Rabu, 06 Juli 2011

Terkait rumor penerbitan obligasi, APLN memilih bungkam

Terkait rumor penerbitan obligasi, APLN memilih bungkam
JAKARTA. PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) memilih diam terkait dengan rumor aksi korporasinya yang beredar di pasar. Asal tahu saja, perusahaan properti tersebut dikabarkan akan segera menerbitkan obligasi senilai Rp 800 miliar tahun ini. Dana hasil penerbitan obligasi akan digunakan sebagai alternatif pembiayaan modal kerja alias capital expenditure (capex) tahun ini.

"Kami belum bisa mengkonfirmasi hal tersebut," ungkap Corporate Secretary APLN Prisca Batubara dalam pesan singkatnya kepada KONTAN, Rabu, (6/7).

Sebelumnya, Wakil Presiden Direktur APLN Indra Wijaya mengungkapkan, di 2011, perseroan menganggarkan capex senilai Rp 3 triliun. Perseroan berencana mendanai capex akan mengambil dari sisa dana IPO sekitar Rp 700 miliar sementara sisanya melalui pinjaman perbankan dan kas internal.

Saham-saham berbasis CPO tergerus di sesi I

Saham-saham berbasis CPO tergerus di sesi I
JAKARTA. Saham-saham berbasis crude palm oil (CPO) siang ini dilanda aksi jual. Sebut saja saham PT Bakrie Sumatra Plantations (UNSP) yang pada pukul 11.22 tercatat turun 1,2% menjadi Rp 410.

Selain itu, penurunan juga dialami saham BW Plantation (BWPT) yang turun 0,85% menjadi Rp 1.170. Demikian pula halnya dengan saham PP London Sumatra (LSIP) yang melorot 1,08% menjadi Rp 2.300.

Anjloknya saham-saham di sektor agrikultur ini seiring dengan penurunan harga CPO dunia. Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, pagi tadi, kontrak harga CPO turun 0,7% menjadi 3.018 ringgit atau US$ 1.004 per metrik ton di Malaysia Derivatives Exchange. Ini merupakan level harga terendah sejak 27 Oktober lalu. Pada pukul 10.51 waktu Kuala Lumpur, kontrak yang sama berada di posisi 3.031 ringgit.

Penyebab penurunan harga CPO adalah pembeli memilih untuk menunggu penurunan harga CPO lebih rendah lagi sebelum memutuskan membeli. Selain itu, para investor juga berspekulasi, tren harga CPO akan terus melorot seiring dengan tingginya tingkat produksi dan cadangan CPO di Malaysia.

Harga CPO melorot seiring spekulasi tingginya produksi

Harga CPO melorot seiring spekulasi tingginya produksi
KUALA LUMPUR. Kontrak harga crude palm oil (CPO) siang ini mengalami penurunan. Penyebabnya, pembeli memilih untuk menunggu penurunan harga CPO lebih rendah lagi sebelum memutuskan membeli. Selain itu, para investor juga berspekulasi, tren harga CPO akan terus melorot seiring dengan tingginya tingkat produksi dan cadangan CPO di Malaysia.

Pagi tadi, kontrak harga CPO turun 0,7% menjadi 3.018 ringgit atau US$ 1.004 per metrik ton di Malaysia Derivatives Exchange. Ini merupakan level harga terendah sejak 27 Oktober lalu. Pada pukul 10.51 waktu Kuala Lumpur, kontrak yang sama berada di posisi 3.031 ringgit.

"Banyak pihak yang berharap harga akan terus melorot seiring dengan tingginya produksi. Tak heran jika mereka berharap membeli di harga termurah," jelas Ivy Ng, analis CIMB Investment Bank Bhd.

Pengamat: Nikmatilah Penguatan Rupiah Saat Ini

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Nilai tukar rupiah diperkirakan hingga akhir tahun bisa menguat terbatas yang berada di kisaran 8.800 sampai 8.400.

Pengamat pasar uang, Edwin Sinaga mengatakan Indonesia patut bersyukur atas penguatan rupiah saat ini. "Saat ini kita menikmati berkah dari kuatnya nilai rupiah," katanya, saat dihubungi INILAH.COM, Rabu (6/7).

Penguatan tersebut, jelasnya, dipengaruhi faktor dari dalam negeri, terutama kebijakan pemerintah soal Bahan Bakar Minyak (BBM). "Apupun tindakan yang diambil pemerintah, entah itu menurunkan atau menaikkan harga BBM bisa dipastikan turut mempengaruhi sentimen akan rupiah," imbuhnya.

Sementara itu, faktor dari luar adalah pengaruh dari perilaku ekonomi global. Misalnya saja, adanya sebagian dana yang ditarik dan kondisi ekonomi di Eropa.

Kondisi perekonomian di sebagian negara Eropa yang masih dilanda krisis bisa dianggap cukup menguntungkan Rupiah. "Jika Indonesia cukup disiplin dalam mengelola kondisi ini, tentu penguatan nilai Rupiah masih akan kita nikmati lebih lama," ungkapnya. [hid]

Anak Usaha MEDC akan Garap PTLG Batam

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Medco Power Indonesia menjelaskan telah memenangkan tender proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) berkapasitas 3X8,5 megawatt senilai Rp179 miliar.

Demikian dikutip dari keterangan resmi perseroan, Rabu (6/7). Perseroan membentuk konsorsium dengan Dalle Engineering Construction dan Top Deal International Ltd. Proyek PLTG mulai berjalan Agustus 2011 dengan masa pembangunan selama 12 bulan mendatang.

Dengan kemenangan ini, selanjutnya perseroan dan konsorsium akan melakukan beberapa pekerjaan untuk mendukung proyek seperti perancangan perekayasaan, pengadaan barang, peralatan dan jasa dan konstruksi.

Dengan demikian, proses pengujian guna memastikan pembangkit dapat beroperasi komersial akan dilakukan perseroan. Pada tahap terakhir proyek ini akan diserahkan kepada PLN Batam sebagai pemilik proyek. PLTG ini untuk 6 tahun pertama akan ditangani oleh Medco Power termasuk pemeliharaannya.

Peso Filipina pimpin penguatan mata uang Asia

Peso Filipina pimpin penguatan mata uang Asia
MANILA. Mayoritas mata uang Asia menguat pagi ini. Penguatan dipimpin oleh peso Filipina. Di pasar mata uang beredar spekulasi kalau investor asing bakalan terus meningkatkan kepemilikannya pada aset-aset regional untuk mengambil untung dari kenaikan suku bunga.

Seperti yang diketahui, sejumlah negara Asia seperti China, India, Korea Selatan, Indonesia, Taiwan, Malaysia, dan Filipina sudah menaikkan suku bunga acuannya tahun ini untuk menangkal gejolak inflasi. Hal itu semakin memperbesar gap dengan suku bunga yang ditetapkan the Federal Reserve yang mendekati nol.

Pada pukul 11.00 waktu Manila, peso menguat 0,5% menjadi 42,865 per dollar. Sementara itu, won Korea Selatan menguat 0,2% menjadi 1.064,05, dollar Taiwan menguat 0,1% menjadi NT$ 28,776, dan dollar Singapura menguat 0,1% menjadi S$ 1,2258.

"Prospek kenaikan suku bunga jelas menyokong mata uang regional. Jika dibandingkan dengan emerging market, Asia masih lebih menarik karena fundamentalnya yang kuat," jelas Kenichiro Ikezawa, fund manager Daiwa SB Investment Ltd di Tokyo.

Sekadar tambahan saja, Badan Moneter Internasional (IMF) meramal, perekonomian negara berkembang di Asia diprediksi akan tumbuh 8,4% di 2011. Angka tersebut melampaui pertumbuhan di AS yang diramal hanya akan sebesar 2,5% dan Eropa sebesar 2%.

Anak Usaha MEDC menangkan tender senilai Rp 179 miliar

Anak Usaha MEDC menangkan tender senilai Rp 179 miliar
JAKARTA. PT Medco Energi International Tbk (MEDC) memenangkan tender proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) 3x8,5 MW di
Pulau Batam. Tender tersebut dimenangkan lewat anak usaha MEDC, PT Medco Power Indonesia.

Tender senilai Rp 179 milliar yang digelar PT PLN Batam tersebut diikuti MEDC bersama konsorsium yang terdiri dari Dalle Engineering Construction dan Top Deal International Ltd. Pembangunan PLTG ini akan dimulai pada Agustus 2011 dan diharapkan rampung Agustus 2012.

Saat ini Medco Power Indonesia melalui anak perusahaannya PT Mitra Energi Batam dan PT Dalle Energy Batam telah menyelesaikan pembangunan
dan pemasangan PLTG dan PLTGU berkapasitas 160 MW. Perseroan juga tengah membangun tambahan pembangkit berkapasitas 30 MW dan akan mulai membangun PLTF baru berkapasitas 70 MW setelah perundingan komersial pembelian gas sebesar 20 MMSCFD antara perseroan dengan Premier Oil Natuna Sea BV diselesaikan.

"Dengan demikian, jumlah pasokan tenaga listrik MEDC kepada PT PLN Batam setelah tambahan selesai akan meningkat menjadi maksimum 260 MW
dari pasokan saat ini 160 MW," ujar Direktur Utama PT Medco Power Indonesia Fazil E Alfitri.

