Kamis, 26 Mei 2011

Masih terimbas krisis Eropa, emas berpotensi melanjutkan reli hari ini

Masih terimbas krisis Eropa, emas berpotensi melanjutkan reli hari ini
SINGAPURA. Emas berpeluang lanjut reli untuk hari yang keempat, dalam pekan ini. Krisis utang Eropa meningkatkan permintaan investor terhadap emas sebagai aset lindung nilai.

Emas untuk pengantaran segera bergerak tipis ke US$ 1.525,88 per ons troy, pada pukul 8.09 waktu Singapura. Harganya, mencapai rekor di US$ 1.577,57 per ons troy, pada 2 Mei lalu. Adapun, kontrak emas untuk pengiriman Juni di divisi Comex, New York menguat 0,13% ke level US$ 1.528,6 per ons troy.

Para pembuat kebijakan Eropa mencari cara untuk mengembalikan kepercayaan investor terhadap meningkatnya kekhawatiran bahwa Yunani tidak akan mampu membayar utangnya setelah tahun lalu menerima bailout 110 miliar euro atau setara US$ 155 miliar. Beberapa pejabat Uni Eropa telah mendukung rencana yang disebut reprofiling utang Yunani, dimana periode pembayaran kembali dan biaya bunga dapat dikurangi.

Ekonom dan editor Gartman Letter Dennis Gartman menyebut, emas memperpanjang kenaikan selama 10 tahun terakhir, karena investor berusaha untuk melindungi diri dari melemahnya euro.

Sementara, kepala perdagangan Investec Bank (Australia) Ltd. Darren Heathcote menyebut, pasar emas mendapat keuntungan dari sisa krisis utang Eropa. "Ada banyak spekulasi tentang krisis, tetapi belum ada cara yang jelas untuk mengatasinya. Itu sangat baik untuk harga emas," ungkapnya.

IHSG Juni ke 4.000, Beli Saham Sekarang!

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan terus melaju hingga 4.000 pada akhir Juni 2011. Investor pun disarankan untuk melakukan akumulasi beli sejak Mei.

Yuganur Wijanarko, analis riset HD Capital mengatakan, investor sebaiknya mulai membeli saham-saham sejak bulan ini. Pasalnya, koreksi sebanyak 15% menuju level 3.300 yang diharapkan sebagian pelaku pasar, dinilai tidak akan terjadi. “Koreksi besar tidak akan terjadi karena positifnya sentimen domestik,” ujarnya, Kamis (26/5).

Menurutnya, BI rate tetap, inflasi terkendali, dimana Mei diperkirakan akan terjadi deflasi lagi, serta laba dalam laporan keuangan berbagai emiten yang naik pada juartal pertama 2011, menjadi penyemangat bursa.

Terutama karena dapat menurunkan valuasi Price Earning Ratio (PER) dan membuat analis menaikkan target pendapatan ke depan. “IHSG pun dapat mencoba untuk break high dan menuju level 4.000 di akhir Juni,” katanya.

Selain itu, imbuh Yuga, ketakutan pelaku pasar bahwa stimulus The Fed akan dicabut, telah dijawab oleh keputusan Gubernur The Fed Ben Bernanke yang mempertahankan Fed funds rate. Terutama karena perekonomian AS belum pulih sepenuhnya dan inflasi masih dalam batas toleransi, “Hal ini pun akan mendukung likuiditas yang menuju ke emerging market dan komoditas,” ucapnya. [ast]

Cadangan AS terendah sejak 2009, harga minyak kembali menanjak

Cadangan AS terendah sejak 2009, harga minyak kembali menanjak
JAKARTA. Minyak mentah naik ke level dua minggu tertinggi setelah permintaan bahan bakar minyak (BBM) di Amerika meningkat. Padahal persediaan cadangan minyak di negara konsumen terbesar itu menurun.

Departemen Energi Amerika mengatakan stok turun dari yang semula 2,04 juta barel menjadi 141,10 juta barel. Ini merupakan level terendah sejak April 2009. Sedangkan jumlah permintaan bahan bakar naik 2,2%.

Minyak futures naik 0,5%, memperpanjang keuntungan kemarin. "Pasar memang optimis terhadap pemulihan meski data ekonomi menyatakan sebaliknya," ujar Jonathan Barratt, managing director Commodity Broking Services Pty di Sydney. Ia memperkirakan harga minyak akan berkisar di US$ 100 per barel pada tahun ini.

