Jumat, 09 September 2011

UNSP Dikabarkan akan IPO Domba Mas

Medium
INILAH.COM, Jakarta - PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) dikabarkan akan mencatatkan anak usahanya di papan bursa efek, yaitu PT Domba Mas.

Rencana IPO ini dengan target dana sekitar US$300 juta sehingga akan berdampak posiif bagi saham perseroan.

Pada perdagangan kemarin saham UNSP turun Rp5 ke Rp390 dengan volume perdagangan 81.185 saham senilai Rp15,8 miliar sebanyak 662 kali transaksi.

Bursa Jepang Tergelincir di Awal Sesi

Medium
INILAH.COM, Los Angeles – Bursa saham Jepang turun dalam perdagangan Jumat (9/9) pagi, menyusul koreksi bursa AS semalam dan melemahnya euro terhadap yen.

Tapi pasar dengan cepat bergerak dari posisi terendah mereka dan fluktuatif, menjelang rilisnya data ekonomi China.

Nikkei Stock Average melemah 0,1% menjadi 8,784.47, meskipun Topix naik 0,2% menjadi 758,73.

Saham otomotif merupakan titik lemah, dengan Toyota Motor Corp turun 0,5%, Mitsubishi Motors Corp turun 1%, dan pembuat Subaru Fuji Heavy Industries Ltd jatuh 1,3%.

Namun, sektor keuangan membantu mendukung pasar, dengan Mitsubishi UFJ Financial Group Inc naik 1,5% dan Mizuho Financial Group Inc naik 0,9%. [ast]

Dolar Menguat Setelah Pidato Bernanke

Headline
INILAH.COM, New York - Dolar memperpanjang kenaikan pada Kamis (8/9) waktu setempat, setelah Gubernur The Fed Ben Bernanke mengatakan tidak khawatir bila peningkatan inflasi awal tahun ini akan bertahan, tetapi ia tidak menjelaskan bagaimana aksi bank sentral lebih lanjut.

Dolar sempat naik terhadap euro sebelumnya, setelah Presiden Bank Sentral Eropa Jean-Claude Trichet mengatakan para pejabat harus memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk zona euro, meningkatkan spekulasi bahwa bank sentral dapat meningkatkan suku bunga tahun ini.

Euro jatuh ke US$ 1,3884, turun dari US$ 1,4045 dalam perdagangan pagi di AS, selain dari level US$ 1,4093 dari perdagangan Amerika Utara sebelumnya. Mata uang tunggal itu menyentuh level terendahnya sejak pertengahan Juli.

Indeks dolar, yang mengukur unit AS terhadap enam mata uang utama, naik menjadi 76,284, dari 75,489 perdagangan sebelumnya.

Beberapa mungkin telah lega bahwa Bernanke tidak berkomentar tentang kemungkinan pelonggaran kuantitatif lebih lanjut. Ini adalah pidato terakhirnya yang dijadwalkan menjelang pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal pada 20-21 September.

"Sekilas pidato tersebut tidak memberikan sesuatu yang baru, tidak ada yang belum pernah ia katakan sebelumnya. Jadi kami dibiarkan bertanya-tanya apa langkah-langkah yang mereka ambil pada September," kata Eric Green, kepala ekonom pasar di TD Securities.

Bank of England juga mempertahankan suku bunga pada pertemuan kebijakan. Tidak adanya semacam pengumuman yang mendorong British pound terhadap dolar AS.

Sterling melemah pascapidato Bernanke, dengan diperdagangkan pada US$ 1,5965, dari terendah US$ 1,5911 selama jam Asia dan dari US$ 1,5975 akhir Rabu.

Terhadap mata uang Jepang, dolar naik ke 77,52 yen, dari 77,36 yen. Surplus neraca perdagangan Jepang pada Juli, membuat investor kecewa, karena data pemerintah menunjukkan ekspor menyusut tapi impor tumbuh.

Dolar Australia turun ke US$ 1,0570, setelah laporan pekerjaan lebih lemah dari yang estimasi dan pascapidato Bernanke, dari sebelumnya US$ 1,0630. [ast]

November, kuasi reorganisasi TFCO

JAKARTA. Rencana PT Tifico Fiber Indonesia (TFCO) melakukan kuasi reorganisasi terpaksa mundur dari jadwal semula. Awalnya, TFCO menargetkan sudah bisa melakukan aksi bersih-bersih laporan keuangan tersebut pada September ini. Emiten itu kemudian menunda rencana kuasi reorganisasi hingga akhir November nanti.

Manajemen TFCO menjelaskan pelaksanaan kuasi reorganisasi tersebut mundur karena proses tersebut memerlukan waktu lebih lama dari yang diperkirakan. “Saat ini sudah dalam proses, butuh waktu panjang. Jadi agak sedikit mundur,” kata Sugito Budiono, Direktur TFCO kepada KONTAN, Kamis (8/9).

Perusahaan akan menggunakan laporan keuangan per akhir Juni 2011 sebagai dasar kuasi reorganisasi. Saat ini, laporan keuangan tersebut sudah selesai diaudit. Karena proses audit tersebut, perusahaan terlambat memenuhi kewajibannya untuk menyampaikan laporan keuangan berkala ke Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK).

Dalam proses kuasi tersebut, TFCO akan melakukan revaluasi aset untuk menghapus defisit. Defisit tersebut merupakan akumulasi kerugian selama sepuluh tahun, yang mencapai US$ 200 juta.

Mengutip laporan keuangan TFCO terakhir, defisit perusahaan penghasil serat poliester ini menyusut dari US$ 196,61 juta di kuartal satu 2010 menjadi US$ 183,24 juta di kuartal satu 2011. Setelah proses kuasi selesai, rencananya TFCO akan mulai membagikan dividen pada tahun depan.

Tahun ini TFCO menargetkan bisa memperoleh laba bersih US$ 11 juta. Sementara di sepanjang 2010 lalu, laba bersih perseroan ini mencapai US$ 10,82 juta. Namun manajemen TFCO menolak untuk memberikan kisaran kinerja perusahaan hingga paruh pertama tahun ini. Yang jelas, Sugito bilang kinerja perusahaan sesuai dengan target.

Sekadar gambaran, hingga kuartal pertama tahun ini, penjualan TFCO mencapai US$ 111,81 juta, atau naik hampir 50% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu yang sebesar US$ 74,57 juta.

Penjualan tersebut naik karena kelangkaan katun di pasar. Kelangkaan tersebut mengerek harga katun menjadi sekitar US$ 250 per pon dari harga normal yang sebesar US$ 80 per pon. Ketika harga katun bergerak naik, harga jual produk TFCO, yaitu poliester sebagai alternatif katun, turut terkerek naik.

Sedang laba bersih perusahaan pada tiga bulan pertama 2011 lalu mencapai US$ 13,37 juta. Jauh naik dibanding laba bersih di kuartal satu 2010, di mana perusahaan mengalami rugi sebesar US$ 5,2 juta.

FREN masih restrukturisasi utang

FREN masih restrukturisasi utang
JAKARTA. Upaya PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) melakukan restrukturisasi utang obligasi rupiah berjalan lambat. Di semester dua ini belum ada lagi pemegang obligasi yang berniat mengonversi obligasinya jadi saham.

Per Agustus 2011, obligasi rupiah yang berhasil dikonversi FREN masih Rp 71 miliar. “Restrukturisasi terhadap obligasi rupiah saat ini tengah dan terus dilakukan perseroan,” kata Ade Rusmanta, Sekretaris Perusahaan FREN, kepada KONTAN, Kamis (8/9).

Sebelumnya FREN juga menawarkan membeli kembali (buyback) Obligasi I Mobile-8 Telecom 2007. Lewat buyback, FREN berniat menukar obligasi senilai Rp 606,50 miliar menjadi saham seri B baru yang diterbitkan FREN. Tapi dalam aksi tersebut FREN hanya berhasil membeli kembali obligasi senilai Rp 2,5 miliar dari total obligasi.

Refloating Bisa Bangunkan Saham Tidur

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Kewajiban pelepasan saham (refloating) bagi pemegang saham pengendali pascaakuisisi, dinilai sebagai upaya membangunkan saham yang tidur. Bagaimana prospek saham-saham tersebut?

Analis Samuel Securities Adrianus Bias Prasuryo mengatakan, rugi tidaknya pelepasan saham (refloating) bagi pemegang saham pengendali, sangat tergantung pada harga saham saat akan dilepas. Sebab, menurutnya, keuntungan yang didapat ditentukan harga jual apakah lebih tinggi atau lebih rendah dari harga beli sebelumnya.

Tapi, dia menggarisbawahi, maksud dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) mengeluarkan peraturan (refloating) No. IX.H.1 tentang pengambilalihan perusahaan terbuka, agar refloat di market untuk saham-saham tersebut tetap bisa diakses oleh publik.

“Jadi, pada dasarnya, itu tujuannya. Sehingga, saham-saham tersebut tidak menjadi saham tidur karena refloat-nya sedikit sehingga perdagangannya kurang aktif di bursa,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (8/9).

Karena itu, lanjutnya, pelepasan saham semacam itu harus disalurkan ke publik bukan investor strategis. Artinya, saham yang dipegang oleh pengendali dikembalikan ke market.

