Rabu, 20 Juli 2011

Cuma Akal-akalan Bank, Waspadai Tawaran Personal Loan!

Gb
Jakarta - Pernahkah anda ditawari kenaikan plafon atau limit transaksi kartu kredit anda oleh bank? Atau diiming-imingi personal loan berupa dana tunai oleh bank sesuai plafon limit transaksi kartu kredit anda?

Berhati-hatilah, jika anda tergiur oleh tawaran bank yang justru dapat merugikan anda sendiri!

Bank Indonesia (BI) menilai skema seperti diatas merupakan 'akal-akalan' bank untuk memperoleh keuntungan besar dari nasabah kartu kreditnya. Karena sebuah limit yang diberikan oleh bank pada intinya adalah untuk pengaman dari transaksi yang melebihi batas dengan menggunakan kartu kredit.

"Oleh karena itu harus digunakan secara proper. Dan limit tersebut tetaplah dipandang sebagai alat pembayaran dengan plafon maksimal yang lebih menguntungkan dari pada bawa uang tunai," ujar Juru Bicara Bank Indonesia, Difi Johansyah kepada detikFinance di Jakarta, Rabu (20/7/2011).

Difi menjelaskan, jika ada bank yang menawarkan plafon kartu kredit yang ternyata dapat ditukar seolah-olah sebagai jaminan untuk dapat pinjaman melalui kartu kredit itu bisa dibilang tidak patut.

"Kalau plafon itu dijaminkan untuk dapat kredit personal maka itu artinya nasabah dipaksa untuk menggunakan plafon maksimal terus menerus. Transaksi dengan cara ini lebih menguntungkan bank daripada nasabah," tuturnya.

"Apalagi kalau penawaran dan deal-nya dilakukan lewat telepon. Ini harus hati-hati karena nasabah bisa kurang teliti," imbuhnya.

Menurut Difi, kredit personal itu seringkali hanya bermanfaat jangka pendek yakni satu bulan atau dua bulan pertama. Selebihnya, nilai manfaatnya sudah habis dan nasabah kebagian utang pokok dan bunga. Karena menurutnya, pinjaman seperti ini angsurannya dari pokok dan bunga.

"Abis dua bulan nilai manfaat dari pokok sudah habis karena pokok juga sudah mulai harus dilunasi," tuturnya.

Misalnya saja, nasabah diberi pinjaman Rp 60 juta pokok yang diambil dari limit kartu kreditnya. Setelah habis dua bulan bisa jadi nilai manfaat pokok tinggal Rp 40 juta.

"Kenapa? karena pokok sudah mulai dilunasi melalui kartu kredit nasabah. Dan nilai manfaat pokok ini akan terus mengecil. Tapi nasabah akan terus dibebani utang dengan pokok sebesar Rp 60 juta itu. Sampai akhir angsuran," jelas Difi.

"Nasabah sering merasa tertipu karena di awal dia ditawarin Rp 60 juta dan secara psikologis dia merasa dapat memanfaatkan Rp 60 juta itu padahal manfaatnya terus menurun dengan berjalannya waktu. Karena cara bank menghitung angsuran adalah pokok awal plus bunga installment," paparnya lagi.

Kalau nasabah gagal bayar, lanjut Difi, maka risikonya track record nasabah jadi tidak bagus. Padahal bisa saja sebelumnya bagus, karena fasilitas pinjaman dengan menaikkan plafon ini biasanya ditawrkan ke nasabah dengan track record yang baik.

"Selain itu, nasabah kecelenya sebenarnya karena dia itu nggak butuh butuh amat personal loan itu sendiri. Bank yang menawarkan beginian itu pinter. Karena personal loan gaya seperti ini ditawarkan ke nasabah yang track recordnya udah bagus berdasarkan data base bank, jadi risiko NPL-nya dari awal sudah bisa dihitung. Itu pinternya bank," papar Difi.

Pada dasarnya, lanjut Difi, cara menghitung personal loan ini sama dengan cara menghitung consumer loan yang lain. Seperti car loan (pinjaman kendaraan bermotor) namun bedanya di car loan nasabah dikasih opsi pelunasan dan bisa pilih skim yang cara pelunasannya paling menguntungkan.

"Misalnya manfaat pokok itu turunnya pelan-pelan misalnya 3 tahun sesuai kemampuan sehingga nasabah masih bisa "bernafas" dan melakukan perencanaan keuangan dengan baik," kata Difi.

Jadi, pikirkan dahulu ambil personal loan dengan jaminan dari limit kartu kredit anda.

(dru/qom)

Rekor Baru Lagi untuk IHSG?

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup melemah tipis 9 poin akibat profit taking setelah menembus rekor tertingginya. Investor mengikuti trend bursa-bursa regional yang juga sedang dilanda aksi jual karena banyaknya sentimen negatif.

Pada perdagangan, Selasa (19/7/2011), IHSG menipis 9,557 poin (0,24%) ke level 4.023,417. Sementara Indeks LQ 45 turun 4,416 poin (0,62%) ke level 710,207.

Menguatnya bursa Wall Street secara tajam memberikan peluang untuk penguatan IHSG lagi. Investor akan memanfaatkan momentum penguatan bursa global tersebut untuk mendorong IHSG ke rekor tertingginya kembali pada perdagangan Rabu (20/7/2011).

Bursa Wall Street tadi malam kembali mencetak rekor terbaiknya, merespons kuatnya laporan keuangan perusahaan dan harapan baru tercapainya kesepakatan soal anggaran Amerika Serikat (AS).

Pada perdagangan Selasa (19/7/2011), indeks Dow Jones industrial average: naik 202,11 poin (1,63%) ke level 12.587,27, indeks Standard & Poor's 500 naik 21,27 poin (1,63%) ke level 1.326,71 dan Nasdaq naik 61,41 poin (2,22%) ke level 2.826,52.

