Selasa, 22 November 2011

Asing Net Buy, IHSG Menguat Tajam 1,5%

INILAH.COM, Jakarta - Bursa saham Indonesia menguat 55,70 poin atau 1,5% ke 3.735,53 pada penutupan perdagangan Selasa (22/11). Volume perdagangan 3,7 miliar saham senilai Rp4,5 triliun.

Pada penutupan hari ini tercatat, 178 saham menguat, 50 saham melemah dan 85 saham stagnan. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp421,9 miliar dengan pembelian asing mencapai Rp2,2 triliun dan penjualan asing sebesar Rp1,7 triliun.

Indeks JII naik 9,2 poin ke 522,92, indeks ISSI naik 1,8 poin ke 121,51 dan indeks LQ45 naik 11,43 poin ke 660,02. Penguatan tertinggi dialami sektor perkebunan yang naik 41,09 poin ke 2.193,87 dan sektor pertambangan naik 38,08 poin ke 2.587.

Indeks sempat berada di zona negatif namun pada sesi II menunjukan penguatan sampai penutupan di zona positif. Level tertinggi hari ini di 3.736,02 dan level terendah di 3.671,40.

Bursa Asia sebagian mulai bergerak naik seperti indeks Hang Seng naik 0,1%, indeks Kospi naik 0,3%, indeks STI naik 0,4%, indeks KLSE naik 0,1%. Sedangkan indeks Nikkei turun 0,4%, indeks Shanghai turun 0,1%, indeks ASX turun 0,7%.

Bursa saham Eropa menguat seperti indeks FTSE naik 0,9% ke 5.273,70, indeks CAC naik 1,5% ke 2.940,62 dan indeks DAX turun 1,3% ke 5.678,86.

Saham yang menguat seperti saham ASII naik Rp1.700 ke Rp69.350, HMSP naik Rp1.400 ke Rp38.400, GGRM naik Rp1.250 ke Rp61.750, AALI naik Rp600 ke Rp22.150, UNVR naik Rp600 ke Rp16.800, INTP naik Rp550 ke Rp15.200, ITMG naik Rp550 ke Rp42.150, ADMF naik Rp400 ke Rp12.300, BMRI naik Rp250 ke Rp6.800, UNTR naik Rp250 ke Rp25.000, BBRI naik Rp200 ke Rp6.700, HRUM naik Rp200 ke Rp7.750, SMGR naik Rp200 ke Rp9.100.

Saham yang melemah seperti DSSA turun Rp200 ke Rp12.850, MBAI turun Rp200 ke Rp12.200, SCMA turun Rp150 ke Rp7.150, ICBP turun Rp100 ke Rp5.000, BBTN turun Rp30 ke Rp1.280.

Di sesi II, indeks berlari kencang dengan lonjakan 1,5%

JAKARTA. Di sepanjang sesi II, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan terlihat lebih bersemangat. Pada pukul 16.00, indeks tercatat melonjak 1,51% menjadi 3.735,53.

Setidaknya, terdapat 165 saham yang naik. Sementara, jumlah saham yang melorot hanya sebanyak 43, dan 80 saham lain tak berubah posisi. Adapun volume transaksi hari ini melibatkan 3,717 miliar saham senilai Rp 4,652 triliun.

Sembilan sektor berhasil bergerak positif. Tiga sektor dengan kenaikan terbesar antara lain: sektor industri lain-lain yang naik 2,25%, sektor manufaktur naik 2,06%, dan sektor industri dasar naik 2,11%.

Saham-saham penghuni top gainers hari ini antara lain: PT Bumi Citra Permai (BCIP) naik 24,44% menjadi Rp 280, PT Fortune Indonesia (FORU) naik 14,81% menjadi Rp 155, dan PT Viva Media Asia (VIVA) naik 13,33% menjadi Rp 510.

Sedangkan saham-saham yang bertengger di posisi top losers di antaranya: ATPK Resources (ATPK) turun 7,89% menjadi Rp 140, PT Mahaka Media (ABBA) turun 6,43% menjadi Rp 131, dan PT Panin Financial (PNLF) turun 3,77% menjadi Rp 102.

Rebound 55 Poin, IHSG Paling Perkasa di Asia

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil rebound 55 poin atas aksi borong di seluruh lapisan saham. Indeks menjadi yang menguat paling tinggi di Asia.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 9.055 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di posisi Rp 9.060 per dolar AS.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG menipis 5,681 poin (0,16%) ke level 3.674,148 akibat maraknya sentimen negatif yang datang dari AS dan Eropa.

Setelah sempat terkoreksi di awal perdagangan, indeks berhasil melambung ke zona hijau akibat aksi beli di saham-saham yang sudah murah. Meski demikian, tekanan jual masih terjadi di lantai bursa.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG turun tipis 2,109 poin (0,06%) ke level 3.677,720. Aksi beli investor masih minim karena dihantui berbagai sentimen negatif.

Aksi borong saham terjadi di perdagangan sesi II. Hampir semua lapisan saham diburu investor karena harganya yang sudah murah. Indeks pun menanjak hingga ke posisi tertingginya 3.736,022.

Menutup perdagangan, Selasa (22/11/2011), IHSG menguat 55,703 poin (1,51%) ke level 3.735,532. Sementara Indeks LQ 45 menanjak 11,431 poin (1,76%) ke level 660,020.

Posisi indeks yang sudah sangat jenuh jual dimanfaatkan investor untuk mengoleksi saham-saham yang sudah murah. Saham-saham unggulan yang rata-rata sudah turun lebih dari sepuluh persen menjadi incaran.

Alhasil, seluruh indeks sektoral di lantai bursa menghijau. Penguatan dipimpin oleh indeks sektor aneka industri dan konsumer. Tak ketinggalan pula sektor berkapitalisasi besar, yaitu komoditas dan finansial.

