Kamis, 09 Juni 2011

Bursa Asia Jatuh Enam Sesi Berturut-turut

Bursa saham Asia tergelincir untuk enam hari berturut-turut karena investor kembali menjual aset berisiko (saham) terkait tanda-tanda ekonomi global yang kehilangan arah, bahkan harga minyak dan dolar Australia terlihat bergerak lebih tinggi.

Bursa saham Jepang jatuh masih terkait kekhawatiran atas perlambatan ekonomi AS meskipun harapan pembelian oleh Bank of Japan dan valuasi yang murah membantu tetap berada di atas level support. Indeks Nikkei terpantau turun 0.3 persen menjadi 9.421,59. Topix turun 0.4 persen menjadi 809,94.

Saham Tokyo Electric Power (Tepco) anjlok lebih dari 10 persen ke rekor terendah terbaru, seperti kekhawatiran meningkat bahwa pemerintah berencana untuk menggunakan uang pembayar pajak untuk menyelamatkan perusahaan dari kehancuran setelah krisis nuklir, dan hal tersebut bisa berantakan setelah Perdana Menteri Jepang Naoto Kan diminta untuk mundur.

Bursa saham Seoul kembali terkoreksi setelah saham AS gagal untuk rebound semalam karena masalah ekonomi yang tiada henti, dengan isu-isu ekonomi AS memperluas kejatuhan. Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) terpantau turun 0.35 persen menjadi 2.076,01.

Di Hong Kong, Indeks Hang Seng terpantau terkoreksi 0.61 persen menjadi 22.522. Penurunan enam sesi berturut-turut atas keprihatinan tentang kemungkinan pengetatan lebih lanjut di Cina oleh PBOC. Saham China diperdagangkan sedikit lebih rendah. Shanghai Composite indeks kehilangan 0.64 persen menjadi 2.743.08.

(qom/qom)

Inilah tiga bluechips penggerus IHSG di sesi pertama!

Inilah tiga bluechips penggerus IHSG di sesi pertama!
JAKARTA. Aksi jual saham bluechips, terutama dari sektor aneka industri menggerus Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di sesi pertama. Tiga saham bluechips yang paling banyak dilepas, yaitu Astra International Tbk (ASII), Gudang Garam Tbk (GGRM), dan Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).

Tak heran, koreksi saham ASII sebesar 0,92%, penurunan GGRM 1,65%, dan jatuhnya saham BBRI sekitar 0,78%, menyeret indek ke zona merah, pada penutupan sesi pagi.

Data Bloomberg menunjukkan, volume saham ASII yang ditransaksikan sejumlah 719.500 saham. Tiga broker asing tercatat paling banyak melepas saham otomotif ini. Ketiganya, adalah Kim Eng Securities dengan penjualan mencapai Rp 22,70 miliar, lalu Credit Suisse Securities Indonesia sejumlah Rp 7,05 miliar, dan CIMB Securities Indonesia senilai Rp 5,01 miliar.

Sementara, total saham GGRM yang ditransaksikan sejumlah 159.000 saham. UBS Securities Indonesia paling banyak melepas saham ini, yaitu senilai Rp 1,84 miliar. Diikuti, Credit Suisse Securities Indonesia dengan penjualan sekitar Rp 1,79 miliar, dan Merril Lynch Indonesia sejumlah Rp 1,70 miliar.

Adapun, volume BBRI yang ditransaksikan sebesar 8,19 juta saham. Tiga broker yang paling banyak menjual saham ini, yaitu Bahana Securities senilai Rp 13,72 miliar, PT Citigroup Securities Indonesia Rp 10,16 miliar, dan UBS Securities Indonesia sekitar Rp 7,18 miliar.

Bentoel Bagi Dividen Rp188,2 Miliar

INILAH.COM, Jakarta - Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bentoel Internasional Investama Tbk (RMBA) menyetujui pembagian dividen 2010 Rp26 per saham atau total Rp188,2 miliar.

Sisa laba bersih 2010 sebesar Rp30,4 miliar akan sebagai laba perseroan.
"Pembagian dividen 2010 akan dibayar pada 20 Juli 2011," ujar Direktur Keuangan PT Bentoel Internasional Investama Tbk Chrisdianto Tedjajawidjaja, Kamis (9/6).

Perseroan mencatatkan laba bersih 2010 sebesar Rp218,6 miliar. Selain itu, dalam RUPST RMBA juga menetapkan remunerasi kotor Dewan Komisaris Perseroan sebesar Rp846,55 juta sejak ditutupnya Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) hingga RUPST pada 2012 dan memberikan kewenangan kepada dewan komisaris perseroan untuk menetapkan besarnya remunerasi kotor per tahun.

Belanja modal yang dianggarkan pada 2011 sebesar Rp400 miliar. Belanja modal yang telah direalisasikan sebesar Rp100 miliar hingga kuartal pertama 2011. "Sisa belanja modal akan digunakan lagi pada kuartal kedua 2011," kata Chrisdianto.

Perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp112 miliar dan pendapatan sebesar Rp2,2 triliun hingga kuartal pertama 2011. Volume penjualan sebesar 5,5 miliar batang hingga kuartal pertama 2011. Volume penjualan pada kuartal pertama 2011 karena tidak ada penjualan ekspor lagi. "Kita fokus ke pasar domestik sekarang," tutur Chrisdianto. [cms]

Sembilan sektor tumbang, IHSG ditutup melemah 0,37% di sesi pagi

JAKARTA. Koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berlangsung sejak awal perdagangan, berlanjut hingga penutupan sesi pertama pada siang ini. IHSG ditutup di zona merah setelah jatuh 0,37% ke level 3.811,687.

Tumbangnya sembilan sektor menekan pergerakan indeks hari ini. Koreksi terbesar dialami sektor aneka industri yang turun 0,83%, diikuti sektor infrastruktur yang melemah 0,69%. Sedangkan, satu-satunya sektor yang bertahan di zona hijau, yaitu sektor perkebunan, dengan reli sebesar 0,95%.

Sebanyak 138 saham terbenam di zona merah. Hanya 62 saham yang berhasil naik, sementara 87 saham lainnya masih stagnan.

Hingga siang ini, volume saham yang ditransaksikan tercatat sekitar 2,608 miliar saham, dengan nilai transaksi mencapai Rp 2,220 triliun.

Adapun, saham-saham yang menempati top losers di sesi pertama, diantaranya Panin Sekuritas Tbk (PANS) yang tumbang 6,47% ke Rp 1.300. Lalu, Pembangunan Graha Lestari Inda Tbk (PGLI) yang turun 4,23% ke Rp 68, dan saham Bhakti Investama Tbk (BHIT) yang jatuh 4,08% ke Rp 235.

Sementara, posisi top gainers diisi saham Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) yang naik 19,15% ke Rp 280. Diikuti, Salim Ivomas Pratama (SIMP) yang baru listing hari ini dan berhasil reli 10,91% ke Rp 1.220, lalu Aneka Kemasindo Utama (AKKU) yang naik 10,34% ke Rp 160.

Hang Seng Terpukul, IHSG Sesi I Berakhir Negatif

INILAH.COM, Jakarta - IHSG pada perdagangan sesi I Kamis (9/6) ditutup melemah 0,36% ke level 3.811,69.

Pelemahan indeks siang ini dipicu anjloknya Hang Seng yang turun lebih dari 1%. Dampak kekhawatiran pelemahan ekonomi global juga masih terimbas ke pasar saham Indonesia hingga siang ini. Ketua Federal Reserve AS Ben Bernanke pada Selasa (7/6) waktu New York mengakui ekonomi AS melambat tetapi tidak memberikan saran bahwa bank sentral sedang mempertimbangkan stimulus moneter lebih lanjut untuk mendukung pertumbuhan. Hal ini memicu kejatuhan Wall Street dan bursa di Asia, termasuk Indonesia.

Investor asing pun terlihat keluar dari pasar dengan mencatatkan net foreign sell sebesar Rp169,52 miliar. Sebanyak 147 saham tercatat turun, 92 saham stagnan, dan 66 saham naik.

Volume perdagangan sebanyak 2,19 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp1,99 triliun. Indeks LQ45 turun 0,52% ke level 674,27, sedang JII turun 0,57% ke level 525,5.

Saham-saham yang turun tajam siang ini adalah GGRM turun 1,64%, ASII turun 0,92%, DSSA turun 2,28%, AALI turun 0,85%, PTBA turun 0,71%, dan ITMG turun 0,21%.

Sesi II Masih Koreksi, Rekomendasi Buy on Weakness

Headline
INILAH.COM, Jakarta- Koreksi IHSG yang terjadi siang ini dapat berlanjut hingga penutupan. Rekomendasi buy on weakness untuk saham-saham yang sudah mengalami tekanan jual besar.

Pada perdagangan Kamis (9/6) sesi pertama, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 14,13 poin (0,37%) ke level 3.811,68. Demikian juga indeks saham unggulan LQ45 yang turun 3.54 poin (0,52%) ke 674,26.

