Senin, 01 Agustus 2011

Bursa Asia sumringah terpicu sentimen kesepakatan utang AS

Bursa Asia sumringah terpicu sentimen kesepakatan utang AS
TOKYO. Pasar saham Asia menguat setelah Presiden AS Barack Obama menyebut para pemimpin Kongres mencapai kesepakatan menaikkan plafon utang dan memangkas defisit negara. Sentimen ini meningkatkan prospek bagi perbankan dan eksportir.

Indeks MSCI Asia Pasifik naik 0,8% ke 137,82, pada pukul 9.52 waktu Tokyo. Sekitar lima saham reli berbanding satu saham yang turun. Indeks regional ini tumbang 1,6% pada pekan lalu karena kekhawatiran AS tidak akan mencapai kesepakatan menaikkan batas utang sebelum tenggat waktu besok.

Indeks Nikkei 225 menguat 1,6%, sementara indeks Kospi maju 1,5%. Adapun, indeks Australia S&P/ASX 200 reli 1,%, pada pagi ini.

Saham-saham yang menyokong indeks diantaranya, Toyota Motor Corp yang market terbesarnya di Amerika Utara, naik 1,4% di Tokyo. Saham Samsung Electronics Co. yang penjualan terbesar keduanya di AS, reli 2,1% di Seoul. Lalu, saham bank terbesar ketiga di Australia, National Australia Bank Ltd. melaju 2,3% di Sydney. Saham bank terbesar di Jepang, Mitsubishi UFJ Financial Group Inc. juga melonjak 4,1% setelah melaporkan laba kuartal pertama naik tiga kali lipat.

Sekitar 257 perusahaan yang tergabung di MSCI Asia Pasifik sudah melaporkan kinerja keuangannya sejak 11 Juli hingga pukul 9 pagi hari ini, di Tokyo. Sebanyak 115 diantaranya merilis laba yang melebihi perkiraan pasar.

Rapor tiga penjamin IPO Garuda jeblok

Rapor tiga penjamin IPO Garuda jeblok
JAKARTA. Rapor tiga perusahaan sekuritas pelat merah selama semester pertama tahun ini jeblok. Merujuk laporan keuangan yang diserahkan ke Bursa Efek Indonesia, dua dari tiga sekuritas: Bahana Securities dan Danareksa Sekuritas, menderita kerugian. Adapun Mandiri Sekuritas mencatatkan penurunan laba bersih yang signifikan.

Bahana menderita kerugian bersih Rp 186,06 miliar, Danareksa merugi Rp 132,36 miliar, sedangkan Mandiri Sekuritas meraih laba bersih Rp 12,23 miliar, atau anjlok 71,62% dari laba bersih setahun lalu.

Di awal tahun ini, ketiga sekuritas tadi berperan sebagai penjamin emisi pada initial public offering (IPO) PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA).
Bahana mencatatkan kerugian portofolio efek Rp 213,17 miliar. Di pos yang sama, Danareksa Sekuritas mencatatkan kerugian Rp 219,32 miliar, sedangkan Mandiri Sekuritas merugi Rp 88,29 miliar.

Nilai kerugian efek portofolio Bahana dan Danareksa tak sebanding dengan pendapatan komisi dari transaksi perdagangan efek dan pendapatan jasa penjaminan emisi.

Di dua pos ini, Bahana hanya mencatatkan pendapatan Rp 87,39 miliar, Danareksa mengantongi Rp 140,51 miliar dan Mandiri Sekuritas meraih Rp 273,08 miliar.

Memburuknya kinerja tiga sekuritas itu lantaran mengempit saham GIAA. Pada Jumat (29/7) lalu, harga saham GIAA di posisi Rp 510 per saham. Artinya, harga saham GIAA pekan lalu, lebih rendah 32% daripada harga IPO yang senilai Rp 750 per saham.

Noor Rachman, Kepala Biro Transaksi Lembaga Efek Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), menyatakan kinerja sekuritas yang anjlok sejatinya harus ditopang permodalan yang kuat. Hal ini demi mengantisipasi penarikan dana oleh para investor.
"MKBD (Modal Kerja Bersih Disesuaikan) harus memenuhi ketentuan. Jika tidak, bursa akan melakukan suspensi," ujar dia, Kamis (28/7).

Sesuai ketentuan, sekuritas yang berperan sebagai perantara pedagang efek, penjamin emisi, dan manajer investasi wajib memiliki MKBD minimal Rp 60 miliar. Pada Desember 2011, ketentuan minimal itu akan naik menjadi Rp 70 miliar dan Rp 75 miliar di akhir 2012.

Mengacu data BEI, rata-rata MKBD tiga penjamin IPO GIAA masih di atas batas minimal. Rata-rata MKBD Danareksa per Juli 2011 senilai Rp 273,93 miliar, Bahana Securites Rp 362,47 miliar, dan Mandiri Sekuritas Rp 219 miliar.

Analis pasar modal Yanuar Rizky menyatakan pencadangan dana tak perlu dilakukan. Namun tiga sekuritas itu harus memisahkan hartanya. "Piutang nasabah tak boleh digabung dengan pendapatan korporasi," ujar dia.

Dollar AS menguat seiring kesepakatan batas utang tercapai

Dollar AS menguat seiring kesepakatan batas utang tercapai
TOKYO. Dollar Amerika Serikat (AS) menguat setelah Presiden AS Barack Obama menyebut anggota parlemen menyetujui langkah menaikkan batas utang sehari sebelum Departemen Keuangan mengatakan akan kehabisan uang tunai untuk membayar tagihannya.

Sementara, yen melemah terhadap 16 mata uang utama dunia seiring reli pasar saham. Hal itu mengurangi permintaan untuk aset berimbal hasil rendah, juga mata uang safe haven.

Dolar melompat ke 77,97 yen, pada pukul 09.58 di Tokyo, dari 76,76 yen pada perdagangan 29 Juli di New York. Sementara, dollar terhadap euro menguat ke 1,4371, dari posisi sebelumnya 1,4398.

Obama mengatakan, pemimpin kedua partai di dewan perwakilan rakyat AS dan Senat telah menyetujui kesepakatan untuk menaikkan batas utang US$ 14,3 triliun, dan memangkas defisit. Pemimpin mayoritas Senat Harry Reid menyetujui kesepakatan yang muncul di antara para pemimpin Republik dan pemerintahan Obama. Sementara, pemimpin minoritas Senat Mitch McConnell mengatakan AS tidak akan default.

Kesepakatan bakal menaikkan batas utang hingga 2012, dan memangkas belanja sekitar US$ 1 triliun, serta kemungkinan pemangkasan sekitar US$ 1,5 triliun dari utang jangka panjang hingga 2021.

Analis senior dari Tokyo at Mizuho Trust & Banking Co. Masahide Tanaka menyebut, selama ini pasar fokus pada pertanyaan apakah anggota parlemen bisa mencapai kesepakatan. Sehingga arah yang lebih jelas menjadi positif bagi pasar. "Dengan sentimen yang membaik, dollar dibeli, sementara yen dilepas," sebutnya, di Tokyo, hari ini.

'Tidak Ada Lagi Investasi yang Benar-benar Aman'

Jakarta - Krisis anggaran dan utang yang membelit kawasan Eropa dan juga Amerika Serikat membuat saat ini tidak ada lagi 'investasi yang benar-benar aman'. Surat berharga pemerintah yang selama ini jadi tempat investasi paling aman, kini menjadi tidak aman lagi.

"Investasi yang benar-benar aman, yang kita sudah terbiasa untuk beberapa tahun, kini tidak lagi ada," ujar pimpinan perusahaan reasuransi global, Munich Re, Nikolaus von Bomhard dalam wawancaranya dengan Sueddeutsche Zeitung seperti dikutip dari AFP, Senin (1/8/2011).

"Surat berharga negara bukan lagi apa yang seharusnya -- menjadi sebuah investasi yang aman dalam semua hal," ujar Bomhard, yang mengelola aset senilai US$ 288 miliar itu.

Ia juga mengingatkan, Eropa kemungkinan tidak bisa lagi bertahan menghadapi krisis lebih lanjut. "Eropa tidak dapat menanggung lagi krisis baru dan 'obat' baru untuk krisis seperti usaha-usaha yang dilakukan untuk mempertahankan perekonomian Yunani," tambahnya.

Selain Eropa, Bomhard kini mengkhawatirkan tidak tercapainya kesepakatan kenaikan batas utang. Jika hal itu terjadi, maka Amerika Serikat akan mengalami gagal bayar sehingga peringkat utangnya akan turun dan dampaknya akan luas.

"Kita masih dapat menanggung gagal bayar parsial dari AS. Namun dalam beberapa kasus, hal ini akan menyebabkan sakit kepala karena efek domino yang akan ditimbulkannya," tambah Bomhard.

AS kini hanya memiliki waktu yang sempit sebelum tenggat waktu penyelesaian masalah kenaikan batas utang pada 2 Agustus. Namun Pemimpin Senat AS, Harry Reid telah memberikan lamu hijau untuk rancangan kenaikan batas utang setelah melakukan pembicaraan dengan rekannya dari partai Demokrat.

"Ada beberapa isu yang telah dipecahkan dan kita harus mengerti bahwa belum ada kesepakatan yang dibuat. Kami optimistis sebuah kesepakatan bisa tercapai, namun kita belum sampai disana," ujar Reid.

Perekonomian AS mencapai batas utang pada 16 Mei dan telah menggunakan penyesuaian belanja dan akuntansi, termasuk penerimaan pajak yang melebihi target, sehingga anggaran tetap beroperasi normal. Namun hal itu hanya bisa dilakukan hingga sebelum batas waktu 2 Agustus.

Tanpa adanya kesepakatan kenaikan batas utang, pemerintah AS harus memangkas hingga 40 sen dari setiap 1 dolar yang mereka belanjakan. Pebisnis dan pemimpin keuangan sebelumnya telah mengeluarkan peringatan soal gagal bayar yang bisa membahayakan perekonomian AS yang kini masih menghadapi tingginya pengangguran hingga 9,2% setelah diterpa krisis finansial global.

