Selasa, 07 Juni 2011

Sesi I Saham Komoditas Dilepas, IHSG Terkoreksi 12 Poin

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih betah bertahan di zona merah dengan koreksi tipis 12 poin atas melemahnya saham-saham unggulan berbasis komoditas.

Membuka perdagangan, IHSG terkoreksi tipis 11,887 poin (0,32%) ke level 3.822,314. Indeks terseret pelemahan bursa-bursa regional yang juga terkoreksi akibat kekhawatiran melambatnya perekonomian dunia.

IHSG tak mampu terlepas dari jeratan jaring negatif akibat tekanan aksi jual. Pergerakan IHSG masih serba lesu, penurunan terdalamnya 16 poin ke level 3.815,552.

Pada penutupan perdagangan sesi I, Selasa (7/6/2011), IHSG melemah tipis 12,810 poin (0,34%) ke level 3.821,391. Sementara Indeks LQ 45 turun 4,083 poin (0,60%) ke level 677,623.

Turunnya harga-harga komoditas dunia membuat saham-saham berbasis komoditas di lantai bursa terkena tekanan jual. Indeks sektor agroindustri menderita pelemahan paling parah.

Indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak mixed dengan kecenderungan melemah. Indeks masih menunggun sentimen positif yang hari ini menjadi langka.

Sebaliknya, sentimen negatif masih banyak beredar, mulai dari melemahnya bursa Wall Street semalam, kekhawatiran melambatnya pertumbuhan ekonomi dunia sampai turunnya harga-harga komoditas.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 56,095 kali pada volume 2,415 miliar lembar saham senilai Rp 1,855 triliun. Sebanyak 91 saham naik, 111 saham turun, dan 99 saham stagnan.

Bursa saham China mampu balik arah dan menguat tipis, namun sentimen ketidakpastian terhadap rencana kebijakan moneter Beijing masih mewarnai perdagangan. Sedangkan bursa-bursa Asia lainnya bergerak fluktuatif di tengah perdagangan yang tidak terlalu ramai.

Berikut situasi di bursa-bursa regional hingga siang hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai naik tipis 2,93 poin (0,11%) ke level 2.730,95.
  • Indeks Hang Seng melemah 165,31 poin (0,72%) ke level 22.784,25.
  • Indeks Nikkei 225 menguat 67,74 poin (0,72%) ke level 9.448,09.
  • Indeks Straits Times turun 1,41 poin (0,05%) tipis ke level 3.112,32.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Bayan (BYAN) naik Rp 500 ke Rp 19.050, United Tractor (UNTR) naik Rp 300 ke Rp 23.050, Ace Hardware (ACES) naik Rp 200 ke Rp 2.800, dan Gajah Tunggal (GJTL) naik Rp 100 ke Rp 2.950.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Petrosea (PTRO) turun Rp 1.500 ke Rp 40.500, Dian Swastatika (DSSA) turun Rp 400 ke Rp 16.200, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 350 ke Rp 21.050, dan Astra Agro (AALI) turun Rp 300 ke Rp 23.300.

(ang/qom)

Survei Goldman, Nikkei akan kalahkan bursa Asia lainnya ke 10.000-11.000

Survei Goldman, Nikkei akan kalahkan bursa Asia lainnya ke 10.000-11.000
TOKYO. Goldman Sachs Group Inc mengatakan kebanyakan investor yakin bahwa bursa saham Jepang akan terus menguat bahkan mengungguli bursa lainnya di Asia. Katalis pendorongnya adalah nilai tukar yen yang terus melemah dan prospek kebijakan stimulus ekonomi pasca gempa dan tsunami.

Berdasarkan survei terhadap 77 investor selama konferensi bulan ini di Tokyo, Kathy Matsui menyatakan, inflasi masih akan menjadi momok utama di China dan Asia yang pada akhirnya memaksa kedua negara memberlakukan kebijakan moneter yang sangat ketat. 55 responden meyakini bursa Jepang menjadi pilihan dan akan mengalahkan bursa Asia pada sisa tahun ini.

Apalagi, faktor politik Jepang saat ini menjadi sangat penting bagi pasar uang sejak bencana Maret silam. "Padahal, selama bertahun-tahun politik Jepang tak terlalu relevan di pasar, tetapi bencana kemarin meningkatkan kebutuhan akan reformasi yang lebih cepat dan deregulasi agar ekonomi bisa tumbuh," jelas Matsui.

Perdana Menteri Jepang, Naoto Kan minggu lalu selamat dari mosi tidak percaya di parlemen dan berjanji akan mundur setelah ia berhasil menyelamatkan negara dari krisis terburuk sejak Perang Dunia II.

Sekitar 40% investor mengharapkan Nikkei 225 Stock Average naik menjadi 10.000 hingga 11.000. Nikkei 225 diperdagangkan pada 9.383 per tengah hari perdagangan di Tokyo hari ini.

MUGF Naikkan Kepemilikan di CIMB

Medium
INILAH.COM, Jakarta - Mitsubishi UFJ Financial Group dan CIMB Group sedang melakukan tahap akhir negosiasi terhadap pembentukan kemitraan komprehensif awal tahun ini.

Hal ini dilaporkan harian bisnis Nikkei seperti dikutip Reuters. Unit MUFG - Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ - sekarang memiliki 4 persen saham di CIMB. Di bawah kemitraan yang lebih luas, MUFG mungkin mengambil saham tambahan dalam CIMB dan kedua belah pihak untuk membentuk usaha patungan.

MUFG akan mengungkapkan strategi bisnis di Asia Tenggara setelah terjalinnya kemitraan baru pada Selasa ini. Pada saat yang sama unit broker Mitsubishi UFJ Securities Holdings Co, mengumumkan akhir kerjasama dengan broker Kim Eng Holdings dari Singapura.

CIMB, dimana aset melebihi 8 triliun yen ($ 99,65 miliar), menyediakan jasa di bidang perbankan dan penjamin emisi saham dan obligasi. Selain dari Malaysia, CIMB juga hadir di pasar seperti Indonesia dan Thailand.

Unit Mitsubishi UFJ Securities Holdings, Mitsubishi UFJ Morgan Stanley Securities akan menangani underwite obligasi untuk bisnis Asia Tenggara dan menjualnya kepada klien di Jepang, Amerika Serikat dan Eropa.

Nilai investasi obligasi korporasi yang diterbitkan di lima negara terkemuka di Asia Tenggara lebih dari tiga kali lipat dari dekade sebelumnya atau sekitar $ 40 miliar pada 2010, kata Nikkei, mengutip data Thomson Reuters. CIMB juga menangani obligasi syariah bagi perusahaan-perusahaan Jepang dan dijual kepada investor lokal. Para mitra juga akan terlihat untuk meningkatkan penjualan produk keuangan di Jepang di Asia Tenggara, Nikkei melaporkan.

List Deviden Bulan Juni

KPI: Akuisisi Indosiar oleh Induk SCTV Melanggar Hukum

Jakarta - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat menyatakan pandangan hukum resmi atas rencana akuisisi PT Indosiar Karya Media Tbk (Indosiar) oleh PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), selaku induk usaha PT Surya Citra Media Tbk (SCTV). Menurut KPI, rencana ini berpotensi melanggar peraturan, yakni Undang-Undang (UU) Penyiaran serta Peraturan Pemerintah (PP) No. 50 Tahun 2005.

Selanjutnya, pandangan hukum ini akan disampaikan kepada Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) serta Bapepam-LK, untuk memutuskan lebih lanjut sesuai dengan kewenangan.

Demikian disampaikan Komosioner Bidang Infratruktur KPI Pusat, Moch Riyanto, di kantornya, Jalan Gajah Mada, Jakarta, Selasa (7/6/2011).

"Rencana akuisisi EMTK atas saham IDKM milik PT Prima Visualindo, dalam kajian hukum kami memungkinkan terdapat potensi pelanggaran. Khususnya pada pasal 18 dan 34 UU Penyiaran," jelasnya.

Dalam UU serta Peraturan Pemerintah disampaikan, unsur memiliki potensi pelanggaran keberagaman isi (diversity of content) serta keberagaman kepemilikan (divesity of ownership) atas suatu lembaga penyiaran.

"Tugas legal standing adalah pandangan hukum dan masukan bagi Kominfo dan Bapepam. Pandangan hukum ini menghindarkan pemusatan kepemilikan atas lembaga penyiaran," tegasnya.

Dalam menyusun legal opinion tersebut, 9 anggota KPI menyatakan persamaan persepsi. Tidak ada perpecahan ataupun perbedaan pendapat mengenai aksi korporasi tersebut. Anggota KPI tersebut yakni Mochamad Riyanto, Ezki Widianti, Dadang Hidayat, Azimah, Nina Mutmainnah, Idy Mu-zayyad, Iswandi Syahputra, Judhariksawan, dan Yazirwan Uyun.

Seperti diketahui, EMTK pemilik 86% saham PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), dan memilik 99% saham secara tidak langsung SCTV (melalui SCMA) berencana mengakuisisi 27,24% saham milik IDKM yang diterima dari PT Prima Visualindo. Aksi ini akan terlaksana 30 Juni 2011 nanti.

EMTK berniat untuk melakukan gadai saham SCTV dan meningkatkan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) alias private placement untuk rencana akuisisi Indosiar itu.

Dana hasil gadai saham dan private placement itu akan digunakan EMTK untuk membiayai tender offer saham Indosiar di kisaran harga Rp 900-1.040 per lembar. Tender offer ini akan dilakukan usai pembelian 551.708.684 (27,24%) saham Indosiar dari PV senilai Rp 496,5 miliar. Sementara tender offer dilakukan atas 1,473 miliar (72,76%) dari total saham Indosiar.