Dikabarkan akan menerbitkan obligasi, saham APLN diburu investor

Dikabarkan akan menerbitkan obligasi, saham APLN diburu investor
JAKARTA. Saham PT Agung Podomoro Land (APLN) pagi ini melaju cukup kencang. Pada pukul 10.29, saham APLN tercatat naik 1,52% menjadi Rp 335.

Data Bloomberg menunjukkan, sejumlah broker yang memburu saham ini antara lain Sucorinvest Central Gani senilai Rp 167,5 juta, Reliance Securities senilai Rp 110,55 juta, dan Supra Securinvest senilai Rp 83,75 juta.

Rumor yang berkembang di pasar menyebutkan, APLN berencana menjual obligasi senilai Rp 800 miliar atau US$ 94 juta tahun ini. Penerbitan obligasi itu dilakukan sebagai langkah alternatif untuk mendanai capital expenditure (capex).

Dana asing mengalir ke obligasi, rupiah mendekati level terkuat dalam 3 minggu

Dana asing mengalir ke obligasi, rupiah mendekati level terkuat dalam 3 minggu
JAKARTA. Rupiah kembali perkasa pagi ini. Penguatan rupiah kian mendekati level paling kuat dalam tiga minggu terakhir. Kondisi ini dipicu oleh peningkatan pembelian aset-aset Indonesia, baik berupa saham maupun obligasi, oleh investor asing.

"Arus dana asing masih terus mengalir ke pasar obligasi," jelas Nick Verdi, foreign exchange strategist Barclays Capital di Singapura.

Catatan saja, pada pukul 10.02, rupiah tak banyak berubah di posisi 8.532 per dollar. Sebagai perbandingan, kemarin, rupiah berada di level 8.533 per dollar. Pada 4 Juli lalu, mata uang Garuda sempat bertengger di posisi 8.517, yang merupakan level paling kuat sejak 13 Juni lalu.

Jika dihitung, rupiah sudah menguat sebesar 5,5% tahun ini setelah investor asing membeli saham senilai US$ 2,3 miliar. Selain itu, asing juga meningkatkan kepemilikan obligasinya sebesar 20% tahun ini menjadi 234,99 triliun atau US$ 27,6 miliar.

Harga minyak kian mendekati level tertinggi dalam tiga minggu

Harga minyak kian mendekati level tertinggi dalam tiga minggu
SYDNEY. Kontrak harga minyak kembali diperdagangkan mendekati level tertingginya selama tiga minggu. Salah satu pemicu lonjakan harga minyak adalah adanya spekulasi cadangan minyak mentah akan kembali turun. Hal tersebut memberi sinyal permintaan minyak mentah AS akan naik.

Harga minyak jenis WTI untuk pengiriman bulan Agustus naik 16 sen dollar AS atau 0,2% menjadi US$ 97,05 per barel pada perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange, pukul 10.55 waktu Sydney. Sedangkan pada pukul 9.49 WIB, harga minyak jenis yang sama berada di posisi US$ 97,15 per barel. Sedangkan harga minyak jenis Brent untuk pengiriman Agustus naik 9 sen ke US$ 113,7 per barel di ICE Futures Europe Exchange.

"Penggunaan cadangan minyak mentah karena musim bepergian di musim panas (summer drive) dan musim badai memberikan sinyal harga minyak akan terus mengalami kenaikan," kata Jonathan Barratt, managing director, Commodity Broking Services Pty di Sydney.

Menang tender di Batam, saham MEDC melonjak ke level tertinggi dua minggu

Menang tender di Batam, saham MEDC melonjak ke level tertinggi dua minggu
JAKARTA. Saham PT Medco Energi Internasional (MEDC) pagi ini dilanda aksi beli. Kondisi itu menyebabkan saham perusahaan energi ini melonjak ke level tertinggi dalam dua minggu. Pada pukul 09.33, saham MEDC tercatat naik 2,2% menjadi Rp 2.350. Ini merupakan lonjakan paling besar sejak 22 Juni lalu.

Aksi beli tersebut disinyalir disebabkan oleh kontrak yang berhasil dikempit MEDC. Asal tahu saja, MEDC menyatakan, anak usahanya memenangkan tender untuk membangun pembangkit tenaga gas 25,5 megawatt di pulau Batam.

Gelembung Pasar Properti RI, Mungkinkah Bisa Pecah?

Jakarta - Pertumbuhan pasar properti sepanjang semester I-2011 luar biasa, dengan kenaikan harga bisa mencapai kenaikan 20% hanya dalam waktu enam bulan. Namun para pemain industri properti meyakini gelembung harga properti tidak akan pecah.

Bahkan kenaikan ini diprediksi terus berlanjut hingga 2012, seiring dengan pertumbuhan pasar properti. Dengan dukungan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat, serta suku bunga yang relatif terjaga, menjadikan pasar properti terus merangkak naik.

Bagaimana pandangan pelaku industri properti terhadap pasar Indonesia? Serta potensi bubble akibat melajunya pembangunan, khususnya di kota-kota besar macam Jakarta?

Berikut wawancara detikFinance Direktur PT Ciputra Property Tbk (CTRP), Artadinata Djangkar di Marketing Galery Ciputra World tahap II , Jalan DR Satrio Jakarta, Selasa (5/7/2011).

Pertumbuhan pasar properti hingga semester I tahun ini apakah lebih baik dari tahun sebelumnya? Apakah tren pertumbuhan masih bisa terjadi hingga akhir tahun?

Kami sebagai pemain properti selalu menangkap tanda-tanda pasar. Pada semester I ini tercermin dengan kenaikan harga yang relatif tinggi, boleh dibilang luar biasa. Pada Ciputra World harga sudah ada kenaikan 20% dalam enam bulan pertama.

Tidak hanya kami, pemain lain juga mengalami hal yang sama. Contoh Alam Sutera, juga mencapai penjualan yang memenuhi target. Ini merupakan tanda-tanda positif.

Pasar properti sangat sensitif dengan tingkat suku bunga. Apakah ada potensi suku bunga naik, hingga berpengaruh kepada pertumbuhan sektor properti?

Suku bunga akan naik, namun tidak signifikan, bahkan akan stabil. Ini terjadi sampai dengan tahun depan dan market properti masih akan sangat kuat.

Pasar properti saat ini merupakan suatu opportunity baru. Ini tidak selamanya hingga kami akan memanfaatkan window opportunity ini. Untuk itulah kami perkenalkan proyek baru, Ciputra World tahap II.

Ciputra World II bukan satu-satunya proyek di tahun ini. Demi memanfaatkan kesempatan ini, kami akan luncurkan satu proyek lagi pada akhir tahun. Proyek lain di daerah Slipi hasil join operation. Ini akan berbentuk strata title kantor dan shop house, semacam rukan. Akan ada investasi tersendiri.

Dengan developer yang terus membangun, apa tidak berpotensi terjadi bubble?

Bubble tidak. Karena market properti Indonesia sangat unik. Market masih tertutup, dan belum ada kepemilikan asing yang signifikan. Ini membuat properti Indonesia tidak rentan kepada bubble.

Bubble juga tidak terjadi karena kita memiliki rem alamiah. Yaitu sekarang bank secara hati-hati memberi pinjaman kepada dunia properti. Dengan kata lain selektif. Tidak seperti jaman sebelum krisis tahun 1998. Kalau developer ingin membangun, harus percaya kepada market. Ga bisa bangun kalau market ga ada. Ga seperti dulu.

Maka dengan ini, kami tidak percaya akan bubble. Kalau market melemah, maka developer akan menambah remnya.

Bagaimana dengan pertumbuhan landed houses?

Kami pikir akan positif juga. Tidak hanya apartemen. Perumahan dan ritel lain-lain juga akan mengalami pertumbuhan. Ciputra juga akan fokus pada dua-duanya.

Konsep theme park pada pada beberapa developer apa bisa mendukung daya beli masyarakat dalam pasar properti?

Theme park akan berhasil apabila masyarakat telah memiliki income tertentu. Mereka sudah berfikir mengenai hiburan. Itu sebabnya kami buat theme park di dalam Ciputra World yang saat ini sedang dibangun.

Gejala yang sama terjadi pada Trans, yang membangun Trans Studio. Ini semua sama, yaitu menangkap daya beli masyarakat yang telah lebih besar dibandingkan sebelumnya.

Potensi pertumbuhan properti dengan konsep strata tittle seperti apa? Apakah sama baiknya dengan unit properti sewa, baik apartemen ataupun perkantoran?

Konsep ini memang memungkinkan kepemilikan. Ini menjadi sub market yang ada. Perusahaan-perusahaan tertentu lebih rela beli dari pada sewa. Jadi kami anggap bagian market yang ada.

Perizinan tidak menjadi kendala, karena Undang-Undang rumah susun dan tata laksananya sudah ada sejak tahun 1990. Ini menjadi latar belakang dan sampai sekarang tidak ada masalah. Tapi timbul masalah saat ada kekompakan penghuni dalam pemeliharaan. Ini bukan payung hukum, tapi manajemennya. Manajemen pun perlu pendewasaan.

