Jumat, 25 Februari 2011

Akuisisi BUMI & BRAU, Vallar Terbitkan Prospektus



INILAH.COM, Jakarta - Pada Kamis (24/2) waktu London, Vallar Plc. telah mengeluarkan pengumuman informasi kepada Pemegang Sahamnya / Prospektus Ringkas terkait dengan pencatatan saham Vallar PLC pada papan utama London Stock Exchange dalam rangka akuisisi yang dilakukan Vallar PLC terhadap saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU).

Hal ini disampaikan Andrew C. Beckham, Direktur/Chief Financial Officer BUMI dalam keterbukaannya ke BEI, Jumat (25/2).

Untuk kebutuhan Prospektus tersebut di atas, Vallar PLC telah menerbitkan informasi Laporan Keuangan Perseroan yang disajikan berdasarkan International Financictl Reporting Standards,
sebagaimana diterapkan oleh Uni Eropa (IFRS) untuk Tahun Buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Price Waterhouse Coopers UK (PWC UK), serta informasi Laporan Keuangan Interim yang tidak diaudit yang disajikan berdasarkan IFRS untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 September 2010 dan 2009.

Dalam rislisnya, Vallar dengan bangga mengumumkan penerbitan prospektus sehubungan dengan akuisisi saham di PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Berau Coal Energy Ltd (Berau) seperti termuat dalam pengumuman 16 November 2010.

Closing transaksi akuisisi diharapkan dilakukan pada 28 Februari 2011. Pada saat yang sama, Vallar akan mengambil alih Berau. PT Bukit Mutiara diharapkan dapat mentransfer hak, dan mendaftarkan kepemilikan saham Berau ke Grup Vallar sekitar 8 April 2011 setelah berakhirnya lock-up Berau Coal Energy.

Nathaniel Rothschild, Co-chairman Vallar mengatakan pengumuman prospektus ini merupakan tonggak penting untuk mencapai tujuan guna menciptakan pemain utama batubara Indonesia yang listed di Bursa London. "Kami sangat senang dengan kemajuan yang telah dibuat terhadap integrasi Vallar, BUMI dan Berau sejak diumumkan pada bulan November.

Unilever dan Perusahaan Asing Incar Saham DAVO?

Salah satu perusahaan produsen coklat, PT Davomas Abadi Tbk (DAVO), kabarnya sedang diperebutkan antara tiga perusahaan lokal dan asing. Harga kakao yang naik tinggi membuat DAVO dilirik oleh investor strategis.

Menurut salah satu pelaku pasar, dua perusahaan yang berminat membeli sebagian saham DAVO adalah PT Unilever Tbk (UNVR), sementara dua investor asing yang belum diketahui identitasnya berasal dari Singapura.

"Menurut kabar yang beredar di market saham DAVO akan dipinang oleh 2 investor Singapura dan satu perusahaan di Indonesia, Unilever," katanya, Jumat (25/2/2011).

Ia mengatakan, alasan diincarnya saham DAVO terkait harga kakao naik tinggi serta larangan eskpor kakao dari negara Pantai Gading. Hal ini membuat perusahaan yang ingin mengamankan pasokan kakaonya dengan cara mencaplok produsen coklat.

Investor wait and see, bursa Asia enggan bergerak

Date : Feb 25 2011, 09:19
Title : News Story
Header : Investor wait and see, bursa Asia enggan bergerak


Story
=======================================================================================

TOKYO. Pagi ini, bursa Asia tak banyak mengalami perubahan. Pada pukul
09.51 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific berada di level 135,37. Sepanjang
minggu ini, indeks acuan di kawasan Asia sudah turun 3% seiring melonjaknya
harga minyak di atas level US$ 100 sebarel.
Kondisi serupa dialami indeks Nikkei 225 Stock Average Jepang, indeks
Kospi Korea Selatan, dan indeks S&P/ASX 200 tak banyak berubah posisi dari awal
pembukaan.
Saham-saham yang sedikit banyak mempengaruhi pergerakan bursa Asia di
antaranya: Sony Corp dan Toyota Motor Corp masing-masing naik di Tokyo setelah
rating perusahaan dinaikkan oleh Credit Suisse Group AG. Kenaikan juga dialami
Korean Air Lines Co di Korea sebesar 2,5% setelah AS, Arab Saudi, dan
International Energy Agency menjamin suplai minyak dunia tidak akan berkurang
meski konflik di Libya memanas.
Catatan saja, kontrak harga minyak sempat meroket ke level tertinggi dalam
29 bulan terakhir. Krisis Libya memangkas suplai minyak sekitar 500.000 hingga
750.000 barel.
[ Barratut Taqiyyah, Bloomberg ]

KONTAN Fri, 25 Feb 2011 ( 09:16:19 WIB )


=======================================================================================

Grup ASII





Wow... kinerja grup ASII kian cermelang. Pertumbuhan laba yang relatif positif ini membuat saham grup ASII menjadi pendorong indek Jakarta.

Indosurya Securities: IHSG Diselimuti Ketidakpastian

Jakarta - IHSG yang awalnya diharapkan bisa melanjutkan kenaikan gagal mengkonfirmasi kelanjutan tersebut dan terbenam ke area negatif. Kekhawatiran investor terhadap tingginya inflasi di Februari ini akibat kenaikan harga minyak dunia membuat IHSG tidak memiliki semangat untuk naik.

Pada perdagangan Jumat (25/2) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.393-3.416 dan resistance 3.467-3.496. Candle yang sebelumnya telah membentuk pola bullish harami gagal mengkonfirmasikan kenaikan lanjutan dan berakhir dengan munculnya candle menyerupai hammer, namun dengna body yang lebih panjang. Umumnya candle ini mengindikasikan bertahannya kekuatan daya beli untuk mendorong harga ke atas, sementara kekuatan daya jual untuk menekan harga mulai berkurang. Meskipun ada potensi untuk naik, namun sentimen dan persepsi investor masih rendah dan enggan untuk masuk ke pasar karena ketidakpastian kondisi ini.

Investor terlihat cenderung wait and see dan kemungkinan switching ke aset-aset lain sementara waktu untuk mengamankan portofolionya. MACD bergerak landai dan terlihat masih tertahan untuk melanjutkan penguatannya dengan histogram positif yang memendek. RSI, Williams's %R dan Stochastic gagal menembus area overbought dan reversal. Cermati saham LSIP, ASII, PGAS dan HRUM.

IHSG Dalam Pola Konsolidasi


Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin masih melanjutkan pelemahannya seiring pelemahan bursa-bursa regional, merespons lonjakan harga minyak mentah dunia.

Pada perdagangan, Kamis (24/2/2011), IHSG melemah 34,991 poin (1,01%) ke level 3.439,132. Sementara Indeks LQ 45 turun 8,57 poin (1,39%) ke level 607,57.

"IHSG yang awalnya diharapkan bisa melanjutkan kenaikan gagal mengkonfirmasi kelanjutan tersebut dan terbenam ke area negatif. Kekhawatiran investor terhadap tingginya inflasi di Februari ini akibat kenaikan harga minyak dunia membuat IHSG tidak memiliki semangat untuk naik," ujar Reza Priyambada, Managing Research Investment Management Division PT. Asjaya Indosurya Securities.

Setelah terus menerus tertekan, IHSG diprediksi akan mulai membaik mengikuti trend bursa-bursa global. Namun bayangan tingginya harga minyak yang dikhawatirkan menggerus kinerja emiten akan membuat IHSG sulit keluar dari tekanan. IHSG pada perdagangan Jumat (25/2/2011) diprediksi bergerak fluktuatif cenderung melemah.


Bursa Wall Street kemarin membaik seiring surutnya harga minyak setelah sempat menembus level US$ 120 per barel untuk jenis Brent. Daya beli mulai muncul setelah Wall Street mengalami tekanan tiada henti sepanjang pekan ini.

Pada perdagangan Kamis (24/2/2011), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup melemah 37,28 poin (0,31%) ke level 12.068,50. Indsks Standard & Poor's 500 juga melemah 1,30 poin (0,10%) ke level 1.306,10 dan Nasdaq naik 14,91 poin (0,55%) ke level 2.737,90.

Bursa Jepang juga sudah membaik. Indeks Nikkei-225 mengawali perdagangan Jumat akhir pekan ini dengan kenaikan tipis 23,07 poin (0,22%) ke level 10.475,78.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

eTrading Securities:

Pada perdagangan hari ini IHSG ditutup turun 34 point (-1.01%) 3,439 masih dikarenakan naiknya harga minyak yang menembus $100 per barel menjadi sentimen negatif bagi sejumlah bursa global terutama Indonesia. Mulai keluarnya beberapa laporan keuangan emiten belum dapat mendorong bursa ke zona hijau. Asing pada hari ini tercatat melakukan net sell sebesar Rp190 miliar dengan sektor yang paling banyak keluar adalah banking dan telecomunication. Secara teknikal IHSG terlihat sudah menembus garis middle bond-nya dan berpotensi untuk melanjutkan pergerakan ke bawah. Pada perdagangan besok IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran 3,372 - 3,514 dengan saham - saham yang dapat diperhatikan a.l. UNSP, ITMG dan BBRI.

Panin Sekuritas:

Kemarin indeks mengalami penurunan sebesar -1,01% didorong oleh kekhawatiran akan merambat naiknya inflasi. Seperti diketahui meroketnya harga minyak mentah dunia dikhawatirkan akan mendorong naiknya harga komoditas yang lain termasuk pangan. Hal ini disambut negatif oleh bursa regional beberapa hari terakhir. Secara teknikal indeks masih bergerak dalam pola konsolidasi. Hari ini kami perkirakan indeks masih akan bergerak melemah terbatas. Kisaran support-resistance 3.413-3.3456.

Kresna Sekuritas:

Tekanan jual di saham perbankan mengakibatkan IHSG kembali menguji sup FR23.6% di 3,422. IHSG diperkirakan masih dalam tekanan dengan bergerak di kisaran 3,390-3,460 dengan TINS dan INDF sebagai saham pilihan.

Indosurya Securities:

Pada perdagangan Jumat (25/2) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.393-3.416 dan resistanca 3.467-3.496. Candle yang sebelumnya telah membentuk pola bullish harami gagal mengkonfirmasikan kenaikan lanjutan dan berakhir dengan munculnya candle menyerupai hammer, namun dengna body yang lebih panjang. Umumnya candle ini mengindikasikan bertahannya kekuatan daya beli untuk mendorong harga ke atas, sementara kekuatan daya jual untuk menekan harga mulai berkurang. Meskipun ada potensi untuk naik, namun sentimen dan persepsi investor masih rendah dan enggan untuk masuk ke pasar karena ketidakpastian kondisi ini. Investor terlihat cenderung wait and see dan kemungkinan switching ke aset-aset lain sementara waktu untuk mengamankan portofolionya. MACD bergerak landai dan terlihat masih tertahan untuk melanjutkan penguatannya dengan histogram positif yang memendek. RSI, Williams's %R dan Stochastic gagal menembus area overbought dan reversal. Cermati saham LSIP, ASII, PGAS dan HRUM.