Mengenai menarik atau tidaknya saham itu, ia menambahkan, sangat tergantung pada harga pelepasannya. Jika harga pelepasan lebih rendah dari harga market, investor cukup tertarik untuk menyerap saham-saham tersebut. “Tapi, jika harga sahamnya ternyata lebih tinggi dari harga pasar, tentu kurang menarik bagi investor,” timpalnya.

Dia menyebutkan, saham PT Petrosea (PTRO yang bakal dilepas oleh PT Indika Energi secara kinerja cukup menjanjikan. Hanya saja, pasar belum tahu saham tersebut akan dilepas di harga berapa.

Dalam kasus saham PT Bentoel (RMBA) yang dilepas oleh British American Tobacco (BAT) yakni saat beli di level Rp760 per saham dijual di Rp873 per saham dengan harga pasar Rp810 per saham. “Karena itu, harga pelepasannya lebih tinggi dibandingkan harga pasar,” ungkapnya.

Karena itu, bagi calon pembeli harus melihat apakah saham tersebut menjanjikan atau tidak. Jika bagus, meski harganya di atas harga pasar, investor tentu masih mau menyerapnya. Tapi, jika kinerja saham tersebut tidak terlalu baik, lebih baik mencari saham yang lain. “Ini juga kelihatannya akan memicu susah lakunya saat penjualan saham oleh pengendali,” paparnya.

Di sisi lain, bagi si penjual, refloating memang tidak berpengaruh langsung pada positifnya kinerja emiten penjual. Tapi, jika harga jual lebih tinggi dari harga beli, penjual akan membukukan keuntungan sehingga berpengaruh positif terhadap laba bersih. Itu juga jadi katalis positif bagi harga sahamnya. “Sebaliknya, jika harga jual lebih rendah justru akan jadi sentiment negatif,” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, British American Tobacco (BAT), selaku pemegang saham terbesar PT Bentoel Internasional Investama (RMBA) telah menjual 970,542 juta (13,3%) saham RMBA kepada UBS AG. Dengan penjualan tersebut, BAT mendapatkan dana segar mencapai Rp737.612 miliar.

"Harga dari setiap saham yang dijual pada transaksi tersebut adalah Rp 760," kata Sekretaris Perusahaan RMBA Hadrianus Wahyu Trikusumo dalam keterbukaan yang diberikan ke Bursa Efek Indonesia, Rabu (7/9).

Dengan penjualan tersebut, saat ini BAT masih menjadi pemegang saham mayoritas RMBA dengan menguasai 6,194 juta saham yang setara dengan 85,55% saham di perusahaan rokok tersebut.

Pada 2009, BAT menguasai saham pemilik merek rokok Bentoel ini hingga 99,74%. Dalam keterbukaan informasinya, BAT melakukan penjualan tersebut untuk memenuhi ketentuan divestasi saham (refloating) berdasarkan peraturan Bapepam-LK No. IX.H.1 tentang pengalialihan perusahaan terbuka berkewajiban melepas kembali saham paling lama dua tahun setelah penyelesaian tender offer.

Artinya, refloating saham Bentoel harus dilaksanakan pada 2011. Selain BAT, sejumlah pemegang saham pengendali yang wajib refloating saham perusahaan terbuka adalah INDY dan HSBC Holdings. Indika wajib melepas kembali sebagian saham PT Petrosea (PTRO), sedangkan HSBC harus melepas saham PT Bank Ekonomi Raharja (BAEK). [mdr]

Indikasi Stimulus Fed Kembali Angkat Wall Street

Headline
INILAH.COM, New York - Bursa saham Amerika Serikat ditutup positif pada perdagangan saham Kamis (8/9) setelah Chairman The Fed Ben Bernanke tidak memberikan indikasi stimulus baru untuk ekonomi.

Investor memperhatikan Bernanke yang akan mmberikan outlook ekonomi Amerika Serikat, pada Kamis ini, dan pembuat kebijakan lain untuk memberikan pandangan mengenai perekonomian global lambat dan krisis utang Eropa.

"The Fed tidak juga mendatangkan banyak opsi di mana pasar mengharapkan stimulus," Chief Investment Officer Solaris Asset Management Tim Ghriskey,seperti dikutip dari yahoofinance.com.

Saham perbankan mencatatkan penurunan terbesar. Indeks KBW Bank turun 3%. Indeks Dow Jones turun 119,05 poin atau 1,04% ke level 11.295,81. Indeks S&P 500 turun 12,72 poin atau 1,06% ke level 1.185,90. Indeks Nasdaq turun. 19,80 poin atau 0,78% ke level 2.529,14.

Saham JPMorgan turun 3,8% ke level US$33,51. Saham Bank of America Corp turun 3,7% ke level US$7,20. Indeks sektor keuangan S&P 500 turun 2,3%. Indeks Volatility VIX naik 2,8% ke level 34.32.

Volume perdagangan saham di NYSE, Nasdaq dan Amex sebesar 7,46 miliar saham. Sekitar 76% saham di NYSE turun. Kondisi bursa saham sekarang lebih berpandangan untuk jangka pendek dibandingkan fundamental perusahaan.

Indeks Morgan Stanley Healthcare Payor turun 2,4%, sementara Aetna Inc turun 1,9% ke level US$39,19. Adapun saham yang mengalami kenaikan yaitu saham Yahoo naik 6,1% ke level US$14,44 setelah pemegang saham Third Point LLC akan memerintahkan mengambil posisi direksi. Saham SanDisk Corp naik 2,4% ke level US$38,52. [cms]

Pidato Obama Tetap Jadi Tekanan bagi Rupiah

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Jumat (9/9) diprediksi melemah. Sentimen dari pidato Presiden AS Barack Obama semalam jadi tekanan negatif bagi mata uang RI ini.

Periset dan analis senior PT Monex Investindo Futures Albertus Christian mengatakan, hari ini, diekspektasikan penguatan dolar AS akibat besarnya peluang terjadinya risk aversion (penghindaran risiko). Kondisi itu menurutnya, otomatis menjadi tekanan bagi rupiah.

Sebab, menurut Christian, karena dipicu positifnya Pidato Presiden AS Barack Obama semalam juga cenderung memperkuat dolar AS. "Rupiah berpeluang melemah ke level 8.580-8.595 dan batas penguatannya di level Moving Average (MA)60 di level 8.545 per dolar AS yang menjadi level support-nya," katanya kepada INILAH.COM.

Sebelumnya, lanjut Christian, pasar mengharapkan stimulus fiskal untuk pembukaan lapangan kerja baru sebesar US$300 miliar, pemotongan pajak (tax cut) dan stimulus untuk proyek infrastruktur. "Setelah Obama mengeluarkan rencana itu, tampaknya berpengaruh positif bagi dolar AS," imbuhnya.

Sebaliknya, ia menambahkan, kalaupun pasar menilai rencana stimulus itu di bawah ekspektasi, akan terjadi kekecewaan di market. "Karena itu, tetap saja aset-aset berisiko dihindari termasuk rupiah," imbuhnya.

Selain pidato Obama semalam, lanjut Christian, pasar juga merespon Pidato Gubernur Bank Sentral AS The Fed Ben Bernanke. Tapi, pidato Ben sudah diperkirakan tidak banyak memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter AS. "Pasar masih menunggu meeting Federal Open Market Committee (FOMC) pada 22 September. Jadi, yang dilihat pasar lebih pada pidato Obama," ujarnya.

Asal tahu saja, kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta,Kamis (8/9) ditutup melemah 90 poin (0,10%) ke level 8.559/8.569 per dolar AS.

Pilihan Hari Ini: Saham Berbasis Pasar Domestik

INILAH.COM, Jakarta - Bursa saham Indonesia Jumat (9/9) masih berpeluang menguat meskipun terbatas. Saham berbasis pasar domestik menjadi rekomendasi.

Pengamat pasar modal Citi Pacific Securities Teuku Hendri mengatakan, setelah mencapai kembali level psikologis 4000, pergerakan naik IHSG mulai tertahan dan cenderung sideways. “Ini seiring dengan konsolidasi di beberapa bursa utama dunia,”ujarnya kepada INILAH.COM.

Menurutnya, pelaku pasar menunggu pidato Barack Obama soal tenaga kerja. Upaya fiskal untuk menekan angka pengangguran sangat ditunggu oleh investor, karena angka pengangguran AS yang masih di 9,5 % ini yang terus memicu kekhawatiran resiko, meskipun data lainnya tidak mengarah ke resesi.

Sementara di Eropa, kekhawatiran sudah mereda, setelah ada komitmen dari Jerman untuk membantu program bail out Yunani. Tapi, kenaikan bursa Eropa tidak diikuti volume, sehingga jelas masih ada kekhawatiran investor.

Dari dalam negeri, investor menunggu data kinerja kuartal tiga emiten. Sektor yang berbasis pasar dalam negeri, diperkirakan masih akan alami pertumbuhan earning,seperti perbankan dan otomotif.

