Senin, 15 Agustus 2011

Laba Tahunan Newcrest Mining Naik 63%

Headline
INILAH.COM, Sydney - Perusahaan tambang emas Newcrest Mining Ltd mengatakan Senin (15/8), laba fiskal tahunan naik 63% menjadi 908 juta dolar Australia, dari A$ 557 juta pada periode tahun lalu.

Laba naik 36% menjadi 1,06 miliar dolar Australia, dibandingkan 1,05 miliar estimasi analis yang disurvei Dow Jones Newswires.

Pendapatan naik 46% menjadi 4,1 miliar dolar Australia, dengan penjualan emas naik 60% menjadi 3,4 miliar dolar Australia dan penjualan perak naik 129% menjadi 55 juta dolar Australia. Penjualan tembaga turun 2% menjadi 638 juta dolar Australia.

Produksi emas naik 43% menjadi 2,53 juta ons tahun ini dan perusahaan berharap, produksi emas fiskal 2012 di kisaran 2,78-2,93 juta ons. [ast]

GMR beli Golden Energy US$ 450 Juta-550 Juta

JAKARTA. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) rupanya masih mengupayakan agar PT Golden Energy Mines bisa melepas saham perdananya tahun ini. Salah satu caranya, perusahaan tambang ini menandatangani conditional sale and purchase agreement (CSPA) untuk melepas 30% saham anak usahanya tersebut.

DSSA telah setuju melepas 30% saham Golden Energy ke GMR Infrastructure Investments Pte Ltd yang berkedudukan di Singapura. Ini adalah salah satu unit bisnis dari GMR Infrastructure Ltd, perusahaan infrastruktur asal India.

Penandatangan perjanjian ini dilakukan pekan lalu. "Nilai transaksi diperkirakan berkisar antara US$ 450 juta hingga US$ 550 juta," kata Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan DSSA Hermawan Tarjono kepada KONTAN akhir pekan lalu.

Tapi ia enggan menyebut kapan transaksi tersebut akan mulai terlaksana. Pasalnya kedua belah pihak harus memenuhi syarat-syarat yang tertuang dalam CSPA, termasuk adanya persetujuan pemegang saham.

Hermawan membeberkan, GMR bukan hanya akan mendapat kepemilikan saham Golden Energy langsung dari DSSA. "Angka 30% tersebut sudah gabungan antara penjualan langsung oleh DSSA dan penjualan melalui IPO Golden Energy," ungkapnya.

Artinya, GMR baru benar-benar menggenggam 30% saham Golden Energy di kuartal keempat mendatang. Setelah adanya perjanjian ini, dapat dipastikan initial public offering (IPO) Golden Energy akan segera terlaksana tahun ini. Hermawan pun mengisyaratkan DSSA akan mulai menawarkan saham anak usahanya tersebut akhir tahun ini.

Penuhi kebutuhan batubara

Sekadar catatan, DSSA awalnya berniat menggelar penawaran saham perdana Golden Energy di kuartal pertama 2011 lalu. Namun rencana tersebut akhirnya mundur hingga kuartal ketiga.

Belakangan, pengelola DSSA malah tidak yakin IPO anak usahanya bisa digelar di kuartal tersebut. Penyebabnya, calon investor strategis dari luar negeri belum mendapat izin dari pemerintahnya untuk berinvestasi di Golden Energy.

Bloomberg melaporkan, GMR Infrastructure akan membiayai transaksi ini dengan kombinasi utang dan kas internal, di mana transaksi yang baru dicatatkan setelah terjadi.

Langkah GMR membeli 30% saham Golden Energy disinyalir sebagai langkah untuk mengamankan pasokan batubara di India. Maklum saja, salah satu perusahaan tambang milik kelompok usaha Sinarmas tersebut diperkirakan memiliki cadangan batubara lebih dari 860 juta ton, dengan sumber daya mencapai Rp 1,9 miliar.

Selain itu, batubara yang ditambang oleh Golden Energy merupakan batubara dengan kalori berkisar antara 4.000-5.000 kilo kalori per kilogram (kkal/kg). Batubara jenis inilah yang biasanya digunakan pembangkit listrik di India

Dari akuisisi ini, GMR memang mendapat hak membeli batubara dari Golden Energy untuk 25 tahun ke depan, dengan jumlah pembelian meningkat kurang lebih 10 juta metrik ton per tahun. "Kami akan menggunakan batubara tersebut untuk konsumsi kami sendiri, tapi di tahun-tahun awal, kami akan menjual sebagian dari batubara tersebut," kata Ahshis Basu, Wakil Presiden Eksekutif GMR, seperti dikutip Bloomberg, Jumat (12/8).

Hal ini senada dengan pernyataan Kepala Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan. Beberapa waktu lalu, Gita sempat menyebutkan niatan GMR berinvestasi di Indonesia.

Menurutnya perusahaan asal negeri sungai Gangga ini berniat menginvestasikan US$ 5 miliar, antara lain untuk membangun rel kereta, bandar udara dan pembangkit listrik di Indonesia. Selain itu, perusahaan yang berbasis di Bengalor ini disebut-sebut telah mengakuisisi lahan batubara di Indonesia.

Nazaruddin Pulang, IHSG Pun Terguncang

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Tertangkapnya M Nazaruddin, tersangka suap Wisma Atlet Sea Games 2011 juga turut mengguncang IHSG. Sebab, investor khawatir guncangan politik pada partai pemenang pemilu, Demokrat.

Pengamat pasar modal Irwan Ibrahim mengatakan, indeks saham domestik pekan ini akan mendapat guncangan dari faktor internal yakni guncangan politik setelah kepulangan M Nazaruddin, tersangka kasus dugaan suap dalam pembangunan wisma atlet Sea Games 2011. Menurutntya, setelah kepulangan Nazaruddin dari pelariannya, stabilitas politik Tanah Air akan terganggu.

Irwan menegaskan, investor sudah mulai khawatir. Bukan khawatir terhadap Nazaruddin, tapi pada penunggang-penunggangnya yang dituding berbuat korup baik dari Partai Demokrat sendiri maupun dari partai lain. “IHSG akan bergerak dalam kisaran support 3.800 dan resistance 4.000 untuk pekan ini,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Minggu (14/8).

Pada perdagangan Jumat (12/8), IHSG ditutup menguat 21,161 poin (0,54%) ke level 3.890,526, dengan intraday tertinggi di 3.926,55 dan terendah di 3.864,42. Demikian pula indeks saham unggulan LQ45 yang naik 3,309 poin (0,48%) ke level 689,603.

Secara umum, lanjut Irwan, IHSG akan bergerak tipis (sideways), plus-minus paling-paling 10 poin dalam intraday-nya. Menurutnya, yang perlu diwaspadai adalah keluarnya asing dari saham-saham konglomerasi. “Jika itu yang terjadi, indeks akan kembali ke bawah 3.800,” ucapnya.

Karena itu, ditegaskan Irwan, pada Senin (15/8) dan Selasa (16/8) ini akan menentukan laju market hingga akhir tahun jika terjadi tekanan jual yang besar pada saham-saham konglomerasi akibat kekhawatiran pasar atas terguncangnya stabilitas politik.

Sejauh ini pun, lanjutnya, partai Demokrat sudah terbelah dua: ada yang pro Anas Urbaningrum, Ketua Umum Partai Demokrat dan ada yang kontra. Pasar khawatir, suara Partai Demokrat akan anjlok sebagai partai pemenang dua kali pemilu. “Investor asing selalu mengacu pada partai pemenang. Pada saat terjadi gejolak pada partai pemenang, investor jangka panjang akan ancang-ancang melepas sahamnya,” ujarnya.

Sebab, kondisi itu, bersamaan dengan momentum krisis global. Dari eksternal, setelah bergejolak tajam, likuiditas di pasar sepi karena banyak yang menjual posisi. Setelah technical rebound akibat kerontokan sebelumnya karena faktor eksternal, IHSG akan bergerak fluktuatif pekan ini.

Dia menjelaskan, setelah AS di-down grade, terjadi penarikan dana pada emerging market tak terkecuali Indonesia. Karena itu, secara historis, kondisi itu akan diikuti dengan tipisnya likuiditas di market. “Market sangat rentan atas profit taking atau tekanan jual walaupun akhir pekan lalu sempat technical rebound,” ungkapnya.

Dalam situasi ini, Irwan merekomendasikan positif saham konglomerasi PT Astra Internasional (ASII), PT United Tractors (UNTR), PT Gudang Garam (GGRM) dan PT Indofood Sukses Makmur (INDF).

Lalu, PT Indocement Tunggal Prakarsa (INTP), PT Semen Gresik (SMGR), PT Bumi Resources (BUMI) dan PT Adaro Energy (ADRO) mumpung masih murah. Di sektor perbankan, Irwan menjagokan perbankan BUMN seperti PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan PT Bank Mandiri (BMRI).

Tapi, di antara saham-saham tersebut, yang paling menarik adalah saham ASII. Sebab, secara fundamental sangat kuat. Kedua, secara teknikal, saham ini berpeluang kembali ke level tertingginya Rp75.950 yang merupakan level tertinggi pada 27 Juli 2011. “ASII memiliki support di level Rp65.000 dan resistance Rp74.000 untuk pekan ini. Sedangkan Senin (15/8) ini, support di level Rp65.000 dan resistance Rp68.000,” paparnya.

Sementara itu, saham-saham pertambangan seperti BUMI dan ADRO yang cukup likuid akan konsolidasi pekan ini. Sebab, hingga saat ini belum ada indikasi bahwa harga minyak, batu bara dan harga komoditas lainnya akan naik dalam pekan ini.

