali investor masuk ke pasar.

Adapun pergerakan rupiah hari ini masih digawangi ketat oleh BI. “Dengan aktifnya BI di pasar, rupiah akan terjaga di kisaran Rp9.000 hingga Rp9.250 per dolar AS,” ujarnya. [ast]

Antam: Harga Emas Masih Akan tetap Bagus

Medium
INILAH.COM, Jakarta -PT Aneka Tambang (Antam) Tbk mengaku optimistis harga emas dan komoditi masih akan tetap bagus, meski harga indeks saham sedang mengalami penurunan.

Demikian disampaikan Direktur Utama Antam, Alwinsyah Loebis saat ditemui di kementerian badan usaha milik negara di Jakarta Jumat (23/9). "Yang rada kita khawatir memang harga saham ini, tapi untuk komoditi kita melihatnya masih optimis," tukas Alwinsyah Loebis.

Alwinsyah menjelaskan bahwa kondisi menurunnya harga saham memang membuat shock pelaku pasar, akan tetapi perusahan masih optimis bahwa tahun ini harga komoditi tetap akan bagus. "Dari awal kita sudah bilang kemungkinan terfluktuasi ada, cuma emas makin krisis makin bagus," kata dia.

Namun begitu dirinya melihat adanya shock tersebut membuat harga emas makin bertambah bagus. "Mungkin akan kembali pada angka 1600-1700 per troy ons, dan saya kira itu masih bagus," pungkas dia. [cms]

Sesi pagi reli, BEI tetap akan monitoring IHSG

Sesi pagi reli, BEI tetap akan monitoring IHSG
JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) masih melanjutkan monitoring pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), setelah kemarin turun tajam hingga 8,88%. Itu merupakan penurunan tertinggi dibanding bursa-bursa di negara lain.

Direktur Utama BEI Ito Warsito bilang, pihaknya telah menjalankan protokol manajemen krisis. Manajemen krisis ini berguna menghadapi berbagai kemungkinan situasi pasar yang saat ini tengah bergejolak. "Bursa juga mendiskusikan keputusan-keputusan yang perlu diambil berdasarkan situasi yang dihadapi," tambahnya.

Dengan menghijaunya indeks di sesi pertama ini, BEI masih akan terus melakukan monitor terhadap pasar. "Bursa selalu memonitor situasi pasar dalam kondisi apapun," imbuh Ito.

IHSG Menguat Sendirian di Asia

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil balik arah ke zona hijau menguat 25 poin akibat aksi beli selektif yang dilakukan investor lokal. Indeks pun menjadi satu-satunya bursa di Asia.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka jatuh 92,462 poin (2,75%) ke level 3.276,681 akibat tekanan jual yang belum mereda. Investor belum berhenti mengurangi portofolionya supaya tidak jatuh terlalu dalam.

Aksi beli selektif sempat memberi angin segar kepada pergerakan indeks, bahkan sempat menyentuh level tertingginya di zona hijau pada 3.414,519. Namun, tekanan jual masih ada sehingga indeks kembali ke zona merah.

Pada penutupan perdagangan sesi I, Jumat (23/9/2011), IHSG naik 25,613 poin (0,76%) ke level 3.394,756. Sementara Indeks LQ 45 menguat 8,820 poin (1,52%) ke level 587,027.

Investor lokal mulai bergerak untuk menyelamatkan IHSG melalui aksi beli selektif di saham-saham yang sudah murah. Sementara investor asing masih terus berhamburan keluar lantai bursa.

Mayoritas indeks sektoral mulai menguat dan berjalan di zona hijau akibat aksi beli sekelti itu. Namun saham-saham komoditas masih terkena tekanan jual.

Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 89.462 kali pada volume 3,661 miliar lembar saham senilai Rp 2,684 triliun. Sebanyak 117 saham naik, sisanya 112 saham turun, dan 67 saham stagnan.

Bursa saham dalam negeri menjadi satu-satunya pasar modal yang berhasil menguat di Asia. Bursa-bursa regional lainnya masih tak berdaya di teritori negatif.

