Senin, 14 Maret 2011

Tsunami Jepang Ancam Harga Batubara

Jakarta - Harga batubara terancam turun pasca tsunami Jepang. Karena, Jepang selama merupakan importir batubara yang cukup besar untuk kebutuhan pembangkit-pembangkit listriknya.

Menurut keterangan Kementerian ESDM yang dikutip, Senin (14/3/2011), Jepang selama ini mengimpor batubara Indonesia dengan jumlah besar. Di 2010, jumlah impor batubara Jepang mencapai 24 juta ton atau 10% dari total produksi batubara Indonesia di 2010 yang sebesar 275 juta ton.

Sementara realisasi impor batubara Jepang di 2010 adalah 116,5 juta ton. Jadi 20% kebutuhan impor batubara Jepang dipasok dari Indonesia.

Kementerian ESDM menjelaskan, pembeli dari Jepang merupakan pembeli utama thermal coal Australia seperti Tokyo Electric Power Co (TEPCO), Tohoku Electric Power Co Inc and Chubu Electric. Nama-nama tersebut merupakan perusahaan pembangkit listrik terkemuka Jepang yang tengah bernegosiasi dengan perusahaan tambang Xstrata, eksportir thermal coal terbesar dunia.

"Namun, adanya bencana yang menimpa Jepang akan sangat mungkin mempengaruhi proses kontrak jual-beli yang sedang berlangsung sehingga otomatis akan mempengaruhi harga batubara di Asia," jelas keterangan Kementerian ESDM tersebut.

Pada Maret, Kementerian ESDM mengumumkan Harga Batubara Acuan (HBA) mencapai US$ 122,43/ton, turun dari Februari 2011 yang sebesar US$ US$127,05/ton. Ini merupakan pertama kalinya harga patokan batubara turun sejak konsisten mengalami kenaikan dari Oktober 2010 yang sebesar US$ 92,68/ton hingga puncaknya di Februari 2011 US$ 127,05/ton.

Harga patokan ini ditetapkan pada Kamis (10/3/2011), sehari sebelum bencana tsunami di Jepang.

Grup Bakrie berpeluang menguasai Newmont

JAKARTA. Akhir Maret ini merupakan tenggat akhir bagi pemerintah pusat menentukan sikap soal pembelian jatah terakhir saham divestasi saham divestasi PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) sebesar 7%. Naga-naganya, saham tersebut akan jatuh ke pangkuan PT Multi Daerah Bersaing, perusahaan kongsi anak usaha Grup Bakrie dan tiga pemerintah daerah di Nusa Tenggara Barat.

Pemerintah sudah menawarkan ke Badan Usaha Milik Negara (BUMN) agar mengajukan penawaran. Nyatanya, sampai detik terakhir, tak satu pun BUMN yang tertarik membeli saham senilai US$ 271,6 juta itu. Maka itu, "Saya kembalikan lagi rencana pembelian ini ke menteri Keuangan," tandas Menteri BUMN Mustafa Abubakar, akhir pekan lalu.

Sikap menyerah BUMN ini tentu saja memperbesar peluang Grup Bakrie menambah lagi porsi kepemilikan di Newmont. Secara tak langsung, kini Grup Bakrie menguasai 24% saham Newmont. Jika berhasil memborong lagi porsi terakhir jatah divestasi, perusahaan ini akan menguasai 31% saham Newmont.

Grup Bakrie masuk Newmont lewat PT Bumi Resources Mineral Tbk (BRMS), induk usaha Multicapital. Multicapital berkongsi dengan PT Daerah Maju Bersaing membentuk Multi Daerah Bersaing. Daerah Maju Bersaing adalah perusahaan milik Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Pemerintah Kabupaten Sumbawa, serta Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat.

Komisaris Multi Daerah Bersaing, Heryadi Rachmat mengaku sudah siap membeli sisa saham divestasi Newmont. "Minggu ini kami juga bisa menghadap Menteri Keuangan karena sudah ada uangnya," ujar dia kepada KONTAN, Minggu (13/3).
Yuanita Rohali, Direktur Keuangan Bumi Resources Mineral juga menyatakan, jika pemerintah pusat tak jadi membeli, mereka akan mengambil kendali di Newmont.

Listing di London Positif Bagi BUMI


INILAH.COM, Jakarta - Laju saham BUMI, Senin (14/3) diprediksi naik karena laporan keuangan yang berstandar internasional jelang listing di London. Potensi pelemahannya pun sudah ter-counter. Buy on weakness!

Pengamat pasar modal Willy Sanjaya mengatakan, potensi penguatan saham PT Bumi Resources (BUMI) awal pekan ini karena laporan keuangannya ‘wajib’ fully audited. Sebab, emiten sejuta umat ini akan go internasional dengan listing di bursa London April 2011.

Pasar melihat, Laporan keuangan perseroan akan sesuai dengan standar internasional. Namun, untuk menguat lebih jauh, emiten ini masih mendapat guncangan dari situasi market. Begitu bursa regional mengalami koreksi yang cukup dalam, saham ini juga ikut melemah.

Tapi, begitu mencapai level support Rp2.950, saham ini tertahan pelemahannya karena adanya daya beli yang sangat besar. “Karena itu, koreksi saham BUMI sudah ter-counter dengan baik sehingga untuk kembali rebound sangat cepat,” katanya kepada INILAH.COM.

Pada perdagangan Jumat (11/3), saham BUMI ditutup melemah Rp50 (1,63%) jadi Rp3.000 dibandingkan sebelumnya di level Rp3.050. Harga intraday tertinggi mencapai Rp3.050 dan terendah Rp2.925. Volume transaksi mencapai 86,8 juta unit saham senilai Rp259,4 miliar dan frekuensi 1.978 kali. Berikut ini wawancara lengkapnya:

Setelah ditutup melemah 1,63%, bagaimana Anda memperkirakan, laju saham BUMI awal pekan ini?

Berpeluang naik. Sebab, laporan keuangannya ‘wajib’ fully audited. Sebab, emiten sejuta umat ini akan go international dengan listing di bursa London April 2011. Pasar melihat, Laporan keuangan perseroan akan sesuai dengan standar internasional. Sebab, saham ini juga sudah dimiliki secara internasional.

Listingnya emiten ini di London, sentimennya sangat positif karena kriteria laporan keuangannya sudah kelas internasional. Kesalahan pencatatan dalam laporan keuangannya seperti yang terjadi sebelumnya, tidak akan terjadi lagi. Karena itu, jika BUMI lulus untuk listing di bursa London sangat positif.

Di sektor pertambangan batu bara, saham BUMI yang paling menarik. Pada April 2011, emiten ini sudah listing di bursa London di mana Vallar Plc berubah nama jadi Bumi Plc. BUMI potensial naik.

Akan bergerak di kisaran berapa?

BUMI potensial naik ke arah level resistance Rp3.100 dan Rp2.950 sebagai level support-nya.

Bagaimana dengan sentimen market setelah Jepang dilanda gempa dan tsunami akhir pekan lalu?

BUMI masih cukup tangguh. Pada saat market mengalami koreksi akhir pekan lalu, saham ini bertahan di level psikologis Rp3.000, meskipun sempat ‘dihajar’ ke level Rp2.925. Secara teknikal, saham ini sebenarnya sudah kecil peluangnya untuk melemah. Tapi, saya akui untuk menguat lebih jauh pun mendapat guncangan-guncangan dari situasi market.

Misalnya, pada perdagangan BUMI pada Kamis (10/3) pekan lalu, yang sempat mencapai level tertingginya Rp3.075. Tapi, begitu bursa regional koreksi cukup dalam, saham ini juga ikut melemah. Di sisi lain, begitu mencapai level support Rp2.950, saham ini tertahan pelemahannya karena adanya daya beli yang sangat besar.

Karena itu, koreksi saham BUMI sudah ter-counter dengan baik sehingga untuk kembali rebound sangat cepat. Tapi saat ini, kebetulan terjadi bencana alam di Jepang yang tak bisa diprediksikan sehingga juga turut jadi tekanan bagi emiten ini akhir pekan lalu.

Kalau begitu, kapan BUMI potensial naik lebih jauh?

Saya perkirakan, pergerakan signifikan di saham ini akan terjadi di bulan April jelang emiten ini listed di bursa London. Apalagi, pasar juga menantikan dirilisnya laporan keuangan perseoran untuk full year 2010. Untuk sementara ini, laju saham BUMI masih mengikuti arus market dengan tahanan kuat tetap di level Rp2.950.

Pada akhirnya, jika laporan keuangan BUMI sudah dirilis dan emiten ini sudah listing di bursa London, saham ini bisa bertenger di level Rp4.000. Apalagi, jika mendapat dukungan dari situasi market yang postif.

Apa rekomendasi Anda untuk BUMI?

Saya rekomendasikan buy on weakness saham ini. Sebab, pasar juga masih harus fokus pada data-data dampak gempa dan tsunami Jepang. Hingga akhir 2011, saya targetkan Rp4.500 untuk saham BUMI. [mdr]

BIPI menunda bayar utang jatuh tempo Rp 592 miliar

JAKARTA. PT Benakat Petroleum Energy Tbk (BIPI) gagal melunasi utang jatuh temponya dan berniat memperpanjang pembayaran utang kepada PT Indo Tambang Perkasa. Artinya, telah dua kali BIPI memperpanjang pembayaran utangnya yang jatuh tempo berupa promissionary notes alias surat utang jangka pendek kepada induk usahanya itu.

Sebelumnya, BIPI sudah memperpanjang pembayaran utang saat jatuh tempo pada 12 September 2010 selama enam bulan menjadi 12 Maret 2011. Nyatanya, kini, "Manajemen memutuskan untuk memperpanjang lagi selama enam bulan," ungkap Direktur BIPI Firlie Ganindito kepada KONTAN, Sabtu (12/3) lalu.

Jadi, BIPI baru akan membayar sisa utang mereka sebesar Rp 592,51 miliar pada 12 September 2011. Utang itu merupakan bagian dari promissionary notes senilai Rp 894,81 miliar yang dijual BIPI kepada Indo Tambang. Bunganya 5,6% per tahun.

Duit itu untuk membeli 37,15% saham PT Elnusa Tbk (ELSA) dari PT Tridaya Esta. BIPI telah melunasi promissionary notes sebesar
Rp 302,3 miliar. Dananya berasal dari pinjaman Amadia Investment senilai US$ 30 juta dengan bunga 12% per tahun. Jaminannya adalah 12,5% saham ELSA serta saham PT Delta Samudra, perusahaan batubara kepunyaan BIPI.

Namun, BIPI kesulitan membayar sisa utang dan hingga jatuh tempo belum mendapatkan dana segar. Maklum, kondisi kas perusahaan minyak dan gas bumi ini belum baik. Berdasarkan laporan keuangan BIPI per akhir September 2010, dana kas dan setara kas mereka hanya mencapai Rp 63 miliar.

