Jumat, 16 September 2011

Jaga pertumbuhan, AALI masuk perkebunan tebu

Jaga pertumbuhan, AALI masuk perkebunan tebu
JAKARTA. Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) terus merosot. Mengutip Bloomberg, kontrak harga CPO untuk November 2011 di pasar Malaysia Derivative Exchange sebesar US$ 987 per ton. Posisi ini lebih rendah 22,5% dibandingkan harga CPO di awal 2011 sebesar US$ 1.210.

Meski begitu, analis melihat kinerja PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) tidak akan terpukul oleh kondisi ini. Willy Gunawan, analis Andalan Artha Advisindo Sekuritas, melihat harga jual rata-rata (ASP) CPO AALI masih stabil. "AALI diuntungkan dengan kenaikan tahunan harga CPO 20%," kata dia, kemarin (15/9).

Dalam catatan Willy, ASP pada kuartal II-2011 sebesar Rp 8.013 per kilogram (kg) alias turun tipis 3,2% dari kuartal I-2011. Namun, dibandingkan ASP pada semester I-2010, harga tahun ini masih lebih tinggi 21,6%.

Willy menilai volume produksi AALI juga tidak kendur. Lahan yang ditanami pada tahun 2006-2007 dan ditopang cuaca yang baik, kini sudah mulai menghasilkan.

Sheila Yovita, Analis Onix Capital, menilai, penurunan harga CPO saat ini masih wajar. Menurut dia, harga konservatif saat ini memang berada di kisaran US$ 1.000 per ton. "Dengan kisaran harga ini, AALI bisa menjaga kestabilan kinerjanya," imbuhnya.

Sheila mengitung, AALI bisa mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 22,87% tahun ini menjadi Rp 10,87 triliun. Sedangkan laba bersih diproyeksikan tumbuh 31,53%.

Selain produksi AALI yang terus meningkat, menurut analis Ciptadana Securities Fadil Kencana, permintaan yang tetap tinggi di sisa tahun ini akan menjaga harga CPO.

Lahan terbatas

Sementara keterbatasan landbank akan mendorong AALI mengakuisisi lahan baru. Maklum, dari total lahan seluas 221.356 hektare (ha), total lahan tertanamnya sudah 207.444 ha atau sekitar 93%.

Yang terbaru, AALI mencari lahan di Sulawesi dan Papua. Mereka akan mengakuisisi lahan di Papua seluas 20.000 ha untuk kebun tebu.

Sheila dan Willy menilai kemampuan dan pengalaman AALI memungkinkan untuk berekspansi lebih jauh di industri perkebunan. Willy melihat persaingan bisnis tebu tidak besar sehingga menguntungkan AALI. Namun, margin olahan tebu yaitu gula tidak terlalu besar, sehingga kurang memberikan keuntungan.

Untuk menanam tebu, memang perlu lahan lebih luas dibandingkan CPO atau karet. Tapi, menurut Willy, regenerasi tebu lebih cepat sehingga memungkinkan pertumbuhan pendapatan makin melaju.

Sheila menilai pertumbuhan AALI sangat tergantung pada akuisisi lahan. Rencana perusahaan akan berlarut-larut kalau niat mengakuisisi lahan baru menemui hambatan.

Sedangkan diversifikasi kebun tebu belum akan berdampak dalam jangka waktu dekat. Bahkan, lahan baru yang diakuisisi nantinya juga dipertimbangkan untuk CPO. Sheila melihat, lahan baru yang diakuisisi AALI nantinya bisa digunakan juga untuk kebun CPO.

Melihat pada niat AALI untuk ekspansi yang masih rencana, Sheila menilai AALI masih akan tetap fokus pada bisnis CPO. Sheila memberikan rekomendasi hold untuk saham ini dengan target harga wajar AALI Rp 24.350 per saham. Harga wajar AALI hitungan Fadil adalah Rp 25.400 per saham.

Willy memberi rekomendasi buy dengan harga wajar Rp 29.513 karena menilai kinerja AALI kuat. Kemarin, harga AALI tidak berubah dibanding hari sebelumnya Rp 21.800 per saham.

Bisnis ADMG tidak terganggu rencana GJTL lepas saham

JAKARTA. PT Polychem Indonesia Tbk (ADMG) memastikan kinerja keuangannya tidak akan terganggu pasca penjualan saham oleh salah satu pemegang saham mayoritasnya, yaitu PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL). Sebab, hubungan bisnis antara kedua emiten ini akan tetap berlanjut setelah penjualan saham.

ADMG akan tetap menjual hasil produksinya ke GJTL. "Kami akan tetap menjadi pemasok Gajah Tunggal, meski mereka tidak lagi memiliki saham Polychem," tutur Richard I. Tusardi, Sekretaris Perusahaan ADMG, kepada KONTAN, Rabu (15/9). ADMG antara lain akan memasok benang ban dan polyester.

Asal tahu saja, penjualan ke GJTL memiliki kontribusi cukup besar di kinerja keuangan ADMG. Di semester satu 2011, nilai penjualan produsen benang ban ini ke Gajah Tunggal mencapai Rp 429,6 miliar. Jumlah ini sekitar 16,69% dari total penjualan ADMG di periode tersebut. Karena itu, ADMG juga tetap yakin target pertumbuhan perusahaan tetap akan tercapai.

Richard mengakui selama ini GJTL memang menjadi salah satu pasar andalan bagi produk ADMG. Meski begitu, perseroan ini menegaskan tidak pernah mengutamakan emiten ban tersebut. "Kami memperlakukan Gajah Tunggal seperti konsumen lainnya," tegas Richard.

Setelah aksi pelepasan saham itu, ADMG akan mencari konsumen besar selain GJTL. Tapi kapasitas produksi ADMG saat ini belum memungkinkan mereka buat memenuhi kebutuhan yang lebih besar. "Untuk memasok Gajah Tunggal saja kami masih kurang," papar Richard.