Potensi kepemilikan asing pada unit properti di Indonesia, apakah menambah risiko bubble?

Kami melihat sisi positif (kepemilikan asing) lebih banyak. Kita lihat apa rela, uang dari Indonesia keluar untuk membeli properti di luar. Singapura sepertinya. Tapi uang asing tidak masuk ke properti kita. Ini merasa kurang adil.

Dari sudut pandang itu, kami dukung kepemilikan asing. Kalau risiko bubble harus dikontrol dengan policy-policy tertentu. Tapi secara prinsip sayang sekali uang kita keluar, tapi nggak ada yang masuk.

Infrastruktur jalan, serta transportasi umum sering menjadi kendala pertumbuhan properti di suatu kawasan. Bagaimana developer menanggapi hal tersebut?

Yang paling bijak, developer itu harus support perkembangan secara alamiah. Yaitu demografi, persebaran penduduk seperti yang kita tahu Jakarta. Memang ada problem perkembangan infrastruktur tidak secepat properti.

Jadi kami sangat mendukung pemerintah dalam memecahkan kendala infrastruktur. Seperti jalan layang yang ada di DR Satrio, juga rencana MRT yang katanya akan dimulai 2012.

Infrastruktur menjadi bagian pemerintah. Mereka yang harus ambil inisiatif, mengakomodir, dan melaksanakan proyek-proyek infrastruktur. Kemampuan kami terbatas pada lingkungan properti yang berkaitan. Misal, Ciputra World I, kami memiliki jalan samping dan belakang. Ini kontribusi kami. Tanahnya kami berikan untuk jalan. Tapi dalam skala besar menjadi tugas pemerintah.

(wep/qom)

Reminder Cum Date Dividen ANTM,LION,LMSH,JSMR 06/07/2011

Berikut ini kami informasikan bahwa hari ini 06 July 2011 adalah Cum Date untuk pelaksanaan kegiatan Corporate Action sebagai berikut :

No.

Kode Efek

Nama Efek

Jenis Kegiatan

1.

ANTM

ANEKA TAMBANG Tbk

Dividen Tunai Rasio Rp 70.71.- per saham

2.

LION

LION METAL WORKS Tbk

Dividen Tunai Rasio Rp 200.- per saham

3.

LMSH

LIONMESH PRIMA Tbk

Dividen Tunai Rasio Rp 50.- per saham

4.

JSMR

JASA MARGA (PERSERO) Tbk

Dividen Tunai Rasio Rp 105.69.- per saham

Produk HSM Karakatau Steel akan Angkat Penjualan

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) diprediksi akan mengalami peningkatan penjualan baja lembaran canai panas (hot strip mill/HSM) dengan dana belanja modal tahun ini sebesar US$120 juta.

Demikian dikutip dari hasil riset E Trading Securities, Rabu (6/7). KRAS merupakan produsen baja terbesar di Indonesia dengan total kapasitas produksi sebesar 2.75 juta ton per tahun. Pada 2014, KRAS akan meningkatkan 55% kapasitas produksinya menjadi 4.25 juta ton per tahun melalui US$1,3 miliar dana untuk rencana revitalisasi dan ekspansi.

Untuk tahun ini, perseroan menyiapkan dana USS120 juta untuk meningkatkan produksi baja lembaran canai panas (hot strip mill) menjadi 3,5 juta ton hingga 2014. Saat ini, produksi hot strip mill perseroan sebanyak 2,4 juta ton.

Dengan dana sebesar US$120 juta diharapkan peningkatan produksi HSM dapat mendorong peningkatan penjualan mengingat HSM merupakan market leader di Indoesia. Saat ini KRAS diperdagangkan pada PE 13.09x dengan rata-rata industri sebesar 8,81x. Berdasarkan konsensus bloomberg, 4 analis merekomendasikan Buy dan 1 Hold, dengan target harga rata-rata sebesar Rp1.345.

Asing Beli, IHSG Dibuka Turun 0,4%

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Bursa saham Indonesia pada Rabu (6/7) pagi dibuka turun 17,72 poin atau 0,4% ke 3.906,4. Volume perdagangan 173,9 juta saham senilai Rp120 miliar.

Perdagangan diwarnai dengan 57 saham naik, 39 saham turun dan 85 saham stagnan. IHSG mengalami net freign buy sebesar Rp13,3 miliar dengan pembelian asing mencapai Rp48,7 miliar dan penjualan asing sebesar Rp35,3 miliar.

Indeks JII naik 1,2 poin ke 543,18, indeks ISSI naik 0,3 poin ke 126,18, dan indeks LQ45 naik 0,3 poin ke 697,27. Sektor pertambangan masih menguat 24,6 ke 3.302,08.

Saham yang naik seperti saham JPFA naik Rp175 ke Rp4.825, BYAN naik Rp150 ke Rp23.700, MYOR naik Rp150 ke Rp13.100, UNVR naik Rp150 ke Rp14.950.

Pada perdagangan Selasa (5/6) Indeks Dow Jones turun 12.90 point (0.10%) ke level 12.569,87 setelah Moody menurunkan rating kredit Portugal kembali menyulut kekhawatiran akan melambatnya ekonomi dunia. Minyak light sweet diperdagangkan di level US$97.06 per barel menyusul perkiraan para investor akan naiknya jumlah permintaan dari negara pengkonsumsi minyak terbesar dunia tersebut.

Indeks pagi bergerak liar

Indeks pagi bergerak liar
JAKARTA. Meski sempat dibuka memerah, indeks berhasil rebound. Pada pukul 09.54, indeks tercatat naik 0,14% menjadi 3.929,540. Jika dilihat, pergerakan indeks cukup liar.

Sektor yang ditransaksikan pagi ini juga tampak beragam. Kenaikan tertinggi dialami sektor pertambangan dengan lonjakan 0,88%. Sementara sektor yang mengalami aksi jual paling besar adalah sektor keuangan yang turun 0,52%.

Sekitar 86 saham ditransaksikan naik, 51 saham ditransaksikan melorot, dan 78 saham lainnya tak banyak berubah.

Saham-saham penghuni top gainers pagi ini antara lain: Prasidha Aneka Niaga (PSDN) yang naik 21,95% menjadi Rp 250, PT Tunas Baru Lampung (TBLA) naik 10,17% menjadi Rp 650, dan PT Kedawung Setia Industri (KDSI) yang naik 8,89% menjadi Rp 245.

Transaksi pagi, bursa Asia keluar masuk zona hijau

Transaksi pagi, bursa Asia keluar masuk zona hijau
TOKYO. Mayoritas saham di bursa Asia pagi ini keluar masuk zona hijau. Pada pukul 09.40 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific tak banyak mengalami perubahan di posisi 136,97. Sebelumnya, indeks acuan di kawasan regional ini sempat naik dan turun sebesar 0,1%.

Sementara itu, indeks Nikkei 225 Stock Average dan indeks S&P/ASX 200 Australia masing-masing turun 0,2%. Sedangkan indeks Kospi Korea Selatan turun 0,2%.

Salah satu faktor yang menyebabkan penurunan bursa Asia adalah anjloknya saham Hynix Semiconductor Inc di Seoul, setelah tawaran akuisisi oleh Hyundai Heavy Industries Co batal terlaksana. Penurunan tersebut membuat lonjakan saham podusen komoditas tak banyak berpengaruh atas pergerakan bursa.

Beberapa saham yang pergerakannya mempengaruhi bursa Asia antara lain: Hynix turun 4,3% di Seoul, Hyunday naik 5,3% di Seoul, BHP Billiton Ltd naik 0,3% di Sydney, dan Toyota Motor Corp turun 0,6% di Tokyo.

Lautan Luas Tambah Modal Setor di Anak Usaha

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Lautan Luas Tbk (LTLS) melakukan penambahan modal disetor untuk anak usahanya di PT PKG Lautan Indonesia meskipun kepemilikannya tetap 49%.

Demikian dikutip dari keterbukaan informasi yang diterbitkan BEI. Dengan penambahan modal setor menjadi Rp19,5 miliar dari Rp11,5 miliar maka jumlah saham perseroan di anak usaha tersebut menjadi 2.072.798.

Demikian juga dengan pemegang saham yang lain yaitu Perusahaan Kimia Gemilang Sdn Bhd modal setor menjadi Rp20,3 miliar dari Rp12,03 miliar. Jumlah saham yang dimiliki menjadi 2.157.402 saham atau 51%.

BUMI dalam Down Trend Jangka Pendek

INILAH.COM, Jakarta – Laju saham BUMI, Rabu (6/7) diprediksi hanya menguat terbatas. Sebab, dilihat dari trennya, saham sejuta umat ini berada dalam ‘down trend’ jangka pendek. Hindari dulu saham ini!

Technical analystdari Jsxpro.com Tommy Yu mengatakan, dalam empat hari terakhir, saham PT Bumi Resources (BUMI) berada di level support Rp2.900-2.950. Karena itu, jika trader ingin mengambil saham sejuta umat ini di level bawah, bisa mengambilnya karena sedang berada di area support.

