Senin, 24 Januari 2011

Analis: Suplai seret, harga CPO di kuartal pertama terus melaju








Date : Jan 24 2011, 12:29
Title : News Story
Header : Analis: Suplai seret, harga CPO di kuartal pertama terus melaju


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Kekhawatiran terhadap seretnya pasokan minyak nabati global terus
memicu lonjakan pada harga minyak sawit mentah alias CPO. Bahkan, harga CPO
melaju ke dekat level tertingginya di bulan ini.
Hingga pukul 12.15 WIB, CPO untuk kontrak pengiriman April 2011 di bursa
berjangka Malaysia (MDE) naik 1,9% ke level US$ 1.247,63 per ton, dari posisi
akhir pekan lalu di US$ 1.224,24 per ton.
Suplai minyak nabati diperkirakan akan terpangkas akibat penurunan musiman
produksi, dan cuaca kering yang mengancam panen kedelai di Argentina.
Sementara, Malaysian Palm Oil Board menyebutkan, produksi CPO Malaysia
berkurang 15,5% menjadi 1,23 juta ton selama Desember.
"Harga minya sawit mentah akan terus melaju selama kuartal pertama, karena
krisis pasokan yang terjadi di industri minyak nabati," ujar Bernard Ching,
analis ECM Libra Sdn Capital.
Harga minyak sawit dan kedelai sudah naik ke level tertinggi dalam lebih
dari dua tahun karena kekhawatiran seretnya pasokan yang mengancam panen di
Amerika Latin. Apalagi, faktor banjir menggangu panen sawit di Indonesia dan
Malaysia.
[ Dupla Kartini, Bloomberg ]

KONTAN Mon, 24 Jan 2011 ( 12:23:49 WIB )


=======================================================================================

Sepi Transaksi, IHSG Kehilangan 43 Poin


Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah cukup dalam 43 poin di tengah transaksi yang tidak terlalu ramai. Meski sudah ada berita-berita positif dari dalam negeri seperti berbagai kebijakan Bank Indonesia (BI) pada bankers dinner akhir pekan lalu, indeks masih tertekan sentimen negatif pengetatan kebijakan moneter China.

Sentimen tersebut berbuntut pelepasan saham di sektor komoditas, konsumer dan properti. Indeks yang sempat naik turun di awal perdagangan, kini harus rela duduk di zona merah.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG turun tipis 2,009 poin (0,06%) ke level 3.377,534. Indeks melemah di saat bursa-bursa regional justru mencetak penguatan.

Pada penutupan perdagangan Sesi I, Senin (24/1/2011), IHSG melemah 43,274 poin (1.29%) ke level 3.336,269. Sementara Indeks LQ 45 turun 8,945 poin 1,52% ke level 581,291.

Indeks sempat melemah tipis di awal perdagangan, tak lama indeks sempat mencetak penguatan hingga hampir 20 poin sehingga mendekati level 3.400 lagi. Namun, dengan maraknya tekanan jual, indeks malah kembali melemah, dan turun cukup dalam.

Saking dalamnya, indeks sempat mneyentuh level terendahnya hari ini di 3.340,845. Sementara posisi tertingginya di level 3.396,846.

Saham-saham komoditas dan konsumer kembali dilepas oleh para investor. Selain itu, saham-saham di sektor properti juga melemah cukup dalam akibat tekanan jual.

Tak satu pun sektor industri di Bursa Efek Indonesia (BEI) bisa menguat. Tak cuma sentimen inflasi tinggi, namun investor juga masih menyimpan dananya untuk aksi korporasi besar seperti IPO Garuda dan rights issue Bank Mandiri.

Perdagangan berjalan sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 52.943 kali pada volume 1,148 miliar lembar saham senilai Rp 1,805 triliun. Sebanyak 58 saham naik, 148 saham turun dan 66 saham stagnan.

Bursa-bursa regional bergerak mixed, padahal pagi tadi seluruhnya berjalan di zona hijau. Bursa China dan Hong Kong kembali melemah akibat sentimen pengetatan kebijakan moneter di negeri tirai bambu tersebut.

Berikut kondisi bursa-bursa regional di siang hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai melemah 13,45 poin (0,50%) ke level 2.701,84.
  • Indeks Hang Seng turun 92,65 poin (0,39%) ke level 23.784,21.
  • Indeks Nikkei 225 naik 40,14 poin (0,39%) ke level 10.314,66.
  • Indeks Straits Times menguat 14,79 poin (0,46%) ke level 3.19,39.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Sumi Kabel (IKBI) naik Rp 300 ke Rp 1.500, Inovisi (INVS) naik Rp 200 ke Rp 6.000, Pan Brothers (PBRX) naik Rp 190 ke Rp 1.650, dan Malindo (MAIN) naik Rp 175 ke Rp 3.225.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 2.350 ke Rp 45.550, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.200 ke Rp 35.000, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp 850 ke Rp 19.700, dan Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp 650 ke Rp 21.650.
(ang/qom)

Sejarah Inflasi dan Guncangan Pasar 'Nyaris' Berulang


Jakarta - History Repeats Itself, mungkin adalah kata-kata yang cocok untuk mengungkapkan keadaan saat ini. Setidaknya apa yang terjadi pada perekonomian dan bursa Indonesia di 2005 sepertinya terulang di 2010 dan awal 2011 ini.

Betrand Raynaldi, Head of Research PT eTrading Securities menjelaskan, sepanjang 2010, laju inflasi di Indonsia mencapai 6,96%, di atas perkiraan publik yang hanya 5%. Di awal 2011, harga minyak mentah dunia sempat melonjak hingga menyentuh US$ 92/barrel.

Akibatnya, Bank Indonesia mulai mengambil ancang-ancang untuk menaikkan suku bunga alias BI Rate, karena otoritas bank sentral melihat tekanan inflasi masih akan mengancam di 2011.

IHSG pun terkena imbasnya, sejak penutupannya di akhir 2010 di level 3.703,512, Index Harga Saham Gabungan ini turun hingga 3.535,731, atau turun sekitar -4,5% pada penutupan 17 Januari.

"Segala rentetan masalah ini membawa kita flashback ke 2005. Di mana kenaikan harga minyak dunia memaksa pemerintah untuk menaikan harga BBM, harga bensin premium dari Rp 1.800 naik ke Rp 2,400 pada Maret 2005 (+32.%), dan gelombang kenaikan kedua pada Oktober 2005 dari Rp 2,400 ke Rp 4,500 (+87.5%)," jelas Betrand dalam economic view-nya yang dikutip detikFinance, Senin (24/1/2011).

Inflasi pun meningkat, dari 9,06% di September, naik hingga 17,89% di Oktober 2005. Hal ini juga diiringi dengan kenaikan BI Rate secara bertahap, 10% di September, 11% di Oktober, 12,25% di November, dan 12,75% di Desember.

"IHSG saat itu pun terkena imbasnya, berada pada titik tertingginya pada akhir Juli di level 1182,301, index turun ke level terendahnya di akhir Oktober di level 1066,224, atau penurunan hampir 10%," imbuh Betrand.

Ancaman inflasi akibat dari naiknya harga pangan dan biaya energi yang akan memaksa Bank Indonesia menaikan BI rate untuk mengendalikan inflasi, hal-hal tersebut berdampak pada:

1. Peningkatan cost of fund

Perusahaan-perusahaan yang mempunyai utang rupiah dengan suku bunga mengambang. Akan mengalami peningkatan biaya bunga yang akan menekan sisi profitabilitas.

2. Penurunan daya beli

Peningkatan harga pangan dan biaya energi akan memukul purchasing power atau daya beli. Sedangkan kenaikan BI rate akan mendorong kenaikan suku bunga kredit yang akan mendorong orang untuk membeli mobil ataupun rumah secara kredit. Berdasarkan data dari Gaikindo, di 2004 penjualan mobil adalah 483 ribu unit, sementara di 2005 menjadi 534 ribu unit, tapi di 2006 angka tersebut menurun hingga 319 ribu unit.

Betrand melihat, ada 3 sektor yang mempunyai kinerja paling buruk di 2005 lalu, berdasarkan pergerakan harganya yakni properti, keuangan dan perbankan, dan industri dasar. Selain 3 sektor itu, kenaikan BBM, inflasi, dan BI Rate juga mempengaruhi sektor-sektor lain seperti pertambangan, consumer goods, perkebunan, dan industri lain seperti perdagangan dan jasa.

Berdasarkan data historis IHSG di 2003 hingga 2007, Betrand menilai pergerakan IHSG di 2005 relatif lebih rendah dibandingkan 2 tahun sebelum dan sesudahnya.
  • IHSG 2003: mengalami pertumbuhan sebesar 69%
  • IHSG 2004: mengalami pertumbuhan sebesar 41%
  • IHSG 2005: mengalami pertumbuhan sebesar 16%
  • IHSG 2006: mengalami pertumbuhan sebesar 54%
  • IHSG 2007: mengalami pertumbuhan sebesar 49%.
"Dampak inflasi dan kenaikan BI Rate pada tahun 2005, menghambat pertumbuhan IHSG yang hanya naik sebesar 16%. Angka tersebut adalah angka yang relatif rendah jika dibandingkan tahun-tahun sebelum dan sesudahnya," jelas Betrand.

Betrand menjelaskan, perbedaan terbesar antara inflasi 2005 dan inflasi 2010 adalah inflasi di 2005 disebabkan oleh kenaikan harga BBM, dan hal ini menyebabkan kenaikan biaya transportasi semua industri, yang juga akan mempengaruhi cash flow perusahaan. Sementara pada akhir 2010, kenaikan inflasi lebih banyak disebabkan oleh kenaikan harga bahan pangan.

"Selama pemerintah dapat mengontrol stok dan harga barang pangan, maka kenaikan inflasi masih dapat dikontrol," jelasnya.

Faktor lain yang dapat mempengaruhi inflasi ke depannya di 2011 adalah pengaruh dari pembatasan BBM bersubsidi pada April mendatang, dan juga pengaruh dari harga minyak dunia yang tahun ini diprediksikan masih akan naik. Pembatasan tersebut akan semakin meningkatkan beban biaya masyarakat, yang tentunya akan dapat memicu inflasi yang lebih tinggi.

Sentimen negatif yang datang dari dalam dan luar negeri tentu akan memberikan pengaruh buruk ke IHSG. Sejauh ini, Betrand melihat IHSG memang sudah turun cukup dalam dan menembus level support kuatnya di 3.450. Beberapa sektor seperti properti dan konstruksi, perbankan, industri semen sudah mendapatkan sentiment negatif dari persepsi mengenai kenaikan inflasi.

Di lain sisi beberapa emiten mendapatkan keuntungan dari produk/servis yang mereka miliki. Terutama industri-industri yang mempunyai korelasi positif terhadap kenaikan minyak dunia. Kenaikan harga minyak dunia menguntungkan sektor-sektor yang memproduksi penggantinya, seperti Coal, CPO, dan Gas.

