Kamis, 22 September 2011

Penguatan dollar menyebabkan kemerosotan harga emas

Gb
SINGAPURA. Kontrak harga emas dunia masih mencatatkan penurunan hari ini. Pada pukul 12.27 waktu Singapura, kontrak harga emas untuk pengantaran cepat di Comex, New York, turun 0,5% menjadi US$ 1.773,38 per troy ounce. Penurunan tersebut melanjutkan kemerosotan kemarin sebesar 1,2%. Sementara, kontrak harga emas untuk pengantaran Desember turun 2% menjadi US$ 1.772,50 per troy ounce.

Aksi jual yang melanda kontrak emas terjadi akibat keperkasaan dollar. Asal tahu saja, dollar menguat atas sejumlah mata uang utama dunia setelah the Federal Reserve berencana membeli surat utang jangka panjang AS senilai US$ 400 miliar. Keperkasaan dollar hari ini mencapai level tertinggi dalam tujuh bulan terakhir.

"kita melihat penguatan dollar memberatkan pergerakan harga seluruh komoditas, termasuk di dalamnya emas. Jika perekonomian global terus mengalami kemerosotan, kita bisa melihat harga emas akan naik bersamaan dengan penguatan dollar karena investor banyak yang melepas aset-aset beresiko," papar Lv Xiaoweo, analis First Futures Co dari Tianjin.

Pasar Finansial RI Ikut 'Guncang'

Jakarta - Pasar finansial Indonesia tak luput dari gejolak pasar finansial global, setelah Bank Sentral AS (Federal Reserve) menyatakan risiko penurunan ekonomi AS semakin signifikan. Hal itu masih diperburuk oleh krisis Eropa yang belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

Mengikuti anjloknya pasar saham global, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (22/9/2011) pukul 10.50 waktu JATS tercatat merosot hingga 180,846 poin (4,89%) ke level 3.516,648. Ini adalah posisi terendah IHSG sepanjang tahun ini.

Sementara nilai tukar rupiah masih tenang di posisi 8.950 per dolar AS berkat 'penjagaan' ketat dari Bank Indonesia. Namun untuk Non Deliverable Forward (NDF) rupiah terhadap dolar AS sudah di posisi Rp 9.300. NDF merupakan produk derivatif valas yang diperdagangkan secara over the counter.

Pasar NDF menawarkan alat lindung nilai alternatif untuk investor asing yang memiliki eksposure mata uang lokal atau instrumen spekulatif bagi mereka untuk mengambil posisi offshore atas mata uang lokal.

Kemerosotan pasar finansial Indonesia berbarengan dengan pasar finansial global ini merupakan respons setelah The Fed mengumumkan hasil pertemuannya selama 2 hari. Bank Sentral AS mengingatkan perekonomian AS menghadapi proyeksi ekonomi yang seram. Pernyataan tersebut langsung membuat bursa Wall Street merosot tajam hingga lebih dari 2%.

Saham-saham kembali mencatat penurunan terburuknya dalam 1 bulan terakhir setelah The Fed mengatakan ada risiko penurunan yang signifikan pada perekonomian AS meski mereka kemudian mengumumkan sejumlah langkah untuk mendorongnya.

Hasil pertemuan Bank Sentral AS juga memutuskan untuk program pembelian surat berharga senilai US$ 400 miliar untuk menekan tingkat suku bunga pinjaman. The Fed akan menjual surat utang pemerintah AS berjangka pendek untuk menukarnya dengan surat utang yang berjangka lebih panjang.

Rencana US$ 400 miliar yang disebut sebagai "Operation Twist" itu justru membuat investor khawatir karena hanya memiliki dampak sedikit pada kredit di tengah perekonomian yang terlihat mengalami stagnasi. Investor kurang optimistis dibandingkan sejumlah kebijakan stimulus yang diluncurkan the Fed sebelumnya.

Keputusan itu sebelumnya telah membuat bursa Wall Street jatuh. Pada perdagangan Rabu (21/9/2011), indeks Dow Jones industrial average ditutup merosot hingga 283,82 poin (2,49%) ke level 11.124,84. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 35,33 poin (2,94%) ke level 1.166,76 dan Nasdaq merosot hingga 52,05 poin (2,01%) ke level 2.538,19.

Sementara harga surat utang AS jangka panjang langsung melonjak, sehingga tingkat imbal hasilnya anjlok tajam ke titik terendahnya dalam 60 tahun terakhir merespons rencana penukaran surat utang jangka pendek ke jangka panjang senilai US$ 400 miliar tersebut.

Dirjen Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan, Rahmat Waluyanto mengatakan, penurunan yield US Treasury yang cukup tajam tersebut merefleksikan kekhawatiran investor global akan kondisi krisis yang dipersepsikan semakin memburuk.

"Beberapa bank di Eropa, 2 di Prancis dan 1 di Italia sudah di-downgrade ratingnya. Apalagi Italia juga sudah di-downgrade," ujar Rahmat kepada detikFinance, Kamis (22/9/2011).

"Untuk mengurangi potensi risiko, investor global melakukan 2 hal yakni memindahkan dananya ke US Treasury sebagai safe haven dan melindungi aset keuangan dengan membeli US$ sebagai hedging melalui transaksi NDF," tambahnya.

Keputusan investor global untuk mengurangi risiko itu memberi dampak langsung ke Indonesia. Rahmat mengatakan, NDF rupiah terhadap dolar AS sudah melemah ke posisi 9.300, sementara harga Surat Utang Negara (SUN) terkoreksi 200 basis poin (bps) dan kepemilikan asing turun sekitar 2%. Hal itu terjadi meski secara fundamental tidak ada masalah dengan perekonomian Indonesia.

"Tapi investor jangka panjang belum terlihat keluar," tegasnya.

"Kami terus memantau perkembangn pasar bersama dengan BI dan Bapepam-LK dan siap menerapkan CMP (Crisis Management Protocol), juga melakukan operasional pasar untuk stabilisasi," tambah Rahmat.
(qom/dnl)

Mengintip Pergerakan Rupiah Hari Ini

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Sentimen negatif di pasar valas dari eksternal dan domestik masih akan berlanjut, dan memicu berlanjutnya penguatan dolar AS atas mata uang rupiah. Bagaimana prediksi analis?

Nico Omer Jonkheere dari Valbury Asia Securities mengatakan, situasi pasar keuangan saat ini masih dipenuhi kekhawatiran kelangkaan dolar AS, yang menyebabkan deleveraging (pengurangan alokasi dana di aset non dolar) masif dilakukan investor. “Apalagi setelah surat utang Italia juga didowngrade oleh lembaga rating,” katanya kepada INILAH.COM.

Senada dengan Lana Soelistianingsih dari Samuel Sekuritas yang memprediksikan, pemangkasan peringkat utang Italia membuat pasar global terpuruk, dan hal ini akan berimbas ke pasar Asia,”Alhasil, koreksi terhadap rupiah masih akan berlanjut hari ini, “katanya.

Seperti diketahui, S&P memangkas peringkat utang Italia dari A+ menjadi A dan menurunkan outlook menjadi negatif, dengan pertimbangan pelemahan ekonomi global dan pemerintahan yang rentan di Italia. S&P juga menurunkan target pertumbuhan ekonomi Italia dari 1,3% menjadi 0,7% untuk 2011 hingga 2014.

Menurut Lana, perlambatan ekonomi ini akan membuat pemerintah Italia mengalami kesulitan fiskal, dan target defisit anggaran tidak mudah tercapai. Italia diperkirakan mempunyai kewajiban utang jatuh tempo pada September senilai 14,5 miliar euro. “Keputusan S&P ini membuat pasar global turun. Indeks Dow dan harga minyak mentah turun, dan investor kembali membeli obligasi AS 10T sebagai aset yang dianggap aman,” katanya.

Lana memperkirakan, rupiah sebenarnya bisa menembus kembali level Rp9.000, “Tetapi untuk hari ini kemungkinan akan ada intervensi yang bisa menahan rupiah berada di kisaran antara Rp8.860 hingga Rp8.900 per dolar AS,” ucapnya.

Nico menambahkan, deleveraging yang memukul nilai tukar rupiah, menyebabkan mata uang RI di pasar forward NDF mencapai 9.300. Kondisi ini dibarengi naiknya CDS Indonesia hingga di atas 200 basis poin untuk pertama kalinya. “CDS yang spike/naik dengan cepat ini menggambarkan potensi default Indonesia yang meningkat,” ujarnya.

Nico pun menilai, pasar akan menunggu upaya yang dilakukan negara-negara Eropa dan bank sentral Eropa untuk menambah likuiditas ke perbankan kawasan. Sementara harapan The Fed akan luncurkan pasokan likuiditas melalui program QE3 tampaknya tidak akan terealisir dalam waktu dekat, “Selain belum ada alasan kuat untuk stimulus itu, saat ini semua dana beralih ke dolar AS sebagai safe haven,” paparnya.

Adapun langkah Fed menambah likuiditas untuk mempertahankan tingkat suku bunga dolar AS yang rendah pun diyakini akan sia-sia. Terutama saat investor tidak lagi peduli berapa yield di dolar, “Karena prioritas mereka saat ini adalah mencari aset paling aman untuk menyimpan dana, yaitu di mata uang AS tersebut.”

Pasar Asia kemarin kembali mendapat tekanan, sehingga nilai tukar Asia ikut melemah. Lihat saja mata uang RI dan won yang anjlok tajam di antara mata uang kawasan. Rupiah ditutup di Rp8.893 per dolar AS (kurs tengah Bloomberg). Begitupun indeks Asia, termasuk IHSG, yang turun 2,09% menjadi 3.755,05.

