Selasa, 24 Mei 2011

Rumor CIC bikin saham BORN berlari

JAKARTA. Di tengah pergerakan indeks yang volatile, saham PT Borneo Lumbung Energi (BORN) pagi ini tampak sumringah. Pada pukul 10.12, saham BORN tercatat naik 1,38% menjadi Rp 1.470. Sebelumnya, saham BORN sempat bertengger di level Rp 1.490.

Apa yang menyebabkan saham BORN melaju pagi ini? Sumber KONTAN mengatakan, manajemen BORN berniat menerbitkan convertible bond atau obligasi tukar berdenominasi dollar AS dengan jangka waktu tiga tahun, kepada CIC. Belum jelas berapa nilai obligasi tukar yang akan diterbitkan, tapi bunganya disebut di kisaran 7% sampai 9%. "Namun, nilai tukar obligasinya dipatok di kisaran harga Rp 2.300 sampai Rp 2.500 per saham," ujar sang empunya rumor.

Sebagai konsekuensi masuknya CIC, BORN diwajibkan menjual batubaranya ke China selama tiga tahun mendatang. Harga kontrak pembelian batubara disepakati di level US$ 189 per ton.

Sekadar tambahan informasi, data Bloomberg menunjukkan, sejumlah broker yang memburu saham BORN pagi ini adalah Credit Suisse Securities senilai Rp 7,67 miliar, Trimegah Securities senilai Rp 4,61 miliar, dan Valbury Asia Securities senilai Rp 3,54 miliar.

Emas Cetak Rekor Baru Lagi!

Emas. Foto: Wordpress
SINGAPURA - Harga emas mencapai harga tertingginya sejak dua mingu lalu di posisi USD1.517,29 per ounce. Melejitnya harga logam mulia ini lantaran kekhawatiran atas krisis yang melanda Eropa.

Seperti dikutip Reuters Selasa (24/05/2011), emas berada di angka USD1.517,29 per ounce atau naik USD1,24. Di periode perdagangan sebelumnya, emas bahkan sempat bertengger di USD1.517,74 per ounce, ini adalah harga tertinggi emas sejak 11 Mei lalu.

Kenaikan harga emas masih didorong oleh sentiment negatif pasar karena nilai dolar Amerika Serikat (AS) semakin melemah terhadap euro. Nilai emas dalam mata uang euro juga mencapai rekor tertingginya di 1.081,43 euro per ounce.

Meskipun harga emas kembali melejit, harga perak tetap stagnan di level harga USD35,04 per ounce, harga ini masih di bawah harga tertingginya sejak bulan April lalu yang melejit sampai USD 49,51 per ounce.
(wdi)

Siap-siap, bakal ada sembilan obligasi baru meluncur di semester II

JAKARTA. Penawaran obligasi masih bakal marak di semester kedua tahun ini. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) mendata setidaknya bakal ada sembilan obligasi lagi yang akan meluncur ke pasar.

Dua diantaranya merupakan bank daerah yang baru pertama kali menerbitkan obligasi. Kesembilan obligasi tersebut adalah sebagai berikut. Obligasi IV PT BCA Finance dengan nilai maksimal Rp 1 triliun, obligasi VI PT Bank DKI dengan nilai maksimal Rp 750 miliar, dan obligasi IV PT Indomobil Finance Indonesia dengan nilai maksimal Rp 500 miliar.

Lantas ada pula obligasi II PT Bank Permata Tbk dengan nilai maksimal Rp 1 triliun, obligasi II PT MNC Securities dengan nilai maksimal Rp 300 miliar, serta obligasi I PT BPD NTT dengan nilai maksimal Rp 500 miliar.

Kemudian ada obligasi V PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk dengan nilai maksimal Rp 500 miliar, obligasi I PT BPD Riau Kepri dengan nilai maksimal Rp 500 miliar, serta Obligasi XV PT BTN Tbk dengan nilai maksimal Rp 2 triliun.

Sejak awal tahun ini, sudah ada 11 obligasi yang meluncur di pasar. "Nilai kesebelas obligasi tersebut mencapai Rp 15,213 triliun," ujar Kepala Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Jasa Bapepam-LK Gontor Ryantori Azis, Senin, (23/5).

Bapepam Proses Dokumen IPO Star Petrochem

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) sedang memproses penawaran umum saham perdana PT Star Petrochem Tbk.

PT Star Petrochem Tbk akan melepas 2.000.000.000 lembar saham dan sebanyak-banyaknya 98 juta waran. Menurut data Bapepam-LK, PT Star Petrochem bergerak di bidang perdagangan umum besar. Biro Penilaian Keuangan Perusahaan (PKP) sektor jasa Bapepam-LK sedang memproses 11 penawaran umum saham perdana.

Adapun calon emiten yang melakukan penawaran umum saham perdana antara lain PT Jaya Agra Wattie Tbk melepas 1,13 miliar lembar saham, PT Salim Ivomas Tbk melepas 3,16 miliar lembar saham, PT Panin Life Tbk melepas 1,62 miliar lembar saham, PT Tifa Finance Tbk melepas 278 juta saham, PT Minna Padi Investama Tbk melepas 300 juta saham, dan PT Sidomulyo Selaras Tbk melepas 428,57 juta lembar saham ke publik.

Selain itu, PT Metropolitan Land Tbk akan melepas 2,27 miliar saham ke publik, PT Indo Straits Tbk melepas sebanyak-banyaknya 100 juta saham, PT Bahtera Niaga Internasional Tbk akan melepas 550 juta saham ke publik dengan waran seri I sebesar 220 juta saham, PT Visi Media Asia Tbk akan melepas 2,26 miliar saham dan waran sebanyak-banyaknya 1,11 waran seri I. Penawaran umum saham perdana ini diperkirakan akan dilakukan paling lambat kuartal ketiga 2011. [hid]

Respon Wall Street, Bursa Asia Bergerak Flat

Headline
INILAH.COM, Singapura - Bursa saham Asia pada perdagangan Selasa (24/5) bergerak flat dengan pertumbuhan ekonomi AS dan Eropa yang melambat.

Pergerakan bursa diwarnai oleh penurunan saham Toyota Motor Corp mencapai 0,6%, saham Sony Corp naik 2,6% dan saham Posco naik 0,6% di Seoul. Indeks Nikkei stagnan, indeks Kospi naik 0,3%, indeks ASX turun 0,4%.

Dini hari tadi, Bursa Wall Street masih melanjutkan pelemahannya. Dow Jones ditutup turun 130,78 poin (1,05%) menjadi 12.381,26. S&P 500 jatuh 15,90 poin (1,19%) menjadi 1.317,37, dan Nasdaq turun 44,42 poin (1,58%) menjadi 2.758,90.

Seiring AS dan Asia, IHSG Dibuka Turun 0,1%

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Bursa saham Indonesia pada perdagangan Selasa (24/5) dibuka turun 6,4 poin atau 0,1% ke 3.771,9. Volume perdagangan mencapai 169,3 juta saham senilai Rp121,7 miliar.

Perdagangan diwarnai dengan 52 saham turun, 27 saham stagnan dan 85 saham stagnan. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp7,1 miliar dengan pembelian asing mencapai Rp64,1 miliar dan penjualan asing sebesar Rp56,9 miliar.

Indeks JII naik 0,3 poin ke 524,6, indeks ISSI turun 0,03 poin ke 121,9 dan indeks LQ45 turun 0,2 poin ke 673,1. Dini hari tadi, Bursa Wall Street masih melanjutkan pelemahannya. Dow Jones ditutup turun 130,78 poin (1,05%) menjadi 12.381,26. S&P 500 jatuh 15,90 poin (1,19%) menjadi 1.317,37, dan Nasdaq turun 44,42 poin (1,58%) menjadi 2.758,90.

Saham unggulan masih tertekan seperti saham ASII turun Rp750 ke Rp58.450, AUTO turun Rp650 ke Rp15.900, GGRM turun Rp400 ke Rp43.300.

Pembukaan, indeks masih memerah

Pembukaan, indeks masih memerah
JAKARTA. Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini masih negatif. Meski begitu, pergerakan indeks tampak volatile. Pada pukul 09.38, indeks tercatat turun 0,03% menjadi 3.777,47 setelah sebelumnya melorot ke 3.773,071.

Sejumlah sektor mencatatkan kenaikan. Diantaranya, sektor pertambangan yang naik 0,3%, sektor agrikultur naik 0,1%, dan sektor konstruksi naik 0,29%.

Saham yang menghuni posisi top losers antara lain: PT Indospring (INDS) turun 6% menjadi Rp 3.850, PT Kimia Farma (KAEF) turun 5% menjadi Rp 210, dan PT Astra Otomotif (AUTO) turun 3% menjadi Rp 16.000.

Sementara itu, saham penghuni top gainers antara lain: PT Global Land Development (KPIG) naik 10% menjadi Rp 570, PT Apac Citra Centertex (MYTX) naik 7% menjadi Rp 98, dan PT Colorpak Indonesia (CLPI) naik 6% menjadi Rp 950.

Mata uang Garuda rebound dari level terendah dalam seminggu terakhir

Mata uang Garuda rebound dari level terendah dalam seminggu terakhir
JAKARTA. Pergerakan rupiah pagi ini perkasa. Mata uang Garuda rebound dari level terendah dalam seminggu terakhir di tengah spekulasi bahwa bank sentral kembali menoleransi penguatan untuk menahan laju inflasi.

"Pergerakan rupiah mengikuti pergerakan mata uang Asia setelah kemarin melemah. Bank sentral menggunakan rupiah dalam mengontrol inflasi. BI sepertinya nyaman dengan nilai tukar rupiah yang berada di posisi 8.600 per dollar," jelas Lindawati Susanto, head of treasury PT Bank Resona Perdania di Jakarta kepada Bloomberg.

