Kamis, 15 Maret 2012

Imbal Hasil Investasi Negatif, Rupiah Bakal Lesu

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Kamis (15/3/2012) diprediksi melemah. Salah satunya, karena pasar cemas imbal hasil investasi menjadi negatif seiring penaikan harga BBM bersubsidi.

Analis senior Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, potensi pelemahan rupiah hari ini, salah satunya dipicu oleh prospek kebijakan moneter AS yang masih menjadi fokus utama. Sebab, semalam, Gubernur The Fed Ben Bernanke memberikan pidato yang sudah diperkirakan menegaskan tidak adanya Quantitative Easing (QE) tahap ketiga.

Apalagi, lanjutnya, jika Bernanke mengulangi pernyataan pekan lalu soal adanya tekanan inflasi akibat kenaikan harga minyak global. Kondisi ini masih menopang performa dolar AS. "Karena itu, rupiah cenderung melemah dalam kisaran 9.140 dan akan hingga menguji level psikologisnya 9.200 per dolar AS," katanya kepada INILAH.COM.

Di sisi lain, lanjutnya, the Fed memang tidak menegaskan bakal adanya QE ketiga atau tidak. Hanya saja dengan terus membaiknya indikator ekonomi AS, membuat harapan itu semakin pudar. "Apalagi, data kemarin malam menunjukkan kenaikan data penjualan ritel AS," ujarnya. Dia menegaskan, membaiknya ekonomi AS mengurangi persepsi pelonggaran moneter lebih lanjut.

Sementara itu, kata dia, dari dalam negeri, pasar masih khawatir dengan efek inflasi seiring rencana penaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). "Dalam pertemuan terakhir Bank Indonesia menyatakan, kalau pemerintah tetap menaikkan harga BBM bersubsidi sebesar 33% pada bulan April yang disusul dengan kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) inflasi bakal melewati target BI rate," ungkapnya.

Hal itu, lanjut Firman, akan membuat return (imbal hasil) investasi di Indonesia jadi negatif. "Suku bunga acuan BI saat ini 5,75%. Jika inflasi mencapai 6,5%, return investasi negatif (-0,75%). Faktor inilah yang diantisipasi pasar," imbuhnya.

Asal tahu saja, kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Rabu (14/3/2012) ditutup stagnan pada level 9.160 per dolar AS.

Pilihlah Saham Infrastruktur-Semen

INILAH.COM, Jakarta – Bursa saham Indonesia pada Kamis (15/3/2012) akan menguat. Saham pilihan berasal dari sektor infrastruktur dan industri.

Ariel Christian dari Lautandhana Securities mengatakan, uptrend indeks masih akan berlanjut seiring dengan penguatan bursa Amerika dan Eropa. “Ekses likuiditas di Eropa dan masih solidnya sektor keuangan AS (mayoritas bank AS lolos uji stress test ) membuat risk appetite investor kembali meningkat ke pasar negara berkembang,”ujarnya kepada INILAH.COM.

Dengan tingkat suku bunga yang relatif tinggi dibanding suku bunga kawasan Eropa dan AS, Indonesia menjadi sasaran perpindahan ekses likuiditas dari developed market. Apalagi investor menangkap sinyal BI mulai menghentikan trend turun suku bunga acuan dan akan menggunakan instrument moneter lain untuk melawan inflasi.

“Kemungkinan besar BI akan menggunakan operasi pasar untuk meredam fluktuasi nilai tukar dan menggunakan kebijakan GWM rasio perbankan.”imbuhnya.

Namun pola uptrend ini masih cenderung rapuh karena masih tingginya kekhawatiran tekanan inflasi yang ditimbulkan dari rencana kenaikan BBM bersubsidi. “Saat ini IHSG masih bergerak naik karena adanya peningkatan risk appetite yang memungkinkan aliran dana dari developed market kembali ke emerging market.”katanya.

Selain itu sejumlah broker asing juga ‘sengaja’ memberi gambaran bahwa inflasi dari rencana kenaikan BBM dan TDL ini cukup terukur, namun BI harus bereaksi dengan menaikkan suku bunga acuan setidaknya 50 bsp , tidak cukup hanya dengan operasi pasar terbuka dan menaikkan GWM rasio perbankan.

“Spekulasi respon BI inilah yang mempengaruhi fluktuasi aliran dana asing dan aksi beli broker asing,”paparnya.

Ariel Christian melihat uptrend masih berlanjut namun menjelang realisasi kenaikan harga BBM bersubsidi trend IHSG akan cenderung sideways. Disarankan investor untuk melakukan pembelian secara selective. Terutama di sektor infrastruktur dan industri terkait .[nat]

Sepanjang 2012, harga emas diramal melonjak 21%

Sepanjang 2012, harga emas diramal melonjak 21%
NEW YORK. Harga emas dunia diprediksi akan mencatatkan kenaikan sebesar 21% di sepanjang 2012. Dengan demikian, sudah 12 tahun berturut-turut pasar emas dunia menorehkan reli.

Dalam hasil survei Bloomberg Link Precious Metals Conference kemarin di New York, 14 responden memprediksi, harga emas akan naik ke level US$ 1.897 per troy ounce di New York pada 31 Desember 2012 mendatang dari posisi US$ 1.566,80 pada akhir 2011.

Ada beberapa faktor yang mendorong lonjakan harga emas. Pertama, permintaan emas dunia semakin meningkat seiring langkah Eropa untuk menangani krisis utang. Kedua, ekspansi perekonomian China melambat. Ketiga, bank sentral di AS hingga Inggris tetap menahan suku bunga acuan di level rendah. Selain itu, bank sentral dunia teru menambah cadangan emasnya.

"Ada perubahan signifikan yang terjadi di dunia. Emas sudah menjadi alat investasu, aset, dan investor terus menimbunnya setiap tahun. Bank sentral banyak yang menambah kepemilikan emasnya karena mereka tidak yakin bagaimana pergerakan euro dalam lima tahun ke depan," jelas Martin Murenbeeld, chief economist DundeeWealth Inc.

Catatan saja, harga kontrak emas suadh reli 4,9% di sepanjang tahun ini menjadi SU$ 1.642,90 per troy ounce di New York.

Ruang Gerak IHSG Mulai Terbatas

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin menanjak 45 poin atas ramainya aksi beli di berbagai lapisan saham. Sentimen positif datang dari pasar saham global dan regional.

Menutup perdagangan, Rabu (13/3/2012), IHSG menanjak 45,684 poin (1,14%) ke level 4.054,326. Sementara Indeks LQ 45 melesat 8,991 poin (1,30%) ke level 702,036.

Semalam, bursa saham Wall Street mengakhiri reli lima hari dengan koreksi tipis pada perdagangan Rabu waktu setempat. Investor sudah kehabisan katalis untuk melanjutkan penguatan.

Pada penutupan perdagangan Rabu waktu setempat, Indeks Dow Jones naik tipis 16,42 poin (0,12%) ke level 13.194,10. Indeks The Standard & Poor's 500 menipis 1,67 poin (0,12%) ke level 1.394,28. Indeks Komposit Nasdaq menguat tipis 0,85 poin (0,03%) ke level 3.040,73.

Hari ini, indeks diperkirakan masih akan menguat namun dengan ruang gerak yang terbatas. Bantuan sentimen positif dari regional dan global belum terasa.

Bursa di regional bergerak mixed:
  • Indeks Nikkei 225 naik 79,66 poin (0,79%) ke level 10.130,18.
  • Indeks Straits Times turun tipis 3,09 poin (0,10%) ke level 3.023,31.

Rekomendasi saham hari ini:
eTrading Securities
Secara teknikal, IHSG mengalami kenaikan tertinggi dalam hampir satu minggu terakhir diikuti dengan kenaikan volume. Indikator stochastic bergerak uptrend di di area overbought sementara RSI masih bergerak uptrend. Pada perdagangan Kamis (15/3), IHSG diperkirakan akan menguat terbatas dan bergerak dikisaran 3,963-4,090 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. BBCA, MAIN, dan SMGR.

Panin Sekuritas
IHSG berhasil naik besar dan menembus resistance jangka pendek. Beberapa sentimen positif berhasil mendorong indeks menguat antara lain data penjualan ritel Amerika Serikat diatas ekspektasi, hasil stress test The Fed, turunnya unemployment rate, serta berita positif dari Eropa antara lain disetujuinya bailout Yunani. Hari ini kami perkirakan indeks akan kembali bergerak menguat melanjutkan rally kemarin. Meski demikian, kami melihat ruang gerak indeks relatif terbatas. IHSG diproyeksikan bergerak pada kisaran support-resistance 4.025-4.075. Saham pilihan : SMGR, EXCL, JSMR, MTLA, BVIC

(ang/ang)

Harga minyak dekati level terendah dalam sepekan

Harga minyak dekati level terendah dalam sepekan
MELBOURNE. Harga kontrak minyak pagi ini diperdagangkan mendekati level terendah dalam sepekan terakhir di New York. Pada pukul 09.50 waktu Sydney, harga kontrak minyak untuk pengantaran April naik 31 sen menjadi US$ 105,74 sebarel di New York Mercantile Exchange. Kemarin, harga minyak turun US$ 1,28 menjadi US$ 105,43 per barel. Ini merupakan level terendah sejak 6 maret lalu. Sedangkan sepanjang tahun ini, harga minyak sudah naik 7%.

Sementara itu, harga minyak jenis Brent untuk pengantaran April turun US$ 1,25 atau 1% menjadi US$ 124,97 sebarel di ICE Futures Europe exchange, London.

Penurunan harga minyak terjadi setelah investor bertaruh cadangan minyak dunia mencatatkan kenaikan setelah AS dan Arab Saudi menegaskan akan menggantikan kekurangan suplai pengiriman minyak dari Iran.

