Senin, 27 Juni 2011

Indopoly Ekspansi US$ 50 Juta

Purwakarta - PT Indopoly Swakarsa Industri Tbk meningkatkan kapasitas produksi plastik tembus pandang (flexible packaging film) dengan investasi US$ 50 juta. Perluasan pabrik perseroan dilakukan di line produksi terbaru Biaxially Oriented Polyester (BOPET) dan Metalizing Line Purwakarta, Jawa Barat.

"Indopoly menginvestasikan sekitar US$ 50 juta untuk pembangunan production line BOPET dan kedua metalizing line tersebut," kata Presiden Direktur PT Indopoly Swakarsa Industri Tbk Henry Halim dalam peresmian production Line terbaru dari BOPET dan Metalizing Line PT Indopoly di Pabrik Indopoly Purwakarta, Jawa Barat, Senin (27/6/2011).

Dengan adanya penambahan kapasitas produksi jenis plastik tembus pandang tersebut, PT Indopoly menargetkan total penjualan sampai dengan US$ 280 juta per tahun.

Henry menambahkan, Indopoly akan memproduksi 20.000 ton BOPET film per tahun dan menambah total kapasitas produksi flexible packaging film seluruh pabrik Indopoly mejadi 100.000 ton per tahun.

"Production Line BOPET akan memproduksi 20.000 ton BOPET film per tahun, menambah total kapasitas produksi flexible packaging film seluruh pabrik Indopoly menjadi 100.000 ton per tahun," tuturnya.

Henry juga menjelaskan, penambahan ini akan membuat PT Indopoly semakin memperluas pasar mereka di produk kelas atas. Ekspansi ini akan meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas diversifikasi produk-produk kami di segmen atas.

"Penambahan mesin-mesin baru ini akan memperkuat posisi kami di industri flexible packaging film," imbuhnya.

(ade/hen)

Krisis Utang Yunani Berkepanjangan, IHSG Ambles 20 Poin

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan awal pekan dengan jatuh 20 poin terkena imbas pelemahan bursa global akhir pekan lalu akibat krisis utang Yunani yang berkepanjangan.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah ke posisi Rp 8.617 per dolar AS dibandingkan penutupan kemarin di Rp 8.605 per dolar AS.

Pada perdagangan preopening, IHSG langsung jatuh 20,008 poin (0,51%) ke level 3.828,550. Sedangkan Indeks LQ 45 turun 5,178 poin (0,75%) ke level 676,317.

Mengawali perdagangan awal pekan, Senin (27/6/2011), IHSG dibuka terkoreksi 20,051 poin (0,53%) ke level 3.828,507. Indeks LQ 45 ambles 5,230 poin (0,76%) ke level 676,265.

Hingga pukul 9.35 waktu JATS, IHSG jatuh semakin dalam 33,501 poin (0,87%) ke level 3.815,057. Sementara Indeks LQ 45 melemah 7,073 poin (1,04%) ke level 674,422.

Akhir pekan lalu, IHSG bisa kembali menembus level psikologis 3.800. IHSG menguat menyusul membaiknya bursa-bursa regional setelah ada titik cerah dari penanganan krisis Yunani.

Hanya bursa saham China yang masih mampu mencetak poin meski tipis. Kekhawatiran terhadap masalah utang di zona euro itu membuat bursa saham regional tertekan. Bursa saham Jepang turun cukup dalam dipimpin oleh saham finansial, seperti Fanuc Ltd, Softbank dan Fast Retailing.

Berikut situasi bursa-bursa di Asia pagi ini:
  • Indeks Komposit Shanghai naik 8,24 poin (0,30%) ke level 2.754,45.
  • Indeks Hang Seng melemah 223,26 poin (1,01%) ke level 21.948,69.
  • Indeks Nikkei 225 terkoreksi 83,53 poin (0,86%) ke level 9.595,18.
  • Indeks Straits Times turun 24,64 poin (0,80%) ke level 3.042,21.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka melemah ke posisi Rp 8.617 per dolar AS dibandingkan penutupan kemarin di Rp 8.605 per dolar AS.

(ang/qom)

Cermati juga Saham BBTN, UNTR dan UNVR

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Pada perdagangan saham Senin (27/6) saham BBTN, UNTR dan UNVR juga layak untuk menjadi pilihan.

Analis saham independen, Stefanus Mulyadi Handoko menjelaskan saham Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) telah berhasil break out dari resisten area konsolidasi di level 1670 dengan volume yang besar. BBTN berpeluang menguji resisten 1720, yang jika dapat ditembus ke atas akan menuju target terdekat di 1780-1790. Level support 1670,1640 dan level resisten di 1700-1720.

Stochastic bergerak uptrend menuju overbought area. MACD golden cross dalam trend positif berusaha untuk cross up centre line. Volume transaksi naik signifikan diatas rata-rata hariannya. Trading BOW di area level 1630-1670, dengan stop loss level jika break low 1590.

Untuk saham United Tractors masih bergerak naik dalam uptrend channel jangka pendeknya Kenaikan tertahan oleh resisten uptrend channel, dengan candle membetuk pola inverted hammer merah, sehingga berpeluang untuk turun dulu menutup gap bawah di level 23.250-23.350.

Dari Stochastic death cross di over bought area. MACD masih golden cross dalam trend pergerakan yang positif. Voume pada saat koreksi sedikit dibawah VMA 20 hariannya. Trading BOW di area sekitar support uptrend channel 23.000, dengan stoploss jika break low 22.500. Untuk level support di 23.350, 23.000 dan level resisten di 23.900, 24.200. 24.550.

Sementara saham Unilever Indonesia (UNVR) dengan kenaikan tertahan oleh resisten downtrend line (garis warna hitam). Stochastic golden cross di overbought area. MACD golden cross bersiap untuk menembus ke atas centre line Volume naik signifikan.

Saham UNVR berpeluang menguji resisten 15.400, yang jika dapat ditembus keatas dapat menuju target 16.350. Untuk target terdekat menutup gap kecil di level 15.950-16.000. Level support berada di 15.000, 14.900 dan level resisten di 15.400, 15.600 dan 15.800.

Rupiah tertekan ke level terlemah tujuh pekan

Rupiah tertekan ke level terlemah tujuh pekan
JAKARTA. Sentimen krisis utang Yunani menekan rupiah ke level terlemah tujuh pekan. Kekhawatiran Yunani mungkin gagal menyepakati persyaratan untuk mendapat bantuan internasional telah mengurangi minat investor terhadap aset emerging market.

Mata uang Garuda ini diperdagangkan melemah 0,2% ke level Rp 8.620 per dollar AS, higga pukul 9.34 di Jakarta. Sebelumnya, rupiah sempat tertekan di Rp 8.623 per dollar AS, yang merupakan level terendahnya sejak 6 Mei.

Indeks MSCI Asia Pasifik anjlok paling tajam setidaknya dalam sepekan terakhir. Koreksi pasar saham regional terjadi setelah Perdana Menteri Yunani George Papandreou mencari persetujuan dari parlemen terkait pemangkasan anggaran sebelum negara ini menerima bailout berikutnya yang dipimpin Uni Eropa.

Data Kementrian Keuangan menunjukkan, kepemilikan asing di surat utang pemerintah surut 2% menjadi Rp 233,17 triliun dalam empat hari terakhir di pekan lalu.

Head of treasury PT Bank Resona Perdania Lindawati Susanto menyebut, pasar masih volatil karena ketidakpastian di Eropa. "Investor menunggu tindakan yang tegas," ujarnya.

Namun, pada pekan lalu, Direktur Pengelolaan Moneter Bank Indonesia Hendar menyebut, pelemahan rupiah bersifat sementara karena dipicu krisis utang di Eropa dan pemangkasan prospek ekonomi AS.

Adapun, harga obligasi pemerintah bertenor 10 tahun turun, setelah tiga hari sebelumnya menguat. Sementara, Inter-Dealer Market Association menunjukkan, imbal hasil obligasi yang jatuh tempo Juli 2021 naik lima basis poin menjadi 7,54%.

HSBC dan Properti Tekan Bursa Hong Kong

Headline
INILAH.COM, Hong Kong - Bursa Hong Kong jatuh pada Senin (27/6) pagi, karena terbebani HSBC Holdings PLC dan pengembang properti. Hal ini menyusul koreksi di Wall Street di tengah kekhawatiran masalah utang Eropa.

Indeks Hang Seng turun 0,8% menjadi 22.000,50, dan indeks Hang Seng China Enterprises turun 0,5% menjadi 12.379,92. Koreksi kedua indeks ini teredam oleh apresiasi yang terjadi di bursa Shanghai.Indeks komposit Shanghai naik 0,4% menjadi 2.755,81.

HSBC turun 1,5% setelah regulator perbankan internasional sepakat bahwa pemberi pinjaman global besar harus memegang lebih banyak modal. Bahkan perbankan China yang memiliki tingkat modal tinggi, melemah, dengan China Construction Bank Corp terkoreksi.

Saham lain yang melemah antara lain China Overseas Land & Investment Ltd yang turun 1,3%, sementara CNOOC Ltd turun 1,8% karena harga minyak mentah meluncur menuju US$ 90 per barel. [ast]

Ikuti Regional, IHSG Senin Pagi Melemah 0,7%

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Bursa saham Indonesia pada perdagangan Senin (27/6) dibuka turun 30,5 poin atau 0,7% ke 3.818.

Indeks JII turun 4,6 poin ke 525,22, indeks ISSI turun 0,8% ke 122,26 dan indeks LQ45 turun 5,9 poin ke 675,51. Pelemahan indeks dimotori sektor pertambangan yang turun 25,7 poin ke 3.226,65, disusul sektor industri dasar turun 18,3 poin ke 1.099,05.

