Kamis, 08 September 2011

Saham MITI Buka Jalan ke Level Rp100

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Mitra Investindo Tbk (MITI) berpotensi menuju level Rp100 per saham setelah dikabarkan diburu investor kakap baik lokal maupun asing.

Pasar merespon soal perusahaan batubara yang disebut-sebut asal Brunei Darussalam tertarik mengakuisisi saham perseroan sekitar 20%.

Pada perdagangan kemarin saham MITI naik Rp3 ke Rp56 dengan volume 54.961 saham senilai Rp1,5 miliar dengan 438 kali transaksi.

Bursa Asia Lanjutkan Penguatan

Medium
INILAH.COM, Sydney – Bursa saham Asia memperpanjang kenaikan pada Kamis (8/9) pagi, karena kekhawatiran krisis utang Eropa dan pertumbuhan ekonomi AS mereda.

Indeks Nikkei Stock Average Jepang naik 1%, sedangkan Korea Selatan Kospi naik 0,6%, dan di Australia, indeks S & P / ASX 200 naik 0,7%.

Pasar saham global terapresiasi kemarin, didorong harapan bahwa stimulus fiskal dan moneter sedang berlangsung dan bahwa para pembuat kebijakan Eropa mengambil langkah konstruktif pada isu-isu fiskal," ujar Yelena Shulyatyeva, ahli strategis di BNP Paribas. Demikian dikutip dari Yahoo.com.

Beberapa berita optimis adalah, bahwa pengadilan Jerman turut mendukung usulan bailout zona euro, Beige Book Federal Reserve menunjukkan bahwa ekonomi AS masih tumbuh, dan rincian muncul atas proposal penciptaan pekerjaan presiden AS yang akan diluncurkan Kamis malam waktu setempat.

Dalam pidato Ketua Federal Reserve Ben Bernanke pada Kamis, investor juga berharap beberapa petunjuk tentang bagaimana bank sentral AS mendukung perekonomian.

"Pidato The Fed mengisyaratkan langkah-langkah pelonggaran lebih lanjut pada pertemuan Komite Pasar Terbuka federal yang diperpanjang hingga 20-21 September," kata Shulyatyeva.

Karena meredanya kekhawatiran tentang krisis utang Eropa, saham keuangan naik di Asia, dengan Aozora Bank Ltd naik 2,2% dan Mizuho Financial Group Inc naik 0,9% di Tokyo. Macquarie Group Ltd naik 1,3% dan National Australia Bank Ltd naik 1,2% di Sydney.

Produsen mobil juga mendapatkan harapan yang lebih baik karena ekonomi AS, dengan Nissan Motor Co naik 1,3% di Tokyo dan Hyundai Motor Co naik 1,5% di Seoul. Karena aksi beli investor terkait erat dengan pertumbuhan ekonomi, perusahaan minyak dan gas juga naik, dengan Inpex Corp Jepang naik 2,1%, dan Caltex Australia Ltd naik 4,1% di Sydney. [ast]

Sst.. Saham BUDI Siap ke Rp600

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Saham PT Budi Acid Jaya Tbk (BUDI) berpotensi menembus level Rp600 dalam jangka pendek.

Potensi ini setelah disebut-sebut produsen komditas asal Amerika tertarik untuk mengakuisisi saham perseroan.

Kemarin saham BUDI ditutup menguat Rp50 ke level Rp325 dengan volume 49.063 saham senilai Rp7,5 miliar sebanyak 641 kali transaksi.

Meski yield dividen kecil, tetap menarik diburu

JAKARTA. Musim pembagian dividen di Bursa Efek Indonesia (BEI) belum usai. Sejumlah emiten masih akan membagikan dividen dalam waktu dekat. Namun para analis menghitung bahwa yield dividen emiten-emiten tadi termasuk kecil dibanding risiko investasinya.

Emiten yang akan membagi dividen dalam waktu dekat antara lain PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB). Produsen semen ini akan membagikan dividen tunai interim senilai Rp 23 per saham.

Bila menggunakan patokan harga penutupan SMCB kemarin di Rp 2.050 per saham, yield dividen SMCB hanya 1%. “Yield dividen ini termasuk kecil,” kata Ni Putu Kurnia Sari, Analis Syailendra Capital, Rabu (7/9).

Putu menuturkan sebagai emiten yang bukan termasuk bluechips, seharusnya yield dividen yang diberikan SMCB di atas 3%. Pasalnya, risiko investasinya juga lebih tinggi.

Meski begitu, Putu menilai dividen SMCB cukup menarik diburu. Sebab emiten ini baru bisa mulai membagi dividen tahun ini, lantaran sebelumnya mengalami defisit.

Emiten lain yang akan membagi dividen adalah PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA). Emiten perkebunan ini berencana membagi dividen senilai Rp 20 per saham. "Ini berdasarkan hasil keputusan rapat direksi perseroan pada 5 September 2011," kata Widarto, Presiden Direktur TBLA dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (7/9).

Dengan menggunakan patokan harga penutupan kemarin sebesar Rp 710 per saham, TBLA memberi yield dividen sekitar 2,81%. Analis menilai, dividen perusahaan ini cukup menarik diburu. TBLA menetapkan cum date untuk dividen ini pada 28 September.

Selain itu, dividen yang cukup menarik untuk diburu adalah dividen Pembagian dividen tersebut dilakukan setleah SMCB barau saja merampungkan kuasi reorganisasinya. Selain itu “Emiten semen biasanya memang butuh kas yang besar untuk berjaga-jaga sewaktu-waktu membutuhkan perbaikan mesin, itu kenapa biasanya laba cenderung ditahan perusahaan,” kata Putu.