"Fundamental dari setiap perusahaan masih menjadi faktor yang sangat penting. Terbukti pada tahun 2005, meskipun saham-saham lain yang berada dalam satu industri sedang turun, tapi emiten yang mempunyai fundamental kuat masih menunjukan growth yang stabil dalam Net Income atau Operating Income-nya. Contohnya PGAS, BBCA, LSIP," jelas Betrand. (qom/dnl)

Lima PTPN dinyatakan siap melangsungkan IPO

Date : Jan 24 2011, 12:06
Title : News Story
Header : Lima PTPN dinyatakan siap melangsungkan IPO


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Pemerintah menyatakan ada sejumlah PT Perkebunan Nusantara (PTPN)
yang siap melantai di bursa tahun ini. Hal itu ditujukan untuk menarik dana
dari pasar modal dan mengantisipasi ekspansi yang lebih besar di tahun
mendatang.
Deputi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Bidang Industri Primer
Megananda Daryono mengatakan, ada lima PTPN dari total 15 PTPN di Indonesia
yang siap menawarkan saham perdana (IPO) di bursa.
"Semua PTPN kondisinya baik, tapi PTPN III,IV,V,VII dan XIII paling siap
IPO," ungkap Megananda, Senin (24/1).
Kendati demikian, Megananda belum tahu rencana IPO kelima PTPN tersebut.
Pasalnya, pemerintah justru ingin membuat induk usaha (holding) perkebunan bisa
terwujud dahulu di tahun ini.
Dengan pembentukan holding BUMN perkebunan, posisi dan kondisi BUMN
perkebunan akan lebih kuat untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal
itu juga akan menetukan harga jualnya agar lebih bagus di pasar modal.
"Kami akan mendahulukan holding company. Setelah holding terbentuk, baru
kita IPO. Nanti akan diatur mana yang lebih dahulu IPO di antara lima PTPN
itu," katanya.
[ Didik Purwanto ]

KONTAN Mon, 24 Jan 2011 ( 11:56:09 WIB )


=======================================================================================

JSX


Apakah indek kita akan bertahan di daerah 3300-3400 ini. Bila indek jebol indek akan mecoba support di kisaran 3100-3200 an. Daerah situ akan menjadi tahan kedua apabila indek kita tidak dapat menahan aksi jual. Good Luck.

Mata uang Asia masih terlihat perkasa pagi ini

Date : Jan 24 2011, 11:41
Title : News Story
Header : Mata uang Asia masih terlihat perkasa pagi ini


Story
=======================================================================================

SINGAPURA. Mayoritas mata uang Asia perkasa. Penguatan hari ini dipimpin
oleh dollar Taiwan dan won Korea Selatan. Di pasar mata uang regional beredar
spekulasi kalau arus dana asing masih akan terus mengalir ke kawasan regional
seiring langkah bank sentral untuk menaikkan suku bunga acuan.
"Skenario akan pertumbuhan pesat perekonomian Asia masih tetap ada
sehingga masih mendorong laju penguatan mata uang regional dalam jangka
panjang. Pertumbuhan ekonomi Korea Selatan terlihat stabil dan India
kemungkinan akan menaikkan suku bunga acuannya. Faktor tersebut menjadi
sentimen positif bagi mata uang mereka," papar Tohru Nishihama, ekonom Dai-ichi
Life Research Institute Inc di Tokyo.
Pada pukul 11.00 waktu lokal, dollar Taiwan menguat 1,3% menjadi NT$
29,048 versus dollar. Sementara, won Taiwan menguat 0,3% menjadi 1.121 dan peso
Filipina menguat 0,3% menjadi 44,345.
[ Barratut Taqiyyah, Bloomberg ]

KONTAN Mon, 24 Jan 2011 ( 11:18:54 WIB )


=======================================================================================

KPPU : Akuisisi Sara Lee oleh Unilever bukan monopoli

Date : Jan 24 2011, 11:41
Title : News Story
Header : KPPU : Akuisisi Sara Lee oleh Unilever bukan monopoli


Story
=======================================================================================

JAKARTA. KPPU telah menerima pemberitahuan akuisisi (post notifikasi) PT
Sara Lee Body Care Indonesia oleh Unilever Indonesia Holding B.V. (Unilever).
Sesuai dengan PP No. 57 Tahun 2010 mengenai Penggabungan atau Peleburan
Badan Usaha dan Pengambilalihan Saham Perusahaan yang dapat Mengakibatkan
Terjadinya Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.
Hal itu disampaikan oleh Plh Biro Hukum dan Humas Komisi Pengawasan
Persaingan Usaha (KPPU) Zaki Zein Badroen dalam press realese yang diterima
KONTAN akhir pekan lalu.
Akuisisi antara kedua perusahaan tersebut telah melampaui threshold yaitu
aset sebesar Rp 2,5 Triliun maupun nilai penjualan sebesar Rp 5 Triliun
sehingga wajib dilapokan ke KPPU.
Sebelum melaporkan post notifikasinya, Unilever telah melakukan konsultasi
atas rencana akuisisinya kepada KPPU. Atas konsultasi tersebut, KPPU telah
melakukan Penilaian Awal dan Penilaian Menyeluruh dimana KPPU telah
mengeluarkan pendapat No Objection Letter atas rencana akuisisi tersebut yang
artinya akuisisi tersebut tidak mengakibatkan terjadinya praktek monopoli dan
persaingan usaha tidak sehat.
Ketika mereka telah melakukan akuisisi pada tanggal 10 Desember 2010 dan
melaporkan kepada KPPU, "Komisi tidak lagi melakukan penilaian terhadap
akuisisi tersebut dikarenakan telah dilaksanakan konsultasi," ujarnya.
KPPU mengharapkan agar pelaku usaha memanfaatkan forum konsultasi seperti
yang dilakukan oleh Unilever yang mengakuisisi Sara Lee sehingga dampak merger
dan akuisisi dapat diketahui lebih dini dan terhindar dari sanksi pembatalan
sebagaimana diatur dalam Pasal 47 UU No. 5 Tahun 1999.
[ Yudo Widiyanto ]

KONTAN Mon, 24 Jan 2011 ( 11:17:40 WIB )


=======================================================================================

Penjualan alat berat melorot 25%, saham UNTR ikut jeblok

Date : Jan 24 2011, 11:40
Title : News Story
Header : Penjualan alat berat melorot 25%, saham UNTR ikut jeblok


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Kinerja PT United Tractors (UNTR) yang buruk di bulan Desember
berpengaruh pada pergerakan saham UNTR pagi ini. Pada pukul 11.01, saham UNTR
tercatat melorot 1,71% menjadi Rp 20.100. Level tersebut kian mendekati posisi
penutupan terendah sejak 23 September lalu.
Aksi jual yang melanda saham UNTR berkaitan dengan kinerjanya pada
Desember 2010. Manajemen UNTR mengaku, hanya berhasil menjual sekitar 313 unit
alat berat pada bulan terakhir 2010 itu. Angka tersbeut melorot 25% dibanding
bulan November.
[ Barratut Taqiyyah, Bloomberg ]

KONTAN Mon, 24 Jan 2011 ( 11:10:17 WIB )


=======================================================================================

RI ke India gaet investasi US$ 15 miliar

Date : Jan 24 2011, 11:40
Title : News Story
Header : RI ke India gaet investasi US$ 15 miliar


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melakukan kunjungan ke
India. Tujuannya, meningkatkan hubungan bilateral kedua negara.
Dalam pidatonya, SBY juga mengatakan bahwa perjalanan dilakukan atas
undangan Presiden India. "Kedatangan ke India sebagai tamu utama di hari India
pada tanggal 26," katanya, di bandara Halim Perdana Kusuma Senin (24/1).
Tepat pukul 10.00, SBY didampingi para menteri kabinet Indonesia Bersatu
II antara lain Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Menteri Perindustrian MS
Hidayat, Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, Mensegneg Sudi Silalahi, dan
Menseskab Dipo Alam terbang menggunakan pesawat Garuda Indonesia.
Dalam rombongan juga tampak beberapa pengusaha sebut saja Chairul Tandjung
yang juga ketua KEN, Anindya Bakrie, dan James Riyadi.
Disamping itu meningkat kerjasamaa bilatertal juga berkaitan penandatangan
16 MOU baik politik, ekonomi, pendidikan, buadaya dan teknologi.
Kemudian pertemuan SBY dengan PM India untuk mereview kemitraan strategis
sejak 2005. Dilanjutkan dengan forum bisnis yang diikuti 500 pengusaha ada 16
MOU sifatnya pemerintah dengan dunia usaha atau dunia usaha dengan dunia usaha.
Target nilai investasi US$ 15 miliar itu mencakup kerjasama pembangunan
infrastruktur, sumber daya alam, dan jasa.
Setelah melakukan kunjungan kenegaran di India, SBY langsung bertolak ke
Davos, Swiss. Tujuannya dalam rangka menghadiri forum ekonomi dunia (WEF). Di
sana SBY akan membuka "Indonesia Co-Co Night: Celebrating the Spirit of
Collaboration and Cooperation" yang diselenggarakan atas kerjasama pemerintah
Indonesia dan WEF dengan tujuan untuk lebih memperkenalkan Remarkable
Indonesia.
[ Yudho Winarto ]

KONTAN Mon, 24 Jan 2011 ( 11:05:30 WIB )


=======================================================================================

Penuhi belanja modal, ELSA terbitkan FRN senilai US$ 50 juta

Date : Jan 24 2011, 11:38
Title : News Story
Header : Penuhi belanja modal, ELSA terbitkan FRN senilai US$ 50 juta


Story
=======================================================================================

JAKARTA. PT Elnusa Tbk (ELSA) akhirnya menandatangani perjanjian
penerbitan Fixed Rate Notes (FRN) senilai US$ 50 juta untuk memenuhi belanja
modalnya. FRN berjangka waktu lima tahun yang diterbitkan di Singapura ini
memberikan bunga 8,98%.
Emiten yang bergerak di sektor jasa hulu migas ini telah menunjuk
Oversea-Chinese Banking Corporation LImited dan PT Northcliff Indonesia sebagai
joint leader managers. Sementara bertindak sebagai agen fiskalnya yaitu Bank of
New York Mellon.
"Salah satu sumber dana untuk memenuhi capex US$ 100 juta dengan
menerbitkan FRN. Penerbitan ini sudah direncanakan sejak 2010, tapi karena ada
beberapa proyek yang terlambat, sehingga baru bisa diterbitkan di awal 2011,"
papar Direktur Keuangan PT Elnusa Tbk, Santun Nainggolan, dalam keterbukaan
informasi kepada BEI, hari ini.
FRN ini menggunakan jaminan peralatan produksi yang pembeliannya dibiayai
dari hasil penerbitan FRN. Santun menyebut, hal ini memberikan kemudahan dan
kecukupan kas bagi kegiatan usaha Perseroan yang lebih baik.
Perseroan bakal menggunakan 90% hasil penerbitan FRN ini untuk belanja
modal, dan sisanya untuk memperkuat modal kerja. Pasalnya, ELSA melihat peluang
untuk meningkatkan produksi minyak domestik yang ditargetkan hingga 965 ribu
bopd di 2011.
Adapun, target pendapatan ELSA tahun ini mencapai Rp 5,5 triliun. Untuk
mencapai target itu, emiten ini berencana menambah kapasitas alat dan
kompetensi operasi jasa hulu migas.
[ Dupla Kartini ]

KONTAN Mon, 24 Jan 2011 ( 10:58:40 WIB )


=======================================================================================

Saham MEDC menanjak ke level tertinggi dalam tiga minggu

Date : Jan 24 2011, 11:37
Title : News Story
Header : Saham MEDC menanjak ke level tertinggi dalam tiga minggu


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Saham PT Medco Energi Internasional (MEDC) melonjak ke level
tertinggi dalam tiga minggu terakhir. Asal tahu saja, pada pukul 10.48, saham
MEDC tercatat melesat 5,98% menjadi Rp 3.100. Ini merupakan kenaikan tertinggi
sejak 30 Desember lalu.
Lonjakan saham MEDC disinyalir seiring langkah Mitsubishi Corp untuk
memperbesar kemilikan sahamnya pada proyek liquifeid natural gas (LNG) melalui
aliansi dengan Korea Gas Corp.
Catatan saja, Mitsubishi dan partnernya Korea Gas akan mengempit sekitar
59,9% saham pada kepemilikan proyek LNG tersebut. Sementara, saham Medco juga
akan menurun menjadi 11,1% dari sebelumnya 20%.
[ Barratut Taqiyyah, Bloomberg ]