DI tengah situasi ini, Hendri merekomendasikan trading buy saham Astra International (ASII). Sedangkan saham Perusahaan Gas Negara (PGAS) bisa diakumulasi beli.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Kamis (8/9) ditutup menguat 3,96 poin (0,1%) ke level 4.005,39, dengan intraday tertinggi 4.021,75 dan terendah di 3.978,34. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia didukung volume transaksi sebesar 10,310 miliar lembar saham, senilai Rp 5,821 triliun dan frekuensi 143.158 kali.

Sebanyak 107 saham naik, sisanya 130 saham turun, dan 87 saham stagnan. Asing mendukung kenaikan bursa, dengan nilai transaksi beli bersih (net foreign buy) sebesar Rp545 miliar. Rinciannya adalah transaksi beli sebesar Rp2,900 triliun dan transaksi jual mencapai Rp2,355 triliun. [mdr]

SSIA Raih Kredit BCA US$32 Juta dan Rp117 M

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) mendapatkan fasilitas kredit dalam mata uang Rupiah dari bank BCA senilai US$32 juta dan Rp117 miliar.

Demikian dikutip dari keterbukaan informasi yang diterbitkan BEI, Kamis (8/9). Kredit ini diberikan melalui anak usaha perseroan yaitu PT Suryalaya Anindita International (SAI) yang 53,75% sahamnya dimiliki oleh SSIA.

Fasilitas kredit berjangka waktu selama 8 tahun tersebut akan digunakan untuk pembiayaan kembali utang-utang yang ada di SAI. Dana itu juga untuk mendanai biaya renovasi hotel terutama hotel Gran Melia Jakarta.

Untuk menjamin kewajiban-kewajiban SAI, pinjaman tersebut dijamin dengan Hak Tanggungan atas tanah dan bangunan hotel Gran Melia Jakarta yang dimiliki oleh SAI. Selain ittu gadai atas seluruh saham-saham SAI yang saat ini dimiliki oleh SSIA baik secara langsung dan tidak langsung melalui anak perusahaan. Selain itu juga gadai atas seluruh saham SAI yang dimiliki oleh PT Lumbung Sumber Rejeki.

Inilah Menu Saham Pilihan Jumat (9/9)

INILAH.COM, Jakarta - Bursa saham Indonesia pada perdagangan Jumat (9/9) terancam koreksi karena masuk fase oberbought. Indeks diperkirakan di kisaran 3.980-4.040.

Demikian dikutip dari hasil riset analis senior HD Capital, Yuganur Wijanarko kemarin. Keadaan yang overbought di IHSG bisa menimbulkan profit taking. Namun bila itu terjadi bisa dijadikan kesempatan untuk akumulasi. "Karena mulai ada perubahan di grafik mingguan (weekly chart) dari tren negative ke potensi tren positif jangka pendek," katanya.

IHSG kemarin ditutup menguat tipis 3,9 poin atau 0,1% menjadi 4.005. Volume perdagangan mencapai 10,3 miliar saham senilai Rp5,7 triliun. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp545,5 miliar dengan pembelian asing mencapai Rp2,9 triliun dan penjualan asing sebesar Rp2,3 triliun.

Saham pilihan seperti saham ELTY disarankan beli dengan target harga di 155 dari penutupan kemarin di 146. Strategi masuk pertama di 142 dan kedua 140 dengan cut loss di 138.

Suku bunga tetap dan pertumbuhan GDP sesuai expektasi kondusif untuk permintaan kredit perumahan, rekomen lirik ELTY yang mempunyai landbank terbesar di sektornya pasca aquisisi Bukit Jonggol.

Untuk saham ASII juga disarankan beli dengan target harga di 71.700 dari penutupan kemarin di 71.250. Strategi masuk pertama di 68.500 dan kedua di 67.900 dengan cut loss di 66.900.

Sementara saham BUMI disarankan beli dengan target harga 2.825 dari penutupan kemarin di 2.725. Strategi masuk pertama di 2.575 dan kedua di 2.525 dengan cut loss di 2.450.

Bila terjadi pullback ke daerah crossover point moving average 10-50 hari atau price gap yang belum tertutup dibawah (Rp.2.550-2.625) bisa dijadikan sebagai entry point trading dengan upside target di gap atas Rp2.825 yang belum tertutup juga.

Saham BBCA disarankan beli dengan target harga di 8.450 dari penutupan kemarin di 8.350. Strategi masuk pertama di 8.050 dan kedua di 7.950 dengan cut loss di 7.800.

Bila ada koreksi di sektor perbankan pasca keluarnya keputusan BI rate tetap (sell on news) biasanya emitten dengan valuasi PER tertinggi diantara semua big cap bank yang dilirik terlebih dahulu, yaitu BBCA.

AS Sedang Krisis, Obama Keluarkan 'Paket Pekerjaan' US$ 447 Miliar

Washington - Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengumumkan paket pekerjaan senilai US$ 447 miliar untuk menyelamatkan negara adikuasa yang sedang dilanda 'krisis nasional'.

Paket pekerjaan tersebut termasuk pemotongan pajak untuk pekerja dan pebisnis serta menambah pekerja konstruksi dan guru melalui berbagai proyek infrastruktur.

"(Paket) ini akan memberikan keringanan pajak bagi perusahaan-perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja baru dan memangkas pajak penghasilan dari setengah pekerja Amerika dan setiap pebisnis kecil," ujar Obama dalam pidatonya seperti dikutip dari Reuters, Jumat (9/9/2011).

Paket penyelamatan ini diharapkan bisa mengurangi angka pengangguran AS yang kini mencapai 9,1%. Obama menyebut AS kini sedang berada dalam 'krisis nasional' dan menyerukan langkah penting untuk menyelesaikan proposal guna menyelamatkan perekonomian yang lesu dan mencegah terulangnya resesi.

"Diantara kami yang disini malam ini tidak dapat memecahkan seluruh masalah negara. Tapi kami dapat membantu. Kami dapat membuat perubahan. Ada langkah-langkah yang kita dapat ambil saat ini untuk memperbaiki kehidupan masyarakat," tambah Obama.

Obama selanjutnya meminta agar segala permainan politik dihentikan dan secara nyata melakukan sesuatu untuk membantu perekonomian. Meski tidak disebut, namun pernyataan itu mengacu kepada kaum Republik yang selama ini menentang segala prakarsa Obama.

Selanjutnya Obama berharap Kongres AS bisa meloloskan rencananya 'American Jobs Act' tersebut pada akhir tahun ini dan menutup biaya untuk rencana tersebut dengan pemangkasan defisit. Namun diperkirakan kesepakatan itu akan menghadapi hambatan karena para politisi sedang bersiap fokus ke pemilihan presiden dan kongres pada November 2012.

Namun jika Obama bisa menekan rencana ini, maka kemungkinan bisa mendorong perekonomian cukup cepat sehingga memberikan keuntungan politis baginya.

(qom/qom)

IHSG Menandakan Exhausted

INILAH.COM, Jakarta – Setelah menguat empat hari terakhir, IHSG tampak exhausted (kelelahan). Tapi, ini dalam view jangka pendek. Untuk jangka panjang, indeks tetap dalam tren bullish.

Pengamat pasar modal David Cornelis mengatakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG )kemarin masih mengalami kenaikan saat penutupan (closing). Walaupun, pergerakan intraday-nya bervariasi positif dan negatif.

Kondisi itu, lanjutnya, menandakan IHSG sudah 'exhausted'(kelelahan) dan butuh sedikit koreksi normal. “Strategi dalam situasi ini, view jangka pendekyakni sell on strenghtdan buy on weakness pada saham-saham pilihan,” katanya kepada INILAH.COM.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG )pada Kamis (8/9) ditutup menguat 3,96 poin (0,1%) ke level 4.005,39, dengan intraday tertinggi 4.021,75 dan terendah di 3.978,34. Sedangkan indeks saham unggulan LQ45 ^JKLQ45terpantau melemah 0,41 poin (0,06%) ke level 709,68.Berikut ini wawancara lengkapnya:

Setelah menguat tipis, bagaimana Anda memproyeksikan arah IHSG?

IHSGkemarin masih mengalami kenaikan saat penutupan (closing). Walaupun, pergerakan intraday-nya bervariasi positif dan negatif.Kondisi itu, menandakan IHSG sudah 'exhausted'(kelelahan) dan butuh sedikit koreksi normal. Apalagi, indeks sudah menguat 4 hari berturut-turut setelah libur panjang Lebaran 2011 sepakan lalu.

Karena itu, IHSG seharusnyaterkoreksi, namun terbantu oleh pergerakan bursa regional dan global yang positif. Terlihat IHSG mengalami kenaikan yang terkecildibandingkan semua bursa yang 'hijau' hari kemarin.

Kalau begitu, indeks masih potensial naik akhir pekan ini?

Ya. Meski exhausted begitu, kemungkinan masih ada pergerakan positif lanjutan bagi IHSG, untuk tetap berada di atas, setidaknya tertahandi atas level psikologisnya 4.000.Mengingat bursa-bursa global maupun regional masih ada kans untuk menguat lebih lanjut. Kalaupun melemah, tidak akan ada penurunan besar.Sebab, toleransi koreksi hanyalah sebatas 3.954.

Akan bergerak dalam kisaran support dan resistance berapa?

IHSG akan bergerak dalam trading range support 3.954dan 4.048sebagai level resistance-nya.