Kamis, 24 Februari 2011

Merger, SCMA kemungkinan bakal jadi surviving company

Date : Feb 24 2011, 16:33
Title : News Story
Header : Merger, SCMA kemungkinan bakal jadi surviving company


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Penggabungan usaha antara PT Indosiar Karya Media Tbk (IDKM), PT
Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) dan PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) masih
difinalisasi. Direktur Utama IDKM Handoko mengungkapkan, ada kemungkinan SCMA
bakal dipertahankan sebagai surviving company.
Handoko mengatakan, pihaknya sedang dalam tahap finalisasi untuk para
konsultan profesi penunjang pasar modal. IDKM juga dalam tahap memfinalisasi
struktur dan valuasi untuk dikaji oleh penilai independen. Kalau semua hal
tersebut sudah disepakati, rencana IDKM baru akan melaporkan pada lebih detil
ke BEI.
Indosiar mengaku saat ini sedang menyeleksi beberapa profesi penunjang
pasar modal. Maklum, sampai saat ini memang belum ada proses due diligence
antara beberapa pihak terkait. Sehingga Indosiar, SCMA dan PT Elang Mahkota
Teknologi Tbk (EMTK) belum memberikan konfirmasi struktur finalnya.
IDKM menargetkan tindakan korporasi ini dapat dilaksankan paling lambat
akhir Juni 2011. "Kami akan menggunakan laporan keuangan per 31 Desember 2010
untuk Indosiar, EMTK dan SCMA," tuturnya kepada otoritas bursa Indonesia, Kamis
(24/2).
Handoko juga menerangkan, rencana kerjasama kedua perusahaan televisi
swasta ini bisa batal jika memang tidak menguntungkan dan tidak dapat izin
instansi terkait.
Asal tahu saja, IDKM menggempit 99,99% saham PT Indosiar Visual Mandiri.
Sedangkan kepemilikan saham IDKM mayoritas dimiliki oleh PT Prima Visualindo
sebesar 27,24%, Citibank Singapore S/A BK Julius Baer & Co Ltd 8,5% sisanya
dipegang oleh masyarakat 64,26%.
[ Avanty Nurdiana ]

KONTAN Thu, 24 Feb 2011 ( 16:29:28 WIB )


=======================================================================================

Berencana bayar dividen, saham LPKR justru turun 5,26%

Date : Feb 24 2011, 16:33
Title : News Story
Header : Berencana bayar dividen, saham LPKR justru turun 5,26%


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Meski baru saja mengumumkan rencana pembayaran dividen senilai Rp
150 miliar, namun tidak mampu mengangkat pergerakan saham PT Lippo Karawaci Tbk
(LPKR).
Hari ini, saham emiten properti ini justru tertekan. LPKR sempat jatuh
7,02% ke Rp 530 per saham. Adapun, hingga penutupan perdagangan sore ini, LPKR
ditutup turun 5,26% ke Rp 540 per saham.
Secara teknikal, analis Jsxpro.com Tommy Yu menyebut, dalam dua bulan
terakhir, LPKR memang bearish. Saat ini, emiten Grup Lippo ini sedang membentuk
pergerakan swing, memantul ke atas dan ke bawah (naik dan turun).
Tommy bilang, sejak 10-20 Februari, LPKR melakukan swing naik, dan
sekarang saatnya swing turun. Target swing turunnya di kisaran Rp 500 - Rp 510
per saham.
"Setelah itu kemungkinan akan naik lagi, meski tidak membuat higher, di
sekitar Rp 560 - Rp 570 per saham," prediksi Tommy.
[ Dupla Kartini ]

KONTAN Thu, 24 Feb 2011 ( 16:11:16 WIB )


=======================================================================================

Bank Panin bantah ada negosiasi penjualan 45% saham

Date : Feb 24 2011, 16:32
Title : News Story
Header : Bank Panin bantah ada negosiasi penjualan 45% saham


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Kabar gagalnya pembelian 45% saham PT Pan Indonesia Bank Tbk oleh
Bank Pembangunan Korea Selatan (KDB) dibantah oleh direksi Bank Panin. Wakil
Direktur Bank Panin Roosniati Salihin menegaskan, pihaknya tidak mengerti dari
mana asal berita tersebut dan mengapa berita itu bisa muncul. "Kabar itu bukan
dari kami. Kami tidak tahu sumber berita dari mana, kami perusahaan publik jadi
informasi apapun pasti kami umumkan," tandasnya kepada KONTAN, Kamis (23/2).
Lebih lanjut ia menuturkan, urusan jual beli saham bank merupakan urusan
pemegang saham. "Bukan urusan manajemen," tegasnya. Roosniati juga membantah
jika selama ini ada negosiasi terkait penjualan 45% saham Panin ke bank asal
Korea Selatan tersebut. "Itu tidak benar," tegasnya.
Seperti dikabarkan oleh kantor berita Reuters, KDB gagal mendapatkan 45%
saham Panin. Padahal KDB sudah menyiapkan dana sekitar US$ 1 miliar sebagai
langkah awal ekspansi bank asal negeri Gingseng tersebut di kawasan Asia
Tenggara. Seorang sumber menuturkan, negosiasi sudah memasuki tahap akhir.
"Rencananya, KDB akan menjadi pemegang saham mayoritas di Panin," bisik sumber.
Selain gagal menggaet Panin, KDB juga gagal mengakuisisi sebuah bank di
Thailand. Awal tahun 2010 lalu, KDB menawarkan US$ 900 juta untuk meminang Siam
City Bank, namun upaya ini gagal.
[ Ruisa Khoiriyah ]

KONTAN Thu, 24 Feb 2011 ( 15:55:16 WIB )


=======================================================================================

Semua sektor memerah, IHSG ditutup jatuh 1,01%


Date : Feb 24 2011, 16:30
Title : News Story
Header : Semua sektor memerah, IHSG ditutup jatuh 1,01%


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Sore ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah
1,01% di level 3439,132.
Koreksi indeks ini disebabkan penurunan 153 saham. Hanya 56 saham yang
berhasil naik, sementara 68 saham lainnya ditutup stagnan.
Volume transaksi tercatat sebesar 4,45 miliar saham, dengan nilai
transaksi mencapai total Rp 4,4 triliun.
Semua sektor terpukul, dengan kejatuhan terparah dialami sektor industri
dasar yang turun 1,82%, lalu diikuti oleh sektor keuangan yang anjlok 1,69%.
Top losers sore ini adalah saham Erajex Djaja Tbk (ERTX) yang turun 10% ke
Rp 90, Bank Capital Indonesia Tbk (BACA) yang juga turun 9,38% ke RP 116.
Selanjutnya, Fortune Indonesi Tbk (FORU) yang terkoreksi 9,32% ke Rp 107.
Saham bluechips yang menyokong ketepurukan Bursa adalah saham Indo
Tambangraya Megah Tbk (ITMG) yang jatuh 5,14% ke Rp 46.100, dan saham
Indocement Tunggal Prakarsa (Tbk) (INTP) yang turun 3,33% ke Rp 14500.
Sedangkan, top gainers pada sesi penutupan dipimpin Indosat Tbk (ISAT)
dengan kenaikan 1% ke Rp 5.050.
[ Dyah Ayu Kusumaningtyas ]

KONTAN Thu, 24 Feb 2011 ( 16:26:42 WIB )


=======================================================================================

Ancaman Inflasi Tinggi, IHSG Terkoreksi 21 Poin


Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 21 poin akibat kekhawatiran tingginya inflasi di bulan Februari menyusul lonjakan harga minyak.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka melemah 13,422 poin (0,35%) ke level 3.460,701. Berbagai sentimen negatif membayangi pergerakan indeks.

Indeks betah berada di zona merah sejak pembukaan perdagangan. Bahkan indeks sempat jatuh ke tempat terdalamnya di 3.443,802.

Pada penutupan perdagangan Sesi I, Kamis (24/2/2011), IHSG terkoreksi 21,850 poin (0,63%) ke level 3.452,273. Sementara Indeks LQ 45 melemah 6,227 poin (1.02%) ke level 609,913.

Harga minyak yang terus menanjak menjadi kekhawatiran akan tingginya inflasi Februarir. Hal ini membuat investor kembali mengamankan portofolionya.

Posisi tertinggi yang bisa diraih indeks hari ini di 3.473,842 itu pun masih di zona merah. Hampir seluruh sektor industri di Bursa Efek Indonesia (BEI) melemah, kecuali sektor infrastruktur yang masih menguat 0,35%.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 49.735 kali pada volume 2,061 miliar lembar saham senilai Rp 1,647 triliun. Sebanyak 122 saham naik, 63 saham turun, dan 84 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia masih bergerak mixed hingga siang hari ini. IHSG masuk ke dalam jajaran yang melemah bersama bursa Jepang dan Singapura.

Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai naik 8,04 poin (0,28%) ke level 2.870,67.
  • Indeks Hang Seng naik tipis 17,05 poin (0,07%) ke level 22.923,95.
  • Indeks Nikkei 225 turun 68,37 poin (0,65%) ke level 10.510,73.
  • Indeks NZSE 50 turun tipis 3,72 poin (0,11%) ke level 3.368,35.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Astra Otoparts (AUTO) naik Rp 1.250 ke Rp 13.900, Inovisi (INVS) naik Rp 1.050 ke Rp 6.300, Bank Danamon (BDMN) naik Rp 200 ke Rp 6.450, dan Bank Mega (MEGA) naik Rp 150 ke Rp 3.000.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.250 ke Rp 47.350, Astra Agro (AALI) turun Rp 650 ke Rp 21.550, Astra Internasional (ASII) turun Rp 550 ke Rp 51.350 dan HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 450 ke Rp 36.600. (ang/qom)

Naik 48%, Laba Astra Otoparts Tembus Rp 1,1 Triliun


Jakarta - PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) mencatat laba bersih Rp 1,141 triliun di 2010. Laba perseroan melonjak tajam 48,56% dibandingkan periode yang sama sebelumnya Rp 768,265 miliar.

Menurut laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan seperti dikutip detikFinance, Kamis (24/2/2011), laba bersih AUTO ditopang oleh pencapaian pendapatan bersih sebesar Rp 6,255 triliun. Pendapatan perseroan naik 18,8% dari 2009, yang sebesar Rp 5.265 triliun.

