Kamis, 14 Juli 2011

Sesi Dua : Tetap Cermati Saham Lagging

INILAH.COM, Jakarta- Apresiasi IHSG siang ini diperkirakan akan berlanjut hingga penutupan. Saham yang sudah lagging masih disarankan.

Pengamat pasar modal Willy Sanjaya memperkirakan, pergerakan indeks saham domestik hingga penutupan sore nanti akan menguat terbatas. “Indeks akan bergerak dalam kisaran support 3.968 dan resistance 4.015,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (14/7).

Penguatan indeks hari ini, menurutnya, dipicu oleh positifnya pergerakan bursa ASmekipun terbatas. Tapi, pergerakan indeks domestik akan tipis. Sebab, pasar sedang mencari pola pergerakan market setelah tembus 4.000 sehingga lajunyacenderung konsolidasi. “Karena itu, potensi penguatannya pun jadi terbatas hari ini,” ujar Willy.

Di sisi lain, lanjutnya, pasar juga masih khawatir atas kondisi utang AS setelah Presiden Barack Obama walk out pada pertemuan dengan Kongres AS yang membahas soal kenaikan bata atas utang negara adidaya itu. “Karena itu, pasar domestik menanti respon Wall Street nanti malam dan pembukaan bursa Eropa siang ini,” ucapnya.

Tapi, ditegaskan Willy, bursa Indonesia pada dasarnya sangat perkasa. Buktinya, untuk pertama kalinya IHSG berhasil meninggalkan bursa Perancis sebesar 164 poin dan sudah lama meninggalkan bursa Singapura, Strait Times Index (STI) lebih dari 900 poin.

Dalam situasi ini, Willy merekomendasikan saham-saham yang harganya tertinggal jauh (lagging). “Sebab, saham-saham yang masuk dalam kategori ini, sudah mulai bergerak atraktif hari ini,” ungkap Willy.

Saham-saham pilihannya adalah PT Bakrieland Development (ELTY), PT Polysindo Eka Perkasa (POLY), PT Krakatau Steel (KRAS) yang mendapatkan pinjaman senilaiRp600 miliar untuk pemabangunan pabrik barunya, PT Indosiar Karya Media (IDKM), PT Energi Mega Persada (ENRG) dan PT Darma Henwa (DEWA). “Saya rekomendasikan buy on weakness saham-saham tersebut,” imbuhnya.[ast]

Moody's Picu Dolar Melemah di Pasar Asia

Headline
INILAH.COM, Singapura - Pada transaksi di Asia Kamis (14/7) pagi, dolar AS turun tajam terhadap mata uang lainnya setelah Moody's Investors Service memperingatkan kemungkinan peringkat kredit AS downgrade.

Greenback merosot 3 pekan terhadap pound, melemah selama 6 hari terhadap euro, terendah selama 4 bulan terhadap yen dan dua bulan terendah terhadap Loonuie dan Australia, demikian dikutip dari yahoo.finance.com. Moody's telah memperingatkan obligasi AS kemungkinan akan downgrade. Hal ini bila tidak melakukan pembatasan utang untuk meningkatkan kemampuan pembayaran obligasi.

Moody's mengkonfirmasi jika pembatasan utang dinaikkan lagi dan menghindari defoult maka rating 'Aaa' akan diberikan untuk AS. Pada 2 Juni, Moody's telah mengumumkan peninjauan terhadap penilaian rating dan akan selesai pada pertengahan bulan Juli ini. Kecuali ada kemajuan dalam negosiasi untuk menaikkan batas utang.

Nilai greenback terhadap euro dan yen turun ke 1,4283 per euro dan 78,48 terhadap yen. Pada perdagangan Rabu kemarin, euro 1,4165 dan yen 78,97.

Peringkat utang AS mungkin terpangkas, mayoritas bursa Asia tertekan siang ini

Peringkat utang AS mungkin terpangkas, mayoritas bursa Asia tertekan siang ini
TOKYO. Pasar saham Asia tertekan setelah Moody’s Investors Service menyebut peringkat utang AS kemungkinkan akan diturunkan dari level Aaa.

Indeks regional MSCI Asia Pasifik tergelincir 0,5%. Hingga pukul 11.58 WIB, indeks Nikkei 225 tercatat tumbang 0,58%, sementara indeks Hang Seng tertekan 0,76%. Koreksi juga dialami Kospi yang anjlok 0,84%, dan S&P/ASX 200 yang jatuh 0,92%.

Namun, IHSG masih menguat tipis 0,18%, dan indeks Shanghai masih reli 0,14%.

Moody's melakukan review pertamakali terhadap AS sejak 1995. Hal ini dilakukan seiring adanya pembahasan menaikkan batas utang menjadi US$ 14,3 triliun. Ini merefleksikan adanya kecemasan hambatan politik akan memicu gagal bayar.

"Ada ketidakpastian dan kebingungan apakah eksekutif dan legislatif akan menetapkan batas utang. Tinjauan Moody's menunjukkan mungkin ada masalah jika mereka tidak dapat mencapai kesepakatan," kata Tim Leung dari IG Investment Ltd. di Hong Kong.

BII Proyeksikan DPK hingga Juni Capai Rp65 Triliun

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Bank International Indonesia Tbk (BNII) memperkirakan dana pihak ketiga mencapai Rp65 triliun hingga Juni 2011.

Hal itu disampaikan Direktur Consumer Banking BNII, Stephen Sulistyo, Kamis (14/7). "DPK sekitar Rp65 triliun, jumlah DPK itu naik kira-kira 10% hingga 15% dari Desember 2010," ujar Stephen.

Lebih lanjut ia mengatakan, komposisi DPK terbesar masih ada di deposito sebesar 60% dan 40% di giro dan tabungan. Pihaknya mengharapkan jumlah giro dan tabungan dapat naik menjadi 45% pada 2011.

Stephen menuturkan, pihaknya melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan komposisi giro dan tabungan di DPK dengan penambahan jumlah cabang dan ATM. "Banyak upaya yang kita lakukan untuk menaikkan jumlah giro dan tabungan seperti penambahan cabang dan ATM. Saat ini jumlah cabang kita masih middle sekitar 340 cabang," tutur Stephen.

Seperti diketahui, hingga kuartal pertama 2011, total DPK BNII mencapai Rp 60,2 triliun atau naik 29,18% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 46,6 triliun. [hid]

Dikabarkan bakal kantongi pinjaman, BFIN melejit ke level tertinggi 19 tahun

JAKARTA. Saham PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) melesat ke level tertinggi 19 tahun, setelah perseroan dikabarkan akan memperoleh pinjaman senilai US$ 50 juta.

Saham emiten pembiayaan konsumen ini naik 2,7% ke Rp 5.750 per saham, pada pukul 11.10 di Jakarta. Ini adalah harga penutupan tertingginya setidaknya sejak Maret 1992.

Seorang sumber yang tidak bersedia diidentifikasi menyebut, BFIN sedang mengupayakan pinjaman dari Deutsche Bank AG dan Standard Chartered Plc.

Koreksi harga karet menyeret jatuh saham LSIP dan UNSP

JAKARTA. Koreksi harga karet dunia menekan pergerakan saham emiten perkebunan di Bursa Efek Indonesia.

Saham produsen karet yang ikut terseret, diantara PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) yang melemah 1,08% ke Rp 2.300, hingga pukul 11.20 di Jakarta. Selain itu, saham PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) juga tumbang 1,20% ke Rp 410 per saham.

Kontrak karet untuk pengiriman Desember tergelincir 0,6% ke 374 yen per kilogram (US$ 4.572 per metrik ton), sebelum diperdagangkan di 375,5 yen pada Tokyo Commodity Exchange, pukul 11.30 pagi.

Inilah Alasan Dolar Melemah di Pasar Asia

Headline
INILAH.COM, Singapura - Pada transaksi di Asia Kamis (14/7) pagi, dolar AS turun tajam terhadap mata uang lainnya setelah Moody's Investors Service memperingatkan kemungkinan peringkat kredit AS downgrade.

Greenback merosok 3 pekan terhadap pouind, melemah selama 6 hari terhadap euro, terendah selama 4 bulan terhadap yen dan dua bulan terendah terhadap Loonuie dan Australia, demikian dikutip dari yahoo.finance.com. Moody's telah memperingatkan obligasi AS kemungkinan akan downgrade. Hal ini bila tidak melakukan pembatasan utang untuk meningkatkan kemampuan pembayaran obligasi.

Moody's mengkonfirmasi jika pembatasan utang dinaikkan lagi dan menghindari defoult maka rating 'Aaa' akan diberikan untuk AS. Pada 2 Juni, Moody's telah mengumumkan peninjauan terhadap penilaian rating dan akan selesai pada pertengahan bulan Juli ini. Kecuali ada kemajuan dalam negosiasi untuk menaikkan batas utang.

Nilai greenback terhadap euro dan yen turun ke 1,4283 per euro dan 78,48 terhadap yen. Pada perdagangan Rabu kemarin, euro 1,4165 dan yen 78,97.

BFIN mencari pinjaman senilai US$ 50 juta dari dua bank

JAKARTA. PT BFI Finance Tbk (BFIN) dikabarkan mencari pinjaman dari dua bank senilai US$ 50 juta. Kabar ini disampaikan seorang sumber yang sangat dekat dengan rencana ini.

