Jumat, 10 Juni 2011

Cadangan Seng dan Timah Hitam Bumi Resources Minerals Naik 25%

Jakarta - Cadangan seng dan timah hitam PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) di area Anjing Hitam, Lae Jahe, dan Base Camp, yang termasuk dalam konsesi PT Dairi Prima Mineral (DPM) naik 25% dari sebelumnya sebesar 20,1 juta ton menjadi 25,12 juta ton.

"Peningkatan cadangan dan sumber daya dalam tonase dari DPM yang dimiliki 80% oleh BRMS, memberikan penambahan nilai terhadap konsesi seng dan timah hitamnya, dan juga terhadap BRMS secara terkonsolidasi," kata Direktur Utama BRMS Kenneth Farrell dalam keterangan tertulisnya, Jumat (10/6/2011).

Estimasi terakhir terhadap sumber daya mineral dalam ketiga deposit tersebut telah diselesaikan di akhir tahun 2010 oleh konsultan geologi pihak ketiga, CSA Global (Australia) Limited, berdasarkan interpretasi geologis dan model wireframe secara geologis yang diberikan oleh geologis-geologis di DPM.

Estimasi terkini atas total sumber daya (termasuk cadangan) pada ketiga deposit tersebut menunjukan peningkatan sebesar 25% dari sebelumnya sebesar 20,1 juta ton menjadi 25,12 juta ton (10,1% seng, 6% timah hitam).

Pada bulan Februari 2011, Mining Plus Pty. Ltd. menyelesaikan studi penambangan untuk memperbaharui studi kelayakan penambangan bawah tanah yang telah dilakukan pada bulan Juli 2010 oleh Mining Plus dan pada bulan November 2004 oleh AMC Consultants Pty. Ltd.

Hasil estimasi terkini tersebut juga didasari oleh model blok yang disampaikan oleh CSA Global dibulan Oktober 2010 dan menunjukan peningkatan total jumlah cadangan dari sebelumnya sebesar 5,4 juta ton (area Anjing Hitam) menjadi sebesar 11 juta ton yang meliputi area Anjing Hitam dan Lae Jahe (11,5% seng, 6,8% timah hitam).
(ang/dnl)

Stok Malaysia menumpuk, harga CPO tumbang untuk hari kelima

Stok Malaysia menumpuk, harga CPO tumbang untuk hari kelima
KUALA LUMPUR. Harga minyak sawit atau crude palm oil (CPO) tumbang untuk hari kelima. Koreksi harga minyak sawit ini dipicu kekhawatiran stok minyak nabati di Malaysia membengkak, dan persediaan kedelai AS menumpuk karena melambatnya ekspor.

Kontrak CPO untuk pengiriman Agustus di Malaysia Derivatives Exchange turun 0,7% ke RM 3.265 atau setara US$ 1.082 per metrik ton. Kontrak yang sama diperdagangkan di RM 3.297, pada pukul 13.35 WIB.

Stok kelapa sawit Malaysia naik ke level tertinggi dalam enam bulan, pada April lalu, setelah produksi meningkat karena cuaca yang mendukung. Sementara, Malaysian Palm Oil Board baru merilis jumlah stok Malaysia per Mei lalu naik 14,8% dari bulan sebelumnya. Produksi tumbuh 13,7% menjadi sekitar 1,74 juta ton, dan ekspor naik 4,27% menjadi sekitar 1,402 juta ton.

Sebelumnya, pasar independen surveyor Interfek menyebut, ekspor Malaysia naik 22% menjadi 395.041 ton dalam 10 hari pertama Juni, dibanding periode yang sama pada Mei.

Wakil presiden senior futures & options di OSK Investment Bank Bhd. Donny Khor menyebut, sentimen melemah berdasarkan ekspektasi stok minyak sawit menumpuk. "Apalagi CPO tertekan laporan yang kurnag bersahabat pada suplai kedelai," ujarnya.

Persediaan kedelai AS sebelum panen mendatang akan 5,9% lebih besar dari perkiraan Mei. Ini dipicu penurunan ekspor akibat persaingan dengan tanaman dari Amerika Selatan. Departemen Pertanian menyebut, stok akan mencapai 180 juta gantang (4,9 juta ton), pada 31 Agustus, naik dari perkiraan bulan lalu sebanyak 170 juta gantang.

BSDE Kaji Bangun Jalan Tol Ulujami-Balaraja

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) sedang mengkaji terlibat proyek jalan tol Ulujami-Serpong-Balaraja yang berada dekat proyek pengembangan PT BUMI Serpong Damai Tbk.

"Kita masih dalam tahap mengkaji dan diskusi mengenai proses dan skema dengan instansi pemerintah seperti BPJT," ujar Direktur Utama PT Bumi Serpong Damai Tbk, Harry Budi Hartanto di Jakarta, Jumat (10/6).

Lebih lanjut ia mengatakan, perseroan juga telah menunjuk konsultan lokal untuk pengembangan proyek jalan tol. Penunjukan konsultan lokal ini mengingat perseroan belum memiliki pengalaman dalam proyek jalan tol. "Kita minat infrastruktur tapi karena bisnis kita development developer jadi masih dalam pengkajian," kata Harry.

Selain itu, perseroan telah membebaskan lahan sekitar 5.700 hektar dari 6.000 hektar yang telah didapat di Bumi Serpong Damai. Harry menuturkan, pihaknya akan terus aktif untuk mengakuisisi lahan. Saat ini perseroan memiliki sekitar 3.350 hektar lahan. "Kita masih memiliki land bank sekitar 3000 hektar untuk bahan baku pengembangan perseroan dalam 10 tahun hingga 15 tahun ke depan," tambah Harry.

Perseroan menargetkan pendapatan sebesar Rp2,7 triliun dan laba bersih sebesar Rp700 miliar pada 2011. Kontribusi pendapatan akan didapatkan dari penjualan perumahan dan proyek lain. [hid]

Mei, BSDE Realisasikan Capex Rp400 Miliar

Medium
INILAH.COM, Jakarta - PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) telah merealisasikan belanja modal mencapai Rp400 miliar per Mei 2011.

Hal itu disampaikan Direktur PT Bumi Serpong Damai Tbk Lie Jani Harjanto, Jumat (10/6). "Belanja modal yang telah direalisasikan sebesar Rp400 miliar hingga Mei 2011," tutur Lie Jani.

Perseroan menganggarkan belanja modal sebesar Rp2,1 triliun pada 2011. Belanja modal akan digunakan untuk infrastruktur, perumahan, dan komersial. Dana belanja modal akan didapatkan dari internal.

Selain itu, perseroan berencana akan membangun fasilitas mal sebagai pendukung office park seluas 25 hektar. Luas fasilitas mal tersebut sekitar 30 ribu meter. Direktur PT Bumi Serpong Damai Tbk Hermawan Wijaya menuturkan, dana investasi pembangunan mal sebesar Rp200 miliar. Dana itu akan didapatkan dari kas internal. "Mal akan beroperasi tahun depan," kata Hermawan. [hid]

BSDE akan Lunasi Utang Obligasi Rp600 Miliar

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) berencana melunasi utang obligasi yang jatuh tempo pada September 2011 sebesar Rp600 miliar.

"Utang yang jatuh tempo tahun ini Rp600 miliar. Kita sedang mempelajari apakah refinancing atau melunasi saja. Kemungkinan melunasi utang obligasi tersebut," ujar Direktur BSDE, Hermawan Wijaya di Jakarta, Jumat (10/6).

Lebih lanjut ia mengatakan, pelunasan utang obligasi akan berasal dari dana internal. Obligasi tersebut akan jatuh tempo pada September 2011. Kemungkinan penerbitan obligasi pada 2006. Perseroan memiliki utang jatuh tempo obligasi sebesar Rp1 triliun pada 2011.

Selain itu, perseroan memiliki utang bank sebesar Rp129 miliar pada kuartal pertama 2011. "Utang jatuh tempo PT Duta Pertiwi pada 2012 sebesar Rp500 miliar," tambah Hermawan.