Nilai transaksi di pasar modal sedikit meningkat karena adanya transaksi tutup sendiri (crossing) saham PT Sinarmas Multiartha Tbk (SMMA) senilai Rp 836,17 miliar oleh Sinarmas Sekuritas (DH) di pasar negosiasi. Investor asing menjadi pihak pembeli dalam transaksi ini.

Investor asing sama sekali tidak punya andil dalam penguatan IHSG kali ini. Para pemodal asing masih mengurangi portofolionya dan tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 414,195 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 114.689 kali pada volume 3,717 miliar lembar saham senilai Rp 4,652 triliun. Sebanyak 178 saham naik, sisanya 50 saham turun, dan 85 saham stagnan.

Beberapa bursa di regional berhasil keluar dari jeratan jaring negatif, namun bursa saham China dan Jepang masih terperangkap. Bursa saham Hong Kong dan Singapura berhasil rebound bersama IHSG.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia sore ini:
  • Indeks Komposit Shanghai turun tipis 2,50 poin (0,10%) ke level 2.412,62.
  • Indeks Hang Seng naik tipis 25,74 poin (0,14%) ke level 18.251,59.
  • Indeks Nikkei 225 melemah 33,53 poin (0,40%) ke level 8.314,74.
  • Indeks Straits Times menguat 17,70 poin (0,66%) ke level 2.715,68.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Astra Internasional (ASII) naik Rp 1.700 ke Rp 69.350, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 1.400 ke Rp 38.400, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.250 ke Rp 61.750, dan Unilever (UNVR) naik Rp 600 ke Rp 16.800.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multibreeder (MBAI) turun Rp 200 ke Rp 12.200, Dian Swastatika (DSSA) turun Rp 200 ke Rp 12.850, Surya Citra (SCMA) turun Rp 150 ke Rp 7.150, dan Samudera Indonesia (SMDR) turun Rp 125 ke Rp 3.775.

(ang/qom)

Wah, sukuk global Indonesia oversubscribed 6,5 kali

Wah, sukuk global Indonesia oversubscribed 6,5 kali
JAKARTA. Fundamental ekonomi Indonesia yang stabil berhasil menarik minat asing dalam menempatkan portfolio investasi. Hal ini terbukti pada penawaran sukuk global semalam.

Dari target indikatif yang dipatok pemerintah yaitu US$ 1 miliar, jumlah orderbook yang masuk mencapai US$ 6,5 miliar.

"Tadi malam, pukul 21:00 waktu New York telah dilakukan settlement atas penerbitan sukuk global 2011. Terjadi kelebihan permintaan atau oversubscribed 6,5 kali " ujar Direktur Pembiayaan Syariah, Dahlan Siamat kepada KONTAN, (22/11)

Sukuk global tersebut akan jatuh tempo 7 tahun dengan fix kupon 4% menggunakan struktur ijarah. Dahlan mengklaim, pricing 4% tersebut merupakan capaian yield terendah sepanjang sejarah penerbitan SBN di pasar modal internasional bahkan terendah dalam penerbitan sukuk global dan global bond bertenor tujuh tahun oleh negara-negara di Asia.

Sebagai perbandingan, Bahrain yang menerbitkan global bond tak jauh berbeda waktunya dengan Indonesia menetapkan yield 6,25%. Artinya ada spread hingga 225 basis poin (bps). Padahal Bahrain sudah masuk investment grade dengan memiliki peringkat BBB. Indonesia, masih memiliki peringkat “junk” atau di bawah investment grade.

"Sesuai rencana, meski oversubscribed, dana yang diserap hanya US$ 1 miliar," ujar Dahlan. Porsi terbesar digenggam oleh investor Asia yaitu 32%, Timur Tengah 30%, Eropa 18%, Amerika 8% dan lokal 12%.

Sebelumnya, Analis obligasi NC Securities, I Made Adi Saputra sudah menebak kondisi ini. "Memang asing tidak memiliki banyak pilihan investasi yang aman. Fundamental Indonesia mampu menarik minat mereka," ujarnya.

Indonesia memang sudah memiliki posisi yang lebih tinggi di mata asing dengan memberikan yield lebih rendah dari penerbitan surat utang yang sama beberapa tahun lalu.

Saham Unggulan Picu Bursa Eropa Menguat

Saham Unggulan Picu Bursa Eropa Menguat
INILAH.COM, London - Bursa saham Eropa menguat pada pembukaan perdagangan Selasa (22/11) walaupun akan dibatasi kekhawatiran krisis utang Eropa dan AS.

Indeks FTSE naik 0,9% ke 5.273,70, indeks CAC naik 1,5% ke 2.940,62 dan indeks DAX turun 1,3% ke 5.678,86. Indeks saham blue chip Eropa naik 0,8% setelah jatuh 3,3% pada perdagangan sebelumnya. Demikian mengutip yahoofinance.com.

"Ini tidak seperti penurunan yang diganti dengan kepercayaan yang tinggi. Ketidakpastian terhadap posisi lembaga rating setiap saat akan berpengaruh di pasar meskipun terbatas," kata Jeremi Batstone-Carr.

Kongres AS diyakini gagal menyepakati pemangkasan defisit anggaran senilai US$1,2 triliun dari 15 triliun untuk 10 tahun. Sentimen ini berbarengan dengan menjelang liburan Tanksgiving. Akibatnya investor lebih memiliki aksi jual di bursa Wall Street.

Beruntung lembaga rating Moody's, S&P dan Fitch sudah menyatakan tidak akan mengubah peringkat kredit pemerintah AS. Presiden Obama menjanjikan partainya tetap akan bersedia membahas anggaran yang seimbang. Walaupun dia siap melakukan hak veto kalau ada rencana menggagalkan proposal pemangkasan defisit tersebut.

Bursa Asia sebagian mulai bergerak naik seperti indeks Hang Seng naik 0,1%, indeks Kospi naik 0,3%, indeks STI naik 0,4%, indeks KLSE naik 0,1%. Sedangkan indeks Nikkei turun 0,4%, indeks Shanghai turun 0,1%, indeks ASX turun 0,7%.

