Jumat, 26 Agustus 2011

Asing mendominasi pelepasan saham ASII, UNTR, ADRO sore ini

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hanya turun tipis di sesi II, sebesar 2,65 poin. Aksi jual sejumlah saham bluechips menahan laju pergerakan indeks sore ini. Tiga diantaranya adalah:

- PT Astra International (ASII)
Saham ASII tercatat turun 1,85% menjadi Rp 66.150 di sesi II. Sejumlah broker yang melepas kepemilikannya atas saham ini antara lain: Credit Suisse Securities senilai Rp 93,83 miliar, JPMorgan Securities senilai Rp 63,46 miliar, dan CLSA Indonesia senilai Rp 50,79 miliar.

- PT Adaro Energy (ADRO)
Saham ADRO tercatat turun 3,57% menjadi Rp 2.025 di sesi II. Sejumlah broker yang melepas kepemilikannya atas saham ini antara lain: PT Citigroup Securities senilai Rp 68,29 miliar, UBS Securities senilai Rp 50,73 miliar, dan JPMorgan Securities senilai Rp 32,32 miliar.

- PT United Tractor (UNTR)
Saham UNTR tercatat turun 1,67% menjadi Rp 23.600 di sesi II. Sejumlah broker yang melepas kepemilikannya atas saham ini antara lain: CLSA Indonesia senilai Rp 71,71 miliar, Kim Eng Securities senilai Rp 7,44 miliar, dan Merrill Lynch Indonesia senilai Rp 3,94 miliar.

Sambut Libur Lebaran, IHSG Terkoreksi

INILAH.COM, Jakarta - Akhir pekan ini, indeks berakhir di teritori negatif. Pesimisnya pasar terhadap langkah The Fed nanti malam membuat investor cenderung keluar dari market. Apalagi menjelang libur panjang Lebaran.

Pada perdagangan Jumat (26/8), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 2,646 poin (0,07%) ke level 3,841,731, dengan intraday terendah di 3.800,48 dan tertinggi di 3.847,25. Demikian pula indeks saham unggulan LQ45 yang turun 0,148 poin (0,02%) ke level 676,255.

IHSG hampir sepanjang perdagangan berada di teritori negatif. Dibuka melemah 0,7% ke level 3.817, indeks terus turun hingga pada sesi pertama bertengger di angka 3.805. Namun, pada sesi dua, indeks sempat menyentuh zona positif, meskipun tidak mampu bertahan dan harus ditutup di level 3.841.

Satrio Utomo dari Universal Broker Indonesia mengatakan, IHSG kembali terkoreksi seiring bursa regional yang kebanyakan melemah. “Investor tampaknya lebih memilih untuk menjalani liburan dengan posisi seminim mungkin,”ujarnya.

Menurutnya, melihat posisi indeks HangSeng, sebenarnya sudah buruk. Setelah pagi tadi sempat naik, indeks HSI akhirnya ditutup dibawah low kemarin. Hal ini menunjukkan pasar berbalik pesimistis terhadap langkah-langkah The Fed yang akan dilakukan malam ini.

Bursa AS ditutup terkoreksi semalam seiring rilis data initial jobless claims yang lebih buruk dari ekspektasi. Selain sell-off di bursa Jerman akibat pelarangan short selling di beberapa bursa Eropa. Hal ini ditambah aksi Citigroup dan UBS AG yang menurunkan estimasi pertumbuhan dunia masing-masing menjadi 3.8% dan 3.3%.

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia didukung volume transaksi yang mencapai 5,275 miliar lembar saham senilai Rp 3,742 triliun dan frekuensi 85.775 kali. Sebanyak 79 saham naik, sisanya 148 saham turun, dan 90 saham stagnan.

Koreksi bursa didukung keluarnya dana asing, dengan nilai transaksi jual bersih (net foreign sell) mencapai Rp469 miliar. Rinciannya adalah transaksi jual sebesar Rp1,579 triliun dan transaksi beli mencapai Rp1,109 triliun.

Beberapa emiten yang melemah antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 1.250 ke Rp 66.150, Sepatu Bata (BATA) turun Rp 1.000 ke Rp 65.000, Delta Jakarta (DLTA) turun Rp 1.000 ke Rp 125.000, dan Lippo Cikarang (LPCK) turun Rp 430 ke Rp 1.970.

Sedangkan emiten-emiten lain yang menguat antara lain Gudang Garam (GGRM) naik Rp 850 ke Rp 55.500, Unilever (UNVR) naik Rp 750 ke Rp 16.900, Indocement (INTP) naik Rp 450 ke Rp 15.200, dan Goodyear (GDYR) naik Rp 300 ke Rp 9.400.

Bursa regional Asia sore ini kebanyakan melemah. Indeks Komposit Shanghai turun 3,07 poin (0,12%) ke level 2.612,19, indeks Hang Seng turun 169,60 poin (0,86%) ke level 19.582,88 dan indeks Straits Times turun 0,65% ke level 2.747,65. Sedangkan indeks Nikkei 225 naik tipis 25,42 poin (0,29%) ke level 8.797,78 dan indeks Kospi naik 0,81% ke 1.778,95. [ast]

Wikileaks Ungkap Kisah Saham BUMI & Sri Mulyani

Jakarta - Situs whistleblower Wikileaks ternyata memberi perhatian penuh terhadap saham salah satu grup usaha Bakrie, yaitu PT Bumi Resources Tbk (BUMI) pada saat masa krisis tahun 2008, serta hubungannya dengan rencana pengunduran diri Sri Mulyani yang saat itu menjabat sebagai Menteri Keuangan.