Saham-saham pilihan Anda?

PT Bank Jabar Banten (BJBR), PT Bumi Resources (BUMI), PT Bakrieland Development (ELTY), PT Energi Mega Persada (ENRG), PT HM Sampoerna (HMSP), PT Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP), dan PT Bukit Asam (PTBA).

Apa rekomendasi Anda atas saham-saham tersebut?

Saya rekomendasikan buy on weaknessdengan pola trading buy saja. Sebab, potensi kenaikan masih terbuka lebar.

Apa alasan Anda?

Sisi reward pada saham-saham tersebut lebih besar juga ketimbang risiko penurunannya, di samping factor likuiditas yang relatif baik.Jadi, meski market exhausted, tapi saham-saham itu masih belum bergerak mengikuti pergerakan naik market 4 hari inidan masih cenderung undervalued.

Exhausted dalam view jangka pendek?

Ya. Marketmemangterlihat ‘exhausted' dari pergerakan intraday kemarin.Artinya kondisi itu hanya berlaku dalam view yang jangka pendek saja.Dalam jangka menengah-panjang, market tetap bullish. Strategi dalam situasi ini, view jangka pendekyakni sell on strenghtdan buy on weakness pada saham-saham pilihan tadi.Secara keseluruhan, market butuh 'koreksi ringan', technical correction.

Ada perubahan target level IHSG hingga akhir 2011?

Hingga akhir 2011, saya memperkirakan, potensi penguatan IHSG ke level 4.300-3.500.Jadi, untuk saat ini, apalagi setelah 4 hari menguat, di tengah market lain yang kurang bergairah, IHSG ke depannya perlu mengalami koreksi saja.

Pidato Obama Topang Bursa Asia, IHSG Siap Mengekor

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup naik tipis 3 poin. Penguatan indeks terhambat aksi ambil untung di saham-saham tambang dan infrastruktur.

Pada perdagangan, Kamis (8/9/2011), IHSG naik tipis 3,957 poin (0,09%) ke level 4.005,390. Sementara Indeks LQ 45 menguat tipis 0,407 poin (0,06%) ke level 709,688.

Koreksi tajam di bursa Wall Street dan lesunya bursa-bursa regional akan membawa angin kelesuan di bursa Indonesia. IHSG pada perdagangan Jumat (9/9/2011) diprediksi akan bergerak fluktuatif cenderung melemah.

Bursa Wall Street tadi malam ditutup melemah karena investor kecewa dengan pidato Gubernur Bank Sentral AS, Ben Bernanke yang ternyata tidak memberikan petunjuk soal adanya stimulus baru. Namun pidato Presiden Obama tentang paket pekerjaan senilai US$ 447 miliar diharapkan bisa memberikan sentimen positif.

Pada perdagangan Kamis (8/9/2011), indeks Dow Jones melemah 119,05 poin (1,04%) ke level 11.295,81. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 12,72 poin (1,06%) ke level 1.185,90 dan Nasdaq melemah 19,80 poin (0,78%) ke level 2.529,14.

Bursa-bursa Asia yang sempat dibuka melemah cukup besar secara perlahan mulai membaik, setelah Pidato Obama tentang paket penyelamatan sektor tenaga kerja yang diharapkan bisa mendongkrak perekonomian negara adikuasa tersebut sehingga tidak jatuh ke resesi kembali.

Pergerakan bursa Asia pagi ini adalah:
Indeks Nikkei-225 melemah 14,72 poin (0,17%) ke level 8.778,40.
Indeks KOSPI melemah 9,62 poin (0,52%) ke level 1.837,02.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

eTrading Securities:

IHSG pada Kamis (8/9) ditutup naik tipis 4 point (+0.09%), melanjutkan kenaikan dalam empat hari berturut-turut, ke level 4,005.39. Total transaksi tercatat sebanyak 20.62 juta lot atau setara dengan Rp5.82 triliun dengan hampir seluruh sektor mengalami kenaikan kecuali sektor mining (-0.65%), basic industry (-0.87%), misc-industry (-0.15%) dan infrastructure (-1.02%).

Tercatat sebanyak 100 saham mengalami kenaikan, 122 saham mengalami penurunan, 83 saham tidak mengalami perubahan dan 148 saham tidak diperdagangkan sama sekali. Saham-saham yang menjadi motor penggerak bursa a.l. BMRI, GGRM, ICBP, DSSA dan UNTR sementara yang menjadi pemberat bursa hari ini a.l. TLKM, INTP, CPIN, BUMI dan EMTK.

Asing kemarin tercatat melakukan net buy pada pasar regular sebesar Rp523 miliar dengan saham-saham yang paling banyak di beli a.l. BMRI, BBRI, ASII, LPKR dan UNTR.

Secara teknikal, pada perdagangan kemarin (8/9) IHSG akhirnya bergerak menguat tipis setelah tidak mampu menembus resistancenya di level 4020. Candlestick membentuk pola spinning top mengidikasikan adanya potensi bearish reversal setelah IHSG bergerak menguat sepanjang minggu ini. MA 5 dan Ma 20 berhasil golden cross, namun perlu diwaspadai melihat indikator stochastic yang mulai memasuki area overbought dan RSI yang telah bergerak melandai. Pada perdagangan hari ini (9/9), IHSG diperkirakan akan bergerak mixed pada range 3954-4034 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l ICBP dan ASGR.

(qom/qom)

Data klaim pengangguran AS naik lampaui prediksi, harga emas rebound

Data klaim pengangguran AS naik lampaui prediksi, harga emas rebound
SINGAPURA. Kontrak futures harga emas kembali merangkak naik di New York. Asal tahu saja, pagi tadi, kontrak harga emas untuk pengantaran Desember di New York naik 0,8% menjadi US$ 1.873 per troy ounce. Pada pukul 06.31 waktu Singapura, kontrak yang sama ditransaksikan di posisi US$ 1.869 per troy ounce.

Sementara itu, kontrak harga emas untuk pengantaran cepat tak banyak mengalami perubahan di posisi US$ 1.866,60 per troy ounce. Harga si kuning kinclong ini rebound dari penurunan yang terjadi selama dua hari terakhir. Salah satu penyebabnya, data pengajuan klaim pengangguran AS secara tidak terduga melonjak pekan lalu. Hal ini menandakan perekonomian Negeri Paman Sam ini kian terpuruk.

Menurut Gijsbert Groenewegen, analis Silver Arrow Capital Management, harga emas kemungkinan akan menembus level US$ 2.000 per troy ounce pada akhir tahun ini. "Isu krisis utang yang melanda AS dan Eropa mendorong investor untuk mengempit aset-aset yang aman," jelasnya.

Rachel Benepe, portfolio manager First Eagle Investment Management LLC menilai, masih banyak ruang bagi harga emas untuk terus menanjak. Selain itu, "Semakin banyak orang yang mau memiliki emas di tengah prospek penurunan perekonomian global," kata Rachel.

Sekadar tambahan, pengajuan klaim pengangguran AS pada pekan yang berakhir 3 September naik 2.000 menjadi 414.000. Angka tersebut lebih tinggi dari nilai tengah prediksi analis yang memprediksi penurunan ke level 405.000.

Kecewa dengan pernyataan the Fed, Wall Street kembali dilanda aksi jual

Kecewa dengan pernyataan the Fed, Wall Street kembali dilanda aksi jual
NEW YORK. Mayoritas saham di bursa AS dilanda aksi jual kemarin malam. Pada penutupan pasar pukul 16.00 waktu New York, indeks S&P 500 turun 1,1% menjadi 1.185,90. Sedangkan indeks Dow Jones Industrial Average turun 1% menjadi 11.295,81.

Sektor finansial dan industri lain-lain merupakan dua sektor yang tergerus paling besar dari sepuluh sektor di Standard & Poor's Index. Sementara, sejumlah saham yang pergerakannya mempengaruhi bursa AS antara lain: JPMorgan Chase & Co, Boeing Co, dan DuPont Co dengan penurunan masing-masing sebesar 2,1%. Selain itu, Dollar General Corp juga anjlok 5,7%.

Aksi jual tersebut terjadi setelah investor kecewa terhadap pernyataan Pimpinan the Federal Reserve Ben S Bernanke, yang tidak merinci rencananya untuk mendongkrak pertumbuhan AS.

Dalam pernyataannya, Bernanke menjelaskan, Kongres dan Presiden AS Barack Obama harus siap sedia dalam menyediakan bantuan pemerintahan federal untuk jangka panjang. Pimpinan the Fed ini juga bilang akan mendiskusikan cara yang akan digunakan untuk menggairahkan kembali perekonomian dalam pertemuan rutinan the Fed bulan ini.

"Investor menginginkan adanya pernyataan yang bisa dijadikan pegangan. Kita tidak mendapatkan substansi apa-apa dari pernyataan the Fed. Pasar masih akan terus bereaksi negatif. Aktivitas pasar yang terlihat depresi ini kemungkinan akan terus berlanjut," urai Wasif Latif, vice president of equity investment USAA Investment Management Co di San Antonio.