Catatan saja, pada pukul 08.32, rupiah menguat 0,2% menjadi 8.573 per dollar. Rupiah kemarin keok 0,5% dan sempat menyentuh posisi 8.594, level paling lemah sejak 17 Mei lalu.

Besaran 'Dividend Yield' BMRI Capai 1,6%

INILAH.COM, Jakarta - Dengan membagikan total dividen sebesar Rp138,27 per lembar saham maka dividend yield Bank Mandiri (BMRI) sebesar 1,62%.

Demikian dikutip dari hasi riset E Trading Securities. Dividend yield merupakan tingkat pengembalian dalam bentuk dividen atas investasi yang ditanamkan. Sebelumnya BMRI telah membagikan dividen sebesar Rp18,27 per lembarnya pada akhir tahun lalu, maka dividen yang akan dibagikan saat ini adalah sebesar Rp120 per lembarnya.

Pada kuartal I 2011 lalu Bank Mandiri berhasil membukukan laba sebesar Rp 3,8 triliun ataua naik 88,7% dibandingkan kuartal sebelumnya yang sebesar Rp 2 triliun. Pembagian dividen total sebesar 35% dari total laba bersih 2010, senilai Rp3,23 triliun yang mana setara dengan Rp138,27 per lembar saham.

GJTL menebar dividen Rp 41,83 miliar

GJTL menebar dividen Rp 41,83 miliar
JAKARTA. Meski laba bersih 2010 melorot, PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) tetap membagikan dividen ke pemegang saham. Hanya saja, dividen yang dibagikan tidak sebesar dividen tahun buku 2009.

Produsen ban ini berencana membagikan dividen senilai Rp 12 per saham. "Total laba bersih yang dibagi sebagai dividen adalah Rp 41,83 miliar," kata Catharina Widjaja, Sekretaris Perusahaan GJTL, kemarin (23/5). Jumlah tersebut setara 5,03% laba bersih GJTL di 2010 yang mencapai Rp 830,62 miliar.

Nilai dividen tersebut lebih kecil dari dividen GJTL tahun lalu. Di 2010, GJTL membagi dividen Rp 15 per saham. Penurunan nilai dividen ini terjadi lantaran laba bersih GJTL di 2010 lebih rendah ketimbang laba bersih di 2009.

GJTL rencananya akan membayarkan dividen tersebut pada tanggal 30 Juni mendatang. Sementara, cum date dividen ini adalah 10 Juni dan 16 Juni nanti.

Selain dibagikan sebagai dividen, GJTL juga akan mengalokasikan dana cadangan sebesar Rp 10 miliar dari laba bersih tahun lalu. Sedang sisa laba bersih akan diakui sebagai saldo laba.

Namun GJTL tidak akan mengalokasikan belanja modal alias capital expenditure (capex) dari laba bersih tahun lalu. Sebab, rencana ekspansi perusahaan ditahun 2011 ini merupakan lanjutan dari ekspansi tahun sebelumnya.

Catharina menyatakan, perusahaan ban pemilik merek GT Radial ini berencana menambah jumlah produksi ban sepeda motor dan ban radial. Pendanaan untuk peningkatan produksi tersebut sudah disiapkan sejak tahun 2005.

"Kami akan menambah kapasitas produksi hingga 2012 nanti, tapi dananya dari capex 2005 sebesar US$ 180 juta," jelasnya. Sumber pendanaan belanja modal itu berasal dari penerbitan obligasi.

Rencananya, hingga tahun 2012 nanti, GJTL akan menambah kapasitas produksi ban radial sebanyak 15.000 unit per tahun. Sementara untuk produksi ban sepeda motor, GJTL menargetkan kapasitas produksinya dapat meningkat sekitar 68.000 ban per tahun.

Sekadar informasi, kapasitas produksi ban radial di Gajah Tunggal mencapai 37.000 unit per tahun pada tahun lalu. Ini lebih besar dari kapasitas produksi di 2009 yang cuma 30.000 unit per tahun.

Sementara kapasitas produksi ban sepeda motor mencapai 75.000 unit per tahun. "Nantinya kapasitas produksi ban radial akan menjadi 45.000 ban per tahun dan ban sepeda motor 105.000 ban per tahun," ujar Catharina.

Dividen yang akan dibagikan itu hanya 5,03% dari laba bersih GJTL ahun lalu. Laba bersih GJTL tahun lalu sebesar Rp 830,62 miliar.

Rencananya dividen itu akan dibayarkan pada 30 Juni mendatang. Untuk cum dividen di pasar dan tunai akan dilaksanakan pada 10 dan 16 Juni, sedang ex deviden pasar dan tunia akan dijadwalkan pada 13 dan 16 Juni.

Jumlah dividen yang akan dibagikan itu ternyata lebih kecil 20% dibanding dividen yang dibayarkan GJTL tahun lalu. Tahun lalu GJTL membagikan dividen sebesar Rp 15 per saham, atau senilai Rp 52,27 miliar.

Turunnya jumlah dividen yang dibagikan sepertinya wajar bila melihat kinerja keuangan GJTL tahun lalu, dimana laba bersihnya mengalami penurunan dibanding laba bersih tahun 2009. Laba bersih tahun lalu turun sebesar 8,3% dari dividen tahun sebelumnya yang mencapai Rp 905,3 miliar.

Padahal, jumlah penjualan bersih GJTL tahun lalu justru naik dibanding tahun 2009. Penjualan bersih GJTL tahun lalu naik 24% menjadi Rp 9,85 triliun dari hanya Rp 7,9 triliun.

Selain untuk dividen, laba bersih tahun lalu juga akan dialokasikan sebagai dana cadangan sebesar Rp 10 miliar. Sedang sisanya akan diakui sebagai saldo laba perusahaan.

Tidak ada anggaran capex untuk tahun ini yang dialokasikan dari laba bersih tahun lalu. Menurut Catherina, GJTL telah merencanakan penambahan jumlah produksi ban sepeda motor dan ban radial. Namun, pelaksanaannya sudah dimulai sejak tahun 2005.

"Kita akan menambah jumlah kapasitas produksi hingga 2012 nanti, tapi dananya dari capex tahun 2005 sebesar US$ 180 juta" kata Catherina. Sumber pendanaannya menurt Catharina berasal dari penerbita obligasi.

Catherina bilang hingga tahun 2012, GJTL akan menambah kapasitas produksi untuk ban radial dan sepeda motor sebanyak 15 ribu ban pertahaun untuk ban radial, dan 68 ribu ban per tahun untuk ban sepeda motor.

Hingga tahun 2010 kapasitas ban radial telah bertambah sebesar 7 ribu per tahun menjadi 37 ribu ban per tahun. Sedang untuk ban sepeda motor sebanyak 23 ribu ban per tahun menjadi 75 ribu ban per tahun. "Nantinya kapasitas produksi ban radial akan menjadi 45 ribu ban per tahun dan ban sepeda motor 105 ribu ban per tahun," kata Catherina.

BUMI Siap Rebound ke Level Rp3.500

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Laju saham BUMI, Selasa (24/5) diprediksi menguat seiring peluang rebound-nya market setelah diterpa koreksi bursa Asia kemarin. Apalagi, harga minyak diperkirakan kembali naik ke atas US$100 per barel.

Pengamat pasar modal Irwan Ibrahim mengatakan, potensi penguatan saham PT Bumi Resources (BUMI) hari ini karena peluang positifnya sentimen market. Sebab,menurutnya, koreksi tajam kemarin dipicu oleh penurunan saham di bursa Asia.

Hari ini, lanjut Irwan, setelah indeks melemah tajam akan kembali naik yang dipimpin saham-saham bluchips sehingga saham sejuta umat ini pun berpeluang rebound. Sementara bursa Asia dan domestik memang berpeluang kembali rebound. “Saham BUMI akan mengarah ke level resistance Rp3.500 dan Rp3.300 sebagai level support-nya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Senin (23/5) malam.

Pada perdagangan Senin (23/5) saham BUMI ditutup melemah Rp175 (4,96%) ke level Rp3.350 dari level sebelumnya Rp3.525. Harga intraday tertingginya mencapai Rp3.475 dan terendah Rp3.350. Volume transaksi mencapai 103,1 juta unit saham senilai Rp349,7 miliar dan frekuensi 3.901 kali.

Lebih lanjut Irwan mengatakan, koreksi yang tajam kemarin juga membawa bursa pada area jenuh jual (oversold) sehingga berpeluang kembali menguat. Kemarin, semua market terkoreksi akibat pelemahan euro terhadap dolar AS seiring krisis utang di Yunani.

Kondisi itu, memicu tingginya ketidakpastian di pasar dan memicu penurunan harga komoditas sehinga semua saham di dunia terkoreksi. Di sisi lain, euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa) mengalami pelemahan tajam atas dolar AS ke level US$1,3995 per euro dari level tertingginya US$1,50 per euro.

Kondisi itu memicu pelemahan harga komoditas terutama minyak mentah dunia yang saat ini kembali turun ke level US$97 per barel. Tapi, jika dilihat lebih jauh pelemahan euro sudah terjadi sejak tiga pekan lalu. “Karena itu, pelemahannya sudah tembus level psikologis US$1,40 per euro sehingga berpeluang mengalami technical rebound,” tuturnya.

Pasalnya, orang akan kembali mengambil posisi kembali pada mata uang Uni Eropa ini. Akibatnya, harga minyak mentah dunia pun akan kembali ke atas level US$100 per barel. Apalagi, Presiden AS Barack Obama akan mempertahankan pasukannya di Timur Tengah.

