Senin, 01 Agustus 2011

Sentimen positif AS dorong IHSG bergerak ke zona hijau

Sentimen positif AS dorong IHSG bergerak ke zona hijau
JAKARTA. Di awal pekan, Senin (1/8), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 41,84 poin ke posisi 4.172,64. IHSG bergerak di zona hijau seiring menguatnya mayoritas bursa Asia yang dipicu sentimen positif tercapainya kesepakatan batas utang AS.

Reli seluruh sektor mendorong penguatan IHSG. Penguatan paling tajam dialami oleh sektor aneka industri, barang konsumen, dan manufaktur.

Saham PT Cowell Develompment Tbk (COWL) yang melesat 17,98% ke Rp 205, PT Indal Aluminium IndustrY Tbk (INAI) yang naik 13,79% ke Rp 660, dan PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk (AMAG) yang menguat 8,47% ke Rp 320 menduduki posisi top gainers.

Sementara itu, di jajaran top losers ada saham-saham PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) 3,06% ke Rp 950, PT Sierad Produce Tbk (SIPD) yang jatuh 2,50% ke Rp 78, dan PT Polychem Indonesia Tbk (ADMG) yang anjlok 2,35% ke Rp 830.

Kepala Riset Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo mengutarakan, tercapainya kesepakatan penambahan batas utang Amerika Serikat (AS) membuat bursa Asia rebound pagi ini. Dia memperkirakan, IHSG hari ini akan bergerak antara support 4.100 dan resistance 4.150.

Tower Bersama Bukukan Pendapatan Rp440,5 Miliar

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) mencatatkan pendapatan sebesar Rp440,5 miliar dan EBITDA sebesar Rp344,7 miliar selama semester pertama 2011.

Demikian seperti dikutip dari siaran pers yang diterbitkan Senin (1/8). Total hutang perseroan per 30 Juni 2011 mencapai Rp2,36 triliun dan kas mencapai Rp376,4 miliar. Utang bersih perseroan menjadi Rp1,99 triliun. Rasio utang bersih terhadap EBITDA sebesar 2,8 kali.

Direktur Keuangan TBIG Helmy Yusman Santoso menuturkan, pihaknya telah menambah 652 penyewaan selama semester pertama 2011. Perseroan juga telah menandatangani perjanjian jual beli bersyarat dengan PT Mitrayasa Sarana Informasi untuk mengakuisisi 672 penyewaan beserta order book. Dengan akuisisi ini akan meningkatkan jumlah penyewaan TBIG menjadi 6.053 dan jumlah sites menjadi 4.205. "Akuisisi tersebut akan menambah pendapatan TBIG lebih dari 10%. Sebagian dari hasil akuisisi tersebut akan terlihat pada hasil triwulan ketiga 2011," ujar Helmy.

Seperti diketahui, TBIG memiliki 5.381 penyewaan dan 3.610 site telekomunikasi per 30 Juni 2011. Site telekomunikasi perseroan terdiri dari 2.493 menara telekomunikasi,707 shelter only dan 410 jaringan DAS. [cms]

Reminder Cum Date Dividen MFIN 01/08/2011

Berikut kami informasikan bahwa hari ini 01 August 2011adalah Cum Date untuk pelaksanaan kegiatan Corporate Action sebagai berikut :

No.

Kode Efek

Nama Efek

Jenis Kegiatan

1.

MFIN

MANDALA MULTIFINANCE Tbk

Dividen Tunai Rasio Rp 30.- per saham

Rights Issue Saham Sentul di Harga Rp117/Saham

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Sentul City Tbk akan menerbitkan 2,85 miliar saham biasa Seri C tanpa Hak Memesan Terlebih Dahulu.

Dalam laporan publikasinya, Senin (1/8) disampaikan harga pelaksanaan rights issue ini sebesar Rp117 per saham. Adapun hasil penerbitan saham baru ini akan digunakan perseroan untuk melunasi utangnya kepada Biomedia Investment Limited sebesar Rp276,81 miliar.

Sebesar Rp2 miliar akan digunakan untuk membeli saham Irwansyah dan Ridwan Imam di Sentul, di mana perseroan akan membeli sebanyak 1,86 juta saham Irwansyah seharga Rp1,98 miliar atau Rp1.066,67 per saham, serta sebanyak 18.750 lembar saham milik Ridwan Imam seharga Rp20 juta atau Rp1.066,67 per saham. Sedang Rp55,11 miliar akan digunakan perseroan untuk modal kerja dan pengembangan usaha perseroan, antara lain untuk pembayaran kepada kontraktor/supplier, konsultan, marketing program dan biaya operasional lainnya.

Universal: IHSG akan terimbas pergerakan positif bursa regional

Universal: IHSG akan terimbas pergerakan positif bursa regional
JAKARTA. Kepala Riset Universal Broker Indonesia Satrio Utomo memperkirakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak naik sebagai imbas positif dari bursa kawasan Asia.

Dia memprediksi, indeks akan bergerak di antara support 4.100, dengan resistance di 4.150.

Satrio bilang, sepekulasi tercapainya kesepakatan penambahan plafon utang AS telah menyebabkan bursa Asia rebound. Sementara, IHSG sebenarnya hingga Jumat sore masih berhasil bertahan di atas tren naiknya, setelah berhasil ditutup di atas support 4.125, pada menit terakhir.

"Berlanjutnya tren naik IHSG sangat bergantung pada berakhirnya tekanan jual pada saham ASII," ujarnya.