KONTAN Mon, 24 Jan 2011 ( 10:55:59 WIB )


=======================================================================================

BI masih akan lalukan intervensi terhadap rupiah

Date : Jan 24 2011, 11:36
Title : News Story
Header : BI masih akan lalukan intervensi terhadap rupiah


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Sepanjang 2010, Indonesia dihadapkan dengan derasnya capital
inflow dan tekanan inflasi yang tinggi. Gubernur Bank Indonesia (BI), Darmin
Nasution menyatakan penerapan solusi possible trinity yang berbentuk
konfigurasi optimal dari nilai tukar, pengendalian arus modal dan respon suku
bunga.
"BI menyiasati kerangka impossible trinity melalui pemilihan middle ground
solution, bukan corner solution," kata Darmin Nastuion, di Bankers Dinners,
akhir pekan kemarin.
Darmin mengatakan, bank sentral tetap konsisten pada kebijakan BI rate
terhadap pencapaian sasaran inflasi yang ditetapkan 5% plus minus 1% tahun
2011, dan 4,5% plus minus 1% di tahun 2012, meskipun inflasi saat ini diposisi
6,96%.
Selain itu, operasi moneter dan kebijakan makro untuk pengelolaan
likuiditas domestik juga diarahkan. Tujuannya konsisten dan dapat mendukung
kebijakan suku bunga dalam pencapaian sasaran inflasi dan pengendalian
permintaan demostik.
"Kebijakan makroprudensial lalu lintas modal diarahkan untuk mendukung
kebijakan nilai tukar, dengan tidak menimbulkan dampak terhadap likuiditas
domestik secara berlebihan," tambah Darmin.
Sebelumnya, BI telah menerbitkan kebijakan Desember 2010 lalu. Terkait
dengan instrumen makroprudensial dan pengelolaan arus modal, yakni kebijakan
kenaikkan giro wajib minimum (GWM) valas dan penerapan batas posisi saldo
harian pinjaman luar negeri (PLN) bank jangka pendek.
Bank sentral juga akan terus melakukan kalibrasi agar bauran kebijakan
yang diambil dapat memberikan stabilitas moneter, stabilitas sistem keuangan
dan kesinambungan pertumbuhan ekonomi.
[ Nina Dwiantika ]

KONTAN Mon, 24 Jan 2011 ( 10:55:30 WIB )


=======================================================================================

Transaksi pagi, saham TINS sempat melonjak hingga 4%

Date : Jan 24 2011, 10:46
Title : News Story
Header : Transaksi pagi, saham TINS sempat melonjak hingga 4%


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih memerah, namun
sejumlah saham masih menunjukkan pergerakan positif. Salah satunya adalah saham
PT Timah (TINS).
Hingga pukul 10.35, saham TINS tercatat naik 1% menjadi Rp 2.525.
Sebelumnya, saham TINS bahkan sempat ngendon di level Rp 2.600 atau melonjak
4%. Ini merupakan kenaikan tertinggi sejak 12 Januari lalu.
Saham TINS menjadi incaran seiring lonjakan harga timah dunia. Sekadar
informasi saja, berdasarkan data Bloomberg, harga timah pada 21 Januari
menorehkan rekor baru di London. Kondisi itu kian memperbaiki outlook kinerja
perusahaan timah terbesar di Indonesia itu.
[ Barratut Taqiyyah ]

KONTAN Mon, 24 Jan 2011 ( 10:42:00 WIB )


=======================================================================================

BI intensif bahas perlunya bail in perbankan

Date : Jan 24 2011, 10:45
Title : News Story
Header : BI intensif bahas perlunya bail in perbankan


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Krisis perbankan sebaiknya tidak hanya dihadapi dengan bail-out.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution menyatakan industri perbankan
harus menyiapkan bail-in untuk menghadapi krisis.
Bail-in ini maksudnya adalah buffer untuk menyerap risiko dan guncangan
yang muncul sebagai imbas krisis. Saat ini menurut Darmin pemikiran untuk
menggeser paradigma bail-out menjadi paradigma bail-in sedang dibahas secara
intensif.
"Bail-out itu mungkin perlu ketika krisis, namun pengalaman membuktikan,
hal itu menimbulkan kekeruhan baru, baik dari sisi ekonomi, komplikasi politik
dan masalah hukum," kata Darmin dalam pidatonya di acara pertemuan tahunan
dengan para bankir Jumat (21/1) lalu.
Agar menyerap risiko dan menahan guncangan krisis, BI mendorong bank untuk
menguatkan permodalan. Selain itu sebagai langkah pencegahan, pengawasan
perbankan akan semakin diperketat.
[ Bernadette Christina Munthe, Nina Dwiantika ]

KONTAN Mon, 24 Jan 2011 ( 10:36:42 WIB )


=======================================================================================

Spekulasi intervensi BI membuat rupiah bergerak stabil

Date : Jan 24 2011, 10:45
Title : News Story
Header : Spekulasi intervensi BI membuat rupiah bergerak stabil


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Pergerakan rupiah tak banyak berubah pagi ini. Penyebabnya, pasar
berspekulasi, bank sentral akan berupaya agar nilai rupiah tetap stabil.
Langkah itu diharapkan mampu menahan laju inflasi yang didorong oleh mahalnya
barang-barang impor.
"Sepertinya bank sentral akan melakukan intervensi agar rupiah tetap
stabil. Sokongan untuk pergerakan rupiah masih terlihat seiring dengan masih
lemahnya pasar saham dan obligasi. Apalagi, tingkat inflasi juga mencemaskan,"
ujar Joanna Tan, regional economist Forecast Singapore Pte.
Pada pukul 09.51, rupiah ditransaksikan pada level 9.061 per dollar. Pada
akhir minggu lalu, posisi rupiah berada di level 9.063. Sepanjang tahun lalu,
rupiah menguat sebesar 4,6% dan 16,1% di 2009.
Asal tahu saja, tingkat inflasi Indonesia pada Desember mencapai 6,96%.
Ini merupakan pertumbuhan tercepat dalam 20 bulan terakhir. Sementara, mata
uang rupiah sepanjang tahun ini telah melemah 0,9% seiring aksi jual investor
asing atas saham-saham di Indonesia yang nilainya mencapai US$ 539 juta
sepanjang bulan ini.
[ Barratut Taqiyyah, Bloomberg ]

KONTAN Mon, 24 Jan 2011 ( 10:34:08 WIB )


=======================================================================================

Laba melesat 70%, MBTO siap bagi dividen

Date : Jan 24 2011, 10:40
Title : News Story
Header : Laba melesat 70%, MBTO siap bagi dividen


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Ada kabar baik bagi investor saham PT Martina Berto Tbk (MBTO).
Di tengah gonjang ganjing pasar saham, emiten ini berniat membagi dividen 30%
dari laba bersih tahun 2010.
Mengutip laporan keuangan tahun 2010 versi unaudited, laba emiten ini Rp
37,9 miliar, melesat 70,7% dari laba bersih tahun 2009. Sebagai perbandingan,
tahun 2009 pendatang baru di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini meraih laba bersih
sekitar Rp 22,2 miliar.
Hitung punya hitung, MBTO akan membagikan dividen senilai total Rp 11,37
miliar atau Rp 10,6 per saham. Maklum, saat ini total saham MBTO sekitar 1,07
miliar unit.
Pada penutupan perdagangan saham Jumat (21/1), MBTO berakhir di harga Rp
510 per saham. Jadi, setiap saham MBTO memberikan keuntungan atau dividend
yield sebesar 2,08%.
Pendapatan naik 9,5%
Kenaikan tinggi laba bersih anak usaha Martha Tilaar Group itu antara lain
ditopang kenaikan pendapatannya. Masih menurut laporan keuangan versi
unaudited, penjualan MBTO selama tahun lalu mencapai Rp 565,6 miliar, naik
sekitar 9,5% ketimbang pendapatan setahun sebelumnya.
Manajemen MBTO belum bersedia membeberkan pencapaiannya di tahun kemarin
karena belum melapor ke otoritas bursa saham. Soal dividen, "Itu sesuai
komitmen kami di prospektus IPO," ungkap Bryan Tilaar, Direktur Utama Martina
Berto di Kuta, Bali, akhir pekan lalu.
Tahun ini, MBTO berupaya memacu bisnisnya lebih kencang. Direktur Keuangan
Martina Berto, Markus Handiwidjaja menyebut, perusahaannya membidik pendapatan
Rp 667,4 miliar di tahun ini, atau lebih tinggi 17,9% ketimbang tahun lalu.
"Target laba bersihnya Rp 60 miliar," ungkap Handiwidjaja.
MBTO menyiapkan sejumlah ekspansi bisnis demi menggapai target. Misalnya,
emiten ini akan merampungkan pembangunan pabrik di Cikarang, Bekasi, serta
menambah gerai kosmetik Martha Tilaar Shop. Awal pekan lalu misalnya, emiten
ini membuka gerai Martha Tilaar Shop yang ke-22 di Legian, Bali.
Handiwidjaja bilang, MBTO berniat membuka tiga sampai lima gerai Martha
Tilaar Shop di tahun ini, termasuk di luar negeri. Setiap gerai menghabiskan Rp
700 juta-Rp 1 miliar. September 2010, MBTO membuka satu outlet Martha Tilaar
Shop di Marina Bay, Singapura.
Guna memenuhi kebutuhan ekspansi, MBTO menyiapkan belanja modal alias
capital expenditure (capex) selama tahun ini senilai Rp 53 miliar.
Perinciannya, Rp 42 miliar untuk capex MBTO dan Rp 11 miliar bagi anak
usahanya.
[ Barly Haliem, KONTAN ]

KONTAN Mon, 24 Jan 2011 ( 10:27:36 WIB )


=======================================================================================

WIKA bidik Rp 166 miliar dari proyek di Bali

Date : Jan 24 2011, 10:39
Title : News Story
Header : WIKA bidik Rp 166 miliar dari proyek di Bali


Story
=======================================================================================

DENPASAR. PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) berharap bisa meraih pendapatan Rp
166,45 miliar per tahun dari proyek pembangunan dan pengoperasian atau build,
operation, transfer (BOT) Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di
Pesanggaran, Bali.
Pembangkit listrik berkapasitas 50 Megawatt (MW) itu akan beroperasi penuh
pada Februari 2011. Di proyek bernama PLTD Marine Fuel Oil (MFO) ini WIKA
menggandeng mitra strategis, yaitu PT Mirlindo Padu Kencana.
Sedangkan pemilik PLTD MFO adalah PT Indonesia Power, anak usaha PT
Perusahaan Listrik Negara (PLN). "Setelah delapan tahun, seluruh aset menjadi
milik Indonesia Power," kata Prakosa Hadi Takariyanto, Manajer Proyek PLTD
Bali.
Pembangkit yang berdiri di lahan seluas 7.000 meter persegi ini akan
menambal kebutuhan listrik Bali yang defisit 80 MW per tahun. Untuk membangun
PLTD Bali, WIKA dan Mirlindo mengeluarkan dana Rp 550 miliar. Porsi WIKA
sebesar 70% dan sisanya Mirlindo. PLTD MFO Bali menggunakan mesin diesel MAN
asal Jerman.
Prakosa mengklaim, pembangkit ini efisien bahan bakar. Konsorsium
WIKA-Mirlindo menghitung, mesin diesel biasa akan membutuhkan bahan bakar 0,24
liter sampai 0,27 liter per Kwh. Sedangkan mesin diesel MAN hanya butuh bahan
bakar 0,21 liter.
Konsorsium itu telah sepakat, harga jual listriknya Rp 1.182 per Kilowatt.
Porsi yang jadi jatah konsorsium Rp 446 per Kilowatt. "Jadi, tarif listrik kami
lebih murah Rp 150 per Kilowatt," kata Donny Satrya, Direktur Operasional
Mirlindo Padu Kencana.
Sedangkan, WIKA menargetkan total kontrak yang bakal digenggamnya hingga
akhir 2011 mencapai Rp 25,68 triliun, naik 23,34%. Tahun ini, penjualan dan
laba bersihnya diproyeksikan meningkat masing-masing sebesar 7,64% dan 38,37%
jadi Rp 9,44 triliun dan Rp 350,9 miliar.
[ Sanny Cicilia, KONTAN ]