Pasalnya, euro masih bertahan di level US$1,42 per euro. Yang mengalami penguatan justru harga emas sehingga tembus US$1.800 per troy ounce. Kenaikan harga minyak dan batu bara menunggu konfirmasi dari kenaikan nilai tukar euro atas dolar AS. “Untuk saham-saham sektor energy, bagi yang baru masuk lebih baik wait and see dulu,” ungkapnya.

Apalagi, investor asing ditakutkan dalam posisi jual untuk menutupi kerugian di global market di AS dan Eropa. Asing memiliki portofolio di saham-saham pertambangan dalam jumlah besar. Itu harus diwaspadai pergerakannya.

Karena itu, jika asing dalam posisi jual, investor lokal juga akan adu cepat dalam posisi jual. Jadi, saham-saham tambang sangat spekulatif. “Tapi, selain sektor tambang, karena masih didukung oleh ekonomi domestik yang masih kuat, investor jangka panjang bisa dalam posisi beli. Perhatikan jika asing melakukan aksi jual pada saham-saham di sektor konglomerasi seperti ASII akibat guncangan politik,” imbuhnya. [mdr]

Indosurya: IHSG manfaatkan momentum Eropa dan AS untuk menguat

Indosurya: IHSG manfaatkan momentum Eropa dan AS untuk menguat
JAKARTA. Dalam hasil riset hariannya, Indosurya Asset Management menulis, pada perdagangan Senin (15/8), diperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan berada pada support 3.831-3.861 dan resistance 3.923-3.956.

"IHSG membentuk shooting star dimana sebelumnya membentuk hammer. Posisi candle perlahan mulai meninggalkan lower bollinger bands . MACD tertahan penurunannya dengan histogram negatif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic mulai mencoba bergerak naik menjauhi area oversold," papar Reza Priyambada, Managing Research Indosurya.

Dengan kata lain, IHSG mencoba memanfaatkan momentum penguatan bursa saham Eropa dan AS untuk kembali melanjutkan penguatannya.

Universal: Tekanan bursa regional mereda, IHSG cenderung menguat

Universal: Tekanan bursa regional mereda, IHSG cenderung menguat
JAKARTA. Pada akhir pekan lalu, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup di atas level resisten 11.250. Menurut Kepala Riset Universal Satrio Utomo, Dow Jones masih memiliki potensi kenaikan hingga kisaran 11.700-12.000.

Artinya, "Tekanan dari bursa regional diperkirakan akan mereda dalam beberapa hari mendatang," jelasnya. Dia menambahkan, kondisi serupa juga akan berlaku pada pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di mana pergerakannya akan cenderung menguat hari ini. "Resisten IHSG ada di level 3.975, dan kisaran 4.000-4.050," imbuhnya.

Selain itu, posisi spekulatif bisa dilakukan pada saham-saham, selama saham tersebut tidak memiliki berita negatif. Posisi spekulatif bisa dilakukan pada ASII, UNTR, PGAS, INDF, BBRI, BMRI, dan BBNI. "Sebagai bentuk kehati-hatian, gunakan penembusan atas level terendah dari pergerakan harga kemarin sebagai support," jelasnya.

Saham Pilihan Satu Bulan ke Depan

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Penutupan IHSG akhir pekan lalu yang kembali positif, membawa keyakinan bahwa indeks akan melanjutkan rebound hingga satu bulan mendatang. Saham-saham apa yang bisa dipilih?

Pada perdagangan Jumat (12/8) kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 21,161 poin (0,54%) ke level 3.890,526. Penutupan di atas level low ini, menandakan IHSG akan rebound kembali pada dua pekan terakhir Agustus dan memasuki September,” Target 1 bulan IHSG berada di level 4.160,” ujar Yuganur Wijanarko dari HD Capital dalam riset terbaru.

Menurutnya, beberapa data ekonomi, seperti PDB dan inflasi, serta suku bunga yang bertahan, setidaknya hingga akhir tahun, kondusif untuk dana masuk dalam pasar yang sudah terkoreksi ini. Apalagi secara fundamental analisis, valuasi IHSG sekarang berada di PER 13 kali. “Biasanya di level ini, ada potensi untuk rebound kembali ke PER 16-18 kali (4.160-4.350),” katanya.

Di tengah kondisi ini, Yuga menjagokan saham Astra International (ASII), Bank Central Asia (BBCA) dan Chareon Pokphand (CPIN), yang merupakan perwakilan permintaan domestik untuk mobil, kredit dan makanan (ayam). Selain Bumi Resources (BUMI) yang diuntungkan oleh kembalinya asing dalam sektor batu bara, menyusul membaiknya produksi pada musim kemarau ini.

Saham ASII, yang merupakan emiten berkapitalisasi pasar terbesar dan memiliki core holding asing ini adalah penggerak utama IHSG untuk menuju 4.160 di September. Secara fundamental, target 12 bulan ASII tertinggi di Rp80.500 dan terendah di Rp45.000, bertahan di median Rp63.000.

Ini berarti, potensi ASII kembali ke all time high Rp75.000 sangat mungkin. Apalagi outlook pendapatan terlalu konservatif dan berpotensi di upgrade. “Satu bulan ke depan, ASII akan berada di level Rp74.000,”ujarnya.

Sementara BBCA menarik, karena meskipun cukup besar dan mahal, harga sahamnya dinilai seusai, dengan target 1 bulan diperkirakan akan berada di level Rp8.750 per lembarnya.

Kontribusi BBCA untuk sektor perbankan IHSG mencapai 30%, dimana emiten ini menjadi kandidat utama asing, terutama dalam koreksi pasar, dimana biasanya saham dengan PER termahal yang pertama diburu. “Kendati memiliki PER termahal di seluruh sektor perbankan, namun NPM BBCA tertinggi dari loan portofolio, sehingga menjadi bank terefisien dan profitable di Indonesia,” katanya.

Adapun saham lapis dua CPIN memiliki target harga satu bulan di level Rp2.950. Biaya impor pangan terbantu penguatan dolar AS dan permintaan relatif inelastis namn akan lebih tinggi menjelang Ramadan. Selain itu, dengan produksi dan distribusi yang terintegrasi, CPIN merupakan pemain terbesar tanpa ada saingan berarti. “Kondisi ini mirip pola ASII untuk sektot otomotif,”ucapnya.

Saham terakhir adalah BUMI, yang disebut Yuga sebagai saham terbesar sekaligus terburuk dengan target harga satu bulan dapat mencapai Rp3.150. Saat ini, sektor batu bara mengkontribusi 28% IHSG, dimana kapitalisasi pasar terbesar dipegang oleh BUMI.

Secara PER, emiten ini merupakan yang termahal (high valuation play), namun hal ini belum memperhitungkan upgrade pendapatan dari deleveraging. “Alhasil, saham ini secara fundamental (PBV/ROE) dan teknikal yang oversold, mempunyai potensi menguat besar, sebanding dengan risikonya.” [mdr]

Bursa Asia Menguat, Setelah Pekan yang Buruk

Headline
INILAH.COM, Sydney - Saham Asia menguat tajam pada Senin (15/8), dengan data ekonomi Jepang yang lebih baik dari estimasi dan penjualan ritel AS yang solid. Hal ini mengangkat optimisme tentang tren laba masa depan.

Indeks Nikkei Stock Average Jepang melompat 1,5% pada awal perdagangan, sedangkan di Australia, indeks S & P / ASX 200 naik 1,4%. Korea Selatan tutup untuk libur Hari Kemerdekaan.

Kebanyakan pasar saham Asia membukukan kerugian yang signifikan pekan lalu, karena takut atas tren pertumbuhan ekonomi global dan isu utang yang mencengkeram pasar.

Eksportir kembali memburu saham yang terkoreksi Jumat lalu, dengan Toyota Motor Corp dan Honda Motor Co masing-masing naik hingga 2%. Juga di Tokyo, Fanuc Ltd naik 3,7%, Yokohama Rubber Co naik 3,5%, Jepang Steel Works Ltd naik 3,3%, dan Fast Retailing Co naik 2,4%.

Data yang dirilis hari ini menunjukkan bahwa produk domestik bruto Jepang melemah 0,3% pada kuartal April-Juni, atau 1,3% pada basis tahunan, jauh lebih sedikit daripada estimasi pelemahan kuartalan sebesar 2,7% yang diperkirakan ekonom Dow Jones Newswires .

Saham Eropa dan AS ditutup menguat akhir pekan lalu, dibantu kenaikan penjualan terbesar di ritel AS sejak April, serta antisipasi investor untuk pertemuan antara Prancis dan Jerman yang membahas krisis utang Eropa.

"Laporan penjualan ritel dan laporan tenaga kerja Juli relatif ringan. Namun dengan kabar buruk beberapa pekan terakhir, berita ringan adalah berita baik," kata analis di IHS Global Insight. Demikian dikutip dari Yahoo.com.

"Volatilitas di pasar modal membuat konsumen sangat gugup. Harga minyak dunia turun secara signifikan, dan ini menawarkan beberapa pemulihan bagi konsumen AS, "kata mereka.

Patokan minyak mentah berjangka berada di bawah level US$ 86 per barel di perdagangan NYMEX elektronik hari ini. Sementara emas berjangka tuurn, karena pasar saham menguat. Emas berjangka turun US$ 9,30 menjadi US$ 1,733.00 per ounce.

Perusahaan tambang emas Newcrest Mining Ltd turun 0,3% di Sydney. Perusahaan mencatat kenaikan 63% pada laba fiskal tahun, setelah pendapatan emas naik 60% dan pendapatan perak melonjak.