Sementara saham yang tercatat di Asia mengalami koreksi pada Senin (27/6). Hal ini karena koreksi perusahaan energi seiring turun harga minyak, utang di Eropa dan potensi iklim regulasi yang lebih keras menekan sektor keuangan.

Indeks Nikkei Stock Average turun 0,6%, sedangkan indeks S & P / ASX 200 Australia jatuh 0,9%, dan indeks Kopsi Korea Selatan kehilangan 1,1%.

Sedangkan pada perdagangan akhir pekan lalu, IHSG ditutup naik 24,908 poin (0,65%) ke level 3.848,558. Untuk total transaksi senilai Rp 3,666 triliun, foreign mencatatkan net buy Rp406 miliar. Rupiah ditutup melemah tipis di Rp8.605/US$.

Sementara itu, Dow Jones ditutup turun 115,42 poin (0,96%) ke level 11.934,58. S&P 500 turun 15,05 poin (1,17%) ke level 1.268,45 dan Nasdaq turun 33,86 poin (1,26%) ke level 2.652,89. Bursa Wall Street kembali jatuh untuk hari ketiganya. Ini akibat kekhawatiran investor terhadap pemerintah Yunani yang menghadapi tekanan dari dalam negeri.

Saham yang melemah seperti saham ASII turun Rp950 ke Rp60.950, ITMG turun Rp300 ke Rp44.600, PTBA turun Rp200 ke Rp20.450, AMFG turun Rp150 ke Rp7.200, DSSA turun Rp150 ke Rp16.000, EXCL turun Rp150 ke Rp5.850, BTPN turun Rp125 ke Rp3.025, BBNI turun Rp100 ke Rp3.700, BBRI turun Rp100 ke Rp6.350.

Sedangkan saham yang menguat antara lain saham INDR naik Rp125 ke Rp3.975, JPFA naik Rp75 ke Rp4.950, MAPI naik Rp25 ke Rp3.975.

Hindari Saham-saham Batu Bara!

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Laju saham-saham batu bara pekan ini, diprediksi bakal rontok seiring peluang koreksi lanjutan harga minyak ke level US$86 per barel. Untuk trading, lebih baik hindari saham-saham di sektor ini.

Pengamat pasar modal Irwan Ariston Napitupulu mengatakan, saham-saham batu bara sedang bermasalah saat ini karena koreksi harga minyak mendekati US$90-an per barel. Sebab, pergerakan harga batu bara sangat terkait erat dengan harga minyak. Jika harga minyak turun, saham-saham batu bara pun cenderung turun.

Koreksi harga minyak dipicu oleh kebijakan International Energy Agency (IEA) yang melepaskan 60 juta barel cadangan minyaknya ke pasar. Akibatnya, harga minyak turun drastis dari level US$95-an per barel ke level US$90 per barel. “Harga minyak pekan ini, berpeluang turun ke bawah US$90 per barel,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Minggu (26/6).

Pasalnya, lanjut Irwan, secara teknikal terlihat gap di level US$86-88 per barel. Karena itu, pekan ini, harga minyak berpeluang melemah ke level-level tersebut. Semua saham batu bara pun bakal mengalami tekanan jual. “Saham-saham batu bara pekan ini, cenderung melemah tajam bersamaan,” paparnya.

Dia menyebutkan saham PT Bumi Resources (BUMI), PT Adaro Energy (ADRO), PT Indika Energy (INDY), PT Indo Tambang Raya (ITMG), PT Harum Energy Indonesia (HRUM), PT United Tractors (UNTR), dan PT Tambang Bukit Asam (PTBA). “Saham mana yang paling besar potensi koreksinya sangat tergantung pada mana yang paling kuat demand-nya. Hal ini bisa dilihat pada saat market dibuka,” tandasnya.

Dia mencontohkan saham BUMI, yang berpeluang melemah ke bawah level Rp3.000 dengan tutup di kisaran level gap-nya Rp2.800. Level tersebut bisa dicapai dalam satu atau dua pekan. Cepat atau lambat saham BUMI akan melemah ke level tersebut. “Tapi, untuk pekan ini, peluang koreksi saham sejuta umat ini masih terbatas di level Rp3.000,” imbuhnya.

Pada perdagangan Jumat (24/6) saham BUMI ditutup melemah Rp75 (2,34%) ke level Rp3.125 dari posisi sebelumnya Rp3.200. Harga intraday tertingginya mencapi Rp3.175 dan terendah Rp3.100. Volume transaksi mencapai 67,3 juta unit saham senilai Rp210,7 miliar dan frekuensi 2.649 kali.

Sementara itu, lanjutnya, untuk resistance berada di level Rp3.500. Tapi, tetap saja tekanan jual jauh lebih besar daripada tekanan beli. Apalagi, kondisi market secara umum sedang bearish, karena fokus investor ke harga minyak setelah IEA melepaskan 60 juta barel cadangan minyaknya itu.

Di sisi lain, Gubernur Bank Sentral AS The Fed Ben Bernanke merevisi turun prediksi Produk Domestik Bruto (PDB) AS dari level 3,1%-3,3% ke level 2,7%-2,9% untuk 2011. Karena itu, untuk pekan ini, dia menyarankan lebih baik menghindari saham-saham batu bara.

Dia menegaskan tidak merekomendasikan saham batu bara. Saham-saham batu bara sangat berkorelasi positif dengan harga minyak. “Untuk trading, semua saham batu bara lebih baik dihindari. Untuk jangka pendek, potensi turunnya lebih besar daripada potensi penguatannya,” tandasnya.

Tapi, lanjut Irwan, bagi investor jangka panjang sudah lain cerita. Dalam situasi ini, bahkan lebih baik jangan memegang saham karena market dalam situasi bearish. “Jangan melawan market kecuali, saham-saham berfundamental positif dan secara valuasi masih murah, boleh dipegang dan hold,” imbuhnya. [mdr]

Indeks terseret arus penurunan bursa Asia

Indeks terseret arus penurunan bursa Asia
JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini terimbas penurunan bursa AS dan Asia. Pada pukul 09.38, indeks tercatat melorot 0,79% menjadi 3.818,12.

Mayoritas sektor memerah. Penurunan terbesar dialami sektor industri lain-lain dan sektor keuangan dengan penurunan masing-masing sebesar 1,29% dan 1,05%. Sementara, hanya ada satu sektor yang menghijau, yakni sektor perdagangan dengan kenaikan sebesar 0,14%.

Saham-saham top losers diantaranya: PT Sekawan Inti Pratama (SIAP) turun 11% menjadi Rp 81, PT Skybee (SKYB) turun 8% menjadi Rp 600, dan PT Energi Mega Persada (ENRG) turun 5% menjadi Rp 200.

Sedangkan saham-saham top gainers antara lain: PT Bank Victoria Internasional (BVIC) naik 4% menjadi Rp 163, PT Panin Insurance (PNIN) naik 4% menjadi Rp 580, dan PT Bank Mega (MEGA) naik 3% menjadi Rp 3.500.

BRNA akan mencairkan seluruh sisa fasilitas utang

BRNA akan mencairkan seluruh sisa fasilitas utang
JAKARTA. PT Berlina Tbk (BRNA) berencana mencairkan fasilitas pinjaman yang tersisa tahun ini. Lioe Cu Ling, Direktur BRNA, menjelaskan emiten itu masih mengantongi fasilitas pinjaman dengan nilai sekitar Rp 115 miliar.

Sebelumnya, BRNA memperoleh fasilitas pinjaman total US$ 28 juta dari beberapa institusi keuangan. dari Bank Mandiri sekitar US$ 19 juta, atau setara Rp 161,50 miliar.

Dari jumlah tersebut, BRNA sudah mencairkan sekitar Rp 85 miliar untuk refinancing utang ke CIMB Niaga. Selain itu, produsen kemasan plastik ini mempergunakan pinjaman tersebut untuk keperluan operasional. "Saat ini masih ada Rp 35 miliar yang belum diambil," tutur Lioe akhir pekan lalu (24/6).

BRNA juga memiliki fasilitas pinjaman dari Bank HSBC senilai US$ 6 juta atau sekitar Rp 51 miliar. Perusahaan ini juga mendapat fasilitas pinjaman dari beberapa perusahaan leasing.

Lioe tidak mengungkapkan secara detil berapa dana yang akan dicairkan tahun ini. Namun yang jelas, pencairan dana tersebut akan mengikuti kebutuhan belanja modal alias capital expenditure (capex) di 2011. Emiten BEI ini juga akan menggunakan fasilitas pinjaman untuk menutupi kebutuhan modal kerjanya di 2011.

Tahun ini BRNA menganggarkan belanja modal Rp 120 miliar. Sekitar 45% kebutuhan dana untuk capex tersebut akan dipenuhi dari pinjaman bank. Sementara sekitar 15%-20% akan dipenuhi dari kas internal. Sisanya akan dipenuhi dari leasing. "Pembelian mesin-mesin kita banyak dari leasing," kata Lioe.

BRNA akan menggunakan capex untuk meningkatkan kapasitas produksi perseroan. Selain itu, capex juga digunakan untuk pembangunan pabrik di China.


Indosurya: Indeks bisa tersengat penurunan bursa AS

Indosurya: Indeks bisa tersengat penurunan bursa AS
JAKARTA. Dalam hasil riset harian yang dirilis hari ini, Indosurya Asset Management memprediksi, IHSG akan berada pada level support 3.803-3.826 dan resistance 3.863-3.877.

