Selasa, 10 Mei 2011

Sesi Dua: Pilih Saham Bakrie, Astra dan Bank

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Penguatan indeks siang ini diperkirakan akan berlanjut hingga penutupan. Saham pilihannya berasal dari grup Bakrie, Astra serta sektor perbankan.

Pada sesi pertama perdagangan Selasa (10/5), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat tipis 8,32 poin (0,22%) ke level 3.793,773. Begitu juga indeks saham unggulan LQ45 yang naik terbatas 1,85 poin (0,27%) ke angka 676,243.

Laju indeks siang ini cukup ramai, didukung oleh volume transaksi yang tercatat mencapai 6,240 miliar lembar saham, senilai Rp2,647 triliun dan frekuensi 86.757 kali. Sebanyak 107 saham menguat, sedangkan 99 saham melemah dan 94 saham stagnan.

Penguatan indeks sesi pertama, justru diwarnai aksi jual asing yang mencatatkan transaksi nilai jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp384,4 miliar. Rinciannya, transaksi beli mencapai Rp440,4 miliar sedangkan transaksi jual sebesar Rp824,8 miliar.

Mayoritas sektor mendukung penguatan indeks. Sektor perkebunan memimpin kenaikan 0,91%, disusul aneka industri 0,74%, keuangan 0,42%, konsumsi 0,36%, manufaktur 0,35%, properti 0,17%, dan pertambangan 0,08%. Hanya tiga sektor yang melemah, infrastruktur 0,42%, industri dasar 0,07% dan perdagangan 0,02%.

Analis Sekuritas Ekokapital Cece Ridwanullah memperkirakan, pergerakan indeks saham hingga penutupan sore nanti akan menguat. “Indeks akan bergerak dalam kisaran support 3.756 dan resistance 3.815,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Selasa (10/5).

Menurutnya, penguatan indeks hari ini salah satunya dipicu oleh kenaikan harga komoditas. Semalam, pelemahan dolar AS terjadi akibat kenaikan harga komoditas terutama minyak mentah dunia yang naik 3% ke atas US$100 per barel. “Kondisi itu menjadi katalis penguatan indeks domestik,” ujar Cece.

Di sisi lain, saham-saham di grup Bakrie kembali jadi penggerak market. Selain faktor Vallar Plc yang akan menambah kepemilikan sahamnya di saham BUMI dan saham grup Bakrie lainnya, juga karena faktor penghapusbukuan kerugian BNBR di kuartal sebelumnya. “Karena itu, tidak akan membebani pendapatan emiten untuk kuartal berikutnya,” tutur Cece.

Pada saat yang sama, indeks juga ditopang oleh emiten-emiten yang sudah mendekati masa cum dividen seperti AALI dan ASII. Apalagi, harga Crude Palm Oil (CPO) juga mengalami kenaikan ke level RM3267 per ton. “Kenaikan harga minyak dan CPO sangat positif pengaruhnya bagi saham-saham komoditas termasuk sektor batu bara,” paparnya.

Sementara itu, untuk saham-saham perbankan, pasar mengantisipasi pengumuman BI rate pada Kamis (12/5). Menurutnya, beberapa saham perbakan, dalam 4-5 hari terakhir mengalami konsolidasi. “Karena itu, saham-saham di sektor ini juga bakal turut jadi penggerak market,” ucapnya.

Karena itu, Cece merekomendasikan positif saham-saham di grup Bakrie, grup Astra, sektor komoditas batu bara-CPO dan perbankan.

Saham-saham pilihannya adalah PT Bumi Resources (BUMI), PT Bakrieland Development (ELTY), PT Bakrie and Brothers (BNBR) dan PT Energi Mega Persada (ENRG). PT Astra Internasional (ASII) dan PT Astra Agro Lestari (AALI).

Lalu, PT Tambang Bukit Asam (PTBA). PT Bank Mandiri (BMRI) dan PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI). “Saya rekomendasikan, buy on weakness saham-saham tersebut,” imbuh Cece.[ast]

Saham Bakrie Dukung IHSG Sesi I Ditutup Naik 0,19%

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Saham-saham Bakrie mendukung IHSG sesi I Selasa (10/5) ditutup naik 0,19% ke level 3.792,77.

Selain itu, kenaikan harga komoditas juga menopang saham-saham di sektor ini dan juga mendukung penguatan indeks. Indeks LQ45 tercatat naik 0,25% ke level 676,14 dan JII naik 0,04% ke level 523,79.

Sebanyak 107 saham mengalami kenaikan siang ini, 99 saham turun, dan 94 saham masih stagnan. Volume perdagangan mencapai 5,73 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp2,08 triliun.

Asing terpantau keluar dari pasar dengan menjual 51,48 juta saham senilai Rp384,4 miliar.

Saham-saham Bakrie menunjukkan kenaikan tajam siang ini, di antaranya BNBR naik 8,1%, ELTY naik 4,05%, ENRG naik 1,16%, dan DEWA naik 4,3%.

Di Asia Shanghai naik 0,32%, KLSE naik 0,12%, Nikkei naik 0,13%, STI naik 0,3%, dan Seoul turun 0,39%.

Saham-saham yang turun tajam siang ini adalah ITMG turun 0,94%, SMAA turun 7,07%, UNTR turun 0,66%, BAEK turun 5,55%, SMGR turun 1,06%, dan KKGI turun 1,81%.

Sedang saham-saham yang naik tajam siang ini adalah INDS naik 25%, ASII naik 0,88%, AALI naik 1,47%, GGRM naik 1,47%, PTBA naik 0,91%, dan NIPS naik 6,06%.

Indeks sesi I masih bertahan di zona hijau, kian mendekati level 3.800

Indeks sesi I masih bertahan di zona hijau, kian mendekati level 3.800
JAKARTA. Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berlanjut hingga penutupan sesi I hari ini. Sektor perkebunan dan aneka industri membantu IHSG bertahan di zona hijau. Hingga pukul 12.00, IHSG berhasil menguat 0,22% ke level 3.793, 773.

Transaksi hari ini luar biasa ramai, sebab volume transaksi mencapai 6,239 milliar meski nilainya hanya Rp 2,902 trilliun. Sebanyak 100 saham naik, dan 92 saham terkoreksi sementara 91 saham tidak merubah posisi.

Selain sektor perkebunan dan aneka industri yang menguat masing-masing 0,92% dan 0,75%, enam sektor lainnya juga menguat tipis antara 0,01%
hingga 0,42%. Sektor yang melemah hanya sektor infrastruktur yang terkoreksi 0,30% dan sektor perdagangan yang tergerus 0,01%.

Saham PT Indospring (INDS) memimpin top gainers dengan penguatan 25% ke Rp 3.875, dan HD Finance (HDFA) di posisi kedua yang menanjak 15% ke Rp 230, Colorpak Indonesia (CLPI) menguat 9,52% ke Rp 690. Anggota MSCI Stock yang paling perkasa adalah Bumi Resources (BUMI) yang
menguat 2,11% ke RP 3.625, dan Bank Central Asia (BBCA) yang mendaki 2,08% ke Rp 7.350.

Saham yang menjadi pemimpin top losers adalah Pembangunan Graha Lestari Indah (PGLI) ang terkoreksi 7,78% ke Rp 83, dan Sinar Mas Multi Artha (SMMA) yang melemah 7,08% ke Rp 2.625. Anggota MSCI stock yang terjun adalah Adaro Energy dengan koreksi 2,15% ke Rp 2.275, dan Kalbe Farma (KLBF) yang tergerus 1,45% ke Rp 3.400.

Sempat Ketahan Kasus KS, IPO Minnapadi Jalan Lagi

Jakarta - Permohonan Initial Public Offering (IPO) PT Minnapadi Investama kembali diproses Bursa Efek Indonesia (BEI). Dugaan keterlibatan Minnapadi dalam kisruh saham PT Krakatau Steel Tbk (KS) dianggap regulator hanya kelalaian administratif.

"Minnapadi masuk lagi," demikian disampaikan Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Eddy Sugito di kantornya, SCBD, Jakarta, Selasa (10/5/2011).

Minnapadi sebelumnya menyebut akan melepas saham ke publik setara 20% dari total modal disetor. Di mana target dana mencapai Rp 150 miliar.

Menurut Eddy, regulator melanjutkan proses IPO Minnapadi. Meski tersandung kasus pemesanan saham PT Krakatau Steel Tbk (KS), hal ini bukan substansi. Melainkan hanya pelanggaran administratif.

"Kita liat, case-nya administratif, bukan substansial dalam kasus Krakatau Steel. Dananya masih sama sepertinya," tegas Eddy.

Sebelumnya, Ketua Bapepam-LK yang lama Fuad Rahmany menyebut IPO Minnapadi tidak bisa dilanjutkan, sebelum pemeriksaan (pihak terafiliasi) selesai.

Menurutnya surat penyataan efektif IPO Minnapadi dibekukan sementara. Bapepam mempersyaratkan, perseroan harus terbebas dari sangkaan keterlibatan dalam pembelian saham KS.

Karena berdasarkan aturan, pihak terafiliasi, Minnapadi dan keempat broker dilarang membeli saham perdana suatu emiten.

"Rasanya sulit (kelanjutan proses IPO), apalagi kalau nanti sudah terkena sanksi. Publik kalau sudah tahu, tidak akan yang membeli," kata Fuad.

