Rabu, 11 Mei 2011

Bakrie dan ASII Topang IHSG

Headline
INILAH.COM, Jakarta – IHSG kembali berlabuh di zona hijau. Aksi beli investor atas saham unggulan, serta dominasi perdagangan bursa oleh ASII, menjadi katalisnya.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Rabu (11/5) ditutup menguat 37,622 poin (0,98%) ke level 3.838,142, dengan intraday tertinggi di 3.838,42 dan terendah di 3.800,61. Indeks saham unggulan LQ45 juga menguat 9,310 poin (1,27%) ke level 686,420.

Indeks sepanjang perdagangan berada di zona positif. Dibuka langsung menguat 0,48% ke level 3.818, indeks terus bergerak naik hingga pada sesi pertama bertengger di angka 3.819. Maraknya aksi beli juga mendukung penguatan indeks hingga akhirnya ditutup di angka 3.838.

IHSG sore ini kembali ditutup menguat, setelah sejak siang berada di area resitance. Penguatan didukung sentimen positif bursa global, “IHSG kembali dalam tren bullish setelah bursa global juga berada dalam pembalikan arah menguat,”demikian ujar pengamat pasar modal Irwan Ariston Napitupulu.

Bursa AS ditutup menguat didorong ekpor China April yang melebihi ekspektasi, upgrade earning forecast dari perusahaan Fossil dan Dean Foods dan berita akuisisi. Microsoft menyatakan akan membeli Skype senilai US$8 miliar secara tunai, yang menjadikan Ebay, pemilik saham Skype naik 2.45%.

Menurut Irwan, indeks juga mendapat dukungan dari aktifnya pergerakan saham-saham di grup Bakrie sehingga mendorong penguatan saham-saham lain, “Hal ini karena saham-saham di grup Bakrie secara teknikal belum bergerak banyak,” katanya.

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia didukung volume transaksi sebesar 8,396 miliar lembar saham, senilai Rp 5,048 triliun dan frekuensi 135.354 kali. Sebanyak 169 saham naik, 73 saham turun, dan 92 saham stagnan.

Penguatan IHSG didukung aksi beli asing, yang mencatatkan nilai transaksi beli bersih (net foreign buy) sebesar Rp307 miliar. Rinciannya adalah transaksi beli mencapai Rp1,422 triliun dan transaksi jual mencapai Rp1,115 triliun.

Sektor aneka industri memimpin apresiasi bursa, dengan naik 3,7%. Disusul manufaktur 1,7%, perkebunan 1,4%, properti dan finansial 1%, konsumsi, industri dasar dan tambang yang naik 0,7% serta perdagangan yang menguat 0,1%.

Saham Astra Internasional (ASII) mendominasi transaksi hari ini, dengan volume perdagangan Rp522 miliar. Emiten otomotif ini ditutup naik Rp 2.300 (4,03%) ke level Rp 59.250.

Beberapa emiten yang menguat antara lain Petrosea (PTRO) naik Rp 3.000 ke Rp 37.000, Indospring (INDS) naik Rp 950 ke Rp 4.825, dan Goodyear (GDYR) naik Rp 600 ke Rp 11.500.

Sedangkan emiten-emiten lain yang melemah antara lain Dian Swastatika (DSSA) turun Rp 1.400 ke Rp 21.800, Sona Topas (SONA) turun Rp 475 ke Rp 3.375, Sarana Menara (TOWR) turun Rp 300 ke Rp 10.200, dan Malindo (MAIN) turun Rp 300 ke Rp 5.400.

Bursa regional Asia ditutup variatif sore ini. Indeks Komposit Shanghai turun 6,74 poin (0,23%) ke level 2.883,89 dan indeks Hang Seng melemah 44,20 poin (0,19%) ke level 23.291,80. Sedangkan indeks Nikkei 225 naik 45,50 poin (0,46%) ke level 9.864,26, indeks Straits Times menguat 0,67% ke 3.177,32 dan indeks Kospi di Seoul naik 1,28% ke 2.166,63. [mdr]

Lonjakan saham ASII kian memantapkan langkah IHSG di sesi penutupan

Lonjakan saham ASII kian memantapkan langkah IHSG di sesi penutupan
JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus menguat hingga akhir perdagangan. Sore ini, kenaikan indeks dipicu oleh sektor aneka industri yang dimotori oleh Astra International (ASII). Pada pukul 16.00, IHSG melejit 0,99% ke level 3.838,142%. Sebanyak 159 saham menguat, sementara 69 saham turun dan sisanya 87 saham tidak bergerak. Perdagangan hari ini juga cukup bergairah karena volume perdagangan mencapai 8,396 milliar dengan nilai perdagangan Rp 5,048 trilliun.

Semua sektor kompak menguat. Kali ini, penguatan dipimpin oleh sektor aneka industri sebesar 3,73%, sektor manufaktur sebesar 1,67%, sektor perkebunan naik 1,41%, dan sektor konstruksi naik 1,01%. Sementara sektor lainnya menguat dibawah 1%. Sektor perdagangan mencatat penguatan paling tipis yakni hanya 0,14%.

Saham yang menduduki posisi top gainers antara lain Indospring (INDS) yang menanjak 24,52% ke Rp 4.825, Pool Advista (POOL) dengan kenaikan 24,19% ke Rp 770, dan Ratu Prabu Energi (ARTI) dengan penguatan 23,60 % ke Rp 550. Astra Internatioanal (ASII) masih bertahan menjadi pemimpin anggota MSCI indeks yang menanjak dengan penguatan signifikan 4,04% ke Rp 59.250. Selain itu ada pula Aneka Tambang yang menanjak 2,27% serta United Tractor (UNTR) yang menguat 2% ke Rp 22.900.

Sedangkan di posisi top losers ada Metro Realty (MTSM) yang anjlok 19% ke RP 810, disusul Sona Topas Tourism (SONA) yang terkoreksi 12,34%. Anggota MSCI stock yang melemah adalah Bumi Resources (BUMI) dengan penurunan sebesar 0,69% ke Rp 3.600 dan Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) yang turun 0,23% ke Rp 21.800.

Menanjak 37 Poin, IHSG Naik Paling Tinggi di Asia

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan dengan menanjak 37 poin atau setara 98%. IHSG menjadi indeks yang naik paling tinggi di Asia yang bergerak mixed.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 8.540 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di Rp 8.555 per dolar AS.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka menguat tipis 5,121 poin (0,13%) ke level 3.805,641. Penguatan indeks didorong penguatan bursa global dan regional.

Secara perlahan indeks terus mendaki di zona hijau sepanjang perdagangan. Saham-saham berbasis komoditas kembali menjadi incaran investor.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG melaju 19,177 poin (0,50%) ke level 3.819,697. Indeks terbawa arus penguatan bursa-bursa regional setelah melambatnya inflasi China akibat surplus perdagangan yang naik tinggi.

Perburuan saham-saham unggulan berlanjut di perdagangan sesi II. Indeks pun melaju hingga ke titik tertingginya di 3.838.424.

Mengakhiri perdagangan, Rabu (11/5/2011), IHSG ditutup menanjak 37,622 poin (0,98%) ke level 3.838,142. Sementara Indeks LQ 45 ditutup menguat 9,310 poin (1,27%) ke level 686,420.

Seluruh indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI) menghijau, dipimpin oleh sektor aneka industri yang menguat sampai lebih dari 3%, diikuti oleh sektor agrikultur dan manufaktur.

Pergerakan IHSG terbantu oleh sentimen positif yang datang dari berbagai belahan dunia, mulai dari menguatnya Wall Street semalam hingga bursa-bursa Asia yang bergerak mixed cenderung naik.

Transaksi investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 354,947 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 135.354 kali pada volume 8,396 miliar lembar saham senilai Rp 5,048 triliun. Sebanyak 169 saham naik, 73 saham turun, dan 92 saham stagnan.

Beberapa bursa-bursa Asia mulai balik arah ke zona merah akibat profit taking, padahal siang tadi masih kompak berjalan di teritori positif. BEI menjadi bursa yang melaju paling kencang di Asia.

Berikut kondisi bursa-bursa regional di sore hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai turun 6,74 poin (0,23%) ke level 2.883,89.
  • Indeks Hang Seng turun tipis 44,20 poin (0,19%) ke level 23.291,80.
  • Indeks Nikkei 225 naik tipis 45,50 poin (0,46%) ke level 9.864,26.
  • Indeks Straits Times menguat 21,12 poin (0,67%) ke level 3.177,38.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Petrosea (PTRO) naik Rp 3.000 ke Rp 37.000, Astra Internasional (ASII) naik Rp 2.300 ke Rp 59.250, Indospring (INDS) naik Rp 950 ke Rp 4.825, dan Goodyear (GDYR) naik Rp 600 ke Rp 11.500.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Dian Swastatika (DSSA) turun Rp 1.400 ke Rp 21.800, Sona Topas (SONA) turun Rp 475 ke Rp 3.375, Sarana Menara (TOWR) turun Rp 300 ke Rp 10.200, dan Malindo (MAIN) turun Rp 300 ke Rp 5.400.

UBS AG Singapore Naikkan Kepemilikan di CMNP

Medium
INILAH.COM, Jakarta - UBS AG Singapore menaikkan kepemilikan sahamnya di PT Citra Narga Nusaphala Persada Tbk (CMNP).

Melalui BAE perseroan PT Raya Saham Registra disampaikan UBS AG Singapore telah menaikkan kepemilikan di CMNP dari 102.250.000 (5,11%) saham menjadi 103.119.000 (5,16%).

PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) mencatatkan laba bersih naik 331% dari Rp69,09 miliar pada 2009 menjadi Rp298,26 miliar pada 2010.

Kenaikan laba bersih diikuti kenaikan pendapatan sebesar 18,81% dari Rp631,53 miliar pada 2009 menjadi Rp750,36 miliar pada 2010. Pendapatan tol perseroan naik menjadi Rp747,32 miliar pada 2010 dibandingkan periode sama sebelumnya Rp627,38 miliar. Pendapatan sewa turun menjadi Rp3,04 miliar pada 2010 dibandingkan periode sama sebelumnya Rp4,15 miliar. Jumlah beban usaha naik menjadi Rp355,01 miliar pada 2010 dari periode sama sebelumnya Rp293,10 miliar pada. Laba usaha naik 34,88% menjadi Rp395,34 miliar pada 2010 dibandingkan periode sama sebelumnya Rp293,10 miliar.

Jumlah aset perseroan naik 2,96% dari Rp2,79 triliun pada 2009 menjadi Rp2,87 triliun pada 2010. Kas dan setara kas perseroan naik 31,865 dari Rp96,77 miliar pada 2009 menjadi Rp405,44 miliar pada 2010.

Eksplorasi INCO April Telan Biaya US$414,48 Juta

Headline
INILAH.COM, Jakarta – PT International Nickel Indonesia Tbk (INCO) melaporkan kegiatan eksplorasi untuk April 2011 masih berlanjut dan difokuskan pada daerah-daerah di dalam Kontrak Karya.

Daerah Eksplorasi meliputi :
- Pongsesa, Sorowako Area di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan
- Tanamalia dan Lampesue, Sorowako Outer Area di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan
- Matarape, di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara
- Latao, di Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara

Metode Eksplorasi :
- Proyek Pongsesa memakai metode core drilling HQ-3 untuk program pengeboran geostatis dan spasi 50m
- Proyek Matarape memakai metode core drilling HQ-3 untuk program pengeboran geostatis dan spasi 50m
- Proyek Tanamalia memakai metode core drilling HQ-3 untuk program pengeboran geostatis dan spasi 50m dan 25m
- Proyek Lampesue memakai metode core drilling HQ-3 untuk program spasi acak
- Proyek Latao memakai metode geofisika resistivity untuk survey bawah permukaan dan metode core drilling HQ-3 dan NQ untuk pengeboran dalam

Pelaksana Eksplorasi : Proyek Sorowako, Sorowako Outer Area (SOA) dan Sulawesi Coastal Deposit (SCD) dilakukan oleh PTI bersama dengan pihak
ketiga

Hasil Pengujian : Hasil pengujian sedang dalam proses penghitungan cadangan dengan metoda block modeling di Sorowako

Rencana Aksi :
- Proyek Sorowako melanjutkan pengeboran spasi 25m di Sulawesi Outer Area (SOA) dengan menggunakan 8 rig
- Sulawesi Coastal Deposit (SCD) akan melakukan pengeboran spasi 50m di Matarape (Sulawesi Tenggara) dengan menggunakan 3 rig dan Latao akan melakukan survey bawah permukaan dengan metode geofisika resistivity
- Sulawesi Outer Area (SOA) akan melakukan pengeboran spasi 25m di Tanamalia (Sulawesi Selatan) dengan menggunakan 8 rig dan melanjutkan pengeboran acak di Lampesue
- Seluruh pengeboran direncanakan untuk mendapat profil laterit yang lengkap

Berencana right issue hingga Rp 3,28 triliun, saham IMAS melejit 5,3%

JAKARTA. Saham PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) melesat setelah perseroan berencana melepas saham baru (right issue).

IMAS reli hingga 5,3% ke posisi Rp 8.950 per saham, hingga pukul 13.40 WIB. Ini kenaikan terbesarnya dalam dua bulan terakhir atau tepatnya sejak 9 Maret lalu.

Peritel otomotif ini berencana melepas saham baru dengan nilai mencapai Rp 3,28 triliun pada Juli mendatang. Rencananya, hasil right issue bakal digunakan untuk membayar utang dan ekspansi bisnis.

ASII, UNTR, dan BBRI menjadi tiga bluechips yang bikin indeks garang

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di sesi I ditutup di zona positif dan berakhir di level 3.819,70. Aksi beli terhadap sejumlah saham bluechips menjadi salah satu penyebabnya.

Berikut daftar tiga bluechips yang mempengaruhi pergerakan indeks:

- PT Astra International (ASII)
Saham ASII naik 2,02% menjadi Rp 1.150 di sesi I. Sejumlah broker yang mengempit saham ini antara lain: BNP Paribas Securities senilai Rp 64,13 miliar, Merrill Lynch Indonesia senilai Rp 32,56 miliar, dan Kim Eng Securities senilai Rp 28,05 miliar.


- PT United Tractor (UNTR)
Saham UNTR naik 2% menjadi Rp 22.900 di sesi I. Sejumlah broker yang mengempit saham ini antara lain: Sinarmas Sekuritas senilai Rp 6,42 miliar, CIMB Securities senilai Rp 2,42 miliar, dan Bumiputera Capital senilai Rp 2,26 miliar.


- PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI)
Saham BBRI naik 0,81% menjadi Rp 6.200 di sesi I. Sejumlah broker yang mengempit saham ini antara lain: OSK Nusadana senilai Rp 9,71 miliar, CIMB Securities senilai Rp 9,66 miliar, dan Deutsche Securities senilai Rp 7,85 miliar.

Laju delapan sektor mengangkat IHSG 0,50% di sesi I hari ini

Laju delapan sektor mengangkat IHSG 0,50% di sesi I hari ini
JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses bergulir di zona hijau sejak awal perdagangan hingga penutupan di sesi I hari ini. Delapan sektor berhasil menopang IHSG sehingga menguat 0,50% ke level 3.819,697.

Sebanyak 121 saham menguat, sementara 73 saham turun, dan sisanya 101 saham tidak bergerak. Perdagangan hari ini juga cukup bergairah dengan volume perdagangan mencapai 5,092 milliar, dan nilai transaksi Rp 2,427 trilliun.

Sektor aneka industri memimpin penguatan bursa, dengan naik 2%. Diikuti oleh sektor perkebunan yang menguat 1,18%, dan manufaktur yang naik 1,07%. Sementara sektor lainnya menguat antara 0,23% hingga 0,62%. Sektor yang melemah hanya sektor infrastruktur yang terkoreksi 0,09% dan sektor konstruksi yang turun 0,13%.

Saham yang menjadi pemimpin top gainers yaitu Indospring (INDS) yang menanjak 24,52% ke Rp 4.825. Diikuti, Centris Multi Persada (CMPP) yang menguat 22,58% ke Rp 570, dan Ratu Prabu Energi (ARTI) yang naik 16,85% ke Rp 520.

Astra Internatioanal (ASII) menjadi pemimpin anggota MSCI indeks yang menanjak siang ini dengan penguatan 2,02% ke Rp 58.100, dan United Tractor (UNTR) yang menguat 2% ke Rp 22.900.

Saham yang terjungkal ke posisi top losers adalah Sona Topas Tourism (SONA) yang terkoreksi 12,99% ke Rp 3.350 dan Duta Pertiwi (DUTI) yang menurun 9,18% ke RP 1.930. Anggota MSCI indeks yang tergeser ke zona merah adalah Bumi Resources (BUMI) dengan koreksi sedalam 1,38% ke Rp 3.575 dan HM Sampoerna (HMSP) yang melemah 0,90% ke Rp 27.600.

Cermati Saham Bakrie, Tambang dan Bank

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Penguatan indeks siang ini akan berlanjut hingga penutupan. Saham yang bisa dicermati berasal dari grup Bakrie, sektor perbankan dan tambang.

Pengamat pasar modal Irwan Ariston Napitupulu memperkirakan, pergerakan indeks saham domestik hingga penutupan sore nanti akan menguat. “Indeks akan bergerak dalam kisaran support 3.800 dan 3.820 sebagai level resistance-nya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (11/5).

Menurutnya, level tertinggi di sesi pertama mencapai 3.821. Artinya, indeks masih berada di area resistance. Alhasil, IHSG sudah kembali dalam tren bullish setelah bursa global juga berada dalam pembalikan arah menguat.

Apalagi jika bursa Eropa siang ini dibuka positif atau tidak mengalami penurunan signifikan. Selain faktor regional, indeks juga mendapat dukungan dari aktifnya pergerakan saham-saham di grup Bakrie sehingga mendorong penguatan saham-saham lain. Secara teknikal, saham-saham di grup Bakrie belum bergerak banyak.

Sebab, dikatakan Irwan, pada saat saham-saham lain sudah mencapai puncaknya pascakrisis 2008, saham-saham grup Bakrie, belum kembali ke level puncak sebelum krisis 2008. “Karena itu, sekarang pasar melihat bahwa sudah saatnya masuk di grup Bakrie setelah level resistance ditembus,” tuturnya.

Karena itu, trader atau pelaku pasar mulai agresif melakuakan perburuan di saham-saham Bakrie dan jadi trigger bagi saham di sektor perbankan. Saham-saham di sektor ini pun sudah mulai bangkit dari level buttom-nya. “Karena itu, saham-saham di grup Bakrie dan perbankan jadi trigger market hari ini,” ucapnya.

