Rabu, 09 November 2011

Inilah Menu Saham Pilihan Rabu (9/11)

INILAH.COM, Jakarta - Pergerakkan IHSG pada perdagangan Rabu (9/11) diperkirakan jenuh beli sehingga cenderung spekulasi. IHSG akan bergerak di kisaran 3.725-3.996.

Demikian mengutip hasil riset analis saham AM Capital, Andre Mahardika kemarin. Secara teknikal IHSG masih akan bullish. Namun kondisi bullish perdagangan selanjutnya sudah mulai berspekulasi.

"Ada kemungkinan profit taking dari saham-saham bluechip yang sudah jenuh beli. IHSG masih akan bullish jika dapt menembus 3.808," katanya.

Dari sthocastic, IHSG masih akan berpotensi bullish pada trend jenuh beli. Sedangkan dari DMI, IHSG masih akan berpotensi bullish dengan penutupan IHSG didukung adanya potensi tekanan beli yang lebih besar dari tekanan jual. Meskipun tidak signifikan yang mengindikasikan adanya potensi bullish selanjutnya cenderung naik tipis lagi.

"Saran saya sell profit semua saham jika IHSG tidak berhasil menembus 3.808 diakhir perdagangan," jelasnya.

Sementara analis senior HD Capital menyarankan beli untuk saham BORN, BBRI, ASII dan ELTY. "Dalam keadaan pasar yang tak menentu ini rekomen mengunakan weakness sebagai entry point dan exit pada kenaika pasar nantinya," katanya.

Saham BORN disarankan beli dengan target harga Rp910 dari penutupan kemarin di Rp880. Strategi masuk pertama di 860 dan kedua 840 dengan cut loss di 820. Sementara saham ASII disarankan beli dengan target harga di 69.800 dari penutupan kemarin di 68.500. Strategi masuk pertama di 66.500 dan kedua di 65.500 dengan cut loss di 64.500.

Untuk saham BBRI disarankan beli dengan target harga di 6.850 dari penutupan kemarin di 6.850. Strategi masuk pertama di 6.650 dan kedua di 6.550 dengan cut loss di 6.450. Sedangkan saham ELTY disarankan beli dengan target harga di 120 dari penutupan kemarin di 116. Strategi masuk pertama di 113 dan kedua di 110 dengan cut loss di 106.

Euro menguat setelah Berlusconi setuju mundur

Euro menguat setelah Berlusconi setuju mundur
SYDNEY. Untuk pertama dalam tiga hari terakhir, euro menguat versus dollar AS. Pada pukul 17.00 waktu New York, euro terapresiasi 0,4% menjadi US$ 1,3834. Sebelumnya, euro bahkan sempat menyentuh posisi US$ 1,3725.

Sementara, posisi euro tak banyak mencatatkan perubahan atas yen di level 107,52 yen. Sedangkan yen menguat 0,4% menjadi 77,73 per dollar setelah sebelumnya menyentuh level 77,60, level paling perkasa sejak 31 Oktober lalu.

Penguatan euro terjadi setelah Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi menawarkan untuk mengundurkan diri secepatnya bila parlemen Italia menyetujui kebijakan penghematan anggaran pada voting pekan depan. Langkah tersebut dia ambil setelah Berlusconi gagal mendapat dukungan mayoritas parlemen pada voting anggaran kemarin.

"Kita semua mengetahui bahwa kita dapat memiliki pemerintahan teknokrat di Italia dan hal itu lebih baik dibanding Berlusconi. Masih banyak hambatan yang harus dihadapi dan posisi euro masih bisa tertekan," jelas Greg Anderson, senior currency strategist Citigroup Inc.

Bursa AS sumringah setelah Berlusconi setuju mundur

Bursa AS sumringah setelah Berlusconi setuju mundur
NEW YORK. Mayoritas saham di bursa AS ditutup melesat kemarin malam. Pada pukul 16.00 waktu Tokyo, indeks Standard & Poor's 500 naik 1,2% menjadi 1.275,92. Padahal, pada transaksi sebelumnya, indeks S&P 500 sempat turun 0,5%. Sedangkan indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,8% menjadi 12.170,18.

Sepuluh sektor yang tergabung dalam indeks S&P 500 melonjak. Sektor finansial, energi, dan teknologi mencatatkan reli minimal 1,1%. Sejumlah saham yang pergerakannya mempengaruhi bursa AS adalah JPMorgan Chase & Co, Occidental Petroleum Corp, dan Intel Corp yang naik lebih dari 1,9%.

Lonjakan bursa AS terjadi setelah Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi menawarkan untuk mengundurkan diri. Hal itu mendongkrak optimisme bahwa Italia akan menunjuk pimpinan baru yang dapat menangkal krisis utang.