Beberapa emiten yang juga membagikan dividen diantaranya adalah PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP) bakal membagikan dividen Rp 2 persaham dan harga kemarin Rp 270 per saham maka dividen yieldnya 0,74%. PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) akan membagikan dividen interim senilai Rp 20 per saham, dengan harga saham kemarin Rp 710 persaham, maka dividen yield berkisar 2,81%.

Sementara PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG). Perusahaan tambang ini membagi dividen sebesar Rp 1.168 per saham.

Artinya yield dividen emiten ini mencapai 2,5%. “Dividen ITMG terhitung menarik secara sektoral, mereka menyisihkan sebagian besar laba untuk dividen,” kata analis Erdhika Elit Sekuritas, Arief Fahruri. Asal tahu saja, besar dividen ITMG setara dengan 75% dari laba bersih semester satu lalu. Cum date ITMG di tanggal 28 September.

Analis menilai, saham-saham emiten pembagi dividen tersebut menarik diburu karena menjanjikan potensi kenaikan harga. Dus, pembagian dividen tidak hanya menarik karena dividen yang bisa didapatkan. Namun para investor bisa menikmati untung ganda.

Dalam perdagangan kemarin, harga saham ITMG naik 5,42% menjadi Rp 46.650 per saham. Sementara TBLA naik 4,41% jadi Rp 710 per saham.

Teknologi dan Otomotif Angkat Saham Jepang

Headline
INILAH.COM, Los Angeles - Saham Jepang memperpanjang kenaikan pada perdagangan Kamis (8/9), dengan saham eksportir menguat karena dolar tetap di atas 77 yen dan saham perbankan menguat atas meredanya kekhawatiran utang Eropa.

Indeks Nikkei Stock Average naik 1,1% menjadi 8.857,24, sedangkan Topix naik 1,2% menjadi 762,31. Saham teknologi dan otomotif yang fokus pada ekspor, yang membukukan kenaikan pada perdagangan sebelumnya, kembali memimpin penguatan.

Elpida Memory Inc naik 3%, NEC Corp naik 2%, Renesas Electronics Corp naik 2,9% dan Nintendo Co melonjak 3,9%. Di antara produsen mobil, Honda Motor Co naik 1,9%, dan Mazda Motor Corp naik 2,6%.

Sebuah putusan pengadilan Jerman yang memungkinkan negara berpartisipasi dalam rencana penyelamatan kawasan dan persetujuan rencana penghematan Italia, membantu meredakan kekhawatiran Eropa, serta menagngkat saham perbankan Jepang.

Mitsubishi UFJ Financial Group Inc naik 1,5%, dan Sumitomo Mitsui Financial Group Inc naik 1,3%. Di antara saham lain yang menguat, Bridgestone Corp naik 3,1% setelah Morgan Stanley meng-upgrade saham menjadi overweight dan menaikkan target harga. [ast]

Italia Reformasi Fiskal, Rupiah Terangkat

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Kamis (8/9) diprediksi menguat. Parlemen Italia yang meloloskan UU reformasi penghematan fiskal jadi salah satu pemicunya.

Periset dan analis senior PT Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, Kamis (8/9) ini rupiah masih bisa menguat tipis seiring sudah besarnya peluang dari Parlemen Italia yang meloloskan Undang-Undang Reformasi kebijakan penghematan fiskal. Ini menjadi sentimen positif tambahan bagi euro dan rupiah.

Namun, lanjutnya, hari ini juga ada pertemuan Bank Sentral Inggris (BoE) dan European Central Bank (ECB). Jadi, investor berpeluang menahan posisi terlebih dahulu. Investor menantikan bagaimana persepsi bank sentral terhadap krisis utang zona euro yang belakangan ini cukup memburuk. "Karena itu, penguatan rupiah akan terbatas dan bergerak dalam kisaran 8.540 hingga 8.570 per dolar AS," katanya kepada INILAH.COM.

Lebih jauh Firman mengatakan, suku bunga BoE dan ECB kemungkinan akan ditahan setelah IHSG ditutup hari ini. "BoE memang tidak akan memberikan pernyataan, tapi komitmen Bank Sentral untuk tetap mempertahankan suku bunga bisa mengurangi persepsi negatif terhadap poundsterling," ujar Firman.

Sementara itu, lanjutnya, ECB lebih fokus pada pernyataan presidennya Jean-Claude Trichet yang diperkirakan masih akan memberikan gambaran suram ekonomi di zona euro. ECB juga bakal menegaskan agar pimpinan Eropa mempercepat penyelesaian krisis utang. "Terutama, setelah dua hari lalu, Trichet mengatakan, bahwa pembelian obligasi oleh ECB hanya bersifat sementara," ucapnya.

Dari dalam negeri, dikatakan Firman, hari ini Bank Indonesia akan mengumumkan BI rate yang seharusnya jadi sentimen positif bagi rupiah. Terutama dengan optimisme BI terhadap performa ekonomi Indonesia dan BI juga akan mempertahankan BI rate di level 6,75%. "Tapi, pasar juga menantikan data cadangan devisa dan penyaluran kredit 2011 ini," imbuhnya.

Asal tahu saja, kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Rabu (7/9) ditutup melemah tipis 2 poin (0,02%) ke level 8.550/8.560 per dolar AS.

Obligasi WEHA terbit Oktober

JAKARTA. PT Panorama Transportasi Tbk (WEHA) berniat menerbitkan obligasi senilai Rp 150 miliar. Penerbitan obligasi ini dijadwalkan berlangsung antara Oktober-November tahun ini.

