Kamis, 03 November 2011

Pertemuan G-20 memanaskan harga minyak mentah

Pertemuan G-20 memanaskan harga minyak mentah
JAKARTA. Harga minyak mentah kembali bangkit setelah terpangkas dalam kurun tiga hari berturut-turut sejak Kamis (27/10) lalu. Kemarin sore (2/11), harga minyak mentah jenis WTI untuk pengiriman Desember 2011 sempat naik 0,9% jadi US$ 93,09 per barel. Padahal, harga minyak di pagi hari turun ke US$ 91,50 per barel.

Dua faktor yang memicu kenaikan harga minyak adalah persediaan yang diperkirakan menyusut serta melemahnya dollar AS. Di sisi lain, pandangan pelaku pasar terkait krisis utang Eropa mulai terbelah menyusul optimisme menjelang pertemuan G-20 selama dua hari, pada 3 hingga 4 November nanti.

Masalah Eropa tetap menjadi faktor utama yang mempengaruhi pasar. "Namun, pasokan dan permintaan masih kuat mendukung harga minyak," ujar Victor Shum, analis Purvin & Gertz, seperti dikutip Bloomberg, kemarin.

Rencananya, Kamis ini (3/11), Departemen Energi AS merilis data cadangan energi. Mengacu ke survei Bloomberg, persediaan bensin akan menurun sebanyak 800.000 barel.

Pasokan minyak mentah disuling (distilat), termasuk minyak panas dan diesel, diperkirakan juga susut 1,75 juta barel. Data American Petroleum Institute, pada Senin (31/10) lalu, memperlihatkan stok bensin telah menurun 1,1 juta barel dan minyak distilat turun 3,4 juta barel.

Kenaikan harga minyak juga dipicu penurunan dollar AS. Kemarin, indeks dollar AS melemah ke 76,877. Pelemahan the greenback berefek positif bagi harga komoditas, termasuk minyak.

Ariana Nur Akbar, analis Monex Investindo Futures, melihat masih ada unsur tarik-menarik di pasar global. "Di satu sisi pasar beranggapan rencana referendum Yunani akan memperparah kondisi. Di sisi lain, ada potensi penyelesaian krisis Eropa menjelang G-20," ujar dia.

Hasil rapat the Fed menjadi vitamin bagi pergerakan Wall Street

Hasil rapat the Fed menjadi vitamin bagi pergerakan Wall Street
NEW YORK. Mayoritas saham yang ditransaksikan pada bursa AS melesat, rebound dari penurunan selama dua hari. Pada pukul 16.00 waktu New York, indeks Standard & Poor's 500 naik 1,6% menjadi 1.237,90. Selama dua hari sebelumnya, indeks S&P 500 anjlok 5,2%. Sedangka indeks Dow Jones Industrial Average naik 1,5% menjadi 11.836,04.

Sektor komoditas dan sektor finansial merupakan dua sektor yang mencatatkan kenaikan terbesar dalam indeks S&P 500 di antara sepuluh industri lainnya dengan kenaikan setidaknya 2,2%. Sementara, saham-saham berkapitalisasi besar yang mencatatkan kenaikan antara lain: Bank of America Corp, Chevron Corp, dan Alcoa Inc yang naik lebih dari 2,4%. Selain itu, ada pula saham MasterCard Inc yang naik 7%.

Kenaikan bursa AS dipicu oleh pernyataan the Fed pasca pertemuan Federal Open Market Committee. The Fed bilang, perekonomian mulai menguat dan pihaknya sudah mempersiapkan diri untuk melakukan aksi jika dibutuhkan untuk mengawal pertumbuhan ekonomi AS.

"Pelaku pasar saat ini fokus pada dua hal yang diutarakan the Fed, yakni kestabilan ekonomi dan kesiapan the Fed dalam mengambil aksi. Faktanya adalah tindakan the Fed yang tidak melakukan apa pun saat ini membuat kita yakin bahwa perekonomian berjalan baik-baik saja," urai Mark Bronzo dari Security Global Investors di Irvington, New York.

Seperti yang diberitakan KONTAN sebelumnya, the Fed bilang, perekonomian AS mencatatkan pertumbuhan di kuartal tiga tahun ini. "Pertumbuhan ekonomi AS mulai menguat di kuartal III. Hal ini merefleksikan adanya faktor negatif sementara yang memberatkan langkah ekonomi AS pada awal tahun ini," demikian pernyataan the Federal Open Market Committee. Pada saat yang bersamaan, the Fed juga mengungkapkan adanya risiko penurunan yang cukup signifikan terhadap outlook perekonomian, termasuk tekanan dari pasar finansial global.

Hasil The Fed Redam Kekhawatiran, Wall Street Menguat

Jakarta - Saham-saham di bursa Wall Street akhirnya menguat setelah mengalami tekanan cukup besar dalam 2 hari terakhir. Hasil pertemuan Bank Sentral AS cukup memberikan optimisme, di tengah memanasnya penyelesaian krisis Eropa.

Investor merasa optimistis setelah Bank Sentral AS menyatakan akan melakukan lebih pada perekonomian jika kondisi membtuhkannya. Pernyataan itu mampu meredam kekhawatiran investor terhadap kondisi krisis Eropa yang tak kunjung mereda.

Bank Sentral AS dalam pertemuannya selama 2 hari memutuskan untuk mempertahankan suku bunga rendah di kisaran 0-0,25%. The Fed juga memangkas proyeksi pertumuhan ekonomi menjadi 1,6-1,7% pada tahun 2011 dan 2,5-2,9% di 2012. Angka pengangguran juga diprediksi mencapai 9,1% pada 2011 dan mereda menjadi 8,5% pada 2012.

"Kita telah melakukan beberapa perbaikan pada kuartal III, sebuah perbaikan yang sedang," ujar Gubernur Bank Sentral AS Ben Bernanke usai pertemuan seperti dikutip dari AFP.

Bernanke juga mengatakan pihaknya memonitor secara dekat perkembandan di Eropa dan membuka kemungkinan untuk memperluas pembelian surat berharga jika perekonomian AS memburuk.

Pernyataan Bernanke tersebut cukup membuat investor lega. Namun tipisnya transaksi menunjukkan investor masih berhati-hati karena perkembangan penanganan krisis di Eropa belum menunjukkan hasil yang positif.