Perusahaan pembiayaan konsumen ini bakal mendapat pinjaman berjangka waktu tiga tahun dari Deutsche Bank AG dan Standard Chartered Plc.

"Pinjaman mungkin akan ditingkatkan setelah ada respon kuat dari sindikasi bank, dan fasilitas pinjaman diteken pada awal bulan ini," ujar sumber yang menolak diidentifikasi itu.

Cadangan Devisa RI Capai US$ 120 Miliar

Gb
Bogor - Cadangan devisa Indonesia akhirnya berhasil menembus US$ 120 miliar, didorong terus naiknya modal asing. Modal-modal dari luar negeri itu kini tak hanya masuk ke portofolio, namun juga ke proyek-proyek infrastruktur.

"Pertengahan Juli telah mencapai US$ 120 miliar, hari ini pun sudah. Kalau terakhir sudah US$ 119 miliar," ujar Deputi Gubernur Bank Indonesia, Hartadi A. Sarwono dalam Rapat Koordinasi Wilayah Tim Pengendalian Inflasi Jawa Barat-Banten-Jakarta di Hotel Santika, Bogor, Jawa Barat, Kamis (14/7/2011).

Posisi cadangan devisa Indonesia sebesar US$ 120 miliar pada pertengahan Juli itu berarti mengalami peningkatan jika dibandingkan cadangan devisa per akhir Juni yang mencapai US$ 119,655 miliar.

Hartadi menjelaskan, cadangan devisa tersebut bertambah dari penanaman modal asing berupa investasi khususnya untuk proyek-proyek infrastuktur.

"Cadangan devia dari situ, dan sekarang sudah ada mulai shifting (perpindahan) dan itu lebih banyak masuk ke portfolio tapi sekarang sudah mulai shifting penanaman modal asingnya naik dan portfolionya turun," urainya.

BI memperkirakan aliran modal asing ke proyek-proyek infrastruktur akan terus meningkat pada tahun 2012 mendatang. BI berharap dana-dana asing tersebut bisa dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan ekonomi yang lebih panjang.

"Proyek-proyek infrastruktur yang dilaksanakan oleh pemerintah MP3EI (Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia ) itu juga merupakan proyek-proyek infarsruktur yang memerlukan funding biaya khususnya dari luar, karena jika mengandalkan pemerintah dan swasta khususnya dalam negeri itu tidak cukup. Jadi kemampuan menyerap inflow menjadi penting," imbuh Hartadi.
(dru/qom)

Won melesat ke level terkuat tiga tahun

Won melesat ke level terkuat tiga tahun
SEOUL. Mata uang Korea Selatan menguat tajam ke posisi tertingginya selama tiga tahun terakhir. Penguatan won terjadi setelah Moody's Investors Service meninjau kemungkinkan pemangkasan peringkat surat utang AS. Hal ini meredam permintaan dollar AS.

Won menguat 0,4% ke 1.055,95 per dollar AS, pada pukul 9.37 a.m di Seoul, dan sempat menyentuh 1.054,1, yang merupakan level terkuatnya sejak Agustus 2008. Pada pukul 10.20 WIB, pasangan (USD/KRW) bergeser ke 1.056,53.

Mata uang Asia tersebut terapresiasi selama 2 hari berturut-turut terhadap dollar AS, dan harga obligasi pemerintah juga naik sebelum pertemuan Bank of Korea hari ini. Survei Bloomberg memperkirakan, tingkat repo 7 hari akan dipertahankan di 3,25%.

"Melemahnya dollar AS yang menonjol menjadi bahan bakar won naik lebih tinggi," kata Kim Sung Soon, senior currency trader Industrial Bank of Korea. Menurutnya, saat ini pasar tidak akan bereaksi lagi terhadap suatu keputusan, kecuali ada kejutan kenaikan lagi.

Bank of Korea telah tiga kali menaikkan tingkat suku bunganya di tahun ini untuk meredam laju inflasi. Bank Sentral Korsel, kemarin, telah melaporkan pinjaman untuk rumah tangga yang naik 3,4 triliun won (US$ 3,2 miliar) di bulan Juni, menjadi 443,2 triliun won.

Suplai dollar AS diprediksi meningkat, otot rupiah kian perkasa

Suplai dollar AS diprediksi meningkat, otot rupiah kian perkasa
JAKARTA. Rupiah lanjut menguat untuk hari yang kedua. Otot rupiah kian perkasa setelah Ketua The Federal Reserves Ben S. Bernanke menyebut, AS mungkin akan membeli lebih banyak obligasi pemerintah. Pernyataan itu memicu kekhawatiran suplai dollar akan meningkat di pasar.

Rupiah terapresiasi 0,1% ke Rp 8.539 per dollar pada pukul 10.30 di Jakarta. Tahun ini, mata uang Garuda ini sudah menguat 5,2% karena asing membeli US$ 2,5 miliar saham Indonesia, lebih dari jumlah yang mereka jual.

Kemarin, dollar index tumbang paling tajam sejak Oktober 2010. Hal ini dipicu langkah Moody`s Investors Service menempatkan peringkat utang AS pada kemungkinkan downgrade untuk pertama kalinya sejak 1995. Bernanke menyebut, bank sentral tetap harus siap menanggapi indikasi perkembangan ekonomi dengan kebijakan moneter yang disesuaikan.

Ekonom Barclays Capital Prakriti Sofat mengatakan, testimoni Bernanke semakin mendekatkan pada sinyal The Fed mungkin memberikan tambahan stimulus kebijakan moneter. "Ini menyebabkan meluasnya pelemahan dollar," ujarnya.

Data Departemen Keuangan menunjukkan, kepemilikan asing di surat utang pemerintah Indonesia meningkat 22% pada tahun ini menjadi Rp 239,3 triliun hingga 8 Juli.

Adapun, kemarin, harga obligasi bertenor 10 tahun bergerak tipis. Data Inter-Dealer Market Association menunjukkan, imbal hasil obligasi yang jatuh tempo Juli 2021 stagnan di 7,32%.

Permintaan bahan bakar diekspektasi naik, saham AKRA mencetak rekor

JAKARTA. Saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) melejit ke level rekor, karena pemerintah Indonesia dan DPR sepakat menaikkan estimasi anggaran pada subsisdi bahan bakar tahun ini.

Saham ini melaju 2,1% ke level Rp 2.450 per saham, pada pukul 9.45 di Jakarta. Ini level penutupan tertingginya sejak AKRA listing di bursa pada Oktober 1994.

Hari ini, Dirjen Migas Kementerian ESDM Evita Legowo menyebut, permintaan bahan bakar bersubsidi akan naik menjadi 40,49 juta kilo liter di tahun ini, dibandingkan dengan estimasi sebelumnya 38,5 juta kilo liter. Hal ini meningkatkan prospek pendapatan bagi perseroan sebagai distributor bahan bakar.

MTDL&Logicalis Group Ltd, Dirikan Usaha Baru

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Metrodata Electronic Tbk (MTDL) menandatangani term sheet dengan Logicalis Group Limited dan PT Mitra Integrasi Informatika untuk pendirian usaha patungan.

Hal itu disampaikan manajemen dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (14/7). Usaha patungan ini akan memiliki usaha utama berupa solusi dan jasa yang terintegrasi di bidang information and communication technology (ICT). Usaha ini akan dimulai dengan fokus di bidang jasa solusi networking.

Perseroan berencana memiliki penyertaan saham sebesar 49% sedangkan penyertaan saham Logicalis Group Limited. Hal ini dilakukan melalui perusahaan afiliasinya sebesar 51% dalam usaha patungan tersebut.

Pembentukan usaha patungan berstatus penanaman modal asing ini akan diselesaikan kemudian pada saat ditandatanganinya joint venture agreement. Selain itu juga setelah memperoleh persetujuan dari instansi pemerintah. Transaksi tersebut bukan merupakan benturan kepentingan dan transaksi material. [hid]

Cari Aspal, TINS Lakukan Diversifikasi Usaha

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Langkah PT Timah Tbk (TINS) yang akan mengakuisisi perusahaan tambang aspal yaitu PT Sarana Karya sebagai langkah diversifikasi usaha.

Demikian dikutip dari hasil riset E Trading Securities, Kamis (14/7). Saat ini cadangan timah perseroan sebagian besar di laut yang menyedot biaya lebih besar. Sebab harus menggunakan kapal keruk. Hal ini untuk menjaga margin laba perseroan dan penghasilan perseroan tidak terlalu bergantung kepada timah yang lebih berfluktuasi.

Saat ini perseroan dipergagangan pada PER 9,2 kali. Target harga rata-rata saham TINS di 3.200. Saham TINS pada pukul 10:10 WIB masih stagnan di 2.575 dengan volume 3.750 saham senilai Rp4,8 miliar sebanyak 96 kali transaksi.

Saat ini perseroan masih menghitung dana untuk akuisisi tersebut. Perseroan sangat berharap akan berjalan lancar. Apalagi PT Sarana Karya memiliki cadangan aspal cukup besar.

Reminder Cum Date Dividen GDYR,BABP,BRAU 14/07/2011

Berikut ini kami informasikan bahwa Hari ini 14 July 2011 adalah Cum Date untuk pelaksanaan kegiatan Corporate Action sebagai berikut :

No.