Bursa Asia sumringah terpicu sentimen kesepakatan utang AS

Bursa Asia sumringah terpicu sentimen kesepakatan utang AS
TOKYO. Pasar saham Asia menguat setelah Presiden AS Barack Obama menyebut para pemimpin Kongres mencapai kesepakatan menaikkan plafon utang dan memangkas defisit negara. Sentimen ini meningkatkan prospek bagi perbankan dan eksportir.

Indeks MSCI Asia Pasifik naik 0,8% ke 137,82, pada pukul 9.52 waktu Tokyo. Sekitar lima saham reli berbanding satu saham yang turun. Indeks regional ini tumbang 1,6% pada pekan lalu karena kekhawatiran AS tidak akan mencapai kesepakatan menaikkan batas utang sebelum tenggat waktu besok.

Indeks Nikkei 225 menguat 1,6%, sementara indeks Kospi maju 1,5%. Adapun, indeks Australia S&P/ASX 200 reli 1,%, pada pagi ini.

Saham-saham yang menyokong indeks diantaranya, Toyota Motor Corp yang market terbesarnya di Amerika Utara, naik 1,4% di Tokyo. Saham Samsung Electronics Co. yang penjualan terbesar keduanya di AS, reli 2,1% di Seoul. Lalu, saham bank terbesar ketiga di Australia, National Australia Bank Ltd. melaju 2,3% di Sydney. Saham bank terbesar di Jepang, Mitsubishi UFJ Financial Group Inc. juga melonjak 4,1% setelah melaporkan laba kuartal pertama naik tiga kali lipat.

Sekitar 257 perusahaan yang tergabung di MSCI Asia Pasifik sudah melaporkan kinerja keuangannya sejak 11 Juli hingga pukul 9 pagi hari ini, di Tokyo. Sebanyak 115 diantaranya merilis laba yang melebihi perkiraan pasar.

Rapor tiga penjamin IPO Garuda jeblok

Rapor tiga penjamin IPO Garuda jeblok
JAKARTA. Rapor tiga perusahaan sekuritas pelat merah selama semester pertama tahun ini jeblok. Merujuk laporan keuangan yang diserahkan ke Bursa Efek Indonesia, dua dari tiga sekuritas: Bahana Securities dan Danareksa Sekuritas, menderita kerugian. Adapun Mandiri Sekuritas mencatatkan penurunan laba bersih yang signifikan.

Bahana menderita kerugian bersih Rp 186,06 miliar, Danareksa merugi Rp 132,36 miliar, sedangkan Mandiri Sekuritas meraih laba bersih Rp 12,23 miliar, atau anjlok 71,62% dari laba bersih setahun lalu.

Di awal tahun ini, ketiga sekuritas tadi berperan sebagai penjamin emisi pada initial public offering (IPO) PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA).
Bahana mencatatkan kerugian portofolio efek Rp 213,17 miliar. Di pos yang sama, Danareksa Sekuritas mencatatkan kerugian Rp 219,32 miliar, sedangkan Mandiri Sekuritas merugi Rp 88,29 miliar.

Nilai kerugian efek portofolio Bahana dan Danareksa tak sebanding dengan pendapatan komisi dari transaksi perdagangan efek dan pendapatan jasa penjaminan emisi.

Di dua pos ini, Bahana hanya mencatatkan pendapatan Rp 87,39 miliar, Danareksa mengantongi Rp 140,51 miliar dan Mandiri Sekuritas meraih Rp 273,08 miliar.

Memburuknya kinerja tiga sekuritas itu lantaran mengempit saham GIAA. Pada Jumat (29/7) lalu, harga saham GIAA di posisi Rp 510 per saham. Artinya, harga saham GIAA pekan lalu, lebih rendah 32% daripada harga IPO yang senilai Rp 750 per saham.

Noor Rachman, Kepala Biro Transaksi Lembaga Efek Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), menyatakan kinerja sekuritas yang anjlok sejatinya harus ditopang permodalan yang kuat. Hal ini demi mengantisipasi penarikan dana oleh para investor.
"MKBD (Modal Kerja Bersih Disesuaikan) harus memenuhi ketentuan. Jika tidak, bursa akan melakukan suspensi," ujar dia, Kamis (28/7).

Sesuai ketentuan, sekuritas yang berperan sebagai perantara pedagang efek, penjamin emisi, dan manajer investasi wajib memiliki MKBD minimal Rp 60 miliar. Pada Desember 2011, ketentuan minimal itu akan naik menjadi Rp 70 miliar dan Rp 75 miliar di akhir 2012.

Mengacu data BEI, rata-rata MKBD tiga penjamin IPO GIAA masih di atas batas minimal. Rata-rata MKBD Danareksa per Juli 2011 senilai Rp 273,93 miliar, Bahana Securites Rp 362,47 miliar, dan Mandiri Sekuritas Rp 219 miliar.

Analis pasar modal Yanuar Rizky menyatakan pencadangan dana tak perlu dilakukan. Namun tiga sekuritas itu harus memisahkan hartanya. "Piutang nasabah tak boleh digabung dengan pendapatan korporasi," ujar dia.

Dollar AS menguat seiring kesepakatan batas utang tercapai

Dollar AS menguat seiring kesepakatan batas utang tercapai
TOKYO. Dollar Amerika Serikat (AS) menguat setelah Presiden AS Barack Obama menyebut anggota parlemen menyetujui langkah menaikkan batas utang sehari sebelum Departemen Keuangan mengatakan akan kehabisan uang tunai untuk membayar tagihannya.

Sementara, yen melemah terhadap 16 mata uang utama dunia seiring reli pasar saham. Hal itu mengurangi permintaan untuk aset berimbal hasil rendah, juga mata uang safe haven.