Bursa Jepang juga langsung mengalami rebound cukup signifikan, sehingga indeks Nikkei kembali menembus level 10.000. Mengawali perdagangan Rabu, indeks Nikkei-225 tercatat naik 123,93 poin (1,25%) ke level 10.013,65.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Panin Sekuritas:

Profit taking mulai melanda IHSG pada perdagangan kemarin, setelah beberapa hari mengalami kenaikan. Investor asing tampak mulai melakukan aksi ambil untuk dimana asing tercatat mulai melakukan net sell. Kami melihat koreksi yang terjadi di pasar masih cukup wajar. Beberapa saham bluechip tampaknya sudah mencapai rekor tertinggi baru. Disisi lain, investor juga masih dibayangi oleh kekhawatiran akan perkembangan kondisi makroekonomi di AS dan Eropa. Meski mengalami koreksi, akan tetapi indeks masih berada dalam pola uptrend pada kisaran support-resistance 3.994-4.038.

eTrading Securities:

IHSG kemarin ditutup turun 9.6 point (-0.24%) ke level 4,023.42 menyusul aksi profit taking yang dilakukan oleh sejumlah investor ditambah dengan berita negatif dari AS ikut membuat indeks ditutup di zona merah untuk pertama kalinya dalam lima hari terakhir.

Hampir seluruh sektor mengalami penurunan pada hari ini kecuali sektor agriculture (+0.22%), mining (+0.30%), property (+2.81%) dan trade (+0.65%) dengan total transaksi sebanyak 12.4 juta lot atau setara dengan Rp5.2 triliun.

Tercatat sebanyak 143 saham mengalami kenaikan, 91 saham mengalami penurunan, 81 saham tidak mengalami perubahan dan 138 saham tidak diperdagangkan sama sekali.Saham-saham yang menjadi penahan turunnya indeks a.l. BSDE, BUMI, EMTK, BRMS dan BKSL sementara yang menjadi penarik terbesar indeks hari ini a.l. BMRI, BBCA, ASII, ADRO dan INDF.

Asing tercatat melakukan net sell pada pasar regular sebesar Rp201 miliar dengan saham-saham yang paling banyak dijual a.l. BMRI, PGAS, INDF, PTBA dan TLKM. Rupiah hari ini menguat 9 point ke level Rp8,550 per US$ menyusul berita bahwa Indonesia kemungkinan besar akan lebih dulu mendapatkan investment grade daripada Filipina.

Secara teknikal, pada perdagangan kemarin IHSG akhirnya bergerak terkoreksi namun akhirnya berhasil ditutup di atas garis support Moving average 5 hari di 4011. Sementara dari pergerakan indikator tampak stochastic berpotensi membentuk deathcross di area overbought sementara RSI mulai bergerak reversal di area overbought. Pada perdagangan hari ini (20/7), IHSG kami perkirakan akan bergerak konsolidasi pada kisaran 3980-4042, sementara itu saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. DEWA, GJTL, dan SMGR.

(qom/qom)

Jelang Ramadhan, Investor Akumulasi Beli LMPI

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Terkait persiapan masuk Bulan Suci Ramadhan dan menjelang Hari Raya, sejumlah investor besar dikabarkan sedang mengakumulasi pembelian saham Langgeng Makmur Industri (LMPI).

Harga saham LMPI diproyeksikan akan naik mencapai Rp600, mendekati Hari Raya. Hal ini juga didukung kinerja tahun ini, yang jauh lebih baik dibandingkan tahun lalu.

Dengan tingkat capex yang membaik dan keberhasilan re-financing dari Bank BRI ke Mandiri, LMPI akan mengalami peningkatan hasil usaha yang lebih tinggi daripada tahun lalu. Target penjualan tahun ini akan meningkat 10% dan sudah hampir tercapai hingga semester pertama 2011.

Pada perdagangan Selasa (19/7) kemarin, saham LMPI ditutup auto reject atas di posisi Rp 340 per lembar. Volume transaksi tercatat sebesar 13.84 juta lembar saham, senilai Rp4.36 miliar. [ast]

Peluang Naik Terbatas, Selektif Pilih Saham

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Bursa saham Indonesia pada Rabu (20/7) diperkirakan berpeluang berbalik arah menguat, meski tidak besar. Saham yang belum naik banyak bisa menjadi pilihan.

Pengamat pasar modal Ridwan Novayanto mengatakan, pasar Indonesia saat ini agak contrarian, dimana faktor global cenderung negatif, tapi penurunan IHSG terbatas. “Hal ini disebabkan adanya rebalancing asset, dimana investor mengalihkan dana-dana jangka pendek dari pasar-pasar maju ke negara berkembang,” katanya kepada INILAH.COM.

Indonesia menjadi pilihan, terkait semakin dekatnya peluang RI mendapat upgrading rating investasi menjadi investment grade. Kondisi ini membuka peluang profit di Indonesia, apalagi dengan yield yang relatif masih lebih tinggi dibanding negara-negara sejenis di Asia, maupun yield yang ditawarkan oleh negara-negara maju.

Meskipun penurunan relatif terbatas, imbuh Ridwan, apresiasi harga saham juga terbatas, karena pelaku pasar cenderung wait and see,”Mereka tidak melakukan trading dalam jumlah besar-besaran, pergerakan relatif sideways dan cenderung konsolidasi,”ujarnya.

Senada dengan Ahmad Riyadi, analis Millenium Danatama Sekuritas yang menilai pasar saat ini sudah tembus psikologis baru lagi. Kendati tertekan, IHSG masih terus naik, karena capital inflow yang terus mengalir ke emerging market. “Capital inflow ini terus terjadi karena belum ada pemulihan nyata dari situasi di Eropa,” ujarnya dihubungi terpisah.

Menurutnya, pelaku pasar kembali mengkhawatirkan upaya Yunani merestrukturisasi utang publiknya. Karena meski sudah mendapat persetujuan IMF dan Uni Eropa, belum jelas implementasi bantuan likuiditas dari lembaga-lembaga donor ini, karena Yunani diisyaratkan melakukan efisiensi budget dengan melakukan memotong belanja.

Ini yang dinilai pelaku pasar sulit diimplementasikan. Jika gagal, maka efek penularannya akan sangat besar, karena surat utang Yunani banyak dipegang oleh negara-negara ekonomi maju Eropa, seperti Prancis dan Jerman.