Kode Efek

Nama Efek

Jenis Kegiatan

1.

GDYR

GOODYEAR INDONESIA Tbk

Dividen Tunai Rp 250.- per saham

2.

BABP

BANK ICB BUMIPUTERA TBK

Dividen Tunai Rp 0.66 per saham

3.

BRAU

BERAU COAL ENERGY Tbk

Dividen Tunai Rp 3.55 per saham

Pagi ini, sektor aneka industri mendorong penguatan IHSG

Pagi ini, sektor aneka industri mendorong penguatan IHSG
JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan Kamis (14/7) pagi ini masih bertahan di jalur penguatan. Ketika perdagangan saham dibuka, indeks menguat 2,265 poin menuju posisi 3.983,110.
Separuh sektor yang berada di bursa berada di zona hijau, namu separuhnya lagi di zona merah. Sektor yang penguatannya paling tajam adalah aneka industri.
Pada pukul 09.35 WIB, sudah ada 58 saham yang mengalami kenaikan dan 31 saham mengalami penurunan. Sementara 91 saham lainnya belum berubah.
Top gainers dipimpin oleh PT Tifa Finance Tbk (TIFA) yang baru mencatatkan sahamnya di bursa, yang melesat 16,13% ke Rp 360. Selanjutnya ada PT Bank Ekonomi Raharja Tbk (BAEK) yang naik 9,46% ke Rp 2.025 dan PT Goodyear Indonesia Tbk (GDYR) yang
naik 4,76% ke Rp 11.000.
Sedangkan di jajaran top losers ada saham PT Bhakti Investama Tbk (BHIT) yang turun 4,35% ke Rp 220, PT Prima Alloy Steel Tbk (PRAS) yang turun 4,00% ke Rp 120, dan PT Asuransi Bina Data Arta Tbk (ABDA) yang turun 2,82% ke Rp 690.
Kepala Riset Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo mengtakan tren IHSG baru berubah menjadi tren naik jika level 4.005 sudah ditembus. Namun karena indeks Dow Jones Industrial hanya naik 44,73 poin, sepertinya itu sulit terjadi.
Satrio menyarankan pelaku pasar untuk mengamankan profit jika support 3.925-3.960 gagal bertahan. "Jika gagal, kenaikan yang terjadi kemarin bisa jadi hanya sebuah bullish trap," katanya.

IHSG Kamis (14/7) Dibuka Naik Tipis

Headline
INILAH.COM, Jakarta - IHSG pada perdagangan Kamis (14/7) dibuka naik 0,04% ke level 3.982,69, ditopang penguatan Wall Street.

Semalam, Dow Jones ditutup naik 0,36% dipicu Fed yang tetap akan menggelontorkan stimulus untuk menaikkan perekonomian AS. Namun, kenaikan IHSG pagi ini akan dibayangi merosotnya saham di kawasan Asia lainnya yang mengalami penurunan akibat kekhawatiran Moody's yang tengah mengkaji untuk mendowngrade kredit AS. Hal ini disebabkan tidak adanya perubahan plafon utang.

Di Asia Sang Hai naik 0,3%, Hang Seng turun 0,39%, KLSE turun 0,08%, Nikkei turun 0,37%, STI naik 0,08%, dan Seoul turun 0,65%.

Sebanyak 53 saham tercatat naik, 24 saham turun, dan 86 saham stagnan. Indeks LQ45 naik 0,06% ke level 705,33, sedang JII naik 0,15% ke level 549,17. Volume perdagangan tercatat mencapai 189,42 juta saham dengan nilai transaksi sebesar Rp143,41 miliar. Asing terpantau keluar dari pasar dengan mencatatkan net foreign sell sebesar Rp10,08 miliar.

Saham-saham yang menopang kenaikan pagi ini adalah ASII yang naik 0,44%, ITMG naik 0,52%, UNVR naik 1,01%, GGRM naik 0,29%, INDF naik 0,86%, dan TLKM naik 0,7%.

Pendapatan Bakal Naik, Hold Saham PTBA

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) memperkirakan pendapatan selama semester 1-2011 naik 30-35% mencapai Rp4,9-5,1 triliun.

Sedangkan laba bersih dapat mencapai Rp1,5 triliun atau 43% dari konsensus FY11E. Kenaikan penjualan ditopang oleh volume penjualan batubara yang meningkat menjadi 6,5 juta ton dibandingkan 4,5 juta ton pada 1H10 dan harga jual batu bara yang naik.

Perseroan menargetkan pendapatan pada tahun ini mencapai Rp11 triliun. Di lain hal, pada semester 2-2011 perseroan akan mengikuti tender pembangunan PLTU di Sumatera Selatan dan akan bekerja sama dengan China Huadian Corporation. PTBA ingin mendapatkan porsi sebesar 49%. Pembangunan PLTU tersebut akan menggunakan kas internal.

"Kami pun merekomendasikan buy untuk saham PTBA ini," ujar Samuel Sekuritas dalam ulasan sahamnya, Kamis (14/7).

Pendapatan Sem 1-2011 Diprediksi Naik, 'Hold' ELTY

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) memperkirakan pendapatan selama semester 1-2011 mencapai lebih dari Rp700 miliar, naik 30% YoY.

Manajemen mengatakan bahwa kontribusi pendapatan terbesar berasal dari city property dan landed residential. Sampai akhir Juni 2011, perseroan telah merealisasikan capex sebesar Rp500-600 miliar. Perseroan menganggarkan capex sebesar Rp2-2.5 triliun selama 2011-2012, jumlah tersebut tidak termasuk Bakrie Toll Road.

"Kami pun merekomendasikan hold untuk saham ELTY," ujar Samuel Sekuritas dalam ulasan pasarnya Kamis (14/7).

Harga emas bisa US$ 1.600 bulan ini

Harga emas bisa US$ 1.600 bulan ini
JAKARTA. Krisis Eropa memoles kilau harga logam mulia. Harga emas di New York Mercantile Exchange, Rabu (13/7), sempat menyentuh US$ 1.577,40 per ons troi. Ini merupakan posisi terkuat emas sepanjang sejarah.

Reli harga emas ini sudah memasuki hari kedelapan berturut-turut. Ini nyaris menyamai laju harga emas pada 25 April lalu yang menguat sembilan hari berturut-turut.

Spekulasi meluasnya krisis utang Eropa menjadi bahan bakar utama reli emas. Kabar terakhir, Irlandia adalah negara ketiga setelah Yunani dan Portugal, yang peringkat utangnya terpangkas akibat kesulitan finansial.

Moody’s Investors Service memangkas peringkat Irlandia menjadi Ba1 dari sebelumnya Baa3. Alasannya, Irlandia bakal membutuhkan tambahan dana talangan pada tahun ini. Di saat yang sama, pemegang obligasi Irlandia berpotensi merugi lantaran pemerintah negara itu tak mampu membayar utangnya.

Di luar krisis Eropa, pergerakan harga emas akan ditentukan kebijakan Amerika Serikat. Investor terus mencermati pembicaraan tentang batas pinjaman AS.

Pembahasan itu diharapkan rampung pada 2 Agustus. "Jika Kongres menyetujui batas utang US$ 20,3 triliun, dollar AS akan bertambah di pasar sehingga menyokong harga emas," kata Ibrahim, Analis Senior Harvest International Futures kepada KONTAN, kemarin.

Di sisi lain, ada spekulasi kemungkinan Bank Sentral AS menggulirkan kebijakan Quantitative Easing tahap III (QE III). "AS mungkin menunggu tiga sampai empat bulan lagi, dengan melihat perkembangan makro negara itu," prediksi Nizar Hilmy, Analis Harumdana Berjangka.

Secara fundamental, minat membeli emas warga dunia tak kunjung surut. Ambil contoh permintaan emas di India yang mencapai rekor tertingginya, 963,1 ton di tahun lalu. Mengacu data World Gold Council, permintaan emas India di bulan Mei tahun ini tumbuh 10% year-on-year.

Permintaan emas India mungkin meningkat menjadi lebih dari 1.200 ton pada 2020. Prediksi ini dipicu pertumbuhan ekonomi di negara itu sehingga mendorong daya beli masyarakat.

Para analis menebak, harga emas akan terus melaju sampai akhir bulan ini. Apalagi, otoritas Uni Eropa sepertinya membiarkan sebagian surat utang Yunani berstatus gagal bayar alias default.

Ibrahim optimistis harga emas pada minggu depan bisa menembus level US$ 1.580 per ons troi. Harga logam mulia ini diprediksi terus menanjak dan menyentuh US$ 1.600 di akhir Juli ini.

Edel Tuly, Analis UBS AG, juga mengerek proyeksi harga emas untuk rencana sebulan pada posisi US$ 1.575 per ons troi. Sedangkan untuk prediksi harga tiga bulanan, Edel masih mempertahankan logam mulia tersebut di level US$ 1.600 per ons troi.

Panin Sekuritas : Cek JPFA, CPIN, ADMG dan GGRM untuk trading hari ini

Panin Sekuritas : Cek JPFA, CPIN, ADMG dan GGRM untuk trading hari ini
JAKARTA. Panin Sekuritas Tbk (PANS) menghitung secara teknikal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diperkirakan bergerak fluktuatif cenderung menguat. Purwoko Sartono, Research Analyst Panin Sekuritas memprediksi IHSG akan bergerak dengan kisaran support-resistance di 3.964-4.010.