Sementara Credit Suisse menilai, koreksi terhadap rupiah juga terjadi, menyusul intervensi bank sentral Indonesia. Fluktuasi rupiah awalnya hanya disebabkan aksi switching investor ke aset safe haven dolar AS. Namun, hal ini diperburuk langkah BI yang kemungkinan menurunkan suku bunga BI rate dan aksi BI memperlebar koridor bawah BI rate saat tekanan inflasi mulai meningkat.

“Jika suku bunga jadi diturunkan, maka koreksi di pasar obligasi dan valas akan terjadi lagi, bahkan bisa mengulang situasi panik jual seperti bulan Februari 2011 lalu, “ujarnya.

Dijelaskan, bahwa BI mematok BI rate 6,75 % selama 6 bulan berturut-turut hingga September 2011, dan melakukan pelebaran batas bawah koridor hingga 50 bsp. Sementara itu, ada rencana penurunan suku bunga. Padahal inflasi sudah mulai merambat naik dalam 3 bulan terakhir, diperkirakan April 2012, headline inflasi akan mencapai 7 %, sedang inflasi 2011 diperkirakan mencapai 6.5 %, dengan target di bawah 6%. “Dengan situasi ini maka bukan tidak mungkin BI akan kembali menaikkan suku bunga lagi,”paparnya.

Credit Suisse menilai BI terlalu percaya diri, menganggap tekanan inflasi relatif bisa dikendalikan sehingga BI berani menurunkan batas bawah koridor BI rate. Padahal hal ini dilakukan hanya untuk menstimulasi transaksi di pasar uang karena masih tingginya supply likuiditas dolar AS, dan menghindarkan transaksi pasar uang antar bank mengalami kekeringan likuiditas akibat shock di pasar Amerika dan Eropa. “Sesungguhnya resiko peningkatan inflasi jauh lebih besar terjadi di Indonesia.” [mdr]

Agustus, Hedge Fund Asia Tarik Inflow $500 Jt

Medium
INILAH.COM, Jakarta - Hedge fund Asia menarik arus masuk bersih sekitar $ 500 juta di bulan Agustus, meningkatkan arus inflow untuk 2011 menjadi $ 7 miliar, karena investor mengabaikan volatilitas pasar dan meningkatkan kestabilan pertumbuhan regional yang cepat, data baru menunjukkan.

Mengutip Reuters, tahun initelah melampaui tahun lalu ketika arus dana masuk yang diterima bersih sebesar $ 4 miliar, data yang dirilis pada Rabu oleh Eurekahedge, tracker hedge fund yang berbasis di Singapura,

Hedge fund Eropa melihat arus keluar bersih sebesar $ 2,8 miliar pada Agustus, sedangkan Amerika Utara menarik arus masuk dana bersih sebesar $ 4,8 miliar, data menunjukkan.

Total aset di bawah pengelolaan dana lindung nilai yang dilacak oleh Eurekahedge Asia meningkat menjadi $ 136,1 miliar pada akhir Agustus, tertinggi sejak Desember 2008. Sementara aset dana lindung nilai kumulatif di Asia tetap sekitar $ 40 miliar di bawah puncaknya pada Desember 2007, industri melihat munculnya krisis keuangan global, dengan dana yang ditarik mencapai ratusan juta dolar.

High-profil Fund seperti Azentus, yang diluncurkan oleh mantan trader Goldman Sachs Morgan Sze, dan direncanakan oleh Carl Huttenlocher, mantan kepala JPMorgan Chase di Asia, Highbridge Capital dan Oasis Management Seth Fischer diperkirakan untuk lebih meningkatkan aset industri tahun ini.

Hedge fund di Asia, termasuk yang bertaruh di Jepang, menerima arus masuk bersih untuk 16 bulan berturut-turut pada Agustus, data menunjukkan, dibantu oleh outperformance pada tahun 2011.

Hedge regional, yang diukur dengan indeks di Asia Eurekahedge, kehilangan sekitar 2,7 persen dalam delapan bulan pertama tahun ini. Sebagai perbandingan, MSCI AC Asia Index turun sekitar 10 persen.

Pada bulan Agustus, dana yang hilang sekitar 3,5 persen dibandingkan dengan penurunan 9,2 persen pada MSCI AC Asia akibat saham di seluruh wilayah merosot di tengah kekhawatiran tentang kesehatan ekonomi AS dan krisis utang Zona Euro.

Anjlok 3,2%, rupiah terseret ke posisi terlemah dalam setahun

Anjlok 3,2%, rupiah terseret ke posisi terlemah dalam setahun
JAKARTA. Rupiah anjlok hingga menyentuh posisi terlemah dalam setahun terakhir. Mata uang Garuda ini tumbang hingga 3,2% ke posisi Rp 9.367 per dollar AS pada awal perdagangan hari ini. Ini merupakan level terlemahnya sejak Mei 2010.

Adapun, hingga pukul 10.08 WIB, pasangan (pair) dollar AS dan rupiah (USD/IDR) bergulir ke posisi 9.209.

Analis mata uang dari PT Commonwealth Bank Mika Martumpal menyebut, otot rupiah tertekan seiring jatuhnya pasar saham dan komoditas. Menurutnya, investor banyak melepas saham dan obligasi, kemudian beralih memegang dollar AS, sehingga rupiah tergerus.

"Pasar terpicu oleh risiko default Yunani, dan keputusan dari The Federal Reserves, semalam," jelasnya.

The Fed melalui pertemuan FOMC memutuskan untuk melaksanakan kebijakan operation twist. Itu artinya, bank sentral akan menjual kepemilikannya dalam obligasi pemerintah AS berjangka pendek, dan membeli obligasi jangka panjang.

Mika bilang, pasar membaca keputusan tersebut bakal berimbas pada naiknya yield dollar AS jangka pendek. Padahal spekulator dan investor membeli saham dan komoditas menggunakan suku bunga dollar jangka pendek, sehingga akan menyebabkan funding mereka jadi lebih mahal.
"Itu sebabnya pasar menjual saham dan komoditas, juga mata uang berisiko tinggi," ujarnya.

Mika memperkirakan, sepanjang tren global dollar AS masih bullish, dana saham memerah, rupiah akan tertekan, dan sulit untuk rebound. Dia memprediksi, pasangan USD/IDR akan bergulir di kisaran 9.000 - 9.300 sepanjang hari ini. Adapun, hingga akhir pekan ini, dia memproyeksi posisi resistance di 8.800 dan support di 9.400.

Indosurya: Posisi indeks masih rawan

Indosurya: Posisi indeks masih rawan
JAKARTA. Dalam hasil riset yang dirilis hari ini, Indosurya Asset Management menulis, pada perdagangan Kamis (22/9), diperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan berada pada support 3.578-3.612 dan resistance 3.788-3.880.

Secara teknikal, IHSG kembali membentuk candle negatif dimana sebelumnya membentuk candle hammer. Posisi candle kembali berada di sekitar lower bollinger bands. MACD gagal mencoba membentuk golden cross dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic kembali menyentuh area oversold.

"IHSG masih rawan melanjutkan pelemahannya karena tidak adanya sentimen positif yang signifikan mampu mengangkat indeks. Pembukaan bursa Asia yang negatif pun juga diperkirakan akan memberatkan IHSG untuk menuju area positif," papar Reza Priyambada, Managing Research Indosurya.

Silahkan 'Mantain Buy' Adaro!

Medium
INILAH.COM, Jakarta - PT Adaro Energy (ADRO) menyiapkan dana sekitar US$230 juta untuk mendanai proyek PLTU 2x1000 MW di Pemalang, Jawa Tengah.

Namun perseroan belum menyelesaikan financial closing untuk PLTU Pemalang tersebut. ADRO memiliki 34% saham pada perusahaan gabungan yang akan membangun PLTU tersebut, sisanya adalah J-Power (34%) dan Itochu Corporation (32%). Pembangunan PLTU akan dilakukan pada Agustus 2012 dan ditargetkan mulai beroperasi pada 2016-2017.

Selain itu, ADRO juga tengah mengincar PLTU 2x100 MW di Kalimantan Selatan, yang bernilai US$350 juta, dan telah bekerja sama dengan East West Power Co Ltd (EWP) untuk PLTU tersebut sebagai pengganti Mitsui & Co Ltd (Jepang). Namun perseroan masih menunggu hasil prakualifikasi tender. "Kami pun merekomendasikan mantain buy untuk saham ADRO," ujar Samuel Sekuritas dalam ulasan pasarnya, Kamis (22/9).

Hati-hati Terhadap Saham Sensitif Nilai Tukar

Medium
INILAH.COM, Jakarta - Penurunan tajam rupiah pagi ini membuat analis memperingatkan investor untuk mengamati saham-saham yang sensitif terhadap nilai tukar.

Menurut Samuel Sekuritas, beberapa sektor yang sensitif terhadap nilai tukar tersebut seperti ASII, UNTR dan beberapa saham sektor consumer seperti KLBF, INDF, UNVR.

IHSG pada perdagangan Kamis (22/9) ini diperkirakan akan kembali mengalami tekanan koreksi seiring sentimen negatif dari bursa global dan diperparah oleh pelemahan tajam nilai tukar Rupiah pagi ini.

Pagi ini Rupiah dibuka anjlok ke level 9.360. Level support indeks diprediksi berada di 3.600.

