Selasa, 14 Februari 2012

Bursa Negeri Sakura dilanda aksi jual

Bursa Negeri Sakura dilanda aksi jual
SINGAPURA. Saham-saham di bursa Jepang mencatatkan penurunan pagi ini. Pada pukul 09.33 waktu Tokyo, indeks Nikkei 225 Stock Average turun 0,1% menjadi 8.991,33. Dalam setiap lima saham yang turun, terdapat empat saham yang naik. Sementara itu, indeks Topix tak banyak mencatatkan perubahan di posisi 781,79.

Saham-saham di bursa Tokyo yang mempengaruhi pergerakan indeks anatra lain: Sony Corp yang turun 1,7%, Insurance Group Holdings Inc turun 2,1%, dan Sumitomo Rubber Industries Ltd naik 2,6%.

Penurunan bursa Jepang terjadi setelah Moody's Investors Service memangkas peringkat utang enam negara Eropa. Termasuk di dalamnya Italia dan Portugal. Perusahaan pemeringkat global ini juga merevisi outlook atas peringkat utang Aaa milik Inggris dan Prancis menjadi negatif. Alasannya adalah krisis utang Eropa masih jauh dari kata selesai.

Moody's menjelaskan, peringkat utang Spanyol dipangkas menjadi A3 dari sebelumnya A1 dengan outlook negatif. Sedangkan peringkat utang Italia diturunkan menjadi A3 dari A2 dengan outlook negatif dan Portugal diturunkan menjadi Ba3 dari Ba2 dengan outlook negatif. Moody's juga menurunkan peringkat utang Slovakia, Slovenia, dan Malta.

"Moody's memangkas peringkat utang sejumlah negara Eropa. Realita ini sebenarnya sudah menjadi pembicaraan yang cukup lama dan bukan hal yang mengejutkan. Namun, sudah pasti akan mendapat reaksi negatif di pasar saham," jelas Shane Oliver, head of investment strategy AMP Capital Investors Ltd.

Analis: IHSG berpeluang lanjutkan penguatan

Analis: IHSG berpeluang lanjutkan penguatan
JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan melanjutkan penguatannya hari ini (14/2). Sementara kemarin (13/2), IHSG sempat terkoreksi, namun terjadi gerakan reversal (pembalikan arah) yang menggiring IHSG ditutup naik 1,27%

Reza Priyambada, Managing Research Indosurya Asset Management menilai, IHSG berpeluang melanjutkan relinya seperti hari kemarin. Reza melihat, para Investor sudah mulai akumulasi sahamnya.

Sentimen fundamental yang bisa menjadi katalis penguatan IHSG adalah, Wall Street yang ditutup di jalur hijau. Selain itu, kata Reza, angin segarpun datang dari Uni Eropa, setelah parlemen Yunani menerima kebijakan penghematan atau pengetatan anggaran untuk memenuhi persyaratan bailout dari IMF dan Uni Eropa.

Secara teknikal, kata Reza, IHSG akan membentuk pola bullish harami dan berada di dua (2) candle, yaitu candle negatif dan candle posistif. "Namun terlihat panjang candle positif lebih pendek dari candle negatif," pungkas Reza.

IHSG juga berada diantara middle billinger bands dan lower bollinger bands. Menurut Reza, posisi ini menandakan adanya ruang penguatan bagi IHSG sampai bisa menembus batas middle.

Kemudian RSI dan Stochastic memperlihatkan gerakan reversal menjauhi area oversold. "Ini indikasi IHSG berpotensi rebound," tambah Reza.

Pada Selasa (14/2) ini, Reza memprediksi IHSG bergerak di 3.906 -3.931 sebagai level support nya dan di level 3.988-3.995 sebagai posisi resistance nya.

Di kesempatan yang sama, Edwin Sebayang, Kepala Riset MNC Securities memprediksi, IHSG akan bergerak di kisaran 3.938-3.996 dengan kecenderungan bullish reversal.

Walaupun ada kecenderungan untuk rebound, bursa saham domestik juga perlu mengantisipasi respon regional atas beberapa kabar buruk yang datang dari Eropa, salah satunya mengenai pemangkasan peringkat Utang Italia ke A3 dari A2.

Rekomendasi saham dari Edwin antara lain, yaitu PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan juga PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).

Analis: IHSG berpeluang lanjutkan penguatan

Analis: IHSG berpeluang lanjutkan penguatan
JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan melanjutkan penguatannya hari ini (14/2). Sementara kemarin (13/2), IHSG sempat terkoreksi, namun terjadi gerakan reversal (pembalikan arah) yang menggiring IHSG ditutup naik 1,27%

Reza Priyambada, Managing Research Indosurya Asset Management menilai, IHSG berpeluang melanjutkan relinya seperti hari kemarin. Reza melihat, para Investor sudah mulai akumulasi sahamnya.

Sentimen fundamental yang bisa menjadi katalis penguatan IHSG adalah, Wall Street yang ditutup di jalur hijau. Selain itu, kata Reza, angin segarpun datang dari Uni Eropa, setelah parlemen Yunani menerima kebijakan penghematan atau pengetatan anggaran untuk memenuhi persyaratan bailout dari IMF dan Uni Eropa.

Secara teknikal, kata Reza, IHSG akan membentuk pola bullish harami dan berada di dua (2) candle, yaitu candle negatif dan candle posistif. "Namun terlihat panjang candle positif lebih pendek dari candle negatif," pungkas Reza.

IHSG juga berada diantara middle billinger bands dan lower bollinger bands. Menurut Reza, posisi ini menandakan adanya ruang penguatan bagi IHSG sampai bisa menembus batas middle.

Kemudian RSI dan Stochastic memperlihatkan gerakan reversal menjauhi area oversold. "Ini indikasi IHSG berpotensi rebound," tambah Reza.

Pada Selasa (14/2) ini, Reza memprediksi IHSG bergerak di 3.906 -3.931 sebagai level support nya dan di level 3.988-3.995 sebagai posisi resistance nya.

Di kesempatan yang sama, Edwin Sebayang, Kepala Riset MNC Securities memprediksi, IHSG akan bergerak di kisaran 3.938-3.996 dengan kecenderungan bullish reversal.

Walaupun ada kecenderungan untuk rebound, bursa saham domestik juga perlu mengantisipasi respon regional atas beberapa kabar buruk yang datang dari Eropa, salah satunya mengenai pemangkasan peringkat Utang Italia ke A3 dari A2.

Rekomendasi saham dari Edwin antara lain, yaitu PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan juga PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).

Analis: IHSG berpeluang lanjutkan penguatan

Analis: IHSG berpeluang lanjutkan penguatan
JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan melanjutkan penguatannya hari ini (14/2). Sementara kemarin (13/2), IHSG sempat terkoreksi, namun terjadi gerakan reversal (pembalikan arah) yang menggiring IHSG ditutup naik 1,27%

Reza Priyambada, Managing Research Indosurya Asset Management menilai, IHSG berpeluang melanjutkan relinya seperti hari kemarin. Reza melihat, para Investor sudah mulai akumulasi sahamnya.

Sentimen fundamental yang bisa menjadi katalis penguatan IHSG adalah, Wall Street yang ditutup di jalur hijau. Selain itu, kata Reza, angin segarpun datang dari Uni Eropa, setelah parlemen Yunani menerima kebijakan penghematan atau pengetatan anggaran untuk memenuhi persyaratan bailout dari IMF dan Uni Eropa.

Secara teknikal, kata Reza, IHSG akan membentuk pola bullish harami dan berada di dua (2) candle, yaitu candle negatif dan candle posistif. "Namun terlihat panjang candle positif lebih pendek dari candle negatif," pungkas Reza.

IHSG juga berada diantara middle billinger bands dan lower bollinger bands. Menurut Reza, posisi ini menandakan adanya ruang penguatan bagi IHSG sampai bisa menembus batas middle.

Kemudian RSI dan Stochastic memperlihatkan gerakan reversal menjauhi area oversold. "Ini indikasi IHSG berpotensi rebound," tambah Reza.

Pada Selasa (14/2) ini, Reza memprediksi IHSG bergerak di 3.906 -3.931 sebagai level support nya dan di level 3.988-3.995 sebagai posisi resistance nya.

Di kesempatan yang sama, Edwin Sebayang, Kepala Riset MNC Securities memprediksi, IHSG akan bergerak di kisaran 3.938-3.996 dengan kecenderungan bullish reversal.

Walaupun ada kecenderungan untuk rebound, bursa saham domestik juga perlu mengantisipasi respon regional atas beberapa kabar buruk yang datang dari Eropa, salah satunya mengenai pemangkasan peringkat Utang Italia ke A3 dari A2.

Rekomendasi saham dari Edwin antara lain, yaitu PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan juga PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).

Langkah Moody's menyebabkan bursa Asia memerah

Langkah Moody's menyebabkan bursa Asia memerah
TOKYO. Mayoritas saham yang ditransaksikan pada bursa Asia mencatatkan penurunan pagi ini. Pada pukul 09.12 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific turun 0,2% menjadi 125,59. Kemarin, indeks acuan di kawasan regional ini naik 0,7%. Sembilan dari sepuluh sektor yang tergabung dalam indeks memerah.