Pada perdagangan Rabu (2/11/2011), indeks Dow Jones industrial average ditutup menguat 178,08 poin (1,53%) ke level 11.836,04. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 19,62 poin (1,61%) ke level 1.237,90 dan Nasdaq menguat 33,02 poin (1,27%) ke level 2.639,98.

"Pernyataan Bernanke jelas bahwa mereka bersiap melakukan hal yang lebih, dan mereka memiliki alat-alat untuk melakukan hal yang lebih. Kami masih tetap pada situasi yang sangat bergejolak," ujar Tim Ghriskey, chief investment officer Solaris Asset Management seperti dikutip dari Reuters, Kamis (3/11/2011).

"Tidak ada volume, yang berarti tidak ada keyakinan pada pergerakan. Pasar masih tetap 100% digerakkan oleh 'makro' dan setiap berita dari Eropa masih dapat menggeser pasar," ujar Eric Lichtensteiun, managing director Knight Capital.

Saham-saham sektor finansial yang sebelumnya terpukul cukup tajam akhirnya rebound. Saham Citigroup Inc naik 2,3% menjadi US$ 29,83, JPMorgan Chase & Co naik 2,8% menjadi US$ 33,64, dengan indeks KBW Bank naik 3,3%.

Transksi di New York Stock Exchange hanya sebesar 7,5 miliar lembar saham, 10% di bawha rata-rata pergerakan 20 hari terakhir dan di bawah volume jual terbesar ketika mencapai 10 miliar lembar.

(qom/qom)

Rabu, 02 November 2011

Perkembangan IHSG Berubah per Detik

INILAH.COM, Jakarta – Meski IHSG bergerak naik 2,12%, belum bisa dipastikan indeks bakal melanjutkan penguatan. Sebab, perkembangan di market terjadi begitu cepat.

Pada perdagangan Rabu (2/11), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 70,10 poin (1,90%) ke level 3.755,115. Begitu juga indeks saham unggulan LQ45 yang naik 15,77 poin (2,41%) ke angka 669,578.

Laju indeks siang ini cukup ramai, didukung oleh volume transaksi yang tercatat mencapai 4,934 miliar lembar saham di pasar reguler dan total mencapai 5,863 miliar. Sementara itu, nilai transaksi mencapai Rp 4,349 triliun di pasar reguler dan total Rp4,912 triliun dan frekuensi 132.282 kali. Sebanyak 175 saham menguat, sedangkan 60 saham melemah dan 73 saham stagnan.

Penguatan indeks, justru diwarnai aksi jual investor asing yang mencatatkan transaksi nilai jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp163,7 miliar. Rinciannya, transaksi beli mencapai Rp1,226 triliun sedangkan transaksi jual sebesar Rp1,390 triliun.

Semua sektor saham, kompak mendukung penguatan indeks. Sektor aneka industri memimpin kenaikan 3%, disusul pertambangan 2,86%, infrastruktur 2,05%, manufaktur 2,02%, industri dasar 1,77%, properti 1,58%, keuangan 1,55%, konsumsi 1,37%, perdagangan 1,33% dan perkebunan 1,15%.

Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomo mengatakan,dalam trading hari ini, dirinya saya hanya bisa reflek. Pada saat tembus resistance, belidan dilalkukan secara disiplin.Tapi, perkara besok arah IHSG seperti seperti apa,susah diprediksi.

Paling banter,lanjutnya, besok pagi harus melakukan cut loss. “Tapi denganfloating gain yang ada, semoga saja besok (kalau terpaksa cut loss) rugi saya tidak banyak-banyak,” ujarnya.

Sore hari ini, IHSG juga berhasil ditutup diatas 3.750. Pada perdagangan Kamis (3/11) diharapkan, indeks masih bertenaga untuk terus bergerak naik hingga resistance 3.800-3.850.“Tapi, karena perkembangan hari ini benar-benar detik demi detik, setelah kemarin saya beli PT Astra Internasional (ASII)di Rp66.000, tadiketika Hang Seng Index (HSI) tembus 19.300, saya positioning sekitar 30-50% dari portofolio,” ucapnya.

Lalu, begitu HSI tembus 19.500dia juga menambah jadi 80% porto, ketika HSI ditutup diatas 19.700. “Posisi saya sudah hampir full. Sayang sebenarnya karena portofolio saya tetap saja tidak ada saham bankingnya.Tapi, ya sudah.memang rejekinya segitu,” imbuhnya.

Sementara itu, bursa Asia bergerak mixed seperti indeks Hang Seng naik 1,8% ke 19.733, indeks Shanghai naik 1,3% ke 2.504, indeks STI naik 1,4% ke 2.829. Sedangkan indeks Nikkei turun 2,2% ke 8.640, indeks Kospi turun 0,6% ke 1.898, indeks KLSE turun 0,3% ke 1.470.

Bursa Eropa menguat seperti indeks FTSE 0,8%, indeks CAC naik 1,4% dan indeks DAX naik 1,1%

Saham 'Kelas Berat' Diborong, IHSG Melesat 2,11%

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat 2,11% setelah investor mulai memborong saham unggulan yang terdiskon tinggi. Bursa Eropa dan regional yang rebound ikut membantu laju IHSG.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 8.925 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di Rp 8.920 per dolar AS.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka langsung melemah 35,084 poin (0,95%) ke level 3.649,928. Investor memilih keluar di tengah memanasnya lagi kondisi pasar finansial global.

Setelah sempat jatuh cukup dalam ke posisi terendahnya di 3.624,228, indeks langsung balik arah karena indeks masuk ke area jenuh jual. Indeks pun langsung menanjak ke zona hijau.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG turun tipis 0,136 poin (0,01%) ke level 3.684,876. Investor belum sepenuhnya percaya diri karena masih dihantui krisis Eropa.

Setelah sempat berfluktuatif menjelang penutupan perdagangan sesi I, indeks langsung melesat tinggi akibat aksi beli di saham-saham yang sudah murah pagi tadi hingga ke posisi 3.763,392.

Mengakhiri perdagangan, Rabu (2/11/2011), IHSG ditutup melesat 78,022 poin (2,11%) ke level 3.763,034. Sementara Indeks LQ 45 menanjak 17,284 poin (2,64%) ke level 671,090.

Bursa-bursa di Eropa mulai rebound setelah melemah di beberapa perdagangan terakhir akibat tertekan krisis utang yang tak kunjung usai. Sentimen ini memberi semangat di bursa Asia, termasuk Bursa Efek Indonesia (BEI).