Jual saham ELSA

Sebelumnya, manajemen BIPI sempat optimistis bakal bisa melunasi utangnya tepat waktu. Salah satu harapan sumber pendanaannya adalah menjual kepemilikan sahamnya di ELSA.

Firlie menilai cara inilah yang dapat dilakukan untuk melunasi utang. "Saat mengambil Elnusa, sebenarnya kami memikirkan untuk investasi jangka panjang di sana. Tapi ternyata saat ini keadaannya tidak sesuai," ungkap dia.

Tapi persoalannya, belakangan ini harga saham ELSA terus melorot dan jauh di bawah harga akuisisi. Sekadar informasi, BIPI membeli saham ELSA di harga Rp 330 per saham. Sedangkan pada Jumat (11/3) pekan lalu, harga saham ini Rp 295 per saham. Karena itu, BIPI dikabarkan mulai berpikir ulang menjual saham ELSA.

Selain berencana menjual saham ELSA, manajemen BIPI juga dikabarkan akan menerbitkan obligasi maupun saham baru alias rights issue. Namun, rencana tersebut juga sulit terealisasi, karena keadaan perekonomian dan kondisi perusahaan yang belum bagus.

Analis E-Trading Securities Teddy Dwitama mengatakan, perpanjangan pembayaran utang BIPI bisa mempengaruhi keuangan perusahaan tersebut. "Yang seharusnya beban itu bisa dihilangkan di kuartal satu ini, namun kali ini akan membebani mereka sampai September 2011," kata dia.

Teddy menambahkan, "Ini bisa sangat mempengaruhi investor karena terkesan BIPI tidak menepati omongannya dan apalagi ini bukan kejadian pertama."

Dia menyarankan, sebaiknya BIPI segera melepas saham ELSA jika kontribusi perusahaan itu tidak lagi menguntungkan atau tidak sesuai ekspektasi. Pasalnya, jika tidak segera dilepas, kondisi keuangan BIPI akan terus terbebani.

Nantinya, BIPI bisa menggunakan dana penjualan saham untuk mengembangkan bisnis. Maklum, tahun ini BIPI berniat mengakuisisi blok minyak dan gas baru dengan cadangan yang mencapai 40 juta barel. Selain itu, BIPI berniat mengakuisisi tambang batubara dengan jumlah cadangan 100 juta ton.

Sekadar tambahan informasi, hingga kuartal III-2010, BIPI masih membukukan rugi bersih Rp 96,32 miliar. Karena itu, Teddy belum bisa merekomendasikan saham BIPI, yang seharga Rp 89 per saham.

Saham asuransi Eropa rontok setelah gempa Jepang

Date : Mar 14 2011, 09:00
Title : News Story
Header : Saham asuransi Eropa rontok setelah gempa Jepang


Story
=======================================================================================

LONDON. Saham Eropa terus terkoreksi selam tiga hari berturut-turut. Saham
sektor asuransi tersungkur paling dalam setelah gempa dan tsunami menghantam
Jepang.
Swiss Reasuransi Co dan Munich Re yang merupakan perusahaan reasuransi
terbesar dunia, merosot lebih dari 3,5%. K + S AG anjlok 6,4% setelah BASF SE
mengumumkan rencana penjualan saham senilai 1 miliar euro atau setara US$ 1,4
miliar.
Indeks Stoxx Eropa 600 turun 0,5% menjadi 276,44 jam 8:59 di London turun
1,9 % dalam hitungan mingguan dan 0,2% secara year on year.
"Bencana Jepang menjadi hadiah risiko yang buruk bagi perusahaan
asuransi," kata Graham Secker, kepala strategi ekuitas Eropa, Morgan Stanley di
London. Menurutnya, bencana akan berdampak secara global namun hanya berjangka
pendek. "Orang lebih memilih memegang dana kontan," ujarnya, hari ini (11/3).
Benchmark MSCI Asia Pacific Index turun 1,4% setelah gempa terjadi di
lepas pantai utara Jepang.
[ Dyah Megasari, Bloomberg, Reuters ]

KONTAN Fri, 11 Mar 2011 ( 17:00:01 WIB )


=======================================================================================

Bursa Tokyo Jatuh Parah Hingga 5%


Tokyo - Bursa Saham Tokyo langsung mengalami kejatuhan terparah hingga 5% pada awal perdagangan Senin ini, atau tepat tiga hari setelah terjadinya tsunami yang diperkirakan menelan kerugian ratusan triliun di Jepang. Indeks Nikkei-225 jatuh di bawah level 10.000.

Mengawali perdagangan Senin (14/3/2011), indeks Nikkei-225 langsung merosot hingga 556 poin (5,42%) ke level 9.698,37. Kejatuhan bursa saham yang merupakan terburuk dalam sejarah Jepang itu terjadi setelah gempa dan tsunami yang terburuk melanda negara tersebut.

Bursa Australia juga mengawali perdagangan Senin ini dengan penurunan cukup besar. Indeks S&P/ASX200 dibuka anjlok 71,9 poin (1,54%) ke level 4.572,9.

"Jepang adalah fokus berita-berita. Mood sekarang cukup tertahan, namun jelas bukan pada sisi yang panik," ujar Andrew Sekely, direktur Intersuisse seperti dikutip dari AFP.

Bank Sentral Jepang (Bank of Japan) menginjeksikan 7 triliun yen (US$ 85,7 miliar) ke pasar uang jangka pendek, dalam rangka membangun kepercayaan setelah gempa dan tsunami yang sudah menelan banyak korban tewas itu.

Intervensi tersebut merupakan operasi tunggal terbesar yang dilakukan BoJ.

"Kami akan mengambil semua kebijakan yang memungkinkan, termasuk memberikan likuiditas, menjamin stabilitas pasar finansial dan menjaga setelmen kesepakatan bisnis," ujar juru bicara BoJ.

Sementara Reuters melaporkan, gempa dan tsunami di Jepang diperkirakan menelan kerugian asuransi hingga US$ 35 miliar. Angka tersebut menjadikan bencana tersebut sebagai 'bencana termahal' dalam sejarah, mengalahkan bencana Katrina.

Angka kerugian hingga US$ 35 miliar itu sekaligus hampir menyamai kerugian bencana yang ditutup oleh industri asuransi selama tahun 2010.

(qom/qom)

IHSG Kena Imbas Jatuhnya Bursa Jepang


Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan lalu bergerak cukup fluktuatif. Namun IHSG terpangkas cukup dalam pada akhir pekan seiring banyaknya sentimen negatif, mulai dari belum surutnya krisis di Timur Tengah hingga tsunami yang melanda Jepang.

Pergerakan IHSG sepanjang pekan lalu adalah:
Senin (7/3/2011), IHSG menguat 18,814 poin (0,53%) ke level 3.561,717.
Selasa (8/3/2011), IHSG menguat 18,597 poin (0,52%) ke level 3.580,314
Rabu (9/3/2011), IHSG bertambah 18,361 poin (0,51%) ke level 3.598,675.
Kamis (10/3/2011), IHSG melemah 11,027 poin (0,31%) ke level 3.587,648.
Jumat (11/3/2011), IHSG turun 45,420 poin (1,27%) ke level 3.542,228.

"IHSG masih terkena aksi jual di akhir pekan. Secara tidak terduga, terjadi bencana alam di Jepang dan langsung berimbas pada pelemahan regional, termasuk Indonesia. Di akhir sesi, IHSG sempat menguat dan berakhir di level 3.542,23," jelas Reza Priyambada, Managing Research Indosurya Asset Management (ISAM).

Anjloknya bursa Jepang akan menjadi sentimen negatif yang menggerus penguatan IHSG. Pada perdagangan Senin (14/3/2011), IHSG diprediksi akan bergerak di teritori negatif.

Bursa Wall Street pada akhir pekan lalu berhasil keluar dari tekanan dampak tsunami Jepang. Pada perdagangan Jumat (11/3/2011), indeks Dow Jones ditutup menguat 59,79 poin (0,5%) ke level 12.044,4. Indeks Nasdaw juga naik 14,59 poin (0,54%) ke level 2.715,61. Untuk indeks S&P 500 juga naik 9,17 poin (0,71%) ke level 1.304,28.

Bursa Tokyo mengawali perdagangan Senin ini dengan kemerosotan tajam. Indeks Nikkei-225 dibuka merosot 540,39 (5%) ke level 9.714.04.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

eTrading Securities:

IHSG pada jumat minggu lalu (11/3) ditutup turun 45 point (-1.27%) ke level 3,542.23 menyusul kekhawatiran mengenai krisis politik di Timur Tengah yang sudah mulai menyebar ke Arab Saudi serta gempa besar dan Tsunami yang terjadi Jepang. Asing kemarin (11/3) tercatat melakukan net sell sebesar Rp 295.26 milliar. Dimana sektor yang paling banyak dijual oleh asing adalah sektor perbankan sebesar Rp 89 miliar, sektor plantation Rp 73 miliar, dan sektor batubara sebesar Rp 45 miliar. Secara teknikal, IHSG masih berpotensi melanjutkan koreksinya melihat indicator stochastic masih bergerak down trend di area overbought dan RSI masih bergerak down trend. Pada perdagangan hari ini (14/3), IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran 3,475-3,568 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. ADRO, INTP, dan UNVR.

Kresna Sekuritas:

Data ekonomi Asia yang dibawah ekspektasi mendorong tekanan jual yang secara merata pada saham unggulan. Stochastic yang masih dalam tren turun membuat JCI diperkirakan masih akan tertekan. Penutupan di bawah level 3530 mengkonfrimasi perubahan tren jangka pendek. Untuk hari ini IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 3500-3560 dengan TLKM dan MEDC sebagai saham pilihan.

Indosurya:

Pada perdagangan Senin (11/3) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.473-3.507 dan resistance 3.582-3.621. Kekuatan daya jual dalam menurunkan harga masih besar namun, kekuatan daya beli berusaha menahannya yang terlihat dari terbentuknya candle yang tidak membentuk black marubozu . Posisi ini membawa IHSG kembali ke awal Maret 2011 atau sama seperti pada pertengahan Januari 2011 dimana terjadi penurunan. Candle sedang menyesuaikan posisinya setelah upper bollinger band tersentuh. MACD mulai tertahan pergerakannya dengan histogram positif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic berada di atas area overbought dan mulai sedang reversal. Meski penurunan ini sementara namun, persepsi terhadap bencana di Jepang masih menyelimuti IHSG. Kemungkinan ada baiknya investor beralih sementara ke saham-saham local oriented dan menghindari saham-saham yang berhubungan langsung dengan produk-produk Jepang. Selain itu, juga cermati rilis laporan keuangan emiten.

(qom/qom)

Jumat, 11 Maret 2011

Tsunami Landa Jepang, Yen Merosot Nikkei Makin Terpuruk


Tokyo - Mata uang Jepang, yen langsung merosot atas dolar AS setelah gempa berskala 8,8 skala richter melanda negara tersebut dan menimbulkan tsunami. Indeks Nikkei-225 juga semakin terpuruk di akhir perdagangan.