Seperti dikutip dari situs besutan Julian Assange, Jumat (26/8/2011), kabel diplomatis berkode 08JAKARTA2096 berupa laporan saham BUMI dan Sri Mulyani tersebut dikirim pada tanggal 13 November 2008 pada pukul 11.35 WIB dari Kedutaan AS di Jakarta.

Menurut laporan tersebut, saham BUMI yang sudah disuspensi sejak 7 Oktober 2008 kembali diperdagangkan pada 6 November 2008, dan langsung jatuh lebih dari 10% terkena autoreject batas bawah. Perdagangan sahamnya pun kembali dihentikan alias disuspen.

Nasib yang sama menimpa saham BUMI dalam perdagangan lima hari berikutnya. Harganya pun meluncur tajam dari Rp 2.175 per lembar menjadi hanya Rp 1.180 per lembar. Waktu itu terjadi perdebatan di pemerintah Indonesia mengenai dicabutnya suspensi saham Bakrie seperti permintaan Sri Mulyani atau suspensi tetap dilakukan.

"Dicabutnya suspensi itu menunjukkan, pihak pemerintah yang berusaha mempertahankan nilai aset grup Bakrie sudah tidak sanggup lagi menghadapi tekanan dari regulator dan investor," kata laporan yang dikutip Wikileaks tersebut.

Analis menilai, kembali diperdagangkannya saham BUMI itu merupakan kemenangan milik regulator finansial atas para politisi yang ada di pemerintahan. Dalam laporan tersebut juga disebutkan beredar rumor Sri Mulyani berniat mengundurkan diri dari jabatannya jika pemerintah tetap mempertahankan nilai aset-aset Grup Bakrie.

"Ditundanya pencabutan suspensi saham BUMI menunjukkan bahwa manajemen BEI (Bursa Efek Indonesia) sudah dikendalikan oleh pihak pemerintah yang lebih 'senior' ketimbang Menteri Keuangan Sri Mulyani," ungkap laporan tersebut.

Suspensi tersebut akhirnya dicabut pada 6 November 2008 setelah Presiden SBY melakukan pertemuan dengan Sri Mulyani. Saat itu, Sri Mulyani dikabarkan meminta pengunduran diri, namun juru bicara kepresidenan membantah hal tersebut.

Namun, sesuai dengan berita detikFinance pada waktu itu, Sri Mulyani bersedia untuk tidak mundur asalkan suspensi saham BUMI dicabut sehingga bisa diperdagangkan kembali.

Dan memang akhirnya, suspensi saham BUMI dicabut pada perdagangan Kamis (6/11/2008) sesi I. Saham BUMI sendiri merosot tajam dan akhirnya kena auto rejection batas bawah.

Kala itu, Ketua Bapepam yang masih dijabat Fuad Rahmany mengklarifikasi permintaan ditundanya pencabutan saham BUMI itu dikarenakan pemerintah sempat khawatir pencabutan suspensi BUMI bisa menimbulkan dampak sistemik ke pasar saham.
(ang/dnl)

Akhir pekan, indeks turun tipis 0,07% di penutupan sore

JAKARTA. Meski masih berkubang di zona merah, namun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hanya mengalami penurunan tipis. Pada pukul 16.00, indeks turun 0,07% menjadi 3.841,731.

Sektor-sektor yang ditransaksikan bergerak beragam. Penurunan terbesar dipimpin oleh sektor industri lain-lain dan sektor pertambangan dengan penurunan masing-masing sebesar 1,63% dan 0,74%. Sementara, dua sektor yang mengalami kenaikan tertinggi adalah sektor industri dasar dan consumer goods dengan kenaikan masing-masing sebesar 1,44% dan 1,42%.

Ada 139 saham yang ditransaksikan melorot. Sementara, saham yang naik hanya 72 saham dan 84 saham lainnya tak berubah. Volume transaksi hari ini melibatkan 5,275 miliar saham senilai Rp 3,742 triliun.

Saham-saham yang mencatatkan penurunan paling besar adalah PT Lippo Cikarang (LPCK) yang turun 17,92% menjadi Rp 1.970, PT Garda Tujuh Buana (GTBO) turun 15,53% menjadi Rp 136, dan PT Apac Citra Centertex (MYTX) turun 9,36% menjadi Rp 155.

Sementara itu, saham-saham di posisi top gainers antara lain: PT Yulie Sekurindo (YULE) naik 15,38% menjadi Rp 75, PT Jaya Konstruksi (JKON) naik 12,50% menjadi Rp 900, dan PT Sejahteraraya Anugrah (SRAJ) naik 12,12% menjadi Rp 370.

Investor Butuh Cash, IHSG Ditutup Turun 0,10%

INILAH.COM, Jakarta - IHSG pada perdagangan Jumat (26/8) ditutup melemah 0,10% ke level 3.840,46.

Pelemahan indeks hari ini seiring pergerakan bursa regional yang mayoritas negatif dan aksi jual investor jelang liburan panjang Idul Fitri.

Bursa AS ditutup terkoreksi semalam seiring rilis data initial jobless claims yang lebih buruk dari ekspektasi dan sell-off yang terjadi di bursa Jerman akibat pelarangan short selling di beberapa bursa Eropa.