Beban penjualan juga meningkat dari Rp 4,317 triliun menjadi Rp 5,102 triliun. Laba kotor anak usaha Grup Astra pun mencapai Rp 1,152 triliun, atau naik tipis dibandingkan periode sebelumnya Rp 948,617 miliar.

Beban usaha yang mencapai Rp 573,115 miliar, membawa kinerja laba usaha AUTO pada level Rp 573,115 miliar. Laba usaha perseroan naik 36,75% dari tahun sebelumnya Rp 419,991 miliar.

Laba sebelum pajak pun meningkat menjadi Rp 1,394 triliun, setelah adanya penambahan bagian laba bersih perusahaan asosiasi dan jointly controlled entities sebesar Rp 761,161 miliar. Laba sebelum pajak perseroan naik 47,2% dibandingkan periode sebelumnya, Rp 947 miliar.

Laba sebelum hak minoritas mencapai Rp 1,225 triliun, dengan kinerja laba bersih sepanjang Januari-Desember 2010 sebesar Rp 1,141 triliun. Laba bersih naik 48,56% dibandingkan periode sebelumnya Rp 768,265 miliar.

Laba bersih per saham pun mencapai Rp 1.480 per lembar, naik dari sebelumnya Rp 996 per lembar.

Laba bersih turun, saham ITMG terkoreksi hingga 3,2%


Date : Feb 24 2011, 11:51
Title : News Story
Header : Laba bersih turun, saham ITMG terkoreksi hingga 3,2%


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Saham PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) jatuh setelah laba
bersihnya dilaporkan turun di bawah perkiraan pasar.
ITMG sempat turun 3,2% ke level Rp 47.050 per saham pada pukul 10.53 WIB.
Adapun, per pukul 11.40 WIB, saham ITMG masih melemah 2,67% ke Rp 47.300 per
saham. Sebelumnya, saham produsen batubara ini melaju 18% dalam enam bulan
terakhir.
Hari ini, perseroan menyatakan, laba bersih tahun lalu turun menjadi US$
204,2 juta, dari tahun sebelumnya yang mencapai US$ 335,6 juta. Padahal, analis
yang disurvei Bloomberg memprediksi laba bersihnya bakal mencapai US$ 307,6
juta.
Adapun, pendapatan di 2010 tercatat US$ 1,7 miliar, naik dari tahun lalu
yang hanya US$ 1,5 miliar. Turunnya laba perseroan karena lebih tingginya biaya
produksi. Kenaikan harga minyak lebih dari 15% di tahun lalu mendorong naiknya
biaya bahan bakar pada perusahaan pertambangan, sehingga mengikis keuntungan.
Kepala penelitian PT Mandiri Sekuritas Ari Pitoyo menyebut, biaya tambang
dan pengiriman dipandang sebagai alasan utama turunnya laba perusahaan. "Kami
mencoba melihat apakah pola seperti ini akan berlanjut di 2011," ujarnya.
[ Dupla Kartini, Bloomberg ]

KONTAN Thu, 24 Feb 2011 ( 11:48:27 WIB )


=======================================================================================

Siap Delisting, CIMB Niaga Tender Offer Rp 2.000?


PT CIMB Niaga Tbk (BNGA) berniat delisting dengan harga tender offer antara Rp 1.800-2.000 per lembar saham. Rencana go private ini dilakukan setelah CIMB Group masuk Bursa Efek Indonesia (BEI).

"Dengan rencana go private ini BNGA akan melakukan tender offer di kisaran harga Rp 1.800-2.000 per lembar saham," kata salah satu pelaku pasar, Kamis (24/2/2011).

Pada perdagangan hari ini, hingga pukul 11.20 waktu JATS, harga saham BNGA stagnan di level Rp 1.780 per lembar. Sahamnya diperdagangkan 116 kali dengan volume 1.889 lot senilai Rp 1,68 miliar.

Seperti diketahui, CIMB Niaga akan melakukan voluntary delisting di BEI, sebelum induk usahanya, CIMB Group melakukan pencatatan ganda (dual listing).

Reminder Cum Date Stock Split saham LSIP

Hari ini 24 Februari 2011 adalah Perdagangan Terakhir Nominal Lama atau Cum Date untuk pelaksanaan kegiatan Corporate Action sebagai berikut

No. Kode EfekNama EfekJenis Kegiatan
1. LSIP LONDON SUMATRA INDONESIA TbkStock Split dari Nilai Nominal lama Rp 500.- menjadi Nominal baru Rp100.- atau Rasio

Unit usaha jual listrik, saham KIJA melesat ke level tertinggi 9 bulan

Date : Feb 24 2011, 10:56
Title : News Story
Header : Unit usaha jual listrik, saham KIJA melesat ke level tertinggi 9 bulan


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Saham PT Kawasan Industri Jababeka (KIJA) melesat ke level
tertinggi setidaknya dalam sembilan bulan terakhir di Bursa Efek Indonesia.
Saham emiten properti dan real estate ini melaju setelah hari ini, PT
Mandiri Sekuritas melaporkan unit usaha KIJA akan menandatangani kesepakatan
penjualan listrik kepada PT Perusahaan Listrik Negara.
Pada pukul 10.15 WIB, saham KIJA melonjak 16% ke Rp 121 per saham. Ini
level penutupan tertinggi sejak 26 Mei 2010. Bahkan, pada perdagangan pukul
10.38 WIB, saham ini terus reli dan sudah melaju 19,23% ke level Rp 124 per
saham.
[ Dupla Kartini, Bloomberg ]

KONTAN Thu, 24 Feb 2011 ( 10:47:28 WIB )


=======================================================================================

Laba ITMG dibawah ekspektasi analis

Date : Feb 24 2011, 10:53
Title : News Story
Header : Laba ITMG dibawah ekspektasi analis


Story
=======================================================================================

JAKARTA. PT Indo Tambangraya Megah, unit produsen batubara terbesar di
Thailand Banpu Pcl, melaporkan penurunan laba bersih di akhir 2010. Laba
tersebut di bawah ekspektasi analis lantaran biaya operasi cukup tinggi.
[ Dyah Megasari, Bloomberg ]

KONTAN Thu, 24 Feb 2011 ( 10:30:35 WIB )




=======================================================================================

Sembilan sektor melemah, IHSG dibuka turun 0,4%

Date : Feb 24 2011, 10:53
Title : News Story
Header : Sembilan sektor melemah, IHSG dibuka turun 0,4%


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Setelah sempat ditutup menguat hari Rabu(23/2) kemarin, akhirnya
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah. IHSG turun 0,4% ke level
3.460,361 pada pembukaan pagi pukuk 9.25 WIB.
Semua sektor sempat melemah, namun pada pukul 9.30 sudah ada sektor yang
mulai menanjak ke zona hijau. Sektor yang menguat pada pembukaan pagi ini
adalah sektor infrastruktur dengan penguatan 0,12%. Sedangkan, 9 sektor lainnya
melemah, dimana sektor industri dasar memimpin di jalur merah dengan penurunan
sebesar 0,8%. Lalu ada sektor keuangan dan industri dasar yang jatuh, dengan
penurunan masing masing sebesar 0,69% dan 0,67%.
Pada pukul 9.30, hanya 15 saham yang sudah bergerak naik, sementara 45
saham masih anjlok. Adapun, 48 saham lainnya belum bergerak.
Peringkat pertama top losers pagi ini dihuni Bakrie Telecom Tbk (BTEL)
yang turun 3,3% menjadi Rp 290. Disusul, Gudang Garam Tbk yang turun 2,29% ke
Rp 36.200.
Top Gainers pada awal pembukaan bursa adalah Kawasan Industri Jababeka Tbk
(KIJA) yang naik 4,19% ke Rp 109 dan Multipolar Tbk (MLPL) yang naik 3,92% ke
Rp 265.
[ Dyah Ayu Kusumaningtyas ]

KONTAN Thu, 24 Feb 2011 ( 09:57:24 WIB )


=======================================================================================

Ketegangan di Libya menyeret jatuh bursa Asia untuk hari keempat

Date : Feb 24 2011, 09:24
Title : News Story
Header : Ketegangan di Libya menyeret jatuh bursa Asia untuk hari keempat


Story
=======================================================================================

TOKYO. Bursa saham Asia jatuh seiring meningkatnya ketegangan di Libya dan
Timur Tengah. Konflik tersebut bahkan sempat mengerek harga minyak WTI di bursa
New York ke US$ 100 per barel, dan menjatuhkan bursa saham Amerika Serikat.
Indeks MSCI Asia Pacific turun 0,2% ke 136,09 pada pukul 9.40 a.m di
Tokyo. Ini merupakan koreksi hari keempat indeks saham Asia.
Indeks Nikkei 225 tergelincir 0,6%, sedangkan indeks Kospi Korea Selatan
jatuh 0,4%. Sementara, indeks S & P/ASX 200 Australia anjlok 0,8%.
Beberapa saham yang melemahkan bursa Asia diantaranya, saham Toyota Motor
Corp dan Honda Motor Co, yang turun lebih dari 1% di Tokyo. Sementara saham
emiten pertambangan terbesar di dunia, BHP Billiton Ltd, tergelincir 1,2% di
Sydney.
Adapun, saham yang masih melaju di pasar Asia adalah saham perusahaan
eksplorasi minyak terbesar di Jepang, Inpex Corp, yang naik 1,9% di Tokyo.
Mitsushige Akino, dari Ichiyoshi Investment Management Co. menyebut,
investor benar-benar bimbang berapa lama lagi kerusuhan Timur Tengah akan
berakhir. "Sehingga sentimen investor cenderung bearish," ujarnya. Sejak awal
tahun hingga perdagangan kemarin, indeks MSCI Asia Pacific Index sudah jatuh
0,9%.
[ Dupla Kartini, Bloomberg ]

KONTAN Thu, 24 Feb 2011 ( 09:19:54 WIB )


=======================================================================================

IHSG Masih Dibayangi Pelemahan


Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup menguat di tengah mayoritas bursa-bursa regional yang melemah karena kekhawatiran konflik di Libya yang membuat harga minyak dunia terus melambung.

Pada perdagangan, Rabu (23/2/2011), IHSG menguat 23,023 poin (0,66%) ke level 3.474,123. Sementara Indeks LQ 45 naik 5,921 poin (0,97%) ke level 616,140.

"IHSG kemarin kembali masuk zona positif di tengah koreksi mayoritas bursa regional dan global. Kenaikan ini dipimpin saham pertambangan seiring meningkatnya harga komoditas," ujar Reza Priyambada Managing Research Investment Management Division PT. Asjaya Indosurya Securities.