Tapi, Tommy mewanti-wanti, agar trader waspada. Sebab, secara teknikal, saham anak usaha grup Bakrie ini berada dalam short term down trend sejak Mei hingga Juni 2011. Artinya, saham ini sudah down trend dalam dua bulan terakhir. “BUMI akan bergerak dalam kisaran support Rp2.950-2.900 dan Rp3.125-3.150 sebagai level resistance MA (Moving Average) 20-nya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Selasa (5/7).

Pada perdagangan Selasa (5/7) saham BUMI ditutup stagnan di level Rp2.975. Harga intraday tertingginya mencapai Rp3.050 dan terendah Rp2.950. Volume transaksi mencapai 84,008 juta unit saham senilai Rp252,3 miliar dan frekuensi 3.135 kali.

Ia melanjutkan, untuk saat ini lebih baik menghindari saham BUMI terlebih dahulu. Kecuali, jika saham BUMI memecahkan level resistance Rp3.150 per saham. “Jika level tersebut tembus, penguatan berikutnya akan ringan,” tandasnya.

Selama ini, menurut Tommy, penguatannya sangat berat karena belum tembus level tersebut. “Untuk sementara, jangan mengambil dulu saham BUMI, karena ada banyak saham lain yang jauh lebih cantik,” tandasnya.

Dia menjelaskan, kalaupun saham BUMI mengalami penguatan, akan dilanda profit taking kembali di level resistance Rp3.125-3.150 meskipun, hari ini, saham BUMI akan fluktuatif cenderung menguat. “Tapi, belum ada pergerakan yang cukup signifikan. BUMI akan mondar-mandir dalam kisaran yang sempit,” timpalnya.

Pada saat market bullish pun saham BUMI tidak bergerak. Begitu juga dengan saham-saham grup Bakrie yang lain. Apalagi, dalam situasi market yang melandai, bukan saat tepat untuk melakukan aksi beli termasuk di saham BUMI. Lebih baik merealisasikan keuntungan terlebih dahulu.

Di atas semua itu, Tommy menyarankan, bagi yang sudah memiliki saham BUMI, lebih baik ditahan dulu selama level Rp2.900 tidak ditembus ke bawah. “Tapi, kalau belum punya, wait and see dulu di saham ini, jangan main-main dulu saham BUMI,” imbuhnya. [mdr]

Awas, Hari Ini IHSG Rawan Koreksi!

Headline
INILAH.COM, Jakara - Secara teknikal, pada perdagangan hari ini (6/7) diperkirakan IHSG masih berpotensi terkoreksi untuk menguji support garis MA5 di area 3.904.

Demikian dikutip dari hasil riset E Trading Securities. Hal ini didukung dari pergerakan indikator tampak stochastic berpotensi membentuk deathcross di area overbought sementara RSI telah bergerak downtrend reversal. Indeks diperkirakan range 3,882-3,956 dengan saham-saham yang layak diperhatikan seperti JPFA, AALI dan JTPE.

Pada perdagangan Selasa (5/6) Indeks Dow Jones turun 12.90 point (0.10%) ke level 12.569,87 setelah Moody menurunkan rating kredit Portugal kembali menyulut kekhawatiran akan melambatnya ekonomi dunia. Minyak light sweet diperdagangkan di level US$97.06 per barel menyusul perkiraan para investor akan naiknya jumlah permintaan dari negara pengkonsumsi minyak terbesar dunia tersebut.

IHSG kemarin (5/6) ditutup turun 29 point (0,74%) ke level 3.924 dengan asing tercatat melakukan net buy sebesar Rp15 miliar dengan saham yang paling banyak di beli adalah BMRI, ADRO, KLBF, KIJA dan BBNI.

Hasil lelang SUN lampaui target awal

Hasil lelang SUN lampaui target awal
JAKARTA. Lelang Surat Utang Negara, Selasa (5/7), berlangsung lebih ramai daripada lelang sebelumnya. Indikasinya, nilai penawaran yang masuk mencapai Rp 32 triliun.

Angka itu meningkat 180,70% daripada nilai penawaran yang masuk di lelang dua pekan sebelumnya (21/6) yang hanya Rp 11,4 triliun. Dari lelang kemarin, pemerintah mengeksekusi Rp 7,5 triliun atau Rp 500 miliar lebih banyak dari target awal senilai Rp 7 triliun.

Imam MS, Analis Pasar Obligasi Trimegah Securities, menilai, lelang SUN kemarin kebanjiran tawaran penempatan dana karena penyelesaian krisis utang Yunani mulai terlihat. "Pada bulan lalu fluktuasi harga SUN sangat besar karena penanganan krisis Yunani belum jelas," ujar dia.

Setelah Yunani dipastikan menerima bailout, menurut Imam, investor semakin nyaman masuk ke emerging market, termasuk Indonesia.

Angky Hendra, Analis Obligasi Batavia Prosperindo Aset Manajemen, menambahkan, investor domestik dan asing semakin optimistis memegang obligasi terbitan pemerintah Indonesia. Indikasinya, pemodal berani menerima yield lebih rendah daripada lelang sebelumnya. "Investor makin optimis," ujar Angky.

CDS menyusut

Persepsi pemodal asing terhadap risiko investasi di Indonesia juga semakin membaik. Kesimpulan itu tercermin dari angka credit default swap (CDS) Indonesia yang terus melorot. CDS Indonesia yang berjangka waktu lima tahun, Senin (4/7) lalu, senilai 134,62. Angka ini menyusut 2,09% dibandingkan posisi Jumat (1/7) lalu sebesar 137, 50.

Bukan hanya CDS bertenor lima tahun, CDS berjangka waktu 10 tahun juga menurun dari 192,88 di awal Juli menjadi 188,74 pada Senin lalu.

Menurut Imam, penurunan angka CDS Indonesia memiliki hubungan yang erat dengan kondisi lelang SUN terakhir. Penurunan angka CDS berarti, "Persepsi investor asing terhadap Indonesia semakin membaik," ujar dia.

Dalam lelang kali ini, pemerintah mengeksekusi permintaan investor secara maksimal lantaran yield yang diinginkan masih dalam jangkauan pemerintah. Lain halnya apabila peserta lelang meminta yield tinggi, pemerintah mungkin tidak akan menyerap penawaran melampaui target. "Karena yield akan berhubungan dengan cost of fund pemeritah," imbuh Imam.

Pemerintah juga mengeksekusi enam seri yang dilelang. Mulai dari tenor pendek yakni SPN20111006 senilai Rp 1,4 triliun dengan yield 4,6% dan SPN20120706 senilai Rp 1,3 triliun, dengan yield 5,2%.

Sedangkan empat SUN bertenor panjang, yakni FR0057 menjadi seri paling banyak dimenangkan, yakni mencapai Rp 2,1 triliun dengan yield 9,1%. Tiga SUN tenor panjang lainnya, yaitu FR0055, FR0054, dan FR0056, masing-masing terserap Rp 300 miliar dengan yield 7,4%, Rp 950 miliar (8,6%), dan 1,45 triliun (8,1%).

Imam menilai, pemerintah banyak menyerap dana dari FR0057 lantaran seri itu adalah benchmark terbaru dan pemerintah ingin memperkuat likuiditasnya di pasar sekunder. Para analis memprediksi, lelang SUN pada semester kedua masih akan ramai. Pasalnya, tingkat inflasi masih relatif terkendali.

AISA mengoperasikan pabrik beras di Cikarang sejak Juli

JAKARTA. PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk (AISA) telah menuntaskan akusisi pabrik beras di Cikarang. ASIA yang tidak mengungkap waktu akuisisi tersebut menyatakaan, pabrik beras barunya itu telah beroperasi sejak Juli.

Sjambiri Lioe, Direktur AISA, menjelaskan, nilai akuisisi untuk pabrik beras tersebut mencapai Rp 160 miliar. Untuk membiayai pembelian pabrik tersebut, AISA menggunakan kas sendiri serta pinjaman. Komposisinya, “Sebanyak 70% ditutup dengan pinjaman, sisanya mengunakan kas internal,” kata Sjambiri, Selasa (5/7).

Dengan pabrik baru tersebut, kapasitas produksi pengolahan gabah kering panen menjadi beras AISA akan meningkat 10.000 ton per bulan, menjadi 20.000 ton per bulan.

Setelah memiliki pabrik beras baru, manajemen AISA menargetkan nilai penjualan berasnya sepanjang tahun ini berkisar Rp 1,1 triliun sampai Rp 1,2 triliun. Jumlah tersebut melonjak dibanding penjualan beras AISA di tahun lalu yang senilai Rp 100 miliar.

Asal tahu saja, tahun lalu AISA belum memproduksi beras melainkan hanya melakukan aktivitas perdagangan saja. Profit alias keuntungan perseroan dari penjualan beras adalah sekitar 8%.

Akuisisi pabrik tersebut adalah satu bagian dari ambisi besar AISA untuk menjadi produsen beras terbesar di Indonesia. Mereka berencana memproduksi sekitar 5% dari kebutuhan nasional selama lima tahun mendatang.

Emiten itu berencana untuk membangun 18 pabrik beras. Perinciannya, dua pabrik beras akan dibangun di tahun 2012, tujuh pabrik dibangun pada tahun 2013, dan sembilan pabrik pada tahun 2014. Sebanyak 13 pabrik akan dibangun di Jawa, lima pabrik di antaranya akan dibangun di Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Nilai investasi per pabrik tersebut sebesar US$ 10 juta

Lebaran akan Dongkrak Penjualan CPO

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) sebagai emiten CPO akan diuntungkan menjelang aktifitas puasa dan lebaran tahun ini.