Aksi ini didorong spekulasi bahwa The Federal Reserve akan melanjutkan stimulus demi menjaga laju pertumbuhan ekonomi AS. Pertemuan ini baru akan membuahkan hasil besok.

Investor langsung memborong saham-saham yang sudah terdiskon cukup tinggi. Saham-saham yang diburu merupakan saham-saham unggulan, terutama berbasis tambang dan aneka industri.

Meski demikian, investor asing tetap konsisten menjual bersih sejak pagi hingga sore hari ini. Transaksi pemodal asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 163,766 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 141.448 kali pada volume 5,863 miliar lembar saham senilai Rp 4,912 triliun. Sebanyak 191 saham naik, sisanya 52 saham turun, dan 72 saham stagnan.

Hanya bursa saham Jepang yang masih terpuruk di teritori negatif, sementara bursa-bursa di Asia lainnya menguat signifikan. Posisinya yang sudah rendah membuat investor memburu saham-saham sehinggga terjadi rebound.

Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai menguat 34,09 poin (1,38%) ke level 2.504,11.
  • Indeks Hang Seng melonjak 363,75 poin (1,88%) ke level 19.733,71.
  • Indeks Nikkei 225 jatuh 195,10 poin (2,21%) ke level 8.640,42.
  • Indeks Straits Times melesat 37,68 poin (1,35%) ke level 2.827,03.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Astra Internasional (ASII) naik Rp 2.500 ke Rp 69.000, Merck (MERK) naik Rp 2.000 ke Rp 129.000, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 1.250 ke Rp 44.800, dan Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.100 ke Rp 58.000,

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Dian Swastatika (DSSA) turun Rp 1.100 ke Rp 12.300, Sumi Indo (IKBI) turun Rp 350 ke Rp 1.130, Multibreeder (MBAI) turun Rp 200 ke Rp 13.100, dan Indo Straits (PTIS) turun Rp 160 ke Rp 740.

(ang/qom)

KTT G20, Resor Riviera Dibentengi Polisi Perancis

KTT G20, Resor Riviera Dibentengi Polisi Perancis
INILAH.COM, Jakarta - Resor Riviera di Cannes yang glamor dan santai minggu ini berubah menjadi sebuah kamp yang dibentengi polisi Prancis yang sedang mempersiapkan kedatangan para pemimpin dunia untuk acara KTT G20.

Reuters melaporkan ribuan polisi tambahan telah dikerahkan di sepanjang pantai Mediterania ini untuk menghentikan demonstran di jarak 30 km (19 mil) di sepanjang kota Nice, di mana mereka akan menjaga untuk tidak terjadi bentrokan yang dapat mengganggu pertemuan itu.

Polisi telah menutup pantai menarik yang menjadi mitos di Cannes, dengan mendirikan sebuah perimeter keamanan kedua di sekitar kota tua dan mengatakan penduduk Cannois setempat yang berusia di atas 12 tahun kartu identitas mereka jika hendak bepergian di sekitar kota mereka sendiri selama KTT 3-4 November. Keamanan ketat biasanya dilakukan pada KTT G20. Tapi melihat gaya militer manuver pasukan di pantai Croisette sangat mencolok, mengingat bahwa Cannes lebih dikenal sebagai tempat menyeting sebuah festival film berbintang yang diselenggarakan setiap Mei.

Hotel biasanya diisi dengan para prefesional film dan Hollywood A-listers, seperti Carlton dan Martinez, yang berada di balik penjagaan polisi di Zona 1", sebuah tempat suci dan bagian dalam G20 yang diisi secara eksklusif dengan profesional untuk minggu ini.

Bepergian dengan perahu (boating) dilarang selama KTT di Cannes, di mana seluruh pelabuhan, dermaga kapal pesiar di mana beberapa festival besar dunia biasa dilakukan, dan zona keamanan sekolah tetap tutup untuk empat hari libur ekstra setelah All Saints minggu ini. Sebagian besar restoran di sepanjang jalan belakang Croisette akan ditutup karena kurangnya pelanggan.
Untuk peserta G20, hotel dapat memberikan daftar restoran terbuka. Memperkuat citra layanan cuaca, pakar iklim Prancis memprediksi dua hari langit kelabu, hujan dan angin kencang dari biasanya pada hari Kamis dan Jumat.

Presiden Perancis Nicolas Sarkozy dan Kanselir Jerman Angela Merkel akan terbang ke Cannes pada Rabu untuk bertemu dengan pejabat Yunani, dan Sarkozy akan makan malam dengan Perdana Menteri China Wen Jiabao.

Para pengunjuk rasa telah mendirikan base camp pada Senin dan Selasa untuk bekerja lebih keras dalam menyampaikan aspirasi mereka. Pada hari Selasa, ratusan aktivis dari seluruh dunia di bawah bendera "People First, Not Finance" menyuarakan kemarahan pada sistem kapitalis, menyerukan untuk mengakhiri havens pajak dan lebih banyak bantuan bagi dunia miskin.

Polisi bertekad untuk menjaga pengunjuk rasa, yang berasal dari LSM mulai dari Greenpeace, Attac dan Liga Hak Asasi Manusia, dari mencapai Cannes setelah protes berubah menjadi kekerasan pada pertemuan serupa di Genoa dan London. "Ini sedikit frustasi," kata Samantha Bolton, juru bicara Action Aid, non-profit kelompok anti-kemiskinan.

Wow! Meski Asing Net Sell, IHSG Naik 2,12%

INILAH.COM, Jakarta - Bursa saham Indonesia menguat 78,02 poin atau 2,12% ke 3.763,03 pada penutupan perdagangan Rabu (2/11). Volume perdagangan mencapai 5,8 miliar saham senilai Rp4,9 triliun.

Penguatan indeks ditopang 191 saham yang menguat, 51 saham turun dan 71 saham stagnan. IHSG mengalami net foreign sell Rp163,7 miliar dengan penjualan asing mencapai Rp1,3 triliun dan pembelian asing sebesar Rp1,2 triliun.

Indeks JII naik 13,4 poin ke 527,04, indeks ISSI naik 2,5 poin ke 121,76 dan indeks LQ45 naik 17,2 poin. Penguatan diodukung sektor pertambangan yang naik 79,2 poin ke 2.700,46, disusul sektor industri dasar naik 39,6 poin ke 1.231.