Bursa AS ditutup melemah signifikan semalam sekitar 2,5% seiring penurunan rating 3 bank besar AS yakni Bank of America, Citigroup dan Wells Fargo & Co. oleh Moody’s. Pesimisme investor juga kembali muncul seiring pernyataan The Fed bahwa ekonomi AS berada dalam risiko perlambatan meski kemudian diikuti dengan kebijakan stimulus pembelian SUN bertenor
panjang senilai US$400 miliar untuk menekan suku bunga pinjaman di AS.

Harga komoditas melanjutkan koreksinya dengan harga minyak terkoreksi ke level US$85.9/barel diikuti harga metal dunia seperti Nikel -3,8% dan Timah -4,4%.

Bursa Asia dibuka melemah cukup signifikan pagi ini dengan Hangseng dan Kospi terkoreksi sekitar 3% seiring sentimen negatif dari bursa AS dan diperparah dengan koreksi signifikan yang terjadi di pasar valas di Asia seperti Won Korea -2,2%. Rupiah sendiri pagi ini dibuka melemah signifikan ke level Rp9.360/US$ (+3,3%).

Regional terbakar, IHSG dibuka anjlok hingga 4,3%

Regional terbakar, IHSG dibuka anjlok hingga 4,3%
JAKARTA. Seirama dengan pergerakan bursa regional yang memerah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun dibuka anjlok hari ini. Pada Kamis (22/9) pukul 9.47 WIB, IHSG sudah tumbang 4,38% ke level 3.535,402.

Sebanyak 191 saham jatuh, dan hanya 2 saham yang masih bertahan menguat. Sementara 13 saham lainnya masih diam di tempat.

Semua sektor terbenam, dengan pelemahan terbesar terjadi pada sektor aneka industri yaitu sebesar 5,95%. Diikuti, sektor Manufaktur yang terjun 5,14%.

Saham PT Intanwijaya Internasional Tbk (INCI) yang anjlok 16,67% ke posisi Rp 200 menempati posisi teratas deretan top losers pagi ini. Diikuti, saham PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk (AMAG) yang tumbang 9,76% ke Rp 185, dan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) yang jatuh 9,56% ke Rp 3.076.

Sedangkan, deretan top gainers ditempati saham Equity Development Investment (GSMF) yang naik 22.92% ke Rp 118, dan saham PT First Media Tbk (KBLV) yang reli 1,67%.

BI Intervensi, Dolar Ditahan di Rp 8.950

Jakarta - Bank Indonesia (BI) melakukan intervensi terhadap nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sehingga tidak jatuh lebih dari Rp 8.950 per dolar AS. Bank sentral sudah mengeluarkan dana sekitar US$ 100 juta.

"BI jaga rupiah supaya tidak lebih dari Rp 8.950 per dolar AS. Pagi ini sudah intervensi sekitar US$ 100 juta," kata salah satu pialang kepada detikFinance, Kamis (22/9/2011).

Pagi ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka melemah di posisi Rp 8.950 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di Rp 8.900 per dolar AS.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar terus melemah dalam beberapa perdagangan terakhir, dipicu oleh suramnya prospek ekonomi global terutama akibat krisis utang di zona Eropa.

Bank sentral dalam negeri terus melakukan upaya penjagaan nilai tukar rupiah dengan melakukan intervensi. Hal ini membuat cadangan devisa (cadev) RI tergerus US$ 2 miliar dalam beberapa hari.

(ang/ang)

Lonjakan harga emas dunia memicu inflasi Asia

Lonjakan harga emas dunia memicu inflasi Asia
SINGAPURA. Lonjakan harga emas dunia turut mendongkrak tingkat inflasi di Asia, mulai dari India hingga Indonesia. Kondisi ini membuat badan statistik Asia bingung dalam menentukan apakah perhiasan emas masih masuk dalam pengukuran indeks harga konsumen.

Di Korea Selatan, perhiasan emas tidak dimasukkan dalam hitungan inflasi untuk kali pertama sejak 1975. Hal itu diungkapkan oleh Bang Tae Kyoung, Deputy Director Badan Pusat Statistik Korsel. "Alasan masyarakat saat ini membeli emas adalah untuk investasi. Sehingga, hal itu bisa diklasifikasikan sebagai aset dibanding anggaran belanja," jelas Bang.

Di Indonesia, perhiasan emas memberikan kontribusi terbesar indeks harga konsumen pada Agustus sebesar 0,93% dibanding bulan sebelumnya. India juga menetapkan perhitungan yang sama.

Namun, sejumlah analis berpendapat, emas seharusnya tidak dimasukkan dalam perhitungan inflasi. "Pembelian emas oleh investor lebih masuk kepada aset, bukan item konsumsi," jelas Prasanna Ananthasubramaniam, chief economist ICCI Securities Ltd. Dia menambahkan, sebagai aset spekulatif, emas harus dikeluarkan dari perhitungan inflasi.

Hal senada juga diungkapkan oleh Fauzi Ichsan, ekonom Standard Chartered Plc. Fauzi menjelaskan, mengeluarkan emas dari perhitungan indeks harga konsumen Indonesia merupakan hal yang logis secara teoritis. "Pada saat yang bersamaan, hal tersebut bisa memicu spekulasi bahwa badan statistik di bawah tekanan politis," jelasnya.

Isu ini tidak muncul di sejumlah negara maju, seperti Jepang, AS dan Inggris. Demikian pula di sejumlah negara Asia seperti Singapura. Vietnam, dan Hongkong karena perhitungan inflasi memang tidak melibatkan harga emas atau perhiasan hanya memberikan dampak terbatas atas inflasi di negara itu.

Asal tahu saja, harga emas sudah meroket sebesar 27% sepanjang tahun ini seiring terjadinya guncangan di pasar saham dan pasar mata uang. Faktor lain yang juga mempengaruhi pergerakan harga emas adalah pencetakan uang oleh bank sentral.

Pada pukul 13.50 waktu London, kemarin, kontrak harga emas untuk pengantaran cepat berada di level US$ 1.799,57 per troy ounce.

Risiko IHSG Seperti Menangkap Pisau Jatuh

INILAH.COM, Jakarta – IHSG berada pada level kritis 3.700 sehingga sangat berisiko bagi pelaku pasar. Saking besarnya risiko, pelaku pasar seperti menangkap pisau jatuh. Wait and see dulu untuk semua saham!

Pada perdagangan Rabu (21/9), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup melemah 54,62 poin (1,46%) ke level 3.697,494 dengan intraday tertinggi di level 3.752,299 dan terendah 3.687,913. Begitu juga indeks saham unggulan LQ45 yang turun 11,02 poin (1,68%) ke angka 643,391.

Technical analyst dari Jsxpro.com Tommy Yu mengatakan, level threshold (ambang batas) IHSG saat ini di level 3.700 hingga 3.720. Kemarin, indeks ditutup di level 3.697 atau 3 poin di bawah ambang batas itu. Artinya, indeks sudah jebol 3.700-nya yang merupakan support kuat.

Kalau sampai itu ditembus ke bawah, memberikan sinyal indeks bakal melemah lebih jauh. Tapi, karena penembusan tersebut hanya 3 poin, pasar bisa mengabaikannya. “Kecuali, jika support tersebut ditembus lebih dari 15 poin ke bawah. Penembusan ini lebih berarti dibandingkan hanya 3 poin,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (21/9).

Karena itu, dia menegaskan, level 3.700 merupakan level kritis. Menurutnya, pelemahan indeks kemarin, tertahan di level support 3.700 itu. Tapi, jika Kamis (22/9) ini justru jebol ke bawah, IHSG berpeluang turun 100 poin lagi ke level 3.600. “Jika melemah, level 3.600 bisa dicapai pada Jumat (23/9) atau awal pekan depan,” ungkap dia.

Tapi, lajut indeks, sangat tergantung dari sentiment bursa Dow Jones sehingga posisi saat ini tidak aman. Sementara itu, potensi kenaikan terdekatnya di level 3.800 sebagai resistance pertamanya. Sedangkan resistance kuatnya di level 3.900. “Level 3.800 mungkin akan gampang ditembus,” ujarnya.

Tapi, dia menegaskan, untuk tembus level 3.900 butuh perjuangan karena besarnya tekanan jual pada level tersebut untuk melanjutkan kenaikan atau tidak. Level 3.900 masih jauh untuk dicapai. “Sebab, saat ini masih fase down trend sehingga harus diketahui sejauh mana penurunan IHSG,” imbuhnya.

Pertanyaan sekarang, menurut Tommy apakah titik kritis 3.700 bisa mantul ke atas atau tidak. Ini yang harus ditekankan. Jadi, konfirmasinya Kamis ini. Level aman, jika tembus resistance 3.800. “Itupun tetap harus dilihat kembali apakah layak masuk atau tidak di level 3.815,” timpalnya.

Menurutnya, di level 3.700 direkomendasikan jangan masuk dulu pada saham apapun karena terlalu spekulatif sehingga pelakunya seperti menangkap pisau jatuh. Dalam situasi ini pasar lebih baik wait and see. “Jangan jual maupun beli. Sebab, kalau mau jual seharusnya dilakukan sejak dua hari lalu dan wait and see terlebih dahulu terutama bagi trader,” ucap dia.

Pada saat IHSG balik arah ke atas, baru pasar bisa masuk. Saat ini sangat bahaya seperti menangkap pisau jatuh. “Jika kebetulan dapat menangkap gagangnya dapat untung besar, sebab harga saham saat ini sudah sangat rendah jauh di bawah. Tapi, jika yang tertangkap adalah mata pisaunya, tangannya akan berdarah-darah,” kata Tommy membuat analogi.