Di tengah situasi ini, Ahmad merekomendasikan investor untuk trading saham-saham sektor kimia, karena secara teknikal belum banyak pergerakan naik. Saham pilihannya adalah Polychem Indonesia (ADMG) dan Asia Pacific Fibers (POLY).

Sedangkan Yuganur Wijanarko dari HD Capital mengatakan, setelah koreksi kemarin yang terjadi akibat imbas sentimen negatif regional, IHSG siap melanjutkan kenaikan dan bertahan di atas level psikologis 4.000-an. “IHSG hari ini akan bergerak di level support 3.996-3.890 dan resistance 4.100-4.175,”ujarnya.

Beberapa saham yang disarankan Yuga adalah Truba Manunggal (TRUB), Telekomunikasi Indonesia (TLKM), Adaro Energy (ADRO) dan Perusahaan Gas Negara (PGAS),”Rekomendasi beli untuk saham-saham ini,” katanya.

Pada perdagangan Selasa (12/7), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 9,56 poin (0,24%) ke level 4.023,41, dengan intraday terendah di 4.002,45 dan tertinggi di 4.032,69. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia didukung volume transaksi sebesar 6,199 miliar lembar saham, senilai Rp 5,152 triliun dan frekuensi 140.215 kali.

Sebanyak 153 saham naik, 96 saham turun, dan 86 saham stagnan. Koreksi bursa didukung keluarnya dana asing dari pasar saham. Asing mencatatkan nilai transaksi jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp231 miliar. Rinciannya adalah transaksi jual sebesar Rp1,931 triliun dan transaksi beli sebesar Rp1,699 triliun. [ast]

Kinerja Emiten Dorong Wall Street Ditutup Positif

Headline
INILAH.COM, New York - Bursa saham Amerika Serikat ditutup positif pada perdagangan saham Selasa (19/7) setelah perusahaan melaporkan kinerja keuangan baik dan ada harapan kesepakatan untuk isu budget di Washington.

Saham IBM dan Coca Cola Inc menaikkan saham teknologi dan consumer didorong hasil kuartal kedua cukup baik. Saham IBM naik 5,7% memimpin kenaikan Dow's.

Indeks Nasdaq naik lebih dari 2% didorong kenaikan saham teknologi berkapitalisasi besar termasuk saham Apple. Manajemen perusahaan menyatakan pendapatan naik di atas estimasi analis. Saham ini pun naik 6,7% ke level US$402. Indeks futures Nasdaq 100 naik 22 poin. "Pasar saham mencari saham yang memimpin kenaikan indeks tetapi tidak didapatkan dari sektor keuangan. Faktanya ada di perusahaan teknologi yang mendapatkan hasil bagus, hal ini memberikan harapan saham akan naik," ujar Chief Market Strategist grup ConvergEx Nicholas Colas seperti dikutip dari yahoofinance.com.

Pada sesi perdagangan saham Selasa, sektor teknologi informasi mencatatkan hasil yang baik dengan naik 2,7%.

Pasar saham mengambil momentun sehari setelah Presiden Barack Obama menyarankan pengurangan defisit senilai US$3,75 triliun. The White House dan Kongress juga harus menyepakati dan menandatangani perjanjian peningkatan batas debt ceiling pada 2 Agustus atau Amerika Serikat akan gagal bayar utang.

Di antara saham sektor keuangan, saham Bank of America turun 1,5% ke level US$9,57 sementara Goldman turun 0,6% ke level US$128,49. Saham Wells Fargo naik 5,7% setelah manajemen bank menyatakan keuntungan naik 30%.

Indeks Dow Jones naik 202,11 poin atau 1,63% ke level 12.587,27. Indeks S&P 500 naik 21,27 poin atau 1,63% ke level 1.326,71. Indeks Nasdaq naik 61,41 poin atau 2,22% ke level 2.826,52. Laba bersih Goldman turun dari yang diharapkan karena pendapatan perdagangan pendapatan tetap turun tajam. Bank of America mencatatkan net loss US$8,8 miliar pada kuartal kedua. Saham Coca Cola Co naik 3,3% ke level US$69,32.

Volume perdagangan saham sekitar 7,01 miliar saham di bursa saham New York, NYSE Amex dan Nasdaq di bawah rata-rata harian 7,49 miliar saham. [cms]

Situasi Utang AS & Eropa Semakin Tak Pasti

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Rabu (20/7) diprediksi menguat. Ketidakpastian krisis utang Eropa dan AS masih mewarnai pergerakannya.

Periset dan analis senior PT Monex Investindo Futures Albertus Christian mengatakan, potensi penguatan rupiah hari ini, masih dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian kenaikan batas utang AS. Kondisi ini semakin memburuk setelah Presiden AS Barack Obama menolak proposal kenaikan limit utang dari Partai Republik.

Obama, lanjut Christian, justru memberikan deadline ke Konggres hingga Jumat (22/7). "Karena itu, rupiah cenderung menguat dan akan bergerak dalam kisaran 8.535-8.550 per dolar AS. Jika berhasil menguat ke bawah 8.535, penguatan rupiah berikutnya ke level Rp8.525,” katanya kepada INILAH.COM.

Di sisi lain, lanjutnya, fokus pasar selanjutnya pada data sektor peruamahan AS yang diekspektasikan masih negatif sehingga tidak akan jadi pengungkit bagi dolar AS. "Karena itu, dari sisi makro ekonomi masih menopang penguatan rupiah," ucapnya.

Hanya saja, pada saat yang sama, sentimen yang berpengaruh selanjutnya adalah dana bailout Yunani. Sebab, pada Rabu (19/7) sudah dilangsungkan konferensi jarak jauh antar pejabat tinggi Uni Eropa. Hal itu dilakukan sebagai 'pemanasan' sebelum summit pada Kamis (20/7)di Brussel. "Tapi, pasar berekspektasi belum adanya progress jika dilihat dari hasil konferensi kemarin," ujarnya.

Kondisi itu, menurut Christian, tetap akan memicu pengalihan aset berisiko ke aset-aset save haven. "Karena itu, situasinya masih tidak pasti. Lebih baik wait and see terlebih dahulu. Nantikan hasil summit Uni Eropa pada Kamis (21/7) dan deadline Obama pada Jumat (22/7)," imbuh Christian.