Pidato Bernanke Bikin Kecewa, Wall Street Langsung Loyo

New York - Pidato Gubernur Bank Sentral AS, Ben Bernanke yang tidak mengindikasikan adanya stimulus membuat investor kecewa. Bursa Wall Street pun langsung merosot.

Padahal investor sudah lama menantikan pidato Bernanke tentang outlook ekonomi, yang diharapkan bisa memberikan petunjuk tentang adanya stimulus baru guna mendongkrak perekonomian AS yang sedang bergerak lesu.

Kenaikan klaim pengangguran yang dilaporkan sebelumnya juga semakin menekankan pelemahan ekonomi AS. Data kenaikan klaim pengangguran itu datang sebelum pidato Presiden Barack Obama, yang akan mengumumkan paket pengurangan pengangguran senilai US$ 300 miliar.

"The Fed tidak datang dengan opsi lain atau perkakas lain yang diinginkan ataupun telah diharapkan pasar. Pasar kecewa karena ini bukan pengubah permainan," ujar Tim Ghriskey, chief investment officer Solaris Asset Management seperti dikutip dari Reuters, Jumat (9/9/2011).

Pada perdagangan Kamis (8/9/2011), indeks Dow Jones melemah 119,05 poin (1,04%) ke level 11.295,81. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 12,72 poin (1,06%) ke level 1.185,90 dan Nasdaq melemah 19,80 poin (0,78%) ke level 2.529,14.

Saham-saham perbankan mencatat penurunan terbesar setelah sebelumnya melonjak, dengan indeks KBW bank turun hingga 3%. Saham JPMorgan turun hingga 3,8%, Bank of America Corp turun 3,7%.

Volume perdagangan tidak terlalu ramai, dengan transaksi di New York Stock Exchange hanya sebesar 7,46 miliar lembar saham, 13% di bawah rata-rata pergerakan 20 hari terakhir.

Kondisi pasar terkini berarti pandangan tentang jangka panjang mendominasi dan masalah fundamental perusahaan di belakangnya.

"Segala sesuatunya adalah perdagangan makro, segala sesuatu diperdagangkan atas dasar psikologis dan setiap orang membintangi grafik," ujar Sam Ginzburg, analis dari First New York Securities.

(qom/qom)

Kamis, 08 September 2011

Pidato Obama Picu Penghindaran Aset Berisiko

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Rupiah melemah setelah IHSG hanya menguat tipis. Investor cenderung cari aman dengan menghindari aset-aset berisiko (risk aversion) jelang pidato Presiden AS Barack Obama malam ini.

Periset dan analis senior PT Monex Investindo Futures Albertus Christian mengatakan, pelemahan rupiah hari ini dipicu oleh kecenderungan investor yang sejauh ini mencari aman (risk aversion) menjelang statemen kebijakan moneter baik dari Eropa maupun AS.

Sebab, menurutnya, data-data ekonomi global saat ini masih menunjukkan pelemahan. Sentimen risk aversion itu menopang penguatan dolar AS secara keseluruhan dan jadi tekanan bagi rupiah. "Karena itu, sepanjang perdagangan rupiah mencapai level terlemahnya 8.568 dari posisi pembukaan 8.550 dan 8.548 sebagai level terkuatnya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (8/9).

Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Kamis (8/9) ditutup melemah 90 poin (0,10%) ke level 8.559/8.569 per dolar AS dari posisi kemarin 8.550/8.560.

Christian menjelaskan, salah satu sinyal perlambatan global muncul setelah Jerman merilis data neraca perdagangannya (trade ballance). Angkanya jatuh di bawah estimasi menjadi -1,8% dari prediksi -0,8% dan angka sebelumnya -0,3%.

Kondisi itu, lanjutnya, diperburuk oleh laporan pesanan mesin dari Jepang yang turun jadi 15,3% dari sebelumnya 34,6% selama Juli 2011. "Dua data itu menambah bukti lebih lanjut tentang perlambatan pemulihan ekonomi global," ujarnya.

Perlambatan global itu, lanjut Christian, akan menambah tekanan bagi Presiden AS Barack Obama untuk mengeluarkan rencana paket stimulus yang bertujuan untuk menopang perekonomian AS dalam pidato nanti malam. "Sebab, ekonomi global sudah melambat baik Eropa maupun Jepang," tuturnya.

Obama, menurut dia, diharapkan mengeluarkan paket stimulus untuk penciptaan lapangan kerja senilai US$300 miliar ditambah dengan pemangkasan pajak (tax cut) dan stimulus untuk proyek infrastruktur. "Ini sangat berpengeruh di market karena bisa menopang pasar tenaga kerja," paparnya.

Alhasil, hari ini dolar AS menguat terhadap mayoritas mata uang utama termasuk terhadap euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa). Indeks dolar AS menguat 0,07% dari 75,51 ke level 75,62. "Terhadap euro, dolar AS menguat ke level US$1,4070 dari sebelumnya US$1,4092 per euro," imbuh Christian.

Dari bursa saham, pengamat pasar modal Willy Sanjaya mengatakan, bartahannya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) di teritori positif sebesar 3,96 poin (0,10%) ke level 4.005,39 salah satunya dipicu posisi indeks yang sudah sangat kuat di atas 4.000 kembali. Karena itu, pasar sudah mengabaikan kekhawatiran-kekhawatiran lainnya sehingga IHSG terus pulih dan kembali berada di zona aman setelah tembus level psikologis itu.

Kondisi itu, lanjutnya, mendapat dukungan dari investor asing yang berposisi net buy dalam dua hari terakhir. Artinya, kepercayaan asing terhadap bursa Indonesia sudah pulih. Kemarin, asing net buy sebesar Rp350 miliar dan hari sudah di atas Rp545 miliar. Karena itu, hingga penutupan indeks bertahan pada teritori positif. “Apalagi, bursa global dan regional juga berada pada teritori positif,” ujarnya.

Dari dalam negeri, penguatan indeks juga mendapat dukungan dari Bank Indonesia yang siang tadi sudah diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan di level 6,75% untuk kesekian kalinya. Level ini merupakan suku bunga ideal untuk Indonesia. “Ini menjadi angin segar bagi market,” papar Willy. [mdr]

Inilah Daftar 'Top Foreign Buy' Kamis (8/9)

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Saham LPKR hari ini terbanyak dibeli investor asing mencapai 53,9 juta saham dari volume perdagangan 142,3 juta saham dengan total transaksi Rp103,9 miliar.

Demikian dikutip dari data BEI, Kamis (8/9). IHSG ditutup menguat tipis 3,9 poin atau 0,1% menjadi 4.005. Volume perdagangan mencapai 10,3 miliar saham senilai Rp5,7 triliun. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp545,5 miliar dengan pembelian asing mencapai Rp2,9 triliun dan penjualan asing sebesar Rp2,3 triliun.

Urutan kedua saham KIJA mencapai 36,9 juta saham dari volume perdagangan 291,3 juta saham dengan total transaksi senilai Rp56,2 miliar. Urutan ketiga saham CNKO mencapai 22,7 juta saham dari volume perdagangan 49,01 juta saham dengan total transaksi senilai Rp5,9 miliar. Urutan keempat saham BMRI mencapai 21,4 juta saham dari volume perdagangan 42,7 juta saham dengan total transaksi senilai Rp307,1 miliar.

Urutan kelima saham BBRI mencapai 16,8 juta saham dari volume perdagangan 34,9 juta saham dengan total transaksi senilai Rp242,6 miliar. Urutan keenam saham MNCN mencapai 15,1 juta saham dari volume perdagangan 38,6 juta saham dengan total transaksi senilai Rp42,9 miliar. Urutan ketujuh saham SIPD mencapai 14,1 juta saham dari volume perdagangan 115,7 juta saham dengan total transaksi senilai Rp8,8 miliar.

Urutan kedelapan saham SIMP mencapai 10,3 juta saham dari volume perdagangan 55,4 juta saham dengan total transaksi senilai Rp73,6 miliar. Urutan kesembilan saham KLBF mencapai 8,06 juta saham dari volume perdagangan 15,3 juta saham dengan nilai transaksi Rp55,6 miliar. Urutan kesepuluh saham PGAS mencapai 7,9 juta saham dari volume perdagangan 52,4 juta saham dengan nilai transaksi Rp152,3 miliar.

Wuih.. Wall Street Diprediksi Menguat

Headline
INILAH.COM, New York - Bursa saham Wall Street diprediksi akan menguat pada perdagangan Kamis (8/9). Pasar akan menunggu hasil rapat Bank Sentral Eropa (ECB) untuk membuat kebijakan moneter baru di Frankfurt, Jerman.

ECB diharapkan menghentikan trend kenaikan suku bunga yang dimulai sejak lima bulan lalu. Hal ini terjadi saat krisis utang Eropa semakin merasuk perekonomian sehingga menurunkan kepercayaan investor dan memperlambat pertumbuhan ekonomi, yang dikutip dari yahoofinance.com.

Proyeksi inflasi dan pertumbuhan diharapkan akan direvisi ECB yang telah dibuat pada bulan Juni lalu. Dengan demikian menawarkan banyak ruang kepada bank untuk menghentikan pengetatan keuangan.

"Kondisi saat ini masih tidak jauh berbeda dari ekonomi yang berpotensi mengalami resesi," Ketua Komite Pasar Terbuka, Charles Evans dalam sebuah seminar di London kemarin.