Minyak mentah untuk pengiriman Juli naik 50 sen menjadi US$ 101,82 per barel di bursa New York Mercantile Exchange. Ini merupakan level tertinggi sejak 11 Mei 2011.

Sedangkan minyak mentah jenis Brent untuk pengiriman Juli berada di titik US$ 115,38 per barel atau naik 45 sen di bursa ICE London.

Pasar Eropa Membaik, Harga Emas Kembali Melejit

Ilustrasi. Foto: okezone
SINGAPURA - Komoditas emas masih melanjutkan tren penguatan semenjak beberapa hari lalu. Di perdagangan hari ini, emas bertengger di USD1.525,75 per ounce atau naik tipis USD2,45 dari perdagangan Rabu kemarin yang berada di level USD1.532,10.

Dikutip dari Reuters, Kamis (26/5/2011), kenaikan harga emas masih dibayangi sentimen negatif pasar akan kekhawatiran masalah keuangan yang melanda kawasan Eropa.

Kemarin, Pemerintah Yunani telah bertemu dengan seorang pejabat Eropa untuk membahas penghematan anggaran. Hal inilah yang menjadi satu-satunya kabar baik yang mungkin akan dapat memberi perubahan baik pada kondisi keuangan Eropa.

Sebagai informasi, harga emas dalam mata uang euro sendiri dipatok di level harga 1.088 euro per ounce, tidak jauh berbeda dengan perdagangan Rabu waktu setempat.

Sementara harga perak masih terekam stabil sebesar USD37,84 per ounce. Perak sebelumnya pernah diperdagangkan di level USD37,97 per ounce tetapi masih berada di bawah harga tertingginya pada April lalu yang pernah sampai di USD49,51 per ounce.
(ade)

Tender Offer Saham Publik DYNA Mulai Dilakukan

INILAH.COM, Jakarta - PT Hambali Dina Mitra, pemegang saham PT Dynaplast Tbk (DYNA) mulai melakukan penawaran tender sebanyak-banyaknya 104.635.793 atau 33,25% seluruh saham yang ditempatkan dalam perseroan dengan harga penawaran Rp4.500 per saham.

Demikian seperti dikutip dari prospektus singkat yang diterbitkan Kamis (26/5). Penawaran tender ini bagian dari rencana perseroan untuk go private yang telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Dengan penawaran teder ini memberikan kesempatan kepada pemegang saham publik untuk mendapatkan pengembalian menarik atas investasi pada perusahaan sasaran. Harga penawaran Rp4.500 merupakan 20% premium dari perdagangan tertinggi atas saham di BEI dalam jangka waktu 90 hari sebelum pengumuman rencana go private.

Masa penawaran tender dilakukan pada 26 Mei 2011 hingga 27 Juni 2011. Perusahaan efek yang ditunjuk untuk penawaran tender yaitu PT Ciptadana Securities. [cms]

Asing minati surat utang pemerintah, rupiah menguat 0,3% pagi ini

Asing minati surat utang pemerintah, rupiah menguat 0,3% pagi ini
JAKARTA. Pagi ini, rupiah mengalami penguatan terbesar dalam lebih satu pekan terakhir. Penguatan ini terjadi setelah investor asing menambah kepemilikannya dalam obligasi pemerintah dengan tingkat imbal hasil yang lebih tinggi.

Rupiah menguat 0,3% ke level Rp 8.577 per dollar AS, pada pukul 09.59 di Jakarta. Mata uang Garuda ini sudah terapresiasi 4,7% di tahun ini, dan menjadi mata uang dengan kinerja terbaik kedua di antara 10 mata uang Asia.

Investor luar negeri tercatat meningkatkan kepemilikan dalam surat utang pemerintah sebesar 2,5% dari akhir bulan lalu menjadi Rp 226,89 triliun per 24 Mei. Indeks regional MSCI Asia Pasifik yang kemarin terbenam karena kekhawatiran krisis utang Eropa, hari ini justru mengalami penguatan terbesar dalam sepekan terakhir, setelah harga minyak dan tembaga naik.

Ekonom Oversea-Chinese Banking Corp. Gundy Cahyadi menyebut, arus asing di pasar obligasi telah mendukung rupiah. Menurutnya, pemulihan rupiah dan mata uang regional bersifat sementara, sebagai reaksi terhadap harga komoditas yang lebih tinggi. "Dalam jangka menengah, masih ada kekhawatiran terhadap krisis utang Eropa," ungkapnya.