Asal tahu saja, kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Selasa (19/7) ditutup menguat 9 poin (0,10%) ke level 8.545/8.555 per dolar AS.

Saham Tekno Dorong Bursa Jepang Menguat

Headline
INILAH.COM, Sydney - Saham Jepang menguat tajam pada awal perdagangan Rabu (20/7), dengan saham teknologi memimpin kenaikan.

Kinerja yang positif dari perusahaan teknologi AS, Apple Inc dan IBM Corp membantu Dow Jones Industrial Average ke pencapaian intraday terbaik tahun ini pada.

Hal ini membawa perusahaan teknologi di Tokyo pagi ini naik. TDK Corp naik 2,8% dan Toshiba Corp naik 1,9%. Dolar diperdagangkan di 79,22 yen, menyusul kemajuan dalam pembicaraan untuk menaikkan batas utang AS. [ast]

Indomobil Bayar Kredit Refinancing US$15,5 Juta

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Indomobil Sukses International Tbk (IMAS) telah melakukan pelunasan pinjaman refinancing dari Indomobil Investment Limited (IMIL) senilai US$15,5 juta.

Demikian dikutip dari keterbukaan informasi yang diterbitkan BEI, Selasa (19/7). Pinjaman ini berdasarkan Term Loan Facility Agreement yang disepakati antara perseroan dengan IMIL pada 20 Juni 2008 senilai US$37 juta.

Pelunasan itu terdiri dari utang pokok senilai US$14,9 juta dan bunganya mencapai US$576,5 ribu. Dengan total pelunasan mencapai US$15,5 juta.

Inilah Menu Saham Pilihan Rabu (20/7)

Headline
INILAH.COM, Jakata - Pergerakan IHSG pada perdagangan Rabu (20/7) diperkirakan akan menguat sehingga dapat tetap bertahan di atas 4.000. Setelah kemarin dilanda koreksi akibat pengaruh bursa regional.

Demikian dikutip dari hasil riset analis senior HD Capital, Yuganur Wijanarko kemarin. "IHSG siap melanjutkan kenaikan kembali mempertahankan daerah diatas level psikologis 4.000-an."

Sementra menurut analis saham Panin Sekuritas, Purwoko Sartono mengatakan meski mengalami koreksi, akan tetapi indeks masih berada dalam pola uptrend pada kisaran support-resistance 3.994-4.038.

"Kami melihat koreksi yang terjadi di pasar masih cukup wajar. Beberapa saham bluechip tampaknya sudah mencapai rekor tertinggi baru. Disisi lain, investor juga masih dibayangi oleh kekhawatiran akan perkembangan kondisi makroekonomi di AS dan Eropa," katanya.

IHSG kemarin ditutup turun 9,5 poin atau 0,2% menjadi 4.023,42. Volume perdagangan mencapai 6,1 miliar saham senilai Rp5,1 triliun. IHSG mengalami net foreign sell sebesar Rp231,7 miliar dengan penjualan asing mencapai Rp1,9 triliun dan pembelian asing mencapai Rp1,6 triliun.

"Profit taking mulai melanda IHSG pada perdagangan kemarin, setelah beberapa hari mengalami kenaikan. Investor asing tampak mulai melakukan aksi ambil untuk dimana asing tercatat mulai melakukan net sell."

Sementara Yuganur menyarankan saham pilihan untuk hari ini adalah TRUB yang disarankan beli dengan target harga di 68 dari penutupan kemarin di 61. Strategi masuk pertama di 60 dan kedua di 58 dengan cut loss di 56. Pasca dibukanya setelah suspend untuk jangka waktu yang cukup lama seharusnya saham in resume mengikutinya tren naik IHSG untuk mengetes resistance di Rp.65-68.

Untuk saham TLKM disarankan beli dengan target harga di 7.350 dari penutupan kemarin di 7.050. Strategi masuk pertama di 7.050 dn kedua di 6.950 dengan cut loss di 6.850.

Sedangkan saham PGAS disarankan beli dengan target harga di 4.050-4.125 dari penutupan kemarin di 3.975. Strategi masuk pertama di 3.975 dan kedua di 3.925 dengan cut loss di 3.850.

Saham ADRO dengan target harga di 2.700 dari penutupan kemarin di 2.575. Strategi masuk pertama di 2.550 dan kedua di 2.450 dengan cut loss di 2.350.

Kelihatannya sektor batubara mulai kembali bersinar di IHSG, ADRO merupakan saham batubara dengan kapitalisasi terbesar di sektornya. Ini dapat menjadi proxy drive IHSG menuju target akhir Juli di 4.100.

Trader Bisa Beli BUMI di Level Rp3.025

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Jika tembus resistance Rp3.200, saham BUMI bakal mengakhiri fase downtrend-nya. Untuk trader jangka pendek, rekomendasi beli di level Rp3.025. Longterm? investor tunggu penembusan resistance.

Technical analyst dari Jsxpro.com Tommy Yu mengatakan, secara umum saham BUMI berpeluang menguat hari ini. Sebab, baik indikator Moving Average Convergence-Divergence (MACD) maupun stochastic menunjukkan hal itu. Menurutnya, jika hari ini bisa tembus level Rp3.075-3.100, merupakan sinyal beli. Sebab, BUMI sudah breakout dari fase sideways-nya selama tiga pekan terakhir.

Hanya saja, menurut Tommy, penguatan lanjutan saham sejuta umat tidak bisa diharapkan signifikan. Sebab, secara umum masih berada dalam down trend setelah dalam dua pekan terakhir sideways dan tertahan di kisaran level support Rp2.950. “Karena itu, target kenaikan saham ini tidak dipasang tinggi hanya di level Rp3.150-3.200. Ini merupakan level resistance terdekatnya,” katanya kepada INILAH.COM.

Pada perdagangan Selasa (19/7) saham BUMI ditutup menguat Rp75 (2,52%) ke level Rp3.050 dari posisi sebelumnya Rp2.975. Harga intraday tertingginya mencapai Rp3.050 dan terendah Rp2.950. Volume transaksi mencapai Rp91,7 juta unit saham senilai Rp276,2 miliar dan frekuensi 3.480 kali. Berikut ini wawancara lengkapnya:

Setelah menguat ke level Rp3.050, bagaimana Anda memperkirakan laju saham BUMI hari ini?