Soros Minta Yield Obligasi Eropa Dibatasi

Soros Minta Yield Obligasi Eropa Dibatasi
INILAH.COM, Jakarta - Investor miliarder George Soros berpendapat pasar obligasi zona euro menghadapi situasi yang sama dengan sistem perbankan pada 2008 dan ingin Bank Sentral Eropa menghentikan krisis kepercayaan diri sendiri.

"Sebagai regulator masih memperlakukan obligasi pemerintah sebagai inti yang aman dari sistem keuangan. Lingkaran setan ini mengancam stabilitas lembaga keuangan tidak hanya di zona euro tetapi juga seluruh dunia," kata Soros, Ketua Soros Fund Management, dalam sebuah artikelnya yang ditulis dengan Peter Bofinger dari Universitas Wrzburg di Financial Times, Selasa (22/11).

Tanpa tindakan, Soros yakin resesi akan mengintensifkan tekanan pada pasar obligasi dan membuat situasi semakin buruk. "Ini adalah lingkaran setan yang sempurna," tulisnya dalam artikel.

Dengan Jerman dan Angela Merkel tidak mau menerima Eurobond zona euro dan Dana Stabilitas Keuangan Eropa (EFSF) tidak dilihat oleh pasar sebagai mekanisme yang kredibel untuk menopang kepercayaan di pasar obligasi, Soros berpendapat bahwa ECB adalah satu-satunya lembaga yang dapat memecahkan krisis.

"Pasar keuangan sedang menguji ECB dan ingin mencari tahu apa yang diperbolehkan untuk dilakukan," tulis Soros, yang dalam pendapatnya sangat penting bahwa ECB tidak gagal tes berikutnya. "Bank sentral harus menghentikan perjalanan bond di semua biaya karena membahayakan stabilitas mata uang tunggal.

"Cara terbaik untuk melakukannya dalam waktu dekat adalah memaksakan batas atas yield obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah negara bagian untuk mengikuti kebijakan fiskal yang bertanggung jawab dan tidak tunduk pada penyesuaian program," tambahnya.

Membatasi batas atas di 5% dan kemudian secara bertahap menurunkan biaya pinjaman akibat kondisi yang memungkinkan ECB harus siap untuk membeli obligasi secara tidak terbatas ke pasar, memahami bank sentral akan mempertahankan suku bunga.

"Biasanya bank sentral hanya memperbaiki suku bunga jangka pendek tapi ini bukan waktu normal. Obligasi Pemerintah dianggap bebas risiko ketika lembaga keuangan yang memperoleh mereka, dan masih diperlakukan seperti itu oleh regulator, telah berubah menjadi aset yang paling berisiko," katanya. "Obligasi Italia dan Spanyol dipandang sebagai terlalu berisiko untuk membeli dengan yield tujuh persen karena mereka dianggap beracun, dan yieldnya dapat dengan mudah pergi sampai sepuluh persen. Tapi obligasi yang sama akan menarik investasi jangka panjang dalam waktu deflasi saat ini , dikatakan empat persen, sepanjang risiko berlebihan dihilangkan dengan menerapkan batas atas lima persen pada tingkat suku bunga.

Masalah bagi mereka yang kembali merencanakan hal tersebut adalah bahwa Bundesbank dan pemerintah Jerman tetap menentang untuk membeli ECB terbatas.

"Tingkat plafon bunga harus dianggap sebagai langkah darurat. Dalam jangka menengah itu bisa mendorong para politisi untuk meninggalkan disiplin fiskal," kata Soros.

Yen Melemah di Pasar Asia

Yen Melemah di Pasar Asia
INILAH.COM, Singapura - Kurs yen melemah terhadap sebagian besar mata uang setelah lembaga pemeringkat akan mengkaji rating kredit AS.

Investor masih melakukan pembelian yen setelah Supercommitte Kongres AS gagal menyepakati pemangkasan defisit anggaran. Euro naik 0,5% dari titik terlembah selama satu bulan sebelum data kepercayaan konsumen Eropa merosot ke level terendah selama dua tahun terakhir.

Won Korsel tergelincir seiring bursa saham Asia yang jatuh karena menurunnya ekspektasi pertumbuhan global. Rupee India mencoba menguat terhadap dolar.

"Keputusan lembaga rating menghindari risiko berlebihan sehingga memacu penjualan mata uang seperti dolar dan yen. Investor mengamankan posisi mereka mejelang libur di Jepang dan AS pada besok dan 24 November," kata Daisaku Euno di Research Institute Ltd, yang dikutip dari bloomberg.com.

Yen turun 0,2% menjadi 1,145,32 per dolar. Yen turun terhadap euro hingga 0,2% menjadi 103,95 per euro di London dari 103,71 di New York. Euro diperdagangkan pada US$1,3486 setelah menyentuh US$1,3422 pada 17 November atau terendah sejak 10 Oktober.

Won Korsel turun 0,4% menjadi 1,145,32 per dolar . Hal ini seiring dengan indeks bursa Asia yang turun 0,2%.

Kongres AS diyakini gagal menyepakati pemangkasan defisit anggaran senilai US$1,2 triliun dari 15 triliun untuk 10 tahun. Sentimen ini berbarengan dengan menjelang liburan Tanksgiving. Akibatnya investor lebih memiliki aksi jual di bursa Wall Street.

Bursa Eropa Diprediksi akan Menguat

Bursa Eropa Diprediksi akan Menguat
INILAH.COM, London - Bursa saham Eropa diprediksi akan menguat pada perdagangan Selasa (22/11) setelah enam hari tertekan meskipun Wall Street melemah.

Indeks FTSE diprediksi akan menguat 36 poin, indeks DAX diprediksi akan naik 36 poin dan indeks CAC juga diprediksi akan naik 25 poin, seperti mengutip dari yahoofinance.com. Pada perdagangan Senin kemarin, sentimen negatif dari AS bercampur dengan sentimen negatif dari Eropa telah meruntuhkan pasar global.