KONTAN Mon, 24 Jan 2011 ( 10:19:57 WIB )


=======================================================================================

Sembilan sektor memerah, IHSG masih terkoreksi

Date : Jan 24 2011, 10:35
Title : News Story
Header : Sembilan sektor memerah, IHSG masih terkoreksi


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan pagi ini masih betah berada di
teritori negatif. Pada pukul 9.36 WIB IHSG terekam sempat berada di level
3.366,621 atau turun 0,38%.
Semua sektor, kecuali keuangan memerah dan dipimpin sektor consumer goods
yang melemah 0,87%. Sektor keuangan sendiri hanya mampu mencetak kenaikan tipis
0,45%.
Jumlah saham yang terkoreksi sebanyak 47, berbanding 41 saham yang naik.
Sementara 55 saham masih tidur pagi ini.
Beberapa saham di top losers adalah Royal Oak Development Asia Tbk (RODA)
yang turun 4,76% ke Rp 60. Adhi Karya Tbk (ADHI) melemah 3,70% ke Rp 780.
Barito Pacific Tbk (BRPT) terkoreksi 2,91% ke Rp 1.000. Leo Investments Tbk
(ITTG) melemah 2,86% ke Rp 102, dan Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI) turun
2,74% ke Rp 3.550.
Sementara, top gainers diduduki antara lain Aneka Kemasindo Utama Tbk
(AKKU) yang melonjak 27,97% ke Rp 183. Malindo Feedmill Tbk yang berada di
posisi dua hanya mencetak kenaikan harga 6,56% ke Rp 3.250. Medco Energi
International Tbk (MEDC) naik 5,98% ke RP 3.100. Bank Agro Niaga Tbk (AGRO)
menguat 5,81% ke RP 164.
[ Teddy Gumilar ]

KONTAN Mon, 24 Jan 2011 ( 09:50:50 WIB )


=======================================================================================

DJ Bumi 2010 Net Profit May Exceed $280 Mln - Official

Date : Jan 24 2011, 10:34
Title : News Story
Header : DJ Bumi 2010 Net Profit May Exceed $280 Mln - Official


Story
=======================================================================================

JAKARTA (Dow Jones)--Thermal coal producer PT Bumi Resources' (BUMI.JK) 2010
net profit could exceed $280 million, an increase of at least 47% from the
$190 million it recorded at the end of 2009, an official at Bakrie Group,
which controls the company, said Monday.
"The increase in net profit (in 2010) was mostly due to the higher average
selling price of its coal and higher sales volume in the fourth quarter of
2010," the official, who declined to be named, told Dow Jones Newswires.
He said Bumi is scheduled to announce its audited 2010 earnings by the end
of March.
-By Edhi Pranasidhi, Dow Jones Newswires, 62-21-39831277;
edhi.pranasidhi@dowjones.com>
Click here to go to Dow Jones NewsPlus, a web front page of today's most
important business and market news, analysis and commentary:
http://www.djnewsplus.com/access/al?rnd=tLLXswW5PkZp6JkynxfNWQ%3D%3D. You can
use this link on the day this article is published and the following day.
(END) Dow Jones Newswires
January 23, 2011 21:37 ET (02:37 GMT)
Copyright (c) 2011 Dow Jones & Company, Inc.- - 09 37 PM EST 01-23-11

=======================================================================================

Inflasi tinggi bikin NIM sulit digunting

Date : Jan 24 2011, 09:25
Title : News Story
Header : Inflasi tinggi bikin NIM sulit digunting


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) meminta para bankir melakukan efisiensi
perbankan dengan menekan Net Interest Margin (NIM). Namun industri perbankan
menilai ini sulit dilakukan karena inflasi di tanah air masih tinggi.
"Sebabnya ada beberapa hal. Satu, inflasi lebih tinggi dari negara lain.
Dengan sendirinya bunga lebih tinggi. Kedua risk premium debitur di Indonesia
juga masih tinggi," kata Arwin Rasyid, Direktur Utama Bank CIMB Niaga usai
Bankers Dinner 2011 di Gedung Kebon Sirih, Kompleks Bank Indonesia, Jumat
(21/1).
Namun Arwin optimis NIM akan turun dengan sendirinya karena persaingan
antar bank. Gubernur Bank Indonesia menyatakan NIM Indonesia jauh di atas
beberapa negara ASEAN seperti Malaysia, Singapura, Thailand dan Filipina. Di
negara-negara tersebut, NIM berkisar 2,3% - 4,5% sementara NIM Indonesia
tercatat 5,8%. Ke depan, perbankan akan didorong untuk ada di kisaran 4%.
[ Bernadette Christina Munthe ]

KONTAN Mon, 24 Jan 2011 ( 09:13:32 WIB )


=======================================================================================

ASII garap proyek pembangkit listrik

Date : Jan 24 2011, 09:13
Title : News Story
Header : ASII garap proyek pembangkit listrik


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Setelah berjaya di sektor otomotif, PT Astra International Tbk
(ASII) mulai menyasar ke sektor infrastruktur. Emiten otomotif ini tengah
membidik dua proyek pembangkit listrik milik PLN di daerah Sumatera. ASII akan
bergabung dalam sebuah konsorsum dalam menggarap proyek tersebut.
Konsorsium tersebut terdiri dari empat perusahaan, baik lokal maupun
asing, termasuk ASII. Kepala Komunikasi Korporat ASII Arief Istanto mengatakan,
ASII saat ini memang tengah membidik tender proyek pembangkit listrik PLN.
"Yang satu berkapasitas 2x300 MW dan satu lagi 2x150 MW, semua ada di
Sumatera," ujarnya di Jakarta, Kamis (20/1).
Ia pun merinci, nilai proyek untuk pembangkit berkapasitas 2x300 MW
sekitar US$ 720 juta hingga US$ 780 juta. Sedangkan untuk power plant yang
berkapsitas 2x150 MW, nilainya sekitar US$ 360 juta - US$ 390 juta.
Arief mengaku belum tahu berapa porsi yang akan diambil ASII karena masih
dalam pembicaraan dengan tiga investor lainnya. Tetapi, yang jelas, perseroan
menginginkan bisa menjadi mayoritas.
Nantinya, ASII dan tiga investor tersebut akan menjadi penyedia listrik
swasta alias indpendent power producer (IPP). Menggarap proyek tersebut, ASII
menggunakan anak usahanya yaitu PT Pamapersada Nusantara (Pama) yang berada di
bawah naungan PT United Tractors Tbk (UNTR). Proyek pembangkit itu merupakan
proyek pembangkit mulut tambang milik PLN yang merupakan bagian dari proyek
10.000 MW.
Untuk pendanaannya, Arief belum mau merincinya secara jelas. "Nanti saja
kalau sudah closing," elaknya. Jika tender itu didapatkan, diperkirakan
pembangunan konstruksinya baru akan dimulai tahun 2012 mendatang.
Ia pun mengaku belum mengetahui berapa porsi yang akan diambil oleh ASII.
Namun, jika dimungkinkan, ASII akan mengambil porsi terbesar. Maklum, mengenai
porsi kepemilikan itu, harus terjalin kesepekatang antara para investor yang
tergabung dalam konsorsium tersebut.
[ Amailia Putri Hasniawati ]

KONTAN Mon, 24 Jan 2011 ( 08:46:01 WIB )


=======================================================================================

NEW CENTURY DEVELOPMENT DELISTING DARI BURSA EFEK INDONESIA, 24 JAN 2011

Date : Jan 24 2011, 09:13
Title : News Story
Header : NEW CENTURY DEVELOPMENT DELISTING DARI BURSA EFEK INDONESIA, 24 JAN 2011


Story
=======================================================================================
NEW CENTURY DEVELOPMENT DELISTING DARI BURSA EFEK INDONESIA, 24 JAN 2011

Sesuai ketentuan III.3.1 Peraturan Pencatatan No. I-I tentang Penghapusan
Pencatatan Efek (Delisting) dan Pencatatan Kembali (Relisting) Saham Di Bursa,
Bursa kembali mengumumkan untuk melakukan penghapusan pencatatan Efek
(Delisting) PT New Century Development Tbk. dari Bursa Efek Indonesia.
Penghapusan pencatatan Efek PT New Century Development Tbk. dari Bursa Efek
Indonesia berlaku efektif sejak tanggal 24 Januari 2011.

Dengan dicabutnya status Perseroan sebagai Perusahaan Tercatat, maka Perseroan
tidak lagi memiliki kewajiban sebagai Perusahaan Tercatat dan Bursa Efek
Indonesia akan menghapus nama Perseroan dari daftar Perusahaan Tercatat yang
mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia.

Sepanjang Perseroan masih merupakan Perusahaan Publik, maka Perseroan tetap
wajib memperhatikan kepentingan pemegang saham publik dan mematuhi ketentuan
mengenai keterbukaan informasi dan pelaporan kepada Bapepam dan LK.

Persetujuan penghapusan pencatatan Efek Perseroan ini tidak menghapuskan
kewajiban-kewajiban yang belum dipenuhi oleh Perseroan kepada Bursa.

Dalam hal Perseroan akan kembali mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia,
maka proses Pencatatan saham dapat dilakukan paling cepat 6 (enam) bulan sejak
dilakukan Delisting oleh Bursa sepanjang Perseroan memenuhi persyaratan untuk
dicatatkan kembali di Bursa Efek Indonesia sesuai Peraturan nomor I-I tentang
Penghapusan Pencatatan (Delisting) dan Pencatatan Kembali (Relisting) Saham di
Bursa.

(RTI, SS 24 Jan 2011 08:52 WIB)

=======================================================================================

Jumat, 21 Januari 2011

Semua sektor masih lemah, IHSG ditutup turun 2,16%

Date : Jan 21 2011, 16:32
Title : News Story
Header : Semua sektor masih lemah, IHSG ditutup turun 2,16%


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Aksi jual terus menerus mendorong bursa mendekam di zona merah.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih melemah 2,16% ke level 3.379, 543,
setelah sesi pertama anjlok ke titik support-nya di 3.312.
Semua anggota MSCI indeks tidak ada yang berhasil menaiki tangga top
gainers. Secara umum hanya 45 saham yang berhasil naik, sementara 167 saham
terkoreksi dan 72 saham tidak berubah posisi. Volume perdagangan hari ini
mencapai 3,834 milliar dengan nilai Rp 6,853 trilliun.
Sektor yang paling parah terkoreksi adalah sektor perkebunan yang anjlok
3,21%, disusul sektor consumer good yang melemah 3,14%. Sektor lainnya yang
turun agak curam adalah sektor pertambangan, manufaktur, perdagangan, dan
industri dasar yang masing-masing terkoreksi 2,64%, 2,36% dan 2,27%.
Saham yang tergerus paling dalam adalah First Media (KBLV), perusahaan
milik Grup Lippo tersebut anjlok 19,35% ke Rp 1.000, dan Asuransi Harta Aman
(AHAP) yang turun 16,80% ke Rp 104.
Saham MSCI indeks yang menjadi pemimpin top gainers adalah Unilever (UNVR)
yang anjlok 6,56% Rp 14.250, dibelakangnya saham PTBA turun 6,38% Rp 20.550,
disusul Charoen Pokhpand yang melemah 6,10% Rp 1.540.
Sementara, saham Leo Investement (ITTG) mencatat penguatan tertinggi yaitu
29,63% ke Rp 105. Di urutan kedua top gainers, Royal Oak Developement (RODA)
naik dengan penguatan 13,53% ke Rp 63.
[ Dian Pitaloka Saraswati ]

KONTAN Fri, 21 Jan 2011 ( 16:22:50 WIB )


=======================================================================================

JSX







Akhir dari perjuangan indek ari ini tetap membuahkan hasil negatif. Akan tetapi indek hari ini tetap dijaga di 3350 dengan penutupan indek 3379.54 (-74) -2.16%.