Saat ini perseroan melakukan penjualan didominasi pasar lokal hingga 91% dari ttal produk yang dihasilkan setiap tahun. Pada bulan Mei lalu, perseroan memproduksi 485.889 ton CPO.

Pada perdagangan kemarin saham perseroan turun Rp50 ke Rp23.350 dengan volume 688 saham senilai Rp7,9 miliar sebanyak 219 kali transaksi.

Sektor Perbankan Picu Bursa Asia Tidak Bergairah

Headline
INILAH.COM, Sydney – Bursa saham Jepang naik tipis pada Rabu (6/7), sementara sebagian besar bursa Asia lainnya tergelincir, dengan koreksi saham keuangan membebani pasar.

Indeks Nikkei Stock Average naik 0,3%, sedangkan indeks S & P / ASX 200 Australia turun 0,1% dan indeks Kospi Korea Selatan kehilangan 0,3%.

Koreksi di sektor keuangan terjadi, menyusul pelemahan saham perbankan AS semalam. Shinsei Bank Ltd turun 2,3%, Daiwa Securities Group Inc turun 1,9% dan Mitsubishi UFJ Financial Group Inc melemah 1,2%.

Pada perdagangan Sydney, saham Westpac Banking Corp kehilangan 1,1%, dan National Australia Bank Ltd serta Commonwealth Bank of Australia masing-masing turun 0,7%.

Kekhawatiran atas utang zona euro utang berlipat, setelah Lembaga Pemeringkat Moody’s menurunkan peringkat obligasi pemerintah jangka panjang Portugal, ke junk grade.

Naiknya harga komoditas mendukung beberapa saham energi, karena patokan minyak mentah Nymex berjangka naik ke atas US$ 97 per barel. Japan Petroleum Exploration Co naik 2,8%. Di Sydney, Linc Energy Ltd. naik 1,4%.

Penambang emas yang terdaftar di Australia, Newcrest Mining Ltd naik 1,1%, setelah emas berjangka membukukan kenaikan terbesar harian dalam delapan bulan.

Saham Toyota Motor Corp turun 0,4% meskipun laporan memprediksi akan menormalkan produksi sepenuhnya pada Oktober, satu bulan lebih awal dari yang diharapkan. Aksi itu dirilis menjelang laporan penjualan kendaraan Jepang.

Saham penerbangan meningkat, dengan Virgin Blue Holdings Ltd memperpanjang kenaikan, dengan menguat 1,6%. Tiger Airways Ltd yang berbasis di Singapura menghentikan penjualan tiket di Australia karena masalah keamanan, sedangkan di Jepang, All Nippon Airways Co naik 1,9%. [ast]

Saham SDPC Sedang Diincar Perusahaan Obat

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Millennium Pharmacon International Tbk (SDPC) dikabarkan sedang didekati perusahaan farmasi besar yang akan mengakuisisi saham perseroan.

Saham SDPC diperkirakan akan dapat menembus level 100-200 dalam jangka pendek. Perseroan juga rencananya akan membangun pabrik obat untuk meningkatkan kinerja tahun ini.

Pada perdagangan kemarin saham SDPC ditutup turun Rp1 ke Rp72 dengan volume 30 saham senilai Rp1,08 juta sebanyak 3 kali transaksi.

Mustika Ratu Sedang Didekati Oriflame

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Mutika Ratu Tbk (MRAT) dikabarkan sedang didekati perusahaan kosmetik, Oriflame.

Perusahaan asal dunia asal Swedia ini disebut-sebut akan membeli hak paten produk Mustika Ratu untuk dipasarkan di Eropa. Sebaliknya MRAT akan melakukan distribusi produk Oriflame di Indonesia dan juga Asia.

Saham MRAT pada perdagangan kemarin tutup menguat Rp10 ke Rp540 dengan volume perdagangan 4.834 saham senilai Rp1,3 miliar sebanyak 303 kali transaksi.

Saham Bank Hambat Laju Bursa Australia

Headline
INILAH.COM, Los Angeles – Saham-saham Australia bergerak sideways pada awal perdagangan Rabu (6/7) karena beberapa blue chips naik mengimbangi koreksi sektor keuangan.

Indeks acuan S & P / ASX 200 menguat ke level 4.599,80.

Harga emas berjangka yang menguat semalam membantu Newcrest Mining Ltd naik 0,9%, sementara Myer Holdings Ltd naik 2%, setelah Bell Potter meng-upgrade rating menjadi beli dari hold. Virgin Blue Holdings Ltd memperpanjang kenaikan baru-baru ini dan naik 1,6%.

Tapi saham perbankan melemah, dengan National Australia Bank Ltd dan Commonwealth Bank of Australia masing-masing kehilangan 0,5%. Di antara penggerak lainnya, saham di Fairfax Media Ltd kehilangan 1,5%, setelah laporan bahwa perusahaan dapat membeli sebagian dari situs ritel internet Ozsale.com.au. [ast]

Bursa Jepang Naik, Meski Perbankan Terkoreksi

Headline
INILAH.COM, Los Angeles – Saham unggulan Jepang menguat pada perdagangan Rabu (6/7) pagi. Namun, pasar secara keseluruhan flat, karena koreksi di sektor keuangan membatasi kenaikan.

Indeks Nikkei Stock Average naik 0,1% menjadi 9.979,86, dan Topix sedikit berubah pada 865,23. Dengan banyaknya saham bank AS yang merosot semalam, keuangan Jepang juga terimbas, dengan Mitsubishi UFJ Financial Group Inc turun 0,5%, Shinsei Bank Ltd turun 1,2%, Daiwa Securities Group Inc jatuh 1,4%, dan saham Citigroup Inc yang terdaftar di Tokyo, turun 1%.

Tetapi keuntungan harga emas mendorong saham perdagangan, dimana Itochu Corp naik 0,6%, sementara harga minyak mentah membantu perusahaan energi, dengan Japan Petroleum Exploration Co naik 2,8%.

Beberapa saham lain yang menguat antara lain Nintendo Co naik 3,6%, dan All Nippon Airways Co naik 3%. [ast]

Pascalibur Panjang, Bursa AS Ditutup Mixed

Headline
INILAH.COM, New York - Bursa saham Amerika Serikat ditutup mixed pada perdagangan Selasa (5/7). Investor cenderung wait and see, setelah pekan lalu bursa cenderung volatile. Volume perdagangan pun masih kecil.

Indeks Nasdaq ditutup positif hari ini didukung penguatan saham Netflix. Sementara Dow dan S&P 500 berakhir melemah. Sebelumnya S&P 500 naik 5,6% pekan lalu, setelah selama dua bulan cenderung turun. Tetapi perhatian terhadap pertumbuhan ekonomi dan masalah utang Amerika Serikat dapat mempengaruhi pasar.

Sementara itu, Moody's Investors Service menempatkan credit rating Portugal ke junk territory, dan risiko Portugal membutuhkan bailout sebelum mempengaruhi pasar modal. Hal itu membuat utang Eropa masih menjadi masalah meskipun investor berharap ada resolusi krisis fiskal Yunani.

Partner grup Stutland Volatility Luke Rahbari mengatakan, saham kembali turun dipengaruhi pemberitaan. Saham akan tertekan dalam jangka pendek. Karena setiap orang ingin keluar untuk menunggu kejelasan.

Indeks Dow Jones turun 12,90 poin atau 0,10% ke level 12.569,87. Indeks S&P 500 turun 1,79 poin atau 0,13% ke level 1.337,88. Indeks Nasdaq naik 9,74 poin atau 0,35% ke level 2.825,77.

Volume perdagangan saham hanya 6,04 miliar saham di bursa saham New York, bursa saham Amerika Serikat dan Nasdaq. Angka ini di bawah rata-rata harian sebesar 8,47 miliar saham.

Saham Netflix Inc naik ke level US$289,63. Saham ini sempat menyentuh level tertinggi US$291,23, setelah perseroan mengumumkan akan ekspansi online video service ke 43 negara di Amerika Latin dan Karibia.

Pesanan baru diterima oleh US factories dipengaruhi permintaan untuk peralatan transportasi dengan kenaikan 0,8%. Saham juga sedikit dipengaruhi oleh data pekan lalu.

Minyak mentah berjangka AS naik ke level US$96,89 per barel, setelah Barclays Capital menaikkan prediksi komoditas pada 2012. Hal ini menaikkan indeks energi S&P sekitar 0,5%. Marathon oil naik 3,4% ke level US$34,07. [ast]

BOW Saham Properti, Komoditas & Konsumer

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Bursa saham Indonesia pada Rabu (6/7) berpeluang menguat, meskipun terhambat sentimen pelambatan ekonomi global. Investor bisa BOW saham komodias, properti dan konsumer.

Nico Omer Jonckhere, analis Valbury Securities mengatakan, koreksi jangka pendek saat ini sudah berjalan. Terlihat dari hampir semua indeks global yang sudah berada dalam posisi overbought.