"Berlusconi bisa digambarkan sebagai karakter kartun pemimpin dunia. Banyak sekali tangan yang menolong di Eropa yang bekerja keras. Pasar memiliki pandangan jelas bahwa Berlusconi sangat tidak membantu. Dia merupakan bagian dari masalah, bukan solusi," jelas Michael Holland, chairman and founder Holland & Co di New York.

Sekadar informasi, Presiden Italia Giorgio Napolitano mengungkapkan, Berlusconi setuju untuk mengundurkan diri setelah parlemen menyetujui rencana penghematan anggaran pada pekan depan.

Berlusconi Siap Mundur, Wall Street Meriah

Jakarta - Saham-saham di bursa Wall Stret ditutup menguat kembali. Rencana pengunduran diri Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi langsung membuat saham-saham berbalik arah menguat menjelang akhir perdagangan.

PM Berlusconi mengumumkan niatnya untuk mengundurkan diri setelah UU Anggaran disetujui. Investor sudah lama mengharapkan pengunduran diri itu sehingga bisa memunculkan jalan adanya pemimpin baru yang lebih agresif dalam menangani masalah utang Italia.

Perdagangan berjalan sangat fluktuatif hampir di sepanjang perdagangan setelah PM Berlusconi memenangkan sebuah voting untuk meratifikasi anggaran. Namun ia gagal mendapatkan mayoritas pada Chamber of Deputies, sehingga dia harus mengundurkan diri.

Meski saham-saham menguat setelah adanya kabar tersebut, sebagian besar analis memperkirakan volatilitas terkini masih akan tetap ada.

"Pandangan optimistis adalah apa yang kita butuhkan, Kita akan mendapatkan darah baru yang akan membiarkan kita konstruksi dan bergerak untuk reformasi," ujar Mark Lookabil, penasihat Carson Wealth Management seperti dikutip dari Reuters, Rabu (9/11/2011).

"Tapi ada juga pandangan pesimistis yang tidak peduli siapa yang bertanggung jawab, berpikir kita hanya akan mendapatkan hal lama yang sama tanpa rencana kredibel baru. Ketika pesimistis datang untuk mempertanyakan apa yang terjadi disini, kita dapat bergerak melemah lagi," tambahnya.

Pada perdagangan Selasa (9/11/2011), indeks Dow Jones industrial average ditutup menguat 101,79 poin (0,84%) ke level 12.170,18. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 14,80 poin (1,17%) ke level 1.275,92 dan Nasdaq menguat 32,24 poin (1,20%) ke level 2.727,49.

Seluruh 10 sektor S&P menguat, namun perbankan yang biasanya melemah ketika ada kabar buruk dari Eropa, bergerak menguat. Indeks finansiap S&P malah menjadi top gainer dengan kenaikan 1,9%. Saham Wells Fargo & Co naik 4,4% menjadi US$ 26,53, Citigroup Inc naik 2,9% menjadi US$ 31,42.

Perdagangan berjalan tidak terlalu ramai dengan volume perdagangan hanya sebesar 7,13 miliar lembar saham, di bawah rata-rata harian perdagangan di New York Stock Exchange yang sebesar 8,47 miliar lembar saham.

(qom/qom)

Selasa, 08 November 2011

Asing Net Sell Rp137 M, IHSG Menguat 0,7%

INILAH.COM, Jakarta - Bursa saham Indonesia menguat 27,41 poin atau 0,7% menjadi 3.805,65 pada penutupan perdagangan Selasa (8/11). Volume perdagangan mencapai 3,9 miliar saham senilai Rp2,5 triliun.

Perdagangan diwarnai dengan 157 saham naik, 59 saham turun dan 105 saham stagnan. IHSG mengalami net foreign sell sebesar Rp137,5 miliar dengan pembelian asing sebesar Rp1,1 triliun dan penjualan asing mencapai Rp1,2 triliun.

Indeks JII naik 2,9 poin ke 528,38, indeks ISSI 0,8 poin ke 122,45 dan indeks LQ45 naik 4,5 poin ke 678,37. Penguatan masih ditopang sektor pertambangan yang naik 32,3 poin ke 2.688, disusul sektor industri dasar naik 9,1 poin ke 1.225.

Bursa saham Asia tetap bergerak mixed seperti indeks Hang Seng stagnan di 19.678, indeks KLSE naik 0,25, indeks STI naik 0,4%. Sedangkan indeks Nikkei turun 1,2%, indeks Shanghai turun 0,2% dan indeks Kospi turun 0,8%.

Sesi II, indeks melesat tersokong sektor perdagangan

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bertahan di zona hijau. Pada pukul 16.00, IHSG tercatat naik 0,73% menjadi 3.805,648.