Adapun, data Inter-Dealer Market Association menunjukkan, imbal hasil pada obligasi yang jatuh tempo Juli 2021 sedikit bergeser ke level 7,47%, kemarin.

BTPN Terbitkan Obligasi Lanjutan Rp500 Miliar

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) akan menerbitkan dan menawarkan obligasi berkelanjutan I dengan jumlah sebanyak-banyaknya Rp500 miliar.

Penawaran obligasi ini bagian dari obligasi berkelanjutan I Bank BTPN dengan tingkat bunga tetap dengan nilai sebesar Rp2,5 triliun. Obligasi berkelanjutan terdiri dari dua seri yaitu seri A berjangka waktu tiga tahun dengan jatuh tempo obligasi 28 Juni 2014 dan seri B berjangka waktu lima tahun dengan jatuh tempo 28 Juni 2016. Demikian seperti dikutip dari prospektus singkat, Kamis (26/5).

Dana penerbitan obligasi berkelanjutan ini akan digunakan untuk ekspansi kredit. Obligasi berkelanjutan ini telah mendapatkan peringkat AA- dengan stable outlook dari PT Fitch Rating Indonesia. Perseroan telah menunjuk penjamin pelaksana emisi obligasi PT Danareksa Sekuritas, PT Indo Premier Securities, dan PT Standard Chartered Securities Indonesia. Yang bertindak sebagai wali amanat PT Bank Permata Tbk.

Ada pun perkiraan jadwal untuk masa penawaran awal 26 Mei-9 Juni 2011, tanggal efektif 17 Juni 2011, masa penawaran 21-23 Juni 2011, penjatahan 24 Juni 2011, distribusi 28 Juni 2011, dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 30 Juni 2011. [cms]

Sentimen Amerika berpotensi menguatkan euro

Sentimen Amerika berpotensi menguatkan euro
JAKARTA. Euro diperkirakan bergerak dengan kecenderungan konsolidasi hingga menguat, hari ini. Head of Research Treasury Divison PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, konsistensi pemulihan ekonomi Amerika Serikat yang terkonfirmasi dari ekspektasi naiknya GDP Preliminary berpotensi menopang agresivitas pelaku pasar.

Selain itu, dia mengatakan optimisme data tenaga kerja mingguan AS cenderung ikut menopang bertahannya reli indeks bursa Wallstreet hingga memberi sentimen positif bagi euro. Namun, Nurul mengatakan persoalan utang di zona eropa akan mencegah penguatan euro yang terlalu signifikan. "Problem utang Yunani masih berpotensi menjadi sandungan pergerakan euro," kata Nurul.

Secara teknikal, Nurul melihat munculnya Bollinger Band convergence mengindikasikan harapan apresiasi terhadap euro. Indikator Stochastic Slow yang uptrending juga mendukung hal itu. Euro sendiri diproyeksi bakal bergerak di kisaran support 1,3850-1,3950 dan resistance 1,4280-1,4400.

Rabu kemarin (25/5) euro ditutup melemah ke level 1,4085 setelah sebelumnya dibuka di posisi 1,4098.

Inilah Dua Saham Pilihan dari Sektor Tambang

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Menggeliatnya kembali harga minyak dunia, membuat sejumlah pelaku pasar sedikit lega. Sebab, biasanya, kenaikan harga minyak akan diikuti oleh harga komoditas lainnya, termasuk batubara.

Betul, pengaruh dari harga minyak ini tidak berlangsung otomatis. Tapi kalau melihat tren permintaan minyak dunia, dipastikan, penguatan akan terus berlangsung dalam waktu yang cukup lama.

Pada gilirannya, ya itu tadi, harga batubara akan mengekor di belakang. Apalagi, akibat pembangkit listrik tenaga nuklirnya dihantam gempa dan tsunami, permintaan dari Jepang juga diprediksi akan meningkat secara signifikan.

Kemungkinan itulah yang membuat harapan para pemodal terhadap saham-sahamnya makin menebal. Mereka yakin, harga saham batubara yang belakangan ini kurang bergairah akan kembali bergerak naik. “Ini hanya soal waktu,” kata seorang analis asing.

Lantas saham mana yang layak dijadikan sebagai lahan investasi? Sang analis, tanpa ragu, langsung menunjuk PT Adaro Energy (ADRO) dan PT PT Borneo Lumbung Energi & Metal (BORN).