Minnapadi bersama 4 sekuritas lain memang terbukti melanggar proses pemesanan saham PT Krakatau Steel Tbk (KS), karena mereka adalah pihak yang terafiliasi. Mereka memesan 980 ribu lembar saham atau setara dengan 0,03% dari total saham yang ditawarkan sebanyak 3,155 miliar lembar.

Mereka adalah SS, UKHS, BBS, dan MAS. Santer kabar terdengar, keempat sekuritas lain adalah Samuel Sekuritas, UOB Kay Hian Securities, Bapindo Bumi Sekuritas, Masindo Artha Securities. Lima sekuritas ini termasuk dalam 52 broker yang menjadi agen penjual saham KS.

(wep/dnl)

Aksi ambil untung mendera, saham UNTR bergerak fluktuatif

Aksi ambil untung mendera, saham UNTR bergerak fluktuatif
JAKARTA. Saham United Tractors (UNTR) masih bergerak fluktuatif. Pada pukul 11.33, saham UNTR tercatat turun 0,44% menjadi Rp 22.400. Padahal pada transaksi pagi, saham UNTR sempat melaju 2% ke posisi Rp 22.950.

Liarnya pergerakan saham perusahaan alat berat ini disebabkan upaya profit taking investor atas lonjakan harga saham dalam beberapa hari terakhir. Isu relokasi pabrik Komatsu dari Jepang ke Indonesia menjadi sentimen positif bagi saham ini.

Data Bloomberg menunjukkan, sejumlah broker yang melepas saham ini adalah CLSA Indonesia senilai Rp 15,89 miliar, Credit Suisse Securities senilai Rp 12,18 miliar, dan Macquarie Capital senilai Rp 11,33 miliar.

Sementara, broker yang banyak membeli saham ini yaitu Macquarie Capital senilai Rp 7,13 miliar, Sinarmas Sekuritas senilai Rp 6,03 miliar, dan Batavia Prosperindo senilai Rp 3,58 miliar.

XL Ubah Tugas dan Wewenang Direksi

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT XL Axiata Tbk (XL), perusahaan telekomunikasi nomor dua di Indonesia yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia (IDX) sejak tahun 2005, pada hari ini melakukan perubahan tugas dan wewenang dalam jajaran Direksinya.

Presiden Direktur XL, Hasnul Suhaimi mengatakan, perubahan tugas dan wewenang ini sifatnya adalah internal dan sudah dilakukan sejak tahun lalu untuk karyawan. "Tahun ini baru mulai kita terapkan ke jajaran Direksi. Tujuan dari perubahan ini didasari pada komitmen kita kepada seluruh stakeholders untuk mempersiapkan XL menuju ke suatu organisasi yang makin matang, fokus pada kebutuhan pelanggan yang akhirnya akan lebih meningkatkan kinerja perusahaan secara keseluruhan.”

Selanjutnya Corporate Secretary XL, Murni Nurdini menjelaskan, tidak ada penambahan atau pengurangan anggota Direksi dalam perubahan ini. "Karena apabila ada, kami wajib terlebih dahulu memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham. Secara governance procedural, perubahan ini sudah sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar XL, di mana cukup dilakukan dengan Keputusan Direksi.”

Dalam perubahan kewenangan ini, Willem Lucas Timmermans yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Finance akan mengemban tugas dan wewenang baru sebagai Direktur Operasional. Joy Wahjudi yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Commerce akan mengemban tugas dan wewenang baru sebagai Direktur Consumer Marketing, kewenangan yang sebelumnya diemban oleh P. Nicanor V. Santiago III. Untuk selanjutnya, jabatan Direktur Commerce akan diemban oleh P. Nicanor V. Santiago III. Sedangkan untuk lebih memfokuskan pelayanan dan untuk memastikan XL selalu dapat memberikan pengalaman terbaik kepada pelanggannya, direktorat yang dikepalai oleh Dian Siswarini berubah nama menjadi direktorat Services & Technology (Direktur Services & Technology), sementara tidak terjadi perubahan kewenangan. Sedangkan kewenangan Presiden Direktur yang dijabat oleh Hasnul Suhaimi tidak mengalami perubahan. Masa transisi dari perubahan ini khususnya menyangkut operasional serah terima secara administrasi dan koordinasinya diharapkan akan selesai dalam waktu dua minggu.

Pelaksanaan tugas-tugas harian yang berkaitan dengan keuangan/finansial untuk sementara sampai dengan ditunjuknya Direktur Finance yang definitif oleh Rapat Umum Pemegang Saham akan dilaksanakan oleh Lila Nirmandari, Sr. GM Financial Accounting & Taxation, berdasarkan kuasa dari Presiden Direktur. Proses pengambilan keputusan akan dilakukan oleh Direksi secara kolegial.

IPO, Salim Ivomas Tetapkan Harga Rp1060-1.700

INILAH.COM, Jakarta - PT Salim Ivomas Tbk menetapkan harga penawaran saham di kisaran Rp1.060-Rp1.700 per saham.

PT Salim Ivomas Pratama Tbk menawarkan sebanyak-banyaknya 3,163 miliar saham ke publik atau setara 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan dengan nominal Rp200.

Penggunaan dana hasil penawaran umum sebesar 40% untuk bayar utang, sekitar 50% untuk membiayai divisi perkebunan untuk penanaman baru, dan dana akan dipakai bertahap selama lima tahun, dan 10% untuk membiayai divisi minyak dan lemak nabati untuk penambahan fasilitas produksi dan pembelian sarana transportasi kapal.

Perseroan telah menunjuk PT Kim Eng Securities, PT Deutsche Securities Indonesia dan PT Mandiri Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Adapun jadwal sementara tanggal efektif pada 27 Mei 2011, masa penawaran 30 Mei 2011, penjatahan 6 Juni 2011, pengembalian uang pemesanan dan distribusi saham secara elektronik pada 8 Juni 2011, dan pencatatan di bursa pada 9 Juni 2011. [cms]

Sesi I Harga Komoditas Mulai Pulih, IHSG Naik Tipis 8 Poin

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencetak kenaikan tipis 8 poin seiring mulai pulihnya harga-harga komoditas dunia secara perlahan. Saham-saham berbasis komoditas pun kembali diburu.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG naik tipis 1,625 poin (0,04%) ke level 3.787,075. Sentimen negatif krisis utang Eropa yang tak kunjung usai membuat IHSG stagnan.

Pada awal perdagangan, IHSG sempat turun ke level terendahnya di 3.782,170. Tak lama kemudian, indeks secara perlahan mulai menanjak atas aksi beli selektif investor sampai ke level tertinggi di 3.799,784.

Hingga penutupan perdagangan sesi I, Selasa (10/5/2011), IHSG naik tipis 8,323 poin (0,21%) ke level 3.793,773. Sementara Indeks LQ 45 menguat tipis 1,850 poin (0,27%) ke level 676,243.

Saham-saham berbasis komoditas kembali diincar investor menyusul mulai pulihnya harga-harga komoditas. Indeks sektor Agrikultur menguat hingga lebih dari 1%.

Sementara indeks sektor perdagangan dan infrastruktur masih menjadi pemberat IHSG dengan melemah tipis. Investor asing mencatat penjualan bersih cukup besar hingga siang hari ini.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 86,757 kali pada volume 6,239 miliar lembar saham senilai Rp 2,902 triliun. Sebanyak 107 saham naik, 99 saham turun, dan 94 saham stagnan.

Sentimen positif menguatnya bursa Wall Street semalam mampu mendorong bursa-bursa regional ke zona hijau. Meski demikian, pergerakannya sedikit tertahan oleh sentimen krisis utang Eropa.

Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang ini:
  • Indeks Komposit Shanghai menguat 9,11 poin (0,32%) ke level 2.881,57.
  • Indeks Nikkei 225 naik tipis 13,78 poin (0,14%) ke level 9.808,16.
  • Indeks Straits Times naik 9,51 poin (0,30%) ke level 3.146,45.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indospring (INDS) naik Rp 775 ke Rp 3.875, Astra Internasional (ASII) naik Rp 500 ke Rp 56.900, Astra Agro (AALI) naik Rp 350 ke Rp 24.100, dan Gudang Garam (GGRM) naik Rp 300 ke Rp 41.000.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indotambangraya (ITMG) turun Rp 450 ke Rp 47.150, Sinarmas (SMMA) turun Rp 200 ke Rp 2.625, United Tractor (UNTR) turun Rp 150 ke Rp 22.350, dan Bank Ekonomi (BAEK) turun Rp 125 ke Rp 2.125.

Makinta: Sidomulya Selaras kemungkinan IPO Juli 2011

Headline
JAKARTA. Setelah merampungkan penjaminan emisi untuk penawaran saham perdana (IPO) PT HD Finance Tbk (HDFA), PT Makinta Securities tengah mempersiapkan dua IPO lagi.

Salah satunya, PT Sidomulyo Selaras. Saat ini, berkas mengenai rencana IPO Sidomulyo tersebut sudah diproses di Bapepam-LK. Catatan KONTAN, perusahaan jasa transportasi bahan kimia ini rencananya akan melepas 30% sahamnya ke publik.

"Target dana sekitar Rp 100 miliar," ujar Director Corporate Finance PT Makinta Securities Harry Kurniawan, Selasa (10/5). Jika segala sesuatunya berjalan lancar, diperkirakan Sidomulyo akan resmi rercatat di bursa pada awal Juli 2011.