Irwan merekomendasikan buy on weakness untuk jangka panjang dan speculative buy untuk jangka pendek di saham BUMI. Sebab, pada sesi pagi, saham BUMI berpeluang mengalami koreksi terlebih dahulu hingga 25 basis poin tapi setelah itu bakal balik arah (reversal) menguat. “Saya targetkan Rp5.000 hingga akhir tahun,” imbuh Irwan. [mdr]

BULL mengalokasikan dana investasi US$ 450 juta

JAKARTA. PT Buana Listya Tama Tbk (BULL) akan menggunakan dana hasil penjualan saham perdana ke publik (IPO) untuk kebutuhan investasi selama seahun ke depan. Emiten anyar ini menganggarkan dana investasi sebesar US$ 450 juta di tahun ini.

Dari IPO ini, perusahaan pelayaran ini berhasil menghimpun dana Rp 1,03 triliun. Sedangkan sisa kebutuhan dana investasi akan ditutup dari pinjaman bank.

Dana investasi itu akan digunakan BULL untuk mengonversi kapal serta membeli satu kapal untuk kegiatan floating, storage & offloading (FSO). Memang, BULL menargetkan mendapat banyak kontrak FSO dan floating production, storage & offloading (FPSO) tahun ini. "Kami sedang ikut beberapa tender domestik, salah satunya di Bukit Tua dan dengan Conoco Phillips," tutur Kevin Wong, Direktur Keuangan BULL, kemarin (23/5).

BULL sendiri saat ini hanya memiliki dua kapal jenis FSO/FPSO. Di luar itu, mereka masih memiliki 19 armada kapal, antara lain enam kapal tanker dan sembilan kapal pengangkutan gas.

Rencananya, BULL akan mencari kapal bekas untuk menambah armada kapal. Pertimbangannya, harga kapal bekas lebih murah.

Selain itu, demi memenuhi ketersediaan kapal jenis FSO/FPSO, BULL akan mengganti kapal untuk muatan minyak ke jenis FSO/FPSO. Jumlah kapal yang dikonversi tergantung dari kontrak yang diperoleh perusahaan pengangkutan komoditas energi ini. "Tapi mungkin yang akan dikonversi sekitar dua hingga tiga kapal jenis pengangkutan minyak, karena untuk FSO/FPSO kami butuh kapal besar," ungkap Kevin.

Tahun lalu BULL sudah melakukan konversi kapal. Kapal tersebut telah digunakan untuk menjalankan kontrak yang diperoleh perusahaan ini sejak Mei lalu.

Di sisi lain, BULL juga menggunakan dana hasil IPO untuk membayar utang ke induk usahanya, yaitu PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA) sebesar US$ 75,3 juta. "Nanti dana itu akan dibayarkan BLTA ke bank," ujar Kevin.

Selama ini, BULL memang mencari pendanaan bank melalui BLTA. Dengan demikian, setelah BLTA melakukan pembayaran, BULL bisa mencari pendanaan sendiri langsung ke bank dan tanpa melalui perusahaan induk. "BULL yang akan langsung mendapatkan fasilitas bank tersebut," jelas Kevin. Ia menyebutkan, ada beberapa bank lokal yang siap memberikan fasilitas pinjaman.

Manajemen BULL optimistis pendapatan tahun ini bakal melonjak drastis. Alasannya, armada kapal BULL tidak beroperasi penuh lantaran dikonversi pada tahun lalu. "Sedang tahun ini semua kapal sudah beroperasi," kata Kevin.

BULL juga yakin bisa melampaui target laba bersih yang dibuat analis, yakni US$ 30juta-US$ 34 juta pada 2011.Kontribusi BULL pada pendapatan BLTA pun diprediksi akan bertambah besar.

BRMS segera mulai penambangan Dairi

JAKARTA. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) segera beraksi setelah pemerintah mengizinkan penambangan bawah tanah di kawasan hutan lindung. Kamis pekan lalu (19/5), mereka mengajukan permohonan mendapatkan izin pinjam pakai untuk memulai penambangan di Proyek Dairi.

PT Dairi Prima Minerals, anak usaha yang 80% sahamnya dikempit BRMS, memiliki konsesi penambangan seng di salah satu kawasan hutan lindung di Sumatra Utara. "Peraturan presiden yang sudah ditunggu-tunggu itu merupakan berita sangat baik untuk konsesi seng kami," kata Kenneth Farrell, Presiden Direktur BRMS, dalam siaran persnya, kemarin (23/5).

Dia menilai, kebijakan yang baru ini akan membuat pemilik konsesi tambang leluasa memproduksi cadangan tambangnya dalam waktu dekat. Kenneth pun menargetkan, Dairi mulai berproduksi di awal tahun 2013, jika izin tersebut sudah disetujui pemerintah. Izin itu mencakup kegiatan eksplorasi emas dan mineral di hutan lindung.

Dairi memiliki luas area 23.000 hektaredi Sumatra Utara. Ada tiga tambang yang dimiliki, yaitu Anjing Hitam, Lae Jahe dan Base Camp. Anjing Hitam memiliki cadangan seng 5,4 juta ton dan merupakan kadar seng terbesar di dunia (13.7% Zn). Seluruh cadangan timah hitam dan seng di Dairi ditaksir mencapai 17,9 juta ton. Sebelumnya, manajemen BRMS pernah menyebut, setidaknya BRMS membutuhkan dana US$ 275 juta untuk kegiatan eksplorasi Dairi.

Selain Dairi, BRMS memang mempunyai rencana mengaktifkan berbagai tambang yang belum bisa beroperasi. Salah satunya adalah Bumi Mauritania. Tambang bijih besi ini diharapkan sudah beroperasi awal tahun 2012.

Selain itu, Tambang di Gorontalo dan Citra Pali yang memproduksi emas dan tembaga berproduksi semester kedua 2014. Sedangkan tambang Konblo Bumi (Liberia) saat ini sedang dalam masa eksplorasi pengembangan.

Manajemen BRMS berharap, proses penambangan di beberapa lokasi yang mulai aktif itu akan mendongkrak pendapatan BRMS. Maklum, pendapatannya selama ini masih mengandalkan kepemilikan saham di PT Newmont Nusa Tenggara dan Bumi Resources Japan Company Ltd. Selain Dairi, BRMS memang punya rencana untuk mengaktifkan berbagai tambangnya yang belum bisa beroperasi. Salah satunya Bumi Mauritania. Tambang bijih besi ini diharapkan sudah bisa beroperasi awal 2012.

Selain itu, Tambang di Gorontalo dan Citra Pali yang memproduksi emas dan tembaga berproduksi semester kedua 2014. Sedangkan tambang Konblo Bumi (Liberia) saat ini sedang dalam masa eksplorasi pengembangan.

Sebelumnya, manajemen BRMS pernah menyebut, setidaknya BRMS membutuhkan dana US$ 275 juta untuk kegiatan eksplorasi Dairi.

Sanny Cicilia Simbolon

Saham BORN Dibeli CIC 5%

INILAH.COM, Jakarta - PT Borneo Lumbung Energy Tbk (BORN) dikabarkan telah menerima pinangan China Investment Corporation (CIC) untuk mengakuisisi 5% saham.

Saham BORN yang dibeli CIC merupakan obligasi tukar yang dapat dikonversi menjadi saham pada harga Rp2.500 dalam waktu tiga tahun. Hal ini mendorong CLSA menaikkan target harga perseroan menjadi Rp2.200 per saham karena dikabarkan akan mengakuisisi perusahaan batubara.

Saham BORN pada perdagangan kemarin turun Rp90 ke Rp1.450 dengan volume perdagangan 222.342 saham senilai Rp163,5 miliar sebanyak 5.642.

Masih Koreksi, Pilih Saham Berdividen

Headline
INILAH.COM, Jakarta- Bursa saham Indonesia pada Selasa (24/5) diperkirakan akan melanjutkan koreksi. Namun, investor masih bisa cermati saham yang akan membagikan dividen.

Pengamat pasar modal Cece Ridwanullah mengatakan, setelah menembus level tertinggi baru di 3.872, IHSG masuk ke area jenuh jual (overbought), sehingga memicu aksi ambil untung pada perdagangan kemarin. Kondisi ini diperkirakan akan berlanjut hari ini, mengingat adanya net sell asing lebih dari biasanya, yakni di atas 300 miliar per hari, “Aksi jual asing yang mencapai 650 miliar dan IHSG anjlok lebih 2 % memenuhi syarat bearish,” katanya kepada INILAH.COM.

Downgrading rating utang Yunani oleh Fitch serta penurunan harga komoditas terutama harga minyak dunia dan overbought DJIA stelah menembus level 12.500 , menjadi alasan yang kuat bagi pelaku pasar untuk melakukan realisasi keuntungan.

Sementara sentimen di Asia juga diperburuk kemungkinan pengetatan likuiditas di China, seiring dengan melambatnya kegiatan manufakturing China, yang akan menurunkan permintaan akan komoditas.

Kendati demikian, Cece melihat peluang penguatan IHSG masih ada, terutama jika harga minyak mentah kembali rebound, dan diikuti komoditas energi lain khususnya gas dan batubara. Peluang rebound juga masih tergantung performa bursa global terutama dari Wallstreet.

Satu-satunya katalis dalam negeri yang bisa memicu kenaikan IHSG adalah data laju inflasi Mei, yang diharapkan masih terjadi deflasi. Hal ini karena tidak ada lonjakan harga berarti sepanjang bulan ini, disamping inflasi juga terjaga stabil akibat penguatan rupiah.

Di tengah situasi ini, Cece merekomendasikan investor untuk buy on weakness pada saham-saham yang membagikan deviden. Meskipun di tengah sentimen negatif dari luar negeri, kinerja emiten domestik masih relatif kuat, sehingga untuk jangka pendek lebih baik antisipasi beli saham yang akan bagi dividen.