Sementara itu, saham-saham yang pergerakannya mempengaruhi bursa Asia antara lain: Sony Corp yang turun 1,3% di Tokyo, BHP Billiton Ltd turun 0,7% di Sydney, dan Macquarie Group Ltd yang turun 1% di Sydney.

Aksi jual yang melanda bursa Asia terjadi setelah Moody's Investors Service memangkas peringkat utang enam negara Eropa. Termasuk di dalamnya Italia dan Portugal. Perusahaan pemeringkat global ini juga merevisi outlook atas peringkat utang Aaa milik Inggris dan Prancis menjadi negatif. Alasannya adalah krisis utang Eropa masih jauh dari kata selesai.

"Moody's memangkas peringkat utang sejumlah negara Eropa. Realita ini sebenarnya sudah menjadi pembicaraan yang cukup lama dan bukan hal yang mengejutkan. Namun, sudah pasti akan mendapat reaksi negatif di pasar saham," jelas Shane Oliver, head of investment strategy AMP Capital Investors Ltd.

Di New York, harga minyak kembali menembus US$ 100

Di New York, harga minyak kembali menembus US$ 100
NEW YORK. Harga kontrak minyak mencatatkan kenaikan ke level tertinggi dalam sebulan terakhir. Pada penutupan pasar di New York tadi malam, harga kontrak minyak untuk pengantaran Maret naik US$ 2,24 menjadi US$ 100,91 per barel di New York Mercantile Exchange. Ini merupakan level tertinggi sejak 10 Januari lalu. Sementara, jika dihitung, harga minyak sudah melejit 18% dibanding tahun lalu.

Lonjakan harga minyak terjadi setelah parlemen Yunani menyetujui kebijakan penghematan anggaran. Langkah tersebut mengurangi kecemasan investor atas krisis utang Eropa dan sanksi terhadap Iran.

"Pasar minyak bergerak naik terdongkrak isu kebijakan penghematan anggaran Yunani. Pergerakan harga minyak sejalan dengan pasar saham. Jika pasar saham naik, maka harga minyak akan mengikuti," papar Stephen Schork, presiden Schork Group di Pennsylvania.

Sebagai perbandingan, harga kontrak minyak jenis Brent untuk pengantaran Maret naik 0,5% menjadi US$ 117,93 per barel di ICE Futures Europe exchange.

Sebagai tambahan, Menteri Keuangan Uni Eropa dijadwalkan untuk melakukan pertemuan pada 15 Febuari mendatang di Brussels. Pertemuan tersebut untuk menentukan apakah mereka akan menyetujui dana talangan atau tidak.

IHSG Kembali Rawan Koreksi

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup menguat 49 poin setelah ada kabar positif parlemen Yunani yang menyetujui program pengetatan anggaran. Bursa-bursa di Asia juga ikut menanjak atas kabar tersebut.

Pada perdagangan Senin (13/2/2012), IHSG melaju 49,509 poin (1,27%) ke level 3.961,902. Sementara Indeks LQ 45 menguat 10,866 poin (1,60%) ke level 690.215.

Setelah penguatan yang cukup besar pada perdagangan kemarin, posisi IHSG mulai rawan profit taking. Apalagi ada berita tentang downgrade Moody's terhadap Italia, Portugal, Slovakia, Slovenia, Spanyol, dan Malta. Pada perdagangan Selasa (14/2/2012), IHSG diprediksi bergerak fluktuatif cenderung melemah.

Bursa Wall Street tadi malam kembali menguat berkat penguatan saham-saham perbankan. Hal itu terjadi setelah parlemen Yunani menyetujui paket reformasi yang dibutuhkan untuk mendapatkan dana talangan sehingga terhindar dari gagal bayar.

Pada perdagangan Senin (13/2/2012), indeks Dow Jones industrial average ditutup menguat hingga 72,81 poin (0,57%) ke level 12.874,04. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 9,13 poin (0,68%) ke level 1.351,77 dan Nasdaq menguat 27,51 poin (0,95%) ke level 2.931,39.

Bursa-bursa Asia yang kemarin menguat tajam, hari ini mengalami koreksi. Berikut posisi bursa regional pada Selasa pagi ini:
  • Indeks Nikkei-225 melemah 6,59 poin (0,2-%) ke level 8.992,29.
  • Indeks KOSPI melemah 2,10 poin (0,10%) ke level 2.003,25.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

eTrading Securities:
Secara teknikal, pada perdagangan kemarin IHSG berhasil bergerak rebound dengan Candlestick membentuk pola Bullish Harami mengindikasikan sinyal Bullish Reversal. Indikator Stochastic masih bergerak downtrend namun MACD Histogram telah bergerak memendek di area negatif. Pada perdagangan Selasa (14/2), diperkirakan IHSG akan bergerak pada range 3924-4001. Sementara itu, saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. BBRI, MAPI, dan BUMI.

Indosurya:
Pada perdagangan Selasa (14/2) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.888-3.925 dan resistance 3.981-3.995. IHSG membentuk pola candle bullish harami dimana sebelumnya membentuk candle hammer . Posisi candle masih berada di antara lower bollinger band dan middle bollinger bands. MACD mulai tertahan penurunannnya dengan histogram negatif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic terlihat reversal setelah menyentuh area oversold. Sentimen positif memang ada dan bisa membuat IHSG melanjutkan kenaikan namun, adanya rilis berita terbaru dari downgrade Moody's terhadap Italia, Portugal, Slovakia, Slovenia, Spanyol, dan Malta kemungkinan akan menahan penguatan bursa saham Asia yang akhirnya juga dapat menahan kenaikan IHSG.

(qom/qom)

Indeks emerging market ditutup rebound

Indeks emerging market ditutup rebound
NEW YORK. Mayoritas saham di bursa emerging market rebound dari penurunan terbesar dalam dua bulan terakhir. Pada penutupan pasar di New York, indeks MSCI Emerging Market naik 1% menjadi 1.503. Sementara itu, indeks saham-saham China yang tercatat di bursa Hong Kong atau Hang Seng China Enterprises Index naik 0,5%. Sementara, indeks Bovespa Brazil naik 2,6%, indeks Micex Rusia naik 2,3%, dan indeks Turki naik 2,1%.

Salah satu faktor yang mendorong bursa emerging market adalah dukungan parlemen Yunani atas kebijakan penghematan anggaran. Selain itu, ada juga faktor lain yakni pernyataan perdana menteri China Wen Jiabao yang bilang China membutuhkan kebijakan ekonomi yang bisa mendongkrak pertumbuhan.

Seperti yang diketahui, Perdana Menteri Yunani Lucas Papademos memenangkan persetujuan parlemen terkait penghematan anggaran untuk mendapatkan bailout internasional. Meski demikian, pada saat yang bersamaan, kerusuhan di Yunani kian meluas di mana aksi demonstran kian anarkis dan menyebabkan puluhan gedung terbakar.

"Ini merupakan berita baik dari Yunani. Namun, akan menjadi lebih baik lagi jika negara-negara Eropa yang bermasalah bisa diatasi. Sayangnya, kita belum sampai ke sana. Jika ekonomi Eropa melambat, hal ini tentunya akan berdampak besar bagi ekspor China. China akan melakukan sesuatu untuk menstimulasi permintaan," jelas Greg Lesko, analis Deltec Asset Management di New York.

Catatan saja, indeks saham emerging market sudah melonjak 15% di sepanjang tahun ini. Lonjakan tersebut mengalahkan kenaikan indeks saham di negara-negara maju yang hanya naik 8,2%.

Bursa AS ditutup menanjak terdongkrak isu Yunani

Bursa AS ditutup menanjak terdongkrak isu Yunani
NEW YORK. Mayoritas saham yang ditransaksikan pada bursa AS ditutup dengan pergerakan positif. Pada pukul 16.00 waktu New York, indeks Standard & Poor's 500 naik 0,7% menjadi 1.351,77. Sementara, indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,6% menjadi 12.874,04.

Sejumlah saham yang pergerakannya turut mempengaruhi bursa AS antara lain: Bank of America Corp, JPMorgan Chase & Co, dan Caterpillar Inc yang masing-masing mencatatkan kenaikan setidaknya 1,7%.

Sementara itu, Apple Inc naik 1,9% dan diperdagangkan di atas harga US$ 500 untuk kali pertama. Lalu, ada saham Chesapeake Energy Corp yang naik 2,4% dan Advanced Micro Devices Inc naik 3,4%.

Salah satu faktor positif yang mendongkrak bursa AS adalah dukungan parlemen Yunani untuk mendapatkan dana bailout internasional. "Ini merupakan reli yang diakibatkan oleh keinginan investor dalam mengambil risiko (risk-on)," jelas Mike Ryan, chief investment strategist UBS Wealth Management Americas.

Dia menambahkan, ada fakta lain di mana Parlemen Yunani mampu menerima kebijakan penghematan secara luas. "Namun hal itu tak serta merta menyelesaikan masalah Yunani. Kami menilai, Yunani masih akan kesulitan dalam membayar utang ke depannya," jelas Ryan.