Sedikit kilas balik, GJTL berniat melepas 25%-26% saham ADMG tahun depan karena ingin fokus pada bisnis inti. Nilai saham yang dijual diperkirakan US$ 80 juta.

Rencana bank sentral dunia atas Eropa mendorong harga minyak pagi ini

Rencana bank sentral dunia atas Eropa mendorong harga minyak pagi ini
MELBOURNE. Kontrak harga minyak dunia kembali menanjak naik di New York. Itu artinya, reli harga minyak sudah terjadi dalam empat pekan berturut-turut.

Pada pukul 08.58 waktu Sydney, kontrak harga minyak untuk pengantaran Oktober berada di posisi US$ 89,22 per barel di New York Mercantile Exchange. Kemarin, kontrak tersebut naik 49 sen menjadi US$ 89,50 per barel. Dengan demikian, sepanjang pekan ini, harga minyak sudah naik 2,3% dan 20% dalam setahun terakhir.

Sementara itu, kontrak harga minyak jenis Brent untuk pengantaran Oktober, yang habis masa berlakunya kemarin, naik 2,6% menjadi US$ 115,34 di ICE Futures Europe Exchange.

Salah satu sentimen yang mendorong kenaikan harga minyak adalah rencana bank sentral dunia untuk menggelontorkan pinjaman dalam mata uang dollar kepada perbankan Eropa. Langkah tersebut disinyalir mampu menahan penyebaran krisis utang Eropa serta menyokong pertumbuhan ekonomi global.

"Berita mengenai rencana penggelontoran pinjaman kepada perbankan Eropa meredakan kecemasan akan perlambatan ekonomi global," jelas John Peters, senior economist Commonwealth Bank of Australia.

CPO dari SMART Dibeli Nestle

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT SMART Tbk (SMART) meraih kontrak pembelian minyak sawit dari Nestle.

Demikian mengutip dari keterangan resmi perseroan, kemarin. Pada bulan Mei 2010 lalu, Nestl, bersama LSM internasional The Forest Trust (TFT) mengumumkan Responsible Sourcing Guidelines (RSG) yaitu seperangkat persyaratan penting untuk memandu proses pengadaan Nestl dan memastikan kepatuhan pada Nestl Supplier Code (peraturan pengadaan Nestl).

Direktur Utama SMAR, Daud Dharsono mengatakan permintaan ini merupakan sebagai pengakuan terhadap komitmen perseroan terhadap kelestarian yang berkesinambungan dan upaya mencari solusi untuk memproduksi minyak sawit yang lestari dan bertanggung jawab baik secara sosial maupun lingkungan secara terus menerus.

"Kami menyambut baik keputusan Nestle yang merupakan pengakuan terhadap upaya kelestarian perseroan,” ujarnya.

Selain itu lanjutnya, hal ini juga merupakan tonggak penting dalam perjalanan perseroan menuju produksi minyak sawit yang lestari secara berkelanjutan.

IHSG Terkoreksi, Ada Peluang di Saham Unggulan

INILAH.COM, Jakarta - Bursa saham domestik pada Jumat (16/9) diperkirakan akan tertekan. Namun, saham-saham unggulan yang sudah terkoreksi, masih menarik untuk diakumulasi.

Pengamat pasar modal Edwin Sebayang mengatakan, panik di pasar hari ini masih akan berlanjut, karena tekanan rupiah belum selesai. “Situasi ini diperkirakan berlangsung hingga pekan depan, didukung faktor eksternal dan internal,”ujarnya kepada INILAH.COM.

Menurutnya, pekan depan akan ada Quantitative Easing yang akan menyebabkan supply dolar AS meningkat di pasar uang global dan rupiah kembali rebound. Sementara pasar obligasi domestik yang juga mengalami tekanan, dinetralisir dengan intervensi Pemerintah melalui supply SUN ke pasar.

“Intervensi di pasar uang, melalui instrumen moneter dan pasar obligasi akan meredakan tekanan jual di pasar saham. Apalagi indikator teknikal sudah menunjukkan posisi oversold,” katanya.

Edwin menuturkan, rupiah terkena imbas penjualan NDF rupiah di pasar offshore, untuk covershort dolar AS. Hal ini dipicu penguatan dolar AS atas semua mata uang utama, karena peralihan ke safe haven semakin intens dilakukan pemodal. “Terlihat dari terus turunnya yield obligasi pemerintah AS ke titik terendah baru,” paparnya.

Sementara itu, tekanan jual di pasar obligasi terlihat dari naiknya yield obligasi RI bertenor 10 tahun ke level 7,2%. Intervensi bukan hanya dilakukan di pasar SUN tapi juga di pasar uang , Pelebaran band FASBI rate membuka peluang turunnya JIBOR rate, sehingga bank bisa memanfaatkan pasar uang antar bank untuk mencari likuiditas, mengingat PUAB dalam negeri masih belum mengalami situasi kering likuiditas.

Di tengah situasi ini, Edwin menyarankan investor untuk melakukan aksi beli atas saham-saham seperti Astra International (ASII), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Jasa Marga (JSMR), Bank Mandiri (BMRI) dan INdocement (INTP).

Pada perdagangan Kamis (15/9), Indeks Harga Shaam Gabungan (IHSG) ditutup 24,703 poin (0,66%) ke level 3.774,334, dengan intraday terendah di 3.710,09 dan tertinggi di 3.829,37. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia didukung volume transaksi sebesar 4,067 miliar lembar saham, senilai Rp 5,274 triliun dan frekuensi 136.646 kali.

Sebanyak 76 saham naik, sisanya 145 saham turun, dan 103 saham stagnan. Derasnya aliran dana asing yang keluar, ikut menekan IHSG. Asing mencatatkan nilai transaksi jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp1,379 triliun. Rinciannya adalah transaksi jual mencapai Rp2,711 triliun dan transaksi beli mencapai Rp1,332 triliun. [mdr]

Bursa Global Serempak Menguat, IHSG Siap Mengikuti

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin kembali melemah 24 poin akibat masih tingginya tekanan jual. Saham-saham unggulan masih mengalami koreksi meski sebagian bursa regional sudah menguat.