Jadi, tegas dia, IHSG seperti menangkap pisau jatuh. Berbahaya. Dia mencontohkan, saham PT Indofood Sukses Makmur (INDF) yang kemarin melemah tajam, Rp250 (4,76%) ke level Rp5.000. “Bagi pelaku pasar yang spekulatif, langsung beli saham ini karena harganya anjlok dan Kamis ini diharapkan rebound sehingga bisa dijual kembali di sesi pagi,” paparnya.

Jadi, pelaku pasar tipe ini, seperti menangkap pisau jatuh. Bisa untung, bisa juga bertambah rugi. Bagi pelaku pasar yang tidak spekulatif dia tidak menyarankan masuk. “Semua saham wait and see dulu,” ucapnya.

Biasanya, PT Bank Mandiri (BMRI) dan PT Astra Internasional (ASII) bisa meredam koreksi market. Tapi, saat ini tak bisa diharapkan, karena BMRI turun 1,58% ke Rp6.200 dan ASII turun 2,06% ke level Rp64.050.

Dengan IHSG ditutup pada kisaran 3.700 kemarin, bukan berarti indeks bakal mantul ke atas. Tunggu mantul dulu, lalu lihat apakah bisa masuk atau tidak. Jika jebol ke bawah, tunggu dulu sampai dia mantul. “IHSG masih 50:50 baik pelemahn maupun penguatan sangat tergantung pada sentiment bursa global,” imbuh Tommy.

Pernyataan Fed Bikin Saham Asia Tumbang

Medium
INILAH.COM, Jakarta - Saham Asia jatuh pada Kamis (22/9) pagi setelah peringatan Federal Reserve bahwa Amerika Serikat menghadapi prospek ekonomi yang suram yang menakutkan investor, mendrive Wall Street turun lebih dari 2 persen.

Mengutip Reuters, The Fed memperingatkan semalam ada pengurangan risiko yang signifikan bagi perekonomian yang bergerak untuk melawan upaya pengurangan biaya dan meningkatkan pinjaman perumahan jangka panjang.

Bank sentral AS mengatakan akan meluncurkan program US$400 miliar untuk menyeimbangkan balance sheet sebesar US$2,85 triliun yang mengarah pada sekuritas jangka panjang. Indeks FTSE 100 CNBC Asia, pasar mengukur di Asia turun 1,3 persen.

Nikkei Jepang dibuka turun 1,12 persen ke 8.643,02, sementara Topix turun 1,00 persen menjadi 749,56.

Sementara di Korea Selatan, KOSPI naik lebih dari 2,5 persen dan merupakan pengecualian di wilayah Asia.

Saham Australia jatuh di bawah level psikologis 4.000 untuk kedua kalinya bulan ini akibat peringatan Fed mengenai prospek suran ekonomi AS yang menyentakkan investor. Indeks S & P / ASX 200 jatuh 2 persen menjadi 3.989,4 pada awal perdagangan, level terendah sejak 9 Agustus. Acuan ini naik 0,8 persen pada Rabu.

Awas, sinyal waspada krisis terus menyala

Awas, sinyal waspada krisis terus menyala
JAKARTA. Waspadalah. Kekhawatiran investor terhadap krisis utang Eropa akhirnya menggerus keuntungan investasi di pasar saham Indonesia. Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) juga terus melorot.

Kemarin (21/9), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,46% menjadi 3.697,49. Ini adalah posisi terendah IHSG dalam enam bulan terakhir. Bahkan bila dibandingkan posisi awal tahun ini, posisi IHSG kemarin sudah turun 0,16%.

Seirama dengan kejatuhan harga saham, rupiah juga makin terpuruk. Data Bloomberg menunjukkan rupiah pada penutupan perdagangan kemarin turun menjadi Rp 9.018 per dollar AS. Bahkan, di pasar internasional, per pukul 22.45 WIB kemarin, rupiah menyentuh Rp 9.300 per dollar AS, terendah sejak Maret 2010.

Apa sesungguhnya yang sedang terjadi pasar keuangan kita? Para analis serempak menjawab bahwa ketidakpastian kondisi ekonomi Eropa dan AS yang menjadi biangnya. Pelaku pasar memilih menarik investasinya dari instrumen investasi yang dianggap berisiko, termasuk instrumen investasi di Indonesia. "Investor sedang mengamankan aset," kata Purwoko Sartono, analis Panin Sekuritas, kemarin (21/9).

Lebih daripada itu, derasnya dana asing jangka pendek (hot money) yang keluar dari Indonesia, berperan besar memojokkan rupiah dan menekan harga saham. Lihat saja, sejak Senin pekan lalu (12/9) hingga kemarin, dana asing yang keluar dari pasar saham kita Rp 5,08 triliun.

Asing juga menarik dananya dari Surat Utang Negara (SUN). Menurut catatan Ditjen Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan, selama 9-19 September 2011, dana asing yang keluar dari SUN mencapai Rp 17,05 triliun. Cadangan devisa Indonesia pun turun sekitar US$ 2 miliar menjadi US$ 122 miliar.

Toh, analis meyakini arus keluar dana asing sebagai fenomena jangka pendek. Indonesia tetap memikat hati investor. "Fundamental ekonomi Indonesia masih bagus," kata Pardomuan Sihombing, Kepala Riset Recapital Securities. Ia menilai, saat ini pelaku pasar mengambil posisi wait and see sembari menunggu pemulihan ekonomi AS maupun Eropa.

Ekonom Samuel Sekuritas, Lana Soelistianingsih, menilai penurunan harga saham di bursa lebih banyak disebabkan aksi ambil untung atau profit taking para investor. Meski begitu, derasnya arus keluar dana asing belakangan patut diwaspadai karena bisa semakin menekan rupiah, bahkan pada gilirannya bisa membahayakan ekonomi Indonesia. Dus, apa masih percaya dengan hot money?

Krisis kredit kedua mengancam dunia, bursa Asia terjungkal

Krisis kredit kedua mengancam dunia, bursa Asia terjungkal
TOKYO. Sebagian besar pasar saham Asia tergerus pagi ini. Pada pukul 10.01 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific melorot 2,4% menjadi 115,11. Ini merupakan level terendah sejak 7 Juli 2010 lalu.

Indeks Nikkei 225 Stock Average Jepang turun 1,8%. Sementara, indeks S&P/ASX 200 Australia turun 2,5%. Sedangkan indeks Kospi Korea Selatan melorot 2,6%.

Saham-saham yang pergerakannya mempengaruhi bursa Asia adalah: BHP Billiton Ltd yang terkoreksi 3,7%, Rio Tinto Group anjlok 5,2%, Toyota Motor Corp turun 2,4%, dan Samsung Electronics Co melorot 2,7%. Selain itu, Mitsubishi UFJ Financial Group Inc juga turun 2,7%.

Kemerosotan bursa Asia terjadi setelah the federal Resrve menyatakan akan membeli obligasi jangka panjang senilai US$ 400 juta. "Langkah the Fed sudah diprediksi sebelumnya. Seluruh data menunjukkan resiko kredit melonjak dan banyak sekali contoh sejumlah bank mengeluarkan kebijakan untuk menambah pendanaannya. Di balik itu semua, kita bergerak cepat ke masa krisis utang kedua," urao Angus Gluskie dari White Funds Management di Sydney.

Nikkei tersengat rencana pembelian obligasi the Fed

Nikkei tersengat rencana pembelian obligasi the Fed
TOKYO. Mayoritas saham di bursa Jepang turun. Hal ini terjadi setelah rencana the Federal Reserve untuk membeli obligasi jangka panjang gagal mendongkrak kepercayaan investor. Apalagi, bank sentral AS itu juga menyatakan bahwa terdapat outlook resiko perlambatan ekonomi AS yang signifikan.

Pada pukul 09.03 waktu Tokyo, indeks Nikkei 225 Stock Average turun 1,2% menjadi 8.635,18. Sementara, indeks Topix turun 1,1% menjadi 748,57.

Saham-saham yang pergerakannya mempengaruhi bursa Jepang antara lain: Toyota Motor Corp yang turun 2% serta Mitsubishi UFJ Financial Group Inc turun 2,1%.

"Tidak ada kejutan yang berarti mengenai kebijakan moneter the Fed dan itu menegaskan seberapa terpuruknya kondisi ekonomi AS saat ini," jelas Mitsushige Akino, analis Ichiyoshi Investment Management Co.

Pilih Saham Berprospek dengan Fundamental Positif

INILAH.COM, Jakarta- Bursa saham domestik pada Kamis (22/9) diperkirakan akan melanjutkan koreksi. Namun, investor bisa memilih saham berfundamental positif dengan prospek menjanjikan.

Nico Omer Jonkheere dari Valbury Asia Securities mengatakan, dengan kecenderungan dolar yang masih akan menguat, IHSG hari ini akan bergerak cenderung turun, “Support ada di 3590, yang merupakan level terendah ketika koreksi pada Agustus lalu, sementara resistance berada di sekitar MA-200 yang berada di 3740,”ujarnya kepada INILAH.COM.

Menurutnya, sentimen negatif di pasar valas, membuat tekanan jual akan berlanjut di pasar saham. Apalagi PER IHSG 2011 sudah relatif mahal dibanding bursa Asia lainnya, meskipun sebenarnya sudah mengalami koreksi 20% dalam bulan ini. “Deleveraging diperkirakan akan berlanjut di pasar saham, karena alasan sudah mahalnya harga saham di Indonesia,”katanya.