Dolar melompat ke 77,97 yen, pada pukul 09.58 di Tokyo, dari 76,76 yen pada perdagangan 29 Juli di New York. Sementara, dollar terhadap euro menguat ke 1,4371, dari posisi sebelumnya 1,4398.

Obama mengatakan, pemimpin kedua partai di dewan perwakilan rakyat AS dan Senat telah menyetujui kesepakatan untuk menaikkan batas utang US$ 14,3 triliun, dan memangkas defisit. Pemimpin mayoritas Senat Harry Reid menyetujui kesepakatan yang muncul di antara para pemimpin Republik dan pemerintahan Obama. Sementara, pemimpin minoritas Senat Mitch McConnell mengatakan AS tidak akan default.

Kesepakatan bakal menaikkan batas utang hingga 2012, dan memangkas belanja sekitar US$ 1 triliun, serta kemungkinan pemangkasan sekitar US$ 1,5 triliun dari utang jangka panjang hingga 2021.

Analis senior dari Tokyo at Mizuho Trust & Banking Co. Masahide Tanaka menyebut, selama ini pasar fokus pada pertanyaan apakah anggota parlemen bisa mencapai kesepakatan. Sehingga arah yang lebih jelas menjadi positif bagi pasar. "Dengan sentimen yang membaik, dollar dibeli, sementara yen dilepas," sebutnya, di Tokyo, hari ini.

'Tidak Ada Lagi Investasi yang Benar-benar Aman'

Jakarta - Krisis anggaran dan utang yang membelit kawasan Eropa dan juga Amerika Serikat membuat saat ini tidak ada lagi 'investasi yang benar-benar aman'. Surat berharga pemerintah yang selama ini jadi tempat investasi paling aman, kini menjadi tidak aman lagi.

"Investasi yang benar-benar aman, yang kita sudah terbiasa untuk beberapa tahun, kini tidak lagi ada," ujar pimpinan perusahaan reasuransi global, Munich Re, Nikolaus von Bomhard dalam wawancaranya dengan Sueddeutsche Zeitung seperti dikutip dari AFP, Senin (1/8/2011).

"Surat berharga negara bukan lagi apa yang seharusnya -- menjadi sebuah investasi yang aman dalam semua hal," ujar Bomhard, yang mengelola aset senilai US$ 288 miliar itu.

Ia juga mengingatkan, Eropa kemungkinan tidak bisa lagi bertahan menghadapi krisis lebih lanjut. "Eropa tidak dapat menanggung lagi krisis baru dan 'obat' baru untuk krisis seperti usaha-usaha yang dilakukan untuk mempertahankan perekonomian Yunani," tambahnya.

Selain Eropa, Bomhard kini mengkhawatirkan tidak tercapainya kesepakatan kenaikan batas utang. Jika hal itu terjadi, maka Amerika Serikat akan mengalami gagal bayar sehingga peringkat utangnya akan turun dan dampaknya akan luas.

"Kita masih dapat menanggung gagal bayar parsial dari AS. Namun dalam beberapa kasus, hal ini akan menyebabkan sakit kepala karena efek domino yang akan ditimbulkannya," tambah Bomhard.

AS kini hanya memiliki waktu yang sempit sebelum tenggat waktu penyelesaian masalah kenaikan batas utang pada 2 Agustus. Namun Pemimpin Senat AS, Harry Reid telah memberikan lamu hijau untuk rancangan kenaikan batas utang setelah melakukan pembicaraan dengan rekannya dari partai Demokrat.

"Ada beberapa isu yang telah dipecahkan dan kita harus mengerti bahwa belum ada kesepakatan yang dibuat. Kami optimistis sebuah kesepakatan bisa tercapai, namun kita belum sampai disana," ujar Reid.

Perekonomian AS mencapai batas utang pada 16 Mei dan telah menggunakan penyesuaian belanja dan akuntansi, termasuk penerimaan pajak yang melebihi target, sehingga anggaran tetap beroperasi normal. Namun hal itu hanya bisa dilakukan hingga sebelum batas waktu 2 Agustus.

Tanpa adanya kesepakatan kenaikan batas utang, pemerintah AS harus memangkas hingga 40 sen dari setiap 1 dolar yang mereka belanjakan. Pebisnis dan pemimpin keuangan sebelumnya telah mengeluarkan peringatan soal gagal bayar yang bisa membahayakan perekonomian AS yang kini masih menghadapi tingginya pengangguran hingga 9,2% setelah diterpa krisis finansial global.

Masalah krisis di Eropa dan kemungkinan gagal bayar AS telah membayangi pasar finansial global. Pasar saham terus merosot, sementara nilai tukar dolar AS melemah meski imbal hasil surat utang tidak terlalu terguncang. Investasi yang justru melonjak adalah emas yang terus menciptakan rekor terbarunya.

Namun tanda-tanda tercapainya kesepakatan penanganan utang AS telah memberikan sedikit angin segar di pasar. Indeks saham berjangka AS menguat, sementara dolar AS menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

Indeks S&P 500 futures menguat 15,5 poin (1,2%) ke level 1.303,90. Emas yang sebelumnya mencetak rekor, akhirnya mengalami koreksi hingga 13,10 dolar menjadi US$ 1.613,49.

Dolar AS mencatat rebound atas franc Swiss menjadi 0,7909. Pada Jumat lalu, dolar AS mencatat titik terendahnya atas franc di 0,7853.

"Pada titik ini, pasar melihat bahwa kesepakatan dan voting akan diumumkan," ujar Quicy Krosby, analis dari Prudential Financial seperti dikutip dari Reuters.