Secara umum saham BUMI berpeluang menguat hari ini. Sebab, baik indikator MACD maupun stochastic menunjukkan penguatan. Itu juga yang menjadi alasan mengapa saham BUMI mengalami pergerakan pada perdagangan kemarin. Hanya saja, untuk mengkonfirmasi penguatan selanjutnya masih harus menunggu satu hari lagi yakni, hari ini jika bisa membentuk candle yang lebih baik. Artinya, high-low-nya lebih tinggi.

Akan bergerak dalam kisaran berapa?

BUMI berpeluang mengarah ke level resistance Rp3.150-3.200 dan Rp2.950 sebagai level support-nya. Jika hari ini bisa tembus level Rp3.075-3.100, merupakan sinyal beli. Sebab, BUMI sudah breakout dari fase sideways-nya selama tiga pekan terakhir. Dalam rentang waktu itu, saham ini ranging di kisaran Rp2.950-3.000. Karena itu, jika tembus Rp3.075-3.100, BUMI akan lepas dari posisi sideways-nya dan melanjutkan penguatan.

Hingga level berapa potensi penguatan saham BUMI berikutnya?

Itu dia. Penguatan lanjutan saham BUMI tidak bisa diharapkan akan signifikan. Sebab, secara umum masih berada dalam down trend setelah dalam dua pekan terakhir sideways dan tertahan di kisaran level support Rp2.950. Karena itu, target kenaikan saham ini tidak dipasang tinggi hanya di level Rp3.150-3.200. Ini merupakan level resistance terdekatnya.

Jika level resistance tersebut berhasil ditembus, saham BUMI baru bakal menguat lebih jauh dan mengakhiris fase downtrend-nya menjadi up trend. Tapi, secara historis pada level-level tersebut orang biasanya melakukan profit taking. Sebaliknya, jika level tersebut gagal ditembus ke atas, saham BUMI akan kembali melemah.

Selain faktor teknikal, ada alasan lain yang bisa mengangkat saham BUMI?

Untuk hari ini saham BUMI berpeluang menguat. Selain faktor teknikal, juga karena faktor timing di mana saham ini mendapat giliran untuk naik. Kemarin indeks melemah seiring koreksi yang terjadi pada saham PT Astra Internasional (ASII) yang sudah menguat tajam dan saham-saham di sektor perbankan.

Pada saat yang sama, saham-saham grup Bakrie sudah mulai bergerak termasuk saham BUMI. Begitu juga dengan beberapa saham lain di sektor properti dan Crude Palm Oil (CPO). Ini menandakan saham BUMI mendapatkan giliran untuk menguat. Jadi giliran mainnya ganti.

Lantas, apa rekomendasi Anda?

Saya rekomendasikan beli saham BUMI untuk trader jangka pendek di level Rp3.025-an dengan target Rp3.200. Sedangkan untuk investor jangka panjang, lebih baik menunggu level Rp3.150-3.200 ditembus. Untuk long term tidak boleh beli saham yang sedang down trend seperti BUMI. Harus dipecahkan terlebih dahulu fase downtrend-nya di level 3.200. Selama level ini belum ditembus saham BUMI masih downtrend. [mdr]

Spekulasi stok AS menyusut dongkrak harga minyak di pasar Asia

Spekulasi stok AS menyusut dongkrak harga minyak di pasar Asia
MELBOURNE. Minyak mentah reli hari kedua di New York, karena terpicu spekulasi penyusutan cadangan dan sinyal pemulihan ekonomi di AS. Hal ini mengindikasikan permintaan bahan bakar di negara pengonsumsi minyak mentah terbesar di dunia itu akan meningkat.

Kontrak minyak WTI untuk pengiriman Agustus naik 75 sen ke level US$ 98,25 per barel di perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange pada pukul 8.53 pagi waktu Sydney. Kontrak ini akan berakhir hari ini. Sementara, kontrak September yang lebih aktif diperdagangkan naik 71 sen ke US$ 98,57 per barel.

Adapun, minyak Brent untuk penyelesaian September naik US$ 1,01 atau 0,9% ke US$ 117,06 per barel di ICE Futures Europe, kemarin.

Harga minyak lanjut reli setelah American Petroleum Institute (API) menyebut pasokan minyak mentah AS jatuh paling besar dalam enam pekan terakhir. API merilis pasokan turun 5,2 juta barel menjadi 354,2 juta barel. Ini merupakan penurunan terbesarnya sejak pekan yang berakhir 3 Juni.

Sementara, Departemen Energi AS baru akan merilis laporannya hari ini. Survei Bloomberg memprediksi Departemen Energi akan melaporkan stok turun 2 juta barel per pekan lalu. Ini adalah penurunan cadangan untuk pekan yang ketujuh.

Selain itu, sentimen positif ekonomi AS muncul setelah kemarin, Departemen Perdagangan menyebut pembangunan rumah di AS pada Juni naik 15% dibanding bulan sebelumnya. Ini merupakan laju tercepatnya dalam lima bulan terakhir.

Buana Finance Raih Kredit Rp600 M dari 5 Bank

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Buana Finance Tbk BBLD) pada 18 Juli 2011 meraih kredit sindikasi dari 5 bank senilai Rp600 miliar.

Demikian dikutip dari keterbukaan informasi yang diterbitkan BEI, Selasa (19/7). Kelima bank itu adala PT Bank OCBS INSP, Bank BJB, BNI, Bank Ekonomi Raharga dan Bank of China Limited Cabang Jakarta.

Pinjaman tu dijamin dengan piutang milik perseroan sebesar 110% dari jumlah utang itu. Untuk jangka waktunya ditetapkan 36 bulan.

Saham IBM Pimpin Kenaikan Wall Street Selasa Pagi

Headline
INILAH.COM, New York - Saham IBM yang menopang indeks Dow Jones telah membawa Wall Street menguat pada perdagangan Selasa (19/7). Investor juga optimis dengan pendapatan perusahaan dan penjualan rumah yang mengalami kenaikan.