Masalah krisis di Eropa dan kemungkinan gagal bayar AS telah membayangi pasar finansial global. Pasar saham terus merosot, sementara nilai tukar dolar AS melemah meski imbal hasil surat utang tidak terlalu terguncang. Investasi yang justru melonjak adalah emas yang terus menciptakan rekor terbarunya.

Namun tanda-tanda tercapainya kesepakatan penanganan utang AS telah memberikan sedikit angin segar di pasar. Indeks saham berjangka AS menguat, sementara dolar AS menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

Indeks S&P 500 futures menguat 15,5 poin (1,2%) ke level 1.303,90. Emas yang sebelumnya mencetak rekor, akhirnya mengalami koreksi hingga 13,10 dolar menjadi US$ 1.613,49.

Dolar AS mencatat rebound atas franc Swiss menjadi 0,7909. Pada Jumat lalu, dolar AS mencatat titik terendahnya atas franc di 0,7853.

"Pada titik ini, pasar melihat bahwa kesepakatan dan voting akan diumumkan," ujar Quicy Krosby, analis dari Prudential Financial seperti dikutip dari Reuters.

(qom/qom)

Pejabat Bapepam Terseret Skandal Askrindo-Elnusa

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Komisi XI akan memanggil dua kepala biro Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam), seiring terkuaknya sejumlah kasus keuangan yang menimbulkan kerugian hingga triliunan pada sejumlah BUMN.

Maruarar Sirait , anggota komisi XI DPR dari Fraksi PDIP, mengatakan, pihaknya akan memperdalam soal Promissory Notes atau obligasi jangka pendek yang tidak transparan sebagai akibat dari lemahnya pengawasan dan praktik yang tidak ketat.

Selain menyelidiki peran dua pejabat Bapepam dalam kasus penggelapan dana Elnusa dan transaksi reksadana fiktif di PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo). “Akan kita pelajari dan mungkin setelah reses akan kita tindaklanjuti,” katanya.

Sebelumnya, LSM Laskar Empati Pembela Bangsa (LEPAS) pimpinan Eggy Sudjana dalam hearing dengan komisi XI DPR telah membeberkan sejumlah bukti kuat tentang keterlibatan dua pejabat Bapepam, yakni Kabiro Pengelolaan Investasi Djoko Hendrato dan Kabiro Pengawasan dan Penyidikan Sardjito.

Eggy menduga, Djoko dan Sardjito melindungi sengaja melindungi perbuatan melawan hukum atau melakukan pembiaran terhadap terjadinya tindak pidana korupsi untuk keuntungan pribadi atau orang lain. Mereka diduga menyembunyikan transaksi penempatan dana secara fiktif sekitar Rp500 miliar yang dilakukan Askrindo sejak 2005-2011, sehingga ada potensi rush sekitar Rp150 triliun.

Negara juga dikatakan akan menanggung bailout Rp2 triliun melalui persekongkolan dengan sejumlah perusahaan sekuritas, “Yang walaupun telah berulang kali dilaporkan ke Bapepam-LK, namun kedua oknum Bapepam-LK tersebut dengan sengaja tidak melakukan proses hukum apapun juga,” ujarnya.

Seperti diketahui, kasus penggelapan dana Elnusa dan transaksi reksadana fiktif Askrindo melibatkan 10 perusahaan manajer investasi. Salah satunya Harvestindo Asset Manajemen, yang sedang dalam proses penyidikan Bapepam.

Namun Biro Penyidikan dan Pemeriksaan, yang dikepalai Sardjito, hanya membatasi pemeriksaan terhadap Harvestindo Asset Manajemen pada kasus Elnusa saja. Transaksi fiktif reksadana Harvestindo Asset Manajemen dan 9 MI lain tidak ditindaklanjuti.

Adapun Djoko Hendrato, selaku Kepala Biro Pengelolaan Investasi Bapepam diduga mengatur penempatan dana Askrindo di 10 MI pada instrumen reksadana senilai Rp1 triliun. Namun beberapa MI yang melakukan pelaporan ke Krimsus Polda Metro Jaya menyatakan tidak pernah menerima aliran dana Askrindo dan tidak pernah memiliki produk reksadana khusus untuk Askrindo.

Jika benar Askrindo dan Elnusa menempatkan dananya di produk reksadana, sebenarnya tidak melanggar ketentuan pengelolaan investasi bagi BUMN asuransi. Namun faktanya, produk reksadana ini tidak pernah diterbitkan oleh perusahaan-perusahaan manajer investasi yang diduga terlibat. Data investigasi justru menemukan kontrak pengelolaan dana (KPD) dan REPO saham antara Askrindo dan perusahaan manajer investasi.

Terkait hal ini, Bapepam-LK mengeluarkan Surat Edaran bernomer: SE-04/BL/2011 terkait peringatan adanya penipuan modus operandi mengatasnamakan lembaga pada peringatan 34 tahun diaktifkannya kembali pasar modal Indonesia.

"Kami telah menerima laporan atau informasi dari beberapa pelaku pasar modal dan lembaga keuangan bahwa saat ini mulai marak kembali penipuan yang dilakukan oknum yang tidak bertanggungjawab dengan mengatasnamakan Bapepam-LK," Ujar Ketua Sekretaris Bapepam-LK Ngalim Sawega dalam siaran persnya.

Disebutkan, oknum tersebut mengirimkan surat kepada pelaku pasar modal dan lembaga keuangan berupa penawaran iklan kemitraan bersama dalam rangka 34 tahun diaktifkannya kembali Pasar Modal Indonesia dengan tarif tertentu dan akan dimuat di media massa nasional.

"Dengan ini kami tegaskan kembali bahwa Bapepam-LK tidak pernah menghubungi, tidak pernah mengirimkan surat kepada pelaku pasar modal dan lembaga keuangan terkait iklan kemitraan bersama dalam rangka 34 tahun diaktifkannya Pasar Modal Indonesia," ujar Ngalim.

Saat ini, Bapepam telah meningkatkan koordinasi dengan aparat penegak hukum lain, khususnya pihak kepolisian untuk mengambil langkah preventif maupun menindak tegas perbuatan tercela dari oknum tersebut. [ast]

Diburu Fund Manager, BLTA Berpotensi Menuju Rp500

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Fund manager kabarnya sedang memburu saham PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA).

Hal ini terkait keberhasilan Perseroan mendapatkan kontrak mengangkut LPG dan kimia. Saham ini pun dihembuskan akan digiring menuju level Rp500 dalam waktu dekat.

Pada perdagangan Jumat (20/7) saham BLTA ditutup melemah Rp15 ke level Rp295.

Dolar AS Naik Pasca Kesepakatan Utang Tercapai

Headline
INILAH.COM, Sydney - Dolar AS menguat terhadap rival utamanya pada Senin (1/8) di perdagangan Asia, setelah anggota parlemen AS mencapai kesepakatan untuk menaikkan plafon utang dan mengurangi defisit.

Terhadap yen Jepang, dolar naik ke atas 78,00, setelah pernyataan Presiden Barack Obama atas plafon utang, meskipun kemudian turun tipis ke 77,88 yen, masih jauh di atas 77,01 yen di Amerika Utara pada perdagangan Jumat malam.

Euro diperdagangkan pada US$ 1,4389, naik dari US$ 1,4380 akhir Jumat, dan pulih dari kerugian selama akhir pekan. Indeks dollar, yang melacak unit AS terhadap enam mata uang utama lainnya, naik menjadi 73,867, dari 73,846 akhir Jumat. [ast]

Optimisme Utang Bawa Bursa Asia Naik

Headline
INILAH.COM, Sydney – Bursa saham Asia naik pada Senin (1/8) di tengah berkembangnya optimisme bahwa kesepakatan utang AS akan ditandatangani sebelum tenggat Selasa.

Indeks Nikkei Stock Average melompat 1,1%, dan indeks S & P / ASX 200 Australia naik 1%, sedangkan indeks Kospi Korea Selatan naik 1,3%.

Apresiasi untuk saham Asia muncul setelah pemimpin dari kedua partai politik besar di AS menyatakan optimismenya bahwa mereka sudah mendekati mencapai kesepakatan anggaran, sebelum batas waktu Selasa (2/8).

Semua pasar saham utama Asia membukukan kerugian pekan lalu, karena investor meragukan anggota parlemen AS akan menyetujui kesepakatan untuk menaikkan plafon utang AS dan memangkas pengeluaran pemerintah sebelum Selasa.

Saham AS ditutup dengan anjlok tajam pada Jumat, seperti masalah utang dikombinasikan dengan data PDB AS yang mengecewakan investor.

"Selama beberapa pekan terakhir, ketidakpastian tentang plafon utang telah mempengaruhi pasar, termasuk likuiditas di beberapa pembiayaan kunci. Tetapi banyak tekanan jangka pendek akan menghilang begitu plafon utang dinaikkan, "kata ahli strategi di Barclays Capital, dikutip dari yahoonews.com

Saham perbankan yang naik di Asia adalah Westpac Banking Group Ltd yang naik 1,7% di Sydney, dan Sumitomo Mitsui Financial Group Inc yang naik 2,7% di Tokyo.

Saham eksportir juga naik, dengan penguatan dolar di tengah optimisme utang. Indeks dolar diperdagangkan pada 73,926, naik dari 73,846 dalam perdagangan akhir di Amerika Utara pada Jumat.

Samsung Electronics Korsel naik 1,7% Ltd, sementara LG Electronics Inc. naik 1,1%.

Terhadap yen, dolar bergerak kembali ke 77,49 yen, setelah jatuh serendah 76,93 yen pada hari Jumat. Hal ini membantu fokus perusahaan ekspor, seperti auto raksasa Toyota Motor Co yang naik 1,3%. [ast]

British Tobacco Suntik Dana, RMBA Menuju Rp 1500

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Saham PT Bentoel Internasional Investama (RMBA) diperkirakan akan segera menuju level Rp1500. Hal ini karena suntikan dana dari pemilik saham mayoritas.