Beberapa saham pilihan adalah Bank Mandiri (BMRI) dan Astra International (ASII). BMRI menarik dengan dividen yield 2%, “Buy on weakness di bawah level Rp7.000,”katanya.

Sedangkan saham otomotif Astra menjadi pilihan karena emiten ini akan membagikan dividen yang juga lumayan besar yieldnya, “buy on weakness di level Rp58.000,” tutupnya.

Pada perdagangan Senin (23/5), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 94,5 poin(2,44%) ke level 3.778, 45. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia didukung volume transaksi sebesar 8,702 miliar lembar saham, senilai Rp 5,601 triliun dan frekuensi 130.902 kali.

Sebanyak 30 saham naik, 254 saham turun, dan 44 saham stagnan. Koreksi bursa diwarnai aksi jual asing, yang mencatat nilai transaksi jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp675 miliar. Rinciannya adalah transaksi jual sebesar Rp1,897 triliun dan transaksi beli sebesar Rp1,222 triliun. [mdr]

Data Manufaktur Seret Wall Street Negatif

Headline
INILAH.COM, New York - Bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan saham Senin (23/5) yang dipengaruhi peningkatan keraguan terhadap bursa saham karena pelemahan permintaan produk manufaktur.

Saham sektor industri, energi, dan teknologi melemah pada perdagangan saham Senin (23/5). Manufaktur melemah di Jerman dan China merupakan kejutan dan memberikan alasan kepada pelaku pasar untuk menjaga posisi. Saham Caterpillar turun 2,3% ke level US$101,89 sementara indeks industri S&P turun 1,4% dan indeks sektor teknologi turun 1,5%. Demikian seperti dikutip dari yahoo.finance.com.

Kekhawatiran penyelesaian krisis utang Eropa menambah kekhawatiran pelaku pasar. Aksi jual terjadi komoditi,euro dan saham. "Hal utama pendorong bursa saham turun yaitu kombinasi ekonomi global melemah dan peningkatan resiko di Eropa," tutur head of asset allocation ING Paul Zemsky.

Lebih lanjut ia mengatakan, penurunan rating Yunani pada Jumat memberikan peringatan terhadap penurunan rating negara lain.

Penurunan rating Yunani dan Italia, serta hasil pemilihan regional di Spanyol meningkatkan masalah utang Eropa semakin dalam. Investor khawatir pemilih akan memberontak melawan rencana austerity sehingga membuat utang pemerintah berpotensi berisiko default.

Indeks Dow Jones turun 130,78 poin atau 1,05% ke level 12.381,26. Indeks S&P 500 turun 15,90 poin atau 1,19% ke level 1.317,37. Indeks Nasdaq turun 44,42 poin atau 1,58% ke level 2.758,90.

Penguatan dolar AS memukul harga komoditas dan sektor saham energi dan material dasar. Ekportir besar mendapatkan keuntungan dari pelemahan mata uang dolar AS. Saham Coca Cola turun 1,2% ke level US$67,49 dan Joy Global Inc turun 3,1% ke level US$87,54.

Volume perdagangan saham yang diperdagangkan sebesar 6,44 miliar saham di bursa saham New York Stock Exchange, NYSE Amex, dan Nasdaq dibandingkan rata-rata tahun lalu sebesar 8,47 miliar dan rata-rata tahun ini 7,63 miliar. [hid]

Data-data Fundamental Eropa Bakal Pukul Rupiah

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Selasa (24/5) diprediksi melemah. Negatifnya ekspektasi atas data-data fundamental ekonomi Eropa jadi pemicunya.

Periset dan analis senior PT Monex Investindo Futures Daru Wibisono mengatakan, potensi pelemahan rupiah hari ini salah satunya masih dipicu sentimen negatif dari Eropa seperti krisis utang Yunani, Norwegia yang batal memberikan hibahnya ke Yunani senilai US$42 juta dan Italia yang terancam downgrade. Menurutnya, semua itu masih akan jadi sentimen negatif untuk jangka panjang.

Apalagi, di sisi lain, data-data fundamental ekonomi Eropa yang dirilis kemarin juga negatif. Semua itu, sangat berpengaruh negatif bagi sektor perbankan dan moneter di kawasan itu. "Karena itu, rupiah terimbas negatif dan berpeluang melemah ke level 8.590-8.600 per dolar AS dan 8.550-8.540 sebagai level suppport-nya,” kata Daru kepada INILAH.COM.

Kondisi itu, diperparah oleh data-data fundamental lain yang akan dirilis hari ini baik di Jerman maupun Inggris. Jerman akan merilis data Gross Domestic Product (GDP) yang angka forecast-nya belum dirilis karena kekhawatiran spekulasi di market.

Dari Inggris akan dirilis data Public Sector Net Borrowing (PSNB) atau rasio pendapatan nasional. PSNB diperkirakan turun dari sebelumnya US$16,39 miliar menjadi US$5,35 miliar. "Angka ini merupakan selisih pengeluaran di sektor publik, pemerintah pusat dan pemerintah lokal sehingga semakin kecil angkanya semakin positif," paparnya.

Hanya saja, lanjut Daru, euro akan terpukul oleh data fundamental yakni Industrial New Order di zona Eropa. Angka sebelumnya di level plus 0,9% dan diekspektasikan minus 1,3%. "Kondisi itu, akan menambah keterpurukan mata uang euro," tandasnya.

Lalu, pada pukul 19.00 WIB, sebelum bursa AS dibuka, akan dirilis indeks PBI Distributive yang angka sebelumnya di level 21, diperkirakan turun jadi 10. Artinya, secara umum euro masih akan mengalami tekanan karena data-data yang dirilis diekspektasikan negatif. "Rupiah pun akan terimbas negatif karena penguatan dolar AS di sisi yang lain," imbuh Daru.

Asal tahu saja, kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Senin (23/5) ditutup melemah tajam 47 poin (0,55%) ke level 8.578/8.584 per dolar AS.

Harga CPO Dorong Kenaikan Pendapatan TBLA

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Kenaikan harga CPO akan menguntungkan para produsen seperti PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA). Perseroan menargetkan sekitar Rp500 miliar.

Demikian dikutip dari hasil riset E Trading kemarin. Tingginya harga CPO saat ini terjadi karena tingginya jumlah permintaan namun tidak diikuti dengan naiknya suply. ROE TBLA saat ini berada di level 29.50% dengan P/E 7.41x dan P/E rata - rata industrinya berada di level 12.84x.

Perseroan menargetkan laba bersih pada tahun 2011 ini bisa meningkat dua kali lipat dibandingkan laba bersih yang didapat pada 2010 yang sebesar Rp246 miliar. "Target pendapatan TBLA untuk tahun ini memang bukan hal yang mustahil tercapai dengan catatan harga CPO tetap berada di level saat ini atau mengalami kenaikan."

Apalagi, pemerintah melalui Intruksi Presiden No.10 tahun 2011 (Jumat, 20/5) terkait dengan moratorium kawasan hutan alam dan gambut melarang pembukaan lahan baru untuk kebun sawit dalam 2 tahun ke depan.

"Kebijakan ini akan membuat harga sawit cenderung naik dalam jangka pendek, karena produksi relatif tetap di tengah permintaan dunia yang meningkat terutama dari India dan China."

Saat ini harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit antara Rp1.500-Rp2.000 per kg. Sementara harga CPO tahun 2011 diperkirakan di kisaran US$1.000-1.200/ton.

Kebon sawit tidak termasuk dalam 4 pengecualian yaitu pertama,. permohonan yang telah medapat persetujuan prinsip dari Menteri Kehutanan. Kedua, pelaksanaan pembangunan nasional yang bersifat vital yaitu geothermal minyak dan gas bumi, dan ketenagalistrikan, lahan untuk padi dan tebu.

Ketiga, perpanjangan izin pemanfaatan hutan dan/atau penggunaan kawasan hutan yang telah ada sepanjang izin dibidang usahanya masih berlaku. Keempat, restorasi ekosistem.

Buy on Weakness Saham BUMI

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Laju saham BUMI, Selasa (24/5) diprediksi menguat seiring peluang positifnya sentimen market dan rebound-nya harga minyak mentah dunia ke atas level US$100 per barel. Buy on weakness!

Pengamat pasar modal Irwan Ibrahim mengatakan, potensi penguatan saham PT Bumi Resources (BUMI) karena dua factor yakni peluang positifnya sentiment market dan rebound-nya harga minyak mentah dunia. Kondisi itu dipicu peluang penguatan mata uang euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa) setelah melemah dan tembus level psikologis US$1,40 per euro.

Irwan merekomendasikan buy on weakness untuk jangka panjang dan speculative buy untuk jangka pendek di saham BUMI. Sebab, pada sesi pagi, saham BUMI berpeluang mengalami koreksi terlebih dahulu hingga Rp25 tapi setelah itu bakal balik arah (reversal) menguat. “Saya targetkan Rp5.000 hingga akhir tahun,” katanya kepada INILAH.COM.

Pada perdagangan Senin (23/5) saham BUMI ditutup melemah Rp175 (4,96%) ke level Rp3.350 dari level sebelumnya Rp3.525. Harga intraday tertingginya mencapai Rp3.475 dan terendah Rp3.350. Volume transaksi mencapai 103,1 juta unit saham senilai Rp349,7 miliar dan frekuensi 3.901 kali. Berikut ini wawancara lengkapnya:

Setelah melemah ke level Rp3.350, bagaimana Anda memperkirakan laju saham BUMI hari ini?