Sementara BHP Billiton Ltd naik 3,1%, dan Rio Tinto Ltd naik 2,4% dalam sektor yang sensitif terhadap pertumbuhan ekonomi. [ast]

Izin reksadana dollar Amerika tertahan

Izin reksadana dollar Amerika tertahan
JAKARTA.. Pengesahan Undang-Undang Mata Uang berimbas ke industri reksadana. Bapepam-LK memastikan untuk sementara tidak mengeluarkan izin penerbitan reksadana berbasis dollar Amerika Serikat (AS).

"Kami tidak ingin izin Bapepam nanti dianggap melanggar Undang-Undang," ujar Djoko Hendratto, Kepala Biro Pengelolaan Investasi Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) , Kamis (11/8).

Padahal, ada beberapa MI yang telah mendaftarkan reksadana dollar AS, salah satunya Bahana TCW Investment Management.

Presiden Direktur Bahana, Edward P. Lubis, mengaku pasrah atas nasib reksadana terproteksi dollar AS yang sudah berada di meja Bapepam. "Kami tidak tahu kapan akan diberikan (izin). Yang jelas, hal ini sedang dibahas Asosiasi Pengelola Reksadana Indonesia (APRDI)," papar dia.

BNI Asset Management merasakan hal serupa. Belum jelas nasib dua reksadana terproteksi berdenominasi dollar AS yang telah diajukan.

Masih berdiskusi

Danareksa Investment Management pun mengurungkan niatnya menerbitkan reksadana dollar AS di semester kedua tahun ini.

Kecemasan juga datang dari Trimegah Asset Management yang baru saja meluncurkan reksadana pendapatan tetap dalam dollar AS, pada Juli 2011. Meski reksadananya tidak berpengaruh, Trimegah mengaku tidak percaya diri menjual produknya. "Kami tetap menawarkan kepada investor walaupun sepertinya mereka ragu untuk membeli," kata Direktur Utama Trimegah Asset Management, Denny R. Thaher.

Hingga kini, nilai aktiva bersih (NAB) reksadana bernama TRAM Pendapatan Tetap USD itu hanya Rp 1,9 miliar, dengan yield 3% hingga 4%.

APRDI masih berupaya mencari jalan keluar atas isu dampak UU Mata Uang terhadap reksadana dollar AS. Denny Thaher, Wakil Ketua APRDI, menyatakan, ada celah yang bisa dimanfaatkan dalam beleid yang resmi berlaku efektif pada 2014 itu.

UU Mata Uang menyebutkan, seluruh transaksi yang dilakukan di wilayah Indonesia harus memakai rupiah, kecuali transaksi itu dilakukan dalam rangka pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, penerimaan atau pemberian hibah dari atau ke luar negeri dan transaksi perdagangan internasional serta simpanan di bank dalam bentuk valuta asing serta transaksi pembiayaan internasional.

“Poin terakhir itu bisa dijadikan celah, kalau simpanan valas di bank diperbolehkan, kami rasa investasi juga bisa," tutur Denny.

Bapepam-LK tengah membahas hal itu dengan para pelaku usaha. Jika memang ada celah, menurut Djoko, maka regulator pasar modal itu akan menerbitkan peraturan turunan tentang produk reksadana dollar AS.

Penjualan ritel AS jadi pendorong bursa Asia

Penjualan ritel AS jadi pendorong bursa Asia
TOKYO. Mayoritas saham di bursa Asia melaju pagi ini. Salah satu sentimen positif yang memacu pergerakan bursa Asia diantaranya peningkatan penjualan ritel AS yang mengalami lonjakan terbesar dalam empat bulan. Selain itu, tingkat Produk Domestik Bruto Jepang juga mengalami kontraksi lebih rendah ketimbang prediksi.

Pada pukul 09.49, indeks MSCI Asia Pacific naik 0,8% menjadi 122,94. Sementara, indeks Nikkei 225 Stock Average naik 1,3% dan indeks S&P/ASX 200 naik 1,8%. Sedangkan pasar saham saham di India dan Korea Selatan ditutup karena libur nasional.

Saham-saham yang mempengaruhi pergerakan bursa Asia antara lainL Toyota Motor Corp naik 2,4%, BHP Billiton Ltd naik 3,4%, dan Ansell Ltd naik 4,3%.

"Investor sebelumnya masih cemas akan perekonomian AS. Namun, setelah adanya kenaikan penjualan ritel AS, kecemasan tersebut mulai mereda. Kemungkinan akan ada aksi beli untuk saham-saham eksportir dan saham berkapitalisasi besar," jelas Kazuhiro Takahashi, general manager Daiwa Securitoes Capital Markets Co di Tokyo.

Pasar Layak Cemas atas Italia?

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Italia merupakan pasar obligasi terbesar di dunia dan obligasi senilai US$192,2 miliar euro jatuh tempo tahun ini. Jika di-bailout, beban Uni Eropa jauh lebih berat dibandingkan Yunani.

Analis Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, rating utang negara-negara besar Eropa masih berada dalalm tripele-A (AAA) seperti Jerman, Perancis, Inggris dan Belanda. Spanyol, berada dua tingkat di bawahnya yakni double-A (AA) dengan outlook negatif menurut Standard & Poor’s Rating Service (S&P). Italia lebih rendah lagi, A+ (empat tingkat di bawah AAA) dengan outlook yang juga negatif.

Menurutnya, rata-rata rasio utang negara-negara anggota Uni Eropa mencapai 80% terhadap Gross Domestic Product (GDP). Sejak krisis 2008, negara-negara Eropa ‘jor-joran’ menerbitkan obligasi untuk membiayai ekonominya. “Sekarang, surat-surat utang itu sudah jatuh tempo. Mereka membayarnya, tidak dengan uang tunai, melainkan dengan kembali menjual obligasi baru,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Jumat (12/8).

Karena itu, lanjut Ariston, dengan tingkat GDP yang masih kecil, tipis di atas 1%, tidak cukup untuk membayar semua utangnya itu. Hanya Jerman yang memiliki pertumbuhan cukup kuat 5,2% pada Maret 2011 karena faktor ekspor .Begitu juga Perancis di level 2,2%. “Meski utang Jerman besar, tapi memiliki pemasukan sehingga pasar tidak terlalu khawatir atas Jerman dengan total GDP senilai US$2,94 triliun,” paparnya.

Selebihnya, revenue dari perdagangannya tidak cukup untuk bayar utang. Karena itu, negara-negara di Eropa harus mencari sumber pemasukan yang lain di dalam negeri seperti kenaikan pajak. Jika pajak tak lagi mumpuni, mereka mulai memangkas anggaran.

Yang dikhawatirkan oleh lembaga pemeringkat adalah negara-negara ini tidak cukup melakukan pemangkasan anggaran dan tidak cukup mendapatkan revenue sehingga lembaga pemeringkat bersiap-siap untuk down grade.

Sementara itu, lanjutnya, Inggris cukup tahan dari gejolak zona euro karena secara moneter terpisah dari Uni Eropa. Yang paling dikhawatirkan adalah PIIGS (Portugal, Irlandia, Italia, Greek (Yunani) dan Spayol).

Rasio utang Yunani paling tinggi di Uni Eropa sebesar 142,8% terhadap GDP yang nilainya sebesar US$356 miliar berdasarkan data Bank Dunia dengan peringkat utang di level ‘junk’ atau sampah.

Italia menempati rangking dua sebesar 119% terhadap GDP yang hanya tumbuh 0,8% (year on year) per Juni 2011 dengan nilai US$2,3 triliun. Bandingkan dengan PDB AS US$14,6 triliun perkiraan tahun 2011. Rating utang Italia di level A+.

Rasio utang Spanyol sebesar 60,1% dari GDP senilai US$1,6 triliun dengan peringkat AA. Tapi, berdasar data CIA (Central Intelligence Agency) agen rahasia pemerintah Amerika Serikat, PDB Italia sebesar US$1,77 triliun dan PDB Spanyol sebesar US$1,36 triliun.

Sementara itu, rasio utang Portugal sebesar 93% dengan nilai GDP US$247 miliar dan peringkat utang ‘junk’. Lalu, rasio utang Irlandia 96,2% dengan peringkat utang ‘junk’dan GDP Finlandia sebesar US$186 miliar. “Karena di level sampah, mereka kesusahan menjual kembali obligasinya,” imbuhnya.

Ariston menjelaskan, Italia merupakan negara terbesar ketiga di zona euro dan posisi keempat Spanyol. Jika kedua negara ini terkena krisis utang, beban bailout bagi Uni Eropa jauh lebih besar dibandingkan Yunani.

Mengapa pasar cemas atas Italia? Sebab, Italia merupakan pasar obligasi paling besar di dunia. Berdasarkan data Thomson Reuters, pasar obligasi Italia mencapai 23,4% dari total obligasi pemerintah di zona euro yang beredar di pasaran.

Bandingkan dengan Spanyol yang hanya 8,6%, Portugal 3,7%, Irlandia 1,8%, Yunani 1,7% dan Belgia 4,4%. “Karena pasar obligasi Italia paling besar, negara ini paling dicemaskan pasar. Sebab, obligasi adalah utang,” tandasnya.

Ariston memaparkan, Italia pengutang besar dengan tingkat defisit yang tinggi. Kondisi ini, kontras dengan tingkat pertumbuhan yang kecil 0,8%. Karena itu, Italia tidak akan sanggup untuk membayar utang-utangnya itu. “Pasar obligasi Italia merupakan yang terbesar di dunia,” tandasnya.

Menurut data Bank Dunia, pada 2011, Italia memiliki obligasi jatuh tempo sebesar 192,2 miliar euro. Spanyol lebih kecil 84 miliar euro dan Yunani lebih kecil lagi 31,3 miliar euro. “Pasar sedang mencari bulan apa jatuh tempo-nya itu,” paparnya. “Ini akan mengguncang market karena ini yang paling dicemaskan pasar.”