Sekadar informasi, data Departemen Energi AS menunjukkan, pada pekan lalu, cadangan minyak AS naik 1,8 juta barel ke level tertinggi dalam enam bulan terakhir.

Inilah Saham Pilihan Kamis (15/3)

INILAH.COM, Jakarta - IHSG pada perdagangan Kamis (15/3/2012) diperkirakan akan melanjutkan penguatan dengan kisaran 4.025-4.075.

Demikian dikatakan analis saham Panin Sekuritas, Purwoko Sartono, kemarin. "Meski demikian, kami melihat ruang gerak indeks relatif terbatas. Saham pilihan seperti SMGR, EXCL, JSMR, MTLA, BVIC," katanya.

IHSG kemarin ditutup menguat 45,68 poin atau 1,1% ke 4.054,33. Volume perdagangan 3,3 miliar saham senilai Rp5,1 triliun. IHSG mengalami net foreign buy Rp1,5 triliun.

IHSG berhasil naik besar dan menembus resistance jangka pendek. Beberapa sentimen positif berhasil mendorong indeks menguat antara lain data penjualan ritel Amerika Serikat dia tas ekspektasi, hasil stress test The Fed, turunnya unemployment rate, serta berita positif dari Eropa antara lain disetujuinya bailout Yunani.

Sementara praktisi pasar modal, Iwan Firmansyah merekomendasikan saham INCO dengan area beli di 3.500-3.550 dengan target harga di 3.750. Saham GGRM dengan area beli 56.200 dengan target di 59.850. Saham ASII dengan area beli di 73.200 dengan target harga di 75.150.

Sedangkan analis saham AM Capital, Andre Mahardika merekomendasikan saham TLKM yang memiliki sinyal beli di 6.750-6.800 dan jual di 6.950-7.050 serta stop loss di 6.550. Secara teknikal saham TLKM berpotensi bullish jangka pendek pada trend jenuh jual, ada indikasi saham TLKM menuju resistence terdekat. "Saya menyimpulkan saham TLKM bisa buat jangka pendek," jelasnya.

Menunggu hasil stress test, Wall Street melorot

Menunggu hasil stress test, Wall Street melorot
NEW YORK. Setelah mencatatkan rei selama lima hari, tadi malam, indeks Standard & Poor's ditutup memerah. Pada pukul 16.00 waktu New York, indeks Standard & Poor's 500 turun 0,1% menjadi 1.394,28. Sedangkan indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,1% menjadi 13.194,10.

Sejumlah saham yang pergerakannya turut mempengaruhi bursa AS antara lain Citigroup Inc dan MetLife Inc yang turun lebih dari 3,3%. Sedangkan Bank of America Corp dan Zions Bancorporation naik setidaknya 4,1%.

Rupanya, pergerakan naik turun indeks seiring langkah wait and see investor terhadap hasil stress test perbankan. "Ini merupakan isu mengenai tingkat kepercayaan. Sedikit demi sedikit, segala sesuatu kian membaik. Anda memiliki simbol pengumumuman dalam jangka pendek seperti hasil stress test The Fed. Jangka panjang, pasar saham akan bergerak lebih tinggi. Pertanyaannya adalah siapa yang siap bertransaksi di jangka pendek dan siapa yang siap di jangka panjang," urai Robert Zagunis, manager Jensen Investment Management Inc.

Sekadar informasi, sebelumnya, the Fed bilang bahwa 15 dari 19 perbankan akan mampi mempertahankan modal kerjanya di atas ketentuan minimum bank sentral meskipun dalam skenario ekonomi terburuk, melakukan pembayaran dividen, serta membeli kembali saham.

IHSG Masih Ada Waktu Melanjutkan Bullish

INILAH.COM, Jakarta – Setelah tembus 4.040, potensi kenaikan indeks saham domestik selanjutnya dinilai masih sangat besar sebelum realisasi penaikan harga BBM bersubsidi. Seperti apa?

Vice President dan Senior Technical Analyst PT Samuel Securities Muhammad Alfatih mengatakan, setelah tembus level 4.040, target penguatan indeks berikutnya adalah 4.150. Kalaupun terjadi penurunan, hanya koreksi wajar.

Sementara itu, lanjutnya, faktor kenaikan harga BBM bersubsidi tentu berpengaruh di pasar. “Tapi, penaikan harga BBM baru terjadi satu April. Karena itu, ada waktu bagi IHSG untuk melanjutkan bullish-nya terlebih dahulu,” katanya kepada INILAH.COM.

Pada perdagangan Rabu (14/3/2012), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup menguat 45,68 poin (1,14%) ke level 4.054,326 dengan intraday teringgi 4.058,803 dan terendah 4.009.091. Begitu juga indeks saham unggulan LQ45 yang naik 8,99 poin (1,30%) ke level 702,036. Berikut ini wawanca lengkapnya:

IHSG menembus level tertinggi sebelumnya 4.040. Bagaimana Anda melihat arah berikutnya?
Ya. IHSG sudah sudah menembus level tertinggi sebelumnya 4.040. Hal ini menunjukkan bullish sangat kuat di pasar. Karena itu, potensi kenaikan indeks selanjutnya masih sangat besar.

Target resistance berikutnya?
Kalau kita lihat, pola-pola pergerakan dalam beberapa bulan terakhir, setelah tembus 4.040, menunjukkan bahwa target penguatan berikutnya adalah 4.150.

Level support-nya?
Karena indeks saat ini sudah menembus level 4.040-nya, kemungkinan besar indeks melanjutkan penguatan. Kalaupun ada koreksi, merupakan koreksi wajar. Sebab, level 4.040 saat ini menjadi support pertama dan 4.004 menjadi support kedua. Selama berada di atas kedua support tersebut, IHSG masih bullish.

Saham-saham pilihan Anda?
Saya menjatuhkan saham pilihan pada saham-saham di sektor perbankan. Saham-saham di sektor ini bisa di-hold untuk jangka pendek dalam 1-2 pekan jelang penaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi pada 1 April 2012. Apalagi, secara teknikal, jelang target resistance 4.150 tercapai, pasar cenderung kembali melakukan penjualan.

Bagaimana dengan kecemasan pasar atas potensi lambungan inflasi BBM nantiknya?
Sementara itu, faktor kenaikan harga BBM bersubsidi tentu berpengaruh di pasar. Tapi, penaikan harga BBM baru terjadi satu April. Karena itu, ada waktu bagi IHSG untuk melanjutkan bullish-nya terlebih dahulu.

Kehabisan Katalis, Wall Street Bergerak Datar

Jakarta - Bursa saham Wall Street mengakhiri reli lima hari dengan koreksi tipis pada perdagangan Rabu waktu setempat. Investor sudah kehabisan katalis untuk melanjutkan penguatan.

Seluruh indeks utama di bursa paman sam itu bergerak datar, dengan perbandingan tiap satu saham menguat ada tiga saham yang melemah. Hal ini juga menunjukkan sinyal bahwa investor sudah menarik diri sejenak setelah adanya penguatan tinggi.

Indeks S&P 500 sempat menyentuh level intraday tertinggi di 1.399,42, posisi tertingginya sejak Juni 2008 sebelum akhirnya terkoreksi menjelang penutupan perdagangan. Level 1.400 bisa menjadi acuan untuk penguatan lanjutan.

Bruce McCain, Kepala Investasi Strategis dari Key Private Bank di Cleveland, Ohio, mengatakan saham-saham yang sudah naik tinggi tidak akan bertahan, sehingga menunjukkan pasar sedang mencari momentum untuk menguat lebih lanjut.

Akan tetapi, saham Apple Inc terus menguat, sehingga lumayan menutupi koreksi yang terjadi di saham-saham berkapitalisasi besar lainnya. Selama enam hari berturut-turut saham Apple menanjak 3,8% ke level US$ 589,58 setelah adanya rencana peluncuran iPad generasi III. Tahun ini saja, saham Apple sudah tumbuh 46%.

"Kami tidak khawatir dengan saham Apple yang terus-terusan menguat, bahkan terlalu cepat. Justru dengan pertumbuhannya itu, ekspektasinya akan jadi lebih positif," kata Channing Smith, Manajer Portofolio dari Capital Advisors Growth Fund di Tulsa, Oklahoma, dikutip dari Reuters, Kamis (15/3/2012).

Pada penutupan perdagangan Rabu waktu setempat, Indeks Dow Jones naik tipis 16,42 poin (0,12%) ke level 13.194,10. Indeks The Standard & Poor's 500 menipis 1,67 poin (0,12%) ke level 1.394,28. Indeks Komposit Nasdaq menguat tipis 0,85 poin (0,03%) ke level 3.040,73.

(ang/ang)

Rabu, 14 Maret 2012

Ramai Aksi Beli, IHSG Menanjak 45 Poin

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menanjak 45 poin atas ramainya aksi beli di berbagai lapisan saham. Sentimen positif datang dari pasar saham global dan regional.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 9.160 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di Rp 9.170 per dolar.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG naik 28,493 poin (0,71%) ke level 4.037,135 setelah merespon positif pergerakan Wall Street semalam. Bursa-bursa di Asia juga ikut melaju kencang.

Investor terlihat bersemangat hari ini, aksi jual pun marak terjadi sejak pagi tadi. Indeks terus bergerak ke atas dan sempat mendaki hingga ke posisi puncak hari ini di 4.058,803.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG mendaki 43,549 poin (1,09%) ke level 4.052,191 atas aksi borong saham oleh investor lokal dan asing. Indeks disemangati sentimen positif dari Amerika Serikat (AS).

Setelah naik cukup tinggi, laju penguatan indeks sedikit melambat. Investor sudah banyak memburu saham-saham murah di awal perdagangan.

Menutup perdagangan, Rabu (13/3/2012), IHSG menanjak 45,684 poin (1,14%) ke level 4.054,326. Sementara Indeks LQ 45 melesat 8,991 poin (1,30%) ke level 702,036.