Saham Adaro menjadi pilihan lantaran beberapa faktor penunjang. Perusahaan ini dianggap memiliki manajerial yang mumpuni. Dan yang tak kalah penting, cadangan batubara yang dimilikinya diyakini akan membuat perseroan bisa berproduksi secara stabil hingga 10 tahun ke depan. Itulah yang membuat para analis berani memasang target harga untuk saham ini di level Rp2.800.

Akan halnya Borneo, kini sudah bisa tampil sebagai perusahaan yang menguntungkan. Paling tidak saat ini BORN sudah mencatatkan laba Rp 625 miliar. Diprediksi tahun ini penjualannya bias meningkat hingga dua kali lipat. Makanya, para analis percaya saham batubara yang satu ini masih menyimpan potensi gain hingga 40%. Tertarik? [mdr]

Harga Minyak Pacu IHSG Kamis (26/5) Dibuka Naik

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Pada perdagangan Kamsi (26/5), IHSG dibuka naik 0,35% ke level 3.793,51.

Penguatan indeks pagi ini mengikuti kenaikan bursa global dan regional disebabkan harga komoditas yang kembali naik. Volume perdagangan sebanyak 40,35 juta saham dengan nilai transaksi sebesar Rp70,09 miliar. Asing kembali masuk ke pasar dengan melakukan pembelian bersih sebesar Rp3,63 miliar.

Indeks LQ45 naik 0,51% ke level 675,84, sedang JII naik 0,33% ke level 526,15. Dow Jones Naik 0,31%. Di Asia, Shanghai naik 0,51%, Hang Seng naik 0,32%, KLSE naik 0,59%, Nikkei naik 1,29%, dan Seoul naik 1,33%.

Saham-saham yang naik tajam pagi ini adalah GGRM naik 1,14%, ASII naik 0,86%, ITMG naik 0,53%, UNVR naik 0,67%, dan AALI naik 0,43%.

Kenaikan Harga Komoditas Angkat Saham Asia

Medium
INILAH.COM, Jakarta - Saham Asia pada perdagangan Kamis (26/5) pagi menguat akibat pemulihan pasar global yang dipimpin oleh kenaikan harga komoditas, meskipun masih dihantui kekhawatiran utang Yunani.

Mengutip Reuters, CNBC Asia FTSE 100 Index, yang mengukur pasar di seluruh Asia, naik 0,7 persen. Benchmark saham Jepang Nikkei N225 naik 0,81 persen ke 9.499,45, sementara Topix naik 0,61 persen menjadi 822,72. Saham Ricoh melonjak 4,1 persen setelah surat kabar Nikkei melaporkan bahwa ia akan memangkas 10.000 pekerja di seluruh dunia dalam tiga tahun ke depan untuk mempercepat perubahan. Keputusan untuk mengurangi tenaga kerja hampir 10% kemungkinan akan mencakup PHK beberapa ribu di perusahaan-perusahaan skala besar di Jepang.

Canon naik 4,5 persen setelah mengatakan pada hari Rabu bahwa akan melakukan buyback saham hingga 50 miliar yen ($ 610.400.000) untuk mempersiapkan kemungkinan swap saham dan langkah strategis lainnya. Industri peralatan presisi dan produsen kamera ini mengatakan akan membeli kembali sampai 15 juta saham, atau 1,2 persen dari saham pada 26 Mei - 28 Juli.

Saham Seoul melonjak 1,2 persen setelah jatuh besar di sesi sebelumnya, dengan perusahaan-perusahaan penyulingan minyak mentah seperti SK Innovation naik karena relinya harga minyak. Indeks Harga Saham Gabungan Kores (KOSPI) naik 1,23 persen ke 2.061,35.

Saham Australia naik 0,8 persen, pulih setelah empat hari melemah, akibat saham tambang BHP Billiton dan Rio Tinto menguat disebabkan kenaikan harga tembaga, dan pembelian atraktif saham bank setelah terjadi penjualan awal minggu ini.

Benchmark S & P / ASX 200 index naik 37,5 poin ke 4.622,2. Indeks ini jatuh 1 persen ke level terendah dalam 10 minggu pada hari Rabu. Selandia Baru benchmark NZX 50 indeks turun 0,1 persen menjadi 3.549,7 pada awal perdagangan. Saham perusahaan televisi berbayar Austar berada disuspensi karena pengumuman tawaran yang tidak mengikat dari pesaingnya Foxtel di harga A $ 1,52 per saham secara tunai. Saham terakhir diperdagangkan di A $ 1,265. Saham ini akan kembali diperdagangkan pada 0100 GMT. Saham Origin Energy naik 0,4 persen setelah Australian Financial Review mengatakan bahwa negara itu untuk meningkatkan lebih dari A $ 1 miliar dalam bentuk efek hibrida untuk mendanai proyek LNG Queensland.