Selain itu, perseroan telah mencatatkan penjualan marketing sebesar Rp700 miliar per Mei 2011. "Apabila konsolidasi dengan PT Duta Pertiwi Tbk maka penjualan marketing sebesar Rp1,1 triliun hingga awal Juni," ujar Direktur PT Bumi Serpong Damai Tbk, Lie Jani Harjanto.

Perseroan menargetkan marketing sales sebesar Rp2,4 triliun hingga Rp2,5 triliun pada 2011. Perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp619,83 miliar dan total pendapatan komprehensif tahun berjalan sebesar Rp191,93 miliar per kuartal pertama 2011. Kas perseroan sebesar Rp3,72 triliun pada kuartal pertama 2011. [hid]

BSDE berencana bagi dividen total Rp 105 miliar

BSDE berencana bagi dividen total Rp 105 miliar
JAKARTA. PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) akan membagikan dividen sebesar 26,6% dari laba bersih 2010, atau setara Rp 105 miliar.

"Nilai dividen Rp 6 per saham, dan akan dibagikan pada 22 Juli 2011," ujar Sekretaris Perusahaan BSDE Feniyati Tenggara, usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Jumat (10/6).

Laba bersih BSDE tahun lalu sebesar Rp 394,4 miliar. Setelah dipotong pembagian dividen, sekitar Rp 2 miliar dari laba bersih itu dianggarkan untuk dana cadangan, dan sisanya sebagai saldo laba ditahan.

BSDE tertarik kelola jalan tol di sekitar BSD City

BSDE tertarik kelola jalan tol di sekitar BSD City
JAKARTA. PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) tengah mengkaji untuk masuk ke pengembangan jalan tol di kawasan permukiman BSD City dan sekitarnya.

"Kami punya niat untuk bangun tol yang bisa melintas di BSD City, Ulu Jami, Serpong, dan Balaraja," kata Presiden Direktur BSDE Harry Budi Hartanto, Jumat, (10/6).

BSDE belum menetapkan kapan perseroan akan masuk ke bisnis jalan tol. Yang pasti, lanjutnya, dalam waktu dekat BSDE akan berbicara dengan Badan Penyelenggara Jalan Tol (BPJT).

"Kami juga dibantu konsultan lokal untuk rencana ini. BSDE kan belum pernah masuk ke bisnis jalan tol," kata Harry yang mengaku belum memiliki estimasi nilai investasi untuk membangun jalan tol tersebut.

Sebelumnya, BSDE sempat dikabarkan mengikuti tender tol ruas tol E1 Cilincing-Rorotan. Namun, Harry membantah kabar tersebut. "Kami tidak pernah ada rencana untuk Cilincing," pungkasnya.

Saham China di bursa Hongkong sandang predikat terburuk di dunia

Saham China di bursa Hongkong sandang predikat terburuk di dunia
HONGKONG. Saham-saham China yang ditransaksikan di bursa Hongkong menjadi saham dengan performa paling buruk dunia bulan ini. Pemicunya, adanya kejahatan (fraud) di sejumlah perusahaan menambah kecemasan mengenai perlambatan pertumbuhan ekonomi.

The Hang Seng China Enterprises Index dari 40 perusahaan China sudah mengalami penurunan 6,7% pada bulan ini. Penurunan tersebut merupakan yang terbesar dari 91 indeks acuan global yang dihimpun Bloomberg. Pada penutupan siang ini, indeks yang sama turun 0,6% menjadi 12.395,2.

Asal tahu saja, saat ini pihak regulator dan investor memang tengah mengawasi dengan ketat perusahaan China yang listing di luar negeri. Langkah itu dilakukan setelah adanya pemeriksaan atas kejahatan kepada sejumlah perusahaan seperti Longstop Financial Technologies Ltd, Chaoda Modern Agriculture (Holding) Ltd, dan Sino Forest Corp.

Penurunan saham juga dipicu oleh spekulasi yang mengatakan bahwa bank sentral masih akan tetap menaikkan suku bunga meskipun pemulihan ekonomi global tersendat.

"Skandal yang ada di China mengguncang tingkat kepercayaan investor dan kondisi itu akan berdampak pada harga saham," jelas Lee King Fuei, fund manager Schroeders Plc. Dia menambahkan, penurunan tersebut merupakan refleksi kepanikan investor global akan kondisi yang terjadi di China dan global.

SGRO akan bagi dividen Rp 108 per saham

JAKARTA. PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) akan membagikan dividen tunai senilai Rp 108 per saham, atau total Rp 204,120 miliar, pada 18 Juli 2011.

Perseroan dalam keterbukaan informasi BEI menyebut, jumlah dividen tersebut 45% dari laba bersih perseroan tahun 2010.

Pembagian dividen tersebut merupakan hasil kesepakatan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan, pada 9 Juni 2011. Namun, perseroan belum menyebutkan jadwal cum dividen.

Hingga perdagangan sesi pertama berakhir, saham SGRO ditutup di level Rp 3.400 per saham. Dengan mengacu pada harga tersebut, maka potensi keuntungan dividen (dividen yield) yang bakal diperoleh pemegang saham sekitar 0,032% per saham.

BNBR Alami Rugi Rp281 Miliar pada Q1-2011

INILAH.COM, Jakarta - PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mengalami kerugian konsilidasi sebesar Rp281,41 miliar pada kuartal 1-2011 dari perolehan laba bersih sebesar Rp104,09 miliar pada periode serupa 2010.

Dalam laporan keuangan publikasi perseroan dijelaskan, kerugian kuartal 1-2011 ini dipicu anjloknya laba usaha sebesar 76,67% menjadi hanya Rp55,43 miliar dari Rp237,58 miliar pada kuartal 1-2010. Sementara beban usaha naik menjadi Rp808,29 miliar dari Rp771,81 miliar.

Pendapatan bersih perseroan juga turun tipis menjadi Rp2,824 triliun pada kuartal 1-2011 dari Rp2,825 triliun pada periode yang sama 2010. Laba kurs juga turun dari Rp208,87 miliar menjadi Rp191,37 miliar.

Kewajiban jangka pendek BNBR naik menjadi Rp9,85 triliun pada kuartal 1-2011 dari Rp6,35 triliun pada periode yang sama 2010. sedang ekuitas naik dari Rp13,65 triliun menjadi Rp14,45 triliun.

BRMS Naikkan Cadangan di Dairi Prima Mineral

INILAH.COM, Jakarta - PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menaikkan cadangan dan sumber dayanya dalam tonase yang cukup signifikan untuk deposit-deposit di area Anjing Hitam, Lae Jahe, dan Base Camp, yang termasuk dalam konsesinya di PT Dairi Prima Mineral (DPM).

Dalam rilisnya, Jumat (10/6) disampaikan estimasi terakhir terhadap sumber daya mineral dalam ketiga deposit tersebut telah diselesaikan di akhir tahun 2010 oleh konsultan geologi pihak ketiga, CSA Global (Australia) Limited, berdasarkan interpretasi geologis dan model wireframe secara geologis yang
diberikan oleh geologis-geologis di DPM. Estimasi terkini atas total sumber daya (termasuk cadangan) pada ketiga deposit tersebut menunjukan peningkatan sebesar 25% dari sebelumnya sebesar 20,1 juta ton menjadi 25,12 juta ton (10,1% Zn, 6% Pb).

Pada bulan Februari 2011, Mining Plus Pty. Ltd. menyelesaikan studi penambangan untuk memperbaharui studi kelayakan penambangan
bawah tanah yang telah dilakukan pada bulan Juli 2010 oleh Mining Plus dan pada bulan November 2004 oleh AMC Consultants Pty. Ltd. Hasil estimasi terkini tersebut juga didasari oleh model blok yang disampaikan oleh CSA Global dibulan Oktober 2010 dan menunjukan peningkatan total jumlah cadangan dari sebelumnya sebesar 5,4 juta ton (area Anjing Hitam) menjadi sebesar 11 juta ton yang meliputi area Anjing Hitam dan Lae Jahe (11,5%
Zn, 6,8% Pb).