Akibatnya, transaksi di saham-saham pertambangan pun sudah mulai meningkat. Kondisi itu, tampak dari transaksi di bursa yang semakin ramai.

Dalam situasi ini, Irwan menyarankan untuk menghindari saham-saham gorengan lapis dua dan tiga kecuali yang memiliki fundamental kuat. “Pelaku pasar lebih baik fokus pada saham-saham grup Bakrie, perbankan, dan pertambangan,” tandas Irwan.

Saham-saham pilihannya adalah semua saham di grup Bakrie kecuali PT Bakrie Telecom (BTEL). Kemudian saham bank PT Bank Mandiri (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Bank Negara Indonesia (BBNI) dan PT Bank Central Asia (BBCA).

Lalu, PT Adaro Energy (ADRO), PT Tambang Bukit Asam (PTBA), PT International Nickel Indonesia (INCO), PT Astra Internasional (ASII) dan PT United Tractors (UNTR).

Dia merekomendasikan buy dan hold bagi saham-saham yang sudah murah di antara saham-saham tersebut. Sedangkan saham-saham yang mendekati area resistance lebih baik trading buy. “Perhatikan juga level profit taking sebab setelah naik akan terjadi cooling down,” kata Irwan. [ast]

Sesi I Inflasi China Melambat, IHSG Melaju 19 Poin

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju 19 poin terbawa arus penguatan bursa-bursa regional setelah melambatnya inflasi China akibat surplus perdagangan yang naik tinggi.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka menguat tipis 5,121 poin (0,13%) ke level 3.805,641. Penguatan indeks didorong penguatan bursa global dan regional.

Secara perlahan indeks terus mendaki sepanjang perdagangan sesi I hingga menyentuh level tertingginya di 3.823,039. Saham-saham berbasis komoditas kembali menjadi incaran investor.

Pada penutupan perdagangan sesi I, Rabu (11/5/2011), IHSG melaju 19,177 poin (0,50%) ke level 3.819,697. Sementara Indeks LQ 45 menguat 5,004 poin (0,73%) ke level 682,114.

Banyaknya sentimen positif yang beredar membuat investor semakin percaya diri memburu saham. Selain itu, posisi IHSG yang sudah oversold membuatnya berpotensi naik cukup tinggi.

Tak hanya investor lokal, pemodal asing pun tak mau ketinggalan dalam memburu saham-saham yang sudah murah akibat profit taking pada perdagangan beberapa hari lalu.

Saham-saham properti dan infrastruktur menjadi pemberat indeks siang ini. Sementara indeks sektoral lainnya masih melenggang di zona hijau dipimpin oleh sektor agrikultur.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 70.566 kali pada volume 6,092 miliar lembar saham senilai Rp 2,427 triliun. Sebanyak 129 saham naik, 77 saham turun, dan 107 saham stagnan.

Inflasi China melambat pada April 2011 menjadi 5,3% dibandingkan bulan Maret lalu sebesar 5,4% akibat necara perdaganganya yang surplus. Sentimen positif ini cukup mengajak bursa-bursa regional berjalan ke zona hijau.

Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai naik tipis 3,69 poin (0,13%) ke level 2.894,33.
  • Indeks Hang Seng naik 69,21 poin (0,30%) ke level 23.405,21.
  • Indeks Nikkei 225 menguat 45,76 poin (0,47%) ke level 9.864,52.
  • Indeks Straits Times bertambah 14,24 poin (0,45%) ke level 3.170,50.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Astra Internasional (ASII) naik Rp 1.150 ke Rp 58.100, Indospring (INDS) naik Rp 950 ke Rp 4.825, United Tractor (UNTR) naik Rp 450 ke Rp 22.900, dan Indomobil (IMAS) naik Rp 450 ke Rp 8.950.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Sona Topas (SONA) turun Rp 500 ke Rp 3.350, Sarana Menara (TOWR) turun Rp 300 ke Rp 10.200, Multibreeder (MBAI) turun Rp 300 ke Rp 18.200, dan Malindo (MAIN) turun Rp 250 ke Rp 5.450.

RUPST TBIG setuju membagikan dividen 34,86% dari laba bersih 2010

JAKARTA. PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) akan membagikan dividen sebesar 34,86% atau Rp 113,9 miliar dari laba bersih 2010.

"Jadwal pembayarannya pada 28 Juni 2011," ujar Direktur Keuangan TBIG Helmi Yusman Santoso usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan 2010, Rabu, (11/5).

Pembagian dividen tersebut setara dengan Rp 25 per saham. Asal tahu saja, laba bersih TBIG tahun 2010 sebesar Rp 326,7 miliar.

Importir mulai mengisi stok, harga CPO reli untuk hari yang ketiga

Importir mulai mengisi stok, harga CPO reli untuk hari yang ketiga
KUALA LUMPUR. Minyak sawit atau crude palm oil (CPO) melanjutkan reli untuk hari yang ketiga. Harga CPO terdongkrak kenaikan ekspor Malaysia, yang menjadi sinyal naiknya permintaan di saat importir mulai mengisi stoknya.

Kontrak CPO untuk pengiriman Juli di Malaysia Derivatives Exchange sempat reli 0,8% ke RM 3.283 atau setara US$ 1.102 per metrik ton, dan bergerak ke RM 3.275 hingga pukul 11.18 waktu Kuala Lumpur.

Kemarin, Malaysian Palm Oil Board melaporkan, pengapalan selama April naik ke level tertinggi dalam lima bulan, yaitu naik 7,8% menjadi 1,33 juta ton. Sementara, surveyor Intertek menyebut, dalam 10 hari pertama bulan Mei, ekspor meningkat 16,6% menjadi 323.655 ton.

Analis CIMB Investment Bank Bhd. Ivy Ng menyebut, ekspor diekspektasikan naik karena harga yang lebih menarik bisa mendorong China dan India mengisi stok mereka yang berkurang.

"Mungkin terlihat support di sekitar RM 3.100 per ton dalam waktu dekat, sebagaimana konsumen mungkin akan menambah stok mereka yang tipis. Dan konsumsi minyak sawit lebih banyak seiring harganya yang lebih menarik dibanding harga minyak kedelai," sebutnya, hari ini.

Adapun, kontrak kedelai di Chicago Board of Trade melaju 0,4% ke level US$ 13,435 per bushel. Sementara, minyak kedelai untuk pengiriman bulan yang sama juga naik 0,4% ke 57,02 cent per pound.

Harga emas menanjak setelah inflasi China naik lebih tinggi ketimbang prediksi

Harga emas menanjak setelah inflasi China naik lebih tinggi ketimbang prediksi
SINGAPURA. Kontrak harga emas dan perak kian menanjak tinggi. Pemicunya, lonjakan inflasi di China lebih tinggi ketimbang prediksi serta kecemasan akan krisis utang di Eropa yang masih jauh dari kata usai.

Pagi tadi, kontrak harga emas untuk pengantaran cepat di Comex, New York, naik 0,5% menjadi US$ 1.523,82 per troy ounce. Pada pukul 11.05 waktu Singapura, kontrak yang sama berada di posisi US$ 1.522,95 per troy ounce.

Lonjakan serupa juga terjadi pada harga perak yang hari ini naik 1,9% menjadi US$ 39,20 per troy ounce.

Sekadar tambahan informasi, data inflasi China yang dirilis hari ini menunjukkan, indeks harga konsumen China pada April naik 5,3%. Angka tersebut melampaui target inflasi empat bulanan pemerintah China. Selain itu, kenaikan tersebut juga melampaui prediksi 30 ekonom yang disurvei Bloomberg yang mematok tingkat inflasi sebesar 5,2%.

Harga minyak masih bergerak mendekati level tertinggi dalam seminggu terakhir

SYDNEY. Kontrak harga minyak dunia kembali mendekati level tertinggi dalam seminggu terakhir di New York. Pasar berspekulasi, banjir Mississippi akan memangkas suplai minyak.

"Pasar minyak sudah mengalami reli dalam dua hari terakhir. Saat ini kemungkinan sudah masuk ke dalam fase konsolidasi. Pasar minyak masih sangat rentan, sehingga sebaiknya investor lebih berhati-hati," jelas Serene Lim, energy and commodity strategist Australia & New Zealand Banking Group Ltd di Singapura.

Catatan saja, pada pukul 14.06 waktu Sydney, kontrak harga minyak untuk pengantaran Juni di New York Mercantile Exchange naik 12 sen menjadi US$ 104 per barel. Kemarin, kontrak yang sama sempat naik US$ 1,33 menjadi US$ 103,88 per barel, yang merupakan level tertinggi sejak 4 Mei lalu. Dalam setahun terakhir, harga minyak sudah melejit sebesar 36%.

Sementara itu, kontrak harga minyak jenis Brent di ICE Futures Europe Exchange London untuk pengantaran Juni naik 0,1% menjadi US$ 117,70 per barel. Kemarin, harga minyak naik 1,5% menjadi US$ 117,63 per barel, yang merupakan level paling tinggi sejak 4 Mei lalu.

Bumi Plc siap tender offer, saham BRAU melayang tinggi

Bumi Plc siap tender offer, saham BRAU melayang tinggi
JAKARTA. Saham PT Berau Coal Energy (BRAU) hari ini mengalami kenaikan. Pada pukul 11.01, saham BRAU tercatat naik 1,85% menjadi Rp 550. Sebelumnya, saham perusahaan batubara ini sempat melonjak 3,7% menjadi Rp 560.