Citigroup dan UBS AG menurunkan estimasi pertumbuhan dunia masing-masing menjadi 3,8% dan 3,3%. Harga minyak bergerak cukup volatile semalam dengan sempat terkoreksi sekitar 4% sebelum akhirnya ditutup di level US$85/barel. Harga metal menguat tipis semalam dengan Nikel +0,1% dan Timah +0,4%.

Bursa Asia sore mayoritas terkoreksi akibat koreksi yang terjadi di bursa AS semalam seiring sentimen positif dari kembali melemahnya nilai tukar Yen dan menantikan pidato gubernur The Fed sore ini. Shanghai turun 0,12%, Hang seng melemah 0,86%, KLSE merosot 1,28%, STI turun 0,78%. Sementara Seoul mencatatkan kenaikan sebesar 0,81% dan Nikkei naik 0,29%.

Sebanyak 148 saham tercatat turun sore ini, sedang hanya 79 saham yang naik, dan 90 saham masih stagnan. Indeks LQ45 ditutup turun 0,37% ke level 673,85, sementara JII turun 0,53% ke level 526,76. Asing juga terpantau lebih banyak melakukan penjualan hingga sore ini dengan mencatatkan net foreign sell sebesar Rp469,95 miliar.

Volume perdagangan sore sebanyak 2,39 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp2,88 triliun.

Saham-saham yang turun tajam sore ini adalah ASII turun 1,85%, BATA turun 1,51%, DLTA turun 0,79%, UNTR turun 2,08%, LPCK turun 17,91%, dan PTBA turun 1,55%.

UNTR Resmi Akuisisi Agung Bara Prima

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT United Tractors Tbk (UNTR) melalui anak usahanya PT Tuah Turangga Agung telah menandatangani perjanjian pengambialihan terhadap 40% saham PT Agung Bara Prima.

Dalam keterbukaannya ke BEI, Jumat (26/8) disebutkan nilai pengambialihan 40% saham Agung Bara prima ini sebesar US$10,6 juta. Dengan penandatanganan ini, perseroan melalui anak usahanya telah memiliki 100% saham di PT Agung Bara Prima.

PT Agung Bara Prima adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batubara dan telah mendapat Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi. Lokasi pertambangan batubara ABP terletak di desa Buhut, Kecamatan Kapuas Tengah, Kabupaten Kapuas, Propinsi Kalimantan Tengah dengan luas areal kurang lebih 1.271 hektar.

Anak usaha BYAN jual aset tanah di Kaltim

Anak usaha BYAN jual aset tanah di Kaltim
JAKARTA. Anak usaha PT Bayan Resources Tbk (BYAN), PT Dermaga Perkasapratama (DPP) menjual aset tanah di Balikpapan, Kalimantan Timur. Perseroan memegang langsung 62,42% saham DPP.

Manajemen BYAN menuturkan, DPP menjual tiga bidang tanah seluas total 33,19 hektare itu kepada perusahaan afiliasi PT Kariangau Power (KP). Hubungan afiliasi perseroan dengan KP, karena salah seorang Direksi DPP menjabat sebagai Dewan Komisaris KP.

Perseroan dan KP telah meneken akta jual beli tanah itu pada 24 Agustus 2011. Adapun, nilai transaksinya sekitar Rp 6,372 miliar.

KP membeli aset tanah itu seiring rencana membangun dan mengembangkan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap Kariangau berkapasitas 30 Mega Watt di Kalimantan Timur.

"Penggunaan tanah untuk mengembangkan proyek KP berdampak strategis bagi perseroan, sebab bisa memberi kepastian pasokan listrik di masa mendatang bagi DPP," ujar manajemen BYAN, dalam keterbukaan informasi BEI, hari ini (26/8).

Dengan adanya proyek PLTU sebagai sumber pemasok tenaga listrik di kawasan industri Kariangau, maka DPP kemungkinan bisa menghemat biaya listrik. Ini lantaran, pada umumnya biaya listrik yang dikelola suatu perusahaan listrik yang dibangun untuk kebutuhan suatu wilayah akan lebih murah dibanding biaya menggunakan pembangkit tenaga listrik sendiri.

Selain itu, dari hasil penjualan tanah, BYAN mendapat tambahan dana untuk mendukung kegiatan operasional maupun investasi. Maka, secara tidak langsung dapat meningkatkan kinerja perseroan.

IHSG Tak Semangat Sambut Lebaran

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan terakhir di bulan puasa tahun ini dengan menipis 2 poin. Indeks telah melewati serangkaian perdagangan yang penuh tekanan jual akibat pencairan portofolio investor.

Membuka perdagangan akhir pekan pagi tadi, IHSG melemah 27,674 poin (0,71%) ke level 3.816,703 jelang pengumuman The Fed. Sentimen negatif melemahnya bursa Asia juga menghantui indeks.

Indeks semakin tak bergairah, secara perlahan performanya terus turun sejak pembukaan perdagangan. Bahkan, indeks sempat jatuh hingga ke posisi terendahnya di level 3.800,480.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG terkoreksi 38,950 poin (1,02%) ke level 3.805,427. Investor masih menahan rencana investasinya sampai ada penjelasan dari pidato Ben Bernanke mengenai stimulus AS.

Memasuki perdagangan sesi kedua, beberapa investor memanfaatkan posisi saham-saham yang suda murah untuk aksi beli selektif. Sehingga IHSG sempat menanjak ke zona hijau meski hanya sesaat di level 3.847,254.