Saat ini proses akuisisi Indosiar masih dalam tahap proses di Bapepam-LK. Namun wacana boleh tidaknya televisi tersebut dibeli oleh perusahaan pemilik SCTV masih terus berjalan. Untuk dapat selesai proses tersebut, akuisisi juga perlu mendengar suara Kemenkominfo, KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha).

(wep/ang)

Mata uang Negeri Kanguru kembali perkasa ke level tertinggi dalam sebulan

Mata uang Negeri Kanguru kembali perkasa ke level tertinggi dalam sebulan
TOKYO. Dollar Australia kembali perkasa. Pagi ini, pergerakan mata uang yang kerap dipanggil Aussie ini menguat ke level tertinggi dalam empat minggu terakhir atas dollar. Beredar spekulasi, the Reserve Bank akan mengindikasikan pemulihan ekonomi global sejalan dengan kenaikan tingkat suku bunga.

"Pelaku pasar berharap RBA akan memutuskan untuk menaikkan suku bunga dalam beberapa waktu ke depan. Namun, pergerakan Aussie masih akan tetap tersokong meskipun suku bunga tak berubah," jelas Greg Gibbs, currency strategist Royal Bank of Scotland Group Plc di Sydney.

Pada pukul 13.57 waktu Sydney, dollar Australia menguat ke posisi US$ 1,0744 di Sydney dari US$ 1,0713 di New York kemarin. Pada 3 Juni lalu, Aussie sempat bertengger di level US$ 1,0775, yang merupakan level tertinggi sejak 11 Mei lalu. Sementara itu, Aussie juga menguat ke posisi 86,16 yen dari 85,81 yen.

Sekadar tambahan saja, berdasarkan hasil survei Bloomberg kepada sejumlah analis, the Reserve Bank of Australia diprediksi akan menahan suku bunga acuannya pada hari ini. Posisi saat ini, suku bunga acuan berada di level 4,75% di Australia.

Kantongi pinjaman dari Wells Fargo, saham BBNI menjadi incaran investor

Kantongi pinjaman dari Wells Fargo, saham BBNI menjadi incaran investor
JAKARTA. Di saat bursa mengalami penurunan, sejumlah emiten masih menjadi incaran investor sehingga berhasil mencatatkan kenaikan. Salah satunya adalah PT Bank BNI (BBNI).

Pagi ini, saham BBNI terlihat menanjak dan naik 0,66% menjadi Rp 3.800 pada pukul 11.09. Bahkan pada transaksi sebelumnya, BBNI sempat bertengger di level Rp 3.825 atau naik 1,3%.

Melonjaknya saham BBNI seiring dengan aksi korporasi yang dilakukan perusahaan. Seperti yang diberitakan KONTAN sebelumnya, BBNI mendapat fasilitas pinjaman senilai US$ 50 juta dari Wells Fargo Bank N.A. Fasilitas pinjaman dengan tenor 2 tahun ini akan digunakan oleh bank pelat merah tersebut untuk memperkuat likuiditas valas serta memperbaiki komposisi pendanaan jangka pendek dan jangka panjang.

Wah, hampir seluruh mata uang Asia keok atas dollar

Wah, hampir seluruh mata uang Asia keok atas dollar
BANGKOK. Sudah dua hari belakangan, mata uang Asia melemah. Hari ini, pelemahan tersebut dipimpin oleh mata uang Garuda. Pelaku pasar khawatir, tingkat ekspor Asia akan terpukul setelah data tingkat pengangguran AS menunjukkan kenaikan dan indeks manufaktur AS mengindikasikan perlambatan pertumbuhan.

"Investor saat ini lebih memilih sikap hati-hati. Jika kita melihat kepada data ekonomi AS, hasilnya masih negatif. Demikian pula halnya dengan situasi di Eropa di mana isu krisis utang masih menghantui," jelas Norawit Suparinayok, foreign-exchange trader Bangkok Bank Plc.

Pada pukul 11.05, rupiah melemah 0,2% menjadi 8.528 per dollar. Sementara, ringgit Malaysia melemah 0,2% menjadi 3,0153, peso Filipina melemah 0,1% menjadi 43,240, dan won Korea Selatan melemah 0,1% menjadi 1.080,90.

Adanya kemungkinan dilusi membuat saham KRAS bermain di area negatif

Adanya kemungkinan dilusi membuat saham KRAS bermain di area negatif
JAKARTA. Saham PT Krakatau Steel (KRAS) pagi ini bergerak di area negatif. Pagi tadi, saham KRAS turun 0,89% menjadi Rp 1.110. Namun, pada pukul 10.40, saham KRAS kembali ke posisi awal pembukaan di level Rp 1.120.

Aksi jual tetap melanda saham KRAS meskipun produsen baja tersebut sudah mengumumkan rencananya untuk membagikan dividen sebesar Rp 1,051 triliun.

Menurut Kepala Riset eTrading Securities Betrand Reynaldi, dari total pembagian dividen tersebut, yang dibagikan kepada pemegang saham biasa hanyalah 9% dari total laba. "Karena sisanya akan diberikan dalam bentuk dividen saham kepada pemegang saham pendiri dalam hal ini pemerintah," jelasnya.

Dia menambahkan, yang harus diperhatikan, pembagian dividen saham kepada pemerintah -yang sebelumnya telah memiliki persentase kepemilikan sebesar 80%- secara otomatis akan menambah persentase kepemilikan pemerintah atas KRAS. "Sebaliknya, hal itu akan menyebabkan dilusi kepemilikan bagi pemegang saham biasa," urainya.

Berdasarkan konsensus, tiga analis merekomendasikan buy dan satu analis merekomendasikan hold. Adapun target harga rata-rata saham ini adalah Rp 1.340 per saham.

BTN Terbitkan Obligasi Rp2 Triliun

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Bank Tabungan Negara Tbk (Persero) terbitkan obligasi XV dengan nilai maksimal Rp2 triliun dengan jangka waktu 10 tahun.

"Dana yang diperoleh dari hasil emisi Obligasi ini seluruhnya akan dipergunakan BTN sebagai sumber pembiayaan kredit, khususnya kredit perumahan," ujar Wakil Direktur Utama BTN, Evi Firmansyah dalam acara Due Diligence dan Public Expose di Jakarta, Selasa (7/6).

BTN sendiri belum bisa memberikan besaran coupon rate dari obligasi XV yang diterbitkan ini. "Nanti lah setelah ada persetujuan investor baru kita informasikan," tuturnya.

Dia juga menjelaskan penerbitan obligasi ini berdasarkan pada pertumbuhan kredit BTN yang sangat tinggi mencapai 27%, sehingga kebutuhan pendanaan juga dirasa sangat besar. "Dengan permintaan rumah sekitar 800 ribu unit per tahun, kami perkirakan bahwa realisasi kredit perumahan akan tetap tinggi di tahun mendatang," tambahnya.

Hingga Desember 2010, kredit perumahan BTN telah mencapai angka 90,9% dari keseluruhan total kredit yang disalurkan. "Obligasi yang ditawarkan ini memiliki rating idAA dari Perfindo," ujarnya.

Hingga saat ini obligasi XII, XIII, dan XIV yang diterbitkan BTN masih beredar dengan nilai total sebesar Rp4,15 triliun. [cms]

Swiss franc terus catatkan rekor, analis rekomendasikan jual

Swiss franc terus catatkan rekor, analis rekomendasikan jual
JAKARTA. Swiss franc kembali menembus rekor tertinggi sepanjang sejarah terhadap dollar AS di level 0,8329. Rilis sektor tenaga kerja AS akhir pekan lalu masih menjadi katalis tertekannya the green dollar terhadap mata uang utama lainnya.

Keadaan itu meningkatkan minat investor pada aset berstatus safe haven terutama Swiss franc. Namun demikian euro berhasil bangkit terhadap Swiss franc menyusul membaiknya sentimen pada penanganan krisis keuangan Yunani.

Analis Valbury Asia Futures, Ahim menyatakan, pada sesi ini pelaku pasar akan berfokus pada rilis data consumer price indeks (CPI) Mei yang diprediksi turun menjadi 0%. Sedangkan secara tahunan akan naik menjadi 0,4%.

Kondisi ini akan menjadi salah satu pertimbangan Swiss National Bank (SNB) untuk menaikkan suku bunga sebagai upaya mengendalikan tekanan inflasi. Namun kebanyakan analis memperkirakan SNB baru akan menaikkan suku bunga September mendatang.

"Sinyal bearish berdasarkan intraday chart masih bertahan dan berpotensi mendukung berlanjutnya tekanan downside dengan target tes kisaran level 0,8290," kata Ahim. Ia memprediksi Swiss franc akan bergerak di kisaran support dan resistance 0,7896-0,8550 terhadap dollar AS. "Rekomendasi sell di 0,8370," saran Ahim.

Investor asing lepas kepemilikan saham, rupiah lemah lunglai

Investor asing lepas kepemilikan saham, rupiah lemah lunglai
JAKARTA. Setelah perkasa selama dua hari berturut-turut, pergerakan rupiah pagi ini melemah. Pelaku pasar cemas perlambatan ekonomi AS akan memangkas permintaan aset-aset emerging market.

Sebagai bukti, kemarin, investor asing melepas kepemilikan sahamnya di Indonesia senilai US$ 29,5 juta.