Disebutkan pula, candle IHSG membentuk candle spinning tops di posisi atas dimana sebelumnya membentuk hammer dengan body yang lebih tipis. "Secara teknikal, pola ini memperlihatkan pergerakan IHSG mulai terbatas meskipun masih terdapat peluang kenaikan. Upper bollinger band mulai tersentuh. MACD masih naik setelah membentuk golden cross dengan histogram positif yang memajang," urai Reza Priyambada, Managing Research Indosurya Asset Management.

Dia menambahkan, RSI, William's %R, dan Stochastic mulai menyentuh area overbought . Meski dimungkinkan untuk kembali menguat namun, bersifat terbatas. IHSG kemungkinan bisa melemah seiring pelemahan bursa saham AS. Investor sebaiknya cermati rilis data dari Asia dengan harapan bisa menutupi imbas negatif tersebut.

Rugi SULI di kuartal satu 2011 membengkak

JAKARTA. Kinerja keuangan PT Sumalindo Lestari Jaya Tbk (SULI) di kuartal satu 2011 merosot. Mengutip keterbukaan informasi SULI, selama tiga bulan pertama 2011, pendapatan usaha hanya Rp 95,7 miliar. Bandingkan dengan pendapatan usaha di kuartal satu 2010 yang mencapai Rp 140,7 miliar. Alhasil rugi bersih SULI membengkak dari Rp 10,86 miliar di kuartal satu 2010 menjadi Rp 48,06 miliar.

Penurunan kinerja ini merupakan dampak dari penurunan penjualan di periode tersebut. Penjualan plywood di kuartal satu 2011 cuma 7.544 meter kubik (m3). Padahal di periode yang sama tahun lalu penjualan SULI mencapai 14.582 m3. Sedang penjualan kayu medium density fiberboard (MDF) turun dari 9.628 m3 menjadi 3.481 m3.

SULI sama sekali tidak mengekspor kayu MDF ke Jepang di periode tersebut. Ada tiga kategori kayu yang menjadi produk SULI, diantaranya antara lain Medium Dendity Fiberboard (MDF), Plywood, serta Wood working/others. Hal yang menarik dari volume penjualan itu adalah, hilangnya porsi penjualan ekspor SULI untuk produk MDF. Bila tahun lalu SULI masih mampu menjual MDF ke negara jepang sebanyak 5% dari total volume penjualannya, tahun ini SULI sama sekali tidak melakukannya.

Agen penjual ORI 008 mulai diseleksi

Agen penjual ORI 008 mulai diseleksi
JAKARTA. Proses penerbitan obligasi negara ritel atau ORI 008 mulai bergulir. Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan sudah membuka lelang untuk agen penjual ORI 008.

Mereka yang berhak mengikuti lelang adalah bank umum dan perusahaan efek. Tahap awal lelang, pendaftaran dan pengambilan dokumen berlangsung mulai 24 Juni hingga 11 Juli 2011 (lihat tabel). Pemerintah menawarkan imbal jasa atau fee kepada setiap agen penjual sebesar 0,45% dari hasil penjualan ORI.

Namun Kementerian Keuangan belum mengumumkan target pendanaan yang akan dihimpun dari penerbitan ORI 008. Surat utang ritel ini dijadwalkan terbit pada semester kedua 2011.

Pemerintah pada tahun lalu berhasil menjual ORI 007 sekitar Rp 8 triliun. Obligasi ini dipasarkan melalui 23 agen penjual dan mampu menghimpun sebanyak 17.705 nasabah dari 33 provinsi.

Karman Pamurahardjo, Direktur Trimegah Securities, menyatakan, institusinya siap memasarkan ORI 008. Pada penerbitan ORI 007 tahun lalu, Trimegah mampu menjual senilai Rp 361 miliar, dan bertengger sebagai agen penjual terbaik untuk kategori perusahaan efek. Untuk tawaran fee 0,45%, Karman enggan berkomentar. "Sejak dulu memang fee di level tersebut," imbuh dia.

Prospek ORI 008 diperkirakan masih cerah lantaran Indonesia merupakan tempat menarik untuk membiakkan uang. Namun, hasil penjualan ORI 008 tetap bergantung pada kupon yang ditawarkan pemerintah.

Sukartono, Head of Debt Capital Market BNI Securities, melihat pemerintah mungkin akan menawarkan kupon ORI 008 mengikuti benchmark surat utang negara (SUN) yang bertenor tiga tahun, dengan rata-rata yield 6,5% per tahun. "Kemungkinan ORI 008 memberikan kupon 7%-an," kata Sukartono.

Minat investor ritel selama ini masih tinggi terhadap obligasi pemerintah. Obligasi pemerintah juga cukup likuid di pasar sekunder.

Namun Imam MS, Analis Obligasi dan Ekonom Trimegah Securities, mengingatkan bahwa selama tiga bulan terakhir, volatilitas pasar cukup tinggi akibat terpaan isu global. "Jadi ada kemungkinan pemerintah akan membayar bunga lebih tinggi," ucap dia.

Pemerintah biasanya menetapkan dan mengeksekusi target ORI tergantung dari prospek permintaan investor. "Dari penerbitan obligasi sebelumnya, pemerintah mungkin menargetkan perolehan dana antara Rp 7 triliun hingga Rp 8,5 triliun," kata Sukartono memprediksi.

eTrading: HRUM, JPFA, dan BBRI layak diperhatikan hari ini

eTrading: HRUM, JPFA, dan BBRI layak diperhatikan hari ini
JAKARTA. Pada perdagangan hari Jumat (24/6), indeks Dow Jones ditutup turun 115 point (0,96%) ke level 11.934,58. Penurunan terjadi menyusul kekhawatiran akan krisis Yunani yang tak kunjung usai.

Sementara, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari Jumat (24/6) ditutup naik 24 point (0,65%) ke level 3.484 dengan asing tercatat melakukan net buy sebesar Rp 351 miliar. Adapun saham-saham yang paling banyak dibeli antara lain BBRI, ASII, LPKR, IMTP, dan BMRI.

"Secara teknikal, IHSG kembali bergerak menguat dengan garis MA5 dan MA20 yang berhasil membentuk goldencross," jelas Kepala Riset eTrading Securities Betrand Reynaldi.

Namun, dia menambahkan, penguatan dalam satu minggu terakhir membuat IHSG telah berada dalam fase overbought. Hal ini terlihat dari candlestick yang telah berada di area upper Bollinger band dan indikator stochastic yang mulai memasuki area overbought.

Pada perdagangan hari ini (27/6), IHSG diperkirakan akan bergerak pada range 3.823–3.872, dengan saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain HRUM, JPFA, dan BBRI.

Saham perbankan pimpin penurunan bursa regional

Saham perbankan pimpin penurunan bursa regional
TOKYO. Mayoritas saham di bursa Asia mengalami penurunan pagi ini. Anjloknya bursa di kawasan regional terjadi setelah Basel Committee on Banking Supervision menaikkan persyaratan Giro Wajib Minimum (GWM) serta kecemasan akan utang Yunani.

Pada pukul 09.37 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific turun 1% menjadi 130,92. Jika dihitung, pergerakan bursa Asia sudah melorot 6,1% dari posisi tertingginya tahun ini yang terjadi pada 2 Mei lalu.

Sejumlah saham yang mempengaruhi pergerakan bursa Asia antara lain: National Australia Bank Ltd yang turun 1,5% di Sydney, Woodside Petroleum Ltd turun 0,9% di Sydney, Samsung Electronics Co turun 2,1% di Seoul, dan Nintendo Co turun 1,4% di Tokyo.

"Sejumlah bank besar kemungkinan harus menaikkan modal kerjanya. Selain itu, ada juga kecemasan mengenai apakah Yunani bisa memenuhi persyaratan untuk mendapatkan rekonstruksi fiskal," jelas Toshiyuki Kanayama, market analyst Monex Inc di Tokyo.

LPPS akan lunasi utang dengan rights issue

JAKARTA. Rencana PT Lippo Securities Tbk untuk menerbitkan saham baru atau rights issue bakal lancar. “Kami sudah dapat izin efektif hari ini (24 Juni). Selanjutnya kami akan RUPS Senin besok (27/6)," ujar Direktur Utama Lippo Securities, Peter Indra Lembong, Jumat lalu.

Emiten berkode LPPS itu berniat menerbitkan 1,47 miliar saham seharga Rp 140 per saham. Rasio rights issue itu adalah 3:1. Jadi, setiap pemegang tiga saham lama berhak membeli satu saham baru. Dengan menerbitkan saham baru, LPPS mengharapkan bisa meraup Rp 207,06 miliar. Sebagian besar hasil rights issue LPPS akan dipakai untuk membayar utang.

Lippo Securities akan membayar utang senilai Rp 159,11 miliar kepada Fortress Capital Ltd. Utang lain yang akan dilunasi adalah utang ke pemegang sahamnya, yaitu Pacific Asia Holdings senilai US$ 2,03 juta. Adapun sisa dana hasil rights issue digunakan untuk belanja modal.

LPPS berbenah setelah menerima teguran dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK). Otoritas pasar modal mendesak LPPS menjalankan aktivitas layaknya manajer investasi (MI), seperti menerbitkan produk reksadana. Sejak mendapat izin MI di tahun 1992 hingga kini, LPPS tidak menerbitkan satu produk reksadana.

LPPS berjanji segera menerbitkan produk reksadana baru, yaitu berjenis reksadana penyertaan terbatas (RDPT). Menurut Peter, perusahaan telah mengelola dana dalam bentuk kontrak pengelolaan dana (KPD) yang nilainya Rp 10 miliar. Produk itu terbit pada Desember 2010.