Tekanan dari pelemahan bursa-bursa utama dunia akibat konflik di Libya belum akan usai. Namun tanda-tanda perlawanan dari investor yang mendapatkan sentimen positif dari laporan keuangan emiten yang baik akan menahan kejatuhan IHSG. Pada perdagangan Kamis (24/2/2011), IHSG diprediksi bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah.

Bursa Wall Street tadi malam anjlok selama dua hari berturut-turut seiring krisis di Libya yang membuat harga minyak tembus lagi level US$ 100 per barel.

Pada perdagangan Rabu (23/2/2011), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup merosot hingga 107,01 poin (0,88%) ke level 12.205,78. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 8,04 poin (0,61%) ke level 1.307,40 dan Nasdaq merosot 33,43 poin (1,21%) ke level 2.722,99.

Bursa Jepang juga masih melanjutkan pelemahannya meski tak sebesar kemarin. Indeks Nikkei-225 mengawali perdagangan Kamis ini dengan penurunan 45,90 poin (0,43%) ke level 10.533,20.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Panin Sekuritas:

Kemarin indeks bergerak menguat setelah sempat dibuka melemah. Penguatan indeks dimotori oleh saham berbasis komoditas. Investor terlihat memanfaatkan momentum menguatnya harga minyak dunia ditengah ketidakstabilan kondisi politik Timur Tengah. Meski demikian perlu diperhatikan pergerakan indeks akan dibatasi oleh pergerakan bursa regional yang masih cenderung melemah. Investor asing juga tampaknya masih melakukan wait and see atas kondisi terkini dari Timur Tengah. Hari ini kami proyeksikan indeks akan bergerak pada kisaran support-resistance 3.454-3.500.

eTrading Securities:

Pada perdagangan hari ini IHSG ditutup naik 23 point (+0.66%) ke level 3,474, penguatan tertinggi di bursa asia, ditengah aksi jual asing. Penguatan bursa hari ini ditopang oleh sektor pertambangan, khususnya emiten berbasis batubara, sebagai antisipasi naiknya harga minyak dunia. Asing pada hari ini tercatat net sell Rp207 miliar dengan sektor yang banyak keluar adalah infrastruktur dan telekomunikasi. Secara teknikal IHSG hari ini terlihat melakukan teknikal rebound setelah sehari sebelumnya sempat menyentuh level support-nya di 3,450. Fase sideways indeks terlihat masih berlangsung dan pada perdagangan besok diperkirakan indeks akan bergerak dikisaran 3,388 - 3,526 dengan saham - saham yang dapat diperhatikan a.l. BBCA, ADRO dan PTBA.

Finan Corpindo Nusa:

Di tengah pelemahan bursa regional akibat krisis politik di Timur Tengah, IHSG berhasil rebound dengan penguatan terbesar terjadi di sektor pertambangan. Untuk Kamis IHSG diperkirakan bergerak mixed dengan support 3.440 dan resistance 3.495. Investor mulai melakukan pembelian untuk antisipasi pembagian dividen.

Kresna Sekuritas:

IHSG mencoba menguat di tengah minimnya katalis global meskipun tekanan jual masih menahan pergerakan IHSG. IHSG hari ini berpeluang berkonsolidasi di kisaran 3,410-3,510 dengan PGAS dan MEDC sebagai saham pilihan.

Indosurya Securities:

Pada perdagangan Kamis (24/2) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.413-3.443 dan resistance 3.495-3.517. CDJ5 telah mementuk pola bullish harami menggagalkan penurunan lebih lanjut pada pergerakan IHSG. Meskipun sentimen negatif masih menyelimuti IHSG karena imbas dari penurunan bursa-bursa kawasan regional yang juga terkena imbas kondisi geopolitik Timur Tengah, namun secara fundamental ekonomi Indonesia masih stabil meskipun ada kekhawatiran inflasi di Februari masih tinggi. Rilis laporan kinerja dari para emitan pun juga menghasilkan laporan yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Sehingga diperkirakan imbas hanya berlangsung sementara. MACD bergerak naik, namun masih tertahan untuk melanjutkan penguatannya dengan histogram positif yang memanjang. RSI, William's R dan Stochastic kembali berupaya menembus area overbought. Diharapkan momen kenaikan kemarin tetap terjaga sehingga IHSG bisa melanjutkan penguatannya hari ini. Cermati saham ASII, ADRO, AKRA.

Wall Street Anjlok, Minyak Tembus Lagi US$ 100


New York - Indeks saham di bursa Wall Street anjlok selama dua hari berturut-turut seiring krisis di Libya yang membuat harga minyak tembus lagi level US$ 100 per barel.

Pada perdagangan Rabu (23/2/2011), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup merosot hingga 107,01 poin (0,88%) ke level 12.205,78. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 8,04 poin (0,61%) ke level 1.307,40 dan Nasdaq merosot 33,43 poin (1,21%) ke level 2.722,99.

Sementara harga minyak mentah dunia untuk light sweet akhirnya menembus level US$ 100 per barel, untuk pertama kalinya sejak Oktober 2008. Harga minyak sudah melonjak hingga US$ 10 dolar dalam 2 hari terakhir.

Harga minyak terus melonjak karena kekhawatiran gangguan suplai di Libya, yang kini merupakan produsen minyak terbesar keempat di Afrika Utara. Konflik di Libya diketahui semakin memanas karena pemerintah terus menumpas para demonstran yang meminta Khadaffi turun.

Harga minyak jenis light sweet sempat melonjak hingga 5% menembus US$ 100 per barel, sebelum akhirnya ditutup naik 2,68 dolar menjadi US$ 98,10 per barel. Minyak Brent ditutup naik 4,47 dolar ke level US$ 111,25.

Indeks saham di bursa Wall Street selama 2 hari berturut-turut merosot merespons lonjakan harga minyak mentah akibat krisis di Libya. Kemerosotan saham-saham terjadi dalam volume perdagangan yang cukup tebal.

"Kita telah memiliki kenaikan yang solid di pasar saham untuk periode yang lebih panjang, dan benar-benar tanpa koreksi. Jadi dalam jangka panjang, merupakan hal yang baik bagi pasar untuk sedikit mendapatkan koreksi," ujar Wayne Schmidt, chief investment officer Gradient Investment seperti dikutip dari Reuters, Kamis (24/2/2011).

Nasdaq merosot akibat anjloknya saham-saham teknologi. Saham Hewlett-Packard (HP) tercatat merosot 9,6% setelah memangkas proyeksi pendapatannya di tahun 2011 akibat penurunan permintaan PC.

Volume perdagangan sangat aktif, yakni transaksi di New York Stock Exchange mencapai 10,32 miliar lembar saham, di atas rata-rata harian yang mencapai 7,99 miliar.

Rabu, 23 Februari 2011

Rebound 23 Poin, IHSG Paling Perkasa di Asia

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat dan mencetak rebound 23 poin. Bursa Indonesia menjadi bursa yang menguat paling tinggi di Asia hari ini.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat tipis di posisi Rp 8.850 per dolar AS dibandingkan penutupan kemarin di Rp 8.875 per dolar AS.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG melemah tipis 9,516 poin (0,28%) ke level 3.441,584. Investor masih cemas akan memanasnya situasi politik di Libya yang berdampak terhadap harga minyak.

Pagi tadi, atas sentimen negatif itu indeks langsung merosot ke posisi terendahnya di level 3.486,896. Namun, sebagian investor memanfaatkan momentum rendahnya IHSG untuk mengakumulasi saham.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG naik 33,082 poin (0,95%) ke level 3.484,182. Investor lokal banyak menyerap saham-saham yang dilepas asing.

Menutup perdagangan, Rabu (23/2/2011), IHSG menguat 23,023 poin (0,66%) ke level 3.474,123. Sementara Indeks LQ 45 naik 5,921 poin (0,97%) ke level 616,140.

Sepanjang perdagangan sesi II, indeks stabil di zona hijau. Posisi tertinggi yang bisa didaki IHSG hari ini di level 3.435,188.

Transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign nett sell) sebesar Rp 253,048 miliar di seluruh pasar. Meski demikian, penyerapan saham oleh investor lokal membuat IHSG perkasa di jalur positif.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 96.375 kali pada volume 3,122 miliar lembar saham senilai Rp 4,085 triliun. Sebanyak 132 saham naik, 69 saham turun, 104 saham stagnan.

Bursa-bursa di regional masih belum mampu ungguli IHSG dan terjebak di zona merah. Bursa China yang sebelumnya menguat cukup tinggi kini ditutup naik tipis.

Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga sore hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai naik tipis 7,12 poin (0,25%) ke level 2.862,63.
  • Indeks Hang Seng melemah 83,91 poin (0,36%) ke level 22.906,90.
  • Indeks Nikkei 225 turun 85,60 poin (0,80%) ke level 10.579,10.
  • Indeks Straits Times terkoreksi 13,03 poin (0,43%) ke level 3.006,09.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 2.000 ke Rp 48.600, Bukti Asam (PTBA) naik Rp 600 ke Rp 20.200, Unilever (UNVR) naik Rp 450 ke Rp 15.700, dan Astra Internasional (ASII) naik Rp 250 ke Rp 51.900.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Sarana Menara (TOWR) turun Rp 1.200 ke Rp 9.800, Inovisi (INVS) turun Rp 1.150 ke Rp 5.250, Waran Inovisi (INVS-W) turun Rp 500 ke Rp 5.400, dan United Tractor (UNTR) turun Rp 250 ke Rp 22.900.
(ang/qom)

Anak Usaha BLTA Bakal IPO Maret Senilai US$ 140 Juta


Jakarta - Salah satu anak usaha PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA) yaitu PT Buana Listya Tama siap menawarkan saham perdana ke publik (IPO/Initial Public Offering) di Maret 2011. Dana yang dapat diincar dari IPO ini mencapai US$ 140 juta.

Menurut Direktur Keuangan PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA) Kevin Wong, hasil IPO anak usaha akan digunakan untuk pengembangan usaha. Khususnya dalam sektor transportasi energi.

Perseroan telah mempercayakan PT Danatama Makmur serta beberapa underwriter asing sebagai penjamin emisi efek penawaran umum saham perdana Buana Listya Tama. Pencatatan saham perdana diperkirakan berlangsung pada Maret 2011.

"Kita akan kembangkan pasar dalam negeri untuk sektor transportasi energi. Sekitar 90%-98% anak usaha kita akan fokus ke energi," katanya dalam analis meeting di Jakarta, Rabu (23/2/2011).