Bursa Asia bergerak mixed seperti indeks Hang Seng naik 1,8% ke 19.733, indeks Shanghai naik 1,3% ke 2.504, indeks STI naik 1,4% ke 2.829. Sedangkan indeks Nikkei turun 2,2% ke 8.640, indeks Kospi turun 0,6% ke 1.898, indeks KLSE turun 0,3% ke 1.470.

Bursa Eropa menguat seperti indeks FTSE 0,8%, indeks CAC naik 1,4% dan indeks DAX naik 1,1%.

Luar Biasa! Ide Referendum PM Yunani Terisolasi

Luar Biasa!  Ide Referendum PM Yunani Terisolasi
INILAH.COM, Jakarta - Melewati KTT rutin euro, ia tampak suram, sedih, bahkan terisolasi, tetapi tidak ada yang akan curiga Perdana Menteri Yunani George Papandreou sedang menimbang sebuah pengumuman yang mengirimkan gelombang kejutan di Eropa Selasa (1/11) kemarin.

Bahkan seperti dilaporkan Reuters, Menteri Keuangannya pun menyimpan rahasia ini hingga pada pertemuan deputi partai sosialis, ia menyuarakan referendum terkait bailout yang telah disepakati minggu lalu. Apa kemudian asal-usul rencana kritis itu dan banyak negara-negara sekutu yang takut itu bisa menjadi bencana keuangan Yunani? Impulse atau perhitungan, meskipun dari jenis yang bisa ditembus untuk sebagian? Kedua sifat itu dapat ditemukan dalam karakter Papandreou, pria berusia 59 tahun, yang juga putra dari sebuah keluarga dengan tradisi panjang tingkat atas politik di Yunani. "Tidak ada yang tahu dia akan melakukannya," kata seorang pejabat senior pemerintah yang meminta identitasnya dirahasiakan. "Dia membuat keputusan sendiri dan hanya beberapa penasihat dekat saja yang telah diberitahukan."

Beberapa perwakilan partai 153 deputi, PASOK, mencengkeram wajah mereka, banyak saling memandang tak percaya, ketika ia mengumumkan referendum.

Sebuah kata 'tidak' untuk referendum Yunani yang akan menghadapi pukulan serius bagi konstruksi politik yang dibangun di Eropa untuk menghindari perang lain dan bisa menjatuhkan mata uang tunggal zona euro, dengan menghasilkan bencana. "Ini adalah pendirian terakhir. Dia merasa secara sistematis merusak dari dalam,. Jadi dia memutuskan untuk mengekspos semua dalam diskusi publik," kata seorang pembantunya yang meminta identitasnya dirahasiakan. "Dia telah memutuskan untuk mengambil segala macam kepentingan khusus dan telah menyatakan perang habis-habisan."

Papandreou, yang lahir di Amerika Serikat dan telah berkuasa selama dua tahun, tampaknya bertekad untuk mengejutkan orang-orang Yunani dalam menghadapi tanggung jawab mereka dan kronis kegagalan sistem mereka.

Namun keputusan tersebut juga bisa memiliki akar yang sangat pribadi. Seorang pria menggunakannya untuk popularitas dan pujian bahkan ketika partainya terpuruk dalam jajak pendapat, Papandreou mungkin telah menemukan kepahitan publik mengikuti penghematan setelah menelan pil pahit.

Dia telah tampak semakin terisolasi, dihadiri oleh sekelompok pembantu dekatnya yang sudah berkurang. Krisis utang telah mengambil korban. Media melaporkan bahwa tawaran pada bulan Juni untuk turun jika lawan dari konservatif menyetujui untuk sebuah koalisi pemerintah yang datang langsung setelah ia berjalan di jalurnya.

Peningkatan tekanan dari jalanan, di mana pengunjuk rasa bentrok dengan polisi, dan dari deputinya sendiri, yang mengatakan gelombang terbaru dari langkah-langkah penghematan yang disepakati bulan lalu adalah yang terakhir mereka akan setujui.

Bulan lalu, Papandreou dipaksa untuk mengusir mantan menteri dan teman keluarga dari grup partainya untuk voting melawan bagian dari penghematan tagihan, mengurangi mayoritas parlemen dari 300 kursi menjadi 153. Analis politik bingung dengan langkah-langkah referendum yang mereka lihat sebagai cara untuk jatuh pada kesulitan. Dengan deputi sosialis menuntut pemilu atau pengunduran diri Papandreou, itu tampaknya bahwa negara akan diarahkan untuk melakukan pemungutan suara sebelum referendum apapun. "Ini bukan keputusan terbaik bagi negara," kata Thanos Dokos, think tank ELIAMEP. "Dalam masa krisis atau perang, apakah dia yakin tentang kebijakan, ia tidak meminta debat publik." Mereka yang dekat Papandreou mengatakan bahwa pengumuman itu mungkin tiba-tiba, tetapi keputusan itu cara kerjanya masih panjang.

Pewaris dinasti utama politik Yunani - ayah dan kakeknya juga perdana menteri - Papandreou berkuasa atas pajak dan pengeluaran untuk menempatkan negara pada jalan menuju pertumbuhan.

Saham Bank, Picu Bursa Eropa Melenggang

Saham Bank, Picu Bursa Eropa Melenggang
INILAH.COM, London - Bursa saham Eropa menguat pada perdagangan Rabu (2/11) setelah melemah kemarin dengan rencana referendum Yunani.

Pasar menaruh harapan terhadap pertemuan The Fed pada Kamis besok untuk menawarkan langkah-langkah meningkatkan ekonomi AS. Meskipun krisis utang Eropa masih terus membayangi pasar global.

Indeks FTSE naik 0,9% yang Selasa kemarin sempat tertekan hingga 5,5% dengan rencana referendum Yunani. Saham perbankan mengalami rebound seperti saham Societe Generale naik 3,3% dan saham UniCredit naik 3,5%.

Meskipun mengalami kenaikan, pasar tetap khawatir dengan risiko krisis utang Eropa. "Kekhawatiran terhadap sistem perbankan masih tetap tinggi. Seperti status Yunani, tanpa bailout maka berpotensi bangkrut," kata Sebantien Barthelemi, analis Lois Capital Markets, yang dikutip dari reuters.com.