Menutup perdagangan terakhir di bulan ramadan tahun ini, Jumat (26/8/2011), IHSG kembali menipis 2,646 poin (0,07%) ke level 3,841,731. Sementara Indeks LQ 45 turun tipis 0,148 poin (0,02%) ke level 676,255.

Tekanan jual banyak terjadi di saham-saham unggulan, meski masih ada aksi beli selektif yang dilakukan investor. Empat indeks sektoral di lantai bursa menguat, sisanya bertahan di zona merah.

Investor asing memilih keluar sejenak dari lantai bursa sambil menanti hasil rapat The Fed. Transaksi asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 469,954 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 85.775 kali pada volume 5,275 miliar lembar saham senilai Rp 3,742 triliun. Sebanyak 79 saham naik, sisanya 148 saham turun, dan 90 saham stagnan.

Bursa-bursa saham di Asia masih menunggu pengumuman yang dilakukan Ben Bernanke atas rencana stimulus AS. Maka dari itu perdagangan di regional berjalan lambat dan mixed hingga sore ini, hanya bursa saham Jepang yang menghijau.

Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai turun tipis 3,07 poin (0,12%) ke level 2.612,19. Â
  • Indeks Hang Seng melemah 169,60 poin (0,86%) ke level 19.582,88. Â
  • Indeks Nikkei 225 naik tipis 25,42 poin (0,29%) ke level 8.797,78. Â
  • Indeks Straits Times turun 22,60 poin (0,82%) ke level 2.743,14. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 850 ke Rp 55.500, Unilever (UNVR) naik Rp 750 ke Rp 16.900, Indocement (INTP) naik Rp 450 ke Rp 15.200, dan Goodyear (GDYR) naik Rp 300 ke Rp 9.400.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 1.250 ke Rp 66.150, Sepatu Bata (BATA) turun Rp 1.000 ke Rp 65.000, Delta Jakarta (DLTA) turun Rp 1.000 ke Rp 125.000, dan Lippo Cikarang (LPCK) turun Rp 430 ke Rp 1.970.
(ang/dnl)

Menunggu pernyataan Bernanke, bursa Asia bergerak liar

Menunggu pernyataan Bernanke, bursa Asia bergerak liar
TOKYO. Bursa Asia masih bergerak liar. Investor sepertinya masih mau menunggu pernyataan Pimpinan the Federal Reserve Ben S Bernanke nanti malam. Selain itu, pasar juga cemas menunggu dirilisnya data ekspor AS yang diramal akan melambat.

Pada pukul 15.50 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific naik 0,6% menjadi 120,37. Sebelumnya, bursa Asia sempat delapan kali keluar masuk zona hijau. Sementara itu, indeks Nikkei 225 Stock Average Jepang naik 0,3%, indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,3%, Shanghai Composite Index China turun 0,1%, indeks Hang Seng Hongkong turun 0,2%, dan indeks Kospi Korea Selatan naik 0,8%.

Saham-saham yang pergerakannya mempengaruhi bursa Asia antara lain: Billabong International Ltd yang anjlok 5% di Sydney, Li & Fung Ltd turun 1,2% di Hongkong, dan Industrial & Commercial Bank of China Ltd naik 5% di Shanghai.

"Investor banyak yang menunggu, itu sebabnya harga-harga saham hanya mengalami sedikit perubahan. Pasar berfluktuasi seiring dengan digelarnya rapat the Fed. Saya memprediksi, mereka tidak akan mengumumkan kebijakan monetary easing yang besar," papar Naoki Fujiwara dari Shinkin Asset Management Co di Tokyo.

Bapepam: Kuasi Reorganisasi BNBR Tuntas Desember

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Kuasi reorganisasi PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR) akan selesai pada Desember 2011.

Kepala Biro Sektor Jasa Bapepam-LK Gonthor R.Aziz menuturkan, BNBR telah mengajukan kembali minat untuk melakukan kuasi reorganisasi pada 19 Agustus lalu. Perseroan memakai laporan keuangan Juni 2011 untuk melakukan kuasi reorganisasi. Manajemen BNBR pun mendatangi Bapepam-LK untuk meminta penjelasan dan isu yang terkait kuasi reorganisasi. "Iya tadi pagi mereka datang untuk meminta waktu dan penjelasan terkait kuasi reorganisasi aspek keuangan dan akuntansinya," ujar Gonthor.

Lebih lanjut ia mengatakan, target kuasi reorganisasi BNBR akan selesai pada Desember 2011. Bila kuasi reorganisasi BNBR selesai pada Desember 2011 maka perseroan akan membagikan dividen pada 2012."BNBR akan menuntaskan kuasi reorganisasinya pada Desember 2011 ini," tegas Gonthor.

Seperti diketahui, Dengan adanya kuasi reorganisasi tersebut, defisit pembukuan keuangan BNBR akan hilang sehingga kondisi keuangan BNBR akan terlihat lebih baik. Kuasi reorganisasi akan mencatatkan nilai aset BNBR sesuai dengan kondisi sebenarnya pada saat ini. Kinerja perseroan per 31 Desember 2010, mencatatkan defisit dan selisih nilai restrukturisasi entitas sepengendali sebesar Rp38,2 triliun. [cms]

Tunggu Fed, Bursa Eropa Bakal Dibuka Turun

Headline
INILAH.COM, London - Saham Eropa diperkirakan dibuka melemah pada Jumat (26/8) mengikuti pelemahan Wall Street dan bursa Asia yang mayoritas turun.