Selain itu, Kevin menambahkan pengembangan usaha jasa tanker kimia akan ditingkatkan di 2011. Caranya dengan didatangkannya tiga kapal tanker kimia senilai US$ 120 juta pada pertengahan tahun ini.

Pembelian 3 kapal tanker kimia, sebanyak US$ 70 juta didapat dari dana pinjaman dari enam bank asing, DnB NOR Bank ASA cabang Singapura (DNB), Nordea Bank Finland Plc cabang Singapura, Bank Standard Chartered )SCB), ING Bank NV cabang Singapura, NIBC Bank LTd, BNP Paribas cabang Singapura, dengan total nilai kredit US$ 685 juta.

Secara industri, pertumbuhan kapal tanker kimia akan meningkat sebesar 8% di 2011. Hal ini didorong oleh pertumbuhan ekonomi dunia yang mencapai 4% sepanjang tahun itu.

"Rata-rata pertumbuhan permintaan kapal tanker kimia dunia dua kali lipat ekonomi dunia," tutur Kevin.

Selain mendatangkan tiga kapal tanker kimia, BLTA siap menambah kapal tanker gas seharga US$ 20-25 juta.

Kini BLTA mempunyai 96 kapal dengan kapasitas 2,4 juta dwt, dengan rata-rata usia sekitar 8 tahun. Sebagian besar kapal masuk pada jenis tanker kimia. Sisanya, terbagi untuk kapal tanker minyak, FSO, dan gas.

Siapa saja lima emiten penggerak indeks sesi I? Cek disini!

Date : Feb 23 2011, 13:06
Title : News Story
Header : Siapa saja lima emiten penggerak indeks sesi I? Cek disini!


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil rebound di sesi I
dengan kenaikan 0,96%. Pemburuan investor atas saham-saham berkapitalisasi
besar berhasil membuat kinerja indeks sumringah.
Sejumlah emiten yang mampu menggerakkan indeks positif siang ini, yakni:
- PT Unilever Indonesia (UNVR)
Saham UNVR naik 3,28% menjadi Rp 15.750 di sesi I. Adapun broker yang
memburu saham ini antara lain: Kim Eng Securities senilai Rp 4,74 miliar,
Macquarie Capital senilai Rp 2,76 miliar, dan Bahana Securities senilai Rp 2,11
miliar.
- PT Bank Central Asia (BBCA)
Saham BBCA naik 2,4% menjadi Rp 6.400 di sesi I. Adapun broker yang
memburu saham ini antara lain: Kim Eng Securities senilai Rp 18,40 miliar,
Deutsche Securities senilai Rp 15,50 miliar, dan Merrill Lynch Indonesia
senilai Rp 13,83 miliar.
- PT Adaro Energy (ADRO)
Saham ADRO naik 3,16% menjadi Rp 2.450 di sesi I. Adapun broker yang
memburu saham ini antara lain: Phillip Securities senilai Rp 24,64 miliar, CLSA
Indonesia senilai Rp 13,85 miliar, dan Deutsche Securities senilai Rp 12,59
miliar.
- PT Indo Tambangraya Megah (ITMG)
Saham ITMG naik 3,43% menjadi Rp 48.200 di sesi I. Adapun broker yang
memburu saham ini antara lain: Credit Suisse Securities senilai Rp 12,22
miliar, Bahana Securities senilai Rp 8 miliar, dan CLSA Indonesia senilai Rp
6,25 miliar.
- PT Bumi Resources (BUMI)
Saham BUMI naik 2,78% menjadi Rp 2.775 di sesi I. Adapun broker yang
memburu saham ini antara lain: Victoria Sekuritas senilai Rp 19,4 miliar,
Merrill Lynch Indonesia senilai Rp 16,65 miliar, dan Kim Eng Securities senilai
Rp 12,44 miliar.
[ Barratut Taqiyyah ]

KONTAN Wed, 23 Feb 2011 ( 12:43:48 WIB )


=======================================================================================

Hanya dalam kurun waktu empat hari, konflik Libya bikin saham MEDC jeblok 8,3%


Date : Feb 23 2011, 13:05
Title : News Story
Header : Hanya dalam kurun waktu empat hari, konflik Libya bikin saham MEDC jeblok 8,3%


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Meski manajemen PT Medco Energi International (MEDC) sudah
menyatakan akan meminimalisir pergolakan krisis politik di Libya, namun hal itu
tetap mempengaruhi pergerakan saham MEDC. Pasalnya, MEDC memiliki unit usaha di
negara yang saat ini masih dipimpin oleh Muammar Qaddafi itu.
Seperti yang diketahui, konflik di Libya sudah berlangsung hampir
seminggu. Selama kurun waktu itu pula, harga saham MEDC terus melorot.
Pada 18 Febuari lalu, saham perusahaan minyak ini berada di level Rp
3.300. Namun, kemarin (22/2), posisinya sudah berada di level 3.025. Dengan
demikian, dalam kurun waktu empat hari, saham MEDC sudah anjlok 8,3%.
Hari ini, saham MEDC mulai diburu investor. Pada penutupan sesi I, saham
MEDC tercatat naik 0,83% menjadi Rp 3.050.
[ Barratut Taqiyyah ]

KONTAN Wed, 23 Feb 2011 ( 12:27:04 WIB )


=======================================================================================

AKR CORPORINDO DIVIDEND, RP 135 CUM 11 MARCH 2011

Date : Feb 23 2011, 13:04
Title : News Story
Header : AKR CORPORINDO DIVIDEND, RP 135 CUM 11 MARCH 2011


Story
=======================================================================================
AKR CORPORINDO DIVIDEND, RP 135 CUM 11 MARCH 2011

Dividen : Rp 135 per saham
Periode Cum Dividen : Pasar Reguler dan Negosiasi 11/03/11
Pasar Tunai 16/03/11
Periode Ex Dividen : Pasar Reguler dan Negosiasi 14/03/11
Pasar Tunai 17/03/11
Tanggal pencatatan (Recording Date) 16/03/11
Pelaksanaan pembagian Dividen 29/03/11

(RTI, MAR 23 Feb 2011 10:07 WIB)

=======================================================================================

Rebound, indeks di sesi I ditutup melesat 0,96%


Date : Feb 23 2011, 13:03
Title : News Story
Header : Rebound, indeks di sesi I ditutup melesat 0,96%


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit. Setelah
ditransaksikan melorot pada awal pembukaan, indeks akhirnya ditutup dengan
kenaikan 0,96% menjadi 3.484,182 di sesi siang.
Sepanjang transaksi sesi I, sebanyak 114 saham naik, 56 saham melorot, dan
81 saham lainnya tak mengalami perubahan. Total volume transaksi hari ini
mencapai 1,8 miliar saham senilai Rp 2,281 triliun.
Semua sektor juga mencatatkan kenaikan. Sektor dengan lonjakan terbesar
adalah sektor pertambangan sebesar 1,80%. Baru kemudian disusul oleh sektor
consumer goods dan sektor perdagangan dengan kenaikan masing-masing sebesar
1,62% dan 1,16%.
Adapun saham-saham yang mencatatkan kenaikan tertinggi (top gainers)
adalah: PT Placa Indonesia Realty (PLIN) naik 25% menjadi Rp 1.750, PT
Pioneerindo Gourmet (PTSP) naik 16,13% menjadi Rp 360, PT Sunson Textile
Manufacture (SSTM) naik 13,04% menjadi Rp 260, PT Mahaka Media (ABBA) naik
11,41% menjadi Rp 205, dan PT Bakrie Telecom (BTEL) naik 10,91% menjadi Rp 305.
Sedangkan penghuni top losers siang ini antara lain: PT Aneka Kemasindo
Utama (AKKU) turun 16% menjadi Rp 126, PT Sarana Menara Nusantara (TOWR) turun
11,36% menjadi Rp 9.750, PT Humpuss Intermoda (HITS) turun 8,33% menjadi Rp
330, PT Indorama Synthetics (INDR) turun 5,71% menjadi Rp 1.650, dan PT Multi
Prima Sejahtera (LPIN) turun 5,26% menjadi Rp 2.250.
Kondisi ini berbeda dengan sejumlah bursa Asia lainnya yang memerah akibat
lonjakan harga minyak dunia.
[ Barratut Taqiyyah ]

KONTAN Wed, 23 Feb 2011 ( 12:10:37 WIB )


=======================================================================================

Saham AKRA melaju akibat rencana bagi-bagi dividen Rp 135 per saham

Date : Feb 23 2011, 09:52
Title : News Story
Header : Saham AKRA melaju akibat rencana bagi-bagi dividen Rp 135 per saham


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Rencana pembagian dividen spesial PT AKR Corporindo (AKRA)
membuat harga sahamnya melesat pagi ini. Pada pukul 09.39, saham AKRA melonjak
5,41% menjadi Rp 1.560. Ini merupakan level tertinggi sejak 20 Januari lalu.
Seperti yang diberitakan KONTAN sebelumnya, AKRA akan membagikan dividen
interim spesial sebesar Rp 135 per saham atau Rp 512 miliar. Berdasarkan
keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, dividen tersebut bakal dibagikan
kepada pemegang saham pada 29 Maret 2011 mendatang, dan berdasarkan recording
date tanggal 16 Maret 2011.
Pembagian dividen ini merepresentasikan sekitar 30,5% dari laba luar biasa
yang dibukukan dari hasil divestasi saham di PT Sorini Agro Asia Corporindo Tbk
sebesar Rp 1,67 triliun.
[ Barratut Taqiyyah ]

KONTAN Wed, 23 Feb 2011 ( 09:44:33 WIB )


=======================================================================================

Jadwal Pembagian Dividen Tahun 2011

Jadwal Pembagian Dividen Tahun 2011


NO.Nama SahamKegiatanCum DateRec DateRasio PerlembarTerima dari Emiten
1MLPLDividen Tunai7-Mar-1110-Mar-11 Rp.1024-Mar-11
2MPPADividen Tunai7-Mar-1110-Mar-11 Rp.300 22-Mar-11

Rasa cemas investor kian menjadi-jadi, bursa Asia pagi memerah

Date : Feb 23 2011, 09:01
Title : News Story
Header : Rasa cemas investor kian menjadi-jadi, bursa Asia pagi memerah


Story
=======================================================================================