Pada perdagangan, Kamis (15/9/2011), IHSG ditutup terpangkas 24,703 poin (0,66%) ke level 3.774,334. Indeks LQ 45 ditutup naik 5,176 poin (0,78%) ke level 659,758.

Posisi IHSG yang sudah oversold, membuka peluang untuk technical rebound, apalagi bursa-bursa utama dunia sudah menguat signifikan. IHSG pada perdagangna Jumat (16/9/2011) akhir pekan ini diprediksi bergerak di teritori positif.

Bursa Wall Street tadi malam kembali menguat berkat perkembangan positif dari penanganan krisis di Eropa. Sentimen positif datang dari rencana Bank Sentral Eropa (European Central Bank) yang berkoordinasi dengan bank-bank sentral besar lainnya untuk memberikan kemudahan pinjaman dolar kepada bank-bank di kawasan Eropa.

Pada perdagangan Kamis (16/9/2011), indeks Dow Jones industrial average ditutup menguat hingga 186,18 poin (1,66%) ke level 11.433,18. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 20,43 poin (1,72%) ke level 1.209,11 dan Nasdaq menguat 34,52 poin (1,34%) ke level 2.607,07.

Bursa-bursa Asia langsung ikut menguat lebih dari 1%. Berikut pergerakan bura Asia pagi ini:
  • Indeks Nikkei-225 naik 119,08 poin (1,37%) ke level 8.787,94.
  • Indeks KOSPI naik 38,61 poin (2,18%) ke level 1.812,69.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Panin Sekuritas:

Meski sempat menguat, akhirnya IHSG ditutup kembali di area negatif menyusul profit taking yang dilakukan oleh investor. Gejolak nilai tukar rupiah sehari sebelumnya menyebabkan kekhawatiran akan adanya sinyal berlanjutnya aliran dana asing keluar (capital outflow). Kami perkirakan hari ini indeks masih akan bergerak volatile. Meski demikian kami melihat peluang buy on weakness pada saham yang telah memasuki area oversold. Kisaran support-resistance : 3.700-3.812.

Kresna Securities:

Meredanya tekanan di bursa global membuat tekanan di IHSG berkurang meskipun ditutup di bawah support kunci 3.786. Dengan demikiam, pergerakan IHSG masih rawan tekanan jual dan diperkirakan bergerak di kisaran 3.680-3830 dengan support jangka panjang di 3.609

eTrading Securities:

IHSG pada Kamis (15/9) bergerak anomali ditengah naiknya sejumlah bursa regional lainnya dan ditutup turun 25 point (-0.65%) ke level 3,774.33. Hampir seluruh sektor mangalami penurunan kecuali infrastructure (+1.11%) dan finance (+0.13%) dengan total transaksi tercatat sebanyak 8 juta lot atau setara dengan Rp 5.3 triliun. Tercatat sebanyak 74 saham mengalami kenaikan, 134 saham mengalami penurunan, 99 saham tidak mengalami perubahan dan 146 saham tidak diperdagangkan sama sekali.

Saham-saham yang menjadi penahan turunnya bursa a.l. TLKM, BBRI, EXCL, BBCA dan SCMA sementara yang menjadi pemberat bursa hari ini a.l. ASII, GGRM, UNVR, BDMN dan BMRI. Asing tercatat melakukan net sell pada pasar regular sebesar Rp1.4 triliun dengan saham-saham yang paling banyak di jual a.l. BMRI, ASII, BBRI, BUMI dan BBNI.

Secara teknikal, setelah terkoreksi selama 5 hari berturut-turut tampak IHSG mulai menunjukkan sinyar reversal hal ini terlihat dari Candlestick IHSG membentuk pola Spinning Top di area garis lower Bollinger Band sementara indicator RSI sudah mulai bergerak reversal dan stochastic masih bergerak downtrend namun sudah mulai memasuki area oversold. Pada perdagangan hari ini (15/9), IHSG diperkirakan berpotensi rebound dan akan bergerak pada range 3733-3821. Sementara itu, saham-saham yang dapat diperhatikan a.l BBRI, MYOR, dan BBCA.

(qom/qom)

Di New York, harga emas melorot ke level terendah dalam tiga pekan terakhir

Di New York, harga emas melorot ke level terendah dalam tiga pekan terakhir
NEW YORK. Kemarin malam, kontrak harga emas dunia melorot ke level terendah dalam tiga pekan terakhir. Asal tahu saja, pada transaksi perdagangan Comex, kontrak futures harga emas untuk pengantaran Desember turun 2,5% menjadi US$ 1.781,40 per troy ounce pada pukul 13.56 waktu New York. Sebelumnya, kontrak yang sama sempat menyentuh level US$ 1.775, level terendah sejak 26 Agustus lalu.

Penurunan harga emas terjadi seiring optimisme investor bahwa perbankan Eropa akan memiliki dana tunai yang cukup hingga akhir tahun mendatang. Hal itu mampu meredakan kecemasan akan krisis utang Eropa yang disinyalir semakin memburuk.

Kemarin, Bank Sentral Eropa menyatakan sudah berkoordinasi dengan bank-bank sentral internasional untuk meminjamkan dollar ke perbankan Eropa dengan tujuan menghambat penyebaran krisis utang. Sebelumnya, Prancis dan Jerman juga sudah memberikan jaminan kepada Yunani. Sementara, China mengindikasian kesediannya untuk membeli obligasi berbasis euro.

"Jaminan dari Jerman dan Prancis menjadi katalis utama penurunan harga emas. China juga memiliki solusi untuk memecahkan masalah Yunani dalam jangka pendek," kata James Cordier, founder Optionsellers.com di Florida.