(qom/qom)

Pejabat Bapepam Terseret Skandal Askrindo-Elnusa

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Komisi XI akan memanggil dua kepala biro Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam), seiring terkuaknya sejumlah kasus keuangan yang menimbulkan kerugian hingga triliunan pada sejumlah BUMN.

Maruarar Sirait , anggota komisi XI DPR dari Fraksi PDIP, mengatakan, pihaknya akan memperdalam soal Promissory Notes atau obligasi jangka pendek yang tidak transparan sebagai akibat dari lemahnya pengawasan dan praktik yang tidak ketat.

Selain menyelidiki peran dua pejabat Bapepam dalam kasus penggelapan dana Elnusa dan transaksi reksadana fiktif di PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo). “Akan kita pelajari dan mungkin setelah reses akan kita tindaklanjuti,” katanya.

Sebelumnya, LSM Laskar Empati Pembela Bangsa (LEPAS) pimpinan Eggy Sudjana dalam hearing dengan komisi XI DPR telah membeberkan sejumlah bukti kuat tentang keterlibatan dua pejabat Bapepam, yakni Kabiro Pengelolaan Investasi Djoko Hendrato dan Kabiro Pengawasan dan Penyidikan Sardjito.

Eggy menduga, Djoko dan Sardjito melindungi sengaja melindungi perbuatan melawan hukum atau melakukan pembiaran terhadap terjadinya tindak pidana korupsi untuk keuntungan pribadi atau orang lain. Mereka diduga menyembunyikan transaksi penempatan dana secara fiktif sekitar Rp500 miliar yang dilakukan Askrindo sejak 2005-2011, sehingga ada potensi rush sekitar Rp150 triliun.

Negara juga dikatakan akan menanggung bailout Rp2 triliun melalui persekongkolan dengan sejumlah perusahaan sekuritas, “Yang walaupun telah berulang kali dilaporkan ke Bapepam-LK, namun kedua oknum Bapepam-LK tersebut dengan sengaja tidak melakukan proses hukum apapun juga,” ujarnya.

Seperti diketahui, kasus penggelapan dana Elnusa dan transaksi reksadana fiktif Askrindo melibatkan 10 perusahaan manajer investasi. Salah satunya Harvestindo Asset Manajemen, yang sedang dalam proses penyidikan Bapepam.

Namun Biro Penyidikan dan Pemeriksaan, yang dikepalai Sardjito, hanya membatasi pemeriksaan terhadap Harvestindo Asset Manajemen pada kasus Elnusa saja. Transaksi fiktif reksadana Harvestindo Asset Manajemen dan 9 MI lain tidak ditindaklanjuti.

Adapun Djoko Hendrato, selaku Kepala Biro Pengelolaan Investasi Bapepam diduga mengatur penempatan dana Askrindo di 10 MI pada instrumen reksadana senilai Rp1 triliun. Namun beberapa MI yang melakukan pelaporan ke Krimsus Polda Metro Jaya menyatakan tidak pernah menerima aliran dana Askrindo dan tidak pernah memiliki produk reksadana khusus untuk Askrindo.

Jika benar Askrindo dan Elnusa menempatkan dananya di produk reksadana, sebenarnya tidak melanggar ketentuan pengelolaan investasi bagi BUMN asuransi. Namun faktanya, produk reksadana ini tidak pernah diterbitkan oleh perusahaan-perusahaan manajer investasi yang diduga terlibat. Data investigasi justru menemukan kontrak pengelolaan dana (KPD) dan REPO saham antara Askrindo dan perusahaan manajer investasi.

Terkait hal ini, Bapepam-LK mengeluarkan Surat Edaran bernomer: SE-04/BL/2011 terkait peringatan adanya penipuan modus operandi mengatasnamakan lembaga pada peringatan 34 tahun diaktifkannya kembali pasar modal Indonesia.

"Kami telah menerima laporan atau informasi dari beberapa pelaku pasar modal dan lembaga keuangan bahwa saat ini mulai marak kembali penipuan yang dilakukan oknum yang tidak bertanggungjawab dengan mengatasnamakan Bapepam-LK," Ujar Ketua Sekretaris Bapepam-LK Ngalim Sawega dalam siaran persnya.

Disebutkan, oknum tersebut mengirimkan surat kepada pelaku pasar modal dan lembaga keuangan berupa penawaran iklan kemitraan bersama dalam rangka 34 tahun diaktifkannya kembali Pasar Modal Indonesia dengan tarif tertentu dan akan dimuat di media massa nasional.

"Dengan ini kami tegaskan kembali bahwa Bapepam-LK tidak pernah menghubungi, tidak pernah mengirimkan surat kepada pelaku pasar modal dan lembaga keuangan terkait iklan kemitraan bersama dalam rangka 34 tahun diaktifkannya Pasar Modal Indonesia," ujar Ngalim.

Saat ini, Bapepam telah meningkatkan koordinasi dengan aparat penegak hukum lain, khususnya pihak kepolisian untuk mengambil langkah preventif maupun menindak tegas perbuatan tercela dari oknum tersebut. [ast]

Diburu Fund Manager, BLTA Berpotensi Menuju Rp500

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Fund manager kabarnya sedang memburu saham PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA).

Hal ini terkait keberhasilan Perseroan mendapatkan kontrak mengangkut LPG dan kimia. Saham ini pun dihembuskan akan digiring menuju level Rp500 dalam waktu dekat.

Pada perdagangan Jumat (20/7) saham BLTA ditutup melemah Rp15 ke level Rp295.