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia ini didukung volume transaksi sebesar 2,607 miliar lembar saham, senilai Rp 2,22 triliun dan frekuensi 54.808 kali. Sebanyak 66 saham naik, 147 saham turun, dan 92 saham stagnan.

Koreksi diwarnai keluarnya dana asing dari pasar saham. Asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp169 miliar. Dimana transaksi jual mencapai Rp736 miliar dan transaksi beli sebesar Rp567 miliar.

Hampir semua sektor melemah, kecuali sektor perkebunan yang naik 0,95% ke level 2.373,92. Sedangkan aneka industri memimpin koreksi sebesar 0,8%, disusul infrastruktur 0,7%, manufaktur dan konsumsi 0,5%, tambang dan properti 0,4%, industri dasar 0,3%, serta sektor finansial dan perdagangan yang melemah 0,2%.

Satrio Utomo analis dari Universal Broker Indonesia mengatakan, IHSG hingga penutupan masih cenderung mixed di kisaran sempit 3.815 -3.850. “Namun, karena kemarin ditutup di bawah level support 3.832, maka kisarannya bisa agak rendah,” katanya kepada INILAH.COM.

Indeks Dow Jones Industrial semalam ditutup negatif. Menurutnya, kalau melihat posisi indeks DJI yang sudah tiga hari berada di bawah suport 12.093, sebenarnya penutupan Wall Street semalam sinyalnya bearish. “Tapi karena koreksinya relatif kecil, dan Dow Futures pagi ini malah naik, dan regional juga masih flat, hari ini rasa-rasanya sentimen dari regional malah cenderung postif,”ujarnya.

Tommy menilai, penentu arah pergerakan IHSG hari ini adalah saham perbankan, terutama Bank Mandiri (BMRI). Ia menilai, emiten ini kemarin ditutup di suport level, meski tekanan jualnya sebenarnya cukup besar. “Alhasil, jika support 6.900-7.000 gagal bertahan, posisi beli sebaiknya hanya dilakukan di kisaran 6450- 6700,” ucapnya.

Demikian juga Bank Rakyat Indonesia (BBRI) yang menarik diakumulasi di level Rp5.600-5.800, kalau tembus level support di 6.200.

Sementara saham TB Bukit Asam (PTBA) dan Indocement (INTP) kemarin tekanan jualnya cukup besar, sehingga Tommy lebih menyarankan investor untuk mencari suport yang bagus untuk beli. “Buy on weakness untuk kedua emiten ini,” katanya.

Untuk saham grup Bakrie, Tommy menyarankan investor bersiap diri menghadapi konsolidasi. Terutama dengan tercapainya target bawah dari Energi Mega Persada (ENRG) di Rp210 dan Dharma Henwa (DEWA) di Rp115, “Kalau mau beli, perhatikan retracement 50% –61.8% dari trend naik yang terakhir,” tutupnya. [mdr]

SIMP gunakan sebagian capex untuk bangun pabrik minyak sawit dan gula

SIMP gunakan sebagian capex untuk bangun pabrik minyak sawit dan gula
JAKARTA. PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) menganggarkan belanja modal (capex) sebesar Rp 2,2 triliun tahun ini. Dana tersebut sebagian akan digunakan untuk pembangunan dua pabrik baru minyak sawit (CPO), dan satu pabrik gula.

Wakil Direktur SIMP Paulus Moleonoto menyebut, pabrik baru CPO bakal berlokasi di Sumatra dan Kalimantan, sementara pabrik gula berlokasi di Jawa Timur. Estimasi biaya untuk pembangunan pabrik CPO sekitar Rp 90 miliar hingga Rp 100 miliar per pabrik.

Adapun, pabrik gula ditargetkan rampung pada kuartal ketiga tahun ini. "Pabrik CPO sudah mulai dibangun dan diperkirakan selesai dalam 18 bulan," sebut Paulus, Kamis (9/6).

Pendanaan capex berasal dari hasil IPO dan kas internal perseroan.

Tekanan Jual Tinggi, IHSG Terkikis 14 Poin

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menderita pelemahan 14 poin akibat makin tingginya tekanan jual. Banyak investor mengamankan portofolionya jelang pengumuman BI Rate.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG turun tipis 3,731 poin (0,09%) ke level 3.822,090. Bursa regional tak mampu memberi dorongan karena masih terpuruk di zona merah.

Indeks sempat terbantu oleh saham perdana PT Salim Ivomas Tbk (SIMP) yang menguat sampai di posisi Rp 1.200 per lembar. Ini membuat IHSG naik ke posisi tertingginya di 3.829,812.

Namun Investor lebih pilih berhati-hati dengan mengamankan portofolionya sebelum keluar pernyataan Bank Indonesia (BI) soal penetapan BI Rate. Indeks pun langsung kembali jatuh ke zona merah.

Pada penutupan perdagangan sesi I, Kamis (9/6/2011), IHSG berkurang 14,134 poin (0,36%) ke level 3.811,687. Sementara Indeks LQ 45 turun 3,538 poin (0,52%) ke level 674,268.

Indeks sektor agrikultur mencoba mengangkat IHSG ke zona merah dengan menjadi satu-satunya sektor yang menguat. Sementara sektor lainnya masih terkapar di teritori negatif.

Tekanan jual melanda saham-saham unggulan berbasis konsumer dan aneka industri. Dana asing pun masih konsisten keluar dari lantai bursa, sama seperti perdagangan tiga hari terakhir.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 54.808 kali pada volume 2,607 miliar lembar saham senilai Rp 2,22 triliun. Sebanyak 66 saham naik, 147 saham turun, dan 92 saham stagnan.

Bursa-bursa regional terkena imbas sentimen melambatnya ekonomi dunia akibat tersendatnya pemulihan ekonomi AS. Bursa saham Hong Kong terkoreksi paling banyak hari ini akibat saham-saham produsen besi dan baja yang anjlok ke posisi terendahnya.

Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai melemah 17,56 poin (0,64%) ke level 2.732,73.
  • Indeks Hang Seng anjlok 236,50 poin (1,04%) ke level 22.425,13.
  • Indeks Nikkei 225 turun 32,86 poin (0,35%) ke level 9.416,60.
  • Indeks Straits Times turun tipis 1,12 poin (0,04%) ke level 3.101,86.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Multi Bintang (MLBI) naik Rp 2.000 ke Rp 350.000, Mitra Adiperkasa (MAPI) naik Rp 175 ke Rp 3.675, Salim Ivomas (SIMP) naik Rp 120 ke Rp 1.220, dan Bank Ekonomi (BAEK) naik Rp 90 ke Rp 1.690.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 750 ke Rp 44.800, Astra Internasional (ASII) turun Rp 550 ke Rp 58.950, Dian Swastatika (DSSA) turun Rp 350 ke Rp 15.000, dan Astra Agro (AALI) turun Rp 200 ke Rp 23.200.

(ang/qom)

MBAI bagi dividen senilai Rp 50 per saham

JAKARTA. PT Multibreeder Adirama Indonesia Tbk (MBAI) akan membagikan dividen tunai senilai Rp 50 per saham, atau total sekitar Rp 3,75 miliar.

Sekretaris Perusahaan MBAI Christine R. Wibisono menyebut, pembagian dividen sudah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang saham Tahunan, pada 8 Juni 2011.

Namun, anak usaha Japfa Tbk (JPFA) ini belum memastikan jadwal cum dividen dan pembayaran dividen tersebut.

Adapun, hingga perdagangan pukul 11.50 di Jakarta, saham MBAI turun 0,20% ke level Rp 25.000 per saham. Dengan mengacu pada harga tersebut, maka potensi keuntungan dividen yang bisa didapat pemegang saham hanya sekitar 0,002% per saham.

Spekulasi suku bunga tetap, won terkoreksi menuju level terendah dua pekan

Spekulasi suku bunga tetap, won terkoreksi menuju level terendah dua pekan
SEOUL. Mata uang Korea Selatan, won, melemah menuju level terendah dalam dua minggu. Pelemahan ini dipicu tertundanya pemulihan ekonomi global, yang menyebabkan spekulasi pemerintah Korsel bakal menunda kenaikan suku bunganya.

"Kekhawatiran yang berkelanjutan tentang pemulihan ekonomi di AS pun meredam permintaan untuk aset beresiko tinggi," kata Cho Young Bok, dealer mata uang dari Daegu Bank, di Seoul.

The Federal Reserve AS mengatakan, adanya perlambatan ekonomi di empat dari 12 negara bagian AS, karena harga bahan bakar dan pangan yang tinggi. Berkurangnya suku cadang juga telah mengurangi produksi mobil. Laporan tersebut menggarisbawahi pernyataan Ketua The Fed Ben S. Bernanke, yang seharusnya mempertahankan stimulus untuk mengatasi pemulihan yang melambat.