Manajemen WEHA menjelaskan, proses penerbitan obligasi masih berlangsung. “Kami usahakan tidak melewati semester dua tahun ini,” kata Sudjasmin Djambiar, Direktur dan Sekretaris Perusahaan WEHA, Rabu (7/9).

WEHA berencana menggunakan dana hasil penerbitan obligasi ini untuk menambah jumlah armada. Namun perusahaan yang mengelola jasa transportasi darat ini belum mengantongi perkiraan berapa jumlah kendaraan yang akan dibeli dengan menggunakan hasil penerbitan obligasi. WEHA juga akan mengalokasikan sebagian uang hasil penjualan surat utang untuk memenuhi modal kerja.

Rencana ini melengkapi agenda ekspansi penambahan armada perusahaan operator bus White Horse tersebut. Sebelum ini WEHA berencana membeli tambahan armada Hyundai Starex Mover untuk taksi premium sebanyak 100 unit. Perusahaan ini juga berniat menambah 20 unit bus Mercedes Benz berukuran besar. Jadi, total armada taksi WEHA dengan pembelian tersebut akan menjadi 300 unit dan bus berukuran besar menjadi 89 unit.

Untuk pembelian tersebut perusahaan ini akan menggunakan fasilitas pinjaman dari Bank Mandiri senilai Rp 60,3 miliar. Panorama sudah memperoleh kepastian atas fasilitas pinjaman tersebut Juni lalu. WEHA akan mencairkan pinjaman ini sesuai kebutuhan. Jangka waktu pelunasan kredit adalah 60 bulan sejak penarikan dilakukan.

Mengutip laporan keuangan per Juni 2011, total utang perusahaan mencapai Rp 154,82 miliar. Sedang total ekuitas Rp 76,29 miliar. Jadi, debt to equity ratio (DER) WEHA mencapai 2,03 kali. DER ini sudah di atas DER industri, yaitu 1,46 kali.

Pada paruh pertama tahun ini pendapatan perseroan mencapai Rp 147,47 miliar, naik dari pendapatan di periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 112,24 miliar. Sedang laba yang bisa diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 1,65 miliar, naik tinggi dibanding laba semester 1-2010 di mana perseroan mengalami rugi sebesar Rp 1,88 miliar.

Raka Mahesa Wardhana

Bursa Global Menguat, IHSG Mantap di Level 4.000

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup menguat hingga 111 poin didorong perburuan saham-saham blue chip. Membaiknya bursa-bursa di Asia membantu IHSG parkir di level 4.000.

Pada perdagangan, Rabu (7/9/2011), IHSG ditutup melesat 111,462 poin (2,86%) ke level 4.001,433. Sementara Indeks LQ 45 ditutup melonjak 22,583 poin (3,28%) ke level 710,0,95.

Menguatnya kembali Wall Street dan bursa-bursa regional akan membawa sentimen positif ke bursa Indonesia. Investor akan melanjutkan perburuan saham-saham sehingga membuat IHSG pada perdagangan Kamis (8/9/2011) semakin mantan di level 4.000.

Bursa Wall Street tadi malam melesat hingga lebih dari 2%, seiring mulai memudarnya kekhawatiran seputar krisis di Eropa. Sentimen positif datang dari Jerman yang bisa bebas berpartisipasi dalam bailout setelah keluarnya keputusan pengadilan.

Pada perdagangan Rabu (7/9/2011), indeks Dow Jones industrial average melesat hingga 275,56 poin (2,46%) ke level 11.414,86. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat hingga 33,38 poin (2,86%) je level 1.198,62 dan Nasdaq menguat 75,11 poin (3,04%) ke level 2.548,94.

Bursa-bursa Asia juga langsung ikut menguat. Berikut pergerakan bursa regional pagi ini:
  • Indeks Nikkei-225 menguat 104,76 poin (1,20%) ke level 8.868,17.
  • Indeks KOSPI naik 15,53 poin (0,85%) ke level 1.848,99.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Kresna Sekuritas:

Ekspektasi stimulus fiskal oleh Pemerintah AS membuat bursa regional dan IHSG kembali menguat. Penguatan IHSG didukung didukung saham perbankan dan ASII. Untuk hari ini IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 3920-4070 dengan ANTM dan MEDC sebagai saham pilihan.

eTrading Securities:

Perdagangan IHSG Rabu (7/9) ditutup naik 111.4 point (+2.87%) ke level 4,001 dengan jumlah transaksi sebanyak 17 juta lot dan nilai transaksi sebesar Rp6.5 triliun. Seluruh sektor saham pada perdagangan hari ini mengalami penguatan. Tercatat sebanyak 200 saham mengalami penguatan, 33 saham mengalami penurunan, 53 saham tidak mengalami perubahan dan 147 saham tidak diperdagangkan sama sekali. Asing tercatat melakukan net buy sebesar Rp 370.8 miliar dengan saham yang paling banyak di beli adalah ASII, HRUM, BMRI, TLKM dan LPKR.

Secara teknikal, pada perdagangan kemarin (7/9) IHSG bergerak menguat dan berhasil break dari garis resistance down trend jangka pendeknya. Pada perdagangan hari ini (8/9) diperkirakan IHSG akan kembali melanjutkan penguatanya melihat Candlestick yang telah membentuk Bullish Marubozu serta MACD yang telah membentuk golden cross dengan histogram yang memanjang di area positif. Diperkirakan IHSG akan bergerak pada range 3960-4067 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain GJTL, PGAS, dan BMRI.

(qom/qom)

Swiss masuk ke pasar untuk menahan CHF

JAKARTA. Bank Sentral Swiss (SNB) berancang-ancang masuk ke pasar menahan laju penguatan valutanya. Otoritas moneter di negeri pegunungan itu menyatakan tidak akan membiarkan nilai tukar franc Swiss melambung tinggi, baik terhadap euro maupun dollar Amerika Serikat (AS).