Sementara Federal Reserve AS akan melakukan pertemuan dua hari kebijakan mulai Rabu hari ini. Tetapi analis tidak mengharapkan perubahan kebijakan utama. Pada hari pertama, mereka akan memantau hasil pertemuan antara Perdana Menteri Yunani Papandreou dan rekannya Perancis dan Jerman.

Presiden Prancis, Nicolas Sarkozy juga mengakui cukup terkejut dengan rencana Yunani tersebut. Meskipun dia tetap mendukung Yunani untuk mendapatkan suntikan dana segar.

Untuk itu, Sarkozy pada Rabu sore ini akan bertemu dengan Kanselir Jerman Angela Merkel serta George Papandreou di Cannes, menjelang KTT G20 yang dimulai pada hari Kamis besok.

Hmm.. Dolar Turun di Pasar Asia

Hmm.. Dolar Turun di Pasar Asia
INILAH.COM, Singapura - Kurs dolar melemah di perdagangan Asia pada Rabu (2/11) menjelang pertemuan G20 dan rapat The Fed pada pekan ini.

Indeks dolar turun 0,3% terhadap enam mata uang global yang diperdagangkan 77.125 dibandingkan 77,298 DXY di perdagangan AS pada Selasa kemarin. Apalagi indeks Dow jatuh hingga 300 poin dengan rencana referendum Yunani. Demikian dikutip dari marketwatch.com.

Untuk kurs dolar terhadap yen juga turun 0,34% menjadi 78,12 per yen atau turun dari 78,34 per yen pada Selasa kemarin.

Sementara kurs euro juga jatuh di level terendah dalam sebulan terakhir terhadap dolar, kemarin. Indeks EURUSD 0,23% menjadi US$1,3717 hari ini. Jadi hanya naik ke level US$1,3712 pada perdagangan Selasa kemarin di AS.

"Risiko tetap menjadi perhatian utama menjelang pertemuan Kanselir Jerman Merkel dan Presiden Prancis, Sarkozy dengan pemerintah Yunani, IMF dan Uni Eropa menjelang KTT Kelompok G20," kata Trinh di RBC.

Berita soal Yunani telah meruntuhkan kenaikan perdagangan di bursa maupun valas serta komoditi. Apalagi parlemen Yunani mendukung rencana referendum tersebut. Presiden Prancis, Nicolas Sarkozy juga mengakui cukup terkejut dengan rencana Yunani tersebut. Meskipun dia tetap mendukung Yunani untuk mendapatkan suntikan dana segar.

Untuk itu, Sarkozy pada Rabu sore ini akan bertemu dengan Kanselir Jerman Angela Merkel serta George Papandreou di Cannes, menjelang KTT G20 yang dimulai pada hari Kamis besok.

Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schaeuble mengatakan kepada edisi Financial Times Jerman bahwa Uni Eropa akan tetap mendukung Yunani dengan mata uang euro. Ia mengungkapkan keyakinan kalau orang-orang Yunani akan mendukung reformasi penghematan pemerintah mereka.

Sementara Federal Reserve AS akan melakukan pertemuan dua hari kebijakan mulai Rabu hari ini. Tetapi analis tidak mengharapkan perubahan kebijakan utama. Pada hari pertama, mereka akan memantau hasil pertemuan antara Perdana Menteri Yunani Papandreou dan rekannya Perancis dan Jerman.

Reminder Cum Date Dividen ASGR, INCO, GMTD dan Right Issue PNLF 02/11/2011

Berikut ini kami informasikan bahwa Hari ini 02 November 2011 adalah Cum Date untuk pelaksanaan kegiatan Corporate Action sebagai berikut :

A. Dividen

No.

Kode Efek

Nama Efek

Jenis Kegiatan

1.

ASGR

ASTRA GRAPHIA Tbk

Dividen Tunai Rasio Rp 12.- per saham

2.

INCO *

INTERNATIONAL NICKEL INDONESIA Tbk

Dividen Tunai Rasio USD 0.01 per saham

3.

GMTD

GOWA MAKASSAR TOURISM DEVELOPMENT Tbk

Dividen Tunai Rasio Rp 38.- per saham

*Nasabah Domestik Dividen INCO dibayarkan dalam mata uang Rupiah Sesuai KURS BI tgl. 7 November 2011

FBI Tertarik Investigasi MF Global

Medium
INILAH.COM, Jakarta - Biro Investigasi Federal (FBI) tertarik melakukan penyelidikan terhadap MF Global saat diberitahu tentang masalah ini.

Hal ini disampaikan sumber Reuters yang menolak untuk menjelaskannya secara rinci. Regulator mengatakan Senin bahwa perusahaan melaporkan kemungkinan defisiensi di rekening terpisah nasabah futures. MF Global, yang mengajukan perlindungan kebangkrutan pada Senin, adalah korban terbesar dalam krisis utang AS-Eropa, dan kebangkrutan terbesar ketujuh aset dalam sejarah AS.

The Wall Street Journal melaporkan Selasa bahwa FBI berencana untuk memeriksa MF Global di tengah kekhawatiran tentang kemungkinan kekurangan dana di klien pialang berjangka. The Wall Street Journal mengutip orang yang akrab dengan masalah. Namun, seorang juru bicara FBI menolak berkomentar.

Emas diburu seiring mencuatnya rencana referendum Yunani

Emas diburu seiring mencuatnya rencana referendum Yunani
JAKARTA. Kecemasan terhadap rencana referendum Yunani memicu reli emas untuk hari yang kedua. Di pasar Asia, kontrak emas untuk pengiriman Desember di divisi Comex, Nymex naik 0,8% ke level US$ 1.725 per ons troy hingga pukul 13.58 di Jakarta. Bahkan, pada perdagangan pagi, kontrak yang sama sempat menyentuh level US$ 1.729,4 per ons troy.

Pasar cemas rencana Yunani melakukan referendum untuk menentukan menerima atau tidak bailout dari Eropa, bisa mengancam rencana Eropa untuk mengatasi krisis di kawasan tersebut. Akibatnya, permintaan emas sebagai aset aman (safe haven) pun melonjak.

Di sisi lain, laporan pertumbuhan manufaktur China dan Amerika Serikat pada Oktober lalu melambat, sehingga mencuatkan kecemasan melambatnya pertumbuhan ekonomi global.