Mata uang won terkoreksi 0,3% ke 1.082,85 per dollar AS pada pukul 9.52 a.m di Seoul. Won pernah menyentuh 1.085,98 per dollar AS, level terlemahnya sejak 27 Mei. Pada pukul 10.40 WIB, pairing (USD/KRW) terus melemah ke posisi 1.083,38 per dollar AS.

Bank sentral Korea (BoK) sepertinya juga berat untuk menaikkan tingkat suku bunga dalam pertemuan yang akan dimulai jam 9 pagi besok, di Seoul. Sementara, sebagiaan besar ekonom yang disurvei Bloomberg memprediksi, tingkat suku bunga akan bertahan di level 3%. Sebagian lagi menduga suku bunga acuan akan naik 25 basis point atau 0,25%.

Bagi dividen, saham JKON melejit ke level tertinggi lebih dari dua tahun

Bagi dividen, saham JKON melejit ke level tertinggi lebih dari dua tahun
JAKARTA. Saham Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk (JKON) melesat ke level tertingginya lebih dari dua tahun terakhir.

JKON melejit 8,64% ke level Rp 880 per saham, hingga pukul 11.09 di Jakarta. Ini harga penutupan tertingginya sejak 29 September 2009.

Saham ini diburu investor setelah perusahaan menyebut akan membagi dividen senilai Rp 13 per saham. Jumlah dividen yang akan dibayarkan mencapai 33% dari laba bersih perseroan tahun lalu.

Reminder Cum Dividen POOL,ADMF,WOMF 09/06/2011

Berikut kami informasikan bahwa Hari ini 09 June 2011 adalah Cum Date untuk pelaksanaan kegiatan Corporate Action sebagai berikut :

No.

Kode Efek

Nama Efek

Jenis Kegiatan

1.

POOL

POOL ADVISTA INDONESIA Tbk

Dividen Tunai Rasio Rp 200.- per saham

2.

ADMF

ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk

Dividen Tunai Rasio Rp 954.14.- per saham

3.

WOMF

WAHANA OTTOMITRA MULTIARTHA Tbk

Dividen Tunai Rasio Rp 14.- per saham

SIMP gunakan 51% dana IPO untuk bayar utang

SIMP gunakan 51% dana IPO untuk bayar utang
JAKARTA. PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) akan memanfaatkan 51% dari perolehan dana IPO untuk melunasi utang-utang perseroan.

Sebelumnya, dalam public expose sebelum IPO, perseroan menyebutkan alokasi dana IPO sebesar 40% untuk membayar utang.

"Lebih dari perkiraan awal setelah melihat hasil final IPO," ujar Wakil Direktur SIMP Paulus Moleonoto, Kamis (9/6). Melalui IPO, SIMP memperoleh dana segar Rp 3,479 triliun.

Paulus mengungkapkan, perseroan memiliki utang dalam mata uang rupiah maupun dolar yang jumlahnya sekitar US$ 200 juta. Beberapa bank yang memberi fasilitas pinjaman kepada SIMP adalah Bank Mandiri dan Bank Central Asia. Dengan perolehan dana IPO ini, SIMP akan langsung memulai pelunasan utang.

"Kita akan segera lunasi mulai bulan ini. Kita prioritaskan utang mana yang bisa diselesaikan, sekitar 70% sifatnya jangka panjang," jelas Paulus.

Sementara itu, sisa dana IPO bakal dimanfaatkan untuk kebutuhan belanja modal perseroan.

Euro Kembali Terkoreksi Digoyang Krisis Utang Yunani

Gb
Euro melemah terhadap dollar di sesi perdagangan Rabu menyusul munculnya kembali kekhawatiran mengenai krisis utang Yunani. Sebuah laporan yang dirilis oleh Uni Eropa, IMF dan ECB menyebutkan bahwa paket bantuan tambahan bagi Yunani tidak akan terealisasi sebelum Yunani membereskan masalah ketidakcukupan pembiayaan dalam program reformasi finansialnya.

Kabar tersebut memaksa euro terkoreksi setelah pada sesi perdagangan Selasa sebelumnya sempat menyentuh catatan tertinggi dalam 1 bulan terhadap dollar. Pada akhir sesi perdagangan Rabu, euro diperdagangkan di kisaran 1.4576 terhadap dollar, melemah sekitar 0,7 persen dari level pembukaan.

Terkoreksinya euro juga merupakan cerminan dari antisipasi pelaku pasar menjelang agenda rapat kebijakan moneter ECB hari ini.

Presiden ECB, Jean-Claude Trichet diharapkan akan memberikan sinyal mengenai kemungkinan naiknya suku bunga pada bulan Juli mendatang. Penggunaan frasa "strong vigilance" dalam konferensi pers Trichet seusai rapat nanti akan menjadi indikasi kuat dalam hal ini. Namun sebaliknya, jika Trichet kembali menanggalkan frasa tersebut pada pernyataannya nanti, euro terancam berlanjut melemah terhadap dollar.

Hasil rapat kebijakan moneter ECB akan diumumkan pada pukul 18.45 WIB Petang nanti. Menyusul kemudian, konferensi pers oleh Presiden ECB pada pukul 19.30 WIB.

Sementara itu, terhadap yen, dollar justru melemah hingga catatan terendah sejak 5 Mei. Sempat jatuh hingga kisaran 79.68, dollar akhirnya ditutup melemah hampir 0,3 persen di 79.91 terhadap yen.

Penguatan yen ini pun langsung direspons pemerintah Jepang. Menteri Keuangan Yoshihiko Noda kemarin mengatakan memantau ketat apresiasi yen.

Sebagaimana diketahui, Maret lalu, negara-negara anggota G7 bersama-sama mengintervensi yen yang saat itu menguat hingga kisaran 76 per dollar. Penguatan yen bisa berdampak buruk bagi proses pemulihan Jepang dari bencana gempa dan tsunami. Besar dana yang dihabiskan untuk intervensi saat itu diperkirakan mencapai 25 miliar dollar.

Kali ini, ancaman melambatnya pertumbuhan ekonomi dunia menjadi alasan menguatnya yen. Para pelaku pasar menutup transaksi yang dibiayai dengan jalan meminjam yen yang suku bunganya rendah karena khawatir melambatnya pertumbuhan ekonomi dunia akan berdampak negatif bagi aset-aset yang ber-yield (imbal hasil) lebih tinggi.

Untuk alasan yang sama, dollar menguat terhadap mata uang lainnya yang memberikan yield lebih tinggi seperti dollar Australia. Dengan tingkat suku bunga mendekati nol persen, dollar juga populer sebagai mata uang pendanaan (funding curerency), seperti halnya yen Jepang.

Versus aussie, dollar ditutup menguat 0,8 persen di 1.0627.

Di samping pengumuman suku bunga ECB, para pelaku pasar hari ini juga memusatkan perhatian pada pengumuman suku bunga Bank Sentral Inggris (BoE). Sebagaimana ECB, BoE diharapkan juga akan mempertahankan suku bunganya pada level 0,50 persen sementara ini. BoE dianggap belum punya cukup alasan untuk menaikkan suku bunganya demi mengimbangi naiknya tekanan inflasi. Naiknya suku bunga dinilai hanya akan menambah beban bagi perekonomian Inggris yang sedang lesu.

Poundsterling sendiri melemah sekitar hampir 0,3 persen terhadap dollar dengan ditutup di kisaran 1.6438 terhadap dollar pada akhir sesi perdagangan Rabu. Turut menambah sentimen negatif bagi poundsterling kemarin adalah lembaga pemeringkat Moodys yang kemarin kembali mengancam akan memangkas rating kredit Inggris jika gagal mencapai target-target ekonominya. (atz)

(qom/qom)

Sentimen inflasi kembali mencuat, emas berpeluang naik hari ini

Sentimen inflasi kembali mencuat, emas berpeluang naik hari ini
SEOUL. Hari ini, harga emas berpeluang naik untuk pertama kalinya dalam tiga hari terakhir, setelah harga energi dan pangan melonjak. Hal ini meningkatkan daya tarik logam mulia sebagai lindung nilai terhadap inflasi.

Emas untuk pengiriman segera sedikit bergeser ke US$ 1.535,90 per ons troy, pada pukul 10.46 di Seoul. Sementara, kontrak emas untuk pengiriman Agustus di New York juga bergeser dengan penurunan tipis 0,18% ke US$ 1.536.

Managing director Commodity Broking Services Pty Jonathan Barrat menyebut, kemungkinan ada beberapa dukungan di balik inflasi makanan dari jagung dan gandum, khususnya lonjakan pada harga jagung. "Orang mungkin akan kembali menilai dari aspek inflasi makanan," ujarnya.

Indeks Thomson Reuters/Jefferies CRB yang memperhitungkan 19 bahan baku telah naik 38% pada tahun lalu, dengan kenaikan harga jagung lebih dari dua kali lipat. Harga biji-bijian yang digunakan untuk bahan pangan, pakan ternak, dan biofuel, melonjak paling dalam di tiga minggu kemarin.