Bursa saham Wall Street mencetak penguatan tertingginya di 2012 didorong oleh rencana penambahan dividen yang akan dilakukan oleh JPMorgan Chase & Co.

Selain itu, hasil stress test yang dilakukan The Federal Federal Reserve terhadap perbankan juga menunjukkan hasil positif. Ekonomi AS masih akan tumbuh meski dengan berbagai tantangan.

Sentimen positif ini menjadi penggerak pasar saham Asia sepanjang hari, tidak terkecuali IHSG. Aksi beli pun marak terjadi atas dorongan sentimen tersebut.

Investor asing dan lokal kembali semangat mengakumulasi saham di berbagai lapisan. Seluruh sektor industri di lantai bursa pun kompak menguat, dengan sektor aneka industri berada di paling depan.

Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 141.347 kali pada volume 3,353 juta lot saham senilai Rp 5,247 triliun. Sebanyak 142 saham naik, sisanya 82 saham turun, dan 99 saham stagnan.

Investor di regional mulai memanfatkan reli dengan mengambil untung, sehingga beberapa indeks di Asia terkena koreksi, seperti pasar saham China dan Hong Kong.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia sore ini:
  • Indeks Komposit Shanghai anjlok 64,57 poin (2,63%) ke level 2.391,23.
  • Indeks Hang Seng turun tipis 31,81 poin (0,15%) ke level 21.307,89.
  • Indeks Nikkei 225 melonjak 151,44 poin (1,53%) ke level 10.050,52.
  • Indeks Straits Times menanjak 30,14 poin (1,01%) ke level 3.019,21.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Astra Internasional (ASII) naik Rp 2.450 ke Rp 73.050, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 900 ke Rp 56.300, Semen Gresik (SMGR) naik Rp 700 ke Rp 12.200, dan Indomobil (IMAS) naik Rp 600 ke Rp 14.600.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Century Textille (CNTX) turun Rp 650 ke Rp 7.850, SMART (SMAR) turun Rp 100 ke Rp 5.900, Petrosea (PTRO) turun Rp 100 ke Rp 4.125, dan Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 100 ke Rp 42.750.

(ang/dru)

Saham Bank Bawa Bursa Eropa Naik

Medium
INILAH.COM, London - Saham perbankan mendorong kenaikan bursa saham Eropa pada pembukaan perdagangan Rabu (14/3/2012) dengan penguatan yang dialami Wall Street.

Indeks FTSE naik 0,3% ke 5.974,69, indeks CAC naik 0,5% ke 3.567,94 dan indeks DAX naik 0,6% menjadi 7.036,99. Penguatan dialami saham HSBC Holdings Plc 0,3%, sahambanco Santander naik 1,1%, BNP Paribas naik 2,3%, saham Deutsche Bank naik 2,1%. Demikian mengutip marketwatch.com.

Pada perdagangan Selasa (13/3/2012), bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat karena JPMorgan yang mengumumkan akan menaikkan dividennya.

Wall Street pun mencatatkan kenaikan terbaik tahun ini. Indeks Dow Jones naik 217,97 poin atau 1,68% ke level 13.177,68. Indeks S&P 500 naik 24,86 poin atau 1,81% ke level 1.395,95. Indeks Nasdaq naik 56,22 poin atau 1,88% ke level 3.039,88.

Hasil rapat Bank Sentral AS menyatakan pertumbuhan ekonomi AS akan moderat untuk kuartal mendatang. Selain itu juga ada penurunan tingkat pengangguran walaupun masih tinggi di 8,3%. Untuk penjualan ritel AS mengalami kenaikan di bulan Februari. Data ini menunjukkan tumbuhnya tingkat kepercayaan warga AS untuk membeli barang.

Federal Reserve terpaksa mengumumkan hasil stress test dua hari lebih cepat dari jadwal setelah JPMorgan Chase mengumumkan telah lulus uji tersebut. Walaupun beberapa perusahaan mengalami kegagalan seperti Citigroup.

Hasil ini seiring dengan pertemuan Fed yang memberi sedikit sentimen positif terhadap ekonomi AS. Meskipun keputusannya tidak memberikan stimulus moneter lanjutan.

Bursa Asia pada hari ini mayoritas menguat seperti indeks Hang Seng naik 0,1%, indeks Nikkei naik 1,5%, indeks Shanghai turun 2,2%, indeks ASX naik 0,9%.

Angin segar dari AS bikin bursa Eropa menghijau

Angin segar dari AS bikin bursa Eropa menghijau
LONDON. Katalis positif dari AS pun ikut mendongkrak bursa Eropa. Pasar saham di benua biru itu lanjut reli untuk hari kedua. Kenaikan hari ini bahkan membawa indeks acuan saham di benua biru hampir menyentuh level tertinggi delapan bulan. Eropa Stoxx 600 Index naik 0,5% menjadi 270,95 pada pukul 8.10 waktu London.
Sementara itu, indeks Stoxx 50 naik 0,71%, lalu indeks FTSE 100 menguat 0,32%, dan indeks DAX reli 0,69%. Pasar saham optimis, setelah Federal Reserves menaikkan penilaian terhadap perekonomian AS.
Kemarin, The Federal Open Market Committee (FOMC) menyebut, gejolak di pasar keuangan global telah mereda dan pasar tenaga kerja mulai menunjukkan pemulihan. Pada saat yang sama, The Fed menyebut, tingkat pengangguran masih tinggi, dan risiko penurunan yang signifikan tetap ada. Tak heran, Ketua Federal Reserve Ben S. Bernanke tetap berencana mempertahankan suku bunga di dekat nol setidaknya hingga 2014.

"Kami sekarang punya pemahaman yang lebih jelas bagaimana posisi The Fed. Apa yang bisa lebih baik dari pertumbuhan ekonomi yang jelas, dengan tingkat bunga rendah?" ujar Chris Weston, trader di IG Markets, Melbourne.

Selain itu, pasar saham kian optimis lantaran sentimen yang muncul dari Eropa juga positif. Peringkat utang Yunani diangkat keluar dari kategori default oleh Fitch Ratings. Ini lantaran optimisme restrukturisasi utang akan mengurangi risiko gagal bayar Yunani.

IHSG Sesi I Ditutup Naik 1,09% Tembus 4.052,19

INILAH.COM, Jakarta - Pada sesi I perdagangan Rabu (14/3/2012) ini IHSG ditutup naik 1,09% ke level 4.052,19.

IHSG siang ini kembali menembus level tertinggi barunya tahun ini yang disebabkan penguatan saham regional dan global. Di Asia siang ini, Nikkei naik 1,89%, Hang Seng naik 1,28%, dan Shanghai naik 0,74%.

Saham sektor industri dasar memimpin kenaikan indeks siang ini dengan MISC-IND naik 2,76%, BASIC-IND naik 1,90%, manufaktur naik 1,76% dan keuangan naik 1,26%. diikuti Sebanyak 145 saham naik siang ini, 75 saham turun, dan 92 saham stagnan. Indeks LQ45 sesi I ditutup naik 1,32% ke level 702,17, sedang JII naik 1,32% ke level 575,72.

Volume perdagangan siang ini sebanyak 1,79 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp2,65 triliun. Asing mencatatkan net buy sebesar Rp865,41 miliar siang ini.

Bursa AS dan Eropa bergerak menguat signifikan semalam memfaktorkan sentimen positif dari rilis data retail sales AS di bulan Februari yang tumbuh lebih tinggi dari ekspektasi. Bursa AS meneruskan penguatannya di akhir sesi khususnya sektor banking memfaktorkan pernyataan The Fed tentang outlook ekonomi AS yang semakin membaik dan rilis hasil stress test perbankan di AS yang positif. Harga minyak menguat tipis semalam ke level US$106,7/barel diikuti oleh beberapa komoditas metal lainnya seperti Nikel +1% dan Timah +3,3%.

Saham-saham yang menguat tajam siang ini adalah ASII yang naik 2,97%, IMAS naik 3,92%, GGRM naik 0,90%, SMGR naik 4,34%, INTP naik 2,22%, dan UNVR naik 2,03%.

Investor Borong Saham, IHSG Mendaki 43 Poin

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mendaki 43 poin atas aksi borong saham oleh investor lokal dan asing. Indeks disemangati sentimen positif dari Amerika Serikat (AS).

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG naik 28,493 poin (0,71%) ke level 4.037,135 setelah merespon positif pergerakan Wall Street semalam. Bursa-bursa di Asia juga ikut melaju kencang.

Investor terlihat bersemangat hari ini, aksi jual pun marak terjadi sejak pagi tadi. Indeks terus bergerak ke atas dan sempat mendaki hingga ke posisi puncak hari ini di 4.058,803.

Pada penutupan perdagangan sesi I, Rabu (13/3/2012), IHSG mendaki 43,549 poin (1,09%) ke level 4.052,191. Sementara Indeks LQ 45 melaju 9,123 poin (1,32%) ke level 702,168.

Aksi beli langsung marak dilakukan investor asing dan lokal. Seluruh lapisan saham diincar para pemodal sehingga semua indeks sektoral pun menguat.

Poin yang dicetaknya pun cukup tinggi, bahkan indeks sektor industri dasar dan aneka industri melompat hingga lebih dari dua persen. Tak satu pun sektor yang jatuh ke zona merah, semuanya kompak berjalan di jalur hijau.

Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 87.445 kali pada volume 2,05 juta lot saham senilai Rp 2,827 triliun. Sebanyak 138 saham naik, sisanya 67 saham turun, dan 83 saham stagnan.

Rata-rata bursa di Asia menanjak dengan penguatan lebih dari satu persen. Sentimen positif dari Wall Street membuat investor bersemangat karena menjadi sinyal pemulihan ekonomi di AS.

Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai naik 18,27 poin (0,74%) ke level 2.474,07.
  • Indeks Hang Seng menanjak 273,70 poin (1,28%) ke level 21.613,40.
  • Indeks Nikkei 225 melonjak 175,81 poin (1,78%) ke level 10.074,89.
  • Indeks Straits Times menguat 34,60 poin (1,16%) ke level 3.023,67.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Astra Internasional (ASII) naik Rp 2.100 ke Rp 72.700, Indomobil (IMAS) naik Rp 550 ke Rp 14.550, Semen Gresik (SMGR) naik Rp 500 ke Rp 12.000, dan Gudang Garam (GGRM) naik Rp 500 ke Rp 55.900.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 100 ke Rp 52.700, Modern International (MDRN) turun Rp 50 ke Rp 2.750, Indofood (INDF) turun Rp 50 ke Rp 5.000, dan Fastfood (FASW) turun Rp 50 ke Rp 2.400.

(ang/dru)

Fed Perketat Moneter, Rupiah Bakal Lesu

INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Rabu (14/3/2012) diprediksi melemah. Sinyal pengetatan moneter dari Bank Sentral AS jadi angin segar bagi dolar AS.

Analis senior Monex Investindo Futures Albertus Christian mengatakan, rupiah berpotensi melanjutkan pelemahan. Menurutnya, jika memang terdapat sinyal dari Bank Sentral AS untuk tahap awal mereduksi stimulus ataupun likuiditas yang sudah digelontorkan selama ini akan memperkuat dolar AS dan jadi tekanan bagi rupiah.

"Karena itu, rupiah cenderung melemah dalam kisaran level atas 9.190-9.200 dan 9.145 sebagai level bawahnya,” katanya kepada INILAH.COM.

Christian menegaskan, karena pengetatan moneter merupakan tahap awal dari perubahan kebijakan yang tadinya pelonggaran, bisa mengubah arah dolar AS. "Sebab, sejak 2008, dolar AS melemah tajam seiring diberlakukannya Quantitative Easing (QE)," papar Christian.

Menurutnya, jika kebijakan The Fed berbalik menjadi pengetatan moneter, dolar AS akan berbalik arah menjadi penguatan sehingga jadi tekanan bagi rupiah.

Sementara itu, sentimen dari Uni Eropa, para menteri keuangan baru saja menyetujui paket bailout untuk Yunani senilai 130 miliar euro. "Ini seharusnya jadi sentimen positif di market tapi sudah terdiskon," ucapnya.

Tapi, di sisi lain, para menteri keuangan Uni Eropa akan membekukan dana pengembangan Hongaria, sebesar 495 miliar euro setelah negara tersebut gagal memperkecil defisit anggarannya.

Lalu, dari Spanyol para menteri keuangan Eropa menginginakan negeri matador itu memotong anggaran sebesar 0,5% dari Produk Domestik Bruto (PDB). "Tapi, Spanyol secara keseluruhan masih terkontrol jika bisa menjaga defisit anggaran sesuai dengan keinginan Uni Eropa. Jadi, sentimen dari Eropa secara keseluruhan sudah cukup stabil," imbuhnya.

Asal tahu saja, kurs rupiah pada kontrak harga emas di London, Selasa (13/3/2012) ditutup melemah tipis 2 poin (0,021%) ke level 9.160/9.170 per dolar AS.

IHSG Tertekan, Trading Pada Saham di Area Support

INILAH.COM, Jakarta – Bursa saham domestik pada Rabu (14/3/2012) berpeluang melemah. Investor pun disarankan trading pada saham-saham yang masih di area support.

Alwi Assegaff, analis dari Universal Broker Indonesia mengatakan, IHSG pada perdagangan hari ini berpotensi terkoreksi lagi. “Hal ini didukung secara teknikal, dimana indikator stockhastic menunjukkan IHSG sudah overbought,”ujarnya kepada INILAH.COM.

Kemarin, IHSG memang melanjutkan penguatan, tapi tertahan di area resistant 4.008. Penutupan di garis resistant, diiringi volume transaksi yang menurun ini, membuat konfirmasi pembalikan arah/trend IHSG menjadi kurang kuat sinyalnya.

Selain itu, sentimen negatif kemungkinan muncul dari persepsi pasar atas keputusan Fed Meeting (selasa malam waktu Washington). Ekspektasi pasar adalah The Fed akan mengumumkan paket stimulus jilid tiga.

Tapi, harapan peluncuran program quantitative easing jilid tiga versi The Fed melemah. Pemicunya adalah rilis data-data ekonomi AS yang menunjukkan bahwa pemulihan sedang berlangsung. “Indikasi terlihat pada data non farm payroll AS pekan lalu yang membaik, meskipun unemployment masih relatif tinggi,”paparnya.

Dengan indikator teknikal yang overbought, sementara kenaikan IHSG tertahan tepat di garis resistant, pelaku pasar masih akan tetap dengan pola-pola trading. “Kecenderungan profit taking menurun, karena masih ada peluang 50% trend bullish akan berlanjut,”imbuhnya.

Namun, jika sentimen dari pasar AS cenderung negatif terkait keputusan The Fed, IHSG berpotensi balik ke support 3970. Jika support tersebut tembus, trend bearish akan kembali muncul karena selanjutnya IHSG bisa kembali mengarah ke 3920.

Di tengah situasi ini, Alwi merekomendasikan investor untuk tetap trading pada saham-saham yang masih di area support , karena jika trend berbalik arah menjadi bearish, biaya stop loss-nya masih cenderung murah.

Salah satu pilihannya untuk trading buy adalah Aneka Tambang (ANTM), karena karena dekat di area support 1.840. Sehingga stop lossnya masih murah, meski trading.

Saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) juga menjadi pilihan karena ada potensi penguatan ke arah 7000 lagi. “Stop loss di area break out 6.650,”tutupnya.

Pada perdagangan Selasa (13/3), Indeks Harga Saham Gabungan ditutup menguat 21,30 poin (0,53%) ke level 4.008,642. Volume perdagangan mencapai 2,7 miliar saham senilai Rp3,8 triliun.

Tercatat 147 saham menguat, 79 saham menurun dan 118 saham stagnan. Adapun aksi beli asing mendominasi, dengan net foreign buy mencapai Rp809,5 miliar dengan pembelian Rp2,1 triliun dan penjualan Rp1,3 triliun. [nat]

Sentimen Positif Wall Street Dorong IHSG

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin berhasil menembus kembali level 4.000 setelah melaju 21 poin. Indeks disemangati penguatan bursa-bursa di Asia.

Mengakhiri perdagangan, Selasa (13/3/2012), IHSG ditutup melaju 21,296 poin (0,52%) ke level 4.008,642. Sementara Indeks LQ 45 naik 3,670 poin (0,53%) ke level 693.045.

Semalam, bursa saham Wall Street mencetak penguatan tertingginya di 2012 didorong oleh rencana penambahan dividen yang akan dilakukan oleh JPMorgan Chase & Co.

Selain itu, hasil stress test yang dilakukan The Federal Federal Reserve terhadap perbankan juga menunjukkan hasil positif. Ekonomi AS masih akan tumbuh meski dengan berbagai tantangan.

Sentimen positif ini diprediksi akan mendorong IHSG ke zona hijau. Seperti yang sudah terlihat di pergerakan bursa-bursa regional.

Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi ini:
  • Indeks Nikkei 225 melonjak 189,19 poin (1,91%) ke level 10.088,27.
  • Indeks Straits Times menanjak 30,73 poin (1,03%) ke level 3.019,80.

Rekomendasi saham hari ini:
eTrading Securities
Secara teknikal, IHSG kembali melanjutkan penguatannya dengan candlestick yang berbentuk full candle yang mengindikasikan tingginya tekanan beli.

Indikator stochastic terlihat masih bergerak uptrend dan RSI berhasil membentuk goldencross.

Pada perdagangan Rabu (14/3) IHSG berpotensi melanjutkan kenaikannya dan diperkirakan akan bergerak dikisaran 3,935-4,030.

Panin Sekuritas
IHSG kemarin bergerak menguat ditengah optimisme akan penyelesaian bailout Yunani ditengah berita negatif perlambatan ekonomi China. Disisi lain juga terlihat indeks sepanjang sesi 2 tampak kesulitan bertahan di atas level 4.000 sebelum akhirnya ditarik naik menjelang penutupan. Meski sukses ditutup di atas level 4.000, kami melihat ruang naik bagi indeks relatif terbatas. Kenaikan indeks didorong oleh naiknya saham lapis 2 dan 3. Sementara saham bluechip relatif terbatas ruang geraknya. Kami proyeksikan indeks hari ini akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah pada kisaran support-resistance 3.987-4.020.
Saham pilihan: INTP, SMGR, MAIN, MDLN, CLPI

(ang/ang)

Dow Jones melejit ke level tertinggi sejak 2007

Dow Jones melejit ke level tertinggi sejak 2007
NEW YORK. Bursa Wall Street sumringah, setelah data penjualan ritel Amerika Serikat menunjukkan hasil yang menggembirakan. Alhasil, indeks Dow Jones Industrial Average melompat ke level tertinggi sejak 2007.

Pada penutupan perdagangan pukul 4 sore di New York, indeks Dow Jones maju 1,7% ke posisi 13.177,69. Sementara, indeks Standard & Poor’s 500 melejit 1,8$ ke level 1.395,95, dan indeks Nasdaq naik 1,9% ke 3.039,88. Seluruh sektor saham yang diperdagangkan di S&P 500 menghijau, dipimpin sektor keuangan, industri, dan teknologi.

Pasar saham sumringah, setelah AS merilis data penjualan ritel yang meningkat 1,1% pada Februari lalu. Ini merupakan kenaikan terbesar selama lima bulan terakhir.

Sentimen di pasar juga terdongkrak karena JPMorgan Chase & Co. meningkatkan besaran pembagian dividennya. Saham JPMorgan pun berhasil melejit 7%. Diikuti, saham Bank of America Corp. dan Goldman Sachs Group Inc. yang masing-masing naik 6,2%.