Indeks Dow Jones naik 1,1% ke 12.521, indeks Nasdaq naik 1,6% dan indeks S&P naik 1,04% ke 1.319. Indeks Dow Jones dibukan naik dipimpin saham IBM yang naik 3,7%. Semua saham utama indeks S&P bergerak naik dipimpin saham teknisi dan energi.

Dari saham bank, ada Wells Fargo mencatatkan kuartalan lebih tinggi karena telah menyisihkan dana cadangan untuk mengatasi kredit macet. Saham ini naik 2,4%. Sedangkan saham Goldman Sachs turun 0,8% setelah laba bersih mengalami penurunan di bawah perkiraan.

Saham Harley-Davidson Inc naik 9,6% setelah membukukan laba cukup tinggi dari perkiraan penjualan di awal tahun.

Dari sisi ekonomi, angka penjualan rumah untuk bulah Juni naik melebihi yang diharapkan sebelumnya. Kenaikan itu mencpai 14,6% atau senilai 629.000 unit. Angka ini sebagai level tertinggi sejak Januari 2011. Pada bulan Mei saja angka penjualannya masih 549.000 unit. Namun pasar juga mencermati perdebatan soal pembatasan utang AS antara Presiden Obama dengan anggota parlemen.

Situasi ini telah berlangsung selama dua pekan. Padahal kesepakatan ini dapat menghindari dari potensi gagal bayar utang AS. Bursa saham Eropa bergerak rebound setelah dua pekan tertekan isu krisis utang Yunani dan negara lainnya. Sementara bursa Asia mayoritas melemah.

Obama setuju rencana pemangkasan utang, S&P 500 reli terbesar sejak Maret

Obama setuju rencana pemangkasan utang, S&P 500 reli terbesar sejak Maret
NEW YORK. Bursa saham Amerika Serikat (AS) naik, dan menggiring indeks Standard & Poor's 500 pada reli terbesarnya sejak Maret. Pasar saham melaju seiring keputusan Presiden Barack Obama mendukung rencana pengurangan defisit, dan rilis kinerja emiten melebihi perkiraan.

Indeks S&P 500 ditutup naik 1,6% ke 1.326,73, pada pukul 4 sore di New York. Indeks ini rebound dari level terendah tiga pekan. Sementara, indeks Dow Jones Industrial Average juga reli 1,6% ke 12.587.42.

Saham AS kian terdongkrak setelah Obama menyetujui rencana pemangkasan utang senilai US$ 3,7 triliun oleh sekelompok senator yang akan menggabungkan antara kenaikan pajak dan pemotongan belanja. Dia menyebut, hal itu bisa mengakhiri kebuntuan kongres atas rencana kenaikan batas pinjaman AS. Kabar ini memicu optimisme parlemen akan mencapai kesepakatan, yang akan membantu pemerintah terhindar dari default.

Sebelumnya, sejak perdagangan pagi pasar saham sudah positif karena laporan kinerja beberapa emiten. Diantara 41 perusahaan di S&P 500 yang merilis laporan kinerja sejakl 11 Juli, sekitar 35 diantaranya menyatakan labanya melebihi prediksi rata-rata analis yang disurvei Bloomberg.

Reli terbesar terjadi pada sektor teknologi di antara 10 sektor yang diperdagangkan di S&P 500. Sektor teknologi maju 2,7%, yang merupakan kenaikan terbesarnya sejak Juli 2010.

Saham Apple Inc. melejit 5,7% setelah laba bersih di kuartal ketiga mencapai US$ 7,79 per saham, melebihi prediksi US$ 5,87 per saham. Ini terjadi seiring rekor penjualan iPhone dan tablet iPad. Saham perusahaan jasa komputer terbesar, International Business Machines Corp (IBM) naik 5,7%. Reli terjadi setelah pendapatan di kuartal kedua naik 12% menjadi US$ 26,7 miliar, melampaui prediksi senilai US$ 25,4 miliar. Sementara, saham Microsoft Corp melonjak 3,6%, Intel Corp. naik 3,5%, dan saham Oracle Corp. maju 3,7%.

Penguatan juga dialami 12 saham di sektor properti, setelah data pembangunan perumahan AS (housing starts) naik ke level tertinggi lima bulan.

Kepala investasi First Citizens Bancshares Inc. Eric Teal menyebut, penguatan pasar saham merupakan kombinasi kinerja emiten yang positif dan pasar mencari dukungan reli terkait batas utang dan negosiasi defisit. "Dukungan Obama mengurangi risiko tidak adanya kesepakatan pada 2 Agustus mendatang. Ini menunjukkan kedua pihak bekerja keras untuk mendapatkan kesepakatan," ujarnya, di Raleigh, North Carolina.

Laba Perusahaan Cerah, Wall Street Melonjak

New York - Bursa Wall Street kembali mencetak rekor terbaiknya, merespons kuatnya laporan keuangan perusahaan dan harapan baru tercapainya kesepakatan soal anggaran Amerika Serikat (AS).

Laporan keuangan yang menggembirakan dari International Business Machines Corp (IBM) dan Coca-cola berhasil mendongkrak saham-saham teknologi dan konsumer. Saham IBM tercatat melonjak hingga 5,7%, sekaligus menjadi pendongkrak Dow Jones.

"Pasar tela mencari kepmimpinan dan semua itu belum didapatkan dari sektor finansial. Faktanya, perusahaan-perusahaan teknologi dapat memberikan laporan keuangan yang memberikan harapan bahwa saham dapat naik, meski ada kekhawatiran masalah makro," ujar Nicholas Colas, chief market strategist ConvergEx Group seperti dikutip dari Reuters, Rabu (20/7/2011).

Pada perdagangan Selasa (19/7/2011), bursa Wall Street menguat tajam:
  • Indeks Dow Jones industrial average: naik 202,11 poin (1,63%) ke level 12.587,27.
  • Indeks Standard & Poor's 500: naik 21,27 poin (1,63%) ke level 1.326,71.
  • Nasdaq: naik 61,41 poin (2,22%) ke level 2.826,52.
Nasdaq melonjak lebih dari 2% didorong penguatan saham-saham teknologi berkapitalisasi besar, termasuk Apple yang menyentuh rekor tertingginya dalam 52 pekan terakhir.