Dolar AS Naik Pasca Kesepakatan Utang Tercapai

Headline
INILAH.COM, Sydney - Dolar AS menguat terhadap rival utamanya pada Senin (1/8) di perdagangan Asia, setelah anggota parlemen AS mencapai kesepakatan untuk menaikkan plafon utang dan mengurangi defisit.

Terhadap yen Jepang, dolar naik ke atas 78,00, setelah pernyataan Presiden Barack Obama atas plafon utang, meskipun kemudian turun tipis ke 77,88 yen, masih jauh di atas 77,01 yen di Amerika Utara pada perdagangan Jumat malam.

Euro diperdagangkan pada US$ 1,4389, naik dari US$ 1,4380 akhir Jumat, dan pulih dari kerugian selama akhir pekan. Indeks dollar, yang melacak unit AS terhadap enam mata uang utama lainnya, naik menjadi 73,867, dari 73,846 akhir Jumat. [ast]

Optimisme Utang Bawa Bursa Asia Naik

Headline
INILAH.COM, Sydney – Bursa saham Asia naik pada Senin (1/8) di tengah berkembangnya optimisme bahwa kesepakatan utang AS akan ditandatangani sebelum tenggat Selasa.

Indeks Nikkei Stock Average melompat 1,1%, dan indeks S & P / ASX 200 Australia naik 1%, sedangkan indeks Kospi Korea Selatan naik 1,3%.

Apresiasi untuk saham Asia muncul setelah pemimpin dari kedua partai politik besar di AS menyatakan optimismenya bahwa mereka sudah mendekati mencapai kesepakatan anggaran, sebelum batas waktu Selasa (2/8).

Semua pasar saham utama Asia membukukan kerugian pekan lalu, karena investor meragukan anggota parlemen AS akan menyetujui kesepakatan untuk menaikkan plafon utang AS dan memangkas pengeluaran pemerintah sebelum Selasa.

Saham AS ditutup dengan anjlok tajam pada Jumat, seperti masalah utang dikombinasikan dengan data PDB AS yang mengecewakan investor.

"Selama beberapa pekan terakhir, ketidakpastian tentang plafon utang telah mempengaruhi pasar, termasuk likuiditas di beberapa pembiayaan kunci. Tetapi banyak tekanan jangka pendek akan menghilang begitu plafon utang dinaikkan, "kata ahli strategi di Barclays Capital, dikutip dari yahoonews.com

Saham perbankan yang naik di Asia adalah Westpac Banking Group Ltd yang naik 1,7% di Sydney, dan Sumitomo Mitsui Financial Group Inc yang naik 2,7% di Tokyo.

Saham eksportir juga naik, dengan penguatan dolar di tengah optimisme utang. Indeks dolar diperdagangkan pada 73,926, naik dari 73,846 dalam perdagangan akhir di Amerika Utara pada Jumat.

Samsung Electronics Korsel naik 1,7% Ltd, sementara LG Electronics Inc. naik 1,1%.

Terhadap yen, dolar bergerak kembali ke 77,49 yen, setelah jatuh serendah 76,93 yen pada hari Jumat. Hal ini membantu fokus perusahaan ekspor, seperti auto raksasa Toyota Motor Co yang naik 1,3%. [ast]

British Tobacco Suntik Dana, RMBA Menuju Rp 1500

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Saham PT Bentoel Internasional Investama (RMBA) diperkirakan akan segera menuju level Rp1500. Hal ini karena suntikan dana dari pemilik saham mayoritas.

Saat ini, pasokan tembakau di beberapa negara di Amerika Selatan terbatas, akibat cuaca panas yang memicu banyaknya kerusakan lahan tanaman tembakau. Alhasil, perusahaan-perusahaan rokok terbesar dunia melirik pemasok tembakau terbesar nomor dua dunia, yakni Indonesia.

British-American Tobacco, perusahaan penghasil produk tembakau internasional, yang memiliki saham mayoritas dalam RMBA pun dikabarkan menyuntik dana sebesar US$ 750 juta untuk pengembangan lahan dan teknologi pengolahan hasil tembakau dan mengantisipasi peningkatan permintaan hasil tembakau dari Indonesia.

Hingga pertengahan tahun ini saja, penjualan RMBA sudah meningkat sebesar 56% dibanding pertengahan tahun lalu. Untuk target tahun ini RMBA akan mencatat laba bersih 40% lebih tinggi dari tahun lalu.

Akan prospek yang bagus tersebut, dikabarkan RMBA akan melesat ke Rp1.500.

Pada perdagangan Jumat (30/7) akhir pekan lalu, saham RMBA ditutup naik 20 poin (2,2%) ke level Rp930 per lembarnya. Emiten ini terlihat atraktif dengan volume perdagangan mencapai 2,55 juta lembar saham, senilai Rp 2,31 miliar. [ast]

Bursa Berjangka AS Naik Atas Harapan Deal Utang

Headline
INILAH.COM, Sydney – Bursa berjangka AS rally dalam jam perdagangan Asia, Senin (1/8).

Hal ini terjadi di tengah berkembangnya optimisme bahwa AS akan menandatangani kesepakatan untuk meningkatkan plafon utang dan menyepakati pemotongan belanja sebelum tenggat Selasa.

Indeks Dow Jones Industrial Average berjangka naik 151 poin ke level 12.239, indeks S & P 500 berjangka naik 16,80 poin ke 1,305.20, sementara indeks Nasdaq 100 berjangka naik 28 poin ke 2,387.25. [ast]

Utang AS Tak Pasti, Pasar Fokus Data Domestik

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Senin (1/8) diprediksi menguat terbatas. Sebab, pasar lebih fokus pada inflasi, neraca perdagangan, dan ekspor-impor Indonesia.