Presiden Pacific Heights Asset Management LLC Michael Cuggino menyebut, pasar melihat emas sebagai mata uang alternatif. "Sampai kondisi moneter dan politik mengalami perubahan mendasar, saya pikir tren reli emas akan terus berlanjut. Tapi emas merupakan aset yang mudah menguap, dan Anda harus siap untuk itu," ungkapnya, hari ini.

Mayoritas analis yang disurvei Bloomberg memprediksi, emas berjangka bisa menyentuh level US$ 1.950 di akhir kuartal pertama mendatang. Itu bakal melampaui rekor US$ 1.923,70 yang pernah tercapai pada 6 September lalu.

Fitch: Referendum Naikkan Potensi Default Yunani

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Fitch Ratings mengatakan keputusan Perdana Menteri Yunani George Papandreou untuk melakukan referendum terkait bailout terbaru Uni Eropa meningkatkan risiko default, dan bahkan risiko Yunani keluar dari dari euro.

CNBC melaporkan Fitch mengatakan keputusan dramatis itu meningkatkan pertaruhan Yunani dan zona euro secara keseluruhan. Kesepakatan bailout kedua pekan lalu yang akan memberlakukan pemotongan gaji lebih tinggi terhadap para pekerja Yunani. Papandreou mengejutkan pasar dengan pengumuman tersebut, dan investor dibiarkan bertanya apakah penduduk Yunani akan mendukung penghematan lebih lanjut. "Sebuah penolakan program Uni Eropa-Dana Moneter Internasional dinegosiasikan oleh Pemerintah Yunani akan meningkatkan risiko default Yunani dan memaksa Yunani untuk keluar dari zona euro," ujar Fitch dalam sebuah pernyataan.

"Hasil seperti itu akan memiliki implikasi keuangan yang parah bagi stabilitas keuangan dan kelangsungan hidup zona euro," tambah Fitch. "Pengumuman referndum Senin malam ini menggarisbawahi urgensi dari pembangunan firewall yang kredibel untuk mencegah penularan Yunani ke zona euro lainnta," tukasnya.

Presiden Dewan Eropa Herman Van Rompuy dan kepala Komisi Eropa Jose Manuel Barroso mengatakan bahwa mereka telah membuat catatan dari niat pihak berwenang Yunani untuk mengadakan referendum. "Kami sepenuhnya percaya bahwa Yunani akan menghormati komitmen yang dibuat dalam kaitannya dengan kawasan euro dan komunitas internasional," kata pernyataan itu.

Barroso dan Van Rompuy telah melakukan pembicaraan telepon dengan Perdana Menteri Papandreou, dan berada dalam kontak dengan anggota zona euro. Mereka akan tetap berhubungan di sela-sela pertemuan G20 di Cannes.

Menurut Fitch, ketidakpastian tentang apakah Yunani akan menerima probram bailout terbaru Uni Eropa-IMF dan keterlibatan sektor swasta - yang merupakan hal mendasar untuk bailout Yunani - juga meningkatkan ketidakpastian tentang kerugian yang dapat dikenakan kepada kreditur. "Hal ini sangat tidak pasti apa yang akan menjadi konsekuensi dari mosi tidak," kata Fitch. "Dalam negosiasi berkepanjangan dan sulit antara pemerintah Yunani dan 'troika' dari IMF, Komisi Eropa dan ECB, mengamankan kesepakatan mengenai paket baru dapat membuktikan bahwa itu tidak bisa diperoleh," tambahnya. "Mengingat jadwal pembayaran utang yang berat pada kuartal pertama 2012, sangat ebrpotensi untuk membuat Yunani default," kata Fitch.

Kepanikan Reda, Bursa Eropa akan Bertenaga

Kepanikan Reda, Bursa Eropa akan Bertenaga
INILAH.COM, London - Bursa saham Eropa diprediksi akan menguat pada perdagangan Rabu (2/11) setelah menurun tajam pada perdagangan kemarin.

Indeks FTSE diprediksi akan menguat 21 poin, indeks DAX akan naik 36 poin dan indeks CAC akan naik 27 poin, seperti dikutip dari yahoofinance.com.

Pelemahan bursa Eropa kemarin disebabkan investor terkejut dengan rencana Yunani yang akan melakukan referendum untuk menentukan bailout kedua.

Namun kurs euro masih tertekan di pasar Asia karena investor masih mengalihkan dananya ke aset yang aman. Berita soal Yunani telah meruntuhkan kenaikan perdagangan di bursa maupun valas serta komoditi.

Apalagi parlemen Yunani mendukung rencana referendum tersebut. Presiden Prancis, Nicolas Sarkozy juga mengakui cukup terkejut dengan rencana Yunani tersebut. Meskipun dia tetap mendukung Yunani untuk mendapatkan suntikan dana segar.

Untuk itu, Sarkozy pada Rabu sore ini akan bertemu dengan Kanselir Jerman Angela Merkel serta George Papandreou di Cannes, menjelang KTT G20 yang dimulai pada hari Kamis besok.

Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schaeuble mengatakan kepada edisi Financial Times Jerman bahwa Uni Eropa akan tetap mendukung Yunani dengan mata uang euro. Ia mengungkapkan keyakinan kalau orang-orang Yunani akan mendukung reformasi penghematan pemerintah mereka.

Sementara Federal Reserve AS akan melakukan pertemuan dua hari kebijakan mulai Rabu hari ini. Tetapi analis tidak mengharapkan perubahan kebijakan utama. Pada hari pertama, mereka akan memantau hasil pertemuan antara Perdana Menteri Yunani Papandreou dan rekannya dari Prancis dan Jerman.

PM Yunani Minta Dukungan Kabinet

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Perdana Menteri Yunani George Papandreou akan berjuang melawan rentetan kritik untuk memenangkan dukungan dari kabinetnya pada hari Rabu untuk mendorong maju referendum.

Pemerintah mengatakan akan sesegera mungkin melakukan kesepakatan bailout utang Uni Eropa. Beberapa anggota parlemen dari partainya meminta dia untuk mundur guna menghentikan tindakan referendum yang membahayakan Yunani sebagai anggota zona euro. Sura referendum tersebut telah memukul euro dan saham global, namun dukungan dari kabinet setidaknya memberinya penundaan eksekusi sebelum melakukan voting di parlemen pada hari Jumat.