Kongres AS diyakini gagal menyepakati pemangkasan defisit anggaran senilai US$1,2 triliun dari 15 triliun untuk 10 tahun. Sentimen ini berbarengan dengan menjelang liburan Tanksgiving. Akibatnya investor lebih memiliki aksi jual di bursa Wall Street.

Beruntung lembaga rating Moody's, S&P dan Fitch sudah menyatakan tidak akan mengubah peringkat kredit pemerintah AS. Presiden Obama menjanjikan partainya tetap akan bersedia membahas anggaran yang seimbang. Walaupun dia siap melakukan hak veto kalau ada rencana menggagalkan proposal pemangkasan defisit tersebut.

Sementara PM Spanyol terpilih, Mariano Rojav menjanjikan pemotongan pengeluaran dan menawarkan lapangan pekerjaan. Perdana Menteri Italia, Mario Monti dan delegasi akan bertemu Presiden Dewan Eropa, Herman Van Rompuy di Brussels pada hari ini. Selain itu juga akan bertemu dengan Presiden Komisi Eropa, Jose Manual Barroso.

Sementara kekhawatiran terhadap utang AS dan Eropa telah membenamkan bursa saham Wall Street. Investor melakukan aksi jual menjelang liburan Tanksgiving. Indeks Dow Jones turun 2,1% menjadi 11.547, indeks Nasdaq turun 1,9% ke 2.523 dan indeks S&P turun 1,8% ke 1.192.

Bursa Asia juga sebagian besar melemah seperti indeks Hang Seng turun 0,5%, indeks Nikkei turun 0,4%, indeks Shanghai turun 0,4%, indeks KLSE turun 0,1%, indeks STI stagnan 0,02%, indeks Kospi naik 0,3%, indeks ASX turun 0,7%.

Wah, indeks acuan Asia melanjutkan penurunan di hari keenam

Wah, indeks acuan Asia melanjutkan penurunan di hari keenam
TOKYO. Bursa Asia masih melanjutkan penurunan hingga sore ini. dengan demikian, indeks acuan di kawasan regional ini sudah turun selama enam hari berturut-turut. Pada pukul 16.00 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific turun 0,1% menjadi 112,23.

Sebelumnya, indeks acuan di kawasan regional ini sudah enam kali keluar masuk zona hijau dan merah. Delapan dari sepuluh sektor yang ditransaksikan pada indeks MSCI Asia mencatatkan penurunan. Selain itu, dari setiap lima saham yang turun, hanya ada satu saham yang naik.

Indeks Nikkei 225 Stock Average Jepang turun 0,4% dan indeks Hang Seng Hongkong turun 0,6%. Sedangkan indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,7% dan indeks Kospi Korea Selatan berhasil naik 0,3%.

Sejumlah saham yang pergerakannya mempengaruhi bursa Asia antara lain: James Hardie Industries SE turun 1,5% di Sydney, China Resources Land Ltd turun 2,2% di Shanghai, dan Osaka Securities Exchange Co yang naik 4,6% di Tokyo. Sementara, OneSteel Ltd anjlok 11% di Australia.

Penurunan bursa Asia ini terjadi setelah kongres supercommittee AS gagal menemui kata sepakat mengenai pemangakasan defisit anggaran di negaranya.

"Investor sedikit gusar dengan para politisi secara umum. Politisi berada di balik pergerakan kurva. Kualitas bisnis akan dilanda aksi jual tanpa alasan yang jelas. Dan Anda harus melihat kesempatan sekecil apapun yang ditemui. Pasar saham akan mendapat tekanan sulit," papar Prasad Patkar dari Platypus Asset Management Ltd di Sydney.

Asing Gerus IHSG Sesi I Ditutup Turun 0,02%

INILAH.COM, Jakarta - IHSG pada perdagangan sesi I Selasa (22/11) ditutup turun 0,02% ke level 3.678,75.

Pelemahan indeks siang ini masih seiring pergerakan bursa regional. Namun demikian, potensi intraday rebound cukup besar seiring mulai meredanya sentimen negatif dari bursa AS. Hal ini terlihat dari gerakan indeks yang menjelang penutupan sesi I sempat berada di zona hijau.

Bursa AS dan Eropa ditutup terkoreksi signifikan semalam memfaktorkan sentimen negatif dari buntunya kesepakatan di parlemen AS terkait pemotongan defisit anggaran senilai US$1,2 triliun di tahun depan. Investor mengantisipasi potensi penurunan rating utang AS jika parlemen AS gagal mencapai kesepatan di pekan ini.

Bursa Asia sendiri siang ini mayoritas masih melemah meski tidak sesignifikan koreksi yang terjadi di bursa AS semalam. Sentimen positif datang dari pernyataan Standard & Poor’s dan Moody’s bahwa kegagalan parlemen AS memotong defisit anggaran tidak akan memicu penurunan rating utang AS. Shanghai turun 0,94%, Hang Seng turun 0,98%, KLSE turun 0,18%, dan Nikkei turun 0,58%. Sementara STI naik 0,07%, dan Seoul naik 0,01%.

Sebanyak 95 saham tercatat turun siang ini, 77 saham naik, dan 113 saham masih stagnan. Indeks LQ45 sesi I ditutup turun 0,07% ke level 648,08, sedang JII turun 0,30% ke level 512,1.

Volume perdagangan siang ini sebanyak 1,33 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp1,35 triliun. Asing masih melakukan aksi jual hingga siang ini dengan mencatatkan net foreign sell sebesar Rp216,54 miliar.

Saham-saham yang turun tajam siang ini adalah MBAI turun 3,22%, ITMG turun 0,48%, UNTR turun 0,80%, GGRM turun 0,24%, BTPN turun 3,75%, dan TLKM turun 1,34%.