"Tingginya tingkat pengangguran di AS menyebabkan sentimen negatif di pasar. Investor mengurangi posisi mereka untuk aset-aset dengan yield tinggi, termasuk Indonesia," jelas Mika Martumpal, currency analyst PT Bank Commonwealth di Jakarta kepada Bloomberg.

Catatan saja, pada pukul 08.48, rupiah melemah 0,2% menjadi 8.525 per dollar. Kemarin, rupiah menyentuh level 8.506, posisi paling perkasa sejak Maret 2004 lalu.

Akuisisi 9 tambang, BYAN dapat pinjaman US$ 185 juta

Akuisisi 9 tambang, BYAN dapat pinjaman US$ 185 juta
JAKARTA. PT Bayan Resources Tbk (BYAN) berhasil mengantongi pinjaman dari bank sebesar US$ 185 juta. Perusahaan akan menggunakan dana tersebut untuk mengakuisisi sembilan perusahaan batubara yang terletak di Kalimantan Timur.

Akibat dari berita ini, saham BYAN langsung naik 2,2% menjadi Rp 18.950 jam 9:37 WIB. Ini merupakan harga tertinggi sejak Agustus 2008.

OKAS menunda rencana rights issue

OKAS menunda rencana rights issue
JAKARTA. PT Ancora Resources Tbk (OKAS) menunda rencana rights issue yang sebelumnya direncanakan digelar pada Juni 2011.

"Kami menunda dulu karena masih proses uji tuntas target. Takutnya nanti proses di Bapepam tidak terkejar," ujar Direktur Utama OKAS Dharma Djojonegoro kepada KONTAN, Selasa, (7/6).

Dharma menambahkan, penundaan rights issue hingga perseroan dapat menggabungkan beberapa akuisisi. Namun, ia tidak membeberkan lebih lanjut perihal akuisisi yang dimaksud.

Catatan KONTAN, OKAS berencana melakukan rights issue senilai US$ 15 juta atau sekitar Rp 100 miliar - Rp 150 miliar. Dana tersebut sekitar 80% akan dipakai untuk mengakuisisi 30,6% saham perusahaan tambang batubara PT Raja Kutai Baru Makmur (RKBM).

Saat ini, sister company OKAS yakni Ancora Energy telah menguasai 58% saham RKBM. Sisa dana rights issue bakal digunakan untuk kegiatan operasional perseroan.

Mengawali hari, IHSG melemah 0,3%

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali transaksi hari ini di zona merah. Pada pukul 9.50 WIB, indeks bursa kita sudah turun 0,3% ke level 3.822,52.

Indeks loyo lantaran di hampir semua sektoral. Pelemahan terbesar terjadi pada sektor infrastruktur yang melemah sebesar 0,81%. Di posisi kedua ada indeks sektor industri daerah yang meleah 0,56%.

Secara keseluruhan, ada 78 saham yang melorot harganya. Sementara yang tidak berubah sebanyak 83 saham. Sisanya, 46 saham mengalami kenaikan harga.

Saham yang anjlok diantaranya PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) yang turun 0,64% ke level Rp 46.800 per saham. Saham perusahaan tambang PT Bukit Asam tbk (PTBA) juga sudah melorot 1,17% ke level Rp 21.150 per saham.

Saham yang menguat diantaranya, PT United Tractors Tbk (UNTR) yang melonjak 1,32% ke level Rp 23.050 per saham. Begitu juga saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) yang menguat 1,62% menjadi Rp 18.850 per saham.

Saham-saham yang menghuni posisi teratas top losers antara lain PT Ciputra Surya Tbk (CTRS) yang turun 5,26% ke Rp 720, PT Pudjiadi Prestige Tbk (PUDP) yang turun 3,70% ke Rp 520, dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) yang turun 2,86% ke Rp 680.

Sementara itu PT Pioneerindo Gourmet International Tbk (PTSP) yang naik 4,00% ke Rp 520, PT Apac Citra Centertex Tbk (MYTX) yang naik 3,88% ke Rp 134, dan PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) yang naik 3,28% ke Rp 126 masih bisa bertahan di posisi teratas top gainers.

Penguatan yen dan harga minyak masih membuat bursa Asia melempem

TOKYO. Mayoritas saham di bursa Asia kembali mengalami penurunan pagi ini. Anjloknya bursa Asia seiring melorotnya harga minyak dunia seiring perlambatan ekonomi global. Selain itu, penguatan yen juga memicu anjloknya bursa saham.

Pada pukul 09.37 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific turun 0,1% menjadi 133,44.

Sejumlah saham yang mempengaruhi pergerakan bursa Asia antara lain Sony Corp turun 2% di Tokyo, Canon Inc anjlok 3,3% di Tokyo, Woodside Petroleum Ltd turun 1,1% di Sydney, dan Macquarie Group Ltd anjlok 2,9%.

"Investor saat ini cukup cemas akan perekonomian AS. Investor akan mengamati pergerakan bursa AS untuk mengecek apakah bursa AS akan berhenti mengalami penurunan," jelas Fumiyuki Nakanishi, strategist SMBC Friend Securities Co.

Bayan Resources Raih Pinjaman US$185 Juta

INILAH.COM, Jakarta - PT Bayan Resources Tbk (BYAN) mendapatkan fasilitas kredit berupa bridge facility sebesar US$185 juta dari PT ANZ Panin Bank dan Standard Chartered Bank Singapore.

Hal itu disampaikan manajemen BYAN dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (7/6). Pinjaman ini akan digunakan untuk melakukan pengambilalihan saham sembilan perusahaan yang memiliki kuasa pertambangan di Kalimanta Timur. Pinjaman ini berjangka waktu satu tahun sejak penarikan dan dilunasi penuh pada akhir periode.

Pinjaman ini diberikan dengan suku bunga berdasarkan LIBOR plus margin tertentu per tahun. Hal ini dijamin dengan jaminan perusahaan dari beberapa anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh perseroan. Selain itu, perseroan mensubordinasi pinjaman pemegang saham dan anak perusahaan perseroan. Selama jangka waktu pinjaman, perseroan harus memenuhi rasio keuangan tertentu dan mempertahankan kepemilikan pemegang saham pengendali minimal 35%.

Adapun saham sembilan perusahaan yang memiliki kuasa pertambangan antara lain PT Apira Utama, PT Bara Sejati, PT Cahaya Alam, PT Tiwa Abadi, PT Dermaga Energi, PT Orkida Makmur, PT Silau Kencana, PT Sumber Api dan PT Tanur Jaya serta beragam aset berupa bangunan, tanah dan fasilitas penunjang lainnya yang berada di sembilan konsesi. [cms]

Ekonomi Global Melambat, Bursa Asia Loyo

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Saham Asia bergerak melambat pada perdagangan awal Selasa (7/6) di tengah meningkatnya kekhawatiran atas prospek pertumbuhan global dan ketakutan bantuan lanjutan utang Yunani.

Mengutip Reuters, CNBC Asia FTSE 100 Index, yang mengukur pasar di seluruh Asia, tergelincir 0,5 persen. Di Jepang, Nikkei flat akibat perlambatan utilitas dan terhentinya pembelian saham defensif akibat kekhawatiran ekonomi AS. Utilitas naik setelah kinerja buruk pada hari Senin akibat spekulasi bahwa Tokyo Electric Power akan memimpin restrukturisasi. Sekretaris Kabinet Yukio Edano mengatakan pada hari Senin bahwa restrukturisasi yang dipimpin oleh Tokyo Electric, operator nuklir Fukushima Daiichi harus dihindari.

Saham Tokyo Electric, yang dikenal sebagai Tepco, naik 3,9 persen, sedangkan Kansai Electric Power naik 1,5 persen. Sektor farmasi naik tajam, dengan Astellas Pharma naik 2,1 persen dan Eisai naik 0,7 persen.

Nikkei N225 turun 0,2 persen di 9.364,82, sementara Topix turun 0,2 persen menjadi 806,31.

Saham Seoul dibuka lebih rendah setelah jatuhnya Wall Street, dengan serangkaian data baru-baru ini, di mana melemahnya ekonomi AS mendukung pandangan bearish bagi perekonomian. Saham eksportir, teknologi dan kilang minyak mentah seperti Samsung Electronics dan S-Oil memimpin kejatuhan bursa.

Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) turun 0,9 persen ke 2.095,35.

Saham Australia jatuh 0,6 persen pada awal perdagangan, jatuh di bawah tingkat dukungan utama November lalu setelah Wall Street tergelincir lebih rendah untuk hari keempat akibat kekhawatiran terhadap perlambatan pertumbuhan. Ketidakpastian pertumbuhan ekonomi di AS dan respon Eropa terhadap krisis utang Yunani membuat investor menepi dari pasar, termasuk dari saham tambang, meskipun terjadi kenaikan logam industri dan harga emas. Saham BHP Billiton turun 1 persen, sementara Rio Tinto turun 0,4 persen. Saham tambang emas Newcrest Mining turun 1,3 persen, bahkan setelah emas naik ke satu bulan tertinggi.

Saham penerbangan Virgin Australia, saham yang paling aktif, melompat 3,5 persen setelah menandatangani perjanjian kemitraan jangka panjang dengan Singapore Airlines. Rivalnya Qantas Airways tergelincir sebesar 3,3 persen ke level terendah dalam dua tahun di A $ 1,89 dan diperdagangkan terakhir di A $ 1,92. Volume tipis menjelang keputusan suku bunga Reserve Bank of Australia.

Benchmark S & P / ASX 200 index turun 23,7 poin menjadi 4.545,4, menambah kerugian selama empat hari. Patokan saham Selandia Baru NZX 50 indeks naik 0,3 persen, didorong oleh keuntungan saham pembangkit listrik.