Sementara, minyak mentah juga diperdagangan diatas US$ 100 per barel di New York, setelah Organisasi Negara Pengekspor Minyak gagal mencapai kesepakatan mengenai target produksi, serta turunnya cadangan minyak mentah AS.

Bank sentral Eropa (ECB) bertemu hari ini, dan diperkirakan akan mempertahankan suku bunga di level 1,25%. Hasil survei Bloomberg memprediksi, bank sentral mungkin akan menaikkan biaya pinjaman sebesar 25 basis poin, pada bulan Juli.

"Pertemuan ECB hari ini dan dampaknya terhadap suku bunga akan sangat diperhatikan. Kami berekspektasi kenaikan lebih lanjut untuk emas dan logam platina," prediksi Stefan Graber, analis Credit Suisse Group AG, hari ini.

Salim Ivomas Tambah Pelunasan Utang Hingga 51%

Medium
INILAH.COM, Jakarta - PT Salim Ivomas Pratama Tbk menambah porsi pelunasan utang menjadi 51%, di mana dananya diambil dari hasil penawaran umum saham perdana.

"Sekitar 51% untuk membayar utang atau equivalen sebesar US$200 juta," ujar Direktur Utama PT Salim Ivomas Pratama Tbk Paulus Moleonoto, Kamis (9/6).

Paulus menambahkan, perseroan akan membayar utang sesuai jatuh tempo. Perseroan akan membayar utang senilai US$200 juta ketika mengakuisisi PT London Sumatera Tbk (LSIP).

Selain itu, perseroan membangun dua pabrik masing-masing berkapasitas 40 ton per jam. Nilai investasi pabrik masing-masing sebesar Rp90 miliar-Rp100 miliar. Sedangkan penyelesaian refinary dengan kapasitas 420 ribu ton di Tanjung Priuk telah selesai dilakukan." Pembangunan pabrik mengambil waktu selama 18 bulan," kata Paulus.

Dana pembangunan pabrik kemungkinan akan didapatkan dari dana hasil penawaran umum saham perdana. Dana hasil penawaran umum saham perdana juga akan digunakan untuk belanja modal. Paulus menuturkan, perseroan menganggarkan belanja modal sebesar Rp2,2 triliun pada 2011. "Dana belanja modal bisa didapatkan dari sisa proxit IPO dan generate cash," tambah Paulus.

Perseroan memperoleh dana hasil penawaran umum saham sebesar Rp3,35 triliun. Dana akan digunakan sekitar 51% untuk bayar utang bank, sekitar 39% akan digunakan untuk belanja modal divisi perkebunan, dan 10% akan digunakan untuk membiayai belanja modal divisi minyak dan lemak nabati. [cms]

Antisipasi suku bunga, rupiah tumbang dari level terkuat tujuh tahun

Antisipasi suku bunga, rupiah tumbang dari level terkuat tujuh tahun
JAKARTA. Rupiah turun dari level terkuat tujuh tahun menjelang pengumuman suku bunga oleh bank sentral, hari ini. Pasar berekspektasi, pembuat kebijakan akan kembali menjaga suku bunga tidak berubah untuk yang keempat kalinya.

Mata uang Garuda melemah 0,1% ke level Rp 8.523 per dollar AS, pada pukul 10.00 di Jakarta. Kemarin, rupiah menyentuh Rp 8.499 per dollar AS, yang merupakan level terkuatnya sejak Maret 2004.

Semua ekonom yang disurvei Bloomberg meyakini, Bank Indonesia akan mempertahankan suku bunga acuan di level 6,75%, di tengah perlambatan inflasi dan penguatan mata uang. Data terakhir, inflasi tercatat mengalami kenaikan 5,98% pada Mei lalu, melambat dari bulan sebelumnya yang sebesar 6,16%.

Nilai tukar rupiah sudah menguat 5,8% terhadap dolar AS, dalam enam bulan terakhir. Rupiah mencatat kinerja terbaik kedua di antara 10 mata uang Asia yang diperdagangkan, namun tidak termasuk yen.

Kepala treasury ANZ Panin Bank Wiling Bolung menyebut, rupiah diekspektasikan berada dalam kisaran yang terbatas. "Bank sentral mungkin akan mempertahankan suku bunga tidak berubah, tapi perlahan akan membiarkan mata uang terapresiasi untuk membantu menekan inflasi," katanya.

UNSP dapat pinjaman US$ 250 juta dari 3 bank

UNSP dapat pinjaman US$ 250 juta dari 3 bank
JAKARTA. PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) dikabarkan mendekati tiga bank untuk memberikan utang sebesar US$ 250 juta. Sumber Bloomberg mengatakan, tenor pinjaman tersebut adalah lima tahun.

IHSG Berpotensi Tembus 4.500 pada Semester 2-2011

INILAH.COM, Jakarta - IHSG berpotensi ke level 4.500 memasuki semester II 2011 dengan perkiraan bursa dalam negeri akan semakin membaik saat itu.

"Karenanya, sinyal pergerakan indeks mendekati level 4.500 semakin jelas," ujar Kepala Riset Recapital Securities Pardomuan Sihombing.

Menurutnya, selama ini secara teknikal IHSG selalu bergerak di atas moving avarage (MA) 200, di mana kondisi ini mengkonfirmasikan indeks berada dalam tren string bullish. Dia menyebutkan prediksi indeks 4.500 tergolong konservatif dan terdiskon, meski pertumbuhan emiten rata-rata 31,3% pada kuartal 1-2011. Diskon ini disebabkan masih adanya kekhawatiran investor terhadap krisis di Eropa terutama Yunani dan lonjakan harga minyak mentah.

Listing Perdana Saham Perdana Salim Ivomas Naik 9% Jadi Rp 1.200

Jakarta - Saham PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) pada pencatatan saham perdana, Kamis (9/6/2011), mengalami kenaikan Rp 100 ke level Rp 1.200 dari harga perdana Rp 1.100 per lembar.

Saat awal pembukaan perdagangan saham pukul 09.30 JATS, saham perseroan naik signifikan 9,09% dari penetapan harga sebelumnya, Rp 1.100 per lembar.

Pada pukul 9.35 waktu JATS, saham SIMP berada di kisaran Rp 1.180 per lembar saham, naik Rp 80 dan sempat menyentuh harga tertinggi Rp 1.200 per lembar.

Perseron mencatatkan saham sebanyak 15,816 miliar saham, dengan jumlah yang ditawarkan kepada publik sebanyak 3,163 miliar lembar.

SIMP menetapkan nilai nominal Rp 200 per lembar, dengan harga penawaran Rp 1.100 per lembar. Dana yang dihimpun atas IPO grup Salim ini mencapai Rp 3,479 triliun, dengan kapitalisasi pasar Rp 17,397 triliun.

Hasil IPO akan digunakan anak usaha PT Indofood Sukses Makmur untuk membayar utang bank sebesar 51%. Sementara 39% lainnya dialokasikan membiayai divisi perkebunan untuk program penanaman baru dan pemeliharaan tanaman, pembangunan fasilitas pengolehaan termasuk sarana dan prasarana.

Bertindak sebagai sebagai pelaksana emisi efek (underwritter) dalam IPO anak usaha PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) tersebut, adalah PT Kim Eng Securities, PT Deutsche Securities Indonesia dan PT Mandiri Sekuritas.


(wep/ang)

Delta Dunia Rights Issue Rp 900 per Saham, Diskon 20%

Jakarta - PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) berniat menggelar penawaran umum terbatas dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) alias right issue senilai Rp 1,22 triliun. Harga pelaksanaan dipatok Rp 900 per saham.

Seperti dikutip dari prospektus ringkas perseroan, Kamis (9/6/2011), jumlah saham yang akan diterbitkan sebanyak 1,36 miliar lembar atau setara dengan 16,7% saham perseroan dengan nilai nominal Rp 50 per saham.

Harga pelaksanaan ini diskon 19,6% dari harga saham perseroan pada penutupan perdagangan kemarin sebesar Rp 1.120 per lembar. Setiap pemegang 500 saham perseroan berhak atas 100 HMETD yang bisa digunakan untuk membeli satu saham perseroan tiap HMETD.

Dana hasil aksi korporasi ini akan digunakan perseroan untuk membayar sebagian utang kepada BUMA sebesar 38%. Pinjaman perseroan saat ini kepada BUMA adalah US$ 267,94 juta.

Pinjaman ini akan jatuh tempo pada tahun 2015, dananya akan dikembalikan dalam bentuk tunai atau dengan dividen yang ditetapkan perseroan. Dana tersebut digunakan perseroan untuk belanja modal BUMA, modal kerja dan keperluan korporat lainnya.

Sementara sebanyak 51% digunakan untuk pertumbuhan organik BUMA, termasuk belanja modal. Sedangkan sisanya sebesar 11% digunakan untuk modal kerja perseroan.

Atas rencana ini, perseroan akan menggelar rapat umum pemegang saham (RUPS) pada 13 Juni 2011. HMETD dapat diperdagangkan mulai 27 Juni hingga 4 Juli.