Catatan saja, sepanjang tahun ini, harga emas sudah melonjak sebesar 25%. Rekor tertinggi harga emas tertoreh di level US$ 1.923,70 per troy ounce pada 6 September lalu.

Krisis Eropa Diserap, BUMI Menarik

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Meski Kamis (16/9) ini berpeluang terkoreksi tipis akibat net sell asing, saham BUMI sangat menarik. Sebab, krisis Eropa sudah diserap pasar, sehingga harga komoditas naik. Long term buy!

Pengamat pasar modal Irwan Ibrahim mengatakan, saham PT Bumi Resources (BUMI) berpeluang mengalami tekanan jual hari ini, akibat net sell asing yang terjadi di market secara umum. Tapi, peluang pelemahan terbatas.

Menurutnya, saham sejuta umat ini sangat menarik saat ini seiring harga minyak yang kembali naik mendekati level US$90 per barel. Harga batu bara pun naik ke US$124,32 per metrik ton akibat krisis Eropa yang sudah diserap (di-absorb) oleh pasar. “Saya rekomendasikan long term buy. Hingga akhir 2011, target harganya di level Rp3.400-3.700 per saham,” katanya kepada INILAH.COM.

Pada perdagangan kemarin, saham BUMI ditutup melemah Rp25 (0,95%) ke level Rp2.600 dari posisi sebelumnya Rp2.625. Harga intraday tertingginya di level Rp2.650 dan terlemahnya Rp2.550. Volume transaksi mencapai 76,8 juta unit saham senilai Rp198,5 miliar dan frekuensi 2.595 kali. Berikut ini wawancara lengkapnya:

Setelah turun dua hari terakhir, apakah saham BUMI ada peluang naik akhir pekan ini?
Masih bepotensi melemah tapi tipis. Pelemahan ini terutama akibat imbas negatif dari faktor market yang sedang dalam tekanan jual. Sebab, asing saat ini berada dalam posisi net sell. Hal ini dilakukan asing untuk average down. Artinya, pada saat bursa saham global melemah, mereka kembali ke negara masing-masing untuk membeli saham-saham yang sudah murah di negaranya. Karena itu, sebagian dana mereka keluar dulu dari Indonesia.

Karena net sell asing itu, Irwan kembali menambahkan, dalam dua pekan terakhir terjadi capital outflow hingga Rp14 triliun dari pasar saham, obligasi dan pasar uang. Pekan lalu saja, capital outflow terjadi sebesar Rp7 triliun dari bursa saham.

Kalau begitu, hinggal level berapa peluang pelemahan saham BUMI?
Peluang pelemahan saham BUMI sudah terbatas ke level support Rp2.550 dan Rp2.650 sebagai level resistance. Peluang plus dan minus Rp50.

Kalau begitu, apa menariknya saham BUMI?
Saham BUMI sangat menarik saat ini. Sebab, meski indeks melemah, harga minyak kembali naik mendekati level US$90 per barel. Saya perkirakan, harga minyak berpeluang kembali naik ke level US$97-100 per barel. Karena itu, harga batu bara juga sudah kembali naik lagi ke level US$124,32 per metrik ton dari pekan sebelumnya US$122,46 berdasarkan harga mingguan di Newcastle.

Anda punya proyeksi harga batu bara?
Batu bara punya peluang kembali ke level US$150 per metrik ton pada awal 2012.

Lantas, apa yang memicu kenaikan harga komoditas termasuk batu bara?
Kenaikan harga komoditas, dipicu oleh krisis utang di Eropa yang sudah di-absorb (diserap) oleh pasar sehingga mereka kembali fokus pada harga komoditas. Meskipun, secara ekonomi, Uni Eropa terutama Yunani, masih tetap krisis yang sebelumnya memicu anjloknya harga saham, minyak dan obligasi AS.

Setelah krisis Eropa difaktorkan pasar, harga komoditas naik termasuk minyak dan batu bara. Apalagi, dengan euro yang kembali menguat terhadap dolar AS. Dolar AS melemah, harga minyak dan batu bara bakal naik. Sebab, kedua komoditas ini berada dalam denominasi dolar AS. Dari sisi mata uangnya, investor juga beralih ke komoditas.

Kalau begitu, apa rekomendasi Anda untuk BUMI?
Saham BUMI menarik untuk long term. Saya rekomendasikan long term buy. Hingga akhir 2011, target harganya di level Rp3.400-3.700 per saham. [ast]

Wall Street reli setelah Bank Sentral Eropa menawarkan pinjaman ke perbankan

Wall Street reli setelah Bank Sentral Eropa menawarkan pinjaman ke perbankan
NEW YORK. Sudah empat hari terakhir, bursa AS ditutup reli. Pada pukul 16.00 waktu New York, kemarin, indeks Standard & Poor's 500 naik 1,7% menjadi 1.209,11. Dengan demikian, dalam empat hari terakhir, kenaikan indeks S&P 500 sudah mencapai 4,8%. Sedangkan indeks Dow Jones Industrial Average naik 1,7% menjadi 11.433,18.

Lonjakan atas Wall Street juga disokong oleh kenaikan saham-saham berkapitalisasi besar. Misalnya saja saham Bank of America Corp dan JPMorgan Chase & Co dengan kenaikan masing-masing lebih dari 3%. Selain itu, ada pula General Electric Co dan Chevron Corp yang naik 2%. Meski begitu, ada pula saham yang dilanda aksi jual. Salah satunya Netflix Inc yang terjun bebas 19% setelah perusahaan jasa penyewaan film secara online ini memangkas prediksi jumlah pengaksesnya.

Reli atas saham bursa AS terjadi setelah Bank Sentral Eropa dan bank sentral internasional berkoordinasi untuk menggelontorkan pinjaman dalam mata uang dollar ke perbankan Eropa untuk mencegah penyebaran krisis utang. Sentimen ini mampu menghapus sentimen negatif berupa kecemasan investor atas tingkat pengangguran AS yang kian memburuk.