Dalam situasi ini, investor disarankan fokus ke saham yang mempunyai fundamental yang bagus dan prospek yang menjanjikan dalam jangka menengah-panjang.

Pilihannya adalah Alam Sutera Realty (ASRI), Intraco Penta (INTA), Tunas Baru Lampung (TBLA), Clipan Finance Indonesia (CFIN) dan Mayora Indah (MYOR). Selain saham tambang TB Bukit Asam (PTBA) dan Berau Energi (BRAU). “Rekomendasi beli untuk saham-saham ini,”ucapnya.

Pada perdagangan Rabu (21/9), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ^JKSE ditutup melemah 54,62 poin (1,46%) ke level 3.697,494. Laju indeks hanya didukung volume transaksi sebesar 3,844 miliar, senilai Rp3,510 triliun dan frekuensi 113.283 kali.

Hanya 45 saham menguat, sedangkan 188 saham melemah dan 86 saham stagnan. Pelemahan indeks, juga diwarnai aksi jual asing yang mencatatkan transaksi nilai jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp586,06 miliar. Rinciannya, transaksi beli mencapai Rp1,153 triliun sedangkan transaksi jual Rp1,739 triliun. [ast]

Perbankan Pimpin Bursa Jepang Anjlok

Headline
INILAH.COM, Los Angeles – Bursa saham Jepang melemah tajam di awal perdagangan Kamis (22/9), menyusul koreksi besar di Wall Street semalam, dengan saham keuangan memimpin penurunan.

Indeks Nikkei Stock Average kehilangan 1,3% di awal perdagangan ke level 8.628,86, sementara Topix turun 1,2%.

Nomura Holdings Inc turun 3,7%, Shinsei Bank Ltd turun 3,5%, dan Daiwa Securities Group Inc turun 4,1%, menyusul koreksi saham perbankan di bursa AS, setelah Federal Reserve mengatakan ada risiko penurunan ekonomi dalam pernyataan keputusan kebijakan terbaru.

Pasar Panik, Rupiah Volatile Cenderung Melemah

Medium
INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Kamis (22/9) diprediksi volatile cenderung melemah. Pasar panik setelah otoritas moneter dan fiskal RI menyatakan buruknya kondisi eksternal.

Periset dan analis senior PT Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, potensi volatilnya pergerakan rupiah hari ini dengan kecenderung melemah karena kepanikan investor di dalam negeri yang masih akan jadi tekanan. Sebab, para petinggi di Tanah Air baik dari otoritas fiskal maupun moneter, menegaskan bahwa situasi global sangat buruk.

Karena itu, baik Bank Indonesia maupun Kementerian Keuangan menegaskan butuhnya pedoman penangkalan krisis secara nasional. Itulah yang jadi alasan, rupiah Kamis (22/9) ini berpeluang volatile cenderung melemah. "Rupiah akan bergerak dalam kisaran 8.850 hingga 9.000 per dolar AS," katanya kepada INILAH.COM.

Lebih lanjut Firman mengatakan, pasar hari ini akan melihat rupiah melemah signifikan tapi pelemahan tersebut akan berkurang jelang penutupan.

Di sisi lain, lanjutnya, Federal Open Market Committee (FOMC) Meeting semalam yang sudah diperkirakan menggulirkan kebiajkan 'Operation Twist' mungkin bisa meredam kejatuhan bursa saham Indonesia sehingga bisa berdampak positif bagi rupiah. "Tapi, ini belum cukup bagi investor untuk mendapatkan kepastian. Sebab, investor Indonesia dalam posisi panik," timpal dia.

Tapi, pelemahan rupiah terhambat, karena nanti malam juga merupakan mementum dimulainya pertemuan para menteri keuangan G20. "Ini juga diharapkan bisa memberikan sentimen positif bagi bursa saham global, termasuk IHSG sehingga tekanan turun bagi rupiah bisa berkurang," imbuhnya.

Asal tahu saja, kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Rabu (21/9) ditutup menguat 28 poin (0,31%) ke level 8.860/8.880 per dolar AS.

Pasar Panik, Rupiah Volatile Cenderung Melemah

Medium
INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Kamis (22/9) diprediksi volatile cenderung melemah. Pasar panik setelah otoritas moneter dan fiskal RI menyatakan buruknya kondisi eksternal.

Periset dan analis senior PT Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, potensi volatilnya pergerakan rupiah hari ini dengan kecenderung melemah karena kepanikan investor di dalam negeri yang masih akan jadi tekanan. Sebab, para petinggi di Tanah Air baik dari otoritas fiskal maupun moneter, menegaskan bahwa situasi global sangat buruk.

Karena itu, baik Bank Indonesia maupun Kementerian Keuangan menegaskan butuhnya pedoman penangkalan krisis secara nasional. Itulah yang jadi alasan, rupiah Kamis (22/9) ini berpeluang volatile cenderung melemah. "Rupiah akan bergerak dalam kisaran 8.850 hingga 9.000 per dolar AS," katanya kepada INILAH.COM.

Lebih lanjut Firman mengatakan, pasar hari ini akan melihat rupiah melemah signifikan tapi pelemahan tersebut akan berkurang jelang penutupan.

Di sisi lain, lanjutnya, Federal Open Market Committee (FOMC) Meeting semalam yang sudah diperkirakan menggulirkan kebiajkan 'Operation Twist' mungkin bisa meredam kejatuhan bursa saham Indonesia sehingga bisa berdampak positif bagi rupiah. "Tapi, ini belum cukup bagi investor untuk mendapatkan kepastian. Sebab, investor Indonesia dalam posisi panik," timpal dia.

Tapi, pelemahan rupiah terhambat, karena nanti malam juga merupakan mementum dimulainya pertemuan para menteri keuangan G20. "Ini juga diharapkan bisa memberikan sentimen positif bagi bursa saham global, termasuk IHSG sehingga tekanan turun bagi rupiah bisa berkurang," imbuhnya.

Asal tahu saja, kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Rabu (21/9) ditutup menguat 28 poin (0,31%) ke level 8.860/8.880 per dolar AS.

Wall Street Jatuh Respon Hasil Rapat Fed

Headline
INILAH.COM, New York - Bursa saham Wall Street jatuh setelah aksi jual pada perdagangan Rabu (21/9) merespon pernyataan Fed dengan masih suramnya ekonomi AS.

Indeks Dow Jones turun 2,4% menjadi 11.124, indeks Nasdaq turun 2,01% ke 2.536 dan indeks S&P turun 2,9% ke 1.166. Indeks Dow jatuh dipimpin Bank of America yang turun 7,5%, saham JP Morgan Chase & Co turun 5,9%,seperti dikutip dari yahoofinance.com.

Fed mengumumkan akan meluncurkan program pembelian obligasi AS senilai US$400 miliar sebagai hasil pertemuan selama dua hari. "Tampaknya pasar menjadi bingung dengan langkah solusi Fed. Mungkin pada putaran berikutnya, Fed harus memiliki solusi yang berpengaruh langsung terhadap pertumbuhan ekonomi," kata ekonom di MKM Partners, Michael Darda.

Volume perdagangan mencapai 4,7 miliar saham dengan transaksi saham mencapai 1,2 miliar saham.

Inilah Saatnya Investor Saham Belanja?

INILAH.COM, Jakarta - Terus menerus membicarakan kejatuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memang melelahkan. Tapi, apa boleh buat, itulah topik paling hangat dalam beberapa hari belakangan ini.

Maklum, penurunan indeks seperti tak pernah berhenti. Seperti yang terjadi pada Senin, Selasa dan Rabu (21/9) ini IHSG kembali mengalami penciutan sebesar 54,62 poin (1,46%) ke level 3.697,49. Sialnya, pelaku pasar percaya bahwa kejatuhan yang terjadi dalam beberapa hari ini bukan episode yang terakhir. Artinya, indek masih akan terkoreksi.

Masuk akal, memang. Soalnya, penanganan krisis utang di sejumlah negara di Eropa bukannya membuahkan hasil yang positif, tetapi justru semakin menakutkan. Keadaannya semakin mengkhawatirkan setelah Standar & Poor menurunkan rating utang Italia dari A+ menjadi A.

Penurunan rating terpaksa dilakukan menyusul perlambatan pertumbuhan ekonomi Italia, pemerintahan yang lemah, serta melonjaknya biaya utang. Penurunan rating itu membuat pelaku pasar semakin cemas. “Krisis ini akan terus menyebar. Mulanya Yunani, kemudian Italia, lalu ke Spanyol,” kata Belinda Allen, analis Colonial First State Global Asset Management.

Seperti yang terjadi ketika Standard & Poor menurunkan peringkat utang Amerika, dampak penurunan rating utang Italia pun langsung terasa di pasar modal. Selasa kemarin hampir sebagian besar bursa dunia, termasuk Bursa Efek Indonesia, mengalami penurunan indeks.

Indeks Nikkei Jepang misalnya, turun 1,61% menjadi 8.721,24. Sedang indeks S&P di Australia turun sebesar 1,01%. Longsor paling besar dialami bursa Filipina yang mencatat penurunan sebesar 2,05%. Indonesia cukup beruntung karena hanya mengalami penurunan indeks sebesar 0,08%.

Benar-benar mengerikan. Itu sebabnya, sejumlah analis wanti-wanti agar investor tetap ekstra waspada. Mereka menyarankan investor jangan sembarang masuk ke pasar kalau tak yakin terhadap fundamental emiten.

