Senin, 16 Mei 2011

Bank Victoria Rights Issue 1,9 Miliar Saham

INILAH.COM, Jakarta - PT Bank Vicotria International Tbk akan melakukan penawaran umum terbatas V sebesar 1,994 miliar saham dengan harga Rp100 per saham.

Demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi yang disampaikan
ke Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin (16/5). Dalam pelaksanaan penawaran umum terbatas ini, setiap pemegang saham yang memiliki 200 saham mempunyai 85 Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) di mana setiap satu HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sebanyak satu saham baru dengan harga penawaran Rp100 per saham. Total dana yang diraih dari hasil penawaran umum terbatas sebesar Rp199,44 miliar.

Perseroan juga melepas waran sebesar 1,478 miliar waran seri VI yang
akan diterbitkan menyertai saham biasa atas nama hasil pelaksanaan HMETD tersebut di mana pada setiap 85 saham baru tersebut melekat 63 waran seri VI. Harga pelaksanaan waran sebesar Rp100. Total penawaran waran seri VI sebesar Rp147,82 miliar.Pemegang sahan yang tidak menggunakan haknya dalam penawaran umum terbatas ini dapat mengalami penurunan persentase kepemilikan (dilusi) dalam jumlah material hingga 29,82% sebelum waran seri VI dan 42,53% setelah waran seri VI dilaksanakan.

Penawaran umum terbatas ini menjadi efektif setelah disetujui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 17 Juni 2011. Dana hasil penawaran umum terbatas akan digunakan untuk tambahan modal kerja sedangkan dana hasil pelaksanaan waran seri VI akan digunakan untuk menambah atau meningkatkan modal kerja perseroan.

Jadwal sementara penawaran umum terbatas, tanggal efektif pada 16 Juni 2011, RUPSLB perseroan pada 17 Juni 2011, tanggal terakhir pencatatan dalam daftar pemegang saham yang berhak atas HMETD pada 30 Juni 2011, dan tanggal pencatatan HMETD dan waran seri V di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 4 Juli 2011. [cms]

Lonjakan harga pangan dan krisis Yunani bikin bursa China jeblok

Lonjakan harga pangan dan krisis Yunani bikin bursa China jeblok
SHANGHAI. Sudah tiga hari belakangan, mayoritas saham di bursa China melorot. Salah satu penyebabnya yaitu lonjakan harga pangan memicu kecemasan akan inflasi. Selain itu, krisis utang Yunani juga menimbulkan spekulasi kalau perekonomian global akan mengalami perlambatan.

Pada penutupan pukul 15.00 waktu setempat, Shanghai Composite Index turun 22 poin atau 0,8% menjadi 2.849,07. Pada minggu lalu, indeks acuan China ini naik 0,3%, kenaikan pertama dalam empat minggu. Sedangkan CSI 300 Index turun 0,9% menjadi 3.100,46 hari ini.

"Pasar akan terus melanjutkan koreksi ditengah tekanan pengetatan kebijakan serta kurangnya likuiditas. Kemungkinan untuk mengalami reli tahun ini sangat tipis karena kinerja sejumlah perusahaan tidak bisa mempertahankan pertumbuhannya," urai Chen Liqiu, strategist Jianghai Securities Co di Shanghai.

ANTA Tunjuk Trans Lifestyle Beli Saham Publik

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Anta Express and Travel Services Tbk (ANTA)
menunjuk PT Trans Lifestyle sebagai pembeli saham dari pemegang saham
publik sebesar 123.500.000.

Demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (16/5). PT Trans Lifestyle adalah pemegang saham utama perseroan dengan kepemilikan 78,33% dari seluruh saham yang telah dikeluarkan oleh perseroan.

Harga penawaran sebesar Rp300 per saham. Harga ini merupakan harga yang disyaratkan peraturan Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan memperhatikan nilai pasar wajar yang telah dinilai oleh penilai independen yang telah disetujui oleh Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Perseroan.

Perseroan akan mengajukan permohonan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) atas rencana Go Private yang dilaksanakan pada 16 Juni 2011. Apabila rencana go private tidak memperoleh persetujuan dari RUPSLB maka rencana tersebut baru dapat diajukan kembali 12 bulan setelah pelaksanaan RUPSLB.

Pelaksanaan penawaran tender akan dilaksanakan setelah PT Trans Lifestyle telah memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK.Perseroan akan mengajukan permohonan delisting saham perseroan dari BEI setelah pelaksanaan penawaran tender yang dilakukan oleh PT Trans Lifestyle.

Harga saham ANTA terakhir sebesar Rp250 per saham. [cms]

Trans Lifestyle Tender Offer Saham ANTA Rp 300

Jakarta - PT Trans Lifestyle, berniat melakukan penawaran tender (tender offer) saham PT Anta Express Tour & Travel Services Tbk (ANTA) terhadap saham publik di harga Rp 300 per lembar. Jumlah saham publik yang diincar sebanyak 123,5 juta lembar.

Dengan demikian, jumlah dana yang harus disiapkan oleh pemegang saham pengendali ANTA itu sekitar Rp 37,05 miliar. Seperti dikutip dari keterangan tertulis perseroan, Senin (16/5/2011), Trans Lifestyle saat ini menguasai 78,33% dari seluruh jumlah saham yang dikeluarkan perseroan.

Trans Lifestyle akan membayar seluruh biaya transaksi penjualan saham dalam rangka tender offer, dengan demikian pemegang saham dikenakan pajak atas penjualan saham sebesar 0,1% dari transaksi tersebut.

Perseroan akan membawa rencana ini kepada rapat umum pemegang saham (RUPS) untuk diminta persetujuan pada 16 Juni mendatang. Setelah menyampaikan rencana tersebut, ANTA memperkirakan akan mendapatkan pernyataan efektif dari Bapepam di 8 Juli 2010.

Sementara untuk periode penawaran tender akan digelar selama satu bulan, mulai 11 Juli 2011 hingga 12 Agustus 2011. Kemudian dilanjut tanggal pembayaran pada 26 Agutus dan permohonan delisting 26 Agustus 2011.

Saat ini, Anta Tour memiliki lima kantor cabang yang berlokasi di Jakarta, dan satu kantor cabang masing-masing di Cikarang, Bandung, Surabaya, Denpasar dan Makassar.

Skandal Seks Strauss-Kahn Pukul Bursa Eropa

Medium
INILAH.COM, Jakarta - Pasar Eropa terindikasi dibuka pada level rendah karena menimbulkan kekhawatiran akan memperpanjang krisis di Eropa.

Indeks DAX diperkirakan akan lebih baik di London dan dibuka lebih rendah 60 poin terhadap perdagangan euro terhadap dolar sekitar 1,41.

Menteri keuangan zona eropa mengutip Reuters rencananya akan bertemu di Brussels Senin ini untuk membahas bantuan terhadap Portugal, dan apa yang harus dilakukan oleh Yunani.

Pertemuan yang sedianya akan dilakukan dengan Ketua IMF, Dominique Strauss-Kahn ini terpaksa batal, setelah Strauss-Kahn ditangkap pihak Kepolisian New York atas tuduhan pemerkosaan dan pelecehan seksual.

Saat ini Strauss-Kahn tetap dalam tahanan polisi, dan untuk sementara John Lipsky akan bertanggung jawab di IMF untuk menyelesaikan usulan kredit dari Yunani untuk menyelesaikan krisi yang sedang menimpa negara tersebut

Sementara itu, investor juga akan mengawasi saham minyak raksasa BP pada pembukaan setelah Wall Street Journal melaporkan bahwa BP CEO Bob Dudley mengungkapkan kesepakatan $ 30 miliar untuk membeli TNK dari Rusia joint venture.

Kesepakatan ini akan membuka peluang bagi minyak Inggris untuk melengkapi kesepakatan terpisah dengan Rosneft untuk mengembangkan beberapa cadangan minyak terkaya di Rusia. [cms]

Wah, Credit Suisse paling banyak melepas bluechips di sesi I

JAKARTA. Hingga penutupan sesi I, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih memerah. Pada pukul 12.00, indeks kehilangan 39,97 poin.

Sejumlah saham yang berkontribusi besar dalam melemahkan pergerakan indeks antara lain:

- PT Bank Central Asia (BBCA)
Pada sesi I, saham BBCA turun 2,74% menjadi Rp 7.100. Sejumlah broker yang melepas kepemilikannya antara lain: Credit Suisse senilai Rp 17,65 miliar, Bahana Securities senilai Rp 5,13 miliar, dan Citigroup Securities senilai Rp 3,21 miliar.


- PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI)
Pada sesi I, saham BBRI turun 2,40% menjadi Rp 6.100. Sejumlah broker yang melepas kepemilikannya antara lain: Credit Suisse senilai Rp 13,08 miliar, OSK Nusadana senilai Rp 12,04 miliar, dan Macquarie Capital Securities senilai Rp 7,70 miliar.


- PT United Tractors (UNTR)
Pada sesi I, saham UNTR turun 3,56% menjadi Rp 21.650. Sejumlah broker yang melepas kepemilikannya antara lain: CLSA Indonesia senilai Rp 26,54 miliar, Credit Suisse senilai Rp 17,5 miliar, dan JPMorgan senilai Rp 12,72 miliar.

Kesempatan Mendulang Laba dari Surat Utang

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Di akhir pekan ini, sikap pesimistis masih tampak di wajah pelaku pasar modal. Setelah beberapa kali terkoreksi, mereka belum yakin indeks harga saham gabungan (IHSG) akan kembali mengeliat dalam waktu dekat ini.

Tapi, syukurlah, di tengah rasa pesimistis itu muncul berita bagus bagi para pemilik uang. Para analis memprediksi, imbal hasil (yield) surat utang akan meningkat pesat di kuarta II-2011. Ini artinya peluang bagi para investor untuk memindahkan dari saham ke surat utang seperti obligasi atau Surat Utang Negara (SUN).

Kabar baik muncul setelah bank sentral Amerika (The Fed) menghentikan pembelian US Treasury akibat meroketnya laju inflasi. Seperti diketahui, salah satu bagian program stimulus yang diluncurkan pemerintah Amerika adalah pembelian US Treasury sebesar US$ 600 miliar oleh The Fed.

Namun sayang, suhu inflasi langsung memanas kendati The Fed baru mengucurkan dana US$6 miliar. Nah, penghentian program quantitative easing ini diperkirakan akan mengerek yield US Treasury. “Mau tak mau, hal itu akan mendorong yield surat utang nasional,” kata Handi Yunianto, Head Fixed Income PT Mandiri Sekuritas.

Handi menambahkan, krisis Eropa dan kebijakan BI untuk tetap mempertahankan BI rate di level 6,75% juga memberikan angin positif bagi surat utang. Dengan perkembangan yang cukup positif tersebut, Handi berkeyakinan yield obligasi bertenor 2-10 tahun akan berkisar antara 7,7% dan 9,4%.

Namun demikian, ia tetap meminta para pemilik uang untuk tetap berhati-hati. Soalnya, perkiraan yield tadi didasarkan pada asumsi BI rate 7%, inflasi 6,6%, dan nilai tukar Rp8.672 per dolar. Sendainya rupiah kuartal II tetap menguat seperti sekarang, yakni Rp8.560 per dolar, kemungkinan yield bisa lebih tinggi lagi.

Kesempatan terdekat yang bisa diraih para investor untuk mendulang untung adalah penerbitan SUN di kuartal II yang nilainya mencapai Rp41,2 triliun. Para analis, termasuk Handi, yakin hot money masih akan mengalir masuk ke Indonesia. Tentu saja, SUN termasuk yang akan diincar investor asing. [mdr]

Jadwal Penawaran Tender Offer saham BRAU ( PT. Berau Coal Energy Tbk)

Berikut ini kami informasikan Jadwal Penawaran Tender Offer saham BRAU ( PT. Berau Coal Energy Tbk)

No

Kegiatan

Tanggal

1

Masa Penawaran Tender Offer

11 Mei - 03 juni 2011

2

Harga Penawaran per saham

Rp 540,-

3

Jumlah Saham yang dibeli oleh Vallar Investments UK Limited

3,400,000,500 unit saham

4

Tanggal Pembayaran dari Emiten

15 Juni 2011

Cermati Saham Bakrie & Second Liner di Sesi Dua

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Pelemahan indeks di sesi pertama bakal berlanjut hingga penutupan. Namun indeks domestik masih akan bertahan di atas 3.800. Untuk sesi dua, cermati saham-saham yang mengalami koreksi tajam di grup Bakrie dan second liner.

Pada sesi pertama perdagangan Senin (16/5), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 39,970 poin (1,043%) ke level 3.792,050. Begitu juga indeks saham unggulan LQ45 yang turun 7,8 poin (1,14%) ke angka 674,59.

Laju indeks siang ini cukup ramai, didukung oleh volume transaksi yang tercatat mencapai 3,571 miliar lembar saham, senilai Rp1,853 triliun. Sebanyak 62 saham menguat, sedangkan 168 saham melemah dan 79 saham stagnan.

Pelemahan indeks sesi pertama, juga diwarnai aksi jual asing yang mencatatkan transaksi nilai jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp212,5 miliar. Rinciannya, transaksi beli mencapai Rp277,2 miliar sedangkan transaksi jual sebesar Rp 489,7 miliar.

Mayoritas sektor saham mendukung pelemahan indeks. Sektor properti memimpin koreksi 1,80%, disusul perdagangan 1,75%, keuangan 1,63%, pertambangan 1,46%, perkebunan 1,17%, industri dasar 0,85%, konsumsi 0,70%, infrastruktur 0,44% dan manufaktur 0,25%. Hanya sektor aneka industri yang naik 0,85%.

Pengamat pasar modal Willy Sanjaya memperkirakan, pergerakan indeks saham domestik hingga penutupan sore nanti akan melemah terbatas. “Indeks akan mengarah ke level support 3.795 dan resistance 3.855,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Senin (16/5).

Menurutnya, koreksi indeks hari ini salah satunya dipicu oleh hari ‘kejepit’ nasional yang rancu di mana beberapa instansi pemerintahan libur sedangkan instansi lainya tetap buka. Bursa Efek Indonesia (BEI) termasuk yang buka. “Kondisi itu, membuat pelaku pasar juga rancu dalam mengambil posisi saham,” ujarnya.

Kondisi itu, lanjut Willy, bersamaan dengan pelemahan bursa regional yang dipimpin Dow Jones melemah 100,17 poin (0,79%) ke level 12.595,80. Namun demikian, meski melemah, dia yakin indeks akan tutup di atas 3.800. Sebab, sebagian pelaku pasar mengambil cuti panjang sejak Jumat (13/5) yang menyebabkan tipisnya transaksi. “Karena itu, perdagangan hari ini tidak terlalu ramai,” imbuhnya.

Apalagi, imbuhnya, otoritas bursa Indonesia melakukan cuti bersama dengan outbond ke Australia. BEI mengajak semua emiten dan broker untuk outing bersama. “Karena itu, transaksi di pasar semakin sepi sehingga pelemahannya tidak akan tembus 3.800,” tandasnya.

Dalam situasi ini, Willy merekomendasikan positif saham-saham yang mengalami koreksi tajam di grup Bakrie dan beberapa saham lapis dua. Saham-saham pilihannya adalah PT Bakrie and Brothers (BNBR), PT Bumi Resources (BUMI), PT United Tractors (UNTR) dan PT Bakrieland Development (ELTY).

Lalu, PT Polysindo Eka Perkasa (POLY), PT Gajah Tunggal (GJTL), PT Polychem Indonesia (ADMG) dan PT Citra Marga Nusaphala (CMNP). “Saya rekomendasikan buy on weakness saham-saham tersebut,” imbuh Willy. [mdr]

Profit Taking, IHSG Sesi I Ditutup Anjlok 1,04%

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Pada perdagangan sesi I Senin (16/5), IHSG ditutup turun 1,04% ke level 3.792,05.

Pelemahan indeks siang ini mengikuti pelemahan Wall Street dan Asia dipicu kekhawatiran terhadap pelemahan ekonomi global.

Kondisi ini menyebabkan investor asing menepi sementara dari pasar dan melakukan aksi profit taking. Asing tercatat melakukan penjualan sebesar Rp213,2 miliar. Perdagangan mencatatkan volume sebanyak 3,05 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp1,68 triliun.

Indeks LQ45 turun 1,14% ke level 674,59, sedang JII turun 0,97% ke level 523,35.

Dow Jones akhir pekan turun 0,79%, sedang di Asia Shanghai turun 0,28%, Hang Seng turun 1,19%, Nikkei turun 0,57%, STI turun 0,88%, dan Seoul turun 0,75%.

Saham-saham yang turun tajam pagi ini adalah ITMG turun 2,5%, INDS turun 18,44%, UNTR turun 1,56%, PTBA turun 3,03%, HMSP turun 1,6%, INTP turun 1,8%.

Di sesi I, indeks terhempas 1,04%

Di sesi I, indeks terhempas 1,04%
JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 1,04% ke level 3.792,050 pada penutupan sesi I hari ini. Rupanya, sentimen negatif bursa global juga berimbas pada pergerakan saham dalam negeri.