Indek berpeluang rebound jika laporan keuangan bagus. Good Luck.


Date : Jan 21 2011, 16:31
Title : News Story
Header : Inilah lima saham bluechips yang menggerus indeks hari ini


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Menjelang penutupan sesi II, indeks belum banyak mengalami
perubahan. Aksi jual saham lapis pertama menjadi pemicu utamanya.
Selain itu, berdasarkan data Bloomberg, aksi penjualan saham masih
didominasi oleh broker asing. Berikut adalah daftar saham-saham bluechips yang
dilanda aksi jual sehingga berkontribusi besar dalam penurunan indeks hari ini.
- PT Unilever Indonesia (UNVR)
Hingga pukul 15.37, saham UNVR sudah melorot 6,65% menjadi Rp 14.250.
Broker yang melepas saham ini antara lain: Credit Suisse senilai Rp 30,69
miliar, Deutsche Securities senilai Rp 18,65 miliar, dan Macquarie Capital
senilai Rp 7,12 miliar.
- PT Bank Mandiri (BMRI)
Saham BMRI mengalami penurunan 4,31% menjadi Rp 5.550. Sejumlah broker
yang menjual saham BMRI adalah: UBS Securities senilai Rp 100,60 miliar, Kim
Eng Securities senilai Rp 61,97 miliar, dan Bahana Securities senilai Rp 41,46
miliar.
- PT Bank Central Asia (BBCA)
Saham BBCA turun 4,39% menjadi Rp 5.450. Broker yang melepas saham BBCA di
antaranya: Credit Suisse senilai Rp 75,53 miliar, Deutsche Securities senilai
Rp 25,27 miliar, dan CIMB Securities senilai Rp 17,26 miliar.
- PT Perusahaan Gas Negara (PGAS)
Saham PGAS melorot 4,09% menjadi Rp 4.100. Broker yang melepas saham PGAS
antara lain: Deutsche Securities senilai Rp 110,92 miliar, Credit Suisse
senilai Rp 25,61 miliar, dan Kim Eng Securities senilai Rp 16,55 miliar.
- PT United Tractors (UNTR)
Saham UNTR turun 4,48% menjadi Rp 20.450. Broker asing yang melepas saham
UNTR yakni: JP Morgan Securities senilai Rp 87,85 miliar, Macquarie Capital
senilai Rp 42,50 miliar, dan CLSA Indonesia senilai Rp 29,80 miliar.
[ Barratut Taqiyyah ]

KONTAN Fri, 21 Jan 2011 ( 15:53:08 WIB )


=======================================================================================

Inflasi membuat mata uang Asia kompak keok

Date : Jan 21 2011, 13:52
Title : News Story
Header : Inflasi membuat mata uang Asia kompak keok


Story
=======================================================================================

SINGAPURA. Pada minggu ini, mata uang Asia terus mengalami pelemahan.
Keoknya mata uang regional dipimpin oleh won Korea Selatan dan peso Filipina
seiring spekulasi investor asing memindahkan dananya dari Asia akibat tingginya
tingkat inflasi.
Seperti yang diketahui, indeks harga konsumen di China naik 4,6% pada
Desember dibanding tahun sebelumnya. Angka tersebut mendekati level 5,1% yang
tercipta pada November lalu dan merupakan tingkat inflasi terbesar dalam dua
tahun terakhir.
Sementara di dalam negeri, tingkat inflasinya tumbuh paling cepat dalam 20
bulan terakhir pada Desember 2010. Selain itu, tingkat yield untuk surat utang
pemerintah dengan tenor 10 tahun kemarin membumbung ke level tertinggi sejak
Mei 2010. Hal itu terjadi setelah Citigroup Inc, HSBC Holdings Plc, dan PT bank
Central Asia memprediksi bank sentral Indonesia akan menaikkan suku bunga acuan
sebesar 75 poin tahun ini untuk mengerem laju inflasi.
"Banyak yang menarik posisi karena kecemasan akan inflasi di beberapa
pasar. Sejumlah investor merealisasikan keuntungan sehingga memilih keluar pada
level saat ini," jelas Wai Ho Leong, regional ekonom Barclays Plc.
Asal tahu saja, pada pukul 11.57 waktu Seoul, won melemah 0,7% minggu ini
menjadi 1.121,75 per dollar. Sedangkan peso Filipina melemah 0,5% menjadi
44,42, baht Thailand melemah 0,5% menjadi 30,61, dan yuan China sedikit
mengalami pelemahan di 6,5991. Sedangkan rupiah melemah 0,2% menjadi 9.080.
[ Barratut Taqiyyah, Bloomberg ]

KONTAN Fri, 21 Jan 2011 ( 13:30:01 WIB )


=======================================================================================

BCA membeli saham Bank Ekonomi dan sejumlah bank di luar negeri

Date : Jan 21 2011, 13:27
Title : News Story
Header : BCA membeli saham Bank Ekonomi dan sejumlah bank di luar negeri


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Selama ini banyak pihak mengeluhkan dominasi asing di sektor
perbankan Indonesia. Giliran bank nasional melancarkan "serangan balik".
Pelakunya adalah PT Bank Central Asia tbk (BBCA). Saat ini BCA sudah
melakukan penyertaan modal dalam bentuk saham di Bank DBS Singapura, Hong Kong
Shanghai Bank Corporation (HSBC) dan Bank Sumitomo Mitsui Banking Corporation
(SMBC). "Penempatan modal yang kami lakukan masing-masing sebesar 1% saham di
bank itu," kata Wakil Direktur utama Bank BCA Jahja Setiaadmaja kepada KONTAN,
Rabu (19/1).
Tak cuma itu, BCA juga segera melakukan aliansi dengan Siam Comersial
Bank. Adapun dengan Philipine Island Bank masih dalam proses menjalin aliansi.
"Bentuknya kerjasama bukan dengan pembelian saham," kata Jahja.
Ia membantah kalau langkah BCA itu untuk mendirikan kantor cabang baru di
luar negeri. "Ini untuk meningkatkan kerjasama dengan perbankan di luar
negeri," jelas Jahja.
Sumber KONTAN di BCA mengatakan, kerjasama dengan memiliki saham agar
kedua pihak bisa saling mengikat. "Supaya trust di antara kedua perusahaan bisa
terbentuk. Seperti tanda niat baik," katanya. Menurut dia, walau hanya 1%,
kepemilikan itu akan memudahkan BCA jika ingin memperluas bentuk kerjasama.
Di dalam negeri, BCA baru saja melakukan penyertaan modal berbentuk saham
di Bank Ekonomi Raharja sebesar 1%. Penyertaan ini melalui menandatangani akta
jual beli saham antara BCA dengan PT Surya Sakti Investments. Aksi korporasi
ini sudah mendapatkan persetujuan Bank Indonesia.
Direktur Utama Bank BCA D.E. Setijoso berharap, penyertaan saham di Bank
Ekonomi Raharja bisa meningkatkan kualitas layanan nasabah kedua bank.
"Penyertaan ini merupakan suatu langkah positif dalam mengembangkan kerjasama
yang lebih luas antara BCA dengan Grup HSBC," ungkap Setijoso.
Selain BCA, sebesar 98,96% saham Bank Ekonomi dimiliki Grup HSBC melalui
HSBC Asia Pacific Holdings Limited.
[ Roy Franedya, Anaya Noora ]

KONTAN Fri, 21 Jan 2011 ( 13:13:47 WIB )


=======================================================================================

Laba BMRI dan BBRI mencapai Rp 17 triliun

Date : Jan 21 2011, 13:27
Title : News Story
Header : Laba BMRI dan BBRI mencapai Rp 17 triliun


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Musim paparan kinerja belum tiba, tapi Menteri Negara BUMN
Mustafa Abubakar sudah sesumbar tentang perolehan laba bank-bank pelat merah.
Dia bahkan menyebutkan, perolehan laba masing-masing bank.
Menurut Mustafa, nilai total laba bank BUMN tahun 2010 menembus angka Rp
20 triliun. Angka ini naik sekitar 16% dibandingkan perolehan tahun 2009.
Sumbangan terbesar berasal dari PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bank
Rakyat Indonesia tbk (BBRI). Meski proses audit belum rampung ia memperkirakan,
kedua bank itu akan menyumbangkan laba sebesar Rp 17 triliun. Sisanya Rp 3
triliun berasal dari laba Bank BNI dan Bank Tabungan Negara (BTN). "Bank
Mandiri menjadi yang terdepan bersama BRI," ungkap Mustafa di Jakarta
Convention Centre, Kamis (20/1).
Laba bank BUMN pada 2010 mungkin bakal lebih besar dari perkiraan Mustafa.
Pasalnya, mengacu pada data Bank Indonesia, per November 2010 laba setelah
taksiran pajak penghasilan di kelompok bank persero mencapai Rp 20,92 triliun.
Direksi Bank Mandiri enggan mengomentari estimasi laba versi pemegang
saham. Alasannya, proses audit masih berlangsung. Tetapi, sejauh ini mereka
optimistis bisa mengantongi laba di atas Rp 8 triliun. Wakil Direktur Utama
Riswinandi menyebutkan, per Oktober 2010 laba Mandiri mencapai Rp 7,2 triliun.
Sedangkan BRI juga diperkirakan meraup untung di 2010 sekitar Rp 8,5
triliun, setelah membukukan laba bersih Rp 6,65 triliun di September 2010.
Sekretaris Perusahaan BRI Muhamad Ali, hanya menyatakan pencapaian mereka
sesuai dengan target. "Kalau Pak Menteri bilang segitu, kita aminkan saja,"
kata Ali, kemarin.
BTN yang menargetkan perolehan laba Rp 746 miliar, hingga kuartal ke tiga
2010 telah membukukan laba Rp 597,23 miliar. Wakil Direktur Utama BTN Evi
Firmansyah, optimistis target tersebut akan tercapai.
Pendapatan bunga masih mendominasi perolehan laba BTN. "Pertama masih dari
bunga karena pertumbuhan kredit tinggi dan suku bunga stabil. Fee based memang
ada, tetapi masih sedikit, karena kami memang baru mulai," kata Evi.
[ Bernadette C, Nina Dwiantika, Astri K, Didik P ]

KONTAN Fri, 21 Jan 2011 ( 13:07:45 WIB )


=======================================================================================

Asing keluar, rupiah tertekan ke posisi terendah sejak Juni lalu

Date : Jan 21 2011, 13:26
Title : News Story
Header : Asing keluar, rupiah tertekan ke posisi terendah sejak Juni lalu