Saat ini, pasokan tembakau di beberapa negara di Amerika Selatan terbatas, akibat cuaca panas yang memicu banyaknya kerusakan lahan tanaman tembakau. Alhasil, perusahaan-perusahaan rokok terbesar dunia melirik pemasok tembakau terbesar nomor dua dunia, yakni Indonesia.

British-American Tobacco, perusahaan penghasil produk tembakau internasional, yang memiliki saham mayoritas dalam RMBA pun dikabarkan menyuntik dana sebesar US$ 750 juta untuk pengembangan lahan dan teknologi pengolahan hasil tembakau dan mengantisipasi peningkatan permintaan hasil tembakau dari Indonesia.

Hingga pertengahan tahun ini saja, penjualan RMBA sudah meningkat sebesar 56% dibanding pertengahan tahun lalu. Untuk target tahun ini RMBA akan mencatat laba bersih 40% lebih tinggi dari tahun lalu.

Akan prospek yang bagus tersebut, dikabarkan RMBA akan melesat ke Rp1.500.

Pada perdagangan Jumat (30/7) akhir pekan lalu, saham RMBA ditutup naik 20 poin (2,2%) ke level Rp930 per lembarnya. Emiten ini terlihat atraktif dengan volume perdagangan mencapai 2,55 juta lembar saham, senilai Rp 2,31 miliar. [ast]

Bursa Berjangka AS Naik Atas Harapan Deal Utang

Headline
INILAH.COM, Sydney – Bursa berjangka AS rally dalam jam perdagangan Asia, Senin (1/8).

Hal ini terjadi di tengah berkembangnya optimisme bahwa AS akan menandatangani kesepakatan untuk meningkatkan plafon utang dan menyepakati pemotongan belanja sebelum tenggat Selasa.

Indeks Dow Jones Industrial Average berjangka naik 151 poin ke level 12.239, indeks S & P 500 berjangka naik 16,80 poin ke 1,305.20, sementara indeks Nasdaq 100 berjangka naik 28 poin ke 2,387.25. [ast]

Utang AS Tak Pasti, Pasar Fokus Data Domestik

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Senin (1/8) diprediksi menguat terbatas. Sebab, pasar lebih fokus pada inflasi, neraca perdagangan, dan ekspor-impor Indonesia.

Periset dan analis senior PT Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, potensi penguatan rupiah awal pekan ini, karena pada Senin, 1 Agustus ini akan dirilis inflasi Juli 2011, neraca perdagangan dan ekspor-impor Indonesia oleh Badan Pusat Statistik (BPS) yang diperkirakan mendukung penguatan rupiah.

Meskipun, Firman menggarisbawahi, pada dasarnya, investor lebih fokus pada faktor eksternal yakni alotnya kenaikan batas atas utang AS. Tapi, karena hingga akhir pekan lalu belum mencapai kesepakatan, pasar lebih baik fokus pada data-data ekonomi domestik. "Karena itu, rupiah cenderung menguat dan akan bergerak pada kisaran 8.480-8.510 per dolar AS,” katanya kepada INILAH.COM.

Berdasarkan survei Dow Jones, angka inflasi Indonesia diperkirakan turun ke level 4,78% (year on year) dari sebelumnya 5,54%. Sementara itu, untuk inflasi bulanan diperkirakan naik jadi 0,81% dari sebelumnya 0,55%.

Sementara itu, berdasarkan survei Reuters, inflasi Juli diperkirakan di level 4,81% dari 5,54% dengan inflasi bulanan di level 0,87% dari sebelumnya 0,55%. Core inflation juga diprekirakan naik year on year sebesar 4,7% dari 4,67%.

Menurut Firman, yang jadi patokan adalah inflasi year on year. Meredanya inflasi menjadi opportunity tambahan bagi Bank Indonesia untuk kemabli menahan suku bunga acuan (BI rate) pada Agustus 2011 di level 6,75%. "Hanya saja, jika melihat inflasi month to month, menunjukkan adanya kenaikan inflasi yang terjadi jelang bulan Ramadhan," ungkapnya.

Di sisi lain, imbuhnya, panen raya pun sudah berakhir. Karena itu seharusnya harga naik. Karena itu, meski inflasi tahunan turun, tapi tekanan inflasi terus meningkat sehingga memberikan ruang penguatan BI rate lebih lanjut.

Sebab, mau tidak mau, BI harus melanjutkan pengetatan moneternya. Tapi, karena BI enggan menaikkan suku bunga acuannya (BI rate) itu, BI harus mentoleransi dengan membiarkan penguatan rupiah lebih jauh. "Kalau kita lihat, pada saat rupiah tembus 8.500, BI tidak melakukan intervensi," ucapnya.

Hanya saja, penguatan rupiah akan terbatas. Sebab, di Eropa kembali merebak penyebaran krisis utang yang akan menghambat penguatan rupiah lebih jauh. Tapi, ketidakpastian pagu utang AS pelaku pasar lebih memilih fokus pada sentimen domestik.

Apalagi, meski neraca perdagangan berkurang, tapi RI diperkirakan mengalami pertumbuhan ekspor yang signifikan menjadi 45,05% dari sebelumnya 37,28%. Sementara itu, angka impor sedikit mereda ke level 32,15% dari sebelumnya 32,54%.

Neraca perdagangan diperkirakan turun jadi US$2,44 miliar dolar dari sebelumnya US$3,5 miliar. Hanya saja, jika dikombinasikan dengan data inflasi Juli yang akan dirilis hari ini, seharusnya memberikan sentimen positif bagik bagi rupiah maupun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Hanya saja, ditambahkan Firman, karena Senin ini merupakan satu hari jelang deadline kenaikan batas atas utang AS pada 2 Agustus 2011, pergerakan market akan variatif karena tidak ada kesepakatan lebih lanjut. "Tapi, secara umum, pergerakan rupiah dan IHSG akan cukup positif," imbuhnya.

Tapi, dia mewanti-wanti, pasar juga harus mencermati efek dari pergerakan bursa saham global. "Jika bursa global turun signifikan, penguatan rupiah tidak akan terlalu kencang. Penguatan rupiah akan terbatas," imbuhnya.

Asal tahu saja, kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta,Jumat (29/7) ditutup melemah tipis 3 poin (0,035%) ke level 8.495/8.505 per dolar AS.

IHSG Terkoreksi, Beberapa Saham Masih Menarik

INILAH.COM, Jakarta – Bursa saham Indonesia pada Senin (1/8) diperkirakan akan melanjutkan koreki. Namum masih ada beberapa emiten yang menarik untuk diakumulasi.

Supriyadi, pengamat pasar modal dari OSO Sekuritas mengatakan, pergerakan IHSG di awal pekan masih sideways cenderung negatif. Namun, indikator teknikal sudah menkonfirmasi terbentuknya pola reversal, sementara volume jual sudah meningkat beberapa hari terakhir,

“Ini berarti, IHSG berpeluang untuk terkoreksi mengarah lagi ke 4.050,”katanya kepada INILAH.COM.

Menurutnya, koreksi di bursa Indonesia masih bisa tertahan karena ekspektasi kuat kinerja keuangan emiten yang solid sepanjang semester pertama 2011, dan masih adanya kelanjutan pertumbuhan pada semester dua mendatang.

Di tengah situasi ini, Supriyadi melihat ada peluang Buy on Weakness (BOW) di sektor tambang, yang sejak awal tahun hingga kini (year to date) masih minus. Bahkan, beberapa diantaranya sudah jenuh jual (oversold). Seperti International Nickel (INCO) dan Aneka Tambang (ANTM) yang berpeluang menguat, terkerek harga emas yang terus naik. Demikian juga harga nikel yang sideways cenderung menguat .

Saham lain yang juga direkomendasikan adalah Adaro Energy (ADRO). Hal ini terkiat dengan demand thermal coal untuk kebutuhan pembangkit listrik dari China,”Rekomendasi Buy on Weakness untuk emiten ini,” katanya.

Sedangkan Yuganur Wijanarko dari HD Capital menilai, keberhasilan IHSG ditutup di atas support 4.125, meski terimbas koreksi Dow Jones, menandakan bahwa kemungkinan teknical rebound kembali mengetes resistance di 4.175 akan terjadi. “IHSG akan bergerak di level support 4.125-4.025-3.996, dan resistance 4.175-4.250,”katanya.

Penguatan IHSG akan digerakkan oleh saham unggulan konsumer, otomotif dan perbankan. Pilihannya adalah Astra International (ASII), Adaro Energy ( ADRO), Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan Polychem Indonesia ( ADMG),”Rekomendasi beli untuk emiten-emiten ini,” tutupnya.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (29/7) ditutup melemah 15,03 poin (0,36%) ke level 4.130,80, dengan intraday terendah di 4.102,82 dan tertinggi di 4.160,49. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia didukung volume transaksi sebesar 6,519 miliar lembar saham senilai Rp 5,716 triliun dan frekuensi 160.559 kali.

Sebanyak 87 saham naik, 187 saham turun, dan 66 saham stagnan. Kendati terkoreksi, aliran dana asing masih terlihat masuk ke pasar saham, dengan nilai transaksi beli bersih (net foreign buy) mencapai Rp275 miliar. Rinciannya adalah transaksi beli sebesar Rp1,908 triliun dan transaksi jual sebesar Rp1,632 triliun. [ast]

Inilah Saham Pilihan Senin (1/8)

INILAH.COM, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan menguat pada perdagangan saham Senin (1/8). IHSG diperkirakan berada di level support 4.098 dan level resistance 4.198.

Pengamat pasar modal Willy Sanjaya menuturkan, pelaku pasar akan menunggu pengumuman inflasi pada Senin (1/8). Faktor global seperti masalah utang Amerika Serikat masih mempengaruhi perdagangan saham pada Senin (1/8). Apalagi deadline debt ceiling akan diputuskan pada 2 Agustus 2011. “IHSG akan berada di level suppor 4.098 dan resistance 4.198 pada perdagangan saham Senin, dan apabila inflasi terkendali maka itu akan membantu bursa saham,” ujar Willy saat dihubungi INILAH.COM, akhir pekan ini.