Saham Hong Kong dibuka lebih rendah, setelah liburan panjang akhir pekan karena pasar luar negeri tetap berada pada backfoot di tengah kekhawatiran terhadap ekonomi AS yang melambat. Benchmark Hang Seng Indeks turun 0,9 persen menjadi 22.738,6. Di Asia Tenggara, Singapura benchmark Straits Times Index turun 0,6 persen dan Malaysia KL Komposit tergelincir 0,2 persen.

IHSG Hari Ini Diperkirakan Bergerak Moderat

INILAH.COM, Jakarta - IHSG diperkirakan masih akan bergerak moderat dalam rentang harga 3.800 - 3.850, dengan stoploss support moderat berada di level 3.780

Maraknya sentimen negatif seputar pemangkasan peringkat surat utang Amerika Serikat serta kekhawatiran akan potensi gagal bayar utang yang dialami oleh Yunani, telah mengakibatkan Indeks NKY (Jepang) dan STI (Singapore) kembali terpuruk dengan mencatatkan pelemahan rata-rata 1,05%. Di mana, hal tersebut berdampak pula terhadap IHSG pada perdagangan awal pekan yang kembali terdampar dalam teritori negatif, dengan membukukan penurunan tipis sebesar 9,8 poin ditutup pada level 3.834 dan cenderung bergerak moderat diikuti oleh arus dana asing yang kembali menoreh penjualan bersih sebesar
Rp251 miliar.

Aksi pembelian selektif sejumlah saham unggulan yang telah dilakukan oleh para pelaku pasar di penghujung penutupan sesi perdagangan kemarin, belum mampu mengembalikan IHSG ke dalam zona hijau yang lebih didominasi oleh aksi jual.

Signal dead-cross pada stochastic yang kembali terjadi serta swing negatif dari mayoritas bursabursa utama global, dikhawatirkan akan menjadi sentimen negatif bagi IHSG dalam mengawali perdagangan hari ini.

"Kami perkirakan IHSG masih akan bergerak moderat dalam rentang harga 3.800 - 3.850, dengan stoploss support moderat berada di level 3.780," ujar Trimegah Securities dalam ulasan pasarnya Selasa (7/6).

Saham GJTL Berpeluang Menuju Rp3.000

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Saham PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) berpotensi untuk terkerek hingga ke level Rp3.000 dalam jangka pendek.

Potensi kenaikan saham ini terkait kabar perseroan yang berencana untuk memasok produksinya ke Malaysia setelah sebelumnya ke Thailand, Brasil dan Pakistan.

Selain itu kabar produsen mobil terkemuka Asean sedang mengincar saham perseroan juga ikut mendorong kenaikan saham ini. Pada perdagangan kemarin saham GJTL ini ditutup turun 25 poin ke level Rp2.850.

BISI memetik laba dari benih cabai dan jagung

 BISI memetik laba dari benih cabai dan jagung
JAKARTA. Manajemen PT BISI International Tbk (BISI) memperkirakan, perubahan musim sepanjang tahun tidak akan menahan perusahaan menumbuhkan penjualan serta laba. BISI menargetkan, tahun ini, penjualan dan laba bersih masing-masing naik 20% dibanding 2010.

Tahun lalu, pendapatan BISI Rp 894,86 miliar, sedangkan laba bersih Rp 143,48 miliar. Selama kuartal pertama tahun ini, penjualan BISI mencapai Rp 234,01, naik 8,3% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 216,40 miliar.

Sedangkan laba bersih di kuartal pertama tahun ini Rp 41,62 miliar, lebih rendah dibanding kuartal I-2010 yang sebesar Rp 44,07 miliar.

Manajemen bakal mengandalkan dua komoditas benihnya untuk mendongkrak pertumbuhan yaitu benih jagung hibrida dan benih cabai.

Pertengahan tahun ini BISI akan meluncurkan dua varietas jagung hibrida baru yaitu BISI 18 dan BISI 222. Kedua varietas itu memiliki ketahanan penyakit yang berbeda. Varietas itu akan menyesuaikan dengan endemik wilayah yang disasar mulai dari Jawa, Sumatera, dan Sulawesi. "Dalam cuaca seperti ini terjadi ledakan hama, dan itu peluang kami menawarkan varietas yang tahan gangguan," kata Jemmy Eka Putra, Presiden Direktur BISI, Senin (6/6).

Dengan benih baru tersebut, manajemen BISI berharap bisa menaikkan rata-rata harga jual di tahun 2011 menjadi Rp 35.000 per kilogram (kg). Nilai itu lebih tinggi 16,67% daripada harga jual rata-rata di 2010 yang sebesar Rp 30.000 per kg. Kontribusi penjualan dari benih jagung baru diperkirakan mencapai 4%-5% terhadap total penjualan BISI.

Selain jagung, manajemen BISI akan mengandalkan penjualan cabe tahun ini. Harga rata-rata benih cabe tahun ini diperkirakan mencapai Rp 6 juta-Rp 7 juta per kg, naik dari tahun sebelumnya, yang berkisar Rp 5 juta-Rp 5,5 juta per kg.

Manajemen BISI akan menambah produksi benih cabe sebanyak 10 ton tahun ini menjadi 16 ton. Untuk itu, perusahaan ini sedang membangun green house seluas 30 hektare berkapasitas 12 ton per tahun.

BISI menggunakan hampir setengah dari belanja modal (capex) tahun ini untuk pembangunan green house yang mencapai Rp 400 juta per hektar atau total Rp 12 miliar. Capex tahun ini sebesar Rp 25,7 miliar. Sisanya akan digunakan untuk perawatan, pembelian mesin pembuat kemasan pestisida dan benih sayuran. Sekadar gambaran, penjualan benih hibrida juga merosot 2010 dibanding 2009 sebesar 31% lantarandibanding tahun penjualan 2009.

eTrading: Waspadai koreksi lanjutan indeks

eTrading: Waspadai koreksi lanjutan indeks
JAKARTA. Pada perdagangan hari Senin (6/6), indeks Dow Jones ditutup turun 61 point (-0,50%) ke level 12.089,96. Penurunan tersebut menyusul rencana bank sentral AS yang akan meningkatkan rasio modal bagi sejumlah bank besar di AS meningkatkan kekhawatiran akan melemahnya pertumbuhan ekonomi di negara tersebut.

Sementara itu, mengawali awal pekan, IHSG kemarin (6/6) ditutup turun 9,8 point (-0,25%) ke level 3.834,20 dengan asing tercatat melakukan net sell pada pasar regular sebesar Rp 90,3 miliar dengan saham–saham yang banyak di lepas antara lan TLKM, PGAS, BMRI, LPKR, dan BBRI.

"Secara teknikal, pelemahan IHSG kemarin (6/6) masih tertahan oleh garis support-nya di level 3.820," jelas Kepala Riset eTrading Securities Betrand Reynaldi.

Dia menambahkan, investor juga perlu mewaspadai koreksi lanjutan melihat pergerakan indikator stochastic yang telah membentuk deathcross dan RSI bergerak downtrend.

"Pada perdagangan hari ini (7/6), IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.799 hingga 3.856," jelasnya. Adapun saham–saham yang dapat diperhatikan antara lain INDY, ITMG, dan BUMI.

Margin GJTL kian kontet karena karet meroket

Margin GJTL kian kontet karena karet meroket
JAKARTA. Kenaikan harga karet dunia tampaknya akan menekan kinerja PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) tahun ini. Harga bahan baku ban yang makin mahal bakal menggerus margin kotor GJTL.

Margin kotor GJTL di tahun 2010 sebesar 14,8%, turun jika dibandingkan dengan gross margin di tahun 2009 yang mencapai 17,9%.

Analis Mandiri Sekuritas Maria Renata memperkirakan margin kotor GJTL masih akan tertekan kenaikan harga karet tahun ini. Analis Mandiri Sekuritas Maria Renata memperkirakan margin kotor produsen ban merk GT Radial tersebut akan terus menyusut di sisa tahun akibat kenaikan harga bahan baku karet. "Penyebabnya adalah pasokan karet menurun di awal tahun karena faktor cuaca," kata dia kepada KONTAN, Senin (6/6).

Maria memprediksi, tahun ini harga rata-rata karet mencapai US$ 6,0 per kilogram (kg). Di kuartal pertama saja, harga karet sudah mencapai US$ 5,2 per kg.

Porsi pembelian karet terhadap biaya produksi GJTL memang tinggi. Kontribusi harga karet dalam biaya produksi GJTL besarnya hampir dua kali lipat kontribusi biaya serupa di kompetitornya, PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA).

Di samping harga karet, Analis OSK Nusadana Securities Yuniv Trenseno menilai, kenaikan harga minyak juga menyebabkan merosotnya margin kotor GJTL. Di kuartal satu 2011 harga minyak naik sekitar 12,4%. Padahal produsen ban merek GT Radial ini cuma menaikkan average selling price (ASP) 8%.

Minyak bumi juga salah satu bahan baku ban. Yuniv mencatat, bahan baku memakan porsi hingga 77% dari biaya produksi GJTL.

Yuniv memprediksi, harga rata-rata karet tahun ini mencapai US$ 5,25 per kg, sedang harga rata-rata minyak US$ 95 per barel. Dengan asumsi ini, dia menghitung margin kotor GJTL tahun ini 16,2%.

Untuk mengatasi kenaikan harga bahan baku, mau tidak mau GJTL harus menaikkan ASP.