"Aksi koordinasi antar bank sentral dunia sangat penting. Mereka secara sukarela mau menggelontorkan likuiditas ke bank-bank Eropa. Boleh jadi, hal ini merupakan sinyal the Fed akan menambah likuiditasnya ke sistem finansial," papar Brian Jacobsen, chief portfolio strategist Wells Fargo Funds Management.

Sekadar tambahan informasi, Bank Sentral Eropa mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan the Fed, the Bank of England, the Bank of Japan, dan the Swiss National Bank untuk memperpanjang pinjaman berjangkawaktu tiga bulan ke bank-bank Eropa. Langkah ini ditujukan agar perbankan Eropa memiliki dana tunai yang cukup hingga akhir tahun nanti.

Pengumuman tersebut sekaligus menyokong optimisme investor yang sebelumnya meningkat setelah pimpinan Prancis dan Jerman memastikan akan terus mendukung Yunani.

Perkembangan Positif Krisis Eropa, Wall Street Menguat Lagi

New York - Perkembangan positif dari penanganan krisis di Eropa kembali mendorong penguatan di bursa Wall Street. Saham-saham kembali melanjutkan penguatannya selama 4 hari berturut-turut.

Sentimen positif datang dari rencana Bank Sentral Eropa (European Central Bank) yang berkoordinasi dengan bank-bank sentral besar lainnya untuk memberikan kemudahan pinjaman dolar kepada bank-bank di kawasan Eropa.

Rencana ECB tersebut memberi harapan sektor-sektor finansial bisa terselamatkan dari kejatuhan. Saham-saham sektor finansial pun langsung ikut menguat.

Pada perdagangan Kamis (16/9/2011), indeks Dow Jones industrial average ditutup menguat hingga 186,18 poin (1,66%) ke level 11.433,18. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 20,43 poin (1,72%) ke level 1.209,11 dan Nasdaq menguat 34,52 poin (1,34%) ke level 2.607,07.

Saham Bank of America langsung menguat 4% menjadi US$ 7,33, dan indeks finasial S&P menguat 2,6%. Demikian pula sektor industri ikut menguat dengan indeks industri S&P naik 1,9%, saham General Electric naik 2,8%.

"Garis dasarnya adalah Uni Eropa dan IMF dan negara-negara industri yang mencoba meyakinkan pasar bahwa Eropa disini untuk bertahan, daratan Eropa tidak akan mengalami disintegrasi dan Yunani mungkin akan terhindar dari gagal bayar," ujar Peter Cardillo, kepala ekonom pasar Rockwell Global Capital seperti dikutip dari Reuters, Jumat (16/9/2011).

Kekhawatiran terjadinya gagal bayar Yunani telah menghantui pasar saham dalam beberapa pekan terakhir. Langkah bank sentral di Eropa tersebut merupakan tanda terakhir selama pekan ini dari para pemimpin ekonomi dan politik Eropa bahwa mereka menegaskan komitmennya untuk mengatasi krisis.

Perdagangan berjalan moderat dengan transaksi di New York Stock Exchange mencapai 7,5 miliar lembar saham, sedikit di bawah rata-rata tahun lalu yang sebesar 7,6 miliar lembar saham.

(qom/qom)

Kamis, 15 September 2011

Penurunan 134 saham gerus IHSG hingga sesi penutupan sore

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berkubang di zona merah sore ini. Pada pukul 16.00, IHSG berada di level 3.774,334 atau turun 0,65%.

Sektor-sektor yang mengalami koreksi paling dalam hari ini adalah sektor consumer goods yang turun 2,13%, sektor industri lain-lain turun 2,13%, dan sektor manufaktur yang turun 1,94%.

Selain itu, sekitar 134 saham juga melorot. Sementara, hanya ada 74 saham yang naik dan 99 saham lainnya tak berubah posisi. Volume transaksi hari ini cukup ramai dengan melibatkan 4,067 miliar saham senilai Rp 5,274 triliun.

Tiga saham yang menghuni posisi top losers antara lain: PT Inti Agri Resources (IIKP) turun 19,44% menjadi Rp 580, PT Zebra Nusantara (ZBRA) turun 12,22% menjadi Rp 79, dan PT Equity Development (GSMF) turun 11,40% menjadi Rp 101.

Sementara itu, tiga saham top gainers adalah: PT Tigaraksa Satria (TGKA) naik 11,11% menjadi Rp 1.000, PT Capitalinc Investment (MTFN) naik 10,53% menjadi Rp 420, dan PT Kedawung Setia Industri (KDSI) naik 8% menjadi Rp 270.

Asing masih Obral, IHSG Ditutup 0,6% ke 3.774,33

INILAH.COM, Jakarta - Bursa saham Indonesia pada perdagangan Kamis (15/9) ditutup turun 24,7 poin atau 0,6% ke 3.774,33. Volume perdagangan mencapai 4,06 miliar saham senilai Rp5,2 triliun.

Perdagangan diwarnai dengan 146 saham turun, 76 saham turun dan 103 saham stagnan. IHSG mengalami net foreign sell sebesar Rp1,3 triliun dengan penjualan asing mencapai Rp2,7 triliun dan pembelian asing sebesar Rp1,3 triliun.

Indeks JII turun 3,5 poin ke 522,94, indeks ISSI turun 0,9 poin ke 122,93 dan indeks LQ45 turun 6,3 poin ke 658,62. Pelemahan terdalam dialami sektor perkebunan turun 38,55 poin ke 2.230, disusul sektor pertambangan turun 32,6 poin ke 2.843. Sementara sektor perbankan sudah naik 0,6 poin ke 490 dan sektor infrastruktur naik 10,8 poin ke 719,14.

Sepanjang perdagangan IHSG terus tertekan. Level terendah di level 3.710,09 yang terjadi di sesi II dan level tertinggi di level 3.829,38 yang terjadi saat pembukaan.