Wall Street Menguat Berkat Kesepakatan Yunani

New York - Saham-saham perbankan kembali memimpin penguatan di bursa Wall Street, setelah parlemen Yunani menyetujui paket reformasi yang dibutuhkan untuk mendapatkan dana talangan sehingga terhindar dari gagal bayar.

Keputusan parlemen tersebut mengamankan dana bailout hingga 130 miliar euro dari Uni Eropa dan IMF. Paket penyelamatan yang meliputi pemangkasan gaji, pensiun dan tenaga kerja itu sebelumnya mendapatkan penolakan dan aksi demonstrasi besar.

Para investor sudah bertaruh Yunani akan menyepakati paket penyelamatan itu sejak pekan lalu sehingga indeks S&P 500 berhasil menembus titik tertingginya dalam 7 bulan. Benchmark indeks bahkan diperdagangkan di sekitar level 1.355 yang terlihat seperti titik resisten sehingga bisa memicu pembalikan arah.

"Meskipun kita naik, kita masih belum mencapai puncak yang kita lihat pekan lalu di beberapa indeks. Ini adalah sebuh pertanda antusiasme pada prospek (kesepakatan Yunani) ketimbang pada berita-berita (lain)," jelas Bruce McCain, chief investment strategist Key Private Bank seperti dikutip dari Reuters, Selasa (14/2/2012).

Pada perdagangan Senin (13/2/2012), indeks Dow Jones industrial average ditutup menguat hingga 72,81 poin (0,57%) ke level 12.874,04. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 9,13 poin (0,68%) ke level 1.351,77 dan Nasdaq menguat 27,51 poin (0,95%) ke level 2.931,39.

Indeks S&P 500 telah naik lebih dari 25% dari titik terendah selama Oktober. McCain mengaku ia khawatir reli pasar akhir-akhir ini telah melebihi perbaikan ekonomi.

"Anda harus menghormati fakta bahwa pasar sudah sangat kuat seperti sebelumnya, tapi kita tidak akan membeli hingga sekuat ini," tambahnya.

Saham-saham sektor finansial naik lebih dari 1% dan mencatat kinerja terbaik di S&P 500. Saham Bank of America tercatat naik 2,7% menjadi US$ 8,29 dan sudah naik hampir 50% sepanjang tahun ini.

(qom/qom)

Senin, 13 Februari 2012

Yunani Siap Dapat Dana Talangan, IHSG Melaju 49 Poin

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju 49 poin setelah dapat kabar positif pemeirntah Yunani siap menyetujui program pengetatan anggaran. Bursa-bursa di Asia juga ikut menanjak atas kabar tersebut.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 8.990 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan akhir pekan lalu di Rp 9.030 per dolar AS.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka naik tipis 0,110 poin (0,01%) ke level 3.912,503 akibat belum kuatnya sentimen positif baik dari dalam maupun luar negeri. Sepakatnya Yunani melakukan pengetatan anggaran demi dana talangan tidak mampu memberi semangat ke pasar.

Sempat melemah di awal perdagangan, aksi beli di saham-saham yang sudah murah akhirnya mampu membalikkan arah perdagangan ke zona hijau. Posisi paling rendah yang sempat disinggahi indeks hari ini di 3.906,910.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG menguat 20,322 poin (0,52%) ke level 3.932,715 mengikuti arus bursa Asia. Posisi indeks yang sudah murah dimanfaatkan investor untuk akumulasi saham.

Aksi beli terus belanjut memasuki perdagangan sesi II. Secara perlahan, indeks menanjak dengan pasti sampai ke posisi tertingginya hari ini di level 3.962,617.

Mengakhiri perdagangan awal pekan, Senin (13/2/2012), IHSG melaju 49,509 poin (1,27%) ke level 3.961,902. Sementara Indeks LQ 45 menguat 10,866 poin (1,60%) ke level 690.215.

Saham-saham yang sudah murah langsung diincar investor, terutama yang ada di sektor aneka industri. Sebanyak tujuh sektor industri mampu cetak poin, sementara sektor tambang, agrikultur dan perdagangan masih terkena tekanan jual.

Sentimen pendorong laju bursa saham dalam negeri hingga sore hari ini adalah positifnya bursa-bursa regional. Bursa di Asia mampu melaju cukup kencang setelah pemerintah Yunani sepakat untuk melakukan program pengetatan anggaran.

Program itu dilakukan dalam rangka memenuhi syarat dana talangan dari Uni Eropa dan International Monetary Fund (IMF) senilai 130 miliar euro. Dengan dana talangan itu, Yunani bisa terhindar dari gagal bayar obligasi yang jatuh tempo bulan depan.

Aksi beli di lantai bursa pun banyak dilakukan oleh investor lokal dan asing. Saham-saham unggulan yang sudah murah paling banyak diincar pada perdagangan hari ini.

Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 104.755 kali pada volume 4,251 miliar lembar saham senilai Rp 4,268 triliun. Sebanyak 158 saham naik, sisanya 64 saham turun, dan 94 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia masih mampu mempertahankan laju penguatan dengan adanya sentimen positif tersebut. Sayangnya, bursa saham China terkoreksi tipis di penghujung perdagangan.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia sore hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai turun tipis 0,13 poin (0,01%) ke level 2.351,85.
  • Indeks Hang Seng menguat 103,54 poin (0,50%) ke level 20.887,40.
  • Indeks Nikkei 225 naik 52,01 poin (0,58%) ke level 8.999,18.
  • Indeks Straits Times bertambah 8,79 poin (0,30%) ke level 2.968,79.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Astra Internasional (ASII) naik Rp 2.150 ke Rp 73.350, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 1.000 ke Rp 47.500, Unilever (UNVR) naik Rp 550 ke Rp 19.850, dan Indocement (INTP) naik Rp 400 ke Rp 17.500.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 600 ke Rp 39.850, Astra Agro (AALI) turun Rp 550 ke Rp 22.300, Petrosea (PTRO) turun Rp 450 ke Rp 37.450, dan United Tractor (UNTR) turun Rp 300 ke Rp 28.800.

(ang/qom)

Akhir sesi II, IHSG mendai 1,27%

JAKARTA. Akhir penutupan sesi II, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak mendaki. Pada pukul 16.00, indeks tercatat naik 1,27% menjadi 3.961,902.

Sementara itu, 158 saham ditutup melonjak. Sementara, 64 saham memerah dan 94 saham lainnya diam tak bergerak. Volume transaksi hari ini terbilang ramai yang melibatkan 4,251 miliar saham senilai Rp 4,268 triliun.

Bicara mengenai sektor, sektor industri lain-lain menempati posisi teratas dengan kenaikan 2,8%. Baru kemudian disusul oleh sektor manufaktur dan sektor keuangan dengan kenaikan masing-masing sebesar 1,79%. Sementara itu, masih ada sektor yang masih memerah yakni sektor perdagangan dengan penurunan 0,14%.

Tiga saham yang menduduki posisi top gainers antara lain: PT PT PP (PTPP) yang naik 5,45% menjadi Rp 580, PT Surya Esa Perkasa (ESSA) naik 5,31% menjadi Rp 1.190, dan PT Bisi International (BISI) yang naik 5,26% menjadi Rp 1.000.

Sedangkan saham-saham yang mencatatkan penurunan paling dalam di antaranya yaitu: PT Sejahteraraya Anugrahjaya (SRAJ) yang turun 4,49% menjadi Rp 425, PT First Media Tbk (KBLV) turun 3,77% menjadi Rp 510, dan PT Sorini Agro Asia Corporindo (SOBI) turun 3,53% menjadi Rp 2.050.

Yunani setuju berhemat, bursa Eropa sumringah

Yunani setuju berhemat, bursa Eropa sumringah
LONDON. Pasar saham Eropa rebound, hari ini (13/2), lantaran terbukanya jalan bagi Yunani untuk meraih dana talangan. Sentimen positif mewarnai pasar saham global, termasuk Eropa, setelah anggota parlemen Yunani menyetujui langkah-langkah penghematan guna mengamankan bailout kedua.

Indeks acuan Eropa Stoxx 600 reli 0,8% ke level 263,40 pada pukul 8.07 waktu London. Adapun, indeks Stoxx 50 tercatat menguat 0,87%, lalu indeks FTSE 100 maju 0,79%, dan indeks DAX naik 0,71%.

Akhir pekan kemarin, Perdana Menteri Yunani Lucas Papademos memenangkan persetujuan parlemen untuk menerapkan penghematan anggaran. Sebanyak 199 anggota parlemen memberikan dukungan, sedangkan 74 anggota lainnya menentang rencana penghematan tersebut.

"Seperti yang diharapkan, pemerintah Yunani melakukan apa yang diperlukan untuk mencegah default," kata Chris Weston, trader dari IG Markets, di Melbourne. Pasar menilai, persetujuan parlemen itu membantu Yunani terhindar dari ancaman default utang. Sebagai catatan, Yunani akan diperhadapkan dengan jatuh tempo utang pada 20 Maret mendatang.
Sebelumnya, indeks Eropa Stoxx 600 tergerus 1,3% pada pekan lalu, karena pemerintah koalisi Yunani berjuang memenangkan konsensus soal pemangkasan anggaran.