Aksi beli yang melanda BRAU seiring aksi korporasi perusahaan. Rumor yang beredar di pasar, Bumi Plc mendapat pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melaksanakan penawaran tender sebanyak 9,74% saham BRAU.

Dikabarkan, Bumi Plc siap membeli saham BRAU pada harga Rp 540 per saham, dengan nilai transaksi Rp 1,83 triliun.

Menguat, Emas Terkerek Krisis Utang Yunani

SINGAPURA - Harga emas bergerak menguat untuk keempatkalinya seiring penguatan harga minyak akibat kekhawatiran krisis utang Yunani.

Seperti dikutip dari Reuters, Rabu (11/5/2011), harga emas di pasar spot naik 0,2 persen menjadi USD1.517,94 per ounce. Pada tiga sesi perdagangan sebelumnya, harga emas ini selalu menguat. Sementara di pasar berjangka harga emas sedikit bergerak ke USD1.518,30.

Harga perak di pasar spot naik 0,9 persen menjadi USD38,78 per ounce. Ini merupakan kenaikan untuk keempat kalinya. Sementara di COMEX, harga perak naik 0,8 persen menjadi USD38,77.

Yunani sebelumnya membantah kabar yang menyebutkan pihaknya mengkaji pinjaman sebesar 60 miliar euro untuk dana talangan dari international lender dengan bunga yang tinggi. Hal itu karena munculnya kekhawatiran Yunani harus melakukan restrukturisasi tanpa bantuan Uni Eropa.

Harga minyak mentah di pasar berjangka menguat ke kisaran USD104 per barel setelah
naik USD1,33 pada sesi sebelumnya. Menguatnya harga minyak ini didukung oleh kekhawatiran banjir bisa menghantam kilang Gulf Coast, AS serta kekhawatiran atas tingginya permintaan minyak China.
(wdi)

25 Saham Masuk Indeks Sri Kehati Mei-Oktober 2011

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Sebanyak 25 saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) masuk dalam indeks harga saham SRI KEHATI periode Mei-Oktober 2011.

Adapun 25 saham tersebut antara lain saham
  1. PT Adhi Karya Tbk (ADHI),
  2. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM),
  3. PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI),
  4. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA),
  5. PT Bank Danamon Tbk (BDMN),
  6. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI),
  7. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI),
  8. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI),
  9. PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB),
  10. PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP),
  11. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF),
  12. PT Indosat Tbk (ISAT),
  13. PT Jasa Marga Tbk (JSMR),
  14. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF),
  15. PT Medco Energi International Tbk (MEDC),
  16. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS),
  17. PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP),
  18. PT Semen Gresik Tbk (SMGR),
  19. PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA),
  20. PT Timah Tbk (TINS),
  21. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), dan
  22. PT XL Axiata Tbk (EXCL).

Ke-25 saham ini dipilih dengan melalui dua tahap penyaringan. Dalam indeks Sri Kehati biasa terdiri dari 25-30 saham yang terpilih. Ketua Dewan Pembina Kehati Ismid Hadad mengatakan, indeks Sri Kehati untuk mendorong usaha-usaha berkelanjutan bagi para emiten di bursa. Dengan indeks ini diharapkan perhatian investor tak lagi hanya mengacu pada aspek finansial tapi juga secara fundamental bagi perusahaan untuk tujuan investasi jangka panjang dan menengah.

Selain itu, indeks ini dapat menjadi acuan untuk membentuk portofolio investasi di saham-saham emiten memiliki penilaian baik dalam Sri maupun bagi investor jangka panjang dan menengah. Ismid menambahkan, indeks Sri Kehati juga digunakan oleh pihak lain sebagai acuan bagi produk derivatif seperti ETF saham emiten SRI. "Indeks ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi untuk meningkatkan pembangunan berkelanjutan di Indonesia dengan prinsip berkelanjutan yang merupakan bagian dari ekonomi hijau," tambah Ismid, Rabu (11/5).

Seperti diketahui, KEHATI bersama dengan BEI telah menerbitkan Indeks Sri Kehati pada Juli 2009. Penerbitan indeks ini untuk mendorong para emiten tak hanya menciptakan laba tetapi juga melakukan upaya pembangunan berkelanjutan yang berbasiskan pada enam fundamental yaitu pelestarian lingkungan, masyarakat, corporate governance, human rights, business behavior, labour, dan decent work. [cms]

Asing Kurangi Kepemilikan di BNBR

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Investor asing mengurangi kepemilikannya di PT Bhakrie & Brothers Tbk (BNBR) dari 50,09 miliar saham menjadi hanya 49,2 miliar saham.

Sementara investor lokal justru menaikkan kepemilikannya di BNBR dari 43,62 miliar saham menjadi 44,52 miliar saham. Dari data publikasi perseroan dijelaskan, untuk pemodal nasional, perorangan memiliki 29,77% dari 22.411 orang, sedang Yayasan 17,73% dari sebanyak 472 yayasan.

Sementara, untuk pemodal asing, perorangan memiliki 0,2344% dari 170 investor, dan badan usaha memiliki 52,26% dari 378 institusi.

Naik signifikan, saham ADMG disuspen mulai hari ini

JAKARTA. Perdagangan saham PT Polychem Indonesia Tbk (ADMG) di Bursa Efek Indoensia dihentikan sementara (suspensi) mulai Rabu (11/5) ini.

Pasalnya, telah terjadi kenaikan harga yang signifikan pada saham ADMG sebesar Rp 335 per saham atau sekitar 163,41%, terhitung sejak 29 April hingga 10 Mei 2011. Hingga kemarin, ADMG bertengger di level Rp 540 per saham.

Suspensi di pasar Reguler dan Pasar Tunai dilakukan sebagai upaya cooling down. "Guna memberi waktu bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam mengambil setiap keputusan investasi di saham ADMG," ujar Kepala Divisi Perdagangan Saham Andre P.J. Toelle, dalam keterbukaan informasi BEI, hari ini.

Hanson Beli 60% Saham Usahaprima Bhaktiputera

Medium
INILAH.COM, Jakarta - PT Hanson International Tbk (MYRX) telah melakukan pengikatan jual beli saham dengan PT Usahaprima Bhaktiputera pada 27 April 2011.

Dalam hal ini dijelaskan, perseroan telah membeli 60% atau 75.000 saham di PT De Petroleum International (perusahaan terafiliasi dengan perseroan).

Setelah rencana ini mendapat persetujuan dari pemegang saham pada RUPSLB yang akan dilakukan dalam waktu dekat, perseroan segera melakukan Akte Jual Beli dengan PT Usahaprima Bhaktiputera.

Optimisme UNTR meski terkendala pasokan

Optimisme UNTR meski terkendala pasokan
JAKARTA. PT United Tractors Tbk (UNTR) melewati kuartal pertama tahun ini dengan kinerja memuaskan. Dibandingkan dengan hasil di kuartal pertama tahun lalu, pendapatan bersih emiten itu tumbuh 45,1% menjadi Rp 12,65 triliun. Sedang laba bersih naik 43,3% menjadi Rp 1,30 triliun.

Lebih dari separuh pendapatan anak usaha PT Astra International Tbk (ASII) tersebut berasal dari unit usaha alat-alat konstruksi. Sampai Maret, UNTR menjual 2.207 unit alat berat merek Komatsu, atau naik 81% dari periode yang sama tahun lalu.

Komatsu menguasai 54% pangsa pasar alat berat di Indonesia. Target penjualan tahun ini sebanyak 7.000 unit.

Analis Indo Premier Securities Chichen T. N. dan analis Danareksa Sekuritas Peter P. Sutedja ragu, target tersebut dapat dicapai. Alasannya, pabrik Komatsu di Jepang belum sepenuhnya pulih sejak dilanda gempa sehingga dikhawatirkan ada kekurangan pasokan. Prediksi Chichen dan Peter, penjualan UNTR tahun ini hanya 5.800 unit.

Namun, pasokan sepertinya tidak akan menjadi kendala jika rencana Komatsu merelokasi seluruh produksinya ke Indonesia benar terealisasi. UNTR bisa terbebas dari ketergantungan pasokan.

"Berkaca dari kuartal pertama, potensi penjualan alat berat masih bisa naik terus asal persediaannya ada," kata Budi Rustanto, Analis Valbury Asia Securities, Selasa (10/5). Budi menghitung, relokasi bisa menambah penjualan alat berat UNTR 10%-15%.

Akuisisi tambang baru

Di samping itu, UNTR tengah menyiapkan akuisisi perusahaan tambang batubara. Konsesi yang dibidik adalah tambang batubara di Kalimantan Tengah.

Budi menilai, kontribusi unit usaha pertambangan terhadap pendapatan UNTR sebenarnya tidak terlalu besar, hanya 10,5% di kuartal pertama tahun ini. UNTR melalui anak usahanya, PT Pama Persada (Pama) menjalankan dua konsesi tambang dengan total volume penjualan mencapai sekitar 1 juta ton di kuartal pertama atau naik 35% secara year-on-year.

Budi memprediksi, kontribusi unit usaha pertambangan tahun ini relatif datar, sebesar 10%-15%. "Pengaruh akuisisi tambang baru terasa dua-tiga tahun lagi," kata Budi.

Dia menilai strategi pendanaan melalui rights issue merupakan strategi yang tepat, sebab perusahaan punya tingkat utang yang sehat dan fleksibel untuk berekspansi.

Berdasarkan proyeksi Budi, pendapatan UNTR bisa naik menjadi Rp 44,06 triliun tahun ini, dan laba bersihnya naik menjadi Rp 4,85 triliun. Rasio price to earning (PE) diprediksi 17,1 kali.