Padahal bursa Asia menguat seperti indeks Hang Seng naik 0,7% ke 19.181, indeks Nikkei naik 1,7% ke 8.668, indeks Shanghai turun 0,2% ke 2.479, indeks ASX naik 1,6% ke 4.071.

Saham yang masih turun seperti saham BATA turun Rp5.000 ke Rp60.000, GGRM turun Rp1.700 ke Rp56.300, ASII turun Rp1.650 ke Rp65.100, DSSA turun Rp1.150 ke 15.050, PTBA turun Rp750 ke Rp17.650, AMFG turun Rp650 ke Rp7.900, ITMG turun Rp550 ke Rp43.400, IMAS turun Rp400 ke Rp11.200, HMSP turun Rp300 ke Rp31.700, INTP turun Rp300 ke Rp13.850, BDMN turun Rp250 ke Rp4.950, UNTR turun Rp200 ke Rp22.900.

Saham yang menguat seperti saham MYOR naik Rp450 ke Rp14.650, HEXA turun Rp400 ke Rp8.400, SCMA naik Rp300 ke Rp5.700, ISAT naik Ro250 ke Rp5.700, BBCA naik Rp150 ke Rp7.900, BBRI naik Rp150 ke Rp6.300, EXCL naik Rp150 ke Rp5.150, TLKM naik Rp150 ke Rp7.500, LPGI naik Rp130 ke Rp1.790, AMRT naik Rp100 ke Rp3.400, TGKA naik Rp100 ke Rp1.000, CNBP naik Rp50 ke Rp1.650.

Derasnya Capital Outflow, Bursa Kembali Melemah

INILAH.COM, Jakarta- IHSG masih melanjutkan pelemahannya hari ini. Derasnya aliran dana asing dari saham unggulan, menekan bursa.

Pada perdagangan Kamis (15/9), Indeks Harga Shaam Gabungan (IHSG) ditutup 24,703 poin (0,66%) ke level 3.774,334, dengan intraday terendah di 3.710,09 dan tertinggi di 3.829,37. Demikian pula indeks saham unggulan LQ45 yang turun 5,18 poin (0,78%) ke level 659,758.

Sempat dibuka menguat, indeks bergerak turun hingga pada sesi pertama bertengger di angka 3.737. Maraknya aksi jual investor membuat indeks sulit bergerak lebih lanjut sehingga harus ditutup di level 3.774.

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia didukung volume transaksi sebesar 4,067 miliar lembar saham, senilai Rp 5,274 triliun dan frekuensi 136.646 kali. Sebanyak 76 saham naik, sisanya 145 saham turun, dan 103 saham stagnan.

Derasnya aliran dana asing yang keluar, ikut menekan IHSG. Asing mencatatkan nilai transaksi jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp1,379 triliun. Rinciannya adalah transaksi jual mencapai Rp2,711 triliun dan transaksi beli mencapai Rp1,332 triliun.

Beberapa emiten yang melemah antara lain Sepatu Bata (BATA) turun Rp 5.000 ke Rp 60.000, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 2.100 ke Rp 55.900, Astra Internasional (ASII) turun Rp 1.450 ke Rp 65.300, dan Dian Swastatika (DSSA) turun Rp 1.150 ke Rp 15.050.

Sedangkan emiten-emiten lain yang menguat antara lain Mayora (MYOR) naik Rp 500 ke Rp 14.700, Hexindo (HEXA) naik Rp 400 ke Rp 8.400, Surya Citra Media (SCMA) naik Rp 300 ke Rp 5.700, dan Indosat (ISAT) naik Rp 200 ke Rp 5.650.

Prancis-Jerman Pertahankan Yunani, Bursa Asia Naik

Medium
INILAH.COM, Sydney – Bursa Asia menguat, dengan indeks acuan rebound dari level terendah lebih dari setahun. Hal ini terjadi setelah Presiden Prancis Nicolas Sarkozy dan Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan Yunani akan tetap di zona Euro.

Tim Schroeders, analis di Pengana Capital Ltd. Melbourne mengatakan, komitmen Jerman dan Perancis untuk mendukung keanggotaan Yunani di Uni Eropa meredam kekhawatiran adanya default

“Jika Yunani terhindar dari default, maka akan mengurangi imbas terhadap sistem perbankan, yang berakibat positif untuk pasar Asia.”

Indeks MSCI Asia Pacific naik 1,1% menjadi 117.52 pada 3:18 p.m. di Tokyo, turun dari kenaikan di sesi awal sebesar 1,6%. Kesepuluh kelompok industri naik, dengan 7 saham untuk 3 yang melemah.

Indeks kemarin jatuh ke level terendah sejak 25 Agustus 2010.

Kekhawatiran ekonomi global akan kembali ke resesi di tengah memburuknya krisis utang Eropa, memicu kejatuhan indeks MSCI APAC sebesar 17% dari level tertinggi tahun ini di 2 Mei dan kemarin.

Indeks Nikkei 225 Stock Average Jepang naik 1,8%. Indeks Kospi Korea Selatan naik 1,4%. Di Australia, indeks S&P/ASX 200 naik 1,7% di Sydney. Indeks Hang Seng di Hong Kong naik 0,4% dan indeks komposit Shanghai di China naik 0,1%.

Indeks berjangka Standard & Poor 500 turun 0,1% hari ini. Di New York, indeks naik untuk hari ketiga, naik 1,4% kemarin. Sarkozy and Merkel menegaskan bahwa Yunani akan bertahan di zona Euro. Sentimen positif lain terjadi setelah menteri keuangan AS Timothy F. Geithner mengatakan, tidak ada pilhan bagi negara utama Eropa untuk membiarkan institusi mereka berada dalam risiko.

Pada pertemuan dengan para menteri Uni Eropa 16 September mendatang, Geithner akan meminta pemerintah Eropa untuk meningkatkan upaya melawan krisis.