Kenneth Farrell, Direktur Utama BRMS, mengatakan ini merupakan berita positif, selain kabar baik mengenai dikeluarkannya Peraturan Presiden yang
mendukung penambangan bawah tanah di lokasi utang lindung bulan lalu. Peningkatan cadangan dan sumber daya dalam tonase dari DPM yang dimiliki
80% oleh BRMS, memberikan penambahan nilai terhadap konsesi seng dan timah hitamnya, dan juga terhadap BRMS secara terkonsolidasi. [cms]

BSDE Bagi Dividen Rp104,98 Miliar

INILAH.COM, Jakarta - Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) menyetujui pembagian dividen 2010 sebesar Rp6 per saham dengan total Rp104,98 miliar.

Sisa laba bersih 2010 akan digunakan sebagai dana cadangan sebesar Rp2 miliar dan sisa Rp287,42 miliar untuk laba ditahan sebagai modal kerja perseroan. Sekretaris Perusahaan BSDE Feniyati Tenggara menuturkan, pembagian dividen 2010 akan dibagikan pada 22 Juli 2011 dengan recording date pada 8 Juli 2011.

Perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp2,47 triliun dan laba bersih sebesar Rp394,40 miliar pada 2010.

Dalam RUPST ini juga menyetujui laporan penggunaan dana hasil penawaran umum terbatas sebesar Rp4,96 triliun pada 2010. Ada pun komposisi penggunaan dana hasil penawaran umum terbatas hingga Maret 2011 untuk pembelian dan penyertaan saham sebesar Rp4,36 triliun dan modal kerja sebesar Rp133,84 miliar sedangkan sisa sebesar Rp444,57 miliar. "Sisa hasil penawaran umum terbatas disimpan di bank Permata, BII, BRI dan BTN," ujar Sekretaris Perusahaan BSDE Feniyati Tenggara, Jumat (10/6). [cms]

Pilih Saham di Level Support & Berdividen

INILAH.COM, Jakarta- IHSG diperkirakan bergerak varaiatif pada penutupan. Namun, investor bisa memilih saham yang berada pada level support dan akan memberikan dividen cukup besar.

Pada sesi pertama perdagangan Jumat (10/6), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 5,73 poin (0,15%) ke level 3.800.457. Begitu juga indeks saham unggulan LQ45 yang turun tipis 1,79 poin (0,27%) ke angka 671.594.
Laju indeks siang ini kurang ramai, didukung oleh volume transaksi yang tercatat hanya mencapai 2,255 miliar lembar saham, senilai Rp1,053 triliun dan frekuensi 51.563 kali. Sebanyak 90 saham menguat, sedangkan 111 saham melemah dan 210 saham stagnan.
Pelemahan indeks sesi pertama, justru diwarnai aksi beli asing yang mencatatkan transaksi nilai beli bersih (net foreign buy) sebesar Rp 99,2 miliar. Rinciannya, transaksi beli mencapai Rp465,8 miliar sedangkan transaksi jual sebesar Rp 366,6 miliar.
Mayoritas sektor saham mendukung pelamahan indeks. Sektor aneka industri memimpin koreksi 1,57%, disusul pertambangan 0,49%, perkebunan 0,31%, manufaktur 0,30%, properti 0,15%, dan infrastruktur 0,14%. Hanya tiga sektor yang menguat, perdagangan 0,52%, konsumsi 0,50%, dan keuangan 0,01%. Sedangkan sektor industri dasar ditutup stagnan.
Analis Sekuritas Ekokapital Cece Ridwanullah memperkirakan, pergerakan indeks saham domestik hingga penutupan sore nanti akan variatif (mixed). “Indeks akan bergerak dalam kisaran support 3.781 dan resistance 3.830,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Jumat (10/6).

Peluang variatifnya pergerakan market hingga sore, menurutnya, dipicu oleh pasar Asia yang tidak merespon positif technical rebound pada bursa Dow Jones. “Padahal, Dow mendapat sentiment positif setelah data ekspor AS dilaporkan naik sehingga defisitnya berkurang,” ujarnya.

Karena itu, bursa Hang Seng langsung terpukul 114,51 poin (0,51%) dan berimbas negatif pada bursa Singapura. Kondisi itu, lanjutnya dipicu oleh pertumbuhan ekspor China yang melambat dibandingkan impor. Surplus perdagangan China dirilis di bawah estimasi jadi US$13,1 miliar dari prediksi US$19,3 miliar.

Akibatnya, IHSGpun setelah dibuka dalam posisi positif bergerak variatif. Ini juga bisa dilihat dari saham-saham yang menjadi trigger di market selama ini masih tertekan dan kurang mendukung pergerakan market. Di antaranya, saham PT Astra Internasional (ASII) yang sudah tiga hari terkonsolidasi ke bawah.

Begitu juga dengna PT Telkom (TLKM) dan saham-saham di sektor perbankan. Padahal, Kamis (9/6) Bank Indonesia mempertahankan BI rate di level 6,5%. “Kebijakan BI rate itu, tak berpengaruh sama sekali ke market terutama sektor perbankan. Padahal, PT Bank Negara Indonesia (BBNI) dan PT Bank Mandiri (BMRI) akan membagikan dividen,” ucapnya.

Di menjelaskan, bahwa kondisi itu menandakan investor khawatir. Apalagi, asing pun kemarin dalalm posisi jual sekitar Rp700 miliar. Pasar secara umum masih wait and see apakan nanti malam penguatan di Wall Street masih berlanjut atau tidak. “Untuk sesi dua ini, market menunggu pembukaan bursa Eropa dan perkembangan bursa Asia terutama Hang Seng,” paparnya.

Padahal, jika dilihat dari kenaikan bursa Wall Street, saham-saham di sektor timah dan nikel, mengalami kenaikan. Begitu juga dengan harga minyak mentah dunia yang naik ke atas US$102 per barel. “Tapi, sejauh ini belum ada pergerakan pada saham-saham batu bara,” timpalnya.

Dalam situasi ini, Cece merekomendasikan positif saham-saham yang berada pada level support dan akan memberikan dividen yang cukup besar.

Saham-saham pilihannya adalah PT Tambang Bukit Asam (PTBA)dengan dividen final Rp456 per saham, PT Antam (ANTM) yang pergerakannya sudah lama tak bergeming dan juga akan bagi dividen.

Lalu, PT Adaro Energy (ADRO). Perhatikan juga PT Telkom (TLKM) yang sudah berada pada level support dan akan membagikan dividen senilai Rp300-an. “Saya rekomendasikan, saham-saham tersebut layak dikoleksi di level support. Buy on support,” imbuhnya. [ast]

Ini dia lima bluechips penggerus indeks terbesar di sesi I

JAKARTA. Meski sempat dibuka positif di awal pembukaan, namun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak berhasil mempertahankan posisinya. Pada penutupan pukul 11.30, indeks tercatat kehilangan 5,73 poin.

Aksi jual terhadap sejumlah saham bluechips menjadi pemicu utamanya.

- PT Astra International (ASII)
Saham ASII turun 1,87% menjadi Rp 57.700 di sesi I. Sejumlah broker yang melepas kepemilikannya antara lain: Credit Suisse Securities senilai Rp 20,51 miliar, Deutsche Securities senilai Rp 7,99 miliar, dan Bahana Securities senilai Rp 6,82 miliar.

- PT Bank Mandiri (BMRI)
Saham BMRI turun 0,72% menjadi Rp 6.900 di sesi I. Sejumlah broker yang melepas kepemilikannya antara lain: JPMorgan Securities senilai Rp 19,61 miliar, Credit Suisse Securities senilai Rp 12,55 miliar, dan Macquarie Capital senilai Rp 9,90 miliar.

- PT Adira Dinamika Multi Finance (ADMF)
Saham ADMF turun 7,48% menjadi Rp 13.600 di sesi I. Sejumlah broker yang melepas kepemilikannya antara lain: BNI Securities senilai Rp 262,35 juta, Panin Sekuritas senilai Rp 74,80 juta, dan eTrading Securities senilai Rp 40,78 juta.