Ia menambahkan, Makinta juga tengah mempersiapkan IPO salah satu perusahaan yang bergerak di sektor consumer goods.

"Mungkin nanti akhir tahun IPO consumer goods yang nilainya jauh lebih besar," ujar Harry tanpa menyebut nama perusahaan dan nilai emisi dari perusahaan tersebut.

Saham berbasis CPO menjadi incaran, AALI pimpin kenaikan sektor agrikultur

Saham berbasis CPO menjadi incaran, AALI pimpin kenaikan sektor agrikultur
JAKARTA. Setelah didera aksi jual selama beberapa hari belakangan, hari ini, indeks terlihat sumringah. Pada pukul 11.19, indeks tercatat naik 0,22% menjadi 3.793,711.

Sumbangan terbesar indeks berasal dari sektor agrikultur dengan kenaikan sebesar 1,10%. Hal itu tidak mengherankan mengingat sejumlah saham berbasis CPO pagi ini menjadi incaran investor. Salah satunya adalah PT Astra Agro Lestari (AALI) yang naik 1,68% menjadi Rp 24.150.

Selain itu, kenaikan juga dialami saham PT Bakrie Sumatra Plantations (UNSP) yang naik 1,23% menjadi Rp 410, PT Sampoerna Agro naik 0,76% menjadi Rp 132, dan PT PP London Sumatra Indonesia (LSIP) yang naik 1,04% menjadi Rp 2.425.

Sepertinya, perburuan investor atas saham-saham CPO terkait dengan melonjaknya harga CPO dunia. Seperti yang diberitakan sebelumnya, pagi tadi, kontrak harga CPO untuk pengantaran Juli mengalami kenaikan sebesar 1,1% menjadi 3.275 ringgit atau US$ 1.096 per metrik ton di Malaysia Derivatives Exchange.

Lonjakan harga CPO hari ini melanjutkan kenaikan harga kemarin yang mencapai 1,4%. Pada pukul 11.35 waktu Kuala Lumpur, kontrak yang sama berada di level 3.274 ringgit per ton.

Harga CPO pagi ini masih melanjutkan penguatan kemarin

Harga CPO pagi ini masih melanjutkan penguatan kemarin
KUALA LUMPUR. Kontrak harga crude palm oil (CPO) pagi ini mengalami kenaikan. Pagi tadi, kontrak harga CPO untuk pengantaran Juli mengalami kenaikan sebesar 1,1% menjadi 3.275 ringgit atau US$ 1.096 per metrik ton di Malaysia Derivatives Exchange.

Lonjakan harga CPO hari ini melanjutkan kenaikan harga kemarin yang mencapai 1,4%. Pada pukul 11.35 waktu Kuala Lumpur, kontrak yang sama berada di level 3.274 ringgit per ton.

Lonjakan harga CPO disinyalir terkait dengan peningkatan tingkat ekspor CPO di Malaysia. Berdasarkan hasil survey Intertek, tingkat ekspor Malaysia melonjak 16,6% menjadi 323.655 ton pada sepuluh hari pertama Mei dari periode yang sama pada April.

"Pasar sepertinya ingin membuat harga CPO stabil di kisaran 3.180-3.200 ringgit yang kemudian bisa dicapai pada jangka pendek," jelas Donny Khor, senior vice president for futures & options OSK Investment Bank Bhd.

Belum juga serahkan laporan keuangan, TRUB dikenai sanksi Rp 50 juta

Belum juga serahkan laporan keuangan, TRUB dikenai sanksi Rp 50 juta
JAKARTA. PT Truba Alam Manunggal Tbk (TRUB) harus siap-siap merogoh kocek Rp 50 juta untuk membayar denda atas keterlambatannya menyerahkan Laporan Keuangan tahun 2010. Asal tahu saja, hingga Mei ini, Bursa Efek Indonesia (BEI) belum juga menerima laporan kinerja TRUB. Padahal, batas akhir penyerahan laporan keuangan 2010 adalah April 2011.

"Iya, TRUBA belum masukkan laporan. BEI belum menerima alasan keterlambatan dari mereka," ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI Eddy Sugito, Selasa (9/5).

Ia menambahkan, sesuai ketentuan BEI telah memberikan peringatan pertama di bulan April dan kedua di bulan Mei. Nah, pada peringatan kedua ini sudah disertai sanksi berupa denda senilai Rp 50 juta. Kalau bulan depan TRUB tak jua menyerahkan laporan keuangan 2010, maka jumlah dendanya akan bertambah lagi menjadi Rp 150 juta.

Sebelumnya, Eddy mengatakan ada sekitar 40 emiten yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) belum menyerahkan laporan keuangan tahun 2010 hingga akhir Maret lalu.

Perekonomian regional masih kuat, mata uang Asia perkasa

Perekonomian regional masih kuat, mata uang Asia perkasa
TAIPEI. Mata uang Asia pagi ini menguat. Penguatan dipimpin oleh dollar Taiwan. Pemicunya, beredar spekulasi kalau bank sentral Taiwan akan menaikkan suku bunga acuan sehingga menarik dana asing untuk masuk ke negara itu.

Pada pukul 10.27 waktu setempat, dollar Taiwan menguat 0,6% menjadi NT$ 28,575 per dollar. Sementara, baht Thailand, ringgit Malaysia, dan dollar Singapura masing-masing menguat 0,1% menjadi 30,18, 2,9845, dan US$ 1,2315.

"Tanpa memperhitungkan kenaikan inflasi, perekonomian Asia tetap kuat, sehingga menarik dana asing masuk ke kawasan regional. Selain itu, tingkat yield di regional juga meningkat. Kondisi itu juga menyokong pergerakan mata uang Asia," jelas Tohru Nishihama, ekonom Dai-ichi Life Research Institute Inc di Tokyo.

Kresna Securities Rights Issue Rp 700 per Lembar, Diskon 12,5%

Jakarta - PT Kresna Graha Sekurindo Tbk (KREN) berencana menggelar penerbitan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) alias rights issue di harga Rp 700 per lembar atau diskon 12,5%. Perseroan mengincar dana Rp 106,288 miliar.

Seperti dikutip dari prospektus ringkas perseroan, Selasa (10/5/2011), perseroan menerbitkan 151,84 juta lembar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 700 per lembar.

Dengan demikian dana yang bisa diraup perseroan mencapai Rp 106,288 miliar. Harga pelaksanaan ini diskon 12,5% dari harga penutupan perdagangan kemarin di Rp 800 per lembar.

Jumlah saham baru yang siap diterbitkan tersebut setara dengan 20% saham yang ditempatkan dan disetor perseroan. Dana hasil aksi korporasi ini akan digunakan perseroan sebagai modal kerja.

PT Kresna Prima Invest akan berperan sebagai pembeli siaga dalam pelaksanaan rights issue tersebut jika ada jumlah saham yang tidak terserap oleh pasar.

Hingga akhir 2010 lalu, emiten berkode KREN itu mencatat perolehan laba bersih Rp 27,49 miliar, lebih tinggi dari perolehan laba di 2009 lalu sebanyak Rp 12,44 miliar.

Sementara untuk pendapatan diraih sebesar Rp 122,73 miliar di 2010, dibandingkan perolehan pendapatan di 2009 lalu sebanyak Rp 69 miliar.
(ang/dnl)

Bersiaplah, emas diperkirakan menyundul US$ 2.000 per ounce tahun ini!

Bersiaplah, emas diperkirakan menyundul US$ 2.000 per ounce tahun ini!
NEW YORK. Harga logam mulia yaitu emas diperkirakan akan menyentuh level US$ 2.000 per ounce tahun ini. Hal itu diungkapkan oleh Eric Sprott, Kepala Manajer Investasi Sprott Inc.

Menurut Sprott, emas sedikitnya akan naik 17% dari posisinya tahun lalu. Informasi saja, di pasar Comex, New York pada 2010 harga rata-rata emas sebesar US$ 1.228,45 per ounce dan berakhir di level US$ 1.421,40 per ounce.

"Emas akan dengan mudah mencapai level US$ 2.000 per ounce tahun ini," ujarnya. Hitungan Sprott tak main-main, berdasarkan data historis selama 10 tahun, harga emas selalu menanjak naik dan terus menerus mencetak rekor.

"Saat ini, uang banyak bergerak di pasar fisik," ujar Sprott. Hingga perdagangan pukul 10:45 di pasar Comex, emas berada di level US$ 1.511,85 per ounce minus 1,9 poin atau 0,13% dibanding perdagangan sehari sebelumnya.

Jangan Ragu Jadi Kolektor Saham Properti

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Saham-saham properti diproyeksikan bakal terus menguat. Hal ini dipicu oleh sentimen positif yang mengelayuti sektor ini. Seperti terkendalinya inflasi, rendahnya bunga kredit, serta melemahnya nikai tukar dolar terhadap rupiah.

Makanya, tidak mengherankan bila kinerja emiten properti selama tiga bulan pertama tahun ini cukup meyakinkan. Dari 29 emiten properti yang telah mempublikasikan laporan keuangan kuartal I 2011, rata-rata laba bersih mereka mengalami kenaikan 42,36%. Luar biasa bukan?

Reza Priyambada, Managing Research Indosurya Asset Management, mengatakan bahwa sektor properti memiliki fundamental yang bagus dengan masa depan yang cerah. “Saham properti merupakan instrumen investasi yang aman karena rasio utang terhadap ekuitas (DER) relatif rendah dibanding emiten lainnya,” kata Reza.