Menu Sesi Dua: Saham Tambag & CPO

INILAH.COM, Jakarta – Hingga penutupan, laju IHSG diperkirakan bertahan pada zona hijau karena faktor technical rebound. Saham-saham pertambangan dan CPO mendapat rekomendasi positif.

Pada sesi pertama perdagangan Selasa (22/11), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup melemah tipis 2,11 poin (0,06%) ke level 3.677,72. Begitu juga indeks saham unggulan LQ45 yang turun tipis 0,51 poin (0,08%) ke angka 648,076.

Laju indeks siang ini kurang ramai, hanya didukung oleh volume transaksi yang tercatat mencapai 1,326 miliar lembar saham di pasar reguler dan total mencapai 1,850 miliar. Sementara itu, nilai transaksi hanya mencapai Rp1,352 triliun di pasar regular dari total Rp1,789 triliun dan frekuensi 53.741 kali. Sebanyak 77 saham menguat, sedangkan 95 saham melemah dan 113 saham stagnan.

Pelemahan indeks, juga diwarnai aksi jual dari investor asing yang mencatatkan transaksi nilai jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp216,5 miliar. Rinciannya, transaksi beli mencapai Rp616,4 miliar sedangkan transaksi jual sebesar Rp832,9 miliar.

Pergerakan sektor saham variatif. Infrastruktur turun 0,89%, disusul perdagangan 0,25%, industri dasar 0,22%, pertambangan 0,17%, dan perkebunan 0,07%. Sementara itu, saham keuangan naik 0,40%, disusul konsumsi 0,11%, properti 0,06%, aneka industri 0,05% dan manufaktur 0,01%.

Pengamat pasar modal Willy Sanjaya memperkirakan, pergerakan indeks hingga penutupan sore nanti akan bertahan pada teritori positif. “Indeks akan bergerak dalam kisaran support 3.653 dan resistance 3.739,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Selasa (22/9).

Menurutnya, indeks sudah mengalami tekanan tiga hari berturut-turut sehingga sudah oversold (jenuh jual). Karena itu, indeks technical rebound hari ini. Padahal, indeks Dow Jones sendiri mengalami koreksi tajam 2,11% semalam.

Tapi, lanjutnya, IHSG saat ini sudah balik arah menguat lebih awal dan dia memperkirakan indeks bakal bertahan di zona hijau hingga penutupan. “Diharapkan, Dow Jones juga nanti malam bisa balik arah menguat,” ujarnya.

Apalagi, Willly menambahkan, semua indikator teknikal menunjukkan indeks berada pada zona hijau. “Karena itu, penguatan indeks hari ini sebenarnya lebih karena faktor technical rebound,” paparnya.

Hanya saja, kata dia, secara fundamental, indeks juga mendapat sentiment positif dari harga minyak mentah dunia yang terus mengalami kenaikan. “Harga minyak sudah bergerak dalam kisaran US$95-105 per barel sehingga berkorelasi positif pada pergerakan harga-harga saham di sektor pertambangan batu bara,” paparnya.

Indeks juga, ditegaskan Willy, mendapat dukungan dari faktor Desember yang merupakan tutup buku 2011 bagi para emiten. “Karena itu, investor saat ini sudah jeli melihat apa saja yang dilakukan emiten dan sahamnya layak dikoleksi untuk target tutup tahun,” tandasnya.

Di atas semua itu, saham-saham pilihan Willy adalah PT Benakat Petroleum Energy (BIPI) yang belakangan bergerak atraktif sehingga berpeluang menju level Rp200 dalam waktu dekat. Selanjutnya , Willy menjagokan saham PT Harum Energy (HRUM), PT Adaro Energy (ADRO) dan PT Bumi Resources (BUMI) karena faktor harga minyak.

Ia juga merekomendasikan positif saham BUMN seperti PT Perusahaan Gas Negara (PGAS), PT Aneka Tambang (ANTM), dan PT Timah (TINS). Di sektor perkebunan, PT Bakrie Sumatra Plantation (UNSP), dan PT London Sumatera Plantation (LSIP). “Saya rekomendasikan buy saham-saham tersebut untuk mendapatkan gain signifikan di akhir tahun,” ujarnya.

Sempat Menghijau, IHSG Bergerak Sideways

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat menguat sekitar 20 poin sebelum akhirnya bergerak datar alias sideways. Aksi beli investor masih minim karena dihantui berbagai sentimen negatif.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG menipis 5,681 poin (0,16%) ke level 3.674,148 akibat maraknya sentimen negatif yang datang dari AS dan Eropa.

Setelah sempat terkoreksi di awal perdagangan, indeks berhasil melambung ke zona hijau akibat aksi beli di saham-saham yang sudah murah. Indeks pun sempat mencapai puncak tertingginya di 3.701,859

Pada penutupan perdagangan sesi I, Selasa (22/11/2011), IHSG turun tipis 2,109 poin (0,06%) ke level 3.677,720. Sementara Indeks LQ 45 melemah tipis 0,847 poin (0,13%) ke level 647,742.

Posisi IHSG yang sudah jenuh beli dimanfaatkan investor untuk lakukan aksi beli selektif, terutama di saham-saham yang sudah terdiskon cukup tinggi. Saham-saham bank menjadi yang paling banyak diincar.

Meski demikian, aksi beli investor belum terlalu marak karena masih banyak sentimen negatif yang menghantui. Sentimen-sentimen ini banyak datang dari Amerika Serikat (AS) dan Eropa dengan krisis utangnya.

Peringatan dari Moody's terhadap Perancis atas naiknya yield obligasi pemerintah setempat dan pertumbuhan ekonomi yang melemah dikhawatirkan akan berdampak pada rating kredit negara tersebut. Selain itu tidak tercapainya kesepakatan pengurangan defisit AS minimal US$ 1,2 triliun dalam 10 tahun juga berdampak negatif ke pasar.