Federal Reserve menaikkan penilaian ekonomi, karena pasar tenaga kerja mulai menunjukkan sinyal penguatan. The Fed menyatakan, 15 dari 19 bank terbesar AS, dapat mempertahankan tingkat modal yang memadai bahkan dalam skenario resesi, di mana mereka harus melanjutkan pembayaran dividen dan pembelian saham kembali (buyback).

Inilah Menu Saham Pilihan Rabu (14/3)

INILAH.COM, Jakarta - IHSG pada perdagangan Rabu (14/3/2012) diperkirakan akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah di kisaran 3.987-4.020.

Demikian dikatakan analis saham Panin Sekuritas, Purwoko Sartono, kemarin. "Meski (kemarin) sukses ditutup di atas level 4.000, kami melihat ruang naik bagi indeks relatif terbatas. Kenaikan indeks didorong oleh naiknya saham lapis kedua dan ketiga. Sementara saham bluechip relatif terbatas ruang geraknya," katanya.

IHSG pada perdagangan Selasa (13/3/2012) kemarin berakhir menguat 21,3 poin atau 0,5% menjadi 4.008,54. Volume perdagangan mencapai 2,7 miliar saham senilai Rp3,8 triliun. IHSG mengalami net foreign buy hingga Rp809,5 miliar.

IHSG kemarin menguat di tengah optimisme akan penyelesaian bailout Yunani di tengah berita negatif perlambatan ekonomi China. Di sisi lain juga terlihat indeks sepanjang sesi 2 tampak kesulitan bertahan di atas level 4.000 sebelum akhirnya ditarik naik menjelang penutupan.

"Kami proyeksikan indeks besok (hari ini) akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah, dengan saham pilihan, INTP, SMGR, MAIN, MDLN, CLPI," jelasnya.

Sementara, pengamat pasar modal Jeremiah Rio Rizaldi merekomendasikan saham BBNI dan ITMG. Saham BBNI berhasil menembus resisten kuat di level 3.775. Diiringi MACD yang terus meningkat. BBNI berpeluang untuk melanjutkan kenaikan menuju 4.050 dengan minor target 3.875 dengan stop loss di 6.625.

Untuk saham ITMG saat ini berkonsolidasi di atas support kuat 41.050. Jika ITMG mampu menembus resisten utama di 44.800, saham ini berpeluang mengakhiri konsolidasi dan menguat menuju 51.750 dengan minor target di 47.500. Strategi speculative buy jika break minor resist 44.000. Strong Buy jika break 44.800 dengan Stoploss level 41.050.

Lonjakan Pertama Wall Street di 2012

New York - Bursa saham Wall Street mencetak penguatan tertingginya di 2012 didorong oleh rencana penambahan dividen JPMorgan Chase & Co dan hasil stress test The Fed.

Hasil stress test yang dilakukan The Federal Federal Reserve terhadap perbankan menunjukkan hasil positif. Sehingga mayoritas saham bank besar di Amerika Serikat (AS) bisa menguat sebelum penutupan.

Indeks S&P 500 ditutup pada level tertingginya sejak Juni 2008 silam. Indeks yang sudah reli dalam lima hari terakhir itu kini sudah naik 11% sejak awal tahun ini.

Saham-saham bank memimpin penguatan, dengan JP Morgan Chase & Co berada di urutan depan setelah berencana menambah dividen dan rencana pembelian kembali saham senilai US$ 15 miliar. Indeks sektor finansial pun melaju kencang.

"Itu semua seolah membuat kami masuk ke gigi empat. Sektor finansial sudah menjadi pemberat bursa dalam beberapa bulan terakhir," kata Larry Peruzzi, Analis Senior dari Cabrera Capital Markets Inc di Boston, dilansir dari Reuters, Rabu (14/3/2012).

Indeks Komposit Nasdaq Composite sempat menembus intraday tertingginya di 3.039,89, melewati intraday tertinggi sebelumnya pada bulan November tahun 2.000. Ini pertama kalinya juga Nasdaq ditutup di atas 3.000 dan Dow Jones di 13.000 di waktu yang bersamaan.

Pada penutupan perdagangan Selasa waktu setempat, Indeks Dow Jones melompat 217,97 poin (1,68%) ke level 13.177,68. Indeks Standard & Poor's 500 tumbuh 24,86 poin (1,81%) ke level 1.395,95. Indeks Komposit Nasdaq menanjak 56,22 poin (1,88%) ke level 3.039,88.

(ang/ang)

Selasa, 13 Maret 2012

Net Buy Asing Rp809 M, IHSG Naik 0,5% ke 4.008,54

INILAH.COM, Jakarta - IHSG pada penutupan perdagangan Selasa (13/3/2012) menguat 21,3 poin atau 0,5% menjadi 4.008,54. Volume perdagangan mencapai 2,7 miliar saham senilai Rp3,8 triliun.

Pada penutupan perdagangan tercatat 147 saham menguat, 79 saham menurun dan 118 saham stagnan. IHSG mengalami net foreign buy hingga Rp809,5 miliar dengan pembelian asing Rp2,1 triliun dan penjualan asing Rp1,3 triliun.

Indeks JII naik 3,6 poin ke 568,20, indeks ISSI naik 0,7 poin ke 134,65 dan indeks LQ45 menguat 3,6 poin ke 693,04. Penguatan tertinggi dialami sektor perkebunan hingga 17,4 poin ke 2.343,59, disusul sektor aneka industri 16,11 poin ke 1.274,54.

Indeks sumringah terdongkrak lonjakan 137 saham

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup sumringah sore ini. Pada pukul 16.00, indeks tercatat naik 0,53% menjadi 4.008,642.

Ada 137 saham yang menyokong kenaikan indeks di sesi II. Sedangkan jumlah saham yang turun sebanyak 72 saham dan 109 saham lainnya diam tak bergerak. Volume transaksi hari ini melibatkan 2,786 miliar saham senilai Rp 3,985 triliun.

Sepuluh sektor juga kompak menghijau. Tiga sektor dengan kenaikan tertinggi sore ini adalah sektor industri lain-lain yang naik 1,2%, sektor perdagangan yang naik 0,89%, dan sektor infrastruktur yang naik 0,83%.

Saham-saham yang menghuni posisi top gainers hari ini di antaranya: PT Eratex Djaja Tbk (ERTX) yang naik 25% menjadi Rp 425, PT Myoh Technology Tbk (MYOH) naik 24,53% menjadi Rp 4.950, dan PT Apac Citra Centertex Tbk (MYTX) naik 22,81% menjadi Rp 350.

Sedangkan di jajaran top losers, terdapat saham-saham: PT Bekasi Asri Pemula Tbk (BAPA) turun 23,08% menjadi Rp 200, PT Sona Topas Tourism Tbk (SONA) turun 10,95% menjadi Rp 1.870, dan PT Humpuss Intermoda Tbk (HITS) turun 7,41% menjadi Rp 250.

Regional Positif, IHSG Parkir di 4.008

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menembus kembali level 4.000 setelah melaju 21 poin. Indeks disemangati penguatan bursa-bursa di Asia.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup stagnan di posisi Rp 9.170 per dolar AS sama seperti posisi pada penutupan perdagangan kemarin.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka melaju 18,761 poin (0,47%) ke level 4.006,107 buntuti penguatan bursa-bursa di Asia. Menjinaknya harga-harga komoditas turut memberi dukungan.

Indeks langsung tembus lagi level 4.000 akibat maraknya aksi beli di awal perdagangan. Namun, posisi tersebut hanya dicapai sesaat, laju indeks sedikit terhambat oleh aksi ambil untung meski masih bertahan di zona hijau.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG menguat 10,388 poin (0,26%) ke level 3.997,734 sempat menembus level 4.000 namun kemudian turun lagi dengan hanya menguat 10 poin. Saham-saham berbasis komoditas menjadi incaran.

Indeks berjalan datar memasuki perdagangan sesi II. Investor belum terlalu bersemangat karena masih minim sentimen positif yang bisa menjadi katalis IHSG.

Mengakhiri perdagangan, Selasa (13/3/2012), IHSG ditutup melaju 21,296 poin (0,52%) ke level 4.008,642. Sementara Indeks LQ 45 naik 3,670 poin (0,53%) ke level 693.045.

Seperti biasa, aksi beli di penghujung perdagangan berhasil mendorong indeks naik tinggi, sehingga mengantarkannya menembus level psikologis 4.000. Saham-saham yang diincar berbasis komoditas.

Menjinaknya harga-harga komoditas, seperti minyak dunia dan emas, membuat investor memilih tanamkan uangnya di pasar modal. Sehingga, saham-saham yang valuasinya masih murah kembali diburu investor.

Akhirnya seluruh indeks sektoral di lantai bursa berhasil menguat, dipimpin oleh saham-saham berbasis komoditas dan aneka industri. Investor asing dan lokal kembali akumulasi saham.

Perdagangan hari ini berjalan dengan frekuensi transaksi mencapai 120.656 kali pada volume 2,786 juta lot saham senilai Rp 3,985 triliun. Sebanyak 137 saham naik, sisanya 72 saham turun, dan 109 saham stagnan.