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Mata uang rupiah melanjutkan pelemahannya hari ini, dan bahkan
berada di level terendah sejak Juni lalu. Hingga pukul 11.40 WIB, nilai tukar
rupiah terhadap dollar AS di pasar spot berada di Rp 9.083 per dollar AS, atau
turun 0,22% dari posisi kemarin di Rp 9.063 per dollar AS.
Melemahnya rupiah seiring terpangkasnya kepemilikan asing dalam aset lokal
karena kecemasan percepatan inflasi. Dana asing yang terpangkas dari pasar
saham lokal senilai US$ 425 juta, lebih dari yang mereka beli bulan ini.
Kementerian Keuangan menyebut, kepemilikan di obligasi pemerintah
Indonesia juga turun menjadi Rp 191,34 triliun atau setara US$ 21,1 miliar per
14 Januari, dari 198,75 triliun di 7 Januari.
Bank Indonesia mempertahankan tingkat bunga acuan pada 5 Januari lalu, dan
baru akan meninjau ulang pada 4 Februari nanti.
Gundy Cahyadi, ekonom Oversea-Chinese Banking Corp. mengatakan, sudha
cukup banyak yang menjual aset di pasar saham lokal dan obligasi. "Pasar
tampaknya melihat apakah BI akan menaikkan atau tidak suku bunga untuk
mengelola inflasi. Sentimen akan terus menjadi sangat lemah untuk rupiah,"
ujarnya.
[ Dupla Kartini, Bloomberg ]

KONTAN Fri, 21 Jan 2011 ( 11:52:49 WIB )


=======================================================================================

Indeks cetak rekor terendah baru di sesi I setelah anjlok 3,25%


Date : Jan 21 2011, 13:23
Title : News Story
Header : Indeks cetak rekor terendah baru di sesi I setelah anjlok 3,25%


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya kembali mencetak
rekor terendah baru setelah anjlok 3,25% ke level 3.341,690 di sesi I hari ini
(21/1). Tercatat, sekitar 207 saham membakar indeks, dan hanya 19 saham yang
mengalami kenaikan harga. Sementara, 32 saham lagi masih tidur sampai siang
ini. Seluruh sektor yang diperdagangkan memerah dipimpin consumer goods yang
merosot 4,84%.
Perdagangan hari ini lumayan ramai dengan nilai perdagangan tercatat Rp
3,8 triliun yang melibatkan 2,1 miliar saham.
Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk memimpin mayoritas saham yang melemah
setelah turun tajam 25% ke Rp 600. First Media Tbk (KBLV) yang sejak beberapa
hari terakhir selalu berada di lima besar top gainers, kini pindah lajur ke top
losers nomor urut dua setelah melemah 17,74% ke Rp 1.020. Maskapai Reasuransi
Indonesia Tbk (MREI) turun 16,18% ke Rp 570, Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA)
terkoreksi 9,88% ke Rp 730, dan Alumindo Light Metal Industry Tbk (ALMI)
mengunci lima besar top losers setelah turun 8,54% ke Rp 750.
Sementara itu, 19 saham yang mengalami kenaikan dipimpin oleh Suryamas
Dutamakmur Tk (SMDM) yang terbang 13,64% ke Rp 125. Disusul Pioneerindo Gourmet
International Tbk (PTSP) yang naik 7,53% ke Rp 500, Global Land Development Tbk
(KPIG) menguat 4% ke Rp 520, Jemblo Cable Company Tbk (JECC) naik 3,45% ke Rp
600, dan Darya-Varia Laboratoria Tbk (DVLA) mengalami kenaikan 2,86% ke Rp
1.080.
[ Teddy Gumilar ]

KONTAN Fri, 21 Jan 2011 ( 11:46:28 WIB )


=======================================================================================

Indeks berpotensi rebound jika sore ini ditutup di atas level 3.425

Date : Jan 21 2011, 13:23
Title : News Story
Header : Indeks berpotensi rebound jika sore ini ditutup di atas level 3.425


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Investor asing masih saja melepas kepemilikan sahamnya di Bursa
Efek Indonesia (BEI). Aksi pelepasan saham asing tersebut membuat Indeks Harga
Saham Gabungan (IHSG) babak belur. Pada penutupan sesi I, indeks turun 3,25%
menjadi 3.341,690.
Tommy memprediksi, jika pada penutupan sore nanti indeks ditutup di atas
level 3.425, ada kemungkinan indeks mengalami rebound Senin (24/1) mendatang.
"Namun, jika di bawah level tersebut, indeks berpotensi masih melanjutkan
penurunan," pungkasnya.
Beberapa saham lapis pertama yang dilanda aksi jual asing antara lain: PT
Unilever Indonesia (UNVR), PT Bank Central Asia (BBCA), PT Astra International
(ASII), PT Perusahaan Gas Negara (PGAS), dan PT Bank Mandiri (BMRI).
Khusus untuk saham UNVR, sejumlah broker asing yang melepaskan sahamnya
antara lain: Kim Eng Securities senilai Rp 7,76 miliar, JP Morgan Securities
senilai Rp 5,57 miliar, dan CLSA Indonesia senilai Rp 3,60 miliar.
Sementara, untuk saham BBCA, broker asing yang menjual sahamnya adalah:
Kim Eng Securities senilai Rp 34,30 miliar, JP Morgan senilai Rp 24,48 miliar,
dan Credit Suisse senilai Rp 10,50 miliar.
Untuk saham ASII, broker asing yang menjual kepemilikan sahamnya yakni
Deutsche Securities senilai Rp 42,84 miliar, Credit Suisse senilai Rp 36,27
miliar, dan Kim Eng Securities senilai Rp 22,26 miliar.
Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomo menilai, asing
saat ini tengah melakukan rebalancing portofolio-nya terkait right issue Bank
Mandiri.
[ Barratut Taqiyyah ]

KONTAN Fri, 21 Jan 2011 ( 11:38:59 WIB )


=======================================================================================

Analis: Indeks terbakar akibat asing rebalancing portofolio

Date : Jan 21 2011, 13:22
Title : News Story
Header : Analis: Indeks terbakar akibat asing rebalancing portofolio


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) benar-benar terpukul hebat
pada pembukaan pagi. Pada pukul 09.38, indeks sempat tergerus hingga 4,26%
menjadi 3.312,854. Namun, saat ini, indeks kembali meminimalisir penurunan dan
tercatat turun 2,68% menjadi 3.361.
Semua sektor terlihat kebakaran. Penurunan terbesar dialami sektor
consumer goods sebesar 4,21%, baru kemudian disusul oleh sektor konstruksi dan
manufaktur dengan penurunan masing-masing sebesar 3,42% dan 3,27%.
Menurut Satrio Utomo, Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia,
melorotnya indeks pagi ini akibat tekanan jual oleh asing. "Indeks kita
merupakan yang terburuk di kawasan regional hari ini. Hang Seng saja bahkan
sempat naik tinggi loh," kata Tommy, sapaan akrabnya.
Kendati begitu, Tommy menilai, aksi jual asing saat ini bukan sesuatu yang
patut dikhwatirkan. Sebab, "Ini hanya koreksi sementara di mana asing tengah
rebalancing portofolionya. Apalagi deadline right issue Bank Mandiri sebentar
lagi," urainya.
Apakah ada hubungannya dengan inflasi? Tommy tak sepakat. Menurutnya,
tingkat inflasi Indonesia sudah tinggi sejak Juni 2010. "Saya rasa inflasi
tidak berpengaruh banyak terhadap pergerakan indeks," imbuhnya,
Dia lantas memprediksi, hari ini, indeks bakal berada di level support
3.300 hingga 3.350 dan level resistance di 3.375 hingga 3.400.
[ Barratut Taqiyyah ]

KONTAN Fri, 21 Jan 2011 ( 11:10:53 WIB )


=======================================================================================

Bursa Asia terseret kecemasan pengetatan ekonomi China

Date : Jan 21 2011, 13:22
Title : News Story
Header : Bursa Asia terseret kecemasan pengetatan ekonomi China


Story
=======================================================================================

TOKYO. Bursa saham Asia melemah karena kecemasan langkah pengetatan
ekonomi China. Koreksi terutama dipimpin saham produsen bahan dasar.
Hingga pukul 10.37 WIB, mayoritas bursa Asia masih terkoreksi. Indeks
Nikkei 225 turun 0,73% ke 10.360,96, indeks Kospi melemah 0,95% ke 2.086,67,
dan IHSG jatuh 2,47% ke 3.369,37. Tapi, indeks Shanghai justru berhasil naik
1,85% ke 2.727,28, dan Straits Times Index masih menguat 0,12%.
Lemahnya performa saham-saham Asia tercermin dari indeks MSCI Asia Pasifik
yang turun 0,8% ke 136,68, hingga pukul 11.27 waktu Tokyo. Saham yang tertekan
diantaranya BHP Billiton Ltd yang turun 1,8%, Japan Petroleum Exploration Co
turun 2,7%, dan Rio Tinto Group jatuh 1,5% seiring penurunan harga komoditas.
Senior analis Daiwa Asset Management Co., Yoshinori Nagano menyebut pasar
khawatir dengan pengetatan lanjutan dari negara berkembang, terutama Cina,
bakal menurunkan permintaan terhadap komoditas.
"Penurunan harga komoditas akan menyebabkan lemahnya pasar saham," imbuh
Juichi Wako, analis senior dari Nomura Holdings Inc.
[ Dupla Kartini, Bloomberg ]

KONTAN Fri, 21 Jan 2011 ( 10:50:47 WIB )


=======================================================================================

Laba BUMI diramal naik 50% akibat cuaca buruk

Date : Jan 21 2011, 13:20
Title : News Story
Header : Laba BUMI diramal naik 50% akibat cuaca buruk


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Dileep Srivastava, Direktur PT Bumi Resources (BUMI), optimistis
akan peningkatan kinerja perusahaan di sepanjang tahun 2010. Dia memprediksi,
laba yang bisa dikantongi PT Bumi Resources (BUMI) bisa naik 50% dibanding
perolehan tahun 2009.
Dalam email yang diterima Bloomberg, Dileep mengatakan, BUMI berhasil
membukukan laba bersih sebesar US$ 190,4 juta di 2009. Hanya saja, tidak
disebutkan berapa pencapaian laba bersih tahun lalu. Sementara, berdasarkan
estimasi 18 analis yang disurvei Bloomberg, laba bersih bisa naik hingga 38%
menjadi US$ 262,3 juta tahun lalu.
Menurut Dileep, BUMI berhasil menjual 60 juta metrik ton batubara dengan
harga sebesar US$ 70 per ton. Sebagai perbandingan, di 2009, BUMI berhasil
menjual 58 juta ton di harga US$ 63 per ton.
"Dengan berasumsi kondisi cuaca buruk, saya yakin BUMI bisa mencapai
peningkatan penjualan sebesar 10% dan harga juga naik sekitar 10%," jelasnya.
Catatan saja, hingga pukul 10.34, saham BUMI melorot 2,46% menjadi Rp
2.975.
[ Barratut Taqiyyah, Bloomberg ]

KONTAN Fri, 21 Jan 2011 ( 10:39:52 WIB )


=======================================================================================

JSX


Dilihat tekanan IHSG ari ini indek bertahan di support pertama 3350 ini. Akan tetapi kalo tekanan terhadap IHSG masih berlanjut, maka mungkin IHSG berpeluang ke 3150-3200.
Jadi cermati Laporan keuangan dan data inflasi suku bunga.
Pilih dan focus barang2 yg menurut anda layak dikoleksi. Good Luck.