IHSG kemarin rebound menyusul sentimen positif dari angka pertumbuhan Ekonomi China yang di atas ekspektasi sehingga mendorong bursa regional Asia menguat. "Berita tersebut juga menutup sentimen negatif atas kekhawatiran dari dampak dari krisis utang Yunani ke negara Eropa yang lain," ujar Purwoko.

Hari ini, ia merekomendasikan beberapa saham yang bisa dipertimbangkan menjadi pilihan trading. Di antaranya adalah JPFA, CPIN, ADMG dan GGRM.

SingTel Tolak Lepas Telkomsel, 'Buy' Telkom

INILAH.COM, Jakarta - Rencana PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) untuk kembali menguasai 100% kepemilikan di anak usahanya, PT Telkomsel, menemui ganjalan karena SingTel menyatakan akan tetap menjadi investor strategis di Telkomsel.

Saat ini, Telkomsel adalah kontributor pendapatan kedua terbesar bagi SingTel yang merupakan anak usaha Temasek. Namun demikian, manajemen TLKM menyatakan akan tetap berjuang meningkatkan kepemilikan di Telkomsel menjadi 100% dengan melobi SingTel International ataupun Temasek.

"Untuk itu kami pun merekoemndasikan buy untuk saham TLKM," ujar Samuel Sekuritas dalam ualsan pasarnya, Kamis (14/7).

Rencana Subdebt, 'Hold' Saham BBCA

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Bank Central Asia (BBCA) mengkaji untuk melaksanakan penerbitan obligasi subordinasi (subdebt) pada semeter 2-2011.

Namun perseroan hanya akan menerbitkan subdebt apabila CAR lebih rendah dari 13% atau dengan asumsi kredit perseroan bertambah Rp40 triliun tahun ini. Manajemen sendiri menargetkan kredit tahun ini hanya tumbuh 20% atau Rp30 triliun. Manajemen juga memperkirakan pertumbuhan kredit di semester 2-2011 akan lebih baik dari pada semester 1-2011.

"Karenanya, kami merekomendasikan hold untuk saham BBCA," ujar Samuel Sekuritas dalam ulasan pasarnya Kamis (14/7).

Bursa Asia Dibuka Loyo

Headline
INILAH.COM, Sydney – Bursa saham Asia melorot di awal perdagangan Kamis (13/7), karena investor terbebani isu-isu utang AS dan peringatan tentang potensi penurunan peringkat, dimana saham eksportir terpukul di Jepang.

Indeks Nikkei Stock Average turun 0,6%, Indeks Kospi Korea Selatan kehilangan 0,8% dan indeks S & P / ASX 200 Australia diperdagangkan turun 0,3%.

Bursa Asia layu, meski saham AS menguat semalam, setelah ketua Ben Bernanke mengindikasikan Federal Reserve akan sekali lagi menggelontorkan langkah untuk menopang perekonomian.

Penguatan yen menekan sektor eksportir, termasuk saham teknologi di perdagangan Jepang.

Nintendo Co jatuh 1,8% dan Toshiba Corp kehilangan 1,2%.

Saham AS menyudahi koreksi tiga hari beruntun dan ditutup menguat semalam, didukung komentar Ketua Federal Reserve Ben Bernanke yang menyarankan rangsangan lebih dapat disuntikkan ke dalam perekonomian.

Pada bagian pertama dari dua hari pernyataan semi-tahunan untuk kongres, Bernanke mengatakan Fed sedang mempertimbangkan beberapa langkah teruji untuk lebih merangsang ekonomi AS, jika kondisi memburuk. Meskipun bank sentral percaya, guncangan sementara yang menekan kegiatan ekonomi akan berlalu.

Namun, setelah pasar saham AS ditutup melemah, lembaga pemeringkat memperingatkan akan memangkas rating utang pemerintah AS, karena batas waktu untuk menaikkan plafon utang negara sudah dekat.

Moody’s Investor Service mengatakan telah menempatkan peringkat obligasi triple-A pemerintah AS dalam pengawasan untuk downgrade, karena ketakutan adanya resiko kecil tapi meningkat dari default singkat.

Peritel berada di bawah tekanan dalam perdagangan Sydney, setelah peringatan laba yang mengejutkan dari department store kelas atas, David Jones Ltd membawa saham anjlok 14,6%.

Di sektor yang lebih luas, Myer Holdings Ltd kehilangan 5,3%, Harvey Norman Holdings Ltd turun 3,7% dan JB HiFi Ltd turun 3,6%.

News Corp menguat 5,4%, setelah menarik tawaran US$ 14 miliar untuk 61% saham British Sky Broadcasting PLC. Saham di Media Fairfax. Ltd turun 4,7%. [ast]

Sekuritas Asing Rekomendasikan 'Buy' Saham DOID

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Sekuritas asing ternama merekomendasikan buy saham PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) dengan target harga Rp1.350.

Restrukturisasi utang dan penambahan dana setelah rights issue menjadi katalisnya. Pekan depan, DOID bahkan disebut-sebut akan masuk dalam MSCI.

Pada perdagangan kemarin, saham DOID ditutup naik Rp20 ke harga Rp1.050.

Rating Naik, Saham DEWA Berpotensi Menuju Rp205

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Citigroup menaikkan rating saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) dari netral menjadi outperform.

Hal ini memicu saham DEWA untuk terkerek ke harga Rp205. Valuasi DEWA yang sangat murah dengan PER 8,8 kali, di bawah BUMI 21 kali dan DOID 10 kali.

Pada perdagangan kemarin, saham DEWA ditutup naik Rp11 ke harga Rp114.

Saham ASII Siap Tancap Gas ke Rp110 Ribu

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Laju saham ASII, Kamis (14/7) diprediksi menguat. Positifnya faktor fundamental emiten menjadi katalisnya. Target harga hingga akhir tahun di level Rp110 ribu. Saatnya buy!

Pengamat pasar modal Irwan Ibrahim mengatakan, potensi penguatan saham PT Astra Internasional (ASII) hari ini, terutama mendapat dukungan dari kuatnya fundamental emiten. Karena itu, menurutnya, saham ini merupakan saham paling menarik hari ini.

Secara fundamental, lanjut Irwan, saham ASII sangat kuat dengan prospek ekonomi Indonesia yang stabil naik. “ASII berpotensi menguat ke level resistance Rp69.000 dan Rp67.000. Sedangkan untuk Jumat (15/7) saham ASII berpeluang tembus Rp70.000,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (13/7).

Pada perdagangan Rabu (13/7) saham ASII ditutup menguat Rp950 (1,41%) ke level Rp68.000 dari posisi sebelumnya Rp67.050. Harga intraday tertingginya mencapai Rp68.200 dan terendah Rp67.100. Volume transaksi mencapai 2,2 juta unit saham senilai Rp155,2 miliar dan frekuensi 1.178 kali.

Hingga akhir tahun, lanjutnya, saham ini berpeluang menguat hingga Rp110 ribu dan hari ini, saham ASII berpotensi naik tajam. Sebab, pada saat yang sama, ASII merupakan konglomerasi besar yang juga diuntungkan oleh kecenderungan rendahnya suku bunga global. “Beban bunga emiten menjadi ringan sehingga beban pembayaran utang pun jadi murah,” ungkap Irwan.

Di sisi lain, imbuhnya, konsumen pun memiliki daya beli kuat seiring rendahnya suku bunga global. Karena itu, fundamental saham ASII semakin kuat dan harga sahamnya semakin naik. Di sisi lain, anak usahanya PT Astra Agro Lestari (AALI) juga turut menopang kinclong-nya kinerja emiten.

“Begitu juga dengan PT United Tractors (UNTR) yang menjual alat-alat berat pertambangan. Dua emiten ini sangat mendukung kinerja ASII,” papar Irwan. Di lain pihak, valuasi ASII juga belum mahal di level Price to Earnings Ratio (PER) 25 kali.

Menurutnya, ASII masih bertenaga menuju PER 30 kali di level Rp110 ribu akhir tahun. Pada saat harga ASII di level Rp47.000, saham ini diperkirakan menuju level Rp70.000. “Saat itu, orang masih belum percaya untuk beli ASII. Tapi sekarang level tersebut sudah tercapai,” tukasnya.

Di atas semua itu, dia merekomendasikan beli saham ASII untuk jangka panjang hingga akhir tahun. “Apalagi, kinerja emiten untuk kuartal kedua 2011 diperkirakan positif. Untuk jangka pendek mungkin saja pasar akan sedikit takut karena harganya dianggap tinggi,” imbuhnya. [mdr]

Bidik Konsumen Ritel, TIFA Akan Segera Ke Rp500

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Saham PT Tifa Finance (TIFA) akan segera diangkat ke level Rp500. Hal ini menyusul rencana perseroan membidik konsumen ritel.

Pasca penawaran saham perdana (IPO), manajemen TIFA tahun ini berniat menambah porsi pembiayaan di sektor konsumen menjadi 25% dari porsi keseluruhan target pembiayaan.

Sebagaimana diketahui, sepanjang 2010 lalu, manajemen berhasil merealisasikan pembiayaan sebesar Rp 600 miliar. Dengan data itu, maka tahun ini TIFA mengharapkan pertumbuhan minimal 66,66% dalam hal kinerja pembiayaannya.