Pada perdagangan Jumat (11/3/2011) sore, yen merosot ke 83,30 dolar sesaat setelah terjadinya gempa, dibandingkan posisi sebelumnya di 82,91 dolar. Mata uang tunggal euro juga menguat atas yen ke posisi 114,46 yen, dibandingkan sebelumnya di 114,31 yen.

Indeks saham di Jepang juga semakin terpuruk sesaat setelah terjadinya gempa. Bursa Jepang sebelumnya juga sudah merosot karena sentimen memanasnya situasi di Timur Tengah, defisit perdagangan di China dan data perekonomian global yang kurang baik.

Indeks Nikkei ditutup merosot 179,95 poin (1,7%) ke level 10.254,43, yang merupakan titik terendahnya dalam 5 pekan terakhir.

"Terlalu cepat untuk menghitung kerugian karena kita masih melihat setelah terjadinya bencana. Kita melihat koreksi yang tajam pada yen dan Bank Sentral Jepang mungkin akan mempertahankan kebijakannya pada pertemuan pekan depan," ujar Vincent Tsui, ekonom dari Standard Chartered Bank seperti dikutip dari Reuters.

"Pada saat ini ketika harga minyak dunia melonjak telah memukul pemulihan ekonomi global dimana Jepang sangat bergantung, maka perkembangan ini akan mempengaruhi mereka untuk mempertahankan kebijakannya," tambahnya.

Sementara mata uang tunggal euro berhasil rebound atas dolar AS, setelah sempat merosot akibat penurunan peringkat Spanyol. Euro rebound ke 1,3819 dolar, dibandingkan sebelumnya di 1,3794 dolar AS.

Investor pada Kamis kemarin berburu mata uang yang aman seperti dolar AS, setelah lembaga pemeringkat Moody's menurunkan peringkat Spanyol. Dolar AS juga menguat karena meningkatnya kerusuhan di Libya dan defisit perdagangan yang terjadi di China.

"Berita penurunan peringkat Spanyol telah memicu investor untuk mengesampingkan risiko pada saat ini. Sehubungan dengan ketidakpastian yang terjadi di Timur Tengah, investor bergerak untuk menghindari kemungkinan risiko pada akhir pekan," ujar Tomohiro Ishikawa, pialang dari Chuo Mitsui Trust and Banking seperti dikutip dari AFP.
(qom/dnl)

Harga karet dunia anjlok, saham GJTL melesat 3,5%


Date : Mar 11 2011, 13:05
Title : News Story
Header : Harga karet dunia anjlok, saham GJTL melesat 3,5%


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Saham PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) melesat setelah harga karet di
pasar internasional turun tajam.
Hingga penutupan perdagangan sesi pertama siang ini, saham produsen ban
terbesar di Indonesia ini sudah naik 3,5% ke harga Rp 2.225 per saham. Ini
merupakan harga tertingginya sejak 31 Januari lalu. Bahkan, sebelum sesi
pertama berakhir, GJTL sempat menyentuh level Rp 2.250 per saham.
Sentimen positif bagi saham ini muncul seiring anjloknya harga karet dunia
hingga 5,9% ke level US$ 4.739 per ton di Tokyo Commodity Exchange, hari ini.
[ Dupla Kartini, Bloomberg ]

KONTAN Fri, 11 Mar 2011 ( 12:50:44 WIB )


=======================================================================================

CIMB Syariah berharap memberikan kontribusi sebesar 5% ke induk

Date : Mar 11 2011, 13:04
Title : News Story
Header : CIMB Syariah berharap memberikan kontribusi sebesar 5% ke induk


Story
=======================================================================================

BANGKOK. Bisnis berbasis syariah yang dikembangkan PT Bank CIMB Niaga Tbk
(BNGA) diramal bakal tumbuh pesat. Presiden Direktur CIMB Niaga Arwin Rasyid
menargetkan, tahun ini, CIMB Syariah bisa memberikan kontribusi sebesar 5%
kepada kinerja CIMB Niaga.
"Jika saat ini total aset kami Rp 107,10 triliun, maka kami menargetkan
CIMB Syariah bisa memberikan kontribusi sebesar Rp 6 triliun tahun ini,"
jelasnya. Saat ini, kontribusi unit syariah CIMB baru mencapai 2% dari seluruh
total aset.
Arwin optimistis target tersebut bisa tercapai. Pasalnya, CIMB Niaga sudah
menerapkan strategi penjualan yang relatif berbeda dengan bank lain. "Kami
menerapkan sistem world banking concept di mana bisnis syariah merupakan bagian
dari produk CIMB Niaga, bukan bagian tersendiri," paparnya.
Sehingga, meskipun saat ini cabang syariah CIMB hanya mencapai 33 unit,
namun nasabah bisa mendapatkan layanan ini di seluruh cabang bank konvensional
milik CIMB yang jumlahnya mencapai 612 unit.
Rupanya, strategi yang dijalankan itu cukup sukses dalam pengembangan
bisnis syariah di Indonesia. Tahun lalu, unit bisnis syariah CIMB Niaga
terpilih sebagai The Best Islamic Bank versi majalah Asian Money tahun 2010.
[ Barratut Taqiyyah ]

KONTAN Fri, 11 Mar 2011 ( 12:35:20 WIB )


=======================================================================================

Ekspansi, CIMB Niaga berniat akuisisi beberapa multifinance

Date : Mar 11 2011, 13:04
Title : News Story
Header : Ekspansi, CIMB Niaga berniat akuisisi beberapa multifinance


Story
=======================================================================================

BANGKOK. Besarnya pengguna sepeda motor di Indonesia dilihat sebagai
peluang yang menggiurkan untuk bisnis pembiayaan PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA).
Arwin Rasyid, Presiden Direktur CIMB Niaga mengungkapkan, bank milik
investor Malaysia ini menargetkan akan meluncurkan divisi pembiayaan khusus
roda dua. "Mudah-mudahan nanti bisa jadi perusahaan sendiri namanya CIMB Niaga
Moto Finance," imbuhnya pada saat media briefing di Bangkok. Targetnya Juni
2010 CIMB Niaga moto finance ini bisa terbentuk.
Terkait rencana itu, CIMB Niaga tengah menyasar beberapa perusahaan
multifinance untuk diakuisisi. "Kami sebenarnya sudah melakukan due diligence
terhadap beberapa perusahaan multifinance. Cuma sampai sekarang harganya belum
ada yang cocok," jelasnya.
Saat ini, CIMB Niaga baru memiliki anak usaha pembiayaan khusus untuk
mobil yang bernama CIMB Auto Finance. Sepanjang tahun lalu, pertumbuhan kinerja
CIMB Auto Finance mencapai 400%.
Arwin optimistis bisnis pembiayaan roda empat bisa tumbuh tinggi seiring
dengan tingginya pertumbuhan pasar mobil Indonesia. "Apalagi diprediksi, tahun
2015 pasar mobil di Indonesia akan mencapai 14 juta kendaraan. Sangat
prospektif," imbuhnya.
[ Barratut Taqiyyah ]

KONTAN Fri, 11 Mar 2011 ( 12:31:08 WIB )


=======================================================================================

Inflasi China melambung di luar ekspektasi

Date : Mar 11 2011, 13:04
Title : News Story
Header : Inflasi China melambung di luar ekspektasi


Story
=======================================================================================

BEIJING. Inflasi dan produksi industri Februari China melebihi perkiraan
sebelumnya. Kondisi ini menjadi tantangan bagi PM Chine Wen Jiabao saat
berusaha mencegah kenaikan harga industri.
Badan statistik yang berbasis di Beijing mengatakan, inflasi naik dengan
kecepatan 4,9% secara year on year (YoY) pada Februari dan output industri
meningkat 14% dalam dua bulan pertama sejak awal 2011. Harga jual melonjak
hingga 7,2% bulan lalu yang merupakan angka terbesar sejak September 2008.
Laporan tersebut menandakan bahwa bank sentral China masih melakukan
pengetatan kebijakan moneter menyusul tekanan yang terjadi di Asia yang memacu
Korea Selatan, Thailand dan Vietnam menaikkan suku bunga minggu ini.
Gubernur Bank of China Zhou Xiaochuan mengatakan hari ini tingkat suku
bunga akan digunakan untuk mengendalikan inflasi dan mengecilkan fluktuasi kurs
yuan.
"Risiko inflasi China tinggi karena harga minyak dan pangan meningkat
tajam, upah meningkat secara substansial," kata Shen Jianguang, seorang ekonom
Mizuho Asia Securities Ltd yang berbasis di Hong Kong.
[ Dyah Megasari, Bloomberg ]

KONTAN Fri, 11 Mar 2011 ( 12:26:11 WIB )


=======================================================================================

Inilah tiga bluechips penggerus indeks sesi pertama hari ini

Date : Mar 11 2011, 13:03
Title : News Story
Header : Inilah tiga bluechips penggerus indeks sesi pertama hari ini


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Dua saham perbankan dan satu saham ritel, menempati posisi tiga
teratas saham penggerus indeks di sesi pertama, hari ini.
IHSG terjungkal 0,81% ke level 3.558,634 hingga penutupan perdagangan
siang ini. Sementara, saham BBCA tercatat turun 2,17% ke Rp 6.750, BMRI
tergelincir 2,36% ke Rp 6.200, dan UNVR jatuh 2,69% ke Rp 16.250
Data Bloomberg menunjukkan, mayoritas broker asing yang paling aktif
melepas ketiga saham bluechips ini.
Volume transaksi BBCA mencapai 3,72 juta. Adapun, broker teraktif yang
melego saham ini yaitu, DBS Vickers Securities sejumlah 1,185 juta saham,
diikuti Deutsche Securities sebesar 789.000 saham, dan Credit Suisse Securities
700.000 saham.
Jumlah saham BMRI yang ditransaksikan hingga penutupan sesi pertama
mencapai 12,6 juta saham. Broker yang paling banyak melepas saham ini yaitu,
UBS Securities Indonesia sejumlah 3,246 juta saham, CIMB Securities Indonesia
sebesar 2,629 juta saham, dan J.P. Morgan Securities sebanyak 2,45 juta saham.
Sementara, volume transaksi UNVR sekitar 352.000 saham. Tiga broker asing
yang paling besar melepas saham ini yaitu, DBS Vickers Securities 112.500
saham, J.P. Morgan Securities 74.000 saham, dan Deustche Securities sejumlah
66.000 saham.
[ Dupla Kartini ]

KONTAN Fri, 11 Mar 2011 ( 12:05:41 WIB )


=======================================================================================

Sebanyak 115 saham terbenam, IHSG ditutup jatuh 0,81%

Date : Mar 11 2011, 13:03
Title : News Story
Header : Sebanyak 115 saham terbenam, IHSG ditutup jatuh 0,81%