Berpotensi menguat. Ini karena peluang positifnya sentimen market. Sebab, koreksi tajam kemarin dipicu oleh penurunan saham di bursa Asia. Hari ini, setelah indeks melemah tajam akan kembali naik yang dipimpin saham-saham bluechips sehingga saham sejuta umat ini pun berpeluang rebound. Market Asia dan domestik berpeluang kembali rebound.

Akan bergerak di kisaran berapa?

Saham BUMI akan mengarah ke level resistance Rp3.500 dan Rp3.300 sebagai level support-nya.

Koreksi market kemarin sudah benar-benar berhenti dan siap balik arah menguat?

Ya. Sebab, koreksi market yang tajam kemarin juga membawa market pada area jenuh jual (oversold) sehingga berpeluang kembali menguat. Kemarin, semua market terkoreksi akibat pelemahan euro terhadap dolar AS seiring krisis utang di Yunani. Kondisi itu, memicu tingginya ketidakpastian di pasar dan memicu penurunan harga komoditas sehinga semua saham di dunia terkoreksi.

Di sisi lain, euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa) mengalami pelemahan tajam atas dolar AS ke level US$1,3995 per euro dari level tertingginya US$1,50 per euro. Ini yang memicu pelemahan harga komoditas terutama minyak mentah dunia yang saat ini kembali turun ke level US$97 per barel.

Artinya, harga komoditas pun berpeluang rebound?

Jika dilihat lebih jauh pelemahan euro sudah terjadi sejak tiga pekan lalu. Karena itu, pelemahannya sudah tembus level psikologis US$1,40 per euro sehingga berpeluang mengalami technical rebound. Sebab, orang akan kembali mengambil posisi kembali pada mata uang Uni Eropa ini. Akibatnya, harga minyak mentah dunia pun akan kembali naik ke atas level US$100 per barel. Apalagi, Presiden AS Barack Obama akan mempertahankan pasukannya di Timur Tengah.

Lantas, apa rekomendasi Anda?

Saya rekomendasikan buy on weakness untuk jangka panjang dan speculative buy untuk jangka pendek di saham BUMI. Sebab, pada sesi pagi, saham BUMI berpeluang mengalami koreksi terlebih dahulu hingga Rp25 tapi setelah itu bakal balik arah (reversal) menguat. Saya targetkan Rp5.000 hingga akhir tahun. [mdr]

Inilah Saham Pilihan Selasa (24/5/2011)

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Pergerakan IHSG pada perdagangan Selasa (24/5) diperkirakan masih akan melemah di kisaran 3.730-3.800.

Demikian dikatakan analis saham Panin Sekuritas, Purwoko Sartono kemarin. "Besok (hari ini) meski tidak mengalami tekanan jual yang besar seperti sekarang, kami melihat indeks masih akan bergerak melemah."

Anjloknya bursa regional menjadi sentimen negatif bagi IHSG kemarin. Babak baru krisis utang Eropa, kekhawatiran resesi Jepang, serta pengumuman data manufaktur China yang di bawah ekspektasi menjadi katalis negatif bagi bursa regional sekaligus mengindikasikan perekonomian Asia yang melambat.

IHSG kemarin ditutup anjlok 2,56% ke level 3.773,74. Volume perdagangan mencapai 6,94 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp4,99 triliun. Investor asing keluar dari bursa saham Indonesia dengan melakukan penjualan sebanyak Rp675,38 miliar.

Sementara analis senior HD Capital, Yuganur Wijanarko merekomendasikan beli untuk ASII, BBRI, BMRI dan INDF. "Koreksi di IHSG akibat tekanan regional membuat banyak saham berkapitalisasi besar menjadi menarik pasca-mengalami koreksi sehat pullback untuk meneruskan tren kenaikan yang hanya tertunda sebentar."

Saham Astra International (ASII) disarankan beli dengan target harga di 61.300 dari penutupan kemarin 59.200. Strategi masuk pertama di 59.200 dan kedua di 58.500 dengan cut loss di 58.150.

Saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) disarankan beli dengan target harga di Rp6.400 dari penutupan kemarin di 6.250. Strategi masuk pertama di 6.200 dan kedua di 5.950 dengan cut loss di 5.850. Koreksi sebesar ini jarang terjadi di BBRI rekomen akumulasi karena tren pertumbuhan kredit di sector mikro masih akan tertopang oleh BI rate yang stabil karena inflasi yang masih terkendali sesauai dengan perkiraan BPSkalau Mei akan terjadi deflasi lagi.

Untuk saham Bank Mandiri (BMRI) disarankan beli dengan target harga 7.300 dari penutupan kemarin di 7.100. Strategi masuk pertama di 7.050 dan kedua di 6.900 dengan cut loss di 6.750. Valuasi 2011 PER 10x atau turun dari 18x sebelumnya pasca pengingkatan laba di laporan keuangan kuartal I 2011 yang merupakan termurah di antara semua saham berkapitalisasi besar.

Saham Indofood Sukses Makmur (INDF) disarankan beli dengan target harga di 5.600 dari penutupan kemarin di 5.400. Strategi masuk pertama di 5.400 dan kedua di 5.250 dengan cut loss di 5.100.

Indosurya: Penurunan kemarin bisa jadi peluang untuk mengoleksi saham pilihan

Indosurya: Penurunan kemarin bisa jadi peluang untuk mengoleksi saham pilihan
JAKARTA. Dalam hasil riset hariannya yang dirilis hari ini, Indosurya Securities memprediksi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (24/5) akan berada pada support 3.712-3.770. Adapun level resistance berada di kisaran 3.880-3.900.

Secara teknikal, candle IHSG melemah tajam sehingga membuat posisinya kembali berada di bawah upper bollinger bands. "Candle yang hampir menyerupai black marubozu menggambarkan kekuatan daya jual menguasai pasar sehingga mendorong harga ke bawah. Sementara daya beli kehilangan kekuatannya," papar Reza Priyambada, Managing Research Indosurya Securities.

Dia menambahkan, MACD mulai tertahan kenaikannya dengan terbentuknya histogram negatif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic mulai reversal setelah menembus area overbought .

"Pelemahan kemarin kemungkinan masih berlanjut pada hari ini, melihat belum adanya sentimen positif yang beredar. Namun, pelan-pelan kekuatan daya beli mulai masuk meski tidak besar. Investor harap berhati-hati bila kembali terdapat sinyal penurunan," pungkasnya. Dia juga menyarankan, penurunan ini bisa menjadi peluang untuk mengkoleksi saham-saham pilihan yang telah terdiskon besar.

Setelah melemah ke level terendah dalam tujuh minggu, won rebound pagi ini

Setelah melemah ke level terendah dalam tujuh minggu, won rebound pagi ini
SINGAPURA. Won Korea Selatan mengalami rebound pagi ini. Penyebabnya, eksportir mengambil untung dari pelemahan won ke level terendah dalam tujuh minggu terakhir.

Sebagai bukti, data Kementrian Perekonomian Korsel menunjukkan, pengiriman ke luar negeri Korea Selatan naik 26,6% pada April ketimbang tahun sebelumnya ke rekor tertinggi senilai US$ 49,77 miliar pada 1 Mei lalu. Sementara, kemarin, won mengalami penurunan terbesar dalam enam bulan seiring kecemasan krisis utang Eropa akan memburuk sehingga mendorong investor beralih ke aset-aset safe haven.

Pada pukul 09.53 waktu Seoul, won menguat 0,2% menjadi 1.095 per dollar. Bahkan sebelumnya, won sempat menyentuh posisi 1.099,90 per dollar, level terlemah sejak 31 Maret lalu.

Target produksi kuartal I-2011 ITMG tidak tercapai

JAKARTA. Faktor cuaca masih menjadi momok perusahaan pertambangan. Kendala itu membuat PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) mencatatkan volume produksi 5,5 juta ton pada kuartal I-2011. Jumlah ini 5,5% di bawah target yang dipatok ITMG. Produksi tersebut juga turun dibandingkan periode sama 2010, yang sebesar 6 juta ton.

Andrew Sihar Siahaan, Analis Reliance Securities menilai, curah hujan yang tinggi pada awal tahun ini menjadi penyebab penurunan produksi. Sedangkan analis Kresna Securities Yohan Kurniawan, dalam risetnya menulis, badai La Nina menghalangi produksi, terutama di tambang Indominco Mandiri.

Selain Indominco, ITMG memiliki lima tambanglain, yaitu Trubaindo, Kitadin Embalut, Jorong Barutama Greston, Kitadin Tandung Mayang, dan Bharinto Ekatama.

Bagus Hananto, Analis Onix Capital menghitung, ITMG harus mengejar produksi sebanyak 19,5 juta ton dalam kuartal II hingga kuartal IV tahun ini untuk mengejar target produksi selama 2011 sebesar 25 juta ton. Jadi, rata-rata per kuartal 6,5 juta ton Target tersebut setara dengan kapasitas produksi. Namun Padahal secara historis, produksi ITMG per kuartal tidak pernah melebihi 6,2 juta ton. "Perusahaan harus melakukan usaha ekstra untuk mencapai target produksi," kata Bagus.

Bagus dan Yohan melihat, ITMG masih berpeluang mencapai target itu. Pertama, ada tambahan alat berat di tambang Indominco pada Juni mendatang. Kedua, kontraktor baru Trubaindo sejak April lalu. Ketiga, pDiIa memprediksi, produksi tambang Indominco dan Trubaindo bisa mendongkrak total volume produksi, didukung oleh tambahan alat berat dan kontraktor.


Sama halnya dengan Bagus, Yohan juga berpendapat volume produksi ITMG akan bergantung pada tambang Trubaindo yang memiliki kontraktor baru sejakmulai bulan April dan tambang Indominco yang akan kedatangan alat berat baru bulan Juni mendatang. Selain itu, perkembangan pra-pengupasan atau pre-stripping di tambang Embalut dan Bharinto berjalan positif.