Di atas semua itu, pasar khawatir terjadi krisis yang lebih besar. Sebab, pada saat Yunani perlu bailout kedua, Uni Eropa kebingungan. “Apalagi, jika Italia dan Spayol default (gagal bayar) sehingga butuh bailout,” imbuh Ariston. [mdr]

Laba tinggi berkat rajin ekspansi

Laba tinggi berkat rajin ekspansi
JAKARTA. Mayoritas emiten sektor perkebunan memanen laba tinggi di paruh pertama tahun ini. Kenaikan harga komoditas perkebunan serta peningkatan volume produksi menjadi penopang melejitnya kinerja perusahaan perkebunan tersebut .

PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), tercatat sebagai emiten perkebunan yang menuai laba bersih paling gemuk. Laba anak usaha grup Astra ini tumbuh hampir dua kali lipat menjadi Rp 1,32 triliun.

Berdasarkan catatan analis Onix Capital Sheila Yovita, AALI merupakan perusahaan perkebunan terbesar yang memiliki lahan seluas 263.788 hektare (ha) di tahun lalu. Sekitar 77,3% di antaranya sudah menghasilkan.

AALI termasuk emiten yang rajin melakukan ekspansi organik. Perusahaan ini mengakuisisi 5.000-6.000 ha lahan tiap tahunnya. AALI juga gencar melakukan penanaman kembali sejak 2009. Dengan rata-rata usia pohon saat ini 16 tahun, Sheila meramalkan dampak replanting baru terasa dalam jangka panjang.

Di peringkat kedua ada anak grup Sampoerna, yaitu PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO), dengan laba bersih Rp 361,66 miliar. Menurut analis Mandiri Sekuritas Hariyanto Wijaya, SGRO juga termasuk perusahaan perkebunan yang agresif melakukan penanaman baru.

Rasio pertumbuhan per tahun alias compound annual growth rate (CAGR) SGRO juga cukup baik. Di periode 2007-2010, CAGR perusahaan ini mencapai 17,2%.

PT BW Plantation Tbk (BWPT) juga mencetak kinerja cemerlang dengan laba bersih Rp 170,55 miliar. Gifar Indra Sakti, analis Sucorinvest Central Gani, mencatat lahan matang BWPT lebih sedikit ketimbang perusahaan perkebunan lain. Tapi perseroan ini berhasil meningkatkan produktifitas melalui mekanisasi.

Analis Andalan Artha Advisindo Sekuritas Willy Gunawan memperkirakan produksi perusahaan perkebunan di semester dua bisa lebih tinggi lagi. Penyebabnya, perusahaan perkebunan biasanya melakukan pemupukan di awal tahun saat masuk musim kemarau. Harapannya pupuk akan meresap di musim hujan. "Tandan buah segar (TBS) bisa dipanen enam bulan kemudian," kata Willy kepada KONTAN, Jumat (12/8).

Harga CPO stabil

Perusahaan perkebunan sempat menikmati lonjakan harga crude palm oil (CPO) di awal tahun, sebelum harganya menurun di kuartal dua. Willy meramalkan harga CPO relatif stabil di sisa 2011.

Memang, permintaan CPO di paruh kedua 2011 akan meningkat, apalagi banyak hari raya di akhir tahun. Tapi produksi yang juga naik membuat permintaan dan pasokan jadi imbang. "Kenaikan harganya tidak akan melebihi 5%-10%," ujar Willy. Dia memprediksi harga CPO di kisaran US$ 1.000 per ton.

Lain halnya dengan palm kernel. Harga produk turunan kelapa sawit ini bakal melejit sebab permintaan tumbuh lebih cepat dibanding produksi. Maklum, extraction rate palm kernel hanya 6%, sehingga pasokan sedikit. Bandingkan dengan CPO yang memiliki extraction rate 23%.

Lain lagi dengan karet. Willy menilai penjualan otomotif global yang turun membuat harga karet tidak bisa naik lebih tinggi lagi. Apalagi Thailand sebagai negara penghasil karet terbesar di dunia akan melakukan replanting besar-besaran, sehingga pasokan karet akan berlimpah.

Hal ini bisa menjadi ancaman bagi PT Jaya Agri Wattie Tbk (JAWA). Sekitar 60% pendapatan perseroan ini di tahun 2010 lalu merupakan pendapatan dari komoditas karet. JAWA sudah menanam karet 90 tahun, dan baru merambah bisnis kelapa sawit di 1999.

Namun analis OSK Nusadana Securities Indonesia Yuniv Trenseno masih optimistis dengan prospek karet. Menurut mereka, permintaan karet alam masih tinggi, karena karet sintetis hanya cocok digunakan di iklim tertentu. "Harga karet alam akan naik untuk jangka waktu panjang," jelas Yuniv.


Nikkei terbang setelah tingkat PDB alami kontraksi lebih rendah dari prediksi

Nikkei terbang setelah tingkat PDB alami kontraksi lebih rendah dari prediksi
TOKYO. Mayoritas saham di bursa Jepang dilanda aksi beli. Kondisi itu terjadi setelah tingkat Produk Domestik Bruto (PDB) Jepang mengalami kontraksi lebih rendah ketimbang prediksi analis.

Pada pukul 09.30 waktu Tokyo, indeks Nikkei 225 Stock Average naik 1,1% menjadi 9.065,20. Sedangkan indeks Topix naik 1% menjadi 775,93.

Saham-saham yang mempengaruhi pergerakan bursa Jepang di antaranya: Toyota Motor Corp yang naik 2%, Sony Corp naik 2,8%, dan Isetan Mitsukoshi Holdings Ltd naik 4,1%.

Sementara itu, saham-saham perusahaan eksportir juga melaju pagi ini setelah Menteri Keuangan Jepang bilang, dirinya siap untuk melakukan intervensi pasar untuk mengerem laju penguatan yang berpotensi memperlambat laju pertumbuhan ekonomi Jepang.

"Ketidakstabilan ekonomi masih terus berlanjut. Saya akan terus mengawasi pergerakan pasar mata uang dan akan mengambil langkah-langkah tertentu jika dirasa perlu," jelas Yoshihiko Noda, Menteri Keuangan Jepang

APLI mulai produksi PET akhir September

JAKARTA. PT Asiaplast Industries Tbk (APLI) mulai mengeksekusi rencana diversifikasi usahanya. Produsen plastik ini akan mulai memproduksi polyethylene terephthalate (PET) akhir September nanti. PET adalah bahan kimia yang sering dipakai sebagai bahan baku serat sintetik dan kemasan makanan.

APLI menargetkan bisa memproduksi PET sebanyak 250 ton per bulan. Hasil produksi perusahaan ini nantinya akan dipasarkan di segmen lokal, terutama untuk memenuhi permintaan industri kemasan dan ritel.

Roefie Soeandy, Direktur APLI, menuturkan persiapan memproduksi PET sudah mencapai tahap akhir. Perseroan ini tinggal menunggu kedatangan mesin PET yang sedang dalam proses pengiriman dari Austria.

Rofie enggan membuka besaran investasi pembelian mesin. "Mesin itu dibeli dari Austria. Kalau harganya itu, bukan bagian saya," ujar Rofie pada KONTAN, pekan lalu.

APLI juga berencana mulai memproduksi Posse NTE. Ini adalah bahan kategori premium yang biasa digunakan melapisi jok mobil. Rofie bilang, rencana memproduksi Posse NTE merupakan respon kian menjamurnya produk-produk impor dari China, yang harganya lebih murah daripada produk APLI.

Karena itu, perseroan ini akan mulai memproduksi Posse NTE dengan kualitas lebih tinggi untuk pasar menengah atas. Di tahap pertama, APLI menargetkan bisa memproduksi Posse NTE sebanyak 20.000 m² per bulan.

Kehadiran dua produk baru ini bakal melengkapi jajaran produk perseroan yang sudah ada, seperti sponge & artificial PVC leather, flexible PVC film & sheet dan rigid PVC film & sheet.

APLI berharap bertambahnya produk ini bisa mengatrol kinerja keuangan di semester dua 2011. Di periode tersebut emiten aneka industri ini menargetkan bisa mencetak kenaikan penjualan bersih sebesar 20% dibanding penjualan di semester satu lalu yang sebesar Rp 148,28 miliar.

Tapi APLI belum berani memprediksi pertumbuhan laba di semester dua ini. Maklum, di semester satu lalu realisasi laba bersih berbanding terbalik dengan penjualan.

APLI bisa mencatatkan pertumbuhan penjualan 11,23% menjadi Rp 148,28 miliar. Namun pertumbuhan ini tergerus bertambahnya beban pokok penjualan sebesar 12,57% menjadi Rp 129,43 miliar.

Hal ini disebabkan kenaikan biaya pembelian bahan baku yang bertambah 24,21% menjadi Rp 112,32 miliar. Biaya pembelian bahan kemasan juga naik 17,86% jadi Rp 1,70 miliar. Dus, laba bersih pun tergerus 42,93% jadi Rp 8,99 miliar. "Harga bahan baku naik, sehingga laba bersih kami tergerus," jelas Rofie.

Impor India kerek harga minyak sawit

Impor India kerek harga minyak sawit
JAKARTA. Reli harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) diprediksi akan berlanjut selama pekan ini. Ekspektasi itu antara lain didukung proyeksi kenaikan permintaan CPO dari India.

Sejumlah dealer memperkirakan harga CPO di Bursa Berjangka Malaysia (MDEX) akan terkerek kenaikan ekspor Malaysia pada paruh kedua bulan ini. "Harga CPO untuk kontrak Oktober selama pekan ini mungkin di kisaran RM 3.050 hingga RM 3.150 per ton," ucap seorang dealer komoditas yang dikutip Bloomberg, Sabtu (13/8) lalu.