Westpac Banking Corp. naik 2,6% di Sydney. Samsung Electronics Co., yang mendapat 20% dari pendapatan dari Eropa, naik 2,4% di Seoul. S-Oil Corp., kilang dan penjualan petroleum, naik 12%. Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. naik 2,8% karena naiknya harga chip. Esprit Holdings Ltd, perusahaan pakaian terbesar yang terdaftar di Hong Kong, naik 9,7%, setelah melaporkan laba naik 98%. [ast]

Hasil Pertemuan Yunani Angkat Bursa Eropa

Medium
INILAH.COM, London - Hasil konferensi soal Yunani telah mendorong penguatan bursa saham Eropa pada perdagangan Kamis (15/9).

Indeks FTSE naik 1,3% ke 5.299,80, indeks DAX naik 2,16% ke 5.455 dan indeks CAC naik 1,3%2.987,52, seperti dikutip dari yahoofinance.com.

Hasil pertemuan pemimpin Jerman, Prancis dn Yunani telah sepakat untuk menghindari Yunani dari gagal bayar. "Komitmen bantuan darurat untuk ekonomi Yunani adalah penting sehigga ke jalur pertumbuhan yang berlanjut," demikian pernyataan pemimpin Jerman dan Prancis.

Berita ini juga telah mendorong Wall Street menguat dan juga bursa Asia karena euro mengalami rebound. "Ini menjadi pelajaran dari runtuhnya Lehman dan akhirnya semua orang akan berkerja sama untuk menghindari kondisi yang lebih buruk," kata kepala riset BNP Paribas Fortis Capital Markets, Philippe Gijsels.

Harga emas dunia diprediksi akan kembali melorot

Harga emas dunia diprediksi akan kembali melorot
LONDON. Kontrak harga emas dunia diprediksi akan kembali melorot untuk hari kedua di London. Pada pukul 09.38 waktu London, kontrak harga emas untuk pengantaran cepat turun 0,3% menjadi US$ 1.813,68 per troy ounce. Sementara, kontrak harga emas untuk pengantaran Desember turun 0,5% menjadi US$ 1.816,80 per troy ounce di Comex, New York.

Meredanya kecemasan terkait Eropa mendongkrak pasar saham serta memangkas permintaan emas sebagai aset alternatif. "Pernyataan yang dikeluarkan pimpinan Jerman dan Prancis terkait Yunani membantu meredakan kecemasan akan default Yunani sehingga mendorong aksi beli pada pasar saham," jelas Nick Trevethan, senior commodities strategist Australia & New Zealand Banking Group Ltd.

Kendati begitu, Trevethan meramal, harga emas bisa kembali menanjak ke level US$ 1.900 jika sudah mendekati US$ 1.850.

Sekadar catatan, harga rekor emas tercipta pada 6 September lalu di level US$ 1.921 per troy ounce. Tahun ini merupakan tahun bullish emas yang ke-11 seiring langkah investor untuk melakukan diversifikasi investasinya dari pasar saham dan pasar mata uang. Hal itu tidak mengherankan, sebab, harga emas sudah melonjak 27% tahun ini, melampaui lonjakan pasar saham global, komoditas, dan pasar surat utang negara.

Aksi Jual Asing Masih Tinggi, IHSG Terpangkas 24 Poin

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpangkas 24 poin karena aksi jual asing masih cukup tinggi. Saham-saham unggulan banyak terkena tekanan jual.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup di posisi Rp 8.780 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di Rp 8.800 per dolar AS.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka menguat 20,775 poin (0,54%) ke level 3.819,812. Krisis utang Eropa sedikit mereda setelah kesepakatan para pemimpinnya untuk membantu Yunani.

Tekanan jual di lantai bursa belum reda. Indeks yang baru saja mendaki hingga posisi tertingginya di 3.829,376 terpaksa terjun ke zona merah.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG anjlok 61,308 poin (1,62%) ke level 3.737,729. Aksi profit taking banyak dilakukan investor asing.

Sepanjang perdagangan sesi II IHSG sama sekali tidak menyentuh zona hijau, padahal pagi tadi masih mampu menguat tipis. Posisi terendah yang sempat disinggahi indeks hari ini di level 3.710,092.

Mengakhiri perdagangan, Kamis (15/9/2011), IHSG ditutup terpangkas 24,703 poin (0,66%) ke level 3.774,334. Indeks LQ 45 ditutup naik 5,176 poin (0,78%) ke level 659,758.

Investor asing belum puas melakukan aksi ambil untung, hari ini transaksi pemodal asing terpantau melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 1,363 triliun di pasar reguler dan negosiasi.

Meski dana asing mengalir sangat deras, namun koreksi IHSG tidak separah perdagangan sebelumnya. Posisi indeks sudah sangat jatuh, hampir menyamai posisi awal tahun ini.

Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 136.646 kali pada volume 4,067 miliar lembar saham senilai Rp 5,274 triliun. Sebanyak 76 saham naik, sisanya 145 saham turun, dan 103 saham stagnan.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa Asia sore ini:
  • Indeks Komposit Shanghai turun 5,77 poin (0,23%) ke level 2.479,05.
  • Indeks Hang Seng menguat 136,06 poin (0,71%) ke level 19.181,50.
  • Indeks Nikkei 225 melonjak 150,29 poin (1,76%) ke level 8.668,86.
  • Indeks Straits Times naik 21,13 poin (0,77%) ke level 2.760,48.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Mayora (MYOR) naik Rp 500 ke Rp 14.700, Hexindo (HEXA) naik Rp 400 ke Rp 8.400, Surya Citra Media (SCMA) naik Rp 300 ke Rp 5.700, dan Indosat (ISAT) naik Rp 200 ke Rp 5.650.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Sepatu Bata (BATA) turun Rp 5.000 ke Rp 60.000, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 2.100 ke Rp 55.900, Astra Internasional (ASII) turun Rp 1.450 ke Rp 65.300, dan Dian Swastatika (DSSA) turun Rp 1.150 ke Rp 15.050.