Investor tengah menunggu pidato Ketua Fed Ben Bernanke pada pertemuan tahunan Jackson Hole. Bernanke, yang akan berpidato pada pukul 16:00 CET, akan menjadi fokus utama pasar karena para investor menunggu untuk melihat apakah itu akan menunjukkan The Fed siap untuk menggunakan cara yang lebih konvensional untuk mencoba dan memulai ekonomi.

Pada hari Kamis Presiden Federal Reserve Bank Kansas City Thomas Hoenig mengatakan kepada CNBC bahwa dia tidak percaya putaran ketiga pelonggaran kuantitatif adalah ide yang baik. "Saya tidak mendukung QE2, yang akan konsisten pada bagian saya untuk saya (berpikir) QE3 akan menjadi ide yang baik," ujar Hoenig.

Hoenig juga menjelaskan bahwa ia tidak mendukung keputusan untuk menjanjikan suku bunga rendah untuk jangka waktu yang panjang.

Ekonom AS Nouriel Roubini percaya QE3 akan datang, tidak peduli apa kata Bernanke hari ini. Dalam sebuah wawancara dengan CNBC, dia mengatakan pemerintah AS telah kehabisan pilihan. "Kenyataannya adalah bahwa kita sedang menuju resesi dan kami kehabisan peluru kebijakan," ujar Roubini kepada CNBC dalam sebuah wawancara. "Satu dari beberapa kebijakan terdahulu lebih mengarah kepada kebijakan pelonggaran atau kuantitatif easing."

Kamis malam regulator Spanyol, Italia, Perancis dan Belgia memperpanjang larangan short selling, dengan mengatakan bahwa langkah ini masih perlu untuk menenangkan volatilitas pasar.

Kepala kelompok lobi hedge fund terkemuka mengatakan larangan ditujukan untuk membatasi short selling adalah sesat. "Short selling bukan merupakan alasan harga saham bank di bawah tekanan dan bahwa larangan belum mengurangi tekanan," kata Andrew Baker, kepala eksekutif Alternative Investment Management Association dalam sebuah wawancara dengan Reuters.

Di Spanyol pada dini hari pemerintah mengeluarkan pernyataan yang mengatakan partai oposisi utama telah sepakat untuk meningkatkan defisit publik dan batas utang dalam konstitusi.

CPO terbenam ke level terendah dua pekan

CPO terbenam ke level terendah dua pekan
KUALA LUMPUR. Minyak sawit atau crude palm oil (CPO) terbenam ke level terendah dua pekan. Harga CPO melunak karena spekulasi ekspor Malaysia akan surut setelah berakhirnya hari raya Idul Fitri di akhir bulan ini.

Kontrak CPO untuk pengiriman November di Malaysia Derivatives Exchange tumbang 1% ke level terendah sejak 11 Agustus di RM 2.963 atau setara US$ 991 per metrik ton. Kontrak yang sama mengakhiri sesi perdagangan pagi di RM 2.969 per metrik ton.

Dalam sepekan ini, harga CPO pun sudah tergerus sebesar 1,1%. Ini merupakan koreksi mingguan yang kelima.

Vice president of futures & options OSK Investment Bank Bhd. Ryan Long menuturkan, ada ekspektasi penurunan permintaan mulai bulan depan pasca Ramadhan. "Tekanan jual masih ada. Umumnya sentimen masih cukup buruk, mengabaikan faktor fundamental yang harusnya mendukung untuk CPO," ujarnya, hari ini.

Data surveyor Intertek, kemarin, menunjukkan ekspor minyak sawit Malaysia naik 6,3% menjadi 1,36 juta ton dalam 25 hari pertama bulan Agustus. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan periode yang sama di bulan sebelumnya, juga jauh di bawah kenaikan ekspor dalam 10 hari pertama di bulan Agustus yang mencapai 48%.

Imbas sentimen negatif data AS, yield SBN kompak naik kemarin

Imbas sentimen negatif data AS, yield SBN kompak naik kemarin
JAKARTA. Pada penutupan perdagangan Surat Berharga Negara (SBN) kemarin (25/8), kurva yield SBN bergerak naik. Kenaikan serempak terjadi di semua tenor SBN, terkecuali tenor satu tahun yang berhasil turun sebanyak 4,6 basis poin (bps) ke level 4,4097%.

Wlaupun terdapat penurunan di tenor setahun tersebut, namun secara rata-rata SBN tenor pendek (1 tahun - 4 tahun) masih mengalami kenaikan 3,7 bps.

Kenaikan yield SBN dipimpin tenor menengah (5 tahun - 7 tahun) sebanyak 10,8 bps, diikuti tenor panjang (8 tahun - 30tahun) sebanyak 5,3bps. Spread antara yield tenor dua tahun dan 10 tahun melebar menjadi 195 bps, setelah di hari sebelumnya berada di 188 bps.

Di sisi lain, mayoritas harga SUN seri benchmark di perdagangan kemarin, terkoreksi sebanyak 40 bps - 86 bps. Penurunan dipimpin oleh SUN FR0053 tenor 10 tahun yang terkoreksi 86,2bps. Namun, seri FR0055 tenor lima tahun masih berhasil naik 2,1 bps.

Corporate secretary Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) Tumpal Sihombing mengatakan, kenaikan yield SBN dipengaruhi oleh rilis data tingkat klaim pengangguran AS yang naik secara tidak terduga. "Data tersebut diperkirakan menjadi sentimen negatif bagi pasar," ujarnya.