Sementara itu, analis senior PT HD Capital Yuganur Widjanarko dalam situsnya memperkirakan IHSG kemugkinan rebound kembali dengan mengetes resistance di level 4.175. IHSG diperkirakan akan digerakkan oleh saham berkapitalisasi besar seperti otomotif dan perbankan. IHSG diprediksikan berada di level support 4.125-4.025-3.996 dan level resistance 4.175-4.250.

Untuk rekomendasi saham, Willy merekomendasikan saham PT Citra Manunggal Nusa Persada Tbk (CMNP), PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP), PT Borneo Energi Tbk (BORN), PT Bank Bukopin Tbk (BBKP), PT Polychem Indonesia Tbk (ADMG), saham PT Bakrie and Brtohers Tbk (BNBR), PT Bukit Sentul City Tbk (BKSL), dan PT Alam Sutera Reality Tbk (ASRI). “Untuk SIMP, BORN dan CMNP saya rekomendasikan strong buy sedangkan saham yang lain buy on weakness,” tutur Willy.

Yuganur merekomendasikan saham antara lain saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), saham PT Astra International Tbk ( ASII), saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO), saham PT Polychem Indonesia Tbk (ADMG). “Saya rekomendasikan untuk buy saham tersebut,” tambah Yuganur.

IHSG Terdorong Kabar Positif Penyelesaian Utang AS

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan sepanjang pekan lalu kembali bergerak perkasa menciptakan rekor tertingginya, di tengah kondisi bursa-bursa utama dunia yang justru terkoreksi. Sentimen negatif global seakan tidak menghentikan laju IHSG untuk mengukir rekor tertingginya.

Akhir minggu lalu IHSG berada di posisi 4.130,80 atau naik 23,98 poin (0,58%) bila dibandingkan dengan penutupan akhir minggu sebelumnya. Indeks Lq-45 juga tercatat naik 3,90 poin (0,54%). Indeks utama lainnya mayoritas juga menguat kecuali indeks JII. Dari pergerakan indeks sektoral terlihat bergerak mix dimana penguatan terjadi pada indeks perkebunan, indeks keuangan, indeks konsumer, indeks properti, dan indeks perdagangan.

Pergerakan IHSG sepanjang pekan lalu adalah:
  • Senin (25/7/2011), IHSG terkoreksi 19,728 poin (0,49%) ke level 4.087,094.
  • Selasa (26/7/2011), IHSG menguat 45,683 poin (1,11%) ke level 4.132,777.
  • Rabu (27/7/2011), IHSG melesat 41,335 poin (1,00%) ke level 4.174,112.
  • Kamis (28/7/2011), IHSG ditutup terkoreksi 28,285 poin (0,68%) ke level 4.145,827
  • Jumat (29/7/2011), IHSG melemah 15,027 poin (0,37%) ke level 4.130,800.
Bursa Wall Street pada akhir pekan lalu masih kembali melemah, karena belum tercapainya kesepakatan soal kenaikan batas utang AS demi menghindari gagal bayar. Padahal tenggat waktu kesepakatan semakin dekat yakni 2 Agustus.

Pada perdagangan Jumat (29/7), indeks Dow Jones tercatat merosot 96,87 poin (0,79%) ke level 12.143,24. Indeks S&P 500 juga melemah 8,39 poin (0,65%) ke level 1.292,28 dan Nasdaq melemah 9,87 poin (0,36%) ke level 2.756,38.

Tanda-tanda tercapainya kesepakatan kenaikan batas utang AS akan memberikan sentimen positif ke pasar finansial. IHSG pada perdagangan Senin (1/8/2011) diprediksi akan kembali bergerak menguat. Investor juga akan mencermati data inflasi yang akan dirilis BPS siang ini.

Seperti diketahui, AS kini hanya memiliki waktu yang sempit sebelum tenggat waktu penyelesaian masalah kenaikan batas utang pada 2 Agustus. Namun Pemimpin Senat AS, Harry Reid telah memberikan lamu hijau untuk rancangan kenaikan batas utang setelah melakukan pembicaraan dengan rekannya dari partai Demokrat.

"Ada beberapa isu yang telah dipecahkan dan kita harus mengerti bahwa belum ada kesepakatan yang dibuat. Kami optimistik sebuah kesepakatan bisa tercapai, namun kita belum sampai disana," ujar Reid seperti dikutip dari AFP.

Sentimen positif dari AS tersebut langsung mengangkat bursa regional. Indeks Nikkei-225 di Jepang langsung menguat hingga 111,22 poin (1,13%) ke level 9.944,25 pada awal perdagangan Senin.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

eTrading Securities:
Perdagangan IHSG Jumat (29/7) ditutup turun 15 point (-0.36%) ke level 4,130 dengan jumlah transaksi sebanyak 12 juta lot dan nilai transaksi sebesar Rp 5.7 triliun. Hampir semua sektor saham pada perdagangan akhir pekan lalu mengalami penurunan kecuali sektor agri, infrastructure dan finance. Tercatat sebanyak 83 saham mengalami penguatan, 173 saham mengalami penurunan, 61 saham tidak mengalami perubahan dan 136 saham tidak diperdagangkan sama sekali.

Saham-saham yang menjadi pendorong terbesar bursa a.l. BBRI, BBCA, TOWR, SIMP dan TLKM sementara yang menjadi pemberat terbesar a.l. ASII, INTP, EXCL, SMGR dan BMRI. Asing tercatat melakukan net buy sebesar Rp 271 miliar dengan saham yang paling banyak di beli adalah BBRI, ADRO, BUMI, TLKM dan PGAS.

Secara teknikal, koreksi pada dua hari terakhir membawa IHSG ke area support trendlinenya, waspadai apabila IHSG break dari support trendlinenya karena mengkonfirmasikan sinyal reversal atau perubahan trend. Indikator stochastic membentuk deathcross di area overbought dan RSI masih bergerak downtrend meninggalkan area overbought.

Pada perdagangan hari ini (1/8), diperkirakan IHSG akan bergerak konsolidasi pada range 4084-4160 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. CTRA, ICBP, dan PGAS.

Indosurya:
Pada perdagangan Senin (1/8) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.073-4.102 dan resistance 4.160-4.180. IHSG membentuk candle spinning tops . Candle kian menjauhi Upper bollinger bands . MACD mulai terbatas kenaikannya dengan histogram positif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic mulai reversal dari area overbought dan bergerak menurun. IHSG masih dimungkinkan mengalami konsolidasi seiring sikap wait and see investor terhadap rilis inflasi Juli 2011, neraca perdagangan, ekspor-impor Indonesia, dan perkembangan krisis utang AS dan Eropa. Meski terdapat peluang penguatan, Investor tetap mewaspadai potensi berlanjutnya profit taking.

(qom/qom)

Sabtu, 30 Juli 2011

Dollar Australia makin perkasa terhadap dollar AS dan euro

Dollar Australia makin perkasa terhadap dollar AS dan euro
JAKARTA. Sepanjang Juli 2011, dollar Australia tercatat menguat 2,5% terhadap dollar AS ke 1,0988. Euro anjlok 3,2% terhadap aussie ke 1,3087. Namun di sisi lain, aussie melemah 2,3% terhadap yen yaitu ke level 84,26 dan tercatat melemah 3,3 terhadap dollar New Zealand ke 1,2495 seiring meningkatnya ekspektasi bahwa RBNZ bakal segera menaikkan suku bunga.

Pekan ini akan dirilis data termasuk di antaranya building approvals dan house price index kuartal II yang diprediksi membaik jadi -1% dari sebelumnya -1,7%. Tak hanya itu, Australia juga akan merilis data retail sales Juni yang diperkirakan mengalami kenaikan menjadi 0,3% dari sebelumnya 0,6% pada Mei. Namun fokus pelaku pasar akan tertuju pada sidang RBA pada 2 Agustus mendatang.

Berdasarkan jajak terakhir yang dilansir Reuters, sidang RBA pekan ini akan mempertahankan suku bunga di level 4,75%. Namun demikian saat ini mulai timbul perkiraan bahwa suku akan mencapai level 5% hingga akhir tahun setelah rilis data CPI kuartal II melebihi estimasi.

Para ekonom menyebut, fundamental ekonomi Australia saat ini berjalan sangat positif terutama dengan booming ekspor sektor pertambangan di tengah stabilnya permintaan dari Asia terutama China dan India. Kondisi ini berpeluang untuk terus menekan angka pengangguran dan sebaliknya meningkatkan pendapatan dan jumlah saving masyarakat Australia.

Dollar AS dan euro terjerembap ke titik terendah sejak 2010 terhadap Swiss franc

Dollar AS dan euro terjerembap ke titik terendah sejak 2010 terhadap Swiss franc
JAKARTA. Dollar Amerika Serikat (AS) terkoreksi ke level all time low terhadap Swiss franc (CHF) setelah data GDP AS dirilis mengecewakan dan menambah kekhawatiran ekonomi AS akan tergelincir kembali dalam resesi. Depresiasi dollar berlanjut setelah data menunjukkan pertumbuhan AS dirilis lebih buruk dari perkiraan di kuartal kedua. Adapun data GDP kuartal I mengalami revisi turun.

Dollar AS tersungkur ke rekor terendah di 0,7849 franc dan berakhir bertengger di level 0,7852 franc atau melemah 2% dari penutupan sesi New York sehari sebelumnya. Dalam sepekan, dollar AS telah terjerembap hingga 2,8% dan turun 6,1% di Juli. Ini merupakan penurunan terburuk sejak Desember 2010.

Euro juga terkoreksi ke level rekor terendah terhadap Swiss franc di 1,1297. Dalam sepekan, euro tercatat melemah 3,1% dan 6,9% dalam sebulan. Ini merupakan performa terburuk sejak Juni 2010.