TOKYO. Mayoritas saham di bursa Asia masih menunjukkan penurunan.
Ketegangan politik di Libya yang kian memuncak serta melonjaknya harga minyak
membuat investor cemas.
Pada pukul 09.49 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific turun 0,1% menjadi
137,05. Sementara itu, indeks Nikkei 225 Stock Average turun 0,2%, indeks
S&P/ASX 200 turun 0,2%, indeks NZX 50 tak banyak berubah, dan indeks Kospi naik
0,2%.
Saham-saham yang pergerakannya mempengaruhi bursa Asia adalah: Qantas
Airways Ltd dan Korean Air Lines Co melorot masing-masing 0,6% seiring kenaikan
harga minyak dunia. Penurunan juga dialami Kubota Corp yang turun 2,7% setelah
Credit Suisse menurunkan rating rekomendasinya menjadi "underperform".
"Outlook perekonomian dunia penuh ketidakpastian saat ini. Kecemasan
investor kian menjadi-jadi terkait inflasi seiring melonjaknya harga minyak
dunia," papar Hiroichi Nishi, equities manager Nikko Cordial Securities Inc.
[ Barratut Taqiyyah, Bloomberg ]

KONTAN Wed, 23 Feb 2011 ( 08:48:55 WIB )


=======================================================================================

Harga batubara melaju terangkat harga minyak

Date : Feb 23 2011, 08:51
Title : News Story
Header : Harga batubara melaju terangkat harga minyak


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Harga batubara kembali membara. Di bursa Intercontinental
Exchange, Newcastle, Australia, kontrak pengiriman batubara bulan Maret 2011,
Senin (22/2), senilai US$ 128,15 per metrik ton. Itu merupakan harga tertinggi
selama tiga pekan terakhir.
Kenaikan tersebut melanjutkan tren penguatan yang terjadi sejak pekan
lalu. Kontrak yang sama pada Jumat (18/2) naik hingga 1,74%.
Pendorong harga batubara terbaru adalah kenaikan harga minyak mentah.
"Penyebab harga batubara melonjak adalah spekulasi yang berkembang di pasar
tentang peningkatan harga komoditas energi," ujar Herry Setyawan, analis
Indosukses Futures.
Harga minyak mentah sendiri melejit tersulut oleh konflik di negara-negara
Afrika Utara dan Semenanjung Arab yang tak kunjung reda. Ketegangan politik
yang bermula dari Tunisia dan Mesir itu kini sudah menyebar hingga Bahrain dan
Libya.
Situasi paling gawat terjadi di Libya. Korban jiwa yang jatuh dalam aksi
anti pemerintah mencapai 250 nyawa. Pelaku pasar merisaukan pasokan minyak
global bakal terganggu, mengingat Libya merupakan produsen minyak besar
kedelapan di dunia.
Berdasarkan data Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), total
produksi minyak Libya mencapai 5% dari keseluruhan produksi OPEC per akhir
Januari lalu.
Kerisauan itu otomatis menerbangkan harga minyak. Harga minyak jenis Brent
di bursa ICE, kemarin, adalah US$ 108,57 per barel. Sedang minyak jenis WTI di
bursa Nymex untuk pengiriman April 2011 US$ 98,48 per barel.
Pengaruh bunga
Menurut Herry, secara fundamental harga batubara berada di tren penurunan.
Alasan Herry, tingkat bunga tinggi yang ditetapkan otoritas moneter di negara
pengguna batubara akan menekan volume kebutuhan. "Jadi ini hanya spekulasi
terhadap masalah yang terjadi di Timur Tengah," kata dia. Herry menambahkan,
permintaan batubara tahun ini diprediksi tidak setinggi tahun lalu.
Dalam jangka menengah, Herry menilai, harga batubara masih akan ditentukan
oleh kelanjutan kondisi geopolitik di Timur Tengah. Dia memperkirakan, dalam
kondisi seperti sekarang harga batubara dalam jangka menengah bisa bergerak
antara US$ 120 hingga US$ 140 per metrik ton.
Ibrahim, General Manager Harvest International Futures memprediksi, harga
batubara akan melaju hingga US$ 135 per metrik ton di akhir kuartal pertama
tahun ini. "Harga akan mencapai level tertingginya dalam dua bulan ke depan,"
kata dia.
Pendorong harga batubara di kuartal pertama, menurut Ibrahim, adalah
kebiasaan negara-negara pengguna untuk memperbesar cadangan batubara. Ini
menyebabkan harga batubara tetap tinggi.
Kedua analis memperkirakan, harga batubara akan melandai jika konflik di
Timur Tengah padam. Ibrahim juga mengingatkan, di kuartal kedua, investor perlu
mengawasi penurunan harga batubara.
Tapi, harga bisa naik kembali jika pasar sudah bisa menerima kebijakan
bunga tinggi. "Harga batubara bisa tetap tinggi meskipun konflik geopolitik di
Timur Tengah sudah reda," kata Herry.
[ Asep Munazat Zatnika ]

KONTAN Wed, 23 Feb 2011 ( 08:40:00 WIB )


=======================================================================================

Awas! IHSG Masih Kena Tekanan Jual


Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup merosot tajam. IHSG tak bisa menghindar dari dampak memanasnya situasi di Timur Tengah, khususnya Libya yang telah membabat bursa saham regional juga.

Pada perdagangan, Selasa (22/2/2011), IHSG ditutup berkurang 46,543 poin (1,33%) ke level 3.451,100. Sementara Indeks LQ 45 turun 9,887 poin (1,59%) ke level 610,219.

Tekanan jual belum akan pergi dari lantai bursa. Investor akan terus mencermati pergerakan bursa-bursa utama yang sedang merespons negatif konflik di Libya yang kian memanas. IHSG pada perdagangan Rabu (23/2/2011) diprediksi akan bergerak melemah lagi.

Bursa saham di Wall Street kemarin mengalami kejatuhan terburuk Rata Penuhsejak Agustus 2010 lalu. Investor membuang saham-saham di tengah gejolak yang terjadi di negara eksportir minyak, Libya.

Pada perdagangan Selasa (22/2/2011), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup merosot ingga 178,46 poin (1,44%) ke level 12.212,79. Indeks Standard & Poor's 500 juga merosot 27,57 poin (2,05%) ke level 1.315,44 dan Nasdaq anjlok 77,53 poin (2,74%) ke level 2.756,42.

Bursa Jepang juga masih melanjutkan pelemahannya. Indeks Nikkei-225 mengawali perdagangan Rabu ini dengan penurunan 75,02 poin (0,70%) ke level 10.589,68.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Panin Sekuritas:

Krisis geopolitik Timur Tengah menjadi sentimen negatif bagi pergerakan bursa regional kemarin. Sementara ekspektasi akan dinaikkannya kembali suku bunga juga menjadi katalis negatif bagi IHSG kemarin. Hari ini kami perkirakan indeks masih akan melemah terbatas. Saham bluechip diprediksi masih akan tertekan. Kisaran support-resistance hari ini 3.392-3.469.

Kresna Sekuritas:

Meningkatnya harga minyak terkait ketegangan politik di timur tengah meningkatkan kekhwatiran dampaknya terhadap inflasi di Asia sehingga bursa asia kembali dalam tekanan. IHSG ditutup melemah dipicu profit taking di sektor perbankan. IHSG diperkirakan masih dalam tekanan dengan bergerak di kisaran 3,400-3,500 dengan PTBA dan MEDC sebagai saham pilihan.

eTrading Securities:

Pada perdagangan hari ini IHSG ditutup turun 46 point (-1.33%) ke level 3,451.10 dipimpin oleh ASII dan ITMG. Asing pada hari ini justru tercatat melakukan net buy Rp121 miliar dengan sektor yang paling banyak masuk adalah automotive dan banking. Pada hari ini IHSG kembali mendapat tekanan jual dengan volume yang lebih rendah dari hari sebelumnya dan berpotensi kembali melanjutkan fase sideways-nya selama beberapa hari ke depan. Pada perdagangan besok IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran 3,353 - 3,548 dengan saham - saham yang dapat diperhatikan a.l. BMRI, BDMN dan INCO.

Finan Corpindo Nusa:

IHSG terkoreksi akibat sentimen negatif dari konflik di Libya, yang juga mengakibatkan pelemahan bursa regional serta naiknya harga minyak mentah dunia. Koreksi terjadi di semua sektor dengan pelemahan terbesar terjadi di sektor pertambangan, konstruksi, dan keuangan. Untuk Rabu IHSG diperkirakan bergerak fluktuatif dengan support 3.430 dan resistance 3.590.

Konflik Libya Rontokkan Wall Street, Harga Minyak Melambung


Bursa saham di Wall Street mengalami kejatuhan terburuk sejak Agustus 2010 lalu. Investor membuang saham-saham di tengah gejolak yang terjadi di negara eksportir minyak, Libya. Sementara harga minyak terus membubung tinggi.

Pada perdagangan Selasa (22/2/2011), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup merosot ingga 178,46 poin (1,44%) ke level 12.212,79. Indeks Standard & Poor's 500 juga merosot 27,57 poin (2,05%) ke level 1.315,44 dan Nasdaq anjlok 77,53 poin (2,74%) ke level 2.756,42.

Perdagangan berjalan dengan volatilitas dan volume perdagangna yang tinggi. Sebanyak 9,76 miliar lembar saham ditransaksikan di New York Stock Exchange, yang merupakan volume tertinggi sepanjan bulan ini dan tertinggi kedua sepanjang tahun ini.

Indeks volatilitas CBOE, yang merupakan panduan kekhawatiran investor melonjak hingga 26,6% menjadi 20.80, atau merupakan loncatan harian terbesar sejak 20 Mei 2010.

"Kita melihat beberapa kebakaran menyala dan ini merupakan sebuah alasan yang bisa diterima bagi pasar untuk melakukan aksi jual," ujar Stephen Massocca, managing director Wedbush Morgan seperti dikutip dari Reuters, Rabu (23/2/2011).

Sektor yang menggunakan energi besar mencatat penurunan paling parah. Indeks Dow Jones Transportation Average merosot hingga 3,8%, saham FedEx Corp anjlok 5,1%.

Indeks S&P 500 merosot hingga 2,05% atau penurunan harian terparah sejak 11 Agustus. Namun sebagian analis memang sudah mengantisipasi penurunan S&P 500 setelah indeks tersebut mencetak titik tertingginya.

Harga Minyak Melonjak Terus

Krisis di Libya juga terus membuat harga minyak mentah dunia melonjak. Namun lonjakan tajam terjadi hanya untuk minyak light sweet, sementara minyak Brent terkoreksi tipis setelah kemarin menembus level US$ 108.

Pada perdagangan Selasa, minyak light sweet pengiriman Maret melonjak hingga 7,37 dolar (8,5%) menjadi US$ 93,57 per barel. Minyak Brent turun 4 sen menjadi US$ 105,78 per barel setelah kemarin menembus US$ 108,57.

"Pasar terus sangat fokus pada ketidakstabilan di Timur Tengah dan terutama Libya," ujar analis dari John Kilduff seperti dikutip dari AFP.