Menurut Maria, mau tidak mau GJTL harus menaikkan ASP untuk mengimbangi kenaikan harga karet. Tidak ada patokan persentase kenaikan yang wajar karena semuanya mengikuti kondisi pasar.

GJTL sendiri sudah menaikkan ASP dua kali tahun ini, yaitu di Januari dan April, dengan persentase kenaikan sekitar 5%-6%.

Maria menilai kenaikan ini tidak akan membuat GJTL kehilangan daya saing. "GJTL masih bisa bersaing karena produsen ban lain juga pasti menaikkan ASP kalau harga karet naik," tambah Maria.

Penjualan baik

Analis memperkirakan harga karet akan kembali normal tahun depan. Dus, margin kotor GJTL bisa kembali naik.

Prospek penjualan ban juga masih oke. Penjualan ban berjalan mengiringi pertumbuhan penjualan kendaraan bermotor. Menurut Yuniv, pertumbuhan volume penjualan GJTL di kuartal satu baik. "Sesuai perkiraan kami," tutur Yuniv dalam risetnya. Biasanya, penjualan di kuartal satu adalah penjualan paling rendah.

Maria menilai GJTL tetap bisa mencapai target pertumbuhan pendapatan tahun ini, yakni sebesar 20%-25%. Menurut hitungan Maria, 10% pertumbuhan pendapatan akan disumbang peningkatan volume penjualan, dan sisanya disumbang kenaikan ASP.

Maria dan Yuniv merekomendasikan beli GJTL. Maria memasang target harga di Rp 3.000 per saham dengan rasio price to earning (P/E) di 2011 mencapai 8,2 kali.

Adapun Analis UOB Kay Hian Securities Edy Kho memprediksi harga GJTL bisa mencapai Rp 3.250 per saham. Syaratnya, saham produsen ban ini bisa menembus level resistance pertama, yaitu Rp 3.000 per saham. Karena itu, ia memasang rekomendasi buy on weakness untuk saham ini.

Ketiga analis sama-sama memberi rekomendasi buy saham GJTL. Maria memasang target harga Rp 2.225 dengan rasio price/earning (P/E) 2011-2012 8,2 kali-7,9 kali. Sedangkan Yuniv mematok target harga Rp 2.850 yang mencerminkan rasio P/E 2011 sebesar -2012 9,7 kali-8,3 kali. Saat ini saham GJTL diperdagangkan dengan rasio P/E 2011-2012 8,7 kali-7,4 kali.

Indra memprediksi harga saham GJTL bakal turun ke Sedangkan target harga yang diberikan Indra yaitu Rp 2.390 mencerminkan rasio P/E 2011-2012 15,0 kali-8,6 kali. Ia menghitung rasio P/E 2011-2012 saham GJTL saat ini 13,5 kali-7,7 kali. Harga saham GJTL melorot 0,87% menjadi Rp 2.850 per saham.

Beli Tambang Batubara, Cermati Saham ANTM

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dikabarkan telah membeli perusahaan tambang batubara Sarolangun di Jambi senilai Rp92,5 miliar.

Hasil produksinya rencananya akan dipasok ke pembangkit listrik di Sulawesi dan proyek kimia alumina di pabrik Tayan. Sejalan dengan itu, Goldman Sachs menaikkan target harga ANTM menjadi Rp2.650.

Pada perdagangan kemarin, saham ANTM ditutup stagnan di Rp2.150.

BUMI Masih Bertenaga ke Level Rp3.525

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Laju saham BUMI, Selasa (7/6) diprediksi naik terbatas ke level resistance Rp3.475-3.525. Sebab, sentimen positif dari pembayaran utang emiten senilai US$300 juta sudah terdiskon. Buy on weakness!

Head of Research Division PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomo mengatakan, potensi penguatan saham PT Bumi Resources (BUMI) hari ini terutama karena faktor teknikal setelah penguatan kemarin diiringi besarnya volume transaksi. Hanya saja, potensi penguatan tersebut sudah terbatas.

Pasalnya, saham sejuta umat ini sudah berada di posisi resistance. Begitu juga dengan rata-rata saham-saham batu bara yang lain. “BUMI akan bergerak dalam kisaran support Rp3.375 dan resistance Rp3.475-3.525,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Senin (6/6).

Pada perdagangan Senin (6/6) saham BUMI ditutup menguat Rp100 (2,98%) ke level Rp3.450 dari posisi sebelumnya Rp3.450. Harga intraday tertingginya mencapai Rp3.475 dan terendah Rp3.325. Volume transaksi mencapai Rp130,1 juta unit saham senilai Rp444,8 miliar dan frekuensi 3.347 kali.

Satrio menegaskan, memang saham BUMI masih bisa naik hari ini, tapi resistance kuatnya di level 3.475-3.525. Artinya, kalau mengambil posisi spekulatif, pergerakannya sudah tidak lebar lagi. “BUMI baru menarik di kisaran level Rp3.300-3.400,” tandasnya.

Sementara itu, lanjutnya, harga minyak mentah dunia tak lagi berpengaruh pada pergerakan harga saham batu bara seperti BUMI. Sebab, dalam dua pekan terakhir, harganya tertahan di level US$100 per barel. “Artinya, belum ada arah yang baru untuk harga minyak. Minyak cenderung flat di level ini,” ujar Satrio.

Lalu, dari sisi fundamental emiten, tak ada hal-hal yang bisa mendongkrak harga saham BUMI lebih jauh. Kenaikan saham BUMI kemarin karena ada berita pembayaran utang emiten sebesar US$300 juta sepanjang 2011 kepada sejumlah kreditor. “Tapi, ini sudah terdiskon oleh market sehingga kurang memberi tenaga bagi pergerakan saham BUMI Selasa (6/6) ini,” paparnya.

Pada saat yang sama, Satrio menambahkan, arah market pun hari ini masih flat. Artinya, kalaupun turun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) masih terbatas di level support 3.750 dan kalaupunn naik, resistance kuatnya di level 3.850. “Indeks bisa melemah dalam sebulan ke depan, tapi tidak akan banyak,” paparnya.

Bahkan, dia masih bisa melihat, indeks masih bisa mencapai rekor tertinggi baru dalam sejarah hingga akhir Juni 2011. “Tapi, sebelum mencapai rekor itu, indeks berpeluang melemah tipis terlebih dahulu,” timpalnya.

Untuk saham BUMI sendiri, menurutnya, pasar perlu mengantisipasi perundingan atau negosiasi perbayaran utang dengan China Investmen Corporation (CIC). Hanya saja, hingga hari ini belum diketahui progresnya. “Kalau pasar melihat perkembangan dari negosiasi tersebut, harga saham BUMI bisa lebih kuat dari level saat ini,” tuturnya.

Sedangkan untuk jangka menengah, potensi kenaikan saham BUMI memang masih menjanjikan hingga mencapai level Rp4.000. Hanya saja, pergerakannya ‘agak’ lamban. “Yang jelas, jika Anda berposisi akumulasi, harga Rp3.400-3.500 juga masih menarik untuk jangka menengah,” ujarnya.

Satrio memperkirakan, target Rp4.000 bisa dicapai lebih cepat dari akhir tahun. “Dalam situasi ini lebih baik nunggu turun dengan strategi buy on weakness untuk trader jangka pendek,” imbuh Satrio. [mdr]

IHSG Hari Ini Diperkirakan Bergerak Moderat

INILAH.COM, Jakarta - IHSG diperkirakan masih akan bergerak moderat dalam rentang harga 3.800 - 3.850, dengan stoploss support moderat berada di level 3.780

Maraknya sentimen negatif seputar pemangkasan peringkat surat utang Amerika Serikat serta kekhawatiran akan potensi gagal bayar utang yang dialami oleh Yunani, telah mengakibatkan Indeks NKY (Jepang) dan STI (Singapore) kembali terpuruk dengan mencatatkan pelemahan rata-rata 1,05%. Di mana, hal tersebut berdampak pula terhadap IHSG pada perdagangan awal pekan yang kembali terdampar dalam teritori negatif, dengan membukukan penurunan tipis sebesar 9,8 poin ditutup pada level 3.834 dan cenderung bergerak moderat diikuti oleh arus dana asing yang kembali menoreh penjualan bersih sebesar
Rp251 miliar.

Aksi pembelian selektif sejumlah saham unggulan yang telah dilakukan oleh para pelaku pasar di penghujung penutupan sesi perdagangan kemarin, belum mampu mengembalikan IHSG ke dalam zona hijau yang lebih didominasi oleh aksi jual.

Signal dead-cross pada stochastic yang kembali terjadi serta swing negatif dari mayoritas bursabursa utama global, dikhawatirkan akan menjadi sentimen negatif bagi IHSG dalam mengawali perdagangan hari ini.

"Kami perkirakan IHSG masih akan bergerak moderat dalam rentang harga 3.800 - 3.850, dengan stoploss support moderat berada di level 3.780," ujar Trimegah Securities dalam ulasan pasarnya Selasa (7/6).

Bursa Jepang Dibuka Fluktuatif

Headline
INILAH.COM, Los Angeles - Saham Jepang fluktuatif dalam perdagangan Selasa (7/6), dengan koreksi bursa AS membatasi penguatan.

Indeks Nikkei Stock Average dan Topix mendatar setelah bergerak naik ke level 9.378,81, dan 808,18 masing-masing.

Saham Toyota Motor Corp naik 0,9% setelah sebuah laporan bahwa perusahaan menaikkan produksi hibrida Prius sebesar 70% karena permintaan yang kuat.