Pencatatan saham baru di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan dilakukan pada 27 Juni dan pelaksanaan HMETD terakhir pada 4 Juli.

(ang/ang)

Jelang pengumuman BI Rate, IHSG Turun Tipis 3 Poin

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka terkena koreksi tipis 3 poin menjelang pengumuman BI Rate siang ini. Bursa regional pun tak mampu memberi dorongan karena masih terpuruk di zona merah.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka stagnan di Rp 8.515 per dolar AS sama seperti penutupan kemarin.

Pada perdagangan preopening, IHSG menipis 5,580 poin (0,15%) ke level 3.820,241. Sedangkan Indeks LQ 45 turun tipis 1,443 poin (0,22%) ke level 676,363.

Membuka perdagangan, Kamis (9/6/2011), IHSG turun tipis 3,731 poin (0,09%) ke level 3.822,090. Indeks LQ 45 melemah tipis 1,743 poin (0,25%) ke level 676,063.

Hingga pukul 9.35 waktu JATS, pergerakan IHSG masih tak jauh berbeda, turun tipis 4,957 poin (0,13%) ke level 3.820,864. Sementara Indeks LQ 45 menipis 1,665 poin (0,25%) ke level 676,141.

Kemarin, IHSG ditutup terkoreksi 17 poin akibat tekanan jual di saham-saham unggulan menyusul lambatnya pertumbuhan ekonomi AS. Dana asing pun kembali bergulir keluar bursa.

Mayoritas bursa-bursa di Asia masih belum mampu menguat setelah Federal Reserve menyatakan pemulihan ekonomi mengalami hambatan di beberapa negara bagian di Amerika, yang membuat pemulihan ekonomi dunia berjalan lamban.

Hanya bursa Singapura yang mampu melawan sentimen negatif itu dengan penguatan tipis. Sisanya, masih tak berdaya di jalur merah seperti IHSG.

Berikut kondisi bursa-bursa regional di pagi hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai jatuh 14,48 poin (0,53%) ke level 2.735,81.
  • Indeks Hang Seng melemah 49,27 poin (0,22%) ke level 22.612,36.
  • Indeks Nikkei 225 turun 27,87 poin (0,29%) ke level 9.421,59.
  • Indeks Straits Times naik tipis 5,13 poin (0,17%) ke level 3.108,11.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka stagnan di Rp 8.515 per dolar AS sama seperti penutupan kemarin.

(ang/ang)

Sesaat setelah listing, saham SIMP melesat 100 poin ke Rp 1.200

Headline
JAKARTA. PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) mencatatkan saham perdananya (listing) di Bursa Efek Indonesia, pagi ini.

Sesaat setelah pembukaan, SIMP sempat melesat 100 poin ke level Rp 1.200 per saham, dari harga pencatatan perdananya di Rp 1.100 per saham.

SIMP berhasil menyerap dana Rp 3,479 triliun dari hajatan IPO. Jumlah saham yang ditawarkan 3,163 miliar saham, sementara jumlah saham yang dipesan 3,278 miliar.


Salim Ivomas Catat kapitalisasi Terbesar

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) mencatatkan kapitalisasi pasar terbesar mencapai Rp17,39 triliun hingga pencatatan saham perdana pada Juni 2011.

Perseroan menawarkan saham perdana sebesar 3,16 miliar saham ke publik dengan harga saham perdana sebesar Rp1.100 per saham. Dana hasil penawaran umum saham perdana yang berhasil diraup sebesar Rp3,47 triliun. Penawaran umum saham perdana ini mengalami kelebihan permintaan sebesar 3,5 kali di mana jumlah saham yang ditawarkan sebesar 3,16 miliar saham dan yang dipesan sebesar 3,27 miliar saham.

"Dengan pencatatan saham Salim Ivomas Pratama di BEI diharapkan semakin likuid dan marak seperti ICBP yang menjadi salah satu katalis maraknya perdagangan saham di BEI," ujar Direktur Utama BEI Ito Warsito, Kamis (9/6).

Saham SIMP dicatatkan di papan utama Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai emiten ke-9 pada 2011. Perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp970,97 miliar dan pendapatan Rp9,48 triliun pada 2010. [cms]

Listing, Saham Salim Ivomas Dibuka Naik 9,09%

Medium
INILAH.com, Jakarta - Saham PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) dibuka naik 9,09% ke harga Rp1.200 pada listing perdananya Kamis (9/6) pagi ini.

Namun, pada pukul 09:40 WIB, kenaikan saham SIMP turun menjadi hanya 8,18% atau 90 poin ke level Rp1.190. Harga tertinggi saham SIMP tercatat di Rp1.200 dan terendah Rp1.150. Volume perdagangan mencapai 288.372 saham dengan nilai transaksi sebesar Rp170,11 miliar dengan 1.390 kali transaksi.

Perseroan melepas 3,16 miliar saham ke publik dengan harga penawaran sebesar Rp1.100 per saham. Total jumlah saham yang dicatatkan sebesar 15.816.310.000. Dana hasil penawaran umum saham perdana yang berhasil diraup sebesar Rp3,47 triliun.

Saham SIMP akan dicatatkan di papan utama. Rata-rata price earning ratio (PER) industri sebesar 13,30 kali dan price book value (PBV) sebesar 3,84 kali. Adapun pemegang saham setelah penawaran umum saham perdana antara lain PT Indofood Oil and Fats Pte Ltd sebesar 72%, PT Indofood Sukses Makmur Tbk sebesar 6,40%, PT Mandiri Investama Sejati sebesar 1,03%, PT Bina Makna Indopratama sebesar 0,31%, PT Multi Langgeng Nusantara sebesar 0,26%, dan masyarakat sebesar 20%.

Perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp970,97 miliar dan pendapatan sebesar Rp9,48 triliun pada 2010. Hingga kuartal pertama 2011, pendapatan sebesar Rp2,92 triliun dan laba bersih sebesar Rp689,03 miliar.

SIMP adalah salah satu anak usaha terbesar milik INDF, yang bergerak di bisnis kelapa sawit yang terintegrasi, mulai dari perkebunannya hingga produk turunan CPO, seperti margarin, lemak nabati, dan minyak goreng. SIMP ini adalah induk dari LSIP. Jadi bisa dikatakan bahwa SIMP ini isinya adalah LSIP.

Bursa saham Indonesia diramal crash?

Bursa saham Indonesia diramal crash?
JAKARTA. Para trader dan investor tanah air belakangan tengah gundah gulana. Pasalnya, beredar isu yang menjadi momok bagi para investor, yakni bursa dalam negeri akan mengalami crash.

Dalam perbincangan hangat di sejumlah milis trader, beberapa alasan anjloknya bursa pun mengemuka. Sebut saja pergerakan bursa AS dan regional yang dalam dua minggu belakangan terus mengalami tekanan, tingkat inflasi yang kian tinggi di sejumlah negara Asia, berakhirnya masa pembagian dividen oleh emiten, hingga tren pergerakan indeks Dow Jones yang secara teknikal dinilai kritis.

Sebagian trader dan investor memilih menanggapi isu ini dengan kepala dingin. ”Meskipun bursa crash, namun jika pilihan sahamnya tepat, kita masih bisa dapat untung. Demikian pula sebaliknya,” ungkap salah seorang trader. Namun, tak sedikit pula yang cemas dan panik akan isu ini, sehingga berniat menarik semua portofolio yang dimiliki dan memilih untuk menggenggam dana tunai.

Menurut Analis Sinarmas Securities Jeff Tan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memang masih akan terkoreksi dan tidak akan memecahkan rekor tertinggi lagi dalam waktu dekat. Hanya saja, ”Belum bisa dipastikan seberapa dalam koreksinya. Saya rasa bursa tidak sampai crash. Untuk saat ini, fundamental kita masih kuat,” jelasnya kepada KONTAN.

Dia menambahkan, koreksi bursa yang terjadi saat ini lebih disebabkan faktor eksternal. Hal itu dapat dilihat dari pertumbuhan ekonomi global yang diramal melambat mulai pertengahan tahun ini. ”Kondisi itu terjadi seiring dengan rendahnya pertumbuhan ekonomi China, krisis utang Eropa yang masih memburuk, tingkat pengangguran AS yang masih tinggi, serta harga perumahan yang mulai menunjukkan penurunan,” paparnya.

Hal senada diungkapkan oleh Jimmy Dimas Wahyu, pengamat pasar modal sekaligus wealth motivator. Menurutnya, belum terlihat tanda-tanda bursa saham Indonesia akan mengalami crash. Salah satu indikatornya, uang yang masuk ke surat utang negara justru semakin meningkat.

”Mungkin lebih tepat jika dikatakan ada switching dari pasar saham ke pasar uang. Hal ini dilakukan investor sambil mengamati pergerakan saham,” imbuhnya sambil tersenyum.