Namun, untuk jangka menengah panjang, sebenarnya IHSG masih berpeluang naik. “Karena Indonesia masih punya katalis lain yaitu kenaikan rating investasi,” ujarnya kepada INILAH.COM.

Menurutnya, indeks Dow Jones memang masih di atas MA 200 hari, artinya masih bullish. Tapi indikator perlambatan ekonomi AS masih kuat, seperti data unemployment dan penjualan properti yang menurun. “Apalagi pertumbuhan ekonomi China juga melambat,” katanya.

Nico pun menambahkan, target akhir tahun IHSG adalah di level 4.200-4.500. Namun, hal ini mulai sulit karena perlambatan ekonomi AS dan China akan berdampak pada kinerja earning emiten Indonesia di kuartal dua, tiga dan empat, “Apalagi program-program stimulus fiskal dan moneter dihentikan,” ucapnya.

Di tengah situasi ini, Nico merekomendasikan investor untuk buy on weakness beberapa saham, seperti saham TB Bukit Asam (PTBA) dan London Sumatra (LSIP).

Menurutnya, harga komoditas jangka menengah panjang masih akan meningkat, seiring pelemahan dolar AS. Adapun likuiditas dolar masih tinggi, karena program quantitative easing jilid tiga akan dilanjutkan, menyusul perlambatan pertumbuhan ekonomi AS.

Saham properti Alam Sutra Realty (ASRI) juga disarankan karena perkembangan properti 10 tahun terakhir masih menarik, terkait permintaan yang tinggi. Sektor konsumer dan multifinance seperti Mayora Indah (MYOR) dan Clipan Finance Indonesia (CFIN) juga dinilai berprospek naik, “Hal ini karena daya beli masyarakat meningkat, seiring penguatan rupiah,” tutupnya.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Selasa (5/7) ditutup terkoreksi 29,39 poin (0,74%) ke level 3.924,12, dengan intraday terendah di 3.905,72 dan tertinggi di 3.958,11. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia didukung volume transaksi sebesar 5,38 miliar lembar saham, senilai Rp 6,519 triliun dan frekuensi 107.516 kali.

Sebanyak 93 saham naik, 123 saham turun, dan 99 saham stagnan. Kendati terkoreksi, asing masih mencatatkan nilai transaksi beli bersih (net foreign buy) sebesar Rp80 miliar. Rinciannya adalah transaksi beli mencapai Rp3,968 triliun dan transaksi jual sebesar Rp3,887 triliun. [ast]

Suku Bunga ECB Bakal Tolong Pelemahan Rupiah

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Rabu (6/7) diprediksi melemah terbatas. Mata uang RI ini tertolong oleh ekspektasi kenaikan suku bunga Bank Sentral Eropa (ECB).

Periset dan analis senior PT Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, potensi pelemahan rupiah hari ini dipicu oleh beberapa data AS yang positif. Menurutnya, semalam sudah dirilis data factory order yang sudah diprediksikan naik 1% dari sebelumnya turun (-1,2%).

Apalagi, lanjut Firman, akhir pekan lalu, data manufaktur AS juga cukup positif. "Akibatnya, rupiah cenderung melemah dan akan bergerak dalam kisaran 8.530 hingga 8.550 per dolar AS,” katanya kepada INILAH.COM.

Lebih jauh dia menjelaskan, data manufaktur dan factory order membuat market cukup optimistis pada rilis data non-fram payroll pada Jumat (8/7). Angkanya diperkirakan naik jadi 87 ribu dari angka sebelumnya 54 ribu. "Karena itu, pelaku pasar akan menyesuaikan posisi yang memicu penguatan dolar AS," tandas Firman.

Di sisi lain, rupiah juga mendapat tekanan profit taking mengingat penguatan rupiah dalam beberapa hari terakhir terlampau tajam. "Hanya saja, pelemahan rupiah akan terbatas," timpalnya.

Sebab, imbuhnya, pasar juga berekspektasi Bank Sentral Eropa akan menaikan suku bunga acuannya pada Rapat Dewan Gubernur European Central Bank (ECB) pada Kamis (7/7/2011) sebesar 25 basis poin ke level 1,50%. "Ini jadi sentimen positif bagi euro dan bakal turut mendongkrak rupiah," ucapnya.

Asal tahu saja, kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Selasa (5/7) ditutup melemah 16 poin (0,18%) ke level 8.535/8.540 per dolar AS.

Bahaya! Jika IHSG Turun ke Bawah 3.850

INILAH.COM, Jakarta – Secara teknikal, indeks saham domestik berpeluang melemah ke level 3.860 terlebih dahulu sebelum melanjutkan penguatan ke 4.000. Jika turun ke bawah 3.850 merupakan sinyal bahaya.

Technical analyst dari Jsxpro.com Tommy Yu mengatakan, setelah menguat 4 (empat) hari berturut-turut, sangat wajar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) mengalami koreksi selama tidak kebablasan. Menurutnya, koreksi tersebut justru diperlukan karena merupakan koreksi sehat.

Sebab, jika indeks menguat terus tanpa henti, akan overheating (kepanasan). “Koreksi IHSG ^JKSEkemarin sebesar 29,39 poin (0,74%) ke level 3.924,127, merupakan koreksi yang sangat sehat,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Selasa (5/7) malam.

Lebih jauh dia menjelaskan, secara teknikal, indeks berpeluang turun sehat ke level 3.860-3.870. Jika indeks turun ke bawah level psikologis 3.850, sudah tak lagi sehat sehingga pelaku pasar harus waspada.

Dalam situasi ini, lanjutnya, strategi bagi trader adalah wait and see terlebih dahulu hingga mendapatkan timing yang tepat untuk beli. “Untuk saat ini, lebih baik profit taking terlebih dahulu. Sebab, bursa Dow Jones pun sudah rally terlalu cepat ke atas 12.500. Dow seharusnya juga mengalami koreksi sehat,” timpalnya.

Sementara itu, untuk investor jangka panjang, lebih baik menunggu IHSG di level 3.800-an untuk kembali masuk ke market. Hanya saja, Tommy memperkirakan, peluang koreksi indeks akan terbatas, di level 3.860-3.870. Setelah itu, indeks akan kembali mantul ke atas. “Indeks berpeluang kembali menguat ke level 4.000 pekan depan. Itu akan terjadi jika koreksinya minor hanya ringan-ringan saja saat ini,” imbuhnya.

PTPP Miliki Sisa Dana IPO Senilai Rp328,8 M

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) menyimpan sisa dana IPO senilai Rp328,8 miliar dalam bentuk depositi di beberapa bank.

Demikian dikutip dari keterbukaan informasi yang diterbitkan BEI, Selasa (5/7). Perseroan saat melakukan penawasan saham perdana meraih Rp581,827 miliar. Saat ini telah direalisasikan sekitar 47% untuk penyertaan saham pada perusahaan patungan yang akan dibentuk dalam rangka pembangunan proyek pembangkit listrik.

Perseroan juga memiliki 12% untuk penyertaan saham pada penyertaaan di anak perusahaan bidang usaha properti dan realty dan modal kerja Rp232,08 miliar. Adapun penempatan sisa dana hasil IPO didepositokan dengan jangka waktu rata-rata satu bulan roll over.

Bank tersebut adalah Bank Mandiri Rp78,804 miliar dengan tingkat suku bunga 7%, jangka waktu 19 Juni-19 Juli 2011. BSM Rp50 miliar dengan tingkat bunga 8%, jangka waktu 20 Juni-19 Juni. Bank Niaga Rp10 miliar dengan tingkat bunga 7%, jangka waktu 19 Juli-18 Juli

BTN Rp35 miliar dengan tingkat bunga 7%, jangka waktu 19 Juni-19 Juli. Bank Bukopin Rp25 miliar dengan tingkat bunga 7%, jangka waktu 19 Juni-19 Juli. BRI Kalibata Rp40 miliar dengan tingkat bunga 7%, jangka waktu 28 Juni-28 Juli. BNI Depok Rp40 miliar dengan tingkat bunga 7,50%, jangka waktu 28 Juni-28 Juli. BRI Fatmawati Rp40 miliar dengan tingkat bunga 7%, jangka waktu 28 Juni-29 Juli. DBS Rp10 miliar dengan tingkat bunga 6,75%, jangka waktu 13 Juni-13 Juli.

Inilah Rekomendasi Saham Pilihan Rabu (6/7)

INILAH.COM, Jakarta - Pergerakan IHSG pada perdagangan Rabu (6/7) diperkirakan berpotensi mengalami koreksi sementara. Namun indeks masih aman selama berada di atas level 3.895.

Demikian dikutip dari hasil riset analis saham AMCapital, Andre Mahardika, kemarin. Secara teknikal IHSG telah mengkonfirmasi sinyal koreksi sehingga disarankan wait and see dan jangan terlalu aktif di saham yang sudah kelebihan beban. "Pilihlah saham yang masih oversold dan buy saat koreksi saja."

Dari sthocastic, IHSG sudah detah cross dan potensi turun mendekati soft support. Sedangkan dari DMI, IHSG telah konfirmasi sinyal tekanan jual kembali dan ada potensi koreksi wajar. Dari MACD, IHSG masih dalam zona golden cross dan masih ada indikasi bullish.