119 saham sokong IHSG sesi I

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di area positif siang ini. Pada pukul 12.00, indeks tercatat naik 0,52% menjadi 3.932,715.

Sekitar 119 saham menyokong lonjakan indeks pada sesi I. Sedangkan 64 saham mencatatkan penurunan dan 97 saham lainnya diam tak bergerak. Volume transaksi hari ini melibatkan 1,494 miliar saham senilai Rp 1,894 triliun.

Secara sektoral, sektor industri lain-lain merupakan sektor dengan lonjakan terbesar yakni 2,31%. Baru kemudian disusul oleh sektor manufaktur dan sektor industri dasar dengan lonjakan masing-masing sebesar 1,26% dan 0,97%. Sementara, sektor pertambangan merupakan sektor yang tergerus paling dalam yakni 0,25%.

Saham-saham yang bertengger di posisi top gainer pada paruh pertama hari ini adalah: PT Indosiar Karya Media Tbk (IDKM) yang naik 8,62% menjadi Rp 3.150, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) naik 3,89% menjadi Rp 187, dan PT gajah Tunggal Tbk (GJTL) naik 3,7% menjadi Rp 2.800.

Sedangkan di posisi top losers, terdapat saham-saham: PT Vale Indonesia Tbk (INCO) turun 3,42% menjadi Rp 3.525, PT Bakrie Sumatra Plantations (UNSP) turun 3,28% menjadi Rp 295, dan PT Bank Himpunan Saudara Tbk (SDRA) turun 3,03% menjadi Rp 320.

Masuk Area Overbought, IHSG Menguat 20 Poin

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 20 poin mengikuti arus bursa Asia. Posisi indeks yang sudah murah dimanfaatkan investor untuk akumulasi saham.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka naik tipis 0,110 poin (0,01%) ke level 3.912,503 akibat belum kuatnya sentimen positif baik dari dalam maupun luar negeri. Sepakatnya Yunani melakukan pengetatan anggaran demi dana talangan tidak mampu memberi semangat ke pasar.

Sempat melemah di awal perdagangan, aksi beli di saham-saham yang sudah murah akhirnya mampu membalikkan arah perdagangan ke zona hijau. Bahkan, indeks sempat menyentuh posisi tertingginnya di 3.940,384.

Pada penutupan perdagangan sesi I, Senin (13/2/2012), IHSG menguat 20,322 poin (0,52%) ke level 3.932,715. Sementara Indeks LQ 45 naik 4,476 poin (0,66%) ke level 683,825.

Indeks disemangati menguatnya bursa-bursa di regional. Selain itu, posisi indeks yang terus tertekan sepanjang pekan lalu membuatnya masuk posisi jenuh beli.

Saham-saham yang sudah murah langsung diincar investor, terutama yang ada di sektor aneka industri. Sebanyak tujuh sektor industri mampu cetak poin, sementara sektor tambang, agrikultur dan perdagangan masih terkena tekanan jual.

Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 50.576 kali pada volume 1,494 miliar lembar saham senilai Rp 1,894 triliun. Sebanyak 119 saham naik, sisanya 64 saham turun, dan 97 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia akhirnya bergerak kompak di jalur hijau. Sentimen positif sepakatnya pemerintah Yunani untuk melakukan program pengetatan anggaran disambut baik oleh investor.

Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai naik tipis 3,21 poin (0,14%) ke level 2.355,19.
  • Indeks Hang Seng menguat 144,70 poin (0,70%) ke level 20.928,56.
  • Indeks Nikkei 225 bertambah 76,05 poin (0,85%) ke level 9.023,22.
  • Indeks Straits Times naik 9,40 poin (0,32%) ke level 2.969,40.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Astra Internasional (ASII) naik Rp 1.800 ke Rp 73.000, Unilever (UNVR) naik Rp 300 ke Rp 19.600, Indosiar (IDKM) naik Rp 250 ke Rp 3.150, dan Resources Asia (PSAB) naik Rp 150 ke Rp 3.700.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 800 ke Rp 39.650, Petrosea (PTRO) turun Rp 400 ke Rp 37.500, Hexindo (HEXA) turun Rp 300 ke Rp 9.850, dan Inco (INCO) turun Rp 125 ke Rp 3.525.

(ang/qom)

Wah, harga emas kembali menanjak

Wah, harga emas kembali menanjak
SINGAPURA. Harga kontrak emas dunia menanjak pada transaksi pagi ini. Harga emas di pasar spot, misalnya, naik 0,7% menjadi US$ 1.734,57 per troy ounce. Pada pukul 12.00 waktu Singapura, harga emas di pasar spot ditransaksikan pada posisi US$ 1.728,30 per troy ounce. Sementara, harga kontrak emas untuk pengantaran April naik 0,3% menjadi US$ 1.730,20 per troy ounce di Comex, New York.

Harga emas naik terpicu sentimen Yunani. Seperti yang diketahui, Perdana Menteri Yunani Lucas Papademos memenangkan persetujuan parlemen untuk melakukan penghematan anggaran negara. Dengan demikian, Yunani bisa mendapatkan dana talangan kedua dari internasional untuk membayar utang obligasinya yang jatuh tempo 20 Maret mendatang. Hal tersebut yang menyebabkan posisi euro menguat dan dolar AS melemah.

"Yunani sudah menyetujui kebijakan penghematan. Saat ini, investor kembali mengalirkan dananya ke kawasan euro," jelas David Lennox, analis Fat Prophets di Sydney.

Catatan saja, pada 10 Febuari lalu, harga emas di pasar spot turun 0,4% menjadi US$ 1.722 per troy ounce. Penurunan terjadi setelah Menteri Keuangan Eropa menunda penggelontoran dana bailout bagi Yunani. Hal itu memangkas prospes pertumbuhan ekonomi global dan permintaan komoditas dunia.

Analis: IHSG bakal bergerak flat

JAKARTA.Berupaya bangkit dari koreksinya, itulah prediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan hari ini, Senin (13/2). Hal itu disampaikan oleh Reza Priyambada, Managing Research Indosurya Asset Management.
Reza memperkirakan, akan ada konsolidasi IHSG melihat hasil perkembangan pergerakan bursa saham Asia dan respon terhadap Wall Street yang ditutup terkoreksi pada akhir pekan lalu. "Ditambah di akhir pekan, ada berita Standard & Poor ‘s memangkas peringkat 34 bank di Italia," kata Reza.
Reza melihat, capital outflow terjadi di bursa pasar saham Indonesia. Hal ini, ia tengarai terjadi karena ada persepsi dari investor asing mengenai penurunan BI Rate yang bisa berpengaruh pada kinerja emiten perbankan.
"Penurunan BI Rate otomatis akan mengoreksi yield SPN, wadah perbankan menaruh likuiditasnya," urai Reza. Selain itu indikator capital outflow, pengaruh lainnya ada pada pendapat Moody's Indonesia, bahwa saham di Indonesia sudah terlalu mahal.
Pada perdagangan Senin (13/2), Reza memperkirakan IHSG berada pada support 3.846-3.879 dan resistance 3.962-4.012. Secara teknikal, IHSG menyentuh area oversold, namun berpotensi membentuk candle negatif dimana sebelumnya membentuk candle hammer.
"Posisi candle sempat menyentuh lower bolinger meskipun pada kepala candle berada di sekitar middle bollinger bands. MACD bergerak melandai dengan histogram negatif yang memanjang," tutur Reza.Selain itu RSI, William's %R, dan Stochastic sudah menyentuh area oversold . Awan negatif memang belum sepenuhnya sirna.
Hari ini, Reza merekomendasikan investor mebeli saham PT Indocement Tunggal Prakarsa (INTP), kemudian saham PT Indomobil Sukses International Tbk (IMAS) dan PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI). "Ketiga saham ini masuh area oversold juga," ringkas Reza.

Euro perkasa setelah voting penghematan Yunani

Euro perkasa setelah voting penghematan Yunani
SYDNEY. Pagi ini, pergerakan euro menguat. Pada pukul 07.58 waktu Tokyo, euro menguat 0,3% menjadi US$ 1,3239 dari posisi pekan lalu di New York. Mata uang bersama 17 negara ini juga menguat 0,4% menjadi 102,81 yen. Sedangkan nilai tukar dollar AS berada di posisi 77,66 yen dari 77,61 yen pada akhir pekan lalu.

Penguatan euro terdongkrak sentimen dari Yunani. Seperti yang diberitakan sebelumnya, Perdana Menteri Yunani Lucas Papademos memenangkan dukungan dari parlemen terkait kebijakan penghematan negara. Kebijakan ini penting untuk menentukan apakah Yunani akan mendapatkan kucuran bantuan bailout internasional atau tidak. Dalam voting tersebut, 151 anggota parlemen memberikan dukungannya kepada Papademos.

"Setelah hasil voting keluar, euro menguat sekitar 40 poin. Ini merupakan alasan utama penguatan euro pagi ini. Pasar sudah bereaksi mengenai hasil voting dan saat ini menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya," jelas Joseph Capurso, currency strategist Commonwealth Bank of Australia di Sydney.