Ricoh Jepang Pangkas 10 Ribu Pekerjaan

Medium
INILAH.COM, Los Angeles – Ricoh Jepang pada Kamis (26/5) mengatakan, pihaknya akan menghilangkan 10 ribu pekerjaan dari tenaga kerja di seluruh dunia pada tahun fiskal 2013.

Pemangkasan staf pembuat peralatan kantor dengan 109 ribu stafnya akan menambah sekitar 140 miliar yen (US$ 1,7 miliar) pada Maret 2014, dengan restrukturisasi biaya sekitar 60 miliar yen.

Saham Ricoh naik Kamis pagi, diperdagangkan menguat 6,8% menjelang akhir sesi pertama. [ast]

Saham PRAS Layak Dipertimbangkan

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Saham PT Prima Alloy Steel Universal Tbk (PRAS) bakal terkerek ke level Rp250-500 dalam waktu dekat.

Beberapa pelaku pasar menyatakan investor baru akan menyuntikkan dana segar untuk mendukung ekspansi bisnis perseroan. Selain itu, kabarnya perusahaan otomotif terkemuka akan menjadikan PRAS sebagai target akuisisi.

Pada perdagangan kemarin saham PRAS ditutup naik 2 poin ke level Rp114.

Saham GIAA Berpotensi Menuju Rp1.000

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) berpeluang menuju level Rp800-1.000 dalam waktu dekat.

Potensi ini terkait kabar perseroan yang akan melakukan private placement 10% saham kepada Singapore Airlines (SIA). Sumber membisikkan, SIA bersedia menebus di harga mahal karena mengincar jatah komisaris independen di Garuda.

Pada perdagangan kemarin, saham GIAA ditutup stagnan di level Rp520.

Akuisisi Bess Finance, Cermati Saham BJBR

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Bank Pembangunan Jabar dan Banten Tbk (BJBR) dikabarkan telah membeli 45% saham Bess Finance dari Prime Capital Malaysia.

Saat ini Bess Finance dikendalikan Benny Wenas yang membesarkan PT Wom Finance Tbk (WOMF). Di sisi lain, CLSA dalam riset terakhirnya memasang rating overweight untuk BJBR dengan target harga Rp1.650.

Pada perdagangan kemarin, saham BJBR ditutup turun 30 poin ke level Rp1.210.

Potensi 'Gain' Saham KKGI ke Level Rp6.000

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Laju saham KKGI, Kamis (26/5) diprediksi stagnan seiring belum pastinya laju market. Tapi, untuk mid-long term, saham ini bertenaga ke level Rp6.000 seiring potential growth emiten yang signifikan.

Pengamat pasar modal dari Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) Ukie Jaya Mahendra mengatakan, potensi stagnannya pergerakan saham PT Resource Alam Indonesia (KKGI) salah satunya karena faktor laju market yang belum menentu. Di sisi lain, saham batu bara ini juga sudah memberikan gain yang signifikan dari level Rp3.700 akhir 2010 ke level Rp5.000 saat ini.

Artinya, lanjut Ukie, KKGI sudah memberikan keuntungan sebesar Rp1.300 per saham (35,1%) dalam 4,5 bulan terakhir. Meski begitu, potential upside-nya masih cukup besar untuk jangka menengah-panjang. “Untuk jangka pendek atau harian saham KKGI akan bergerak dalam kisaran support Rp4.900 dan Rp5.250 sebagai level resistance-nya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (25/6).

Pada perdagangan Rabu (25/5) saham KKGI ditutup stagnan di level Rp5.000. Harga intraday tertingginya mencapai Rp5.050 dan terendah Rp4.975. Volume transaksi mencapai 197,5 ribu unit saham senilai Rp987,8 juta dan frekuensi 56 kali.

Karena itu, Ukie menegaskan, dalam situasi market yang belum pasti, pelaku pasar lebih baik mencari saham dengan kapitalisasi market yang kecil seperti KKGI. Sebab, potensi pertumbuhannya sangat besar karena banyak cadangan tambangnya yang belum dieksplorasi.