Berikut kondisi di bursa-bursa Asia hingga siang hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai turun 22,12 poin (0,91%) ke level 2.420,94.
  • Indeks Hang Seng anjlok 301,30 poin (1,68%) ke level 17.610,65.
  • Indeks Nikkei 225 ambruk 180,90 poin (2,07%) ke level 8.560,26.
  • Indeks Straits Times jatuh 34,00 poin (1,25%) ke level 2.686,53.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 900 ke Rp 39.650, Indocement (INTP) naik Rp 850 ke Rp 12.050, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 800 ke Rp 29.300, dan Astra Internasional (ASII) naik Rp 500 ke Rp 58.500.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Delta Jakarta (DLTA) turun Rp 6.000 ke Rp 119.000, Multibreeder (MBAI) turun Rp 3.800 ke Rp 15.400, Mayora (MYOR) turun Rp 650 ke Rp 12.900, dan Samudera Indonesia (SMMA) turun Rp 500 ke Rp 4.400.

(ang/qom)

Sesi Dua, Lirik Saham yang Diminati Asing

Headline
INILAH.COM, Jakarta- IHSG akhir pekan ini diperkirakan akan berakhir melemah, meski dalam kisaran terbatas. Investor pun bisa melirik saham yang diminati asing, dengan potensi penguatan lebih cepat.

Analis Infovesta Utama Praska Putrantyo memperkirakan, pergerakan indeks domestik hingga penutupan sore nanti akan melemah terbatas. “Indeks akan bergerak dalam kisaran support 3.310 dan 3.475 sebagai level resistance-nya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Jumat (23/9).

Menurutnya, pelemahan indeks hari ini dipicu oleh pelemahan bursa pada regional Asia setelah Dow Jones ditutup minus 391,01(3,51%) ke level 10.733,80. Kondisi itu, diperparah oleh pernyataan dari pertemuan G20 dan International Monetary Fund (IMF) di Washington akhir pekan ini. “G20 melihat adanya potensi penurunan (downside risk) ekonomi global yang cukup besar pada akhir 2011 dan2012,” ujarnya.

Karena itu, lanjut dia, ekspektasi market ke depannya pun masih pesimistis terutama pada 2012. Di sisi lain, Presiden Bank Dunia Robert Zoellick juga mengingatkan hal yang sama bahwa ada ancaman melambatnya ekonomi dunia per hari ini. “Karena itu, kalaupun indeks menguat hari ini pasar tetap ragu-ragu, sehingga kondisi itu hanya membuat koreksi indeks jadi terbatas,” papar dia.

Pada saat yang sama, pasar juga menunggu kepastian dari Yunani apakah akan di-bailout atau tidak. Meskipun, hingga saat ini, negara yang tergabung dalam BRIC (Brazil, Rusia, India dan China) berkomitmen untuk membantu penyelesaikan krisis utang Eropa, komitmen ini hanya bersifat sementara. “Hingga saat ini belum ada keputusan final,” imbuhnya.

Karena itu, market akhir pekan ini bakal fluktuatif bahkan juga dalam sepekan ke depan. Tapi, untuk tembus level support 3.310 hari ini sangat kecil kemungkinannya. Sebab, saham-saham di sektor perbankan dan infrastruktur sudah jadi tahanan bagi koreksi indeks. “Di sisi lain, penuruan saham PT Astra Internasional (ASII) sudah mulai mereda hari ini,” paparnya.

Sementara itu, peluang penguatan indeks, sangat tergantung pada pergerakan bursa Eropa. “Indeks punya peluang menguat jika bursa Eropa dibuka menguat,” timpalnya.

Dalam situasi ini, Praska merekomendasikan positif saham-saham yang dilirik oleh investor asing sehingga memiliki potential upside lebih cepat. Saham-saham pilihannya adalah PT Indocement Tunggal Prakasa (INTP), PT Semen Gresik (SMGR), PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) dan PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI). “Saya rekomendasikan buy on weakness saham-saham tersebut karena pergerakan indeks cenderung volatile,” imbuhnya. [ast]

Jamsostek: Ini Saatnya Beli Saham Murah

Medium
INILAH.COM, Jakarta - PT Jamsostek mengatakan aksi jual yang dilakukan investor asing akibat krisis di AS dan Eropa adalah kesempatan untuk membeli.

"Jamsostek dalam posisi untuk membeli ketika valuasi saham sudah begitu murah di perbankan dan sumber daya. Saya sedang membeli obligasi dan saham sekarang," kata Elvyn Masassya, Direktur Investasi Jamsostek yang mengelola dana masyarakat lebih dari $ 13 miliar seperti dikutip Reuters.