Penghematan Yunani dongkrak harga minyak

Penghematan Yunani dongkrak harga minyak
MELBOURNE. Harga kontrak minyak naik dari level terendah dalam tiga hari terakhir. Pagi tadi, harga kontrak minyak untuk pengantaran Maret naik 86 sen atau US$ 99,53 per barel di New York Mercantile Exchange. Pada pukul 10.26 waktu Sydney, kontrak yang sama berada di posisi US$ 99,34 per barel.

Pada 10 Febuari lalu, harga minyak turun US$ 1,17 menjadi US$ 98,67 per barel. Ini merupakan level terendah sejak 7 Febuari lalu. Jika dihitung, harga minyak sudah naik 17% dalam setahun terakhir.

Kenaikan harga minyak pagi ini terjadi setelah Perdana Menteri Yunani Lucas Papademos memenangkan persetujuan parlemen untuk kebijakan penghematan. Kebijakan ini menentukan apakah Yunani akan menerima bailout internasional. Hak ini tentunya akan mengurangi risiko default utang Yunani.

Sementara itu, harga kontrak minyak jenis Brent untuk pengantaran Maret naik 57 sen atau 0,5 sen menjadi US$ 117,88 per barel di ICE Futures Europe excahnge.

Ini dia saham rekomendasi analis pagi ini

JAKARTA. Pergerakan saham-saham berikut bisa dicermati karena merupakan rekomendasi analis:

1. Alam Sutera Realty (ASRI)
ASRI telah menambah cadangan lahan baru 200 hektare (ha) di Serpong. Jadi, total landbank ASRI mencapai 475 ha. Demi memperluas landbank, emiten ini juga menggelar rights issue senilai Rp 786 miliar saham. Selain itu, ASRI berniat menerbitkan obligasi senilai Rp 800 miliar pada kuartal pertama tahun ini.
Rekomendasi: Beli
Target harga: Rp 610
Analis: Lidya Suwandi, OSK Nusadana Securities

2. Bumi Serpong Damai (BSDE)
BSDE masih mengerjakan proyek BSD City tahap II seluas 2.000 hektare yang diproyeksikan selesai pada 2020. Di segmen perumahan, BSDE tahun ini berniat meluncurkan 10 cluster di BSD City dan 10 cluster di luar BSD City. Emiten ini akan mengembangkan 150 unit perumahan baru dengan konsep hunian tropis di lahan seluas 50 ha.
Rekomendasi: Beli
Target harga: Rp 1.210
Analis: Winny Rahardja, Valbury Asia Securities

3. Ciputra Development (CTRA)
CTRA mengincar marketing sales 2012 senilai Rp 5 triliun. Emiten ini tengah menggarap lima proyek residensial baru di Semarang, Yogyakarta, Pangkal Pinang, Medan, dan Palu. Nilai total investasinya Rp 5 triliun. Di tahun pertama, CTRA membidik hingga Rp 100 miliar dari setiap proyek.
Rekomendasi: Beli
Target harga: Rp 675
Analis: Albert Saputro, Deutsche Bank AG

4. Sentul City (BKSL)
Persediaan lahan BKSL di akhir Oktober 2011 tercatat 9.100 hektare. Lahan yang berlokasi di kawasan Sentul ini cukup strategis. BKSL tentu untung ketika harga properti naik seiring kenaikan harga tanah. Di Oktober lalu, harga rata-rata tanah di Sentul City senilai Rp 2,4 juta per meter persegi (m2) dan Rp 1,5 juta per m2 di Sentul Nirwana.
Rekomendasi: Beli
Target harga: Rp 400
Analis: Octavius Oky Prakarsa, Mandiri Sekuritas

5. PT Intiland Development Tbk (DILD)
Komersial Properti atau Industrial Properti kian diminati oleh para Perusahaan Pengembang, seperti SSIA, ASRI, BSDE dan juga yang dilakukan oleh DILD. Tingginya permintaan akan lahan tersebut memang banyak didorong oleh faktor ekonomi nasional yang saat ini sedang bertumbuh reltif pesat dan disorot oleh para investor asing. DILD diperkirakan akan memperoleh tambahan pendapatan sebesar Rp 160 miliar dengan harga rata-rata tanah di wilayah tersebut sekitar Rp 400.000 per m2 (meter persegi) dan dimana setengahnya diharapkan selesai pada kuartal I/2012. Hal tersebut akan memberikan nilai tambah juga bagi saham Perusahaan yang saat ini diperdagangkan di harga Rp 265 dengan P/E yaitu 17x (per September 2011).
Rekomendasi: Buy
Target harga:Rp 500
Analis: Betrand Reynaldi, eTrading Securities

Jumat, 10 Februari 2012

Koreksi Saham-saham Blue Chip Paksa IHSG Anjlok 66 Poin

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 66 poin akibat tekanan jual di saham-saham unggulan, terutama saham bank blue chip. Saking dalamnya jatuh, indeks sempat kembali ke level 3.800.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat tipis di posisi Rp 8.980 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di Rp 8.985 per dolar AS.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG berkurang tipis 6,886 poin (0,17%) ke level 3.972,102 tetap lesu meski diberi kabar positif dari bursa global. Indeks lebih mengekor pergerakan bursa Asia yang melemah.

Aksi jual terus terjadi di lantai bursa. Pasalnya, Yunani masih berpotenis gagal bayar akibat dana talangan belum bisa dibagikan karena memerlukan syarat khusus.

Membuka perdagangan akhir pekan, IHSG berkurang tipis 6,886 poin (0,17%) ke level 3.972,102. Koreksi IHSG justru semakin dalam dengan saham-saham unggulan terkena aksi jual yang cukup besar.

Maraknya tekanan jual semapat membuat indeks tinggalkan level 3.900, tepatnya hingga di posisi terendahnya di 3.895,612. Saham-saham unggulan paling banyak terkena tekanan jual.

Menutup perdagangan akhir pekan, Jumat (10/2/2012), IHSG anjlok 66,595 poin (1,67%) ke level 3.912,393. Sementara Indeks LQ 45 jatuh 15,122 poin (2,18%) ke level 679,349.

Turunnya tingkat suku bunga acuan tidak mempengaruhi IHSG. Sentimen negatif juga datang dari Eropa yang sepakat memberik Yunani dana talangan tapi dengan tiga syarat yang cukup sulit.

Hal ini membuat para pelaku pasar berlomba-lomba keluar sejenak dari lantai bursa untuk mengamankan portofolionya. Seluruh sektor industri pun memerah, dipimpin oleh saham-saham bank blue chip yang terkoreksi sangat tinggi.

Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 133.626 kali pada volume 3.85 miliar lembar saham senilai Rp 5,584 triliun. Sebanyak 105 saham naik, sisanya 114 saham turun, dan 92 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia juga kebanyakan terjebak di teritori negatif atas sentimen negatif dari Eropa tersebut. Hanya bursa saham China yang mampu menguat.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia sore ini:
  • Indeks Komposit Shanghai naik tipis 2,39 poin (0,10%) ke level 2.351,98.
  • Indeks Hang Seng anjlok 226,15 poin (1,08%) ke level 20.783,86.
  • Indeks Nikkei 225 melemah 55,07 poin (0,61%) ke level 8.947,17.
  • Indeks Straits Times turun 19,14 poin (0,64%) ke level 2.962,03.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Multi Bintang (MLBI) naik Rp 10.000 ke Rp 420.000, Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 2.000 ke Rp 139.000, Multibreeder (MBAI) naik Rp 400 ke Rp 13.400, dan Tembaga Mulia (TBMS) naik Rp 300 ke Rp 6.400.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 1.750 ke Rp 71.200, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.700 ke Rp 55.000, Unilever (UNVR) turun Rp 650 ke Rp 19.300, dan Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 650 ke Rp 40.450.

(ang/qom)

Seiring Bursa Asia, IHSG Turun 1,68%

INILAH.COM, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir melemah 1,68% pada penutupan perdagangan sesi I Jumat (10/2/2012).

IHSG melemah ke level 3.912,15 atau turun 66,84 poin (1,68%) dan Indeks LQ45 turun 2,13% ke 679,65. Sektor keuangan memimpin pelemahan dengan turun 2,56%, diikuti sektor aneka industri yang turun 2,16% dan sektor konsumer yang turun 2,05%.

Sebanyak 40 saham naik, 79 saham stagnan, dan 203 saham turun. Nilai transaksi yang tercatat hingga sesi I ini mencapai Rp2,38 triliun, dengan volume perdagangan 1,63 miliar lembar saham. Investor asing masih melanjutkan aksi jual dengan net foreign sell Rp187,76 miliar.

Saham-saham yang mengalami penguatan (top gainers) antara lain, saham Petrosea (PTRO) naik Rp350 ke Rp38.150, saham Semen Gresik (SMGR) naik Rp50 ke Rp11.450, saham HM Sampoerna (HMSP) naik Rp100 ke Rp46.700.

Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan (top losers) diantaranya, saham Bumi Resources (BUMI) turun Rp125 ke Rp2.350, saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp350 ke Rp6.600, saham International Nickel Indonesia (INCO) turun Rp150 ke Rp3.650, saham Astra International (ASII) turun Rp1.800 ke Rp71.150, saham Bank Danamon (BDMN) turun Rp150 ke Rp4.500, saham Bank Central Asia (BBCA) turun Rp250 ke Rp7.650, saham Indocement Tunggal Perkasa (INTP) turun Rp350 ke Rp17.100.