Tapi, seperti kata pepatah, selalu ada berkah di balik musibah. Ia memandang kejatuhan indeks sebagai saat yang tepat untuk bari investor jangka panjang untuk melakukan koleksi. “Setiap penurunan, pasti akan diikuti kenaikan,” kata seorang kepala riset. Kapan? [mdr]

Ekonomi Lesu, Fed akan Beli Treasury US$400 M

Headline
INILAH.COM, New York - Bank sentral AS, The Federal Reverse akan membeli treasury senilai US$400 miliar untuk jangka pendek untuk menggairahkan ekonomi AS.

Fed menilai ekonomi masih tetap suram dan ekonomi masih tetap harus berjuang untuk dua tahun lagi. Untuk itu suku bunga dijaga suku bunga yang rendah hingga 2013 selama ekonomi masih lesu.

The Fed mengumumkan hasil pertemuan selama dua hari, pada Rabu (21/9) walaupun tiga anggota dewan memiliki pendapat berbeda. Solusi ini diharapkan akan dapat mengurangi kenaikan pada hipotek dan pinjaman konsumen serta bisnis, seperti dikutip dari yahoofinance.com.

Kebijakan ini mengganti ekspektasi akan mengucurkan dana US$2,87 triliun untuk operasi twist untuk menurunkan yield treasury lanjutan. Namun analis menilai perubahan ini hanya membantu sediki untuk mengurangi biaya pinjaman dan menaikkan indeks.

Bulan Juli lalu Fed meluncurkan dana US$600 miliar untuk membeli obligasi sebagai langkah mempertahankan suku bunga rendh. Namun indeks jatuh dan treasury untuk 10 tahun jatuh dengan harga yang naik.

Bank sentral AS ini berada di bawah tekanan untuk menggairahkan ekonomi AS sejak resesi dalam dua tahun terakhir. Dalam semester I tahun ini ekonomi tumbuh hanya 0,7%. Pasar perumahan tetap tertekan dan pengangguran mencapai 9,1%.

Pada bulan Agustus, ekonomi AS tidak menyerap tenaga kerja dan konsumen pun tidak menambah pengeluaran. Ekonom memperkirakan pertumbuhan ekonomi tidak lebih dari 2% untuk tahun ini.

Inilah Rekomendasi Saham Pilihan Kamis (22/9)

INILAH.COM, Jakarta - IHSG diperkirakan masih akan melanjutkan pelemahan di kisaran 3.630-3.700 karena sentimen eksternal masih negatif.

"Besok (hari ini) kami perkirakan indeks masih akan berlanjut melemah. Terlihat pergerakan indeks masih akan dipengaruhi oleh faktor eksternal," kata analis saham Panin Sekuritas, Purwoko Sartono dalam catatannya kemarin.

IHSG kemarin ditutup melemah 54,62 poin atau 1,46% menjadi US$3.697,49. Volume perdagangan 3,8 miliar saham senilai Rp3,5 triliun. IHSG mengalami net foreign sell Rp586,06 miliar dengan penjualan asing mencapai Rp1,7 triliun dan pembelian asing sebesar Rp1,1 triliun.

Padahal bursa Asia mayoritas sudah mengalami rebound. Namun IHSG masih mengalami aksi jual dari para investor. "Kami melihat investor memilih untuk mengamankan portofolio mereka terlebih dahulu selagi menunggu hasil pertemuan The Fed serta rencana pertemuan pembuat kebijakan di Eropa untuk membahas krisis utang Yunani," jelasnya.

Sementara analis senior HD Capital, Yuganur Wijanarko merekomendasikan jual untuk saham ASRI, ASII, HRUM dan BMRI. "Koreksi IHSG akibat ketakutan slowdown di Asia, Eropa dan Amerika akan menyulitkan upgrade rating debt Indonesia akan memicu aksi profit taking berkelanjutan," katanya dalam hasil risetnya.

Saham ASRI disarankan jual dengan target koreksi di 360 dari penutupan kemarin di 415 dengan reverse posisi di 440. Saham ASII disarankan jual dengan target koreksi di 58.300 dari penutupan kemarin di 64.050 degan reverse posisi di 66.500.

Untuk saham HRUM disarankan jual dengan target koreksi di 7.500 dari penutupan kemarin di 8.000 dengan reverse posisi di 8.350. Untuk saham BMRI memiliki target koreksi di 5.800 dari penutupan kemarin di 6.200 dengan reverse posisi di 6.450.

Outlook ekonomi AS negatif, harga minyak merosot

Outlook ekonomi AS negatif, harga minyak merosot
NEW YORK. Kontrak harga minyak dunia kembali terkoreksi di New York. Pagi tadi, kontrak harga minyak untuk pengantaran November turun sebesar US$ 1,11 menjadi US$ 84,81 per barel di New York Mercantile Exchange. Pada pukul 08.50 waktu Sydney, kontrak yang sama berada di posisi US$ 84,90 per barel. Kemarin, kontrak harga minyak turun US$ 1 menjadi US$ 85,92 sebarel. Jika dihitung, harga minyak sudah melonjak 14% dalam setahun terakhir.

Sementara itu, kontrak harga minyak jenis Brent untuk pengantaran November turun 18 sen kemarin sehingga berakhir di level US$ 110,36 sebarel di ICE Futures Europe Exchange London.

Kemerosotan harga minyak terjadi setelah the Federal Reserve mengungkapkan, ada resiko penurunan yang sangat signifikan atas outlook perekonomian AS. Padahal AS sendiri merupakan negara konsumen minyak terbesar dunia.

Bursa Global Terpuruk, IHSG 'Dihantui' Tekanan Jual

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin kembali melemah 54 poin akibat tekanan jual di saham-saham unggulan. Investor terus melepas portofolionya di tengah merosotnya bursa-bursa regional karena ancaman krisis Eropa.

Pada perdagangan, Rabu (21/9/2011), IHSG ditutup terpangkas 54,616 poin (1,46%) ke level 3.697,494. Sementara Indeks LQ 45 ditutup anjlok 11,020 poin (1,69%) ke level 643,391.

Bursa-bursa global kembali berjatuhan merespons hasil pertemuan Bank Sentral AS (Federal Reserve) yang mencatat adanya risiko penurunan ekonomi AS yang signifikan. Gelontoran stimulus senilai US$ 400 miliar juga tak mampu memberikan dorongan ke pasar, dan investor justru merasa kurang optimistis kebijakan itu akan efektif di tengah perekonomian yang sedang mengalami stagnasi.

Kondisi tersebut akan kembali membawa sentimen negatif ke pasar saham. Investor akan melanjutkan aksi jualnya meski saham-saham sudah pada posisi oversold, sehingga IHSG pada perdagangan Kamis (22/9/2011) kembali bergerak di teritori negatif.

Bursa Wall Street kemarin juga melemah lebih dari 2% merespons hasil pertemuan Bank Sentral AS tersebut. Penurunan indeks saham di Wall Street terutama dipicu merosotnya saham-saham sektor perbankan dan asuransi.

Pada perdagangan Rabu (21/9/2011), indeks Dow Jones industrial average ditutup merosot hingga 283,82 poin (2,49%) ke level 11.124,84. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 35,33 poin (2,94%) ke level 1.166,76 dan Nasdaq merosot hingga 52,05 poin (2,01%) ke level 2.538,19.

Bursa Asia langsung ikut merosot. Berikut pergerakan bursa Asia pada Kamis pagi:
  • Indeks Nikkei-225 melemah 110,45 poin (1,26%) ke level 8.630,71.
  • Indeks KOSPI melemah 44,33 poin (2,39%) ke level 1.809,95.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Kresna Sekuritas:
Ketidakpastian global membuat volatilitas IHSG masih tinggi mengingat pasar masih menunggu kebijakan The Fed dalam FOMC yang diharapkan menjadi katalis positif bagi IHSG. Penutupan IHSG yang di bawah trading range 3.700-4.020 masih berpotensi menarik IHSG untuk bergerak dalam tekanan di kisaran 3.640-3740.

Panin Sekuritas:
Ditengah reboundnya sebagian besar bursa regional Asia, IHSG ditutup melemah menyusul aksi jual dari para investor. Kami melihat investor memilih untuk mengamankan portofolio mereka terlebih dahulu selagi menunggu hasil pertemuan The Fed serta rencana pertemuan pembuat kebijakan di Eropa untuk membahas krisis hutang Yunani. Hari ini kami perkirakan indeks masih akan berlanjut melemah. Terlihat pergerakan indeks masih akan dipengaruhi oleh faktor eksternal. Kisaran support-resistance hari ini 3.630-3.700.

eTrading Securities:
IHSG pada Rabu (21/9) kembali ditutup turun 55 point (-1.45%) ke level 3,697.49 dengan seluruh sektor mengalami penurunan. Total transaksi tercatat sebanyak 7.7 juta lot atau setara dengan Rp3.51 triliun.

Tercatat sebanyak 42 saham mengalami kenaikan, 179 saham mengalami penurunan, 80 saham tidak mengalami perubahan dan 152 saham tidak diperdagangkan sama sekali. Saham-saham yang menjadi penahan turunnya bursa a.l. TLKM, BDMN, AMRT, JSMR dan BRPT sementara yang menjadi pemberat bursa hari ini a.l. ASII, BBCA, BMRI, UNTR dan BBRI.

Asing kemarin tercatat melakukan net sell pada pasar regular sebesar Rp554 miliar dengan saham-saham yang paling banyak di jual adalah UNTR, INDF, BUMI, ASII dan BBRI.