Chichen meramal, volume batubara Pama tahun ini bisa meningkat menjadi 4,5 juta ton dari 3,7 juta ton tahun lalu. Pendapatan dan laba bersih UNTR tahun ini bisa naik menjadi Rp 42,30 triliun dan Rp 4,19 triliun. Target harga yang ia patok mencerminkan rasio PE 22,3 kali dan rasio EV/EBITDA 11,1 kali.

Proyeksi pendapatan dan laba bersih Peter Rp 41,99 triliun dan Rp 4,82 triliun, dengan rasio PE tahun 2011 dan 2012 16,9 kali-13,8 kali.

Merujuk ke prospek UNTR, Chichen dan Budi kompak memberi rekomendasi buy dengan target harga Rp 26.000. Rekomendasi Peter hold dengan target Rp 24.500. UNTR, kemarin, turun 0,67% menuju Rp 22.300 per saham.

Faktor Teknikal Lebih Tentukan Arah BUMI

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Laju saham BUMI, Rabu (11/5) diprediksi naik setelah tembus level psikologis Rp3.475. Kenaikan kembali harga minyak ke atas US$100 per barel juga menjadi amunisi untuk mengejar target Rp4.000. Trading buy!

Pengamat pasar modal dari Capital Bridge Indonesia Aji Martono mengatakan, potensi penguatan saham PT Bumi Resources (BUMI) hari ini terutama karena faktor teknikal. Menurutnya, rule of the game teknikal sebelumnya, saham BUMI sangat susah tembus resistance Rp3.475. Setelah ditembus, level tersebut menjadi support saat in.

Memang Aji mengakui, sebelumnya, saham batu bara thermal ini sempat melemah ke level Rp3.525, tapi tekanan tersebut tidak begitu lama. Karena itu, terjadi bargaining position dan kemarin naik 3 poin ke level Rp3.625. “Saham BUMI mengarah ke level resistance Rp3.825 dan Rp3.475 sebagai level support-nya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Selasa (10/5).

Pada perdagangan Selasa (10/5) saham BUMI ditutup menguat Rp75 (2,11%) ke level Rp3.625 dibandingkan sebelumnya Rp3.550. Harga intraday tertingginya mencapai Rp3.625 dan terendah Rp3.550. Volume transaksi mencapai 72,3 juta unit saham senilai Rp260,6 miliar dan frekuensi 1.604 kali.

Aji menegaskan, secara tren perdagangan, saham BUMI masih positif dan atraktif dengan kisaran support dan resistance tadi. Di sisi lain, kembali menguatnya harga komoditas terutama minyak mentah dunia yang saat ini berada di level US$102,12 per barel juga menjadi sentiment positif bagi BUMI.

Ini juga jadi amunisi bagi pasar untuk mengejar target penguatan BUMI berikutnya ke level Rp4.000. “Level ini masih bisa terjadi,” ucapnya. Apalagi, lanjutnya, dengan volume perdagangan yang sangat besar pada perdagangan kemarin, penguatan masih berpeluang berlanjut di saham BUMI.

Lebih jauh dia menjelaskan, pergerakan saham BUMI lebih dominan dipicu oleh faktor teknikal. Sementara itu, rencana masuknya Vallar Plc ke saham ini hingga 51% tidak serta merta memicu penguatan saham ini. “Sebab, masuknya Vallar pun tak sporadis,” tukasnya.

Lalu, Aji juga melihat, hampir semua saham di grup Bakrie mengalami penguatan. Di antaranya, PT Bakrie and Brothers (BNBR), PT Energi Mega Persada (ENRG), PT Bakrieland Development (ELTY), PT Bakrie Sumatera Plantation (UNSP) dan PT Darma Henwa (DEWA).

Artinya, semua saham di grup Bakrie berada dalam up trend. “Tapi, BUMI bukan jadi motor penggerak di grup Bakrie. Karena itu, faktor teknikal lebih menentukan arah saham BUMI ke depannya dibandingkan faktor sentiment grup,” paparnya.

Dia menegaskan, penguatan saham-saham di grup Bakrie, bukan karena faktor BUMI melainkan faktor agenda-agenda masing-masing emiten. “Saya melihat, trading buy sangat memungkinkan di saham BUMI,” imbuh Aji. [mdr]

Vallar Resmi Miliki 75% Saham di Berau

Medium
INILAH.COM, Jakarta - Vallar Investments UK Limited resmi memiliki 26,175 miliar saham di PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) atau setara dengan 75% saham.

Dalam surat penawaran tender yang diumumkan Vallar Rabu (11/5) ini disebutkan harga saham BRAU yang diambilalih Vallar ini sebesar Rp540 per saham, sehingga total pembelian saham mencapai US$1.584 juta.

Dari dana hasil penjualan saham BRAU tersebut, sebesar US$739.100.230 secara tunai untuk pembayaran 35% dari seluruh modal yang ditempatkan dan disetor dalam BRAU (sekitar US$639 juta dibayarkan ke pemegang saham BRAU dan US$100 juta dibayar ke Bumi Resources Tbk sebagai pembayaran sebagian utang yang dimiliki pemegang saham BRAU ke BUMI. Selanjutnya, sekitar 52,3 juta saham Vallar Plc, perusahaan induk dari Pihak Yang Menawarkan, yang diterbitkan dengan nilai sebesar 10 Sterling per saham untuk pembayaran 40% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor dalam BRAU (sekitar 27,8 juta saham baru dengan hak suara dalam Vallar Plc telah dialokasikan dan diterbitkan kepada pemegang Saham Penjual dan 24,5 juta saham dengan hak suara yang ditunda dalam Vallar Plc telah dialokasikan dan diterbitkan kepada Long Haul Holdings Ltd berdasarkan perjanjian antara Pemegang Saham Penjual dan Long Haul Koldings Ltd).

BEI Awasi Pergerakan Saham SONA

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) saat ini tengah mengawasi pergerakan saham PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA).

Hal ini disampaikan Dirut BEI Ito Warsito dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (11/5). Disebutkan, pengawasan terhadap saham ini saham SONA ini dilakukan karena telah terjadi peningkatan harga dan aktifitas transaksi saham yang di luar kebiasaan dibandingkan periode sebelumnya (Unusual Market Avtivity/UMA).

Terkait dengan kondisi tersebut, BEI meminta para investor untuk memperhatikan jawaban perseroan atas permintaan konfirmasi Bursa. Selain itu para investor juga diminta untuk mencermati kinerja perseroan dan keterbukaan informasinya.

Perseroan juga diminta untuk mengkaji kembali rencana aksi korporasi jika belum mendapatkan persetujuan RUPS.

Data Ekonomi China Dongkrak Saham Asia

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Saham Asia dibuka menguat tipis Rabu (11/5), karena data China yang kuat meningkatkan harapan tentang prospek pasar global dan pasar AS yang positif didukung ekspektasi pertumbuhan pendapatan perusahaan.

Mengutip Reuters, CNBC Asia FTSE 100 Index, yang mengukur pasar di seluruh Asia, naik 0,6 persen. Nikkei Jepang naik dibantu oleh keuntungan saham AS, sementara saham komoditas naik tajam karena kenaikan harga minyak dan emas. Nikkei N225 naik 0,9 persen menjadi 9.908,77, sedangkan yang lebih luas Topix naik 0,8 persen menjadi 863,63. Saham mobil Suzuki naik 2,4 persen setelah mengatakan laba bersih naik 56 persen pada tahun bisnis sampai Maret 2011, didukung oleh penjualan mobil yang cepat di India dan pasar Asia lainnya.

Saham Seoul dibuka lebih tinggi akibat data kuat Cina mengangkat sentimen ekonomi dan prospek ekonomi global, yang mengangkat pasar AS. Saham kilang minyak mentah memimpin penguatan indeks, dengan S-Oil, kilang minyak No.3 negara ini, naik 5 persen. Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) naik 0,86 persen ke 2.157,62.

Saham Australia naik pada awal perdagangan, dengan dampak kecil dari anggaran pemerintah Australia yang dirilis pada Selasa malam. Industri bahan bangunan Boral dan department store Myer dan kelompok David Jones naik setelah mereka menegaskan kembali proyeksi keuntungan meskipun dalam kondisi sulit.

Saham Extract Resources melonjak 10,4 persen setelah China Guangdong Nuclear Power (CGNPC) menawar Kalahari Mineral. Kalahari memiliki 43 persen dari ekstrak. Data inflasi Cina Rabu bisa menyebabkan langkah pengetatan yang akan melukai permintaan untuk logam. Benchmark S & P / ASX 200 indeks naik 52,3 poin menjadi 4.778,1. Patokan saham Selandia Baru NZX 50 indeks naik 0,5 persen menjadi 3.547,7.

Indosurya: Investor harus waspada jika penguatan kemarin hanya sesaat

JAKARTA. Indosurya Securities memprediksi, pada perdagangan Rabu (11/5), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan berada pada support 3.775-3.787. Sementara, level resistance berada di kisaran 3.807-3.814.

Menurut Managing Research Indosurya Reza Priyambada, secara teknikal, candle IHSG yang mengalami tren pelemahan berhasil ditahan dengan terbentuknya candle positif dan didukung oleh kenaikan volume.

"Sebelumnya IHSG membentuk candle spinning tops yang menggambarkan ketidakpastian arah pasar namun, dengan terbentuknya candle positif sehingga terdapat pola piercing line dimungkinkan untuk terjadinya pembalikan arah," jelasnya.