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus merosot. Siang ini
indeks ditutup di 3.558,634 atau turun 0,81%.
Sektor keuangan yang melemah 1,58% memimpin 8 sektor lain yang memerah.
Penguatan di sektor pertambangan yang hanya naik tipis 0,03% tak mampu
mempengaruhi pergerakan indeks.
Sebanyak 115 saham melemah, hanya 60 saham yang berhasil melaju, sementara
74 saham lainnya diam ditempat.
Perdagangan siang ini tak terlalu ramai. Volume transaksi hanya 2 miliar
saham, dengan nilai perdagangan Rp 1,3 triliun.
Top losers dipuncaki oleh Wicaksana Overseas International Tbk (WICO) yang
anjlok 12,50% ke Rp 77. Diikuti, Leo Investments Tbk (ITTG) melemah 8,16% ke Rp
90. Enseval Putra Megatrading Tbk (EPMT) terkoreksi 6,17% ke Rp 760. Tiga Pilar
Sejahtera Food Tbk (AISA) turun 5,56% ke Rp 680. Plaza Indonesia Realty Tbk
(PLIN) turun 4,97% ke Rp 1.720.
Sementara, beberapa saham yang berada di top gainers adalah Fast Food
Indonesia Tbk (FAST) yang melonjak naik 14,94% ke Rp 10.000. Trimegah
Securities Tbk (TRIM) naik 10,53% ke Rp 105. Garuda Indonesia Tbk (GIAA)
akhirnya berhasil menyodok posisi tiga top gainers setelah menguat 8% ke Rp
540. Triwira Insanlestari Tbk (TRIL) menguat 6,67% ke Rp 64. Davomas Abadi Tbk
(DAVO) naik 5,97% ke Rp 71.
[ Teddy Gumilar ]

KONTAN Fri, 11 Mar 2011 ( 11:47:19 WIB )


=======================================================================================

Elnusa Raup Kontrak Migas US$ 225 Juta


Jakarta - Dalam 2 bulan pertama di 2011 PT Elnusa Tbk berhasil meraup kontrak jasa hulu migas senilai US$ 225 juta. Kontrak ini terdiri dari US$ 125 juta kontrak carry over di 2010, dan US$ 100 juta kontrak baru.

Demikian disampaikan oleh Sekretaris Perusahaan Heru Samodra dalam keterbukaan, Jumat (11/3/2011).

"Jika kontrak tersebut dapat terealisasi menjadi pendapatan usaha perseroan di 2011, berarti nilai tersebut (US$ 200 juta) sudah setara dengan 50% dari target pendapatan jasa hulu migas perseroan di 2011," ujar Heru.

Selain itu, Elnusa juga sedang mengincar proyek-proyek jasa hulu migas senilai US$ 222 juta. Elnusa sedang aktif mengikuti tender-tender jasa hulu migas di berbagai perusahaan nasional dan multinasional.

Heru mengatakan, Integrated Geoscience Services (IGS) menjadi kontributor perolehan kontrak jasa hulu migas perseroan. Sampai akhir Februari 2011, IGS menyumbang total kontrak US$ 129 juta atau 57% dari total kontrak yang diraih perseroan.

Sementara kontrak lainnya adalah di segmen Integrated Drilling Services dan Integrated Oilfield Services, yang masing-masing nilainya US$ 63 juta dan US$ 33 juta.

Saham Bank 'Gerogoti' IHSG


Jakarta - Gencarnya aksi jual membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) makin tak berdaya di akhir pekan ini. IHSG terus bergerak melemah sepanjang sesi pertama perdagangan Jumat ini.

Sejak mengawali perdagangan, IHSG melemah setelah melihat pelemahan bursa-bursa regional mengekor kejatuhan bursa Wall Street. Pelemahan bursa regional terjadi akibat naiknya harga minyak dipicu aksi demonstrasi di Arab Saudi.

Pada perdagangan preopening, IHSG merosot 29,492 poin (0,82%) ke level 3.591,274. Sedangkan Indeks LQ 45 melemah 7,582 poin (1,18%) ke level 634,182.

Mengawali perdagangan, IHSG dibuka melorot 35,115 poin (0,98%) ke level 3.548,54. IHSG terus melemah terutama dipicu aksi jual ata saham-saham perbankan dan pada sesi I ini sempat mencapai posisi terendahnya di 3.543,636.

Menutup perdagangan sesi I, Jumat (11/3/2011) IHSG tercatat turun 29,014 (0,81%) ke level 3.558,634. Indeks LQ 45 juga melemah 7,708 poin (1,20%) ke level 634,056.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 41.665 kali pada volume 2.031 juta lembar saham senilai Rp 1,302 triliun. Sebanyak 60 saham naik, 115 turun dan 74 saham stagnan.

Saham-saham yang turun harganya antara lain Bumi Resources (BUMI) turun Rp 50 menjadi Rp 3.000, Astra International (ASII) turun Rp 200 menjadi Rp 56.100, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 150 menjadi Rp 6.200, BRI (BBRI) turun Rp 50 menjadi Rp 5.100, BCA (BBCA) turun Rp 150 menjadi Rp 6.750.

Sedangkan saham-saham yang naik harganya antara lain Kalbe Farma (KLBF) naik Rp 50 menjadi Rp 3.100, Garuda Indonesia (GIAA) naik Rp 40 menjadi Rp 540, Gajah Tunggal (GJTL) naik Rp 75 menjadi Rp 2.225, Energi Mega Persada (ENRG) naik Rp 6 menjadi Rp 125.

Bursa-bursa regional melemah, mengikuti anjloknya Wall Street di mana Dow Jones terpuruk di bawah level 12.000. Pergerakan bursa-bursa regional hingga siang ini adalah:
  • Indeks Komposit Shanghai melemah 8,02 poin (0,27%) ke level 2.949,12.
  • Indeks Hang Seng merosot 182,04 poin (0,77%) ke level 23.432,85.
  • Indeks Nikkei-225 melemah 106,48 poin (1,02%) ke level 10.327,90.
  • Indeks Straits Times melemah 25,12 poin (0,82%) ke level 3.050,32.

IHSG Dibuka Melorot 35 Poin, Rupiah Melemah

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka langsung melemah 35 poin. Anjloknya bursa Wall Street dipicu oleh buruknya data perekonomian dan aksi demonstrasi di Arab Saudi akan memberikan sentimen negatif di pasar.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah tipis di Rp 8.790 per dolar AS dari penutupan perdagangan kemarin Rp 8.785 per dolar AS.

Pada perdagangan preopening, IHSG merosot 29,492 poin (0,82%) ke level 3.591,274. Sedangkan Indeks LQ 45 melemah 7,582 poin (1,18%) ke level 634,182.

Mengawali perdagangan, Jumat (11/3/2011), IHSG dibuka melorot 35,115 poin (0,98%) ke level 3.548,54. Indeks LQ 45 dibuka menguat 7,734 poin (1,21%) ke level 643,03.

Pada penutupan semalam, saham-saham di bursa Wall Street memerah. Indeks Dow Jones industrial average merosot 228,48 poin (1,87%) ke level 11.984,61. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 24,91 poin (1,89%) ke level 1.295,11 dan Nasdaq merosot 50,70 poin (1,84%) ke level 2.701,02.

Pagi ini, bursa-bursa di regional di zona merah. Berikut kondisi bursa-bursa di Asia pagi ini:

  • Indeks Komposit Shanghai turun 0,25 poin (0,01%) ke level 2.956,9.
  • Indeks Hang Seng turun 198,02 poin (0,83%) ke level 23.419,87.
  • Indeks Nikkei 225 turun 87,04 poin (0,83%) ke level 10.347,34.
  • Indeks Straits Times turun 30,47 poin (1,02%) ke level 3.044,97.

BI Waspadai Serbuan 'Uang Panas'

Nusa Dua - Pasca krisis global di 2007/2008, perekonomian di negara maju berjalan lambat. Sementara ekonomi negara-negara berkembang melaju cepat, dan ini membuat aliran modal asing menyerbu.

Bank Indonesia (BI) sebagai pemegang kewenangan di sektor moneter, terus mewaspadai banjirnya dana asing, apalagi yang sifatnya 'uang panas' atau hot money, yang bisa dengan cepat mengguncang perekonomian.

"Arus modal masuk secara besar-besaran dalam bentuk portofolio investasi bisa sangat sensitif jika terjadi perubahan, karena bisa menyebabkan pembalikan modal," jelas Gubernur BI Darmin Nasution dalam seminar bertajuk 'Coping With Asia's Large Capital Inflows In a Multi Speed Global Economy' yang diadakan bersama IMF dan BKPM di Nusa Dua, Bali, Jumat (11/3/2011).

Darmin mengatakan, setiap negara harusnya berusaha mengembangkan sektor infrastruktur, sumber daya manusia, dan teknologi sehingga bisa menarik dana asing masuk secar riil dan tak hanya di sektor keuangan saja.

"Kalau tertinggal, maka negara tersebut bisa lebih rentan terhadap risiko yang menyertai besarnya 'uang panas' yang mengalir," jelas Darmin.

Dalam seminar ini, BI menggandeng IMF untuk mencari sebuah strategi tepat mengelola banjirnya dana asing ke dalam negeri.

"Lonjakan arus modal masuk menjadi tantangan untuk bagaimana mengelola risiko yang melekat terhadap dana tersebut. Sementara pada saat yang sama, kita harus bisa memanfaatkan peluang yang ada," tukas Darmin.

Seperti diketahui, tahun ini kemungkinan dana asing sebesar US$ 15 miliar bakal membanjiri Indonesia.

Underwriter GIAA berniat jual saham

Date : Mar 11 2011, 09:23
Title : News Story
Header : Underwriter GIAA berniat jual saham