Pasar menilai, otoritas AS masih jauh dari pencapaian kesepakatan untuk menaikkan plafon utang senilai US$ 14,3 miliar. Sedangkan keprihatinan terhadap krisis zona euro meningkat setelah muncul pembicaraan kemungkinan Yunani akan kehilangan pembayaran pinjaman tahap berikutnya dan peringatan Moody's yang mungkin akan memangkas peringkat utang Spanyol.

Analis Valbury Asia Futures, Erwin Purnomo mengatakan secara daily dan intraday Swiss franc masih dalam tren bearish. "Selama areal resistance di sekitar 0,7950-0,8000 utuh, maka rebound terbatas dan koreksi potensial berkembang. Namun jika areal support di sekitar 0,7828-0,7722 utuh maka koreksi potensial akan terbatas," ujar Erwin, Minggu (30/7).

Washington Kesal Pasar tak Panik

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Saya baru saja mendapat telepon dengan sumber di Capitol Hill, yang telah menghabiskan beberapa hari terakhir mencoba untuk meyakinkan Partai Republik untuk memilih meningkatkan plafon utang.

Dia mengatakan kepada saya bahwa kendala terbesar yang dia hadapi adalah kepuasan pasar. "Sejujurnya, kepanikan kecil akan sangat membantu sekarang," kata sumber tersebut kepada CNBC.

Saat ia menjelaskan, banyak orang di Washington, DC memperkirakan minggu ini akan ditandai dengan kepanikan di pasar. Saham akan terjun. Obligasi akan terpukul. Dolar akan terjadi sesuatu yang dramatis. Dan semua ini akan membantu membujuk anggota parlemen untuk mencapai kesepakatan debt ceiling.

"Kami mengikuti script dari 2008 ketika pasar runtuh setelah TARP gagal, sebuah kondisi yang membuat mereka untuk jatuh. Kami berpikir hal yang sama akan terjadi minggu ini," katanya.

Tapi yang terjadi saat ini malah sebaliknya, pasar terlihat tidak panik dan hanya turun tipis. Penjualan saham hanya turun beberapa persen, tetapi tidak menunjukkan ketakutan yang nyata pada perdagangan. Setiap orang di DC memiliki teori tentang hal ini. Beberapa percaya pasar sedang mengirim pesan bahwa kesepakatan akan selesai. Orang lain berpikir pasar tidak mengerti politik.

Pikirkan tentang hal ini. "Kami hanya mendapat berita buruk tentang pertumbuhan ekonomi yang menakjubkan. Jumlah kuartal pertama direvisi menjadi sebuah ketidaksahan. Tetapi pasar pada dasarnya datar saat itu. "Setiap hari kita bangun dan berpikir bahwa saham akan mengirimkan kejutan ke Capitol Hill Dan setiap hari ada," kata sumber. Dia masih terus memperkirakan akan terjadi panik jual di pasar saat itu. "Kondisi ini akan membuat seua orang untuk bisa bersama-sama memikirkannya."

Amerika dan Eropa jeblok, emas terus menyundul level tertinggi

Amerika dan Eropa jeblok, emas terus menyundul level tertinggi
JAKARTA. Emas kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah. Logam mulia ini akhirnya berhasil menyundul level US$ 1.632,30 per troi ounce terdorong berbagai faktor yang mendukung minat investor pada aset safe haven.

Minat investor pada safe haven dalam sepekan terakhir mendapat sokongan dari beberapa hal. Pertama, muramnya GDP Amerika Serika (AS) sepanjang kuartal II 2011. GDP negeri Uncle Sam itu hanya tumbuh 1,3%. Kedua, kekhawatiran akan krisis Amerika dan Amerika juga terus berlanjut. Ketiga, peringkat kredit kedua zona ekonomi besar ini terancam pemangkasan kredit sehubungan dengan keraguan pada berhasilnya penanganan utang di masing-masing kawasan itu.

Sepanjang Juli, emas tercatat mengalami penguatan 7,6% terhadap dollar AS. Analis memprediksi emas akan tertekan jika AS menyepakati kenaikan plafon kredit yang nantinya diikuti oleh pemangkasan anggaran dan kenaikan pajak.

"Momen ini akan dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan aksi ambil untung atas penguatan tajam emas sejak awal Juli ini," kata Analis komoditas Valbury Asia Futures, Ahim, Minggu (30/7).

Ia memprediksi, awal pekan ini emas masih berpotensi bullish dengan potensi berlanjutnya rally untuk tes level US$ 1.646,10 jika berhasil menembus US$ 1.632,30.

"Tapi di sisi lain waspadai level RSI yang sudah jenuh beli. Hal ini mengindikasikan harga rentan terkoreksi dari penguatan tajam selama ini. Level intraday support sesi awal pekan ini terdapat pada kisaran level US$ 1.618,69-US$ 1.610,14," kata Ahim.

Wall Street mencatatkan performa terburuk dalam periode setahun ini

Wall Street mencatatkan performa terburuk dalam periode setahun ini
JAKARTA. Bursa Wall Street jatuh ke level mingguan terbesar dalam setahun. Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup merosot 96,87 poin atau 0,79% ke titik 12.143,24. Indeks Standard & Poor's 500 berkurang 8,39 poin atau 0,65% ke level 1.292,28. Indeks teknologi Amerika Serikat (AS) yaitu Nasdaq juga tak luput dari penurunan karena anjlok 9,87 poin atau 0,36% ke level 2.756,38.

Bursa Amerikan ini berguguran karena investor kembali memburu aset-aset safe haven. Penyebabnya adalah kesepakatan dana anggaran AS yang masih buntu dan kecilnya data pertumbuhan ekonomi Amerika. Presiden AS, Barack Obama belum menemui kata sepakat di parlemen.

Analis memperkirakan sepekan mendatang, bursa masih akan bergantung pada katalis-katalis yang dikeluarkan oleh pemerintah AS mengenai kondisi keuangan negara. Investor banyak yang memilih menggenggam fresh money ketimbang menempatkan dananya ke aset yang berisiko tinggi seperti saham.

Ups! Ada Penipuan Mengatasnamakan Bapepam

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Bapepam-LK mengeluarkan Surat Edaran bernomer: SE-04/BL/2011 terkait peringatan adanya penipuan modus operandi mengatasnamakan lembaga pada peringatan 34 tahun diaktifkannya kembali pasar modal Indonesia.

"Kami telah menerima laporan atau informasi dari beberapa pelaku pasar modal dan lembaga keuangan bahwa saat ini mulai marak kembali penipuan yang dilakukan oknum yang tidak bertanggungjawab dengan mengatasnamakan Bapepam-LK pada peringatan 34 tahun diaktifkannya kembali Pasar Modal Indonesia," Ujar Ketua Sekretaris Bapepam-LK Ngalim Sawega dalam siaran persnya yang dikutip INILAH.COM, Sabtu (30/7).

Disebutkan, oknum tersebut mengirimkan surat kepada pelaku pasar modal dan lembaga keuangan berupa penawaran iklan kemitraan bersama dalam rangka 34 tahun diaktifkannya kembali Pasar Modal Indonesia dengan tarif tertentu dan akan dimuat di media massa nasional. "Dengan ini kami tegaskan kembali bahwa Bapepam-LK tidak pernah menghubungi, tidak pernah mengirimkan surat kepada pelaku pasar modal dan lembaga keuangan terkait iklan kemitraan bersama dalam rangka 34 tahun diaktifkannya Pasar Modal Indonesia," ujar Ngalim.

Saat ini, Bapepam telah meningkatkan koordinasi dengan aparat penegak hukum lain, khususnya pihak kepolisian untuk mengambil langkah preventif maupun menindak tegas perbuatan tercela dari oknum tersebut.

Naik 36%, Bhakti Investama Raup Laba Rp226 Miliar

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Bhakti Investama Tbk (BHIT) berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp226 miliar, EBITDA meningkat 31% pada semester 1-2011.

Melanjutkan kesuksesan yang dicapai pada kuartal I 2011 lalu, BHIT mencatat kinerja keuangan yang cukup mengesankan di semester pertama 2011 dengan membukukan pendapatan sebesar Rp3,6 triliun, meningkat 13% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp3,2 triliun. Konsistensi peningkatan nilai belanja iklan berdampak positif bagi pendapatan di sektor media. Pendapatan dari media berbasis penyiaran dan iklan tumbuh sebesar 7% dari Rp2,3 triliun di semester I 2010 menjadi sekitar Rp2,4 triliun pada semester I 2011.

Khusus untuk pendapatan iklan sendiri meningkat tajam sebesar 18% dari Rp1,7 triliun menjadi Rp2 triliun. Sementara itu, media berbasis pelanggan mencatat pertumbuhan jumlah pelanggan yang signifikan dan membukukan peningkatan pendapatan sebesar 21% dari Rp670 miliar pada semester I tahun 2010 menjadi Rp813 miliar di semester I 2011.

Investasi strategis di bidang jasa keuangan mencatat lonjakan pendapatan sebesar 133% di semester I tahun 2011, sehingga kontribusinya bagi pendapatan BHIT naik dari Rp 95 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya menjadi Rp221 miliar. Keberhasilan ini tercapai karena adanya peningkatan signifikan dari pendapatan investment banking, pembiayaan konsumen dan juga pendapatan komisi perantara pedagang efek. Selain itu, masuknya MNC Life sebagai bagian dari investasi strategis di bidang jasa keuangan juga turut memberikan kontribusi dalam peningkatan pendapatan BHIT. Dengan diluncurkannya berbagai inovasi produk asuransi dari MNC Life, diharapkan kontribusi pendapatan dari sektor asuransi jiwa ini meningkat tajam pada masa yang akan datang.

Keberhasilan BHIT meningkatkan efisiensi biaya pada saat pendapatan di hampir seluruh unit bisnisnya meningkat membuat laba usaha BHIT naik sebesar 28% dari Rp781 miliar pada semester I tahun 2010 menjadi Rp1 triliun di semester I tahun 2011.