Sebagai catatan, data Departemen Tenaga Kerja AS yang dirilis Kamis (25/8), menunjukkan klaim pengangguran AS naik 5.000 menjadi 417.000. Padahal, ekonom yang disurvei Bloomberg memproyeksikan adanya penurunan data mingguan klaim pengangguran menjadi hanya 405.000.

Selain itu, prediksi perlambatan ekonomi AS ikut menjadi kecemasan terbesar bagi investor, yaitu data GDP kuartal II AS yang rencananya akan dirilis hari ini. Sejumlah ekonom yang disurvei Bloomberg memprediksi, pertumbuhan di kuartal II ini akan mencapai 1,1% (q o q) atau lebih rendah dari kuartal I yang tumbuh sebesar 1,3% ((q o q).

"Pelaku pasar juga diperkirakan akan menantikan reaksi The Fed setelah adanya rilis data tersebut," lanjut Tumpal.

Inilah bluechips paling banyak dilepas asing di sesi I

Inilah bluechips paling banyak dilepas asing di sesi I
JAKARTA. Pada perdagangan akhir pekan ini, asing terlihat cenderung melepas saham-saham bluechips. Data Bloomberg mencatat, di sesi pertama, tiga bluechips yang paling banyak dibuang asing, yaitu Astra International Tbk (ASII), Adaro Energy Tbk (ADRO), dan Bank Mandiri Tbk (BMRI).

Tak ayal, ASII tertekan sebesar 1,34%, sementara ADRO jatuh 4,76%, dan BMRI melemah 1,45%. Koreksi ketiga saham ini pula yang berperan kuat menggerus indeks di sesi pagi.

Total saham ASII yang ditransaksikan mencapai 1,06 juta. Credit Suisse Securities Indonesia paling banyak menjual saham ini, yaitu senilai Rp 33,78 miliar. Diikuti, J.P. Morgan Securities Indonesia sebesar Rp 18,37 miliar, dan Phillip Securities Indonesia sekitar Rp 5,52 miliar.

Sementara, sudah 62 juta saham ADRO yang diperdagangkan di sesi pertama. Tiga broker yang paling banyak membuang saham emiten tambang ini, yaitu PT Citigroup Securities Indonesia senilai Rp 45,94 miliar, UBS Securities Indonesia Rp 27,38 miliar, dan J.P. Morgan Securities Indonesia sejumlah Rp 15,83 miliar.

Adapun, volume BMRI yang telah ditransaksikan mencapai 5,65 juta saham. UBS Securities Indonesia sebagai broker yang paling getol melepas saham ini, yaitu mencapai Rp 13,20 miliar. Selanjutnya, Credit Suisse Securities Indonesia dengan nilai penjualan Rp 7,44 miliar, dan J.P. Morgan Securities Indonesia Rp 6,80 miliar.

Koreksi seluruh sektor menggerus IHSG 1,01% di sesi pagi

JAKARTA. Koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berlangsung sejak pembukaan pagi, berlanjut hingga akhir sesi pertama. IHSG pun terbenam di zona merah setelah tergelincir 1,01% ke level 3.805,427.

Tumbangnya seluruh sektor yang diperdagangkan menggerus indeks siang ini. Sektor pertambangan memimpin penurunan dengan koreksi sebesar 1,56%. Diikuti, sektor perdagangan yang melemah 1,43%, juga sektor aneka industri yang turun 1,33%.

Hingga sesi pertama berakhir, sudah 179 saham yang melemah. Sementara, 31 saham masih mampu menguat, dan 44 saham lainnya masih stagnan.

Perdagangan hari ini terbilang sepi, di mana hanya sekitar 1,621 miliar saham yang diperdagangkan. Adapun, nilai transaksinya sekitar Rp 1,238 triliun.

Saham-saham yang menempati deretan top losers siang ini, yaitu Lippo Cikarang Tbk (LPCK) yang tumbang 14,58% ke Rp 2.050. Kemudian, Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO) yang jatuh 13,66% ke Rp 139, dan Gema Grahasarana Tbk (GEMA) yang turun 12,28% ke Rp 250.

Sedangkan, saham pengisi top gainers diantaranya, Trust Finance Indonesia Tbk 9TRUS) yang melaju 11,32% ke Rp 590, dan Equity Development Invesment Tbk (GSMF) yang reli 9,52% ke Rp 115.

Ingin Ambil Posisi? Pilihan Pada 3 Sektor Saham

INILAH.COM, Jakarta – Koreksi bursa siang ini diperkirakan akan berlanjut hingga penutupan. Investor disarankan wait and see. Namun, bagi yang ingin ambil posisi, saham sektor properti, perbankan dan grup Astra bisa jadi pilihan.

Analis Sekuritas Ekokapital Cece Ridwanullah memperkirakan, pergerakan indeks saham domestik hingga penutupan sore nanti akan melemah. “Indeks akan mengarah ke level support 3.790 dan 3.880 sebagai levelresistance-nya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Jumat (26/8).

Menurutnya, pelemahan indeks hari ini salah satunya dipicu oleh pelemahan tipis bursa saham di Asia. Kemarin pun, pada saat Dow Jones dan bursa regional Asia positif, IHSG justru ditutup melemah tipis. “Jadi memang, market Indonesia punya alasan khusus yakni momentum profit taking jelang libur panjang lebaran 2011,” ujarnya.