IHSG pada perdagangan Jumat (23/9) pagi tadi kembali dibuka anjlok 2,69% ke level 3.278,19 setelah mengalami penurunan tajam hampir 9% kemarin. Namun, siang ini IHSG kembali positif.

Fundamental Ekonomi Diharap Bisa Balikkan Pasar

Medium
INILAH.COM, Jakarta - Fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai cukup baik diharapkan dapat memberikan sentimen positif untuk bursa saham.

Investor lokal diharapkan dapat percaya diri, aktif dan mengambil kesempatan untuk membeli saham di saat harga saham sudah murah. "Sentimen positif ekonomi masih cukup baik dan Indonesia harus percaya diri. Selain itu, investor lokal dapat memanfaatkan momen untuk buy on weakness tapi sedikit demi sedikit," ujar analis pasar Haryajid kemarin.

Kepala Riset PT Sinarmas Sekuritas Jeff Tan menuturkan, Pemerintah Indonesia diharapkan bisa dan tidak takut untuk memainkan peranan penting sebagai peserta di komunitas ekonomi global untuk mengambil langkah-langkah counter cylical yang diharapkan dapat membantu ekonomi global yang kian terpuruk.

Sementara itu, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito, Kamis (22/9) malam. "Bursa menjalankan protokol manajemen krisis untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan situasi pasar. Bursa juga mendiskusikan keputusan-keputusan yang perlu diambil berdasarkan situasi yang dihadapi. Bursa selalu memonitor situasi pasar dalam kondisi apa pun," ujar Ito. [cms]

G20 Sepakat Lindungi Pasar Finansial

Washington - Negara-negara yang tergabung dalam G20 sepakat untuk melindungi stabilitas pasar finansial dan bank-bank sentral siap untuk menyediakan likuiditas yang dibutuhkan perbankan.

"Kami berkomitmen untuk mengambil semua langkah yang penting guna melindungi stabilitas sistem perbankan dan pasar finansial seperti yang dibutuhkan," ujar para pejabat G20 dalam kesepakatannya setelah pertemuan membahas krisis utang Eropa, seperti dilansir dari Reuters, Jumat (23/9/2011).

Para menteri keuangan dan pemimpin bank sentral G20 dalam pernyataan bersamanya akan melakukan respons yang kuat dan berkoordinasi internasional untuk menghadapi tantangan baru yang dihadapi perekonomian global.

Mereka juga mencatat adanya risiko penurunan yang semakin berat dari tekanan kredit sovereign, kerentanan sistem finansial, turbulensi pasar, pertumbuhan ekonomi yang lemah, dan tingginya tingkat pengangguran yang tidak bisa diterima.

"Ini memerlukan rencana aksi yang kolektif dan berani, dan setiap orang melaksanakan bagiannya," ujar G20 dalam pernyataannya tersebut.

Rencana aksi itu akan disiapkan pada pertemuan pemimpin G20 di Cannes, Prancis pada 3-4 November mendatang.
(qom/qom)

Menilik Kekuatan Saham Pelat Merah

INILAH.COM, Jakarta - Saham sektor perbankan, memang selalu menjadi incaran. Apalagi yang diterbitkan oleh bank pemerintah. Sebab, selain rata-rata punya kinerja bagus, keamanannya dijamin (oleh pemerintah), mereka juga rajin membagikan dividen.

Ditambah lagi, saham bank BUMN banyak yang masih murah. Apalagi setelah harganya longsor berat pada Kamia (22/11) ini. Lihat saja, setelah tergerus 14,52%, saham PT Bank Mandiri (BMRI) kini hanya dihargai Rp5.300. Sementara PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) terkikis 13,11% menjadi Rp 5.300 dan PT Bank Negara Indonesia (BBNI) melemah 14,84% tinggal Rp3.300.

Harga-harga di atas, menurut perhitungan sejumlah analis, jauh di bawah target. Trimegah Securities, misalnya, menargetkan harga untuk BMRI di level Rp 9.000. Itu berarti saham ini masih memiliki potensi penguatan hingga 70%. Sementara target untuk BBRI dan BBNI masing-masih dipasang pada kisaran Rp7.750 dan Rp5.100.