Perdagangan hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 45.876 kali pada volume 1,9 miliar lembar saham senilai Rp 1,221 triliun. Sebanyak 31 saham naik, sisanya 184 saham turun, dan 67 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia malah jatuh semakin dalam di teritori negatif, hanya bursa saham Singapura yang masih bertahan di zona hijau dengan poin yang sangat tipis sekali. Sentimen negatif krisis Eropa dan AS terus menekan pelaku pasar regional.

Berikut situasi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai melemah 22,66 poin (0,94%) ke level 2.392,47.
  • Indeks Hang Seng turun 178,31 poin (0,98%) ke level 18.047,54.
  • Indeks Nikkei 225 terkoreksi 49,88 poin (0,60%) ke level 8.298,39.
  • Indeks Straits Times naik tipis 0,04 poin (0,00%) ke level 2.698,02.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 600 ke Rp 37.600, Bayan (BYAN) naik Rp 150 ke Rp 18.500, Unilever (UNVR) naik Rp 100 ke Rp 16.300, dan BRI (BBRI) naik Rp 100 ke Rp 6.600.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multibreeder (MBAI) turun Rp 400 ke Rp 12.000, United Tractor (UNTR) turun Rp 200 ke Rp 24.550, Indo Tambnagraya (ITMG) turun Rp 200 ke Rp 41.400, dan Gudang Garam (GGRM) turun Rp 150 ke Rp60.350.

(ang/qom)

Setelah bergerak liar, IHSG sesi I ditutup turun 0,06%

JAKARTA. Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di sepanjang sesi satu sangat liar. Indeks sempat ditransaksikan ke level 3.701,86. Namun, pada penutupan pukul 12.00, indeks mencatatkan penurunan tipis 0,06% menjadi 3.677,720.

Sekitar 72 saham ditransaksikan naik. Sedangkan 85 saham diperdagangkan turun dan 106 saham lainnya tak banyak mencatatkan perubahan. Volume transaksi hari ini melibatkan 1,850 miliar saham senilai Rp 1,788 triliun.

Secara sektoral, sektor finansial berhasil mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 0,41%. Sedangkan sektor infrastruktur merupakan sektor dengan penurunan terdalam sebesar 0,89%.

Tiga saham penghuni top gainers di sesi I ini antara lain: Bumi Citra Permai (BCIP) naik 24,44% menjadi Rp 280, PT Gema Grahasarana (GEMA) naik 10% menjadi Rp 275, dan PT Visi Media Asia (VIVA) naik 6,67% menjadi Rp 480.

Sedangkan saham-saham yang bertengger di posisi top losers adalah PT Wicaksana Overseas (WICO) turun 5,36% menjadi Rp 53, PT Capitalinc Investment (MTFN) turun 4,84% menjadi Rp 295, dan PT Star Petrochem (STAR) turun 3,85% menjadi Rp 75.

Bank Dunia: Ekonomi China Bisa Soft Landing

Medium
INILAH.COM, Jakarta - Ekonomi China yang tumbuh di tengah risiko krisis utang Eropa dan kekhawatiran terhadap utang pemerintah lokal China bisa menimbulkan soft landing dengan menggunakan ruang lingkup untuk pelonggaran kebijakan moneter.

Hal ini disampaikan Bank Dunia, Selasa (22/11) seperti dikutip Reuters.
Di pertengahan tahunan update ekonomi Asia Timur dan Pasifik Ekonomi, Bank Dunia menaikkan proyeksi pertumbuhan China 2011 tetapi memperkirakan pertumbuhan moderat dari tahun depan karena ekonomi luar negeri lambat dan Beijing mengarahkan ekonomi untuk kurang mengandalkan investasi dan manufaktur.

Namun, Bank Dunia memotong proyeksi pertumbuhan untuk negara berkembang Asia, termasuk China, karena melemahnya permintaan ekspor dari negara maju dan meluasnya banjir yang melanda manufaktur Thailand. "Sementara proyeksi sentral adalah untuk perlambatan secara bertahap, risiko yang miring ke sisi negatifnya," kata Bank Dunia, mengacu ke China. "Para pembuat kebijakan perlu berjalan di tempat untuk melawan risiko jangka pendek terhadap pertumbuhan dan kerentanan yang tersisa terkait dengan ekonomi yang masih mengambang jika tidak terlalu panas,".

China akan tumbuh 9,1 persen tahun ini, Bank Dunia mengatakan, sedikit lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya 9,0 persen yang dikeluarkan pada bulan Maret. Pada 2012, pertumbuhan akan melambat menjadi 8,4 persen. Pertumbuhan China tahun ini di bawah tahun lalu karena permintaan eksternal melemah dan ekspor merugikan investasi. Pengetatan kebijakan moneter juga investasi yang lambat tahun ini, tapi sekarang ada lebih banyak ruang untuk menormalkan kebijakan karena inflasi berkurang.

Mencerminkan pesimisme terakhir, Wakil Perdana Menteri China Wang Qishan mengatakan pada akhir pekan bahwa resesi global pasti jangka panjang dan China harus fokus pada pemecahan masalah dalam perekonomian. "Kebijakan untuk mengekang harga tanah naik dapat menaruh beberapa pemerintah daerah yang meminjam banyak di bawah tekanan," kata Bank Dunia.

Namun, deleveraging tidak mungkin untuk mencocokkan skala pasar properti AS akibat China cenderung untuk menempatkan lebih banyak uang di muka dan memiliki hipotek yang lebih kecil.

Tidak termasuk China, negara berkembang Asia Timur akan tumbuh 4,7 persen tahun ini, jauh lebih lambat dari perkiraan sebelumnya 5,3 persen pertumbuhan akibat perlambatan di negara maju dan pertumbuhan kebijakan moneter yang ketat. Investor memindahkan uang dari negara-negara Asia dan ini dapat menyebabkan volatilitas yang lebih di pasar saham dan obligasi, tetapi ini bisa membantu beberapa negara berusaha menahan harga aset.