Dia menjelaskan, saham sektor batu bara yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai 15 emiten. Di antaranya sudah berkapitalisasi besar sehingga peluang tumbuhnya semakin kecil. Dia menyebutkan PT Indo Tambang Raya (ITMG) dan PT Harum Energy Indonesia (HRUM) yang market kapitalisasinya di atas Rp5 triliun.

Lalu, PT Adaro Energy (ADRO) Rp17 triliun, PT Bumi Resources (BUMI) Rp70 triliun, PT Bayan Resources (BYAN) Rp57 triliun dan PT Indo Tambang Raya (ITMG) Rp50 triliun.

Dia menegaskan, masih ada saham batu bara yang market kapitalisasinya kecil. Di antaranya adalah PT Resource Alam Indonesia (KKGI) sehingga potential upside-nya masih besar dengan kapitalisasi market Rp5 triliun dan cadangan tambangnya cukup besar.

Memang dia menjelaskan, untuk jangka pendek, saham ini masih akan stagnan. Tapi, saham ini sangat menarik dikoleksi untuk jangka menengah-panjang. “Karena itu, saham KKGI sangat layak dikoleksi,” tandasnya.

Apalagi, menurut Ukie potential growth cukup besar karena masih banyak ladang tambang yang belum dieksplorasi. Dari sisi valuasi pun sangat menarik dengan Price Earnings Ratio (PER) masih di level 15 kali. “Lalu, rasio utangnya pun kecil di level 0,56 kali,” tutur Ukie.

Selain dari faktor fundamental emiten, lanjutnya, saham KKGI seperti halnya saham batu bara lain mendapat sentiment positif dari harga minyak mentah dunia dan harga batu bara. Meskipun kemarin, harga minyak turun tipis ke level US$98 per barel, berdasarkan konsensus, harga batu bara akan bergerak dalam kisaran US$100-150 per metrik ton dalam mid-long term.

Begitu juga dengan harga minyak mentah dunia yang potential upside-nya masih sangat besar. Minyak akan bergerak ranging dalam kisaran US$90-110 hingga akhir tahun. Level US$100-an saat ini merupakan level konsolidasi.

Di atas semua itu, Ukie menargetkan harga (target price) di level Rp6.000 yang menurutnya bisa dicapai hingga akhir tahun. “Saya rekomendasikan collective buy saham KKGI,” imbuh Ukie. [mdr]

PNIN Menuju Rp1.000

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Minat bank asing terhadap saham PT Panin Insurance Tbk (PNIN) akan membawa emiten ini menuju Rp1000 dalam waktu dekat.

Beredar kabar bahwa sebuah perusahaan perbankan asing yakni ANZ Bank (Australia-New Zealand Bank) akan membeli 6,13% saham PNIN, yang saat ini dimiliki oleh salah satu pemegang sahamnya yakni Ombicourt Group Ltd.

Pembelian ini secara tidak langsung akan meningkatkan kerjasama di jasa keuangan yang selama berjalan antara ANZ bank dengan Panin Bank.

Pada perdagangan kemarin PNIN ditutup di level Rp630 atau naik 10 poin (1,6%). Emiten ini diperdagangkan sebesar 29,88 juta lembar saham, senilai Rp18.88 miliar. [ast]

China 'Unjuk Gigi' dengan Internasionalisasi Yuan

Headline
INILAH.COM, Jakarta – China menginternasionalisasi yuan sejak Juli 2009. Negeri Tirai Bambu itu dinilai ‘unjuk gigi’ sebagai negara kuat dan calon ekonomi terbesar dunia pada 2020, menggeser posisi AS.

Bank Sentral China menyatakan, pihaknya telah menambah jumlah eksportir China yang diizinkan mempergunakan yuan untuk melaksanakan transaksi internasional. The People's Bank of China (PBOC) menegaskan, pihaknya sudah melakukan uji coba internasionalisasi yuan sejak Juli 2009.

Sebanyak 365 perusahaan China mempergunakan yuan untuk perdagangan internasional saat pertama kali dirintis. Angka itu telah bertambah besar menjadi 67.539 perusahaan domestik.

Menurut Bank Sentral, nilai dari perdagangan internasional dengan mata uang yuan mencapai 51 miliar dari Juni sampai November 2010 atau lebih dari 7 kali nilai perdagangan pada awal program ini.