EBITDA mengalami pertumbuhan 31% dari Rp1 triliun pada semester I 2010 menjadi Rp1,3 triliun pada periode yang sama tahun 2011. Pertumbuhan EBITDA yang lebih tinggi dari pertumbuhan pendapatan membuat EBITDA Margin pada semester 1 2011 meningkat menjadi 37% dari sebelumnya 32% pada semester 1 2010.

Pencapaian di atas membuat laba bersih BHIT di semester I tahun 2011 meningkat sebesar 36% menjadi Rp226 miliar, dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp166 miliar.

Hary Tanoesoedibjo, Group President & CEO BHIT mengemukakan kontribusi pendapatan BHIT sampai saat ini masih didominasi oleh sektor media. "Namun demikian, investasi strategis kami di jasa keuangan telah menunjukkan hasil yang luar biasa di semester I tahun 2011 ini. Hal ini sesuai dengan apa yang telah kami canangkan di awal tahun untuk terus meningkatkan kinerja jasa keuangan secara konsisten. Untuk ke depannya, kami berharap ketergantungan terhadap media akan semakin berkurang
seiring dengan semakin berkembangnya kinerja perusahaan kami yang bergerak di jasa keuangan yang saat ini telah memiliki perusahaan asuransi jiwa," ujar Hary Tanoesoedibjo.

AS Default, IHSG Jalan Terus?

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Capitol Hill dan Washington DC diprediksi tidak mencapai kata sepakat soal pagu utang hingga 2 Agustus 2011. Default AS pun jadi ancaman bagi pasar finansial. Cukup tahankah IHSG?

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ^JKSE) pada perdagangan Jumat (29/7) ditutup melemah 15,03 poin (0,36%) ke level 4.130,80, dengan intraday terendah di 4.102,82 dan tertinggi di 4.160,49. Demikian pula indeks saham unggulan LQ45 yang turun 3,22 poin (0,44%) ke level 729, 83.

Pengamat pasar modal Irwan Ariston Napitupulu mengatakan, berbagai analis sudah memperkirakan, AS tidak akan mencapai kesepakatan mengenai kenaikan batas atas utang AS yang deadline hingga 2 Agustus 2011. Kesepakatan itu menurutnya baru akan dicapai setelah 2 Agustus. Sebab, bargaining anggota Kongres AS sangat kuat.

Setelah itu, lanjutnya, peringkat utang AS bakal di-downgrade dan pada akhirnya negara adidaya itu potensial gagal bayar (default). “Ekonomi AS pun akan goyang dan baru dua pekan kemudian ada deal antara pemerintah Obama dengan Kongres,” katanya kepada INILAH.COM.

Kondisi itu, lanjutnya, bisa memicu kerontokan bursa Dow Jones 400-500 poin dalam satu hari. Jika itu yang terjadi, bisa saja support kuat IHSG di level 3.940-3.950 bakal dites dan mungkin saja jebol. “Bila support IHSG tersebut jebol, terbuka kemungkinan IHSG akan kembali mencoba level 3.700-3.800,” ungkap Irwan.

Hanya saja, lanjut Irwan, koreksi IHSG tidak berarti kemungkinan AS gagal menaikkan debt ceiling yang bisa memicu Dow Jones rontok 500 poin sama dengan IHSG akan rontok 500 poin. “Ini dua kondisi yang berbeda. Saya hanya mengatakan bahwa support kuat IHSG ada di 3.940-3.950 yang bila dipecahkan ada kemungkinan IHSG mencoba lagi daerah 3.700-an,” paparnya.

Mengenai angapan bahwa saat bursa AS terpukul investor kemudian justru beralih ke Indonesia, Ariston melihat ada benarnya. Buktinya, rupiah terus menguat ke bawah 8.500 dan kenaikan IHSG juga jauh lebih pesat dibandingkan bursa Asia lainnya dari level 3.700 pada pekan ketiga Juni ke level 4.177 pada Rabu (27/7).

Apalagi, lanjutnya, saham-saham yang selama ini menjadi penggerak indeks juga melaporkan kinerja keuangan yang meningkat. Apalagi, dengan valuasi yang meski tidak undervalue tapi masih di bawah valuasi wajarnya. “Karena itu, kenaikan indeks ditopang oleh underlying-nya yakni positifnya kinerja emiten,” ujarnya.

Karena itu, Irwan menilai, kenaikan tajam IHSG ke level tertingginya 4.177,74 tidak bubble. Menurutnya, bubble akan terjadi jika Price to Earnings Ratio (PER)-nya sudah mencapai 30-40 kali. Untuk saat ini, PER indeks domestik masih di bawah 20 kali antara 17-18 kali.

Apalagi, PER IHSG akan lebih rendah lagi jika menggunakan PER yang baru setelah semua laporan keuangan emiten kuartal II/2011 dirilis yang rata-rata mencatatkan peningkatan Earnings Per Share (EPS). Ini membuktikan, perekonomian Indonesia sangat maju. “Karena itu, kalaupun AS gagal bayar, masyarakat tak perlu panik selama krisis tersebut tidak memicu krisis di Indonesia,” tandas Irwan.

Dalam situasi ini, Irwan merekomendasikan positif saham-saham yang tidak berorientasi ekspor. PT Indofood Sukses Makmur (INDF) yang sudah tembus alltime high-nya di level 6.500 dan rumornya laba emiten ini naik 100% walaupun baru akan diumumkan akhir Agustus 2011.

PT Adaro Energy (ADRO) juga sudah mulai bergerak dan menyentuh level Rp2.700 sesuai target sehingga masih ada tenaga ke level Rp2.800-2.900 pada pekan pertama Agustus 2011. PT Bank Bukopin (BPKP) karena laba yang meningkat 50% dibandingkan tahun lalu dengan target Rp1.300 untuk 12 bulan ke depan.

Menurutnya, aksi beli di saham ini pun sangat kuat di level Rp750-760. “Saya rasa, investor institusi kuat masuk di saham ini. Karena itu, setiap profit taking, jadi momentum tepat untuk masuk kembali,” tanas Irwan.

PT Mayora Indah (MYOR) juga menarik tapi volume transaksinya terbatas sehingga peluangnya tipis. PT Ramayana Lestari Sentosa (RALS) juga mulai dimainkan pasar saat ini karena faktor puasa dan lebaran.

Begitu juga PT Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) yang sudah mulai diakumulasi investor sehingga support bertahan di level Rp5.250 dengan resistance Rp5.550. Meskipun JPFA saat ini cooling down setelah terjadi kenaikan cukup banyak. Tapi, pada bulan puasa, saham ini selalu jadi incaran.

Saham-saham Crude Palm Oil (CPO) pun perlu diperhatikan. PT Astra Agro Lestari (AALI) yang mencatatkan kinerja positif. Begitu juga dengan PT Tunas Baru Lampung (TBLA) yang juga sudah diekspektasikan positif. “Karena saham-saham tersebut sudah menguat banyak, saya rekomendasikan buy on weakness,” imbuhnya.

First Media Catatkan Rugi Rp33,89 Miliar

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT First Media Tbk (KBLV) mengalami kerugian sebesar Rp33,89 miliar pada semester 1-2011 dibanding periode serupa 2010 yang berhasil meraup laba sebesar Rp4,88 miliar.

Dalam laporan publikasinya dijelaskan kerugian tersebut dipicu kenaikan beban pajak menjadi Rp12,73 miliar pada semester 1-2011 dibanding periode serupa 2010 sebesar Rp2,08 miliar. Laba usaha perseroan juga mengalami penurunan menjadi Rp2,38 miliar pada semester 1-2011 dai Rp30,33 miliar pada periode serupa 2010. Sementara, beban usaha naik dari Rp271,14 miliar menjadi Rp377,39 miliar.

Tapi, pendapatan usaha KBLV tercatat naik menjadi Rp478,77 miliar pada semester 1-2011 dibanding periode serupa 2010 sebesar Rp399,74 miliar. Kewajiban perusahaan pada semester 1-2011 juga naik menjadi Rp1,02 triliun pada semester 1-2011 dari Rp823,81 miliar pada periode serupa 2010, sedang ekuitas naik dari Rp773,83 miliar menjadi Rp1,77 triliun.

Kekhawatiran Badai Resesi AS, Wall Street Turun

Headline
INILAH.COM, New York - Badai resesi dan krisis utang AS telah mendorong investor melakukan aksi jual sehingga mendorong Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Jumat (29/7).

Indeks Dow Jones turun 0,7% ke 12.143, indeks Nasdaq turun 0,3% ke 2.756 dan indeks S&P turun 0,6% ke 1.292. Pasar masih tetap mengharapkan terjadi kesepakatan tentang plafon utang AS senilai US$14,3 triliun besok, 11 jam sebelum deadline Selasa mendatang.

"Berbahaya, benar-benar berbahaya. Saat ini pasar merespon dua hal, keserakahan dan ketakutan. Tetapi sekarang yang lebih dominan adalah ketakutan pasar," kata presiden Springer Consulting Investment, Keith Springer, yang dikutip dari yahoofinance.com.

Indeks bergerak melemah sejak Jumat pagi setelah beredar rumor Washington gagal mendapat kesepakatan plafon utang AS. Pasar menyaksikan beberapa anggota parlemen AS melakukan konferensi pers dan wawancara tv dengan pendirian yang bertentangan. Ini semakin mendukung kekhawatiran kesepakatan akan sulit dicapai hingga deadline Selasa besok.

Saham-saham yang turun seperti saham Alcoa trun 0,6%, saham MERK turun 2,2%. Saham Chevron turun 0,9% terjadi aksi ambil untung setelah laba per saham melebihi ekspektasi US$3,8 per saham dari prediksi US$3,5 per saham. Arch Coal turun 0,6% karena laba per saham hanya 44 sen dari ekspektasi 60 sen. Amgen naik 2,3% setelah mencaat laba per saham US$1,3 dari estimasi US$1,2 per saham.

Pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal II 2011 turun menjadi 1,3% atau lebih rendah dari ekspektasi di 1,8%. Ini berpotensi meningkatkan kekhawatiran double-dip ke depan.