Sementara pada tahun lalu, sebanyak 85% dari total pembiayaannya mengandalkan dana hasil pinjaman perbankan. Dari kinerja itu, pihaknya berhasil meraup laba bersih Rp 28,229 miliar hingga akhir tahun. Sedangkan pada 2011, perseroan mengincar laba bersih Rp 35 miliar.

Dengan kinerja yang kinclong dan respon yang baik dari pasar pada listing perdananya, saham TIFA melejit kencang pada perdagangan kemarin. Sejumlah investor disebut–sebut tengah melakukan akumulasi beli, seiring kabar yang beredar di pasar bahwa TIFA hendak dikerek naik ke Rp 500.

Pada perdagangan Rabu (13/7) kemarin, saham TIFA ditutup auto reject pada harga rp310 per lembar, atau naik 60 poin (24%). Volume transaksi mencapai 37.93 juta, senilai Rp11.36 miliar. [ast]

Pertumbuhan Kredit Naik, Target BBKP Rp1.000

INILAH.COM, Jakarta - Evaluasi kinerja Bank Bukopin (BBKP) pada pertengahan tahun ini menunjukkan angka pertumbuhan kredit sebesar 25% yang melampaui target korporasi.

Hal ini terjadi, seiring aksi korporasi yang tepat dalam mengalokasikan dana untuk kredit usaha kecil dan mikro, melalui koperasi Swamitra yang tersebar ke hampir seluruh wilayah Indonesia.

Dengan asumsi perekonomian Indonesia yang semakin membaik, maka BBKP dapat membukukan peningkatan laba bersih sebesar 14-20% pada tahun ini.

Sebagai pertimbangan, PE ratio BBKP masih berkisar di angka 8,7 kali. Angka ini masih tergolong rendah dibandingkan perusahaan perbankan lain. Dalam waktu dekat BBKP bisa diangkat ke harga Rp1.000 per lembar.

Pada perdagangan Rabu (13/7) kemarin, BBKP ditutup pada harga Rp720 per lembar, atau naik 20 poin (2,86%). Volume transaksi tercatat sebesar 18.88 juta, senilai Rp13.27 miliar. [ast]

Koreksi Ritel, Bursa Australia Jatuh

Headline
INILAH.COM, Los Angeles – Bursa saham Australia jatuh di perdagangan Kamis (14/7) pagi, dengan saham peritel jatuh, setelah David Jones Ltd memperingatkan penurunan laba untuk paruh kedua.

Indeks S & P / ASX 200 kehilangan 0,4% menjadi 4.497,30, dengan saham David Jones anjlok 15,4%.

Di antara saham peritel lainnya, Myer Holdings Ltd turun 6% meskipun menegaskan adanya laba untuk tahun ini, Harvey Norman Holdings Ltd terkoreksi 3,3%, dan Operator shopping mal Westfield Group Australia turun 1,4%.

Setelah jatuh tajam di sesi terakhir karena skandal penyadapan telepon yang sedang berlangsung, saham News Corp memperoleh kembali pijakannya, naik 3,9%, meskipun saingan Fairfax Media Ltd turun 4,7%.[ast]

Rekor Harga Emas Pecah Lagi

New York - Harga emas kembali memecahkan rekor tertingginya, merespons semakin dalamnya krisis di Eropa kemungkinan keluarnya stimulus lanjutan dari Bank Sentral AS (The Fed).

Sejak awal perdagangan, harga emas langsung naik setelah Gubernur Bank Sentral AS Ben Bernanke menyatakan bank sentral sedang mempertimbangkan kemungkinan tambahan kebijakan guna mendukung perekonomian jika semakin memburuk.

Pada perdagangan Rabu (13/7/2011), harga emas di pasar spot naik hingga 0,9% menjadi US$ 1.578,89 per ounce. Emas berjangka Agustus ditutup naik US$ 23,20 menjadi US$ 1.585,50 per ounce. Rekor tertinggi harga emas sebelumnya adalah US$ 1.575,79 per ounce yang dicetak 2 Mei lalu.

Beberapa pengamat pasar memperkirakan harga emas akan terus meningkat hingga di atas US$ 1.600 per ounce pada akhir tahun ini, sementara opsi yang bullish memperkirakan harga emas tembus US$ 1.700 per ounce pada Desember.

Kekhawatiran seputar meluasnya krisis Eropa ke Italia, yang merupakan negara dengan perekonomian terbesar ketiga di kawasan tersebut, serta kemungkinan buntunya pembicaraan seputar utang AS terus mendongkrak harga emas.

"Kita memiliki kekhawatiran dan risiko di Eropa dan kita mendapatkan reli aset-aset-aset yang berisiko didukung pernyataan Bernanke yang mendukung The Fed untuk menstimulasi perekonomian, yang dirujuk orang-orang sebagai kebijakan Quantitative Easing 3," ujar Jeffrey Sherman, manajer portofolio komoditas DoubleLine Capital seperti dikutip dari Reuters, Kamis (14/7/2011).

Emas akan mendapatkan keuntungan dari tambahan kebijakan stimulus AS karena langkah serupa sebelumnya telah melemahkan dolar AS dan mengacaukan inflasi. Sementara memburuknya krisis utang di Eropa juga akan memicu para pembuat kebijakan untuk mengeluarkan stimulus serupa yang akan menaikkan kinerja harga emas.

The Fed telah mengakhiri kebijakan pembelian surat berharga senilai US$ 600 miliar atau yang dikenal sebagao Quantitative Easing tahap 2. Tambahan uang ke sistem moneter itu secara efektif telah menurunkan suku bunga AS. Harga emas telah naik hingga 30% setelah pidato Gubernur Bank Sentral AS Ben Bernanke pada Agustus 2010, atau setelah dimulainya kebijakan QE2.

Menurut Mark Luschini, chief investment strategis Janney Montgomery Scott, ketidakpastian finansial dan fiskal kemungkinan akan memicu pembelian emas, sehingga harganya terangkat di atas US$ 1.600 per ounce hingga akhir tahun.

"Hal terburuk untuk emas adalah jika perekonomian berjalan dengan baik sehingga Bank Sentral AS memulai normalisasi kebijakan moneter, atau kondisi di komunitas Eropa mulai pulih. Seperti yang dapat kita lihat, tidak keduanya terjadi," ujar Luschini.

Harga Minyak Naik Lagi

Selain emas, harga minyak mentah dunia juga ikut menguat, dipicu oleh penurunan cadangan minyak mentah AS yang mengindikasikan permintaan minyak di negara konsumen terbesar itu masih besar.

Data dari Departemen Energi AS menunjukkan cadangan minyak mentah merosot hingga 3,1 juta barel pada pekan lalu, atau hampir 2 kali lipat dari perkiraan analis.

Minyak West Texas Intermediate pengiriman Agustus tercatat naik 62 sen menjadi US$ 98,05 per barel. Minyak Brent juga naik 1,03 dolar menjadi US$ 118,78 per barel.

(qom/qom)

Saham Tekno Tekan Bursa Jepang

Headline
INILAH.COM, Los Angeles – Bursa saham Jepang dibuka melemah pada Kamis (13/7). Penguatan yen merobohkan perusahaan teknologi besar dan eksportir lainnya.

Indeks Nikkei Average turun 0,6% menjadi 9.898,97, dan Topix kehilangan 0,6% menjadi 855,38, karena dolar AS jatuh ke 78,68 yen dari 79,40 yen sehari sebelumnya.

Saham teknologi memimpin koreksi, dimana Renesas Electronics Corp dan Kyocera Corp masing-masing turun 1%, dan Advantest Corp turun 1,5%.

Demikian juga Sony Corp menyerah 1,5%, Toshiba Corp kehilangan 1,2%, dan Nintendo Co turun 1,3%. Elpida Memory Inc, bagaimanapun, rebound dari kerugian baru-baru ini dengan naik 1%. [ast]

Testimoni Bernanke Bakal Perkuat Rupiah

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Kamis (14/7) diprediksi menguat. Testimoni Gubernur The Fed Ben Bernanke di hadapan Senat dan Kongres jadi katalisnya.

Periset dan analis senior PT Monex Investindo Futures Albertus Christian mengatakan, potensi penguatan rupiah hari ini salah satunya dipicu oleh pasar yang hari ini masih menunggu hasil testimoni Gubernur Bank Sentral AS Ben Bernanke pada Rabu (13/7) dan Kamis (14/7) ini di hadapan Kongres dan Senat AS. Menurutnya, ada harapan pelemahan dolar AS lebih lanjut.

Sebab, lanjut Christian, pasar melihat adanya indikasi stimulus Quantitative Easing (QE) tahap ketiga yang pekan lalu kemungkinannya kecil. Karena itu, rupiah akan mencoba level support 8.530 sebelum mencapai level 8.520 per dolar AS. Penguatan berikutnya 8.500. "Sedangkan potensi pelemahannya terbatas di level 8.560-8.565 per dolar AS,” katanya kepada INILAH.COM.

Dia memaparkan, kemungkinan QE ketiga memang kecil di pekan lalu. Tapi, setelah dirilis data non-farm payroll AS akhir pekan lalu yang angkanya sangat mengeceewakan, ekspektasi atas prospek QE ketiga semakin meningkat. "Karena itu, sikap pasar akan tercermin pada pelemahan dolar AS lebih lanjut," ungkapnya.