Sekitar 150 saham mencatatkan kenaikan. Sementara 55 saham melorot dan 96 saham lainnya diam tak bergerak. Volume transaksi di sepanjang hari ini melibatkan 3,930 miliar senilai Rp 2,917 triliun.

Sepuluh sektor mencatatkan kenaikan. Tiga sektor dengan kenaikan tertinggi antara lain: sektor perdagangan naik 1,26%, sektor pertambangan naik 1,22%, dan sektor keuangan naik 0,83%.

Saham-saham yang mencatatkan kenaikan tertinggi (top gainers) di antaranya: PT Sejahterataya Anugrahjaya (SRAJ) naik 24,29% menjadi Rp 435, PT Garda Tujuh Buana (GTBO) naik 24,24% menjadi Rp 410, dan PT bank Mayapada (MAYA) naik 24,09% menjadi Rp 1.700.

Saham-saham yang mencatatkan penurunan terbesar (top losers) antara lain: PT Argha Karya Prima Indonesia (AKPI) turun 24,64% menjadi Rp 1.040, PT Sumi Indo Kabel (IKBI) turun 21,43% menjadi Rp 1.100, dan PT Centex (CNTX) turun 13,64% menjadi Rp 7.600.

Harga kontrak emas turun dari level tertinggi tujuh minggu

Harga kontrak emas turun dari level tertinggi tujuh minggu
SINGAPURA. Harga kontrak emas mencatatkan penurunan siang ini. Pada pukul 15.02 waktu Singapura, harga kontrak emas untuk pengantaran cepat berada di posisi US$ 1.790,25 per troy ounce di Comex, New York. Sebelumnya, kontrak yang sama sempat turun 0,3% menjadi US$ 1.789,73 per troy ounce.

Kemarin, harga kontrak emas sempat menyentuh posisi US$ 1.798,65 per troy ounce. Ini merupakan harga tertinggi sejak 21 September lalu. Sementara, harga kontrak emas untuk pengantaran Desember tak banyak berubah posisi di level US$ 1.792,30 per troy ounce.

Penurunan harga emas terjadi sebelum Italia menggelar voting parlemen yang akan memutuskan apakah Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi akan tetap memimpin negara tersebut dan mengimplementasikan penghematan anggaran.

"Situasi di Italia tidak begitu bagus. Meskipun mereka akan menargetkan surplus anggaran tahun ini, namun rasio utang mereka terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 121% dan beban biaya pinjaman kian meningkat," papar Natalie Robertson, analyst Australia & New Zealand Banking Group Ltd di Melbourne.

Catatan saja, kemarin, tingkat yield obligasi Italia berjangkawaktu 10 tahun mencapai 6,68%. Ini merupakan level tertinggi dalam 14 tahun terakhir.

Meski Sepi Transaksi, IHSG Berhasil Nempel di 3.800

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menclok kembali di level 3.800 di tengah perdagangan yang sepi. Investor masih fokus ke situasi krisis utang di zona Eropa.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 8.915 per dolar AS dibandingkan penutupan kemarin di Rp 8.980 per dolar AS.

Membuka perdagangan, IHSG menguat tipis 11,273 poin (0,29%) ke level 3.789,513. Krisis utang Eropa sedikit mereda setelah diprediksi akan berakhir dalam dua tahun ke depan.

Secara perlahan, indeks terus menanjak di zona merah meski poin yang diraihnya masih belum tebal. Posisi tertinggi yang bisa didaki indeks hari ini di 3.806,924.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG naik 20,511 poin (0,54%) ke level 3.798,751 terdorong menguatnya saham-saham berbasis komoditas akibat lonjakan harga minyak dunia. Setelah Yunani, kini investor fokus ke perkembangan politik di Italia.

Perdagangan berjalan datar di sesi II, tak banyak transaksi terjadi meski ada beberapa pembelian selektif di saham-saham komoditas. Investor asing lebih memilih keluar sejenak.

Menutup perdagangan, Selasa (8/11/2011), IHSG naik 27,408 poin (0,72%) ke level 3.805,648. Sementara Indeks LQ 45 bertambah 4,538 poin (0,67%) ke level 678,369.

Saham-saham komoditas menjadi incaran utama para investor dipicu naiknya harga minyak dunia akibat sengketa nuklir di Iran. Sayangnya, aksi beli investor masih terhambat oleh desakan mundur Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi oleh rekan-rekan satu partainya.

Krisis politik juga terjadi di Yunani yang selama ini menjadi fokus investor global dalam krisis utang Eropa. Membuat para pemodal asing enggan masuk ke pasar untuk sementara.

Transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 127,51 miliar di pasar reguler dan negosiasi.