Hari ini, transaksi cenderung tipis dengan volume perdagangan 3,582 milliar dan nilai Rp 1,859 trilliun.

Sembilan sektor mencatatkan koreksi, sementara hanya satu sektor yang menguat, yakni aneka industri dengan penguatan 0,86%. Sektor yang terhempas paling dalam ke zona merah adalah sektor konstruksi yang turun 1,80%, disusul sektor perdagangan yang anjlok 1,75, serta sektor perbankan yang turun 1,63%. Setor perkbunan dan pertambangan juga mencatatkan koreksi diatas 1%.

Saham yang berhasil naik adalah Apac Citra Centertex (MYTX) yang naik 24,18% ke Rp 113 dan FKS Multi Agro (FISH) yang terdongkrak 11,19% ke Rp 1.490. Anggota MSCI indeks yang berhasil naik ke zona hijau hanya Astra International (ASII) dan Semen Gresik (SMGR) yang masih-masing naik tipis 0,85% dan 0,53%.

Saham yang terjun ke zona merah adalah Indospring (INDS) yang melemah 18,45% ke Rp 4.200, Capitalinc Investment (MTFN) yang tergerus 18,18% ke Rp 1.080, dan Sinar Mas Multiartha (SMMA) juga anjlok 8% ke Rp 2.300. Anggota MSCI indeks yang tertekan ke zona merah antara lain United Trator (UNTR) yang terkoreksi 3,56% ke Rp 21.650, dan Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) yang melemah 3,04% ke Rp 20.750.

Sektor Komoditas Pendukung IHSG Terkoreksi 1,04%

Ilustrasi. Foto: AP
JAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) siang ini tampaknya kurang beruntung. Sentimen negatif bursa Asia serta sektor komoditas yang berada di jalur merah ikut melemahkan IHSG kali ini.

IHSG Senin (16/5/2011) sesi pertama perdagangan saham ambles 39,97 poin atau setara 1,04 persen ke posisi 3.792,05. Sementara indeks LQ45 turun 7,81 poin dan Jakarta Islamic Index (JII) ambles 5,13 poin.

Bursa Asia seperti indeks Hang seng ambles 275,83 poin ke posisi 23.000 poin, indeks Nikkei 225 merosot 88,29 poin ke level 9.560,48, serta Straits Times turun 27,60 poin ke posisi 3.136,08.

Seluruh sektor dalam negeri terpantau melemah dalam, di mana penguatan terdalam dipimpin dari sektor pertambangan yang ambles 47,34 poin, sektor perkebunan melemah 26,62 poin, sektor keuangan turun 8,22 poin, serta sektor konsumer merosot 7,91 poin.

Adapun nilai transaksi hingga siang ini sebesar Rp1,68 triliun dengan volume sebanyak 3,05 miliar lembar saham. Di mana 64 saham menguat, 168 saham melemah, dan 79 saham stagnan. Sedangkan transaksi net foreign ditarik sebesar Rp213,2 miliar dengan 147,5 juta lembar saham.

Saham-saham yang menguat di antaranya PT Multi Breeder Adirama Indonesia Tbk (MBAI) naik Rp750 ke Rp21.350, PT Astra International Tbk (ASII) naik Rp500 ke Rp59.000, serta PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) naik Rp300 ke Rp14.000.

Sedangkan saham-saham yang melemah yakni PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) turun Rp1.150 ke Rp44.800, PT Indosprings Tbk (INDS) turun Rp950 ke Rp4.200, PT United Tranctors Tbk (UNTR) turun Rp800 ke Rp21.650, dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) turun Rp650 ke Rp20.750.
(ade)

Jatuh 39 Poin, IHSG Tinggalkan Level 3.800

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh 39 poin dan kembali tinggalkan level 3.800. Maraknya sentimen negatif membuat indeks sulit bergerak ke atas.

Mengawali perdagangan, pagi tadi, IHSG dibuka terkoreksi 19,246 poin (0,50%) ke level 3.812,775. Atas rebound akhir pekan lalu posisi indeks sudah mendekati area overbought sehingga rawan koreksi.

Indeks jatuh semakin lama semakin dalam seiring melemahnya mayoritas indeks sektoral di pasar modal. Bahkan, indeks empat jatuh sampai posisi terendahnya di 3.788,956.

Pada penutupan perdagangan sesi I, Senin (16/5/2011), IHSG jatuh 39,971 poin (1,05%) ke level 3.792,050. Sementara Indeks LQ 45 terkoreksi 7,813 poin (1,14%) ke level 674,585.

Aksi ambil untung banyak terjadi hampir di seluruh saham-saham unggulan di tengah perdagangan yang berjalan sepi. Investor belum bergairah menanamkan modal, apalagi di tengah hari 'kejepit' seperti sekarang.

Hanya sektor aneka industri yang mencoba bertahan di zona hijau dengan penguatan tipis. Sedangkan indeks sektoral lainya jatuh ke teritori negatif dengan rata-rata pelemahan lebih dari 1%.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 59.733 kali pada volume 3,582 miliar lembar saham senilai Rp 1,859 triliun. Sebanyak 62 saham naik, 168 saham turun, dan 79 saham stagnan.

Sentimen negatif datang dari Eropa, salah satunya ditangkapnya Managing Director IMF, Dominique Strauss-Kahn akibat dituduh memperkosa di Hotel New York. Hal ini memicu melemahnya Euro sehingga membuat dolar Amerika Serikat (AS) meninggi.

Secara tak langsung sentimen tersebut membuat harga minyak dunia merosot dan dikhawatirkan berimbas kepada harga-harga komoditas. Hingga siang hari ini investor asing sudah mencatat penjualan bersih. Selain itu, pergerakan IHSG juga ditekan oleh memerahnya bursa-bursa di regional.

Sentimen negatif memburuknya krisis utang Eropa juga masih membayangi laju perkembangan bursa di Asia selain sentimen-sentimen negatif di atas. Bursa Hong Kong dan BEI yang paling banyak terkena koreksi siang ini.

Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang ini:
  • Indeks Komposit Shanghai turun tipis 8,02 poin (0,28%) ke level 2.863,02.
  • Indeks Hang Seng anjlok 275,83 poin (1,19%) ke level 23.000,44.
  • Indeks Nikkei 225 melemah 61,29 poin (0,64%) ke level 9.587,48.
  • Indeks Straits Times turun 27,71 poin (0,88%) ke level 3.135,97.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Multibreeder (MBAI) naik Rp 750 ke Rp 21.350, Astra Internasional (ASII) naik Rp 500 ke Rp 59.000, Adira Finance (ADMF) naik Rp 300 ke Rp 14.000, dan Goodyear (GDYR) naik Rp 300 ke Rp 12.000.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.150 ke Rp 44.800, Indospring (INDS) naik Rp 950 ke Rp 4.200, United Tractor (UNTR) turun Rp 800 ke Rp 21.650, dan Petrosea (PTRO) naik Rp 650 ke Rp 20.750.

Reli terlampau tinggi, saham ENRG mengalami penurunan terbesar lima bulan

R3 250 Take Profit 230
R2 230 Cut Loss 200
R1 210
S1 200
S2 190
S3 180
Recommendation Sell

Disclaimer on.

JAKARTA. Saham PT Energi Mega Persada (ENRG) mengalami penurunan terbesar dalam lima bulan terakhir. Pada pukul 11.53, saham ENRG tercatat anjlok 3,90% menjadi Rp 197. Bahkan sebelumnya saham ENRG sempat terjungkal 4,9% menjadi Rp 195. Ini merupakan penurunan terbesar sejak 30 November lalu.

Menurut Raditya Christian Artono, analis PT Mandiri Sekuritas, penyebab melorotnya saham ENRG akibat reli pada minggu lalu yang mencapai 28% sudah terlampau tinggi.

Penguatan dollar bikin investor ogah menggenggam emas

Penguatan dollar bikin investor ogah menggenggam emas
SINGAPURA. Sudah dua hari belakangan, kontrak harga emas dunia mengalami penurunan. Melorotnya harga emas terjadi setelah Touradji Capital Management LP melepas seluruh sahamnya di SPDR Gold Trust. Sekadar informasi, SPDR Gold Trust merupakan bursa perdagangan emas terbesar dunia. Selain itu, penurunan harga emas juga terkait dengan menguat dollar AS.

Pagi tadi, kontrak harga emas untuk pengantaran cepat di Comex New York turun 0,5% menjadi US$ 1.487,40 per troy ounce. Pada pukul 11.05 waktu Singapura, kontrak yang sama berada di posisi US$ 1.491,30 per troy ounce.