Periset dan analis senior PT Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, potensi penguatan rupiah awal pekan ini, karena pada Senin, 1 Agustus ini akan dirilis inflasi Juli 2011, neraca perdagangan dan ekspor-impor Indonesia oleh Badan Pusat Statistik (BPS) yang diperkirakan mendukung penguatan rupiah.

Meskipun, Firman menggarisbawahi, pada dasarnya, investor lebih fokus pada faktor eksternal yakni alotnya kenaikan batas atas utang AS. Tapi, karena hingga akhir pekan lalu belum mencapai kesepakatan, pasar lebih baik fokus pada data-data ekonomi domestik. "Karena itu, rupiah cenderung menguat dan akan bergerak pada kisaran 8.480-8.510 per dolar AS,” katanya kepada INILAH.COM.

Berdasarkan survei Dow Jones, angka inflasi Indonesia diperkirakan turun ke level 4,78% (year on year) dari sebelumnya 5,54%. Sementara itu, untuk inflasi bulanan diperkirakan naik jadi 0,81% dari sebelumnya 0,55%.

Sementara itu, berdasarkan survei Reuters, inflasi Juli diperkirakan di level 4,81% dari 5,54% dengan inflasi bulanan di level 0,87% dari sebelumnya 0,55%. Core inflation juga diprekirakan naik year on year sebesar 4,7% dari 4,67%.

Menurut Firman, yang jadi patokan adalah inflasi year on year. Meredanya inflasi menjadi opportunity tambahan bagi Bank Indonesia untuk kemabli menahan suku bunga acuan (BI rate) pada Agustus 2011 di level 6,75%. "Hanya saja, jika melihat inflasi month to month, menunjukkan adanya kenaikan inflasi yang terjadi jelang bulan Ramadhan," ungkapnya.

Di sisi lain, imbuhnya, panen raya pun sudah berakhir. Karena itu seharusnya harga naik. Karena itu, meski inflasi tahunan turun, tapi tekanan inflasi terus meningkat sehingga memberikan ruang penguatan BI rate lebih lanjut.

Sebab, mau tidak mau, BI harus melanjutkan pengetatan moneternya. Tapi, karena BI enggan menaikkan suku bunga acuannya (BI rate) itu, BI harus mentoleransi dengan membiarkan penguatan rupiah lebih jauh. "Kalau kita lihat, pada saat rupiah tembus 8.500, BI tidak melakukan intervensi," ucapnya.

Hanya saja, penguatan rupiah akan terbatas. Sebab, di Eropa kembali merebak penyebaran krisis utang yang akan menghambat penguatan rupiah lebih jauh. Tapi, ketidakpastian pagu utang AS pelaku pasar lebih memilih fokus pada sentimen domestik.

Apalagi, meski neraca perdagangan berkurang, tapi RI diperkirakan mengalami pertumbuhan ekspor yang signifikan menjadi 45,05% dari sebelumnya 37,28%. Sementara itu, angka impor sedikit mereda ke level 32,15% dari sebelumnya 32,54%.

Neraca perdagangan diperkirakan turun jadi US$2,44 miliar dolar dari sebelumnya US$3,5 miliar. Hanya saja, jika dikombinasikan dengan data inflasi Juli yang akan dirilis hari ini, seharusnya memberikan sentimen positif bagik bagi rupiah maupun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Hanya saja, ditambahkan Firman, karena Senin ini merupakan satu hari jelang deadline kenaikan batas atas utang AS pada 2 Agustus 2011, pergerakan market akan variatif karena tidak ada kesepakatan lebih lanjut. "Tapi, secara umum, pergerakan rupiah dan IHSG akan cukup positif," imbuhnya.

Tapi, dia mewanti-wanti, pasar juga harus mencermati efek dari pergerakan bursa saham global. "Jika bursa global turun signifikan, penguatan rupiah tidak akan terlalu kencang. Penguatan rupiah akan terbatas," imbuhnya.

Asal tahu saja, kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta,Jumat (29/7) ditutup melemah tipis 3 poin (0,035%) ke level 8.495/8.505 per dolar AS.

IHSG Terkoreksi, Beberapa Saham Masih Menarik

INILAH.COM, Jakarta – Bursa saham Indonesia pada Senin (1/8) diperkirakan akan melanjutkan koreki. Namum masih ada beberapa emiten yang menarik untuk diakumulasi.

Supriyadi, pengamat pasar modal dari OSO Sekuritas mengatakan, pergerakan IHSG di awal pekan masih sideways cenderung negatif. Namun, indikator teknikal sudah menkonfirmasi terbentuknya pola reversal, sementara volume jual sudah meningkat beberapa hari terakhir,

“Ini berarti, IHSG berpeluang untuk terkoreksi mengarah lagi ke 4.050,”katanya kepada INILAH.COM.

Menurutnya, koreksi di bursa Indonesia masih bisa tertahan karena ekspektasi kuat kinerja keuangan emiten yang solid sepanjang semester pertama 2011, dan masih adanya kelanjutan pertumbuhan pada semester dua mendatang.

Di tengah situasi ini, Supriyadi melihat ada peluang Buy on Weakness (BOW) di sektor tambang, yang sejak awal tahun hingga kini (year to date) masih minus. Bahkan, beberapa diantaranya sudah jenuh jual (oversold). Seperti International Nickel (INCO) dan Aneka Tambang (ANTM) yang berpeluang menguat, terkerek harga emas yang terus naik. Demikian juga harga nikel yang sideways cenderung menguat .