Beberapa saham yang direkomendasikan seperti saham MPPA yang masih berpotensi bullish di over sold dengan kisaran beli di 1.210 dan jual di 1.250 dengan stop loss di 1.190. Secara teknikal saham MPPA telah mengkonfirmasi potensi bullish pada tred oversold dan saya rasa lebih aman kita membeli saham seperti ini saat koreksi karena tidak kelebihan beban jual.

Sedangkan saham BUMI masih berpotensi bullish lagi dengan rekomendasi beli di 2.950 dan jual di 3.050 -3.150 dengan stop loss di 2.900.

Secara teknikal saham BUMI konfirmasi bullish kembali dan ada indikasi naik menuju resistence selanjutnya. Dari Sthocastic, saham BUMI telah mengkonfirmasi spekulasi bullish menunggu kondisi pasar.

Saham KRAS masih berpotensi bullish untuk beli pada saat koreksi. Rekomendasi beli di 1.050 dan jual di 1.070-1.090 dengan stop loss di 1.030. Secara teknikal saham KRAS ada indikasi bullish uptrend. Dari sthocastic, saham KRAS sinyal bullish uptrend.

Dari DMI, bullish pada sinyal D- yang golden cross pada ADX. Sedangkan dari MACD, saham KRAS telah konfirmasi bullish golden cross. Jadi bisa membeli saham KRAS dengan waktu jangke pendek.

Demi efisiensi, LPPF merger dengan Meadow

JAKARTA. Setelah dilepas induknya PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) Januari tahun lalu, PT Matahari Departement Store Tbk (LPPF) mulai mengambil langkah strategis. Emiten itu berniat melakukan merger dengan pemegang saham mayoritasnya, yaitu PT Meadow Indonesia.

Seiring proses ini, kepemilikan saham Meadow di LPPF sebesar 98,15% akan beralih ke induknya: Asia Color Company Ltd (ACC) dan Meadow Asia Company Ltd (MAC).

Nantinya, ACC akan akan mengempit 97,17% saham LPPF, sedangkan MAC kebagian 0,98% saham LPPF. Sedang porsi kepemilikan investor publik tetap 1,85%.

Merger ini akan mengakibatkan MAC dan ACC mengalami penurunan porsi kepemilikan saham atau dilusi. Sebelumnya, MAC dan ACC memiliki saham Meadow masing-masing sebesar 99,99% dan 0,1%.

Manajemen LPPF akan membawa rencana merger ini pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Agustus mendatang. Emiten itu berharap, merger sudah bisa efektif pada September 2011.

Miranti Andiyana, Sekretaris Perusahaan LPPF menjelaskan, Meadow merupakan pemasok produk yang digunakan Matahari sebagai private label. Meadow memasok 14 merek. “Dengan merger ini, kepemilikan atas merek dagang serta logo yang selama ini disuplai Meadow beralih ke LPPF," kata Miranti, Selasa (5/7). Dia mengatakan, selama ini beberapa produk Matahari yang menjadi private label di suplly oleh MI. Nah, dengan merger ini kepemilikan atas merek dagang serta logo-logo yang selama ini disuplai MI akan kepemilikannya akan beralih kepada LPPF.

Bebas ongkos royalti

Dengan begitu perjanjian lisensi yang selama ini dilakukan antara LPPF dengan MI akan berakhir. "Selama ini kita membayar royalti fee kepada MI, dengan merger ini kita tidak perlu membayar royalti fee lagi," ujar Minarnti kepada KONTAN, kemarin (5/7). Jadi, dari segi efisiensi cost, menjadi keuntungan LPPF.

Merger ini sekaligus mengakhiri perjanjian lisensi antara LPPF dengan Meadow. Kini, LPPF tak perlu lagi membayar royalti fee ke Meadow. Bagi LPPF ini berarti efisiensi.

Sekadar gambaran, LPPF harus mengeluarkan uang untuk beban royalti atas private label senilai Rp 19,23 miliar sepanjang 2010.

Sejatinya, LPPF mendapatkan merek tersebut ketika MPPA menjual kepemilikannya ke Meadow.

Sebetulnya, merek-merek yang dimiliki MI itu didapatkan pasca MI membeli 98,15 saham LPPF dari PT Mtahari Putra Prima Tbk (MPPA) yang merupakan pemilik LPPF terdahulu. Saat ini, Meadow sedang dalam proses untuk mendapatkan pengalihan empat merek dagang lainnya yang masih berada di tangan MPPA.

Miranti menambahkan, merger tidak akan mengubah target LPPF. Alasannya, tidak ada pemilik baru yang masuk dalam proses ini.

Richard Gibson, Direktur LPPF pernah mengungkapkan, target pendapatan perusahaan ritel itu di tahun ini adalah tumbuh dua digit dari pencapaian di tahun lalu. Sepanjang 2010, LPPF berhasil membukukan laba bersih Rp 624,5 miliar, melonjak dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu rugi Rp 18,314 miliar.

LPPF berhasil membukukan pertumbuhan laba bersih tinggi karena pendapatannya melonjak menjadi Rp 4,09 triliun. Padahal, tahun sebelumnya, perusahaan ini hanya membukukan pendapatan Rp 366,6 miliar. Rinciannya, sebesar 70% pendapatan bersumber dari aktivitas konsinyasi, dan sisanya direct purchase.

Demi mendongkrak kinerja di tahun ini, LPPF menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 450 miliar.

T. Hendri Andrean, Kepala Riset Woori Korindo Securities memandang, merger LPPF dan Meadow tidak akan bergaung nyaring di bursa. Alasan dia, saham LPPF yang beredar di tangan investor publik kecil.

"Ini hanya akan berdampak terhadap kinerja LPPF. Emiten itu sekarang tidak perlu lagi mengeluarkan royalti fee," ujar Hendri.

Namun Hendri menilai, imbas penghematan royalti terhadap kinerja LPPF juga tidak terlalu besar. Maklumlah, biaya royalti yang harus ditanggung terbilang mini.

Sepanjang kuartal I-2011, pencapaian kinerja LPPF juga tidak buruk. Perusahaan ini berhasil mencatat penjualan Rp 498, 29 miliar. Angka ini naik 10% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, Rp 452,57.

LPPF berhasil memetik laba bersih senilai Rp 118,59 miliar selama tiga bulan pertama. Jika dibandingkan dengan laba perusahaan setahun sebelumnya, berarti LPPF menikmati pertumbuhan laba 48,40%.

Harga LPPF pada penutupan Selasa (5/7) adalah Rp 2.400 per saham, tidak mengalami perubahan dibanding hari sebelumnya. Sebagai gambaran, harga saham LPPF kemarin berada di level Rp 2.400 per sahamnya.

Bapepam-LK mengkaji beleid IPO online

JAKARTA. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) berniat menyusun beleid yang mengatur pelaksanaan praktik penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) melalui sistem online.

Gonthor R. Aziz, Kepala Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa Bapepam-LK, mengungkapkan, regulator akan terlebih dahulu berdiskusi dengan para pelaku pasar. "Kami akan mengajak para pelaku pasar terkait untuk membahas hal ini," kata dia, Senin (4/7).

Kelak, jika regulator dan pelaku pasar sudah sepakat, kemungkinan besar, IPO online bakal diakomodir dalam revisi peraturan Bapepam-LK Nomor IX.A.8 tentang Prospektus Awal dan Info Memo. Dalam aturan tersebut dipaparkan tentang prinsip penawaran awal (bookbuilding). Namun, di situ belum ditegaskan mengenai mekanisme-nya, apakah dengan cara manual atau online.

Bapepam-LK tidak cuma berniat mengatur bookbuilding, melainkan juga proses penawaran umum (offering) via online. Bookbuilding merupakan ajakan baik langsung maupun tidak langsung untuk mengetahui minat calon pembeli atas efek atau harga efek yang ditawarkan.

Rencana terbaru Bapepam-LK ini tidak lepas dari pelaksanaan IPO online yang dilakukan oleh PT Visi Media Asia. Vicky Ganda Saputra, Direktur Eksekutif Investment Banking Danatama Makmur, menyambut baik rencana Bapepam-LK. Danatama Makmur merupakan salah satu penjamin emisi (underwriter) IPO Visi Media.

Menurut Vicky, sistem IPO online memiliki banyak kelebihan. "Selain efisien, juga tidak akan ada pemesanan ganda," kata dia.

Sistem teknologi informasi memungkinkan dilakukannya deteksi pemesanan ganda dengan lebih mudah. Pelaksanaan bookbuilding online ini juga yang akhirnya menjadi penyebab belum turunnya izin efektif IPO dari Bapepam-LK (lihat Harian KONTAN, 4 Juli 2011). Semula, underwriter memperkirakan izin turun pekan lalu. Apa boleh buat, karena otoritas masih membutuhkan waktu untuk menelaah praktik tersebut, izin IPO Visi Media pun masih tertahan hingga kini.