Banyak faktor yang membuat analis memasang target tinggi dan memberikan rekomendasi beli untuk tiga saham ini. Tapi faktor utamanya adalah lantaran kinerja tiga bank ini sangat kinclong. Bank Mandiri contohnya. Selain merupakan bank dengan aset terbesar, semester I lalu berhasil mencatatkan kenaikan laba hingga 56,7% menjadi Rp 6,3 triliun.

Sementara pesaing terdekatnya, Bank BRI, pada periode yang sama meraup laba bersih Rp 6,7 triliun. Mungkin itu sebabnya, Samuel Sekuritas memasang target harga yang lebih tinggi untuk saham ini yakni Rp 9.600.

Kendati belum sebesar BRI dan Mandiri, kinerja Bank BNI juga patut mendapat acungan jempol. Bank yang dipimpin Gatot Suwondho ini, pada triwulan II, berhasil meningkatkan laba bersihnya sebesar 41% menjadi Rp2,71 triliun. Nah, jadi tunggu apa lagi? Mumpung murah. [mdr]

Mengenal NDF yang bisa membuat rupiah gonjang-ganjing.

JAKARTA. Perdagangan mata uang berjangka alias non delivareble forward (NDF) rupiah merupakan suatu kontrak forward jangka pendek. Kontrak ini biasanya berjangka waktu satu bulan hingga setahun.

Prinsip transaksi produk ini memang mirip dengan forward. Bedanya, pada forward valas, kedua belah pihak yang menyepakati kontrak harus menyerahkan duit masing-masing berdasarkan kurs yang telah disepakati di muka. Sementara, dalam NDF, yang diserahkan cukup keuntungan atau kerugian berdasarkan selisih nilai tukar yang telah disetujui dengan nilai tukar di pasar spot saat kontrak jatuh tempo. Itu pun bukan dalam rupiah tapi dalam dolar AS.

Sejatinya, NDF merupakan instrumen lindung nilai (hedging) yang populer untuk mata uang yang tidak diperdagangkan secara internasional, termasuk rupiah. Saat ini, investor banyak memperdagangkan NDF rupiah di Singapura.

NDF dapat mempengaruhi arah pergerakan nilai tukar rupiah di dalam negeri. Misalnya, saat libur Lebaran pasarspot dolar/rupiah (USD/IDR) dalam negeri ditutup. Tapi, selama pasar Jakarta libur, pasar NDF di Singapura tetap bekerja membentuk harga rupiah. Akibatnya,saat pasar di Jakarta kembali dibuka, kurs rupiah akan berbeda dibandingkan posisi sebelum libur.

Seperti halnya rupiah, pergerakan NDF juga dipengaruhi perkembangan ekonomi Indonesia. Jika ekspektasi ekonomi membaik, NDF rupiah akan ikut menguat layaknya yang terjadi pada rupiah. Masalahnya, selain untuk kepentingan hedging, banyak investor yang menggunakan NDF ini sebagai alat spekulasi semata.

Bursa Asia Masih Terpukul

Bursa Asia Masih Terpukul
INILAH.COM, Sydney – Bursa saham Asia memperpanjang kerugian pada Jumat (23/9) pagi, dengan saham sumber daya terpukul. Investor cemas tentang kemungkinan pertumbuhan global yang melambat dan reaksi terhadap aksi jual tajam di AS.

Di Australia, indeks S & P / ASX 200 jatuh 1,5%, dan indeks Kospi di Korea Selatan turun 3,5% pada awal perdagangan. Pasar Jepang tutup karena libur.

Perusahaan komoditas adalah salah satu sektor yang terpukul dalam, dimana sumber daya raksasa BHP Billiton Ltd Australia turun 3,1%, dan saingannya Rio Tinto Ltd kehilangan 4,8%. Produsen bijih besi Fortescue Metals Group Ltd anjlok 8,1%, dan Murchison Metals Ltd merosot 8,9%.

Koreksi terjadi di tengah turunnya harga komoditas, dengan patokan minyak berjangka Nymex diperdagangkan hanya sekitar US$ 81 per barel, dan acuan tembaga berjangka turun 1 sen ke US$ 3,48 per pon di perdagangan elektronik.

Sentimen penurunan tajam di pasar global lainnya juga menekan bursa Asia, dengan indeks utama AS anjlok terbesar dalam lima pekan, membawa Dow Jones Industrial Average jatuh 3,5%.