Saham lain yang juga direkomendasikan adalah Adaro Energy (ADRO). Hal ini terkiat dengan demand thermal coal untuk kebutuhan pembangkit listrik dari China,”Rekomendasi Buy on Weakness untuk emiten ini,” katanya.

Sedangkan Yuganur Wijanarko dari HD Capital menilai, keberhasilan IHSG ditutup di atas support 4.125, meski terimbas koreksi Dow Jones, menandakan bahwa kemungkinan teknical rebound kembali mengetes resistance di 4.175 akan terjadi. “IHSG akan bergerak di level support 4.125-4.025-3.996, dan resistance 4.175-4.250,”katanya.

Penguatan IHSG akan digerakkan oleh saham unggulan konsumer, otomotif dan perbankan. Pilihannya adalah Astra International (ASII), Adaro Energy ( ADRO), Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan Polychem Indonesia ( ADMG),”Rekomendasi beli untuk emiten-emiten ini,” tutupnya.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (29/7) ditutup melemah 15,03 poin (0,36%) ke level 4.130,80, dengan intraday terendah di 4.102,82 dan tertinggi di 4.160,49. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia didukung volume transaksi sebesar 6,519 miliar lembar saham senilai Rp 5,716 triliun dan frekuensi 160.559 kali.

Sebanyak 87 saham naik, 187 saham turun, dan 66 saham stagnan. Kendati terkoreksi, aliran dana asing masih terlihat masuk ke pasar saham, dengan nilai transaksi beli bersih (net foreign buy) mencapai Rp275 miliar. Rinciannya adalah transaksi beli sebesar Rp1,908 triliun dan transaksi jual sebesar Rp1,632 triliun. [ast]

Inilah Saham Pilihan Senin (1/8)

INILAH.COM, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan menguat pada perdagangan saham Senin (1/8). IHSG diperkirakan berada di level support 4.098 dan level resistance 4.198.

Pengamat pasar modal Willy Sanjaya menuturkan, pelaku pasar akan menunggu pengumuman inflasi pada Senin (1/8). Faktor global seperti masalah utang Amerika Serikat masih mempengaruhi perdagangan saham pada Senin (1/8). Apalagi deadline debt ceiling akan diputuskan pada 2 Agustus 2011. “IHSG akan berada di level suppor 4.098 dan resistance 4.198 pada perdagangan saham Senin, dan apabila inflasi terkendali maka itu akan membantu bursa saham,” ujar Willy saat dihubungi INILAH.COM, akhir pekan ini.

Sementara itu, analis senior PT HD Capital Yuganur Widjanarko dalam situsnya memperkirakan IHSG kemugkinan rebound kembali dengan mengetes resistance di level 4.175. IHSG diperkirakan akan digerakkan oleh saham berkapitalisasi besar seperti otomotif dan perbankan. IHSG diprediksikan berada di level support 4.125-4.025-3.996 dan level resistance 4.175-4.250.

Untuk rekomendasi saham, Willy merekomendasikan saham PT Citra Manunggal Nusa Persada Tbk (CMNP), PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP), PT Borneo Energi Tbk (BORN), PT Bank Bukopin Tbk (BBKP), PT Polychem Indonesia Tbk (ADMG), saham PT Bakrie and Brtohers Tbk (BNBR), PT Bukit Sentul City Tbk (BKSL), dan PT Alam Sutera Reality Tbk (ASRI). “Untuk SIMP, BORN dan CMNP saya rekomendasikan strong buy sedangkan saham yang lain buy on weakness,” tutur Willy.

Yuganur merekomendasikan saham antara lain saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), saham PT Astra International Tbk ( ASII), saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO), saham PT Polychem Indonesia Tbk (ADMG). “Saya rekomendasikan untuk buy saham tersebut,” tambah Yuganur.

IHSG Terdorong Kabar Positif Penyelesaian Utang AS

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan sepanjang pekan lalu kembali bergerak perkasa menciptakan rekor tertingginya, di tengah kondisi bursa-bursa utama dunia yang justru terkoreksi. Sentimen negatif global seakan tidak menghentikan laju IHSG untuk mengukir rekor tertingginya.

Akhir minggu lalu IHSG berada di posisi 4.130,80 atau naik 23,98 poin (0,58%) bila dibandingkan dengan penutupan akhir minggu sebelumnya. Indeks Lq-45 juga tercatat naik 3,90 poin (0,54%). Indeks utama lainnya mayoritas juga menguat kecuali indeks JII. Dari pergerakan indeks sektoral terlihat bergerak mix dimana penguatan terjadi pada indeks perkebunan, indeks keuangan, indeks konsumer, indeks properti, dan indeks perdagangan.

Pergerakan IHSG sepanjang pekan lalu adalah:
  • Senin (25/7/2011), IHSG terkoreksi 19,728 poin (0,49%) ke level 4.087,094.
  • Selasa (26/7/2011), IHSG menguat 45,683 poin (1,11%) ke level 4.132,777.
  • Rabu (27/7/2011), IHSG melesat 41,335 poin (1,00%) ke level 4.174,112.
  • Kamis (28/7/2011), IHSG ditutup terkoreksi 28,285 poin (0,68%) ke level 4.145,827
  • Jumat (29/7/2011), IHSG melemah 15,027 poin (0,37%) ke level 4.130,800.
Bursa Wall Street pada akhir pekan lalu masih kembali melemah, karena belum tercapainya kesepakatan soal kenaikan batas utang AS demi menghindari gagal bayar. Padahal tenggat waktu kesepakatan semakin dekat yakni 2 Agustus.