Pusat tetap incar 7% saham Newmont

Date : Jan 21 2011, 10:33
Title : News Story
Header : Pusat tetap incar 7% saham Newmont


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Perebutan 7% saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) jatah divestasi
tahun 2010 kian seru. Pemerintah pusat rupanya tetap menginginkan porsi 7%
saham senilai US$ 271,6 juta tersebut meski Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat
(DPR) tak merestui.
Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan, sesuai perjanjian kontrak
karya dengan Newmont porsi saham itu terlebih dahulu ditawarkan ke pemerintah
pusat. "Saat ini pemerintah pusat sudah menyatakan minatnya," ujarnya, Kamis
(20/1).
Menurut Agus, hingga kini pemerintah masih mengkaji siapa yang mewakili
pemerintah untuk mengeksekusi jatah divestasi itu, bisa Badan Usaha Milik
Negara (BUMN) atau Pusat Investasi Pemerintah (PIP). "Biar pemerintah pusat
menyelesaikan kajiannya lebih dulu," ujar mantan Direktur Utama Bank Mandiri
itu.
Seperti diketahui, sesuai kontrak karya, pemegang saham asing Newmont
wajib mendivestasikan 51% saham asingnya ke pihak nasional dengan jadwal paling
akhir Maret 2010. Karena PT Pukuafu, perusahaan tambang nasional telah memiliki
20% maka hanya 31% saham saja yang dilepas bertahap.
Sebanyak 24% jatah divestasi 2006, 2007, 2008, dan 2009 sudah jatuh ke
tangan PT Multi Daerah bersaing. Perusahaan ini merupakan patungan bentukan
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kabupaten Sumbawa dan kabupaten
Sumbawa Barat, dengan PT Multicapital, perusahaan milik Grup Bakrie.
Sebelumnya Komisi VII DPR menolak keinginan pemerintah menguasai 7% saham
2010 dengan alasan tidak strategis. DPR sepakat agar saham Newmont jatah
divestasi 2010 diserahkan saja ke daerah.
[ Hans Henricus Benedictus ]

KONTAN Fri, 21 Jan 2011 ( 10:14:36 WIB )


=======================================================================================

Semua sektor kian melemah, IHSG dibuka turun 4,01%

Date : Jan 21 2011, 10:33
Title : News Story
Header : Semua sektor kian melemah, IHSG dibuka turun 4,01%


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Bukannya semakin mereda, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pa
pembukaan pagi ini, semakin menurun tajam 4,01% di level 3319,9.
Hingga pukul 09.40 WIB, hanya 4 saham yang mengalami kenaikan, 13 saham
masih dalam keadaan stagnan, sedangkan 176 saham turun.
Semua sektor di bursa masih melemah, kondisi terparah masih dialami sektor
barang konsumsi yang turun 6%. Setelah itu keterpurukan juga dialami sektor
manufaktur yang juga turun 4,67%.
Indeks anjlok karena turunnya saham bluechips, Kalbe Farma Tbk sebesar
12,17% ke Rp 2.500,25, dan Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) yang turun 9,26%
ke Rp 44.300. Top loosers yang menyumbang anjloknya nilai bursa adalah Unilever
Indonesia Tbk yang turun 7,8% ke Rp 14.000, dan Indo Tambangraya Megah Tbk yang
turun 7,47% ke Rp 45.200.
Top gainers pada pembukaan pagi ini diraih ATPK Resources Tbk (ATPK) yang
melaju pesat naik 22,4% ke Rp 235 dan Rig Tenders Tbk (RIGS) yang naik 4,48% ke
Rp 700.
[ Dyah Ayu Kusumaningtyas ]

KONTAN Fri, 21 Jan 2011 ( 10:04:16 WIB )


=======================================================================================

Pertumbuhan China capai 9,8%, waspada tingkat inflasi

Date : Jan 21 2011, 10:32
Title : News Story
Header : Pertumbuhan China capai 9,8%, waspada tingkat inflasi


Story
=======================================================================================

BEIJING. Pertumbuhan ekonomi China pada kuartal IV 2010 terus melaju. Data
Biro Statistik China menunjukkan, pertumbuhan Negeri Panda tersebut mencapai
9,8% seiring melonjaknya produksi industri dan penjualan ritel.
Otomatis, kondisi tersebut membuat pasar saham di Asia hingga Eropa
dilanda aksi jual. Pasar dunia cemas, Pemerintah China akan menaikkan suku
bunga acuan dan menghambat laju pertumbuhan ekonomi.
Sekadar tambahan, Shanghai Composite Index anjlok 2,9% sehingga ditutup di
level terendah dalam empat bulan terakhir. Sedangkan indeks MSCI Asia Pacific
turun 1,3%. Di Frankfurt Stock Exchange, saham Volkswagen AG yang merupakan
produsen mobil terbesar Eropa di China anjlok 5%.
Angka pertumbuhan China itu berhasil melampaui estimasi nilai tengah 22
ekonom yang disurvei Bloomberg sebesar 9,4%. Sementara itu, data indeks harga
konsumen turun menjadi 4,6% pada Desember. Sebelumnya, Citigroup Inc dan Credit
Suisse Group AG memprediksi, tingkat inflasi China kemungkinan akan melonjak
mencapai 6% pada paruh pertama 2011.
"Jika perekonomian terus tumbuh pada level saat ini, maka tingkat
inflasinya harus tetap diwaspadai," jelas Liu Li-Gang, ekonom Australia and New
Zealand Banking Group Ltd.
Sementara itu, sejumlah ekonom juga meramal, China kemungkinan besar akan
membuka pintu untuk penguatan yuan lebih besar lagi. Langkah ini penting untuk
menghambat kenaikan harga dan meredakan ketegangan perdagangan dengan AS.
[ Barratut Taqiyyah, Bloomberg ]

KONTAN Fri, 21 Jan 2011 ( 09:45:58 WIB )


=======================================================================================

ELSA terbitkan MTN US$ 50 juta akhir bulan ini

Date : Jan 21 2011, 09:25
Title : News Story
Header : ELSA terbitkan MTN US$ 50 juta akhir bulan ini


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Kebutuhan dana yang mendesak menjadi alasan PT Elnusa Tbk (ELSA)
mempercepat penerbitan surat utang jangka menengah alias medium term notes
(MTN). ELSA ingin menerbitkan MTN senilai US$ 50 juta atau Rp 450 miliar di
akhir Januari 2011, lebih cepat daripada rencana semula, yaitu akhir kuartal
pertama 2011.
ELSA merancang MTN-nya memiliki jangka waktu tiga tahun. Emiten ini akan
menggunakan dana hasil penerbitan MTN untuk memenuhi anggaran belanja modal
alias capital expenditure (capex) senilai US$ 100,2 juta atau setara Rp 901,8
miliar.
Alokasi capex adalah investasi di sejumlah jasa hulu migas terintegrasi.
Perincian anggaran, untuk jasa geoscience senilai US$ 35,65 juta, jasa driling
terintegrasi
US$ 9,59 juta dan jasa integrated oilfield US$ 54,95 juta. Sekitar 70%
dari capex ditutup dengan hasil penerbitan MTN. Sisanya akan dipenuhi ELSA
dengan pinjaman bank.
Direktur Keuangan ELSA Santun Nainggolan menambahkan, ELSA masih menjadi
kontraktor proyek Donggi Senoro. "Kami tidak ikut konsorsium, hanya sebagai
kontraktor saja," lanjut dia.
Divisi oilfield services (OFS) ELSA, bulan ini memperoleh kontrak baru
senilai US$ 23 juta. Angka itu hampir separuh dari target pemasukan divisi OFS
sepanjang tahun ini, yaitu US$ 55 juta. Elnusa juga mengantongi kontrak carry
over senilai US$ 131,59 juta dari jasa hulu migas.
ELSA menargetkan pendapatan sepanjang tahun ini Rp 5,5 triliun, atau
mengalami pertumbuhan 37% daripada estimasi pendapatan di 2010, yaitu Rp 4,1
triliun. Sedang laba usaha di 2011 ditargetkan Rp 334 miliar, meningkat 280%
dibandingkan estimasi keuntungan bersih di 2010, yaitu Rp 88 miliar.
[ Anna Suci Perwitasari, KONTAN ]

KONTAN Fri, 21 Jan 2011 ( 09:14:23 WIB )


=======================================================================================

Ini Dia 149 Pasien Gayus Tambunan

JAKARTA - Kementerian Keuangan tadi pagi menyerahkan data 149 wajib pajak kepada Mabes Polri melalui Direktur Tipikor Mabes Polri Brigjen Pol Ike Edwin. Sebanyak 149 wajib pajak ini diduga merupakan "pasien" terdakwa kasus penggelapan pajak Gayus Halomoan Tambunan.

Dari data yang diperoleh okezone, Sabtu (15/1/2011), beberapa wajib pajak, merupakan perusahaan besar yang cukup dikenal publik. Termasuk perusahaan milik konglomerat Indonesia sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie.

Jadi, berikut daftar 149 wajib pajak yang pernah dilayani oleh Gayus semasa bekerja di Direktorat Pajak Kementerian Keuangan.

1. A Rahma Abbas
2. BUT Chevron Indonesia Company
3. BUT MOHG Management Ple Ltd
4. BUT Pan Pacific Hotel & Resort Indonesia
5. BUT Tokyo Electic Power Service Co. Ltd
6. CV Sumber Setia Abadi
7. Justinus Christophorus K
8. Muktar Widjaya
9. PD Chander Vinod Laroya
10. PT Adei Plantation & Industy
11. PT Adijaya Perdana Mandiri
12. PT Adisarana Indotama
13. PT Aditarwan
14. PT Adriwana Krida
15. PT Aica Indonesia
16. PT Aker Kvaerner Subsea
17. PT Asahi Synchrotech Indonesia
18. PT Asianagro Abadi
19. PT Asianagro Lestari
20. PT Astellas Pharma Indonesia.
21. PT Berkatnugraha Sinarlestari
22. PT Bina Sawit Abadi Pratama
23. PT Bintang Utama Lestari
24. PT Bosch Rexroth
25. PT Branita Sandhini
26. PT Bukaka Teknik Utama, Tbk
27.
PT Bumi Resources, Tbk (BUMI)
28. PT Cakrawala Mega Indah
29. PT Capri Nusa Raya
30. PT Cemerlang Abadi
31. PT Ceria Worley
32. PT Chevron Oil Products Indonesia
33. PT Chiyoda Internasional Indonesia
34. PT Chuo Senko Indonesia
35. PT Cibalitung Tunggal Plantation
36. PT Citra Link Indonesia
37. PT Daitoh Indar Indonesia
38. PT Delta Dunia Petroindo Tbk--> Delta Dunia Makmur Tbk (DOID)
39. PT Dowell Anadrill Schlumberger
40. PT Dunia Express
41. PT Dwi Prima Sembada
42. PT Ecorn Consulting
43. PT Excelcomindo Pratama-->XL Axiata Tbk. (EXCL)
44. PT Federal Internasional Finance
45. PT Ford Motor Indonesia
46. PT Fun Motor Indonesia
47. PT Garuda Mataram Motor
48. PT Golden Jaya Abadi
49. PT Gotrans interna Express
50. PT Hasil Jaya Industri
51. PT Honda Trading Indonesia
52. PT Horiguchi Engineering Indonesia
53. PT IDS Manufacturing
54.
PT Indah Kiat Pulp & Paper,Tbk (INKP)
55.
PT Indocement Tunggal Prakarsa (INTP)
56. PT Intan Anugerah Kharisma
57. PT Internasional Paint Indonesia
58. PT Iris Sistem Inforindo
59. PT Jae Hyun Indonesia
60. PT Jasa Teknologi Informasi IBM
61. PT Java Tobacco
62. PT Jewelry Design Services
63. PT JVC Indonesia
64. PT Kaisar Motorindo Industri
65. PT Kapuas Prima Coal
66. PT Karya Cipta Karsa
67. PT KDDI Indonesia
68. PT Kelola Jaya Artha
69. PT Kido Jaya
70. PT Kizone Internasional
71. PT Kornet Trans Utama
72. PT Koryo Internasional Indonesia
73. PT Kuala Pelabuhan Indonesia
74. PT Kurnia Jaya Raya
75. PT Kyung Dong Indonesia
76. PT Kyungseung Trading Indonesia
77. PT Ladangrumput Suburabadi
78. PT Les Nouveaux Premier Real Property Indonesia
79. PT Marga Nusantara Jaya
80. PT Maskapai Perkebunan Leidong West Indonesia
81. PT Marta Unikatama
82. PT McDermott Indonesia
83. PT Meares Soputan Mining
84. PT Mega Kemiraya
85. PT Melputra Garmindo
86. PT Mesitechmitra Purnabangun
87. PT Metec Semarang
88. PT Mintek Dendrill Indonesia
89. PT Mitra Infoparama
90. PT Mitraland Harapan Sejati
91. PT Molten Aluminium Producer Indonesia
92. PT Multi Adiguna Manunggal
93. PT Multi Rentalindo
94. PT Multi Teknindo Inforonika
95. PT Nelco Indonesia
96. PT Newmont Nusa Tenggara
97. PT Nissan Motor Distributor Indonesia
98. PT Nusantara Secom Infotech
99. PT OOCL Indonesia
100. PT Otsuka Indonesia
101. PT Pacific Wira Berjaya
102. PT Panasia Intersarana
103. PT Pantja Motor
104. PT Paramita Praya Prawatya
105. PT Pertamina Bina Medika (Pertamedika)
106. PT Pertamina Dana Ventura
107.
PT Petrosea,Tbk (PTRO)
108. PT Petrosea-PT Clough
109. PT Pindo Deli Pulp & Paper Mills
110. PT Pitamas Data Sempurna
111. PT Plaza Adika Lestari
112. PT Prawarasa Gemilang
113. PT Praquaman Konsultan
114. PT Proses Meterial Indonesia
115. PT Prudential Life Assurance
116. PT Quadra Media Publika
117. PT Rakintam Electical
118. PT Reckitt Benckiser
119. PT Rezdamurni Putramandiri
120. PT RTM Viditra Pratama
121. PT Sanko Gosei Technologi
122. PT Santan Batubara
123. PT Sawit Asahan Indah
124. PT Serasu Autoraya
125. PT Sgwicus Indonesia
126. PT Sibalec
127. PT Sierad Produce,Tbk (SIPD)
128. PT SK Food Indonesia
129. PT SKF Indonesia
130. PT SMI Electronic Indonesia
131. PT Sun Motor Indonesia
132. PT Supramatra Abadi
133. PT Sura Indah Wood Industries
134. PT Sun Hyundai Motor
135. PT Symrise
136. PT Tapian Nadenggan
137. PT Tegar Exporindo Jaya
138. PT Teguh Sinar Abadi
139. PT Thiess Contractors Indonesia
140. PT Tjahja Sakti Motor
141. PT Trisula Ulung Medasurya
142. PT Triwahana Jaya
143.
PT Tunas Baru Lampung, Tbk. (TBLA)
144. PT U Finance Indonesia
145. PT Wangsa Indra Permana
146. PT Widjaya Karya
147. PT Wiratama Dharma Perkasa
148. Suyardi Syukur
149. Toru Inoue