Pasar mendapatkan momentum di akhir perdagangan, setelah Presiden Barack Obama mengatakan telah membuat perkembangan untuk kesepakatan pengurangan defisit US$ 3,75 triliun. Gedung Putih dan Kongres juga perlu menandatangani kesepakatan, termasuk kenaikan batas utang pada 2 Agustus atau AS akan mengalami gagal bayar utang.

"Saham-saham mulai menguat paling tidak untuk beberapa waktu, dan orang-orang berani bertaruh akan ada resolusi soal batas utang," ujar Wayne Kaufman, chief market analyst John Thomas Financial.

Sementara saham-saham sektor finansial seperti Goldman Sachs Group Inc dan Bank of America melemah setelah keluarnya laporan keuangan. Saham Bank of America melemah 1,5%, Goldman Sachs turun 0,6%.

Namun saham Wells Fargo justru melonjak 5,7%, sekaligus mencatat kenaikan terbesar untuk indeks finansial S&P. Lonjakan harga saham Wells Fargo terjadi setelah mengumumkan labanya naik 30%.

Volume perdagangan masih tidak terlalu ramai, dengan transaksi di New York Stock Exchange yang tercatat sebesar 7,01 miliar lembar saham, di bawah rata-rata harian yang sebesar 7,49 miliar lembar saham.

(qom/qom)

Selasa, 19 Juli 2011

MEDC raih dana US$ 50 juta dari penawaran obligasi berkelanjutan tahap I

MEDC raih dana US$ 50 juta dari penawaran obligasi berkelanjutan tahap I
JAKARTA. PT Medco Energi Tbk (MEDC) mengantongi dana bersih US$ 50 juta dari hasil penawaran Obligasi Berkelanjutan USD MEDC I tahap pertama tahun 2011. Adapun, jumlah pokok obligasi secara keseluruhan yang akan ditawarkan perseroan sebesar US$ 150 juta.

Penawaran obligasi berperingkat double A minus (idAA-) dengan outlook negatif dari Pefindo ini, sudah digelar mulai 14 Juni 2011. Surat utang ini memberikan bunga 6,05% per tahun, yang pembayarannya dilakukan setiap tiga bulan mulai 7 Oktober 2011 mendatang.

Jangka waktu obligasi ini selama lima tahun, yang akan berakhir pada 7 Juli 2016.

Direktur Keuangan MEDC Syamsurizal Munaf dalam keterbukaan informasi menyebut, dana tersebut sekitar 60% akan digunakan untuk pembiayaan ulang (refinancing) utang perseroan. Sementara, sisa 40% lagi untuk belanja modal perseroan.

Dia menambahkan, kondisi pasar yang sangat kondusif saat ini memudahkan perseroan menawarkan obligasi berkelanjutan. Perseroan merasakan dukungan dan kepercayaan investor yang sangat kuat. Dengan begitu, diharapkan akan memperoleh hasil yang lebih baik lagi pada penerbitan selanjutnya.

"Sehingga kami dapat mendanai ulang utang-utang yang ada, serta memiliki ketersediaan dana yang memadai untuk membiayai belanja modal perseroan di masa mendatang," imbuh Syamsurizal.

BI: Posisi Utang RI Masih Oke

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Utang Indonesia yang mencapai Rp1.723,9 triliun sampai Juni 2011 dinilai masih dalam level aman.

"Jika dibandingkan Filipina dan Turki persentasi utang terhadap GDP Indonesia yang sekitar 26% masih oke," ujar Kabiro Humas BI, Difi A Johansyah di Gedung BI Jakarta, Selasa, (19/7). Ia menambahkan, utang luar negeri dikelola sangat berhati-hati.

Difi mengatakan, yang berbahaya itu jika persentasi utang luar negeri terhadap GDP itu 100% dari GDP. "Kalau sampai 100% berarti seluruh utang luar negeri di back up kekayaan nasional," tukasnya.

Dengan terjaganya persentase utang luar negeri terhadap GDP dapat menarik investor. "Investor membaca itu karena terlihat kemampuan suatu negara untuk membayar utangnya," ucapnya. [hid]

Transaksi Marjin Turun 15,68% Jadi Rp65,88 T

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Nilai transaksi marjin turun 15,68% dari Rp78,30 triliun pada semester pertama 2010 menjadi Rp65,88 triliun pada semester pertama 2011.

Demikian seperti dikutip dari data Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (19/7). Total transaksi beli secara keseluruhan mencapai Rp613,49 triliun pada semester pertama 2011 dengan transaksi marjin beli sebesar Rp32,36 triliun atau 5,28% dan transaksi reguler sebesar Rp581,12 triliun atau 94,72%.

Total transaksi jual secara keseluruhan mencapai Rp607 triliun di mana transaksi marjin jual mencapai Rp33,51 triliun atau 5,52% dan transaksi reguler sebesar Rp573,48 triliun atau 94,48%.

Sementara itu, total transaksi beli secara keseluruhan mencapai Rp526,91 triliun pada semester pertama 2010 di mana total transaksi reguler mencapai Rp489,01 triliun atau 92,81% dan transaksi marjin beli sebesar Rp37,89 triliun atau 7,19%.

Sedangkan total transaksi jual secara keseluruhan sebesar Rp524,64 triliun di mana transaksi marjin jual sebesar Rp40,40 triliun atau 7,70% dan transaksi reguler sebesar Rp484,23 triliun atau 92,30%.

Direktur Perdagangan dan Anggota Bursa BEI Wan Wei Yiong menuturkan, transaksi marjin pada semester pertama 2011 tidak semarak pada semester pertama 2010 karena saat awal tahun 2011 IHSG turun cukup lama. "IHSG turun cukup lama membuat transaksi marjin tidak begitu menarik," ujar Yiong, Selasa (19/7).

Sementara itu, 10 anggota bursa yang mencatatkan transaksi marjin yang terbesar antara lain PT Ciptadana Securities senilai Rp11,55 triliun, PT OSK Nusadana Securities Indonesia senilai Rp6,19 triliun, PT Lautandhana Securindo senilai Rp5,19 triliun, PT AmCapital Indonesia senilai Rp4,36 triliun.