Perdagangan hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 87.624 kali pada volume 3,930 miliar lembar saham senilai Rp 2,917 triliun. Sebanyak 157 saham naik, sisanya 59 saham turun, dan 105 saham stagnan.

Investor di regional juga masih fokus menunggu penyelesaian krisis utang Eropa. Bursa saham di Asia bergerak mixed dengan kecenderungan menguat tipis.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia sore ini:
  • Indeks Komposit Shanghai turun 5,96 poin (0,24%) ke level 2.503,84.
  • Indeks Hang Seng naik tipis 0,58 poin (0,00%) ke level 19.678,47.
  • Indeks Nikkei 225 anjlok 111,58 poin (1,27%) ke level 8.655,51.
  • Indeks Straits Times menguat 12,79 poin (0,45%) ke level 2.861,03.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Surya Toto (TOTO) naik Rp 4.950 ke Rp 47.000, Astra Internasional (ASII) naik Rp 650 ke Rp 68.500, Sona Topas (SONA) naik Rp 525 ke Rp 2.725, dan Indospring (INDS) naik Rp 450 ke Rp 4.575.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Century Textille (CNTX) turun Rp 1.200 ke Rp 7.600, Argha Karya (AKPI) turun Rp 340 ke Rp 1.040, Sumi Indo Kabel (IKBI) turun Rp 300 ke Rp 1.100, dan Astra Agro (AALI) turun Rp 250 ke Rp 21.250.

(ang/qom)

Pasar Ingin Berlusconi Turun

Medium
INILAH.COM, Roma - PM Italia, Silvio Berlusconi hari ini akan ditentukan parlemen dalam mosi tidak percaya yang dinilai gagal mengurangi beban utang negara.

Kondisi ini telah memaksa yield obligasi 10 tahun milik Italia naik tajam mencapai 6,6%. Hal ini setelah Berlusconi membantah untuk mundur.

"Ini cukup jelas pasar ingin dua untuk mundur. Ketika berita itu beredar maka obligasi Italia berbalik. Arah pasar sudah jelas. Pertanyaannya adalah apa yang terjadi setelah itu (imbal hasil obligasi Italia naik), asumsinya dia jatuh," kata analsi di RBC Capital Markets di London, Peter Schaffrik, yang mengutip dari yahoofinance.com.

Berlusconi pada pukul 3:33 sore waktu Roma akan memberikan laporan tentang anggaran belanja negara. Sikap parlemen nantinya akan menentukan nasibnya yang saat ini menguasai masyoritas di parlemen dengan jumlah 630 kursi.

Ini adalah tes pertama setelah 3 anggota partainya membelok ke pihak oposisi dan enam orang meminta dia berhenti. Jika Berlusconi gagal mengumpulkan dukungan minimal 316 suara, kemungkinan besar akan menghadapi mosi tidak percaya untuk menentukan nasibnya.

Namun taipan sepakbola ini menolak untuk berhenti. Dia menjanjikan untuk melakukan pemungutan suara sebagai upaya menggalang dukungan pada pekan depan. Hal ini untuk mempertahankan kebijakan penghematan anggaran.

Tujuannya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di negara terbesar di Uni Eropa. Selain itu juga untuk menurunkan utang 1,9 triliun euro atau senilai US$2,6 triliun.

Kurs euro dan bursa Asia melemah menjelang pemungutan suara itu. Euro turun 0,2% terhadap dolar menjadi US$1.3749 di Tokyo. Sementara indeks saham Asia turun 0,3%.

Delapan Sektor Saham Pilihan Sesi Dua

INILAH.COM, Jakarta – Penguatan indeks saham sesi pertama diprediksi berlangsung hingga penutupan seiring positifnya sentimen dari Eropa. Delapan sektor saham direkomendasikan.

Kepala Riset Valbury Asia Securities Alfiansyah memperkirakan, indeks saham domestik berpeluang menguat terbatas hingga penutupan. “Indeks memiliki support di level 3.765 dan resistance 3.805 dan extend resistance di level 3.818,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Selasa (8/11).

Menurut Alfiansyah, pergerakan indeks saat ini sangat tergantung pada faktor eksternal terutama krisis utang di Eropa. Jika perkembangannya positif, indeks pun berpeluang naik. Begitu juga sebaliknya.

Hari ini, lanjutnya, indeks mendapat dukungan dari European Central Bank (ECB) yang menyatakan, akan mempercepat realisasi dana The European Financial Stability Facility (EFSF) akhir November ini dari rencana semula akhir 2011.

Sementara itu, Alfian mengatakan, dari internal, indeks mendapat dukungan dari faktor Gross Domestic Product (GDP) Indonesia yang dirilis stabil di level 6,5% untuk kuartal III-2011. “Meski begitu, pasar tetap harus waspada. Sebab, sentiment dari Eropa bisa dengan cepat bisa berubah kembali negatif,” paparnya.