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Para penjamin emisi penawaran saham perdana alias initial public
offering (IPO) PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) bersiap melepas saham maskapai
penerbangan tersebut. Danareksa Sekuritas menyatakan berniat menjual saham GIAA
ke investor asing. Dua underwiter yang lain, PT Mandiri Sekuritas dan PT Bahana
Securities juga pernah menyatakan niat melepas GIAA.
Ketiga penjamin emisi itu mengambil 47% dari total saham GIAA yang
ditawarkan di IPO. Jika dihitung, tiap penjamin emisi memegang 991,7 juta
saham, atau setara dengan 4% dari ekuitas GIAA.
Direktur Investment Banking Danareksa Sekuritas Reza Zahar mengaku mereka
tidak mau rugi karena harus menahan saham GIAA hingga beberapa tahun ke depan.
"Tapi kami menunggu harga bagus. Kami akan menjual ke pemain asing yang biasa
bermain di saham-saham sektor penerbangan," ujar Reza, Selasa (8/3).
Harga yang jadi incaran Danareksa adalah Rp 750 per saham. Tapi, Reza
enggan merinci waktu pelepasan saham GIAA ke pihak asing. Harga saham GIAA
sendiri terus terjun bebas hingga tinggal Rp 500 per saham pada penutupan
kemarin.
Kendati tak membantah kabar bahwa Bahana ingin melepas saham GIAA eks-IPO,
Eko Yuliantoro Direktur Utama Bahana Securities enggan bercerita banyak. "Itu
bisa termasuk kategori mempengaruhi pembentukan harga dan melanggar ketentuan
Bapepam-LK," elak dia.
Mandiri Sekuritas juga tak membantah niat melepas saham GIAA. "Sampai
sekarang masih dalam pendalaman materi dan wacana," tutur Harry Supoyo,
Direktur Utama Mandiri Sekuritas. Namun seperti Bahana, Mandiri tak menyebutkan
detil rencana itu. "Belum bisa saya konfirmasi bagaimana strateginya karena
masih pembicaraan," papar Harry.
Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengaku belum mengetahui rencana para
penjamin emisi IPO Garuda itu. "Saya berharap underwriter punya kiat sendiri
dalam memanfaatkan kondisi pasar modal," kata Mustafa.
Bisa jadi ketiga penjamin emisi itu butuh waktu untuk merealisasikan
rencananya. Kepala Riset Batavia Prosperindo Sekuritas Franco Sutedjowidjojo
menilai, saham GIAA masih butuh waktu untuk bisa terbang lagi.
Sentimen buruk terakhir yang menimpa GIAA adalah kenaikan harga minyak
mentah. Seperti saham maskapai penerbangan lain, harga GIAA langsung terkoreksi
begitu harga minyak mentah membumbung. Maklumlah, "Sekitar 30% biaya
penerbangan adalah pembelian bahan bakar," kata dia.
Menurut Franco, harga IPO GIAA sudah telanjur kemahalan. Ini berarti GIAA
butuh sentimen yang superpositif untuk bisa terbang tinggi.
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito memperkirakan,
saham GIAA baru akan membaik enam bulan setelah IPO, atau sekitar Agustus 2011.
"Untuk mencapai titik imbang diperlukan waktu minimal enam bulan ke depan,"
katanya.
[ Didik Purwanto, Adisti Dini I ]

KONTAN Fri, 11 Mar 2011 ( 09:17:11 WIB )


=======================================================================================

SGRO terbantu cuaca dan luas lahan produktif


Date : Mar 11 2011, 09:22
Title : News Story
Header : SGRO terbantu cuaca dan luas lahan produktif


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Kementerian Perdagangan menetapkan bea keluar (BK) minyak sawit
mentah alias crude palm oil (CPO) yang berlaku untuk Maret 2011 sebesar 25%,
alias sama dengan BK Februari 2011. Peraturan Menteri Keuangan No.
67/PMK.011/2010 memang menyebutkan bahwa jika harga referensi CPO lebih dari
US$ 1.250 per ton, maka tarif BK ditetapkan 25%.
Pemerintah menetapkan BK CPO berdasarkan harga referensi CPO di Bursa
Rotterdam. Dengan kata lain, semakin tinggi harga referensi CPO di sana, kian
tinggi pula BK CPO yang dikenakan.
Nah, besar kecil BK yang mengikuti harga CPO itu mempengaruhi kinerja
emiten CPO, seperti PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO). Kendati ekspor SGRO hanya 10%
dari hasil produksi, tetap saja harga jual produksi CPO SGRO akan terpengaruh.
Fakta di lapangan, harga CPO di pasar lokal selalu mengikuti harga jual
bersih di pasar internasional yang sudah dikurangi BK. "Sebab, jumlah produksi
CPO dalam negeri lebih besar daripada kebutuhan pasar domestik," kata Frederick
Daniel Tanggela Sucorinvest Central Gani, Kamis (10/3).
Pembeli trader
Baik Frederick maupun Lanang Trihardian, Analis Syailendra Capital,
sepakat memastikan tarif BK sangat menentukan harga jual CPO. Apalagi,
pembelian CPO lebih banyak dilakukan oleh para trader. "Mereka turut menghitung
BK CPO untuk menentukan harga pembelian," tutur Lanang.
Akibat tanggungan BK CPO tersebut, Frederick menghitung kenaikan harga
rata-rata CPO SGRO tahun ini hanya 16%. Kenaikan tersebut lebih rendah
dibandingkan kenaikan harga rata-rata benchmark tahun ini yang sebesar 22%.
Dalam hitungan Frederick harga rata-rata CPO berkisar US$ 1.100 per ton.
Adapun proyeksi Lanang, harga rata-rata CPO tahun ini naik 14,71% menjadi US$
1.021 per ton.
Namun SGRO akan terbantu pertumbuhan luas lahan yang menghasilkan.
Produksi SGRO juga akan lebih berlimpah karena cuaca tahun ini diprediksikan
akan lebih baik daripada tahun lalu.
Frederick memperkirakan, penjualan CPO SGRO akan naik mengiringi
pertumbuhan produksi. Dalam prediksi Frederick, volume penjualan CPO SGRO
sebesar 295.000 ton, meningkat 11,67% daripada realisasi penjualan 2010.
Ujung-ujungnya, nilai penjualan SGRO sepanjang 2011 bisa meningkat 19,01%
dari estimasi tahun sebelumnya menjadi Rp 2,60 triliun. Proyeksi Frederick,
laba bersih untuk 2011 senilai Rp 506 miliar meningkat 22,81% daripada estimasi
2010.
Di Shui, Analis CLSA Asia Pacific Markets memproyeksikan pendapatan SGRO
tahun 2011 meningkat 21,50% menjadi Rp 2,64 triliun. Sedang laba bersih
diproyeksikan meningkat 17,84% menjadi Rp 436 miliar.
Frederick dan Lanang merekomendasikan beli untuk SGRO masing masing dengan
target harga Rp 4.225 per saham dan Rp 3.400 per saham. "Tapi target tersebut
bisa berubah. Proses update target harga masih menunggu laporan keuangan SGRO
2010," kata Frederick.
Laporan Di Shui memuat rekomendasi underperform dengan target harga Rp
2.975 per saham. Harga SGRO, penutupan Kamis (10/3), tetap Rp 2.825 per saham.
[ Raka Mahesa W ]

KONTAN Fri, 11 Mar 2011 ( 09:13:50 WIB )


=======================================================================================

Pekan depan, emas bisa melaju karena ketegangan di Libya dan krisis Eropa

Date : Mar 11 2011, 08:52
Title : News Story
Header : Pekan depan, emas bisa melaju karena ketegangan di Libya dan krisis Eropa


Story
=======================================================================================

NEW YORK. Harga emas diperkirakan akan menguat pekan depan. Kekhawatiran
terkait kerusuhan di Afrika Utara dan Timur Tengah masih menjadi pemicu utama
reli si kuning ini. Apalagi, mencuatnya kembali kecemasan atas krisis utang
Eropa, bisa menambah daya tarik emas sebagai alternatif investasi.
Dari 16 analis dan trader yang disurvei Bloomberg, sekitar 63% memprediksi
emas berpeluang melaju, pekan depan. Survei emas mingguan ini sudah dimulai
lebih dari enam tahun yang lalu, dengan tingkat keakuratan sekitar 57 persen
dari total survei yang sudah dilakukan.
Adapun, sepekan ini, kontrak emas untuk pengiriman April sudah turun 1,5%.
Kemarin, hingga pukul 11.30 waktu New York, emas di bursa Comex-NYMEX berada di
level US$ 1.407,50 per ons troy. Pada 7 Maret lalu, emas mencetak rekor baru di
US$ 1.445,70 per ons troy.
Kemarin, pasukan Muammar Qaddafi melanjutkan serangan udara pada fasilitas
kilang minyak Libya. Sementara, pekan ini, sentimen negatif muncul dari kawasan
Eropa. Moody's Investors Service telah memangkas peringkat utang Spanyol dan
Yunani. Para pemimpin Uni Eropa bertemu hari ini untuk membicarakan penanganan
krisis utang Euro.
"Kemungkinan berlanjutnya ketegangan geopolitik di Libya, Afrika Utara,
dan Timur Tengah, serta krisis di zona Euro, menjadi pemicu yang mendongkrak
emas naik lebih tinggi lagi," kata Mark O'Byrne, direktur eksekutif broker
GoldCore Ltd, di Dublin.
[ Dupla Kartini ]

KONTAN Fri, 11 Mar 2011 ( 08:40:39 WIB )


=======================================================================================

IHSG Terjangkiti Pelemahan Global


Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup melemah 11 poin bersamaan dengan pelemahan bursa-bursa regional lainnya. Saham-saham berkapitalisasi besar mengalami koreksi meski tidak terlalu besar.

Pada perdagangan Kamis (10/3/2011), IHSG ditutup melemah 11,027 poin (0,31%) ke level 3.587,648. Indeks LQ 45 juga melemah 2,278 poin (0,35%) ke level 641,764.

"IHSG sepanjang perdagangan kemarin akhirnya mengalami pelemahan seiring dengan pelemahan bursa AS dan Eropa sebelumnya yang berimbas pada pergerakan bursa saham Asia Pasifik termasuk Indonesia. Meski secara fundamental tidak ada hal yang signifikan memperlemah IHSG namun, IHSG terpengaruh dengan penurunan bursa saham regional," jelas Reza Priyambada Managing Research Indosurya Asset Management (ISAM).

Anjloknya bursa Wall Street dipicu oleh buruknya data perekonomian dan aksi demonstrasi di Arab Saudi akan memberikan sentimen negatif di pasar. Investor akan mengikuti aksi jual yang sedang menjangkiti bursa global, sehingga membuat IHSG pada perdagangan Jumat (11/3/2011) bergerak di teritori negatif.

Bursa Wall Street kemarin ditutup merosot tajam akibat kekhawatiran seputar perekonomian dan aksi demonstrasi di Arab Saudi. Saham-saham merosot dengan indeks Dow Jones terpuruk lagi di bawah level 12.000.

Pada perdagangan Kamis (10/3/2011), indeks Dow Jones industrial average merosot 228,48 poin (1,87%) ke level 11.984,61. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 24,91 poin (1,89%) ke level 1.295,11 dan Nasdaq merosot 50,70 poin (1,84%) ke level 2.701,02.

Bursa Jepang juga langsung ikut terkapar. Indeks Nikkei-225 mengawali perdagangan Jumat ini dengan penurunan hingga 135,74 poin (1,3%) ke level 10.298,64.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

eTrading Securities:

Pada perdagangan hari ini IHSG ditutup turun 11 point (-0.31%) ke level 3,587.65 menyusul kembali naiknya harga sejumlah komoditas terutama minyak. Sektor mining hari ini menjadi motor utama penurunan bursa sementara yang mengalami kenaikan hanya sektor manufaktur, trade dan consumer. Asing pada hari ini tercatat melakukan net sell sebesar Rp6.9 milliar dengan sektor yang paling banyak keluar adalah mining. Secara teknikal, setelah bergerak menguat selama lima hari terakhir, pada perdagangan hari ini IHSG ditutup melemah dengan candle membentuk hanging man menandakan adanya potensi bearish reversal, sementara indikator stochastic membentuk death cross di area overbought dan RSI telah bergerak down trend. Pada perdagangan besok, IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran 3,520-3,621 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. INTP, MYOR, dan BMTR.