Artinya, lanjut Cece, pasar ingin aman dan hati-hati. Sebab, selama bursa Indonesia libur, bursa global berjalan normal. Pasar khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan di luar negeri. Apalagi, situasi AS dan Eropa masih volatile. “Karena itu, secara psikologis pasar lebih memilih untuk memegang dana tunai dibandingkan saham untuk kembali masuk setelah libur usai,” papar Cece.

Karena itu, lanjutnya, indeks hari ini akan bertahan pada teritori negatif dan tidak akan terjadi pelemahan yang tajam. Sebab, sebagian pelaku pasar sudah banyak yang mudik. Karena itu, volume transaksi pun sudah menipis. “Pada perdagangan kemarin saja, total valuasi transaksi hanya Rp4 triliun (plus pasar negosiasi). Di pasar regular hanya Rp2 triliun-an,” tuturnya.

Karena itu, ditegaskan Cece, baik naik maupun turun dengan tipisnya transaksi tidak terlalu berpengaruh banyak. Indeks pun kemungkinan akan ditahan di atas 3.800. Kalaupun sepanjang perdagangan sempat menyentuh 3.790, indeks berpeluang kembali mantul ke atas. “Apalagi, jika pergerakan bursa Eropa dan Asia mengalami perbaikan ke arah positif siang ini,” ucapnya.

Di sisi lain, pasar juga tetap fokus pada pidato Gubernur The Fed Ben Bernanke pada symposium di Jackson Hole, Jumat (26/8) ini. Pasar menantikan apakah Fed akan mengeluarkan Quantitative Easing (QE) tahap ketiga sesuai keinginan pasar atau tidak. “Jika tidak, tentu bursa saham global akan turun pada saat bursa Indonesia libur,” ujarnya. “Itulah risiko yang jadi pertimbangan investor sehingga mereka merampingkan portofolio sampai 50% untuk di-hold hingga akhir 2011.”

Dalam situasi ini, secara umum dia menyarankan wait and see atas semua saham. Tapi, bagi investor yang ingin mengambil posisi di hari terakhir ini, dia merekomendasikan positif beberapa saham di sektor properti, perbankan dan grup Astra. “Sektor pertambangan sebaiknya dihindari dulu. Sebab, pertumbuhan ekonomi dunia masih melambat sehingga demand komoditas tambang berkurang,” ucapnya.

Saham-saham pilihannya adalah PT Surya Semesta Internusa (SSIA), PT Sentul City (BKSL), PT Kawasan Industri Jababeka (KIJA) dan PT Alam Sutera Realty (ASRI).

Lalu, PT Bank Danamon (BDMN), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Bank Mandiri (BMRI), dan PT Bank Central Asia (BBCA). Terakhir, PT Astra Agro Lestari (AALI) dan PT Astra Internasional (ASII). Di grup Astra, PT United Tractors (UNTR) hindari dulu karena berkaitan dengan tambang batu bara. “Saya rekomendasikan buy on support saham-saham tersebut pada level support kedua untuk di-hold hingga pembukaan bursa setelah libur lebaran,” imbuhnya. [ast]

Aksi Jual Tekan IHSG Sesi I Anjlok 1,01%

INILAH.COM, Jakarta - IHSG pada perdagangan sesi I Jumat (26/8) ditutup melemah 1,01% ke level 3.805,43.

Pelemahan indeks siang ini seiring pergerakan bursa regional yang negatif dan aksi jual investor jelang liburan panjang.

Menurut Samuel Sekuritas dalam ulasan pasarnya hari ini, Volume perdagangan juga diperkirakan akan relatif sepi seiring hari ini adalah hari terakhir perdagangan sebelum libur panjang lebaran. Indeks diperkirakan akan bergerak sideways dalam rentang yang relatif sempit antara 3.821 – 3.887.

Bursa AS ditutup terkoreksi semalam seiring rilis data initial jobless claims yang lebih buruk dari ekspektasi dan sell-off yang terjadi di bursa Jerman akibat pelarangan short selling di beberapa bursa Eropa.

Citigroup dan UBS AG menurunkan estimasi pertumbuhan dunia masing-masing menjadi 3,8% dan 3,3%. Harga minyak bergerak cukup volatile semalam dengan sempat terkoreksi sekitar 4% sebelum akhirnya ditutup di level US$85/barel. Harga metal menguat tipis semalam dengan Nikel +0,1% dan Timah +0,4%.

Bursa Asia siang ini mayoritas terkoreksi meski tidak sedalam koreksi yang terjadi di bursa AS semalam seiring sentimen positif dari kembali melemahnya nilai tukar Yen dan menantikan pidato gubernur The Fed sore ini. Shanghai turun 0,79%, Hang seng melemah 0,21%, KLSE merosot 1,27%, Nikkei jatuh 0,02%, dan STI turun 0,82%. Sementara Seoul mencatatkan kenaikan sebesar 0,11% siang ini.

Sebanyak 186 saham tercatat turun siang ini, sedang hanya 33 saham yang naik, dan 53 saham masih stagnan. Indeks LQ45 sesi I ditutup turun 1,05% ke level 669,26, sementara JII turun 1,2% ke level 523,22. Asing juga terpantau lebih banyak melakukan penjualan hingga siang ini dengan mencatatkan net foreign sell sebesar Rp182,68 miliar.

Volume perdagangan siang sebanyak 969,59 juta saham dengan nilai transaksi mencapai Rp961,24 miliar.