Dia menambahkan, MACD masih bergerak turun dengan terbentuknya histogram negatif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic masih mencoba bergerak lebih turun lagi agar berada di bawah batas overbought namun, sedikit tertahan.

Penguatan kemarin menahan IHSG untuk bergerak melemah lebih jauh lagi. Meski IHSG telah menguat namun, investor asing masih mencatatkan nett sell. Investor tetap mewaspadai bila penguatan yang terjadi kemarin hanya sesaat. "Investor bisa pilih saham-saham yang secara teknikal sudah mendekati area oversold yang nantinya akarne bound," jelasnya.

Jual saham, KBLV meraih modal ekspansi Rp 2,35 triliun

JAKARTA. PT First Media Tbk (KBLV) tengah menyiapkan sejumlah aksi korporasi. Dari aksi korporasi ini perusahaan penyedia jasa televisi berbayar ini berharap bisa mendapat dana untuk pengembangan usaha.

KBLV akan menggelar tiga aksi korporasi. Ketiga rencana itu sudah mendapat persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). "Dari ketiga total transaksi KBLV akan mendapat dana segar sebesar Rp 2,35 triliun," kata Irwan Djaja, Chief Financial Officer KBLV, Selasa (10/5).

Sumber pendanaan KBLV yang pertama adalah penjualan saham baru yang diterbitkan anak usahanya, PT Link Net. KBLV juga sudah menetapkan calon pembeli, Asia Link Holdings Ltd. Ini adalah anak usaha CVC Capital Partners Asia Pasific III LP dan CVC Capital Partners Asia Pasific III Paralel Fund.

Asia Link akan membeli 33,94% saham baru yang diterbitkan Link Net, senilai Rp 1,63 triliun. Link Net juga memberi opsi pada Asia Link untuk membeli saham tambahan hingga total 49% saham. Saat ini Asia Link memilih tak mengambil opsi tersebut.

KBLV juga akan menerbitkan obligasi dengan total nilai Rp 722,31 miliar. Asia Link juga yang menjadi pembeli obligasi bertenor lima tahun ini. Nantinya, Asia Link bisa mengonversi obligasi jadi kepemilikan saham.

Transaksi ketiga adalah penjualan saham baru yang diterbitkan PT First Media Television (FMTV). Anak usaha KBLV ini akan menerbitkan 20% saham baru senilai Rp 1 miliar. Pembeli saham ini juga Asia Link.

Penjualan saham baru ini akan mengubah susunan pemegang saham FMTV. KBLV yang semula memiliki 99,99% saham FMTV, setelah transaksi ini hanya akan menguasai 80% saham.

Manajemen KBLV menjelaskan, dana hasil aksi korporasi tersebut akan digunakan untuk belanja modal alias capital expenditure (capex). Besar dana yang akan dijadikan capex mencapai US$ 40 juta- US$ 50 juta, atau sekitar Rp 348 miliar-Rp 435 miliar.

Sebagian besar capex akan digunakan untuk penambahan kabel. "Sisanya untuk pengembangan teknologi informasi," jelas Irwan. Tapi ia menolak menjelaskan porsi masing-masing investasi.

KBLV menargetkan tahun ini kabel milik KBLV bisa melewati 140.000-150.000 rumah lagi. Perusahaan ini mengincar kawasan Jabodetabek.

Penambahan jumlah kabel ini akan berpengaruh terhadap jumlah pelanggan. "Kami sudah adakan studi dan riset untuk daerah-daerah yang kami anggap berpotensi," tandas Irwan. Tahun ini KBLV menargetkan pendapatan Rp 1 triliun.

Salim Ivomas dan Buana Listya siap masuk bursa

JAKARTA. Tak lama lagi, Bursa Efek Indonesia (BEI) akan kedatangan wajah-wajah baru. Dua di antara rombongan emiten baru itu adalah PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP). Saham anak usaha PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) ini mulai diperdagangkan di bursa pada 9 Juni 2011 nanti.

Salim Ivomas sudah menetapkan harga perdana sahamnya berkisar Rp 1.060-Rp 1.700 per saham. SIMP akan menawarkan 3,16 miliar saham, atau setara 20% dari total saham perseroan ini. Artinya, dari proses initial public offering (IPO) ini, SIMP bisa menjaring dana segar Rp 5,3 triliun.

Analis menilai harga saham perdana perusahaan yang memproduksi minyak goreng Bimoli ini sebenarnya cukup tinggi. Iman Rachman, Direktur Investment Banking Mandiri Sekuritas menuturkan harga perdana tersebut mencerminkan price to earning (PE) 10 kali-16 kali.

Padahal PE industri untuk sektor yang sama hanya 13 kali. "Jaraknya memang dibuat lebar, karena perusahaan memiliki bisnis dari hulu ke hilir untuk kelapa sawit," jelas Iman di Jakarta, Selasa (10/5).

Viviet S. Putri, Analis Riset Senior Anugerah Securindo Indah, menuturkan harga yang dipatok Ivomas termasuk mahal. Karena itu, ia memperkirakan harga perdana SIMP akan berada di kisaran tengah, sesuai dengan PE industri.

Salim Ivomas berencana menggunakan 50% dana hasil IPO untuk membiayai divisi perkebunan. Dana tersebut antara lain akan digunakan untuk program penanaman baru dan pemeliharaan tanaman serta pembangunan fasilitas pengolahan plus sarana dan prasarana.

Selain itu, perusahaan ini mengalokasikan 10% dana IPO untuk membiayai divisi minyak dan lemak nabati. Dana ini terutama akan digunakan untuk penambahan fasilitas produksi dan pembelian kapal.

Sisa dana IPO akan digunakan membayar utang ke perbankan. Wakil Presiden Direktur SIMP Paulus Moleonoto menyatakan utang bank yang akan dilunasi US$ 200 juta. "Itu utang saat mengakuisisi LSIP, kami dapatnya dari perbankan lokal dan asing," ujar dia.

Ivomas menganggarkan belanja modal Rp 2,2 triliun tahun ini. Sebagian besar belanja modal akan dialokasikan dari dana IPO.

Mendapat efektif

Sebelum SIMP masuk ke bursa, PT Buana Listya Tama Tbk (BULL) lebih dahulu mencatatkan sahamnya di BEI. Perusahaan perkapalan ini menargetkan sahamnya bisa mulai diperdagangkan 23 Mei nanti.

Kemarin, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) sudah memberi pernyataan efektif pada perusahaan pelayaran ini. "Kami segera melaksanakan proses masa penawaran umum saham perdana pada seluruh calon investor dan masyarakat umum," ungkap Vicky Ganda Saputra, Direktur Eksekutif Danatama Makmur, penjamin pelaksana IPO BULL.

Dari IPO ini BULL akan memperoleh dana segar sekitar US$ 120 juta plus sekitar US$ 66 juta dari penerbitan waran. Dana tersebut akan dialokasikan untuk mengembangkan bisnis FSO/FPSO dan jasa logistik energi lainnya. Saat ini anak usaha PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA) ini sudah memiliki dua kapal FSO/FPSO.

BULL juga memiliki tiga kapal tanker minyak yang bisa dikonversi menjadi FSO/FPSO. Ketiga kapal tersebut sudah berbendera Indonesia, sehingga sesuai dengan prinsis asas cabotage.

Henrianto Kuswendi, Presiden Direktur BULL menyatakan, perusahaan yang dipimpinnya akan masuk ke bisnis logistik batubara. Pada Desember 2010, BULL sudah menandatangani kontrak dengan PT Baturona Adimulya untuk penyediaan terminal terapung batubara (floating offshore coal terminal and storage).

BULL menetapkan harga saham perdana Rp 155. Harga itu mencerminkan PE sebesar 9,15 kali. Harga ini termasuk murah bila dibandingkan dengan PE perusahaan sejenis di tingkat global. Rata-rata PE perusahaan sejenis berkisar 16,6 kali.

Perjelas Akuisisi, KPI Panggil Lagi EMTK dan Indosiar Rabu

Jakarta - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) akan memanggil PT Indosiar Karya Media Tbk (Indosiar) dan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) terkait akuisisi Indosiar oleh EMTK, pemilik stasiun televisi SCTV. Pemanggilan ini untuk melengkapi pendapat hukum (legal opinion) KPI yang substansinya telah selesai dibuat Selasa pekan lalu.

"Kita akan pangggil mereka EMTK dan Indosiar kalau memungkinkan untuk menjelaskan (proses akuisisi ini) Rabu ini,"kata Komisioner KPI Pusat Mochammad Riyanto saat dihubungi wartawan, Rabu (11/5/2011).

Untuk memperjelas masalah akuisisi ini, KPI juga akan mengundang pihak Kementerian Kominfo dan Bapepam-LK

"Kita perlu kecermatan hukum, karena ini adalah otoritas hukum yg berbeda antara bapepam, kominfo dan KPI. Kita akan undang mereka untuk membuka filing itu lagi yang sampai pada akar-akarnya,"jelasnya.

KPI, lanjutnya akan mengawal akuisisi Indosiar ini agar tidak terjadi pemusatan kepemilikan seperti yang diatur dalam peraturan perundangan.

"Kami secara reasonable dalam konteks pengembangan industri penyiaran memahami perlu ada penambahan investasi kalau memang kondisinya lembaga penyiaran itu dalam kondisi bagaimana itu perlu menjadi analisis kami,"pungkasnya.