Hari ini, The Fed juga akan membicarakan kondisi ekonomi terbaru dan melakukan diskusi dalam Mineapolis Ekonomi Club di New York, pukul 13:00 waktu AS. Pasar juga menunggu pidato Barack Obama yang akan memperkenalkan stimulus penciptaan lapangan kerja pada Kamis petang.

Paket ini akan menelan biaya US$300 miliar untuk investasi infrastruktur dan pemotongan pajak untuk mendorong penyerapan tenaga kerja.

Sementara klaim pengangguran akan dirilis pada Kamis pagi ang diharapkan mengalami penurunan menjadi 400.000 dari 409.000 pada pekan sebelumnya. Sementara data defisit perdagangan diumumkan sesudahnya.

Hari ini, bursa Eropa tidak bergairah seperti indeks FTSE turun 0,1% ke 5.311, indeks DAX turun 0,5% ke 5.375 dan indeks CAC naik 0,2% ke 3.080. Pasar ragu-ragu menjelang pidato Barack Obama yang akan mengusulkan stimulus senilai US$300 miliar untuk penciptaan lapangan kerja.

Sedangkan bursa Asia bergerak mixed seperti indeks Hang Seng turun 1,06% ke 19.835, indeks Nikkei naik 0,3% ke 8.793, indeks Shanghai turun 0,6% ke 2.498 dan indeks ASX naik 0,1% ke 4.188.

Saham ELTY Terbanyak Dijual Asing, Kamis (8/9)

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Saham ELTY hari ini terbanyak dijual investor asing mencapai 32,06 juta saham dari volume perdagangan 128,4juta saham dengan total transaksi Rp18,6 miliar.

Demikian dikutip dari data BEI, Kamis (8/9). IHSG ditutup menguat tipis 3,9 poin atau 0,1% menjadi 4.005. Volume perdagangan mencapai 10,3 miliar saham senilai Rp5,7 triliun. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp545,5 miliar dengan pembelian asing mencapai Rp2,9 triliun dan penjualan asing sebesar Rp2,3 triliun.

Urutan kedua saham ADRO mencapai 16,8 juta saham dari volume perdagangan 81,7 juta saham dengan total transaksi senilai Rp168,4 miliar. Urutan ketiga saham INDF mencapai 16,5 juta saham dari volume perdagangan 39,8 juta saham dengan total transaksi senilai Rp235,08 miliar. Urutan keempat saham BORN mencapai 10,1 juta saham dari volume perdagangan 33,01 juta saham dengan total transaksi senilai Rp41,2 miliar.

Urutan kelima saham IPOL mencapai 9,08 juta saham dari volume perdagangan 80,1 juta saham dengan total transaksi senilai Rp13,3 miliar. Urutan keenam saham BDSE mencapai 7,5 juta saham dari volume perdagangan 11,6 juta saham dengan total transaksi senilai Rp11,6 miliar. Urutan ketujuh saham BWPT mencapai 5,7 juta saham dari volume perdagangan 15,8 juta saham dengan total transaksi senilai Rp19,1 miliar.

Urutan kedelapan saham ENRG mencapai 4,9 juta saham dari volume perdagangan 301,6 juta saham dengan total transaksi senilai Rp58,9 miliar. Urutan kesembilan saham CPIN mencapai 3,7 juta saham dari volume perdagangan 17,5 juta saham dengan nilai transaksi Rp50,9 miliar. Urutan kesepuluh saham ADMG mencapai 3,6 juta saham dari volume perdagangan 51,9 juta saham dengan nilai transaksi Rp41,2 miliar.

TRAM bakal ambil alih obligasi konversi Awesome Coal

TRAM bakal ambil alih obligasi konversi Awesome Coal
JAKARTA. PT Trada Maritime Tbk (TRAM) meneken nota kesepahaman (MoU) untuk mengambil alih obligasi konversi (convertible bonds) yang diterbitkan PT Awesome Coal.

Manajemen TRAM dalam pernyataan e-mail menyebut, dengan mengakuisisi obligasi konversi itu, maka perseroan berpeluang untuk memiliki tambang batubara dengan cadangan sebesar 100 juta ton di provinsi Kalimantan Timur. Tambang tersebut dijadwalkan memulai produksi pada akhir 2012.

Namun, perseroan masih harus meminta persetujuan pemegang saham untuk memuluskan akuisisi ini.

Sore ini, saham TRAM ditutup melejit 24,29% ke level Rp 870 per saham.

Asing Dukung IHSG di Atas 4.000

INILAH.COM, Jakarta – IHSG berhasil bertahan di atas level 4.000. Aliran dana asing yang masuk dan aksi beli selektif atas saham lapis dua menjadi katalisnya.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Kamis (8/9) ditutup menguat 3,96 poin (0,1%) ke level 4.005,39, dengan intraday tertinggi 4.021,75 dan terendah di 3.978,34. Sedangkan indeks saham unggulan LQ45 terpantau melemah 0,41 poin (0,06%) ke level 709,68.

Indeks sepanjang perdagangan bergerak volatile. Dibuka menguat 14,08 poin atau 0,35% ke 4.015, indeks sempat menyentuh level terendah di 3.978, sebelum pada sesi pertama bertengger di angka 4.018. Fluktuasi terus terjadi pada sesi dua, namun aksi beli selektif pada saham lapis dua membawa IHSG ditutup di angka 4.005.

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia didukung volume transaksi sebesar 10,310 miliar lembar saham, senilai Rp 5,821 triliun dan frekuensi 143.158 kali. Sebanyak 107 saham naik, sisanya 130 saham turun, dan 87 saham stagnan.

Asing mendukung kenaikan bursa, dengan nilai transaksi beli bersih (net foreign buy) sebesar Rp545 miliar. Rinciannya adalah transaksi beli sebesar Rp2,900 triliun dan transaksi jual mencapai Rp2,355 triliun.

Beberapa emiten yang menguat antara lain Taisho (SQBI) naik Rp 11.800 ke Rp 144.800, Multi Bintang (MLBI) naik Rp 5.550 ke Rp 365.050, Dian Swastatika (DSSA) naik Rp 14.100 ke Rp 2.350 dan Good Year (GDYR) naik Rp 1.700 ke Rp 11.100

Emiten-emiten lain yang melemah antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 650 ke Rp 46.000, Nipress (NIPS) turun Rp 350 ke Rp 3.500, Astra Agro (AALI) turun Rp 300 ke Rp 22.200, dan Indocement (INTP) turun Rp 300 ke Rp 15.600.

Bursa regional Asia terpantau ditutup ariatif. Indeks Komposit Shanghai melemah 0,68% ke 2.498,94, indeks Hang Seng turun 0,67% ke level 19.912,82, indeks Nikkei 225 naik ke 29,71 poin (0,34%) level 8.793,12, indeks Straits Times naik 0,72% ke level 2.852,63 dan indeks Kospi naik 0,72% ke 1.846,64. [mdr]

Pergerakan liar indeks berakhir di level 4.005,39

JAKARTA. Pergerakan liar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini berakhir positif. Pada pukul 16.00, indeks naik tipis 0,09% menjadi 4.005,39. Posisi tertinggi harian indeks hari ini berada di level 4.021,76, sedangkan posisi terendahnya di level 3.978,34.

Meski berakhir positif, ada 122 saham yang dilanda aksi jual. Angka tersebut lebih besar dari jumlah saham yang naik sebanyak 98 saham. Sementara, posisi 212 saham lainnya tak berubah.

Saham-saham bluechips yang mendongkrak kinerja indeks antara lain: PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) yang naik 1,46% menjadi Rp 6.950, PT Bank Mandiri (BMRI) yang naik 1,45% menjadi Rp 7.200, dan PT Dian Swastatika Sentosa (DSSA) yang naik 20% menjadi Rp 14.100.

Sementara, tiga saham bluechips yang menahan laju pergerakan indeks antara lain: PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) yang turun 2,53% menjadi Rp 7.700, PT Charoen Pokphand Indonesia (CPIN) yang turun 2,54% menjadi Rp 2.875, dan PT Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) yang turun 1,89% menjadi Rp 15.600.

Asing Bawa IHSG Bertahan di Level 4.005

INILAH.COM, Jakarta - Bursa saham Indonesia ditutup menguat tipis 3,9 poin atau 0,1% menjadi 4.005. Volume perdagangan mencapai 10,3 miliar saham senilai Rp5,7 triliun.

Perdagangan diwarnai dengan 130 saham turun, 107 saham naik dan 67 saham stagnan. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp545,5 miliar dengan pembelian asing mencapai Rp2,9 triliun dan penjualan asing sebesar Rp2,3 triliun.

Indeks JII turun 2,8 poin ke 554,95, indeks ISSI turun 0,4 poin ke 129,44 poin dan indeks LQ45 turun 0,4 poin ke 709,69. sektor yang terdalam melemah seperti sektor pertambangan hingga 19,8 poin ke 3.016,21 sedangkan pelemahan lebih dalam ditahan oleh sektor konsumsi yang naik 13,4 poin ke 1.329.