Bursa Asia hingga siang ini melemah. Indeks Nikkei turun 0,2% ke 8.984,46, Indeks Topix turun 0,36% ke 781,63, dan Indeks Hang Seng turun 0,58% ke 20.888,7.

Saham Perbankan Jungkalkan IHSG

Jakarta - Koreksi atas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum juga berhenti. IHSG bahkan terkoreksi paling dalam jika dibandingkan bursa-bursa regional yang sebagian justru menguat.

Pada perdagangan preopening, IHSG turun tipis 6,891 poin (0,17%) ke level 3.972,097. Sementara Indeks LQ 45 melemah tipis 1,754 poin (0,25%) ke level 692,717. Membuka perdagangan akhir pekan, IHSG berkurang tipis 6,886 poin (0,17%) ke level 3.972,102. Indeks LQ 45 turun tipis 1,673 poin (0,24%) ke level 692,798.

Koreksi IHSG justru semakin dalam dengan saham-saham unggulan terkena aksi jual yang cukup besar. Posisi IHSG terendah berada di 3.906,027. Koreksi besar atas saham-saham perbankan setelah penurunan BI Rate 25 basis poin terus menggerus IHSG hingga semakin jauh dari level 4.000.

Menutup sesi I, perdagangan Jumat (10/2/2012), IHSG melemah 66,838 poin (1,68%) ke level 3.912,150. Indeks LQ 45 juga melemah 14,823 poin (2,13%) ke level 679,648.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 79.391 kali pada volume 2.281 juta lembar saham senilai Rp 3,786 triliun. Sebanyak 36 saham naik, 188 saham turun, dan 73 saham stagnan.

Saham-saham yang naik harganya antara lain Semen Gresik (SMGR) naik Rp 50 menjadi Rp 11.450, PGN (PGAS) naik Rp 25 menjadi Rp 3.475, Delta Dunia (DOID) naik Rp 10 menjadi Rp 640.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya antara lain Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 100 menjadi Rp 6.200, BRI (BBRI) turun Rp 350 menjadi Rp 6.600, Astra International (ASII) turun Rp 1.800 menjadi Rp 71.150, BCA (BBCA) turun Rp 250 menjadi Rp 7.650, Gema Grahasarana (GEMA) turun Rp 45 menjadi Rp 325, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 125 menjadi Rp 2.350.

Bura-bursa regional cukup variatif, namun sebagian besar melemah karena investor merasa tidak puas dengan perkembangan di Yunani meski sudah ada kesepakatan untuk reformasi. Berikut posisi bursa regional Jumat siang ini:
  • Indeks Komposit Shanghai menguat tipis 8,39 poin (0,36%) ke level 2.357,98.
  • Indeks Hang Seng melemah 121,33 poin (0,58%) ke level 20.888,68.
  • Indeks Nikkei-225 melemah 31,55 poin (0,35%) ke level 8.970,06.
  • Indeks Straits Times melemah 6,63 poin (0,22%) ke level 2.974,70.
  • Indeks KOSPI melemah 19,88 poin (0,99%) ke level 1.994,74.
(qom/dnl)

Sentimen global sebabkan indeks sesi I lunglai

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan aksi jual di sepanjang sesi I. Sentimen negatif global dan regional menyebabkan indeks ditutup turun 1,68% menjadi 3.912,150 pada paruh pertama hari ini.

Terdapat 188 saham yang memerah. Sementara, jumlah saham yang naik hanya 36 saham dan 73 saham lainnya diam tak bergerak. Volume transaksi hari ini melibatkan 2,281 miliar saham senilai Rp 3,786 triliun.

Secara sektoral, tak ada satu pun sektor yang berhasil naik. Tiga sektor dengan penurunan terbesar adalah sektor keuangan yang turun 2,56%, sektor industri lain-lain yang turun 2,16%, dan sektor consumer goods yang turun 2,05%.

Sejumlah saham yang menghuni posisi top losers di antaranya: PT Bumi Resources Tbk (BUMI) turun 5,05% menjadi Rp 2.350, PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun 5,04% menjadi Rp 6.600, dan PT Modern Internasional Tbk (MDRN) turun 4,72% menjadi Rp 3.025.

Sedangkan saham-saham yang mampu bertahan di posisi top gainers antara lain: PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) yang naik 6,06% menjadi Rp 1.050, PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) naik 3,51% menjadi Rp 1.180, dan PT Minna Padi Investama Tbk (PADI) naik 3m39% menjadi Rp 610.

Menanti Profit Taking Berakhir

INILAH.COM, Jakarta – Hingga penutupan, laju IHSG diprediksi mixed dalam support 3.950dan resistance 3.990. Pelaku pasar disarankan menanti tekanan jual berakhir untuk transaksi.

Pada sesi pertama perdagangan Jumat (10/2), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 66,84 poin (1,68%) ke level 3.912,15. Begitu juga indeks saham unggulan LQ45 yang turun 14,82 poin (2,13%) ke angka 679,648.

Laju indeks siang ini cukup ramai, didukung oleh volume transaksi yang tercatat mencapai 1,6 miliar lembar saham di pasar reguler dan total mencapai 2,2 miliar. Sementara itu, nilai transaksi mencapai Rp2,3 triliun di pasar regular dari total Rp3,38 triliun dan frekuensi 79.391 kali. Sebanyak 40 saham menguat, sedangkan 203 saham melemah dan 79 saham stagnan.

Pelemahan indeks, juga diwarnai aksi jual dari investor asing yang mencatatkan transaksi nilai jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp187,7 miliar. Rinciannya, transaksi beli mencapai Rp1,6 triliun sedangkan transaksi jual sebesar Rp1,8 triliun.

Semua sektor saham kompak mendukung pelemahan IHSG. Saham sektor keuangan memimpin penurunan 2,56%, disusul aneka industri 2,16%, konsumsi 2,05%, pertambangan 1,84%, manufaktur 1,75%, properti 1,08%, perdagangan 0,88%, infrastruktur 0,85%, industri dasar 0,75%, dan perkebunan 0,66%.

Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomo mengatakan, kemarin, semua sinyalnya masih mixed(variatif). PT Gudang Garam (GGRM)dan PT Charoen Pokphand Indonesia (CPIN)terlihat mau naik.

Hanya saja, tekanan jual saham PT Astra Internasional (ASII)masih belum berhenti. “Begitu juga dengan PT Bank Mandiri (BMRI)dan PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI)yang terlihat memberikan signal bearish. Sepertinya terkait penurunan BI Rate deh,” katanya di Jakarta, Jumat (10/2).

Pagi tadi,lanjutnya, bursa regionalbergerak flat turun karena arah Dow Jones Industrial Index (DJI)masihtidak jelas. “Sentimen dari tercapainya kesepakatan antara Yunani dengan kreditornya, tidak membuat bursa regional menyambut dengan gembira (naik dengan signifikan) malah hanya lemes begini,” ujarnya.

Pada sesi pertama, penjual ASII terlihat masih bersemangat, BBRI memang turun, tapi BMRI naik tipis. “GGRM malah berada dibawah suport, suport testing lagi deh. Kenaikan yang saya harapkan pada saham-saham yang ‘konsumsi dalam negeri’, ternyata tidak berlangsung,” tuturnya.

GGRM malah turundan CPIN kurang bertenaga. “Ya sudah, berarti kita memang hanya bisa menunggu ‘hujan’ tekanan jual’ berhenti, sambil melihat perkembangan dari bursa regional.IHSG sendiri hari ini diperkirakan akan bergerak mixed di kisaran support 3.950dan resistance 3.990. Hanya penutupan dibawah 3.950 yang memberikan signal bearish,” imbuhnya.

Khawatir Prospek Utang Yunani, Bursa Asia Melemah

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Bursa saham Asia dibuka melemah pada perdagangan Jumat (10/2), seiring sikap investor yang berhati-hati atas prospek restrukrisasi utang Yunani.

Pemimpin politik Yunani telah sepakat untuk melakukan langkah-langkah penghematan anggaran dan reformasi keuangan, terkait dana talangan tahap II yang akan dikucurkan.

Berdasar data yang dikutip dari CNBC.com hari ini, Indeks Nikkei Jepang turun ke bawah 9.000 setelah para pemimpin politik Yunani sepakat menerapkan kontrak tertentu terkait pengucuran dana talangan tahap II. Di sisi lain, investor tetap waspada akan kondisi utang Athena. Indeks Nikkei berakhir ke 8.984,84 atau turun 17,4 poin (0,19%) dan Indeks Topix turun 0,4% menjadi 781,78.

Indeks saham Seoul turun 0,8%, tertekan pelemahabn saham bank. Saham Shinhan Financial turun 1,6, sementara saham Hana Financial turun 1,5%. Indeks KOSPI
turun menjadi 1.996,17 atau turun 18,45 poin (0,92%).