Kecepatan bursa-bursa di Asia juga sedikit melambat sore ini, namun seluruhnya masih mampu bertahan di teritori positif. Sentimen regional ini juga yang membantu indeks menembus level 4.000.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional sore ini:
  • Indeks Hang Seng menguat 205,52 poin (0,97%) ke level 21.339,70.
  • Indeks Nikkei 225 naik tipis 9,22 poin (0,09%) ke level 9.899,08.
  • Indeks Straits Times naik 26,35 poin (0,89%) ke level 2.988,53.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Myoh (MYOH) naik Rp 975 ke Rp 4.950, Century Textille (CNTX) naik Rp 800 ke Rp 8.500, Astra Internasional (ASII) naik Rp 800 ke Rp 70.600, dan Indomobil (IMAS) naik Rp 500 ke Rp 14.000.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Delta Jakarta (DLTA) turun Rp 1.550 ke Rp 138.500, Sona Topas (SONA) turun Rp 230 ke Rp 1.870, Unilever (UNVR) turun Rp 100 ke Rp 19.700, dan Nipress (NIPS) turun Rp 100 ke Rp 3.700.
(ang/dru)

Jepang Tahan Kebijakan Pelonggaran Moneter

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Bank of Japan menahan kebijakan pelonggaran moneter setelah bulan lalu melakukannya secara mengejutkan.

Mengutip CNBC.com, anggota Dewan Ryuzo Miyao tidak berhasil mengusulkan peningkatan pembelian aset oleh bank dan skema kredit sebesar 5 triliun yen (US$61 miliar).

Bank sentral memperluas skema kredit terpisah yang menargetkan pertumbuhan industri sebesar 2 triliun yen hingga 5,5 trillion yen, dan memasukkan pengaturan beberapa pinjaman baru, termasuk salah satu yang akan membuka keran cadangan dolar untuk menawarkan investasi dan pinjaman dalam mata uang asing.

Lebih lanjut diharapkan, tingkat kebijakan suku bunga berada di antara nol sampai 0,1 persen. Gubernur Masaaki Shirakawa akan mengadakan konferensi pers setelah pukul 4: 15 PM (07.15 GMT).

Bank sentral mengejutkan pasar bulan lalu dengan meningkatkan skema pembelian aset sebesar 10 triliun yen dan mengatur inflasi 1 persen, yang disikapi dengan meredakan moneter lebih agresif untuk mengalahkan deflasi.

Bursa Eropa Positif di Awal Perdagangan

Headline
INILAH.COM, London - Bursa saham Eropa menguat pada pembukaan perdagangan Selasa (13/3/2012) menunggu hasil rapat The Fed sehingga volume perdagangan berpotensi rendah.

Indeks FTSE naik 0,5% ke 5.922,34, indeks CAC naik 0,7% ke 3.519,75 dan indeks DAX naik 0,7% ke 6.953,97. "Kami memiliki cukup sentimen yang baik," kata Petra Kerssenbrock, di Commerzbank. Demikian mengutip cnbc.com.

Bursa Asia tetap menguat seperti indeks Hang Seng naik 0,9%, indeks Nikkei naik 0,09%, indeks Shanghai naik 0,8%, indeks ASX naik 1,2%.

Hari ini Fed melakukan pertemuan dalam Open Market Committee. Namun pasar tidak memiliki ekspektasi dari pertemuan tersebut. Sebab Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga rendah antara 0 persen hingga 0,25 persen. Dari data pertumbuhan pekerjaan mengindikasikan tidak ada stimulus moneter lebih lanjut.

Belanda pada hari ini akan melelang obligasi antara 2,5 miliar euro hingga 3,5 miliar euro untuk 3 tahun. Italia melelang obligasi 3,5 miliar euro untuk T-bills tiga bulan dan 12 bulan senilai 8,5 miliar euro.

Sinyal Pelonggaran Moneter Kerek Saham Asia

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Pada Selasa (13/3/2012), saham Asia naik dalam perdagangan yang berhati-hati menunggu keputusan suku bunga dari Bank Sentral Jepang dan Federal Reserve.

CNBC.com melaporkan average saham Nikkei Jepang dibuka menguat melihat adanya sinyal pelonggaran moneter dari Bank of Japan pada sore hari nanti, sementara pelemahan yen terus mendukung sentimen pasar. Benchmark indeks Nikkei naik 0,4 persen ke level 9.928,80, sementara Topix naik 0,2 persen ke level 847,19.

Saham Seoul juga dibuka menguat, ditopang eksportir dan mendukung penguatan saham rebound akibat data ekonomi China yang mengecewakan akan memperkuat kemungkinan China akan meredakan kebijakan moneternya. Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) naik 0,7 persen ke level 2.015,57.

Saham Australia naik 0,8 persen atau tertinggi dalam satu minggu di atas level 4.200 dalam perdagangan awal, didukung oleh pemulihan saham sektor pertambangan setelah kemarin mengalami kerugian akibat kekhawatiran terhadap moderasi dalam permintaan China. Patokan indeks S & P/ASX 200 naik 32,4 poin ke level 4.229,7. Selandia baru benchmark NZX 50 indeks naik 0,2 persen ke level 3.458,5.

Bursa Asia dibuka sumringah pagi ini

Bursa Asia dibuka sumringah pagi ini
TOKYO. Mayoritas saham yang diperdagangkan di bursa Asia menanjak pagi ini. Pada pukul 09.49 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific naik 0,4% menjadi 126,67. Dalam setiap tiga saham yang naik, ada satu saham yang turun. Sementara itu, sepuluh sektor juga menghijau.

Sementara itu, indeks Nikkei 225 Stock Average naik 0,7%, indeks S&P/ASX 200 Australia naik 1%, dan indeks Kospi Korea Selatan naik 1%.

Saham-saham yang pergerakannya turut mempengaruhi bursa Asia antara lain: Nintendo Co yang naik 1,7% di Osaka, Qantas Airways Ltd naik 3,8%, dan Daewoo Shhipbuilding & Marine Engineering Co yang naik 2,8% di Seoul.

Aksi beli yang melanda bursa Asia dipicu oleh optimisme investor bahwa menteri keuangan di kawasan Eropa akan segera menyelesaikan bailout Yunani tahap dua.

"Sepertinya, perjanjian obligasi Yunani akan terus berjalan. Isu tersebut tidak akan dibahas lagi dalam waktu dekat. Pelaku pasar juga menunggu pernyataan the Fed," jelas Stephen Halmarick, head of investment markets research Colonial First State Global Asset Management.

Inilah Empat Saham Cocok Trading Hari Ini

INILAH.COM, Jakarta – Secara teknikal, laju IHSG Selasa (13/3/2012) diprediksi variatif-menguat. Empat saham dari sektor perbankan dan properti mendapat rekomendasi layak trading. Apa saja?

Pada perdagangan Senin (12/3), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup melemah tipis 4,2 poin (0,11%) ke level 3.987,346 dengan intraday tertinggi 4.007,953 dan terendah 3.969. Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 justru menguat tipis 0,13 poin (0,02%) ke posisi 689,375.

Analis Sinarmas Securities, Jansen Kustianto memperkirakan, indeks saham domestik variatif pada hari kedua pekan ini. “Pada perdagangan hari Selasa (13/3), secara teknikal indeks diperkirakan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat pada kisaran support 3.950dan resistance 4.010,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Senin (12/3/2012).

Menurutnya, pertemuan menteri keuangan uni Eropa dalam The Economic and Finansial Affairs Council (Ecofin) meeting hari ini akan menjadi sentiment di market. “Pertemuan itu, akan membahas pemberian dana talangan bagi Yunani setelah selesainya negosiasi proses restrukturisasi utang dengan para kreditor swasta.

Dia merekomendasikan positif empat saham dari dua sektor berbeda yakni perbankan dan properti. Saham-saham pilihannya PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Bank Central Asia (BBCA), PT Summarecon Agung (SMRA), dan PT Alam Sutera Realty (ASRI). “Itulah saham-saham yang dapat diperhatikan untuk daily trading,” imbuhnya.

Antisipasi FOMC, Rupiah Bakal Koreksi

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Selasa (13/3/2012) diprediksi melemah terbatas. Pasar mengantisipasi pertemuan FOMC yang diprediksi tak begitu dovish.

Analis senior Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, Selasa ini, masih ada potensi pelemahan rupiah. Tapi, pelemahan ini bersifat terbatas. Sebab, penguatan dolar AS masih terjadi menjelang Federal Open Market Committee (FOMC) pada Rabu (14/3) dinihari. Pasar sudah memperkirakan Fed tidak takan begitu dovish (prokebijakan monter longgar) lagi.

Terutama, Firman menegaskan, setelah pekan lalu, Gubernur The Fed Ben Bernanke mengutarakan adanya ancaman inflasi AS untuk jangka pendek. Karena itu, momentum penguatan dolar AS masih terjadi sehingga jadi tekanan tersendiri bagi rupiah. "Karena itu, rupiah cenderung melemah dalam kisaran 9.130-9.180 per dolar AS,” katanya kepada INILAH.COM.

Tapi, lanjut Firman, pelemahan rupiah akan terbatas seiring antisipasi Bank Indonesia untuk mengintervensi rupiah saat rupiah mendekati 9.200. "Level ini menjadi angka psikologis dan level intervensi BI sekaligus jika melihat karakterisitik pergerakan rupiah dalam beberapa bulan terakhir," ujar Firman.

Di sisi lain, kata dia, hari ini pasar juga mencermati pertemuan para menteri keuangan Uni Eropa dalam The Economic and Financial Affairs Council (Ecofin) Meeting yang membahas agenda pencairan dana bailout untuk Yunani senilai 130 miliar euro. "Pertemuan ini seharusnya menjadi sentimen positif karena Yunani sudah mencapai target debt swap-nya yang menjadi syarat bailout," ujarnya.

Apalagi, pertemuan Bank of Japan (BoJ) siang ini sudah diperkirakan mempertahankan kebijakan moneter longgarnya untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi sehingga jadi sentimen positif. "Pada saat yang sama, sentimen negatif dari crdit event Yunani sepertinya tak lagi jadi sentimen di market," paparnya.

Hanya saja, positifnya sentimen ini tidak terlalu kuat menopang penguatan rupiah. "Selain sentimennya sudah diserap pasar juga pasar masih menanti FOMC besok dinihari sehingga secara keseluruhan rupiah berpeluang melemah terbatas," imbuhnya.