Terhadap euro, ambil contoh, SNB tidak akan membiarkan kurs bergerak di bawah 1,200 franc Swiss per 1 euro. Kebijakan penerapan batas bawah nilai tukar ini baru pertama kalinya diberlakukan Swiss sejak tahun 1978. "Penguatan franc Swiss yang terjadi secara massif saat ini, mengancam ekonomi kami," demikian keterangan resmi Swiss National Bank, Selasa malam WIB (6/9).

Untuk mengantisipasi risiko terganggunya perekonomian ini, Swiss telah menyiapkan sejumlah jurus, termasuk mengambil posisi di pasar dalam jumlah tidak terbatas. Campur tangan menahan apresiasi itu dipilih karena strategi memompa likuiditas ke pasar uang sekaligus penerapan bunga 0% tidak menahan minat para pemilik dana untuk memborong franc Swiss.

Pasangan mata uang EUR/CHF langsung menguat ke posisi 1,20685 usai penegasan sikap ini. Padahal dalam dua bulan terakhir, EUR/CHF bergerak di kisaran 1,030-1,184.

Franc Swiss mencetak rekor terkuatnya terhadap euro pada 10 Agustus lalu di 1,03002. "Swiss berisiko jatuh terperangkap deflasi karena impor menjadi lebih murah." jelas Holger Schmieding, Kepala Ekonom Berenberg Bank di London.

Franc Swiss menjelma menjadi valuta safe haven berdampingan dengan yen Jepang, sepanjang tahun ini. Ketidakpastian ekonomi di Eropa dan AS menggiring investor beralih mengamankan asetnya ke dua valuta itu.

M Doddy Ariefianto, ekonom Universitas Ma Chung, pesimis langkah SNB ini bisa mengerem laju penguatan franc Swiss. Valuta ini akan terus menguat selama kondisi Eropa dan AS tidak mengirimkan sentimen positif terhadap proses pemulihan ekonomi global. "Intervensi SNB tidak akan kuat menahan tekanan pasar," kata dia.

Taufan Tito, dealer valuta Bank Rakyat Indonesia (BRI) berpendapat sama. "Investor tak akan serta merta beralih," ujarnya. Kendati dua hari ini melemah, reli franc Swiss akan kembali berlanjut. Prediksi Taufan, EUR/CHF, akhir September bisa tembus 1,15.

Doddy menyarankan agar investor berhati-hati berinvestasi di franc Swiss. "Jika berspekulasi dalam jangka pendek, kurang dari satu bulan, agak berisiko terkena cut-loss saat ini," katanya. Dalam 1-2 tahun nanti fluktuasi franc Swiss masih tinggi.

Pergerakan dollar melemah atas euro dan yen

Pergerakan dollar melemah atas euro dan yen
NEW YORK. Dollar melemah terhadap sejumlah mata uang utama dunia. Sebagai bukti, Dollar Index yang digunakan untuk mengukur pergerakan dollar terhadap enam mata uang yang menjadi partner perdagangan AS, turun sebesar 0,7% menjadi 75,423. Bahkan pada transaksi sebelumnya, Dollar Index sempat tergerus hingga 1%, yang merupakan penurunan harian terbesar sejak 15 Agustus lalu.

Pada pukul 17.00 waktu New York, euro menguat 0,7% menjadi US$ 1,4098. Euro juga perkasa 0,2% atas yen menjadi 108,90 yen. Sementara, dollar melemah 0,5% menjadi 77,26 yen.

Pelemahan dollar terjadi setelah the Federal Reserve mengungkapkan hasil survei Beige Book. Hasil survei itu menunjukkan adanya perlambatan ekonomi di sejumlah kawasan AS.

"Aktivitas perekonomian tumbuh melambat, meskipun sejumlah distrik menunjukkan adanya pertumbuhan beragam," tulis Fed dalam survei Beige Book yang dirilis kemarin di Washington.

Sebaliknya, pergerakan euro perkasa atas dollar setelah Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi memenangkan kepercayaan atas voting kebijakan penghematan. Dengan demikian, ada kemajuan dalam penanganan krisis utang di wilayah Eropa.

"Berlusconi mendapatkan dukungan atas paket penghematan yang ia ajukan, sehingga mendongkrak pergerakan euro atas dollar," jelas Kathy Lien, director of research online currency trader GFT Forex di New York.

Jerman Bantu Eropa Wall Street Melesat Naik 2%

Headline
INILAH.COM, New York - Bursa saham Amerika Serikat naik lebih dari 2% pada penutupan perdagangan saham Rabu (7/9) dipengaruhi Jerman akan berpartisipasi ikut bailout sehingga dapat membantu krisis utang Eropa.

Tetapi investor melihat situasi ini masih lama untuk kembali pulih di bursa saham. Hal ini terlihat dari volume perdagangan saham kecil dilanjutkan dengan volatilitas tinggi yang terlihat dari indeks CBOE VIX turun 9,6%. Adapun selama perdagangan saham, sektor saham keuangan naik tajam dengan indeks KBW Bank naik mendekati 6%. Saham Bank of America Corp naik 7%.

Market strategist Nicolaus and Co Kevin Caron menuturkan, kekhawatiran krisis utang Eropa dan ekonomi Amerika Serikat tak menentu masih akan berlanjut mempengaruhi bursa saham. Pelaku pasar juga menginginkan melihat peningkatan data.

Indeks Dow Jones naik 275,56 poin atau 2,47% ke level 11.414,86. Indeks S&P 500 naik 33,38 poin atau 2,86% ke level 1.198,62. Indeks Nasdaq naik 75,11 poin atau 3,04% ke level 2.548,94.