BKDI mematangkan kontrak batubara

BKDI mematangkan kontrak batubara
JAKARTA. Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) mematangkan rencana peluncuran kontrak batubara. Selain menyiapkan teknis dan spesifikasi produk, pengelola BKDI mulai menjajaki minat dan kesiapan pasar terhadap kontrak itu.

Megain Widjaja, Direktur Utama BKDI, menuturkan BKDI masih meraba kesiapan pelaku pasar, baik produsen maupun pengguna batubara. BKDI mengharapkan pasar sudah siap memanfaatkan wadah ini dan berkomitmen meramaikan kontrak berjangka batubara. "Kami tidak ingin saat kontrak diluncurkan, transaksinya malah sepi," kata Megain, Kamis (28/7).

Dalam transaksi ini, BKDI akan memakai produk batubara dengan nilai kalori atau calorific value (CV) 5.800. Menurut Megain, kualitas batubara jenis ini paling banyak diminta sekaligus diperdagangkan di pasar global. "Pelaku pasar asing banyak menggunakan kontak batubara ini. Kontrak ini akan menggunakan dollar Amerika Serikat (AS)," tutur Megain.

BKDI bersama Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) terus menggulirkan sosialisasi produk baru ini. Sosialisasi prapeluncuran produk yang biasanya berlangsung tiga hingga empat hari, berlangsung selama sembilan bulan untuk edukasi kontrak batubara.

Megain mengakui sosialisasi tersebut belum maksimal. Oleh karena itu, peluncuran produk ini mungkin akan mundur dari semula tahun ini menjadi tahun depan.

Selain proses edukasi, manajemen BKDI secara umum mengharapkan insentif dari pemerintah untuk mendukung perkembangan bursa komoditas domestik.

Salah satu insentif itu adalah pemangkasan pajak penghasilan (PPh) untuk transaksi di pasar derivatif. Bersama Asosiasi Pialang Berjangka Indonesia (APBI), BKDI mengajukan proposal revisi PPh derivatif, tapi dengan besaran minimal. Skemanya, pajak penghasilan final 0,1% dengan perincian 0,05% dibebankan ke penjual dan 0,05% ke pembeli. "Kami juga meminta grace period 10 tahun," ungkap Megain.

Pemerintah sebelumnya menetapkan tarif PPh untuk instrumen derivatif sebesar 2,5%, sesuai PP Nomor 17/2009. Tapi pelaku pasar menentang dan mengajukan uji materi ke Mahkamah Agung. Setelah MI mengabulkkan tuntutan pemohon, pemerintah pun berinisiatif mencabut PP tersebut. Kini, pemerintah dan pelaku pasar berjangka masih menggodok ketentuan PPh derivatif.

BKDI pada tahun ini juga fokus mengembangkan produk yang sudah ada. Megain menyatakan kontrak CPO di BKDI paling banyak diminati para pelaku pasar. Di semester pertama tahun ini, volume transaksi kontrak CPO mencapai 55.000 lot. Tren harga komoditas yang terus menanjak diyakini akan ikut mendongkrak volume transaksi di BKDI.

Reksadana saham tampil dominan

JAKARTA. Pasar reksadana akan tetap bertumbuh selama semester kedua tahun ini. Reksadana berbasis saham diyakini masih menjadi primadona dan memimpin pertumbuhan total dana kelolaan reksadana.

Presiden Direktur Trimegah Asset Management, Denny R. Thaher, memperkirakan dana kelolaan reksadana hingga akhir tahun ini akan meningkat 14%-17% dibandingkan posisi per akhir tahun lalu. "NAB (nilai aktiva bersih) reksadana bisa mencapai Rp 170 triliun hingga Rp 175 triliun," ujar dia, Kamis (28/7) lalu.

Jika prediksi itu benar, maka dana kelolaan reksadana akan memperbarui rekornya. Per akhir Juni 2011, dana kelolaan reksadana mencapai Rp 157,06 triliun, atau tumbuh 5,34% ketimbang posisi akhir tahun lalu (year to date). Ini adalah rekor tertinggi dana kelolaan reksadana.

Tetap tumbuh

Porsi dana kelolaan reksadana saham senilai Rp 55,98 triliun, atau 35,64% dari total dana kelolaan. Pertumbuhan reksadana saham secara year to date setinggi 22,57%.

Di periode yang sama, reksadana terproteksi menempati urutan kedua dengan nilai dana kelolaan Rp 42,79 triliun. Jumlah ini setara 27,25% total dana kelolaan. Posisi ketiga adalah reksadana pendapatan tetap yang menghimpun Rp 24,93 triliun, atau 15,87% dari total dana kelolaan.

Posisi berikut adalah reksadana pasar uang dan syariah dengan dana kelolaan masing-masing senilai Rp 7,47 triliun dan Rp 3,84 triliun. Sisanya reksadana berbasis ETF-Pendapatan tetap, reksadana indeks dan ETF-Saham. Meski demikian, pertumbuhan dana reksadana selain saham cenderung stagnan.

Gairah pasar reksadana dipicu kondisi ekonomi domestik yang terus bertumbuh. Di sisi lain, pemahaman investor tentang investasi di pasar modal juga semakin membaik.

Denny memperkirakan reksadana berbasis saham masih akan memberi kontribusi terbesar terhadap total dana kelolaan reksadana.

Satu indikasinya adalah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia diprediksi bakal terus menguat hingga akhir tahun ini. Alhasil, kinerja reksadana berbasis saham ikut terdongkrak. Denny menghitung, rata-rata kenaikan IHSG setiap tahun mencapai 20%. Nah, pertumbuhan kinerja reksadana saham bakal seirama, bahkan bukan tidak mungkin, melampaui kenaikan IHSG.

Hal senada juga disampaikan Presiden Direktur Bahana TCW Asset Management, Edward P. Lubis. Dia memperkirakan, reksadana saham akan memimpin industri reksadana nasional. "Pasar saham di semester kedua masih cukup kuat, sehingga reksadana saham sangat berprospek," kata Edward.

Laju IHSG yang saat ini telah menembus level 4.000 mengundang minat investor untuk menanamkan modalnya di produk berbasis saham. Di Bahana, dana kelolaan reksadana saham per Juni 2011 mencapai Rp 6 triliun, atau 46,15% dari total dana kelolaan senilai Rp 13 triliun.

Menurut Denny, semua jenis reksadana pada dasarnya masih memiliki prospek cerah. Tapi semua itu tergantung pada kecermatan manajer investasi untuk menempatkan basis investasinya.

GZCO terbantu kenaikan harga jual

GZCO terbantu kenaikan harga jual
JAKARTA. Kebun PT Gozco Plantations Tbk (GZCO) tumbuh subur. Area perkebunan yang dikelola emiten dengan kode saham GZCO itu bertambah sekitar 7.000 hektare (ha) untuk lahan tertanam.

Lahan yang menghasilkan juga bertumbuh berkisar 3.000 ha hingga 4.000 ha per tahun. Lokasi kebun kelapa sawit GZCO tersebar di Sumatra Selatan (Sumsel), Sumatra Barat (Sumbar), Kalimantan Tengah (Kalteng) serta Kalimantan Barat (Kalbar).

GZCO membuka kebun pertamanya di Sumsel. Di provinsi itu pula, GZCO kini memiliki lahan perkebunan terluas. Sedang lahan terbaru GZCO berada di Sumbar. Kebun itu diakuisisi awal 2010 dan baru akan ditanami pada 2013.

Luas lahan GZCO kini 123.894 ha. Kebun seluas 35.000 ha sudah ditanami. Sekitar 51% dari lahan yang ditanami sudah menghasilkan. Pohon kelapa sawit memasuki masa produktif sejak berusia 4 tahun hingga 25 tahun.

Manajemen GZCO berencana melakukan penanaman baru di lahan seluas 6.500 ha, yang berada di Sumsel dan Kalbar. "Penanaman lahan di Kalteng untuk sementara dihentikan karena terganjal izin," ujar Direktur Bisnis dan Niaga GZCO, Kreisna Dewantara Gozali, Kamis (28/7).

Menjelang puasa

Selain memperluas lahan kebun, GZCO juga berambisi meningkatkan kapasitas produksi minyak sawit mentah alias crude palm oil (CPO).

Sejak akhir tahun lalu, GZCO membangun pabrik pengolahan CPO plus pelabuhan di Sumatra Selatan. "Diharapkan sudah bisa beroperasi semester dua tahun depan," kata Kreisna.

Kapasitas produksi pabrik dibatasi 45 ton per jam di tahap awal. Secara bertahap, kapasitas produksi akan ditingkatkan hingga mencapai 90 ton per jam dalam lima tahun mendatang.

GZCO kini memiliki dua pabrik. Satu di Sumsel dengan kapasitas 90 ton per jam, lainnya berada di Kalteng berkapasitas 45 ton per jam.

Untuk membiayai agenda ekspansinya, GZCO menganggarkan Rp 350 miliar untuk belanja modal atau capital expenditure (capex) di 2011. Sekitar Rp 135 miliar dialokasikan untuk pembangunan pabrik. Anggaran yang sudah terpakai Rp 85 miliar.

Sekitar 65% capex GZCO dipenuhi dengan pinjaman, sisanya menggunakan kas internal. Meski belum meneken kesepakatan, Kreisna mengisyaratkan GZCO akan menggandeng kerjasama dengan Bank Mandiri yang selama ini menyalurkan pinjaman untuk penanaman baru.

GZCO menargetkan penjualan tahun ini Rp 637 miliar dan laba bersih Rp 213 miliar. Itu berarti, GZCO mengejar pertumbuhan tahunan sebesar 40,1% untuk penjualan dan 32,5% bagi laba bersih. Target produksi tandan buah segar (TBS) dipatok 213.000 ton sedangkan CPO, 71.000 ton.

Selama paruh pertama, GZCO membukukan penjualan Rp 214 miliar. Sedang produksi TBS dan CPO masing-masing 70.000 ton dan 23.000 ton. Angka tersebut mewakili sepertiga dari target tahunan.