Harga CPO menanjak selama empat hari berturut-turut dan ditutup US$ 1.004,33 per ton, Jumat (12/8) pekan lalu. Apabila dihitung dalam sepekan terakhir, harga komoditas ini melemah 0,75%. Mengacu data akhir pekan lalu, volume transaksi mingguan CPO di Bursa Berjangka Malaysia meningkat 29,65% menjadi 151.415 lot.

Di Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI), kontrak harian CPO pada Jumat lalu juga naik 0,35% menjadi Rp 8.645 per kilogram.

Kenaikan harga CPO belakangan ini dipicu meningkatnya permintaan, khususnya dari India, yang merupakan importir terbesar minyak sawit mentah di dunia.

Sejumlah analis yang menjadi responden Bloomberg memperkirakan, impor CPO India kemungkinan akan menembus rekornya, yakni tumbuh setinggi 10% menjadi 7 juta ton pada tahun ini yang berakhir 31 Oktober 2011. Daya beli masyarakat di negara itu terus menanjak dan mengerek permintaan atas produk makanan olahan.

"Apabila hasil panen komoditas lokal terbentur kendala, India akan lebih banyak membutuhkan impor CPO. Hal ini menyebabkan harga meningkat," tutur Donny Khor, senior vice president for futures and options OSK Investment Bank Bhd. di Kuala Lumpur.

Harga terus naik

Lahan tertanam untuk komoditas kacang di India diprediksi menurun 10% menjadi 4,53 juta hektare (ha) dari 4,98 juta ha di tahun lalu. GG Patel & Nikhil Research Co. menduga, para petani beralih menanam kapas setelah harga serat menyentuh rekor.

B.V. Mehta, Direktur Eksekutif Solvent Extractors’ Association of India, menyatakan, kondisi tersebut bakal mendongkrak impor CPO lantaran kacang lebih banyak menghasilkan minyak ketimbang kedelai.

Permintaan CPO di negara emerging market terus menguat. Di sisi lain, komoditas ini semakin populer di negara maju. Apalagi, pasokan minyak nabati lainnya, seperti kacang dan kedelai, cenderung terbatas hingga menjaga harga pasar tetap tinggi.

Persediaan minyak sawit mentah di Malaysia, misalnya, pada bulan Juli menurun menjadi 2 juta ton dari bulan sebelumnya 2,05 juta ton. Jumlah stok tersebut lebih rendah dari estimasi sejumlah analis yang memprediksi sebanyak 2,07 juta ton.

Di periode yang sama, produksi CPO Malaysia, menurun 0,1% menjadi 1,75 juta ton, sementara ekspor menyentuh rekor dengan pertumbuhan 9,1% menjadi 1,73 ton ton.

Suluh Adil Wicaksono, analis Asia Kapitalindo Futures berpendapat, tren harga CPO dalam jangka panjang masih tetap terjaga dan tidak akan mengalami penurunan secara signifikan. Permintaan CPO di dunia akan terus mengalir, terutama dari India dan China, serta masih menjadi sumber utama produksi makanan di wilayah Asia. Suluh memprediksi, harga CPO akan bertahan di kisaran RM 3.000 - RM 3.100 per ton.

Ibrahim, analis senior Harvest International Futures sebelumnya memperkirakan harga CPO hingga akhir September di level RM 3.150 per ton. "Permintaan CPO akan meningkat terutama selama bulan puasa," ucap dia.

Saham Pilihan Satu Bulan ke Depan

INILAH.COM, Jakarta – Penutupan IHSG akhir pekan lalu yang kembali positif, membawa keyakinan bahwa indeks akan melanjutkan rebound hingga satu bulan mendatang. Saham-saham apa yang bisa dipilih?

Pada perdagangan Jumat (12/8) kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 21,161 poin (0,54%) ke level 3.890,526. Penutupan di atas level low ini, menandakan IHSG akan rebound kembali pada dua pekan terakhir Agustus dan memasuki September,” Target 1 bulan IHSG berada di level 4.160,” ujar Yuganur Wijanarko dari HD Capital dalam riset terbaru.

Menurutnya, beberapa data ekonomi, seperti PDB dan inflasi, serta suku bunga yang bertahan, setidaknya hingga akhir tahun, kondusif untuk dana masuk dalam pasar yang sudah terkoreksi ini. Apalagi secara fundamental analisis, valuasi IHSG sekarang berada di PER 13 kali. “Biasanya di level ini, ada potensi untuk rbound kemabli ke PER 16-18 kali (4.160-4.350),” katanya.

Di tengah kondisi ini, Yuga menjagokan saham Astra International (ASII), Bank Central Asia (BBCA) dan Chareon Pokphand (CPIN), yang merupakan perwakilan permintaan domestik untuk mobil, kredit dan makanan (ayam). Selain Bumi Resources (BUMI) yang diuntungkan oleh kembalinya asing dalam sektor batu bara, menyusul membaiknya produksi pada musim kemarau ini.

Saham ASII, yang merupakan emiten berkapitalisasi pasar terbesar dan memiliki core holding asing ini adalah penggerak utama IHSG untuk menuju 4.160 di September. Secara fundamental, target 12 bulan ASII tertinggi di Rp80.500 dan terendah di Rp45.000, bertahan di median Rp63.000.

Ini berarti, potensi ASII kembali ke all time high Rp75.000 sangat mungkin. Apalagi outlook pendapatan terlalu konservatif dan berpotensi di upgrade. “Satu bulan ke depan, ASII akan berada di level Rp74.000,”ujarnya.

Sementara BBCA menarik, karena meskipun cukup besar dan mahal, harga sahamnya dinilai seusai, dengan target 1 bulan diperkirakan akan berada di level Rp8.750 per lembarnya.

Kontribusi BBCA untuk sektor perbankan IHSG mencapai 30%, dimana emiten ini menjadi kandidat utama asing, terutama dalam koreksi pasar, dimana biasanya saham dengan PER termahal yang pertama diburu. “Kendati memiliki PER termahal di seluruh sektor perbankan, namun NPM BBCA tertinggi dari loan portofolio, sehingga menjadi bank terefisien dan profitable di Indonesia,” katanya.

Adapun saham lapis dua CPIN memiliki target harga satu bulan di level Rp2.950. Biaya impor pangan terbantu penguatan dolar AS dan permintaan relatif inelastis namn akan lebih tinggi menjelang Ramadan. Selain itu, dengan produksi dan distribusi yang terintegrasi, CPIN merupakan pemain terbesar tanpa ada saingan berarti. “Kondisi ini mirip pola ASII untuk sektot otomotif,”ucapnya.

Saham terakhir adalah BUMI, yang disebut Yuga sebagai saham terbesar sekaligus terburuk dengan target harga satu bulan dapat mencapai Rp3.150. Saat ini, sektor batu bara mengkontribusi 28% IHSG, dimana kapitalisasi pasar terbesar dipegang oleh BUMI.

Secara PER, emiten ini merupakan yang termahal (high valuation play), namun hal ini belum memperhitungkan upgrade pendapatan dari deleveraging. “Alhasil, saham ini secara fundamental (PBV/ROE) dan teknikal yang oversold, mempunyai potensi menguat besar, sebanding dengan risikonya.” [mdr]

Susul Wall Street, Bursa Jepang Dibuka Menguat

Headline
INILAH.COM, Los Angeles – Penutupan mingguan yang kuat untuk Wall Street dan data ekonomi Jepang yang lebih baik dari estimasi, membawa saham Tokyo terapresiasi di awal perdagangan.

Pada Senin (15/8), indeks Nikkei Stock Average naik 1,5% menjadi 9,099.86, sementara Topix naik 1,4% menjadi 778,89. Saham unggulan eksportir memimpin kenaikan, dengan Sony Corp naik 2,3%, Toshiba Corp naik 2,7%, Nintendo Co naik 3,6%, Toyota Motor Corp naik 2,2%, dan Mazda Motor Corp naik 3,5%.

Rally diikuti data yang menunjukkan perekonomian Jepang secara tahunan menyusut 1,3% pada kuartal April-Juni, hasil yang lebih baik dari estimasi, mengingat kerusakan dari gempa bumi dan tsunami 11 Maret lalu. [ast]

GDP Jepang Bakal Picu Rupiah Melandai

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Senin (15/8) diprediksi melemah terbatas. Perlambatan ekonomi Jepang memperparah terhambatnya pertumbuhan global.

Periset dan analis senior PT Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, potensi pelemahan terbatas rupiah awal pekan ini salah satunya dipicu oleh peregerakan bursa saham yang volatile. Menurutnya, pasar saham menjadi perhatian pemain di pasar uang saat ini.

Di sisi lain, lanjut Friman, fokus pasar pekan ini adalah pada Gross Domestic Product (GDP) Uni Eropa dan Jepang yang diperkirakan masih mengalami perlambatan. Karena itu, rupiah masih akan mengalami pelemahan walaupun bersifat terbatas. "Rupiah akan bergerak dalam kisaran 8.555 hingga 8.530 per dolar AS,” katanya kepada INILAH.COM.

Pada Senin (15/8) ini, akan dirilis data preliminary GDP Jepang yang angkanya diperkirakan masih minus 0,7% untuk kuartal kedua 2011 dari kuartal sebelumnya minus 0,9%. "Meski angkanya membaik, tapi pasar masih melihat, Jepang belum bisa keluar dari efek gempa dan Tsunami Jepang pada Maret 2011," tuturnya.

Jadi, lanjutnya, data GDP akan jadi hihgliht awal pekan ini. Tak terkecuali, kondisi Jepang akan dilihat pasar sebagai bagian dari perlambatan ekonomi global sehingga akan berpengaruh negatif bagi bursa saham. "Itu juga jadi tekanan bagi rupiah," ujarnya.