"Penguatan dollar terhadap euro menyebabkan aksi jual terhadap emas. Meski begitu, emas masih menjadi pilihan investor di tengah isu krisis utang Yunani," jelas Mark Pervan, head of commodity research ANZ Banking Group Ltd.

Sekadar informasi, harga emas sudah naik 5% tahun ini setelah melompat 30% di 2010.

Saham BUMI kembali terjungkal dilanda aksi jual

R3 3900 Take Profit 3700
R2 3800 Cut Loss 3500
R1 3700
S1 3500
S2 3400
S3 3300
Recommendation Hold

Disclaimer on.

JAKARTA. Hari ini, pergerakan saham PT Bumi Resources (BUMI) masih melorot. Pada pukul 11.11, saham BUMI tercatat turun 1,45% menjadi Rp 3.475. Penurunan saham produsen batubara ini masih melanjutkan koreksi akhir pekan lalu.

Kepala Riset eTrading Securities Betrand Reynaldi berpendapat, penurunan saham BUMI hanyalah koreksi semata. "Penurunan terjadi setelah saham BUMI mengalami kenaikan yang cukup signifikan," jelasnya.

Data yang dihimpun eTrading menunjukkan, saham BUMI sempat bergerak sideway di posisi Rp 3.300 dari 14 April sampai dengan 28 April. Koreksi ini datang juga karena harga komoditas batubara juga turun. Indeks pertambangan juga mengalami koreksi sebesar 1,5% dua hari belakangan ini.

"Tetapi menurut kami koreksi ini hanya sesaat karena harga rata–rata batubara masih diatas level $120, relative tinggi dibandingkan dengan harga rata–rata batubara tahun lalu," urainya panjang lebar.

ITMG

R3 50000 Take Profit 48000
R2 49000 Cut Loss 46000
R1 48000
S1 46000
S2 45000
S3 44000
Recommendation Hold

Disclaimer on.

ANTM

R3 2400 Take Profit 2300
R2 2300 Cut Loss 2225
R1 2250
S1 2200
S2 2100
S3 2000
Recommendation Hold

Disclaimer on.

TINS

R3 3000 Take Profit 2800
R2 2900 Cut Loss 2650
R1 2800
S1 2700
S2 2600
S3 2500
Recommendation Hold

Disclaimer on.

BORN

R3 1800 Take Profit 1700
R2 1750 Cut Loss 1600
R1 1700
S1 1550
S2 1500
S3 1400
Recommendation Hold

Disclaimer on.

Rupiah ikut melemah tersengat sentimen utang Yunani

Rupiah ikut melemah tersengat sentimen utang Yunani
JAKARTA. Mengikuti pergerakan mata uang Asia, pagi ini, rupiah juga ikut keok. Investor merasa cemas, krisis utang Yunani akan memangkas permintaan aset-aset emerging market.

"Investor merasa cemas dengan situasi di Yunani. Euro melemah dan mengirimkan sentimen negatif kepada mata uang Asia, termasuk rupiah," jelas Gundy Cahyadi, ekonom Oversea-Chinese Banking Corp.

Pada pukul 08.25, rupiah melemah 0,3% menjadi 8.575 per dollar. Kendati begitu, sepanjang tahun ini, mata uang Garuda sudah menguat 4,7% setelah investor asing membeli saham Indonesia senilai US$ 1,9 miliar.

Rencana rights issue membuat harga saham TPIA bergerak liar!

Rencana rights issue membuat harga saham TPIA bergerak liar!
JAKARTA. Saham PT Chandra Asri Petrochemical (TPIA) bergerak volatil pagi ini. Pada pembukaan tadi, saham TPIA mengalami penurunan 8,7% menjadi Rp 4.225. Ini merupakan penurunan paling besar dalam enam bulan terakhir. Namun pada pukul 10.04, saham TPIA kembali naik 2,16% menjadi Rp 4.725.

Liarnya harga saham TPIA terjadi setelah produsen polypropylene itu mengumumkan rencananya untuk menerbitkan saham baru sebanyak 827,9 juta saham.

Adapun kisaran harga saham yang ditetapkan adalah Rp 2.300 hingga Rp 4.350 per saham. Rencananya, dana hasil rights issue tersebut akan digunakan sebagai modal kerja dan ekspansi.

Chandra Asri Rights Issue di Harga Rp2.300-4.350

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) melakukan penawaran umum terbatas dalam rangka penerbitan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) kepada para pemegang saham sebanyak-banyaknya 827.873.032 dengan kisaran harga Rp2.300-Rp4.350 per saham.

Demikian seperti dikutip INILAH.COM dari prospektus singkat yang diterbitkan Senin (16/5). Setiap pemegang saham yang memiliki 100 saham lama memiliki 27 Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) di mana setiap satu HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sebanyak satu saham baru dengan harga pelaksanaan dalam kisaran Rp2.300-Rp4.350 per saham dengan nilai nominal Rp1.000.

PT Barito Pacific Tbk. Apleton Investment Ltd, dan Marigold Resources Pte Ltd sebagai pemegang saham perseroan masing-masing akan menerima 550.338.314 saham HMETD, 189.361.428 saham HMETD, dan 45.727.790 saham HMETD. Apabila saham baru yang ditawarkan dalam penawaran umum terbatas ini tidak seluruhnya diambil oleh pemegang HMETD, yang bertindak sebagai pembeli siaga PT DBS Vickers Securities Indonesia, Deutsche Bank AG, PT Morgan Stanley Asia Indonesia, dan UBS AG.

Rencana penggunaan dana hasil penawaran umum terbatas ini sekitar 90% untuk belanja modal sehubungan dengan rencana debottlenecking dan perluasan fasilitas perseroan, serta sekitar 10% untuk pengeluaran perseroan pada umumnya. Penawaran umum terbatas ini menjadi efektif setelah disetujui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 16 Juni 2011. Laporan hasil RUPSLB akan disampaikan kepada bursa efek pada 17 Juni 2011 dan pencatatan hasil HMETD di bursa efek pada 1 Juli 2011. [cms]

Saham PTBA Bearish, Wait and See!

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Laju saham PTBA, Senin (16/5) diprediksi bearish bahkan hingga dua pekan ke depan. Tapi, pada dasarnya saham ini masih murah sebab dalam 12 bulan ke depan bertenaga ke level Rp30 ribu. Wait and see saja!

Pengamat pasar modal Irwan Ariston Napitupulu mengatakan, potensi bearish (pelemahan) saham PT Tambang Bukit Asam (PTBA) tampak jelas dari sisi teknikalnya. Menurutnya, level bottom-nya sudah tampak tapi potential upside-nya juga signifikan.

Karena itu, saham PTBA patut diwaspadai. Sebab ada kemungkinan saham ini akan mengalami titik balik (reversal) menguat. “PTBA akan bergerak dalam kisasaran support Rp21.000 dan Rp22.450 sebagai level resistance-nya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Minggu (15/5).

Pada perdagangan Jumat (13/5) saham PTBA ditutup Rp100 (0,5%) ke level Rp21.400 dari level sebelumnya Rp21.500. Harga intraday tertingginya mencapai Rp21.500 dan terendah Rp21.300. Volume transaksi mencapai Rp3,8 juta unit saham senilai Rp82,3 miliar dan frekuensi 467 kali.

Untuk saat ini tren pergerakan saham PTBA masih bearish. Apalagi, saham-saham pertambangan secara umum, memang saat ini sedang cooling down dan mungkin baru ada pergerakan pada Rabu (18/5) pekan ini. “Kenaikan sektor batu bara kurang begitu rame. Artinya, kalaupun terjadi penguatan masih dalam laju yang moderat,” ucapnya.

Karena bearish itulah, valuasi PTBA menjadi murah dibandingkan saham-saham batu bara yang lain. Apalagi, dalam 12 bulan ke depan, saham ini bertenaga menuju Rp30.000 per saham. “Target tersebut dengan mempertimbangkan kinerja emiten di kuartal I/2011 yang positif,” ucapnya.

Dia menegaskan, secara fundamental dan prospek kenaikan harga batu bara, saham ini tetap menarik. Sebab, estimasi profit emiten ini tetap akan meningkat. Harga batu bara saat ini berada di level US$118,74 per metrik ton.

Tapi, untuk jangka pendek, saham ini masih bearish atau cooling down. Hanya saja belum bisa dipastikan sampai level berapa. Berdasarkan hitungan teknikalnya, saham PTBA baru akan bergerak dua pekan lagi sehingga tidak cocok untuk trading saat ini. “Sebelum titik baliknya muncul pelaku pasar jangan dulu masuk di saham PTBA,” tandas Irwan.