Bapepam-LK menilai LPPS belum memenuhi aturan main mengenai fungsi MI. Fungsi MI yang belum dipenuhi LPPS adalah pemasaran, riset dan teknologi serta sumber daya manusia.

TKIM Dikabarkan akan Bangun Pabrik Kertas Baru

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Tjiwi Kimia Tbk TKIM) dikabarkan akan memangun pabrik kertas berkekuatan 100 ribu ton per tahun dengan total investasi mencapai US$100 juta.

Rencana bisnis itu akan menggunakan dana internal 40% dan 60% dari pinjaman pihak ketiga. Perseroan saat ini sedang mencari pinjaman sekitar US$60 juta ke perbankan.

Pada perdagangan akhir pekan lalu saham TKIM naik Rp25 ke Rp2.425 dengan volume 655 saham senilai Rp783,5 juta sebanyak 44 kali transaksi.

Saham PNLF Menuju Level 250

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Panin Financial Tbk (PNLF) dikabarkan mendapat suntikan dana segar dari Bank Panin.

Hal ini setelah perseroan lebih fokus pada usaha konsultasi bisnis dan manajemen. Perseroan juga telah memisahkan bisnis yang bukan core-nya. Saham perseroan diperkirakan akan bergerak ke kisaran 200-250 dalam waktu dekat.

Pada perdagangan akhir pekan lalu saham perseroan ditutup menguat Rp1 ke Rp176 dengan volume perdagangan 13.519 saham senilai Rp1,1 miliar sebanyak 144 kali transaksi.

Investor Tiongkok Melirik Saham BUDI

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Budi Acid Jaya Tbk (BUDI) dikabarkan sedang dilirik perusahaan komoditas asal Tiongkok.

Dalam waktu dekat saham BUDI akan bergerak menuju level Rp500. Sebab, saham perseroan diburu pada investor pecinta saham lapis kedua dan ketiga.

Pada perdagangan akhir pekan lalu saham BUDI ditutup stagnan di level Rp250 dengan volume perdagangan 18.167 saaham senilai Rp2,3 miliar sebanyak 313 kali transaksi.

IHSG masih Cari Posisi Pergerakan

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Dengan volume transaksi pada perdagangan pekan lalu yang tipis, maka IHSG masih mencari posisi sehingga harus dapat mendekati level tertinggi di 3.873.

Analis saham independen, Stefanus Mulyadi Handoko menjelaskan secara TA, selama pekan lalu IHSG telah menguat 5 hari berturut-turut. Kenaikan non stop dan cukup tinggi di tengah-tengah bursa global yang tertekan membuat posisi IHSG menjadi rawan untuk mengalami profit taking pada awal pekan ini.

Jika dilihat dari weekly chart IHSG, terlihat posisi candle cukup bagus dengan pola bullish engulfing. Namun kenaikan ini belum mendapat konfirmasi dari indikator yang ada. Weekly Stochastic masih death cross di over bought area. Sedangkan weekly MACD terlihat pola divergence negatif, dimana kenaikan harga disertai dengan penurunan pergerakan MACD.

"Sedangkan volume transaksi pada saat terjadi kenaikan pekan lalu cenderung tipis. Jadi untuk mengkonfirmasi kenaikan lanjutan, IHSG harus dapat menembus resiten all time high di level 3873 pada penutupan pekan ini," tulis Stefanus dalam risetnya.

Pada perdagangan akhir pekan lalu, IHSG ditutup naik 24,908 poin (0,65%) ke level 3.848,558. Untuk total transaksi senilai Rp 3,666 triliun, foreign mencatatkan net buy Rp406 miliar. Rupiah ditutup melemah tipis di Rp8.605/US$.

Sementara itu, Dow Jones ditutup turun 115,42 poin (0,96%) ke level 11.934,58. S&P 500 turun 15,05 poin (1,17%) ke level 1.268,45 dan Nasdaq turun 33,86 poin (1,26%) ke level 2.652,89. Bursa Wall Street kembali jatuh untuk hari ketiganya. Ini akibat kekhawatiran investor terhadap pemerintah Yunani yang menghadapi tekanan dari dalam negeri.

Saat ini bursa global masih akan bergerak fluktuatif, dipengaruhi oleh penyelesaian krisis utang Yunani, yang akan mendapatkan kepastian bailout pada 3 Juli 2011 nanti. Investor global masih mencermati, kesanggupan Yunani dalam menjalankan 'austerity plan' pekan depan.

Saham Bank - Energi Seret Bursa Asia Melemah

Headline
INILAH.COM, Sydney – Saham yang tercatat di Asia mengalami koreksi pada Senin (27/6). Hal ini karena koreksi perusahaan energi seiring turun harga minyak, utang di Eropa dan potensi iklim regulasi yang lebih keras menekan sektor keuangan.

Indeks Nikkei Stock Average turun 0,6%, sedangkan indeks S & P / ASX 200 Australia jatuh 0,9%, dan indeks Kopsi Korea Selatan kehilangan 1,1%.

Dengan berlanjutnya masalah utang Eropa, para bankir top dunia sentral dalam pertemuan akhir pekan mengatakan, bahwa bank-bank besar yang secara sistemik penting, harus memiliki penopang modal tambahan.

Perusahaan-perusahaan keuangan yang jatuh pagi ini adalah Commonwealth Bank of Australia, yang turun 1,1% di Sydney. Kemudian Mizuho Financial Group Inc dan Sumitomo Mitsui Financial Group Inc, yang turun masing-masing 0,8% dan 1% di Tokyo.

Saham AS ditutup dengan kerugian pada akhir pekan lalu, karena investor cemas tentang krisis utang Eropa menyebar. Selain kemungkinan laba rendah dari sektor teknologi, menyusul rilisnya kinerja Oracle Corp.

Perusahaan teknologi diperdagangkan memerah di Asia, termasuk Sony Corp yang turun 2%, dan Nintendo Co J yang melemah 1,1%. Sedangkan perusahaan-perusahaan energi yang terkoreksi adalah Japan Petroleum Exploration Co yang turun 1,3%, dan Australia Santos Ltd turun 2,3%.

Setelah minyak mentah Brent turun 7,7% dalam dua hari perdagangan, pascarilis cadangan strategis mingguan pekan lalu, Barclays Capital mengatakan, meskipun beberapa pergerakan harga akan mencerminkan penyesuaian portofolio teknis, namun Brent tampaknya akan menuju level terakhir yang terlihat pada Februari. “Hal ini mungkin mengindikasikan pelemahan dalam permintaan. " [ast]

Bank dan Tambang Tekan Bursa Australia

Headline
INILAH.COM, Sydney – Bursa Australia melemah di awal perdagangan Senin (27/6), dengan peurunan di beberapa sektor. Kekhawatiran utang Eropa membebani pasar global.

Indeks acuan S & P / ASX 200 turun 1,1% menjadi 4.460,90. BHP Billiton Ltd kehilangan 0,5% setelah laporan bahwa perusahaan berada di trek untuk menyelesaikan program pembelian kembali saham senilai US$ 10 miliar dalam beberapa hari, sementara saingannya Rio Tinto Ltd turun 0,8%.

Sektor perbankan terkoreksi, dengan National Australia Bank Ltd jatuh 1,9% dan Australia & New Zealand Banking Group turun 1,3%.

Saham energi melemah karena patokan minyak mentah berjangka Nymex berada di kisaran US$ 90 per barel, dengan saham di Karoon Gas Australia terjun 5,3%, dan Santos Ltd turun 2,5%. [ast]

Sektor Tekno Seret Turun Bursa Jepang

Headline
INILAH.COM, Los Angeles - Bursa saham Jepang memulai pekan ini dengan terkoreksi, menyusul pelemahan Wall Street pekan lalu, akibat kekhawatiran krisisi utang Eropa.

Indeks acuan Nikkei Stock Average turun 0,7% menjadi 9.615,42, dan Topix kehilangan 0,5% menjadi 829,16. Penurunan saham teknologi akhir pekan lalu, dengan koreksi Nasdaq sebesar 1,3% pada Jumat pekan lalu, serta penguatan yen, menekan ekspor Jepang yang fokus pada perusahaan teknologi.

Sony Corp turun 1,4%, Toshiba Corp melemah 1%, Elpida Memory Inc turun 1,2%, Nintendo Co terkoreksi 2,1%, dan Hitachi Ltd terpukul 1,1%.

Perbankan sentral utama dunia, dalam pertemuan akhir pekan lalu mengatakan, bank yang lebih besar dan penting secara sistemik, harus memiliki penopang modal ekstra. Hal ini pun membebani beberapa lembaga keuangan Jepang. Mizuho Financial Group Inc turun 1,6%, dan Sumitomo Mitsui Financial Group Inc turun 0,9%. [ast]

Saham Bank & Otomotif Cocok di Awal pekan

Headline
INILAH.COM, Jakarta- Bursa saham Indonesia pada perdagangan Senin (27/6) masih akan terapresiasi. Saham perbankan dan otomotif bisa menjadi pilihan.

Alfatih, analis dari Samuel Sekuritas mengatakan, IHSG hari ini akan melanjutkan penguatan, setelah pekan lalu bisa bertahan di atas level 3.820. “Kenaikan ini didukung apresiasi dari saham-saham unggulan,” ujarnya kepada INILAH.COM.

Menurutnya, dengan kondisi ini IHSG akan mencoba menujuresistan 3.850. Resistant kedua di all time high. “Sentimen ini bertahan selama IHSG bisa di atas 3820,” tambahnya.