Asal tahu saja, kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Senin (12/3) ditutup melemah 20 poin (0,21%) ke level 9.150/9.165 per dolar AS.

Saham Konsumer & Bank, Pilihan di Tengah Koreksi

INILAH.COM, Jakarta – Bursa saham Indonesia Selasa (13/3/2012) diperkirakan melanjutkan koreksi. Namun, saham perbankan dan konsumer bisa jadi pilihan.

Cece Ridwanullah, analis dari Eko Capital Sekuritas mengatakan, IHSG hari ini masih akan lanjutkan konsolidasi. "Hal ini terjadi selama indeks belum menembus level psikologis 4000 dengan volume kuat dari saham-saham perbankan dan proxy index Astra Internasional,"katanya kepada INILAH.COM.

Menurutnya, meskipun asing masih dalam posisi nett buying, namun kecenderungan pembelian investor asing ini juga masih dalam pola-pola jangka pendek, terutama untuk mengantisipasi RUPS sejumlah emiten berkinerja baik yang akan membagikan deviden.

Orientasi investor yang menggunakan broker asing ini juga bukan untuk meraup dividen, melainkan untuk mendapatkan capital gain dengan sentimen pembagian deviden. “Biasanya sebelum ex-date deviden, saham yang telah diakumulasi akan kembali dijual untuk merealisasikan capital gainnya.”paparnya.

Cece menilai, pola-pola jangka pendek akan terus berlaku sampai IHSG menembus level 4.000, karena investor masih menunggu realisasi rencana kenaikan BBM dan TDL. Terutama kenaikan TDL yang akan mempengaruhi proyeksi kinerja keuangan perusahaan-perusahaan. “Kenaikan BBM dan TDL ini akan memberi tekanan inflasi yang cukup besar,”ucapnya.

Sedangkan riset DBS Vickers mengatakan, sejumlah ekonom dari broker asing juga menyatakan bahwa keputusan BI mempertahankan suku bunga acuan BI rate di 5.75 % sementara FASBI (suku bunga antar bank) di level 3,75%, memberi sinyal bahwa BI mulai memperketat kebijakan moneternya.

Meski kenaikan BBM bisa memberi tekanan inflasi, suku bunga patokan BI rate belum dianggap penting untuk diadjust naik. Indikasi pengetatan likuiditas/moneter terlihat dari keputusan BI. “Bagaimanapun, BI tetap harus mempertahankan pertumbuhan mengingat tekanan inflasi dari kenaikan BBM hanya berdampak temporer dan ringan pada pertumbuhan ekoomi,”paparnya.

Diharapkan BI tetap pada kebijakan pengelolaan ekses likuiditas perbankan melalui kenaikan GWM rasio perbankan maupun operasi pasar terbuka. “Tidak perlu menaikkan suku bunga acuan BI rate,” ucapnya.

Di tengah situasi ini, Cece merekomendasikan saham konsumer dan perbankan. Pilihannya adalah Indocement (INTP), Perusahaan Gas Negara (PGAS), Charoen Pokphand (CPIN). Kemudian Bank Mandiri (BMRI), Bank Central Asia (BBCA) dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI).

Pada perdagangan Senin (12/3/2012), Indeks Harga Saham Gabungan ditutup melemah tipis 4,2 poin atau 0,1% menjadi 3.987,35. Volume perdagangan 2,7 miliar saham senilai Rp3,05 triliun.

Perdagangan diwarnai dengan 155 saham melemah, 72 saham naik dan 112 saham stagnan. IHSG mengalami net foreign buy mencapai Rp459,2 miliar dengan pembelian asing Rp1,6 triliun dan penjualan asing Rp1,1 triliun. [nat]

Dilanda aksi jual, indeks emerging market turun 1%

Dilanda aksi jual, indeks emerging market turun 1%
NEW YORK. Bursa saham emerging market membukukan penurunan terbesar dalam sepekan terakhir tadi malam. Pada penutupan pasar pukul 16.00 di New York, indeks MSCI Emerging Markets turun 0,9% menjadi 1.050,50.

Sejumlah indeks acuan memerah. Hang Seng China Enterprises Index turun 0,3%, ISE National 100 Index Turki turun 0,5%, Shanghai Composite Index China turun 0,2%, Bovespa Index Brazil turun 0,5%, dan indeks Taiex turun 1,1%. Sedangkan indeks BSE India Sensitive India berhasil naik 0,5%.

Sedangkan saham-saham yang pergerakannya turut mempengaruhi bursa emerging market adalah Brasileira de Distribuicao Grupo Pao de Acucar yang memimpin penurunan pada indeks Bovespa Brazil dan LG Chem Ltd yang turun 3,5% di Seoul.

Salah satu faktor aksi jual bursa emerging market adalah data perdagangan dan ritel China yang melorot. Hal itu memberikan sinyal bahwa ada perlambatan pada perekonomian global.

"Tingkat permintaan global menurun. Sementara, China merupakan salah satu negara ekspor utama dunia. Sudah pasti perekonomian China akan terkena dampak penurunan permintaan global secara umum," jelas Daniel Lenz, chief emerging market strategist DZ Bank AG di Frankfurt. Kendati begitu, jika dibandingkan dengan negara lain, ekonomi China tumbuh cukup pesat.

Inilah Daftar Saham Pilihan Selasa (13/3)

INILAH.COM, Jakarta - IHSG pada perdagangan Selasa (13/3/2012) diprediksi berpotensi bullish dengan kisaran di 3.963-4.025.

Demikian dikatakan analis saham AM Capital, Andre Mahardika kemarin. Secara teknikal IHSG masih berpotensi bullish namun hanya sementara saja. "Saran saya lakukan aksi jual jika IHSG tidak berhasil close di atas 4.000," katanya.

Dari sthocastic, IHSG masih berpotensi bullish jangka pendek dan terbatas saja. Sedangkan dari William R%, IHSG sudah jenuh beli ada indikasi masih bergerak koreksi pada perdagangan selanjutnya.

Sementara dari MACD, IHSG masih berpotensi bullish jangka menengah namun masih lemah atau wait and see. Dari DMI, IHSG masih mengkonfirmasi bullish jangka menengah, dan tren koreksi yg terbatas indikasi ini mengkonfirmasi IHSG bullish spekulasi.

IHSG kemarin melemah tipis 4,2 poin atau 0,1% menjadi 3.987,35. Volume perdagangan 2,7 miliar saham senilai Rp3,05 triliun. IHSG mengalami net foreign buy mencapai Rp459,2 miliar.

Andre merekomendasikan saham ENRG dengan strategi spekulasi beli di kisaran beli 185 dan jual di 189-191 dengan stop loss di 183. Secara teknikal saham ENRG masih berpotensi bullish jangka pendek dengan potensi bullish terbatas.

Sementara pelaku pasar modal, Iwan Firmansyah merekomendasikan saham ITMG dengan support di 42.750 dan target harga 44.750. Saham BBRI dengan support di 6.550 dan target harga d 6.950. HRUM dengan support di 8.550 dan target harga di 9.200.

Menurutnya, IHSG cenderung konsolidasi dengan kisaran di 3.968 dan 4.007. "Pada setiap penurunan merupakan peluang unuk melakukan buy on weakness untuk saham-saham yang berpeluang untuk melanjutkan penguatan," katanya yang juga dari komunitas saham waringijo ini.

Sementara pengamat pasar, Jeremiah Rio Rizaldi berpeluang naik dengan target harga di 750 dan dengan stoploss di 570. Saham AKRA berhasil melampaui target di 3.925 sehingga membuka peluang menuju target berikutnya di 4.350 dengan stoploss di 3.700.

Saham BBCA berpeluang menuju ke 8.000 lagi dengan strategi beli jika tembus 7.700 dan stoploss di 7.450.

IHSG Minim Sentimen Positif

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin menipis 4 poin di tengah transaksi yang tidak terlalu ramai. Investor banyak melepas saham-saham berbasis komoditas.

Menutup perdagangan awal pekan, Senin (12/3/2012), IHSG menipis 4,198 poin (0,11%) ke level 3.987,346. Sementara Indeks LQ 45 naik tipis 0,127 poin (0,02%) ke level 689,375.

Pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan akan konsolidasi karena minimnya sentimen positif. Namun, potensi penguatan masih ada meski terbatas.

Semalam, bursa saham Wall Street bergerak datar setelah pekan lalu menguat cukup tinggi. Investor kini mencermati kebijakan moneter baru yang akan dikeluarkan the Federal Reserve.

Pada perdagangan Senin waktu setempat, Indeks Dow Jones naik 37,69 poin (0,29%) ke level 12.959,71. Indeks The Standard & Poor's 500 naik tipis 0,22 of a poin (0,02%) ke level 1.371,09. Tetapi Indeks Komposit Nasdaq melemah 4,68 poin (0,16%) ke level 2.983,66.

Pergerakan bursa di Asia pagi ini:
  • Indeks Nikkei 225 menguat 92,76 poin (0,94%) ke level 9.982,62.
  • Indeks Straits Times naik 17,30 poin (0,58%) ke level 2.979,48.

Berikut rekomendasi saham hari ini:
Panin Sekuritas
IHSG melemah didorong oleh sentimen negatif dari angka pertumbuhan ekspor China yang di bawah ekspektasi serta kekhawatiran akan melambatnya pertumbuhan ekonomi dunia. Investor juga terlihat memilih melakukan profit taking setelah indeks menembus level 4.000. Dapat kita dilihat kecenderungan aksi ambil untung dalam beberapa kali indeks berhasil menembus level 4.000. Aksi jual terjadi pada saham berbasis komoditas seperti pertambangan dan perkebunan. Hari ini kami proyeksikan indeks akan bergerak konsolidasi ditengah minimnya sentimen positif. Kisaran support-resistance 3.964-4.000. Saham pilihan : BBRI, BMRI, TBIG, ETWA

OSO Securities
Hari ini diperkirakan IHSG akan bergerak mixid dengan kecenderungan bergerak positif. Indikator slow stochastic oscilator sudah membentuk golden cross yang mengindikasikan adanya potensi penguatan. IHSG diperkirakan akan bergerak pada level 3958 – 4005.