Pada perdagangan Jumat (29/7), indeks Dow Jones tercatat merosot 96,87 poin (0,79%) ke level 12.143,24. Indeks S&P 500 juga melemah 8,39 poin (0,65%) ke level 1.292,28 dan Nasdaq melemah 9,87 poin (0,36%) ke level 2.756,38.

Tanda-tanda tercapainya kesepakatan kenaikan batas utang AS akan memberikan sentimen positif ke pasar finansial. IHSG pada perdagangan Senin (1/8/2011) diprediksi akan kembali bergerak menguat. Investor juga akan mencermati data inflasi yang akan dirilis BPS siang ini.

Seperti diketahui, AS kini hanya memiliki waktu yang sempit sebelum tenggat waktu penyelesaian masalah kenaikan batas utang pada 2 Agustus. Namun Pemimpin Senat AS, Harry Reid telah memberikan lamu hijau untuk rancangan kenaikan batas utang setelah melakukan pembicaraan dengan rekannya dari partai Demokrat.

"Ada beberapa isu yang telah dipecahkan dan kita harus mengerti bahwa belum ada kesepakatan yang dibuat. Kami optimistik sebuah kesepakatan bisa tercapai, namun kita belum sampai disana," ujar Reid seperti dikutip dari AFP.

Sentimen positif dari AS tersebut langsung mengangkat bursa regional. Indeks Nikkei-225 di Jepang langsung menguat hingga 111,22 poin (1,13%) ke level 9.944,25 pada awal perdagangan Senin.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

eTrading Securities:
Perdagangan IHSG Jumat (29/7) ditutup turun 15 point (-0.36%) ke level 4,130 dengan jumlah transaksi sebanyak 12 juta lot dan nilai transaksi sebesar Rp 5.7 triliun. Hampir semua sektor saham pada perdagangan akhir pekan lalu mengalami penurunan kecuali sektor agri, infrastructure dan finance. Tercatat sebanyak 83 saham mengalami penguatan, 173 saham mengalami penurunan, 61 saham tidak mengalami perubahan dan 136 saham tidak diperdagangkan sama sekali.

Saham-saham yang menjadi pendorong terbesar bursa a.l. BBRI, BBCA, TOWR, SIMP dan TLKM sementara yang menjadi pemberat terbesar a.l. ASII, INTP, EXCL, SMGR dan BMRI. Asing tercatat melakukan net buy sebesar Rp 271 miliar dengan saham yang paling banyak di beli adalah BBRI, ADRO, BUMI, TLKM dan PGAS.

Secara teknikal, koreksi pada dua hari terakhir membawa IHSG ke area support trendlinenya, waspadai apabila IHSG break dari support trendlinenya karena mengkonfirmasikan sinyal reversal atau perubahan trend. Indikator stochastic membentuk deathcross di area overbought dan RSI masih bergerak downtrend meninggalkan area overbought.

Pada perdagangan hari ini (1/8), diperkirakan IHSG akan bergerak konsolidasi pada range 4084-4160 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. CTRA, ICBP, dan PGAS.

Indosurya:
Pada perdagangan Senin (1/8) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.073-4.102 dan resistance 4.160-4.180. IHSG membentuk candle spinning tops . Candle kian menjauhi Upper bollinger bands . MACD mulai terbatas kenaikannya dengan histogram positif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic mulai reversal dari area overbought dan bergerak menurun. IHSG masih dimungkinkan mengalami konsolidasi seiring sikap wait and see investor terhadap rilis inflasi Juli 2011, neraca perdagangan, ekspor-impor Indonesia, dan perkembangan krisis utang AS dan Eropa. Meski terdapat peluang penguatan, Investor tetap mewaspadai potensi berlanjutnya profit taking.

(qom/qom)

Sabtu, 30 Juli 2011

Dollar Australia makin perkasa terhadap dollar AS dan euro

Dollar Australia makin perkasa terhadap dollar AS dan euro
JAKARTA. Sepanjang Juli 2011, dollar Australia tercatat menguat 2,5% terhadap dollar AS ke 1,0988. Euro anjlok 3,2% terhadap aussie ke 1,3087. Namun di sisi lain, aussie melemah 2,3% terhadap yen yaitu ke level 84,26 dan tercatat melemah 3,3 terhadap dollar New Zealand ke 1,2495 seiring meningkatnya ekspektasi bahwa RBNZ bakal segera menaikkan suku bunga.

Pekan ini akan dirilis data termasuk di antaranya building approvals dan house price index kuartal II yang diprediksi membaik jadi -1% dari sebelumnya -1,7%. Tak hanya itu, Australia juga akan merilis data retail sales Juni yang diperkirakan mengalami kenaikan menjadi 0,3% dari sebelumnya 0,6% pada Mei. Namun fokus pelaku pasar akan tertuju pada sidang RBA pada 2 Agustus mendatang.

Berdasarkan jajak terakhir yang dilansir Reuters, sidang RBA pekan ini akan mempertahankan suku bunga di level 4,75%. Namun demikian saat ini mulai timbul perkiraan bahwa suku akan mencapai level 5% hingga akhir tahun setelah rilis data CPI kuartal II melebihi estimasi.

Para ekonom menyebut, fundamental ekonomi Australia saat ini berjalan sangat positif terutama dengan booming ekspor sektor pertambangan di tengah stabilnya permintaan dari Asia terutama China dan India. Kondisi ini berpeluang untuk terus menekan angka pengangguran dan sebaliknya meningkatkan pendapatan dan jumlah saving masyarakat Australia.