Negara-negara Asia juga bisa menghadapi kelebihan signifikan jika restrukturisasi utang yang kacau di Eropa akan menyakiti aliran perdagangan dan keuangan. Keuangan publik memberikan banyak ruang untuk meningkatkan stimulus negara-negara Asia jika diperlukan, tetapi pemerintah harus fokus pada investasi jangka panjang untuk meningkatkan pendidikan, jaminan sosial dan produktivitas tenaga kerja.

Bank Dunia: Asia Timur Rawan Tekanan Zona Euro

Bank Dunia: Ekonomi China Bisa Soft Landing
INILAH.COM, Singapura - Pertumbuhan ekonomi yang kuta masih terjadi di Asia Timur, namun mengarah ke moderat terutama disebabkan adanya penurunan permintaan eksternal. Bank Dunia (World Bank) menilai pemerintah untuk fokus pada reformasi untuk meningkatkan permintaan dan produktivitas.

Dalam laporan yang diterbitkan hari ini, Bank Dunia mengungkapkan bahwa GDP riil di Asia Timur akan naik menjadi 8,2% pada 2011, di luar China, dan 7,8% pada 2012. Permintaan domestik di negara-negara berpenghasilan menengah merupakan penyumbang terbesar pertumbuhan di wilayah ini, meski terjadi pelonggaran kebijakan di bidang kebijakan fiskal dan moneter.

"Pertumbuhan ekonomi yang rendah di Eropa sebagai dampak pengetatan fiskal dan perbankan? Kebutuhan peningkatan modal akan mempengaruhi kondisi Asia Timur. Minimnya kredit dari bank-bank Eropa juga akan menekan aliran dana asing masuk (capital inflow) ke wilayah terkait. Namun cadangan devisa yang tinggi dan surplus neraca berjalan menjadi pelindung sebagian besar negara di wilayah tersebut," ungkap Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik Bert Hofman, seperti dikutip dari situs resmi Bank Dunia, Selasa (22/11).

Bank Dunia memproyeksikan prospek pertumbuhan Asia Timur ke depan akan dibatasi oleh ketidakpastian global dan dampak bencana alam. Lambatnya kemajuan menuju penyelesaian masalah utang di zona euro, meningkatnya kekhawatiran investor atas pertumbuhan global dan stabilitas perekonomian. Seiring dengan keluarnya aliran dana asing dari negara-negara berkembang akibat beralih ke investasi yang lebih aman, maka kondisi portofolio dan pasar saham akan menurun di Asia Timur.

"Pemerintah dapat mengambil kesempatan ini untuk kembali fokus pada reformasi yang akan meningkatkan pertumbuhan dalam investasi menengah dan jangka panjang. Pertumbuhan yang tinggi di bidang infrastruktur, pendidikan dan sistem keamanan sosial dapat membantu negara-negara terkait meningkatkan produktivitas dan bergerak ke arah produksi dengan nilai tambah yang lebih tinggi," ungkap Ekonom Senior Bank Dunia Ekaterina Vostroknutova.

"Setiap program stimulus fiskal harus berkesinambungan, tepat sasaran dan diarahkan pada transformasi struktural yang kuat, sekaligus mendorong pertumbuhan dalam negeri," tambahnya.

Bank Dunia menyatakan, investasi yang sudah cukup tinggi harus diiringi kualitas dan efisiensi dari investasi ini dan harus menjadi prioritas utama untuk menyeimbangkan konsumsi dalam negeri.

Warren Buffet: Sistem Zona Euro 'Cacat'

Medium
INILAH.COM, Jakarta - Investor miliarder Warren Buffett mengatakan krisis utang Eropa telah menunjukkan "cacat utama" dalam sistem '17 anggota' zona euro.

"Ada sebuah cacat besar dalam sistem euro. Saya tahu sistem seperti yang diramcang saat ini memiliki cacat besar dan cacat ini tidak bisa diperbaiki hanya dengan kata-kata," ujarnya kepada CNBC selama perjalanan pertamanya ke Jepang.

Buffett, yang dijuluki 'Oracle of Omaha' untuk catatan panjang sebagai investor bernilai, mengatakan tidak tahu bagaimana krisis utang Eropa, yang dimulai di Yunani dua tahun lalu dan pecah, akan berakhir, meskipun ia mencatat ada penilaian yang baik dari perusahaan di Eropa. "Tidak dalam space utang, namun ekuitas yang di dalamnya ada keberuntungan. saya bisa berpikir selusin saham Euro yang menarik. Saya suka saham dan bisnis yang luar biasa."

"Kami membeli Tesco sebelumnya. Saya dapat membeli lebih banyak jika harga turun," kata kepala Berkshire Hathaway Inc yang telah berusia 81 tahun ini, merujuk ke pengecer Inggris.

Buffett mengatakan kepada wartawan sebelumnya di Kota Iwaki di timur laut Jepang bahwa dirinya melihat peluang untuk berinvestasi di negara ini dan tidak terhalang oleh gempa Maret atau skandal yang melanda pembuat kamera dan perangkat medis Olympus.

Waduh, harga kontrak emas kembali dekati level terendah dalam sebulan

Waduh, harga kontrak emas kembali dekati level terendah dalam sebulan
SINGAPURA. Harga kontrak emas ditransaksikan mendekati level terendah dalam sebulan terakhir. Pada pukul 11.58 waktu Singapura, harga kontrak emas untuk pengantaran cepat tak banyak mencatatkan perubahan di level US$ 1.678,50 per troy ounce. Padahal, pada transaksi sebelumnya, harga kontrak emas sempat naik 0,7%.

Sementara, kemarin, harga kontrak emas sempat turun ke posisi US$ 1.667,03 per troy ounce, yang merupakan level terendah sejak 25 oktober lalu. Sedangkan harga kontrak emas untuk pengantaran Desember naik 0,6% menjadi US$ 1.688,90 per troy ounce di Comex, New York. Jika dihitung, di sepanjang bulan ini, harga emas sudah turun 2,3% seiring penguatan dollar AS yang reli 3% terhadap enam mata uang utama dunia.