Toh, Yohan memprediksi produksi ITMG di bawah target pihak manajemen tahun ini, yakni 23,5 juta ton. Sedangkan Andrew optimistis target tersebut dapat tercapai. "Curah hujan akan menurun di sisa tahun," imbuhnya.

Yang perlu diwaspadai adalah potensi penurunan harga jual rata-rata atau average selling price (ASP). Maklum, tambang batubara di Australia akan beroperasi kembali sehingga pasokan bertambah.

Tertolong kenaikan ASP

Di kuartal I-2011, penjualan anak perusahaan Banpu asal Thailand ini masih tumbuh 16,2% menjadi US$ 468,33 juta. Ini berkat kenaikan rata-rata harga jual menjadi
US$ 87,3 per ton.

Bagus meramal, ASP ITMG di kuartal II-2011 akan naik lagi karena ada kontrak baru dengan Jepang yang diperbarui setiap tahun. Dari target volume produksi 25 juta ton, sebanyak 3,5 juta ton harganya ditentukan pergerakan harga dunia dan 6 juta ton berdasarkan indeks harga.

Sedangkan Andrew memprediksi harga jual tahun ini US$ 78-US$ 80 per ton. Prediksi Yohan lebih tinggi, yaitu US$ 90,3 per ton.

ITMG juga masih memiliki kas yang cukup untuk membiayai akuisisi atau dibagikan sebagai dividen ke pemegang saham. Dus, Andrew merekomendasikan buy ITMG dengan target harga Rp 60.100.

Analis Kim Eng Securities Ricardo Silaen juga merekomendasikan buy dengan target Rp 62.500. Ini berdasarkan rasio price to earning (PE) 2011-2012 sebesar 13-18 kali. Sedangkan Yohan merekomendasikan hold dengan target harga Rp 49.050. Kemarin, harga saham ITMG terkoreksi 1,7% menjadi Rp 46.250 per saham.

Spekulasi krisis Eropa akan kian memburuk membuat euro melemah

SYDNEY. Sudah tiga hari belakangan, pergerakan euro melemah terhadap yen. Beredar spekulasi, krisis utang Eropa akan memburuk seiring perlambatan pertumbuhan industri di kawasan tersebut.

"Tidak hanya kecemasan akan utang saja yang memberatkan langkah euro, tapi kini ada data ekonomi yang lemah mengenai Eropa sehingga menambah tekanan jual euro," jelas Mike Jones, currency strategist Bank of New Zealand Ltd di Wellington.

Pada pukul 09.40 waktu Tokyo, euro melemah ke posisi 115,02 yen dari 115,20 yen di New York kemarin. Sementara, jika berhadapan dengan dollar, euro berada di posisi US$ 1,4043 dari US$ 1,4048 kemarin. Sedangkan nilai tukar dollar berada di level 81,91 yen dari sebelumnya 82,01 yen.

Sekadar tambahan informasi, hasil survei Bloomberg menunjukkan, tingkat pemesanan industri di Eropa turun 1,1% dari angka Febuari yang pada waktu itu naik 0,5%.

Prediksi kenaikan harga Goldman dan Morgan Stanley dorong harga minyak

Prediksi kenaikan harga Goldman dan Morgan Stanley dorong harga minyak
MELBOURNE. Kontrak harga minyak di New York pagi ini menanjak naik. Lonjakan tersebut terjadi setelah kemarin harga minyak terjungkal 2,4%.

Kenaikan harga minyak terjadi setelah Goldman Sachs Group Inc dan Morgan Stanley menaikkan prediksi harga minyak mereka. Alasannya, ada spekulasi kalau pemangkasan suplai minyak di Libia akan turut memangkas kapasitas cadangan produksi OPEC.

Pagi tadi, kontrak harga minyak untuk pengantaran Juli naik 22 sen menjadi US$ 97,92 per barel di Nymex. Pada pukul 08.43 waktu Singapura, kontrak yang sama berada di posisi US$ 97,82 sebarel.

CIC mengincar BORN?

CIC mengincar BORN?
JAKARTA. Menjelang genap setengah tahun PT Borneo Lumbung Energi dan Metal Tbk (BORN) melantai di bursa, emiten bersandi BORN ini disambar rumor panas. Tak tanggung-tangung, rumor ini mengaitkan BORN dengan China Investment Corporation (CIC).

Sumber KONTAN mengatakan, manajemen BORN berniat menerbitkan convertible bond atau obligasi tukar berdenominasi dollar AS dengan jangka waktu tiga tahun, kepada CIC. Belum jelas berapa nilai obligasi tukar yang akan diterbitkan, tapi bunganya disebut di kisaran 7% sampai 9%. "Namun, nilai tukar obligasinya dipatok di kisaran harga Rp 2.300 sampai Rp 2.500 per saham," ujar sang empunya rumor.

Sebagai konsekuensi masuknya CIC, BORN diwajibkan menjual batubaranya ke China selama tiga tahun mendatang. Harga kontrak pembelian batubara disepakati di level US$ 189 per ton.

Ketika dikonfirmasi, manajemen BORN memberikan informasi yang mengambang. "Saya belum tahu ada rencana itu, coba nanti saya akan tanyakan ke manajemen," tutur Geroad Panji Alamsyah, Sekretaris Perusahaan BORN kepada KONTAN, Senin (23/5).

Berdasarkan data RTI per 30 April 2011, PT Republik Energi & Metal menjadi pemegang saham mayoritas dengan kepemilikan 45%. Sedangkan, Morgan Stanley and Co Plc mengempit 18% saham. Credit Suisse AG Singapore Trust AC Client tercatat memiliki 11,25% saham BORN. Adapun, sisanya 25%, menjadi milik investor publik.

Hingga penutupan pasar Senin (23/5), harga saham BORN berakhir di level Rp 1.450 per saham. Sekedar catatan, saham BORN sempat mencetak rekor harga tertingginya pada awal Januari lalu (18/1) di posisi Rp 1.810 per saham.

Harga saham IPO Jaya Agra Wattie Rp 500

JAKARTA. Rencana PT Jaya Agra Wattie menawarkan saham perdana ke publik terus bergulir. Perusahaan perkebunan ini akhirnya mematok harga penawaran perdana sahamnya sebesar Rp 500 per saham.

Harga tersebut cukup jauh di bawah harga kisaran tertinggi yang dipatok perusahaan ini, yakni Rp 670 per saham. Padahal, saat bookbuilding Jaya Agra sukses mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga lebih dari dua kali. Sekadar mengingatkan, sebelumnya Jaya Agra mematok harga saham perdana di kisaran Rp 480-Rp 670 per saham.

Manajemen Jaya Agra menuturkan, penetapan harga saham perdana sebesar Rp 500 per saham berdasarkan kinerja keuangan perusahaan, kondisi pasar, prospek usahanya serta prospek industri perkebunan. "Harga ditetapkan sebesar itu agar mendapatkan komposisi yang maksimal," kata Bambang S. Ibrahim, Direktur Keuangan Jaya Agra, Senin (23/5).

Dalam IPO tersebut, Jaya Agra melepas sebanyak 1,13 miliar saham atau 30% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh. Dengan harga perdana Rp 500 per saham, artinya Jaya Agra bisa meraup dana segar Rp 556,20 miliar dari initial public offering (IPO).

Jaya Agra akan mempergunakan dana hasil penjualan saham itu untuk membangun pabrik pengolahan sawit berkapasitas 30 ton tandan buah segar (TBS) per jam di Kalimantan Selatan. Pembangunan pabrik tersebut diperkirakan membutuhkan dana sekitar Rp 100 miliar.

Pembangunan pabrik akan dimulai pertengahan 2012 dan diperkirakan selesai dalam 1,5 tahun. "Dengan pabrik tersebut, biaya transportasi bisa dihemat karena letaknya dekat dengan perkebunan," kata Bambang.

Jaya Agra juga akan membangun pabrik karet remah berkapasitas 1,5 ton per jam. Selain itu, mereka membangun dua pabrik karet lembaran dengan kapasitas pengolahan 150 kilogram per jam.

Sisa dana IPO akan digunakan untuk pembebasan lahan seluas 30.000 hektar (ha). Lahan ini nantinya akan ditanami karet sekitar 20.000 ha, dan sisanya ditanami sawit.

Arief Fahruri, Analis Erdhika Elit Sekuritas menilai, harga saham perdana yang ditawarkan Jaya Agra cukup murah. Harga ini mencerminkan price to earning ratio (PER) di bawah 10 kali. Sementara PER industri berada di kisaran 13,98 kali. "Boleh masuk, harganya murah," sarannya.

Arief menilai keunggulan kompetitif yang dimiliki Jaya Agra adalah kombinasi dari kebun sawit dan karet sebagai komoditas utama. "Mereka dapat yield tinggi dari karet, dan prospek karet bagus mengingat kendaraan terus tumbuh," jelasnya.

Waduh, bursa Asia masih terpukul isu perlambatan ekonomi global dan komoditas

Waduh, bursa Asia masih terpukul isu perlambatan ekonomi global dan komoditas
TOKYO. Mayoritas saham di bursa Asia dilanda aksi jual selama empat hari berturut-turut. Penurunan terjadi setelah adanya data yang menunjukkan perlambatan ekonomi global di AS dan Eropa, serta anjloknya harga komoditas.

Pada pukul 09.27 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific turun 0,1% menjadi 131,45. Pergerakan bursa Asia kian mendekati level terendah sejak 21 Maret lalu. Sepanjang pekan lalu, bursa Asia sudah turun 1,1% seiring krisis Yunani dan terjungkalnya ekonomi Jepang ke jurang resesi.