Sementara, koreksi yang terjadi pada pasar saham beberapa hari terakhir lebih disebabkan sentimen yang berasal dari luar negeri. Sebut saja data ekonomi AS yang kurang memuaskan seperti dari sektor perumahan dan data non farm payroll. ”Apalagi kemarin Ben S Bernanke mengeluarkan pernyataan yang bisa dikatakan kurang memuaskan market. Belum lagi masalah Eropa,” urainya panjang lebar.

Pilih profit taking atau wait and see?

Jeff lantas memberikan rekomendasi agar investor melakukan strategi profit taking saat ini. ”Saya merekomendasikan exit selain karena faktor eksternal juga karena valuasi sudah cukup tinggi,” jelas Jeff.

Sementara, Jimmy menghimbau agar investor jangan panik. ”Sebaiknya kita wait and see dulu. Manfaatkan koreksi untuk mengambil peluang. Bukannya koreksi berarti discount?” katanya. Selain itu, investor sebaiknya juga mencermati berita-berita eksternal, karena di Indonesia tidak ada masalah. ”Ketika berita eksternal yang keluar positif, itu saatnya bursa saham kita rebound,” jelas Jimmy.

Jeff memprediksi, hingga akhir bulan ini, indeks akan bergerak di kisaran 3.830-3.625. Sementara, Jimmy meramal pergerakan indeks berada di level 3.811-3.850. ”Saya pribadi masih melihat ada kemungkinan indeks akan bergerak menuju 3.900,” kata Jimmy optimistis.

IHSG Akan Bergerak Moderat Cenderung Positif

INILAH.COM, Jakarta - IHSG akan bergerak moderat cenderung positif dalam rentang harga 3.815 - 3.850, dengan tetap memperhatikan stop-loss support di level 3.780

Mengakhiri sesi perdagangan kemarin, IHSG kembali terpuruk hingga 0,45% ditutup dilevel 3.826.

Hal tersebut merupakan dampak dari sentimen negatif oleh adanya pelemahan indeks bursa global, terutama DJI, pasca uraian komentar yang disampaikan oleh Bernanke berkenaan dengan pertumbuhan perekonomian di Amerika Serikat yang sangat lambat. Terkoreksi 17 poin kemarin, IHSG gagal kembali ke zona positif. Di mana, para pelaku asing pun mencatat nilai penjualan bersih sebesar Rp119 miliar, dengan diikuti oleh penurunan rasio volume perdagangan hingga 2,5%. Secara keseluruhan, IHSG pada perdagangan hari Rabu kemarin bergerak datar pada area konsolidasi 3.810 - 3.850. Arus distribusi terlihat moderat, serta menekan leading indikator menuju area teritori negatif.

IHSG membutuhkan lebih dari sekadar dorongan angin segar maupun sentimen positif, untuk dapat keluar dari zona merah. Kembalinya harga minyak dunia ke level US$100/barell, diharapkan mampu memberikan stimulus terhadap pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini.

"Kami perkirakan IHSG akan bergerak moderat cenderung positif dalam rentang harga 3.815 - 3.850, dengan tetap memperhatikan stop-loss support di level 3.780," ujar Trimegah Securities dalam ulasan pasarnya hari ini.

Japfa Comfeed Bagi Dividen Rp365 Per Saham

JAKARTA: Produsen pakan ternak, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk akan membagikan dividen tunai untuk tahun fiskal 2010 sebesar Rp365 per lembar saham dengan jumlah mencapai Rp765 miliar atau 75% dari total laba bersih 2010.


Direktur Japfa Ignatius Herry Wibowo mengatakan jumlah tersebut naik signifikan dibandingkan dividen yang dibagikan pada tahun lalu sebesar Rp5 per lembar saham.

"Kami tidak bisa menjanjikan apakah ke depannya juga akan besar karena itu semua tergantung kondisi keuangan dan kebutuhan capex," katanya dalam paparan publik, hari ini.

Menurut dia, besarnya pembagian dividen tunai tahun ini karena gemilangnya kinerja keuangan perseroan dan untuk memberikan apresiasi kepada para pemegang saham. "Kami juga tidak punya ikatan perjanjian dengan bank yang melarang kami membagikan dividen dengan jumlah besar," jelasnya.

Sepanjang tahun lalu, perseroan yang 58,3% sahamnya dikuasai oleh Malvolia Pte Ltd Singapura itu membukukan laba bersih sebesar Rp959 miliar atau naik 17,8% dibandingkan pencapaian 2009 sebesar Rp814 miliar.

Sisa laba bersih akan dialokasikan untuk dana cadangan umum dan laba ditahan. Pembagian dividen direncanakan akan dilakukan pada 11-15 Juli 2011.(faa)

Bursa Asia terseret kekhawatiran goyahnya pemulihan ekonomi global

Bursa Asia terseret kekhawatiran goyahnya pemulihan ekonomi global
TOKYO. Bursa saham Asia jatuh, sehingga menyeret indeks regional ke level terendah dalam dua pekan. Lemahnya pasar saham Asia setelah Federal Reserve mengatakan perekonomian di beberapa wilayah di AS melambat. Hal ini meningkatkan kekhawatiran goyahnya pemulihan ekonomi global.

Indeks MSCI Asia Pasifik jatuh 0,3% ke 132,77, pada pukul 9.36 di Tokyo. Ini mendekati penutupan terendahnya sejak 25 Mei. Sekitar dua saham turun untuk setiap saham yang berhasil naik.

Adapun,indeks Nikkei 225 tercatat turun 0,34% ke 9.417,69. Pelemahan juga terjadi pada indeks Hang Seng yaitu tumbang sebesar 0,91% ke 22.661,60, dan indeks Kospi melemah 0,32% ke 2.076,68. Sedangkan, indeks Australia S&P/ASX 200 masih bertahan di zona hijau dengan naik 0,22% ke 4.547.

Beberapa saham yang tercatat menggerus indeks regional, yaitu saham Canon Inc. yang tumbang 0,7% di Tokyo. Lalu, saham produsen mobil Toyota Motor Corp yang 28% pendapatannya berasal dari penjualan di Amerika Utara, turun 0,6%. Sedangkan, saham produsen emas terbesar di Australia, Newcrest Mining Ltd anjlok 1,4%, setelah memangkas perkiraan produksi untuk ketiga kalinya dalam tahun ini.

Mitsushige Akino dari Ichiyoshi Investment Management Co. menilai, ekonomi AS sejauh ini masih ditopang manufaktur, konsumsi, pekerjaan dan perumahan yang tidak bagus. "Namun, pasar mulai melihat awan gelap di atas industri manufaktur," ujarnya.

Diburu Fund Manager, APLI Menuju Rp300

INILAH.COM, Jakarta - Saham PT Asiaplast Industries Tbk (APLI) dikhabarkan sedang diburu fund manager asing terkait rencana pembagian dividen Rp20.

Selain itu, perusahaan asal Malaysia dikhabarkan juga akan menjajaki akusisi 25% saham perseroan. Karenanya, saham APLI berpotensi naik menembus level Rp300 dalam waktu dekat.

Pada perdagangan kemarin saham APLI naik 4 poin menjadi Rp195.

Saham BRPT Direkomendasikan Sekuritas Akumulasi

INILAH.COM, Jakarta - Saham PT Barito Pacifik Tbk (BRPT) direkomendasikan sejumlah analis sekuritas asing maupun lokal untuk diakumulasi.

Ini terkait rencana perseroan memecah nilai saham (stock split) 1:2. Di sisi lain, kuasi reorganisasi kabarnya sudah direstui otoritas. Khabarnya, sejumlah bandar pun tengah bersiap mengkerek saham tersebut hingga ke level Rp2.000.

Pada perdagangan kemarin, saham BRPT ditutup turun 20 poin ke level Rp1.040.

Awal Perdagangan , Bursa Australia Melemah

Headline
INILAH.COM, Sydney – Bursa saham Australia merosot pada awal perdagangan Kamis (9/6), dengan indeks S & P / ASX 200 turun 0,2% ke level 4,527.70.

Saham penambang dan bank, yang terkait erat dengan tren pertumbuhan ekonomi, merupakan pemain terburuk, dengan BHP Billiton Ltd turun 0,4%, dan Australia & New Zealand Banking Group Ltd turun 0,5%.

Perusahaan pertambangan emas Newcrest Mining Ltd kehilangan 1,9% setelah penurunan proteksi produksi. [ast]

Bursa Jepang Jatuh Seiring Koreksi AS

Headline
INILAH.COM, Los Angeles - Saham Jepang dibuka melemah pada Kamis (9/6) karena jatuhnya dolar AS di bawah 80 yen. Saham teknologi anjlok setelah kerugian di indeks komputer AS, Nasdaq.

Indeks Nikkei Stock Average turun 0,4% menjadi 9.411,92, dan Topix kehilangan 0,5% menjadi 810,33. Saham Nintendo Co memperpanjang kerugian dari sesi sebelumnya turun 3%, sedangkan Sony Corp turun 1,2%, Toshiba Corp turun 1%, dan Canon Inc turun 1,2%.