Adapun transaksi pekan ini masih akan fluktuatif, akibat sentimen Yunani. Negara para Dewa ini kemungkinan bisa menyelesaikan masalah utang publik,karena sejumlah negara dengan pertumbuhan ekonomi tinggi, terutama China akan mulai menghentikan rezim suku bunga tinggi dan pengetatan likuiditas.

“Hal ini akan membantu pemulihan ekonomi di negara lain, apalagi China bersedia membeli surat utang negara Eropa yang sedang bermasalah,” paparnya.

Di tengah situasi ini, Alfatih menilai, saham sektor perbankan dan otomotif akan banyak pergerakan, untuk mengantisipasi inflasi awal bulan.

Beberapa saham pilihannya adalah Bank Central Asia (BBCA), Bank International Indonesia (BNII), Gudang Garam (GGRM) dan Semen Gresik (SMGR), ”Rekomendasi beli untuk emiten-emiten ini,” tutupnya.

Pada perdagangan Jumat (24/6), Indeks Harga Saham Gabungan ditutup menguat 24,91 poin (0,65%) ke level 3.848,55. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia didukung volume transaksi sebesar 4,926 miliar lembar saham, senilai Rp 3.666 triliun dan frekuensi 105.736 kali.

Sebanyak 158 saham naik, 85 saham turun, dan 84 saham stagnan. Mengalirnya dana asing ke bursa domestik mendukung apresiasi kali ini. Terlihat dari nilai transaksi beli bersih (net foreign buy) yang mencapai Rp405 miliar. Rinciannya adalah transaksi beli sebesar Rp1,305 triliun dan transaksi jual sebesar Rp899 miliar. [mdr]

Market Bearish, Jangan Dilawan!

INILAH.COM, Jakarta – Laju IHSG pekan ini diprediksi bearish akibat koreksi harga minyak dan revisi turun outlook ekonomi AS oleh The Fed. Karena itu, jangan melawan market. Realisasikan saja keuntungan!

Pengamat pasar modal Irwan Ariston Napitupulu mengatakan, kondisi market pekan ini sedang bearish. Kondisi itu, salah satunya dipicu oleh fokus investor kepada harga minyak setelah International Energy Agency (IEA) melepaskan 60 juta barel cadangan minyaknya ke pasar. Akibatnya, harga minyak turun drastis dari level US$95-an per barel ke level US$90 per barel.

Menurut perkiraan Irwan, harga minyak pekan ini berpeluang turun ke bawah US$90 per barel. Sebab, secara teknikal terlihat gap di level US$86-88 per barel. “Pekan ini, harga minyak berpeluang melemah ke level-level tersebut. Karena itu, saham-saham batu bara pun bakal mengalami tekanan jual dan memicu koreksi pada IHSG secara keseluruhan,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Minggu (26/6).

Pada perdagangan Jumat (24/6), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup menguat 24,91 poin (0,65%) ke level 3.848,558. Harga intraday tertingginya mencapai 3.854,181 dan terendah 3.817,38.

Irwan mewanti-wanti agar trader tidak melawan market yang sedang bearish. Apalagi, Gubernur Bank Sentral AS The Fed Ben Bernanke merevisi turun forecast Produk Domestik Bruto (PDB) AS ke level 2,7%-2,9% untuk 2011 dari target sebelumnya 3,1%-3,3%.

“Tekanan sentiment negatif ke market semakin besar dari sisi makro ekonomi,” paparnya. Pasar melihat, lanjut Irwan, pertumbuhan ekonomi AS tidak sebagus yang diharapkan sehingga melihat ancaman yang nyata pada ekonomi global.

Di sisi lain, IHSG pun secara teknikal, sedang berada di resistance di level 3.850 dan resistance berikutnya di level 3.880. Karena situasi market sedang bearish, level 3.800 akan tertunda untuk dicapai. “IHSG pekan ini akan kembali menguji level support 3.820 Senin (27/6). Lalu support berikutnya, 3.800 dan akhir pekan ini bisa mencapai 3.760 sebelum mencapai support berikutnya 3.704 hingga 3.693,” tandasnya.

Karena itu, lanjutnya, pelaku pasar secara umum akan melakukan aksi jual. Pada saat orang cenderung melakukan aksi jual saham, tak ada alasan untuk menunda profit taking. “Semua saham lebih baik dihindari. Dari pada loss, lebih baik profit taking,” timpalnya.

Artinya, imbuh Irwan, tak ada satu pun saham yang mendapat rekomendasi positif pekan ini. Belum lagi, pasar juga susah untuk melihat saham-saham second liner yang dimainkan oleh market maker atau bandar. “Pada saat market running baru bisa bicara,” ungkapnya.

Dihubungi terpisah, analis Sekuritas Ekokapital Cece Ridwanullah mengatakan hal senada. Menurutnya, negatifnya sentiment regional bisa membawa indeks domestik kembali ke bawah 3.800. Tapi, secara teknikal, penguatan indeks akan terus belanjut dalam sepekan ke depan.

Sebab, lanjut Cece, akhi r pekan lalu, indeks ditutup di level 3.848. Secara teknikal, jika indeks sudah tembus di atas 3.840, indeks akan terus melaju. “Hanya saja, untuk itu membutuhkan dukungan dari indeks regional dan global,” tandasnya.

Dia memaparkan, akhir pekan lalu, saham-saham secondliner mengalami penguatan, didukung pergerakan regional Asia yang cukup baik seperti Hang Seng dan positifnya pembukaan bursa Eropa. “Untuk pekan ini, investor bisa beralih ke saham-saham bluechips karena saham-saham lapis dua sudah bergerak signifikan dalam beberapa hari di pekan lalu karena market fluktuatif,” paparnya.

Karena itu, jika indeks regional kembali balik arah menguat, IHSG akan menguat ditopang saham-saham bluechips. Apalagi, Cece melihat asing masuk pada saham-saham bluechips. Dalam sepekan ke depan, IHSG akan bergerak dalam kisaran support 3.780 dan resistance 3.940. “Sedangkan untuk Senin (27/6) support indeks di level 3.818 dan resistance 3.870,” tuturnya.

Potensi penguatan indeks, juga karena faktor window dressing yang berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan untuk menutup portofolio agar kinclong. Hal itu terutama dilakukan beberapa fund manager. “Biasanya, pada akhir sesi kurtal kedua 2011, berbagai saham akan ditarik ke atas. Ada kemungkinan, setiap kuartal kedua, window dressing terjadi pada saham-saham bluechip,” ungkapnya.

Jika bursa regional mendukung, level 3.940 yang merupakan rekor baru dalam sejarah bisa dicapai pekan ini. Tapi, indeks bisa turun ke level support jika bursa regional tidak mendukung. Dari dalam negeri, lanjutnya, pasar menantikan inflasi Juni 2011. “Jika inflasi lebih tinggi dari ekspektasi, hindari saham-saham perbankan, konsumsi, properti dan ASII,” paparnya.

Sebaliknya, jika inflasi sesuai ekspektasi pasar, pilih saham-saham di sektor tersebut. Lalu, jika harga minyak berada di atas US$98, investor bisa kembali fokus pada saham-saham batu bara. Dalam situasi ini, dia merekomendasikan positif saham-saham bluechips yang berfundamental baik.

Saham-saham pilihannya adalah PT Astra Internasional (ASII) yang masih bisa tembus ke atas karena investor asing masih melakukan pembelian di saham ini dalam tiga hari berturut-turut. Apalagi, posisi asing akhir pekan lalu masih berposisi net buy hingga mencapai Rp500-an miliar.

Lalu, saham PT Telkom (TLKM), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Bank Mandiri (BMRI), PT Bank Central Asia (BBCA), PT Unilever Indonesia (UNVR) dan PT Charoen Pokphand Indonesia (CPIN) dan PT Mayora Indah (MYOR).

PT United Tractors (UNTR), PT Harum Energy Indonesia (HRUM) PT Antam (ANTM) dan PT Timah (TINS). Menurutnya, saham-saham tersebut akan dimainkan oleh pasar. “Sebab, sepanjang pekan lalu, saham-saham tersebut tidak mengalami pergerakan yang berarti,” paparnya.

Akhir pekan lalu, ditegaskan Cece, volume transaksi pada saham-saham bluechips sudah mulai meningkat. Dia merekomendasikan buy on support. Kecuali, jika indeks AS naik di atas 1%, pelaku pasar bisa beli buy on weakness pada saham-saham bluechips. “Inilah arahan saya untuk bermain saham dalam sepekan ke depan,” imbuhnya. [mdr]

Suksesi Presiden ECB Bakal Perkuat Rupiah

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Senin (27/6) diprediksi sideways cenderung menguat. Gubernur Bank Sentral Italia Mario Draghi yang jadi kandidat kuat Presiden ECB jadi salah satu katalisnya.

Periset dan analis senior PT Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, meski sideways, nilai tukar rupiah awal pekan ini cenderung menguat. Menurutnya, penguatan rupiah salah satunya dipicu oleh optimisme parlemen Yunani yang akan meloloskan voting kebijakan penghematan fiskal pada Selasa (28/6) sebagai syarat untuk mendapatkan bailout senilai 12 miliar euro dari Uni Eropa.

Menurutnya, program penghematan tersebut adalah memangkas anggaran, kenaikan pajak dan penjualan beberapa aset negara. "Rupiah akan bergerak dalam kisaran 8.585-8605 per dolar AS,” katanya kepada INILAH.COM.

Di sisi lain, lanjutnya, European Summit akhir pekan lalu, juga memberikan komitmen untuk membantu Yunani. "Pada saat yang sama, pasar juga akan mengetahui, siapa yang akan mengganti Jean-Claude Trichet, Pesiden Eruropena Central Bank (ECB) yang jabatannya berakhir pada Oktober 2011," papar Firman.