NTT DoCoMo Inc naik 0,6% setelah memecahkan kesalahan teknis yang mempengaruhi perusahaan pengguna ponsel area Tokyo, sementara saingannya Softbank Corp melompat 1 %.

Sebuah laporan terpisah mengatakan, bahwa Sony Corp dan Toshiba Corp dapat menggabungkan unit panel LCD mereka, telah melemahkan saham Sony 1,7%, namun Toshiba naik 1,3% . Di antara saham yang anjlok terbesar, Canon Inc turun 3,1%, karena dolar jatuh terhadap yen semalam. [ast]

Inilah Penggerak Wall Street Senin (6/6)

Headline
INILAH.COM, New York – Bursa saham AS ditutup melemah pada perdagangan Senin (6/6). Berikut saham penggeraknya.

Saham yang menguat :

Oxigene Inc naik 7,5% setelah perusahaan biotek pada Sabtu melaporkan meningkatnya data atas pengobatan potensial untuk kanker paru bukan sel kecil.

Beberapa saham yang melemah :

Amedisys Inc turun 7,4% setelah CRT Capital Group LLC memangkas perkiraan pendapatan 2011 untuk penyedia rumah jompo.

Exelixis Inc anjlok 20% setelah Canaccord Genuity mengatakan data dari percobaan perusahaan kandidat obat kanker dapat menyulitkan strategi pengawasannya.

Gen-Probe Inc jatuh 13% setelah Wall Street Journal melaporkan Novartis AG bisa memilih keluar ketimbang melakukan penawaran untuk produsen tes medis.

Lorillard Inc turun 7,3% setelah Barron menulis bahwa setiap tambahan pada rokok menthol akan merugikan perusahaan tembakau dalam jangka pendek.

Merge Healthcare Inc turun 5,8% setelah penyedia pencitraan medis mengatakan akan mengakuisisi Ophthalmic Imaging Systems senilai US$ 30,3 juta saham.

Southern Copper Corp yang terdaftar di bursa AS, turun 11%, setelah logam Peru terpukul, pascamantan tentara pemberontak menyatakan kemenangan atas pelarian presiden Peru.

Credicorp Ltd, saham yang tercatat di AS anjlok 19% setelah Raymond James Financial Inc memangkas perusahaan jasa keuangan Peru menjadi underperform dari sebelumnya outperform.

United Therapeutics Corp turun 5,9% sebagai investor menunjukkan reaksi yang kurang antusias untuk rilis hasil penelitian pengobatan yang potensial untuk tekanan darah tinggi. [ast]

S&P Terendah, Wall Street Anjlok

Headline
INILAH.COM, New York - Bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan saham Senin (6/6).

Indeks S&P 500 melemah ke level terendah. Hal ini dipengaruhi data ekonomi AS kurang baik membuat outlook ekonomi akan turun. Saham Bank of America Corp pun melemah 4% ke level US$10,83. Pelemahan ini terendah sejak Mei 2009. Sektor saham energi pun mengalami penurunan di mana indeks PHLX oil service turun 3,2%. Saham Chevron Corp turun 1,3% ke level US$9,68.

Minyak turun karena harapan peningkatan produksi oleh OPEC akan mendorong target produksi pada minggu ini.

Selain itu, saham Amerika Serikat terpengaruh dari data ekonomi Amerika Serikat yang mengecewakan seperti tingkat pengangguran naik 9,1%. Pelaku pasar pun akan fokus dengan outlook ekonomi tidak pasti dan hasil pendapatan perusahaan pada kuartal kedua.

Indeks Dow Jones turun 61,15 poin atau 0,50% ke level 12.090. Indeks S&P turun 13,99 poin atau 1,08% ke level 1.286,17, dan indeks Nasdaq turun 30,22 poin atau 1,11% ke level 2.702,56.

Perlambatan ekonomi akan memotong pendapatan, JP Morgan memotong rating home improvement chain Lowes Cos Inc. Hal ini dikarenakan pertumbuhan tenaga kerja stagnan dan harga rumah. Saham ini turun 2,3% ke level US$22,87. Saham Apple Inc turun 1,6% ke level US$338,04.

Saham iShares MSCI All Peru Capped Index Fund turun sekitar 13,8% ke level US$37,53 sementara US traded shares of miner Compania de Minas Buenaventura turun 15% ke level US$35,75.

Volume perdagangan saham tipis dengan volume 6,8 miliar saham diperdagangkan di bursa saham New York, NYSE Amex dan Nasdaq. Volume ini di bawah rata-rata harian sebesar 7,61 miliar saham. [cms]

Saatnya Cermati Saham Lapis Dua dan Tiga

Headline
INILAH.COM, Jakarta- Bursa saham Indonesia pada Selasa (7/6) diperkirakan akan konsolidasi. Saham lapis dua dan tiga kini mulai akan bergerak. Apa saja pilihannya?

Reza Priambada, analis dari Asjaya Indosurya mengatakan, IHSG masih akan cenderung konsolidasi. Saat ini sulit menggerakkan harga saham lebih tinggi lagi, karena fundamental isu seperti kinerja keuangan perusahaan, inflasi dan suku bunga saat ini sudah terefleksikan pada harga saham. “Apalagi situasi market global juga cenderung negatif,”katanya kepada INILAH.COM.

Sementara secara teknikal, IHSG cenderung memberi sinyal adanya konsolidasi dalam jangka waktu menengah. Ada bentuk Hammer di atas yang mengindikasikan tekanan jual lebih tinggi dari tekanan beli. “Ini berarti, IHSG akan cenderung sideways. Kalaupun ada penguatan relatif terbatas,” ujarnya.

Sinyal pelemahan ini juga didukung oleh pembentukan Long Legged Doji di atas, yang artinya kalau terjadi reversal/pembalikan arah trend, mengarah ke bawah. “Selain itu, indikator Stochastic juga menunjukkan overbought, cenderung akan turun,” paparnya.

Di tengah situasi ini, Reza menilai, akan banyak saham-saham lapis dua yang mulai bergerak. Terutama karena big cap membentuk pola seperti IHSG, sehingga upside terbatas. “Peluang trading harian terkonsentrasi di saham-saham lapis dua dan tiga,” katanya.

Salah satu saham pilihannya adalah PT Tiga Pilar Sejahtera Food (AISA). Saham konsumer ini masih di bawah area oversold, sehingga terbuka peluang untuk naik. Demikian juga PT Selamat Sempurna (SMSM) yang sedang membentuk candle gravestone doji (huruf T terbalik). “Ini berarti kalau ada reversal, biasanya positif atau naik,” ujarnya.

Saham lain yang disarankan Reza adalah PT Asia Pacific Fibers (POLY) karena masih berada di area oversold, dan sedang membentuk candle spinning top di bawah, sehingga berpeluang reversal positif. “Rekomendasi trading buy untuk saham-saham ini,” tutupnya.

Pada perdagangan Senin (6/6), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 9,82 poin (0,26%) ke level 3.834,20. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia didukung volume transaksi sebesar 5,205 miliar lembar saham, senilai Rp 3,405 triliun dan frekuensi 88.861 kali.

Sebanyak 91 saham naik, 135 saham turun, dan 107 saham stagnan. Koreksi bursa diwarnai aliran dana asing yang keluar, dimana asing mencatatkan nilai transaksi jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp251 miliar. Rinciannya adalah transaksi jual sebesar Rp1,170 triliun dan transaksi beli sebesar Rp918 miliar. [mdr]

Quantitative Easing Ketiga, Rupiah di Jalur Kuat

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Selasa (7/6) diprediksi menguat. Pasar masih merespon negatif data tenaga kerja AS akhir pekan lalu yang memperlemah dolar.

Periset dan analis senior PT Monex Investindo Futures Albertus Christian mengatakan, rupiah masih berada dalam jalur penguatan hari ini. Sebab, pasar masih merespon negatifnya data tenaga kerja AS yang dirilis akhir pekan lalu.

Kondisi itu, masih memperlemahan dolar AS dan dengan sendirinya rupiah terangkat. "Rupiah hari ini, berpeluang menguat dan bergerak dalam kisaran 8.500-8.525 per dolar AS,” katanya kepada INILAH.COM.

Secara teknikal pun, lanjut Christian, setelah tembus level psikologis 8.520, rupiah terus menguji level 8.500. Untuk pekan depan, rupiah mengincar target level 8.425 per dolar AS sedangkan potensi pelemahannya sangat terbatas di level 8.525.

Namun, Christian menggarisbawahi, untuk tembus 8.500 per dolar AS, pasar masih menunggu hari Rabu (8/6) besok, dinihari WIB di mana Presiden The Fed Ben Bernanke akan menyampaikan pidato pada International Monetary Conference di Atlanta. "Pidato Ben mengenai outlook ekonomi AS," ucapnya.

Pada sesi pagi besok, lanjutnya, pasar sudah merespon. Karena itu, hari ini pasar sebenarnya masih menunggu indikator, apakah perlambatan ekonomi AS selama ini bersifat temporer atau lebih permanen. "Hal itu setelah data tenaga kerja akhir pekan lalu mengecewakan baik non-farm payrolls maupun tingkat pengangguran di AS," paparnya.

Di sisi lain, imbuh Christian, pasar juga ingin memastikan, apakah The Fed akan melakukan perpanjangan Quatitative Easing (QE). "Pelonggaran kuantitatif itu menjadi QE tahap ketiga setelah QE tahap dua usai Juni ini senilai US$600 miliar," imbuh Christian.

Asal tahu saja, kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Senin (6/6) ditutup menguat 10 poin (0,11%) ke level 8.508/8.518 per dolar AS. "Pernyataan resminya akan diberikan besok, Rabu (8/6)," imbuhnya.