Apalagi, di sisi lain, lanjut Christian, mata uang RI ini termasuk salah satu yang tidak terkait dengan krisis utang Uni Eropa. "Selain, krisis utang Uni Eropa sudah terdiskon di market sehingga rupiah pun bakal kembali terdongkrak," imbuhnya.

Asal tahu saja, kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Rabu (13/7) ditutup menguat 29 poin (0,33%) ke level 8.544/8.554 per dolar AS.

The Fed Angkat Wall Street Positif

Headline
INILAH.COM, New York - Bursa saham Amerika Serikat ditutup positif pada perdagangan saham Rabu (13/7) dipengaruhi The Fed akan memberikan stimulus. Hal itu direspon positif oleh pelaku pasar.

Stock index futures turun setelah Moody's Investor Service menyatakan akan memotong rating Amerika Serikat yang AAA karena plapon batas tertinggi utang tidak akan dinaikkan pada 2 Agustus. Perhatian terhadap batas utang ini memberi angin segar untuk saham karena kesepakatan budget tidak akan berubah. Indeks S&P 500 futures turun 0,4%.

"Lembaga rating cukup lambat merespon segalanya pada 2007 dan 2008, tetapi sekarang mereka terlalu cepat untuk merespon. Penurunan rating akan menjadi isu jangka pendek," ujar Presiden and Chief Investment Officer of Heritage Capital Paul Schatz, seperti dikutip dari yahoofinance.com.

Pada sesi perdagangan saham Rabu, indeks saham utama Amerika Serikat naik lebih dari 1% setelah pimpinan The Fed Ben Bernanke menyarankan The Fed akan mempertimbangkan penambahan stimulus untuk mendukung ekonomi apabila outlook ekonomi tidak begitu bagus.

"Pernyataan Bernanke cukup positif pagi ini tetapi itu hanya memberikan sedikit sentimen positif. Komentar itu tidak dipengaruhi apapun, dan tidak ada yang menginginkan stimulus lebih sangat diperlukan untuk perekonomian," ujar Chief Investment Officer Philadelphia Trust Co Richard Sichel.

The Fed melaksanakan program pembelian surat utang senilai US$600 miliar yang dikenal sebagai quantative easing kedua. Program ini telah memberikan kontribusi besar ke saham sejak September. Bernanke mengatakan, ekonomi melemah akan membutuhkan tambahan kebijakan untuk mengantisipasi perekonomian melambat.

Indeks Dow Jones naik 44,73 poin atau 0,36% ke level 12.491,61. Indeks S&P 500 naik 4,08 poin atau 0,31% ke level 1.317,72. Indeks Nasdaq naik 15,01 poin atau 0,54% ke level 2.796,92.



Setelah penutupan saham, Yum Brands Inc naik 2,9% ke level US$57,20 setelah perseroan melaporkan keuntungan naik lebih dari yang diharapkan dan menaikkan outlook. Saham US hotel chain Marriot International turun 3,4% ke level US$35,89 setelah melaporkan hasil laporan keuangan.

Saham News Corp naik 3,8% ke level US$15,93. Saham tersebut menjadi saham teraktif di Nasdaq setelah mengumumkan akan menawarkan pembelian 61% saham BSkyB senilai US$12 miliar.


Saham sektor energi mencatatkan kenaikan tertinggi. Indeks sektor energi S&P naik 0,7%.minyak naik 0,6% ke level US$98,05 per barel pada pengiriman Agustus. Saham Baker Hughes Inc naik 3,3% ke level US$74,83.


Indeks sektor S&P material naik 0,8% di mana saham Freeport Inc naik 2% ke level US$54,89. Saham JP Morgan naik 0,6% ke level US$39,62 dan Google Inc naik 0,8% ke level US$538,26.

Volume perdagangan saham kecil sekitar 6,83 miliar saham di bursa saham New York, bursa saham Amerika Serikat dan Nasdaq. Volume perdagangan saham di bawah rata-rata harian sebesar 8,47 miliar saham. [hid]

Pilih Saham yang Masih Lagging

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Bursa saham domestik pada Kamis (14/7) diperkirakan akan masih akan menguat. Saham yang masih lagging bisa dilirik.

Analis pasar modal Willy Sanjaya mengatakan, IHSG hari ini masih akan menguat. "Tren market masih bullish dengan adanya capital inflow, seiring penembusan IHSG di level 4000 awal pekan ini," ujarnya kepada INILAH.COM.

Menurutnya, kalaupun ada koreksi, sifatnya masih wajar. Pasalnya, penguatan IHSG sebelum ini memang banyak dimotori oleh Kelompok Astra Astra International (ASII) dan United Tractor (UNTR) serta saham perbankan,"Sehingga wajar ada profit taking di saham-saham ini."

Willy pun menyarankan investor untuk lebih memperhatikan saham-saham yang masih tertinggal harganya. Emiten pilihannya adalah saham grup Bakrie atau Seven Brothers.

Selain saham properti dan infrastruktur, seperti Kawasan Industri Jababeka (KIJA), Sentul City (BKSL), Adhi Karya (ADHI) dan Wijaya Karya (WIKA). "Ada peluang penguatan pada saham-saham ini," imbuhnya.

Senada dengan Yuganur Wijanarko dari HD Capital yang memperkirakan IHSG hari ini masih akan melanjutkan penguatan. “IHSG hari ini akan bergerak di level support 3.909-3.808 dan resistance 4.020-4.100,” ujarnya.

Menurutnya, sentimen positif dari data GDP China yang naik, mendorong IHSG kemarin untuk meneruskan uptrend di atas 4.000 dan membatalkan skenario penurunan ke 3.825. “Pembuktian bahwa Cina tidak mengalami slowdown ekonomi seperti diperkirakan banyak orang seharusnya membuat permintaan komoditas seperti batubara dan besi tinggi.”

Di tengah kondisi ini, beberapa saham yang direkomendasikan adalah Krakatau Steel (KRAS), Bank Mandiri (BMRI), Adaro Energy (ADRO), Alam Sutera Realty (ASRI),”Rekomendasi beli untuk emiten-emiten ini,” katanya.

Pada perdagangan Rabu (13/7), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 42,830 poin (1,08%) ke level 3.980,845, dengan intraday tertinggi di 3.971,72 dan terendah di 3.938,25. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia didukung volume transaksi sebesar 6,421 miliar lembar saham, senilai Rp 4,006 triliun dan frekuensi 141.433 kali.

Sebanyak 154 saham naik, 44 saham turun, dan 100 saham stagnan. Kendati menguat, aliran dana asing terpantau keluar dari bursa, dengan nilai transaksi jual bersih (net foreign sell) mencapai Rp19 miliar. Rinciannya adalah transaksi jual sebesar Rp1,180 triliun dan transaksi beli sebesar Rp1,160 triliun. [mdr]

Indosurya : Ada peluang ke 4.000, INTP, MASA dan HRUM bisa diperhatikan

Indosurya : Ada peluang ke 4.000, INTP, MASA dan HRUM bisa diperhatikan
JAKARTA. Indosurya Asset Management meramal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bereaksi positif atas penguatan Wall Street dan bursa Eropa.

Reza Priyambada, Managing Research Indosurya Asset Management memperkirakan, hari ini IHSG akan berada pada support 3.924-3.952 dan resistance 3.995-4.009. Menurut perhitungan Reza, IHSG berbalik arah dengan membentuk candle white marubozu sehingga menyerupai pola bullish harami. Sedangkan MACD masih terbatas kenaikannya dengan histogram positif. RSI, William's %R dan Stochastic kembali mencoba reversal di atas area overbought.

"IHSG dimungkinkan masih bisa melanjutkan penguatannya," kata Reza. Dengan kondisi pasar saat ini, Ia merekomendasikan beberapa saham yang bisa dicermati. Antara lain adalah INTP, MASA dan HRUM.

Pada perdagangan hari ini, investor masih akan terus mengamati penyebaran krisis utang Eropa ke Spanyol dan Italia, penurunan peringkat untuk Irlandia ke status junk serta pelemahan data ekonomi di AS.

Dolar dan Stok Turun, Minyak Mentah AS Naik

Headline
INILAH.COM, New York - Minyak mentah dunia pada perdagangan Rabu (13/7) menguat setelah Gubernur The Fed menyatakan akan memberikan stimulus jika ekonomi tetap melemah dan turunnya persediaan minyak mentah AS.

Minyak mentah jenis light sweet naik 62 sen menjadi US$98,05 per barel. Sedangkan minyak mentah jenis Brent naik 96 sen menjadi US$118,71 per barel.

Pelemahan dolar memicu minyak dan komoditas lain dinilai lebih menarik. Apalagi setelah Gubernur The Fed siap memudahkan kebijakan moneter lebih lanjut jika ekonomi melemah. "Komentar Ben Bernanke membuat tambah menarik saham minyak ," kata analis di Tradition Energy, Chris Dillman, yang dikutip dari yahoo.finance.com.

Pada pekan lalu Administrasi Informasi Energi AS menyatakan persediaan minyak mentah domestik turun 3,1 juta barel. Ini jauh di bawah perkiraan analis yang hanya memprediksi turun 1,8 juta barel. Data ini merupakan penurunan minyak AS untuk enam pekan berturut-turut.