China juga telah mengizinkan penggunaan lebih banyak dari mata uangnya untuk transaksi lintas perbatasan guna mengurangi ketergantungan pada dolar AS. Kenaikan jumlah eksportir China yang berpartisipasi dalam program percobaan ini merupakan langkah maju dalam usaha agar yuan menjadi mata uang internasional.

Ekonom Standard Chartered Bank Eric Alexander Sugandi mengatakan, internasionalisasi mata uang yuan, akan menguntungkan China secara politis. Dari sisi ini menurutnya, menunjukkan status China sebagai negara yang kuat. Apalagi, jika secara ekonomi negeri Tirai Bambu itu sudah berhasil menggeser AS sebagai ekonomi terbesar dunia pada 2020.

Lalu, secara ekonomi pun China diuntungkan karena bisa melakukan perdagangan tanpa melibatkan mata uang dolar AS. Sebab, penggunaan mata uang three parties sangat rentan terhadap kerugian selisih kurs. “Karena itu, internasionalisasi mata uang yuan akan mempermudah China dalam transaksi dengan mitra-mitra dagangnya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (25/5).

Secara global, langkah China itu akan mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS. Namun demikian, untuk saat ini, negara-negara di dunia masih bisa memilih euro dan yen Jepang sebagai alternatif dolar AS. Internasionalisasi yuan bisa diwujudkan sepenuhnya jika China berhasil menjadi kekuatan ekonomi terbesar pada 2020. “Tapi, secara umum wajar ada harapan yuan China menjadi mata uang internasional,” tambah Eric.

Tapi, lagi-lagi Eric menggarisbawahi, untuk saat ini dari sisi konvertibilitas, yuan China belum bisa menyaingi dolar AS. Sebab, penggunaannya belum seluas mata uang AS. Apalagi, nilai tukar yuan sangat ditentukan oleh Bank Sentral China. “Nilai yuan fixed karena dikontrol oleh PBOC. Kalaupun floating masih dalam kategeori manageable floating,” paparnya.

Dia menegaskan, untuk saat ini, banyak negara yang enggan memperbesar porsi yuan dalam cadangan devisanya. Sebab, negara-negara lain melihat, mata uang yang convertible setelah dolar AS adalah euro dan yen Jepang. “Sebab, pergerakan dolar AS, euro dan yen, sangat floating berdasarkan pergerakan pasar,” ucapnya.

Di sisi lain, likuiditas atau penggunaan dolar AS jauh lebih banyak dibandingkan yuan. Karena itu, Eric memperkirakan, dalam 5 tahun ke depan, yuan masih susah menjadi mata uang internasional. “Itu akan terjadi jika yuan China sudah massif digunakan dan nilai tukarnya floating sesuai pergerakan market,” timpalnya.

Upaya internasionalisasi yuan sebenarnya juga sudah terjadi sejak Chiang Mai Initiative (CMI) ketika negara-negara Asean menjaga ekonomi merea dari krisis 2009. Lalu, ada perjanjian bilateral antara China dengan masing-masing negara di ASEAN. “Perjanjian tersebut memungkinkan yuan jadi alat tukar di negara-negara Asean,” ungkapnya.

Sebelumnya, ada juga perjanjian yuan yang dijual di Hong Kong. Itulah bentuk-bentuk internasionalisasi yuan. Eric mempertanyakan, apakah China akan terus memperkuat yuan seiring akselerasi GDP-nya. Saat ini, yuan diduga undervalue. Artinya, nilai tukar yuan lebih rendah dari harga fundamentalnya. “Diduga, China melakukan ini untuk mendorong pertumbuhan ekspor mereka,” ujarnya.

Di atas semua itu, jika China tidak membiarkan pergerakan mata uangnya floating akan menyulitkan yuan menjadi mata uang internasional. “Sebab, nilai mata uangnya tidak mencerminkan fundamentalnya sehingga tidak convertible jika bertransaksi dengan mata uang tersebut (yuan),” imbuhnya. [mdr]

Koreksi, Beberapa Saham Masih Menarik

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Bursa saham Indonesia pada Kamis (26/5) diperkirakan akan melanjutkan koreksi. Namun, beberapa saham seperti UNVR, BORN dan ADRO masih direkomendasikan.

Reza Nugraha, analis dari MNC Securities mengatakan, IHSG hari ini masih akan berada dalam tekanan, karena faktor eksternal yang terjadi berbarengan dengan harga saham-saham yang sudah overbought, “Terutama di saham-saham big cap perbankan, Astra International (ASII) dan Telekomunikasi Indonesia (TLKM),” ujarnya kepada INILAH.COM.