Indeks pada sesi II gagal bertahan di level resisten baru di 4.020 kendati sudah menembus level 4.021,76. Bahkan sempat berada di zona negatif, meskipun rebound lagi.

HEXA bagi dividen US$ 17 juta

JAKARTA. Kinerja gemilang PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA) di tahun fiskal 2010 lalu berdampak positif bagi pemegang saham. HEXA akan memberikan total dividen US$ 17 juta atau setara 40% dari laba bersih tahun buku 2010 yang sebesar US$ 35 juta. Artinya, para pemegang saham HEXA akan mendapatkan US$ 0,02055 per saham.

"Dividen itu akan dibagikan di 17 Oktober mendatang," kata Direktur Keuangan HEXA Syamsu Anwar di Jakarta, Kamis (8/9). Untuk dividen tahun ini, HEXA menaikan ratio dividennya di mana pada tahun lalu perusahaan alat berat ini hanya membagikan 35% dari laba bersih tahun sebelumnya.

Sebagai catatan, HEXA tidak seperti emiten lainnya yang tahun bukunya berlangsung dari Januari hingga Desember, karena perusahaan ini memulai bukunya di bulan April dan berakhir pada Maret tahun berikutnya.

Terhambat Profit Taking, IHSG Cuma Naik 3 Poin

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan dengan hanya naik tipis 3 poin. Penguatan indeks terhambat aksi ambil untung di saham-saham tambang dan infrastruktur.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 8.570 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di posisi Rp 8.555 per dolar AS.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG menguat tipis 11,464 poin (0,28%) ke level 4.012,897. Indeks melanjutkan reli di hari keempatnya karena investor mulai percaya diri setelah krisis utang di eropa sedikit mereda.

Tekanan jual di saham-saham lapis unggulan sempat membawa IHSG anjlok ke zona merah sampai di posisi 3.978,343, padahal sebelumnya baru saja naik tinggi ke level 4.017,308 sesaat setelah pembukaan perdagangan.

Indeks harus berterima kasih kepada saham-saham berbasis konsumer dan finansial yang akhirnya bisa mengangkatnya kembali ke zona hijau.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG naik 17,079 poin (0,42%) ke level 4.018,512. Saham-saham berbasis konsumer dan finansial berhasil menyelamatkan indeks.

Pergerakan indeks menjadi liar memasuksi perdagangan sesi II, tekanan jual melanda dan mengantarkan IHSG balik lagi ke zona merah. Beberapa investor mencoba mengambil untung di saham-saham yang kemarin sudah menguat.

Indeks kembali bergerak fluktuatif mendekati penutupan perdagangan, bergerak naik turun antara teritori negatif dan positif. Poin yang dicetaknya pun serba tipis.

Menutup perdagangan, Kamis (8/9/2011), IHSG naik tipis 3,957 poin (0,09%) ke level 4.005,390. Sementara Indeks LQ 45 menguat tipis 0,407 poin (0,06%) ke level 709,688.

Profit taking banyak dilakukan investor lokal, sementara investor asing masih konsisten menempatkan dananya di lantai bursa. Transaksi investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 545,43 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 143.158 kali pada volume 10,310 miliar lembar saham senilai Rp 5,821 triliun. Sebanyak 107 saham naik, sisanya 130 saham turun, dan 87 saham stagnan.

Mayoritas bursa-bursa di Asia masih kuat berjalan di zona hijau, hanya bursa saham Hong Kong yang terpuruk di teritori negatif. Sentimen krisis utang Eropa yang mulai mereda membantu pergerakan positif regional.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional sore ini:
  • Indeks Komposit Shanghai menanjak 45,57 poin (1,84%) ke level 2.516,09.
  • Indeks Hang Seng melemah 155,95 poin (0,78%) ke level 19.892,05.
  • Indeks Nikkei 225 naik ke 29,71 poin (0,34%) level 8.793,12.
  • Indeks Straits Times naik tipis 1,50 poin (0,05%) ke level 2.833,63.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Taisho (SQBI) naik Rp 11.800 ke Rp 144.800, Multi Bintang (MLBI) naik Rp 5.550 ke Rp 365.050, Dian Swastatika (DSSA) naik Rp 14.100 ke Rp 2.350 dan Good Year (GDYR) naik Rp 1.700 ke Rp 11.100

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 650 ke Rp 46.000, Nipress (NIPS) turun Rp 350 ke Rp 3.500, Astra Agro (AALI) turun Rp 300 ke Rp 22.200, dan Indocement (INTP) turun Rp 300 ke Rp 15.600.

(ang/qom)

Tunggu Kebijakan ECB, Bursa Eropa Lesu

Headline
INILAH.COM, London - Bursa saham Eropa melemah pada perdagangan Kamis (8/9). Investor menunggu sinyal dari bank sentral Eropa tentangperubahan kebijakan dalam memulihkan ekonomi Eropa.

Indeks FTSE turun 0,1% ke 5.311, indeks DAX turun 0,5% ke 5.375 dan indeks CAC naik 0,2% ke 3.080. Pasar juga ragu-ragu menjelang pidato Barack Obama yang akan mengusulkan stimulus senilai US$300 miliar untuk penciptaan lapangan kerja, yang dikutip dari yahoofinance.com.

"Kita mendapatkan sentimen yang negatif dari rasio pendapatan dan harga saham serta hasil dividen yang terlihat dalam 25 tahun terakhir kecuali selama krisis 2008-2009 lalu," kata Kepala Ekuitas di Lazard Freses Gestion, Regis Begue.

Pada perdagangan Rabu kemarin, bursa Eropa sempat rebound 3% setelah sejak awal pekan terkoreksi. Sedangkan bursa Asia bergerak mixed seperti indeks Hang Seng turun 1,06% ke 19.835, indeks Nikkei naik 0,3% ke 8.793, indeks Shanghai turun 0,6% ke 2.498 dan indeks ASX naik 0,1% ke 4.188.

Hingga sore ini, bursa Asia bergerak fluktuatif

Hingga sore ini, bursa Asia bergerak fluktuatif
TOKYO. Sejumlah sentimen mempengaruhi pergerakan bursa Asia sore ini. Pada pukul 16.23 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific naik 0,1% menjadi 121,84. Sebelumnya, bursa acuan di kawasan Asia ini sempat fluktuatif dengan kenaikan 0,9% dan penurunan 0,2%.

Sementara itu, indeks Nikkei 225 Stock Average Jepang naik 0,3%, indeks S&P/ASX 200 Australia juga bergerak fluktuatif, dan indeks Hang Seng Hongkong turun 0,7%. Sedangkan indeks Ho Chi Minh Vietnam melompat 2,1%, lompatan terbesar diantara indeks regional lainnya.

Sejumlah saham yang pergerakannya turut mempengaruhi bursa Asia antara lain: Samsung Electronics Co yang naik 3,2% di Seoul, Commonwealth Bank of Australia yang turun 0,6% di Sydney, dan Belle International Holdings Lyd yang anjlok 8% di China. Ada juga Industrial & Commercial Bank of China Lyd yang turun 1,2% di China.

"Saat ini, pasar penuh dengan ketidakpastian. Pelaku pasar bertanya-tanya apakah stimulus tambahan AS akan memberikan katalis yang berarti untuk pertumbuhan global," jelas Tim Schroeders, analis Pengana Capital Ltd di Melbourne.

Perburuan saham berbasis ekspor membuat indeks Nikkei berakhir positif

Perburuan saham berbasis ekspor membuat indeks Nikkei berakhir positif
TOKYO. Pada pukul 15.00 waktu Tokyo, bursa Jepang ditutup positif. Indeks Nikkei 225 Stock Average naik 0,3% menjadi 8.793,12. Pada transaksi sebelumnya, indeks acuan di Negeri Sakura ini sempat naik 1,3%. Sementara, indeks Topix naik 0,5% menjadi 757,41, setelah naik 1,3%.

Sejumlah saham yang diperkirakan mempengaruhi pergerakan bursa Jepang adalah Inpex Corp yang naik 4,5%, Tokyo Electron Ltd yang naik 3%, dan Fanuc Corp yang turun 3,4%.

Investor banyak memburu saham-saham berbasis ekspor setelah adanya rencana Presiden Barack Obama untuk menyuntikkan dana lebih dari US$ 300 miliar ke dalam sistem perekonomian. Selain itu, kecemasan akan krisis utang Eropa juga mulai mereda.

"Investor menaikkan ekspektasinya mengenai apa pun yang terjadi pada perekonomian AS. Lonjakan indeks Nikkei juga terjadi atas ekspektasi tersebut, namun tidak akan naik tinggi hingga ada data terbaru yang dirilis," jelas Kenichi Hirano, general manager Tachibana Securities Co di Tokyo.

Waspada Krisis, BI Rate Ditahan 6,75%

Jakarta - Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk kembali menahan BI Rate di level 6,75%. Kebijakan diambil di tengah ketidakpastian situasi sistem keuangan dan ekonomi global.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Biro Humas BI Difi A. Johansyah dalam siaran pers yang dikutip Kamis (8/9/2011).

"BI mengambil respons suku bunga serta bauran kebijakan moneter dan makro prudensial dengan mengutamakan sasaran inflasi 5% plus minus 1% di 2011 dan 4,5% plus minus 1% di 2012," tuturnya.