(ang/ang)

Harga minyak dekati level terendah dalam sepekan

Harga minyak dekati level terendah dalam sepekan
MELBOURNE. Harga kontrak minyak dunia diperdagangkan mendekati level terendah dalam sepekan terakhir di New York. Pada pukul 09.47 waktu Sydney, harga kontrak minyak untuk pengantaran April berada di posisi US$ 106,58 sebarel atau naik 24 sen di New York Mercantile Exchange. Kemarin, harga minyak turun US$ 1,06 atau 1% menjadi US$ 106,34. Ini merupakan level terendah sejak 7 Maret lalu. Meski begitu, sepanjang tahun ini, harga minyak sudah mendaki 7,9%.

Sedangkan harga kontrak minyak jenis Brent untuk pengantaran April turun 64 sen atau 0,5% menjadi US$ 125,34 di ICE Futures Europe exchange, London, kemarin.

Penurunan harga minyak ini terjadi setelah investor berspekulasi tingkat permintaan minyak akan menurun seiring kenaikan cadangan minyak AS dan lonjakan harga minyak yang tinggi.

"Harga minyak mentah saat ini tengah berada pada tren kenaikan," jelas Mohamed Al-Hamli, Menteri Perminyakan Uni Emirat Arab.

Yunani on the Track, IHSG Menanjak

INILAH.COM, Jakarta – Restrukturisasi utang Yunani dinilai berada di jalur yang benar. Karena itu, pasar optimistis sehingga indeks berpeluang menanjak hingga akhir pekan.

Kepala Riset Henan Putihrai Securities Felix Sindhunata mengatakan hal itu kepada INILAH.COM. Di sisi lain, data-data ekonomi AS memberikan sinyal positif. Tapi, IHSG masih menyisakan beberapa risiko yang bisa menghambat penguatan indeks.

Antara lain, pemangkasan target Produk Domestik Bruto (PDB) China ke level 7,5% untuk 2012 dan krisis utang Eropa. Dari dalam negeri, kecemasan pasar atas inflasi BBM juga jadi risiko di market sehingga penguatan indeks terhambat. “Saya tidak bilang negatif, tapi membatasi momentum penguatan,” kata Felix.

Pada perdagangan Senin (12/3), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup melemah tipis 4,2 poin (0,11%) ke level 3.987,346 dengan intraday tertinggi 4.007,953 dan terendah 3.969. Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 justru menguat tipis 0,13 poin (0,02%) ke posisi 689,375.Berikut ini wawancara lengkapnya:

IHSG melemah tipis kemarin ke level 3.087. Bagaimana Anda melihat arahnya hingga akhir pekan?
Indeks saham domestik berpeluang menguat hingga akhir pekan ini. Salah satunya, didukung oleh pasar yang optimistis melihat perkembangan Yunani yang proses debt swap-nya dengan para kreditor swasta cukup memenuhi syarat. Tak lain, syarat untuk mendapatkan bailout tahap dua senilai 130 miliar euro. Sebanyak, 95% privat creditor, sudah berpartisipasi dalam debt swap Yunani.

Karena itu, risiko Yunani dalam satu titik sudah tidak terlalu dicemaskan pasar. Sebab, bailout untuk Yunani sudah dipastikan bakal dicairkan. Dalam proses-proses recovery utangnya, sudah on the track meskipun masih jauh dari selesai.

Level support dan resistance IHSG?
Hingga akhir pekan ini, support indeks di level 3.930 dan resistance 4.050.

Selain faktor Yunani?
Pada Jumat malam pekan lalu, AS merilis data non-farm payrolls yang otomatis mau tidak mau dilihat oleh pasar. Tapi, secara umum, pasar masih tetap melihat Eropa di ambang resesi. Di sisi lain, proyeksi pertumbuhan China diturunkan jadi 7,5% dari 8% untuk 2012.

Sementara itu, ekonomi AS berpeluang membaik. Kalau kita ukur, 2 negara (AS dan China) plus 1 zona ekonomi (Uni Eropa) ini berkontribusi 58% dari total Produk Domestik Bruto (PDB) global. Karena itu, dari sisi sentimen global, pelaku pasar tetap akan melihat AS sebagai ekonomi terbesar dunia terutama soal pemulihan ekonominya. Kondisi ini, tercermin dari data tenaga kerja AS Jumat (9/3/2012) malam. Jika data AS sangat baik, otomatis market akan merespon positif. Apalagi, Yunani sedang on the track.

Sentimen domestik bagaimana?
Dari sisi domestik, momentum penguatan masih terbuka jika bursa global bergerak positif. Tapi, harus diakui masih ada risiko yang bakal menghambat pergerakan indeks. Karena itu, penguatan indeks di awal pekan ini pun terhambat. Akhir pekan lalu, penguatan hanya terjadi pada saham-saham sektor keuangan, infrastruktur, konsumsi yang punya sensitivitas terhadap suku bunga.

Beberapa risiko yang harus dilihat terutama masalah domestik yang masih terganggu oleh rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) per 1 April 2012. Sentimen BBM masih cukup kuat di market. Dari eksternal, hingga saat ini sentimennya relatif bagus.

Karena itu, meski hingga akhir pekan ini market global positif, momentum penguatan indeks domestik akan terbatasi oleh kekhawatiran pasar pada inflasi BBM. Saya tidak bilang negatif, tapi membatasi momentum penguatan.

Saham-saham pilihan Anda?
Saya rekomendasikan positif lima saham dari empat sektor berbeda—perbankan, alat berat, rokok dan perkebunan. Saham-saham pilihan hingga akhir pekan adalah PT Bank Mandiri (BMRI), PT United Tractor (UNTR), PT Bank Central Asia (BBCA), PT Gudang Garam (GGRM) dan PT London Sumatera Plantation (LSIP).

Strategi trading-nya?
Semuanya buy untuk daily trading bukan untuk jangka panjang. Sebab, rekomendasi ini bersifat teknikal harian dari analisis kita.

Dilanda aksi jual, Wall Street tetap bertahan

Dilanda aksi jual, Wall Street tetap bertahan
NEW YORK. Mayoritas saham yang diperdagangkan di bursa AS ditutup turun. Dalam setiap tujuh saham yang turun, ada lima saham yang ditransaksikan naik. Kendati begitu, pada pukul 16.00 waktu New York, indeks Standard & Poor's 500 tetap ditutup positif dengan kenaikan kurang dari 0,1% menjadi 1.371,09. Sedangkan indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,3% menjadi 12.959,71.
Sejumlah saham yang pergerakannya turut mempengaruhi bursa AS antara lain: Newmont Mining Corp dan Schlumberger Ltd yang turun lebih dari 1,9% seiring penurunan harga komoditas. Sementara itu, saham-saham finansial juga dilanda aksi jual seiring kecemasan mengenai performa perbankan dalam stress test yang digelar oleh the Federal Reserve.

Sedangkan faktor yang mempengaruhi bursa AS tadi malam antara lain perlambatan ekonomi China yang akan mengarah kepada pelonggaran kebijakan. "Perekonomian AS berjalan dengan sangat baik. Sementara, ekonomi China masih menyisakan tanda tanya besar. Seberapa besar mereka harus melonggarkan kebijakan sehingga segala sesuatunya bisa kembali ke jalur yang diinginkan?" jelas Erick Maronak, chief investment officer Victory Capital Management Inc di New York.

Dia menambahkan, membutuhkan upaya yang sangat besar untuk memperbaiki situasi ekonomi di Eropa. "Setelah Yunani, saat ini, fokus investor mulai menunggu efek domino yang ditinggalkan ke beberapa negara lain," jelasnya.

Catatan saja, indeks S&P 500 naik 2,1% dalam empat pekan terakhir. Pemicunya, data ekonomi dan kinerja perusahaan melampaui estimasi analis. Sedangkan sepanjang tahun ini, bursa acuan AS itu sudah melonjak 9%.

Menanti Kebijakan The Fed, Wall Street Flat

Jakarta - Bursa saham Wall Street bergerak datar setelah pekan lalu menguat cukup tinggi. Investor kini mencermati kebijakan moneter baru yang akan dikeluarkan the Federal Reserve.

Komite Pasar Terbuka bank sentral itu akan mengumumkan kebijakan yang bisa memperketat kebijakan moneter, sehingga berpotensi menahan reli pasar saham.

Sebelumnya, pasar juga sudah cukup terguncang dengan pernyataan Gubernur The Fed Ben Bernanke yang menyatakan bank sentral berhenti memberikan bantuan stimulus. Ditambah dengan adanya defisit perdagangan China yang paling besar sepanjang sejarah.

"Tidaklah mengejutkan kami akan konsolidasi dulu, investor masih bertanya-tanya soal kondisi di China dan seberapa jauh saham akan terpengaruh," kata Jonathan Lewis, Kepala Investasi Samson Capital Advisors di New York," dikutip dari Reuters, Selasa (13/3/2012).

Indeks sektor peralatan dasar, konsumer dan telekomunikasi menjadi sektor yang paling terkoreksi. Pekan lalu, ketiga sektor tersebut sudah menguat cukup tinggi.

Pada perdagangan Senin waktu setempat, Indeks Dow Jones naik 37,69 poin (0,29%) ke level 12.959,71. Indeks The Standard & Poor's 500 naik tipis 0,22 of a poin (0,02%) ke level 1.371,09. Tetapi Indeks Komposit Nasdaq melemah 4,68 poin (0,16%) ke level 2.983,66.

(ang/ang)