Terutama, ia menegaskan, setelah Italia kembali menjadi fokus pasar akibat kegagalannya mereformasi fiskal yang dimonitor oleh International Monetary Fund (IMF). “Apalagi, Parlemen Italia mengancam untuk menggulingkan Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi,” ujarnya.

Dalam situasi ini, Alfiansyah merekomendasikan positif saham-saham yang secara teknikal masih potensial menguat di sektor perkebunan, pertambangan, semen, konsumsi, properti, infrastruktur, perbankan dan alat berat.

Saham-saham pilihannya adalah PT Astra Agro Lestari (AALI), PT Adaro Energy (ADRO), PT Semen Gresik (SMGR), PT Indocement Tunggal Prakasa (INTP), PT Gudang Garam (GGRM), PT Bumi Serpong Damai (BSDE), dan PT Perusahaan Gas Negara (PGAS).

Lalu, PT Bank Mandiri (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Bank Negara Indoensia (BBNI) dan PT United Tractor (UNTR). “Karena situasi market tidak pasti, saya rekomendasikan untuk pola-pola trading. Trading buy untuk saham-saham tersebut. Jika sudah untung 5%, segera realisasikan. Tapi, level angka ini tercapaipun, jika market kembali negatif, bisa langsung jual,” imbuhnya.

Saham Komoditas Bikin IHSG 'Sumringah'

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 20 poin terdorong menguatnya saham-saham berbasis komoditas akibat lonjakan harga minyak dunia. Setelah Yunani, kini investor fokus ke perkembangan politik di Italia.

Membuka perdagangan, IHSG menguat tipis 11,273 poin (0,29%) ke level 3.789,513. Krisis utang Eropa sedikit mereda setelah diprediksi akan berakhir dalam dua tahun ke depan.

Secara perlahan, indeks terus menanjak di zona merah meski poin yang diraihnya masih belum tebal. Posisi tertinggi yang bisa didaki indeks hari ini di 3.805,494.

Pada penutupan perdagangan sesi I, Selasa (8/11/2011), IHSG naik 20,511 poin (0,54%) ke level 3.798,751. Sementara Indeks LQ 45 menguat 3,466 poin (0,51%) ke level 677,297.

Harga minyak dunia terdorong naik dipicu sengketa nuklir di Iran. Sentimen ini mendorong saham-saham berbasis komoditas menjadi incaran investor.

Namun, aksi beli investor masih terhambat oleh situasi politik di Italia yang bisa berimbas kepada rencana penyelamatan krisis utang Eropa. Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi sudah diminta mundur oleh rekan-rekan satu partainya.

Tapi Berlusconi bersikeras tidak akan mundur meski dinilai sudah gagal dalam menanggulangi krisis utang di negara pizza tersebut. Krisis politik juga terjadi di Yunani yang selama ini menjadi fokus investor global dalam krisis utang Eropa.

Seluruh indeks sektoral di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) menghijau akibat aksi beli tersebut. Penguatan dipimpin oleh indeks sektor tambang.

Perdagangan hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 47.171 kali pada volume 1,372 miliar lembar saham senilai Rp 1,229 triliun. Sebanyak 142 saham naik, sisanya 46 saham turun, dan 98 saham stagnan.

Bursa-bursa di regional masih bergerak mixed hingga siang hari ini, namun lebih banyak lagi yang masuk zona hijau ketimbang pagi tadi. Bursa saham Hong Kong masih memimpin penguatan di Asia.

Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai menguat 12,16 poin (0,48%) ke level 2.521,95.
  • Indeks Hang Seng menanjak 127,02 poin (0,65%) ke level 19.804,91.
  • Indeks Nikkei 225 melemah 66,32 poin (0,76%) ke level 8.700,77.
  • Indeks Straits Times naik 6,66 poin (0,23%) ke level 2.854,90.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Surya Toto (TOTO) naik Rp 3.950 ke Rp 46.000, Astra Internasional (ASII) naik Rp 600 ke Rp 68.450, Multibreeder (MBAI) naik Rp 550 ke Rp 13.050, dan Sona Topas (SONA) naik Rp 525 ke Rp 2.725.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Sumi Indo Kabel (IKBI) turun Rp 300 ke Rp 1.100, Argha Karya (AKPI) turun Rp 230 ke Rp 1.150, Asahimas (AMFG) turun Rp 200 ke Rp 6.800, dan Indomobil (IMAS) turun Rp 150 ke Rp 12.600.