Volume perdagangan saham sebesar 7 miliar saham di bursa saham New York, Amex, dan Nasdaq di bawah rata-rata perdagangan saham tahun lalu sebesar 7,56 miliar saham.

Saham Bank of America naik 7% ke level US$7,48. Kenaikan saham ini tertinggi di Dow Jones. Saham perusahaan energi juga naik tinggi. Indeks S&P. energi naik 3,7%. Sementara harga US crude naik US$3.

Saham Yahoo Inc naik 5,4% ke level US$13,61. Saham Darden Restaurants Inc turun 3,6% ke level US$44,54 setelah operator Red Lobster dan Olive Garden Restaurant memperingatkan badai fiskal akan mempengaruhi pendapatan.

Saham Nvidia Corp naik 8,1% ke level US$14,25 setelah perseroan memprediksikan penjualan meningkat pada 2013. [cms]

Kuasi Reorganisasi Lancar, BNBR bisa Bagi Dividen

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Investor dapat menikmati dividen tunai dari PT Bakrie Brothers Tbk (BNBR) jika proses kuasi reorganisasinya selesai.

Demikian dikutip dari hasil riset E Trading Securities, kemarin. "Diharapkan denganrampungnya kuasi reorganisasi ini, pemegang saham dapat menikmati nilai tambah dari kinerja keuangan BNBR dalam bentuk dividen tunai.

Sampai dengan 30 Juni 2011, BNBR mencatatkan laba bersih (audited) Rp45,5 miliar dari sebelumnya rugi Rp171,5 miliar pada semester pertama 2010 (unaudited).

Perseroan akan menggelar RUPSLB untuk mempersiapkan rencana kuasi reorganisasi tersebut pada 6 Oktober 2011 mendatang. Rencana RUPSLB BNBR mengagendakan penghapusan defisit Rp27,7 triliun (per 31 Desember 2010) dalam rangka penuntasan rencana kuasireorganisasi menurut kami merupakan hal yang positif.

Saldo defisit tersebut merupakan akumulasi kerugian bersih sebesar Rp16,5 triliun di 2008, lalu Rp1,7triliun pada 2009 dan di 2010 lalu juga tercatat Rp7,6 triliun.

Bursa minta waktu penerapan stabilisasi harga saham IPO

JAKARTA. Kepala Biro Perundang-undangan dan Hukum Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK) Robinson Simbolon mengatakan peraturan Bapepam LK nomor XI.B.4 tentang stabilisasi Harga Saham dalam rangka penawaran umum perdana alias initial public offering (IPO) telah dikeluarkan awal September 2011 ini.

Pihaknya meminta Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk mulai memberlakukan aturan tersebut enam bulan ke depan. Namun, otoritas bursa menyampaikan keberatan dengan alasan belum siap secara sistem dan teknisnya.

"Kami baru mengirim surat dan meminta akan memberlakukannya enam bulan dari sekarang. Tapi bursa meminta delapan bulan dari sekarang. Ini tinggal kesiapan bursa, kalau bursa sudah siap maka segera diberlakukan," kata Robinson, Jakarta, Rabu (7/9).

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito mengatakan sistem stabilisasi harga saham tersebut membutuhkan persiapan secara bertahap. BEI harus mengubah sistem untuk mendukung proses stabilisasi harga saham. Sebab nantinya, dalam stabilisasi harga saham perdana ini, agen stabilisasi harga saham akan memberikan tanda flag atau bendera secara elektronik sedangkan perdagangan saham yang lain berjalan seperti biasa.

Selain melakukan perubahan sistem, pihaknya juga perlu melakukan sosialisasi serta pelatihan bagi petugas-petugas calon agen stabilisasi harga. "Uji coba telah dilakukan sejak lama, tetapi kan harus dilakukan secara bertahap," tuturnya.

Sementara Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) Lily Widjaja mengatakan anggota APEI siap menerapkan aturan stabilisasi harga saham tersebut. "Tidak ada masalah. Dengan adanya kasus ini bagus juga sih," tuturnya.

Inilah Rekomendasi Saham Pilihan Kamis (8/9)

INILAH.COM, Jakarta - IHSG diperkirakan masih bisa melanjutkan penguatan meskipun tipis dengan kisaran 3.998-4.030.

Demikian dikutip dari hasil riset analis saham AMCapital, Andre Mahardika, kemarin. Secara teknikal IHSG masih berpotensi bullish lanjutan namun tipis dengan pergerakan IHSG di analisa akan mendekati 4.030.

Dari sthocastic, IHSG masih mengkonfirmasi bullish namun sudah terbatas. Dari DMI, IHSG mengkonfirmasi bullish kuat dengan tekanan beli sudah terlihat dan lebih besar dari tekanan jual.

"IHSG mulai mengalami kenaikan yang cukup baik , dimana sudah mulai mendapat tekanan beli yang besar. saran saya pantau IHSG di range 3.998-4.030. Jika tembus 4.030 besar kemungkinan akan meneruskan ke resistence selanjutnya di harga 4.070-4.090," jelasnya.

IHSG kemarin ditutup menguat tajam hingga 111,46 poin atau 2,8% ke 4.001,43. Volume perdagangan mencapai 8,5 miliar saham senilai Rp5,7 triliun. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp346,1 miliar dengan pembelian asing mencapai Rp2,5 triliun dan penjualan asing sebesar Rp2,2 triliun.

Saham pilihan seperti ADRO yang disarankan untuk trading buy jangka pendek dengan level 1.980-2.150. Rekomendasi beli di 2.050 dan jual di 2.125-2.150 dengan stop loss di 1.970.