PT Indopremier Securities senilai Rp4,45 triliun, PT Philip Securiites Indonesia senilai Rp3,61 triliun, PT Trimegah Securites Tbk senilai Rp3,11 triliun, PT BNI Securities senilai Rp2,65 triliun triliun, PT Kim Eng Securities senilai Rp2,47 triliun triliun, dan PT HD Capital senilai Rp2,35 triliun. [hid]

Obama Veto Limit Utang, Pasar Ketar-ketir

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Rupiah mendarat di teritori positif sedangkan IHSG sebaliknya. Pasar ketar-ketir atas peluang downgrade peringkat utang AS setelah Obama memveto proposal dari Partai Republik.

Periset dan analis senior PT Monex Investindo Futures Albertus Christian mengatakan, penguatan rupiah hari ini masih dipicu kekhawatiran downgrade rating utang AS yang menjadi tekanan bagi dolar AS. Dengan sendirinya rupiah menguat.

Terakhir, lanjutnya, proposal kenaikan plafon batas atas utang AS dari Partai Republik di-veto Presiden Barack Obama. Kondisi ini memicu sentimen negatif bagi dolar AS. Sementara itu, Obama memberikan deadline hingga Jumat (22/7) pekan ini. Menjelang akhir pekan, sentimen market akan negatif.

"Karena itu, sepanjang perdagangan, rupiah mencapai level terkuatnya 8.541 dan 8.559 per dolar AS,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Selasa (19/7). Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Selasa (19/7) ditutup menguat 9 poin (0,10%) ke level 8.545/8.555 per dolar AS dari posisi kemarin 8.554/8.564.

Christian melanjutkan, rupiah sebenarnya cukup labil hari ini. Meski menguat dibandingkan kemarin tapi melemah tipis dari level pembukaan 8.544. Rupiah berhasil menguat karena memang ada risiko, kesepakatan batas atas utang AS itu bakal meleset. "Akhir pekan ini, Partai Demokrat dan Partai Republik belum akan mencapai kesepakatan," ucap Christian.

Sedangkan deadline 2 Agustus merupakan desakan dari lembaga-lembaga pemeringkat di mana batas atas utang AS harus dinaikkan. Selain itu, data-data AS yang dirilis semalam juga tambah memperlemah dolar AS dan memperparah kekhawatiran level down grade rating utang AS dari Aaa (peringkat terbaik di dunia).

Menurutnya, data net capital inflow pada arus modal masuk ke AS baik pasar saham maupun obligasi berdasarkan treasury international capital mengindikasikan penurunan ke level US$23,6 miliar dari ekspektasi naik ke level US$48,4 miliar. "Angka itu juga turun dari bulan sebelumnya US$30,6 miliar," ujarnya.

Alhasil, dolar AS melemah terhadap mayoritas mata uang utama termasuk terhadap euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa). Indeks dolar AS melemah 0,60% ke level 75,35. "Terhadap euro, dolar AS melemah ke level US$1,4174 dari sebelumnya US$1,4102 per euro," imbuh Christian.

Dari bursa saham Head of Research Valbury Asia Securities Alfiansyah mengatakan, pelemahan rupiah 9,56 poin (0,24%) ke level 4,023,417 salah satunya dipicu oleh faktor teknikal. Dari sisi ini, imbuh Alfiansyah, berbagai indikator menunjukkan, indeks saham domestik jenuh beli. “Karena itu, potensi penguatannya hanya terbatas dan potensi pelemahannya jauh lebih besar,” ujarnya.

Penurunan indeks, lanjut Alfiansyah, juga dipicu negatifnya sentimen eksternal sehingga investor cenderung profit taking. Diawali koreksi bursa Dow Jones, lalu diikuti juga oleh pelemahan bursa saham di kawasan Asia sehingga berimbas negatif ke IHSG.

Kondisi itu terjadi karena pasar masih menunggu pertemuan Pemerintah Obama dengan Kongres AS terkait kenaikan batas atas utang negara adidaya itu pekan ini. “Pasar menanti apakah pertemuan itu akan membuahkan hasil positif atau justru sebaliknya,” paparnya.

Dia menegaskan, kegagalan AS untuk mencapai kata sepakat terkait kenaikan batas atas utang AS akan berimbas negatif bagi market secara global. Sejauh ini, AS merencanakan voting. Tapi, demi martabat Amerika, seharusnya Kongres menyetujui kenaikan batas atas utang itu. “Pasar khawatir, kongres dan pemerintah AS justru mengalami kebuntuan,” timpalnya.

Pada saat yang sama, lanjutnya, laju indeks domestik masih dihantui kondisi krisis utang di Uni Eropa. “Pasar juga masih menunggu pertemuan para Menteri Keuangan Uni Eropa pada Kamis (21/7) di Brussel yang akan membahas kelanjutan bailout Yunani,” imbuh Alfiansyah.

Dalam situasi ini, Alfiansyah menyarankan pelaku pasar tetap optimistis. Sebab, IHSG tetap menjanjikan untuk mendapatkan capital gain. “Kondisi ekonomi internal sangat positif. Hanya faktor eksternal yang membuat peluang capital gain terganjal atau tertunda,” ucapnya. [mdr]

Anak Usaha BWPT Dapat Pinjaman Rp40 miliar

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Anak usaha PT BW Plantation Tbk (BWPT) yaitu PT Bumilanggangeng menandatangani fasilitas pinjaman maksimum sebesar Rp40 miliar.

Hal itu disampaikan manajemen dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (19/7). Jenis fasilitas ini sebagai modal kerja yang diberikan oleh lembaga pembiayaan Ekspor Impor (Indonesia Eximbank).

Pengunaan pinjaman ini untuk modal kerja usaha perkebunan kelapa sawit. "Jangka waktu pinjaman ini 12 bulan sejak ditandatangani perjanjian," tutur Sekretaris Perusahaan BWPT, Kelik Irwantono.

Adapun sifat fasilitas ini revolving dan expected return sekitar 10% per tahun yang direview setiap saat. Transaksi pinjaman ini tidak termasuk transaksi material. [hid]