Sementara itu, indeks Nikkei 225 Stock Average Jepang dan indeks Kospi Korea Selatan tak banyak mengalami perubahan pagi ini. Sedangkan indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,2%.

"Pemulihan perekonomian AS masih tersendat. Kekuatan ekonomi di Eropa dan China juga belum terlihat. Kondisi itu menyebabkan adanya langkah hati-hati investor atas perekonomian global," jelas Fumiyuki Nakanishi, strategist SMBC Friend Securities Co di Tokyo.

Bursa Jepang masih melempem terseret kejatuhan harga komoditas dunia

Bursa Jepang masih melempem terseret kejatuhan harga komoditas dunia
TOKYO. Bursa Jepang pagi ini kembali melempem. Dengan demikian, mayoritas saham di bursa Jepang sudah mengalami penurunan selama empat hari berturut-turut. Kondisi itu terjadi seiring dengan anjloknya harga komoditas dan adanya data yang menunjukkan perlambatan ekonomi di AS dan Eropa.

Pada pukul 09.15 waktu Tokyo, indeks Nikkei 225 Stock Average turun 0,3% menjadi 9.433,61. Sedangkan indeks Topix turun 0,3% menjadi 815,44.

Sejumlah saham yang mempengaruhi pergerakan bursa Jepang diantaranya Mitsubishi Corp yang turun 0,5%, Canon Inc turun 0,6%, dan Toyota Motor Corp turun 0,8%.

"Pemulihan perekonomian AS masih tersendat. Kekuatan ekonomi di Eropa dan China juga belum terlihat. Kondisi itu menyebabkan adanya langkah hati-hati investor atas perekonomian global," jelas Fumiyuki Nakanishi, strategist SMBC Friend Securities Co di Tokyo.

Investor masih cemas, harga minyak melorot 1% di New York

Investor masih cemas, harga minyak melorot 1% di New York
NEW YORK. Kontrak harga minyak dunia kembali mengalami penurunan di New York, pagi ini. Kecemasan akan kemungkinan gagal bayar utang Eropa menimbulkan spekulasi kalau permintaan minyak akan menurun seiring perlambatan ekonomi global.

Harga minyak turun sebesar 1% setelah Pemerintah Yunani mendukung rencana pemangkasan anggaran sebesar 6 miliar euro atau US$ 8,4 miliar untuk mendapatkan tambahan dana bantuan dan menahan penurunan pasar.

"Harga minyak diseret oleh penguatan dollar dan kecemasan akan krisis utang Yunani. Dua faktor tadi akan mempengaruhi permintaan minyak. Jika outlook permintaan masih lemah, harga akan terus mengalami penurunan," jelas Carl Larry, director of energy derivatives and research Blue Ocean Brokerage LLC di New York.

Catatan saja, pagi tadi, kontrak harga minyak naik 97 sen menjadi US$ 96,73 per barel di Nymex. Pada pukul 09.13 waktu Sydney, kontrak yang sama berada di level US$ 96,74. Kemarin, harga minyak turun US$ 2,40 menjadi US$ 97,70 per barel. Kendati begitu, harga minyak sudah naik 38% dibanding tahun lalu.

Sementara, kontrak harga minyak jenis Brent untuk pengantran Juli di ICE Futures Europe exchange turun US$ 2,29 atau 0,2% menjadi US$ 110,10 per barel. Ini merupakan level terendah sejak 17 Mei lalu. Dalam setahun terakhir, harga minyak Brent sudah naik 55%.

BKDI tambah alternatif produk sehingga pasar lebih likuid

JAKARTA. Minat masyarakat yang semakin tinggi dalam berinvestasi, mendorong Bursa Komoditas dan Derivatif Indonesia (BKDI) memperbanyak jenis produk di pasar berjangka. Yang terbaru, BKDI tengah mempersiapkan kontrak berjangka batubara.

Produk anyar ini akan melengkapi kontrak berjangka yang sudah ada di BKDI sebelumnya, yakni kontrak berjangka emas dan crude palm oil (CPO). Megain Wijaya, Direktur Utama BKDI, menyatakan, persiapan produk baru tersebut masih pada tahap awal. "Prosesnya baru 20%-25%," ujar dia, kemarin (23/5).

Untuk mempersiapkan produk ini, BKDI menggandeng Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Persiapan juga meliputi berunding dengan para pelaku pasar, memfasilitasi penjual dan pembeli untuk kemudahan pengadaan kontrak, dan penentuan pelabuhan pengiriman (port delivery) untuk penyerahan fisik batubara. "Pelabuhannya nanti di Kalimantan," kata Megain, tanpa mau menyebut nama pelabuhan yang dipilih.

Megain menargetkan kontrak batubara di BKDI sudah bisa diperdagangkan sebelum akhir tahun ini. Sedangkan pemilihan produk kontrak batubara berdasarkan pertimbangan potensi pasar komoditas ini cukup bagus. Ini tecermin dari tren kenaikan harga batubara. "Harga minyak dan CPO mencatat kenaikan. Jika keduanya masih naik, batubara juga ikut terangkat harganya," kata Megain.

BKDI optimistis keberadaan produk anyar ini dapat meramaikan transaksi di bursa. Sampai Juni nanti, BKDI menargetkan volume transaksi semua produk mencapai 5.000-6.000 lot per hari. "Sampai akhir tahun nanti, bisa mencapai 10.000 lot per hari," imbuh Megain.

Dalam rangka memenuhi permintaan pasar, Bursa Komoditas dan Derivatif Indonesia (BKDI) berencana akan meluncurkan produk kontrak berjangka batubara baru. Produk ini merupakan produk ke tiga setelah peluncuran kontrak berjangka untuk Crude Palm Oil (CPO) pada tahun 2009 lalu dan kontrak berjangka emas GOLDUD & GOLDID pada 11 April lalu.

"Saat ini proses baru 20% sampai 25% nya," kata Megain Wijaya, Direktur Utama PT Bursa Komoditas dan Derivatif Indonesia (BKDI)/Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX), kepada wartawan di acara Asian Commodities & Derivatives Conference 2011, kemarin.

BKDI bekerja sama dengan Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi (BAppepti) masih harus bertemu dengan para pelaku pasar, memfasilitasi penjual dan pembeli untuk kemudahan pengadaan kontrak. Sekaligus penentuan port delivery atau pelabuhan pengiriman untuk penyerahan fisik batubara nanti. Megain tidak mau menyebutkan pelabuhan yang dimaksudkan, hanya saja pelabuhan tersebut berada di Kalimantan, tuturnya.

BKDI berharap, dengan adanya kontrak berjangka batubara ini, investor lebih dimudahkan dalam manajemen risk-nya. "Krisis global yang terjadi membuat investor enggan bertransaksi secara bilateral, karena lebih beresiko," tutur Megain.

Mampu bersaing

Para pelaku pasar menyambut baik rencana pengelola bursa berjangka tersebut. "Ini bisa menambah produk derivatif baru untuk jenis hard commodity (komoditas pertambangan), sehingga pasar menjadi lebih likuid," ujar Ibrahim, Analis Senior Harvest International Futures.

Posisi Indonesia sebagai penghasil batubara terbesar di dunia, selain Australia, membuat keberadaan produk ini menjadi strategis. Indonesia mengekspor 30% batubara ke luar negeri. Kontrak berjangka batubara dapat menjadi perangkat lindung nilai dan membuat harganya lebih transparan bagi para investor. "Harga bisa terjaga lebih stabil jika sudah masuk ke bursa berjangka," imbuh Ibrahim.

Keberadaan kontrak berjangka, lanjut dia, juga dapat melindungi investor dari permainan para "mafia batubara" atau para pengepul. "Investor jadi bisa mengetahui harga sebenarnya dari komoditas itu," kata dia.

Sebaliknya, Analis Indosukses Futures Herry Setyawan, pesimistis penambahan produk baru di bursa berjangka ini dapat langsung menarik minat para pelaku pasar. Pasalnya, sejauh ini biaya kontrak dan pengiriman masih tinggi. Begitu jatuh tempo, barang fisik tidak laku dijual di pasar bebas.

Herry menyarankan perbaikan sistem penyerahan fisik agar biaya lebih murah. "Perlu insentif dari otoritas maupun pemerintah," ujarnya.

Selama ini, BKDI optimistis dapat mengejar target untuk produknya yang sudah ada. Sosialisasi sudah berjalan baik dan volume transaksi di bursa berjangka terus meningkat setiap saat. Hanya saja Megain tidak bisa menyebutkan berapa presentasi kenaikan per bulannya saat ditanya wartawan KONTAN kemarin. "Sampai bulan Juni nanti, ditargetkan untuk semua produk dapat mencapai volume transaksi 5000-6000 lot/hari, sedangkan sampai akhir tahun nanti target bertambah menjadi 10.000 lot /hari untuk semua produk BKDI.

Kabar buruk dari Eropa membangunkan harga emas

Kabar buruk dari Eropa membangunkan harga emas
JAKARTA. Harga emas menggeliat lagi. Selama dua hari berturut-turut, kontrak harian emas di pasar spot terus naik. Kemarin (23/5), pukul 16.16 WIB, kontrak emas untuk pengiriman Juni naik 0,08% menjadi US$ 1.510,2 per ons troi.

Sentimen perekonomian Eropa yang memburuk menjadi pemicu utama kenaikan harga emas. Akhir pekan lalu, lembaga pemeringkat Fitch menurunkan rating surat utang jangka panjang Yunani dari BB+ menjadi BB-.