(ang/qom)

Lonjakan 137 saham berhasil mendongkrak IHSG di sesi I

JAKARTA. Meski pergerakan indeks acuan di sejumlah negara Asia mencatatkan penurunan, namun tidak demikian halnya dengan Indeks Harga Saham Gabungan. Pada pukul 12.00, indeks tercatat naik 0,54% menjadi 3.798,75.

Sekitar 137 saham ditransaksikan naik. Sementara, jumlah saham yang melorot mencapai 40 saham dan 93 saham lainnya tak bergerak. Volume transaksi hari ini melibatkan 1,372 miliar saham dengan nilai mencapai Rp 1,229 triliun.

Seluruh sektor kompak menghijau. Sektor dengan kenaikan tertinggi secara berturut-turut antara lain: sektor pertambangan naik 1,06%, sektor perdagangan naik 0,90%, dan sektor agrikultur naik 0,75%.

Tiga saham yang menghuni posisi top gainers adalah: PT Sona Topas Tourism (SONA) naik 23,86% menjadi Rp 2.725, PT Garda Tujuh Buana (GTBO) naik 19,70% menjadi Rp 395, dan PT Surya Toto Indonesia (TOTO) naik 9,39% menjadi Rp 46.000.

Sedangkan tiga saham lainnya yang mencatatkan penurunan terbesar (top losers) adalah: Sumi Indo Kabel (IKBI) turun 21,43% menjadi Rp 1.100, PT Argha Karya prima (AKPI) turun 16,67% menjadi Rp 1.150, dan PT Cahaya Kalbar (CEKA) turun 6,78% menjadi Rp 1.100.

Sekadar tambahan informasi, pada pukul 13.18 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific turun 0,4% menjadi 119,38. Sementara itu, indeks Nikkei 225 Stock Average turun 0,7%, indeks Kospi Korea Selatan turun 0,2%, dan indeks S&P ASX/200 Australia naik 0,4%. Sedangkan indeks Hang Seng Hongkong naik 0,7% dan Shanghai Composite Index China naik 0,5%.

Perusahaan Besar Asia dan Eropa Kurangi Belanja

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Kekhawatiran intervensi pemerintah dan perubahan peraturan menyebabkan perusahaan-perusahaan di Asia dan Eropa menahan diri untuk menaikkan pengeluaran meskipun keseimbangan telah membaik sejak krisis keuangan global.

Hal ini ditunjukkan dalam sebuah survei yang dilakukan manajer investasi Fidelity Worldwide Investment seperti dikutip Reuters.

Krisis utang di Eropa dan pertumbuhan lamban di Amerika Serikat membuat perusahaan terkemuka khawatir terhadap keberlanjutan volume penjualan mereka, menurut survei terhadap lebih dari 110 analis di Fidelity Eropa dan Asia.

Beberapa faktor seperti inflasi, biaya upah, harga dan posisi keuangan perusahaan, kesehatan dan utilitas perusahaan khususnya, kekhawatiran intervensi bahkan lebih dari bank. Para analis, yang mengikuti ribuan perusahaan, mengatakan sebagian besar perusahaan berencana untuk memotong atau tidak menambah belanja modal mereka, membekukan pertumbuhan belanja TI dan pemasaran dan juga tidak menambah pekerja. "Peningkatan keseimbangan tidak mengisi perusahaan dengan kepercayaan," kata Matthew Sutherland, Kepala Riset Fidelity Worldwide Investment untuk Asia Pasifik.

"Mereka menjaga tangan mereka agar tetap berada di saku mereka."

Hampir 90% dari para analis mengatakan perusahaan memiliki neraca lebih kuat dari tahun 2008/2009. Sutherland mengatakan perusahaan-perusahaan di Asia di luar Jepang sedang menduduki sekitar $ 1 triliun dalam bentuk tunai, sedangkan di Eropa senilai $ 2,6 triliun dan dan cenderung lebih ke arah membayar dividen.

Sutherland menolak menyebutkan nama perusahaan yang diteliti analis, tetapi data yang dikumpulkan oleh Thomson Reuters Lipper menunjukkan perusahaan dana investasi terbesar di Asia, Fidelity Funds-South East Asia mencatat Hyundai Motor dan Samsung Electronics di antara perusahaan tersebut.

Pendanaan lain dari perusahaan besar senilai $ 7,2 miliar pada akhir September, termasuk Taiwan Semiconductor Manufacturing, Industrial and Commercial Bank of China, SINA dan CNOOC.

Ups! Yield Treasury Italia Terendah 6 Minggu

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Yield treasury 5 tahun Italia berada empat basis poin dari posisi terendah enam minggu sebelum berlangsungnya vote terkait anggaran Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi yang menghadapi tekanan mundur di tengah kekhawatiran krisis utang negara-negara Eropa.