Indeks saham Australia turun 0,4%, terjebak diantara tuntasnya kesepakatan yang dilakukan pemerintah Yunani dengan kerugian Rio Tinto. Indeks ASX 200 turun 0,4% ke 4.267,5. Indeks NZSX 50 naik ke 3.350,89 atau naik 24,16 poin (0,73%).

Indeks Hang Seng melemah ke 20.956,98 atau turun 53,03 poin (0,25%). Indeks China Enterprises melemah ke 11.561,58 atau turun 107,57 poin (0,92%). Indeks Hong Kong Stock Exchange turun 1,1%. Indeks Shanghai Composite menguat ke
2.359,07 atau naik 9,48 poin (0,4%).

Di Asia Tenggara, Indeks Singapura Straits Times menguat ke 2.990,5 atau naik 9,33 poin (0,31%) dan Indeks KTI Malaysia melemah menjadi 1.563,71 atau turun 1,61 poin (0,1%).

Citigroup: Bursa emerging market akan terus reli

Citigroup: Bursa emerging market akan terus reli
SINGAPURA. Dalam hasil riset yang dirilis hari ini, Citigroup Inc memprediksi, reli pada pasar saham emerging market akan terus berlangsung akibat melimpahnya likuiditas dan valuasi saham yang menarik.

"Kami akan menjadi pembeli dari setiap penurunan yang ada," jelas Geoffrey Dennis, global emerging-market equity strategist Citigroup. Dia lantas meramal, indeks MSCI Emerging Market akan mendaki ke posisi 1.225 pada tahun ini, atau sekitar 15% lebih tinggi dari level penutupan kemarin (9/2).

Sekadar informasi, saham-saham emerging market berhasil membukukan kenaikan Januari terbaik sejak 2001 lalu setelah negara-negara Eropa menyetujui untuk menghemat anggaran belanjanya. Selain itu, sentimen lain yang juga mempengaruhi bursa emerging market adalah pemangkasan suku bunga acuan, mulai dari Brazil hingga Filipina, yang ditujukan untuk mendongkrak pertumbuhan.

Catatan saja, pada pukul 11.32 waktu Singapura, indeks MSCI Emerging Market turun 0,3% menjadi 1.057,64.

Bursa Jepang bergerak naik turun tersandung Yunani

Bursa Jepang bergerak naik turun tersandung Yunani
TOKYO. Bursa Jepang bergerak mengambang antara zona hijau dan merah. Pada pukul 09.22 waktu Tokyo, indeks Nikkei 225 Stock Average turun 0,1% menjadi 8.994,06. Dengan demikian, sepanjang pekan ini, kenaikan indeks Nikkei sudah mencapai 1,7%. Sedangkan indeks Topix naik 0,1% menjadi 783,37.

Sejumlah saham yang pergerakannya mempengaruhi bursa Jepang antara lain: Canon In yang naik 0,6%, Komatsu Ltd turun 0,7%, dan Nippon Yusen KK melonjak 3%.

Salah satu sentimen yang menyebabkan bursa Jepang bergerak liar adalah penundaan penggelontoran bailout terhadap Yunani hingga negara tersebut menunjukkan keseriusannya dalam melakukan sejumlah kebijakan penghematan.

"Yunani memang sudah mencapai sejumlah kesepakatan. Namun, ada beberapa negosiasi yang dibutuhkan untuk meyakinkan pemerintah Eropa. Kemarin merupakan langkah yang positif, namun masih sangat kecil. Jalan masih panjang," jelas Stephen Halmarick, head of investment markets research Colonial First State Global Asset management.

Empat Saham Layak Trading

INILAH.COM, Jakarta – Laju IHSG Jumat (10/2) diprediksi variatif-melemah. Pasar merespon hasil negosiasi utang Yunani, meeting BoE, ECB dan menteri keuangan Uni Eropa. 4 saham layak trading.

Pada perdagangan Kamis (9/2), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup melemah 9,71 poin (0,24%) ke level 3.978,988 dengan intraday tertinggi 3.988,59 dan terendah 3.953,817. Begitu juga indeks saham unggulan LQ45 yang turun 2,47poin (0,35%) ke angka 694,471.

Analis Sinarmas Securities, Jansen Kustianto memperkirakan, indeks saham domestik akan variatif cenderung melemah. “Secara teknikal indeks diperkirakan akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah dalam kisaransupport 3.930dan resistance 4.005,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (9/2) petang.

Menurutnya, pergerakan market hari ini salah satunya di-trigger oleh antisipasi pasar terhadap perkembangan dari hasil negosiasi Yunani seputar penerimaan dana talangan (bail out). Selain itu, hasil pertemuan menteri keuangan Uni Eropasemalam juga jadi perhatian pasar.

Pada saat yang sama, pasar juga mencermati kebijakan moneter dari hasil rapat European Central Bank (ECB)dan Bank of England (BoE) semalam. “Semua itu, dapat memberikan sentimen terhadap indeks,” imbuhnya.

Di atas semua itu, Jansen merekomendasikan positif empat saham dari empat sektor berbeda—pertambangan batu bara, industri dasar; infrastruktur jalan tol dan telekomunikasi.

Saham-saham pilihannya adalah PT Bukit Asam (PTBA), PT Charoen Pokphand Indonesia (CPIN), PT Jasa Marga (JSMR),dan PT Indosat (ISAT). “Saham-saham itu yang dapat diperhatikan untuk day trading,” imbuhnya.

Analis: Yunani bisa menjadi katalis kenaikan IHSG

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi memiliki cukup katalis untuk bangkit. Managing research Indosurya Asset Management, Reza Priyambada, pada Jumat pagi (10/2), mencermati, bullishnya bursa Wall Street dan bursa Eropa, tentunya akan memberikan confidence (kepercayaan) investor untuk melakukan aksi beli.

Reza juga berharap kesepakatan pimpinan Yunani untuk menyetujui kebijkan yang diajukan sebagai persyaratan untuk mendapatkan dana talangan Internasional, dapat direspon positif untuk pasar saham domestik.

"Walaupun tentu investor juga masih melihat respon dan arah gerakan bursa saham Asia lainnya, seperti Hang Seng, Nikkei, dan Shanghai," jelas Reza.

Oleh karena itu, hari ini, Jumat (10/20, Reza memprediksikan IHSG memiliki peluang dibuka di zona hijau, dengan resistance di 3.994-4.007 dan adapun support IHSG ada di posisi 3.939-3.959.

Menurut Reza, pada penutupan IHSG kemarin (9/2), ada kecenderungan bursa bergerak sudah mulai terangkat sehingga walaupun masih ditutup di zona merah, namun koreksinya cenderung menipis.

Reza bilang, pemangkasan BI Rate ke 5,75%, level terendahnya sepanjang masa, masih belum signifikan berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Meski ada kecenderungan, di tengah ketidakpastian pasar saham, investor asing banyak mengalihkan dananya ke Surat Utang Negara (SUN) terutama untuk SUN bertenor pendek, dalam rangka wait and see.

"Kondisi ini terlihat dari yield SUN tenor pendek yang turun cukup signifikan, pada penutupan Kamis (9/2) dan menjadi hal yang positif bagi pasar modal Indonesia karena dana investor asing tidak keluar dari pasar Indonesia tapi hanya berpindah instrumen," tanggap Reza.

Rekomendasi saham yang diajukan oleh Reza, antara lain saham PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL), PT Astra International Tbk (ASII), PT Semen Gresik (Persero)Tbk (SMGR) dan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF). "Saham GJTL dan ASII telah berada di lower bollinger bands yang menandakan ada peluang kenaikan," pungkas Reza.

IHSG Masih dalam Trend Kelesuan

Jakarta - Laju pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin akhirnya bisa tertahan dengan turunnya tingkat suku bunga acuan alias BI Rate. Setelah sempat jatuh lebih dari 30 poin, IHSG ditutup hanya turun 9 poin.

Pada perdagangan, Kamis (9/2/2012), IHSG turun tipis 9,711 poin (0,24%) ke level 3.978,988. Sementara Indeks LQ 45 melemah tipis 2,474 poin (0,35%) ke level 694,471.

Pergerakan IHSG yang serba fluktuatif cenderung lesu diprediksi akan kembali terulang. Investor masih akan terus mencermati perkembangan bursa regional, meski Yunani sudah menyepakati reformasi untuk mendapatkan dana talangan. Pada perdagangan Jumat (10/2/2012), IHSG diprediksi kembali bergerak fluktuatif cenderung melemah.

Bursa Wall Street tadi malam ditutup hanya menguat tipis setelah Yunani mencapai kesepakatan untuk mengamankan dana bailout. Investor masih berhati-hati setelah kenaikan cukup besar dalam beberapa pekan terakhir. Saham-saham sektor teknologi menguat tajam dipimpin saham Apple Inc.

Pada perdagangan Kamis (9/2/2012), indeks Dow Jones industrial average ditutup menguat tipis 6,51 poin (0,05%) ke level 12.890,46. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 1,99 poin (0,15%) ke level 1.351,95 dan Nasdaq menguat 11,37 poin (0,39%) ke level 2.927,23.