Lalu, pada Selasa (16/8) akan dirilis data GDP Jerman meski angkanya belum bisa dipastikan negatif atau positif, tapi data negara Eropa lainnya sudah dirilis negatif.

Akhir pekan lalu, dikatakan Firman, sudah dirilis data GDP Perancis, yang tidak mengalami pergerakan di level 0%. "Angka ini jauh lebih buruk dari angka sebelumnya 0,9%. Begitu juga dengan data GDP Yunani yang masih memburuk minus 6,9%," tandasnya.

Pada saat yang sama, imbuhnya, data AS yang dirilis akhir pekan lalu, juga belum cukup untuk mengurangi kecemasan perlambatan ekonomi AS. Jadi, secara umum seharusnya investor masih cemas dengan bertambahnya bukti perlambatan ekonomi global. "Tapi, pelemahan rupiah akan terbatas. Sebab, BI juga terus berjaga-jaga di pasar," ungkapnya.

Asal tahu saja, kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Jumat (11/8) ditutup menguat 6 poin (0,07%) ke level 8.538/8.548 per dolar AS.

Cermati Saham Berbasis Pasar Domestik

INILAH.COM, Jakarta – Bursa saham domestik Senin (15/8) diperkirakan menguat. Namun, pasar harus mencermati data-data ekonomi AS yang dirilis pekan ini. Pilihan saham adalah yang berbasis pasar domestik.

Pengamat pasar modal Edwin Sebayang mengatakan, IHSG hari ini masih berpeluang untuk melanjutkan penguatan. “Faktor ekternal sudah terdiskon di pasar, sehingga investor cukup kebal,” ujarnya kepada INILAH.COM.

Menurutnya, pekan ini akan dirilis data ekonomi yang berat di AS, yaitu data manufaktur dan data perumahan. Kedua data ini diperkirakan masih menunjukkan penurunan, sehingga akan menghambat pertumbuhan ekonomi AS.

“Data pertumbuhan ekonomi dan jumlah utang AS yang mempengaruhi rating, merupakan dua faktor yang bergantian mempengaruhi sentimen pasar,” katanya.

Di tengah situasi ini, investor disarankan tetap fokus pada saham-saham yang berbasis pasar domestik. Beberapa saham pilihannya adalah Astra International (ASII), United Tractor (UNTR), AKR Corporindo (AKRA), Bank Mandiri (BMRI), Bank Negara Indonesia (BBNI), Jasa Marga (JSMR), Indofood Sukses Makmur (INDF), Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP) dan Salim Ivomas (SIMP), “Rekomendasi beli emiten-emiten ini,” ujarnya.

Pada perdagangan Jumat (12/8), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 21,161 poin (0,54%) ke level 3.890,526, dengan intraday tertinggi di 3.926,55 dan terendah di 3.864,42. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia didukung volume transaksi sebesar 6,633 miliar lembar saham senilai Rp 5,374 triliun dan frekuensi 141.010 kali.

Sebanyak 174 saham naik, sisanya 70 saham turun, dan 84 saham stagnan. Kendati menguat, aliran dana asing masih terpantau keluar dari bursa saham. Nilai transaksi jual asing (net foreign sell) mencapai sebesar Rp336 miliar. Rinciannya adalah transaksi jual sebesar Rp2,072 triliun dan transaksi beli sebesar Rp1,735 triliun. [mdr]

Jepang siap intervensi, yen keok lagi

Jepang siap intervensi, yen keok lagi
SYDNEY. Pergerakan yen melemah terhadap 15 mata uang utama dunia. Keoknya mata uang Negeri Sakura ini terjadi setelah Menteri Keuangan Jepang Yoshihiko Noda bilang, dirinya siap untuk kembali melakukan intervensi di pasar mata uang untuk menahan laju penguatan yang beresiko terhadap pemulihan ekonomi.

Pada pukul 06.48 waktu Tokyo, yen melemah 0,3% menjadi 109,63 per euro dan melemah ke posisi 76,88 per dollar dari sebelumnya 76,71 pada 12 Agustus di New York. Sementara itu, dollar diperdagangkan pada level US$ 1,4261 terhadap euro dari US$ 1,4248 pada minggu lalu.

Sedangkan franc Swiss melemah 0,6% menjadi 78,32 centimes per US dollar dan melemah 0,8% ke posisi 1,1173 per euro.

Sepanjang pekan lalu, bursa AS tergerus hingga 1,7%

Sepanjang pekan lalu, bursa AS tergerus hingga 1,7%
NEW YORK. Kinerja indeks global tak terlalu kinclong di sepanjang pekan lalu. Tak terkecuali bursa AS. Pasar saham AS mengalami penurunan selama tiga pekan berturut-turut, sekaligus mengalami penurunan harian terbesar sejak 2008.

Salah satu pemicunya adalah, Standard & Poor's memangkas peringkat utang AS. Selain itu, krisis utang Eropa juga memicu kecemasan kalau perekonomian global bakal melambat.

Catatan saja, indeks S&P 500 tergerus 1,7% menjadi 1.178,81 dalam lima hari yang berakhir 12 Agustus lalu. Sementara, indeks Dow Jones turun 1,5% menjadi 11.269,02. Kedua indeks acuan ini sudah terjungkal selama tiga minggu.

Saham-saham yang mempengaruhi pergerakan bursa AS antara lain Bank of AMerica yang anjlok 12% dan menjadi saham dengan performa terburuk di indeks Dow Jones; Walt Disney Co anjlok 5,9% setelah membukukan kinerja yang mengecewakan di kuartal tiga; dan DeVry Inc yang turun 23% sehingga menjadi saham dengan performa terburuk di indeks S&P 500.

"Investor harus terbiasa dengan tingkat volatilitas yang tinggi di pasar. Ketidakpastian ekonomi akan terus berlanjut dan memberatkan berita positif dari perusahaan. Kita semua terperangkap oleh berita yang ada," jelas Leo Grohowski, chief investment officer BNY Mellon Wealth Management di Boston.

Tambahan saja, sekitar US$ 6,8 triliun hilang dari pasar saham global dalam periode 26 Juli hingga 11 Agustus 2011 seiring kian memburuknya krisis utang Eropa.

Antam mulai cari dana proyek SGA Mempawah di akhir tahun

Antam mulai cari dana proyek SGA Mempawah di akhir tahun
JAKARTA. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) memastikan proyek pembangunan pabrik smelter grade alumina (SGA) di Mempawah, Kalimantan Barat, tetap berjalan sesuai rencana. Perusahaan pertambangan ini berniat mencari dana bagi proyek tersebut akhir tahun ini.

Antam membutuhkan dana sekitar US$ 1 miliar untuk menyelesaikan pembangunan pabrik SGA tersebut. "Pendanaan akan dimulai akhir tahun setelah selesai tahap studi," kata Djaya Tambunan, Direktur Keuangan ANTM di Jakarta, pekan lalu.

Direktur Utama Antam Alwin Syah Loebis mengungkapkan, groundbreaking megaproyek tersebut akan dimulai sejak 2012 mendatang. Ia menegaskan, Antam bersama Hangzhou Jinjiang Group Co Ltd (HJG) masih melakukan studi bersama untuk pembangunan pabrik tersebut.

Sebelumnya, sempat tersiar kabar, mitra ANTM dari Negeri Tembok Raksasa, yaitu HJG, mundur dari proyek SGA tersebut. Hal tersebut diungkapkan Gubernur Kalimantan Barat Cornelis. Namun, Antam membantah kabar itu.

Seandainya HJG mundur pun, ANTM akan tetap menjalankan proyek yang sudah dirintis sejak 2010 lalu. "Kami akan tetap jalan karena mengejar penerapan UU Minerba," tegas Alwin.

ANTM masih merahasiakan sumber pendanaan proyek pabrik pengolahan bauksit menjadi alumina tersebut. "Kami masih fokus untuk pendanaan Feronikel Halmahera Timur," ujar Alwin.

Tahun ini, perusahaan pelat merah ini setidaknya akan mulai mencari pendanaan untuk tiga proyek besarnya. Proyek tersebut adalah pembangunan chemical grade alumina(CGA) Tayan, proyek Feronikel Halmahera Timur (FeNi Haltim), dan proyek SGA Mempawah.

Antam sebenarnya sudah mendapat pinjaman untuk proyek CGA Tayan. "Tapi belum bisa diambil karena belum dapat persetujuan pemerintah," papar Alwin.

Inilah Pilihan Saham Senin (15/8)

INILAH.COM, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan terus melanjutkan penguatan dengan level 3.925-4.060 pada perdagangan saham Senin (15/8).

Analis Senior PT HD Capital Tbk Yuganur Widjanarko mengatakan, penutupan IHSG secara mingguan (hijau) berada di daerah hijau setelah sebelumnya melemah menandakan tren penurunan sudah berakhir. Hal ini berdampak positif terhadap IHSG untuk menuju level 3.925-4.060. "IHSG akan berada di level support 3.730-3.650-3.550 dan resistance 4.060-4.125," ujar Yuganur seperti dikutip dari situs PT HD Capital Tbk, Minggu (14/8).

Hal senada dikatakan Kepala Riset PT MNC Securities Edwin Sebayang, pada akhir pekan ini. Ia memperkirakan bursa saham Indonesia berpeluang melanjutkan penguatannya pada Senin (15/8) karena bursa saham Indonesia masih berada di area oversold. IHSG akan berada di level 3.861-3.956.

Sedangkan pilihan saham pada perdagangan saham Senin (15/8), Yuganur merekomendasikan buy untuk saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), saham PT Astra International Tbk (ASII), saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan saham PT Charoen Phokpan Indonesia Tbk (CPIN).