Ia menunjuk saham terbitan PT Bumi Serpong Damai (BSDE). Saham emiten ini layak dikoleksi karena selama kuartal I berhasil membukukan laba bersih Rp 192 miliar lebih atau tumbuh 134% lebih.

Lippo Karawaci dan Agung Podomoro menjadi rekomendasi selanjutnya. Saham kedua emiten ini layak dikoleksi karena selama kuartal I masing-masing membukukan pendapatan Rp 881,77 miliar dan Rp 691,24 miliar atau tumbuh 25% dan 155,55%.

Reza memperkirakan, demand terhadap properti masih akan tetap tinggi hingga akhir tahun ini. Tapi, dengan syarat kondisi suku bunga perbankan masih rendah seperti saat ini. “Pertumbuhan laba bersih emiten properti tahun ini kemungkinan bisa mencapai 43%,” ujarnya.

Kendati secara laba bersih emiten properti rata-rata tumbuh 42%, seorang analis menyarankan investor untuk tetap selektif. Alasannya, dari 29 emiten tadi, enam di antaranya ternyata mengalami penurunan pendapatan dan tiga lagi mencatat rugi bersih.

Karena itu, ia menganjurkan agar investor mengoleksi saham properti yang kinerjanya lebih menjanjikan. “Mengapa harus masuk jika profitnya belum jelas,” katanya. [mdr]

Sentimen Utang Eropa Bikin IHSG Stagnan

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih mampu naik super tipis 1 poin di tengah sentimen negatif krisis utang Eropa yang tak kunjung usai. Sentimen positif menguatnya Wall Street semalam cukup memberi angin segar.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka stagnan di posisi Rp 8.560 per dolar AS sama seperti penutupan perdagangan kemarin.

Pada perdagangan preopening, IHSG turun tipis 1,249 poin (0,04%) ke level 3.784,201. Sedangkan Indeks LQ 45 melemah tipis 0,321 poin (0,04%) ke level 674,072.

Membuka perdagangan, Selasa (10/5/2011), IHSG naik tipis 1,625 poin (0,04%) ke level 3.787,075. Indeks LQ 45 menguat tipis 0,417 poin (0,06%) ke level 674,810.

Hingga pukul 9.35 waktu JATS, IHSG masih bergerak datar, hanya naik tipis 3,554 poin (0,09%) ke level 3.789,004. Sementara Indeks LQ 45 menguat tipis 0,751 poin (0,11%) ke level 675,144.

Kemarin, indeks akhirnya ditutup negatif setelah mengalami perdagangan yang berfluktuasi. Minimnya sentimen positif membuat IHSG masih betah di zona merah.

Pergerakan bursa-bursa di Asia masih serba tipis dengan kecenderungan menguat. Berbagai sentimen bermunculan, mulai dari menguatnya Wall Street semalam sampai gagalnya krisis utang Eropa atas kredit rating Yunani yang dipangkas 2 level oleh Standard & Poors.

Berikut kondisi bursa-bursa di regional di pagi hari ini:
Indeks Komposit Shanghai naik tipis 1,70 poin (0,06%) ke level 2.874,16.
Indeks Nikkei 225 turun tipis 23,27 poin (0,24%) ke level 9.771,11.
Indeks Straits Times menguat tipis 5,46 poin (0,17%) ke level 3.142,40.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka stagnan di posisi Rp 8.560 per dolar AS sama seperti penutupan perdagangan kemarin.

Listing Perdana Saham HD Finance Naik 30% ke Rp 260 per Lembar

Jakarta - Saham PT HD Finance Tbk (HDFA) pada pencatatan saham perdana Selasa (10/5/2011) dibuka naik Rp 60 ke level Rp 260 dari harga perdananya Rp 200 per lembar.

Pada awal pembukaan perdagangan saham pukul 09.30 JATS, saham perseroan naik signifikan Rp 60 dari penetapan harga sebelumnya, Rp 200 per lembar. Hingga pukul 9.35 waktu JATS, saham berada di kisaran Rp 250 per lembar saham, dan sempat menyentuh harga tertinggi Rp 260 per lembar.

Total saham yang dilepas HDFA sebanyak 460 juta lembar kepada publik. Ini setara dengan 29,87% dari rencana total modal yang ditempatkan dan disetor penuh. Nilai nominal IPO Rp 100 per lembar. Total dana yang dihimpun perseroan mencapai Rp 92 miliar.

Jumlah saham yang dipesan sebanyak 1,067 miliar lembar, dari total saham yang ditawarkan 460 juta lembar saham, dengan jumlah pemesan 2.219 pihak.

"Dana penawaran saham perdana, 85% digunakan untuk membiayai pengembangan usaha perseroan. Yakni pembiayaan kendaraan bermotor. Sisanya, sebagai dana pengembangan infrastruktur teknologi informasi HD Finance," ujar Direktur Utama HD Finance, Hariono. Selaku penjamin pelaksana emisi efek adalah PT Makinta Securities.

Perseroan dulu bernama PT Indonesia Lease dan berdiri pada 1972. Kemudian dengan masuknya Bank Niaga sebagai pemegang saham, perseroan berubah nama menjadi PT Niaga Leasing pada 1990. Dan pada 2005 bertransformasi menjadi HD Finance.

HD Finance memiliki 16 cabang, dan sampai dengan Desember 2010 aset perseroan mencapai Rp 774 miliar.

Perseroan menargetkan pembiayaan kendaraan bermotor Rp 1 triliun di tahun 2011. Perseroan masih mengandalkan motor baru dalam mengejar target ini.

"Target pembiayaan sampai akhir tahun 2011 Rp 1 triliun, sampai akhir tahun lalu kita mencapai Rp 774 miliar," ungkapnya.

Menurutnya, pasar motor baru masih memiliki peluang tumbuh. Strategi perseroan adalah fokus pada pasar Jabodetabek.

Kemudian disusul Jawa Timur dan Sumatera. Pasar motor bekas masih sangat kecil, tidak lebih dari 1%. "Kita masih fokus di pembiayaan baru. Untuk second sedikit. Porsi Jabodetabek 63%. Jawa Barat 5%, Jawa Tengah 3%. Jawa Timur 15% dan Sumatera 14%," ucapnya.

Harga perak rebound setelah alami penurunan mingguan terburuk sejak 1975

Harga perak rebound setelah alami penurunan mingguan terburuk sejak 1975
SINGAPURA. Kontrak harga perak rebound setelah mengalami penurunan mingguan terburuk sejak 1975. Kenaikan harga perak ini terjadi setelah Standard & Poor's memangkas peringkat utang Yunani sebanyak dua level menjadi B.

Pagi tadi, kontrak harga perak di Comex, New York, melonjak 2,1% menjadi US$ 37,90 per troy ounce. Pada pukul 09.31 waktu Singapura, kontrak yang sama berada di posisi US$ 37,655 per troy ounce. Pada minggu lalu, harga perak terjun bebas sebesar 27% seiring aksi jual investor di pasar komoditas.

"Kenaikan harga perak tidak terlalu mengejutkan. Sudah menjadi hal yang biasa jika pasar melakukan aksi beli jika harganya sudah terjun dalam," jelas Mark Pervan, commodity analyst ANZ Banking Group Ltd. Dia menambahkan, penurunan kredit utang Yunani kembali menegaskan mengapa investor memburu pasar logam berharga.

Sebaliknya, kontrak harga emas untuk pengantaran cepat di Comex, New York, malah turun 0,3% menjadi US$ 1.508,75 per troy ounce. Menurut Eric Sprott, chairman of money manager Sprott Inc, harga emas akan menyentuh US$ 2.000 per troy ounce tahun ini karena investor lebih memilih emas ketimbang mata uang.

Konservatif, PANS patok laba tahun ini sama dengan kinerja 2010

JAKARTA. PT Panin Sekuritas Tbk (PANS) memproyeksikan kinerjanya tahun 2011 akan terpengaruh oleh pertumbuhan pasar modal Indonesia yang diperkirakan akan melambat. Proyeksi konservatif manajemen PANS tersebut berdasarkan pada catatan historis pertumbuhan pasar modal Indonesia yang tumbuh signifikan di tahun sebelumnya.

Winston Sual, Wakil Presiden Direktur PANS mengitung, pertumbuhan IHSG tahun ini hanya sebesar 15%-20%. Pertumbuhan tersebut lebih rendah dibanding pertumbuhan tahun 2010 yang mencapai 44%.

Manajemen PANS menjelaskan, pengaruh dari melambatnya pasar modal di Indonesia ini sudah terasa di kuartal l-2011. Pendapatan PANS pada tiga bulan pertama ditahun ini hanya mencapai Rp 69,16 miliar atau turun 9,09% dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 76,08 miliar. Begitu juga untuk laba bersih kuartal I 2011 yang mengalami penurunan sebesar 25,57% dari kuartal I 2010, menjadi Rp 40,32 miliar.

Asal tahu saja, tahun lalu pendapatan usaha dari portofolio efek berkontribusi sebesar 46% dari pendapatan PANS. Tahun ini, kontribusinya diperkirakan akan mengalami penurunan menjadi sekitar 28% dari total pendapatan.

Sayang, manajemen PANS tidak menyebutkan detil target pendapatan tahun ini. Yang jelas,"Target laba tahun ini sama seperti tahun sebelumnya," kata Hendrata Sadeli, President Director PANS. Tahun 2010 laba bersih PANS sebesar Rp 239,53 miliar.