Saham Korea Selatan jatuh keras, karena ekonomi yang fokus pada ekspor ada yang terimbas harapan pertumbuhan ekonomi global, mengutip beberapa laporan berita bahwa asing melakukan aksi jual kuat atas saham Korea.

Produsen mobil Hyundai Motor Co. jatuh 3,1%, sementara afiliasi Kia Motors Corp turun 2,5%. Samsung Heavy Industries Co turun 6,8%, dan Daewoo Shipbuilding & Marine turun 6,9%, sementara Hyundai Heavy Industries Co kehilangan 6,7%. [ast]

Aturan Devisa Ekspor Tak Bisa Ditawar

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Kalau tak ada aral melintang, pekan ini BI akan menurunkan aturan yang menyangkut devisa hasil ekspor dan hasil berutang di luar negeri.

Isinya, seperti yang dihebohkan kalangan pengusaha belakangan ini, devisa yang mereka peroleh mesti dimasukkan ke sistem perbankan nasional. Sesuai rencana, penyetoran devisa hasil ekspor (DHE) itu mesti dilakukan tiga bulan setelah ekspor dilakukan.

Dari beleid tersebut, BI berharap akan ada tambahan cadangan devisa sebesar US$31,5 miliar. Sebab, berdasarkan penelitian yang dilakukan beberapa tahun terakhir ini, sebesar itulah DHE yang tak pernah masuk ke Indonesia.

Seperti sudah ditebak sebelumnya, kebijakan yang masih dalam kandungan ini langsung menuai protes. Mereka tidak secara langsung menolak kebijakan ini. Saat bertemu dengan pimpinan Bank Indonesia, kalanmgan pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) meminta agar peraturan yang segera dirilis itu dilengkapi petunjuk teknis yang jelas.

Misalnya, ekspor yang terkait dengan impor bahan baku yang dilakukan oleh perusahaan afiliasi. Jika satu perusahaan mengekspor dengan nilai 10 tapi kemudian anak perusahaannya mengimpor bahan baku senilai 3, misalnya, mana yang harus dilaporkan? Ekspor senilai 10 atau 7 (setelah dikurangi nilai impor).

Selain itu, penegenaan denda atas pelanggaran yang dilakukan pengusaha dalam memasukkan DHE juga harus jelas benar. Kesalahan apa yang harus dikenakan sanksi berapa? “Sebab, dalam keterangan awal kemarin, BI hanya menyebutkan sanksi atas pelanggaran itu nilainya antara Rp 10 juta hingga Rp 100 juta,”kata seorang pengusaha.

Permintaan lainnya, pengusaha mengusulkan agar aturan baru ini tidak ditetapkan efektif penuh per 2012, tapi di 2013. Namun, untuk yang satu ini, kelihatannya BI tidak mungkin mengabulkan. Bahkan aturan DHE , kalau bisa diterapkan sesegera mungkin. Alasannya, dampak dari gonjang-ganjing kacaunya perekonomian di Eropa dan Amerika mulai terasa di negeri ini.

Lihat saja, nilai tukar rupiah terhadap dolar sudah mencapai Rp 9.200 (22/11). “Jadi kita butuh kekuatan devisa yang mumpuni sekarang juga,” kata seorang pejabat di Bank Indonesia. [mdr]

Harga minyak bangkit dari penurunan terbesar dalam enam pekan

Harga minyak bangkit dari penurunan terbesar dalam enam pekan
SYDNEY. Setelah sempat terseret jatuh hingga ke level terendah dalam enam pekan, pagi ini, harga kontrak minyak dunia menanjak. Pagi tadi, kontrak harga minyak untuk pengantaran November naik 0,8% menjadi US$ 81,17 per barel di transaksi elektronik New York Mercantile Exchange. Pada pukul 10.14 waktu Sydney, kontrak yang sama berada di posisi US$ 81,13.

Kemarin, harga kontrak minyak tersebut terpapas hingga 6,3% menjadi US$ 80,51 per barel. Ini merupakan level terendah dalam enam pekan terakhir. Sementara itu, harga kontrak minyak sudah turun 7,8% pada pekan ini dan turun 11% di sepanjang tahun ini.

Sementara itu, kontrak harga minyak jenis Brent untuk pengantaran November naik 0,8% menjadi US$ 106,36 per barel di ICE Futures Exchange London. Kemarin, harga kontrak minyak tersebut melorot 4,4% menjadi US$ 105,49 per barel.