Secara teknikal saham ADRO masih berpotensi bullish lanjutan dengan indikasi kenaikan sementara. "Saya sarankan melakukan aksi jual jangka pendek untuk satu atau dua hari," katanya.

Saham TBLA sudah mengkonfirmasi bullish lemah dengan kisaran 680-730, dengan rekomendasi beli di 700 dan jual di 720-730 dengan stop loss 680. Secara teknikal saham TBLA telah mengkonfirmasi bullish namun masih lemah dan boleh melakukan aksi beli jangka pendek.

Saham yang masih bullish seperti UNSP disarankan hold jika masih di atas 370 dengan potensi jual di harga 400-450. Saham KRAS masih melanjutkan kenaikan dan disarankan hold jika masih di atas 980 dengan potensi jual di harga 1.000-1.020.

Untuk saham BUMI masih melanjutkan kenaikan dan disarankan hold jika masih di atas 2.675 dengan potensi jual di harga 2.750-2.825. Saham PGAS masih berpotensi bullish dan disarankan hold jika masih di atas 2.875 dengan potensi jual di harga 2.950-3.025.

Wall Street melaju, indeks S&P melesat ke level tertinggi dalam dua pekan

Wall Street melaju, indeks S&P melesat ke level tertinggi dalam dua pekan
NEW YORK. Wall Street ditutup melesat kemarin malam. Bahkan, kenaikan indeks Standard & Poor's 500 merupakan yang terbesar dalam dua pekan terakhir. Investor berspekulasi, rencana Presiden Barack Obama untuk menginjeksikan dana lebih dari US$ 300 juta ke dalam sistem perekonomian akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi AS.

Pada pukul 16.00 waktu New York, indeks S&P 500 reli 2,9% menjadi 1.198,62. Padahal, dalam tiga hari sebelumnya, indeks acuan AS ini anjlok 4,4%. Sedangkan indeks Dow Jones Industrial Average melaju 2,5% menjadi 11.414,86.

Sepuluh sektor yang tergabung dalam indeks S&P menghijau, dipimpin oleh sektor finansial, energi, dan industri. Sejumlah saham yang mempengaruhi pergerakan bursa AS antara lain: Bank of America Corp yang naik 7% setelah mengubah strategi manajemen, Yahoo! Inc naik 5,4% setelah memecat CEO Carol Bartz dan mengumumkan review strategis untuk mendongkrak pertumbuhan, dan Nvidia Corp naik 8,1% setelah memprediksi pertumbuhan penjulan yang melampaui estimasi analis.

"Pasar tengah berupaya untuk mencari dasar saat ini. Kemungkinan, arahnya sudah benar, apalagi presiden menunjukkan dukungannya dengan konsep pro-bisnis dan pro-pertumbuhan," jelas Barry James, President James Investment Research Inc di Xenia, Ohio.

Harga Emas Turun Hingga 3%

New York - Investor melepas emas dan memburu saham-saham sehingga membuat harga emas turun hingga 3%. Keputusan pengadilan di Jerman yang diharapkan bisa membantu penyelesaian krisis di Eropa membuat investor semangat berburu saham lagi.

Pengadilan Jerman menolak gugatan yang ingin memblokir keinginan negara tersebut untuk bergabung dalam upaya pemberian bantuan kepada Yunani dan negara lain yang terkena krisis. Bursa Eropa dan AS juga langsung melesat oleh keputusan tersebut.

"Saya kira ini merupakan asumsi yang cukup valid bahwa orang-orang menjual emas dan membeli saham hari ini, dengan pasar saham mengalami reli akibat berita yang menyebutkan Jerman kemungkinan berpartisipasi lebih aktif untuk rencana bailout Yunani," ujar Adam Klopfeinstein, analis logam Lind-Waldock seperti dikutip dari Reuters, Kamis (8/9/2011).

Pada perdagangan Rabu (7/9/2011), harga emas di pasar spot tercatat turun hingga US$ 57 menjadi US$ 1.815 per ounce, bahkan sempat menembus rekor terendah intraday di US$ 1.793,19. Penurunan harga emas ini terjadi setelah harga emas sempat menembus rekor tertingginya di US$ 1.920 per ounce pada Selasa lalu.

Di pasar berjangka, emas AS untuk pengiriman Desember juga turun US$ 55,70 menjadi US$ 1.817,60 per ounce, dan bergerak di kisaran US$ 1.883,20-US$ 1.793,80.

"Kita sedang melihat tema flight-to-quality dalam memudarnya emas secara jangka pendek, tapi saya tidak berpikir pembeli jangka panjang dan pemegang emas telah mengubah pemikirannya. Apa yang kita lihat hanyalah koreksi di pasar yang bullish. Dalam 3 hari, orang yang tidak membeli ketika tembus di bawah US$ 1.800 mungkin akan menyesalinya," tambah Klopfeinstein.

Pada Selasa lalu, harga emas menembus rekor tertingginya di US$ 1.920,30 per ounce setelah Bank Sentral Swiss memutuskan untuk mematok mata uangnya terhadap euro guna mencegah penguatan lebih lanjut. Namun setelah rekor tertingginya, harga emas langsung mengalami koreksi.

Meski terjadi likuidasi, namun analis mengatakan emas masih berada dalam posisi reli karena intervensi Swiss kemungkinan bank sentral lain akan berupaya menyamainya untuk mencegah mata uangnya mengalami apresiasi berlebihan.

"Upaya untuk menahan apresiasi mata uang berarti emas akan bergerak naik karena dianggap sebagai safe havens," ujar UBS dalam catatannya.