Edwin merekomendasikan saham PT Indoffod Tbk (INDF), saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), saham PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA), dan saham PT Mitra Adi Perkasa Tbk (MAPI). "Saya merekomendasikan buy untuk saham tersebut," tambah Edwin.

Menanti indeks berlari

Menanti indeks berlari
JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan penguatan di pekan ini. Setelah terpuruk di awal pekan lalu, indeks saham lokal bangkit perlahan, dan menguat 0,55% menjadi 3.890,53, Jumat (12/8)

Kekhawatiran terhadap krisis Amerika Serikat (AS) serta Eropa sudah mereda. "Investor sudah mulai ambil posisi," ujar Kepala Riset MNC Securities, Edwin Sebayang. Proyeksi Edwin, hari ini cenderung menguat dengan support 3.863 dan resistance 3.927 .

Kendati sudah berani berbelanja di bursa, para pemilik dana masih mewaspadai data-data ekonomi terbaru AS yang akan dirilis, seperti data manufaktur, perumahan, dan Consumer Price Index (CPI).

Analis Erdikha Elit Sekuritas, Arief Fahruri, memprediksikan IHSG cenderung menguat terbatas sepanjang pekan ini. Proyeksi Arief, hari ini IHSG bergerak di antara 3.814-3.944.

Indikator teknikal, seperti Relative Strength Index (RSI) dan Stochastic, memperlihatkan kemungkinan IHSG untuk bergerak naik.

Berbeda dengan indeks, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS masih lesu. Analis BNI Apressyanti Senthaury meramalkan rupiah bergerak konsolidasi hingga melemah dalam rentang Rp 8.520-Rp 8.570 per dollar AS hari ini.

Rupiah masih punya kans untuk bergerak ke arah lebh tinggi. Fundamental ekonomi Prancis masih lebih baik di antara negara-negara Eropa. Di sisi lain, data-data ekonomi terbaru belum mengesankan pelaku pasar.

Pada akhir pekan lalu, nilai tukar rupiah melemah tipis 0,06% menjadi Rp 8.554 per dollar AS.

Investor Khawatir Guncangan Nazaruddin

INILAH.COM, Jakarta –Investor saat ini ditengarai khawatir atas guncangan politik pascapenangkapan M Nazaruddin, tersangka suap wisma atlet. Kondisi itu, bersamaan dengan krisis global sehingga bisa menjadi momentum profit taking.

Pengamat pasar modal Irwan Ibrahim mengatakan ada dua faktor yang berpengaruh negatif pada pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan IHSG ^JKSE pekan pekan ini. Menurutnya, dari eksternal market terdampak momentum krisis global. Setelah bergejolak tajam, likuiditas di market jadi sepi karena banyak yang menjual posisi. Karena itu, setelah menguat akhir pekan lalu, IHSG akan bergerak fluktuatif pekan ini.

Dari internal, investor khawatir, suara Partai Demokrat akan anjlok sebagai partai pemenang dua kali pemilu. Sebab, setelah tertangkapnya Nazaruddin, akan banyak pihak tersangkut. “Investor asing selalu mengacu pada partai pemenang. Pada saat terjadi gejolak pada partai pemenang, investor jangka panjang akan ancang-ancang melepas sahamnya,” katanya kepada INILAH.COM.

Pada perdagangan Jumat (12/8), IHSG ditutup menguat 21,161 poin (0,54%) ke level 3.890,526, dengan intraday tertinggi di 3.926,55 dan terendah di 3.864,42. Demikian pula indeks saham unggulan LQ45 yang naik 3,309 poin (0,48%) ke level 689,603.

Setelah menguat ke level 3.890,526, bagaimana Anda melihat laju IHSG sepekan ke depan?

IHSG pekan ini akan mendapat guncangan dari faktor internal yakni guncangan politik setelah kepulangan M Nazaruddin, tersangka kasus dugaan suap dalam pembangunan Wisma Atlet Sea Games 2011. Setelah kepulangan Nazaruddin dari pelariannya, stabilitas politik Tanah Air akan terganggu.

Investor sudah mulai khawatir. Bukan khawatir terhadap Nazaruddin, tapi pada penunggang-penunggangnya untuk berbuat korup baik dari Partai Demokrat sendiri maupun dari partai lain. Jadi, investor khawatir guncangan Nazaruddin.

Kalau begitu, di level berapa support dan resistance-nya?

IHSG akan bergerak dalam kisaran support 3.800 dan resistance 4.000 untuk pekan ini. Tapi, secara umum, IHSG akan bergerak tipis (sideways), plus-minus paling-paling 10 poin dalam intraday-nya. Yang perlu diwaspadai adalah keluarnya asing dari saham-saham konglomerasi. Jika itu yang terjadi, indeks akan kembali ke bawah 3.800.

Karena itu, pada Senin (15/8) dan Selasa (16/8) ini akan menentukan laju market hingga akhir tahun. Jika terjadi tekanan jual yang besar pada saham-saham konglomerasi akibat kekhawatiran pasar atas terguncangnya stabilitas politik, sangat menentukan.

Sejauh ini pun, partai Demokrat sudah terbelah dua: ada yang pro Anas Urbaningrum, Ketua Umum Partai Demokrat dan ada yang kontra. Pasar khawatir, suara Partai Demokrat akan anjlok sebagai partai pemenang dua kali pemilu. Investor asing selalu mengacu pada partai pemenang. Pada saat terjadi gejolak pada partai pemenang, investor jangka panjang akan ancang-ancang melepas sahamnya.

Bagaimana dengan sentimen eksternal?

Justru itu, kekhawatiran pasar atas stabilitas politik, bersamaan dengan momentum krisis global. Dari eksternal, setelah bergejolak tajam, likuiditas di market jadi sepi karena banyak yang menjual posisi. Setelah technical rebound akibat kerontokan sebelumnya karena faktor eksternal, IHSG akan bergerak fluktuatif pekan ini.

Setelah AS di-down grade, terjadi penarikan dana pada emerging market tak terkecuali Indonesia. Karena itu, secara historis, kondisi itu akan diikuti dengan tipisnya likuiditas di market. Karena itu, market sangat rentan atas profit taking atau tekanan jual walaupun akhir pekan lalu sempat technical rebound.

Kalau begitu, adakah saham-saham yang masih menarik dalam situasi market saat ini?

Saya tetap rekomendasikan positif saham konglomerasi PT Astra Internasional (ASII), PT United Tractors (UNTR), PT Gudang Garam (GGRM) dan PT Indofood Sukses Makmur (INDF).

Lalu, PT Indocement Tunggal Prakarsa (INTP), PT Semen Gresik (SMGR), PT Bumi Resources (BUMI) dan PT Adaro Energy (ADRO) mumpung masih murah. Di sektor perbankan, saya menjagokan perbankan BUMN seperti PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan PT Bank Mandiri (BMRI).

Di antara saham-saham tersebut, mana yang paling menarik?

Saham ASII. Sebab, secara fundamental sangat kuat. Kedua, secara teknikal, saham ini berpeluang kembali ke level tertingginya Rp75.950 yang merupakan level tertinggi pada 27 Juli 2011. ASII memiliki support di level Rp65.000 dan resistance Rp74.000 untuk pekan ini. Sedangkan untuk Senin (15/8) ini, support di level Rp65.000 dan resistance Rp68.000.

Bagaimana dengan saham-saham di sektor tambang?

Saham-saham pertambangan seperti BUMI dan ADRO yang cukup likuid itu menarik. Tapi, akan konsolidasi pekan ini. Sebab, hingga saat ini belum ada indikasi bahwa harga minyak, batu bara dan harga komoditas lainnya akan naik dalam pekan ini. Sebab, euro masih bertahan di level US$1,42 per euro.

Yang mengalami penguatan justru harga emas sehingga tembus US$1.800 per troy ounce. Kenaikan harga minyak dan batu bara menunggu konfirmasi dari kenaikan nilai tukar euro atas dolar AS. Untuk saham-saham sektor energy, bagi yang baru masuk lebih baik wait and see dulu. Apalagi, investor asing ditakutkan dalam posisi jual untuk menutupi kerugian di global market di AS dan Eropa. Asing memiliki portofolio di saham-saham pertambangan dalam jumlah besar. Itu harus diwaspadai pergerakannya.

Karena itu, jika asing dalam posisi jual, investor lokal juga akan adu cepat dalam posisi jual. Jadi, saham-saham tambang sangat spekulatif. Tapi, selain sektor tambang, karena masih didukung oleh ekonomi domestik yang masih kuat, investor jangka panjang bisa dalam posisi beli. Tapi, perhatikan jika asing melakukan aksi jual pada saham-saham di sektor konglomerasi seperti ASII akibat guncangan politik. [mdr]

IHSG Dapat 'Angin Segar' Penguatan Global

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak sangat fluktuatif sepanjang pekan lalu. IHSG bergerak bak yoyo mengikuti pergerakan bursa-bursa utama yang sedang dipengaruhi oleh sentimen negatif dari krisis Eropa dan masalah utang Amerika.

Mengawali pergerakan awal pekan, IHSG langsung melemah meski tidak sebesar pekan sebelumnya. IHSG terus melemah, sebelum akhirnya mulai bangkit pada pertengahan perdagangan pekan lalu. Harapan akan tercapainya penanganan krisis di Eropa akhirnya mampu menahan penguatan IHSG hingga akhir pekan lalu.