Kinerja positif dan lonjakan harga komoditas membuat bursa Asia melesat

Kinerja positif dan lonjakan harga komoditas membuat bursa Asia melesat
TOKYO. Mayoritas saham di bursa Asia pagi ini melesat. Beberapa pemicunya antara lain melonjaknya harga komoditas serta kinerja positif sejumlah perusahaan di Jepang.

Pada pukul 09.34 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific naik 0,4% menjadi 138,26. Sementara itu, indeks Nikkei 225 Stock Average Jepang tak banyak mengalami perubahan. Sedangkan indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,1% dan indeks NZX 50 Selandia Baru naik 0,2%.

Sejumlah saham yang mempengaruhi pergerakan bursa Asia antara lain: BHP Billiton Ltd naik 0,4%, Sumitomo Heavy Industries naik 10%, dan Toshiba Corp naik 3,2%.

Bursa Asia berhasil mencatatkan kenaikan di tengah pemangkasan peringkat kredit Yunani oleh Standard & Poor's sebanyak dua level dari BB- menjadi B. Bahkan S&P bilang, ada kemungkinan peringkat tersebut kembali dipangkas ke depannya.

Potential Upside HRUM ke Level Rp11.000

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Laju saham HRUM, Selasa (10/5) diprediksi sideways. Tapi, secara fundamental sangat menarik karena faktor pertumbuhan produksinya yang signifikan. Buy on weakness dengan target Rp11.000.

Investment Analyst PT GMT Asset Management Nico Simatupang mengatakan, potensi sideways-nya saham PT Harum Energy Indonesia (HRUM) hari ini semata faktor teknikal. Menurutnya, dari sisi ini saham HRUM tampak akan bergerak mendatar di kisaran 9.250-9.300.

Karena itu, lanjutnya, hari ini akan menguji resistance Rp9.300. Jika ditembus ke atas, target penguatan berikutnya di level Rp9.500-9.600 per saham. “HRUM akan bergerak dalam kisaran support Rp9.000 dan resistance 9.300.,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Senin (9/5).

Pada perdagangan Senin (9/5) saham HRUM ditutup menguat Rp50 (0,54%) menjadi Rp9.250 dari level sebelumnya Rp9.200. Harga intraday tertingginya mencapai Rp9.350 dan terendah Rp9.200. Volume transaksi mencapai 1,8 juta unit saham senilai Rp16,8 miliar dan frekuensi 229 kali.

Lebih lanjut dia menjelaskan, meski hari ini berpeluang sideways, secara fundamental, saham ini sangat menarik. Pasalnya, volume produksi batu bara emiten ini akan naik ke level 10,5 juta ton di 2011 dari level 7,5 juta ton pada 2010 atau naik hingga 40%. “Ini merupakan kenaikan terbesar di antara emiten-emiten batu bara yang lain,” timpalnya.

Dari sisi valuasi pun, dikatakan Nico, saham ini belum mahal. Sebab, target penguatan saham HRUM berikutnya untuk jangka panjang di level Rp11.000 per saham. Target tersebut bisa dicapai tahun ini. “Karena itu, ada potensi upside hingga 18,9% untuk jangka panjang hingga akhir tahun,” tandas Nico.

Lalu, Price Earnings Ratio (PER) saham ini di level 13,4 kali. Dari sisi ini, memang harganya tak terlalu murah. Tapi, saham batu bara yang lain pun sudah mahal. Apalagi, jika investor mempertimbangkan faktor kenaikan produksi batu baranya di 2011 ini, saham HRUM belum mahal. “Kalau produksinya tumbuh, laba perseroan pun akan tumbuh karena pertumbuhan produksi hingga 40%,” ucap Nico.

Sementara itu, dia menambahkan, penurunan harga minyak mentah dunia ke level US$98 per barel, tidak berpengaruh negatif pada laju saham-saham di sektor batu bara temasuk HRUM. “Sebab, harga rata-rata minyak saat ini sudah berada di atas US$100 per barel. Minyak bertenger di level US$105-110 per barel,” tuturnya.

Karena itu, dia menegaskan, harga minyak tidak akan mengerus harga batu bara yang saat ini masih bertenger di level US$122,71 per metrik ton berdasarkan harga mingguan di Newcastle. Memang, harga komoditas fluktuatif, tapi pergerakannya tidak akan terlalu jauh. “Saya rekomendasikan buy on weakness saham HRUM,” imbuh Nico. [mdr]

Rencana Go Private, BEI Suspensi Saham ANTA

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Bursa Efek Indonesia menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk (ANTA).

Hal ini disampaikan Kadiv Penilaian Perusahaan Sektor Jasa BEI Umi Kulsum dan Kadiv Perdagangan Saham BEI Andre PJ. Toelle dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (10/5). Suspensi ini dilakukan atas permintaan perseroan sehubungan dengan adanya rencana untuk melakukan go private.

Suspensi dilakukan mulai perdagangan sesi I Selasa (10/5) di seluruh pasar.

HD Finance Mulai Listing Hari Ini

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT HD Finance Tbk mencatatkan saham perdana dengan kode saham HDFA pada perdagangan saham Selasa (10/5).

Perseroan merupakan emiten keenam yang mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2011 yang dicatatkan di papan utama. PT HD Finance Tbk menawarkan saham perdana sebesar 460 juta saham ke publik dengan harga penawaran Rp200 per saham. Dana yang berhasil diraup sebesar Rp92 miliar.

Penjamin pelaksana emisi efek yang ditunjuk PT Makinta Securities. Untuk rata-rata PER industri sebesar 19,13 kali dan rata PBV sebesar 2,29 kali pada Jumat (6/5). Adapun kepemilikan saham setelah penawaran umum saham perdana antara lain PT HS Corpora sebesar 329.990.000 atau 21,42%, Wealth Paradise Holdings Ltd sebesar 750 juta saham atau 48,70%, Soeharto Djojonegoro sebesar 10.000 atau 0,00%, dan publik sebesar 460 juta saham atau 29,87%.

Hingga Oktober 2010, perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp11,28 miliar dan pendapatan sebesar Rp158,68 miliar. [cms]

Khawatir Utang Yunani, Saham Asia Anjlok

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Saham Asia berbalik melemah dengan perdagangan tipis pada Selasa (10/5) akibat kekhawatiran baru atas utang Yunani yang menggunung, membuat investor gugup.

Mengutip Reuters, kekhawatiran terhadap utang zona Euro muncul lagi setelah Standard & Poor's menurunkan peringkat Yunani ke daerah junk, di mana Athena diragukan dapat mengelola utang tanpa memaksakan kerugian pemegang obligasi swasta. CNBC Asia FTSE 100 Index, yang mengukur pasar di seluruh Asia, naik 0,1 persen.

Di Jepang, saham Tokyo melemah dipicu penguatan yen yang menurunkan beban pada saham eksportir, termasuk produsen mobil dan elektronik. Tapi saham Toshiba naik 3 persen setelah pembuat chip terbesar di Jepang ini mengatakan perkiraan laba operasional naik sebesar 25 persen pada tahun hingga Maret 2012, kira-kira sejalan dengan ekspektasi pasar, meskipun memperingatkan bahwa pemadaman listrik berpotensi menurunkan pendapatan.

Saham Tokyo Electric Power Co turun 0,8 persen setelah Presiden Masataka Shimizu mengatakan Tepco akan meminta bantuan pemerintah untuk kompensasi korban kecelakaan Fukushima Daiichi, pembangkit listrik tenaga nuklir. Indeks acuan Jepang Nikkei N225 dibuka naik 0,10 persen, sedangkan Topix naik 0,15 persen menjadi 854,47.

Saham Australia melemah pada pertengahan perdagangan pagi, dipicu kekhawatiran investor terhadap potensi laba yang memperkecil rebound harga logam dan harga minyak. Investor juga bermain aman menjelang rilis anggaran pemerintah Australia pada Selasa. Saham Pertambangan mixed meskipun terjadi bounce harga komoditas. BHP Billiton dan Rio Tinto masing-masing naik 0,2 persen sementara Fortescue Metals naik 0,8 persen.

Benchmark S & P / ASX 200 indeks turun 0,18 persen menjadi 4.748,1 setelah dibuka 0,4 persen. Saham OneSteel, industri baja No.2 Australia tergelincir setelah memotong prediksi laba setahun penuh sebesar 14 persen menjadi sekitar A $ 232.000.000, terutama disebabkan oleh dolar Australia yang menguat. Saham Redflex Holdings turun 33 persen pada awal perdagangan setelah pemegang saham memberikan suara terhadap tawaran oleh The Carlyle Group dan bank investasi Macquarie Group bagi perusahaan.

Bencmark Selandia Baru NZX 50 indeks naik 0,3 persen menjadi 3.528,93. Pasar di Korea Selatan dan Hong Kong ditutup untuk ulang tahun Buddha.

MTDL Diminati Perusahaan IT Singapura?

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Metrodata Elektronik Tbk (MTDL) tengah diminati oleh salah satu perusahaan penyedia layanan teknologi informasi dari Singapura. Beredar kabar bahwa MTDL akan diakuisisi perusahaan tersebut di harga Rp 250 per lembarnya.

Disebutkan, tujuan penggandengan ini adalah untuk memperluas jangkauan pelayanan dari perusahaan IT Singapura, yang hingga kini masih dirahasiakan oleh pihak intern perusahaan. Selain peningkatan kemampuan MTDL, baik dari segi sistem maupun infrastruktur perusahaan.