Indosurya:

Pada perdagangan Jumat (11/3) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.550-3.570 dan resistance 3.602-3.617. Akhirnya kekuatan daya beli gagal mendorong harga ke atas dan kekuatan daya jual berhasil menahan dan membawa harga ke bawah. Setelah terbentuk candle shooting star , candle membentuk hammer yang meberi sinyal akan ada pelemahan lanjutan. Penurunan ini dirasa wajar mengingat upper bollinger band telah tersentuh yang biasanya akan ada penyesuaian posisi candle . Selain itu, dari indikator teknikal lainnya menunjukkan IHSG sudah berada di atas area overbought sehingga perlu penyesuaian dengan koreksi sementara. MACD masih bergerak naik namun, tertahan dengan histogram positif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic berada di atas area overbought namun, mulai memberikan sinyal reversal.

Dow Jones Terpuruk di Bawah 12.000




New York - Kekhawatiran seputar perekonomian dan aksi demonstrasi di Arab Saudi membuat bursa Wall Street makin kelabu. Saham-saham merosot dengan indeks Dow Jones terpuruk lagi di bawah level 12.000.

Dow Jones kembali mencetak hari terburuknya sejak 7 bulan terakhir, setelah munculnya laporan Arab Saudi telah memulai aksi melawan para demonstran. Hal itu semakin meningkatkan kekhawatiran seputar ketidakstabilan di negara-negara penghasil minyak utama dunia.

"Pasar hanya memerlukan katalis. Ini sangat diperpanjang. Saya kira ini mulai sesuatu yang lebih beragam," ujar Paul Mendelsohn, analis dari Windham Financial Services seperti dikutip dari Reuters, Jumat (11/3/2011).

Pada perdagangan Kamis (10/3/2011), indeks Dow Jones industrial average merosot 228,48 poin (1,87%) ke level 11.984,61. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 24,91 poin (1,89%) ke level 1.295,11 dan Nasdaq merosot 50,70 poin (1,84%) ke level 2.701,02.

Kejatuhan indeks saham terjadi dalam volume perdagangan yang sangat besar, dengan transaksi di New York Stock Exchange mencapai 9,07 miliar lembar saham, di atas rata-rata harian tahun ini yang mencapai 8,47 miliar.

Laporan menunjukkan China untuk pertama kalinya mencetak defisit perdagangan US$ 7,3 miliar pada Februari. Ini adalah defisit pertama sejak 1 tahun terakhir, dan terbesar dalam 7 tahun terakhir,

Data pemerintah AS menunjukkan klaim awal keuntungan pengangguran meningkat 26.000 menjadi 397.000 dan defisit perdagangan AS melebar dan jauh dari ekspektasi menjadi US$ 46,3 miliar.

Dari Eropa, kabar buruk datang setelah Moody's menurunkan peringkat Spanyol setelah mempertimbangkan biaya restrukturisasi bank-bank.

Saham-saham energi mengalami kejatuhan paling besar, dengan indeks sektor energi S&P anjlok hingga 3,6%. Saham Exxon Mobil tercatat turun hingga 3,6%, seiring turunnya harga minyak.

Kemarin harga minyak akhirnya bisa surut meski ada kekisruhan di Arab Saudi. Investor lebih fokus khawatir pada kondisi di Eropa setelah Moody's menurunkan peringkat Spanyol.

"Investor mengalihkan perhatian dari aksi demonstrasi di negara-negara Arab hanya karena adanya penurunan peringkat oleh Moody's," ujar Matt Smith, analis dari Summit Energy seperti dikutip dari AFP.

Harga minyak light sweet pengiriman April turun 1,68 dolar menjaid US$ 102,70 per barel. Minyak Brent turun 51 sen menjadi US$ 115,43 per barel.

Kamis, 10 Maret 2011

Sebanyak 127 saham anjlok, IHSG sore ditutup jatuh 0,31%


Date : Mar 10 2011, 16:32
Title : News Story
Header : Sebanyak 127 saham anjlok, IHSG sore ditutup jatuh 0,31%


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 0,31% ke level
3587,648, pada sore ini.
Koreksi yang terjadi pada tujuh sektor menekan indeks hari ini. Penurunan
terdalam pada sektor agrikultur yang turun 1,28%, diikuti sektor pertambangan
yang turun 1,02%.
Hanya 76 saham yang naik, sementara 127 saham turun, dan 79 saham lainnya
stagnan.
Bursa hari diramaikan dengan volume transaksi 3,34 miliar saham, dengan
nilai transaksi mencapai Rp 3,2 triliun.
Saham-saham top losers yang membawa bursa meradang, antara lain Wicaksana
Overseas Int Tbk (WICO) yang turun paling dalam sebesar 34,33% ke Rp 88. Lalu,
di peringkat kedua ada Pioneerindo Gourmet Int Tbk (PTSP) yang anjlok 12,2% ke
Rp 360, diikuti saham Fortune Indonesia Tbk (FORU) yang juga tergelincir 7,21%
ke Rp 103.
Adapun, saham-saham top gainers atau yang masih bertahan di zona hijau
antara lain Bank Agroniaga Tbk (AGRO) yang melesat 16,78% ke Rp 174, dan Prima
Alloy Steel Tbk (PRAS) yang naik 11,43% ke Rp 78.
[ Dyah Ayu Kusumaningtyas ]

KONTAN Thu, 10 Mar 2011 ( 16:23:57 WIB )


=======================================================================================

Laba MYOR tidak lebih dari Rp 500 miliar


Date : Mar 10 2011, 13:17
Title : News Story
Header : Laba MYOR tidak lebih dari Rp 500 miliar


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Kenaikan harga bahan baku tahun lalu menyebabkan PT Mayora Indah
Tbk (MYOR) memprediksi laba bersih tahun ini lalu melebihi Rp 500 miliar.
"Laporannya masih dalam proses audit, namun kisarannya di Rp 450 miliar - Rp
500 miliar," ujar Komisioner PT Mayora Indah Tbk Hermawan Lesmana, Kamis,
(10/3).
Tapi, estimasi laba bersih ini lebih besar sekitar 30% daripada perolehan
tahun 2009, yakni sebesar Rp 372,157 miliar. Dari segi pendapatan, Hermawan
mengungkapkan emiten consumer goods ini berpotensi mengalami lonjakan di atas
50%. Jika pada 2009, MYOR mengantongi pendapatan Rp 4,7 triliun maka saat 2010
jumlahnya melonjak menjadi Rp 7,2 triliun.
Kenaikan ini turut disokong pesatnya pertumbuhan ekspor MYOR tahun lalu.
Adapun produk-produk yang berkontribusi besar terhadap lonjakan pendapatan MYOR
sepanjang 2010 adalah biskuit, kopi, sereal dan wafer.
Hermawan menilai, pada 2011 kenaikan pendapatan MYOR tak kan lagi sebesar
tahun lalu. Faktor utamanya adalah kenaikan harga bahan pokok, kenaikan bahan
bakar minyak, serta kenaikan listrik. "Estimasi kami tahun ini pendapatan MYOR
Rp 8,5 triliun atau tumbuh 20%-25% dari tahun 2010. Bukannya kami konservatif
tapi melihat kondisi banyak kenaikan harga, daya beli masyarakat juga tentu
akan berkurang."
[ Astri Karina Bangun ]

KONTAN Thu, 10 Mar 2011 ( 12:46:33 WIB )


=======================================================================================

IHSG Terpangkas 18 Poin



Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak kuasa melawan pelemahan global. IHSG akhirnya melemah menyusul aksi jual atas saham-saham berkapitalisasi besar.

Mengawali perdagangan, IHSG dibuka langsung melemah ke level 3.587,92. IHSG terus melemah dan pagi tadi sempat berada di titik terendahnya di 3.574,168.

Pelemahan IHSG terus terjadi sepanjang sesi I karena sentimen negatif dari pelemahan bursa-bursa regional. IHSG juga melemah akibat profit taking setelah terus menerus menguat dalam beberapa hari terakhir perdagangan.

Pada perdagangan Kamis (10/3/2011) sesi I, IHSG ditutup melemah 18,703 poin (0,52%) ke level 3.579,972. Indeks LQ 45 juga melemah 4,391 poin (0,68%) ke level 639,651.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 50.048 kali pada volume 1.861,9 juta lembar saham senilai Rp 1,644 triliun. Sebanyak 63 saham naik, 121 saham turun dan 77 saham stagnan.

Saham-saham yang turun harganya antara lain Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 100 menjadi Rp 6,300, PGN (PGAS) turun Rp 50 menjadi Rp 3.725, Telkom (TLKM) turun Rp 50 menjadi Rp 7.400, International Nickel (INCO) turun Rp 150 menjadi Rp 4.800.

Sedangkan saham-saham yang naik harganya antara lain PTBA naik Rp 300 menajdi Rp 20.600, Kalbe Farma (KLBF) naik Rp 50 menjadi Rp 3.050, Bank Bukopin (BBKP) naik Rp 30 menjadi RP 620, AKR Corporindo (AKRA) naik Rp 40 menjadi RP 1.650.

Bursa Asia hingga sesi siang ini berguguran seiring naiknya lagi harga minyak dunia. Pada perdagangan di pasar Asia, harga minyak kembali naik dipicu oleh belum redanya krisis di Libya.

Minyak light sweet pengiriman April tercatat naik 44 sen menjadi US$ 104,82 per barel. Minyak Brent pengiriman April naik 56 sen menjadi US$ 116,50 per barel.

Pergerakan bursa Asia hingga siang ini:

  • Indeks Komposit Shanghai melemah 30,05 poin (1%) ke level 2.972,10.
  • Indeks Hang Seng melemah 149,32 poin (0,63%) ke level 23.660,79.
  • Indeks Nikkei-225 melemah 143,94 poin (1,36%) ke level 10.445,56.
  • Indeks Straits Times melemah 16,43 poin (0,53%) ke level 3.406,24.

Jadi Penguasa Baru, BRI Tender Offer Saham Bank Agro 31 Maret





Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) sebagai pengendali 88,65% saham PT Bank Agroniaga Tbk, akan melakukan tender offer saham Bank Agro mulai 31 Maret hingga 20 April 2011.

Hal ini disampaikan oleh Direksi BRI dalam keterbukaannya yang dikutip, Kamis (10/3/2011).

"Sehubungan dengan pengambilalihan yang dilakukan BRI atas 88,65% saham milik Dana Pensiun Perkebunan di Bank Agroniaga, maka BRI melakukan penawaran tender (tender offer) terhadap seluruh sisa saham Bank Agro yang dimiliki pemegang saham publik," demikian pernyataan direksi BRI.

Harga tender offer akan berdasarkan pada harga rata-rata tertinggi perdagangan saham Bank Agro di bursa selama 90 hari terakhir sebelum 8 September 2010.

BRI menyatakan mempunya dana yang cukup untuk membeli saham-saham Bank Agro yang ditawarkan oleh pemilik saham publik lain dalam rangka tender offer tersebut.

Seperti diketahui, BRI resmi menguasai 3,03 miliar lembar atau 88,65% saham Bank Agro dengan nilai transaksi mencapai Rp 330,3 miliar.