AKR Bagi Dividen Rp 135 per Saham



Jakarta - PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) akan membagikan dividen total sebesar Rp 135 per lembar atau setara dengan Rp 512,046 miliar. Pembayaran akan dilakukan pada 29 Maret 2011.

Demikian disampaikan Direktur AKRA, V. Suresh dalam rilis yang diterima detikFinance, Selasa (22/2/2011).

Kesepakatan dividen didasarkan atas rapat dewan Komisaris perseroan, pada hari ini. Di mana total dividen yang dibagikan mencapai Rp 135 per lembar. Jadwal recording date dijadwalkan pada 16 Maret 2011.

Nilai dividen setara dengan Rp 512.046.380.000, dengan perhitungan saham yang beredar mencapai 3.792.936.000 lembar.

Jadwal cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 11 Maret 2011, sementara ex Dividen pada 14 Maret 2011. Sedangkan pelaksanaan cum dividen dan ex dividen di pasar tunai masing-masing 16 dan 17 Maret 2011.

Pembagian dividen ini didasarkan atas keuangan perseroan per 31 Januari 2011, di mana saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya mencapai Rp 2,931 triliun. Sebagian besar laba ditahan didapat dari hasil penjualan seluruh saham PT Sorini Agro Asia Corporindo Tbk (SAAC) milik AKRA kepada PT Cargill Foods Indonesia (CFI) dengan total nilai Rp 2,2 triliun.

Keuangan dari sisi laba bersih tahun berjalan perseroan juga tercatat Rp 1,716 triliun. Sehingga total ekuitas AKRA mencapai Rp 4,028 triliun.

Akhirnya, harga emas tembus level US$ 1.400 per troy ounce

Date : Feb 23 2011, 08:39
Title : News Story
Header : Akhirnya, harga emas tembus level US$ 1.400 per troy ounce


Story
=======================================================================================

LONDON. Kontrak harga emas akhirnya melampaui level US$ 1.400 per troy
ounce di New York. Ketegangan di Timur Tengah mendongkrak permintaan emas
sebagai safe haven.
"Ketegangan politik di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara terus
memanas, sehingga resiko juga meningkat. Emas menjadi salah satu pilihan
berinvestasi," jelas Marc Ground, analis Standard Bank Plc.
Pada pukul 13.52 waktu New York, kontrak harga emas untuk pengantaran
April naik US$ 12,50 atau 0,9% menjadi US$ 1.401,10 per troy ounce. Sebelumnya,
harga emas sempat bertengger di rekor tertinggi pada posisi US$ 1.432,50.
Sementara di London, kontrak harga emas untuk pengantaran cepat turun US$
5,86 atau 0,1% menjadi US$ 1.400,58 setelah sebelumnya menyentuh posisi US$
1.410,75.
[ Barratut Taqiyyah, Bloomberg ]

KONTAN Wed, 23 Feb 2011 ( 08:34:15 WIB )


=======================================================================================

Selasa, 22 Februari 2011

Konflik Libya Memanas, IHSG Kehilangan 46 Poin


Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus kehilangan 46 poin akibat maraknya sentimen negatif. Salah satu yang paling parah adalah memanasnya konflik di negara penghasil minyak dunia, seperti Libya.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG anjlok 52,572 poin (1,50%) ke level 3.445,071. Indeks tertekan sentimen negatif bursa regional dan global.

Indeks bahkan sempat jatuh ke posisi terendahnya di level 3.437,294 pada awal perdagangan. Setelah itu, indeks terus berjalan di zona merah, posisi tertingginya hanya mampu mencapai level 3.497,364.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG jatuh 36,499 poin (1,04%) ke level 3.461,144. Bursa-bursa di Asia berguguran akibat kisruh politik di Timur Tengah.

Mengakhiri perdagangan, Selasa (22/2/2011), IHSG ditutup berkurang 46,543 poin (1,33%) ke level 3.451,100. Sementara Indeks LQ 45 turun 9,887 poin (1,59%) ke level 610,219.

Maraknya sentimen negatif membuat investor enggan menanamkan modalnya di lantai bursa. Malah kebanyakan investor justru melepas portofolio demi mengamankan investasinya.

Dengan demikian, seluruh sektor industri di bursa melemah tak berdaya. Penurunan paling dalam diderita oleh sektor tambang dan konstruksi.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 81.203 kali pada volume 2,369 miliar lembar saham senilai Rp 3,67 triliun. Sebanyak 43 saham naik, 172 saham turun, 57 saham stagnan.

Seluruh bursa di Asia semakin tertekan sampai sore ini, dengan pelemahan yang semakin dalam. Jika dibandingkan regional, pelemahan IHSG masih belum parah.

Berikut kondisi bursa-bursa regional di sore hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai ambruk 76,29 poin (2,60%) ke level 2.855,96.
  • Indeks Hang Seng anjlok 494,61 poin (2,11%) ke level 22.990,81.
  • Indeks Nikkei 225 terkoreksi 192,83 poin (1,78%) ke level 10.664,70.
  • Indeks Straits Times melemah 52,49 poin (1,71%) ke level 3.018,11.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Waran Inovisi (INVS-W) naik Rp 550 ke Rp 5.900, Mandom (TCID) naik Rp 350 ke Rp 7.500, XL Axiata (EXCL) naik Rp 200 ke Rp 5.650, dan Astra Agro (AALI) naik Rp 200 ke Rp 22.250.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.350 ke Rp 46.600, Multibreeder (MBAI) turun Rp 1.000 ke Rp 11.200, Indocement (INTP) turun Rp 550 ke Rp 14.750, dan Gudang Garam (GGRM) turun Rp 550 ke Rp 37.000.
(ang/qom)

Ini dia alasan BEI melakukan suspensi IDKM, EMTK, dan SCMA

Date : Feb 22 2011, 13:23
Title : News Story
Header : Ini dia alasan BEI melakukan suspensi IDKM, EMTK, dan SCMA


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) sudah memberhentikan perdagangan saham
(suspensi) PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), PT Indosiar Karya
Media Tbk (IDKM) dan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK). Suspensi itu
dilakukan karena ketiga perusahaan terbuka itu belum memberikan
kejelasan mengenai aksi korporasinya.
Direktur Pengawasan BEI Urip Budi Prasetyo menilai suspensi itu diberikan
hingga perseroan memberikan kejelasan mengenai aksi
korporasinya secara konkret. "Kita akan panggil mereka, as soon as
possible," ungkap Urip, Selasa (22/2).
Hingga saat ini, pihak BEI juga belum mengetahui penyebab aksi
korporasinya itu. Begitu juga dengan mekanisme aksi korporasinya, apakah
berbentuk akuisisi, merger, atau cuma merger anak usaha.
Pihak bursa juga belum mengetahui siapa yang akan menjadi pemegang saham
mayoritas terkait mekanisme merger itu. Apakah IDKM, SCMA atau bahkan dimerger
dan dibentuk entitas baru. "Ini yang masih belum jelas," jelasnya.
Di tempat yang sama, Direktur Utama BEI Ito Warsito mengaku sudah
mengirimkan surat ke tiga emiten tersebut. "Kami minta kejelasan, supaya
informasi bisa merata," jelasnya.
Terkait pemanggilan, Ito belum bisa memastikan kapan pemanggilan akan
dilakukan. Yang penting, surat dari bursa sudah dilayangkan ke tiga
perseroan tersebut.
[ Didik Purwanto ]

KONTAN Tue, 22 Feb 2011 ( 12:20:19 WIB )


=======================================================================================

Lima saham bluechips yang membuat indeks tergerus di sesi I

Date : Feb 22 2011, 13:22
Title : News Story
Header : Lima saham bluechips yang membuat indeks tergerus di sesi I


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melorot di sesi I.
Pada pukul 12.00, indeks tercatat turun 1,04% menjadi 3.461,144.
Saham-saham yang berpengaruh besar menggerus kinerja indeks antara lain:
- PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI)
Saham BBRI melorot 3,06% menjadi Rp 4.750 di sesi I. Sejumlah broker yang
tercatat melepas saham ini adalah DBS Vickers Securities senilai Rp 22,71
miliar, Kim Eng Securities senilai Rp 11,95 miliar, dan PT Citigroup Securities
senilai Rp 11,91 miliar.
- PT Adaro Energy (ADRO)
Saham ADRO melorot 3,03% menjadi Rp 2.400 di sesi I. Sejumlah broker yang
tercatat melepas saham ini adalah Bahana Securities senilai Rp 12,65 miliar,
CLSA Indonesia senilai Rp 10,93 miliar, dan Kim Eng Securities senilai Rp 6,62
miliar.
- PT Bank Mandiri (BMRI)
Saham BMRI melorot 1,67% menjadi Rp 5.900 di sesi I. Sejumlah broker yang
tercatat melepas saham ini adalah Merrill Lynch Indonesia senilai Rp 22,93
miliar, JP Morgan Securities senilai Rp 18,31 miliar, dan Deutsche Securities
senilai Rp 17,58 miliar.
- PT Telkom Indonesia (TLKM)
Saham TLKM melorot 1,32% menjadi Rp 7.500 di sesi I. Sejumlah broker yang
tercatat melepas saham ini adalah Macquarie Capital senilai Rp 6,38 miliar, Kim
Eng Securities senilai Rp 6,20 miliar, dan RBS Asia Securities senilai Rp 4,93
miliar.
- PT Indocement Tunggal Prakarsa (INTP)
Saham INTP melorot 2,61% menjadi Rp 14.900 di sesi I. Sejumlah broker yang
tercatat melepas saham ini adalah Credit Suisse Securities senilai Rp 8,27
miliar, Phillip Securities senilai Rp 5,96 miliar, dan Ciptadana Securities
senilai Rp 3,91 miliar.
[ Barratut Taqiyyah ]

KONTAN Tue, 22 Feb 2011 ( 12:49:21 WIB )


=======================================================================================

Terkait rencana merger Indosiar-SCTV, BEI beri waktu tiga hari



Date : Feb 22 2011, 13:20
Title : News Story
Header : Terkait rencana merger Indosiar-SCTV, BEI beri waktu tiga hari


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) akan memanggil tiga emiten
terkait rencana merger dua stasiun televisi nasional Indosiar dan SCTV.
Direktur Pengawasan Bursa Efek Indonesia (BEI) Urip Budiprasetyo menuturkan,
BEI memberi waktu tiga hari dari hari ini untuk PT Indosiar Karya Media Tbk
(IDKM), PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), dan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk
(EMTK) memberikan penjelasan lisan kepada Bursa.
"Bursa mau tahu detil rencana mereka. Kami minta mereka datan dan
menjelaskan langsung biar tidak salah persepsi," ujar Urip, Selasa (22/2).
Urip berharap ketiga emiten tersebut bisa hadir secepatnya. Apabila
penjelasan dilakukan sesegera dan sejelas mungkin, ada kemungkinan suspensi
terhadap SCMA, IDKM, dan EMTK dapat segera dicabut.
"Kasihan investor kalau terlalu lama suspensi. Tapi ketiganya itu
perusahaan terbuka, jadi wajib menyampaikan dengan jelas rencana-rencana kerja
mereka," lanjut Urip.
Jika sampai batas hari ketiga keiga emiten tersebut tak menghadap ke BEI,
maka jelas suspensi terhadap saham ketiganya bakal berlanjut. Urip tak bisa
mengatakan hingga kapan suspensi bakal dilakukan.
"Imej mereka sebagai perusahaan publik kan bisa terpengaruh kalau
susepensi berlanjut. Jadi mereka harus datang setelah dipanggil," tandas Urip.
[ Astri Karina Bangun ]

KONTAN Tue, 22 Feb 2011 ( 13:13:42 WIB )


=======================================================================================

Sesi I Bursa Asia Berguguran, IHSG Jatuh 36 Poin

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak mengikuti jatuhnya bursa-bursa di Asia akibat memanasnya situasi politik di Timur Tengah. Pada penutupan sesi siang indeks terkoreksi 36 poin.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG langsung anjlok 52,572 poin (1,50%) ke level 3.445,071. Indeks tertekan sentimen negatif bursa regional dan global.