Berikut pergerakan IHSG pada pekan lalu
  • Senin (8/8/2011), IHSG terkoreksi 71,377 poin (1,83%) ke level 3.850,266.
  • Selasa (9/8/2011), IHSG ditutup anjlok 155,147 poin (3,00%) ke level 3.735,119.
  • Rabu (10/8/2011), IHSG melonjak 128,457 poin (3,43%) ke level 3.863,576.
  • Kamis (11/8/2011), IHSG naik tipis 5,789 poin (0,14%) ke level 3.869,365.
  • Jumat (12/8/2011), IHSG menguat 21,161 poin (0,54%) ke level 3.890,526.
Penguatan kembali bursa-bursa utama dunia diharapkan bisa membawa angin segar ke pasar saham Indonesia. IHSG pada perdagangan Senin (15/8/2011) diprediksi akan kembali bergerak menguat meski investor masih akan berhati-hati.

Bursa Wall Street juga sudah mulai membaik setelah mengalami perdagangan yang liar sebelumnya. Pada perdagangan Jumat (12/8/2011), indeks Dow Jones industrial average ditutup menguat 125,71 poin (1,13%) ke level 11.269,02. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 6,17 poin (0,53%) ke level 1.178,81 dan Nasdaq menguat 15,30 poin (0,61%) ke level 2.507,98.

Bursa-bursa regional pagi ini juga sudah mulai membaik. Posisi bursa regional pagi ini adalah:
  • Indeks S&P/ASX naik 59,1 poin (1,4%) ke level 4.231,7.
  • Indeks Nikkei menguat 145,86 poin (1,63%) ke level 9.109,58.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

eTrading Securities:

IHSG pada Jumat (12/8) ditutup naik tipis 21.1 point (+0.55%) ke level 3,890.53 dengan total transaksi sebanyak 13 juta lot atau setara dengan Rp5.3 triliun. Hampir seluruh sektor saham mengalami penguatan kecuali misc-industry (-0.20%). Tercatat sebanyak 162 saham mengalami penguatan, 68 saham mengalami penurunan, 79 saham tidak mengalami perubahan dan 144 saham tidak diperdagangkan sama sekali. Asing tercatat melakukan net sell sebesar Rp395 miliar dengan saham yang paling banyak di jual adalah BMRI, ASII, HRUM, ADRO dan BUMI.

Secara teknikal, pada perdagangan Jumat kemarin (12/8) IHSG berhasil menguat dengan candlestick membentuk pola spinning top yang mengindikasikan mulai melemahnya kekuatan beli, pada perdagangan hari ini (15/8) diperkirakan IHSG masih berpotensi menguat terbatas melihat pergerakan indicator yang masih mendukung seperti indikator stochastic dan RSI yang masih bergerak uptrend dan MACD Histogram yang masih terus bergerak memendek berusaha memasuki area positif. Diperkirakan IHSHG akan bergerak pada range 3793-3848 dengan saham -saham yang dapat diperhatikan a.l. CPIN, BBCA, dan AALI.

Indosurya:

Pada perdagangan Senin (15/8) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.831-3.861 dan resistance 3.923-3.956. IHSG membentuk shooting star dimana sebelumnya membentuk hammer . Posisi c andle perlahan mulai meninggalkan lower bollinger bands . MACD tertahan penurunannya dengan histogram negatif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic mulai mencoba bergerak naik menjauhi area oversold . IHSG mencoba memanfaatkan momentum penguatan bursa saham Eropa dan AS untuk kembali melanjutkan penguatannya.

(qom/qom)

Sabtu, 13 Agustus 2011

Tony Wenas Mundur Sebagai Presdir INCO

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Tony Wenas mengajukan pengunduran diri sebagai Presiden Direktur PT International Nickel Indonesia Tbk (INCO).

Hal ini disampaikan Sekretaris Perusahaan INCO Ratih Amri dalam keterbukaannya kepada BEI seperti dikutip INILAH.COM, Sabtu (13/8). Dijelaskan, Tony Wenas mundur karena alasan pribadi dan keluarga. Keputusan Tony Wenas ini telah disampaikan kepada karyawan Perseroan.

Untuk memastikan kelancaran peralihan jabatan, sudah ada calon pengganti yang akan diusulkan pemegang saham Perseroan untuk diangkat pada RUPSLB yang rencananya akan diselenggarakan September 2011. Tony Wenas akan tetap membantu Perseroan setelah pengunduran dirinya.

Rasio emas mencapai level tertinggi 23 tahun terhadap indeks S&P

Rasio emas mencapai level tertinggi 23 tahun terhadap indeks S&P
JAKARTA. Di akhir pekan, harga emas akhirnya kembali turun. Logam mulia ini tercatat melemah 1,5% ke US$ 1.745,99 per troi ounce. Naiknya minat investor pada aset-aset berisiko tinggi seperti saham dan obligasi membuat pasar melakukan aksi ambil untung atau profit taking.

Namun demikian, dalam sepekan terakhir emas masih mencatat penguatan tajam hingga 5% yang merupakan kenaikan mingguan terbesar sejak awal November 2008 silam. Dalam dua pekan, emas mencatat penguatan hingga 13%.

Analis memprediksi ketidakpastian ekonomi global masih akan mempertahankan sinyal bullish emas ke depan. Tapi pada sisi lain hal tersebut juga menyimpan potensi adanya koreksi tajam secara temporer.

Tapi laju penguatan emas akan tertahan karenga CME Group Inc yang menaikkan margin perdagangan berjangka emas menjadi US$ 5.500 dari US$ 4.500.

Memuncaknya kekhawatiran potensi resesi yang bakal melanda Amerika Serikat dan krisis utang dalam beberapa pekan terakhir telah menjadikan rasio emas terhadap S&P 500 mencapai level 1,6% atau naik 50% dari pekan sebelumnya. Ini merupakan level tertinggi selama 23 tahun terakhir. Rasio tersebut dikalkulasikan berdasar pembagian antara harga emas per ounce dengan indeks S&P.

Yes! Kepanikan Mereda, Wall Street Bisa Menguat

Headline
INILAH.COM, New York - Bursa saham Wall Street menguat pada penutupan perdagangan Jumat (12/8). Meskipun selama sepekan indeks bergerak liar dengan rata-rata turun kuang dari 2%.

Indeks Dow Jones naik 1,1% menjadi 11,269 dan indeks Nasdaq naik 0,6% ke 2.507 serta indeks S&P turun 0,5% ke 1.178. Indeks blue chip telah bergerak volatile selama 7 hari terakhir yang mirip saat Lehman bangkrut pada tahun 2008.

"Volatile jelas mulai tenang selama beberapa minggu. Kami sudah melewati banyak ketidakpastian tetapi masih ada situasi yang terjadi di Eropa mengancam kestabilan sekarang," kata direktur riset di Charles Schwab, Brand Sorensen yang dikutip dari yahoofinance.com.

Bursa saham Eropa ditutup naik didukung sektor perbankan menyusul larangan short selling pada saham keuangan di Prancis, Italia, Spanyol dan Belgia.

Namun di Wall Street, sektor perbankan turun dipimpin saham JPMorgan 2,1%, Bank of America turun 0,8%, namun saham Hwwlett-Packard naik 4,09%.

Wall Street kembali menguat pada penutupan akhir pekan

Wall Street kembali menguat pada penutupan akhir pekan
JAKARTA. Wall Street akhirnya bisa bertahan di teritori positif akhir pekan ini. Artinya, sudah dua hari ini bursa saham Amerika Serikat (AS) ini menguat. Rangkaian penguatan ini merupakan yang pertama kali terjadi sejak Juli silam.

Indeks Dow Jones industrial average (DJIA) melejit 125,71 poin atau 1,13%, ke level 11.269,02. Indeks Standard & Poor's 500 (SPX) bertambah 6,17 poin atau 0,53% ke level 1.178,81. Kemudian bursa teknologi AS yaitu Nasdaq Composite Index (IXIC) menguat 15,30 poin atau 0,61% ke level 2.507,98.

Peningkatan ini seiring kekhawatiran investor pada kondisi pasar Eropa. Di Amerika, investor mulai mengumpulkan keberanian menempatkan dananya ke aset berisiko tinggi. Meskipun dalam jumlah yang tidak terlalu besar.

Katalis lain dan paling utama penggerak indeks adalah pada pekan lalu, secara tidak terduga, pengajuan klaim pengangguran warga AS mengalami penurunan ke level terendah dalam empat bulan terakhir.

Data yang dirilis Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan, pengajuan klaim pengangguran mengalami penurunan sebanyak 7.000 pada minggu yang berakhir 6 Agustus menjadi 395.000. Ini merupakan level terendah sejal awal April lalu. Sedangkan para ekonom yang disurvei Bloomberg memprediksi adanya pengajuan klaim pengangguran yang mencapai 405.000.

DSSA Jual 30% Saham Golden Energy Mines

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menyepakati penjualan 30% saham PT Golden Energy Mines (GEMS) kepada perusahaan asal Singapura, GMR Infrastructure Investments Pte.Ltd.

Demikian dikutip dari keterbukaan informasi yang diterbitkan BEI, Jumat (12/8). Pelaksanaan rencana transaksi tersebut bergantung kepada pemenuhan syarat-syarat atau kondisi sebagaimana yang diatur dalam perjanjian persyaratan jual beli atau Conditional Sale and Purchase Agrement/ CSPA yang telah ditandatangani pada 11 Agustus 2011 lalu.

namun perseroan harus terlebih dahulu memperoleh persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Untuk penutupan rencana transaksi itu, GMR Singapura akan memiliki 30% dari seluruh saham yang dikeluarkan dalam GEMS.

Transaksi ini merupakan langkah penting perseroan dalam membentuk aliansi stategis dengan GMR Singapura, dan aliansi ini diharapkan akan mendukung pertumbuhan dan ekspansi bisnis perseroan maupun anak usaha.