Menurutnya, peluang rebound indeks terbuka karena harga komoditas kembali naik setelah rekomendasi Goldman Sachs yang mengindikasikan harga komoditas, yakni minyak mentah, masih akan tinggi karena supply yang masih menipis.

IHSG diprediksi mengarah ke level support 3470 dan mulai rebound seiring data inflasi Mei yang diperkirakan masih rendah. Selain antisipasi emiten yang akan membagikan dividen. Namun, ini hanya jangka pendek, karena ada anomali profit taking, ketika cum date dividen,” paparnya.

Di tengah situasi ini, Reza merekomendasikan beberapa emiten, seperti Unilever (UNVR) yang akan membagikan dividen 100% dari laba bersih, termasuk defensive stock, “Sehingga ketika market turun, emiten ini tidak mengalami penurunan tajam,” katanya.

Saham lain yang yang direkomendasikan adalah Borneo Energy (BORN). Selain karena batubaranya high rank (cooking coal), permintaan mulai meningkat dan akan dibeli sebagian sahamnya oleh perusahaan China.

Adaro Energy (ADRO) pun menjadi pilihan karenaakan mendapat kontrak dari PLTU, sehingga produksinya bisa terserap, meskipun tidak dengan harga rata-rata jual yang tinggi. “Namun dengan ekspansi volume produksi, ADRO masih mampu mencapai target penjualan, mengingat ASP batubara masih fluktuatif,” tutupnya.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (25/5) ditutup melemah 5,781 poin (0,16%) ke level 3.780,162. Perdagangan di Bursa efek Indonesia didukung volume transaksi sebesar 9.147 miliar lembar saham, senilai Rp 4,063 triliun.

Sebanyak 91 saham naik, 145 saham turun, dan 92 saham stagnan. Koreksi bursa diwarnai aksi jual asing, yang mencatat transaksi jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp267 miliar. Rinciannya adalah transaksi jual mencapai Rp1,515 triliun dan transaksi beli sebesar Rp1,247 triliun. [mdr]

Wall Street Menguat Ikuti Harga Komoditas

Headline
INILAH.COM, New York - Bursa saham Amerika Serikat ditutup positif pada perdagangan saham Rabu (25/5). Perdagangan saham bergerak rally tetapi tidak terlihat cukup kuat untuk menahan kekhawatiran terhadap permintaan global.

"Investor lelah melakukan aksi jual, khususnya komoditi," ujar Senior Market Analyst Interactive Brokers Group Andrew Wilkinson seperti dikutip dari yahoo.finance.com.

Sektor saham energi mencatatkan untung dari yang tidak diharapkan menurun di distillate stockpiles, di mana menekan oil futures. Indeks energi S&P berada di 1,5% merupakan untung terbesar antara sektor S&P 500. Komponen Dow Exxon Mobil Corp naik 0,8% ke level US$81,96 seperti indeks PHLX sektor layanan minyak naik 2,8%.

Indeks Dow Jones naik 38,45 poin atau 0,31% ke level 12.394,66. Indeks S&P 500 naik 4,19 poin atau 0,32% ke level 1.320,47. Indeks Nasdaq naik 15,22 poin atau 0,55% ke level 2.761.38.

Flextronics International Ltd memberikan kontribusi terbesar ke Nasdaq, dengan naik 3,8% mengikuti kenaikan dari Raymond James. Toll Brothers Inc menyatakan order mengalami kenaikan pada kuartal terakhir yang diikuti harga rumah. Harga saham Toll Brothers Inc naik 1,8% ke level US$20,63. Indeks konstruksi US Dow Jones sekitar 1,1%.

Saham diperdagangkan rendah berdasarkan berita termasuk data manufaktur melemah dari wilayah Atlantic seperti survei New York dan Philadelphia yang mengecewakan membuat pertumbuhan ekonomi melambat.

Saham AIG turun 4% ke level US$28,28 di bawah rata-rata US$29 pada harga penawaran di mana 300 juta saham telah dijual oleh US treasury dan dibailout perusahaan asuransi.

Lebih dari 60% saham diperdagangkan di bursa saham New York dan Nasdaq. Volume perdagangan saham sekitar 6,69 miliar saham diperdagangkan di bursa saham New York, American Stock Exchange dan Nasdaq di bawah rata-rata harian 8,47 miliar. [hid]