Bloomberg melaporkan permintaan terhadap obligasi pemerintah naik karena yield obligasi berjangka waktu 10 tahun mencapai 6,68% kemarin atau tertinggi dalam 14 tahun setelah setelah Berlusconi memohon permintaan domestik untuk memfasilitasi paket penghematan.

AS dijadwalkan menjual $ 32 miliar obligasi berjangka waktu 3 tahun hari ini, $ 24 miliar obligasi 10 tahun besok, dan $ 16 miliar obligasi 30 tahun pada 10 November. "Masalah utang Eropa adalah katalis positif untuk membeli Treasuries," kata Tomohisa Fujiki, analis BNP Paribas SA Tokyo. "Imbal hasil obligasi Italia 10 tahun di atas 6 persen mungkin tidak berkelanjutan untuk refunding."

Yield obligasi 5 tahun turun satu basis poin ke 0,88% pada pukul 9.52 a.m waktu Tokyo, menurut harga Bloomberg Bond Trader. Yield mencapai 0,84 persen kemarin, setidaknya sejak 23 September. Bunga jatuh tempo pada 26 Oktober 2016 bertambah 2/32 atau $ 0,63 per $ 1.000 nilai nominal, sampai 100 18/32. Hasil benchmark 10 tahun turun dua basis poin menjadi 2,02 persen.

Berlusconi berencana untuk meraih sukses dalam mosi kepercayaan minggu depan terkait pelaksanaan langkah-langkah Uni Eropa yang bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan dan memangkas utang terbesar kedua di wilayah tersebut.

Tes pertama akan dilakukan hari ini, di mana akan dilakukan vote terkait anggaran yang akan mengindikasikan apakah Berlusconi masih memiliki mayoritas di 630 kursi Deputi.

Yield obligasi Jepang 10 tahun sedikit berubah pada 0,99 persen di Japan Bond Trading Co, broker obligasi interdealer terbesar Jepang. Yield menyentuh 0,965 persen pada 22 September, setidaknya sejak 9 November.

Indeks acuan Asia turun setelah 16 kali keluar masuk zona hijau siang ini

Indeks acuan Asia turun setelah 16 kali keluar masuk zona hijau siang ini
TOKYO. Sebagian besar saham di bursa Asia dilanda aksi jual siang ini. Pada pukul 13.18 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific turun 0,4% menjadi 119,38. Sebelumnya, indeks acuan di kawasan regional ini sempat keluar masuk zona hijau dan merah sebanyak 16 kali. Dari 10 saham yang turun, hanya ada satu saham yang mencatatkan kenaikan.

Sementara itu, indeks Nikkei 225 Stock Average turun 0,7%, indeks Kospi Korea Selatan turun 0,2%, dan indeks S&P ASX/200 Australia naik 0,4%. Sedangkan indeks Hang Seng Hongkong naik 0,7% dan Shanghai Composite Index China naik 0,5%.

Beberapa saham yang pergerakannya mempengaruhi bursa Asia adalah: Sony Corp turun 2,9% di Tokyo, Olympus Corp anjlok 29% di Tokyo, dan Australia & New Zealand Banking Group Ltd mencatatkan kenaikan.

Pergerakan liar yang mempengaruhi bursa Asia terkait dengan voting parlemen di Italia. Voting tersebut akan memutuskan apakah Perdana Menteri Silvio Berlusconi memiliki dukungan yang cukup untuk tetap memimpin negara tersebut dan menerapkan penghematan anggaran.

"Investor mencemaskan mengenai situasi di Italia saat ini. Kita membutuhkan adanya resolusi dan perbaikan sehingga investor merasa nyaman dengan kondisi pasar," papar Angus Gluskie dari White Fund Management di Sydney.

Harga obligasi pemerintah tembus rekor baru

Harga obligasi pemerintah tembus rekor baru
JAKARTA. Harga obligasi pemerintah kembali menembus rekor baru. Indeks Inter Dealer Market Associasion (IDMA), acuan harga obligasi pemerintah, ditutup pada level 108,09 pada Senin (7/11) dari 107,98 pada hari sebelumnya. Ini merupakan level rekor tertinggi IDMA di 2011.

Corporate Secretary Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) Tumpal Sihombing menyampaikan bahwa deflasi pada bulan Oktober yang sebesar 0,12% (month on month) menjadi katalis pasar obligasi di tengah volatilitas global yang masih tinggi.

Pasalnya, pasar sempat dibayangi oleh kekhawatiran global seputar perkembangan krisis utang Eropa yang menyebabkan risk aversion sempat menguat di awal pekan. Namun, kata Tumpal, meski Credit Default Swap (CDS) terus terkerek naik, namun Indeks IDMA terus mencetak rekornya.