Bursa-bursa regional bergerak melemah tipis. Berikut posisi bursa regional Jumat pagi ini:
  • Indeks Nikkei-225 melemah 12,12 poin (0,13%) ke level 8.990,12.
  • Indeks KOSPI melemah 10,76 poin (0,53%) ke level 2.003,86.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Indosurya:
Pada perdagangan Jumat (10/2) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.939-3.959 dan resistance 3.993-4.008. IHSG akan membentuk pola candle hammer setelah gagal melanjutkan penguatan dari sebelumnya. Posisi candle masih berada di sekitar middle bollinger bands. MACD bergerak melandai dengan histogram negatif yang mendatar. RSI, William's %R, dan Stochastic sedikit mengalami penurunan menjauhi area overbought. Sentimen positif yang menyelimuti bursa saham AS dan Eropa semalam diharapkan bisa memberikan angin segar bagi IHSG sehingga bisa terangkat ke teritori positif hari ini.

eTrading Securities:
Secara teknikal, pada perdagangan kemarin IHSG terkoreksi namun kembali berhasil tertahan oleh garis Support Trendlinenya. Indikator Stochastic berpotensi membentuk golden cross namun RSI masih bergerak downtrend. Pada perdagangan Jumat (10/2), diperkirakan IHSG akan bergerak pada range 3929-4028. Sementara itu, saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. GGRM, ISAT, dan JSMR.

(qom/qom)

Bailout Yunani Gol, Wall Street ke Zona Positif

Dana Pensiun Yunani Picu Market Lunglai
INILAH.COM, New York - Bursa saham Amerika Serikat (Wall Street) ditutup menguat pada perdagangan saham Kamis (9/2).

Hal itu didorong setelah Yunani mencapai kesepakatan untuk mengamankan bailout, tetapi investor cenderung berhati-hati setelah terjadi penguatan beberapa minggu ini. Indeks Dow Jones naik 6,51 poin atau 0,05% ke level 12.890,46. Indeks S&P 500 naik 1,99 poin atau 0,15% ke level 1.351,95. Indeks Nasdaq naik 11,37 poin atau 0,39% ke level 2.927,23.

Skeptimisme Yunani untuk menindaklanjuti langkah-langkah penghematan yang dijanjikan membuat investor ragu-ragu untuk meningkatkan pembelian saham. Investor enggan membeli saham secara agresif tanpa katalis signifikan.

Para pemimpin Yunani setuju pada reformasi dan langkah-langkah penghematan yang diperlukan dalam pertukaran terhadap bailout baru untuk menghindari default. "Ada beberapa negoisasi dan bantuan yang diutarakan sejauh ini, tetapi negoisasi bisa saja bermakna salah. Pada saat yang sama masih ada beberapa kekhawatiran bahwa kesepakatan ini tidak cukup," ujar Chief Market Strategist ConvergEx Nicholas Colas seperti dikutip dari yahoofinance.

Pejabat zona Euro mengatakan, paket lengkap harus disepakati dengan Yunani dan disetujui oleh Uni Eropa, IMF, dan bank sentral Eropa pada 15 Februari 2012. Hal ini dilakukan agar itu diselesaikan tepat pada waktunya untuk menghindari gagal bayar yang dapat mengganggu stabilitas sistem keuangan global. Sentimen positif ke bursa saham adalah laporan yang menunjukkan klaim pengangguran turun pekan lalu. Hal ini menggarisbawahi ada perbaikan dalam pasar tenaga kerja.

Sementara itu, indeks saham Nasdaq naik didorong dari kenaikan saham Apple yang mencatatkan rekor. Saham Apple naik 3,5% menjadi US$493,17. Indeks S&P sektor teknologi naik 1%. Di sisi lain, saham Cisco Systems Inc turun 2,1% menjadi US$20 setelah prediksi perseroan tidak membuat investor tertarik. Saham PepsiCo Inc turun 3,7% menjadi US$64,27 setelah perseroan melaporkan perkiraaan pendapatan yang lebih rendah pada 2012. Selain itu, perseroan akan memangkas ribuan pekerja. Saham Groupon Inc turun 14% menjadi US$21,17. Perseroan mencatatkan kerugian tak terduga dalam laporan kuartal pertama. Saham Diamond Foods Inc turun 37% menjadi US$23,13. Saham Expdedia Inc turun 6,3% menjadi US$32 setelah melaporkan laba kuartal yang lebih rendah. Saham True Religion Apparel Inc turun 22% menjadi US$28,50. Saham Linkedln naik 6,3% menjadi US$81,18 setelah pendapatan kuartal keempat yang mengalahkan ekspetasi.

Volume perdagangan saham sekitar 7,30 miliar saham di New York Stock Exchange, American Stock Exchange, dan Nasdaq sedikit di bawah rata-rata harian tahun lalu mencapai 7,84 miliar saham. [cms]

Banyak Katalis Pelemahan Rupiah

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Jumat (10/2) diprediksi melemah. BI Rate, Yunani, Bank of England dan European Central Bank jadi katalisnya.

Analis senior Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, potensi pelemahan rupiah hari ini salah satunya masih dipicu oleh dampak dari Bank Indonesia yang menurunkan BI Rate sebesar 25 basis poin (0,25%) ke level 5,75% kemarin.

Menurutnya, BI Rate diturunkan karena BI preventif seiring tidak pastinya kondisi eksternal seiring krisis Eropa. "Karena itu, rupiah cenderung melemah tipis dalam kisaran 8.910-8.980 per dolar AS,” katanya kepada INILAH.COM.

Selain itu, penurunan BI rate juga sebagai antisipasi atas peluang perlambatan ekonomi terutama setelah data ekspor Indonesia awal bulan lalu sedikit melambat. "Di sisi lain, penyaluran kredit yang diprediksi naik juga melambat," ujarnya.

Tapi, kata Fimarn, pergerakan rupiah akan terbatas. Sebab, bagaimanapun pasar akan fokus pada Yunani. "Investor domestik masih menunggu kepastian bailout Yunani," imbuhnya.

Menurutnya, Yunani harus melakukan negosiasi ulang dengan pimpinan partai politiknya sehingga mencapai target pemangkasan anggaran hingga 3,3 miliar euro.

Di sisi lain, semalam ada pertemuan para menteri keuangan zona euro yang akan dicerna pasar. "Selain itu, ada pertemuan Bank of England (BoE) dan European Central Bank (ECB). Dua bank sentral ini sudah diperkirakan menegaskan komitmen moneter longgar sehingga memicu penguatan dolar AS," timpalnya.

Pagi ini juga akan dirilis data neraca perdagangan China yang diprediksi melambat sehingga turut menggerogoti sentimen pada akhir pekan. "Terutama, jika semalam Yunani tidak berhasil dalam negosiasinya," imbuhnya.

Asal tahu saja, kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Kamis (9/2) ditutup melemah 70 (0,78%) ke level 8.940-8.950 per dolar AS.

IHSG Koreksi, Pegang Properti dan Baja

INILAH.COM, Jakarta – Bursa saham domestik pada Jumat (10/2) diperkirakan kembali menjalani tren bearish dan melanjutkan koreksi. Trading dengan beberapa saham pilihan berikut ini.

Pengamat pasar modal Ahmad Riyadi dari Milenium Sekuritas memprediksikan, masih terjadi tekanan jual saham perbankan terkait isu kontraksi NIM dan NPL bank-bank besar yang akan naik. Selain downgrade saham Astra International (ASII) oleh Credit Suisse.

“Hal ini memicu aksi ambil untuk investor, yang menyebabkan IHSG kembali menjalani tren bearish,” ujarnya, kepada INILAH.COM.

Koreksi diperkirakan akan berlanjut di perdagangan akhir pekan ini. Sebab Yunani gagal mendapat persetujuan pemangkasan defisit fiskal yang merupakan syarat untuk mendapat bantuan bailout dari kreditor, yakni Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Sentral Eropa (ECB).

Sementara China yang kemungkinan akan menjadi standby buyer obligasi Yunani, masih spekulatif. Resiko Yunani mengalami default meningkat lagi dan demikian pula skenario Eropa kembali masuk resesi.

Dampak penurunan suku bunga Bank Indonesia (BI) menjadi 5,75 % diperkirakan takkan banyak. Pasalnya, investor kembali menghitung resiko eksternal yang lebih besar dan akan melanjutkan aksi jual atau aksi ambil untung di akhir pekan.

Saham properti diprediksikan Ahmad akan menjadi penggerak indeks, di tengah tekanan yang berlanjut di saham-saham perbankan. Terutama karena isu kontraksi NIM dan kenaikan NPL. Sentimen sektor properti memanfaatkan turunnya suku bunga acuan BI.

Beberapa saham properti yang ia rekomendasikan adalah Ciputra Development (CTRA), Bukit Sentul City (BKSL) dan Alam Sutera Realty (ASRI). Selain saham Bank Negara Indonesia (BBNI).

Sektor lain yang mulai dilirik, lanjutnya, adalah baja. Sebab spending infrastruktur pemerintah akan membutuhkan konstruksi baja dalam jumlah besar. Untuk sektor ini, ia merekomendasikan Jaya Pari Steel (JPRS) dan Gunawan Dianjaya Steel (GDST).

“Trading dengan saham-saham tersebut di atas,” ujarnya merekomendasikan. [ast]