Dalam situasi ini, dia menyarankan untuk menunggu (wait and see) atas saham batu bara ini. Menurutnya, pelaku pasar baru bisa beli di level support Rp21.000 ke bawah. Sebab, level resistance Rp22.450, masih susah dijangkau. “Kalaupun naik, baru akan dijangkau pekan depan,” ujarnya.

Sementara itu, jika saham ini ternyata naik, baru bisa diakumulasi jika memecahkan level Rp21.700. Sebab, level ini mengonfirmasi penguatan berikutnya. Jika tidak, lebih baik nunggu turun ke bawah Rp21.000. Di harga antara Rp21.000-21.700 justru jangan masuk. “Untuk saat ini, jangan trading di saham ini,” imbuh Irwan. [mdr]

Hari Kejepit, Cermati Saham Berdividen Besar

Headline
INILAH.COM, Jakarta- Bursa saham Indonesia Senin (16/5) diprediksikan cenderung konsolidasi. Namun, investor bisa mencermati saham dengan dividen besar.

Nico Omer Jonckhere, VP Research Valbury Securities mengatakan, konsolidasi atau range trading IHSG diperkirakan masih akan berlanjut hari ini, seiring bursa saham AS dan regional yang mulai berada di bawah tekanan. “Oleh karena itu, IHSG masih akan cenderung bergerak antara 3.750 dan 3.830 selama sepekan ke depan,”ujarnya kepada INILAH.COM.

Kendati demikian, perlu juga dicatat bahwa bursa saham Indonesia relatif lebih kuat dibandingkan bursa regional yang lain. Ini berarti, tetap peluang terbuka IHSG menuju ke 3.900 terlebih dulu dalam dua atau tiga pekan ke depan, sebelum mengalami koreksi yang lebih dalam.

Di tengah situasi ini, Nico menyarankan investor untuk fokus ke saham yang biasanya memberikan dividen yang cukup besar, seperti Indofood Sukses Makmur (INDF), Astra International (ASII), Astra Agrp Lestari (AALI) dan Indocement (INTP). ”Investor bisa mencermati saham-saham ini,” katanya.

Saham lain yang disarankan adalah Citra Marga Nusaphala Persada(CMNP),terutama karena masih relatif murah dan mempunyai beta yang kecil. “Jadi downside-nya terbatas dan potensi kenaikan masih tinggi,” tutupnya.

Sedangkan Satrio Utomo Head of Research PT Universal Broker Indonesia mengaku masih tertarik dengan saham-saham perbankan. “Hal ini didukung sentimen positif dari bertahannya BI Rate kemarin, yang dinilai belum sepenuhnya mendapatkan respon yang pantas dari pasar,” katanya.

Saham lain yang juga menjadi pilihan Tommy adalah sektor CPO dan tambang logam.Kendati demikian, saham batu bara dinilai masih perlu dicermati, apalagi karena pekan lalu mengalami tekanan jual.

Khusus untuk saham grup Bakrie, Tommy menilai, harga saham kelompok ini sudah mulai memasuki target jangka pendek. Dimana Dharma Henwa (DEWA) berada di Rp115-150, dan Energi Mega Persada (ENRG) di Rp200-250.Dalam kondisi seperti ini, ia menyarankan investor mengurangi posisi pembelian spekulatif.“Carilah kesempatan profit taking pada harga yang sebaik-baiknya,” ucapnya.

Pada perdagangan Jumat (13/5), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 23,31 poin (0,6%) ke 3.832,02. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia didukung volume transaksi sebesar 11,315 miliar lembar saham, senilai Rp 5,252 triliun dan frekuensi 150.698 kali.

Sebanyak 149 saham naik, 103 saham turun, dan 85 saham stagnan. Penguatan bursa didukung aksi beli asing yang mencatat nilai transaksi beli barish (net foreign buy) sebesar Rp191 miliar. Rinciannya adalah transaksi beli mencapai Rp1,308 triliun dan transaksi jual sebesar Rp1,117 triliun. [mdr]

Cermati, Saham BHIT Berpotensi Menuju Rp400

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Fund manager asing dikabarkan sedang memburu saham PT Bhakti Investama Tbk (BHIT).

Diisukan, perusahaan investasi besar asal Eropa berniat memiliki saham BHIT. Mendengar berita ini, sejumlah bandar berencana mengkerek saham ini hingga menuju level Rp400.

Pada perdagangan akhir pekan lalu, saham BHIT ditutup naik 4 poin ke level Rp168.

Sekuritas Asing Rekomendasi Beli Saham WINS

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Sekuritas Asing JP Morgan dikabarkan merekomendasikan beli terhadap Saham PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS).

Dengan PER 5 kali, WINS saat ini merupakan perusahaan termurah di dunia. JP Morgan menaikkan target harga WINS menjadi Rp450.

Pada perdagangan Jumat (13/5) saham WINS ditutup naik 15 poin ke level Rp345.

BEI Akan Suspensi Saham POOL Hari Ini

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana mensuspensi atau menghentikan sementara perdagangan saham PT Pool Advista Indonesia Tbk (POOL) pada perdagangan saham Senin (16/5).

Hal itu disampaikan Direktur Pengawasan Uriep Budhi Prasetyo, Senin (16/5). "Hari ini saham POOL akan disuspen. Suspensi ini karena harga saham naik tapi volume kecil. Tunggu saja pengumumannya ini sedang diinvestigasi," tutur Uriep.

Seperti diketahui, saham POOL pernah masuk unusual market activity (UMA) pada perdagangan saham Jumat (13/5). Saham POOL masuk UMA karena telah terjadi peningkatan harga dan aktivitas transaksi saham POOL yang di luar kebiasaan dibandingkan periode sebelumnya. Sehubungan dengan terjadinya UMA atas saham POOL tersebut perlu disampaikan bahwa bursa saat ini sedang mencermati perkembangan harga dan aktivitas transaksi saham POOL. Para investor pun diharapkan untuk memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa dan mencermati kinerja perusahaan tercatat dan keterbukaan informasinya. [cms]

MNCN Ubah Harga EMSOP Menjadi Rp806

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) merevisi harga pelaksanaan EMSOP tahap IV dan V dari Rp895 per saham menjadi Rp806 per saham.

Hal itu disampaikan Sekretaris Perusahaan PT Media Nusantara Citra Tbk Arya Mahendra Sinulingga dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Minggu (15/5). Arya mengatakan, ada pun yang menjadi pertimbangan untuk mengubah harga antara lain apabila harga pelaksanaan EMSOP tidak jauh berbeda dengan harga pasar, maka tujuan pemberian EMSOP menjadi tidak tercapai.

"Pemberian EMSOP dimaksudkan sebagai bentuk penghargaan atas kinerja baik dari manajemen dan karyawan perseroan. Selain itu, perubahan harga pelaksanaan dari Rp895 per saham menjadi Rp806 per saham tidak bertentangan dengan isi SK Direksi BEJ No.Kep-305/BEJ/07-2004 pasal V.2.2."

Seperti diketahui, MNCN mencatatkan laba komprehensif periode berjalan sebesar Rp165,05 miliar per 31 Maret 2011 dibandingkan periode sama sebelumnya Rp103,78 miliar sedangkan pendapatan sebesar Rp1,16 triliun per31 Maret 2011 dibandingkan periode sama sebelumnya Rp1,01 triliun.

Harga saham MNCN ditutup di level Rp860 per saham pada perdagangan Jumat (13/5).

Inilah Pilihan Saham Senin (16/5)

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan menguat pada perdagangan saham Senin (16/5) dengan kisaran 3.820-3.848 didukung sentimen global.

Hal itu disampaikan analis PT Sinarmas Sekuritas Jansen Kustianto, Minggu (15/5)."Pengumuman data inflasi Amerika Serikat dapat memberikan sentimen terhadap indeks. Secara teknikal indeks cenderung menguat pada kisaran 3.820-3.848," ujar Jansen.

Sementara itu, analis senior PT HD Capital Tbk Yuganur Widjanarko mengatakan, bila terjadi koreksi akibat melemahnya Dow Jones dapat digunakan sebagai kesempatan akumulasi untuk antisipasi technical rebound yang akan terjadi setelah libur nanti. Yuganur memprediksikan IHSG berada di kisaran support 3.790-3.770-3.680 dan resistance di kisaran 3.850-3.920-4.000.