Penurunan harga emas tersebut terjadi setelah investor memilih untuk menggenggam dana tunai seiring kejatuhan harga saham dan penguatan dollar AS, yang dipicu krisis utang di Eropa dan AS.

"Investor memilih untuk menggenggam dana tunai. Saya memprediksi, harga emas tidak akan bergerak jauh dan akan sedikit mencatatkan penurunan," jelas Jack Ablin, chief investment officer Harris Private Bank.

Sekadar tambahan, bursa saham Asia sudah mencatatkan penurunan selama enam hari berturut-turut. Hari ini, penurunan bursa Asia dipicu oleh kegagalan supercommittee kongres AS terkait pemangkasan anggaran defisit negara tersebut.

Kendati demikian, kepemilikan emas untuk exchange traded produk menanjak menembus rekor tertingginya sebanyak 2.341,939 per metrik ton kemarin (21/11). "Kami memprediksi, arus dana ke emas batangan dan koin emas akan terus mengalir, sebab AS dan Eropa masih belum terbebas dari krisis utangnya," jelas Simon Francis, analis Samsung Securities Co.

Investor enggan mengambil risiko, won mencatatkan pelemahan terbesar di Asia

Investor enggan mengambil risiko, won mencatatkan pelemahan terbesar di Asia
SEOUL. Sebagian besar mata uang Asia bergerak melemah hari ini. Kali ini, won Korea Selatan mencatatkan pelemahan terbesar. Pada pukul 12.25 waktu Seoul, won melemah 0,5% menjadi 1.146,05 per dollar AS. Sementara, yuan melemah 0,06% menjadi 6,3640, rupiah Indonesia melemah 0,3% menjadi 9.083, dan dollar Taiwan melemah 0,1% menjadi NT$ 30,289.

Selain itu, baht Thailand juga melemah 0,1% menjadi 31,19 per dollar, ringgit Malaysia melemah 0,1% menjadi 3,1880, dan peso Filipina tak banyak perubahan di level 43,302.

Pelemahan mata uang Asia terjadi setelah investor asing memangkas kepemilikannya atas aset-aset Indonesia. Beberapa penyebabnya yakni krisis utang Eropa serta kegagalan supercommittee AS dalam mencapai kesepakatan mengenai pemangkasan defisit anggaran.

"Di pasar global, investor kembali enggan mengambil resiko karena berita dari AS. Belum lagi ditambah sentimen krisis Eropa yang masih menghantui," jelas Kim Sung Soon, chief currency dealer Industrial Bank of Korea.

Inilah Saham Rebound Hari Ini

INILAH.COM, Jakarta - IHSG pada perdagangan Selasa (22/11) diperkirakan masih akan dibuka melemah seiring pergerakan bursa regional pagi ini.

Namun demikian, potensi intraday rebound cukup besar seiring mulai meredanya sentimen negatif dari bursa AS. Samuel Sekuritas memprediksi beberapa saham yang telah terkoreksi signifikan dalam 3 hari perdagangan terakhir seperti ASII, BBRI, BMRI, ADRO dan INTP diperkirakan akan rebound hari ini. Support indeks berada di level 3.622 sementara resistance berada di level 3.700.

Bursa AS dan Eropa ditutup terkoreksi signifikan semalam memfaktorkan sentimen negatif dari buntunya kesepakatan di parlemen AS terkait pemotongan defisit anggaran senilai US$1,2 triliun di tahun depan. Investor mengantisipasi potensi penurunan rating utang AS jika parlemen AS gagal mencapai kesepatan di pekan ini. Harga komoditas dunia semalam bergerak mixed dengan minyak terkoreksi tipis ke level US$96,9/barel sementara harga Nikel +0,8% dan Timah -4,1%.

Bursa Asia sendiri pagi ini kembali dibuka melemah meski tidak sesignifikan koreksi yang terjadi di bursa AS semalam. Sentimen positif datang dari pernyataan Standard & Poor’s dan Moody’s bahwa kegagalan parlemen AS memotong defisit anggaran tidak akan memicu penurunan rating utang AS.

Analis: IHSG akan melanjutkan koreksi

JAKARTA. Pada perdagangan Senin (21/11), indeks Dow Jones ditutup turun 249 point (2,11%) ke level 11.547,30. Penurunan terjadi setelah pemerintah AS gagal mencapai kata sepakat untuk mengurangi anggaran belanja negaranya.

Sementara, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin (21/11) ditutup turun 75 point (1,99%) 3.679,82 dengan asing tercatat melakukan net sell di pasar regular sebesar Rp576,65 miliar. Adapun saham yang paling banyak di jual adalah BMRI, ADRO, BBNI, ASII dan INTP.

"Secara teknikal, IHSG kemarin (21/11) terkoreksi dengan candlestick membentuk pola bearish marubozu yang mengindikasikan sinyal bearish continuation," jelas Kepala Riset eTrading Securities Betrand Reynaldi.

Dia menambahkan, dari pergerakan indikator, candlestick telah break dari garis MA200 yang merupakan support jangka panjang IHSG sementara indikator stochastic dan MACD bergerak downtrend setelah membentuk deathcross.

Betrand memprediksi, pada perdagangan hari ini (22/11), IHSG diperkirakan akan melanjutkan koreksinya dan akan bergerak dikisaran 3.622-3.704 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain ADRO, BBCA dan SMCB.

Sementara itu, dalam hasil riset yang dirilis hari ini, analis Indosurya Asset Management Reza Priyambada memprediksi, IHSG akan berada pada support 3.615-3.647 dan resistance 3.733-3.787. IHSG membentuk

"Situasi pasar yang masih diliputi awan negatif membuat IHSG tertahan menuju zona positif. Pelaku pasar pun masih menahan diri untuk masuk ke pasar. IHSG masih akan bergerak flat. Kalaupun menguat, maka pergerakannya terbatas dan lebih bersifat technical rebound," jelas Reza.