Seperti diketahui, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) selaku induk PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) berniat mengakuisisi PT Indosiar Karya Media Tbk (IDKM). EMTK berniat untuk melakukan gadai saham SCTV dan meningkatkan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) alias private placement untuk rencana akuisisi Indosiar itu.

Dana hasil gadai saham dan private placement itu akan digunakan EMTK untuk membiayai tender offer saham Indosiar di kisaran harga Rp 900-1.040 per lembar. Tender offer ini akan dilakukan usai pembelian 551.708.684 (27,24%) saham Indosiar dari PT Prima Visualindo (PV) senilai Rp 496,5 miliar. Sementara tender offer dilakukan atas 1,473 miliar (72,76%) dari total saham Indosiar.

Namun proses akuisisi itu tidak berjalan mulus dan berpotensi melanggar hukum karena adanya larangan penguasaan lebaga penyiaran oleh satu pihak. Hal itu didasarkan pada Pasal 18 ayat (1) Undang-undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran mengatur bahwa "pemusatan kepemilikan dan penguasaan Lembaga Penyiaran Swasta oleh satu orang atau satu badan hukum, baik di satu wilayah siaran maupun di beberapa wilayah siaran, dibatasi".

Home Video Tekan Laba Disney 1%

Headline
INILAH.COM, Chicago - Walt Disney Co mengatakan laba kuartal kedua fiskal turun 1% atas kegagalan film "Mars Needs Moms” dan perbandingan sulit dengan periode yang sama tahun lalu yang mendapat hasil signifikan dari home-video film pertama "Toy Story".

Keuntungan konglomerat media tersebut jatuh jauh dari ekspektasi analis. Saham Disney ditutup anjlok 3% setelah perdagangan.

Pencapaian kuartal terakhir itu, bagaimanapun, mencerminkan peningkatan penjualan iklan di ESPN dan stasiun yang dimiliki dan dioperasikan perusahaan televisi. Disney juga mengatakan bahwa iklan penjualan kuat pada kuartal saat ini, namun perbandingan dengan tahun sebelumnya akan menjadi lebih sulit pada paruh kedua tahun fiskal.

Disney mengatakan memperoleh US$ 942 juta atau 49 sen per saham, dibandingkan laba tahun lalu sebesar US$953 juta atau 48 sen per saham. Sementara penjualan naik 6% menjadi US$ 9,08 miliar. Analis yang disurvei Thomson Reuters mengharapkan keuntungan 57 sen per saham pada pendapatan sebesar US$ 9,12 miliar.

Laba usaha pada unit studio-hiburan perusahaan turun 65% menjadi US$ 77 juta. Adapun laba pada kabel Disney dan jaringan siaran dan stasiun televisi naik 17% menjadi US$ 1,52 miliar. Sementara pendapatan dari taman bermain dan resor turun 3%, terhambat oleh gempa dan tsunami di Jepang. [ast]

Data Ekonomi China Dongkrak Saham Asia

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Saham Asia dibuka menguat tipis Rabu (11/5), karena data China yang kuat meningkatkan harapan tentang prospek pasar global dan pasar AS yang positif didukung ekspektasi pertumbuhan pendapatan perusahaan.

Mengutip Reuters, CNBC Asia FTSE 100 Index, yang mengukur pasar di seluruh Asia, naik 0,6 persen. Nikkei Jepang naik dibantu oleh keuntungan saham AS, sementara saham komoditas naik tajam karena kenaikan harga minyak dan emas. Nikkei N225 naik 0,9 persen menjadi 9.908,77, sedangkan yang lebih luas Topix naik 0,8 persen menjadi 863,63. Saham mobil Suzuki naik 2,4 persen setelah mengatakan laba bersih naik 56 persen pada tahun bisnis sampai Maret 2011, didukung oleh penjualan mobil yang cepat di India dan pasar Asia lainnya.

Saham Seoul dibuka lebih tinggi akibat data kuat Cina mengangkat sentimen ekonomi dan prospek ekonomi global, yang mengangkat pasar AS. Saham kilang minyak mentah memimpin penguatan indeks, dengan S-Oil, kilang minyak No.3 negara ini, naik 5 persen. Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) naik 0,86 persen ke 2.157,62.

Saham Australia naik pada awal perdagangan, dengan dampak kecil dari anggaran pemerintah Australia yang dirilis pada Selasa malam. Industri bahan bangunan Boral dan department store Myer dan kelompok David Jones naik setelah mereka menegaskan kembali proyeksi keuntungan meskipun dalam kondisi sulit.

Saham Extract Resources melonjak 10,4 persen setelah China Guangdong Nuclear Power (CGNPC) menawar Kalahari Mineral. Kalahari memiliki 43 persen dari ekstrak. Data inflasi Cina Rabu bisa menyebabkan langkah pengetatan yang akan melukai permintaan untuk logam. Benchmark S & P / ASX 200 indeks naik 52,3 poin menjadi 4.778,1. Patokan saham Selandia Baru NZX 50 indeks naik 0,5 persen menjadi 3.547,7.

Q1 Google Melakukan 15 Akuisisi

Headline
INILAH.COM, San Francisco – Google Inc. mengumumkan pada Rabu (11/5) telah membelanjakan US$141 juta selama kuartal pertama yang berakhir Maret untuk 15 akuisisi dan pembelian aset.

“Akuisisi ini tidak material secara individu atau bersama," kata Google dalam aturan yang berlaku. Situs pencarian internet raksasa ini mengatakan sekitar US$ 54 juta dari total pembelian akan dialokasikan untuk paten dan pengembangan teknologi.

“Hal ini karena hak paten dan teknologi yang dikembangkan memiliki masa manfaat rata-rata 3,7 tahun," kata Google. Perusahaan yang berbasis di Mountain View, California ini telah melaporkan hasil keuangan kuartal pertama bulan lalu. [ast]

Bursa Jepang Naik Di Awal Perdagangan

Headline
INILAH.COM, Sydney – Bursa saham Jepang naik di awal perdagangan Rabu (11/5) karena pelemahan yen terhadap dolar AS mengangkat saham eksportir. Selain apresiasi bursa AS di tengah kesepakatan sektor teknologi.

Indeks Nikkei Stock Average naik 1% ke 9.920,84, dengan Canon Inc. menguat 1,3% dan Honda Motor Co. naik 1,5%. Indeks Topix diperdagangkan menguat 0,7% ke 862,30, sementara dolar berada di 80,98 yen dari sebelumnya di 80,81 yen pada akhir perdagangan Amerika Utara Selasa kemarin.

Saham NEC Corp juga menguat 4,1% karena berhasil menghindar dari kerugian besar beberapa kuartal terakhir, sementara saham Toyota Motor Corp naik 1,7% di tengah penantian laporan keuangan akhir perdagangan nanti. [ast]

Saham Grup Bakrie Bisa Jadi Pilihan

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Bursa saham Indonesia pada Rabu (11/5) diperkirakan akan kembali melemah. Saham grup Bakrie bisa menjadi pilihan investor.

Pengamat pasar modal Willy Sanjaya mengatakan, IHSG hari ini masih berpeluang melanjutkan konsolidasi di bawah level 3.800. “Namun, ada potensi juga indeks akan bergerak menuju new high 3.850,” ujarnya kepada INILAH.COM.

Menurutnya, pelaku pasar masih banyak merealisasikan keuntungan, setelah kenaikan indeks yang dipicu oleh solidnya laporan kinerja emiten sepanjang kuartal pertama 2011. Selain antisipasi pembagian dividen.

Adapun di tengah pasar yang tenang karena konsolidasi blue chip, saham-saham grup Bakrie bergerak aktif, karena sebagian besar belum keluarkan laporan keuangan kuartal pertamanya. “Ekspektasinya B7 akan mengalami pertumbuhan profit, menyusul ENRG yang sudah umumkan kinerja kemarin,” paparnya.

Perbaikan laba emiten di kuartal pertama, langsung berdampak ke valuasi harga saham yang menjadi murah. Sehingga investor dalam kondisi ini disarankan untuk melakukan aksi beli,”Apalagi Mei diperkirakan masih deflasi,” ujarnya.

Beberapa saham yang direkomendasikan adalah Bakrie & Brothers (BNBR), Bakrieland (ELTY) dan Berlian Laju Tanker, yang mendapat katalis dari IPO anak usahanya pada akhir semester pertama 2011.

Pada perdagangan Selasa (10/5), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 15,070 poin (0,39%) ke level 3.800,520. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia didukung volume transaksi sebesar 10,421 miliar lembar saham, senilai Rp 5,024 triliun dan frekuensi 135.965 kali.

Sebanyak 137 saham naik, 103 saham turun, dan 97 saham stagnan. Penguatan IHSG tidak didukung investor asing, yang justru tercatat membukukan nilai transaksi jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp336 miliar. Rinciannya adalah transaksi jual mencapai Rp1,464 triliun dan transaksi beli mencapai Rp1,128 triliun. [mdr]

Wall Street Menguat Didukung Saham Defensif

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Bursa saham Amerika Serikat ditutup naik pada perdagangan saham Selasa (10/5) didukung sektor saham defensif yang dapat memberikan keuntungan kepada pelaku pasar.

Sektor saham defensif ini menjanjikan pertumbuhan keuntungan, pelaku pasar tidak memperhatikan permintaan yang melambat. Pasar saham berpotensi dipengaruhi masalah utang Eropa dan spekulasi harga komoditi. Tetapi pasar menyaring berita negatif dan fokus dengan pemulihan pertumbuhan pendapatan perseroan.