Belanja Modal TLKM akan Dorong Kinerja 2011

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Belanja modal PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) diharapkan dapat memberikan kontiribusi yang signifikan terhadap kinerja keuangan tahun ini.

Demikian dikutip dari hasil riset ETrading Securities, kemarin. Belanja modal ini dapat menutup target pertumbuhan pendapatan yang termasuk kecil hanya 7% untuk tahun ini.

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) telah menggunakan sekitar 40% dari total belanja modal (capex) 2011 yang mencapai Rp 17 triliun. Sebagian besar dari dana tersebut dialokasikan untuk pengembangan broadband.

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) telah menggunakan sekitar 40% dari total belanja modal (capex) 2011 yang mencapai Rp 17 triliun. Sebagian besar dari dana tersebut dialokasikan untuk pengembangan broadband.

Pada kuartal pertama 2011, TLKM membukukan pendapatan Rp 16,703 triliun. Angka ini meningkat 2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Akhir tahun lalu TLKM membukukan pendapatan Rp 68,629 triliun atau naik tipis 1,4% dibandingkan 2009.

IHSG Bisa Menguat Perlahan

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin berhasil menguat 42 poin, namun gagal merapat lagi ke level 4.000. Capaian IHSG dibantu sentimen positif dari bursa-bursa di Asia.

Pada perdagangan, Rabu (13/7/2011), IHSG menanjak 42,830 poin (1,08%) ke level 3.980,845. Sementara Indeks LQ 45 menguat 6,802 poin (0,97%) ke level 704,851.

Penguatan bursa-bursa utama dunia diharapkan bisa menggerakkan lagi IHSG ke teritori positif. Namun penguatan IHSG itu akan dibayangi ancaman Moody's untuk menurunkan peringkat utang AS. Pada perdagangan Kamis (14/7/2011), IHSG diprediksi akan bergerak fluktuatif cenderung menguat.

Tadi malam bursa Wall Street akhirnya menguat berkat kenaikan saham-saham energi dan material. Namun diprediksi tidak akan tahan lama setelah Moody's menyatakan kemungkinan penurunan peringkat Amerika Serikat.

Pada perdagangan Rabu (13/7/2011), indeks Dow Jones industrial average ditutup menguat 44,73 poin (0,36%) ke level 12.491,61. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 4,08 poin (0,31%) ke level 1.317,72 dan Nasdaq menguat 15,01 poin (0,54%) ke level 2.796,92.

Bursa Jepang juga dibuka menguat tipis. Mengawali perdagangan Kamis, indeks Nikkei-225 tercatat menguat 33,96 poin (0,34%) ke level 9.929,18.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

eTrading Securities:

Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup naik dengan jumlah transaksi sebanyak 12 juta lot dan nilai transaksi sebesar Rp4 triliun.

Seluruh sektor saham pada perdagangan kemarin mengalami penguatan. Tercatat sebanyak 177 saham mengalami penguatan, 43 saham mengalami penurunan, 90 saham tidak mengalami perubahan dan 143 saham tidak diperdagangkan sama sekali. Saham-saham yang menjadi pendorong bursa a.l. CPIN, GGRM, ASII, ADRO dan BBCA sementara yang menjadi penarik bursa hari ini a.l. BBRI, AMRT, BAEK, INTP dan SMGR. Asing tercatat melakukan net sell sebesar Rp43 miliar dengan saham yang paling banyak di jual adalah TLKM, INTP, TINS, BUMI dan UNTR.

Secara teknikal, pada perdagangan kemarin IHSG berhasil bergerak menguat dengan candlestick yang membentuk pola White Marubozu yang mengindikasikan sinyal bullish continuation, namun perlu diwaspadai melihat indikator stochastic dan RSI yang masih berada di area overbought. Pada perdagangan hari ini (14/7), IHSG kami perkirakan akan bergerak pada kisaran 4005-3936 dengan kecenderungan menguat terbatas, sementara itu saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. MYOR, UNTR, dan JPFA.

Panin Sekuritas:

IHSG kemarin rebound menyusul sentimen positif dari angka pertumbuhan Ekonomi China yang diatas ekspektasi sehingga mendorong bursa regional Asia menguat. Berita tersebut juga menutup sentimen negatif dari kekhawatiran dampak dari krisis hutang Yunani ke negara Eropa yang lain. Hari ini kami proyeksikan indeks masih akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat. Kisaran support-resistance : 3.964-4.010. Saham pilihan : JPFA, CPIN, ADMG, GGRM

Kresna Sekuritas:

Ekonomi China yang tumbuh 9.5% di atas ekspektasi pasar menjadi katalis pergerakan regional. Meskipun aksi beli kembali mendorong IHSG, namun stochastic yang berada di area jenuh beli mengindikasikan adanya potensi tekanan jual. Hari ini IHSG diperkirakan bergerak sideways di kisaran 3930-4010 dengan INTP dan UNVR sebagai saham pilihan.

(qom/qom)

Inilah Rekomendasi Saham Pilihan Kamis (14/7)

INILAH.COM, Jakarta - Bursa saham Indonesia pada perdagangan Kamis (14/7) diprediksi bergerak fluktuatif dengan kisaran 3.964-4.010.

Demikian dikatakan analis saham Panin Sekuritas, Purwoko Sartono, kemarin. "Besok (hari ini) kami proyeksikan indeks masih akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat. Saham pilihan seperti JPFA, CPIN, ADMG, GGRM.

IHSG kemarin rebound menyusul sentimen positif dari angka pertumbuhan Ekonomi China yang diatas ekspektasi sehingga mendorong bursa regional Asia menguat. Berita tersebut juga menutup sentimen negatif dari kekhawatiran dampak dari krisis utang Yunani ke negara Eropa yang lain.

Indeks kemarin ditutup naik 42,83 poin atau 1,09% ke 3.980,84. Volume perdagangan 4,4 miliar saham senilai Rp4,7 triliun. Indeks mengalami net foreign sell Rp19,7 miliar dengan penjualan asing Rp1,18 triliun dan pembelian asing sebesar Rp1,16 triliun.

Sementara menurut analis saham AMCapital, Andre Mahardika, secara teknikal IHSG masih potensi bullish namun spekulasi atau hanya sementara karena trend Bullish IHSG belum terkonfirmasi kuat dari teknikal. Spekulasi bullish di 3.995 dengan support di 3.960 serta resisten di 3.995.

Dari Sthocastic IHSG masih konfirmasi koreksi. Kalau dari DMI, IHSG Spekulasi Bullish sementara , karena tekanan Beli meningkat namun tekanan jual juga meningkat.

Andre merekomendasikan saham PGAS karena mulai konfirmasi sinyal bullish dengan kisaran 3.925-4.000 serta stop loss di 3.850. Saham PGAS akan cum dev pada 19 Juli 2011 dengan dividen Rp144,24 per lembar.

Secara teknikal saham PGAS sudah mulai mengkonfirmasi sinyal bullish. Jadi bisa melakukan aksi buy saat ini di 3.925. Untuk itu saham PGAS waktunya beli , dimana teknikal menunjukkan penurunan tekanan jual. Selain itu PGAS akan membagi dev sebesar Rp144.24 (3,89%).

Sedangkan saham MPPA menurut Andre, sinyal beli lemah dan bisa akumulasi. Kisaran pergerakan di 1.200-1.240 dengan stop loss di 1.170. Secara teknikal Saham MPPA telah mengkonfirmasi bullish lagi di harga 1.200. Jadi boleh akumulasi walaupun vol beli masih kecil.

Dari DMI, saham MPPA sudah terlihat tekanan jual namun belum ada tekanan beli yang meningkat dan dari trend DMI saham MPPA indikasi bullish terbatas menunggu konfirmasi beli meningkat.

Wall Street Menguat, Namun Dihantui 'Ancaman' Moody's

New York - Pelemahan di bursa Wall Street akhirnya berhenti. Saham-saham menguat namun diprediksi tidak akan tahan lama setelah Moody's menyatakan kemungkinan penurunan peringkat Amerika Serikat.

Indeks saham bergerak menguat lebih dari 1% setelah Gubernur Bank Sentral AS Ben Bernanke menyatakan bank sentral sedang mempertimbangkan kemungkinan tambahan kebijakan guna mendukung perekonomian jika semakin memburuk.

Saham-saham energi dan material memimpin penguatan, namun selanjutnya menyusut menjelang akhir perdagangan. Program pembelian surat berharga senilai US$ 600 miliar yang dikenal sebagai kebijakan 'Quantitative Easing 2' sejauh ini dinilai memberikan kontribusi besar pada kenaikan harga saham.

"Komentar Bernanke positif pagi ini, tapi kita terlalu bergembira pada awalnya," ujar Richard Sichel, chief investment officer Philadelphia Trust Co seperti dikutip dari Reuters, Kamis (14/7/2011).

Saham-saham juga mendapatkan dorongan positif dari China yang merilis angka pertumbuhan ekonomi cukup mengesankan selama triwulan II-2011.

Pada perdagangan Rabu (13/7/2011), indeks Dow Jones industrial average ditutup menguat 44,73 poin (0,36%) ke level 12.491,61. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 4,08 poin (0,31%) ke level 1.317,72 dan Nasdaq menguat 15,01 poin (0,54%) ke level 2.796,92.