"Referendum akan menjadi mandat yang jelas dan pesan yang jelas di dalam dan di luar Yunani terhadap program Eropa dan partisipasi dalam euro," ujar Papandreou dalam rapat kabinet tujuh jam, menurut sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh kantornya seperti dikutip Reuters. "Tak seorang pun sanggup meragukan Yunani di euro."

Setelah jelas posisinya di Yunani, Papandreou nantinya akan menghadapi pemimpin Prancis dan Jerman, yang memanggilnya untuk melakukan pembicaraan krisis di Cannes, sebelum KTT G20 dari ekonomi utama dunia, untuk mendorong implementasi yang cepat dari kesepakatan bailout.

Apa pun hasil referendum, Papandreou menjamin ketidakpastian minggu-minggu panjang hanya ketika 17 negara euro itu putus asa untuk periode tenang untuk menerapkan hasil kesepakatan minggu lalu untuk mengatasi krisis utang.

"Pengumuman ini membuat seluruh Eropa terkejut," kata Presiden Prancis Nicolas Sarkozy. "Rencana ini ... satu-satunya cara untuk memecahkan masalah utang Yunani."

Menteri Keuangan Jepang, Jun Azumi menggemakan komentar, akibat saham Nikkei jatuh sebanyak 2 persen pada Rabu. "Semua orang bingung," katanya.

Pilih Saham Sensitif Inflasi & Kinerja Kinclong

INILAH.COM, Jakarta – Meski sentimen eksternal negatif, IHSG berpeluang melaju positif hingga penutupan. Faktor deflasi dan kinerja keuangan jadi katalisnya. Inilah saham pilihannya di sesi dua.

Analis Sekuritas Ekokapital Cece Ridwanullah memperkirakan, indeks saham domestik berpeluang menguat hingga penutupan sore nanti. “Indeks akan bergerak dalam kisaran support 3.591 dan resistance 3.733,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (2/11).

Menurutnya, penguatan indeks hari ini semata didukung oleh faktor internal. Salah satunya adalah Badan Pusat Statistik (BPS) yang kemarin merilis inflasi Oktober 2011 mengalami deflasi (0,12%). “Data ini sangat berpengaruh positif pada saham-saham yang sensitif suku bunga pada sektor properti, perbankan dan Astra,” ujarnya.

Di sisi lain, lanjut Cece, indeks juga mendapat dukungan dari laporan kinerja emiten untuk kuartal III-2011. Menurutnya, dari total emiten yang listed di Bursa Efek Indonesia (BEI), 90% di antaranya mengalami kenaikan laba bersih. “Karena itu, saham-saham yang mencatatkan kenaikan laba di atas 30% bertenaga naik hari ini setelah mengalami tekanan tajam pada perdagangan kemarin,” papar Cece.

Tapi, dia menggarisbawahi, jika melihat faktor eksternal, sulit untuk memprediksi indeks domestik bisa menguat hari ini. Sebab, market masih terimbas negatif oleh kabar Perdana Menteri Yunani, George Papandreou yang mengajukan mosi kepercayaan dari parlemen dan referendum dari rakyat Yunani.

Tujuannya, untuk mendapat persetujuan reformasi ekonomi yang menjadi syarat bailout yang diberikan Uni Eropa. “Jika rakyat Yunani tidak setuju, besar peluang Yunani default dan banyak skenario buruk lainnya,” tutur Cece.

Kondisi itu, Cece menambahkan, diperparah oleh data manufaktur China yang dirilis negatif. Angkanya turun mencapai batas kritis 50,4 untuk Oktober 2011 dari bulan seblumnya 51,2. “Padahal, sebelumnya sudah diperkirakan naik jadi 51,6,” imbuhnya.

Dalam situasi ini, Cece merekomendasikan positif saham-saham berbasis suku bunga dan BI rate dan saham-saham yang mencatatkan kinerja kinclong pada kuartal III-2011. Apalagi, saham-saham yang sudah turun tajam pada perdagangan kemarin. Terutama, pada sektor perbankan, properti, pertambangan, dan grup Astra.

Saham-saham pilihannya adalah PT Bank Mandiri (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Bank Central Asia (BBCA), dan PT Bank Danamon (BDMN).

Lalu, PT Surya Semesta Internusa (SSIA), PT Alam Sutera Realty (ASRI), PT Agung Podomoro Land (APLN) dan PT Modernland Realty (MDLN). PT Astra Internasional (ASII) dan PT United Tractor (UNTR). Lalu, PT Borneo Lumbung Energi (BORN) dan PT Bumi Resources (BUMI) yang menarik untuk jangka menengah. “Saya rekomendasikan buy on weakness saham-saham tersebut,” ujarnya.

Yes! Deflasi Giring IHSG Sesi I Ditutup Naik Tipis

INILAH.COM, Jakarta - Pada perdagangan sesi I Rabu (2/11), IHSG ditutup naik tipis hanya 0,06% ke level 3.687,34.

Penguatan indeks siang ini lebih dipicu sentimen positif investor lokal terhadap data deflasi Oktober yang mengalahkan sentimen buruk dari Eropa, AS, dan China.

Bursa Global kembali melemah signifikan kemarin dengan bursa AS rata-rata melemah 2,8% dan Bursa Eropa melemah 3,5%, dikarenakan mencuatnya kekhawatiran perlambatan ekonomi Global. Setelah kekhawatiran Yunani akan default, kekhawatiran perlambatan ekonomi diperparah oleh data indeks manufaktur AS, Inggris, dan China yang mengecewakan. AS melaporkan indeks manufaktur bulan Oktober sebesar 50,8, lebih rendah dari estimasi pada 52, Inggris melaporkan indeks manufaktur 47,7 (vs estimasi 50) sedangkan China 50,4 (vs estimasi 51,8).

Mengikuti pelemahan bursa AS dan Eropa, Bursa Asia siang ini mayoritas melemah. Shanghai turun 1%, Hang Seng turun 0,92%, KLSE turun 0,75%, Nikkei turun 1,59%, Seoul turun 0,95%, tapi STI naik 0,5%.

Dari dalam negeri, deflasi sebesar 0,12% di bulan Oktober memunculkan
spekulasi BI akan kembali menurunkan BI rate ditambah lagi alasan ekonomi AS dan Eropa masih menunjukkan tanda perlambatan.

Sebanyak 96 saham naik siang ini, 95 saham turun, dan 90 saham masih stagnan. Indeks LQ45 sesi I ditutup naik 0,16% ke level 654,89, sementara JII naik 0,39% ke level 515,59.