Untuk saham-saham yang direkomendasikan, Jansen merekomendasikan untuk memperhatikan saham PT Bank Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Indika Energy Tbk (INDY), dan PT Tambang Bukit Asam Tbk (PTBA). Sedangkan Yuganur merekomendasikan saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Adaro Energy Tbk (ADRO), dan PT Bank Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR). "Saya rekomendasikan buy untuk saham BBRI, ADRO, dan BBJR)," kata Yuganur seperti dikutip dari situs PT HD Capital Tbk.

Pengamat pasar modal Gema Goeyardi menuturkan, IHSG ada kemungkinan menguat ke level 3.878-3.906. IHSG diprediksikan akan mencetak rekor baru pada pekan depan. Gema merekomendasikan, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI), ADRO, PT PP London Sumatra Tbk (LSIP), BBRI, PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), dan PT Bakrieland Development Tbk (ELTY).

Krisis utang Yunani dan pernyataan Obama membuat investor Asia cemas

Krisis utang Yunani dan pernyataan Obama membuat investor Asia cemas
TOKYO. Mayoritas saham di bursa Asia dilanda aksi jual pagi ini. Sejumlah sentimen negatif turut mempengaruhi pergerakan bursa di kawasan regional. Di antaranya, kecemasan akan kian memburuknya krisis utang Yunani dan pernyataan Obama yang mengatakan kalau kegagalan dalam menaikkan plafon utang AS pada awal Agustus mendatang akan mengganggu sistem finansial global.

Asal tahu saja, pada pukul 09.35 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific mengalami penurunan 0,7% menjadi 135,17. Sementara itu, indeks Nikkei 225 Stock Average turun 0,6%, indeks Kospi Korea Selatan turun 0,4%, dan indeks S&P/ASX 200 Australia turun 1,4%.

Sejumlah saham yang pergerakannya mempengaruhi bursa Asia di antaranya: BHP Billiton Ltd yang turun 1,9% di Sydney, Rio Tinto Group turun 1,5% di Sydney, Toyota Motor Corp turun 1,5% di Tokyo, dan Mitsubishi UFJ Financial Group Inc yang turun 0,3% di Tokyo.

"Investor saat ini lebih sensitif dalam mengambil resiko karena cemas akan isu krisis utang Yunani. Investor sepertinya memilih untuk menempatkan dana di obligasi yang lebih aman atau menggenggam dana tunai dibanding di pasar saham," jelas Toshiyuki Kanayama, market analyst Monex Inc di Tokyo.

SMDR alokasikan belanja modal Rp 1,5 triliun

JAKARTA. PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) telah menyiapkan belanja modal alias capital expenditure (capex) sebesar Rp 1,5 triliun tahun ini. Belanja modal tersebut akan digunakan untuk menunjang pengembangan bisnis perusahaan.

Asmari Herry, Direktur Operasional SMDR, menjelaskan capex tersebut akan dialokasikan ke tiap lini bisnis. Besaran alokasi disesuaikan dengan proyeksi kontribusi setiap lini bisnis perusahaan pelayaran ini.

Asmari tidak menyebutkan porsi alokasi capex untuk tiap lini bisnis. Yang jelas, SMDR menargetkan bisnis pengiriman barang kontainer di lingkup regional alias regional container akan memberikan kontribusi sebesar 57% terhadap total pendapatan tahun ini.

Untuk bisnis logistik, SMDR menargetkan lini ini bisa menyumbang pendapatan 12%. SMDR juga menargetkan bisnis agensi dapat memberikan kontribusi terhadap pendapatan sebesar 21% dan bisnis terminal sebesar 11%.

Demi mendukung jasa pengiriman, SMDR akan menambah dua kapal jenis supramax, yakni kapal tanker berukuran 50.000-60.000 deadweight tonnage (DWT). Total investasi pembelian kapal ini mencapai US$ 100 juta. Kapal ini akan digunakan untuk mengangkut komoditas, misal batubara. Kapal tersebut sudah dikirim pada bulan Maret dan April lalu.

SMDR juga berencana mengakuisisi tiga kapal kontainer dengan kapasitas 1.060 twenty foot equivalent units (TEUs). Total nilai akuisisi tiga kapal ini sebesar US$ 40 juta.

Kembangkan pusat logistik

Dengan tambahan kapal-kapal tersebut, armada kapal SMDR menjadi lebih dari 60 unit kapal. "Saat ini SMDR telah memiliki 20 kapal kontainer untuk internasional dan 12 kapal kontainer untuk domestik," kata David Batubara, Wakil Presiden Direktur SMDR, Kamis lalu (12/5).

Perusahaan pelayaran ini juga memiliki kapal bulk dan breakbulk sebanyak lima unit, kapal tanker gas dan liquid 13 unit serta tujuh unit kapal penunjang kegiatan offshore.

SMDR juga akan menggunakan belanja modal untuk pengembangan pusat logistik. Saat ini, Samudera Indonesia mengembangkan pusat logistik, antara lain di Jakarta, Samarinda, Surabaya dan Makassar.

Direktur Keuangan SMDR, Anwarsyah Batubara membeberkan, sekitar 20%-30% sumber pendanaan belanja modal menggunakan kas internal. Untuk memenuhi sisanya, SMDR akan mencari pinjaman perbankan. "Tapi tidak menutup kemungkinan juga untuk opsi penerbitan obligasi atau dari pasar ekuitas," imbuh dia.

Berbagai ekspansi yang disiapkan SMDR bakal berpengaruh positif bagi kinerja keuangannya. Maklum, beberapa rencana ekspansi dapat dilakukan langsung tahun ini.

Karena itulah, SMDR optimistis pendapatannya tahun ini bisa naik 20% dari pencapaian tahun lalu. Di 2010, total pendapatan SMDR sebesar Rp 4,33 triliun. Apalagi, "Pemulihan ekonomi global akan meningkatkan volume pengiriman," kata Masli Mulia, Presiden Direktur SMDR. Sayang, SMDR menolak menyebut target laba bersih tahun ini.

Managing Research Indosurya Asset Management, Reza Priyambada melihat pertumbuhan ekonomi global akan meningkatkan permintaan pengiriman barang. Namun, ia memperkirakan pengaruhnya pada kinerja SMDR tidak akan besar.

Pasalnya, persaingan usaha pelayaran saat ini cukup ketat. "Meski pendapatan SMDR meningkat, jasa pengiriman justru turun," ujar Reza.
Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) juga akan ikut menekan kinerja perusahaan. Reza memperkirakan, biaya BBM setara dengan 40% dari total biaya operasional Samudera Indonesia.

Reza memprediksi pendapatan SMDR cuma tumbuh sekitar 3,39% tahun ini. Tahun lalu pun pendapatan SMDR hanya naik tipis 1,64%.

Butuh dana US$ 730 juta, TPIA gelar rights issue

Butuh dana US$ 730 juta, TPIA gelar rights issue
JAKARTA. PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) bersiap menggelar aksi korporasi untuk membiayai ekspansi usaha. Perusahaan produsen zat kimia ini akan menerbitkan saham baru alias rights issue sebanyak 145 juta saham atau 20% dari total modal disetor.

Aksi ini akan menambah porsi saham publik menjadi minimal 25%. "Kami berharap, ini bisa membuat saham lebih likuid," kata Suryandi, Sekretaris Perusahaan TPIA Pasalnya, tiga pemegang saham terbesar TPIA, yakni PT Barito Pacific Tbk (BRPT), Marigold Resources Pte., Ltd dan Apleton Investment Ltd tidak akan mengeksekusi haknya.

Mereka akan menjual hak tersebut pada PT DBS Vickers Securities Indonesia, Deutsche Bank AG, UBS AG, dan Morgan Stanley Asia (Singapore) Ltd. Keempat institusi ini sekaligus bertindak sebagai pembeli siaga atau standby buyer.

Penawaran saham baru ini akan dimulai pada 1 Juli mendatang. Sekadar informasi, pada Jumat pekan lalu (13/5), harga saham Chandra Asri sebesar Rp 4.625 per saham.

TPIA berencana menggunakan 90% dana hasil rights issue untuk pengembangan usaha. Perusahaan ini akan meningkatkan kapasitas produksi cracker, polietilena, butadiena, butene-1 dan berbagai produk petrokimia.

TPIA akan mulai membangun pabrik butadiena pada bulan depan. Perkiraan investasi sampai US$ 130 juta. Pabrik yang ditargetkan beroperasi 2013 ini berkapasitas produksi hingga 100.000 ton per tahun. "Ini merupakan pabrik butadiena pertama di Indonesia," kata Suryandi.

Langkah ini merupakan upaya Chandra Asri menyambung mata rantai produksi petrokimia dari hulu ke hilir. Butadiena merupakan bahan baku karet sintetis (styrene butadiene rubber).