===========================================================================
Date : Mar 10 2011, 12:13
Title : News Story
Header : BANK AGRONIAGA TENDER, SAHAM OFFERING 31 MAR 2011


Story
=======================================================================================
BANK AGRONIAGA TENDER, SAHAM OFFERING 31 MAR 2011

Pernyataan Penawaran Tender oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dengan
data-data sebagai berikut :
Jumlah : saham atau sama dengan %
Nominal : Rp
Tanggal Efektif :
Masa penawaran : 31/03/11 - 20/04/11
Tanggal pembayaran : 29/04/11
Harga penawaran : Rp

(RTI, MAR 10 Mar 2011 11:01 WIB)

=======================================================================================

Laba PTBA Turun 26% di 2010


Jakarta - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menderita penurunan laba bersih sebesar 26% sepanjang 2010. Dari pencapaian laba Rp 2,72 triliun di 2009, pada 2010 laba PTBA turun menjadi Rp 2 triliun.

Dari keterbukaan yang dikutip Kamis (10/3/2011), penurunan laba bersih PTBA disebabkan karena turunnya angka penjualan, dari Rp 8,94 triliun di 2009 menjadi Rp 7,9 triliun di 2010.

Dalam keterangannya, beban usaha perseroan sepanjang 2010 meningkat dari Rp 1,2 triliun di 2009 menjadi Rp 1,34 triliun sepanjang 2010 lalu. Sehingga jumlah laba usaha yang diperoleh PTBA mencapai Rp 2,3 triliun di 2010, turun cukup signifikan dibanding 2009 yang sebesar Rp 3,54 triliun.

Sementara itu di 2010 jumlah laba bersih per saham perseroan turun menjadi Rp 872 per saham, dibanding 2009 yang sebesar Rp 1.184 per saham.

(dnl/qom)

Berencana terbitkan saham baru, BUMI dan BRMS stagnan

Date : Mar 10 2011, 11:51
Title : News Story
Header : Berencana terbitkan saham baru, BUMI dan BRMS stagnan


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Rencana penerbitan saham baru sebagai konversi atas mandatory
convertible notes (MCN), tidak mampu mengangkat saham PT Bumi Resources Tbk
(BUMI) dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS).
Meski di awal perdagangan sempat bergerak fluktuatif, namun jelang
penutupan sesi pertama hari ini, kedua saham ini justru bergeming, tidak
bergerak dari level penutupan kemarin. Saham BUMI masih bertahan di level Rp
3.050 per saham hingga pukul 11.35 WIB. Sementara, saham anak usahanya, BRMS,
juga bertahan di harga Rp 660 per saham.
BRMS akan menerbitkan 7,4 miliar saham baru sebagai konversi atas
penerbitan mandatory convertible notes senilai US$ 563,5 juta atau sekitar Rp
4,95 triliun kepada BUMI. Saham yang diterbitkan dengan nilai Rp 670 per saham
itu akan tercatat sebagai milik BUMI.
[ Dupla Kartini ]

KONTAN Thu, 10 Mar 2011 ( 11:47:27 WIB )


=======================================================================================

Inilah daftar orang kaya Indonesia versi Forbes

Date : Mar 10 2011, 11:41
Title : News Story
Header : Inilah daftar orang kaya Indonesia versi Forbes


Story
=======================================================================================

Majalah Forbes kembali melansir daftar orang kaya di seluruh dunia. Untuk
Indonesia, peringkat teratas masih dipegang dua bersaudara R. Budi Hartono dan
Michael Hartono. Pemilik perusahaan rokok Djarum ini masih bercokol di nomor
satu dengan jumlah kekayaan masing-masing sebesar US$ 5 miliar.
Yang mengejutkan Aburizal Bakrie tidak lagi masuk daftar 14 orang kaya di
Indonesia. Padahal, pada 2007 lalu, Ketua Umum Partai Golongan Karya yang juga
pemegang saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) ini menduduki peringkat teratas.
Tahun lalu, Ical, panggilan akrabnya masih menduduki peringkat 10.
Begitu juga dengan Putera Sampoerna. Penghuni rangking 9 tahun lalu ini
juga tak masuk dalam 14 besar. Berikut peringkat triliuner baru versi Forbes
2011;
1. R. Budi Hartono US$ 5 miliar
2. Michael Hartono US$ 5 miliar
3. Low Tuck Kwong US$ 3,6 miliar
4. Martua Sitorus US$ 2,7 miliar
5. Peter Sondakh US$ 2,4 miliar
6. Sri Prakash Lohia US$ 2,1 miliar
7. Kiki Barki US$ 2 miliar
8. Sukanto Tanoto US$ 1,9 miliar
9. Edwin Soeryadjaya US$ 1,6 miliar
10. Garibaldi Thohir US$ 1,5 miliar
11. Theodore Rachmat US$ 1,3 miliar
12. Chairul Tanjung US$ 1,1 miliar
13. Murdaya Poo US$ 1,1 miliar
14. Benny Subianto US$ 1 miliar
Sebagai perbandingan, berikut daftar orang kaya versi Forbes tahun lalu.
1. R. Budi & Michael Hartono US$ 11 miliar
2. Susilo Wonowidjojo US$ 8 miliar
3. Eka Tjipta Widjaja US$ 6 miliar
4. Martua Sitorus US$ 3,2 miliar
5. Anthoni Salim US$ 3 miliar
6. Sri Prakash Lohia US$ 2,65 miliar
7. Low Tuck Kwong US$ 2,4 miliar
8. Peter Sondakh US$ 2,4 miliar
9. Putera Sampoerna US$ 2,3 miliar
10. Aburizal Bakrie US$ 2,1 miliar
[ Edy Can, Forbes ]

KONTAN Thu, 10 Mar 2011 ( 11:36:58 WIB )


=======================================================================================

Harga minyak sawit anjlok, saham AALI dan LSIP terseret



Date : Mar 10 2011, 11:17
Title : News Story
Header : Harga minyak sawit anjlok, saham AALI dan LSIP terseret


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Saham produsen minyak sawit tersungkur setelah harga minyak sawit
mentah (CPO) di bursa berjangka Malaysia anjlok hingga 2,3%, hari ini.
Saham PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) terbenam hingga 1,5% ke level Rp
22.950 per saham, hingga pukul 11.02 WIB.
Sementara, saham PT PP London Sumatra Indonesia Tbk ((LSIP) sempat jatuh
1% ke posisi Rp 2.325 per saham pada pukul 09.59 WIB. Namun, hingga pukul 11.02
WIB, saham ini kembali ke posisi penutupan perdagangan kemarin di Rp 2.350 per
saham.
[ Dupla Kartini, Bloomberg ]

KONTAN Thu, 10 Mar 2011 ( 11:11:36 WIB )


=======================================================================================

Terseret aksi profit taking, IHSG dibuka turun 0,43%

Date : Mar 10 2011, 10:10
Title : News Story
Header : Terseret aksi profit taking, IHSG dibuka turun 0,43%


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum meneruskan penguatannya
pagi ini. Hampir semua sektor memerah. IHSG yang dilanda aksi profit taking
terkoreksi 0,43 % ke level 3.582,602 pada pukul 9.30,
Pagi ini semua sektor melemah, dipimpin sektor perkebunan yang turun
0,67%, sektor perbankan dengan koreksi 0,46%, dan sektor pertambangan yang
turun 0,50 %, dan sektor perdagangan yang tergelincir 0,34 %.
Saham yang menduduki posisi pemuncak top losers adalah Lippo Karawaci
(LPKR) dengan koreksi sebesar 1,69% ke Rp 580, disusul Truba Alam Manunggal
(TRUB) yang tergelincir 1,67% ke Rp 59. Bank Mandiri (BMRI ) menjadi anggota
MSCI indeks masuk ke zona merah dengan koreksi 1,56% ke Rp 6.300, begitu juga
International Nickel (INCO) yanganjlok 1,52% ke 4.875.
Saham yang berhasil menanjak di tengah koreksi bursa adalah Berau Coal
energy (BRAU) yang naik 1,89% ke Rp 540, Enseval Putra Mega Trading yang
menguat 1,33% ke Rp 760, dan Saham Kawasan Industri Jababeka (KIJA) yang
menguat tipis 0,86%. Anggota MSCI indeks yang menguat hanya Bank Central Asia
(BBCA) dengan penguatan 0,73% ke RP 6.900, dan Unilever (UNVR) yang naik 0,60%
ke Rp 16.850.
[ Dian Pitaloka Saraswati ]

KONTAN Thu, 10 Mar 2011 ( 09:58:26 WIB )


=======================================================================================

BRAU akan buyback surat utang US$ 450 juta

Date : Mar 10 2011, 10:10
Title : News Story
Header : BRAU akan buyback surat utang US$ 450 juta


Story
=======================================================================================

JAKARTA. PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) mulai membuka penawaran pembelian
kembali (buyback) surat utang yang diterbitkan anak usahanya, Berau Capital
Resources Ltd. Nilai surat utang berjenis guaranteed senior secured notes ini
mencapai US$ 450 juta atau sekitar Rp 4 triliun. Surat utang tersebut terbit
pada 8 Juli 2010 dan sejatinya jatuh tempo pada 2015.
Manajemen BRAU telah menunjuk HSBC sebagai pelaksana buyback surat utang
itu. "Kami memberikan waktu selama 30 hari kepada para pemegang surat utang
untuk menanggapi rencana buyback," ujar John Ramos, Chief Financial Officer
BRAU, dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia, kemarin.
Rencana buyback obligasi ini merupakan konsekuensi dari perubahan pemegang
saham pengendali BRAU. Kendali BRAU yang semula dipegang PT Bukit Mutiara kini
beralih ke tangan Vallar Plc.
Pada akhir November tahun lalu, Vallar dan Bukit Mutiara meneken
perjanjian awal mengenai tukar guling saham. Vallar Plc segera merampungkan
proses akuisisi 75% saham BRAU dari tangan PT Bukit Mutiara, pada 8 April
nanti.
Perusahaan investasi pertambangan milik Nathaniel Rothschild ini akan
membayar transaksi senilai
Rp 14,13 triliun atau seharga Rp 540 per saham itu dengan dua cara.
Pertama, uang tunai Rp 6,6 triliun. Kedua, Vallar akan menyerahkan 52,3 juta
saham baru seharga £ 10 per saham ke Bukit Mutiara. Ini setara dengan
24,9% dari total saham Vallar.
Menurut analis Samuel Sekuritas Muhammad Alfatih, pelaku pasar menganggap
bahwa pemilik baru BRAU memiliki kemampuan untuk melakukan buyback utang anak
usahanya. Toh, pergerakan saham BRAU selama tiga bulan terakhir stabil di
kisaran Rp 510-Rp 550 per saham. "Itu berarti berita pengambilalihan tersebut
tak ditanggapi negatif oleh pelaku pasar," kata Alfatih.
Kendati demikian, pelaku pasar masih wait and see terhadap aksi korporasi
BRAU pasca perubahan pengendali. Secara umum, Alfatih memprediksi BRAU semakin
ekspansif di bawah kendali Vallar. Sebab, Vallar adalah perusahaan investasi
pertambangan yang tercatat di bursa London, yang tentunya memiliki jaringan
kuat di pasar internasional.
BRAU memiliki lahan produksi, sedangkan Vallar memiliki dana dan jaringan
pemasaran luas. "Ini kombinasi yang baik," tutur Alfatih.
[ Sandy Baskoro, Adisti Dini Indreswari ]