- PT Telkom Indonesia (TLKM)
Saham TLKM turun 0,67% menjadi Rp 7.400 di sesi I. Sejumlah broker yang melepas kepemilikannya antara lain: Macquarie Capital senilai Rp 15,82 miliar, CLSA Indonesia senilai Rp 4,17 miliar, dan Merrill Lynch Indonesia senilai Rp 1,38 miliar.

- PT Adaro Energy (ADRO)
Saham ADRO turun 1,02% menjadi Rp 2.425 di sesi I. Sejumlah broker yang melepas kepemilikannya antara lain: OSK Nusadana Securities senilai Rp 3,68 miliar, Mandiri Sekuritas senilai Rp 2,32 miliar, dan Trimegah Securities senilai Rp 1,85 miliar.

Aksi jual di tujuh sektor kembali membuat indeks terpeleset di sesi I

Aksi jual di tujuh sektor kembali membuat indeks terpeleset di sesi I
JAKARTA. Harga sebagian besar saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali terkoreksi. Ini terlihat dari koreksi tipis sebesar 0,15% yang melanda Indeks Harga Saham Gabungan. Alhasil Jakarta Composite Index pun melorot ke level 3.800,457.

Tercatat 93 saham mengalami penurunan harga, berbanding 83 saham yang harganya naik. Sementara yang diam mencapai 106 saham. Secara sektoral, ada tujuh sektor yang menguat dan tiga sektor yang menurun. Aneka industri menjadi yang paling terkoreksi setelah turun 1,58%. Sementara sektor perdagangan menjadi yang paling besar penguatannya usai naik 0,53%.

Transaksi perdagangan hingga siang ini tak terlalu ramai. Ini terlihat dari total nilai transaksi yang hanya Rp 1,305 triliun dan melibatkan 2,25 miliar saham.

Berikut ini posisi lima besar di top losers; Adira Dinamika Multi Finance (ADMF) berada di posisi teratas setelah ambruk 7,48% ke Rp 13.600, Asuransi harta Aman Pratama Tbk (AHAP) turun 6,82% ke Rp 205, Asuransi Dayin Mitra Tbk (ASDM) terkoreksi 6,25% ke Rp 450, Modernland Realty Ltd Tbk (MDLN) melemah 4% ke Ro 240, dan Trikomsel Oke Tbk (TRIO) turun 3,80% ke Rp 760.

Sementara posisi top losers diduduki antara lain oleh Maskapai Reasuransi Ind Tbk (MREI) yang menguat 15,52% ke Rp 670, Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang melesat naik 13,45% ke Rp 16.450, Jakarta Kyoei Steel Works Tbk (JKSW) menguat 10,77% ke Rp 144, Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) naik 6,90% ke Rp 310, dan Asuransi Ramayana Tbk (ASRM) menguat 6,45% ke Rp 2.475.

Data ekonomi melemah, harga emas hitam diramal bakal melorot

Data ekonomi melemah, harga emas hitam diramal bakal melorot
SINGAPURA. Kontrak harga minyak dunia diprediksi bakal mengalami penurunan. Salah satu faktor yang mempengaruhi pergerakan si emas hitam ini adalah sejumlah sinyal kalau pertumbuhan ekonomi AS bakal melambat sehingga dicemaskan akan menurunkan permintaan minyak.

"Perlambatan ekonomi AS akan memberatkan langkah harga minyak minggu depan," jelas John Kilduff, partner Again Capital LLC di New York.

Seperti yang diketahui, sepanjang minggu ini banyak data negatif ekonomi yang berasal dari AS. Misalnya saja, Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan, naiknya angka klaim pengangguran AS sebesar 1.000 menjadi 427.000 pada minggu lalu.

Catatan saja, kontrak harga minyak untuk pengantaran Juli naik US$ 1,86 atau 1,9% menjadi US$ 102,08 per barel sepanjang minggu ini di New York Mercantile Exchange. Harga minyak sudah naik 35% dibanding tahun lalu.

BSD Bagi Dividen Rp 6 per Lembar

Jakarta - PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) membagikan dividen Rp 6 per lembar, atau total sekitar Rp 105 miliar. Pembayaran terlaksana pada 21 Juli 2011.

Demikian disampaikan Corporate Secretary BSDE, Feniyanti Tenggara usai RUPS Tahunan, di Jakarta, Jumat (10/6/2011).

"Dividen tunai Rp 6 per lembar. Ini setara dengan 26,6% dari laba 2010," jelasnya.

Tahun lalu, perseroan mencatat lonjakan laba bersih dari Rp 82 miliar di 2009 menjadi Rp 162 miliar tahun lalu. Pasca akuisisi PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI), PT Sinar Mas Wisesa (SMW), dan PT Sinar Mas Teladan (SMT), pendapatan sewa juga naik 35%, menjadi Rp 86 miliar.

Seperti diketahui, BSDE telah menyelesaikan aksi rights issue Rp 4,9 triliun akhir tahun lalu. Dana digunakan untuk akuisisi 85,3% saham PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI) yang merupakan afiliasi perseroan sebesar Rp 3,472 triliun atau sekitar 87,4% dari rights issue.

Selain itu juga terdapat penyertaan 55% saham PT Sinar Mas Wisesa (SMW) sebesar Rp 387,1 miliar. Kemudian penyertaan 60% saham PT Sinar Mas Teladan (SMT) sebesar Rp 500,9 miliar.

Usai rampungnya akusisi dan penyertaan modal, 80% pendapatan perseroan berasal dari non recurring income berupa penjualan unit di BSD City. Sedangkan sisanya, recurring income atas kawasan perumahan, pusat komersial dan gedung perkantoran serta hotel milik anak usaha, SMW, SMT.

Sisa rights issue, sebesar Rp 444,578 miliar sebagai pengembangan usaha. "Dana masih tersimpan dan belum terpakai," paparnya.

(wep/dnl)

Bursa Asia Negatif Kecuali Nikkei

Gb
Bursa saham Asia masih terpantau negatif hari Jumat ini, penurunan enam hari berturut-turut. Data perdagangan Cina dirilis SURPLUS $ 13.05 Miliar.

Bursa saham Jepang melonjak lebih dari 1 persen, mengambil isyarat dari kenaikan saham Wall Street, meskipun pelaku pasar tetap skeptis. Indeks Nikkei terpantau naik 1.3 persen menjadi 9.588,29 sebentar naik di atas batas 9.600 untuk pertama kalinya dalam lebih dari seminggu. Topix naik 1,1 persen menjadi 822,17.

Saham ;Hitachi , yang membuat produk mulai dari mesin cuci ke reaktor nuklir jatuh 0,4 persen setelah memperkirakan perkiraan laba bersih yang lebih kecil dari 200 miliar yen ($ 2,5 milyar) tahun ini terhadap rekor keuntungan sebesar 238,9 Milyar di tahun yang berakhir pada bulan Maret.

Bursa saham Seoul masih kecil berubah menyusul keputusan bank sentral untuk menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin setelah stabil selama dua bulan terakhir, hal tersebut akan melawan ekspektasi pasar untuk tidak ada perubahan dan meskipun tanda-tanda perlambatan ekonomi dan risiko dari zona euro. Indeks Kospi terpantau negatif 0.26 persen menjadi 2066.08.

Saham Hong Kong jatuh enam sesi berturut-turut, pelaku pasar cemas akan kemungkinan kebijakan pengetatan oleh bank sentral. Indeks Hang Seng terpantau negatif 0.74 persen menjadi 22.441. setelah di pembukaan sempat dibuka datar 0.14 persen.

Saham Cina terkoreksi terkait kekhawatiran perlambatan pertumbuhan domestik dan inflasi yang tinggi melebihi data perdagangan yang menunjukkan dari yang diperkirakan impor lebih kuat. Shanghai Composite terlihat turun 0.2 persen menjadi 2,697.99. (saw).

(qom/qom)

Metropolitan Land Tawarkan Saham Perdana Rp 240 per Lembar

Gb
Jakarta - PT Metropolitan Land Tbk akan melangsungkan penawaran umum saham perdana alias initial public offering (IPO) di harga Rp 240 per lembar. Target raupan dana dari aksi korporasi ini sebesar Rp 454,75 miliar.