Indeks bahkan sempat jatuh ke posisi terendahnya di level 3.437,294 pada awal perdagangan. Setelah itu, indeks terus berjalan di zona merah, posisi tertingginya hanya mampu mencapai level 3.497,364.

Pada penutupan perdagangan sesi I, Selasa (22/2/2011), IHSG jatuh 36,499 poin (1,04%) ke level 3.461,144. Sementara Indeks LQ 45 terkoreksi 7,523 poin (1,21%) ke level 612,583.

Kerusuhan yang terjadi di negara-negara penghasil minyak Timur Tengah membuat harga minyak melonjak. Investor pun banyak yang mengamankan portofolionya sembari mencermati perkembangan atas kisruh politik tersebut.

Aksi jual kembali melanda lantai bursa. Seluruh sektor industri di Bursa Efek Indonesia (BEI) masuk zona merah. Pelemahan terdalam diderita sektor konstruks, finansial dan tambang.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 45.745 kali pada volume 1,311 miliar lembar saham senilai Rp 1,978 triliun. Sebanyak 27 saham naik, 152 saham turun, 58 saham stagnan.

Seluruh bursa di Asia semakin tertekan hingga siang ini, melemah semakin dalam dibandingkan pagi tadi. Naiknya harga minyak dunia serta naiknya risiko berinvestasi mempengaruhi psikologis para investor.

Berikut kondisi bursa-bursa regional hingga siang hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai ambruk 61,19 poin (2,09%) ke level 2.871,05.
  • Indeks Hang Seng anjlok 448,71 poin (1,91%) ke level 23.036,71.
  • Indeks Nikkei 225 terkoreksi 190,70 poin (1,76%) ke level 10.666,83.
  • Indeks Straits Times jatuh 42,03 poin (1,37%) ke level 3.028,57.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indomobil (IMAS) naik Rp 350 ke Rp 6.900, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 350 ke Rp 37.900, Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 250 ke Rp 22.300, dan Multi Prima (LPIN) naik Rp 100 ke Rp 2.375.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.100 ke Rp 46.850, Indocement (INTP) turun Rp 400 ke Rp 14.900, Harum Energy (HRUM) turun Rp 250 ke Rp 8.400, dan Bukit Asam (PTBA) turun Rp 200 ke Rp 19.500.
(ang/qom)

Jadwal Pelaksanaan Stock Split Saham LSIP (PT. London Sumtra Indonesia Tbk)

Jadwal Pelaksanaan Stock Split Saham LSIP (PT. London Sumtra Indonesia Tbk)

NoKegiatanTanggal
1Akhir Perdagangan Saham Nominal Lama (Nominal Rp. 500.-)24 Feb 2011
2Mulai Perdagangan Saham Nominal Baru (Nominal Rp. 100.-)25 Feb 2011
3Tgl. Penentuan Hasil Stock Split Nominal Lama (Recording Date) 01 Mar 2011
4 Tgl. Distribusi saham hasil Stock Split Nominal Baru 02 Mar 2011


Keterangan : Pemecahan Nilai Nominal lama Rp.500,- per saham menjadi Nominal Baru Rp. 100.- per saham
Rasio Pemecahan Unit Saham = 1 : 5

Cemas pemulihan ekonomi global terhambat, bursa Asia tergerus hebat

Date : Feb 22 2011, 09:10
Title : News Story
Header : Cemas pemulihan ekonomi global terhambat, bursa Asia tergerus hebat


Story
=======================================================================================

TOKYO. Mayoritas bursa saham di Asia meluruh. Investor saat ini merasa
cemas kalau ketidakstabilan politik di Timur Tengah dan Afrika Utara akan
menghambat pemulihan ekonomi global.
Pada pukul 09.52 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific turun 0,8% menjadi
138,56. Pada minggu lalu, indeks acuan di kawasan regional ini naik 3%,
tertinggi sejak periode mingguan yang berakhir 3 Desember.
Sementara itu, indeks Nikkei 225 Stock Average Jepang dan indeks Kospi
Korea Selatan masing-masing jeblok 1,8%. Sedangkan indeks S&P/ASX 200 Australia
turun 0,6% dan NZX 50 Index turun 0,7%.
Saham-saham yang mempengaruhi pergerakan bursa Asia adalah: Samsung
Engineering Co melorot 6,1% di Seoul, Qantas Airways Ltd turun 1,2% di Sydney,
dan Inpex Corp naik 1,2% di Tokyo.
"Ada ketidakpastian mengenai kondisi Timur Tengah. Investor dipastikan
memilih untuk melihat dan menunggu," jelas Yasushi Noguchi, strategist SMBC
Friend Securities Co.
[ Barratut Taqiyyah, Bloomberg ]

KONTAN Tue, 22 Feb 2011 ( 08:54:43 WIB )


=======================================================================================

Krisis politik kian bergejolak, kredit rating Bahrain dan Libya terpangkas

Date : Feb 22 2011, 08:58
Title : News Story
Header : Krisis politik kian bergejolak, kredit rating Bahrain dan Libya terpangkas


Story
=======================================================================================

DUBAI. Aksi unjuk rasa yang kian memanas di Bahrain dan Libya membuat
peringkat kredit rating kedua negara Arab itu terpangkas.
Kemarin, pemeringkat Standard & Poor's menurunkan rating obligasi jangka
panjang Bahrain satu level menjadi A-, grade investasi keempat paling rendah
dari rating yang ada. Sementara, untuk rating obligasi jangka pendek diturunkan
menjadi A-2.
Kondisi serupa juga dialami Libya, di mana Fitch memangkas rating obligasi
jangka panjang menjadi BBB, dua level di atas grade tidak layak investasi, dari
sebelumnya BBB+.
"Sangat jelas, persepsi resiko di kedua negara kian meningkat. Jika solusi
yang ditawarkan setengah-setengah, hal itu belum bisa menenangkan kecemasan
investor terhadap krisis di kawasan itu," jelas Alia Moubayed, senior economist
Barclays Capital.
[ Barratut Taqiyyah, Bloomberg ]

KONTAN Tue, 22 Feb 2011 ( 08:11:19 WIB )


=======================================================================================

Emas, Minyak Melonjak Gara-gara Libya, Bursa Saham Terpukul

London - Harga minyak mentah dunia melonjak ke titik tertingginya dalam 2,5 tahun terakhir dipicu kerusuhan di Libya yang semakin memanas. Kondisi tersebut langsung memukul indeks saham di berbagai belahan dunia, sementara emas makin berkilau.

Pada perdagangan Senin (21/2/2011), minyak Brent tercatat melonjak hingga 2,50 dolar menjadi US$ 105 per barel, yang merupakan titik tertinggi dalam 2,5 tahun terakhir.

Bursa-bursa Eropa pun langsung berguguran.
  • Indeks FTSE 100 London merosot 1,12% ke level 6.014,8.
  • Indeks DAX Frankfurt merosot 1,41% ke level 7.321,81.
  • Indeks CAC Paris turun 0,44% ke level 4.097,41.
Bursa Wall Street tercatat masih libur perdagangan pada Senin kemarin.

Saham-saham di Eropa merosot dipicu oleh kombinasi masalah lonjakan harga minyak dan tanda-tanda terus naiknya suku bunga serta bukti-bukti laporan keuangan yang tidak terlalu baik.

Melonjaknya harga minyak mentah dunia akan memicu inflasi, yang saat ini menjadi perhatian utama investor global.

"Situasi di Libya sepertinya cukup buruk dan kita melihat aliran dana ke investasi safe-haven karena itu," ujar ALan McQuaid, kepala ekonomi Bloxham Stockbrokers seperti dikutip dari Reuters, Selasa (22/2/2011).

Selain harga minyak, komoditas lain yang melonjak adalah emas. Harga logam mulia ini tercatat melonjak hingga 1% menembus lagi US$ 1.400 per ounce. Investor berlomba-lomba mengalihkan investasinya ke tempat yang aman dari inflasi seperti emas.

Di pasar Spot, harga emas melonjak hingga US$ 1.408,20 per ounce dan sempat menemus US$ 1.405,23. Harga emas naik 16,65 dolar (1,2%) dibandingkan penutupan sebelumnya. Hraga emas berjangka pengiriman April naik hingga 18,40 dilar ke level US$ 1.407,10.

"Aksi demonstrasi dan kekhawatiran di negara tersebut (Libya) meningkat. Lihat betapa mudahnya emas menembus US$ 1.300, US$ 1.395 dan sekarang level psikologis US$ 1.400. Sepertinya tidak ada orang yang mencari harga emas yang lebih rendah," ujar Bayram Dincer, analis dari LGT Capital Management.

Seperti diketahui, situasi di Libya saat ini semakin tak terkendali. Para demonstran telah menguasai sejumlah pangkalan militer, senjata dan tank-tank tempur. Putra pemimpin Libya, Muammar Khadafi, Saif al-Islam Gaddafi pun mengingatkan, perang saudara di negeri itu akan menghancurkan kekayaan minyak Libya. Puluhan orang dikabarkan tewas karena situasi yang semakin memanas itu.
(qom/qom)