Dengan membeli dolar 79,85 yen, produsen mobil juga melemah, dengan Mitsubishi Motors Corp turun 1,1%, dan Toyota Motor Corp terkoreksi 0,8%. [ast]

Pernyataan Fed Masih Jatuhkan Wall Street

Headline
INILAH.COM, New York - Bursa saham Amerika Serikat mengalami koreksi pada penutupan perdagangan saham Rabu (8/6) di mana indeks S&P 500 mengalami penurunan paling tajam.

Hal ini dikarenakan pelaku pasar cenderung mengkhawatirkan perlambatan ekonomi Amerika Serikat. Indeks Dow Jones ditutup melemah sekitar 21,87 poin atau 0,2% ke level 12.048,94. saham sektor keuangan dan usaha berkaitan dengan pertumbuhan global termasuk produsen alat berat seperti Caterpillar Inc memimpin pelemahan indeks. Caterpillar dan Alcoa Inc turun 1,8% dan American Express Co turun 1,6%. Saham Verizon Communiactions Inc naik 1,5% setelah Oppenheimer menaikkan saham sektor telekomunikasi dari perform menjadi outperform. Produsen minyak Exxon Mobil Corp dan Chevron Corp juga mencatatkan untung.

Indeks S&P 500 ditutup melemah 5,38 poin atau 0,4% ke level 1.279,56.Saham sektor material turun paling banyak sekitar 1% ditekan oleh penurunan saham Allegheny Technologies Inc sebesar 3%.

Saham sektor keuangan di S&P 500 turun sekitar 1% di mana saham bank turun setelah usaha penundaan peraturan kartu debit gagal pada Rabu sore. Indeks Nasdaq turun 26,18 poin atau 1% ke level 2.675,38. Selain itu, sekitar 1 miliar saham diperdagangkan di bursa saham New York. Saham mengalami koreksi setelah pernyataan dari 12 distrik The Fed. Saham sektor energi mengalami koreksi tipis setelah OPEC menyatakan akan menjaga output produksi minyak di level sekarang sehingga harga minyak kembali ke level US$100 per barel.

Pernyataan Bernanke pada Selasa lalu mempengaruhi bursa saham Amerika Serikat di mana ekonomi akan melambat dan kejadian gempa bumi dan krisis nuklir di Jepang juga menjadi salah satu faktor pelemahan ekonomi. Selain itu, dia tidak menyebutkan langkah selanjutnya setelah program buyback bond senilai US$600 miliar selesai pada Juni ini. [cms]

Secara Teknikal, Rupiah Konsolidasi di Level 8.520

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Kamis (9/6) diprediksi konsolidasi dan mengetes 8.520. Jika tidak, mata uang RI ini akan melanjutkan penguatan menembus 8.500.

Periset dan analis senior PT Monex Investindo Futures Albertus Christian mengatakan, potensi konsolidasinya rupiah hari ini semata faktor teknikal. Dari sisi ini, pasar tampak menguji level psikologis rupiah seblumnya 8.520 per dolar AS.

Hal itu, dilakukan pasar sambil menunggu pengumuman BI rate hari ini oleh Bank Indonesia. "Rupiah akan konsolidasi dan akan bergerak dalam kisaran 8.501-8.525 per dolar AS,” katanya kepada INILAH.COM.

Lebih lanjut dia menjelaskan, rupiah sempat terkonsolidasi sebulan lalu dalam kisaran 8.525-8.590. Secara teknikal, setelah level psikologis 8.520 ditembus ke bawah awal pekan ini akibat data non farm payrolls dan tingkat pengangguran AS mengecewakan, bisa jadi rupiah kembali ke fase konsolidasinya itu. "Rupiah akan coba mengetes level 8.520 karena kembali ke dalam fase konsolidasinya," tandas Christian.

Jika tidak konsolidasi, imbuhnya, rupiah justru berpeluang melanjutkan penguatan. Sebab, secara fundamental, orang cenderung membeli rupiah karena masih kuat akibat aliran capital inflow yang cukup tinggi. "Salah satunya karena banyak pembelian obligasi oleh asing," tandasnya.

Di sisi lain, rupiah juga mendapat angin segar dari data pertumbuhan ekonomi Korea Selatan yang angkanya dirilis di atas prediksi 4,1% menjadi 4,2%. "Artinya, dari sentimen Asia masih positif bagi rupiah," imbuh Christian.

Asal tahu saja, kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Rabu (8/6) ditutup menguat tipis 3 poin (0,03%) ke level 8.510/8.520 per dolar AS.

Pagi Ini Salim Ivomas Catatkan Saham Perdana

Headline
INILAH.com, Jakarta - PT Salim Ivomas Pratama Tbk akan mencatatkan sebagai emiten ke-9 di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham SIMP.

Perseroan melepas 3,16 miliar saham ke publik dengan harga penawaran sebesar Rp1.100 per saham. Total jumlah saham yang dicatatkan sebesar 15.816.310.000. Dana hasil penawaran umum saham perdana yang berhasil diraup sebesar Rp3,47 triliun.

Saham SIMP akan dicatatkan di papan utama. Rata-rata price earning ratio (PER) industri sebesar 13,30 kali dan price book value (PBV) sebesar 3,84 kali. Adapun pemegang saham setelah penawaran umum saham perdana antara lain PT Indofood Oil and Fats Pte Ltd sebesar 72%, PT Indofood Sukses Makmur Tbk sebesar 6,40%, PT Mandiri Investama Sejati sebesar 1,03%, PT Bina Makna Indopratama sebesar 0,31%, PT Multi Langgeng Nusantara sebesar 0,26%, dan masyarakat sebesar 20%.

Perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp970,97 miliar dan pendapatan sebesar Rp9,48 triliun pada 2010. Hingga kuartal pertama 2011, pendapatan sebesar Rp2,92 triliun dan laba bersih sebesar Rp689,03 miliar.

SIMP adalah salah satu anak usaha terbesar milik INDF, yang bergerak di bisnis kelapa sawit yang terintegrasi, mulai dari perkebunannya hingga produk turunan CPO, seperti margarin, lemak nabati, dan minyak goreng. SIMP ini adalah induk dari LSIP. Jadi bisa dikatakan bahwa SIMP ini isinya adalah LSIP. [hid]

Inilah Saham Pilihan Kamis (9/6)

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Bursa saham Indonesia pada perdagangan Kamis (9/6) diprediksi masih bergerak sideways di kisaran 3.805-3.850. Pengumuman BI rate akan sedikit memberikan sentimen positif.

Menurut analis saham Panin Sekuritas, Purwoko Sartono, dengan kenaikan harga komoditas mendorong investor memilih mengamankan portofolio mereka. "Hari ini kami perkirakan indeks hari ini akan bergerak sideways dengan kecenderungan melemah. Saham pilihan GGRM, HRUM, JPFA."

IHSG kemarin ditutup melemah 0,44% ke level 3.825,82. Asing tercatat menjual senilai Rp119,11 miliar. Keluarnya dana asing menjadi pendorong indeks mengalami penurunan kemarin. Prospek ekonomi global yang melemah seiring dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi AS, krisis hutang di Eropa, serta ancaman tingginya inflasi global.

Sementara menurut trader independent, Stefanus Mulyadi Handoko, indeks akan mendapat sentimen positf dari pengumuman BI rate hari ini. Meskipun diprediksi akan tetap bertengger di 6,75%. "IHSG menunggu pengumuman BI rate yang akan diumumkan besok (hari ini), diharapkan tetap di 6.75%, sehingga dapat menjadi angin segar bagi saham-saham perbankan yang mengalami tekanan jual pada hari ini (kemarin)."

Sedangkan analis senior HD Capital, Yuganur Wijanarko merekomendasikan ASII, TRUB, PGAS dan INDF. "Sentimen positif pasar menjelang meeting BI yang diperkirakan akan menahan suku bunga dapat mewarnai aksi akumulasi dalam beberapa emitten big cap maupun second liner dalam tren sideways ini."

Untuk saham Astra International (ASII) disarankan beli dengan target harga di 60.250 dari penutupan kemarin di 59.150. Strategi masuk pertama di 59.050 dengan cut loss di 58.000.

Sentimen negatif dari penjualan mobil yang flat di bulan Mei akibat Tsunami Jepang. Namun masih optimis penjualan akan membaik di kala produksi mulai beralih ke pacu yang normal lagi di bulan Juni dan Juli mendatang sehingga forecast angka produksi mobil 2011 sekitar 800 ribu unit dapat tercapai.

Saham Truba Alam Manunggal (TRUB) disarankan beli dengan target harga di 75 dari penutupan kemarin di 71. Strategi masuk pertama di 70 dan kedua di 68 dengan cut loss di 66.

Sementara untuk saham Perusahaan Gas Negara (PGAS) disarankan beli dengan target harga di 4.150 dan kedua di 3.950. Strategi masuk pertama di 3.950 dan kedua di 3.850 dengan cut loss di 3.750.