Seperti dikutip dari prospektus ringkas perseroan, Jumat (10/6/2011), perseroan akan menerbitkan 1,894 miliar lembar saham baru atau setara dengan 25% dari total saham perseroan dengan nilai nominal Rp 100 per saham.

Dana dari hasil penawaran umum ini akan digunakan untuk berbagai proyek yang akan digarap perseroan dan anak-anak usahanya.

Sebanyak Rp 200 miliar akan digunakan untuk membangun Metropolitan Grand Mall yang terletak tak jauh dari Mal Metropolitan. Saat ini, lahan kosong untuk proyek tersebut telah dikuasai perseroan.

Sebagian lain dari dananya, Rp 22,5 miliar digunakan untuk pembangunan apartemen M-Gold Residence, Rp 50 miliar untuk membangun Hotel Horison Bekasi Ekstension dam Rp 45 miliar untuk penyertaan modal di anak usaha perseroan.

Perseroan mempercayakan aksi korporasi ini kepada PT Danareksa Sekuritas dan PT Nikko Securities Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Perseroan sudah mendapat keputusan efektif pada 9 Juni 2011 kemarin. Masa penawaran akan dilakukan mulai 13 sampai 15 Juni 2011.

Dilanjutkan dengan masa penjatahan pada 16 Juni 2011. Perseroan akan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 20 Juni 2011.
(ang/dnl)

Sesi I Profit Taking Nyaris Gulingkan IHSG Dari Level 3.800

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah tipis 5 poin dan hampir saja tinggalkan level 3.800 akibat aksi profit taking yang dilakukan investor lokal. Hampir seluruh indeks sektoral di bursa saham terkena koreksi.

Mengawali perdagangan akhir pekan pagi tadi, IHSG dibuka menguat 12,244 poin (0,32%) ke level 3.818,431 terkena sentimen positif pulihnya bursa Paman Sam. Posisi IHSG memang sudah oversold terkena tekanan jual dalam beberapa perdagangan lalu.

Sayangnya, sentimen positif bursa global tersebut tak mampu bertahan lama. Setelah naik tinggi hingga ke posisi 3.821,841, IHSG langsung meluncur turun ke teritori negatif.

Pada penutupan perdagangan sesi I, Jumat (10/6/2011), IHSG melemah tipis 5,730 poin (0,16%) ke level 3.800,457. Sementara Indeks LQ 45 turun tipis 1,791 poin (0,27%) ke level 671,594.

Investor masih berhati-hati atas kemungkinan adanya risiko yang berpotensi memberikan tekanan pada stabilitas ekonomi. Meski demikian, dana asing secara perlahan mulai kembali masuk ke pasar modal.

Profit taking terjadi di beberapa saham unggulan berbasis komoditas dan aneka industri. Indeks sektoral yang masih menguat sangat minim, hanya sektor finansial, konsumer dan perdagangan.

Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 51.563 kali pada volume 2,25 miliar lembar saham senilai Rp 1,304 triliun. Sebanyak 90 saham naik, 100 saham turun, dan 111 saham stagnan.

Hanya bursa saham Jepang yang mampu cetak poin, sementara bursa di Asia lainnya terpuruk di zona merah. Salah satu penyebabnya adalah kekhawatiran terhadap lambatnya pertumbuhan ekonomi Asia akibat prediksi tingginya inflasi China yang menutupi positifnya data perdagangan.

Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai turun 5,35 poin (0,20%) ke level 2.697,99.
  • Indeks Hang Seng melemah 155,13 poin (0,69%) ke level 22.454,70.
  • Indeks Nikkei 225 menanjak 89,76 poin (0,95%) ke level 9.556,91.
  • Indeks Straits Times turun tipis 5,46 poin (0,18%) ke level 3.092,11.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Dian Swastatika (DSSA) naik Rp 1.950 ke Rp 16.450, SMART (SMAR) naik Rp 200 ke Rp 21.150, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 200 ke Rp 7.100, dan Asuransi Ramayana (ASRM) naik Rp 150 ke Rp 2.475.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Adira Finance (ADMF) turun Rp 1.100 ke Rp 13.600, Astra Internasional (ASII) turun Rp 1.100 ke Rp 57.700, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 550 ke Rp 46.650, dan Multibreeder (MBAI) turun Rp 500 ke Rp 24.000.

(ang/qom)

Saham BUMI Bisa Capai Target Rp4.000 Akhir Juni

INILAH.COM, Jakarta – Laju saham BUMI hari ini, Jumat (10/6) akan terus naik seiring laporan kinerja kuartal I/2011 yang dirilis sore nanti. Rekomendasi strong buy karena level Rp4.000 bisa dicapai akhir Juni.

Pengamat pasar modal Willy Sanjaya mengatakan, potensi penguatan saham PT Bumi Resources (BUMI) hingga penutupan sore nanti karena mendapat sentiment positif dari laporan keuangan yang akan dirilis sore nanti. Dia menegaskan, kecenderungan penguatan sangat terbuka lebar.

Menurut Willy, berdasarkan rumor yang beredar di market, laporan kinerja saham ini mengalami peningkatan yang signifikan. Sore ini, BUMI bakal mengumumkan laporan keuangannya karena bursa London dibuka sore. Bisa juga Sabtu karena ada kepentingan-kepentingan tertentu setelah emiten ini dual listing. “BUMI akan bergerak dalam kisaran support kuat 3.375 dan resistance Rp3.550,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Jumat (10/6).

Pada perdagangan Jumat (10/6) pukul 09.40, saham BUMI ditransaksikan menguat Rp25 (0,72%) ke level Rp3.475 dari posisi kemarin Rp3.450. Harga intraday tertingginya kemarin di level Rp3.475 dan terendah Rp3.350. Volume transaksi mencapai 201,2 juta unit saham senilai Rp690,1 miliar dan frekuensi 2.904 kali.

Lebih jauh Willy menjelaskan, laporan keungan BUMI saat ini sudah diaudit oleh auditor internasional, PricewaterhouseCoopers (PWC). Ini juga sekaligus sebagai auditor BUMI Inc yang listing di London pada 17 Juni 2011. “Jadi, memang BUMI merupakan saham berkelas internasional sekarang,” timpalnya.

Selain itu, imbuh Willy, pada 27 Juni 2011, BUMI juga mengagendakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). “RUPS kali ini akan membahas laporan keuangan 31 Desember 2010, neraca rugi laba, dan penunjukkan akuntan publik untuk 2011,” paparnya.

Sementara itu, Wiily menggarisbawahi, kenaikan harga minyak ke atas US$102 per barel, sebaiknya diabaikan oleh pasar. “Sebab, yang paling berpengaruh pada laju saham BUMI saat ini adalah laporan keuangannya,” tandasnya.

Untuk itu, Willy merekomendasikan strong buy saham BUMI. Sebab, saham sejuta umat ini bertenaga menuju Rp4.000 akhir Juni ini. “Paling, telat awal Juli sudah bisa dicapai,” imbuhnya. [ast]

Digosipkan diincar oleh perusahaan Jepang, saham KRAS bergerak fluktuatif

Digosipkan diincar oleh perusahaan Jepang, saham KRAS bergerak fluktuatif
JAKARTA. Saham PT Krakatau Steel (KRAS) bergerak fluktuatif pagi ini. Sesaat setelah pembukaan, saham KRAS sempat melaju ke level Rp 1.160 atau naik 1,75%. Namun, tak berapa lama, posisinya tersungkur di zona merah dengan penurunan 0,88% menjadi Rp 1.130. Namun pada pukul 10.54, saham KRAS kembali ke posisi awal di Rp 1.140.

Aksi beli yang melanda saham KRAS terkait kinerja perusahaan di sepanjang 2010 lalu, di mana laba bersihnya mencapai Rp 1,062 triliun. Dari jumlah tersebut, 98% diantaranya akan dibagikan sebagai dividen senilai Rp 1,051 triliun.

Selain itu, di market juga beredar kabar, perusahaan baja terbesar di Jepang ingin membeli 5% saham pemerintah di KRAS melalui tender.