Selain itu, perdagangan China mengalami surplus juga memberikan sentimen positif terhadap pasar saham. Demikian seperti dikutip dari yahoofinance.com

Indeks S&P 500 untuk sektor utilities naik 1,3% pada perdagangan saham Selasa (10/5). Meski sektor ini pertumbuhannya rendah tapi telah naik 5,4% sejak 8 April ketika yield obligasi Amerika Serikat mulai melandai.

Saham Microsoft Corp turun 0,6% ke level US$25,67 setelah mengumumkan merencanakan membeli Skype senilai US$8,5 miliar. Pelaku pasar menilai pembelian tersebut terlalu mahal.
Saham eBay Inc yang naik 2,5% ke level US$33,93. eBay Inc juga memiliki saham di Skype.

Indeks Dow Jones naik 75,68 poin atau 0,60% ke level 12.760,36. Indeks S&P 500 naik 10,87 poin atau 0,81% ke level 1.357,16. Indeks Nasdaq naik 28,64 poin atau 1,01% ke level 2.871,89.

Setelah penutupan, saham Walt Disney turun 2,8% ke level US$42,70 setelah melaporkan pendapatan tidak sesuai harapan.

Terkait berita global, China menyatakan telah mencatatkan surplus perdagangan senilai US$11,4 miliar pada April. Hal ini didukung dari rekor ekspor karena permintaan yang kuat dan impor naik tetapi masih di bawah dari yang diharapkan.

Saham Boston Scientific Corp turun 8,9% ke level US$7,02 setelah CEO Ray Elliot menyatakan akan mengundurkan diri pada akhir tahun 2011. Saham Dean Foods Co naik 11,5% ke level US$12,24 setelah melaporkan keuntungan kuartal melebihi dari yang diharapkan.

Volume perdagangan saham sebesar 6,6 miliar di bursa saham New York, NYSE Amex, dan Nasdaq di bawah rata-rata perdagangan saham sebesar 7,73 miliar saham pada 2011. [hid]

Yen melemah, bursa Jepang menari riang

Yen melemah, bursa Jepang menari riang
TOKYO. Mayoritas saham di bursa Jepang kembali naik. Kondisi itu terjadi setelah yen melemah dan kinerja perusahaan kian positif sehingga mendorong optimisme mengenai perekonomian global.

Pada pukul 09.09 waktu Tokyo, indeks Nikkei 225 Stock Average naik 0,9% menjadi 9.903,76. Sedangkan indeks Topix naik 0,7% menjadi 862,41.

Sejumlah saham yang mempengaruhi pergerakan bursa Negeri Sakura antara lain: Toyota Motor Corp naik 1,2%, Sony Corp naik 1,1%, Sumitomo Rubber Industries Ltd naik 2,8%, dan Mitsui & Co naik 1%.

"Perekonomian global saat ini terus menunjukkan pemulihan. Apresiasi yen yang memberatkan eksportir mulai berhenti sejenak. Kondisi itu mendongkrak pasar saham," jelas Hiroichi Nishi, equities manager SMBC Nikko Securities Inc.

Banjir melanda Missisippi, harga minyak naik ke level tertinggi dalam seminggu

Banjir melanda Missisippi, harga minyak naik ke level tertinggi dalam seminggu
MELBOURNE. Kontrak harga minyak pagi ini ditransaksikan mendekati level tertinggi dalam satu minggu terakhir di New York. Pasar berspekulasi, produksi minyak akan terpangkas seiring banjir yang disebabkan oleh meluapnya Mississippi River.

"Banjir tersebut mempengaruhi suplai minyak sehingga akan terus menekan harga minyak," jelas Phil Flynn, vice president of research PFGBest di Chicago.

Pada pukul 09.10 waktu Sydney, kontrak harga minyak untuk pengantaran Juni di New York Mercantile Exchange naik 0,2% menjadi US$ 104,06 per barel. Kemarin, kontrak tersebut naik US$ 1,33 menjadi US$ 103,88 per barel. Ini merupakan level tertinggi sejak 4 Mei lalu. Dalam setahun terakhir, harga minyak sudah naik sebesar 36%.

Sementara itu, kontrak harga minyak jenis Brent untuk pengantaran Juni naik 1,5% menjadi US$ 117,63 per barel di ICE Futures Europe Exchange di London. Level harga tersebut juga merupakan yang tertinggi sejak 4 Mei lalu.

Harga emas kembali naik seiring kecemasan akan krisis Eropa

Harga emas kembali naik seiring kecemasan akan krisis Eropa
NEW YORK. Kontrak harga emas di New York kemarin malam kembali naik. Pelaku pasar cemas, krisis utang Eropa akan menekan posisi euro sehingga mendongkrak permintaan emas sebagai investasi alternatif.

"Ketidakpastian ekonomi di Uni Eropa dan kecemasan akan utang menjadi fokus utama investor. Dalam jangka pendek, tren harga emas masih akan tetap naik yang didorong oleh tingginya pembelian fisik emas di Asia pada musim kawin," jelas Andrey Kryunchenkov, analis VTB Capital di London.

Catatan saja, kontrak harga emas untuk pengantaran Juni di Comex New York naik US$ 13,70 atau 0,9% ke level US$ 1.516,90 per troy ounce pada pukul 13.50 waktu New York. Dalam tiga hari terakhir, harga emas sudah naik 2,4%, setelah sebelumnya melorot 4,9% pada periode 3 Mei hingga 5 Mei. Pada 2 Mei lalu, harga emas menembus rekor di level US$ 1.577,40 per troy ounce.

Bursa AS melaju akibat kinerja positif dan akuisisi Microsoft

Bursa AS melaju akibat kinerja positif dan akuisisi Microsoft
NEW YORK. Mayoritas saham di bursa AS hari ini ditutup melesat. Kinerja yang melampaui prediksi serta akuisisi Microsoft Corp terhadap Skype Technologies SA mendongkrak optimisme terhadap perekonomian AS.

Pada pukul 16.00 waktu New York, indeks S&P 500 naik 0,8% menjadi 1.357,16. Dalam tiga hari terakhir, indeks acuan ini sudah naik 1,7%. Sedangkan indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,6% menjadi 12.760,36.

Sejumlah saham yang pergerakannya mempengaruhi bursa AS antara lain: Dean Foods Co melompat 11%, Microsoft turun 0,6%, dan Titanium Metals Corp naik 2%.

"Musim laporan kinerja cukup menggembirakan," kata Mark Luschini, chief investment strategit Janney Montgomery Scott LLC.

Tender Offer Vallar Efektif

Logo Vallar. Dok Vallar
JAKARTA - Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) telah memberikan pernyataan efektif kepada Vallar Investment UK Ltd untuk melakukan penawaran tender (tender offer) terhadap saham PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) yang diambil alih sebesar 3,4 miliar lembar pada harga Rp540 per saham.

“(Tender offer) Vallar sudah efektif kemarin (Senin),” kata Kepala Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil Bapepam-LK Anis Baridwan di Jakarta kemarin.

Dengan demikian, tender offer Vallar terhadap saham BRAU sudah aktif sejak awal pekan ini. Adapun harga saham yang ditawarkan senilai Rp540 per saham.

Berdasarkan prospektus perseroan, harga penawaran tender yang dipatok sebesar Rp540 per saham tersebut lebih tinggi dari rata-rata harga saham harian yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) senilai Rp464 per saham. (jerna)
(Koran SI/Koran SI/ade)

Selasa, 10 Mei 2011

Volume penjualan INTP tumbuh 10% di kuartal I 2011

Volume penjualan INTP tumbuh 10% di kuartal I 2011
JAKARTA. PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) menaikkan target pertumbuhan volume penjualan dan pendapatan tahun ini. Jika sebelumnya perseroan mematok target 5%-8%, maka tahun ini INTP optimistis bisa mencapai di atas 10%.

Optimisme INTP ini setidaknya didasarkan pada pencapaian kuartal pertama 2011. Total volume penjualan hingga akhir Maret 2011 tumbuh 10,3% dibandingkan periode sama tahun lalu menjadi 3,482 juta ton.

Direktur Keuangan INTP Tju Lie Sukanto mengungkapkan kenaikan volume penjualan tersebut sejalan dengan permintaan pasar domestik yang meningkat 8,5%. Sukanto menambahkan, proyek-proyek infrastruktur yang marak di tahun ini juga akan ikut mendukung pertumbuhan pasar semen domestik.

Naiknya volume penjualan ikut mendongkrak pendapatan bersih di kuartal pertama 2011 sebesar 15,5% menjadi Rp 2,94 triliun.

Di sisi lain, beban usaha pada kuartal pertama tahun ini lebih tinggi dibandingkan periode serupa tahun lalu. Pasalnya, terjadi kenaikan harga kertas kraft, batubara dan minyak mentah. Namun, hal tersebut
tak sampai menciutkan laba bersih INTP.

Laba bersih INTP selama tiga bulan pertama tahun 2011 tercatat sebesar Rp 865 miliar atau naik 10% dibandingkan periode sama tahun 2010.

Sementara Direktur Utama INTP Daniel Lavalle optimistis dengan pencapaian volume penjualan di kuartal pertama ini serta proyeksi pertumbuhan pasar domestik di kisaran 5%-8%, INTP bisa melampaui target pertumbuhan 10%.

"Kami masih punya kapasitas cukup besar dan distribusi pemasaran yang luas," ujar Daniel.