Menurutnya, salah satu kandidat yang terkuat adalah Mario Draghi, gubernur Bank Sentral Italia. Beberapa sumber sudah mengonfirmasi bahwa Draghi sudah mendapat dukungan untuk menjadi presiden ECB berikutnya.

Dia memaparkan, jika Mario Draghi menjadi gubernur ECB menggantikan Trichet, ECB akan melanjutkan pengetatan moneternya. Mengingat, Draghi juga cukup hawkish (pernyataan dengan nada dorongan untuk pengetatan moneter melalu kenaikan suku bunga). "Kondisi itu, akan menopang euro sehingga berefek positif bagi rupiah," imbuh Firman.

Asal tahu saja, kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Jumat (24/6) ditutup stagnan di level 8.595/8.605 per dolar AS.

Inilah Saham Pilihan Senin (27/6)

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksikan akan melanjutkan penguatan pada perdagangan saham Senin (27/6). IHSG akan berada di level support 3.815 dan level resistance 3.868.

Pengamat pasar modal Willy Sanjaya mengatakan,IHSG cenderung melanjutkan penguatan pada perdagangan saham Senin (27/6). Hal ini didukung inflasi Juni diprediksikan tidak terlalu tinggi dan laporan keuangan emiten semester pertama 2011 akan bagus. Selain itu, kekhawatiran Yunani mulai mereda. "Tren IHSG cenderung naik. IHSG akan berada di level support 3.815 dan level resistance 3.868," tambah Willy, saat dihubungi INILAH.COM, pekan ini.

Sementara itu, analis senior PT HD Capital Tbk Yuganur Widjanarko menuturkan, IHSG berpotensi ke level 3.880. Pergerakan IHSG akan ditunjang oleh emiten lapis kedua dengan fundamental yang kuat mulai aktif. "IHSG akan berada di level suport 3.810-3.770 dan resistance 3.880-3.950," kata Yuganur.

Adapun saham-saham yang direkomendasikan, Willy mengatakan, pelaku pasar dapat memperhatikan saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT Bakrieland Development Tbk (ELTY), PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID), PT Astra International Indonesia Tbk (ASII), dan PT Bank Jabar dan Banten Tbk (BJBR). "Investor dapat melakukan buy on weakness untuk saham tersebut," tambah Willy.

Sedangkan Yuganur merekomendasikan antara lain saham PT Indo Tambang Raya Tbk (ITMG), PT Bank BRI Tbk (BBRI), PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL), dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). "Saya rekomendasikan buy," ujar Yuganur.

Saham BUMI Berpotensi ke Rp2.800

INILAH.COM, Jakarta – Laju saham BUMI Senin (27/6) diprediksi melemah seiring peluang koreksi saham-saham di sektor batu bara secara bersamaan. Selain dipengaruhi sentimen market yang bearish juga harga minyak.

Pengamat pasar modal Irwan Ariston Napitupulu mengatakan, potensi pelemahan saham PT Bumi Resources (BUMI) awal pekan ini karena saham-saham batu bara sedang bermasalah karena koreksi harga minyak yang mendekati US$90-an per barel. Pergerakan harga batu bara sangat terkait erat dengan harga minyak. Akibatnya, jika harga minyak turun, saham-saham batu bara pun cenderung turun termasuk saham sejuta umat ini.

Koreksi harga minyak, menurutnya, dipicu oleh kebijakan International Energy Agency (IEA) yang melepaskan 60 juta barel cadangan minyaknya ke pasar. Saham BUMI berpeluang melemah ke bawah level Rp3.000 dengan tutup di kisaran level gap-nya Rp2.800. Level tersebut bisa dicapai dalam satu atau dua pekan. “Untuk pekan ini, saya menyarankan lebih baik menghindari saham-saham batu bara termasuk BUMI,” katanya kepada INILAH.COM.

Pada perdagangan Jumat (24/6) saham BUMI ditutup melemah Rp75 (2,34%) ke level Rp3.125 dari posisi sebelumnya Rp3.200. Harga intraday tertingginya mencapi Rp3.175 dan terendah Rp3.100. Volume transaksi mencapai 67,3 juta unit saham senilai Rp210,7 miliar dan frekuensi 2.649 kali. Berikut ini wawancara lengkapnya:

Setelah melemah Rp75, bagaimana Anda memperkirakan laju saham BUMI awal pekan ini?

Berpotensi melemah. Sebab, saham-saham batu bara secara umum sedang bermasalah karena koreksi harga minyak yang mendekati US$90-an per barel. Pergerakan harga batu bara sangat terkait erat dengan harga minyak. Akibatnya, jika harga minyak turun, saham-saham batu bara pun cenderung turun termasuk saham BUMI.

Koreksi harga minyak dipicu oleh keputusan International Energy Agency (IEA) yang melepaskan 60 juta barel cadangan minyaknya ke pasar. Akibatnya, harga minyak turun drastis dari level US$95-an per barel ke level US$90 per barel. Harga minyak pekan ini, berpeluang turun ke bawah US$90 per barel.

Hingga level berapa potensi koreksi harga minyak?

Secara teknikal terlihat gap di level US$86-88 per barel. Karena itu, pekan ini, harga minyak berpeluang melemah ke level-level tersebut.

Akibatnya, semua saham batu bara bakal mengalami tekanan jual?

Ya. Semua saham batu bara pun bakal mengalami tekanan jual. Saham-saham batu bara pekan ini, cenderung melemah tajam bersamaan, PT Bumi Resources (BUMI), PT Adaro Energy (ADRO), PT Indika Energy (INDY), PT Indo Tambang Raya (ITMG), PT Harum Energy Indonesia (HRUM), PT United Tractors (UNTR) dan PT Tambang Bukit Asam (PTBA).

Saham mana yang paling besar potensi koreksinya sangat tergantung pada mana yang paling kuat demand-nya. Hal ini bisa dilihat pada saat market dibuka.

Kalau begitu, saham BUMI sendiri akan bergerak dalam kisaran berapa?

Saham BUMI berpeluang melemah ke bawah level Rp3.000 dengan tutup di kisaran level gap-nya Rp2.800. Level tersebut bisa dicapai dalam satu atau dua pekan. Cepat atau lambat saham BUMI akan melemah ke level tersebut. Tapi, untuk pekan ini, peluang koreksi saham sejuta umat ini masih terbatas di level Rp3.000.

Sementara itu, untuk resistance berada di level Rp3.500. Tapi, tetap saja tekanan jual jauh lebih besar daripada tekanan beli. Apalagi, kondisi market secara umum sedang bearish, karena investor fokus kepada harga minyak setelah IEA melepaskan 60 juta barel cadangan minyaknya itu.

Di sisi lain, Gubernur Bank Sentral AS The Fed Ben Bernanke merevisi turun prediksi Produk Domestik Bruto (PDB) AS dari level 3,1%-3,3% ke level 2,7%-2,9% untuk 2011.

Lantas, apa rekomendasi Anda?

Untuk pekan ini, saya menyarankan lebih baik menghindari saham-saham batu bara termasuk BUMI. Saya tidak merekomendasikan saham batu bara. Saham-saham batu bara sangat berkorelasi positif dengan harga minyak. Untuk trading, semua saham batu bara lebih baik dihindari. Untuk jangka pendek, potensi turunnya lebih besar daripada potensi penguatannya.

Tapi, bagi investor jangka panjang sudah lain cerita. Dalam situasi ini, bahkan lebih baik jangan memegang saham karena market dalam situasi bearish. Jangan melawan market kecuali, saham-saham berfundamental positif dan secara valuasi masih murah, boleh dipegang dan hold. [mdr]

BUMI Pekan Depan Lanjutkan Penguatan

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Pekan depan, ada potensi saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengalami penguatan.

Demikian ungkap analis PT Indosurya Aset Management Reza Priyambada kepada INILAH.COM.Menurutnya, harga saham BUMI berpeluang naik, didukung faktor teknikal. Teruama karena saham BUMI masih berada di area oversold.

“Harga saham BUMI akan berada di level support 2.825-2.975 dan resistance 3.250-3.375 pada pekan depan,” ujarnya.

Pekan ini, BUMI berhasil membukukan kenaikan sebesar 2,5%, ditunjang rilisnya laporan keuangan kuartal pertama 2011. Sentimen posiitif lain berasal dari pemberitaan bahwa perseroan mendapat pinjaman sebesar US$200 juta untuk refinancing utang, dengan bunga rendah. [ast]

Spanyol & Yunani "Anak Emas" Uni Eropa

Euro. Foto: Tradertech
JAKARTA - Uni Eropa lebih peduli terhadap krisis Spanyol dan Yunani, dari pada Irlandia dan Portugal yang lebih dulu menerima dana dari IMF. Para investor menyatakan jika Irlandia dan Portugal butuh dana segar diatas ketidakpastian akan kondisi Yunani.

"Pihak berwenang Eropa lebih khawatir tentang negara-negara seperti Spanyol dari pada Irlandia dan Portugal," ungkap Menteri keuangan Irlandia, Michael Noonan seperti yang dikutip dari Reuters, Senin (27/6/2011).

"Pihak tersebut percaya bisa mengatasinya upaya tida menyebar ke Irlandia dan Portugal. Saya kira mereka akan menemukan caranya seperti apa," imbuhnya tanpa merinci lebih jauh langkah apa yang dimaksud.

Pemerintah Yunani harus menang pemungutan suara parlemen pada langkah-langkah penghematan minggu ini jika untuk menghindari kegagalan dan Noonan mengatakan ia yakin Perdana Menteri George Papandreou akan menang. Namun dia mengatakan tidak jelas apakah Yunani akan mampu menghasilkan pendapatan tambahan dialokasikan dalam paket penghematan.