Spekulasi ekonomi AS goyah, dollar AS tertekan terhadap euro dan yen

Spekulasi ekonomi AS goyah, dollar AS tertekan terhadap euro dan yen
TOKYO. Mata uang dollar Amerika Serikat (AS) melemah terhadap euro dan yen, setelah naik paling tinggi, di pekan ini. Dollar melemah terhadap euro seiring adanya spekulasi goyahnya pemulihan ekonomi AS, yang mungkin akan meredam permintaan aset negara paman Sam.

Dollar AS melemah ke 1,4540 per euro pada pukul 9.14 a.m di Tokyo, dari posisi 1,4510 per euro di New York, kemarin. Pada pukul 10.48 WIB, pairing (EUR/USD) di posisi 1,4533 per euro. Sementara, pairing (USD/JPN) menguat di posisi 80,11, dari penutupan kemarin di 80,36.

The Greenback juga anjlok terhadap 11 dari 16 negara mitra dagang utamanya, setelah Wakil Ketua The Federal Reserve Janet Yellen mengatakan housing market atau sektor perumahan akan melalui pemulihan panjang yang cukup berlarut-larut.

"Kami tidak memiliki katalis untuk menarik investor membeli dollar AS," kata Daisaku Ueno, President Gaitame.com Research Institute Ltd di Tokyo. Dia juga mengatakan The Fed mungkin mempertahankan neracanya setelah berakhirnya program Quantitative Easing (QE).

Charoen Pokphand Beli Aset SHS Rp75 Miliar

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) berencana membeli aset tetap milik PT SHS International dan lahan seluas 6.590 m2 di Jawa Timur dengan nilai transaksi mencapai Rp75,46 miliar.

Demikian seperti dikutip INILAH.COM, dari keterangan yang diterbitkan Jumat (10/6). Transaksi afiliasi ini dilakukan untuk memenuhi permintaan produk daging ayam olahan di Sumatra Utara dan sekitarnya serta juga menambah pasokan produk daging ayam olahan di Jawa Timur serta Indonesia bagian Timur. Pertimbangan perseroan melakukan transaksi ini mengingat tren harga komoditas yang terus meningkat mengakibatkan pendapatan per kapita untuk daerah penghasil komoditas seperti Sumatra. Hal ini menjadi salah satu peluang bagi perseroan.

Transaksi afiliasi ini juga dilakukan dengan PT SHS International karena lokasi keberadaan dan aset tetap yang dibeli cukup strategis. Seperti diketahui, saat ini perseroan memiliki fasilitas pengolahan daging ayam di Serang, Salatiga (Jawa Tengah), dan Surabaya (Jawa Timur). [cms]

Rencana relokasi pabrik ke Indonesia hanya dorong saham UNVR naik kurang 1%

Rencana relokasi pabrik ke Indonesia hanya dorong saham UNVR naik kurang 1%
JAKARTA. Rencana Unilever untuk merelokasi pabrik sabun dari Jerman ke Indonesia kurang mendapat sambutan hangat dari investor. Sesaat setelah dibuka, saham PT Unilever Indonesia (UNVR) hanya naik 100 poin ke level Rp 14.800 atau naik 0,68%. Pada pukul 10.27, saham UNVR naik 0,34% menjadi Rp 1.4750.

Data Bloomberg menunjukkan, sejumlah broker yang membeli saham ini adalah UoB Kay Hian Securities senilai Rp 213,88 juta, OSK Nusadana Seurities senilai Rp 147,5 juta, dan eTrading Securities senilai Rp 103,25 juta.

BNI: Rupiah terdongkrak kenaikan suku bunga Korea

BNI: Rupiah terdongkrak kenaikan suku bunga Korea
JAKARTA. Hari ini, rupiah berpotensi bergerak dengan kecenderungan konsolidasi hingga menguat di rentang support Rp 8.495 - Rp 8.500, dan resistance Rp 8.545 - Rp 8.550.

Optimisme investor berpeluang mewarnai pasar dan memicu apresiasi rupiah, di tengah pernyataan Bank Indonesia bahwa penguatan rupiah masih bisa ditoleransi guna menangkal ancaman inflasi barang impor.

Head of Research Treasury Divison PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Nurul Eti Nurbaeti berujar, penguatan mata uang Garuda juga didukung imbas kenaikan suku bunga Bank of Korea (BoK), pagi ini.

BoK kembali menaikkan suku bunganya 25 basis poin menjadi 3.25% untuk mengimbangi inflasi Negeri Ginseng yang naik ke level 4.1% (YoY), akibat kenaikan harga minyak. "Tapi, rapuhnya appetite pelaku pasar di tengah kewaspadaan kondisi ekonomi global membuat pergerakan rupiah jadi terbatas," ujarnya.

Rupiah kemarin ditutup melemah tipis di level Rp 8.521 per dollar AS. Keputusan BI mempertahankan suku bunga di level 6,75% tidak terlalu berdampak pada pergerakan rupiah, karena sudah diantisipasi pasar.

Adapun, hingga perdagangan pukul 10.24 di Jakarta, nilai tukar rupiah menguat tipis ke posisi Rp 8.518 per dollar AS.

Inilah Agenda RUPST dan RUPSLB BUMI

Headline
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) akan melakukan RUPST dan RUPSLB pada 27 Juni 2011 mendatang.

Dalam pengumumannya Jumat (10/9) disampaikan RUPST perseroan hanya membahas persetujuan atas Laporan Pertanggungjawaban Direksi sepanjang 2010. Selain itu, RUPST juga akan membahas persetujuan pengesahan neraca dan perhitungan laba/rugi 2010, serta penggunaan laba 2010.

Sementara RUPSLB mengagendakan persetujuan untuk menjaminkan atau mengagunkan atau membebani dengan hak jaminan kebendaan sebagin besar atau seluruh aset/harta kekayaan perseroan yang dimiliki langsung atau tidak langsung kepada para krediturnya, baik kreditur perseroan maupun anak perusahaan. Namun, tidak terbatas pada gadai atas sebagian atau seluruh saham-saham yang dimiliki dan dikuasai perseroan pada anak perusahaan baik secara langsung atau tidak langsung maupun efek lainnya. Juga akan dimintakan persetujuan atas fidusia atas tagihan-tagihan rekening bank, klaim asuransi, persediaan (inventory), rekening escrow perseroan dan anak usahanya. Selian itu perseroan juga akan meminta persetujuan pemegang saham atas jaminan atau agunan atau hak jaminan kebendaan lainnya atas harta kekayaan lain, baik bergerak maupun tidak bergerak milik perseroan dan anak usaha, yang dilakukan dalam rangka pembiayaan atau perolehan pinjaman dari pihak ketiga yang diberikan kepada atau diterima oleh perseroan maupun anak perusahaan, baik sekarang maupun yang akan ada di kemudian hari.

Kantongi hasil penjualan MIRA, saham MEDC reli hingga 2%

Kantongi hasil penjualan MIRA, saham MEDC reli hingga 2%
JAKARTA. Saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) naik paling tajam lebih dari tiga bulan terakhir.

MEDC reli 2% ke level Rp 2.525 hingga pukul 9.56 di Jakarta. Ini kenaikan terbesarnya sejak 17 Februari.

Saham perusahaan minyak terbesar di tanah air ini, diminati setelah setelah perseroan menerima US$ 35 juta dari penjualan saham PT International Mitra Resources Tbk (MIRA), pada 2008 silam.

Proyeksi laba bersih melonjak, saham PTBA melejit 1,4%

Proyeksi laba bersih melonjak, saham PTBA melejit 1,4%
JAKARTA. Saham PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) reli tajam setelah emiten ini memproyeksikan pertumbuhan laba bersih 100% di tahun ini.

PTBA naik 1,4% ke level Rp 21.250 per saham, hingga pukul 9.35 di Jakarta. Ini kenaikan terbesarnya sejak 26 Mei.

Produsen batubara ini optimis terhadap pertumbuhan kinerja karena naiknya permintaan batubara, dan tingginya harga batubara untuk suplai kontrak lokal.