Penyerapan teknologi dari Singapura akan dipergunakan MTDL untuk mengembangkan usaha perseroan di bidang penyimpanan data dan solusi komputisasi perusahaan-perusahaan di Indonesia.

Pada perdagangan Senin (9/5), MTDL diburu investor asing dan lokal, sehingga ditutup menguat ke level 134 atau naik 16 poin (13,6%). Volume perdagangan mencapai 357.28 juta lembar senilai Rp47.2 miliar. [ast]

Cermati Saham Metrodata!

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Metrodata Elektronics Tbk (MTDL) diisukan tengah dilirik perusahaan penyedia layanan teknologi informasi asal Singapura.

Bahkan investor teknologi asal Singapura ini akan mengakuisisi perseroan di harga Rp250. Broker asing dan lokal yang mendengar kabar ini terdengar berlomba-lomba untuk memburu saham tersebut.

Pada perdagangan kemarin saham MTDL ini naik 16 poin ke level Rp134.

Saham SSIA Berpotensi Menuju Rp2.000

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Saham PT Surya Semesta Indonesia Tbk (SSIA) berpotensi untuk terkerek menuju level Rp2.000 dalam waktu dekat.

Sejumlah bandar dikabarkan akan memburu saham tersebtu terkait rencana perseroan untuk melakukan stock split 1:5 pada 23 Mei 2011. Selain itu, kabar Nestle dan anak usaha Astra yang siap membeli lahan perseroan dalam waktu dekat turut memompa harga SSIA.

Pada perdagangan kemarin, saham SSIA naik 30 poin ke level Rp1.210.

Cermati! Saham AISA Bakal Diburu Bandar

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT TPS Food Tbk (AISA) dikabarkan akan membeli Salam Mie dan Mie Qaromah.

Sejumlah bandar yang mendengar berita tersebut dikabarkan akan mengakumulasi saham AISA mengingat perseroan berpeluang untuk menjadi pemain mi terbesar di Indonesia. Selain itu Wilmar Grup juga disebut-sebut tengah melakukan uji tuntas untuk membeli 15% sham perseroan di kisaran harga Rp1.000-1.500.

Pada perdagangan kemarin, saham AISA naik 10 poin ke level Rp700.

Didukung Kinerja dan Minyak, Bursa Jepang Menguat

Headline
INILAH.COM, Los Angeles – Bursa saham Jepang di awal perdagangan Selasa (10/5) menguat, seiring apresiasi bursa AS dan harga komoditas.

Indeks Nikkei Stock Average naik 0,4% menjadi 9.830.01, sementara indeks Topix naik 0,5% menjadi 857.29. Kembali menguatnya harga minyak berjangka membawa Inpex Corp. naik 1,9%, dan Japan Petroleum Exploration Co. naik 1,8%.

Saham Toshiba Corp. terapresiasi 3,7%, setelah perseroan mengumumkan bahwa laba Januari-Maret akan tumbuh dua kali lipat dengan outlook kuat. Demikian juga Hitachi Ltd. yang naik 2,5%, dan Renesas Electronics Corp. yang melesat 3,4%. [ast]

Anak Usaha INDX Beli Barge Senilai US$7,5 Juta

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Indoexchange Tbk (INDX) menjelaskan pda 5 Mei 2011 telah membeli transloader barge melalui anak usahanya PT Pelayaran Indx Lines (PIL) dari Paternoster Group Ltd.

Demikian dikutip dari keterbukaan informasi yang diterbitkan BEI kemarin. PT PIL telah menandatangani Transloader Barge Sale and Purchase Agreement (SPA) dengan Paternoster berkedudukan di British Virgin Island.

Kedua pihak sepakat nilai transaksi mencapai US$7,5 juta dengan pembayaran US$500.000 selambatnya 7 hari sejak penandatanganan SPI dan sebesar US$7 juta pada saat delivery Barge.

Dana pembelian berasal dari Rp12 miliar merupakan tambahan INDX kepada PT PIL sebagai setoran modal. Dana itu berasal dari PUT I INDX untuk pembelian tug boat atau barge. Sisanya diperoleh dari pinjaman lembaga keuangan atau bank serta investor.

INDX beli kapal tongkang senilai US$ 7,5 juta

JAKARTA. PT Indoexchange Tbk (INDX) melalui anak usahanya, PT Pelayaran Indx Lines (PIL) telah membeli transloader barge atau kapal tongkang. PIL merupakan anak usaha yang sahamnya 99,95% dimiliki oleh INDX.

Kapal itu dibeli PIL dari sebuah perusahaan asing Paternoster Group Ltd. Menurut Agung P. Prihatin, Corporate Secretary INDX, harga barge itu mencapai US$ 7,5 juta.

Sumber dananya menurut Agung berasal dari setoran modal yang disuntikan INDX kepada PIL sebesar Rp 12 miliar. "Kekurangannya akan ditutupi melalui pinjaman bank," kata Agung.

Rencanannya, pembayaran kapal tongkang ini akan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama akan dibayar sebesar US$ 500.000 dulu. Menurut Agung pembayarannya akan dilakukan paling lambat tujuh hari dari ditandatanganinya kesepakatan jual beli (sale purchase agreement) antara PIL dengan Paternoster.

Kesepakatan jual belinya sendiri sudah dilakukan pada 5 Mei lalu. Nah, untuk sisanya sebesar US$ 7 juta akan dibayar saat kapal sudah dikirimkan nanti.

Pemangkasan kredit utang Yunani bikin indeks emerging market terjungkal

NEW YORK. Mayoritas bursa saham di emerging market mengalami penurunan kemarin. Hal itu terjadi setelah Standard & Poor's memangkas peringkat utang Yunani sebanyak dua level.

Di New York, MSCI Emerging Market Index turun 0,1% menjadi 1.161,94. Penurunan dipimpin oleh bursa saham di kawasan Eropa Timur. Kendati begitu, ada pula indeks acuan yang mengalami kenaikan.

Index Bovespa Brazil, misalnya, naik 0,3% setelah ekonom memangkas prediksi inflasi Brazil di tahun ini untuk pertama kali dalam sembilan minggu.

"Isu utang Yunani kembali menjadi momok. Sementara, bursa Asia tertolong oleh kenaikan harga komoditas dan data positif tenaga kerja AS yang dirilis Jumat kemarin," kata Nick Chamie, market strategist RBC Capital.

Catatan saja, MSCI Emerging Market sudah mengalami kenaikan sebesar 0,9% tahun ini. Namun, indeks acuan 21 negara ini 3,7% lebih rendah dari posisi tertinggi di tahun ini pada 2 Mei lalu. Indeks negara berkembang ini juga lebih rendah dari performa MSCI World Index yang sudah naik 4,9% di sepanjang tahun ini.

Posisi euro keok, kian mendekati level terendah dalam enam minggu

Posisi euro keok, kian mendekati level terendah dalam enam minggu
TOKYO. Euro diperdagangkan melemah 0,4% dan kian mendekati level terendah dalam enam minggu terhadap yen. Hal ini terjadi setelah Standard & Poor's memangkas peringkat utang Yunani. Kondisi itu membuat investor kian cemas kalau krisis utang di kawasan Eropa kian bertambah buruk.

"Pelaku pasar saat ini melihat restrukturisasi utang Yunani menjadi hal yang sangat mungkin. Padahal mereka tidak memikirkan hal itu sebelumnya. Euro akan mengalami koreksi," jelas Marito Ueda, senior managing director FX Prime Corp.

Pada pukul 08.18, euro berada di posisi 115,44 yen dari 115,43 yen di New York kemarin. Sementara, nilai tukar euro berada di level US$ 1,4371 dari sebelumnya US$ 1,4365. Sedangkan dollar diperdagangkan di posisi 80,32 yen dari sebelumnya 80,36 yen.

Posisi dollar juga kian melemah sebelum dirilisnya data mengenai neraca perdagangan AS besok yang diprediksi mengalami defisit. Berdasarkan hasil survei Bloomberg ke sejumlah analis, neraca perdagangan AS akan semakin membesar menjadi US$ 47 miliar pada Maret dari sebelumnya US$ 45,8 miliar pada Febuari.

Nasib AWS berada di tangan plasma

Nasib AWS berada di tangan plasma
JAKARTA. PT Aruna Wijaya Sakti (AWS) anak usaha dari PT Central Proteinaprima Tbk (CPRO) masih menunggu hasil keputusan plasma untuk melanjutkan operasinya yang saat ini terhenti sementara waktu.

Awal penghentian operasi ini adalah ketika Perhimpunan Petambak Plasma Udang Windu (P3UW) organisasi plasma di AWS menolak pasokan benur ke tambak. “Jika tidak ada kesepakatan untuk melanjutkan kemitraan, perusahaan tetap akan menghentikan operasi,” kata Tarpin A. Nasri, Kepala Divisi Komunikasi AWS kepada KONTAN, Senin (9/5).

Tarpin menjelaskan, plasma tambak AWS terbagi dalam dua kubu yang berbeda, yakni P3UW yang menolak kemitraan dan plasma lain yang setuju dengan program kemitraan AWS.

Dalam perkembangan terakhir, sejak Sabtu (7/5) P3UW didatangi oleh 3.000 anggota plasma lain untuk meminta pertanggungjawaban. Sebab, atas tindakan P3UW, AWS menghentikan pasokan listrik ke seluruh area tambak.