KONTAN Thu, 10 Mar 2011 ( 09:47:55 WIB )


=======================================================================================

Konflik di Libya memanas, bursa Asia terkapar

Date : Mar 10 2011, 09:18
Title : News Story
Header : Konflik di Libya memanas, bursa Asia terkapar


Story
=======================================================================================

TOKYO. Konflik di Libya menyeret pasar saham Asia, hari ini. Kekerasan
yang terjadi di kawasan itu menyurutkan optimisme pemulihan ekonomi global.
Sentimen pasar Asia kian tertekan, setelah tingkat perekonomian Jepang lebih
rendah dari perkiraan pasar.
Sentimen tersebut menyeret indeks acuan regional ke level terendah dalam
sepekan. Indeks MSCI Asia Pasifik turun 0,8% ke 137,32 pada pukul 10.16 am di
Tokyo. Sekitar lima saham turun melawan setiap kenaikan satu saham.
Indeks Nikkei 225 melemah 0,5% persen. Kejatuhan indeks acuan bursa Jepang
ini terpicu penurunan angka produk domestik bruto Jepang sebesar 1,3% pada
kuartal keempat lalu. Padahal, ekonom memprediksi akan terjadi kontraksi 1,2%.
Sementara, indeks Australia S&P/ASX 200 anjlok 0,9%, dan indeks Kospi Korea
Selatan turun 0,4%.
Adapun, indeks bursa New Zealand's NZX 50 jatuh 0,2% setelah bank
sentralnya menurunkan suku bunga acuan, dan berjanji menjaga biaya pinjaman
lebih rendah untuk membantu pemulihan ekonomi pasca gempa.
Kemarin, pasukan pro pemimpin Libya Muammar Qaddafi melakukan serangan
udara dan artileri terhadap fasilitas minyak. Hal itu terjadi setelah Qaddafi
menawarkan hadiah sebesar 500.000 dinar atau setara US$ 407.000 bagi yang bisa
menangkap pimpinan dewan pemberontak.
Mitsushige Akino dari Ichiyoshi Investment Management Co. menyebut, saat
ini kondisi di Libya kacau. Ada kekhawatiran hal yang sama bisa menyebar ke
negara-negara lain di sekitar Libya. "Sulit untuk mengetahui seberapa tinggi
lagi harga minyak bakal bergerak, dan seberapa besar hal itu akan membahayakan
perekonomian. Sentimen itu menghalangi investor untuk menginvestasikan dana
baru ke pasar saham," ujarnya.
Saham yang menyeret indeks bursa Asia di antaranya, Chiyoda Corp. Saham
kontraktor Jepang yang hampir separuh pendapatannya dari Timur Tengah ini turun
2,9% di Tokyo. Saham produsen mobil terbesar dunia, Toyota Motor Corp
tergelincir 1,4% di Tokyo. Selain itu, saham perusahaan tambang terbesar di
Australia, BHP Billiton Ltd, terjungkal 1,4% di Sydney, setelah harga tembaga
jatuh karena berkurangnya permintaan akibat biaya energi yang lebih tinggi.
[ Dupla Kartini, Bloomberg ]

KONTAN Thu, 10 Mar 2011 ( 09:12:00 WIB )


=======================================================================================

Laba Adira Insurance naik, Parolamas turun

Date : Mar 10 2011, 09:17
Title : News Story
Header : Laba Adira Insurance naik, Parolamas turun


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Secara umum industri asuransi berhasil mencatat kinerja apik di
sepanjang tahun lalu. Namun, kinerja setiap perusahaan asuransi bisa saja
berbeda. Lihat saja PT Adira Insurance dan PT Asuransi Parolamas.
Tahun lalu, Adira Insurance berhasil mendongkrak laba hingga Rp 268,99
miliar atau tumbuh 30,77% dibandingkan tahun 2009 (lihat tabel). Sedangkan laba
Parolamas malah turun 0,65% dari tahun 2009 menjadi Rp 10,69 miliar.
Sebenarnya, penurunan laba bukan hanya terjadi pada Parolamas, tapi juga
perusahaan asuransi lain.
Penyebab penurunan bisa kita lihat dari data Badan Pengawas Pasar Modal
Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) yang mencatat kenaikan rasio kombinasi klaim dan
biaya terhadap pendapatan premi neto. Di asuransi jiwa, rasio kombinasi
meningkat dari 72,56% menjadi 77,96%, sedangkan di asuransi umum dan reasuransi
naik dari 81,88% menjadi 90,2%. Artinya, perusahaan asuransi harus mengeluarkan
lebih banyak uang untuk biaya klaim dan operasional usaha.
Direktur Pelaksana Parolamas T. Yohas Raffli menceritakan, pendapatan
premi di 2010 hanya tumbuh tipis, 4,76% ke Rp 123,75 miliar. Sementara, biaya
klaim naik 30% menjadi Rp 57,51 miliar dan beban usaha meningkat 6,58% menjadi
Rp 25,59 miliar.
Hasil investasi yang anjlokturut memperkeruh situasi ini. Tahun lalu,
hasil investasi Parolamas hanya Rp 1,96 miliar, sedangkan tahun 2009 Rp 2,35
miliar. "Hasil investasi tidak maksimal karena 80% dana tersimpan di deposito
yang bunganya kecil," kata Yohas, Rabu (9/3).
Efisiensi biaya
Bandingkan dengan Adira Insurance yang berhasil menekan biaya operasional
dan meningkatkan pendapatan premi. Meski klaim nasabah naik 22,47% menjadi Rp
359,66 miliar, beban usaha hanya naik tipis 3,88% menjadi
Rp 154,8%.
Tak heran bila rasio kombinasi Adira Insurance makin mengecil, dari 81% di
2009 menjadi 74% di tahun 2010. "Ini karena berhasil menjalankan intensifikasi
dan ekstensifikasi distribusi pemasaran," ujar Presiden Direktur Adira
Insurance Willy S. Dharma.
Intensifikasi dengan memaksimalkan semua jalur distribusi. Sedang
ekstensifikasi membuat channel distribusi baru. Salah satunya outbond call,
yakni pemasaran melalui call center dengan menggunakan database yang dimiliki.
"Kerjasama dengan perusahaan lain juga diperbanyak," tambah Willy.
[ Anaya Noora Pitaningtyas, Christine Novita Nababan ]

KONTAN Thu, 10 Mar 2011 ( 09:10:25 WIB )


=======================================================================================

Trading





Pada perdagangan hari Kamis (10/3), indeks diperikirakan akan bergerak mixed pada kisaran 3580-3617. Harga minyak yang terkoreksi dengan adanya rencana OPEC melakukan pertemuan untuk membahas rencana penambahan kuota produksi dapat memberikan sentimen positif terhadap indeks. Namun investor perlu mewaspadai kemungkinan adanya aksi profit taking. Saham-saham yang dapat diperhatikan TLKM, KLBF, ASRI dan PGAS

IHSG Rawan Profit Taking

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup menguat 18 poin seiring terus masuknya dana asing di lantai bursa. Positifnya IHSG hari ini merupakan penutupan perdagangan kelimanya menguat secara berturut-turut.

Pada perdagangan, Rabu (9/3/2011), IHSG bertambah 18,361 poin (0,51%) ke level 3.598,675. Sementara Indeks LQ 45 naik 3,598 poin (0,56%) ke level 644,042.

"Memasuki pertengahan pekan ini, IHSG masih bisa mencatatkan kinerja positif. Bahkan sempat menyentuh kembali level 3.600. Penguatan lanjutan di minggu kedua ini berbeda dengan pergerakan IHSG di minggu kedua Februari dimana bergerak melemah di awal pekan setelah penguatan di akhir pekan sebelumnya," ujar Reza Priyambada Managing Research Indosurya Asset Management (ISAM).

Setelah terus menerus menguat dan sempat menembus level 3.600, posisi IHSG mulai rawan. Meski daya beli masih cukup besar, namun koreksi yang menyambangi sebagian besar bursa regional akan menghambat laju IHSG. Pada perdagangan Kamis (10/3/2011), IHSG diprediksi bergerak fluktuatif cenderung melemah.

Bursa Wall Street kemarin ditutup melemah tipis. Outlook yang kurang baik dari Texas Instruments sukses 'menggerogoti' Nasdaq sehingga ditutup melemah. Namun penguatan saham International Business Machines Corp (IBM) berhasil menahan penurunan Dow Jones.

Pada perdagangan Rabu (9/3/2011), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup melemah tipis 1,29 poin (0,01%) ke level 12.213,09. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 1,80 poin (0,14%) ke level 1.320,02 dan Nasdaq melemah 14,05 poin (0,51%) ke level 2.751,72.

Bursa Jepang juga bergerak melemah. Indeks Nikkei-225 mengawali perdagangan Kamis ini dengan penurunan 68,08 poin (0,64%) ke level 10.521,42.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

eTrading Securities:

Pada perdagangan hari ini IHSG ditutup naik 18 point (+0.51%) ke level 3,598.67 dengan kenaikan hampir disemua sektor kecuali mining dan basic industri. Asing pada hari ini tercatat melakukan net buy sebesar Rp342 miliar dengan sektor yang paling banyak dimasuki adalah mining dan banking. Secara teknikal IHSG pada tiga hari terakhir bergerak menguat dengan volume yang meningkat, namun perlu diwaspadai IHSG akan reversal melihat candle inverted hammer yang terbentuk pada perdagangan hari ini, sementara indikator stochastic berpotensi death cross di area overbought dan RSI telah bergerak melandai. Pada perdaganga besok, IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran 3,548-3,635 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. TLKM, MYOR, dan ISAT.

Indosurya:

Pada perdagangan Kamis (10/3) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.563-3.581 dan resistance 3.612-3.627. Setelah terbentuk three white soldier , candle masih menguat dan membentuk candle shooting star yang umumnya mengindikasikan keinginan besar dari kekuatan daya beli untuk mengangkat harga namun, kekuatan daya jual mulai menahannya. Mengingat upper bollinger band kembali tersentuh yang biasanya akan ada penyesuaian posisi candle maka sebaiknya investor selalu waspada akan terjadinya reversal. Hal ini seiring dengan semakin tingginya volatilitas maka besar kemungkinan bisa berbalik arah. MACD masih bergerak naik
dengan histogram positif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic berada di atas area overbought namun, mulai tertahan pergerakannya. Investor berhati-hati bila sinyal pelemahan mulai masuk dan sebaiknya lebih berorientasi jangka panjang (long term investment ).