(ang/qom)

Telkom akan Tunjuk Advisor dari AS dan Eropa

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) akan memilih tiga advisor terkait pembelian saham Singtel di Telkomsel. Dua dari tiga advisortersebut berasal dari Amerika Serikat dan Eropa.

Hal itu disampaikan Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia Tbk Rinaldi Firmansyah, seusai acara MoU 16 pimpinan BUMN sebagai pelaksanaan program penguatan konektivitas Nasional melalui Indonesia Logistics Community Services, Kamis (15/9).

"Lima calon advisor sudah masuk hari ini tapi belum dipilih.Kita akan memilih satu hingga tiga advisor. Kalau domestik insyaallah PT Bahana Securities sedangkan asing ada dua yang akan berasal dari Amerika Serikat dan Eropa," ujar Rinaldi.

Lebih lanjut ia mengatakan, pemilihan advisors ini akan selesai dalam 10 hari ke depan. Advisors ini akan membantu PT Telekomunikasi Indonesia Tbk untuk memberikan masukan dan restruktur terkait pembelian saham SingTel di Telkomsel. Menurut Rinaldi, pembelian saham SingTel di Telkomsel ini menjadi prioritas Telkom.

Seperti diketahui, Telkom kembali berminat membeli saham yang ditanamkan SingTel di Telkomsel sebesar 35%. Apabila pembelian kembali saham ini terjadi maka Telkom akan kembali memiliki saham di Telkomsel sebesar 100%.

Rencana persetujuan pembelian kembali saham ini telah mendapatkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Telkom beberapa waktu lalu.

Terkait penambahan direksi Telkomsel, Rinaldi menuturkan, penambahan direksi Telkomsel dari lima menjadi delapan terus dalam pembicaraan. Rinaldi menegaskan, dalam susunan direksi baru Telkomsel ke depan maka tidak akan ada wakil direktur utama.

"Tidak ada Chief Operating Officer (CCO). Saat ini masih pembicaraan, yang penting dari lima menjadi delapan," kata Rinaldi. [hid]

Bakrieland: Pengganti Limitless Sudah Ada

Medium
INILAH.COM, Jakarta - PT Bakrieland Development Tbk menyatakan, beberapa investor baru sudah ada yang minat sebagai pengganti Limitless Holdings Pte Ltd.

Keputusan pengganti Limitless Holdings Pte Ltd dapat diputuskan pada akhir September ini. "Memang sudah ada beberapa yang minat, dan belum diputuskan. Akhir September ini diputuskan," ujar Direktur Utama PT Bakrieland Development Tbk Hiramsyah Thaib, di Jakarta, Rabu (14/9) malam.

Lebih lanjut ia mengatakan, pengembalian dana investasi Limitless pun masih dibicarakan. Pengembalian dana tersebut bisa dari dana internal dan investor baru.

Seperti diketahui, Limitlees memiliki kepemilikan di Rasuna Episentrum. Limitless memiliki dana investasi sebesar US$120 juta dengan imbalan 30% kepemilikan. Situasi induk usaha Dubai World yang kurang baik karena krisis di Timur Tengah membuat Limitless mundur dalam investasi tersebut. [cms]

Hadapi Krisis Terburuk Eropa, Agus Marto Siapkan Siasat

Jakarta - Di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu pemerintah menyiapkan strategi khusus untuk mengantisipasi dampak krisis. Salah satunya, pemerintah telah menyiapkan stimulus di semester I-2012 yang dipersiapkan untuk menghadapi kondisi terburuk.

"Mengamati yang terjadi di Eropa saat ini, kita sudah memikirkan untuk adanya stimulus yang kita perkirakan akan dilakukan di semester I-2012. Sekarang kita sudah persiapkan diri, kalau kondisi buruk itu berdampak ke Indonesia, kita akan mempersiapkan, kita akan selalu siaga dengan memberikan stimulus," ungkap Menteri Keuangan Agus Martowardoyo.

Agus menyampaikan hal ini di depan Komisi XI DPR RI di sela Rapat Kerja Pembahasan RAPBN-2012 di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (15/9/2012).

Menurut Agus, apa yang terjadi saat ini adalah guncangan ekonomi di tingkat global yang sangat serius. Dan menurutnya, bisa berpengaruh ke Indonesia.

"Yang kita perlu soroti adalah kondisi global yang ada itu lebih serius dari yang kita amati dan kita ikuti, jadi kami melihat bahwa kalau di Eropa seperti sekarang ini itu besar sekali pengaruhnya juga itu akan bisa besar pengaruhnya bagi negara yang bermitra dagang dengan kita atau dengan negara yang investasi di kita," papar Agus.

"Dengan kondisi global itu bisa berdampak pada negara mitra kita, dan harus diakui kita ekspornya masih banyak yang bahan baku, makanya bisa berpengaruh ke kita," imbuh Mantan Dirut Bank Mandiri ini.

Di tempat yang sama Kepala Badan Kebijakan Fiskal Bambang Brodjonegoro mengatakan dengan kondisi sekarang mungkin capital inflow banyak masuk, tapi apa yang terjadi di 2008 itu mungkin akan terjadi juga di 2012.

"Nah kalau itu terjadi maka kita akan kena second round effect, bukan dampak langsng tapi negara yang tergantung pada ekspor yang kena," tuturnya.

Menurutnya, kalau negara tujuan ekspor mengalami krisis, maka akibatnya pada ekonomi Indonesia bakal terasa.

"Selain ke pertumbuhan, juga tingkat bunga. Krisis sekarang bisa lebih berat dari 2008 meskipun Indonesia dengan emerging market lain itu lebih baik ketimbang negara maju. 2008 bisa terjadi, jadi harus diperhitungkan," paparnya.

(dru/dnl)