Inflasi bisa pangkas SUN di paruh kedua

Inflasi bisa pangkas SUN di paruh kedua
JAKARTA. Harga sebagian besar obligasi terbitan pemerintah Indonesia merangkak naik. Imbal hasil yang menarik merupakan daya tarik Surat Utang Negara (SUN).

Ambil contoh harga SUN seri FR52 yang berjangka waktu 21 tahun. FR52, kemarin, naik ke kisaran 119,5. Ini adalah posisi tertinggi FR52 sejak 9 November 2010.

Harga harian SUN seri FR53 yang bertenor 11 tahun melorot 0,56% ke 105,6. Meski demikian, jika dihitung sejak awal tahun ini sampai kemarin (year to date), harga surat utang yang jatuh tempo pada 15 Juli 2021 itu sudah melesat 10,29%.

Helmi Arman, Analis Obligasi Bank Danamon, berpendapat, pemicu kenaikan harga SUN antara lain karena ekonomi Amerika Serikat (AS) masih lesu. Dengan tingkat bunga obligasi 10 tahun di AS di bawah 3%. "Investor mencari imbal hasil yang lebih menarik," ujar dia.

Herbie Mohede, Manajer Investasi Samuel Aset Manajemen, bilang, dana asing terus mengalir ke pasar Indonesia karena pemerintah sangat terbuka terhadap investor asing alias investor friendly.

Sebagai contoh, di Brazil jika investor ingin membeli obligasi maka terkena pajak hingga 6%. Di India, kepemilikan investor asing dibatasi hanya US$ 10 miliar atau 10% total kepemilikan surat utang pemerintah. "Di Indonesia, asing bisa memiliki obligasi pemerintah sampai 30% lebih," ungkap Herbie.

Ancaman inflasi

Di sisi lain, Arman melihat inflasi masih terkendali, sehingga peluang Bank Indonesia (BI) mengerek bunga acuan makin mengecil.

Helmi Therik, Analis Obligasi AAA Securities, menilai dana asing terus membanjiri pasar obligasi domestik. Porsi kepemilikan asing di SUN saat ini sudah di atas 33%. Meski prospek obligasi negara masih cerah, para analis mengingatkan ada beberapa faktor yang bisa mempengaruhi pasar di semester kedua tahun ini. Dari faktor domestik, Arman melihat ada ancaman kenaikan harga BBM sehingga mengerek inflasi. "Jika itu terjadi, harga SUN akan menurun," ungkap dia.

Dari eksternal, pasar tentu akan mencermati proses penyelesaian utang sejumlah negara di Eropa. Apabila, prosesnya berlarut dan eskalasi krisis terus meningkat, hal itu bisa mengakibatkan harga SUN anjlok dan dana asing berpotensi keluar alias capital outflow. "Ini adalah risiko paling besar di semester kedua," kata Arman.

Therik juga bilang, harga obligasi akan menurun di semester kedua. "Mungkin pada Juli-Agustus. "Pemicu utamanya adalah inflasi tinggi sehingga yield naik dan otomatis harga SUN menyusut.

Manulife menggarap kelas menengah ritel

JAKARTA. Perekonomian Indonesia yang tengah menggeliat berimbas pada penambahan populasi kelas menengah. Fenomena ini tidak luput dari bidikan para pelaku industri manajemen investasi (MI) yang ingin memperbesar pasar reksadana.

Legowo Kusumonegoro, Presiden Direktur Manulife Aset Manajemen Indonesia, menuturkan, saat ini di perbankan Indonesia terdapat 2 juta rekening deposito milik kalangan ritel menengah (mass affluent) dengan nilai saldo rata-rata Rp 288 juta per rekening. Populasi ini berpotensi menjadi pasar yang menguntungkan, mengingat sejauh ini tingkat penetrasi industri terbilang masih belum besar. "Kami ingin meningkatkan nasabah ritel mass affluent yang berinvestasi secara reguler," kata dia, kemarin (6/6).

Secara reguler artinya, nasabah reksadana mendebet rekeningnya secara otomatis setiap bulan untuk investasi. Saat ini, jelas Legowo, Manulife memiliki nasabah sebanyak 40.000 nasabah, dan sebanyak 20.000 orang merupakan nasabah ritel.

Dari jumlah itu, baru 3% yang tercatat berinvestasi secara reguler. "Target kami, nasabah ritel yang berinvestasi reguler bisa kami tingkatkan menjadi 20%-30% atau sekitar 4.000-6.000 nasabah," jelas Legowo.

Steven Suryana, Group Head Sales and Marketing Manulife, menambahkan, Manulife mengandalkan konsep i-plan atau investment plan untuk menjaring jenis nasabah yang berniat menanam investasi reguler dan jangka panjang. Manulife masih mengandalkan perbankan sebagai kanal pemasaran reksadana. Untuk skema i-plan, Manulife memberikan insentif khusus ke perbankan. "Apa insentifnya, saya tidak bisa bilang," kilah Steven.

Sejauh ini, untuk memasarkan 15 produk reksadananya, Manulife menggandeng 13 bank. Perusahaan itu juga tengah bernegosiasi dengan dua bank untuk menjadi agen penjual reksadananya.

Dengan rencana bisnis yang sudah dipersiapkan, Manulife menargetkan pertumbuhan dana kelolaan atau asset under management (AUM) hingga 25% di akhir tahun ini. Hingga akhir April kemarin, nilai AUM Manulife mencapai Rp 27,3 triliun. Rinciannya, sebesar Rp 10 triliun merupakan dana kelolaan reksadana. Adapun sisanya berjenis kontrak pengelolaan dana atau discretionary fund.

Bosan disuspensi, PNSE akan pecah nominal saham

JAKARTA. Perusahaan manajemen perhotelan PT Pudjiadi And Sons Tbk (PNSE) akan memecah nilai nominal saham alias stock split dari Rp 500 per saham menjadi Rp 25.

Pemecahan ini juga akan menambah jumlah saham 20 kali lebih banyak, dari 129,72 juta menjadi sekitar 2,594 miliar saham. "Ini akan mulai berlaku setelah BEI menyetujui," kata Ariyo Tedjo, Direktur PNSE, Senin (6/6).

Kata Ariyo, transaksi saham PNSE saat ini kurang likuid di pasar. Manajemen PNSE berharap, stock spilt bisa mendorong para investor lebih melirik saham ini. Selain itu menurut Aryo beberapa kali PNSE terkena suspen dari otoritas bursa. ”Karena kurang likuid, kami sering kena suspen oleh BEI," ujar Ariyo, kepada KONTAN, Senin (6/6).

Sejak 20 Januari 2011, Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian saham sementara PNSE, setelah ada pergerakan harga signifikan dari Rp 1.505 per saham pada 13 Januari menjadi Rp 2.375 pada 19 Januari. "Karena saham tidak likuid, pergerakan harga tersebut dinilai BEI tidak wajar," jelas Ariyo. Menurut Ariyo dengan kondisi harga saham PNSE yang tidak likuid, pergerakan harga saham itu dianggap BEI kurang wajar.

Jumlah saham PNSE yang ditempatkan saat ini berjumlah 129,72 juta saham. Dengan dilakukannya stock split, maka jumlah sahamnya akan bertambah dua puluh kali lipat menjadi sekitar 2,594 miliar saham. "Stocksplit ini akan mulai berlaku nanti bila BEI sudah menyetujui," kata Ariyo.

Manajemen PNSE menilai, kondisi saham di bursa tidak mencerminkan kondisi perusahaan sesungguhnya. "Kami masih membagikan dividen sama dengan tahun lalu sebesar Rp 7,78 miliar atau Rp 60 per saham," kata dia.

Tahun lalu, PNSE membukukan kenaikan pendapatan 8,19% year on year menjadi Rp 203,4 miliar. Namun, laba bersih tergerus 6,68% menjadi Rp 29,9 miliar.

Penyebab penurunan laba PNSE adalah Meski laba bersih turun, tidak halnya dengan pendapatan usaha. Perusahaan group jayakarta hotel ini mampu meningkatkan lpendapatan usahanya menjadi Rp 203,4 miliar, sedang tahun sebelumnya hanya RP 188 miliar.

"Turunnya laba bersih itu karena adanya peningkatan beban Hotel Jayakarta Flores yang baru dibuka tahun lalu,” jelasnya.

PNSE menargetkan pendapatan di tahun ini tumbuh hingga 5% dari tahun lalu, menjadi Rp 215 miliar. Target laba bersih PNSE untuk tahun ini adalah Rp 31 miliar.

Indosurya: Investor bisa cermati saham lapis dua

Indosurya: Investor bisa cermati saham lapis dua
JAKARTA. Indosurya Asset Management merilis outlook Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini. Dalam hasil riset tersebut ditulis, pada perdagangan Selasa (7/6), diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.808-3.821 dan resistance 3.845-3.865.

Secara teknikal, candle IHSG masih terlihat mengalami pola konsolidasi dan cenderung sideways . "Lebih banyaknya sentimen negatif dibandingkan sentimen positif mempengaruhi laju IHSG.

Menurut Managing Research Reza Priyambada, kemarin, IHSG membentuk candle negatif dimana sebelumnya terbentuk candle hanging man. Hal ini memperlihatkan masih adanya tekanan daya jual.

MACD bergerak datar dan kembali tertahan untuk membentuk golden cross dengan histogram negatif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic gagal melanjutkan penguatannya menuju area overbought.