Sebagai tambahan, CDS bertenor 10 tahun, Senin (7/11) ditutup naik menjadi 253,95 dari 243,33 dan CDS bertenor 5 tahun juga naik di posisi 207,78 dari 199,23.

"Deflasi yang terjadi juga membuat spread antara surat utang AS berjangkawaktu 10 tahun dengan yield Surat Utang Negara (SUN) 10 tahun menyempit menjadi 417 basis poin (bps)," kata Tumpal di Jakarta, Selasa (8/11).

Koreksi IHSG mengangkat unit penyertaan reksadana saham di Oktober

Koreksi IHSG mengangkat unit penyertaan reksadana saham di Oktober
JAKARTA. Unit penyertaan (UP) reksadana saham kembali mengalami kenaikan signifikan. Diambil dari data PT Infovesta Utama, UP reksadana saham sampai akhir Oktober tercatat sebesar 21,8 miliar unit. Kalo dibandingkan bulan sebelumnya, UP reksadana saham sudah naik 19,8% dari 18,2 miliar unit.

Analis Infovesta Utama Wawan Hendrayana menilai, saat ini masyarakat sudah mulai tersedukasi untuk mengatur strategi investasi. "Keyakinan akan prospek yang cemerlang pada fundamental Indonesia, mendorong aksi beli saat kejatuhan bursa di Oktober kemarin," kata Wawan, Selasa (8/11).

Wawan melanjutkan, setiap kejatuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), kini selalu dimanfaatkan investor untuk aksi beli. Contohnya saat Agustus lalu, UP juga naik signifikan sebesar 18,6% mencapai 17,2 miliar unit dari 14,5 miliar unit di bulan sebelumnya.

"Sedangkan di bulan September, saat IHSG masih bergerak flat, UP juga hanya naik tipis 5,8%," jelas Wawan.

Masih diambil dari data infovesta, produk Schroder Investment Management, masih mendominasi jawara jumlah dana kelolaan untuk reksadana saham. Produk Schroder Dana Prestasi Plus dan Shroder 90 plus Equity Fund menduduki peringkat pertama dan ketiga.

Masing-masing dana kelolaan sampai akhir Oktober sebesar Rp 13,12 triliun untuk produk Schroder Dana Prestasi Plus dan sebesar 6,5 trliun untuk produk Schroder 90 plus Equity Fund. "Sedangkan peringkat kedua ditoreh oleh produk BNP PAribas Ekuitas, milik BNP Paribas Investment Partners yang jumlah dana kelolaan sebesar Rp 6,7 triliun," tambah Wawan.

Reminder Cum Date Dividen KKGI 08/11/2011

Berikut ini kami informasikan bahwa Dear All,
Hari ini 08 November 2011 adalah Cum Date untuk pelaksanaan kegiatan Corporate Action sebagai berikut :

No.

Kode Efek

Nama Efek

Jenis Kegiatan

1.

KKGI

RESOURCE ALAM INDONESIA Tbk

Dividen Tunai Rasio Rp 50.- per saham

Kode Saham IPO PT Atlas Resources Tbk

Bersama ini disampaikan bahwa kode atas IPO Saham PT. Atlas Resources Tbk sebagai berikut:

Kode Saham

Nama Saham

Harga Penawaran IPO

Tgl. Listing

ARII

PT Atlas Resources Tbk

Rp 1.500.-

8 Nopember 2011

Minim Sentimen Domestik, IHSG Bergerak Sideways

INILAH.COM, Jakarta - IHSG pada perdagangan Selasa (8/11) ini diperkirakan akan kembali bergerak sideways seiring pergerakan bursa regional karena minimnya sentimen domestik baru yang dapat menentukan arah pergerakan indeks.

Investor juga akan mengantisipasi potensi penurunan BI rate pada RDG BI besok siang. Samuel Sekuritas dalam ulasan pasarnya hari ini memperkirakan indeks akan kembali bergerak pada range 3.763 – 3.813.

Bursa AS bergerak volatile semalam dan berhasil ditutup menguat tipis setelah terkoreksi sekitar 1% di awal perdagangan seiring sentimen positif dari pernyataan anggota bank sentral Eropa bahwa krisis utang di Eropa akan mulai teratasi dalam 2 tahun mendatang. Namun demikian, investor masih mengantisipasi hasil voting parlemen Italy terhadap kinerja perdana menteri Berlusconi hari ini. Harga minyak kembali ditutup menguat semalam ke level US$95,5/barel sementara harga metal relatif terkoreksi dengan Nikel -1% dan Timah -0,2%.

Pagi ini bursa Asia kembali dibuka mixed dengan kecenderungan menguat tipis seiring investor masih menantikan hasil voting parlemen Italia yang akan menentukan posisi perdana menteri Berlusconi malam nanti.