Secara teknikal, Pada perdagangan kemarin (21/9) IHSG gagal bergerak rebound kembali terkoreksi menembus garis MA 200 dengan indikator RSI dan stochastic bergerak downtrend walaupun sudah di area oversold. Perlu diwaspadai apabila IHSG gagal rebound kembali di atas MA 200 karena akan membawa IHSG menuju fase Bearish. Pada perdagangan hari ini (22/9) diperkirakan IHSG akan bergerak pada range 3639-3733. Sementara itu, saham-saham yang dapat diperhatikan a.l BDMN dan MASA.

(qom/qom)

IHSG Berisiko Turun ke Level 3.600

INILAH.COM, Jakarta –Setelah ditutup di level 3.697, IHSG berada pada level kritis 3.700 sehingga berbahaya bagi pelaku pasar. Jika turun, bisa mencapai 100 poin. Begitu juga sebaliknya. Lebih baik wait and see!

Technical analyst dari Jsxpro.com Tommy Yu mengatakan hal itu kepada INILAH.COM. Menurutnya, saat ini indeks berada dalam bahaya. Karena itu, bagi pelaku pasar seperti menangkappisau jatuhkarena sangat spekulatif.Jika kebetulan dapat menangkap gagangnya dapat untung besar, sebab harga saham saat ini sudah sangat rendah jauh di bawah.

Sebaliknya, jika yang tertangkap adalah mata pisaunya, tangannya akan berdarah-darah. Jadi,IHSG seperti menangkap pisau jatuh. “Berbahaya!” katanya. “Bagi pelaku pasar yang tidak spekulatif saya tidak menyarankan masuk. Semua saham wait and see dulu.”

Pada perdagangan Rabu (21/9), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup melemah 54,62 poin (1,46%) ke level 3.697,494 dengan intraday tertinggi di level 3.752,299 dan terendah 3.687,913. Begitu juga indeks saham unggulan LQ45 yang turun 11,02 poin (1,68%) ke angka 643,391.Berikut ini wawancara lengkapnya:

Setelah tembus 3.700 bagaimana Anda melihat risiko pada laju IHSG?
Level threshold (ambang batas) IHSG saat ini di level 3.700 hingga 3.720. Kemarin, indeks ditutup di level 3.697 atau 3 poin di bawah ambang batas itu. Artinya, indeks sudah jebol 3.700-nya yang merupakan support kuat.Teorinya, kalau sampai itu ditembus ke bawah, memberikan sinyal indeks bakal melemah lebih jauh. Tapi, karena penembusan tersebut hanya 3 poin, pasar bisa mengabaikannya. Kecuali, jika support tersebut ditembus lebih dari 15 poin ke bawah. Penembusan ini lebih berarti dibandingkan hanya 3 poin.

Kalau begitu ada potensi penguatan Kamis (22/9) ini?
Level 3.700 merupakan level kritis. Pelemahan indeks kemarin, tertahan di level support 3.700 itu. Tapi, jika Kamis (22/9) ini justru jebol ke bawah, IHSG berpeluang turun 100 poin lagi ke level support 3.600. Jika melemah, level 3.600 bisa dicapai pada Jumat (23/9) atau awal pekan depan. Tapi, laju indeks sangat tergantung dari sentiment bursa Dow Jones sehingga posisi saat ini tidak aman.

Level resistance-nya?
Potensi kenaikan terdekatnya di level 3.800 yang jadi resistance pertamanya. Sedangkan resistance kuatnya di level 3.900. Level 3.800 mungkin akan gampang ditembus. Tapi, untuk tembus level 3.900 butuh perjuangan karena besarnya tekanan jual pada level tersebut untuk melanjutkan kenaikan atau tidak. Level 3.900 masih jauh untuk dicapai. Sebab, saat ini masih fase down trend sehingga harus diketahui sejauh mana penurunan IHSG.

Pertanyaan sekarang, apakah titik kritis 3.700 bisa mantul ke atas atau tidak. Ini yang harus ditekankan. Jadi, konfirmasinya Kamis ini. Level aman, jika tembus resistance 3.800. Itupun tetap harus dilihat kembali apakah layak masuk atau tidak di level 3.815-an. Di level 3.700 direkomendasikan jangan masuk dulu pada saham apapun karena terlalu spekulatif sehingga pelakunya seperti menangkap pisau jatuh.

Dalam situasi ini pasar lebih baik wait and see. Jangan jual maupun beli. Sebab, kalau mau jual seharusnya dilakukan sejak dua hari lalu dan wait and see terlebih dahulu terutama bagi trader. Pada saat IHSG balik arah ke atas, baru pasar bisa masuk. Saat ini sangat bahaya seperti menangkappisau jatuh.

Maksud Anda?
Jika kebetulan dapat menangkap gagangnya dapat untung besar, sebab harga saham saat ini sudah sangat rendah jauh di bawah. Tapi, jika yang tertangkap adalah mata pisaunya, tangannya akan berdarah-darah. Jadi,IHSG seperti menangkap pisau jatuh. Berbahaya.

Misalnya, saham PT Indofood Sukses Makmur (INDF) yang kemarin melemah tajam, Rp250 (4,76%) ke level Rp5.000. Bagi pelaku pasar yang spekulatif, langsung beli saham ini karena harganya anjlok dan Kamis ini diharapkan rebound sehingga bisa dijual kembali di sesi pagi. Pelaku pasar tipe ini, seperti menangkap pisau jatuh. Bisa untung, bisa juga bertambah rugi. Bagi pelaku pasar yang tidak spekulatif saya tidak menyarankan masuk. Semua saham wait and see dulu.

Bagaimana dengan saham-saham penggerak market?
Biasanya, PT Bank Mandiri (BMRI) dan PT Astra Internasional (ASII) bisa jadi andalan.Sebab, kedua emiten ini biasanya naik duluan. Tapi, saat ini tak bisa diharapkan, karena BMRI turun 1,58% ke Rp6.200 dan ASII turun 2,06% ke level Rp64.050.Dengan IHSG ditutup pada kisaran 3.700 kemarin, bukan berarti indeks bakal mantul ke atas. Tunggu mantul dulu, lalu lihat apakah bisa masuk atau tidak. Jika jebol ke bawah, tunggu dulu sampai dia mantul. IHSG masih 50:50 baik pelemahn maupun penguatan sangat tergantung pada sentiment bursa global.

Wall Street keok ke level terendah dalam sebulan

Wall Street keok ke level terendah dalam sebulan
NEW YORK. Mayoritas saham di bursa AS ditutup melorot, kemarin malam. Pada pukul 16.00 waktu New York, indeks Standard & Poor\'s 500 anjlok 2,9% menjadi 1.166,76. Ini merupakan penurunan terbesar dalam sebulan terakhir. Dengan demikian, dalam tiga hari terakhir, indeks S&P 500 sudah tergerus 4,1%. Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average terjungkal 2,5% menjadi 11.124,84.

Sejumlah saham berkapitalisasi besar turut mempengaruhi bursa AS. Di antaranya: Caterpillar Inc dan Dow Chemical Co yang turun masing-masing melorot lebih dari 5,1%. Sementara itu, sektor finansial dalam indeks S&P 500 melorot 4,9%, ke level terendah dalam dua tahun terakhir. Kondisi ini terjadi setelah Moody\'s Investor Service memangkas perinkat Bank of America Corp, Citigroup Inc, dan Wells Fargo & Co.

Penurunan bursa AS terjadi setelah Federal Reserve mengumumkan rencananya untuk membeli obligasi jangka panjang senilai US$ 400 miliar. The Fed juga bilang, saat ini ada resiko yang cukup tinggi terhadap outlook perekonomian global.

"Pasar berharap adanya pil kuat yang bisa mendongkrak perekonomian yang tengah tersengat flu," jelas managing partner and co-founder Traxis Partners LP di New York.

Fed Ingatkan Risiko Pelemahan Ekonomi AS, Wall Street Amburadul

New York - Bank Sentral AS (Federal Reserve/Fed) mengingatkan perekonomian AS menghadapi proyeksi ekonomi yang seram. Pernyataan tersebut langsung membuat bursa Wall Street merosot tajam hingga lebih dari 2%.

Saham-saham kembali mencatat penurunan terburuknya dalam 1 bulan terakhir setelah the Fed mengatakan ada risiko penurunan yang signifikan pada perekonomian AS meski mereka kemudian mengumumkan sejumlah langkah untuk mendorongnya.

The Fed mengatakan, perekonomian AS masih tetap tumbuh dengan lambat dan indikator-indikator terbaru mencatat berlanjutnya pelemahan pada kondisi pasar perburuhan secara keseluruhan dan tingkat pengangguran masih terus meningkat.

"Indikator-indikator terbaru menunjukkan terus berlanjutnya kondisi pasar tenaga kerja secara keseluruhan dan tingkat pengangguran masih terus meningkat. Ada risiko penurunan yang signifikan pada outlook ekonomi, termasuk ketegangan di pasar finansial global," ujar The Fed dalam pernyataannya seperti dikutip dari Reuters, Kamis (22/9/2011).

"Itu mungkin pernyataan terbesar ketika dia (the Fed) mengatakan risiko penurunan signifikan. Mempertimbangkan kita talah melakukan lebih dari US$ 1 triliun dan belum menggerakkan jarum sama sekali," ujar Alan Valdes, direktur DME Securities yang mengacu kebijakan stimulus the Fed sebelumnya.