(qom/qom)


Dow Jones Melonjak 275 Poin

New York - Bursa Wall Street melesat hingga lebih dari 2%, seiring mulai memudarnya kekhawatiran seputar krisis di Eropa. Sentimen positif datang dari Jerman yang bisa bebas berpartisipasi dalam bailout setelah keluarnya keputusan pengadilan.

Pengadilan Jerman menolak gugatan yang ingin memblokir keinginan negara tersebut untuk bergabung dalam upaya pemberian bantuan kepada Yunani dan negara lain yang terkena krisis. Bursa Eropa juga langsung melesat oleh keputusan tersebut.

Pada perdagangan Rabu (7/9/2011), indeks Dow Jones industrial average melesat hingga 275,56 poin (2,46%) ke level 11.414,86. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat hingga 33,38 poin (2,86%) je level 1.198,62 dan Nasdaq menguat 75,11 poin (3,04%) ke level 2.548,94.

Volume perdagangan di New York Stock Exchange hanya sebesar 7 miliar lembar saham, sedikit di bawah rata-rata tahun lalu yang sebesar 7,56 miliar lembar saham.

Meski demikian, investor masih tetap berhati-hati dan memperkirakan proses pemulihan butuh waktu yang lama. Hal itu terlihat dari tipisnya perdagangan dan berlanjutnya volatilitas di Wall Street.

Kevin Caron, market strategist Stifel, Nicolaus & Co mengingatkan, meski nilai S&P yang sudah turun hingga 12% sudah cukup menarik, namun ketidakpastian seputar krisis utang Eropa dan masalah perekonomian AS akan tetap membayangi Wall Street.

"Ini hanyalah langkah lain di jalan yang panjang. Kami ingin sekali melihat beberapa perbaikan beberapa data dan kita belum mendapatkannya," ujar Caron seperti dikutip dari Reuters, Kamis (8/9/2011).

Saham Bank of America menguat hingga 7% menjadi US$ 7,48 dan menjadi top gainer di Dow Jones, setelah kepala consumer banking dan global wealth and investment management hengkang. Bank of America sudah kehilangan hampir setengah nilai pasarnya sepanjang tahun ini.

Demikian pula saham-saham sektor energi yang dekat dengan pertumbuhan ekonomi bergerak menguat. Indeks energi S&P tercatat naik 3,7%.

Saham Yahoo Inc naik hingga 5,4% menjadi US$ 13,61, setelah chairman Roy Bostock memecat CEO Carol Bartz. Pemecatan Bartz justru dianggap mengakhiri stagnasi Yahoo.

(qom/qom)

Rabu, 07 September 2011

Pengadilan Jerman Jadi Oase di Market

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Rupiah hanya melemah tipis setelah IHSG menguat tajam. Pengadilan Jerman yang memutuskan, partisipasi Jerman dalam bailout Uni Eropa sesuai dengan hukum yang berlaku menjadi salah satu katalisnya.

Periset dan analis senior PT Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, krisis utang Eropa masih menjadi topik utama pergerakan rupiah pekan ini. Terutama dengan beberapa even penting yang terjadi di Eropa.

Menurutnya, hari ini ada even penting di Jerman dan nanti malam ada even di Italia yang bakal berpengaruh pada perkembangan krisis utang di Eropa selanjutnya. "Karena itu, rupiah mencapai level terlemahnya 8.575 dari posisi pembukaan 8.560 dan 8.550 sebagai level terkuatnya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (7/9).

Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Rabu (7/9) ditutup melemah tipis 2 poin (0,02%) ke level 8.550/8.560 per dolar AS dari posisi kemarin 8.548/8.558.

Dia menjelaskan, kemarin dolar AS menguat signifikan seiring memburuknya kecemasan krisis utang zona euro setelah beberapa anggota parlemen Jerman mengutarakan keinginannya agar Yunani keluar dari zona euro. "Kondisi itu diperburuk dengan kekecewaan Jerman terhadap kebijakan penghematan fiskal Yunani," ungkapnya.

Pada saat yang sama, kecemasan European Central Bank (ECB) terhadap komitmen Italia untuk melakukan penghematan fiskal juga turut berpengaruh negatif. "Karena itu, euro melemah signifikan sehingga menjadi tekanan bagi rupiah pada awal sesi hari ini," paparnya.

Hanya saja, tambah Firman, membaiknya performa bursa Asia hari ini yang ditopang kenaikan ekspektasi sektor jasa di AS dan positifnya data Gross Domestic Product (GDP) Australia, menjadi sentimen positif bagi rupiah. "Kondisi itu diperkuat oleh Yunani yang kembali berjanji untuk mempercepat kebijakan penghematan fiskal pada pertengahan sesi Asia," imbuhnya.

Lalu, menjelang sesi penutupan, pengadilan Jerman memutuskan untuk menolak tuntutan konstitusi bahwa partisipasi Jerman dalam bailout Eropa tidak sesuai dengan hukum yang berlaku. "Artinya, pengadilan memutuskan bahwa partisipasi bailout masih sesuai dengan hukum yang berlaku sehingga jadi sentimen positif bagi euro," tuturnya.

Tapi, hingga penutupan, rupiah sulit menguat dibandingkan kemarin, mengingat masih banyak even penting di Eropa seperti voting Parlemen Italia atas UU reformasi kebijakan Fiskal nanti malam dan Jumat (9/9) merupakan deadline partisipasi perbankan untuk me-roll-over utang Yunani. "Tapi, rupiah menguat dibandingkan pembukaan meski melemah tipis dibandingkan kemarin," ucapnya.