"Saya akan lebih khawatir tentang kegagalan Yunani untuk melaksanakan apa yang mereka telah sepakat pada musim gugur karena dengan menjadi terbaik di dunia administrasi mereka tampaknya tidak sangat efektif," terangnya lagi.

Sebelumnya, pemerintah Irlandia telah mengatakan akan membuat kembali tentatif untuk pasar utang pada semester kedua tahun depan tetapi juga menegaskan memiliki dana yang cukup dari yang ada USD85 miliar di Uni Eropa yang berasal dariIMF bailout, untuk digunakan hingga 2013.

"Kami punya uang cukup di bawah program bailout dalam segala kemungkinan sampai pertengahan 2013 tetapi ada kemungkinan memiliki uang ekstra untuk paruh kedua 2013," tuturnya.

Permintaan konsumen Irlandia turun 1,9 persen pada kuartal pertama, hal tersebut ditunjukan oleh data pekan lalu, tetapi Noonan mengatakan ia berharap bukti anekdot dari kenaikan pariwisata akan membantu menghidupkan kembali permintaan domestik. "Kami berpikir bahwa akan ada pertumbuhan di sisi ritel melalui pariwisata," pungkasnya.
(wdi)

Dilanda aksi jual, Wall Street sudah melorot selama tujuh pekan berturut-turut

Dilanda aksi jual, Wall Street sudah melorot selama tujuh pekan berturut-turut
NEW YORK. Sepanjang pekan lalu, mayoritas bursa AS dilanda aksi jual. Kondisi itu menyebabkan indeks acuan Standard & Poor 500 Index mengalami penurunan selama tujuh minggu berturut-turut. Pelaku pasar masih mencemaskan kondisi utang Eropa yang masih belum terselesaikan.

Indeks S&P 500 turun 0,2% menjadi 1.268,45 sepanjang minggu kemarin. Jika dihitung, sejak 7 April lalu, indeks S&P sudah anjlok sebesar 7%, Sedangkan indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,6% menjadi 11.934,58 pada pekan lalu.

Saham-saham yang pergerakannya mempengaruhi bursa AS antara lain: JPMorgan Chase & Co dan Bank of America Corp yang masing-masing mengalami penurunan 1,5%. Lalu ada Micron Technology Inc yang anjlok 7,9% dan Red Hat Inc naik 9,3%.

"Setiap orang berusaha memprediksi bagaimana situasi utang Eropa akan menemui jalan keluar. Mereka cemas jika Yunani tidak bisa menemukan jalan keluar atas permasalahannya," jelas Jason Pride, director of investment strategy Glenmede di Philadelphia.

TINS akan perbesar porsi di tambang lepas pantai

TINS akan perbesar porsi di tambang lepas pantai
JAKARTA. PT Timah Tbk (TINS) berencana memfokuskan diri pada penambangan timah offshore atau lepas pantai. Manajemen menargetkan, produksi timah dari kawasan lepas pantai setara dengan 70% dari total produksinya.

Penambahan porsi timah lepas pantai ini sejatinya sudah dimulai tahun ini. Wachid Usman, Direktur Utama TINS, memperkirakan, timah offshore akan menyumbang 55% dari total produksi. Angka ini naik dibanding akhir 2010 yang porsinya hanya 20% dari total produksi.

Manajemen TINS memutuskan mengalihkan fokus ke laut untuk menjaga volume produksi. "Berkaca pada kegiatan penambangan tahun lalu ketika penambahan darat banyak menghadapi kendala, terutama cuaca," kata Wachid, pekan lalu. Wachid menjelaskan, kelebihan tambang lepas pantai ini adalah biaya produksi yang lebih murah daripada menambang di darat.

Tahun ini TINS masih melakukan eksplorasi dan mempersiapkan infrastruktur penambangan offshore. Satu langkah perusahaan ini meningkatkan hasil dari offshore adalah membeli dua kapal baru. Kapal itu dilengkapi dengan alat yang mampu mengebor hingga kedalaman 73 meter di bawah permukaan laut (dpl).

TINS juga akan menyelesaikan rencana modifikasi kapal keruk (KK) menjadi bucket wheel dredge (BWD). Rencananya, TINS akan melakukan aktivitas eksplorasi di wilayah Bangka Belitung. Di sana, perusahan akan membangun sampai empat tambang timah berskala besar.

Untuk penyelesaian proyek modifikasi ini, TINS menganggarkan investasi sebesar Rp 40 miliar. TINS juga berniat memperbesar kapasitas galangan kapal. Nilai investasi yang disiapkan untuk agenda tersebut adalah Rp 359 miliar. Semua kebutuhan dana itu sudah tercantum di anggaran belanja modal TINS tahun 2011.

Sumber pendanaannya akan berasal dari kas internal serta pinjaman bank. "Porsi pendanaan kami pertimbangkan 50:50 dari ekuitas dan fasilitas perbankan," kata Krishna Syarief, Direktur Keuangan TINS.

Sebagai informasi, saat ini TINS masih memiliki free cash sebesar

Rp 600 miliar. Perseroan juga memiliki fasilitas standby loan sebesar

Rp 3 triliun dari perbankan. "Kami sudah memiliki fasilitas pinjaman dari Bank Mandiri dan Bank Tokyo Mitsubishi," papar Krishna.

Bisnis aspal

Selain fokus ke pertambangan lepas pantai, TINS juga serius menggarap bisnis aspal. Tahun ini, TINS akan mengakuisisi PT Sarana Karya, sebuah perusahaan plat merah yang memproduksi aspal. "Sampai saat ini kami masih sebatas menjadikan Sarana Karya sebagai mitra bisnis, dengan bekerja sama dalam hal operasi," kata Wachid. Namun, Wachid optimistis tidak akan lama lagi TINS bisa mengakuisisi Sarana Karya.

Dalam catatan KONTAN, niat TINS mengakuisisi Sarana Karya merupakan bagian dari rencana Kementerian BUMN, yang ingin memprivatisasi

PT Sarana Karya. Pemerintah akan melepas 100% sahamnya di produsen aspal alam tersebut.

Katarina Setiawan, Kepala Riset Kim Eng Securities dalam risetnya memberi poin pada peningkatan belanja modal TINS untuk menjalankan berbagai rencananya. Dana ini tak termasuk biaya akuisisi Sarana Karya. "Tahun ini sebesar Rp 1,4 triliun, tahun lalu Rp 1,2 triliun," ujar dia.

Katarina menilai TINS dibayang-bayangi risiko bisnis karena emiten itu terlambat menggeluti sektor hilir. Namun Katarina tetap mempertahankan rekomendasi buy untuk saham TINS dengan target harga Rp 3.300 per saham.

Perlambatan ekonomi AS membuat investor enggan berinvestasi di minyak

Perlambatan ekonomi AS membuat investor enggan berinvestasi di minyak
SINGAPURA. Kontrak harga minyak dunia melorot lagi di New York. Pagi tadi, kontrak harga minyak untuk pengantaran Agustus turun 65 sen menjadi US$ 90,51 per barel di New York Mercantile Exchange. Pada pukul 08.14 waktu Singapura, kontrak yang sama berada di level US$ 90,77.

Sedangkan kontrak harga minyak jenis Brent untuk pengantaran Agustus berada di posisi US$ 105,16 per barel di ICE Futures Europe Exchange London.

Penurunan harga minyak terjadi setelah ekspansi ekonomi di AS mengalami perlambatan. Selain itu, International Energy Agency (IEA) mengatakan, pihaknya tengah mempersiapkan untuk mengeluarkan lebih banyak cadangan minyak dengan tujuan menstabilkan harga.

"Selain keputusan IEA untuk mengeluarkan cadangan minyak, kita juga mengalami perlambatan ekonomi serta kecemasan akan Yunani," jelas Jonathan Barratt, managing director Commodity Broking Services Pty di Sydney.

Nikkei dilanda aksi jual di awal pekan

Nikkei dilanda aksi jual di awal pekan
TOKYO. Mayoritas saham di bursa Jepang dilanda aksi jual pagi ini. Penurunan terjadi setelah Basel Committee on Banking Supervision menaikkan jumlah Giro Wajib Minimum (GWM) serta kecemasan akan kondisi Yunani yang dikhawatirkan tidak akan memenuhi persyaratan bailout.

Pada pukul 09.08 waktu Tokyo, indeks Nikkei 225 Stock Average turun 0,6% menjadi 9.624,16. Sedangkan indeks Topix turun 0,4% menjadi 829,70.

Sejumlah saham yang pergerakannya mempengaruhi bursa Jepang antara lain: Mitsubishi UFJ Financial Group Inc yang turun 1,1%, Mizuho Financial Group Inc turun 0,8%, dan Sony Corp turun 1,1%.

"Beberapa bank besar kemungkinan harus menaikkan modal kerjanya, Penurunan nilai saham setelah kenaikan peraturan GWM akan menekan saham bank tersebut. Selain itu, masih ada ketidakpastian mengenai apakah Yunani bisa mendapatkan paket rekonstruksi penyelamatan," jepas Toshiyuki Kanayama, market analyst Monex Inc Tokyo.

Emiten logam mineral dan pertambangan cocok dikoleksi untuk jangka panjang

Emiten logam mineral dan pertambangan cocok dikoleksi untuk jangka panjang
JAKARTA. Meski sama-sama ditambang, nasib logam mineral seperti emas, nikel, timah, dan baja kalah mentereng dibandingkan komoditas tambang lain seperti batubara. Penyebabnya, apalagi kalau bukan harga logam mineral yang fluktuatif.