Proses bookbuilding saham Visi Media sudah berlangsung 13 Juni–21 Juni lalu. Kegiatan bookbuilding melalui sistem online dibatasi hanya untuk 200 investor. Hasilnya, ada kelebihan permintaan hingga 5,12 kali. Harga IPO ditetapkan Rp 280 per saham, sehingga potensi dana yang bisa diraup mencapai Rp 640,1 miliar. IPO Visi Media juga menawarkan waran sebanyak 571,5 juta dengan rasio 4:1.

Faktor dari China dan AS bikin bursa emerging market melempem

NEW YORK. Untuk pertama kali dalam enam hari, mayoritas bursa emerging market mengalami penurunan. Melorotnya bursa di negara berkembang ini terjadi setelah Moody's Investor Service bilang, outlook kredit untuk industri perbankan China kemungkinan akan mengalami penurunan. Asal tahu saja, data Moody's menunjukkan, pinjaman perbankan China ke pemerintah lokal mencapai 3,5 triliun yuan atau US$ 541 miliar, melebihi estimasi.

Selain itu, faktor lainnya adalah tingkat pemesanan pabrik di AS tidak mengalami kenaikan sebesar yang diprediksi analis. Berdasarkan data yang dirilis Departemen Perdagangan AS, tingkat pemesanan di pabrik AS mengalami perlambatan pertumbuhan dibanding prediksi ekonom.

Pada pukul 17.00 waktu New York, indeks MSCI Emerging Markets turun 0,3% menjadi 1.166,2. Sementara itu, indeks Bovespa Brazil turun 1,3%, indeks ISE National 100 Turki turun 0,5%, dan indeks Shanghai Composite naik 0,1%.

"China masih menjadi fokus utama investor karena memberikan kontribusi besar bagi pertumbuhan global. Selain itu, adanya perlambatan pertumbuhan di China akan berdampak pada ekspektasi pertumbuhan, tidak hanya di China saja, melainkan juga secara global," papar Tim Schroeders, global equities Pengana Capital Ltd.

Catatan saja, indeks MSCI Emerging Markets sudah mengalami kenaikan sebesar 1,3% tahun ini. Sebagai perbandingan, indeks MSCI World of Developed Country mengalami lonjakan sebesar 5%.

Setelah lima hari reli, Wall Street akhirnya terpangkas

Setelah lima hari reli, Wall Street akhirnya terpangkas
NEW YORK. Mayoritas saham di bursa AS ditransaksikan melorot kemarin malam. Penurunan terjadi setelah indeks acuan Standard & Poor's 500 mengalami reli selama lima hari berturut-turut.

Pada pukul 16.00 waktu New York, indeks S&P 500 turun 0,1% menjadi 1.337,88. Sedangkan indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,1% menjadi 12.569,87.

Sejumlah saham yang mempengaruhi pergerakan bursa AS antara lain Bank of America Corp dan General Electric Co yang masing-masing turun 0,8%. Sementara itu, sektor yang paling besar mengalami penurunan adalah sektor perbankan sebesar 1,2%. Penurunan sektor ini terjadi setelah Citigroup Inc bilang, target pendapatan di industri perbankan di 2012 terlalu tinggi.

"Pasar melakukan koreksi setelah pada minggu lalu mengalami kenaikan. Salah satu katalisnya adalah peringkat utang Portugal," jelas Tom Mangan, analis James Investment Research Inc di Ohio.

Dia menambahkan, ekonomi Portugal memang tidak berdampak secara langsung ke pasar AS. "Tapi pertanyaannya, apakah hal itu merupakan kelanjutan dari masalah yang dimulai dari Yunani. Kondisi ini yang menyebabkan kecemasan di pasar," jelasnya.

IHSG Masih Diterpa Ambil Untung

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup melemah 29 poin akibat aksi jual di saham-saham bluechip yang sudah naik tinggi sebelumnya. Namun IHSG masih mampu bertahan di level 3.900.

Pada perdagangan, Selasa (5/7/2011), IHSG terpangkas 29,390 poin (0,75%) ke level 3.924,127. Sementara Indeks LQ 45 melemah 7,347 poin (1,05%) ke level 696,897.

Pergerakan IHSG yang serba flat cenderung melemah diprediksi masih akan berlangsung hingga perdagangan Rabu (6/7/2011) ini. Investor akan memanfaatkan momentum pelemahan global untuk meneruskan aksi ambil untung, setelah kenaikan IHSG yang cukup tajam sebelumnya.

Sementara Bursa Wall Street yang baru buka perdagangan setelah libur, juga ditutup flat setelah mencetak kenaikan tajam pada pekan sebelumnya. Hanya Nasdaq yang ditutup positif berkat lonjakan saham Netflix.

Pada perdagangan Selasa (5/7/2911), indeks Dow Jones ditutup melemah tipis 12,90 poin (0,10%) ke level 12.569,87. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 1,79 poin (0,13%) ke level 1.227,88 dan Nasdaq menguat 9,74 poin (0,35%) ke level 2.825,77.

Bursa Jepang pagi ini juga dibuka menguat tipis saja. Mengawali perdagangan Rabu, indeks Nikkei-225 dibuka 14,79 poin (0,15%) ke level 9.987,25.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

eTrading Securities:

Perdagangan IHSG Selasa (5/7) ditutup turun 29 point (-0.74%) ke level 3,924 dengan jumlah transaksi sebanyak 10 juta lot dan nilai transaksi sebesar Rp 6.5 triliun. Hampir seluruh sektor saham pada perdagangan hari ini mengalami penurunan, kecuali sektor trade. Tercatat sebanyak 89 saham mengalami penguatan, 113 saham mengalami penurunan, 94 saham tidak mengalami perubahan dan 152 saham tidak diperdagangkan sama sekali.

Saham-saham yang mengalami kenaikan tertinggi hari ini a.l. TSPC, CPIN, EXCL, KLBF dan DSSA sementara yang menjadi pemberat indeks hari ini a.l. ASII, BBRI, BBCA, TLKM dan UNVR. Asing tercatat melakukan net buy sebesar Rp15 miliar dengan saham yang paling banyak di beli adalah BMRI, ADRO, KLBF, KIJA dan BBNI.

Secara teknikal, pada perdagangan hari ini (6/7) diperkirakan IHSG masih berpotensi terkoreksi untuk menguji support garis MA 5 di area 3904 hal ini didukung dari pergerakan indikator tampak stochastic berpotensi membentuk deathcross di area overbought sementara RSI telah bergerak downtrend reversal. Diperkirakan range 3882-3956 dengan saham-saham yang layak diperhatikan antara lain JPFA, AALI, dan JTPE.

Indosurya:

Pada perdagangan Rabu (6/7) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.876-3.900 dan resistance 3.952-3.982. Candle IHSG membentuk menyerupai candle spinning tops dengan ekor bawah yang lebih panjang dimana sebelumnya membentuk candle shooting star . IHSG mulai menyesuaikan posisinya setelah tersentuh upper bollinger band . MACD mulai terbatas kenaikannya dengan histogram positif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic masih berada di atas area overbought dan terlihat mulai melemah. IHSG kemungkinan masih akan melanjutkan pelemahannya. Saham-saham lapis pertama terlihat masih akan melanjutkan pelemahannya. Investor bisa cermati saham-saham second dan third liner yang masih memiliki peluang kenaikan.

(qom/qom)

Nasdaq Menguat Berkat Netflix

New York - Saham-saham di bursa Wall Street ditutup flat, setelah libur perdagangan memperingati Hari Kemerdekaan AS. Investor mengambil untung sejenak setelah penguatan di Wall Street yang cukup tajam sebelumnya.

"Ini bukan kejutan yang sesungguhnya bahwa pasar sedang menghadapi waktu yang lebih berat dan hari ini menjadi lebih semangat, setelah pekan cukup besar yang kita alami," ujar Hayes Miller, analis dari Baring Asset Management seperti dikutip dari Reuters, Rabu (6/7/2011).

Pada perdagangan Selasa (5/7/2911), indeks Dow Jones ditutup melemah tipis 12,90 poin (0,10%) ke level 12.569,87. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 1,79 poin (0,13%) ke level 1.227,88 dan Nasdaq menguat 9,74 poin (0,35%) ke level 2.825,77.

Namun perdagangan berjalan sepi, dengan transaksi di New York Stock Exchange hanya sebesar 6,04 miliar lembar saham, di bawah rata-rata harian yang sebesar 8,47 miliar lembar saham.

Pasar saham tidak bereaksi keras setelah Moody's Investor Services menurunkan peringkat kredit Portugal ke 'Junk', sehingga negara tersebut menghadapi risiko dana talangan sebelum akhirnya bisa kembali ke pasar saham. Namun menurut Luke Rahbari, analis dari Stutland Volatility Group, masalah tersebut sudah diprediksi.

"Ini lebih pada simbolik. Dalam jangka pendek, segala sesuatunya bakal berada dalam tekanan, setiap orang ingin keluar dari setiap kelas aset kecuali tunaim dan mereka akan melakukan penilaian kembali setelah mendapatkan klarifikasi lebih lanjut," ujarnya.

Nasdaq menguat berkat lonjakan saham Netflix hingga 8,1% menjadi US$ 289,63, bahkan sempat menembus rekor di US$ 291,23, setelah mengungkapkan telah melakukan ekspansi jasa online videonya ke 43 negara di Amerika Latin dan Karibia.

(qom/qom)