Untuk saham Indofood Sukses Makmur (INDF) disarankan beli dengan target harga di 5.650 dari penutupan kemarin di 5.450. Strategi masuk pertama di 5.400 dan kedua di 5.300 dengan cut loss di 5.100.

Dominasi pasar mie domestic (80%), exposure ke CPO dan diuntungkan dari penguatan rupiah dan proses restrukturasi hutang (deleveraging), dan expansi margin di 2H 2011 akibat kenaikan harga mie instan, merupakan beberapa katalis positif untuk INDF.

Wall Street Rabu Pagi Bergerak Fluktuatif

Headline
INILAH.COM, New York - Bursa saham Wall Street dibuka fluktuatif dengan kenaikan harga minyak dunia setelah OPEC gagal menyepakati kenaikan produksi.

Indeks Dow Jones naik 0,2% dibandingkan perdagangan Selasa kemarin. Indeks S&P turun 0,3%. Penurunan Dow dipimpin saham McDonald 0,7% karena keuntungan naik tipis walaupun penjualan bulan Mei naik tajam. Saham Verizon naik 0,7% setelah diposisikan menjadi pemain terbesar di sektor telekomunikasi. Sedangkan saingannya AT&T turun 0,1%.

Saham Sisco trun 0,1% dan Citigroup naik 0,3% yang akan menjual kepemilikan di AXA Private Equity sebesar US$1,7 miliar. Raksasa perbankan ini sedang melakukan aksi jual terhadap aset non inti. Saham Goldman Sachs naik 1,06%, saham Bank of America naik 0,8%, JPMorgan turun 0,3% dan Morgan Stanley naik 0,3%.

Sementara saham Eropa turun dipimpin sektor petambangan. Inggris disebut-sebut berpotensi kehilagna peringkat AAA jika pertumbuhan masih lemah. Pemerintah dinilai gagal mengurangi beban utang.

Harga minyak mentah dunia naik setelah OPEC gagal mencapai kesepakatan untuk menaikkan produksi. Ini tidak sesuai dengan ekspektasi investor untuk meningkatkan target produksi untuk menekan kenaikan harga minyak dunia. Minyak AS jenis light sweet di bawah US$99 per barel New yorK Mercantile Exchange (NYMEX) dan minyak jenis Brent di London di bawah US$117 per barel.

Sinyal kenaikan suku bunga giring dollar Kiwi mendekati rekor

SYDNEY. Dolar Selandia Baru (dollar Kiwi) naik mendekati rekor, setelah bank sentral mengatakan harga komoditas masih sangat kuat, dan tingkat suku bunga akan naik dalam waktu dua tahun.

Kiwi menguat terhadap semua mata uang utama dunia setelah Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) mempertahankan suku bunga acuan di level rendah 2,5%. Dolar Selandia Baru naik ke 82,39 per dollar AS pada pukul 10.17 di Sydney, dari posisi 81,50 per dollar AS, di New York, kemarin. Mata uang ini mencapai rekor 82,64 per dollar AS, pada 31 Mei.

Sementara, kiwi juga naik untuk hari ketiga terhadap dollar Australia ke posisi 1,2941 per dolar Aussie.

Gubernur bank sentral Alan Bollard menyebut, kenaikan bertahap suku bunga selama dua tahun ke depan akan diperlukan. "Tahap dan waktu kenaikan bunga akan disesuaikan dengan kecepatan pemulihan ekonomi," ujarnya.

Credit Suisse Group AG menyebutkan, pedagang berekspektasi bank sentral akan menaikkan bunga sebesar 65 basis poin selama 12 bulan, naik dari perkiraan kemarin, sebesar 56 basis poin.

Analis pasar dari Westpac Banking Corp. Imre Speizer menyebut, pernyataan bank sentral efektif, dan memungkinkan adanya kenaikan pada Desember mendatang. "Ini bullish untuk dolar kiwi," ujarnya.

OPEC gagal sepakati kenaikan produksi, minyak lanjut reli hari ketiga

OPEC gagal sepakati kenaikan produksi, minyak lanjut reli hari ketiga
SYDNEY. Harga minyak reli untuk hari ketiga di New York, setelah untuk pertama kalinya dalam 20 tahun terakhir OPEC gagal mencapai kesepakatan mengenai target produksi. Di sisi lain, persediaan minyak mentah AS turun lebih dari konsensus pasar.

Kontrak minyak WTI untuk pengiriman Juli naik 38 sen ke level US$ 101,12 per barel di perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange, dan berada di US$ 101,09 per barel, pada pukul 9.09 waktu Sydney. Sementara, minyak Brent untuk pengiriman Juli naik 0,9%, dan mengakhiri sesi perdagangan pada posisi US$ 117,85 per barel di bursa ICE Futures Europe, kemarin. Ini adalah penyelesaian tertinggi sejak 4 Mei.

Menteri perminyakan Iran sekaligus Presiden OPEC Mohammad Aliabadi menyebut, untuk saat ini akan mempertahankan kuota produksinya. Padahal, pada 7 Juni lalu, sebuah delegasi Teluk mengatakan kelompok ini akan meningkatkan target produksi.

Menteri Perminyakan Arab Saudi Ali Al-Naimi menuturkan, Arab Saudi sebagai produsen terbesar di OPEC, lalu Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab siap memasok lebih banyak minyak ke pasar. Empat negara ini mengusulkan kenaikan 1,5 juta barel per hari, dari kuota saat ini 28,8 juta barel. Namun, Libya, Angola, Ekuador, Aljazair, Iran, dan Venezuela menentang kenaikan produksi.

JPMorgan termasuk Lawrence Eagles menilai, kegagalan OPEC membuat kesepakatan itu menunjukkan beberapa anggota kelompok memiliki keterbatasan dalam kapasitasnya.

Sementara, Departemen Energi AS melaporkan pasokan minyak mentah mengalami penurunan paling tajam sejak Desember lalu. Stok minyak mentah AS turun 4,85 juta barel menjadi 369 juta barel, per pekan lalu. Padahal, analis yang disurvei Bloomberg hanya memprediksi penurunan 1,38 juta barel. Departemen Energi AS menyebut, permintaan minyak dunia akan naik menjadi 89,18 juta barel per hari selama kuartal ketiga.

Direktur riset IAF Advisors Kyle Cooper mengatakan, ada reasi besar terhadap kabar dari OPEC, karena pasar berekspektasi kuota bakal meningkat. "Harga juga naik setelah persediaan minyak jatuh lebih besar dari perkiraan," katanya.

Cemas ekonomi melambat, indeks S&P 500 tumbang untuk hari keenam

Cemas ekonomi melambat, indeks S&P 500 tumbang untuk hari keenam
NEW YORK. Bursa saham Amerika Serikat (AS) tumbang, dan menyebabkan indeks Standard & Poor's 500 mengalami koreksi terpanjangnya sejak Februari 2009. Pelemahan terjadi seiring jatuhnya saham sektor material mentah dan sektor keuangan di tengah kekhawatiran melambatnya ekonomi.

S & P 500 turun 0,4% ke level 1.279,56, pada pukul 4 sore di New York. Indeks ini tumbang untuk hari yang keenam. Sementara, Dow Jones Industrial Average melemah 0,2% ke posisi 12.048,94.

Beberapa saham yang turut menyeret indeks, diantaranya Visa Inc. yang jatuh 3,9% dan MasterCard Inc. yang turun 1,5%, setelah senat AS menolak penundaan pelaksanaan aturan Federal Reserve terkait pembatasan biaya penggunaan kartu debit oleh perusahaan.

Lalu, Ciena Corp, pembuat jaringan bagi perusahaan-perusahaan telepon terbesar di AS, tumbang 16% setelah melaporkan kerugian lebih besar dari perkiraan. Sementara, Gap Inc. merosot 2,4% setelah Barclays Plc memangkas rekomendasi emiten ini, mengacu pada pertumbuhan penjualan perusahaan.

Manajer OppenheimerFunds Inc. Sara Zervos menyebut, ada ketakutan yang cukup besar di pasar. "Kita memasuki sisi negatif, di mana data yang buruk sangat memperjelas situasi ini," ujarnya.

Kemarin, Ketua Federal Reserve Ben S. Bernanke mengatakan pemulihan AS cenderung melambat. Bank sentral AS menilai perbaikan ekonomi berlangsung dengan kecepatan tetap di sebagian besar AS. Manufaktur berkembang di sebagian besar wilayah, sementara di beberapa kawasan lain masih melambat. Sedangkan, pasar tenaga kerja meningkat secara bertahap hanya di sebagian besar wilayah.

Jatuhnya saham di seluruh dunia hari ini juga dipicu pernyataan Bank Dunia yang menyebut produk domestik bruto global mungkin bertumbuh 3,2% pada tahun ini. Angka tersebut lebih rendah dari perkiraan Januari lalu, yang mencapai 3,3%.