Jika jumlah plasma yang melakukan protes lebih dari 50% terhadap kepengurusan P3UW, maka akan diadakan rapat anggota luar biasa. Forum tersebut bisa digunakan untuk meminta pertanggungjawaban pengurus. Namun jumlah plasma yang protes belum mencapai lebih dari 50%, karena jumlah plasma saat ini sekitar 7.200 plasma. Namun Tarpin bilang, P3UW akan memberikan jawaban pada 13 mei mendatang.

Pihak AWS belum menghitung estimasi kerugian dari penghentian operasi tersebut. Namun dengan pemadaman lampu yang dilakukan, seluruh udang berumur 40-45 hari di 1270 tambak diperkirakan mati karena tidak akan bertahan lebih dari satu hari tanpa pasokan oksigen, karena kincir air mati. Setiap tambak tersebut bisa menghasilkan udang sebanyak 3 ton per panen, dengan masa panen 90 hari-120 hari. “Kita mengeluarkan biaya operasi dari persiapan tebar benur sampai masa pemeliharaan, tapi kita belum hitung berapa kerugiannya,” kata Tarpin.

Kerugian lain adalah tidak berproduksinya tambak AWS karena penebaran benur tidak dilakukan sejak Maret dan April yang berarti Juni dan Juli tidak ada panen. Padahal seharusnya menurut Tarpin AWS bisa menghasilkan sekitar 50 ton udang per hari. Sedang harga udang saat ini sekitar Rp 36.000 per kg.

Belum lagi biaya untuk memperbaiki tambak jika lama tidak digunakan, untuk satu tambak membutuhkan dana sebesar Rp 25 juta. Biaya tersebut belum termasuk pompa dan empat kincir air, yang masing-masing adalah sebesar Rp 7 juta dan Rp 3,5 juta per kincir. Sekedar informasi jumlah tambak di AWS mencapai 14.400 tambak. “Yang kita takutkan pompa dan kincirnya akan diambil dan dijual oleh oknum plasma, sampai sekarang teknisi AWS belum bisa masuk karena dihalangi oleh P3UW,” kata Tarpin.

Manajemen CPRO tidak menjawab pesan singkat dan telepon KONTAN. Namun sebelumnya manajemen CPRO pernah mengatakan berhentinya operasi AWS akan mempengaruhi kinerja CPRO ditahun 2011.

Sekedar gambaran, tahun lalu produksi udang AWS mencapai 13.922 ton udang, sedang total produksi CPRO sebesar 50.000 ton udang. Penjualan udang memberikan kontribusi terbesar terhadap pendapatan CPRO. Pada kuartal pertama tahun ini, penjualan udang CPRO mencapai Rp 740,37 miliar. Nilai tersebut setara 42,63% dari total penjualan CPRO pada periode tersebut.

Harga minyak melorot di New York pagi ini turun 1%

Harga minyak melorot di New York pagi ini turun 1%
MELBOURNE. Kontrak harga minyak di New York pagi ini mengalami penurunan. Pada pukul 08.30 waktu Sydney, kontrak harga minyak di New York Mercantile Exchange turun 1% atau 98 sen menjadi US$ 101,57 per barel.

Sebelumnya, harga minyak sudah melorot sebesar 15% selama lima hari yang berakhir 6 Mei lalu. Itu merupakan penurunan mingguan terbesar sejak Desember 2008 lalu.

Data lapangan kerja membuat bursa AS bergerak positif

Data lapangan kerja membuat bursa AS bergerak positif
NEW YORK. Mayoritas saham di bursa AS melesat pada penutupan kemarin malam. Pada pukul 16.00 waktu New York, index S&P 500 naik 0,5% menjadi 1.346,29. Kenaikan tersebut terjadi setelah adanya pertumbuhan pertamnbahan lapangan pekerjaann di AS.

Kenaikan juga dialami indeks Dow Jones Industrial Average yang naik 0,4% menjadi 12.684,68.

Saham-saham yang mempengaruhi pergerakan bursa AS diantaranya: Newmont Mining Corp yang naik 1,7%, Halliburton Co yang naik 1,7%, McDonald's naik 0,8%, dan Dollar Thrifty Automotive Group Inc naik 14%. Sementara, Citigroup Inc anjlok 2,3%.

"Komoditas menjadi incaran investor setelah pasar melihat adanya sejumlah data ekonomi yang mengalami rebound. Data mengenai lapangan kerja yang dirilis Jumat lalu dan tingkat penjualan McDonald's kembali memberikan bukti kalau pemulihan ekonomi masih terus berlangsung. Pasar saham bergerak positif seiring dengan kinerja yang membaik," papar Peter Jankovskis dari Oakbrook Investment di Illinois.

EMTK dapat pinjaman dari Citibank dan Stanchart untuk akuisisi IDKM

EMTK dapat pinjaman dari Citibank dan Stanchart untuk akuisisi IDKM
JAKARTA. PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) tak buang-buang waktu untuk segera menuntaskan rencana mengakuisisi PT Indosiar Karya Media Tbk (IDKM). Setelah mendapat restu dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pekan lalu, EMTK langsung bergerak cepat mencari dana.

Direktur Legal sekaligus Sekretaris Perusahaan EMTK Titi Maria Rusli mengungkapkan pada Kamis, (5/5) EMTK telah menandatangani perjanjian kredit dengan Citibank cabang Jakarta dan Standard Chartered Bank cabang Jakarta. Total plafon pinjaman di kedua bank asing tersebut mencapai Rp 1,5 triliun.

Masih di tanggal yang sama perseroan juga menandatangani perjanjian gadai saham atas 1.648.322.000 saham PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) yang dimiliki perseroan dengan Standard Chartered Bank Cabang Jakarta. Selain itu, ditandatangani pula perjanjian gadai atas rekening bank antara EMTK dengan Standar Chartered Bank cabang Jakarta.

"Tujuan penandatanganan tersebut dalam rangka pendanaan Transaksi Akuisisi dan penawaran tender atas PT Indosiar Karya Media Tbk yang akan dilakukan perseroan," ujar Titi dalam Keterbukaan Informasi, Senin, (9/5).

Bakrie Life Lagi-lagi Ingkar Janji Bayar Dana Nasabah

Jakarta - PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) kembali mengingkari janjinya untuk membayarkan cicilan dana pokok kepada nasabah Diamond Investa. Padahal manajemen menjanjikan April 2011 nasabah mendapatkan cicilan dana pokok tersebut.

"Ya kami Bakrie Life/Bakrie Capital Investment belum dapat droping dari group," ujar Direktur Utama Bakrie Life, Timoer Sutanto kepada detikFinance di Jakarta, Selasa (10/5/2011).

Menurut Timoer, Group masih terus mengusahakan dana sesuai komitmen pemegang saham kepada nasabah maupun Bapepam-LK. "Kami semua berharap mudah-mudahan tidak lama," tuturnya.

Lebih jauh Timoer meyakinkan komitmen penyelesaian dari pemegang saham masih tetap ada, hanya saja pihaknya belum bisa memberikan kepastian waktunya.

"Tetapi kapannya memang kami belum tahu persisnya namun saya terus mem-followup karena sudah komitmen dan perintah pemegang saham," jelasnya.

Seperti diketahui, Bakrie Life baru membayarkan kembali tunggakan kepada nasabah Diamond Investa. Namun Bakrie Life hanya membayar bunga tertunggak pada periode Juli 2010 hingga Februari 2011 dengan jumlah Rp 17 miliar. Cicilan dana pokok nasabah yang belum dibayar dijanjikan akan dilunasi pada akhir April 2011.

Sebelumnya pula, manajemen menjanjikan pembayaran tunggakan bunga dari Juli 2010 sampai Desember 2010 pada 28 Januari 2011. Bakrie Life juga menyatakan akan membayarkan dana pokok nasabah Diamond Investa di akhir Maret 2011.

Bakrie Life menderita gagal bayar produk asuransi berbasis investasi dengan nama Diamond Investa sebesar Rp 360 miliar. Sesuai SKB, manajemen Bakrie Life menawarkan skema pengembalian dana pokok sebesar 25% di 2010, 25% di 2011, dan sisanya 50% di 2012.

Sebanyak 25% di 2010 dibayar empat kali setiap akhir triwulan, demikian juga di 2011, dan sisanya 50% di Januari 2012 namun nasabah kembali gigit jari karena SKB tidak diindahkan oleh manajemen.

Skema pembayaran Angsuran Pokok dana tersebut yakni Maret 2010 (6,25%), Juni 2010 (6,25%), September 2010 (6,25%), Desember 2010 (6,25%), Maret 2011 (6,25%), Juni 2011 (6,25%), September 2011 (6,25%), Desember 2011 (6.25%), dan terakhir pada Januari 2012 (50%). Cicilan dana pokok baru dibayarkan dua kali yakni Maret 2010 dan Juni 2010. Cicilan pokok pada September 2010 belum dibayarkan berikut bunga dari Juli 2010 sampai November 2010.

Sehingga Bakrie Life masih mempunyai sisa utang kurang lebih senilai Rp 290 miliar kepada 250 nasabah Diamond Investa yang menginvestasikan
dananya di atas Rp 200 juta.

Sampai dengan kini, perusahaan asuransi milik Grup Bakrie tersebut terancam dicabut izin usahanya. Pasalnya, Bapepam-LK mencatat Bakrie Life termasuk ke dalam perusahaan yang bermodal di bawah Rp 40 miliar, dan sesuai ketentuan hingga Maret 2011 perusahaan asuransi harus memenuhi batas permodalan tersebut.