Penyebab utama pertumbuhan kinerja GZCO adalah kenaikan harga jual alias average selling price (ASP), bukan peningkatan volume produksi. ASP CPO milik GZCO selama semester I Rp 7.854 per kg. "Jika cuaca mendukung, volume produksi bisa naik," harap dia.

Permintaan CPO juga lazim naik menjelang dan selama bulan Puasa serta Lebaran. "Sekarang harga jual sudah naik menjadi Rp 8.500 per kg," tutur Kreisna. Jika di tahun-tahun sebelumnya harga naik 3%-5% menjelang Lebaran, tahun ini Kreisna optimis kenaikan harga bisa sampai 10%.

GZCO menjual seluruh produksinya ke pasar domestik. Perusahaan belum melakukan ekspor dengan alasan produksi masih terbatas. "Lagipula harga lokal juga sudah bagus," tambah Kreisna.

Kuasi GIAA selesai di 2012

Kuasi GIAA selesai di 2012
JAKARTA. PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) masih melanjutkan proses kuasi reorganisasi. Bersih-bersih laporan keuangan ini akan menggunakan buku Juni 2011 dan ditargetkan selesai pada kuartal satu 2012.

Manajemen GIAA menuturkan kuasi reorganisasi baru bisa selesai tahun depan lantaran proses audit memakan waktu sekitar enam hingga tujuh bulan. “Kemungkinan akan selesai pada kuartal 1-2012,” kata Elisa Lumbantoruan, Direktur Keuangan GIAA, Jumat (29/7).

Dalam aksi bersih-bersih laporan keuangan ini GIAA berniat menghapus saldo defisit sebesar Rp 7,1 triliun. “Defisit itu terjadi sejak 30 tahun lalu, sejak Garuda ada,” kata Elisa. Setelah kuasi selesai, GIAA akan bisa membagi dividen pada pemegang saham mulai 2013 nanti.

GIAA juga memastikan bisa membukukan laba bersih di laporan keuangan tahunan selama lima tahun berturut-turut. Meski begitu, Elisa mengakui di kuartal satu atau semester satu biasanya GIAA masih membukukan rugi.

Di semester 1-2011, GIAA mencatatkan rugi komprehensif yang dapat diatribusikan pada pemilik entitas induk sebesar Rp 186,57 miliar. Padahal di semester satu 2010 GIAA mencatatkan laba sebesar Rp 59,96 miliar.

Kerugian terjadi lantaran harga bahan bakar naik 45%. Selain itu, "Semester satu itu low season," kata Emirsyah Satar, Direktur Utama GIAA.

Semester I, EBITDA ENRG meningkat 183%

JAKARTA. Kinerja PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) di semester I 2011 melesat tajam. Anak perusahaan Bakrie Grup itu membukukan laba bersih Rp 34,70 miliar, naik dari rugi bersih selama enam bulan pertama tahun lalu sebesar Rp 75,39 miliar.

Pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA) perusahaan minyak dan gas itu juga melesat tajam. EBITDA ENRG naik menjadi Rp 380,67 miliar, meningkat sekitar 183% daripada EBITDA di semester satu 2010.

Membaiknya kinerja keuangan ENRG didorong antara lain oleh peningkatan produksi harian dan kenaikan harga migas. "Blok-blok kami di Kangean PSC dan Bentu PSC berhasil meningkatkan produksi harian perusahaan sebesar 12,82%," ujar Imam Agustino, Direktur Utama ENRG yang dikutip dalam pernyataan tertulis, Jumat (29/7)

Agung Podomoro incar pengembang

Agung Podomoro incar pengembang
JAKARTA. PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) kian ekspansif. Untuk memperluas bisnisnya, perusahaan properti ini berencana mengakuisi satu perusahaan properti di Jakarta.

Target akuisisi APLN adalah perusahaan properti yang sudah beroperasi. Namun, manajemen APLN enggan membuka identitas perusahaan yang menjadi incarannya, apalagi nilai akuisisinya.

APLN beralasan masih dalam tahap negosiasi. "Perusahaannya sudah jalan, jadi tidak perlu bangun apa-apa lagi dan pendapatan bisa langsung konsolidasi," kata Indra Wijaya, Wakil Presiden Direktur APLN, Jumat (29/7).

Pengembang properti ini juga berniat menambah lahan. APLN tengah mengincar lahan seluas 5-10 hektare (ha) di Jakarta Selatan. Emiten ini berencana membangun superblok di lahan itu.

Selain itu, APLN mengincar lahan seluas 80 ha yang berlokasi di Bogor. Rencananya di lahan tersebut perseroan ini akan membangun resor. Tapi APLN belum bersedia membuka nilai investasi kedua proyek tersebut.

Menerbitkan obligasi

APLN akan membiayai berbagai ekspansinya dengan dana hasil penerbitan obligasi. Perseroan ini mengincar dana Rp 800 miliar dari penerbitan obligasi. APLN sudah menunjuk pelaksana emisi obligasi, salah satunya Mandiri Sekuritas.

APLN membagi obligasi jadi dua seri. Untuk obligasi seri A yang bertenor tiga tahun APLN mematok kupon 9,5%-10,5% per tahun. Sedang obligasi seri B yang bertenor lima tahun mendapat kupon sebesar 10,5%-11,5%.

Obligasi tersebut mengincar investor institusi lokal. "Tujuannya jika nanti mau dijual tidak susah mencari pembelinya," kata Iman Rachman, Direktur Investment Banking Mandiri Sekuritas.

APLN masih melakukan bookbuilding untuk obligasi tersebut. Proses ini berlangsung hingga 5 Agustus nanti. Targetnya, obligasi ini akan efektif pada 12 Agustus dan tercatat di BEI pada 24 Agustus. "Sebelum Lebaran, APLN sudah mendapatkan dana," kata Iman.

Dalam penerbitan obligasi ini APLN menjaminkan aset Central Park Mall dengan rasio penjaminan sebesar 125%. Asal tahu saja, APLN juga menggunakan aset ini untuk jaminan pinjaman sindikasi sebesar Rp 750 miliar. “Aset central park nilainya sekitar Rp 3,5 triliun, jadi masih bisa digunakan sebagai jaminan,” kata Indra.

APLN juga berniat membangun kondotel 300 kamar dan 70 unit vila di Bali. Nilai investasi proyek ini Rp 500 miliar, di luar lahan. APLN akan mendanai proyek ini dari hasil presale kondotel. Targetnya, kondotel dan vila ini bisa beroperasi tahun 2013.

INCO bangun pabrik senilai US$ 500 juta

INCO bangun pabrik senilai US$ 500 juta
JAKARTA. PT International Nickel Indonesia Tbk (INCO) akan membangun fasilitas pengolahan (refinery) untuk menghasilkan bijih nikel murni. Pabrik yang memiliki kapasitas produksi 35.000 ton per tahun ini akan dibangun di Bahodapi, Morowali, Sulawesi Tengah.

INCO menyiapkan investasi cukup besar untuk fasilitas itu. "Dananya sekitar US$ 500 juta," kata Tony Wenas, Direktur Utama INCO, Jumat (29/7). Dana itu dialokasi untuk membangun infrastruktur seperti jalan, pelabuhan, smelter, dryer serta refinary.

Anak usaha Vale ini telah menandatangani nota kesepahaman dengan dua perusahaan untuk membangun refinery tersebut. Dua perusahaan itu adalah Baosteel Resources Co dan Pan China International.

Namun Tony belum bersedia menyebutkan porsi kepemilikan masing-masing pihak dalam proyek tadi. Ia menyatakan, INCO tengah mempelajari kawasan tersebut.

Untuk awalnya, INCO akan membangun screening station dan jalan sepanjang 80 km tahun ini. Kebutuhan dananya diperkirakan mencapai US$ 100 juta.

Selain itu, selepas Lebaran, pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Karebbe akan mulai beroperasi. Dengan berjalannya PLTA ini, pabrik INCO akan mulai menggunakan tenaga listrik dari air untuk menjalankan operasi. "Dengan berjalannya PLTA ini maka cost production bahan bakar bisa kami tekan," sebut Tony.

Dia mengakui realisasi produksi nikel untuk semester I masih di bawah target. Alasannya, tambang INCO sempat tutup usai gempa bumi.

Penjualan Komoditas ANTM Capai Rp4,9 T

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mengalami kenaikan 13% nilai penjualan mencapai Rp4,9 triliun. Kinerja ini didukung peningkatan penjualan emas dan biji nikel.

Dalam keterbukaan informasi yang diterbitkan BEI, Jumat (29/7), komoditas feronikel dan biji nikel menyumbang 65% atau senilai Rp3,1 triliun dari total pendapatan. Sementara komditas emas, perak dan jasa pemurnian logam mulia menyumbang 33% dari pendapatan di semester I 2011.

Dengan masih tingginya permintaaan dan dukungan kenaikan harga nikel di semester I 2011 hingga 20% maka pendapatan dari feronikel yang di ekspor naik 7% menjadi Rp1,96 triliun.

Volume penjualan emas mencapai 3.611 kg pada semester I 2011 atau naik 6%. Pendapatan dari komoditas emas mencapai Rp1,49 triliun atau naik 28%. Pendapatan perseroan dari biji nikel mencpai Rp1,19 triliun atau naik 7%.

Hallo.. Laba EXCL Naik 15,1% Jadi Rp1,32 T

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT XL Axiata Tbk (EXCL) mengantongi laba bersih Rp1,52 triliun pada semester I 2011 dari Rp1,32 triliun atau naik 15,1%.

Demikian keterbukaan informasi yang diterbitkan BEI, Jumat (29/7). Kinerja ini ditopang pendapatan usaha perseroan yang naik menjadi Rp9,14 triliun dari Rp8,4 triliun.

Namun, perseroan juga harus menderita kerugian selisih kurs hingga Rp38,3 miliar. Untuk beban interkoneksi dan jasa telekomunikasi perseroan menjadi Rp1,22 triliun dari Rp1,05 triliun.

Untuk ekuitas perseroan berhasil menaikkan jumlanya dari Rp11,71 triliun kini menjadi Rp12,37 triliun.