Namun setelah perdagangan, Moody's menyatakan kemungkinan memangkas peringkat AAA miliki AS. Indeks futures langsung merosot tajam setelah pernyataan Moody;s tersebut.

Moody's mempertimbangkan pemangkasan peringkat AS karena bertambahnya kemungkinan batas utang sebesar US$ 14,3 triliun milik AS tidak akan dinaikkan pada tenggat waktu 2 Agustus mendatang. Kegagalan menaikkan batas utang AS pada tenggat waktu bisa menyebabkan gagal bayar negara adikuasa tersebut, yang pada akhirnya bisa menghancurkan pasar finansial.

"Apa yang mulai menghantui Moody's dan beberapa orang lainnya adalah Kongres kemungkinan cukup bodoh untuk sesungguhnya membuat gagal bayar utang," ujar Cliff Draughn, chief investment officer Excelsia Investment Officer.

Selama perdagangan reguler kemarin, saham-saham energi dan material tercatat sebagai top gainer. Indeks energi S&P tercatat menguat hingga 0,7%. Saham JPMorgan yang akan mengumumkan laporan keuangannya besok tercatat naik 0,6%.

Namun volume perdagangan cukup tipis, dengan transaksi di New York Stock Exchange hanya sebesar 6,83 miliar lembar saham, di bawah rata-rata tahun lalu yang mencapai 8,47 miliar lembar saham.

(qom/qom)

eTrading : Indeks menguat terbatas, jatuhkan pilihan pada MYOR, UNTR dan JPFA

eTrading : Indeks menguat terbatas, jatuhkan pilihan pada MYOR, UNTR dan JPFA
JAKARTA. PT eTrading Securities memperkirakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini kemungkinan besar akan bergerak menguat dengan kecenderungan terbatas. Betrand Raynaldi Head of Research eTrading memperkirakan indeks akan bergerak pada kisaran 3.936-4.005.

Dengan situasi bursa seperti ini, Betrand merekomendasikan beberapa saham untuk di perhatikan hari ini. Di antaranya adalah MYOR, UNTR dan JPFA. Prediksi ini berangkat dengan apa yang sudah terjadi di bursa pada penutupan kemarin.

"Secara teknikal, pada perdagangan kemarin IHSG berhasil bergerak menguat dengan candlestick yang membentuk pola White Marubozu yang mengindikasikan sinyal bullish continuation, namun perlu diwaspadai melihat indikator stochastic dan RSI yang masih berada di area overbought," jelas Betrand.

Suku Bunga Global Topang Saham ASII

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Laju saham ASII, Kamis (14/7) diprediksi menguat. Positifnya faktor fundamental emiten menjadi katalisnya seiring rendahnya suku bunga global. Rekomendasi buy lalu hold hingga akhir 2011.

Pengamat pasar modal Irwan Ibrahim mengatakan, secara fundamental, saham PT Astra Internasional (ASII) merupakan konglomerasi besar yang diuntungkan oleh kecenderungan rendahnya suku bunga global. Beban bunga emiten menjadi ringan sehingga beban pembayaran utang pun jadi murah.

Di sisi lain, konsumen pun memiliki daya beli kuat seiring rendahnya suku bunga global. Karena itu, fundamental saham ASII semakin kuat dan harga sahamnya semakin naik. “Saya merekomendasikan beli saham ASII untuk jangka panjang hingga akhir tahun dengan target Rp110.000,” katanya kepada INILAH.COM.

Pada perdagangan Rabu (13/7) saham ASII ditutup menguat Rp950 (1,41%) ke level Rp68.000 dari posisi sebelumnya Rp67.050. Harga intraday tertingginya mencapai Rp68.200 dan terendah Rp67.100. Volume transaksi mencapai 2,2 juta unit saham senilai Rp155,2 miliar dan frekuensi 1.178 kali. Berikut ini wawancara lengkapnya:

Setelah menguat ke level Rp68.000, bagaimana Anda memperkirakan laju saham ASII hari ini?

Berpotensi menguat. Terutama, karena mendapat dukungan dari kuatnya fundamental emiten ini. Karena itu, saham ini merupakan saham yang paling menarik hari ini. Secara fundamental, saham ASII sangat kuat dengan prospek ekonomi Indonesia yang stabil naik.

Level support dan resistance-nya?

ASII berpotensi menguat ke level resistance Rp69.000 dan Rp67.000. Sedangkan untuk Jumat (15/7) saham ASII berpeluang tembus Rp70.000.

Anda punya target harga di saham ini?

Hingga akhir tahun, saham ini berpeluang menguat hingga Rp110 ribu dan hari ini, saham ASII berpotensi naik tajam.

Ada alasan lain yang bisa mendukung ASII mencapai level tersebut?

ASII merupakan konglomerasi besar yang juga diuntungkan kecenderungan rendahnya suku bunga global. Beban bunga emiten menjadi ringan sehingga beban pembayaran utang pun jadi murah. Di sisi lain, konsumen pun memiliki daya beli kuat seiring rendahnya suku bunga global. Karena itu, fundamental saham ASII semakin kuat dan harga sahamnya semakin naik.

Lalu, anak usahanya PT Astra Agro Lestari (AALI) juga turut menopang kinclong-nya kinerja emiten. Begitu juga dengan PT United Tractors (UNTR) yang menjual alat-alat berat pertambangan. Dua emiten ini sangat mendukung kinerja ASII.

Bagaimana dengan faktor valuasi?

Valuasi ASII juga belum mahal di level Price to Earnings Ratio (PER) 25 kali. ASII masih bertenaga menuju PER 30 kali di level Rp110 ribu akhir tahun. Pada saat harga ASII di level Rp47.000, saham ini sudah diperkirakan ke level Rp70.000. Saat itu, orang masih belum percaya untuk beli ASII. Tapi sekarang level tersebut sudah tercapai.

Bagaimana strategi trading di saham ini?

Saya merekomendasikan beli saham ASII untuk jangka panjang hingga akhir tahun. Apalagi, kinerja emiten untuk kuartal kedua 2011 diperkirakan positif. Untuk jangka pendek mungkin saja pasar akan sedikit takut karena harganya dianggap tinggi. [mdr]

Optimis Ekonomi Global Picu Wall Street Positif

Headline
INILAH.COM, New York - Rasa optimis terhadap ekonomi global menjelang laporan Gubernur The Fed kepada Kongres telah mengangkat bursa saham Wall Street pada perdagangan Rabu (13/7).

Indeks Dow Jones naik 0,5% ke 12.517, indeks Nasdaq naik 0,7% ke 2.803 dan indeks S&P naik 0,5% ke 1.321. Kenaikan indeks Dow ditopang saham Caterpillar Inc yang naik 2,06%. Sedangkan indeks S&P penguatan dipimpin sektor konsumen dan energi. Pasar juga ditopang sektor teknologi seperti Apple Inc naik 1,3%.

Pada perdagangan Selasa terjadi aksi jual setelah Moody's menurunkan peringkat utang Irlandia ke status junk. Namun pasar penuh harapan positif menjelang laporan Gubernur The Fed ke DPR pada hari ini dan besok ke senat AS. Pasar memprediksi akan membahas soal stimulus untuk menurunkan pengangguran.

Bursa AS ditutup menguat setelah The Fed beri sinyal dukungan bagi AS

Bursa AS ditutup menguat setelah The Fed beri sinyal dukungan bagi AS
NEW YORK. Bursa saham AS mengakhiri pelemahannya dalam tiga hari terakhir pada penutupan pasar hari Rabu (13/7) dengan mencetak penguatan. Indeks The Dow Jones Industrial ditutup menguat 44,73 poin atau 0,36% le level 1.317,72.

Kemudian The Standard & Poor's 500 meraih 4,08 poin atau 0,31% ke posisi 1.317,72. Dan bursa Nasdaq Composite Indeks menguat 15,01 poin atau 0,54% ke angka 2.796,92.

Indeks saham AS di tutup menguat setelah mendengar kutipan Ben S. Bernake Pemimpin The Fed di Associated Press bahwa The Fed akan mendukung ekonomi AS jika keadaan makin buruk. "Komentar Bernake ini menjadi sentimen positif. Kami sempat menjadi kelewat senang," kata Richard Sichel Kpala Riset Philadelphia Trust Co.

Tapi, pasar sepertinya akan kembali terpukul dalam sesi perdagangan berikutnya, setelah Moody's mengatakan akanmengkaji penurunan peringkat utang AS dari level AAA. Terbukti dari perdagangan after-hours, bursa saham AS luruh 4,8 poin ke level 1.307,20.

Alasan Moody's akan memangkas peringkat AS lantaran potensi menentukan batas utang sebesar US$ 14,3 triliun hingga batas akhir yang ditentukan yakni pada 2 Agustus akan sulit tercapai. Dengan begitu akan menyeret AS ke posisi gagal bayar alias default.

"Apa yang sedang dinegosiasikan di kongres dengan membiarkan AS menjadi gagal bayar tampaknya menjadi kekhawatiran tersendiri bagi Moody's dan sebagian orang," ujar Cliff Draughn Kepala Riset Excelsia Investment Advisors di Georgia.