Saham-saham yang turun tajam siang ini adalah BATA turun 1,51%, ASII turun 1,33%, UNTR turun 2,08%, LPCK turun 14,58%, PTBA turun 1,81%, dan SMGR turun 2,74%.

Sesi I Saham Blue Chip Dilepas, IHSG Terpangkas 38 Poin

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 38 poin akibat aksi jual terhadap saham-saham unggulan di berbagai sektor. Investor masih menahan rencana investasinya sampai ada penjelasan dari pidato Ben Bernanke mengenai stimulus AS.

Membuka perdagangan akhir pekan pagi tadi, IHSG melemah 27,674 poin (0,71%) ke level 3.816,703 jelang pengumuman The Fed. Sentimen negatif melemahnya bursa Asia juga menghantui indeks.

Indeks semakin tak bergairah, secara perlahan performanya terus turun sejak pembukaan perdagangan. Bahkan, indeks sempat jatuh hingga ke posisi terendahnya di level 3.800,480.

Pada penutupan perdagangan sesi I, Jumat (26/8/2011), IHSG terkoreksi 38,950 poin (1,02%) ke level 3.805,427. Sementara Indeks LQ 45 melemah 7,142 poin (1,06%) ke level 669,261.

Saham-saham unggulan terkena tekanan jual yang cukup besar, terutama saham-saham berbasis komoditas tambang. Aksi beli masih terjadi meski hanya di saham-saham lapis dua dengan kapitalisasi pasar yang tidak besar.

Indeks sektor konsumer sempat menjadi satu-satunya yang mampu menguat, meski poin yang dicetaknya sangat tipis. Sektor lainnya terperangkap di zona merah, dipimpin oleh indeks sektor tambang.

Sejak awal pekan, dana asing masih mengalir keluar lantai bursa dan belum berhenti sampai perdagangan siang hari ini. Nilai dana asing yang 'kabur' masih belum terlalu signifikan.

Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 37.801 kali pada volume 1,62 miliar lembar saham senilai Rp 1,237 triliun. Sebanyak 33 saham naik, sisanya 186 saham turun, dan 53 saham stagnan.

Bursa-bursa di regional pun kini kompak melemah. Investor masih berhati-hait mengambil keputusan sampai adanya kejelasan dari hasil rapat The Federal Reserves Jumat ini waktu setempat.

Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang ini:
  • Indeks Komposit Shanghai turun tipis 3,34 poin (0,13%) ke level 2.611,92.
  • Indeks Hang Seng melemah tipis 39,07 poin (0,20%) ke level 19.713,41. Â
  • Indeks Nikkei 225 menipis 12,54 poin (0,14%) ke level 8.759,82. Â
  • Indeks Straits Times melemah 21,67 poin (0,78%) ke level 2.744,07.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 250 ke Rp 54.400, Indosat (ISAT) naik Rp 150 ke Rp 5.500, Unilever (UNVR) naik Rp 150 ke Rp 16.300, dan Chandra Asri (TPIA) Rp 100 ke Rp 3.700.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Sepatu Bata (BATA) turun Rp 1.000 ke Rp 65.000, Astra Internasional (ASII) turun Rp 900 ke Rp 66.500, United Tractor (UNTR) turun Rp 500 ke Rp 23.500, dan Lippo Cikarang (LPCK) turun Rp 350 ke Rp 2.050.
(ang/dnl)

Saham-saham CPO tergerus mengikuti penurunan harga minyak kelapa sawit

Saham-saham CPO tergerus mengikuti penurunan harga minyak kelapa sawit
JAKARTA. Saham PT Bakrie Sumatra Plantations (UNSP) dilanda aksi jual pada transaksi pagi ini. Per pukul 11.12, saham UNSP turun 2,6% menjadi Rp 370.

Penurunan juga dialami oleh saham berbasis crude palm oil lainnya. Sebut saja PT PP London Sumatra Plantations (LSIP) yang turun 1,04% menjadi Rp 2.375 dan PT Gozco Plantations (GZCO) yang turun 1,43% menjadi Rp 345.

Disinyalir, penurunan saham-saham berbasis CPO ini terjadi mengikuti pergerakan harga CPO dunia. Kontrak harga CPO turun 0,9% menjadi 2.968 ringgit atau setara dengan US$ 993 per metrik ton di Kuala Lumpur.

Harga emas menuju penurunan mingguan pertama dalam tujuh pekan

Harga emas menuju penurunan mingguan pertama dalam tujuh pekan
SINGAPURA. Kontrak harga emas dunia masih terus mencatatkan penurunan. Sejumlah investor melepas emas setelah pasar saham rebound dan marjin futures mengalami kenaikan untuk kedua kalinya pada bulan ini.

Asal tahu saja, pagi tadi, kontrak harga emas untuk pengantaran cepat turun sebesar 0,9% menjadi US$ 1.757,80 per troy ounce. Pada pukul 11.26 waktu Singapura, kontrak yang sama berada di posisi US$ 1.777,20 per troy ounce.

"Kami memprediksi harga emas akan tetap disokong oleh lemahnya outlook dollar AS dan data ekonomi. Apalagi, ketidakpastian finansial masih melanda kawasan Eropa akibat krisis utang yang cukup parah," jelas Lachlan Shaw. analis Commonwealth Bank of Australia.

Sebelum pekan ini, harga emas sudah mencatatkan kenaikan selama tujuh minggu berturut-turut. Ini merupakan periode kenaikan paling lama sejak April 2007 silam. Di 2011, harga emas sudah melonjak 25%.