Reza Priyambada, Managing Research Indo Asset Management, menjelaskan, penggunaan logam mineral sebatas industri tertentu, tidak sebesar batubara yang bisa digunakan sebagai bahan bakar energi. Itu makanya, permintaan akan logam mineral meningkat tak sedrastis batubara. Kebanyakan logam terserap sebagai bahan baku industri otomotif di Jepang dan Eropa.

Prospek emiten logam mineral menurut Reza, ditentukan harga kontrak logam dunia. Di antara logam mineral, emas yang paling menonjol karena sedang berada di harga tertingginya.

Analis Samuel Sekuritas, Yualdo Yudoprawiro, menambahkan, permintaan terbesar emas datang dari India dan China. "Yang lain fluktuatif, tapi cenderung sideways sepekan terakhir," kata dia.

Reza menilai saham emiten di bidang pertambangan maupun pengolahan logam mineral lebih cocok bagi investor dengan horizon jangka panjang. Emiten yang dimaksud seperti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT International Nickel Tbk (INCO), PT Timah Tbk (TINS), dan PT Krakatau Steel Tbk (KRAS).

Di sektor logam mineral, top pick Yualdo adalah INCO. Memang, harga nikel fluktuatif dan masih terancam mengalami koreksi. Namun berdasarkan valuasi Yualdo, price to earning ratio (PER) INCO di bawah rata-rata sektor, sehingga layak beli.

Kinerja INCO masih akan terus tumbuh seiring beroperasinya Tambang Karabbe semester kedua tahun ini. Analis JPMorgan Securities, Stevanus Juanda, mengkalkulasi, produksi INCO bisa mencapai 90.000 ton per tahun, dibanding rata-rata 73.000 ton selama lima tahun terakhir.

Tambang ini menggunakan pembangkit listrik tenaga air sehingga akan menghemat beban INCO US$ 0,3 per pon.

Harga timah turun

Analis OSK Nusadana Research, Willinoy Sitorus, memperkirakan, harga timah cenderung turun meski suplai terbatas, dan akan memangkas laba TINS. Prediksi dia, US$ 27.500-US$ 27.000 per ton tahun ini dan US$ 26.000 per ton dalam jangka panjang.

Willinoy memprediksi, produksi TINS tahun ini relatif datar sebesar 40.000 ton karena kebijakan manajemen menggunakan cadangan.

Permintaan untuk baja juga dinilai terus meningkat. KRAS yang menggeluti industri pengolahan baja memiliki rencana membangun dua pabrik sekaligus tahun ini.

Analis Kim Eng Securities Lucky Ariesandi menghitung, rencana pembangunan pabrik chemical grade alumina (CGA) milik ANTM di Tayan bisa mendatangkan penghasilan US$ 200 juta per tahun, di mana ANTM memegang 80% saham.

Simak rekomendasi analis untuk empat emiten pertambangan dan industri pengolahan logam mineral.

META targetkan trafik 75 juta kendaraan

META targetkan trafik 75 juta kendaraan
JAKARTA. PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) menargetkan, jumlah trafik kendaraan yang melintasi seluruh ruas tol yang mereka kelola tahun ini mencapai 75 juta kendaraan. Tahun sebelumnya, trafik di ruas tol META sekitar 60 juta kendaraan.

Peningkatan lalu lintas di ruas tol milik META sudah terlihat saat ini. Akhir Mei lalu, jumlah kendaraan yang melintasi ruas tol Serpong-Pondok Aren mencapai 10,77 juta kendaraan. Jumlah ini lebih tinggi dari lalu lintas di periode yang sama tahun lalu, sebesar 9,48 juta kendaraan.

Sekadar info, META mengelola empat ruas tol melalui anak-anak usahanya. Ruas tol Serpong-Pondok Aren dikelola melalui PT Bintaro Serpong Damai (BSD).

Selain itu ada PT Bosowa Marga Nusantara (BMN), pengelola ruas tol yang menghubungkan Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makasar, dengan ujung barat kota Makasar.

META juga mengelola tol

Per akhir Mei 2011, trafik kendaraan META di ruas tol yang menghubungkan Serpong dan Pondok Aren, yang dikelola oleh anak usaha perseroan taitu PT Bintaro Serpong Damai (BSD) mencapai 10,77 juta kendaraan meningkat dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebanyak 9,48 juta kendaraan.

Begitu juga ruas tol anak usaha perseroan yang lain seperti PT Bosowa Marga Nusantara (BMN) yang mengelola ruas jalan Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makasar dan ujung barat kota Makasar. Juga PT Marga Utama Nusantara (MUN) yang mengelola tol Kebon Jeruk-Penjaringan di Jakarta dan Jalan Tol Makasar Seksi IV.

META memprediksi, pertumbuhan lalu lintas di tol yang dikelola BSD dan BMN akan tetap tinggi, meski usia ruas tol sudah memasuki remaja. “Ruas tol yang di Makasar, dengan usia lebih muda, pertumbuhannya akan lebih tinggi lagi,” kata Danni Hasan, Direktur Pengelola META, Jumat (24/6).

Untuk menggenjot pendapatan, tahun ini META juga menaikkan tarif di Jalan Tol Makasar Seksi IV. Perseroan ini menaikkan tarif sebesar 17%. Kenaikan tarif tersebut sudah mulai berlaku Februari lalu.

Per akhir Mei 2011, META sudah membukukan pendapatan Rp 87,19 miliar, naik dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 75,57 miliar. Laba usaha perseroan ini juga naik menjadi Rp 33, 41 miliar. Meski begitu, rugi bersih META justru naik menjadi Rp 17,98 miliar dari sebelumnya Rp 11,36 miliar.

Tahun ini META memproyeksikan pendapatan akan mengalami peningkatan 15% dari tahun lalu. Tahun lalu META membukukan pendapatan senilai Rp 187,62 miliar. Tapi Danni memperkirakan, META belum bisa mencetak laba bersih tahun ini. Tahun lalu, META mencatatkan rugi bersih Rp 34,48 miliar.

IHSG Kembali Dibayangi Krisis Utang Eropa

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan lalu akhirnya bisa kembali menembus level psikologis 3.800. IHSG menguat menyusul membaiknya bursa-bursa regional setelah ada titik cerah dari penanganan krisis Yunani.

Pergerakan IHSG sepanjang pekan lalu adalah:
  • Senin (20/6/2011), IHSG naik tipis 6,819 poin (0,18%) ke level 3.729,122.
  • Selasa (21/6/2011), IHSG melompat 65,817 poin (1,76%) ke level 3.794,939.
  • Rabu (22/6/2011), IHSG melaju 26,893 poin (0,70%) ke level 3.821,832.
  • Kamis (23/6/2011), IHSG naik tipis 1,818 poin (0,04%) ke level 3.823,650.
  • Jumat (24/6/2011), IHSG bertambah 24,908 poin (0,65%) ke level 3.848,558.
Merosotnya bursa Wall Street akan menjadi sentimen negatif yang akan menghadang laju IHSG. Pada perdagangan Senin (27/6/2011), IHSG diprediksi akan kembali bergerak di teritori negatif mengikuti koreksi sebagian besar bursa utama dunia.

Bursa Wall Street pada akhir pekan lalu mengalami kejatuhan yang cukup parah. Investor masih mengkhawatirkan masalah penanganan krisis utang Yunani yang belum juga menunjukkan kejelasan meski sudah ada beberapa kesepakatan.

Kekhawatiran terhadap masalah krisis di Eropa juga meluas setelah saham-saham bank Italia seperti UniCredit SpA dan Intesa Sanpaolo merosot tajam karena kekhawatiran seputar masalah modalnya. Saking merosotnya, saham kedua bank tersebut akhirnya dihentikan sementara.

Pada perdagangan Jumat (24/6/2011) lalu, indeks Dow Jones merosot 115,42 poin (0,96%) ke level 11.934,58. Indeks Standard & Poor's 500 jatuh 15,05 poin (1,17%) ke level 1.268,45. Indeks Komposit Nasdaq kehilangan 33,86 poin (1,26%) ke level 2.652,89.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

eTrading Securities:

Perdagangan IHSG pada Jumat (24/6) ditutup naik 24 point (+0.65%) ke level 3,848 dengan jumlah transaksi sebanyak 9.8 juta lot dan nilai transaksi sebanyak Rp3.6 triliun. Seluruh sektor saham pada perdagangan IHSG hari ini mengalami penguatan.

Tercatat sebanyak 150 saham mengalami penguatan, 77 saham mengalami penurunan, 80 saham tidak mengalami penurunan dan 141 saham tidak diperdagangkan sama sekali.

Saham-saham yang menjadi pendorong bursa hari ini a.l. ASII, TLKM, BBCA, UNVR dan BBRI sementara yang menjadi pemberat bursa hari ini a.l. BUMI, EXCL, BNII, AMRT dan ITMG.Asing tercatat melakukan net buy sebesar Rp351 miliar dengan saham yang paling banyak di beli adalah BBRI, ASII, LPKR,IMTP dan BMRI.

Secara teknikal, IHSG kembali bergerak menguat dengan garis MA 5 dan MA 20 yang berhasil membentuk goldencross. Namun, penguatan dalam satu minggu terakhir membuat IHSG telah berada dalam fase overbought. Hal ini terlihat dari candlestick yang telah berada di area upper Bollinger band dan indicator stochastic yang mulai memasuki area overbought. Pada perdagangan hari ini (27/6), IHSG diperkirakan akan bergerak pada range 3,823-3872, dengan saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain HRUM, JPFA, dan BBRI.

(qom/qom)