TPIA juga akan segera meningkatkan kapasitas produksi cracker yang semula 600.000 ton per tahun menjadi 1 juta ton per tahun.

Selain itu Chandra Asri berencana menambah kapasitas produksi polietilena dari 320.000 ton menjadi 536.000 ton per tahun. Suryandi bilang, dana yang disiapkan untuk penambahan kapasitas cracker dan polietilena itu mencapai US$ 600 juta.

Fluktuasi harga minyak masih tinggi

Fluktuasi harga minyak masih tinggi
JAKARTA. Harga minyak mentah kembali rebound. Nilai kontrak harian minyak mentah untuk pengiriman Juni 2011 di bursa New York, Jumat lalu (13/5) naik 0,69% menjadi US$ 99,65 per barel. Meski bergerak fluktuatif, harga komoditas energi ini sudah melompat 2,5% dalam sepekan terakhir.

Selain technical rebound, kenaikan harga minyak dipicu pengumuman beberapa data ekonomi global yang cenderung membaik. Sejumlah negara Uni Eropa mencatatkan pertumbuhan ekonomi memuaskan di kuartal pertama tahun ini. Perekonomian Jerman, misalnya, tumbuh 1,5%. Adapun Perancis mencetak pertumbuhan ekonomi 1%. Tumbuhnya perekonomian mengindikasikan permintaan minyak bisa naik.

Iwan Cahyo, Analis First State Futures, melihat harga minyak mentah masih akan berfluktuasi dan cenderung terkoreksi selama pekan ini. Meski begitu, koreksi itu belum mengubah tren komoditas yang masih menanjak.

Ada beberapa faktor yang bakal mempengaruhi harga minyak selama pekan ini. Misalnya, pengumuman cadangan minyak mentah Amerika Serikat terbaru yang akan dilansir dalam pekan ini. "Banjir di Mississippi akan mempengaruhi persediaan minyak AS," ujar Nizar Hilmy, analis Harumdana Berjangka.

Jika cadangan minyak menyusut, harga komoditas ini berpotensi naik. Sebaliknya, jika data cadangan minyak AS masih banyak, harga minyak juga bisa turun.

Faktor lainnya adalah dollar AS. Jika dollar menguat, harga minyak akan terkoreksi. "Harga minyak di kisaran US$ 93,7-US$ 104,6 per barel," ujar
Nizar memprediksi.

Harga komoditas volatil, pergerakan Aussie melemah

Harga komoditas volatil, pergerakan Aussie melemah
SYDNEY. Dollar Australia kian mendekati level paling rendah dalam tiga minggu terakhir. Keoknya Aussie terkait dengan anjloknya harga komoditas. Seperti yang diketahui, pasar ekspor Australia sangat bergantung dari komoditas. Kondisi itu membuat permintaan atas aset-aset Australia semakin menurun.

"Banyak sekali kecemasan yang berhubungan dengan pergerakan harga komoditas. Pada minggu lalu, pergerakan Aussie sangat volatil dan sepertinya hal itu akan berlanjut pada minggu ini," jelas Derek Mumford, Direktur Rochford Capital.

Pada pukul 09.06 waktu Sydney, dollar Australia ditransaksikan pada level US$ 1,0558 dari sebelumnya US$ 1,0573 di New York pada 13 Mei lalu. Sementara, nilai tukar Aussie atas yen berada di level 85,39 yen dari sebelumnya 85,42 yen.

IHSG diprediksi terimbas global

IHSG diprediksi terimbas global
JAKARTA. Indeks harga saham gabungan (IHSG) diperkirakan lebih banyak tergantung pada pergerakan bursa global pada awal pekan ini. Sedangkan sentimen dari dalam negeri masih minim. "Harga komoditas masih volatil dan bisa menghambat IHSG," kata T. Hendry Andrean, Analis Woori Korindo Securities.

Dia memprediksikan, pola pergerakan IHSG masih konsolidasi pekan ini. Pada perdagangan Senin (16/5) ini, Hendry memproyeksikan support IHSG berada di 3.816 dan resistance 3.847.

Robby Has, Analis Erdhika Elit Sekuritas memproyeksikan, rentang IHSG pada perdagangan hari ini cenderung menguat. IHSG akan bergerak di kisaran 3.350-3.810.

Sedangkan dari sisi indikator Relative Strength Index (RSI), IHSG sudah mendekati overbought atau jenuh beli. Stochastic Oscillator juga mengindikasikan penguatan indeks akan terbatas.

Di pasar uang, pasangan USD/IDR diprediksi masih akan melanjutkan tren penguatan pekan ini. Wiling Bolung, Kepala Market Treasury ANZ Panin memprediksi, selama level 8.590 per dollar AS belum ditembus, rupiah belum akan mengalami koreksi.

Wiling memproyeksikan rupiah pada hari ini masih menguat dalam rentang Rp 8.560-Rp 8.530 per dolar AS. "Secara keseluruhan masih positif. Investor asing masih masuk," imbuhnya.

Pada Jumat pekan lalu (13/5), baik IHSG maupun rupiah ditutup menguat. IHSG naik 0,61% menjadi 3.832,02, sedangkan rupiah menguat 0,22% menjadi Rp 8.546 per dollar AS.

Pesanan saham Jaya Agra saat roadshow membludak

Pesanan saham Jaya Agra saat roadshow membludak
JAKARTA. Hasil positif diraih PT Jaya Agra Wattie dalam penjajakan awal minat investor untuk penawaran saham perdana ke publik (IPO). Selama masa roadshow dan pembentukan buku (bookbuilding), permintaan yang masuk dari para investor cukup membludak.

Bukan cuma membludak, Jaya Agra bahkan mengkalim mengalami kelebihan permintaan. "Oversubscribed saham kami lebih dari dua kali," kata Bambang S. Ibrahim, Direktur Keuangan Jaya Agra Wattie, pada akhir pekan lalu (13/5).

Mardi Sutanto, Direktur Investment Banking PT OSK Nusadana Securities Indonesia, penjamin emisi IPO Jaya Agra, mengamini hal itu. "Tapi kami belum bisa memberitahu harga IPO sampai proses di Bapepam-LK usai," katanya kepada KONTAN, Jumat lalu.

Sekadar mengingatkan, Jaya Agra menawarkan saham perdana di kisaran Rp 480 - Rp 670 per saham. Perusahaan ini berniat menjual 1,132 miliar saham atau setara 30% dari total saham ke publik. Artinya, dari hajatan ini perusahaan perkebunan tersebut bisa meraup dana segar maksimal Rp 760 miliar.

Demi menjaring minat investor, sebelumnya Jaya Agra Wattie telah menggelar roadshow ke tiga kota di luar negeri, yakni Singapura, Kuala Lumpur, dan Hong Kong.

Rencananya, Jaya Agra akan melakukan pendistribusian saham pada 27 Mei nanti. Pencatatan saham ditargetkan tanggal 30 Mei 2011.

Dana hasil IPO nanti bakal dipakai untuk membiayai penanaman karet, kelapa sawit, dan pembangunan pabrik. Jaya Agra juga akan menambah penyertaan modal di anak-anak perusahaan. Suntikan modal itu untuk membiayai penambahan fasilitas di anak-anak usahanya.

Selain itu Jaya Agra akan mengalokasikan 10% dana IPO untuk biaya penambahan lahan baru, modal kerja dan belanja modal. Perusahaan ini menargetkan belanja modal Rp 179 miliar tahun ini.

Belanja modal tersebut dialokasikan untuk penanaman lahan baru seluas 1.000 hektar (ha), pemeliharaan tanaman sawit dan karet, serta pembangunan infrastruktur. "Sumber belanja modal berasal dari kas internal kami. Dari IPO hanya sedikit yang akan dipakai," kata Bambang.

Jaya Agra menargetkan laba bersih tahun ini tumbuh 120%. Tahun lalu laba bersih perusahaan ini mencapai sekitar Rp 80 miliar. Perusahaan ini juga menargetkan pendapatan akan meningkat 80% dari Rp 413 miliar di 2010.

Proyeksi tersebut ditetapkan berdasarkan kenaikan harga karet dan kelapa sawit. Jaya Agra juga yakin produksi kedua komoditas tersebut akan naik tahun ini. "Tahun lalu produksi kelapa sawit 19.000 ton, tahun ini diharapkan bisa 21.600 ton. Kalau karet tahun lalu 8.600 ton, tahun ini ditargetkan bisa mencapai 10.700 ton," jelas Bambang.