Alhasil, dolar AS melemah terhadap mayoritas mata uang utama termasuk terhadap euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa). Indeks dolar AS melelmah ke level 75,402 dari sebelumnya 75,952. "Terhadap euro, dolar AS melemah ke level US$1,4100 dari sebelumnya US$1,3994 per euro," imbuh Firman.

Dari bursa saham, Head of Researh Valbury Asia Securities Alfiansyah mengatakan, penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) hari ini sebesar 111,46 poin (2,87%) ke level 4.001,433 salah satunya dipicu oleh optimisme pasar atas outlook ekonomi Indonesia. Pemerintah sudah menargetkan, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia 2011 di level 6,5%.

Kondisi itu, imbuh Alfiansyah, diperkuat oleh optimisme suku bunga acuan (BI rate), setelah Bank Indonesia menyatakan, mempertahankan suku bunga di level 6,75% dan belum ada kecenderungan untuk menaikkan. Semua itu menjadi sinyal positif bagi pasar modal Indonesia. “Meskipun, inflasi cenderung mengalami kenaikan dalam dua bulan terakhir. Tapi, secara year on year masih berada di bawah angka suku bunga acuan BI rate,” papar Alfiansyah.

Karena itu, ditambahkan Alfiansyah, IHSG mengalami penguatan. Begitu juga jika mengacu pada pergerakan indeks dalam dua hari terakhir sehingga memperkuat indeks hari ini. “Meski, dari eksternal ada sentiment negatif, tapi tampak ada kepercayaan penuh bagi pasar modal Indonesia,” tandasnya.

Pasalnya, penguatan indeks juga mendapat dukungan dari Indonesia yang dinilai pasar sebagai alternatif investasi di tengah krisis finansial yang terjadi di AS dan Eropa. Kekhawatiran yang terjadi di luar justru berpengaruh positif bagi pertimbangan pasar pada IHSG. “Inilah yang jadi alasan asing untuk masuk ke pasar modal Indonesia,” ujarnya.

Pada saat yang sama, dia memaparkan, pasar juga mengantisipasi positif atas laporan keuangan kuartal ketiga 2011 dari berbagai emiten yang bakal dirilis Oktober. “Pasar melihat, fundamental keuangan berbagai emiten cenderung mengalami pertumbuhan yang lebih baik dibadingkan negara-negara lain,” ungkap dia. [mdr]

Asyik.. Wall Street Diprediksi akan Positif

Headline
INILAH.COM, New Yorkt - Bursa saham Wall Street diperkirakan akan bergerak naik pada perdagangan Rabu (7/9). Mesikipun investor akan berhati-hati menunggu arah indeks.

Untuk indeks Dow Jones diprediksi akan naik 94 poin ke 11.233, indeks Nasdaq naik 16 poin ke 2.181 dan indeks S&P akan naik 12 poin ke 1.177, yang dikutip dari yahoofinance.com.

Investor akan berbesar hati oleh putusan pengadilan menegakkan partisipasi Jerman di bailout pertama EFSF Yunani. Tetapi setiap berita negatif sesi ini bisa mendorong aksi jual.

Bursa saham Asia pada perdagangan Rabu (7/9) mengalami rebound setelah melemah empat hari sebelumnya mendekati level terendah sejak Maret 2009.

Penguatan didukung penurunan emas dan kenaikan dolar terhadap mata uang lainnya. Indeks Hang Seng naik 1,7% ke 20.048, indeks Nikkei naik 2,01% ke 8.763, indeks Shanghai naik 1,8% ke 2.516 dan indeks ASX naik 2,6% ke 4.183.

Untuk itu bursa Eropa juga mengalami penguatan seperti indeks FTSE naik 2,15 ke 5.266, indeks DAX naik 2,8% ke 5.340 dan indeks CAC naik 2,7% ke 3.047.

Hore! Jerman Putuskan Bailout ke Eropa Sah

Headline
INILAH.COM, Berlin - Mahkamah Konstitusi Jerman menolak tuntutan hukum yang diajukan eurosceptics untuk menghalangi Jerman dalam paket bailout untuk Yunani dan negara Uni Eropa.

Dalam keputusan itu juga, Pengadilan Tinggi Jerman mengharapkan DPR memiliki keputusan penting dalam paket penyelamatan zona Eropa sebagai respon yang cepat terhadap bantuan untuk krisis di Uni Eropa, yang dikutip dari yahoofinance.com.

Namun keputusan yang dikeluarkan hari ini, Rabu (7/9) mengharuskan pemerintah meminta persetujuan dari Komite Anggaran parlemen sebelum memberikan paket tersebut. Namun keputusan ini tidak boleh diartikan sebagai cek kosong untuk penyelamatan di masa depan.

"Tuntutan konstitusional sudah ditolak. Ini adalah keputusan yang sangat penting dan tidak boleh keliru ditafsirkan sebagai otorisasi kosong dalam penyelamatan krisis," kata Presiden Pengadilan Tinggi Jerman, Andreas Vosskuhle.

Pakar ekonom Eropa di Barclays Capital, Thorsten Polleit menilai keputusan ini masih memiliki ketidakpastian karena belum jelas mekanisme penyelamatan yang akan mulai terlihat pada pertengahan 2013.

"Komite EFSF ini akan berakhir dan masih ada diskusi tentang pengaturan mekanisme stabilitas Eropa dan sejumlah negara belum membahas secara detail untuk masalah ini," katanya.

Kanselir Jerman, Angela Merkel menghadapi penolakan di majelis rendah perlemen dengan keputusan para pemimpin Uni Eropa bulan Juli lalu untuk memberikan dana segar dan dana bantuan melalui Fasiltias Stabilisasi Keuangan Eropa. Parlemen akan memberikan sikap melalui voting pada 29 September mendatang.