Sumber :
http://news.okezone.com/read/2011/01/15/339/414224/ini-dia-149-pasien-gayus-tambunan

Meski yen menguat, penjualan HEXA terangkat pertambangan

Date : Jan 21 2011, 09:07
Title : News Story
Header : Meski yen menguat, penjualan HEXA terangkat pertambangan


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Nilai tukar yen terhadap dollar Amerika Serikat (AS) yang terus
menguat menjadi alasan PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA) menaikkan harga jual
alat beratnya. HEXA juga berencana menekan margin per unit alat berat tahun
ini. Maklum, sebagian besar alat berat yang dijual HEXA berasal dari Jepang.
Imbasnya, HEXA memikul beban harga beli yang naik. "Margin per unit pasti
berkurang. Kami akan menaikkan harga alat berat merek Hitachi 5%-10%," kata
Sekretaris Perusahaan HEXA Heri Akhyar, Rabu (19/1). Selain Hitachi, HEXA juga
menjual alat berat merek John Deere, Rotobec Grapples dan Waratah.
Heri mengatakan, pengaruh penguatan yen terhadap laba korporasi secara
keseluruhan tidak ada. "Malah laba meningkat akibat permintaan yang tinggi,"
kata dia.
Selain penguatan nilai tukar yen, HEXA juga harus berhadapan dengan
kenaikan harga baja. Sebagai contoh, margin untuk unit excavator diturunkan
10%. Namun, rata-rata margin yang dipatok HEXA tetap 10%-12%.
Setelah menurunkan margin keuntungan, Heri optimistis HEXA bisa menjual
sebanyak 2.300 unit alat berat pada setahun yang periodenya April 2010-Maret
2011.
Dalam proyeksi manajemen HEXA, penjualan selama periode tersebut bisa
mencapai US$ 500 juta atau setara dengan Rp 4,5 triliun. Angka itu naik 47,06%
dibanding perolehan pada periode yang sama tahun 2009.
Sejak April-Desember 2010 penjualan HEXA telah melampaui US$ 300 juta atau
setara Rp 2,7 triliun. "Tiga bulan ke depan penjualan akan meningkat tajam.
Klien sudah pesan dari jauh-jauh hari, tinggal kami antar," tutur Heri. Selama
tiga bulan ke depan, pendapatan HEXA bisa mencapai Rp 1,8 triliun.
Selama sembilan bulan pertama periode April 2010-Maret 2011, HEXA telah
menjual 1.600 unit alat berat, atau rata-rata 177 unit per bulan. Bandingkan
dengan rata-rata penjualan HEXA untuk tahun buku sebelumnya, yaitu 50 unit per
bulan. Pemicu kenaikan penjualan adalah permintaan dari industri tambang.
Heri bilang, laba HEXA bisa naik menjadi US$ 40 juta. Pada periode April
2009-Maret 2010, HEXA mencatatkan laba senilai US$ 34 juta.
[ Adisti Dini Indreswari, KONTAN ]

KONTAN Fri, 21 Jan 2011 ( 08:59:22 WIB )


=======================================================================================

Investor beralih dari emas ke pasar valuta

Date : Jan 21 2011, 09:00
Title : News Story
Header : Investor beralih dari emas ke pasar valuta


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Pesona harga emas kembali meredup. Harga kontrak emas untuk
pengiriman Februari 2011 di Divisi Comex, New York Mercantile Exchange (NYMEX),
kemarin pukul 20.00 WIB, terkoreksi 0,88% menjadi US$ 1.358,20 per ons troi.
Membaiknya data-data ekonomi Amerika Serikat menjadi salah satu pemicu
koreksi harga emas. Produksi industri di negeri Paman Sam naik 0,8% pada
Desember 2010, atau melampaui perkiraan para analis. Bukan hanya itu, mengacu
survei Bloomberg, penjualan rumah di AS mungkin akan naik 4,1% pada bulan
Desember 2010 lalu.
"Sentimen pasar untuk emas telah bergeser sejak akhir 2010. Ini karena
kecemasan terhadap krisis ekonomi semakin berkurang," kata Anne-Laure Tremblay,
Analis BNP Paribas di London, seperti dikutip Bloomberg, kemarin.
Di sisi lain, ANZ Banking Group Ltd memangkas perkiraan harga emas dan
platinum di 2011. ANZ memproyeksikan harga rata-rata emas tahun ini senilai US$
1.453 per ons troi, atau menyusut 3,3% dari perkiraan sebelumnya. Harga
rata-rata platinum juga diprediksi melorot 3,2% dari estimasi sebelumnya
menjadi US$ 1.886 per ons troi.
"Permintaan terhadap safe haven mulai berkurang karena sentimen ekonomi
Eropa terus membaik," tulis Analis ANZ Banking Group Mark Pervan dan Natalie
Robertson, dalam risetnya.
Analis yang dihubungi KONTAN menyebutkan, pelaku pasar tengah mencermati
kebijakan otoritas moneter di setiap negara terkait ancaman inflasi tinggi.
Beralih ke valuta
Ibrahim, Analis Askap Futures, menyatakan, investor saat ini cenderung
membuang aset dalam bentuk komoditas, termasuk emas, dan mengalihkannya ke mata
uang, seperti dollar AS dan yen Jepang.
Sampai tadi malam, indeks dollar AS yang mencerminkan pergerakan the green
back terhadap enam valuta utama dunia bergerak naik 0,24% ke posisi 78,83.
Sejumlah harga komoditas juga kompak menurun. Hal itu terlihat dari laju
indeks CRB Reuters-Jefferies yang melorot 0,58% ke 331,49. Indeks ini
mencerminkan pergerakan harga 19 komoditas paling likuid di dunia.
Herry Setyawan, Analis Indosukses Futures, mengemukakan, saat ini para
spekulan cenderung mengalihkan dananya dari emas ke aset lain yang lebih likuid
tetapi aman, seperti obligasi, deposito, maupun cash (mata uang). "Meskipun
return yang ditawarkan instrumen tersebut kecil," ucap dia.
Koreksi yang terjadi di mayoritas indeks bursa regional juga tidak lantas
mendongkrak harga emas. Hingga beberapa hari ke depan, emas dinilai bukan
pilihan yang menarik sebagai instrumen investasi. "Investor masih wait and see
melihat perkembangan pasar terkini. Mereka lebih senang memegang valuta,
terutama dollar AS dan yen Jepang," ujar Ibrahim.
Namun prospek harga emas masih tetap berkilau. Herry memprediksi harga
emas hari ini (21/1) akan berada di kisaran US$ 1.300 per ons troi, sedang
Ibrahim mematok US$ 1.350 per ons troi. Hingga kuartal I-2011, Ibrahim menaksir
harga emas paling tinggi menyentuh US$ 1.400 per ons troi.
[ Sandy Baskoro, Asep Munazat Zatnika, KONTAN ]

KONTAN Fri, 21 Jan 2011 ( 08:29:23 WIB )


=======================================================================================

Di posisi sideways, saham ADRO, TLKM , ASII jadi penggerus indeks

Date : Jan 21 2011, 08:59
Title : News Story
Header : Di posisi sideways, saham ADRO, TLKM , ASII jadi penggerus indeks


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Saham AALI, ADRO, dan TLKM menjadi tiga saham utama pengerus
indeks, hari ini. Hingga penutupan perdagangan sore ini, IHSG terbenam 2,27%.
Saham ADRO koreksi 7,55% ke Rp 2.450, TLKM turun 3,21% ke Rp 7.550, dan ASII
melemah 2,45% ke Rp 47.800.
Analis PT Samuel Sekuritas Indonesia, Muhammad Al Fatih menyebut, ketiga
saham tersebut terseret lemahnya sentimen pasar karena kecemasan inflasi dan
kondisi sosial politik terkait ketidakpastian kenaikan TDL, pembatasan BBM
susbsidi, dan kelangkaan bahan pangan.
Lanjut Al Fatif, koreksi saham ADRO juga terkait prediksi bakal turunnya
harga batubara karena kenaikan sudah terlalu tinggi. "Diprediksi masalah suplai
yang terganggu akibat banjir bisa pulih 3-4 bulan ke depan, sementara kebutuhan
mulai normal karena musim dingin mulai berakhir," ujarnya.
Secara teknikal, saham ADRO juga sudah mencapai level resistance, sehingga
terjadi koreksi untuk jangka pendek hingga menengah. Target harganya di Rp
2.450 - Rp 2.900, hingga sebulan ke depan. Namun, kata Al Fatih, untuk jangka
panjang trennya masih bullish.
Sementara, penurunan pada saham ASII karena posisi jangka menengah saat
ini sedang sideways dengan kecenderungan di support Rp 46.250. Dengan posisi
market yang berbahaya, kalau dalam jangka pendek level support tertembus, maka
tren jangka menengah bisa berbalik turun.
Adapun, saham TLKM juga sedang berada di dekat support Rp 7.050, dengan
tren jangka menengah dan panjang cenderung sideways. "Kalau lepas dari support,
maka tren jangka panjang berubah turun," kata Al Fatih.
[ Dupla Kartini ]

KONTAN Thu, 20 Jan 2011 ( 16:51:22 WIB )


=======================================================================================