Pernyataan Obama mengenai utang AS membuat harga minyak melorot

Pernyataan Obama mengenai utang AS membuat harga minyak melorot
MELBOURNE. Kontrak harga minyak dunia untuk pertama kali dalam tiga hari mengalami penurunan di New York. Melorotnya harga minyak terjadi setelah Presiden Barack Obama mengatakan kegagalan dalam menaikkan plafon utang AS pada awal Agustus mendatang akan menyebabkan guncangan pada sistem finansial global. Hal itu menimbulkan spekulasi kalau permintaan bahan bakar akan mengalami penurunan.

Pagi tadi, kontrak harga minyak untuk pengantaran Juni di New York Mercantile Exchange turun US$ 1,12 menjadi 98,53 per barel. Pada pukul 09.08 waktu Sydney, kontrak yang sama berada di posisi US$ 98,78 sebarel. Pada 13 Mei lalu, harga minyak sempat naik 68 sen menjadi US$ 99,65 per barel, tertinggi sejak 10 Mei lalu. Dalam setahun terakhir, harga minyak sudah melonjak sebesar 41%.

Sementara itu, kontrak harga minyak jenis Brent untuk pengantaran Juni turun 73 sen menjadi US$ 113,10 per barel di ICE Futures Europe exchange di London. Pada 13 Mei lalu, harga minyak Brent naik 85 sen atau 0,8% menjadi US$ 113,83 per barel.

Sekadar informasi saja, dalam sebuah wawancara, Obama mengatakan, perekonomian AS akan mengalami resesi terburuk dari yang pernah dialami sebelumnya jika investor berpikiran kalau utang AS tidak mendapat sokongan. Selain itu, Obama juga mengumumkan untuk mendongkrak produksi minyak domestik di AS.

Kenaikan tarif menjadi tumpuan pendapatan emiten operator tol

Kenaikan tarif menjadi tumpuan pendapatan emiten operator tol
JAKARTA. Peningkatan jumlah kendaraan dan kenaikan tarif tol akan mendongkrak kinerja emiten operator jalan tol pada tahun ini. Namun, potensi pendapatan bisa terancam oleh regulasi baru yang dibuat pemerintah pusat atau pemerintah daerah.

Misalnya, selama Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN di Jakarta, 5 Mei sampai 9 Mei lalu, pemerintah daerah melarang truk besar masuk ke jalan tol dalam kota yang dikelola PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) dan PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) dan dialihkan ke jalan tol lingkar luar yang sebagian dioperasikan oleh Nusantara Infrastructure (META).

Meski KTT sudah berakhir, aturan tersebut masih diberlakukan hingga bulan Juli nanti. Jadi, selama pukul 05.00 sampai 22.00, truk tidak boleh masuk jalan tol dalam kota.

Toh, aturan baru itu belum akan mengganggu kinerja operator jalan tol. Analis Mandiri Sekuritas Maria Renata memperkirakan, pembatasan truk tidak akan mengurangi pendapatan JSMR. "Kontribusi truk terhadap lalu lintas kecil sekali, tidak sampai 5%," kata dia kepada KONTAN, Jumat pekan lalu (13/5).

Memang, tarif tol untuk truk besar jauh lebih mahal. Misalnya, JSMR menetapkan tarif Rp 10.500 - Rp 15.500 untuk truk bergandar tiga sampai lima di tol dalam kota Jakarta. Sedangkan tarif kendaraan golongan I dan II (sedan, jip, pick up, bus, truk kecil) sebesar Rp 6.500 - Rp 8.000. Maria menaksir, potensi kehilangan pendapatan itu tidak besar.

Sedangkan Ramdani, Direktur Utama META, mengaku, belum menghitung pengaruh pembatasan truk terhadap pendapatan perusahaan karena kebijakannya masih baru. META mengoperasikan JORR ruas tol Penjaringan - Kebun Jeruk sepanjang 8,65 km.

Kenaikan tarif

Di sisi lain, Maria memprediksi, prospek pertumbuhan operator jalan tol tahun ini cukup tinggi. Kontribusi terbesar berasal dari peningkatan tarif tol. Misalnya, JSMR, yang berencana menaikkan tarif tol pada bulan September mendatang. "Kenaikannya sebesar 8%-12%," imbuh dia.

Di antara tiga emiten operator jalan tol, Maria merekomendasikan JSMR. Maklum, perusahaan pelat merah ini menguasai 72% pangsa pasar dengan ruas jalan tol sepanjang 531 km.

Kinerja kuartal I 2011 operator jalan tol secara umum positif. Pendapatan tertinggi diraup JSMR sebesar Rp 1,15 triliun, atau naik 13,8% dibandingkan periode sama 2010. Sedangkan laba bersih naik 29,8% jadi Rp 372,62 miliar.

Dalam risetnya, analis Kresna Securities Irwan Budiarto menulis, pertumbuhan pendapatan JSMR didorong oleh pertumbuhan lalu lintas kendaraan dan kenaikan tarif dua ruas jalan tol sejak pertengahan tahun lalu. Dalam setahun, volume trafik naik 11,7%.

Pertumbuhan terjadi di semua ruas, kecuali jalan tol Purbaleunyi. JSMR juga tengah berekspansi di jalan tol ruas Jagorawi, Jakarta-Tangerang, dan Padaleunyi. Ketiga ruas tersebut menyumbang 31,8% ke pendapatan total JSMR di kuartal I 2011.

Maria meramal, pertumbuhan pendapatan dan laba bersih JSMR tahun ini masing-masing 10,67% dan 19,03%.

Sementara CMNP juga mencatat pertumbuhan baik. Pendapatan kuartal I 2011 operator tol ini tumbuh 7,2% menjadi Rp 190,18 miliar. Sedangkan peningkatan laba bersihnya mencapai 42,72%.

Dalam risetnya, Maria menulis, pengembangan usaha CMNP yang paling memungkinkan adalah mengakuisisi proyek jalan tol. "Rasio debt to equity CMNP masih memungkinkan untuk mencari pinjaman," imbuhnya. Rasio utang terhadap ekuitas CMNP sebesar 0,5 kali, lebih rendah dibanding JSMR yang 1 kali.

Maria pun menaikkan perkiraan pendapatan CMNP dari Rp 776 miliar menjadi Rp 803 miliar, akhir tahun nanti.

Sementara itu, pertumbuhan pendapatan META sepanjang kuartal I 2011 mencapai 16,7% menjadi Rp 50,69 miliar. Namun, beban yang membengkak membuat META menderita rugi Rp 11,2 miliar.

Sejumlah agenda berikut diramal bakal mempengaruhi pasar Asia hari ini

Sejumlah agenda berikut diramal bakal mempengaruhi pasar Asia hari ini
TOKYO. Sejumlah event dan data ekonomi berikut kemungkinan akan mempengaruhi transaksi perdagangan obligasi dan mata uang Asia hari ini.

Jepang:

- Chief Cabinet Secretary Yukio Edano akan menggelar konferensi pers pada pukul 11.00 dan 16.00 di Tokyo.

- Kementrian Sekretaris Negara akan merilis data mengenai tingkat pemesanan mesin untuk Maret pada pukul 08.50 waktu Tokyo. Berdasarkan estimasi ekonom yang disurvei Bloomberg, tingkat pemesanan mesin akan turun 10% pada Maret setelah pada Febuari lalu turun 2,3%.

- Tingkat yield untuk obligasi pemerintah dengan tingkat bunga 1,3% yang jatuh tempo Maret 2021 adalah 1,105%.

India:

- Pemerintah India hari ini akan merilis data mengenai indeks harga barang keseluruhan pada April. Sejumlah ekonom yang disurvei Bloomberg memprediksi, pada April, indeks harga barang keseluruhan akan naik 8,40% dibanding bulan sebelumnya yang berada di level 8,98%.

- Tingkat yield untuk obligasi pemerintah dengan tingkat bunga 7,80% yang jatuh tempo April 2021 adalah 8,27%.

Korea Selatan:

- Pemerintah akan menjual obligasi berjangkawaktu 10 tahun hari ini senilai 1,6 triliun won atau US$ 1,5 miliar. Bank sentral juga akan menjual 1 triliun won berjangkawaktu 91 hari dan 500 miliar won berjangkawaktu 182 hari.

- Tingkat yield untuk obligasi pemerintah dengan tingkat bunga 3% yang jatuh tempo Desember 2013 adalah 3,65%.

Filipina:

- Pemerintah akan menjual kombinasi surat utang berjangka waktu 91 hari, 182 hari, dan 364 hari senilai 9 miliar peso hari ini.

- Tingkat yield untuk obligasi pemerintah dengan tingkat bunga 6,25% yang jatuh tempo April 2021 adalah 6,40%.