Difi mengatakan, dalam rangka mendorong kegiatan pasar uang antar bank (PUAB) di tengah derasnya arus likuiditas dalam negeri, maka BO memperlebar batas bawah koridor suku bunga operasi moneter yang semula 100 bps jadi 150 bps di bawah BI rate.

"Ini diambil dengan mempertimbangkan perlunya menjaga stabilitas ekonomi di tengah meningkatnya ketidakpastian sistem keuangan global yang dipicu masalah utang AS dan Eropa," kata Difi tanpa menjelaskan lebih jauh.

Dewan Gubernur BI dikatakan Difi terus mencermati dampak kinerja ekonomi dan keuangan global terhadap kinerja perekonomian Indonesia ke depan.

(dnl/qom)

Asing Tetap Dukung IHSG Sesi I Naik 0,43%

INILAH.COM, Jakarta - Pergerakan IHSG pada perdagangan Kamis (8/9) sesi I ditutup menguat 17,08 poin atau 0,43% menjadi 4.018,51. Volume perdagangan mencapai 2,4 miliar saham senilai Rp2,3 triliun.

Perdagangan diwarnai dengan 112 saham naik, 96 saham turun dan 90 saham stagnan. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp232,7 miliar dengan pembelian asing sebesar Rp692,6 miliar dan penjualan asing sekitar 459,8 miliar.

Menurut pengamat pasar modal, Stefanus Mulyadi Handoko, sampai saat ini asing masih mencatatkan netbuy Rp200 miliar lebih. Tetapi secara TA, ada potensi bagi IHSG untuk terkoreksi akibat penguatan selama 4 hari ini. "Jaditerlihat penguatan sudah mulai terbatas resisten kuat sementara ini ada di level 4.020," katanya kepada INILAH.COM.

Indeks JII naik 0,4% ke 558,21, indeks ISSI naik 0,21 poin ke 130,14 dan indeks LQ45 naik 2,62 poin ke 712,71. Penguatan didukung sektor perkebunan yang naik 15,06 poin ke 2.331,87 disuul sektor konsumsi yang naik 15,8 poin ke 1.331,51. Sedangkan penurunan terdalam dialami sektor pertambangan hingga 7,5% ke 3.028,49.

Meskipun indeks sempat terkoreksi, tetapi secara perlahan mengalami rebound setelah menyentuh level 3.978,34. Selanjutnya indeks tetap bertengger di zona positif hingga penutupan sesi I ini.

Saham yang menguat seperti saham GGRM naik Rp1.250 ke Rp59.950, DSSA naik Rp750 ke Rp12.500, ASII naik Rp450 ke Rp71.700,IMAS naik Rp350 ke Rp11.500, UNTR naik Rp350 ke Rp25.000, DKFT naik Rp200 ke Rp2.325, HMSP naik Rp200 ke Rp32.200, ICBP naik Rp200 ke Rp5.200, PTBA naik Rp200 ke Rp19.850, UNVR naik Rp200 ke Rp17.600, LPCK naik Rp 175 ke Rp2.275.

Sedangkan saham yang melemah seperti saham ITMG turun Rp300 ke Rp46.350, INTP turun Rp200 ke Rp15.700, HEXA turun Rp150 ke Rp8.400, TLKM turun Rp150 ke Rp7.750, AKPI turun Rp110 ke Rp1.240, AALI turun Rp100 ke Rp22.400, HRUM turun Rp100 ke Rp8.800, INVS turun Rp100 ke Rp5.900, JPFA turun Rp100 ke Rp5.350.

Bursa Asia bergerak mixed seperti indeks Hang Seng turun 0,7 poin ke 19.897, indeks Nikkei naik 0,2 poin ke 8.781, indeks Shanghai trun 0,2 poin ke 2.510, indeks ASX turun 0,15 poin ke 4.189.

Pilih Saham Bakrie, Infrastruktur dan Properti

INILAH.COM, Jakarta – Apresiasi IHSG siang ini diperkirakan akan berlanjut hingga penutupan. Saham-saham potensial dari grup Bakrie, infrastruktur dan properti, bisa jadi pilihan.

Pada sesi pertama perdagangan Kamis (8/9), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 17,08 poin (0,43%) ke level 4.018,512. Begitu juga indeks saham unggulan LQ45yang naik 2,62 poin (0,37%) ke angka 712,714.
Laju indeks siang ini cukup ramai, didukung oleh volume transaksi yang tercatat mencapai 2,157 miliar lembar saham di pasar reguler dan total mencapai 2,430 miliar. Sementara itu, nilai transaksi mencapai Rp2,144 triliun di pasar reguler dan total Rp2,340 triliun dan frekuensi 81.277 kali. Sebanyak 112 saham menguat, sedangkan 96 saham melemah dan 90 saham stagnan.
Penguatan indeks sesi pertama, juga diwarnai aksi beli asing yang mencatatkan transaksi nilai beli bersih (net foreign buy) sebesar Rp 232,7 miliar. Rinciannya, transaksi beli mencapai Rp692,6 miliar sedangkan transaksi jual sebesar Rp459,8 miliar.
Mayoritas sector saham mendukung penguatan indeks. Sektor konsumsi memimpin kenaikan 1,20%, disusul perdagangan 1,12%, keuangan 0,91%, aneka industry 0,70%, perkebunan 0,65% dan manufaktur 0,62%. Selebihnya, empat sector saham melemah, infrastruktur turun 0,56%, property 0,43%, industri dasar 0,35% dan pertambangan 0,24%.

Pengamat pasar modal Willy Sanjaya memperkirakan, pergerakan indeks domestik hingga penutupan sore nanti akan bertahan di teritori positif. “Indeks akan mengarah ke level resistance 4.073 dan support 3.927,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (8/9).

Menurutnya, penguatan indeks hari ini, salah satunya dipicu oleh posisi indeks yang sudah sangat kuat di atas 4.000 kembali. Karena itu, pasar sudah mengabaikan kekhawatiran-kekhawatiran lainnya sehingga IHSG terus pulih dan kembali berada di zona aman setelah tembus level psikologis itu.

Kondisi itu, lanjutnya, mendapat dukungan dari investor asing yang berposisi net buy dalam dua hari terakhir. Artinya, kepercayaan asing terhadap bursa Indonesia sudah pulih. Kemarin, asing net buy sebesar Rp350 miliar dan hingga pukul 11.30 WIB hari ini net buy asing sudah di atas Rp150 miliar. Karena itu, hingga penutupan indeks berpeluang besar bertahan pada teritori positif. “Apalagi, bursa global dan regional juga berada pada teritori positif,” ujarnya.

Dari dalam negeri, penguatan indeks juga mendapat dukungan dari Bank Indonesia yang siang ini sudah diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan di level 6,75% untuk kesekian kalinya. Level ini merupakan suku bunga ideal untuk Indonesia. “Ini akan menjadi angin segar bagi market,” papar Willy.

Adapun saham-saham yang jadi penggerak indeks hari ini adalah PT Salim Ivomas Pratama (SIMP), PT Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP), PT Trada Maritime (TRAM), PT Bank Mandiri (BMRI), PT Astra Internasional (ASII), dan PT Telkom (TLKM).

Dalam situasi ini, dia merekomendasikan positif saham-saham yang secara teknikal dan fundamental masih potensial naik di grup Bakrie, infrastruktur dan properti. Saham-saham pilihannya adalah PT Perusahaan Gas Negara (PGAS), PT Bakrie & Brothers (BNBR), PT Salim Ivomas Pratama (SIMP), PT Darma Henwa (DEWA), PT Kawasan Industri Jababeka (KIJA), PT Bukit Sentul City (BKSL) dan PT Bumi Resources (BUMI). “Saya rekomendasikan akumulasi beli saham-saham tersebut dengan pola strong buy,” imbuh Willy. [ast]

Setelah sempat tertekan, indeks berhasil pulihkan kekuatan di sesi I

JAKARTA. Setelah sempat melorot hingga ke level 3.978,34, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil memulihkan kekuatan di sesi I. Pada pukul 12.00, indeks akhirnya ditutup dengan kenaikan 0,43% ke level 4.018,512.

Sektor consumer goods memimpin kenaikan di IHSG dengan lonjakan 1,2%. Baru kemudian disusul oleh sektor perdagangan dan keuangan dengan kenaikan masing-masing sebesar 1,12% dan 0,91%. Volume transaksi perdagangan pada hari ini melibatkan 2,429 miliar senilai Rp 2,364 triliun.

Saham-saham yang menduduki posisi top gainers hari ini antara lain: PT Trada Maritim (TRAM) yang naik 20% menjadi Rp 840, PT Indosiar Karya Media (IDKM) naik 10,79% menjadi Rp 1.540, dan PT Central Omega Resources (DKFT) naik 9,41% menjadi Rp 2.325.

Sementara itu, saham-saham top losers adalah: PT Perdana Bangun Pusaka (KONI) turun 9,09% menjadi Rp 200, PT Capitalinc Investment (MTFN) turun 8,16% menjadi Rp 450, dan PT Argha Karya Prima (AKPI) turun 8,15% menjadi Rp 1.240.