Rekomendasi Saham IHSG Siap Rebound Tipis

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin akhirnya ditutup melemah, investor melakukan tekanan jual seiring dengan pelemahan yang terjadi pada beberapa bursa saham regional.

Pada perdagangan awal pekan, Senin (9/5/2011), IHSG ditutup terkoreksi 13,104 poin (0,35%) ke level 3.785,450. Sementara Indeks LQ 45 ditutup melemah 3,220 poin (0,47%) ke level 674,393.

Pergerakan IHSG yang serba fluktuatif masih akan berlanjut hingga perdagangan Selasa (10/5/2011) ini. Investor masih akan berhati-hati mengingat penguatan yang terjadi di bursa global belum berkesinambungan dan masih terlalu tipis.

Seperti diketahui, bursa Wall Street tadi malam kembali bergerak seiring reboundnya saham-saham yang berhubungan dengan komoditas setelah pekan lalu sempat jatuh. Namun kenaikan indeks saham terjadi dalam volume perdagangan yang ekstra tipis.

Pada perdagangan Senin (9/5/2011), indeks Dow Jones industrial average ditutup menguat 45,94 poin (0,36%) ke level 12.684,68. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 6,09 poin (0,45%) ke level 1.346,29 dan Nasdaq menguat 15,69 poin (0,55%) ke level 2.843,25.

Bursa Jepang juga mengalami kenaikan tipis. Indeks Nikkei-225 dibuka naik tipis 9,89 poin (0,1%) ke level 9.804,27.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

eTrading Securities:

IHSG kemarin ditutup turun 13 (-0.34%) ke level 3,785.45 dengan volume transaksi sebanyak 9 juta lot dan nilai transaksi sebanyak Rp 3.9 triliun. Hampir seluruh sektor hari ini mengalami penurunan kecuali Agriculture, Mining, Misc-Industry dan Property. Tercatat sebanyak 108 saham mengalami penguatan, 104 saham mengalami penurunan, 100 saham tidak mengalami perubahan dan 131 saham tidak diperdagangkan sama sekali.

Kenaikan bursa ditopang oleh saham-saham TLKM, AALI, CPIN, ENRG dan UNVR sementara saham-saham yang menjadi pemberat bursa hari ini a.l. BBRI, BMRI, SMMA, BDMN dan BBCA. Asing tercatat melakukan net sell sebesar Rp 135.6 miliar dengan saham yang paling banyak di jual adalah BBRI, BUMI, BMRI, BDMN dan PTBA.

Rupiah hari ini kembali menguat 35 point ke level Rp8,553 per US Dollar setelah sejumlah investor asing menambah jumlah investasi di Indonesia, yang dianggap sebagai negara dengan ekonomi terbesar se-Asia Tenggara.

Secara teknikal, pada perdagangan senin kemarin (9/5) pelemahan IHSG berhasil tertahan oleh garis support MA 20. Sementara dilihat dari pergerakan indikator, terlihat indikator stochastic dan RSI masih bergerak downtrend sementara MACD bergerak downtrend dengan histogram yang semakin bergerak memanjang di area negatif.

Pada perdagangan hari ini (10/5), IHSG diperkirakan berpotensi untuk kembali menguji garis support MA 20 dengan pergerakan dikisaran 3,744-3,818. Sementara itu, saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. BISI, PTBA , dan AALI .

Kresna Sekuritas:

Profit taking di perbankan kembali menekan pergerakan IHSG sehingga ditutup di bawah di support kunci 3,789. Penutupan di bawah support membuat IHSG masih dibayangi tekanan jual dan diperkirakan bergerak di kisaran 3,760-3,810 dengan AALI dan INDY sebagai saham pilihan.

Panin Sekuritas:

Kemarin IHSG ditutup melemah ditengah reboundnya bursa regional menyusul naiknya data tenaga kerja di AS. Melemahnya indeks juga didorong oleh aksi ambil untung pada saham perbankan serta minimnya sentimen positif. Disisi lain reboundnya harga minyak mentah menjadi katalis positif bagi IHSG. Hari ini kami perkirakan indeks akan bergerak konsolidasi dengan kisaran support-resistance 3.755-3.800. Saham pilihan : GJTL, MAPI,
CPIN, HRUM.

Indosurya:

Pada perdagangan Selasa (10/5) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.765-3.780 dan resistance 3.805-3.815. Candle IHSG kembali mengalami pelemahan diikuti dengan volume perdagangan pun juga turun. Kemarin candle IHSG membentuk spinning tops yang umumnya menggambarkan ketidakpastian arah pasar untuk melanjutkan pergerakan selanjutnya. Letak candle yang berada di bawah upper bollinger bands dan menyentuh middle bollinger bands membuka ruang penguatan namun, indikator lainnya belum mengkonfirmasi adanya reversal positif. MACD masih bergerak turun dengan terbentuknya histogram negatif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic masih mencoba bergerak lebih turun lagi agar berada di bawah batas overbought . Pelemahan kemarin masih membuat IHSG berada di sekitar area overbought. IHSG dimungkinkan bergerak mix dimana investor masih melakukan aksi jual untuk saham-saham yang masih dinilai tinggi namun, beberapa saham yang sudah terdiskon banyak terlihat mulai kembali di akumulasi.

Harga Minyak Juga Melonjak Tajam

New York/London - Selain emas dan perak, komoditas minyak mentah juga ikut melojak tajam setelah pekan lalu mencatat kejatuhan besar. Namun analis belum meyakini apakah fase koreksi sudah berakhir dan harga minyak akan terus melaju.

Pada perdagangan Senin (10/5/2011), minyak WTI light sweet pengiriman Juni melonjak hingga US$ 5,37 menjadi US$ 102,55 per barel. Minyak Brent North Sea pengiriman Juni juga melesat US$ 6,77 menjadi US$ 115,90 per barel.

Victor Shum, analis dari konsultan energi yang berbasis di Singapura, Purvin & Gertz mengatakan harga minyak naik lagi terutama karena bereaksi atas anjloknya harga secara tajam pada pekan lalu yang terlalu cepat dan terlalu tajam. Harga-harga juga mulai pulih seiring positifnya data tenaga kerja dari AS, yang merupakan konsumen minyak terbesar dunia.

"Apakah ini adalah reaksi atas koreksi harga pada pekan lalu atau trend pembalikan? Ketidakpastian dan volatilitas akan tetap tinggi hingga teka-teki ini terpecahkan," ujar Michael Fitzpatrick, analis dari Kilduff dalam laporannya seperti dikutip dari AFP, Selasa (10/5/2011).

"Ini sepertinya, paling tidak secara temporer, bahwa fundamental telah kembali menjadi fokus dan aksi beli pada hari ini akan mencatat apa yang akan menjadi sisi tinggi dari kisarn harga yang mungkin terjadi antara US$ 101 dan US$ 97," ujarnya.

Sementara itu, menteri energi Qatar Mohammed Saleh al-Sada mengatakan, pertemuan OPEC mendatang tidak bisa diharapkan akan membuat perubahan besar pada tingkat produksi minyak karena tingkat produksi dan suplai saat ini dinilai sudah pada level yang aman.

"Kami kira fundamental baik-baik saja dan kami tidak melihat adanya kekurangan suplai. Negara-negara OPEC dan non OPEC memproduksi dan menyuplai dan mengamankan permintaan dunia. Jelas sekali level suplai dan level cadangan masih sehat dan kita berada pada stabilitas harga minyak," ujarnya.

Harga Emas dan Perak Kembali Melonjak

New York - Setelah pekan lalu mengalami kejatuhan terburuk, kini harga emas dan perak kembali melonjak. Harga perak bahkan melonjak hampir 7% sekaligus menjadi gain harian terbesar sejak November 2008.

Sementara harga emas melonjak hingga 1%, dipicu oleh aksi beli besar setelah jatuhnya dua komoditas berharga itu pekan lalu.

Harga emas dan perak melonjak tajam untuk dua sesi, dipicu oleh kekhawatiran inflasi setelah harga minyak dan bijih-bijihan melinjak tajam dan juga adanya penurunan peringkat Yunani sehingga memicu pembelian aset yang aman.

Meski sempat merosot, namun harga logam berharga tetap saja mencatat kenaikan. Harga perak tercatat sudah naik 2 kali lipat sejak Agustus 2010, sementara emas naik 25% dibandingkan periode yang sama.

"Inflasi secara keseluruhan masih tetap memegang sistem, terutama berkaitan dengan perumahan dan upah," ujar Jason Pride, direktur strategi investasi Glenmede seperti dikutip dari Reuters, Selasa (10/5/2011).

"Jadi, sementara kita mungkin positif pada kompleks komoditas pada keseluruhan, kami mempertimbangkan untuk lebih berhati-hati pada logam berharga pada titik tini, terutama karena valuasi mereka relatif pada komoditas lain telah mencapai titik ekstrim sekarang," tambah Pride.

Pada perdagangan Senin (9/5/2011), harga perak di pasar spot melonjak hingga 6,3% menjadi US$ 37,86 per ounce.

Sedangkan harga emas di pasar spot tercatat naik 1,2% menjadi US$ 1.512,20 per ounce. Emas berjangka untuk Juni tercatat naik 11,60 dolar menjadi US$ 1.503,20 per ounce.