Hasil pertemuan Bank Sentral AS selama 2 hari juga memutuskan untuk program pembelian surat berharga senilai US$ 400 miliar untuk menekan tingkat suku bunga pinjaman. The Fed akan menjual surat utang pemerintah AS berjangka pendek untuk menukarnya dengan surat utang yang berjangka lebih panjang. Keputusan itu langsung membuat imbal hasil surat utang AS merosot ke titik terendahnya dalam 60 tahun.

Rencana US$ 400 miliar yang disebut sebagai "Operation Twist" itu justru membuat investor khawatir karena hanya memiliki dampak sedikit pada kredit di tengah perekonomian yang terlihat mengalami stagnasi. Investor kurang optimistis dibandingkan sejumlah kebijakan stimulus yang diluncurkan the Fed sebelumnya.

Pada perdagangan Rabu (21/9/2011), indeks Dow Jones industrial average ditutup merosot hingga 283,82 poin (2,49%) ke level 11.124,84. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 35,33 poin (2,94%) ke level 1.166,76 dan Nasdaq merosot hingga 52,05 poin (2,01%) ke level 2.538,19.

Aksi jual meningkat seiring meningkatnya volume perdagangan pada jam-jam terakhir perdaganganm dengan saham-saham sektor perbankan dan asuransi memimpin penurunan. Saham asuransi merosot karena 'Operation Twist' itu bisa mengancam pendapatan sejumlah perusahaan asuransi besar dalam beberapa tahun ke depan.

Indeks Bank KBW tercatat merosot hingga 5,5% dan indeks asuransi KBW turun 5,2%. Saham Bank of America merosot 7,5% menjadi US$ 6,38 dan Prudential Financial Inc ambles 6,6% menjadi US$ 45,73.

Saham-saham sektor perbankan juga turun setelah Moody's menurunkan peringkat utang Bank of America Corp, Wells Fargo & Co dan Citigroup karena menilai pemerintah AS kurang nyaman setelah menyuntikkan dana ke perusahaan-perusahaan finansial itu.

Namun saham Hewlett-Packard Co justru melonjak hingga 6,6% menjadi US$ 23,96 setelah sebuah sumber mengatakan dewan perusahaan tersebut sedang mempertimbangkan pemecatan Chief Executive Officer Leo Apotheker setelah kurang lebih setahun memegang jabatan tersebut dan secara temporer menggantinya dengan mantan CEO eBay Meg Whitman.

Perdagangan berjalan sangat aktif dengan perdagangan di New York Stock Exchange mencapai 9,12 miliar lembar saham, di atas rata-rata harian yang sebesar 7,91 miliar.

(qom/qom)

IMF: Ekonomi Dunia Masuki Fase Berbahaya

Jakarta - Lembaga moneter internasional atau International Monetary Fund (IMF) menyatakan kondisi ekonomi global saat ini berada dalam fase berbahaya dan terancam krisis. Kegiatan ekonomi global terus melemah.

Demikian disampaikan dalam Executive Summary World Economic Outlook yang dikutip dari situs IMF, Rabu (21/9/2011).

"Kepercayaan masyarakat turun drastis saat ini, dan risiko penurunan pertumbuhan ekonomi makin membesar," demikian isi pernyatan IMF.

Dalam kajiannya, IMF menyatakan negara-negara ekonomi maju di dunia sedang mengalami hantaman ekonomi tahun ini. Jepang terhantam bencana gempa dan tsunami yang mengganggu perekonomiannya. Kemudian ekonomi AS juga kembali jatuh karena rendahnya konsumsi dalam negeri.

Belum lagi kondisi ekonomi Eropa yang terguncang di sektor keuangannya. Masalah struktural ini membuat dunia dihadapi oleh risiko krisis yang cukup besar.

Karena berbagai masalah ekonomi yang menghadang, IMF memprediksikan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat mencapai 1,5% tahun ini dan 1,8% di 2012. Prediksi ini menurun perkiraan sebelumnya sebesar 2,5% di 2011 dan 2,7% tahun depan.

Kemudian dalam kajiannya, IMF juga menurunkan prediksi pertumbuhan ekonomi di 17 negara Eropa. IMF memprediksi pertumbuhan ekonomi di kawasan Eropa hanya 1,6% tahun ini dan 1,1% tahun depan. Prediksi ini turun dari proyeksi sebelumnya 2% di 2011 dan 1,7% di 2012.

IMF juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia melamban menjadi 6,4% di 2011, di bawah target pemerintah yang sebesar 6,5%. Namun Menko Perekonomian Hatta Rajasa meminta prediksi IMF itu tidak membuat gamang karena kerap kali keliru.

(dnl/dnl)

Rabu, 21 September 2011

Menteri Akui Yunani Diperas Pasar

Bursa Eropa Turun Jelang Hasil Rapat Fed
INILAH.COM, Jakarta - Yunani sedang diperas oleh pasar dan Eropa tidak mengelola krisis dengan cepat dan tegas sebagaimana mestinya, Menteri Keuangan Yunani Evangelos Venizelos mengatakan pada Rabu (21/9).

Mengutip Reuters, Pemerintah Yunani akan membuat pengumuman pada Rabu tentang langkah-langkah penghematan yang dibahas dengan pemberi pinjaman internasional untuk menyelamatkan negara dari kebangkrutan, seorang juru bicara pemerintah mengatakan. Laporan ini diperkirakan akan dibuat setelah rapat kabinet di mana Venizelos akan menyajikan sebuah proposal untuk langkah-langkah penghematan seperti yang diperintahkan Uni Eropa / IMF.

Venizelos, yang berdikusi selama dua jam melalui telepon dengan para pejabat senior dari Uni Eropa dan IMF pada Selasa malam, mengatakan bahwa tanpa pengawasan Troika (UE, IMF, dan ECB) keuangan negara akan tergelincir.

Para inspektur ini mendorong Yunani untuk mempercepat penghematan dan reformasi yang dibutuhkan untuk mencairkan dari 8 miliar euro dari dana talangan bulan depan. "Dalam rangka negosiasi kami lebih lanjut, langkah-langkah dan pengumuman akan dilakukan sore ini," kata juru bicara deputi pemerintah Yunani Angelos Tolkas kepada televisi pemerintah.

Seorang pejabat Departemen Keuangan mengatakan pada Selasa setelah konferensi bahwa Yunani telah sepakat untuk memprioritaskan langkah-langkah yang disebut "rencana jangka menengah, di mana Yunani telah berkomitmen untuk mengurangi defisit anggaran sampai dengan 2014 dan menjual 50 miliar euro aset negara.

Media Yunani melaporkan pada Rabu bahwa langkah-langkah yang mungkin termasuk pemberhentian pekerja negara dipercepat, pensiun dan pemotongan upah bagi pegawai negeri sipil, kenaikan pajak bahan bakar pemanas dan perpanjangan pajak properti.

Semua sektor memerah, IHSG ditutup jatuh 1,46% di sesi sore

JAKARTA. Otot Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) semakin lemah di akhir perdagangan hari ini. Koreksi yang terjadi pada semua sektor memicu IHSG jatuh 1,46% ke level 3.697,494 pada sore ini.

Sektor consumer goods terkoreksi paling tajam yaitu sebesar 2,05%. Diikuti, sektor manufaktur yang tergelincir 1,89%, dan sektor aneka industri yang melemah 1,86%.

Hingga sesi perdagangan sore berakhir, sebanyak 179 saham melemah, dan hanya 42 saham yang berhasil reli. Sementara, 80 saham lainnya tidak beranjak dari posisi kemarin.

Transaksi hari ini tidak terlalu ramai. Hal itu terlihat dari volume saham yang ditransaksikan hanya sekitar 3,845 miliar saham. Adapun, nilai perdagangan berkisar Rp 3,510 triliun.

Saham Multibreeder Adirama Tbk (MBAI) yang anjlok 20% ke Rp 24.000 menempati posisi paling atas penghuni top losers, sore ini. Diikuti, saham Mahaka Media Tbk (ABBA) yang jatuh 14,29% ke Rp 120, dan Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN) yang tumbang 13,33% ke Rp 1.560.

Sementara, saham yang masih bertengger di deretan top gainers, yaitu Akbar Indo Makmur Stimec Tbk (AIMS) yang maju 17,39% ke Rp 270. Lalu, saham Equity Development Invesment Tbk (GSMF) yang melejit 17% ke Rp 96, dan saham Centex Tbk (CNTX) yang naik 11,67% ke Rp 6.700.

Asia Mulai Naik, IHSG Masih Ditutup Turun 1,46%

INILAH.COM, Jakarta - Bursa saham Indonesia ditutup melemah 54,62 poin atau 1,46% menjadi US$3.697,49. Volume perdagangan 3,8 miliar saham senilai Rp3,5 triliun.

Perdagangan diwarnai 188 saham turun, 46 saham naik dan 86 saham stagnan. IHSG mengalami net foreign sell Rp586,06 miliar dengan penjualan asing mencapai Rp1,7 triliun dan pembelian asing sebesar Rp1,1 triliun.

Indeks JII turun 7,3 poin ke 509,67, indeks ISSI turun 1,8 poin ke 120,17 dan indeks LQ45 turun 10,8 poin ke 643,58. Pelemahanw dipimpin sektor pertambangan hingga 40,7 poin ke 2.812,35 disusul sektor konsumsi turun 20,9 poin ke 1.215,81 disusul 20,6 poin ke 2.217,43.

Sementara bursa Asia mayoritas menguat hanya indeks Hang Seng yang turun 1% ke 18.824, indeks Nikkei naik 0,2% ke 8.741, indeks Shanghai naik 2,6% ke 2.512 dan indeks ASX naik 0,7% ke 4.071.