"Belum banyaknya sentimen positif membuat pergerakan IHSG cenderung labil. Investor tetap mewaspadai adanya sinyal penurunan di tengah minimnya sentimen positif dan bisa mencermati saham-saham lapis kedua," pungkasnya.

Indosurya: Investor bisa cermati saham lapis dua

Indosurya: Investor bisa cermati saham lapis dua
JAKARTA. Indosurya Asset Management merilis outlook Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini. Dalam hasil riset tersebut ditulis, pada perdagangan Selasa (7/6), diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.808-3.821 dan resistance 3.845-3.865.

Secara teknikal, candle IHSG masih terlihat mengalami pola konsolidasi dan cenderung sideways . "Lebih banyaknya sentimen negatif dibandingkan sentimen positif mempengaruhi laju IHSG.

Menurut Managing Research Reza Priyambada, kemarin, IHSG membentuk candle negatif dimana sebelumnya terbentuk candle hanging man. Hal ini memperlihatkan masih adanya tekanan daya jual.

MACD bergerak datar dan kembali tertahan untuk membentuk golden cross dengan histogram negatif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic gagal melanjutkan penguatannya menuju area overbought.

"Belum banyaknya sentimen positif membuat pergerakan IHSG cenderung labil. Investor tetap mewaspadai adanya sinyal penurunan di tengah minimnya sentimen positif dan bisa mencermati saham-saham lapis kedua," pungkasnya.

Goldman memberikan rekomendasi overweight untuk Malaysia dan Indonesia

KUALA LUMPUR. Goldman Sachs Group Inc menaikkan rekomendasi untuk saham-saham di Malaysia dan Indonesia menjadi overweight. Goldman beralasan, permintaan domestik dan prospek pertumbuhan ekonomi dalam jangka menengah di kedua negara ASEAN itu cukup positif.

Sebaliknya, Goldman malah menurunkan rating untuk Thailand dengan alasan ketidakpastian pelaksanaan pemilu dan pasar yang sensitif terhadap harga minyak.

"Seiring dengan momentum pertumbuhan ekonomi yang melambat, kami percaya ASEAN akan kembali menjadi fokus karena permintaan domestik yang stabil. Saya juga optimistis, ekonomi dan faktor kinerja perusahaan akan mendorong performa di kawasan ASEAN," papar Timothy Moe, ketua tim riset Goldman.

Kemungkinan OPEC naikkan kuota produksi bikin harga minyak melorot

Kemungkinan OPEC naikkan kuota produksi bikin harga minyak melorot
SYDNEY. Sudah tiga hari terakhir, kontrak harga minyak dunia melorot di New York. Pelaku pasar berspekulasi, OPEC kemungkinan akan memutuskan untuk meningkatkan kuota produksi pada pertemuan di Vienna, besok. Penurunan harga minyak juga terjadi seiring adanya sinyal penurunan permintaan akibat perlambatan pertumbuhan ekonomi.

Asal tahu saja, pagi tadi, kontrak harga minyak untuk pengantaran Juli turun 36 sen menjadi US$ 98,65 per barel di New York Mercantile Exchange. Pada pukul 09.10 waktu Sydney, kontrak yang sama berada di posisi US$ 98,74 sebarel.

Sementara itu, kemarin malam, kontrak harga minyak jenis Brent untuk pengantaran Juli turun US$ 1,36 atau 1,2% menjadi US$ 114,48 per barel di ICE Futures Europe exchange.

"Ada spekulasi OPEC akan meningkatkan produksinya minggu ini karena khawatir tingginya harga minyak akan menurunkan tingkat permintaan," jelas Warren Hogan, ekonom Australia & New Zealand Banking Group Ltd.

Simak agenda penting yang diramal akan mempengaruhi pasar Asia hari ini!

Simak agenda penting yang diramal akan mempengaruhi pasar Asia hari ini!
TOKYO. Sejumlah event dan agenda berikut diprediksi bakal mempengaruhi pasar obligasi dan mata uang Asia hari ini.

Jepang:

- Chief Cabinet Secretary Yukio Edano, Finance Minister Yoshihiko Noda, dan Fiscal Policy Minister Kaoru Yosano akan menggelar media briefings setelah pertemuan kabinet pagi ini.

- Pada pukul 08.50 waktu Tokyo, Kementrian Keuangan akan merilis daya cadangan aset Jepang pada Mei.

- Tingkat yield untuk obligasi pemerintah dengan bunga 1,2% yang jatuh tempo Juni 2021 adalah 1,145%. Yen diperdagangkan di posisi 80,14 per dollar.

Indonesia:

- Pemerintah akan melelang surat utang negara berjangkawaktu 10,15, dan 20 tahun senilai Rp 5 triliun.

- Tingkat yield untuk obligasi pemerintah dengan bunga 8,25% yang jatuh tempo Juli 2021 adalah 7,35%. Rupiah diperdagangkan di posisi 8.513 per dollar.

Malaysia:

- Bank sentral akan merilis data mengenai cadangan mata uang asing dalam kurun waktu dua minggu yang berakhir 31 Mei lalu.

- Tingkat yield untuk obligasi pemerintah dengan bunga 4,16% yang jatuh tempo Juli 2021 adalah 4,03%. Ringgit diperdagangkan di posisi 3,0030 per dollar.

Filipina:

- Berdasarkan survei sejumlah analis oleh Bloomberg, Indeks Harga Konsumen pada Mei bakal naik 5% dibanding tahun sebelumnya. Sebagai perbandingan, pada April, Indeks Harga Konsumen Filipina sebesar 4,5%.

- Bank sentral akan merilis data mengenai cadangan mata uang asing pada Mei.

- Tingkat yield untuk obligasi pemerintah dengan bunga 7,375% yang jatuh tempo Maret 2021 adalah 6,40%. Peso diperdagangkan di posisi 43,213 per dollar.

Singapura:

- Pemerintah akan merilis data mengenai cadangan mata uang asing untuk Mei.

- Tingkat yield untuk obligasi pemerintah dengan bunga 2,25% yang jatuh tempo Juni 2021 adalah 2,30%. Dollar Singapura diperdagangkan di posisi S$ 1,2296 per dollar.

Terpukul sektor perbankan, Wall Street memerah

Terpukul sektor perbankan, Wall Street memerah
NEW YORK. Mayoritas saham di bursa AS meluruh kemarin malam. Dengan demikian, kemerosotan yang terjadi di Wall Street sudah terjadi selama empat hari berturut-turut. Beberapa pemicunya yakni perlambatan ekonomi AS dan spekulasi kalau the Federal Reserve akan meningkatkan persyaratan Giro Wajib Minimum perbankan untuk bank-bank besar AS.

Pada pukul 16.00 waktu New York, indeks S&P 500 turun 1,1% menjadi 1.286,17. Ini merupakan level terendah sejak 18 Maret lalu. Sedangkan indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,5% menjadi 12.089,96.

Sejumlah saham yang mempengaruhi pergerakan bursa AS antara lain: Bank of America Corp dan Citigroup Inc yang anjlok masing-masing 3,9%, Wells Fargo & Co turun 2,2%, serta Lowe's Cos turun 2,3%.

"Pelaku pasar kian cemas bahwa pertumbuhan ekonomi akan tersendat. Saya cukup terkejut sektor perbankan mengalami penurunan performa. Saya rasa hal itu karena kecemasan akan regulasi baru yang memberatkan perbankan," jelas Mark Bronzo dari Security Global Investors di New York.

Senin, 06 Juni 2011

MEDC tetap berkomitmen kembangkan proyek Sarulla

MEDC tetap berkomitmen kembangkan proyek Sarulla
JAKARTA. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) menegaskan komitmennya untuk mengembangkan proyek panas bumi Sarulla bersama dengan anggota konsorsium lainnya.

Belakangan, memang santer dikabarkan PLN bakal mengambil alih proyek panas bumi Sarulla karena sudah tidak sabar menunggu berjalannya proyek tersebut.

Namun, MEDC menyebut, saat ini bersama dengan anggota konsorsium lainnya masih melakukan pembahasan akhir atas perubahan dua perjanjian pokok yang diperlukan. Pertama, amandemen kontrak kerjasama operasi (JOC) dengan PT Pertamina Geothermal Energy. Kedua, kontrak penjualan energi (ESC) dengan PLN, yang ditargetkan rampung akhir Juni 2011.

Direktur Utama MEDC Lukman Mahfoedz menyebut, apabila konsorsium dapat menandatangani JOC dan ESC sesuai waktu yang ditargetkan, maka konsorsium bakal bisa merealisasikan proyek Sarulla. Maka, Pembangkit listrik tenaga panas bumi unit 1 berkapasitas 1 x 110 MW dapat mulai beroperasi komersial pada akhir 2014, sesuai target dalam ESC.

Lanjut Lukman, hingga diperolehnya persetujuan tarif dari Menteri ESDM, konsorsium sudah melakukan pre-invesment senilai US$ 20 juta. Dia pun tetap optimis dengan kemajuan proyek ini.

"Sebab, proyek yang membutuhkan investasi US$ 1,5 miliar ini didukung Japan Bank for International Cooperation dan Asian Development Bank yang sudah bersedia memberi komitmen pendanaan proyek sebesar US$ 1 miliar," ungkapnya, dalam keterbukaan informasi BEI, hari ini.

MEDC bersama Ormat Technologies, Itochu Corporation, dan Kyuden International Corporation bergabung dalam konsorsium untuk menjalankan proyek Sarulla. Konsorsium ini pun sudah mendapat persetujuan dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral atas tarif dasar listrik sebesar US$ 6,79 sen per kWh, pada 10 Maret 2011.