Standard and Poor\'s memangkas prospek surat utang terbitan pemerintah Italia dari stabil jadi negatif. Lembaga itu menilai risiko gagal bayar utang Italia meningkat jika tidak memangkas utangnya.

Sentimen negatif dari Eropa ini memacu investor menyerbu emas dan dollar AS. "Banyak permintaan baru aset safe haven untuk diversifikasi investasi di tengah situasi ini," ujar James Moore, Analis The Bullion Desk.com seperti ditulis Bloomberg, kemarin.

Apelles RT Kawengian, Kepala Divisi Pengembangan Bisnis dan Produk Monex Investindo menambahkan, jarang terjadi kenaikan harga emas di tengah penguatan dollar AS. Indeks dollar kemarin sempat naik tajam menjadi 76,309 atau naik 1,16% dari hari sebelumnya. Bahkan, pairing EUR/USD anjlok 1,3% menjadi 1,3979.

Herry Setyawan, Analis Indosukses Futures menilai, lazimnya penurunan euro mengoreksi harga emas. Kali ini yang terjadi malah sebaliknya. "Investor sedang mengganti portofolio, melepas euro dan mengalihkan ke emas dan dollar AS," katanya.

Kontrak harian emas telah naik 2 hari berturut-turut. Kontrak harian emas, Senin (23/5) pukul 16.16 di pasar spot untuk pengiriman bulan Juni naik 0,086% menjadi US$ 1510,2 per ons troi.

Sentimen Eropa yang memburuk, membawa investor beralih ke aset lindung nilai. Bahkan dollar Amerika Serikat (AS) pun ikut terangkat, seiring jatuh mendalamnya mata uang euro. Pairing (EUR/USD) anjlok 1,3% menjadi 1,3979. "Hal yang jarang terjadi, saat ini harga emas naik di tengah penguatan dollar AS," kata Apelles RT Kawengian, Kepala Divisi Pengembangan Bisnis dan Produk Monex Investindo. Indeks dollar pun, kemarin sempat naik tajam menjadi 76,309 atau naik 1,16% dari hari sebelumnya.

Bahkan Herry Setyawan, Analis Indosukses Futures menambahkan bahwa biasanya penurunan euro akan mengoreksi harga logam emas. Namun kondisi malah sebaliknya.

Cambukan bertubi-tubi untuk benua Eropa ini, membuat investor semakin mengurungkan niatnya untuk aset berisiko. Jumat (20/5), downgrade surat utang jangka panjang Yunani telah dipangkas Pemeringkat utang, The Fitch dari BB+ menjadi B+. Minggu lalu, lembaga pemeringkat kredit Standard & Poor’s memangkas prospek surat utang terbitan Pemerintah Italia dari stabil menjadi negatif. S&P menyatakan, risiko Italia mengalami gagal bayar semakin besar jika tidak dapat memangkas timbunan utangnya. Bloomberg (23/5).

"Ada permintaan segar untuk aset safe haven dalam rangka diversifikasi investasi ditengah situasi menghadapi krisis utang Yunani dan hasil negosisasi anggaran AS di minggu ini," kata James Moore, Analis The Bullion Desk.com di London. Bloomberg (23/5).

Apelles menambahkan, secara teknikal harga emas masih dalam tren naik. Peluang kenaikan harga emas masih terbuka. Prediksinya, sampai semester satu ini, emas akan terus naik antara US$ 1.450-US$ 1.560 per onstroi.

Secara teknikal, harga emas masih up yang proporsi 60% sinyal untuk buying action (aksi beli) bagi emas. Di pekan ini, emas akan mencoba level resistant-nya di US$ 1520 per ons troi. "Bisa juga terkoreksi dengan level supportnya di US$1490 per ons troi," jelas Apelles.

Kecemasan akan gagal bayar utang Eropa mendongkrak harga emas

Kecemasan akan gagal bayar utang Eropa mendongkrak harga emas
NEW YORK. Kemarin malam, kontrak harga emas melonjak ke level tertinggi dalam seminggu terakhir. Kekhawatiran mengenai gagal bayar utang Eropa mendongkrak permintaan emas sebagai aset teraman.

"Saat ini saya lebih melihat emas berfungsi sebagai mata uang dibanding komoditas," jelas Dennis Gartman, ekonom and editor Suffolk.

Catatan saja, pada pukul 13.39 waktu New York, kontrak harga emas untuk pengantaran Juni di Comex, New York, naik 0,4% menjadi US$ 1.515,40 per troy ounce. Sebelumnya, kontrak yang sama sempat menyentuh posisi US$ 1.519, level tertinggi untuk kontrak emas yang paling aktif diperdagangkan sejak 11 Mei lalu. Jika dihitung, sepanjang tahun ini, harga emas sudah naik 29%, dan menyentuh rekor tertinggi pada 2 Mei di posisi US$ 1.577,40 per troy ounce.

"Kebijakan moneter akan tetap akomodatif dalam beberapa bulan ke depan. Ketidakmampuan dollar dalam mempertahankan statusnya sebagai safe haven akan menyokong pergerakan emas," jelas Tom Pawlicki, analis MF Global Holdings Ltd di Chicago.

IHSG Masih Rawan Koreksi

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin merosot hingga 94 poin bersamaan dengan rontoknya bursa-bursa di Asia akibat maraknya sentimen negatif. IHSG ditutup pada 3.778.

Pada perdagangan awal pekan, Senin (23/5/2011), IHSG ditutup jatuh 94,499 poin (2,44%) ke level 3.778,454. Sementara Indeks LQ 45 ditutup anjlok 18,443 poin (2,67%) ke level 673,401.

Melemahnya bursa-bursa utama dunia masih akan menjadi sentimen negatif yang akan membayangi langkah IHSG. Namun posisinya yang kemarin sudah jatuh terlalu dalam akan membawa peluang beli. IHSG pada perdagangan Selasa (24/5/2011) diprediksi akan bergerak fluktuatif cenderung melemah.

Bursa Wall Street tadi malam ditutup pada titik terendahnya dalam satu bulan, di tengagh kekhawatiran lemahnya manufaktur global dan permintaan dan juga krisis di Eropa.

Pada perdagangan Senin (23/5/2011), indeks Dow Jones ditutup merosot 130,78 poin (1,05%) ke level 12.381,26. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 15,90 poin (1,19%) ke level 1.317,37 dan Nasdaq melemah 44,42 poin (1,58%) ke level 2.758,90.

Bursa Jepang juga mengawali perdagangan Selasa ini di teritori negatif. Indeks Nikkei-225 dibuka melemah 16,63 poin (0,18%) ke level 9.444.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Kresna Sekuritas:

Penurunan rating utang Yunani membuat pelaku pasar kembali melakukan tekanan jual IHSG sehingga ditutup di bawah support 3789. IHSG berpotensi dalam trend turun jangka pendek jika gagal kembali ke level 3,789 dengan 3,700 sebagai support berikutnya. Hari ini IHSG diperkirakan masih dalam tekanan dengan bergerak di kisaran 3,730-3,800. TINS dan TLKM menjadi saham pilihan hari ini.

Panin Sekuritas:

Anjloknya bursa regional menjadi sentimen negatif bagi IHSG kemarin. Babak baru krisis hutang Eropa, kekhawatiran resesi Jepang, serta pengumuman data manufaktur China yang dibawah ekspektasi menjadi katalis negatif bagi bursa regional sekaligus mengindikasikan perekonomian Asia yang melambat. Hari ini meski tidak mengalami tekanan jual yang besar seperti kemarin, kami melihat indeks hari ini masih akan bergerak melemah. IHSG kami proyeksikan akan bergerak pada kisaran support-resistance : 3.730-3.800.

eTrading Securities:

IHSG kemarin ditutup turun 94.5 point (-2.44%) ke level 3,778.45 mengikuti dampak sentiment negatif dari Eropa yang dikhawatirkan sulit keluar dari krisis utang yang sedang melanda. Sebanyak 17 juta lot transaksi dengan nilai transaksi sebanyak Rp5.6 triliun diperdagangkan pada hari ini dengan seluruh sektor saham mengalami penurunan.Hari ini tercatat sebanyak 28 saham mengalami penguatan, 200 saham mengalami penurunan, 39 saham tidak mengalami perubahan dan 137 saham tidak diperdagangkan sama sekali.

Secara teknikal, koreksi besar pada perdagangan kemarin membuat candlestick IHSG membentuk pola Bearish Belt Hold yang mengindikasikan bearish reversal. Sementara dari pergerakan indicator tampak stochastic telah membentuk deathcross serta MA 5 dan MA 20 berpotensi untuk membentuk deathcross. IHSG pada perdagangan hari ini (24/5) IHSG diperkirakan masih akan melanjutkan pelemahannya dan akan bergerak dikisaran 3,743-3,798 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. DOID, BMRI , dan TLKM.

Indosurya:

Pada perdagangan Selasa (24/5) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.712-3.770 dan resistance 3.880-3.900. Candle IHSG melemah tajam sehingga membuat posisinya kembali berada di bawah upper bollinger bands . Candle yang hampir menyerupai black marubozu menggambarkan kekuatan daya jual menguasai pasar sehingga mendorong harga ke bawah. Sementara daya beli kehilangan kekuatannya. MACD mulai tertahan kenaikannya dengan terbentuknya histogram negatif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic mulai reversal setelah menembus area overbought . Pelemahan kemarin kemungkinan masih berlanjut pada hari ini
melihat belum adanya sentimen positif yang beredar namun, pelan-pelan kekuatan daya beli mulai masuk meski tidak besar. Investor harap berhati-hati bila kembali terdapat sinyal penurunan. Tetapi, penurunan ini bisa menjadi peluang untuk mengkoleksi saham-saham pilihan yang telah terdiskon besar.

(qom/qom)