Volume perdagangan siang sebanyak 2,55 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp2,12 triliun. Asing tercatat masih melakukan aksi jual karena kekhawatiran terhadap krisis Eropa dengan membukukan net foreign sell sebesar Rp248,86 miliar.

Saham-saham yang naik tajam siang ini adalah GGRM naik 0,96%, ASII naik 0,67%, HEXA naik 3,03%, UNTR naik 0,84%, IMAS naik 0,81%, dan INVS naik 1,81%.

Sesi pagi, IHSG ditutup stagnan di level penutupan kemarin

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup stagnan di level penutupan kemarin, yaitu di 3.684,876, hingga sesi perdagangan pertama berakhir.

IHSG tidak beranjak, meski sempat bergerak fluktuatif sepanjang sesi pertama hari ini. Sejatinya, indeks dibuka tergelincir ke zona merah pada pembukaan pagi, namun sempat rebound beberapa saat jelang penutupan siang ini.

Stagnannya pergerakan indeks, seiring sektor-sektor yang diperdagangkan bergerak di dua arah. Tujuh sektor hanya berhasil naik tipis, dengan dipimpin sektor infrastruktur dan sektor aneka industri yang reli 0,51%. Sementara itu, tiga sektor masih tertekan, dengan koreksi terbesar pada sektor keuangan yaitu sebesar 0,81%.

Sebanyak 89 saham berhasil reli, namun 92 saham lainnya masih tertekan. Adapun, 81 saham lainnya tidak beranjak dari level penutupan kemarin.

Transaksi di sesi pertama ini tidak terlalu ramai, yaitu hanya melibatkan 3,078 miliar saham. Adapun, nilai transaksi berkisar Rp 2,404 triliun.

Beberapa saham yang berhasil menempati deretan top gainers, siang ini, antara lain saham Nusantara Inti Corpora Tbk (UNIT) yang melaju 15% ke Rp 230. Lalu, saham Eratex Djaja Tbk (ERTX) yang reli 6,08% ke Rp 192, dan saham Rig Tenders Tbk (RIGS) yang naik 5,77% ke Rp 550.

Sedangkan, deretan saham yang terseret ke posisi top losers, yaitu saham Sumi Indo Kabel Tbk (IKBI) yang anjlok 24,32% ke Rp 1.120. Lalu, saham Sunson Textile Manufaktur Tbk (SSTM) yang jatuh 15% ke Rp 170, dan saham Star Petrochem Tbk (STAR) yang turun 8,7% ke Rp 84.

Masyarakat Yunani: Referendum Hanya Gertak Sambal

Medium
INILAH.COM, Athena - Masyarakat Yunani putus asa dengan rencana Perdana Menteri George Papandreou untuk melakukan referendum terkait bailout, beberapa melihatnya sebagai taktik untuk memenangkan dukungan bagi langkah-langkah penghematan dalam keadaan sulit.

"Referendum Ini adalah gertak sambal. Mereka hanya mengejek kami," kata Emanuel Papadopoulos, seorang pembersih jalan yang sudah berusia 50 tahun seperti dikutip Reuters. Seperti banyak orang lain di jalanan Athena Selasa, Papadopoulos mengatakan ia merasa pemerintah berusaha untuk berpegang pada kekuasaan dengan dukungan populer jika voting parlemen Yunani mengantongi suara mendukung perjanjian bailout.

"Saya belum berpikir tentang bagaimana saya akan memilih. Bagaimana harus saya pilih?. Seolah-olah pemilu atau seolah-olah itu referendum? Apa yang akan menjadi pertanyaan (terhadap referendum)?" kata Papadopoulos.

Papandreou membuat pengumuman mengejutkan Senin malam, yang mengirimkan pasar jatuh karena investor cemas bahwa paket bailout 130 miliar euro ($ 181 miliar) yang disetujui para pemimpin Eropa pekan lalu untuk mencegah default Yunani sekarang akan berantakan.

Kemarahan di jalanan semakin memanas di Yunani untuk gelombang demi gelombang langkah-langkah penghematan yang harus menaikkan pajak, upah rendah dan memicu aksi mogok. Analis khawatir Yunani akan memilih menolak garis kehidupan finansial mereka dan mendorong negara menuju kolapsnya ekonomi. "Ini masuk akal. Sekarang mereka telah menempatkan bola di pengadilan kita, tetapi mereka tidak bertanggung jawab untuk memutuskan?" kata Haris Velakoutakou, seorang pemandu turis berusia 64 tahun.

"Apa ini? Mereka harus melakukan referendum ini dari awal, sebelum semua melakukan tindakan penghematan."

Sebuah jajak pendapat selama akhir pekan menunjukkan hampir 60% dari Yunani memiliki pandangan negatif terhadap kesepakatan penyelamatan. Ini menunjukkan bahwa para pemilih dalam referendum dapat dilakukan awal tahun depan, akan mengatakan tidak kepada paket penyelamatan.

Tapi di jalan-jalan Athena, ada perasaan bahwa pemerintah akan mencoba membujuk orang-orang Yunani memberikan dukungan terhadap bailout yang tidak populer dengan peringatan mereka bahwa alternatif adalah keruntuhan keuangan yang membawa Yunani bertekuk lutut. Yunani akan menerima cicilan bailout sebesar 8 miliar euro pada pertengahan November, namun akan habis selama bulan Januari, berpotensi meninggalkan negara tanpa dana untuk membayar gaji atau mempertahankan layanan jika paket tersebut ditolak.

"Dia memeras kita," kata Yannis Aggelou, seorang manajer penjualan di sebuah perusahaan baja yang berusia 50 tahun.

Namun, beberapa menyatakan bahwa referendum akhirnya akan mendapatkan dukungan masyarakat Yunani untuk menyelamatkan masa depan mereka bersama. "Itu adalah keputusan yang baik untuk menyuarakan referendum. Mari mengadu nasib di tangan kami, aku ingin kita mengatkan 'ya'. Saya ingin, kita tinggal di euro. Kembali ke dirham akan menjadi bencana," kata Dionysia Aggelopoulou, seorang pensiunan berusia 74 tahun. "Mari kita memutuskan apakah itu baik atau buruk. Saya telah mengalami yang lebih buruk, masa-masa sulit, perang. Apakah kita benar-benar ingin kembali ke hari-hari itu?".