Rebound, IHSG Jumat (10/6) Dibuka Naik 0,28%

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Pada perdagangan Jumat (10/6), IHSG dibuka menguat 0,28% ke level 3.816,9.

Penguatan indeks pagi ini mengikuti reboundnya saham di bursa asia dan Wall Street yang didukung penguatan data ekspor AS. Selain itu, reboundnya harga komoditas juga mendukung kenaikan saham sumber daya yang ikut menaikkan indeks pagi ini.

Sebanyak 72 saham pagi ini tercatat naik, 17 saham turun, dan 72 saham masih stagnan. Indeks LQ45 naik 0,41% ke level 676,16, sedang JII naik 0,17% ke level 526,5.

Volume perdagangan mencapai 188,73 juta saham dengan nilai transaksi sebesar Rp198,28 miliar. Asing terpantau masih keluar, namun menunjukkan peluang untuk segera masuk kembali ke pasar. Asing pagi ini hanya mencatatkan net foreign sell sebesar Rp6,87 miliar.

Saham-saham yang menguat tajam pagi ini adalah GGRM yang naik 0,88%, PTBA naik 0,95%, UNTR naik 0,86%, BBCA naik 1,42%, INDF naik 1,92%, dan BDMN naik 0,83%.

LPKR Eksekusi Pembelian LMIRTrust

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) telah membeli LMIRTrust melalui Bridgewater, anak usaha perseroan dari Lippo Strategic.

Dalam prospektus perseroan yang dipublikasi JUmat (10/6) dijelaskan LPKR telah membeli sebanyak 197,66 juta unit LMIRTrust. Transaksi tersebut merupakan transaksi afiliasi yang akan menambah aset mal LMIRTrust yang telah dimiliki dan dibangun saat ini senilai US$798 juta atau setara dengan Rp6,8 triliun menjadi US$4 miliar atau setara dengan Rp34 triliun di bawah manajemen perseroan dalam 3-5 tahun mendatang.

Dana untuk membeli LMIRTrust ini diambil dari penjualan saham baru yang dibeli Pacifik Asia Holdings Limited.

Perseroan juga akan menggunakan dana tersebut untuk mengakuisisi asset manager LMIR Trust Management.

LMIRTrust merupakan Lippo-Mapletree Indonesia Retail Trust Management Ltd di Singapura. Sedang Lippo Strategic adalah perusahaan yang didirikan di British Virgin Island.

Minyak Menguat, Saham Batu Bara Terangkat

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Harga minyak mentah kembali melaju dan menembus level US$102 per barel. Saham berbasis sumber daya, seperti batu bara pun akan mendapat sentimen positif.

Pengamat pasar modal Cece Ridwanullah mengatakan, saham sektor batubara hari ini berpeluang mendorong kenaikan IHSG. “Terutama dipicu naiknya harga minyak mentah dunia kembali ke atas level US$100 per barel,” ujarnya kepada INILAH.COM.

Menurutnya, dengan aksi negara-negara produsen minyak OPEC yang mempertahankan kuota produksi , maka harga minyak bisa terus bertahan di atas US$100 per barel, “Kondisi ini pun biasanya diikuti harga batubara,” katanya.

Saham-saham batubara yang belum banyak bergerak bisa menjadi pilihan. Salah satunya TB Bukit Asam (PTBA). Sementara Berau Energy (BRAU) untuk jangka menengah dan panjang masih menarik, karena banyak investor yang menolak lepas BRAU di 500 (harga Tender Offer), “Namun bersedia lepas BRAU jika harga tender offer di level Rp700-an,”ucapnya.

Sedangkan Yuganur Wijanarko dari HD Capital merekomendasikan beberapa saham batubara. Salah satunya Bumi Resources (BUMI). Menurutnya, momentum kenaikan laba untuk sisa akhir 2011 dari deleveraging akibat kurs dan suku bunga kondusif, serta kenaikan permintaan harga batubara (mayoritas kontrak BUMI adalah ke pangsa export) masih dapat mewarnai laju saham ini.“Rekomendasi beli BUMI dengan target harga Rp3.650,”katanya.

Yuga juga menilai Adaro Energy (ADRO) menarik karena menurut perhitungan discounted cashflow (DCF), setiap kenaikan US$5/ton dari harga batubara Newcastle akan berdampak ke peningkatan laba 2011 sekitar 11%. Kondisi ini pun diperkirakan dapat meredam kecewanya pasar akan pelambatan produksi awal tahun ini. “Rekomendasi beli dengan target harga Rp2.625,” ucapnya.

Saham terakhir pilihannya adalah Delta Dunia (DOID), dengan target harga Rp1.220. Ia menilai, proyeksi analis mengenai pembalikan arah dalam pertumbuhan laba, operating margin yang tertinggi di sektor tambang, serta potensi earnings upgrade dari skenario deleveraging, merupakan katalis positif untuk akumulasi pasca koreksi ini. “Investor bisa akumulasi beli emiten ini,” tutupnya.

Reminder Cum Dividen HMSP, GJTL, JASS, LPPF, DVLA,BBNI, BBTN, TBIG 10/06/2011

Hari ini 10 June 2011 adalah Cum Date untuk pelaksanaan kegiatan Corporate Action sebagai berikut :

No. Kode Efek Nama Efek Jenis Kegiatan

1.

HMSP

HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk

Dividen Tunai Rasio Rp 1,110.- per saham

2.

GJTL

GAJAH TUNGGAL Tbk

Dividen Tunai Rasio Rp 12.- per saham

3.

JASS

JASA ANGKASA SEMESTA Tbk

Dividen Tunai Rasio Rp 53.60.- per saham

4.

LPPF

MATAHARI DEPARTMENT STORE Tbk

Dividen Tunai Rasio Rp 32.25.- per saham

5.

DVLA

DARYA - VARIA LABORATORIA Tbk

Dividen Tunai Rasio Rp 30.- per saham

6.

BBNI

BANK NEGARA INDONESIA Tbk

Dividen Tunai Rasio Rp 65.98.- per saham

7.

BBTN

BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) Tbk

Dividen Tunai Rasio Rp 31.19.- per saham

8.

TBIG

TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk

Dividen Tunai Rasio Rp 25.- per saham

DOID Raup Laba Rp164,87 Miliar di Q1-2011

INILAH.COM, Jakarta - PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) hanya mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 8,06% menjadi Rp164,87 miliar pada kuartal 1-2011 dari periode serupa 2010 senilai Rp152,57 miliar.

Dalam laporan publikasi perseroan dijelaskan kenaikan laba bersih ini disebabkan kenaikan laba selisih kurs bersih menjadi Rp181,74 miliar pada kuartal 1-2011 dari Rp128,71 miliar pada periode serupa 2010. Pendapatan bersih juga naik menjadi Rp1,55 triliun dari Rphanya 1,28 triliun.

Namun, perseroan mengalami penurunan laba usaha pada kuartal 1-2011 menjadi hanya Rp175,74 miliar dari periode yang sama 2010 sebesar Rp229,85 miliar.

Sementara kewajiban perseroan pada kuartal 1-2011 naik menjadi Rp7,42 triliun dibanding periosde serupa 2010 sebesar Rp6,18 triliun. Sedang ekuitas perseroan turun menjadi Rp291,47 miliar dari Rp454,82 miliar.

Ekspor AS Membaik, Bursa Asia Rebound

Rebound, Wall Street Kembali Menguat
INILAH.COM, Jakarta - Saham Asia menguat pada Jumat (19/6) pagi, akibat penguatan data ekpor AS, sekaligus menepis kekhawatiran terhadap kejatuhan ekonomi, meskipun ini hanya jangka pendek menunggu data perdagangan China.

Mengutip Reuters, investor akan melihat bagaimana impor China dan jumlah ekspor di tengah pengetatan kredit pemerintah dan pengurangan energi.

CNBC Asia FTSE 100 Index, yang mengukur pasar di seluruh Asia, naik 0,5 persen. Saham Jepang melonjak lebih dari 1 persen, mengambil isyarat dari kenaikan saham Wall Street, walaupun pelaku pasar tetap skeptis akan menerobos resistensi dari rata-rata pergerakan 200 hari. Nikkei naik 1,3 persen menjadi 9.588,29, sempat naik di atas batas 9.600 untuk pertama kalinya dalam lebih dari seminggu. Topix yang lebih luas naik 1,1 persen menjadi 822,17.

Saham Hitachi, yang membuat produk mulai dari mesin cuci ke reaktor nuklir, jatuh 0,4 persen setelah memproyeksikan laba bersih lebih kecil dari yang diperkirakan sebesar 200 miliar yen ($ 2,5 miliar) tahun ini dengan laba 238,9 miliar yen, rekor pada tahun yang berakhir pada bulan Maret.

Saham Seoul sedikit berubah menyusul keputusan bank sentral untuk menaikkan suku bunga 25 poin setelah bertahan selama dua bulan terakhir. Indeks Harga Saham Gabungan Kores (KOSPI) naik 0,3 persen ke 2.076,77.

Saham Australia naik 0,6 persen, dipimpin oleh saham sumber daya dan pemulihan di Wall Street, namun menjelang akhir flat selama berminggu-minggu di tengah kekhawatiran tentang pertumbuhan global.

Sebuah performa yang lebih ketat untuk harga komoditas membantu mendukung para penambang papan atas seperti BHP Billiton, tapi volume masih sangat kecil. BHP naik 0,8 persen dan saingannya Rio Tinto naik 0,6 persen akibat komoditas membaik. S & P / ASX 200 naik 26,5 poin menjadi 4.575,1. Benchmark naik 0,3 persen pada hari Kamis.

Patokan Selandia Baru, NZX 50 indeks naik 0,2 persen menjadi 3.496,4.

Saham Hong Kong yang tenggelam selama 6 hari sebelumnya, terangkat oleh saham energi dan bank.

Benchmark Hang Seng Indeks diperkirakan naik 0,14 persen ke 22.641,62. Di Asia Tenggara, acuan Singapura, Straits Times Index dan Malaysia, KL Komposit masing-masing naik 0,2 dan 0,3 persen.

Harga emas masih diramal bullish!

Harga emas masih diramal bullish!
SEOUL. Kontrak harga emas masih diramal bullish. Dengan demikian, harga emas sudah menanjak selama empat minggu berturut-turut. Kecemasan mengenai krisis utang Eropa dan perlambatan ekonomi AS mendongkrak permintaan emas sebagai investasi alternatif.

Pada pukul 10.18 waktu Seoul, kontrak harga emas untuk pengantaran cepat tak banyak mengalami perubahan di posisi US$ 1.543,88 per troy ounce di Comex New York. Dalam seminggu terakhir, harga emas naik 0,1%. Sementara, kontrak harga emas untuk pengantaran Agustus tak banyak berubah di posisi US$ 1.544,90 per troy ounce.

"Sepertinya tidak ada jalan keluar lain di Eropa. Faktor tersebut akan menyebabkan harga emas masih bullish ke depannya," jelas Bruce Ikemizu, head of commodity trading Standard Bank Plc.

MIRA Jual Apexindo, Kas Medco Bertambah US$ 35 juta

Jakarta - PT Medco Energi Tbk (MEDC) mendapat dana US$ 35 juta sehubungan pembayaran piutang hasil penerbitan Guaranteed Secured Bonds dari Sabre Sustems International Pte. Ltd. (SSI) sebagai bagian dari penjualan saham PT Apexindo Pratama Duta (APEX) milik Mitra International Resources.

Demikian disampaikan Lukman Mahfoedz, Direktur Utama Medco Energy dalam keterbukaan informasi BEI, di Jakarta, Kamis (9/6/2011).

Dana US$ 35 juta didapat perseroan pada 7 juni 2011 dari Northem Edge Investment Ltd (NEIL). Penjualan saham APEX milik MIRA sendiri terjadi pada 9 juni 2008. MIRA menjual 48,72% saham mereka di harga Rp 2.450 per saham. Sehingga nilai transaksi seluruhya mencapai US$ 340,89 juta.

Proses pembayaran menjadi beberapa tahapan, yang salah satunya dari Guaranteed Secured Bonds dari SSI sebesar US$ 68,2 juta. SSI adalah anak usaha MIRA. Surat utang ini jatuh tempai di September 2009 dan dicatat sebagai aset lancar (piutang lain-lain) di neraca konsolidasi 2008.

"Menyusul gagal bayar oleh SSI, dan proses restrukturisasi yang tidak berhasil dan terhenti, perseroan akhirnya menandatangani perjanjian jual beli Guaranteed Secured Bonds dengan NEIL untuk pembayaran kas US$ 35 juta dan transaksi tersebut diselesaikan 7 Juni 2011," kata Lukman.

Pada laporan keuangan tahun buku 2010, perseroan telah melakukan pencadangan atas piutang MIRA. "Sehingga dengan diperolehnya pembayaran atas penjualan piutang dari NEIL tersebut, perseroan akan membukukan pendapatan lain-lain kurang lebih sebesar US$ 1 juta," imbuhnya.

(wep/ang)

MEDC terima US$ 35 juta atas penjualan piutang MIRA

MEDC terima US$ 35 juta atas penjualan piutang MIRA
JAKARTA. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) menerima pembayaran US$ 35 juta dari Northem Edge Investment Ltd (NEIL) atas penjualan piutang PT Mitra International Resources Tbk (MIRA).

"Perjanjian pembayaran tersebut diterima pada 7 Juni 2011," ujar Direktur Utama MEDC Lukman Mahfoedz dalam keterangan pers yang diterima KONTAN , Kamis (9/6).

Pembayaran piutang ini berdasarkan guaranteed secured bonds yang diterbitkan Sabre Systems International Pte Ltd (SSI) terkait sebagian pembayaran dari penjualan saham PT Apexindo Pratama Duta milik MEDC kepada MIRA pada September 2008.

Sekedar mengingatkan, pada 9 Juni 2008 MEDC meneken perjanjian jual beli saham dengan MIRA untuk menjual 48,72% saham MEDC di Apexindo seharga Rp 2.450 per saham. Nilai keseluruhan transaksi mencapai US$ 340,89 juta dan dibayar dalam beberapa bagian.

Sejumlah US$ 272 juta dibayar tunai pada saat transaksi di bulan September 2008. Kemudian, sebanyak US$ 68,2 juta dibayar melalui guaranteed secured bonds terbitan anak usaha MIRA, SSI. Surat utang tersebut jatuh tempo pada September 2009.

Menyusul gagal bayar oleh SSI dan gagalnya proses restrukturisasi, MEDC akhirnya menandatangani perjanjian jual beli guaranteed secured bonds dengan NEIL untuk pembayaran kas sebesar US$ 35 juta.

Merujuk laporan keuangan 2010, MEDC telah melakukan pencadangan atas piutang MIRA. Alhasil, dengan pembayaran dari NEIL, MEDC bakal membukukan pendapatan sekitar US$ 1 juta.

"Walaupun nilai piutang tidak seluruhnya tertagih, namun jumlah kas yang diterima perseroan atas penjualan Apexindo tetap mencerminkan nilai yang paling optimal karena masih merefleksikan harga lebih tinggi dibandingkan harga yang ditawarkan oleh penawar kedua tertinggi pada saat itu," papar Lukman.

Dikabarkan kehilangan proyek, MEDC tumbang ke level terendah lebih dari setahun

Dikabarkan kehilangan proyek, MEDC tumbang ke level terendah lebih dari setahun
JAKARTA. Saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) tumbang ke level terendah lebih dari setahun, setelah dikabarkan kehilangan salah satu proyek pembangkit listriknya.

Hingga penutupan perdagangan sore ini, saham emiten minyak terbesar di tanah air ini jatuh 2,94% ke level Rp 2.475 per saham. Ini level terendahnya sejak 1 Maret 2010.

PT Perusahaan Listrik Negara disebutkan telah memutuskan mengambil alih proyek pembangkit listrik dari konsorsium yang dipimpin oleh MEDC.